Rombongan 1022

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on July 16, 2017

CHOIRUL ANAM (23, Tumor Ganas). Alamat: Dusun Krajan, Desa Mulyo Agung, RT 3/1, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Anam mengalami sakit sejak tahun 2016, tepatnya ketika awal ramadhan. Saat itu lehernya tiba-tiba saja membengkak. Anam mengira bahwa keluhan tersebut merupakan penyakit gondok sehingga ia hanya mengobati lehernya dengan cara tradisional. Keluhan di leher Anam sempat sembuh namun hanya beberapa saat saja. Leher Anam membengkak lagi hingga akhirnya ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Singgahan. Dari Puskesmas Singgahan, Anam dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Anam didiagnosa menderita tumor ganas (Malignant Lymphoma, Undifferentiated Carcinoma). Anam kemudian dirujuk lagi ke RSUD Sosodoro Bojonegoro dan kemudian ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Anam telah melakukan beberapa kali pemeriksaan. Dokter menyarankan harus segera dilakukan operasi. Karena keterbatasan dana pengobatan, ia pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Leher Anam kini masih membengkak. Ia mengalami kesulitan menelan makanan dan minuman sehingga nafsu makan pun menurun. Ayah Anam, Nurhadi (52) bekerja sebagai tukang jahit. Sedangkan ibunya, Siti Mujamalah (43) berjualan tahu di pasar. Anam selama ini belum bekerja. Orang tua Anam menghidupi empat anak mereka sehingga penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Selama pengobatan, Anam menggunakan kartu fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalamai kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dicover KIS, transportasi, serta biaya hidup jika harus menjalani operasi di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Anam dan keluarga. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya obat-obatan yang tidak dicover KIS. Semoga Anam dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi @EArynta

Anam menderita tumor ganas


WAFIQ NURDIANSYAH (12, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT 1/9 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari anak tunggal ini dipanggil Wafiq. Ayahnya, Pak Amang Syarif (43) dikenal warga sebagai marbot, sedangkan ibunya, Entin (38), sehari-hari berdagang warungan di rumah sempit peninggalan orang tuanya. Wafiq tercatat sebagai siswa kelas 7 di SMP Al Amanah Ciwidey Bandung. Berdasdarkan informasi dari Ketua Rukun Warga, Wafiq dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan. “Wafiq bersemangat sekali untuk terus belajar, walaupun penghasilan ibu-bapaknya tak seberapa dan tak menentu. Ia belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah karena belum terdata,” tambah Pak RW. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan di Kabupaten Bandung sempat bertemu dengan Wafiq dan keluarganya dan mendapatkan pelajaran hidup dari kegigihan dan ketabahan mereka. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik #SR, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa kepada Wafiq dan keluarganya yang digunakan untuk biaya membeli seragam sekolah, buku, alat tulis, dan uang saku.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hilyaqasyanggi

Bantuan biaya sekolah


EMIH BINTI ADHAM (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Kampung Ciloa RT 2/2 Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak November 2017 Ibu Emih didiagnosa menderita gagal ginjal. Janda dhuafa ini tak menduga mengalami kerusakan fungsi ginjalnya akibat kelebihan urea dalam darah. Berdasarkan analisa medis, tubuhnya gagal mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Ginjalnya kehilangan kemampuan mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh. Awalnya, ia kerap mengalami mual, muntah, berat badan menurun, tingkat kemampuan konsentrasi manurun. Secara fisik, ia juga mengalami perubahan: kulitnya kering dan mudah lecet, rambutnya jadi mudah patah, menipis, dan memerah. Berbagai upaya dilakukan, baik secara alternatif-tradisional maupun medis. Berkali-kali anak-anaknya memeriksakan Bu Emih ke dokter praktek, Puskesmas, dan rumah sakit menggunakan biaya sendiri sampai mereka tak mampu lagi membiayainya. Karena penanganan medis Ibu Emih masih harus lama ditempuh dan akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit, keluarganya kemudian berinisiatif membuatkan BPJS Mandiri Kelas 3. “Setelah menjalani pemeriksaan awal di Puskesmas dan RSUD Soreang, kini ia ditangani RSUD Al Ihsan dan harus cuci darah (hemodialisa) seminggu dua kali,” kata anaknya saat ditemui kurir #SR di Bandung. Ibu Emih binti Adham amat layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk meneruskan ikhtiarnya berobat rutin ke rumah sakit. Selain pemberian dari anak-anaknya, ia kini tak lagi punya penghasilan dari usaha dagangnya. Dia tak memiliki kemampun lagi untuk membiayai pengobatannya ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari tempat di mana ia tinggal. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. “Taerima kasih atas bantuan para dermawan Sedekah Rombongan. Jazaakumullaah,” doa anaknya yang diamini Ibu Emih.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 29 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Emih menderita gagal ginjal kronik


IBAN MUHIBBAN (48, Tumor di Paha Belakang). Alamat : Kampung Naringgul RT.4/3 Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Kang Iban –panggilannya sehari-hari—tak menduga harus keluar-masuk ruang prakter dokter, klinik, Pukesmas, bahkan rumah sakit untuk memeriksakan benjolan di bagian paha belakang. Sejak Maret 2016 buruh tani itu tak bisa lagi menjalankan aktivias usahanya seperti biasa karena ia harus terus berobat. Beruntung isrinya, Bu Litlit Cintawati (47) setia mendampingi Kang Iban saat memeriksakan kelainan di tubuh suaminya yang telah memberinya 7 anak yang masih kecil itu. Menggunakan BPJS Kelas 3, Pak Iban diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Selamet, selama beberapa bulan, sebelum akhirnya dirujuk penanganan medisnya ke Poli Bedah dan Bedah Ongkologi di RSHS Bandung. Ia diduga mengidap tumor di paha. “Setelah berbulan-bulan, memaksakan diri, saya bolak-balik berobat di RSUD Garut, akhirnya saya harus juga diperiksa di RSHS Bandung,” kata Pak Iban menceritakan riwayat penyakit dan penanganan medisnya saat ia menemui kurir #SR di Rumah Singgah. “Kami datang ke sini atas informasi dan arahan dari kurir #SR di Garut. Kami akan sering ke RSHS dan kerap harus nginap. Kami mohon bantuan dan bisa tinggal di rumah singgah ini,” katanya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kang Iban, kurir #SR Bandung berkesimpulan bahwa ia amat layak mendapatkan bantuan. Selain tanggungan keluarganya cukup banyak, ia kini tak bisa beraktivitas normal setelah menderita penyakit yang cukup serius dan memerlukan penanganan lama. Di rumah sakit rujukan nasional ini juga Pak Iban menjalani pemeriksaan awal cukup lama. Setelah menunggu hampir sepuluh bulan, pada akhir Juni 2017, ia mendapatkan jadwal operasi dan harus masuk ruang rawat inap di Ruang Kana RSHS Bandung. Tindakan operasinya dijadwalkan Senin, 10 Juli 2017. Bersyukur, kurir #SR di Bandung sempat juga menjenguknya saat ia dirawat didampingi istrinya. Pak Iban dan istrinya begitu tegar menghadapi cobaan di tengah segala kekurangan mereka. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada saat kunjungan itu juga, kurir #SR dapat menyampaikan bantuan awal untuk Pak Iban Muhibban dan keluarganya, yang digunakan untuk bekal/uang saku selama ia dirawat dan biaya sehari-hari keluarganya. “Terima kasih atas perhatian dan bantuan Sedekah Rombongan. Jazaakumullah khairan,” doa Kang Iban, diamini istrinya dan kurir yang menemuinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Iban menderita tumor di paha belakang


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung Raya atau biasa disebut RSSR Bandung Raya merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung Raya telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Juni 2017, RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 22 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, kebutuhan operasional RSSR seperti: utility, retribusi kebersihan dan biaya operasional lainnya bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung Raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung Raya sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.323.262,-
Tanggal: 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 1001. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu dodoh menderita kanker mulut


RSSR BANDUNG RAYA (Sembako dan Obat-obatan Pasien). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung Raya atau biasa disebut RSSR Bandung Raya merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung Raya telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Juni 2017, RSSR Bandung Raya menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 22 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, RSSR juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/ relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, RSSR Bandung Raya dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien, juga kebutuhan pasien lainnya seperti obat-obatan. Semoga semua bantuan dari sedekaholics yang dipergunakan untuk kebutuhan pasien dampingan di RSSR Bandung Raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit. Bantuan RSSR Bandung Raya sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.345.889,-
Tanggal: 8 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Bantuan sembako dan obat-obatan pasien


YOYOH KHODIJAH (66, Tumor Usus). Alamat : Gg. Sekolah, RT 8/3, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yoyoh merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, Februari lalu ia sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih dengan keluhan penyakit typus. Bulan Desember ini kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Bu Yoyoh dengan penyakit tumor usus yang dideritanya. Belum lama ini ia sering merasakan sakit pada bagian perutnya, rasa sakit tersebut tak jarang membuat Bu Yoyoh kesulitan untuk berjalan. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa terdapat benjolan-benjolan pada usus Bu Yoyoh. Dua benjolan besar telah dilakukan melalui proses operasi di RS tersebut, masih tersisa benjolan-benjolan kecil pada ususnya, pihak RSBA menyarankan untuk dilakukan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun karena kendala biaya ia pun hanya bisa dirawat di rumah oleh anaknya yang janda dan juga tak memiliki pekerjaan, suaminya telah lama meninggal dunia. Untuk membeli kantong feses pun ia harus menunggu uluran bantuan dari orang lain. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan titipan bantuan dari para sedekahloics untuk biaya akomodasi proses operasi Bu Yoyoh di RSHS Bandung, bantuan sebelumnya tercatat dalam Rombongan 995.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Bu yoyoh menderita tumor usus


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mammae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih menderita ca mammae


NURUL MAULIDA (19, Abortus). Alamat : Kp. Citamiang, RT 4/1, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya, Teh Nurul –akrab kami memanggilnya—merasakan sakit yang melilit pada bagian perutnya, ia menganggapnya sakit perut biasa dan hanya mencoba diobati dengan obat-obatan warung. Keesokan harinya kondisi tersebut diperparah dengan keluarnya darah dari bagian vaginanya, ia pun hanya mencoba pengobatan menggunakan ramuan yang ada di kampung. Namun tak juga kunjung sembuh, malah darahnya semakin banyak. Kemudian Teh Nurul dibawa ke Bidan Desa, setelah menjalani pemeriksaan ia diharuskan segera dirujuk ke RSBA (Rumah Sakit Bayu Asih) karena darah yang keluar sudah sangat banyak dan kondisi Teh Nurul sudah semakin memburuk. Dengan menggunakan ambulance desa Teh Nurul pun dibawa ke RSBA, namun di perjalanan ada kendala yakni macet panjang karena adanya kecelakaan, saat itu posisinya tidak bisa mengambil jalan pintas. Akhirnya atas diskusi suami dan pihak puskesmas, Teh Nurul pun dibawa ke RS Swasta yang lokasinya paling dekat. Padahal saat itu suaminya tidak mengantongi uang sedikitpun. Alhamdulillah Teh Nurul masih tertolong, ia harus segera mendapat tindakan kuret janin karena ternyata Teh Nurul sedang hamil, namun ia tidak menyadari kehamilannya tersebut dan terus menerus mengonsumsi pil KB, akhirnya ia pun keguguran. Yang membuat bingung suaminya adalah biaya RS Swasta tersebut yang sangat membengkak, penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak bisa menutupi biaya RS tersebut, ditambah mereka belum memiliki kartu keluarga. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Nurul dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk sedikit meringankan biaya adminstrasi selama di RS tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asepza_

Teh nurul mengalami keguguran


ADE SOLIHIN (49, Luka Terkena Mesin Gergaji). Alamat : Kp. Cidawolong, RT 13/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang ade, akrab kami memanggilnya, ia bekerja sebagai pemotong kayu dengan menggunakan mesin gergaji. Saat itu mang ade disuruh majikannya untuk memotong kayu di kebun orang lain dengan catatan harus selesai satu hari. Pagi hari setelah shalat subuh Mang Ade pergi ke kebun untuk memotong kayu sesuai perintah majikannya. Setelah sampai di kebun, Mang Ade segera memulai pekerjaannya, sesekali berhenti karena lelah, apalagi waktu itu Mang Ade sedang puasa ramadhan. Mang ade bekerja sendiri tanpa bantuan pekerja lainnya. Saat itu ia bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan pada pukul 16.00 WIB. Namun seiktar pukul 15.40 mungkin karena kurang konsentrasi kaki Mang Ade pun terkena mesin gergaji yang sedang digunakannya, alhasil darah berceceran di sekitar kaki Mang Ade, ia berteriak meminta pertolongan barangkali ada orang di sekitar ternyata tidak ada, akhirnya Mang Ade membalut kakinya dengan kain dari sobekan bajunya. Mang Ade segera pulang tanpa membawa alat kerjanya. Setelah berjalan sekitar 1 km ia merasa kakinya sakit kalau diinjakan ke tanah, akhirnya ia berhenti dulu dan duduk untuk mengurangi rasa sakit. Setelah berhenti hampir 25 menit akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan cara ngesot karena tidak kuat jalan, sedangkan jarak ke rumahnya sekitar 2km. Dengan tekad yang kuat dengan waktu hampir 2 jam lebih akhirnya mang ade samapi ke rumahnya, karena rumahnya berada di kaki gunung tempat tadi mang ade kecelakaan. Setelah sampai dirumah, istrinya sangat shock melihat keadaan Mang Ade, akhirnya Mang Ade dibawa ke Puskesmas oleh aparat setempat. Di Puskesmas Mang Ade diberikan infusan dan di jahit lukanya sebanyak 28 jahitan. Mang Ade tidak memiliki cukup uang untuk membiayai perawatannya selama di Rumah Sakit, penghasilannya sebagai buruh lepas baru cukup untuk membiayai hisup istri dan kelima anaknya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Ade dan istri. Kami menyampaikan titipan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Mang Ade selama di Puskesmas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Ade menderita luka terkena mesin gergaji


OYOK JUMSIH (57, Komplikasi). Alamat : Kp. Krajan, RT 4/2, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari darah tinggi yang kini akhirnya menimbulkan penyakit lain pada tubuh Mak Oyok. Ia megalami komplikasi penyakit Diabetes, Reumatik, gangguan paru-paru dan maag kronis. Ia pernah melakukan pengobatan di beberapa rumah sakit, namun kini pengobatan tersebut harus terhenti karena atak adanya biaya. Suaminya Idi (57) sudah tidak mampu lagi bekerja karena sudah sepuh. Saat ini untuk biaya hidup sehari-hari keduanya mengandalkan pemberian saudara dan tetangga terdekat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Oyok dan suami. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya hidup Mak Oyok dan suaminya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Mak Oyok menderita komplikasi penyakit diabetes, reumatik, gangguan paru-paru dan maag kronis.


MUHAMMAD RIDWAN NOOR (40, Putus Urat Syaraf Mata). Alamat : Kp. Mekar Jaya, RT 16/6, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Pak Noor –akrab ia dipanggil—merasakan sakit pada bagian matanya, ia pun memeriksakan diri ke klinik terdekat dan didiagnosa mengalami katarak. Semakin lama penyakitnya tersebut semakin hingga sampai pada putusnya urat syaraf pada matanya. Hal tersebut menyebabkan Pak Noor menjadi tidak bisa melihat hingga kini. Ia pernah melakukan pengobatan di RS Cicendo dan melakukan operasi sebanyak empat kali. Saat ini ia sudah kehabisan uang, karena sebagian besar hasil kerjanya ketika sehat dulu digunakan untuk biaya pengobatan matanya. Ia kini tinggal menumpang di rumah adiknya bersama istri dan anak-anaknya. Untuk biaya hidup sehari-hari ia dan anaknya mengandalkan penghasilan istrinya yang menjadi buruh di pabrik. Usia Pak Noor masih terbilang muda dan produktif, ia masih butuh pengobatan untuk menyembuhkan sakit di matanya tersebut. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Noor dan istri, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Pak Noor.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak Ridwan menderita putus urat syaraf mata


HAMEDI BIN KARJAI (93, Lumpuh + Jompo). Alamat: Kp. Cihaji Kidul, RT 4/3, Desa Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah bertahun-tahun, Pak Hamedi tidak bisa berjalan karena penyakit stroke yang menyerangnya, faktor umur juga menjadi salah satu penyebab fisiknya tidak kuat seperti dulu. Selama sakit, Pak Hamedi hanya berobat sesekali dan keadaannya sekarang semakin kurus dan memilih berdiam diri di rumah saja karena keluarganya sudah putus asa dan Pak Hamedi sama sekali tidak mempunyai jaminan kesehatan. Pak Hamedi tinggal di rumah dengan penerangan yang kurang bersama anaknya Yoyo (56) dan Iwan (31) yang bekerja sebagai buruh dan sudah berkeluarga. Pak Hamedi hidup menduda sejak lama karena istrinya sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa melihat kondisi Pak Hamedi yang sudah tidak bisa mendengar, santunan lanjutan pun disampaikan kepada Pak Hamedi untuk biaya melanjutkan pengobatan dan akomodasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 953. Mudah-mudahan Allah memberi umur yang panjang kepada Pak Hamedi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 20 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Hamedi menderita lumpuh + jompo


RODIAN BIN MUKAWI (79, Katarak + Lumpuh). Alamat: Kp. Ranca, RT 25/4, Kelurahan Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah sepuluh tahun, Pak Rodian tidak bisa melihat karena penyakit katarak yang dideritanya. Awalnya, mata Pak Rodian hanya mengalami kerabunan dan lama-kelamaan matanya sudah tidak berfungsi karena kini pandangannya gelap dan sudah tidak bisa melihat. Karena kebutaannya, sekarang ia tak bisa beraktivitas dan hanya bisa berbaring di atas ranjang lusuh. Bukan hanya itu, kakinya juga sudah lumpuh dan Pak Rodian tidak bisa berjalan lagi. Jika ia ingin pergi dari kamarnya ke ruangan lain, maka ia akan dipapah oleh istrinya sekalipun ia akan buang air kecil dan besar. Karena keterbatasan biaya, Pak Rodian dan keluarga hanya beberapa kali memeriksakan diri ke dokter selebihnya ia hanya minum obat warung, beliau juga tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS atau KIS. Pak Rodian tinggal bersama istrinya, Iyot (74) di rumah yang sudah tidak layak huni, gelap dan bocor di sana-sini dan ia dirawat oleh dua anaknya yang bekerja sebagai petani dan tinggal tidak berjauhan dari rumahnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan beliau dan menyampaikan santunan untuk biaya pemeriksaan supaya kedua mata dan kaki Pak Rodian bisa diobati. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak rodian menderita katarak + lumpuh


AZMI HAIL MAHLAL (3, Gangguan Perkembangan Motorik). Alamat : Dusun 1, RT 5/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Azmi adalah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Usia Azmi baru menginjak 3 tahun, ia tumbuh dengan normal, namun perkembangan motoriknya tumbuh dengan lambat. Gejala awal Azmi rasakan ketika ia berusia 5 bulan. Ia sering mengalami demam yang disertai dengan perubahan fokus penglihatan karena bola matanya selalu mengarah ke atas. Selain itu, berat badannya semakin lama semakin menurun. Akibatnya tumbuh kembang Azmi sedikit terhambat. Perkembangan motorik Azmi cenderung lambat, selain itu Azmi juga belum bisa bicara seperti balita pada umumnya. Azmi menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Kondisi Azmi sangat lemah, untuk duduk saja ia membutuhkan penyangga atau lebih sering dipangku. Pihak medis akhirnya melakukan terapi khusus kepada Azmi, yaitu fisiotherapy. Terapi ini menggunakan bantuan cahaya khusus yang menyinari bagian punggung Azmi. Alhamdulillah, kepala Azmi pun saat ini sudah mulai tegak setelah sebelumnya tertunduk lemas. Saat ini Azmi sudah bisa belajar berjalan dan sudah mulai aktif belajar berbicara. Azmi juga sekarang terlihat sangat aktif dan mulai berani berinteraksi dengan sekitarnya, setelah sebelumnya dia anak yang pemalu dan mudah menangis. Pengobatan rutin yang dilakukan Azmi saat ini adalah dengan terapi sinar. Perkembangan dari fisioterapi rutin ini begitu jelas karna Azmi tak pernah absen mengikuti terapi. Saat ini, Azmi masih melakukan terapi rutin di RS Sekar kamulyan Cigugur kuningan. Setiap satu minggu sekali, Azmi melakukan terapi di rumah sakit. Kondisi Azmi saat ini sudah banyak perkembangan, selain sudah mulai bisa berbicara walau belum jelas, Azmi sudah bisa duduk dengan tegak dan sedang belajar berjalan. Selama menjalani pengobatan, Azmi terbantu dengan adanya jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas 3. Bapak Johan Ermaya (36) dan Ibu Rohimah (27) selaku orang tua Azmi kesulitan mendapatkan biaya transportasi untuk ke rumah sakit dan untuk pembelian susu formula. Maklum saja, Bapak Johan bekerja sebagai pedagang asongan di lampu merah kota Cirebon. Pendapatan harian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari keluarganya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga belas kepada Azmi untuk biaya transportasi dan pembelian susu formula. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan kepada Azmi. Aamiin. Sebelumnya Azmi masuk kedalam pasien Rombongan ke 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Azmi menderita gangguan perkembangan motorik


ARIS SUNANDAR (30, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Cibodas, RT. 2/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Aris biasa beliau dipanggil menderita sakit sejak beliau berusia 10 tahun. Awalnya, beliau pernah jatuh dari ranjang ketika tidur yang membuatnya dibawa ke tukang pijat. Alhamdulillah kondisinya membaik bahkan sembuh hingga beberapa tahun. Kemudian, saat usia 17 tahun beliau mulai ikut bekerja menjadi buruh bangunan di luar kota. Selama bekerja beliau tidak merasakan sesuatu yang berarti dan tetap lanjut bekerja di proyek bangunan. Setelah sepuluh tahun bekerja, tepatnya di usia 27 tahun tiba-tiba tangan kiri beliau mati rasa, leher kiri membengkak dan kaki kiri pun mati rasa. Akhirnya beliau pulang ke kampung halaman untuk mendapat perawatan di rumah. Beberapa kali beliau pernah menjalani terapi ke ahli pijat namun tidak ada hasilnya. Beliau juga berobat ke dokter hingga dokter memvonis stroke ringan. Kondisinya semakin hari semakin menurun, badannya semakin kurus dan masih ada beberapa bagian tubuh yang mati rasa. Saat ini beliau sering rutin melakukan terapi ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur, Alhamdulillah tangannya sedikit demi sedikit sudah bisa di gerakkan. Saat ini, beliau masih ingin berobat ke rumah sakit namun terkendala biaya. Maklum saja beliau sudah tidak bekerja dan bergantung pada kedua orang tuanya Bapak Suhana (63) dan Ibu Rukini (48) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan minim. Biarpun memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Aris sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Arif untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Aris masuk kedalam rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyarohandis

Aris menderita stroke ringan


TETI DARMIANTI (30, Suspect TB Tulang). Alamat : Dusun 4, RT 2/4, Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Teti biasa beliau dipanggil mulai sakit sejak usia 5 tahun. Beliau sering sakit sakitan dan muncul benjolan aneh dikepalanya. Saat itu, muncul 3 benjolan di atas kepala. Anehnya benjolan tersebut sering berpindah-pindah. Kedua orang tua beliau pernah membawa beliau ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Pihak rumah sakit sudah menyarankan agar beliau segera menjalani operasi. Namun, karena pihak keluarga merasa tidak tega karena usia Teti masih sangat kecil untuk menjalani operasi. Akhirnya, beliau hanya menjalani pengobatan jalan. Kesehatan beliau lama-lama semakin memprihatinkan. Pada tahun 2000, kedua orang tua beliau meninggal dunia. Sehingga sejak saat itu beliau dirawat oleh kakak laki-lakinya. 4 tahun lalu, kondisinya semakin memprihatinkan karena sudah tidak bisa berjalan, dan hanya bisa berbaring saja. Semua badannya terasa kaku dan hanya jarinya saja yang bisa digerakkan. Hal tersebut berawal ketika benjolan yang ada menyerang tulang ekornya. Sejak saat itu, beliau banyak melakukan aktivitas di tempat tidur. Pada Saat kurir Sedekah Rombongan Kuningan mengunjungi beliau pertama kali, tempat tidur beliau sangat tidak layak dan mengeluarkan bau yang menyengat. Banyak sarang semut dan kecoa dimana mana. Alhamdulillah, ada donatur yang memberikan kasur yang layak untuk beliau. Saat ini kondisi Teti masih belum ada perubahan apa apa, karna dari Tim medis pun sudah angkat tangan mengenai penyakit yang teti derita. Kakak beliau bernama Setiawan (42) dan istrinya bernama Rumiati (39). Kakaknya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan. Biarpun memiliki kartu kesehatan jenis JKN-KIS PBI, kakaknya tidak memiliki biaya lebih untuk kebutuhan Teti sehari hari. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Teti sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk kebutuhan sehari hari. Semoga Allah memberi kesembuhan dan kesabaran kepada Teti. Aamiin. Sebelumnya Teti masuk kedalam Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniiasih

Bu Teti menderita suspect TB tulang


IAN SOPYAN SAURI (28, Tortikolis Sinistra). Alamat : Dusun Manis RT 2/3, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Seorang pemuda yang akrab disapa Ian ini adalah seorang tukang parkir di sebuah pasar tradisional. Ia mulai menderita sakit pada tahun 2014. Saat itu, ia sedang memanggul barang belanjaan milik orang lain, tiba tiba tulang lehernya seperti ada yang patah, namun Ian tidak merasakan sakit sedikit pun. Kondisi tersebut tidak diberitahukan kepada orang tuanya. Selang beberapa waktu, ada perubahan di leher Ian, lehernya tidak bisa diluruskan lagi seperti sebelumnya. Dengan kondisi demikian, sayangnya Ian tidak melakukan pengobatan medis maupun tradisional. Kemudian pada tahun 2015, Ian dibawa ke pengobatan alternatif dan ke RSUD. Namun, karena keterbatasan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan pun dihentikan. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ian. Dengan dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan Ian dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan hasil diagnosa dokter Ian menderita Tortikolis Sinistra, yaitu suatu gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat memutar ke samping. Dengan keadaan seperti itu, Ian bekerja tidak maksimal. Saat ini Ian harus rutin menjalani fisioterapi di Rumah Sakit sekar Kamulyan Cigugur, untuk melemaskan otot lehernya. Ian baru menjalani 13 kali terapi dengan menggunakan sinar. Ian harus rutin menjalani terapi sinar selama kurang lebih satu tahun. Kondisi ian saat ini sudah bisa meluruskan otot lehernya, hanya saja kadang kembali kram jika baru bangun tidur. Ibu Ian, Mulyati (47) bekerja sebagai penunggu bensin eceran, yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dan ada adik Ian yang masih sekolah. Sedangkan Ayah Ian sudah meninggal dunia. Ian kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit. Biarpun demikian, pengobatannya sedikit terbantu dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan pun dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Ian untuk biaya transportasi keberangkatan selama berobat ke rumah sakit. Semoga Ian lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Ian masuk kedalam Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Ian menderita tortikolis sinistra


RUMSANIH BINTI SARMANI (45, Ca Mammae). Alamat : Kp. Elo RT 4/4, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Setiap kejadian tidak akan lepas dari takdir Allah SWT, begitupun yang terjadi dengan Bu Rumsanih. Semula karena tersiram kopi di bagian dadanya kemudian Bu Rumsanih mencoba membersihkan tumpahan kopi itu. Saat itulah ia baru menyadari ada benjolan pada payudaranya. Seperti itulah penuturan Bu Rumsanih, namun demikian ia menganggap benjolan tersebut hanya benjolan biasa. Seiring waktu berjalan secara tiba-tiba badannya merasakan demam disertai panas tinggi. Dengan jaminan Kartu KIS PBI yang ia miliki, Ibu Rumsanih berusaha berobat ke rumah sakit terdekat. Namun karena benjolan tersebut diduga tumor akhirnya ia disarankan untuk menjalani pemeriksaan ke rumah sakit yang lebih memadai. Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan terkena kanker payudara dan harus menjalani kemoterapy secara berkala. Saat ini Bu Rumsanih menjalani kemoterapy di RS Persahabatan Jakarta. Mereka merasakan kesulitan biaya akomodasi selama menjalani kemoterapy di RS Persahabatan. Suaminya, Pak Sana Sujana (48) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak memadai. Untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan, apalagi untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS Persahabatan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Zaenudin

Bu Rumsanih menderita ca mammae


QUEEN MALIKA AZZAHRA (9, Lumpuh). Alamat : Kp. Elo RT 3/3, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal tahun 2016, Malika pernah terjatuh dari kursi dan pada saat itu pengobatan yang dilakukan hanya urut tradisional. Namun hingga saat ini belum ada perubahan apa-apa. Ketika Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka, Pak Usin (42) sangat berharap agar Malika dapat diobati di rumah sakit. Akhirnya sebelum melakukan pengobatan, Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan jaminan kesehatan terlebih dahulu. Malika terlahir dari keluarga tidak mampu, ayahnya hanya seorang kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Bu Iyah Syafariah (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, saat ini Queen menjalani tahap pemeriksaan lebih lanjut di RSCM Jakarta. Selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta, Queen tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit dan bekal selama di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Malika menderita lumpuh


NURHAYATI BINTI EDON (30, TB Paru). Alamat : Kp Ceger, RT 2/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Nurhayati merasakan sesak nafas dan jantung berdebar, ia hanya minum obat-obatan warung saja. Namun pada akhir April 2017 yang lalu, sakitnya bertambah parah. Akhirnya suaminya membawa ia ke klinik dan setelah menjalani pemeriksaan di klinik, dokter menganjurkan untuk merujuk Bu Nurhayati ke RSUD Kabupaten Bekasi karena dikhawatirkan ada indikasi terkena jantung. Bersyukur Bu Nurhayati mempunyai Kartu BPJS, sehingga biaya pengobatan di rumah sakit dapat tercover. Saat ini Bu Nurhayati mengalami kesulitan untuk biayaakomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Suaminya, Pak Ade Suryadi (33) hanya seorang kuli panggul di pasar. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi selama Bu Nurhayati menjalani pemeriksaan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jaenudin

Bu Nurhayati menderita TB paru


MARYANI BINTI SUMARNO (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Kaliabang Tengah RT 5/1, Desa Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi. Bermula sejak pertengahan 2015, Bu Maryani merasakan ada benjolan pada payudara kanan. Semenjak saat itu ia berusaha untuk melakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit. Hingga saat ini ia terhitung sudah 2 kali menajalani operasi payudara di RS Persahabatan Jakarta, operasi yang kedua adalah perasi menutup payudara yang berlubang bekas operasi dengan kulit paha kanan. Bu Maryani masih rutin menjalani kontrol di RS Persahabatan seminggu 2 kali untuk melakukan kemoteraphy. Ia merasakan kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol, penghasilan suaminya, Pak Ujang (45) yang hanya sebagai buruh serabutan tidak dapat menopang kebutuhan Bu Maryani untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Tuti Anggraeni

Bu Maryani menderita ca mammae


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Selama menjalani perawatan mereka membutuhkan bekal untuk makan keluarga yang menunggu. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal selama menjalani perawatan di RSM Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amien

Wilda menderita katarak


RAMI BINTI RAWA (85, Asam Urat Tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Pertengahan bulan September 2016, Nenek Rami sempat dirawat di Puskesmas karena sesak nafas, tapi saat ini sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik namun harus menjalani kontrol rutin. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Rami menderita asam urat tinggi


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Saat ini Bu Koyah rutin menjalani pemeriksaan seminggu dua kali ke RS Persahabatan Jakarta. Pada tanggal 14 Juni 2017, Bu Koyah menjalani perawatan utk tindakan operasi, ia dirawat selama 4 hari di RS Persahabatan. Tanggal 18 Juni 2017, Bu Koyah sudah diperbolehkan pulang dan kontrol tanggal 20 Juni 2017. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama dirawat dan biaya akomodasi untuk Bu Koyah menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional + Servis + Gaji Driver). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi pembelian bensin, servis rutin dan gaji driver. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional + servis + gaji driver


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Pembayaran Pajak + Ganti Plat Nomor). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi pembayaran pajak dan penggantian plat nomor MTSR Bekasi. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 4 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Pembayaran pajak + ganti plat nomor


MUHAMMAD WAKIL RAZABI (1, Susp. Tumor Kulit). Alamat : Kp. Mulyasari, RT 1/13, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Waki biasa kami memanggil nya merupakan anak dari pasangan Bu Eti dan Pak Ade. Waki diketahui mengidap kelainan pada kulitnya pada saat berumur 6 bulan ketika sang ibu sedang memandikan Waki terlihat kulit Waki banyak bercak berwarna merah yang jika terkena air kulit tubuh Waki akan menjadi terkelupas. Waki sudah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa kondisi kesehatannya dan oleh Puskesmas langsung dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih komprehensif. Pemeriksaan awal di RSUD Kota Bogor menyebut kalau Waki terkena Susp. Tumor kulit dan harus dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui pasti penyakit yang menyerang Waki. Pemeriksaan Waki kini terhenti karena adanya tunggakan BPJS kelas 2 yang dimiliki ia dan keluarganya sebanyak 5 orang, Pak Ade yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak mampu untuk melunasi tunggakan BPJS yang ada. Ketika dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, iya menyebut dari pada untuk membayar tunggakan BPJS lebih baik uang nya untuk makan dan keperluan sekolah kakak – kakak Waki yang membutuhkan biaya. Bu Eti pun tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anak nya, terkadang jika Waki menangis karena kesakitan pada kulitnya, Bu Eti hanya memberikan bedak untuk meringankan sakit dan gatal di tubuh Waki. Bantuan Awalpun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan yang digunakan untuk membayar tunggakan BPJS dan untuk melakukan pemeriksaan sambil menunggu BPJS yang dimiliki Waki Aktif kembali. Semoga Waki kecil diberikan kesembuhan oleh Allah Subhanahu wa taa’ala agar dapat menjalani hari – hari seperti anak – anak pada umumnya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Wakil menderita susp. tumor kulit


DADUN KOMAR (50, Tuberculosis). Alamat : Kedung Halang Sentral, RT 2/4, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Dadun akrab kami menyapa sudah mulai merasakan sakit sekitar tahun 2016, berawal dari sering demam hingga berat badan yang menyusut secara drastis membuat Pak Dadun tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Saat diperiksa di Rumah Sakit terdiagnosa kalau Pak Dadun mengidap Tuberculosis Paru dan ada indikasi juga terkena Kanker Paru yang membuat nya harus dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun karena keterbatasan dana akhirnya Pak Dadun belum sempat dirujuk ke RSCM. BPJS yang dimiliki Pak Dadun hanya mengcover biaya pengobatan saja namun masalah terjadi untuk biaya akomodasi, Maklum saja semenjak sakit Pak Dadun tidak bisa bekerja mencari nafkah dan digantikan oleh Istrinya Bu Siti Komariah yang bekerja sebagai Buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Pak Dadun yang digunakan untuk Akomodasi ia berobat Ke RSCM agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dengan peralatan yang lebih lengkap. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan jalan Pak Dadun mencari kesembuhan. Aamiin. Bantuan Sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak Dadun menderita tuberculosis


NOVITA SANTI (22, Persalinan Caesar). Alamat : Kampung Gunung Batu, RT 3/9, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Novita Santi pada tanggal 4 Mei 2017 yang lalu baru saja melahirkan seorang anak di RSUD Bekasi dengan cara Caesar. Karena ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun akhirnya di setujui oleh Pak Dede Sang Suami dengan menggunakan Biaya Umum. Pak Dede yang bekerja sebagai buruh serabutan bercerita kenapa sang istri tidak memiliki jaminan kesehatan karena ia belum memiliki Kartu keluarga yang disebabkan karena tidak adanya kartu nikah dari KUA. Ketika ditanya lebih lanjut ternyata sang istri merupakan seorang mualaf yang menikah dengan Pak Dede tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya serta tidak mendaftarkan pernikahannya di KUA sehingga pihak KUA tidak bisa menerbitkan buku nikah untuk Pak Dede dan Novita yang digunakan untuk dasar membuat Kartu Keluarga. Kurir Sedekah Rombongan yang datang langsung memberikan titipan dari para Sedekaholic yang digunakan untuk Novita membayar tagihan dari rumah sakit tempat ia melakukan persalinan. Semoga Anak Pak Dede dan Novita tumbuh menjadi Anak yang sehat dan cerdas. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahaccit @kartimans1 @rexy_eas

Bantuan biaya persalinan caesar


ERLINA EVI LESTARI (42, Kelainan Telinga Kanan + Sakit Badan). Alamat : Tempat Pembuangan Akhir Sampah Jalan Kejaksaan Negeri Bogor, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Lina biasa ia dipanggil sehari – hari bekerja sebagai pemulung di kawasan Kejaksaan Negeri Bogor. Ia bersama suami dan Anaknya mencari sisa – sisa barang bekas yang dapat dijual kembali untuk biaya makan sehari – hari. Jika malam telah tiba, ia dan keluarga pun bermalam di TPS Kejaksaan Negeri Bogor dengan membuat gubuk sementara untuk tempat berteduh dan untuk tempat beristirahat. Pada ketika ia sedang mencari barang bekas, tiba – tiba ia terjatuh dan dari telinganya mengeluarkan darah, oleh sesama pemulung ia di bawa ke RS PMI untuk mendapatkan perawatan. Karena di RS PMI tidak bisa melakukan tindakan karena tidak adanya uang jaminan untuk pemeriksaan akhirnya Bu Lina dan Suaminya pergi dari RS PMI dan kembali ke gubuk sederhananya. Pernah sekali ia di periksa di klinik 24 jam dengan biaya dari sumbangan para teman – teman pemulungnya namun oleh dokter di klinik langsung disarankan untuk memeriksakan di RSUD Kota Bogor supaya ketahuan penyakit apa yang di deritanya. Karena tidak adanya biaya akhirnya niatan untuk memeriksakan kondisinya ke RSUD Kota Bogor pun urung dilakukan. Kurir Sedekah Rombongan yang datang ke Gubuk kecilnya sangat merasakan kesulitan Bu Lina untuk berobat. Karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun serta dengan kondisi keluarganya yang hanya mengandalkan dari hasil memulung. Bantuan awalpun disampaikan untuk Bu Lina yang akan digunakan untuk biaya pemeriksaan awal di RSUD untuk mengetahui sakit apa yang sedang diderita. Semoga Allah subhanahu wa taa’ala memudahkan proses penyembuhan Bu Lina. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Erlina menderita kelainan telinga kanan + sakit badan


ERUM BT. ACE (92, Lumpuh). Alamat : Kp. Babakan Ciseek, RT 3/8, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Erum, panggilan akrab kami untuk perempuan yang sudah berusia hampir satu abad ini, sudah sejak lama ia sering merasakan sakit di pinggangnya saat duduk terlalu lama. Sampai pada suatu hari, ketika ia bangun dari tidurnya, ia kaget karena seluruh anggota badannya hampir tidak bisa digerakkan sama sekali. Anaknya yakni Pak Aminuddin (54) membawa Sang Ibu ke Klinik 24 Jam di Mega mendung. Namun karena harus dirujuk ke RSUD Kab. Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya dank arena tidak adanya biaya akhirnya Bu Erum dibawa kembali kerumah dan kini hanya bisa berbaring di tempat tidur.. Pak Aminudin sebagai seorang anak, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai segala pengobatan yang dijalani Ibunya yang tidak memiliki oleh BPJS. Namun pekerjaannya sebagai buruh bangunan yang memiliki istri dan anak yang butuh biaya untuk sekolah, tidak bisa untuk menutupi biaya akomodasi dan transportasi dalam melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Alhamdulillah, kami kurir #SR dipertemukan dengan keluarga Bu Erum. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic SR untuk meringankan biaya pengobatan Bu Erum.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Erum menderita lumpuh


MANSUR BIN AHMAD (77, Pergeseran Tulang Paha + Syaraf Kaki Kanan). Alamat : Kp. Pasir Karet, RT 5/4, Kelurahan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Mansur akrab ia disapa merupakan seorang buruh yang tinggal di sebuah gubuk kecil di daerah Babakan Madang. Ia membangun gubuk kecil yang sangat sederhana untuk di tempati bersama anaknya. Tiap harinya Pak Mansur berkeliling di sekitaran rumahnya untuk mencari pekerjaan, pekerjaan apapun ia lakukan yang penting bisa menghasilkan uang. Setahun belakangan ini kondisi tubuh Pak Mansur mulai menurun, terlebih lagi sejak ia terjatuh dari pohon saat diminta tetangganya memanen kelapa di kebun. Sesaat jatuh dari pohon ia langsung pingsan dan di bawa ke tukang urut untuk memijat kakinya yg patah, setelah selesai di urut ia langsung dan dibawa pulang oleh keluarganya, namun ketika bangun tidur sekujur tubuhnya sakit yang luar biasa terutamanya di bagian Kaki. Karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke Rumah sakit, akhirnya Pak Kembali lagi ke tempat urut yang awal dan disarankan untuk melakukan terapi pada kakinya. Pernah sekali ia memeriksakan kondisinya ke Dokter prakter dan dokter menyebut ada Pergeseran tulang dan harus melanjutkan pemeriksaan ke seorang terapis tulang agar dapat membuat tulangnya kembali sehat. Ketika di kunjungi Oleh Kurir Sedekah Rombongan di rumahnya, Terlihat Pak Mansur sedang merintih kesakitan di bagian Kakinya. Saat di tanya apakah memiliki jaminan kesehatan ia menyebut tidak memiliki jaminan kesehatan apapun.. Bantuan Awalpun diberikan untuk Pak Mansur yang digunakan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit. Semoga Pak Mansur segera lekas pulih agar dapat kembali mencari nafkah seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak Mansur menderita pergeseran tulang paha +syaraf kaki kanan


ASIAH BINTI HAMID (67, Lumpuh + Infeksi Kulit Kaki). Alamat : Kampung Sawah, RT 2/8, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Asiah, akrab kami memanggil untuk perempuan ini, sudah sejak lama ia sering merasakan sakit di bagian kakinya pada saat berjalan terlalu lama. Sampai pada suatu hari, ketika ia bangun dari tidurnya, ia kaget karena seluruh anggota badannya hampir tidak bisa digerakkan sama sekali. Anaknya yakni Pak Ruddin (34) membawa Sang Ibu ke Klinik Puskesmas Bogor Barat. Oleh Puskesmas Bogor Barat Bu Asiah langsung dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk mendapat perawatan lanjutan, namun karena tidak adanya biaya akhirnya Bu Asiah dibawa kembali kerumah dan kini hanya bisa berbaring di tempat tidur sambil diberikan obat – obatan yang diberikan oleh puskesmas.. Pak Ruddin sebagai seorang anak, tidak bisa berbuat banyak untuk membiayai segala pengobatan yang dijalani Ibunya karena tidak adanya Biaya. Memang untuk biaya kesehatan sudah ditanggung oleh BPJS yang dimiliki, Namun yang menjadi kendala adalah untuk akomodasi ke rumah sakit mengingat Bu Asiah sudah tidak bisa berjalan. Pekerjaannya sebagai buruh bangunan tidak mencukupi untuk membantu sang Ibu berobat karena Pak Ruddin memiliki istri dan anak yang butuh biaya untuk sekolah, Alhamdulillah, kami kurir #SR dipertemukan dengan Bu Asiah. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholic SR untuk meringankan biaya pengobatan Bu Asiah. Semoga Bu Asiah Cepat Sembuh. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Asiah menderita lumpuh +infeksi kulit kaki


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 1001. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 843.167,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Aang @EArynta

Bima menderita kelainan ginjal


YOSI SANUSI (37, Reumatoid Artitis). Alamat : Kp. Babakan Ciseek, RT 3/8, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Bu Yosi sudah sejak 8 tahun yang lalu Menderita Reumatoid Artitis atau biasa disebut Rematik Sendi. Penyakit yang dirasakannya itu sering membuat Bu Yosi kesulitan melakukan aktifitas seperti biasanya untuk menjadi kepala keluarga sejak suaminya meninggal beberapa tahun silam. Ia harus bekerja sebagai Buruh Cuci untuk menghidupi kedua anaknya yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya. Berawal dari kebiasaan Bu Yosi yang sering mengeluhkan sakit pada bagian sendi – sendi di seluruh badannya. Ia lantas memeriksakan kondisinya ke RSUD Ciawi dengan diantar alm. Suaminya. Sampai di RS Ciawi serta menjalani berbagai rangkaian pengobatan ia rujuk kembali ke dokter spesialis di RSCM untuk melakukan pengobatan lanjutan. Pengobatannya memang sudah dicover oleh BPJS yang dimilikinya namun yang menjadi kendala adalah biaya transportasi dan akomodasi ke RSCM. Mengingat Bu Yosi hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari ditambah jarak yang lumayan jauh dari rumahnya di Megamendung ke RSCM Jakarta. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Bu Yosi yang digunakan untuk akomodasi control ke RSCM serta untuk bantuan biaya hidup sehari – hari. Semoga Allah Subhanahu wa Taa’la menguatkan Bu Yosi untuk menjalani segala macam ujian yang sedang dihadapi. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Pak Yosi menderita reumatoid artitis


HARTINI BINTI MUHAMMAD (46, Filariasis). Alamat : Kp. Cigombong, RT 2/1, Kelurahan Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Berawal ketika 7 tahun yang lalu pada saat bangun tidur Bu Hartini merasakan ada yang aneh dengan kondisi kakinya. Kakinya seperti membengkak namun tidak menimbulkan sakit, karena merasa akan sembuh dengan sendirinya akhirnya. Namun yang terjadi diluar dugaan. Bengkak yang semula akan sembuh lama kelamaan terus membesar dan membuat Bu Hartini sulit untuk beraktifitas. Akhirnya ia memeriksakan kondisi kesehatannya di puskesmas dan di dapati bahwa Bu Hartini mengidap kaki gajah. Ia kini harus dirujuk ke dokter spesialis di RSCM untuk mendapatkan perawatan lanjutan. BPJS yang digunakan memang sudah mengcover pengobatan Bu Hartini namun kembali masalah transportasi yang menjadi kendala Bu Hartini. Pak Sumardi suaminya juga hanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan hanya cukup untuk makan saja. Kurir Sedekah Rombongan yang datang dan melihat kondisi Bu Hartini langsung memberikan Bantuan awal dari para Sedekaholic untuk Bu Hartini yang akan digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi beliau. Semoga Allah subhanahu wa Taa’la memudahkan ikhtiar Bu Tini untuk menggapai kesembuhan Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abbah_acit @rexy_eas

Bu Hartini menderita filariasis


JANG NARRA (6, Neuroblastoma Grade 4). Alamat : Jl. Guru M. Dahlan, RT 1/8, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Narra biasa ia dipanggil oleh sang Ibu sejak setahun lalu di diagnosa mengidap Neuroblastoma grade 4. Berawal dari demam yang tidak sembuh – sembuh di sertai dengan pendarahan di hidung membuat Narra dirawat di RSUD Cibinong selamaa 1 Bulan. Karena tidak ada perubahan serta tidak ada kejelasan tentang sakit yang di deritanya, akhirnya RSUD merujuk Narra ke RSCM untuk melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui sakit yang dideritanya. Dari serangkaian hasil Lab dan pemeriksaan diketahui bahwa Narra mengidap Neuroblastoma Grade 4. Neuroblastoma sendiri adalah jenis kanker yang berkembang dari syaraf – syaraf yang belum matang pada anak – anak. Dengan adanya diagnosa ini mengharuskan Narra menjalani berbagai macam pengobatan di RSCM serta RS. Dharmais. Sebagian pengobatan Narra tidak tercover oleh BPJS yang ia miliki karena penyakit yang di deritanya termasuk penyakit langka dan penanganannya juga harus dengan perlakuan yang khusus. Kini Narra sedang menunggu hasil dari MIBG untuk penanganan selanjutnya. Narra yang sudah tidak mempunyai ayah ini kesulitan untuk biaya akomodasi dan pengobatan yang tidak tercover BPJS. Bantuan awalpun diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk Narra yang akan digunakan untuk biaya akomodasi dan untuk makan sehari – hari. Semoga Allah Subhanahu wa taa’la melancarkan proses pengobatan Narra. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @rexy_eas

Narra menderita neuroblastoma grade 4


SAFRI ISKANDAR (22, Tumor di Leher). Alamat : Jaln Manunggal Bhakti RT 11/11, Kalisari, Kotamadya Jakarta Timur, DKI Jakarta. Sekitar bulan Maret 2017, Safri merasakan sakit gigi selama kurang lebih 1 minggu baru sembuh setelah dibawa berobat ke klinik terdekat. Namun ada yang aneh setelah sakit giginya sembuh, ada benjolan tumbuh di kedua sisi leher Safri. Karena tidak terasa sakit, ia pun mengabaikannya. Namun lama-kelamaan benjolan tersebut makin membesar, ia pun berupaya memeriksakan diri ke klinik diantar oleh kakaknya. Dokter klinik menyarankan agar Safri menjalani pemeriksaan di rumah sakit dengan peralatan lebih memadai. Pada akhir Juni 2017, ia menjalani pemeriksaan di RS Pasar Rebo Jakarta Timur dengan jaminan Kartu BPJS Kesehatan. Dan setelah didapat diagnosa, Safri dirujuk ke RS Dharmais untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut. Ayahnya bernama Pak Sapari (63) hanya seorang pensiunan, sedangkan ibunya, Bu Rosminah (53) ibu rumah tangga. Mereka kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Kehidupan mereka hanya mengandalkan uang pensiun Pak Sapari yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang menyampaaikan bantuan awal untuk Safri menjalani pemeriksaan di RS Dharmais.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin Deni Rahcman

Safri menderita tumor di leher


SUKIMAH BINTI MARDIYO (49, Tumor Mata Kanan). Alamat : Jalan Kyai Haji Hasyim V, Nomor 23, RT 8/3, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Ibu Sukimah sedah mulai merasakan sakit pada 1 tahun yang lalu, beliau mengaku awalnya tiba-tiba pandangan terasa rabun di mata sebelah kanan. Kemudian beliau di periksakan ke Puskesmas Kedungkadang. Dari pemeriksaan pihak puskesmas, diketahui ada daging yang tumbuh pada mata kanan beliau dan di sarankan untuk operasi oleh pihak Puskesmas. Akhirnya Ibu Sukimah diberi surat rujukan untuk kontrol ke Rumah Sakit Panti Nirmala Malang. Saat berada di Rumah Sakit Panti Nirmala, Ibu Sukimah pun diperiksa lagi dan dari hasil pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa terdapat tumor jinak pada mata kanan beliau. Ibu Sukimahpun akhirnya dilakukan operasi pengangkatan tumor pada mata untuk yag pertama kali. Hasil dari operasi yang pertama masih belum memenuhi harapan, sehingga dilakukan operasi untuk yang ke 2 kalinya. Setelah beberapa bulan, benjolan tersebut tumbuh kembali, sehingga Ibu Sukimah pun harus menjalani operasi yang ke 3 kalinya. Dan kondisi beliau saat ini mengalami gangguan penghilatan dan jika terlalu capek beraktifitas, mata kanan beliau terasa nyeri. Saat ini Ibu Sukimah tinggal hanya dengan suami beliau Bapak Solikin (51), yang bekerja sebagai buruh tukang bangunan sedangkan Ibu Sukimah berjualan rujak cingur di rumah beliau. Pendapatan yang dimiliki selalu menjadi kendala dalam menjalani pengobatan. Jaminan kesehatan berupa KIS yang dimiliki beliau sangat membantu dalam pengobatan. Akan tetapi untuk transportasi dan kebutuhan diluar jaminan kesehatan sangat membebani beliau. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sukimah, sehingga dapat menyalurkan bantuan dari para Sedekaholics yang telah dipergunakan untuk biaya transportasi, perbaikan keadaan umum dan membeli kaca mata. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat meringankan beban Ibu Sukimah. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Sukimah menderita tumor mata kanan


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Perawatan Bulanan MTSR). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) memiliki jangkauan operasional pelayanan di Kabupaten Pati, Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang. Adapun daerah tujuan ke bebarapa Kota sekitar, seperti Semarang dan Solo. Pada Periode ini MTSR melayani pasien dampingan #SedekahRombongan yang kontrol rutin di beberapa Rumah Sakit. Selain itu juga MTSR melayani warga yang meminta tolong untuk kontrol rutin kebeberapa Rumah Sakit, diantaranya adalah ke Rumah Sakit Umum dr. Kariadi Semarang setiap hari dari Senin sampai Jumat dan ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Semarang. Selain itu juga mengantar pasien daerah yang kontrol rutin ke RSUD dan untuk mengantar pasien dampingan pemeriksaan Fisioterapi, Ortopedi, kontrol perkembangan, dan tindakan operasi pasien di RS Kariadi Semarang. Anggaran Operasional juga digunakan untuk ganti Oli dan Jasa Driver bulan April.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.005.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Perawatan bulanan MTSR


MTSR PANTURA TIMUR I ( K 9468 TB, Biaya Operasional Bulan Mei 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR I), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Kudus, Jepara, Demak, Semarang. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Pantura Timur akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.400.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional bulan Juni 2017) #SedekahRombongan Pantura Timur dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kota, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan biaya operasional bulan Juni 2017. Biaya operasional digunakan untuk Jasa Driver, Jasa admin dan Bahan bakar. Inshaa Allah, MTSR Pantura Timur akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Pantura Timur (kudus, Jepara,Demak) dan pasien miskin dari wilayah terdekat lainya.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.800.000,-
Tanggal : Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Juni 2017


HESTI DWI lESTARI (3, Microsephalus). Alamat: Gemulung Pecangaan RT 2/2, Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Panggilan akrabnya adalah Dek Hesti. Sejak lahir, kepala Dek Hesti mengalami kelainan, ukurannya lebih kecil dari ukuran normal anak-anak lainnya. Dek Hesti divonis menderita Microcepalus, hal ini membuat pertumbuhan Dek Hesti terhambat dan tidak normal. Hingga saat ini usia tiga tahun, Dek Hesti belum bisa berjalan dan berbicara. Setiap harinya, Dek Hesti hanya mau minum susu bubuk dan tidak mau makan atau minum apapun selain itu.. Ayah Dek Hesti, Heris Suwanto (37) hanya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya Siti Murdiyanti (33) tidak bekerja karena harus merawat dan mengurus Dek Hesti sehari-hari. Sejak Dek Hesti didiagnosis menderita microcephalus atau tulang tengkorak yang kecil. Sebenarnya dokter sudah menyarankan agar bisa kontrol rutin ke rumah sakit untuk memantau tumbuh kembang, gizi dan fisioterapinya namun, karena keadaan ekonomi yang terbatas, kontrol rutin tersebut tidak pernah dilakukan. Mengetahui hal tersebut, Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan mereka. Bantuanpun disampaikan berkala untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi dan biaya akomodasi kontrol rutin ke RSUD Kartini Jepara.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih Resti @akuokawai

Hesti menderita microsephalus


HERU SUSENO (37, Tetraparase). Alamat: Desa Kaborongan, RT 11/1, Kel. Pati Lor, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov Jawa Tengah. Pak Heru demikian dipanggilnya. Dulu Pak Heru memiliki pekerjaan sebagai pelaut lintas pulau (menyang), namun suatu hari saat pak Heru menyang (pergi melaut) merasakan sakit pada sekitar punggungnya, dalam istilah jawanya dengkek’an. Tapi oleh pak Heru rasa sakit pungungnya tidak dirasakan. Keadaan dibiarkan hingga tiba-tiba kakinya terasa lemas dan kaku mendadak sehingga tidak kuat untuk berjalan ketika hendak melaut lagi. Oleh ibunya Sutini (56),dibawanya Pak Heru ke RSUD Soewondo dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Heru mengalami tetraparase. Dan tidak lama pasien diminta kontrol secara rutin ke dokter spesialis syaraf di RSU.Soewondo Pati dan di RS.Mitra Bangsa Pati. Hampir setahun Pak Heru melakukan kontrol dan melakukan fisioterapi secara rutin. Dan alhamdulillah kondisinya Pak Heru saat ini sudah bisa berjalan normal tapi tidak bisa 100% kembali, namun jauh sekali dengan kondisi yang dahulu. Pak Heru adalah tulang punggung keluarga, beliau memiliki lima anak yang masih kecil-kecil, Anak pertama kelas 5 SD,yang ke 2 kelas 3 SD, anak ke 3 masih di paud, yang ke- 4 masih berumur 3 tahun dan yang terakhir masih berumur 1 bulan. Istrinya Anik Kustiyaningsih (36) telah pergi dari rumah meninggalkan anak dan suaminya karena kondisi pak Heru saat itu tidak bisa berdaya. Ayah ibunya pun tak bisa banyak membantu. Ayahnya Kardiman (58) penarik becak dan ibunya Sutini sebagai ibu rumah tangga biasa yang sehari-hari pendapatannya hanya cukup untuk makan. Alhamdulillah berawal dari bulan februari 2016, pak Heru bertemu dengan Sedekah Rombongan dan menjadi pasien dampingan, sebelumnya pernah dibantu pada ROM 936. Sedekah Rombongan yang menyambangi rumah Pak Heru pun turut prihatin atas keadaannnya. Sedekah Rombongan mengulurkan santunan akhir pada Pak Heru untuk biaya akomodasi berobat dan sebagai modal awal kerja sebagai pedagang. Alhamdulillah banyak perkembangan yang dirasakan selama dalam pendampingan Sedekah Rombongan ini. Semoga hidupnya bisa berdaya lagi untuk dapat menghidupi keluarganya lagi dan menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jeansymaurer @akuokawai

Pak Heru menderita tetraparase


AGUS SETIAWAN (24, Ginjal Bocor). Alamat : Desa Sinoman, RT 2/1, Dukuh Triwil ,Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Agus nama panggilannya, beliau terdiagnosa ginjal bocor, penyebabnya sewaktu dia bekerja di rumah makan kawasan Surabaya, setiap hariya dia sering mengonsumsi mie instan dan minum penambah stamina dengan alasan untuk menghemat pengeluaran, maklum karena Mas Agus mengekos disana. Gejala awalnya badan Mas Agus terasa tidak nyaman, sering panas menggigil dan susah buang air kecil, badannya semakin gemuk. Dengan rasa penasaran Mas Agus memeriksakan keadaanya ke dokter dan saat itu dokter mendiagnosa Ginjal Bocor dan menyarankan untuk melakukan operasi. Namun hal tersebut tidak dilaksanakan karena setelah sakit tersebut Mas Agus tidak bekerja di Surabaya lagi, lalu menetap di rumah. Untuk pengobatan selanjutnya Mas Agus melakukan pengobatan rawat jalan. Uang yang didapat berobat adalah sisa gajinya di Surabaya. Mas Agus hidup bersama ibunya Sukini (56) yang sudah tidak kuat lagi untuk berkerja berat. Mas Agus tidak memilki Jaminan Kesehatan apapun, sehingga untuk kontrolnya dilakukan tidak rutin. Sedekah Rombongan menjumpai Mas Agus bertukar motivasi untuk sembuh dan mengedukasi Mas Agus supaya mau berwirausaha dirumah sekaligus memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat. Alhamdulillah Mas Agus berterima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah membantu biaya berobatnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Rukamto @akuokawai

Agus menderita ginjal bocor


MTSR PANTURA TIMUR II ( K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Februari 2017). MTSR Pantura Timur II (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area Blora, Purwodadi hingga Sluke. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim SedekahRombongan di wilayah Pantura Timur ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan SedekahRombongan di area tim Pantura Timur, entah dalam pengobatan di rumah sakit daerah maupun ke rumah sakit rujukan seperti RSUP Kariadi Semarang dan RSO Solo. Selain itu, ambulance MTSR Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Jauhnya jarak tempuh dan medan lapangan penjemputan pasien membuat MTSR Pantura Timur II harus seringnya perbaikan pada bagian dari Mobil agar mobilitas lancar dan bisa lebih bermanfaat serta tanggap dalam penanganan pasien. Pengeluaran dana ini ditujukan untuk servis mobil, pembelian bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan januari 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 929 .

Jumlah Bantuan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @HendroWidyanto @akuokawai

Biaya operasional bulan Februari 2017


SRI MARJININGSIH (55, Kanker Otak). Alamat: Desa Tegalharjo, RT. 5/2, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Sri Marjiningsih adalah warga Pati yang merantau di Jakarta untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sejak akhir 2016 beliau sering menderita sakit dibagian kepala, namun karena keterbatasan ekonomi beliau tidak pernah melakukan pengobatan. Awal Maret beliau sering sakit-sakitan. Beliau tidak sanggup bekerja dan istirahat di rumah saudaranya di Jakarta. Pada 24 Maret 2017 Bu Sri dibawa ke rumah sakit oleh saudara dan teman-temanya. Dokter mendiagnosa Bu Sri mengidap kanker otak. Setelah 2 hari dirawat, beliau meninggal dunia. Bu Sri Marjiningsih mempunyai suami Pak Sarijan (57) dan satu anak laki-laki yang tinggal di Pati, Jawa Tengah. Bu Sri Marjiningsih tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan, sehingga biaya rumah sakit dibantu saudara dan teman-temanya. Namun masalah muncul saat proses pemulangan jenazah Bu Sri ke Pati karena biaya transportasi yang mahal dari rumah sakit. Dengan pertimbangan tersebut, Kurir Sedekah Rombongan melakukan penjemputan ke Jakarta menggunakan ambulans. Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan untuk biaya pemakaman. Semoga Bu Sri Marjiningsih khusnul khotimah dan diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT. Aamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @teguharsykids @JeanseaMaurer @hasanlondo @akuokawai

Bu Sri menderita kanker otak


KHOIRUL ABIDIN (21, Tumor Dagu). Alamat : Desa Slungkep, RT 4/1, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bidin, begitulah warga sekitar memanggilnya. Ketika lahir Dia sama terlahir normal seperti halnya anak-anak yang lainnya. Tetapi ketika menginjak usianya 2 tahun, mulai muncul benjolan kecil pada dagunya. Benjolan itu lambat tahun semakin bertambah besar seiring usianya yang terus bertambah. Hingga benjolan itu semakin membesar seukuran 2 kepalan tangan. Sekitar 7 tahun yang lalu Bidin pernah melakukan operasi pada dagunya, itupun bantuan dari warga setempat. Akan tetapi, operasi yang harusnya dijadwalkan dilakukan 2 kali dan saat itu baru dilakukan 1 kali karena untuk operasi yang berikutnya terkendala masalah biaya. Bahkan terdapat luka didagunya yang kerap kali mengeluarkan nanah. Lukanya itu pun hanya Dia tutupi dengan perban dan supaya nanah tidak keluar dari luka didagunya. Walaupun Bidin dalam keadaan sakit seperti itu, Dia masih bekerja sebagai buruh penitik lubang kancing. Sedangkan Pak Rasmun (53) ayahnya bekerja sebagai buruh kuli angkut. Dan ibunya, Bu Suamiati telah terlebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Bidin adalah anak pertama dari 3 bersaudara, Diyah Rohmawati (17) dan Rusmi (16) itulah kedua adiknya yang saat ini masih bersekolah. Pengobatan yang dilakukan Bidin menggunakan Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaannya, membuat Bidin dan keluarga tidak pernah menggunakannya untuk memeriksakan keadaannya. Dan kurangnya biaya juga yang membuat Bidin tidak bisa melakukan operasi yang kedua kalinya. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang Bidin alami. Kini Abidin menjadi Pasien Dampingan Sedekah Rombongan dan dalam periode ini, Abidin di sarankan oleh dokter untuk rutin kontrol 1 minggu sekali utnuk memantau luka pasca operasi di dagunya. Terimakasih diucapkan kepada para sedekaholics yang telah membantu secara materi dan doa. Semoga Abidin segera mendapatkan kesembuhan. Aamiin… bantuan sebelumnya terdapat di ROM 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @Elfin89 @akuokawai

Pak Khoirul menderita tumor dagu


KHOIRUL ABIDIN (21, Tumor Dagu). Alamat : Desa Slungkep, RT 4/1, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Bidin, begitulah warga sekitar memanggilnya. Ketika lahir Dia sama terlahir normal seperti halnya anak-anak yang lainnya. Tetapi ketika menginjak usianya 2 tahun, mulai muncul benjolan kecil pada dagunya. Benjolan itu lambat tahun semakin bertambah besar seiring usianya yang terus bertambah. Hingga benjolan itu semakin membesar seukuran 2 kepalan tangan. Sekitar 7 tahun yang lalu Bidin pernah melakukan operasi pada dagunya, itupun bantuan dari warga setempat. Akan tetapi, operasi yang harusnya dijadwalkan dilakukan 2 kali dan saat itu baru dilakukan 1 kali karena untuk operasi yang berikutnya terkendala masalah biaya. Bahkan terdapat luka didagunya yang kerap kali mengeluarkan nanah. Lukanya itu pun hanya Dia tutupi dengan perban dan supaya nanah tidak keluar dari luka didagunya. Walaupun Bidin dalam keadaan sakit seperti itu, Dia masih bekerja sebagai buruh penitik lubang kancing. Sedangkan Pak Rasmun (53) ayahnya bekerja sebagai buruh kuli angkut. Dan ibunya, Bu Suamiati telah terlebih dahulu meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Bidin adalah anak pertama dari 3 bersaudara, Diyah Rohmawati (17) dan Rusmi (16) itulah kedua adiknya yang saat ini masih bersekolah. Pengobatan yang dilakukan Bidin menggunakan Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tetapi karena kurangnya pengetahuan tentang cara penggunaannya, membuat Bidin dan keluarga tidak pernah menggunakannya untuk memeriksakan keadaannya. Dan kurangnya biaya juga yang membuat Bidin tidak bisa melakukan operasi yang kedua kalinya. Kurir Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan yang Bidin alami. Kini Abidin menjadi Pasien Dampinga Sedekah Rombongan dan dalam periode ini, Alhamdulillah operasi pengangkatan tumor sebesar kepalan tangan orang dewasa itu berhasil dengan baik. Dan operasi kali ini sebenarnya adalah kali kedua Abidin menjalani operasi pengangkatan tumor setelah 7 tahun lamanya. Operasi yang seharusnya terjadwal sejak lama sempat terganggu karena terkendala biaya. Sedekah Rombongan membantu proses pengobatan pengangkatan tumor dagu Khoirul Abidin serta member bantuan yang digunakan untuk akomodasi perawatan luka pasca operasi selama bulan Januari dan Februari. Terimakasih diucapkan kepada para sedekaholics yang telah membantu secara materi dan doa. Semoga Abidin segera mendapatkan kesembuhan. Aamiin… bantuan sebelumnya terdapat di ROM 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer @Elfin89 @akuokawai

Pak Khoirul menderita tumor dagu


SRI INDAH WATI (37, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dukuh Mbonagung , RT 4/2, Desa Margorejo, Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Sri demikian tetangga biasa menyapa, adalah seorang ibu rumah tangga yang di tinggal suaminya meninggal dunia 2 bulan lalu. Sang Suami Mulyani menderita Kanker Lambung 2 tahun lamanya. Sering kambuh hingga dirasa tak kuat untuk beraktivitas, dan Bu Sri pun menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya sakit, mengurus dua anak dan suami yang sakit lantas membuat bu Sri harus sering berada di rumah. Semenjak sang suami meinggal Bu Sri pontang-panting untuk mengurus kedua buah hatinya lebih-lebih untuk biaya sekolah keduanya pastinya membutuhkan dana yang banyak. Kedua anaknya yaitu bernama Eat Syahroni (16) dan Leny Septiani (10). Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya sekarang harus di tanggung Bu Sri yang hanya bekerja sebagai buruh cuci. Penghasilannya pun tak tentu dan kadang di bantu oleh sanak saudaranya. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih melihat keadaannya dan member bantuan yang digunakan untuk modal usaha berjualan dirumah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jeanseaMaurer @hendro_way @akuokawai

Bantuan biaya hidup


RASNI PATI (87, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Guwo, RT 3/5, Kec. Tlogowungu, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Buyut Rasni adalah dhuafa janda yang hidup sebatang kara tanpa keluarga,sehari-hari beliau bekerja sebagai pengais sisa panen padi di desanya, beliau adalah orang yang rajin bekerja walaupun diusia yang tak lagi muda. Sang Suami Suminto telah lama meninggal, dan dari pernikahannyatidak dikaruniai anak. Mbah Buyut Rasni hidup di sebuah rumah sederhana dari anyaman bambu yang sudah direnovasi oleh dana anggaran Negara. Untuk makan beliau sehari-hari disamping rejeki darinya bekerja terkadang para tetangga member makan kepada beliau. Sedekah Rombongan bertemu dengan Mbah Buyut Rasni dan merasakan begitu gigih perjuangan beliau, dan tak lupa memberikan bantuan yang digunakan untuk pembelian sembako dan oemenuhan kebutuhan hidup beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Eguh @akuokawai

Bantuan biaya hidup

MTSR PANTURA TIMUR II ( K 8502 VA, Biaya  Operasional Bulan Januari 2017). MTSR Pantura Timur II (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area Blora, Purwodadi hingga Sluke. Dengan jarak tempuh lebih dari 60 KM perharinya menjadi tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim SedekahRombongan di wilayah Pantura Timur ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan SedekahRombongan di area tim Pantura Timur mengantar dan menjemput pasien dari rumahnya, entah dalam pengobatan di rumah sakit daerah maupun ke rumah sakit rujukan seperti RSUP Kariadi Semarang dan RSO Solo.  Selain itu, ambulance MTSR Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Jauhnya jarak tempuh dan medan lapangan penjemputan pasien membuat MTSR Pantura Timur II harus seringnya perbaikan pada bagian dari Mobil agar mobilitas lancar dan bisa lebih bermanfaat serta tanggap dalam penanganan pasien. Pengeluaran dana ini ditujukan untuk servis mobil, pembelian bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan januari 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 929.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.789.800,-
Tanggal : 31 Januari  2017
Kurir : @robbyadiarta  Imam @JeanseaMaurer @HendroWidyanto @akuokawai

Biaya operasional bulan Januari 2017


SITI USWATUL ROISA (36, Tumor Kelenjar Thyroid). Alamat : Dusun Urek-Utek, RT 1/3, Desa Asrikaton Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan September 2016 beliau merasa meriang, gemeteran, pusing, benjolannya sakit dan keringat dingin. Ibu Siti juga sudah pernah periksa ke dokter dan langsung didiagnosa penyakit beliau tergolong ganas. Beliau pun dirujuk untuk menjalani cek lab, tapi belum ada biaya jadi pemeriksaan ditunda. Berat badan pun turun 10 kg dalam waktu sebulan, beliau masih bisa bekerja tapi tidak boleh terlalu keras sampai beliau kelelahan, terlebih nafas yang juga sering sesak. Selama ini Ibu Siti hanya menjalani pengobatan alternatif. Ibu Siti yang rutin menjalani pengobatan di Rumah Sakit Lavalete, kini benjolan yang ada pada leher beliau telah mengecil. Pekerjaan beliau ialah sebagai buruh serabutan, sementara Bapak Joko (39) sebagai suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dengan penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kesulitan biaya menjadikan Ibu Siti terpaksa menghentikan pengobatannya, beliau saat ini telah terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas 3 yang baru beliau miliki. Alhamdulillah, pada bulan ini santunan dari Sedekah Rombongan Malang tersalurkan untuk biaya berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke Rumah Sakit Lavalete. Bantuan untuk Ibu Siti sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 966. Semoga Ibu Siti selalu diberikan jalan kesembuhan oleh Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 528.400,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Siti menderita tumor kelenjar thyroid

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 CHOIRUL ANAM 1,000,000
2 WAFIQ NURDIANSYAH 500,000
3 EMIH BINTI ADHAM 750,000
4 IBAN MUHIBBAN 750,000
5 RSSR BANDUNG RAYA 4,323,262
6 DODOH SRI RAUDHOH 1,000,000
7 RSSR BANDUNG RAYA 6,345,889
8 YOYOH KHODIJAH 1,000,000
9 NENGSIH BINTI ISAH 1,000,000
10 NURUL MAULIDA 1,000,000
11 ADE SOLIHIN 500,000
12 OYOK JUMSIH 500,000
13 MUHAMMAD RIDWAN NOOR 500,000
14 HAMEDI BIN KARJAI 750,000
15 RODIAN BIN MUKAWI 750,000
16 AZMI HAIL MAHLAL 750,000
17 ARIS SUNANDAR 500,000
18 TETI DARMIANTI 500,000
19 IAN SOPYAN SAURI 750,000
20 RUMSANIH BINTI SARMANI 1,000,000
21 QUEEN MALIKA AZZAHRA 1,000,000
22 NURHAYATI BINTI EDON 1,000,000
23 MARYANI BINTI SUMARNO 500,000
24 WILDA SARI 1,500,000
25 RAMI BINTI RAWA 500,000
26 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
27 MTSR BEKASI 3,500,000
28 MTSR BEKASI 3,000,000
29 MUHAMMAD WAKIL RAZABI 2,500,000
30 DADUN KOMAR 500,000
31 NOVITA SANTI 1,000,000
32 ERLINA EVI LESTARI 500,000
33 ERUM BT. ACE 500,000
34 MANSUR BIN AHMAD 500,000
35 ASIAH BINTI HAMID 500,000
36 MOHAMAD BIMA ADI 843,167
37 YOSI SANUSI 1,000,000
38 HARTINI BINTI MUHAMMAD 1,000,000
39 JANG NARRA 1,000,000
40 SAFRI ISKANDAR 1,000,000
41 SUKIMAH BINTI MARDIYO 500,000
42 MTSR PANTURA TIMUR I 2,005,000
43 MTSR PANTURA TIMUR I 4,400,000
44 MTSR PANTURA TIMUR I 4,800,000
45 HESTI DWI lESTARI 500,000
46 HERU SUSENO 1,500,000
47 AGUS SETIAWAN 500,000
48 MTSR PANTURA TIMUR II 7,000,000
49 SRI MARJININGSIH 500,000
50 KHOIRUL ABIDIN 500,000
51 KHOIRUL ABIDIN 1,000,000
52 SRI INDAH WATI 500,000
53 RASNI PATI 1,000,000
54 MTSR PANTURA TIMUR II 5,783,800
55 SITI USWATUL ROISA 528,400
Total 78,029,518

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 78,029,518,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1022 ROMBONGAN

Rp. 52,656,526,133,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.