Rombongan 1020

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on July 11, 2017

RETNO AMIYATUN (37 th, Fistula Rectovaginal dan kanker anus sampai vagina). Alamat : Prawirodirjan GM 2/814 RT 56 RW 17 Gondomanan, Kota Jogja, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Retno Amiyatun sebenarnya sudah agak lama menderita sakit, namun karena keterbatasan ekonomi tidak berani memeriksakan ke rumah sakit. Setelah sakitnya tidak tertahan lagi, baru diperiksakan ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit Panti Rapih. Namun keadaannya kanker di anusnya sudah menyebar hingga ke vagina. Di rumah sakit dokter melakukan tindakan operasi, yang mengharuskan ibu Retno Amiyatun harus menggunakan colostomi. Saat ini ibu Retno Amiyatun sudah pulang namun masih harus kontrol rutin. Walaupun berobat dengan menggunakan jaminan bpjs, keadaan ekonominya masih memprihatinkan. Suami bu Retno Amiyatun yakni bapak Himawan Sutanto (39 th) yang berprofesi sebagai bengkel motor pendapatannya juga tidak menentu. Alhamdulilah Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga ibu Retno Amiyatun, untuk menyampaikan bantuan pengobatan, titipan dari Sedekah hollics. Keluarga ibu Retno Amiyatun mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekah hollics dan Sedekah rombongan

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi @fahmitebo

Bu Retno menderita fistula rectovaginal dan kanker anus sampai vagina


ADITYA KANSA PRADANA (4, Leukimia). Alamat : Dobalan RT 5 RW 27 Timbulharjo Sewon Bantul DIY. Awalnya Aditya mengalami kaki dan memar di bawah mata. Juga di bawah talapak tangan dan kaki pucat dan sering panas. Ketika dibawa ke Puskesmas kondisinya tidak normal semua dan ada infeksi dalam darah. Di RSUD Panembahan Bantul selama 8 hari, hasil lab cek darah mengarah ke leukimia. Tapi dokter spesialis anak blm berani memutuskan, utk memastikan dicek sumsum tulang belakang di RS Sarjito. Ternyata hasilnya sel kanker sudah mencapai 90%. Kemo harus dilakukan 113 kali. Sekarang baru dapat Minggu ke 16. Masih kurang 97. Ayah Aditya, Muhammad Nur Khanif (31) yang bekerja sebagai buruh pabrik batik dan Ibunya, Trisusanti (26), Ibu RT mempunyai 2 anak kembar dan Aditya anak terbesar. Mereka tinggal di rumah kakek neneknya Aditya. Aditya hanya mempunyai jaminan kesehatan Jamkesos. Ayahnya tidak mempunyai tabungan yang cukup karena ayahnya harus berhenti bekerja untuk mengantar anaknya berobat. Bantuan uang diperlukan untuk pengobatan selama di RS dan kebutuhan obat untuk penyakitnya di RS Sarjito. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, santunan pun disampaikan untuk membantu orang tua Aditya untuk membiayai pengobatan Aditya untuk penyakitnya Leukimia. Ayah ibunya berharap diberi kelancaran dalam kemoterapinya, Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @satyaluke

Aditya menderita leukimia


HERU HANDOKO (45th, patah tulang) Alamat Pedukuhan Blantikan RT 04 RW 12, Desa Sendang Arum, Kecamatan Mibggir, Kabupateb Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Heru Handoko hidup bersama kedua anaknya yang masih kecil,seorang anak tiri (anak istrinya) dan seorang anak kandung. Sedangkan istrinya sudah bercerai, namun demi masa depan anak tirinya, beliau yang merawat baik anak kandung maupun anak kandunnya. Dalam kesehariannya beliau berprofesi sebagai bengkel servis alat-alat elektronika. Namun pendapatan sebagai tukang servis tidak bisa diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Untuk bisa melanjutkan hidup, beliau harus bekerja sampingan dimalam hari. Setiap malam beliau menjadi pencari ular untuk dijual kepada pengepul yang akan dijual untuk obat alternatif. Ketika ditanya kenapa menjadi pencari ular? Beliau menjawab, hanya pekerjaan ini yang memberikan harapan pergi malam pulang bawa sedikit uang untuk bisa beli beras esok paginya agar kami bisa makan. Pada awal bulan april 2017, seperti biasa beliau berangkat untuk mencari ular di ladang maupun di sungai-sungai kecil. Namun belum juga dapat tangkapan beliau terpeleset dan jatuh saat menyusuri parit. Kejadian tersebut menyebabkan pak Heru Handoko mengalami patah kaki. Malam itu juga dibawa ke rumah sakit. Dengan jaminan BPJS kelas 3,tim medis menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi dan harus opname. Tetapi pak Heru Handoko memilih untuk rawat jalan dan meneruskan dengan pengobatan alternatif, dengan pertimbangan jika operasi dan opname nanti tidak ada yang mengurus dan mencarikan makan untuk anak-anaknya. Setelah beberapa kali pengobatan alternatif, beliau sudah bisa berdiri dan pelan-pelan belajar berjalan, namun masih harus rutin kontrol. Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga ibu Retno Amiyatun, untuk menyampaikan bantuan pengobatan, titipan dari #Sedekah hollics. Keluarga Bapak Heru Handoko mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekah hollics dan Sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak heru menderita patah tulang


FAUZAN AHMAD RAMADHAN (10, Radang Usus). Alamat : Girigondo RT.09 / RW.03, Kaligintung, Temon, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DIY. Dik Fauzan awalnya tidak tahu sakit yang dideritanya, dan diketahui menderita radang usus saat kondisinya sudah parah dan dirawat di RSUD Wates. Dik Fauzan dioperasi pada hari Rabu, 12 April 2017, dan dirawat di ICU. Dik Fauzan setahun yang lalu pernah mengeluhkan sakit perut, namun hanya dibawa ke bidan, dan dua kali sudah sembuh. Lalu pada hari Senin, 10 April 2017, Dik Fauzan mengeluhkan sakit perut, dan lagi-lagi hanya dibawa ke bidan. Karena sakitnya tak kunjung sembuh, keluarga Dik Fauzan membawanya ke RSUD Wates, dan hanya disarankan berobat jalan. Namun pada akhirnya Dik Fauzan sudah tidak kuat, dan langsung dibawa ke RSUD Wates lagi pada hari Selasa, 11 April 2017, pukul tiga pagi, dan akhirnya didiagnosa menderita radang usus. Hari Rabu, Dik Fauzan menjalani operasi untuk mengobati ususnya. Dik Fauzan memiliki jaminan kesehatan BPJS, untuk biaya berobat dan operasi. Semuanya dapat tercover dari BPJS. Sekarang kondisi Dik Fauzan sudah membaik, namun karena radangnya yang parah, dia harus dirawat di ICU selepas operasi. Diperkirakan sudah dapat membaik 4-5 hari kemudian. Akib Yasin (41), ayah Dik Fauzan bekerja sebagai pekerja serabutan, sedang ibunya, Asilah (42), bekerja sebagai penjahit. Kendala yang dihadapi keluarga Dik Fauzan adalah akses ke rumah sakit yang jauh, serta harus mengurus BPJS yang rumit dan harus dibantu keluarga yang lain. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, semoga dapat meringkan beban keluarga Dik Fauzan untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @saptuari @rofiqsilver @hutdinur

Fauzan menderita radang usus


RIANA SARI (22, Stephen Jhonson Syndrome) Alamat : Panti Muhammadiyah Putri Prambanan, Piyungan, Yogyakarta. Dik Sari pada awalnya tidak pernah merasakan sakit sebelum kejadian ini, namun hari Jumat, 7 April 2017, dia merasakan tanda-tanda mata merah, badan lemas, dan demam. Karena Dik Sari harus berangkat training, dia tidak menghiraukan sakitnya tersebut. Jumat sore sekembalinya dari training, Dik Sari baru mengeluhkan badannya semakin lemas, dan matanya semakin memerah, dan akhirnya hanya meminta badannya untuk dikerok oleh teman yang lain. Sabtu, 8 April 2017, kondisi Dik Sari semakin memburuk, dengan demam yang semakin meninggi, bibir pecah-pecah seperti sariawan, dan mata yang semakin memerah. Akhirnya Dik Sari dibawa oleh pengurus panti ke RSI PDHI Kalasan, dan dokter menyarankan untuk rawat jalan kareana diagsona awal belum menunjukkan sakit parah. Namun Sabtu sore, kondisi Dik Sari semakin memburuk dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, akhirnya dibawa kembali ke RSI PDHI Kalasa, tapi dokter tetap pada diagnose awal bahwa Dik Sari dapat menjalani rawat jalan. Akhirnya karena kekhawatiran pengelola panti, Dik Sari dibawa ke RS PKU Gamping. Di RS PKU Gamping, Dik Sari juga didiagnosa dokter hanya sakit biasa, dan dapat rawat jalan, dan oleh pengelola panti akhirnya dibawa kerumah rekan dekat RS PKU Gamping untuk berjaga-jaga jika terjadi apa-apa dengan DIk Sari. Minggu malam kondisi Dik Sari semakin memburuk, dan akhirnya langsung dibawa ke RS PKU Gamping dan masuk UGD. Disana Dik Sari kembali dicek kondisinya, dan disarankan untuk rawat inap. Selanjutnya Dik Sari harus dirawat di IGD karena kondisi semakin memburuk, dan didiagnosa menderita sakit Stephen Jhonson Syndrome. Dik Sari tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga menggunakan biaya pribadi dari pihak panti dan bantuan donatur panti. Kesemua biaya ditanggung oleh pihak panti, karena Dik Sari sudah lama diasuh oleh Panti Muhammadiyah Putri Prambanan. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Dik Riana Sari meninggal pada tanggal 19 April 2017, setelah berusaha dengan keras untuk berjuang melawan sakitnya. Dik Sari kemudian dimakamkan di kota kelahirannya, di Purbalingga, Jawa Tengah. Semoga DIk Sari khusnul khatimah, dan diterima segala amalannya. #SedekahRombongan dipertemukan dengan pihak panti dan keluarga DIk Sari dan memberikan bantuan yang semoga dapat meringkan beban Dik Sari untuk berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 14 & 19 April 2017
Kurir : @saptuari @rofiqsilver @tya_nurulendah @anjesmo

Riana menderita stephen jhonson syndrome


SLAMET BIN NARTO SUPADMO (40th, Patah Tulang). Alamat : Dusun Morisan RT 01/RW 07, Desa Cetan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Pak Slamet mengalami patah tulang kering kaki kiri karena ditabrak motor sekitar 2-3 tahunan yang lalu.Karena keterbatasan biaya dan tidak punya kendaraan, orang tua dan saudaranya tidak bisa berbuat banyak, yang
seharusnya pen yang ada d area patah tulang sudah diambil/dilepas sampai sekarang belum dilepas.Dan kata Bapak dan saudaranya,dari luar masih kelihatan pennya.Meskipun bisa jalan dengan tongkat ataupun rambatan.Karena tidak bisa memakai penyangga(krek), karena kondisi tangannya dari dulu. Kendala yang dihadapi,tidak ada biaya untuk trasportasi dan biaya hidup selama proses pelepasan pen. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bapak Slamet turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics yang digunakan untuk keperluan berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @saptuari @rofiqsilver @yudiklaten

Pak Slamet menderita patah tulang


MEYRISA ZAINA JANEET (5th, HIV) Alamat : Jl. Kemuning no 13 C Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, propinsi D.I Yogyakarta. Anak pasangan dari Alm. Sugeng Riyad dan Alm. Sandra Santika. Sejak lahir mungkin meyrisa sudah terkena hiv, namun diketahui setelah berumur 5 bulan. Pada waktu itu ayah meyrisa sakit, lalu diperiksakan di RS PKU ternyata positif HIV dan Ibu Meyrisa juga memeriksakan dan hasilnya positif HIV juga, maka saat itu ibu meyrisa menyetop ASI kepada Meyrisa. Meyrisa telat dalam pengobatan karena awal-awal sakit tidak segera di lakukan penanganan. Meyrisa harus kontrol setiap bulan sekali di RS Sardjito dan harus mengganti selang untuk makan setiap 2 minggu sekali, karena Meyrisa sudah tidak dapat makan lewat mulut. Kondisi sekarang sangat memprihatinkan karena Meyrisa tinggal bersama neneknya Yeni Yanti (47, Tukang Pijat). Kedua Orang tua Meyrisa meninggal ketika Meyrisa berumur 1 tahun. Awalnya Neneknya merawat Meyrisa bersama keluarganya di Minggiran, namun 5 bulan terakhir ini neneknya ngekos bersama anaknya karena keluarga besarnya sudah tidak menerimanya lagi, bahkan neneknya ditinggalkan oleh suaminya begitu saja. Nenek Meyrisa berprofesi sebagai tukang pijat yang penghasilannya tidak menentu, sedangkan biaya kos-kosan di biayai oleh anaknya yang tinggal bersamanya dan bekerja di Flaurent. Sekarang kondisi Meyrisa memburuk karena mengalami sakit demam berdarah dan dayatahan tubuhnya semakin melemah, bahkan kondisi fisiknya sangat kurus hanya kulit dan tulang. Sebelumnya meyrisa sempat bisa merangkak, bermain, belajar berjalan, namun sekarang kondisinya lumpuh, sehingga segala aktifitas harus dengan bantuan neneknya, ketika neneknya ada pelanggan pijat Meyrisa di titipkan kepada tetangga kosnya. Untuk kesehariannya Meyrisa membutuhkan biaya akomodasi untuk kerumahsakit setiap bulannya, susu, pempers yg dalam sehari bisa ganti 5 sampai 7 kali. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Meyrisa untuk memberikan santunan dari#Sedekaholic senilai Rp 500.000. Santunan diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya akomodasi ke rumah sakit. Keluarga mengucapkan banyak terimakasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @saptuari @rofiqsilver @anjesmou

Meyrisa menderita HIV


RAHAYU BINTI NGATIJO ( 11th, Hidrosefalus post vp shunt). Alamat : Temuwuh, Rt 02 kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul Provinsi D.I Yogyakarta. Rahayu merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara dari pasangan Ngatijo (60 tahun) dan Robiyah (41 tahun). Berawal ketika masih di Lampung pada bulan ketiga tahun 2016, Rahayu hanya mengalami pusing. keluarga membawa Rahayu ke rumahsakit, lalu dokter menyarankan untuk melalukan operasi karana ada cairan di kepala yang harus disedot. Pada bulan ke4 dilakukan dioperasi pada kepalanya dan operasi berhasil. Namun Rahayu mengalami buta mata karna efek syaraf yang ada di kepalanya mengganggu syaraf penglihatan. Setelah pulang dari operasi tepatnya 10 hari setelahnya perut Rahayu membesar akibat cairan yang ada pada tubuhnya tidak dapat diurai dengan baik. Pada bulan ke 5 cairan dalam perut disedot namun hanya seminggu perut sudah membesar lagi, dan disedot cairan tersebut tiap bulannya sampai bulan ke 9. Padahal perjalanan dari rumahnya ke rumah sakit di Lewa, Lampung Barat memakan waktu sampai satu hari penuh. Akhirnya keluarga memutuskan untuk mengobati sakit Rahayu pulang ke kampung di Jogja, maka sudah 1 bulan di kampung Dlingo. Perjuangan Rahayu memang berat ia harus putus sekolah sejak kelas 4 SD, padahal Rahayu termasuk anak yang pintar di sekolahnya. Keluarga sangat memperhatikan kondisi Rahayu, sampai rela menjual tanah di lampung untuk biaya pulang ke Jogja. Bapak Rahayu hanyalah seorang buruh tani yang bekerja diladang orang karna tidak punya sawah sendiri. Sedangkan ibunya hanya mengurusi anak-anaknya karna anak pertama mengalami lumpuh kaki, sehingga tidak dapat beraktifitas normal, terkadang juga membantu suami bekerja di ladang orang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Rahayu untuk memberikan santunan titipan #Sedekaholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @saptuari @rofiqsilver @anjesmou

Rahayu menderita hidrosefalus post vp shunt


MURTINEM BINTI KARTONO (60 Tahun, Tumor Payudara). Alamat: Ngepung RT.03/RW.14 Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bulan Februari 2016, Bu Murtinem merasakan ada benjolan pada payudaranya. Setelah diperiksakan ternyata benjolan itu adalah tumor. Bu Murtinem pun memutuskan untuk menjalani operasi sesuai anjuran dokter, sebelum tumor itu berkembang menjadi tumor ganas. November 2016, Bu Murtinem menjalani operasi pengangkatan tumor, alhamdulillah operasinya berhasil. Kini kondisinya stabil dan kelihatannya membaik, namun untuk memastikannya ia harus menjalani serangkaian tes. Bu Murtinem pasca operasi sebenarnya sering mengalami kondisi lemas, untuk itu perlu gizi dan nutrisi untuk menjaga kondisi kesehatannya. Saat operasi, Bu Murtinem memanfaatkan jaminan kesehatan, namun keluarga ini masih harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi, transportasi, serta biaya lain yang tak ter-cover jaminan kesehatan. Biaya-biaya ini cukup memberatkan pihak keluarga karena mereka berasal dari keluarga yang sederhana. Pak Slamet Riyadi (66 Tahun), suaminya, hanya bekerja sebagai buruh tani yang mengerjakan lahan milik orang lain. Pendapatannya bisa dikatakan tidak menentu, untuk biaya sehari-hari saja mepet apalagi untuk berobat. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah, turut berpartisipasi untuk meringankan beban kehidupan mereka. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka sembari menyampaikan bantuan yang digunakan untuk biaya berobat yang ter-cover jaminan kesehatan. Bu Murtinem dan keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu, Bu Murtinem dapat melanjutkan pengobatannya…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu Murtinem menderita tumor payudara


ROMIASIH BINTI ALMARHUM SOSRODIHARJO (37 Tahun, Pembengkakan Kelenjar Tiroid). Alamat: Pati RT.10/RW.04 Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Riwayat penyakitnya dimulai sejak tahun 2014. Bu Romiasih sering mengalami sakit pada bagian lehernya, ia pun segera berobat ke Rumah Sakit Daerah di Gunungkidul. Dari sana, ternyata ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, setelah pemeriksaan diketahui bahwa ia menderita pembengkakan kelenjar tiroid. Bu Romiasih berencana untuk menjalani operasi, ia pun segera mendaftarkan diri. Sementara menunggu kamar kosong dan jadwal operasi, Bu Romiasih terus berobat jalan. Namun setelah berbulan-bulan lamanya, ia tak kunjung mendapat kamar dan jadwal operasinya pun belum keluar juga. Sampai ia merasa baikan dan tidak merasa sakit lagi, ia pun berhenti mengonsumsi obat-obatan. Hingga Februari 2017 yang lalu, Bu Romiasih kembali merasakan gejala yang sama dengan panyakitnya dulu. Ia pun berobat ke beberapa rumah sakit di Gunungkidul, namun ujung-ujungnya ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ia sangat bingung karena tidak memiliki biaya untuk berobat. KIS, jaminan kesehatan dari pemerintah tidak cukup untuk meng-cover biaya pengobatan, termasuk biaya akomidasi dan transportasi. Kondisi Bu Romiasih sekarang semakin menurun kesehatannya, ia merasa sakit pada bagian leher, apalagi kalau batuk terasa sangat sakit. Sehari-harinya, Bu Romiasih bekerja sebagai pedagang makanan angkring, namun belum lama usaha berjalan ia keburu sakit. Sementara itu, Agus Subrata (42 Tahun), suaminya, bekerja sebagai buruh harian lepas yang penghasilannya tidak menentu, kadang ada kadang tidak. Kondisi ekonomi mereka sudah sulit, apalagi ditambah untuk berobat. Mereka membutuhkan pertolongan dari sedekaholic, mari kita bantu saudara kita ini yang tengah dihadapkan pada cobaan kehidupan. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan kemudian turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban keluarga mereka. Sedekaholic melalui Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit untuk membantu akomodasi dan transportasi, serta obat yang ter-cover jaminan kesehatan. Bu Romiasih dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu Romiasih menderita pembengkakan kelenjar tiroid


WARMIYATI BINTI WASIDO (32 Tahun, Stroke). Alamat: Dusun Dunggubah, RT.02/RW.03 Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bulan Februari 2016 lalu, Bu Warmiyati tiba-tiba terjatuh di kamar mandi dan tak sadarkan diri. Rupanya saat itu ia terkena serangan stroke, ia pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Beruntung ia mendapat pertolongan degan cepat dan nyawanya pun masih bisa tertolong. Bu Warmiyati sempat dirujuk ke dua rumah sakit besar di Yogyakarta, dan menjalani rawat inap selama beberapa hari. Setelah kondisinya membaik, ia pun diperbolehkan pulang. Setelah itu ia harus menjalani terapi untuk melatih anggota tubuh yang kaku. Terapi dilakukan di rumah sakit di jogja, yang jaraknya cukup jauh dari rumah tinggalnya. Setelah menjalani terapi secara rutin, kondisinya kian membaik. Namun ia dan keluarganya menghadapi kendala biaya transportasi yang tidak sedikit. Sementara itu, Bu Warmiyati dan keluarganya berasal dari keluarga sederhana, penghasilan keluarga ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut merasakan kesulitan yang tengah dihadapi oleh Bu Warmiyati dan keluarganya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Warmiyati dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka untuk menyampaikan titipan dari Sedekaholic. Santunan ini digunakan untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Bu Warmiyati dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu Bu Warmiyati dapat melanjutkan pengobatannya kembali…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu Warmiyati menderita stroke


NARSIYEM BINTI JOKARSO (50 Tahun, Kaki Bengkak). Alamat: Nglindur Kulon, Nglindur RT.12/RW.03, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Narsiyem sudah lama mengalami kaki bengkak tanpa penyebab yang pasti. Bertahun-tahun ia beraktivitas dengan kondisi kaki bengkak tersebut, padahal kondisi itu sangat menggangu kegiatannya sehari-hari. Apabila bengkaknya semakin parah, hal itu pun mempengaruhi kondisi kesehatannya. Ketahanan tubuhnya menurun dan pita suaranya pun semakin lemah, ia menjadi susah berbicara. Bu Narsiyem sebenarnya sudah sering berobat ke puskesmas setempat, ia pun menjalani rawat jalan. Ia memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah untuk berobat, yaitu BPJS. Meski biaya pengobatannya terjamin oleh jaminan kesehatan, namun Bu Narsiyem dan keluarganya mengalami kendala soal transportasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Narsiyem dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah mereka untuk menyampaikan titipan dari Sedekaholic. Santunan ini digunakan untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Bu Narsiyem dan keluarganya mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga Bu Narsiyem juga segera diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_ST, @Aji_Kristanto

Bu Narsiyem mengalami kaki bengkak


CAHYO NUGROHO BIN RIYANTO WIDI ATMOJO (33 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Sokokerep RT.04/RW.48 Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Riwayat penyakitnya dimulai pada Novenber 2016 silam. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Pak Cahyo didignosa menderita gagal ginjal. Sejak saat itu, ia mulai menjalani terapi hemodialisa (HD) atau dalam bahasa awam lebih dikenal dengan istilah cuci darah, se minggu dua kali. Pada saat remaja, Pak Cahyo dikenal sebagai atlet voly. Dalam riwayat kesehatannya ia memiliki risiko penyakit tekanan darah tinggi. Setelah dewasa ia pergi merantau ke Depok, Jawa Barat, di sana ia bekerja sebagai satpam. Sejak sakit ia pulang ke rumah orang tuanya di Gunungkidul, DIY. Sempat merantau lagi tetapi malah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Saat ini ia berencana pindah dan menetap di rumah orang tuanya. Riyanto Widi Atmojo (68 Tahun), ayahnya, bekerja sebagau petani. Semetara Sumirah (67 Tahun), ibunya, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ketika berobat, Pak Cahyo menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas 3. Namun ia mengalami kendalai lain yaitu kesulitan biaya transportasi. Kondisinya saat ini perut sudah buncit, tubuhnya lemas dan seluruh badan terasa sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Cahyo dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan dari Sedekaholic. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Pak Cahyo dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka mendoakan semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Aaminn…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Pak cahyo menderita gagal ginjal


MUHAMMAD MASRUR (32 Tahun, Hernia). Alamat: Getas RT.14/RW.03 Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Riwayat sakitnya berawal karena jatuh pada saat menggunakan tangga yang terbuat dari bambu di sebuah proyek pembangunan gedung di Ibu Kota. Sesaat setelah jatuh, Pak Masrur segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan diberi obat. Karena ia masih memiliki tanggungan berupa kredit motor, ia memutuskan untuk kembali bekerja sebagai tukang bangunan di Jakarta. Namun, ia hanya bisa bertahan selama dua bulan karena konsisinya semakin hari semakin menurun. Ia pun pulang kampung ke rumahnya yang ada di Gunungkidul, DIY. Kondisinya saat ini kian memprihatinkan, ia tidak bisa berdiri dalam jangka waktu yang lama, karena kakinya akan kaku sekaligus lemas. Selain itu ia tidak bisa menguntrol buang air baik kecil maupun besar. Setiap makan, ia langsung merasa mual dan muntah. Sejak pertengahan bulan Juni 2017, Pak Masrur menjalani rawat inap di rumah sakit daerah dan dijadwalkan akan menjalani operasi. Ia memanfaatkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesos. Sehingga untuk biaya pengobatan cukup terbantu karena adanya jaminan kesehatan tersebut. Namun ia menghadapi kendala lain yaitu biaya akomodasi dan transportasi selama berobat. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dana sedekah, turut berpartisipasi untuk meringankan beban kehidupan Pak Masrur. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Pak Masrur dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya, serta mendoakan semoga apa yang disampaikan menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekaholic dan Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Pak Masrur menderita hernia


ERNI BINTI NARDI (24, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Jember, RT 5/3, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Erni dan suamimya, Ortha Melando (27), telah berumah tangga selama 5 tahun. Selama itu, pasangan tersebut belum dikaruniai keturunan. Untuk segera mendapatkan anak, salah satu usaha yang dilakukan oleh Erni adalah dengan mengkonsumsi jamu. Sayangnya usaha tersebut malah menjadikan Erni terkena penyakit. Sekitar 10 bulan yang lalu, tensi Erni sempat tinggi. Setelah diperiksakan ke rumah sakit, Erni dinyatakan gagal ginjal. Sampai saat ini, Erni telah melakukan penyinaran sebanyak 52 kali, rawat inap sebanyak 17 kali dan untuk sekarang Erni harus kontrol setiap awal bulannya untuk kontrol, cuci darah dan mengambil obat-obatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Suaminya, Ortha Melando (27), memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk merawat Erni yang lebih berharga baginya. Karena tidak memiliki pekerjaan, pasangan ini dan keluarganya pelan-pelan mulai menjual segala harta bendanya untuk biaya pengobatan Erni. Beruntung biaya pengobatan Erni yang rutin kontrol ini banyak terbantu dengan Fasilitas Kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas I. Melihat kesulitan tersebut, kurir Sedekah Rombongan tanggap memberikan bantuan kepada Erni yang bulan ini dialokasikan untuk biaya transportasi pulang pergi Jombang-Malang, biaya iuran BPJS dan untuk perbaikan keadaan umum. Bantuan pada bulan sebelumnya telah tercatat pada nomor rombongan 993. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban Erni sekeluarga dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu Erni menderita gagal ginjal


ENUNG NURMILAH (68, Hypertensi + Gula Darah Tinggi). Alamat : Kp. Cihideung, RT 11/7, Desa Mulyamekar, Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Penyakit darah tinggi atau hypertensi sekilas seperti penyakit biasa, padahal dari adanya tekanan darah tinggi di dalam tubuh, maka akan mengundang penyakit-penyakit lainnya. Seperti yang dialami oleh Bu Enung, awalnya hanya darah tinggi namun kini menjadi semakin parah. Sejak 2006 ia sudah sering pulang pergi Puskesmas karena sakit yang dideritanya, kemudian terulang pada 21 Mei 2017 lalu, ia harus kembali menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih secara intensif. Penyakit hypertensi dan gula darahnya yang tinggi menyebabkan kondisi badannya drop. Suaminya yang merupakan sopir angkot tak mampu memenuhi biaya kebutuhan akomodasi istrinya selama di Rumah Sakit. Alhamdulillah dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Enung dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Ahsan

Bu Enung menderita hypertensi + gula darah tinggi


NUNUNG NURJANNAH (46, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/ 5 , Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Nunung, akrab kami memanggilnya. Sudah sejak lama suaminya meninggal dunia karena sakit, kini Bi Nunung tinggal bersama ketiga orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah, mereka adalah Muhammad Misbahuddin; ia duduk di bangku SMK, yang kedua yakni Niska Nurjannah; ia duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, dan yang paling akhir adalah Muhammad Mujidin; ia duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Sejak suaminya meninggal dunia, Bi Nunung lah yang menjadi tulang punggung dan menafkahi kebutuhan keluarga kecilnya tersebut. Bi Nunung bekerja sebagai buruh tani, itupun jika musim tanam dan panen tiba. Diluar kedua musim tersebut Bi Nunung sama sekali tak memiliki penghasilan, terkadang ia hanya mengandalkan pemberian tetangga sekitarnya. Kami kurir #SedekahRombongan sangat prihatin melihat Bi Nunung dan ketiga anaknya tersebut, bersyukur ada sedekaholics yang menitipkan sebagian hartanya melalui kami kurir #SedekahRombongan untuk Bi Nunung dan keluarga. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk meringankan beban mereka. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 900. Semoga bantuan tersebut meringankan biaya Bi Nunung untuk menafkahi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_z

Bantuan biaya hidup


IDAY BIN KAJA (35, TB Paru). Alamat : Kp. Bungur, RT 10/7, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Iday, akrab kami memamnggilnya. Sejak beberapa bulan lalu ia sering mengalami batuk, kemudian memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Saat itu Mang Iday hanya diberi obat batuk berdahak dan antibiotic saja, dan tidak ada diagnosa penyakit apapun. Setelah dua minggu mengonsumsi obat dari Puskesmas, Mang Iday tak juga merasakan adanya tanda-tanda kesembuhan. Batuknya semakin menjadi disertai dengan demam dan selalu berkeringat di malam hari. Selama berbulan-bulan ia tak pernah menghiraukan lagi sakitnya tersebut karena tuntutan perekonomian, Mang Iday harus tetap bekerja demi istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Ia bekerja sebagai buruh serabutan di kebun, atau menjadi kuli membuat kursi di tetangga sekitar rumahnya, tak banyak yang ia dapatkan dari hasil pekerjaannya tersebut, namun telah cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya. Beberapa minggu lalu keadaan Mang Iday semakin parah, batuknya disertai darah dengan dada yang sesak. Ia pun kemudian dibawa oleh aparat setempat ke RS Siloam dengan berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa Mang Iday didiagnosa mengidap penyakit TB Paru dan harus menjalani rawat inap. Kini Mang Iday sudah diperbolehkan pulang namun harus menjalani kontrol pengobatan. Ia terkendala dengan biaya akomodasi menuju RS, karena jarak tempuh dari desa ke RS tersebut lumayan jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar, sedangkan penghasilannya sebagai kuli serabutan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah, dengan ijin kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Iday dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan lanjutan dari para sedekaholics Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1001. Mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Iday menderita TB paru


HARTINI BINTI BISRI (43, Ca Ovarium + TB Paru). Alamat : Desa Cibogo, RT 4/9, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari kehamilan yang janinnya tidak berkembang atau biasa disebut hamil anggur dan terjadi pendarahan hebat, Ibu Titin –demikian kami menyapanya- menjalani sterilisasi rahim di Rumah Sakit Budi Luhur Kota Cirebon pada tahun 2015. Setelah operasi dilakukan, Ibu Titin seringkali merasakan sakit pada bagian rahimnya hingga puncaknya pada tiga bulan lalu dia merasa sakit yang luar biasa dan kembali dibawa ke Rumah Sakit Budiluhur. Dokter mendiagnosa Ibu Titin terkena kanker rahim dan harus segera menjalani tindakan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada pemeriksaaan itu pula, ditemukan gejala penyakit paru-paru yang membuat Ibu Titin seringkali mengeluarkan dahak serta batuk-batuk. Kendala biaya menjadi penyebab tertundanya pengobatan Ibu Titin ke Bandung. Ibu Titin adalah seorang ibu rumah tangga biasa, yang hidup sangat sederhana bersama suaminya, Pak Masduki dengan enam orang anak yang masih di bawah umur. Penghasilan Pak Masduki yang tidak menentu membuat keluarga ini kesulitan untuk mewujudkan rencana pengobatan Ibu Titin ke Bandung, walaupun untuk biaya pengobatan sudah dijamin oleh fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Ibu Titin merasakan keprihatinan atas keadaan keluarga ini. Bantuan sedekaholics diberikan untuk transportasi dan penginapan Ibu Titin selama berobat di RSHS Bandung. Setelah menjalani pengobatan selama hamper dua pecan, Ibu Titin diperbolehkan pulang, karena lanjutan pengobatannya bias dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah di Cirebon. Namun ikhtiar pengobatan Ibu Titin akhirnya mencapai titik akhir karena seminggu setelah tiba di kediaman, tepatnya pada tanggal 17 Juni 2017, Ibu Titin dipanggil menghadap Yang Maha Memiliki. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Semoga Allah menerima Ibu Titin di sisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin@myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Bu Hartini menderita ca ovarium + TB paru


ABDUL JALIL (55, Tumor Anus + Batu Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 1/2, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.Pada awalnya, Pak Jalil –demikian dia biasa disapa- merasakan sakit ketika duduk terlalu lama dan buang air kecil. Gejala tersebut bertambah menjadi tidak lancarnya buang air besar dan kecil. Hal ini berlangsung selama hampir dua tahun sampai akhirnya Pak Jalil mengalami buang air besar yang disertai darah. Karena dirasa mengkhawatirkan, Pak Jalil didampingi istri memeriksakan keadaan sakitnya ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Tidak diduga, ternyata dokter mendiagnosa Pak Jalil terkena tumor anus dan harus segera menjalani operasi, karena tidak berfungsinya saluran anus. Operasi dilaksanakan di RSUD Gunungjati Kota Cirebon pada tanggal 4 Desember 2016, dan sejak saat itu Pak Jalil menggunakan selang dan kantung sebagai alat pengganti anus yang tidak lagi berfungsi. Setelah operasi dilaksanakan, dokter merujuk Pak Jalil untuk berobat lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan di RSHS, dokter menyatakan bahwa Pak Jalil juga mengalami gangguan pada ginjal dengan ditemukannya batu dalam bagian tubuh tersebut. Pak Jalil adalah seorang buruh tani. Bersama istrinya Ibu Kemis (50), dia menjalani kehidupan sangat sederhana di rumah kecilnya. Penghasilan yang biasanya didapat dari kerja Pak Jalil, kini tak lagi ada karena sakit yang diderita. Bersyukur selama masa pengobatan, Pak Jalil menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics kepada Pak Jalil untuk terus melanjutkan proses pengobatan ke Bandung berupa bantuan transportasi dan biaya hidup selama di Bandung. Pak Jalil tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung selama menjalani proses pengobatan selanjutnya di RSHS. Bantuan sebelumnya telah diberikan dan tercantum dalam Rombongan 995. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepada Pak Jalil dan bisa sehat kembali seperti sedia kala

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin@myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Jalil menderita tumor anus + batu ginjal


AMINAH BINTI ABU BAKAR (67, Glaucoma). Alamat : Blok Sampang Selatan, RT 1/1, Desa Kemlaka, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Aminah, demikian biasa beliau dipanggil, kami dipertemukan dua bulan lalu dengan beliau saat sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Gejala penyakitnya berawal pada tahun 2012, beliau merasa pengelihatannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Selang beberapa hari, beliau melakukan pemeriksaan terkait kondisi matanya yang hasilnya menyatakan bahwa mata Ibu Aminah mengalami katarak dan harus dilakukan tindakan operasi. Beliau menjalani operasi katarak pada mata sebelah kirinya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Setelah operasi, pengelihatannya masih belum pulih seperti sedia kala hingga pada tahun 2014 beliau kembali menjalani operasi di Rumah Sakit Permata Cirebon namun belum terlihat perkembangan yang berarti terhadap pengelihatannya. Pada April 2017, Ibu Aminah kembali melakukan pemeriksaan mata di Rumah Sakit Permata dan mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Cicendo Bandung. Ibu Aminah adalah seorang janda yang tidak memiliki anak. Beliau tinggal dalam satu rumah dengan saudaranya. Saat ini, biaya pengobatan Ibu Aminah menggunakan fasilitas KIS yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan beliau bercerita bahwa tidak dapat lagi melihat dengan jelas dan tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa akibat pengelihatan yang terganggu. Untuk biaya hidup sehari-hari beliau hanya mengandalkan pemberian dari saudara. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang dialami, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi selama melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Cicendo Bandung karena hal inilah yang menjadi kendala uatama pengobatan Ibu Aminah. Semoga Ibu Aminah segera sembuh dan bisa kembali melihat dengan lebih baik, sehingga dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @aulia

Bu Aminah menderita glaucoma


BANI BIN KADMI (78, Hernia). Alamat : Blok Slebaya, RT 1/1, Desa Pejambon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Aki Bani –demikian kami biasa memanggil beliau-, hingga satu bulan lalu ia masih merasakan sakit ketika berjalan atau membawa sesuatu dengan beban berat. Gejala penyakitnya berawal pada 2009, beliau merasakan sakit akibat tidak bisa buang air kecil selama dua hari. Keesokan harinya Aki Bani dibawa ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Arjawinangun. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Aki Bani menderita penyakit hernia. Selang empat bulan sejak pemeriksaan awal, Aki Bani kembali marasakan sakit sehingga harus dilakukan tindakan operasi hernia di RSUD Arjawinangun. Aki Bani merupakan kepala keluarga yang tidak memiliki anak, berprofesi sebagai marbot masjid di daerahnya. Beliau tinggal dalam sebuah rumah sangat sederhana bersama istrinya, Ibu Mari (76) yang mengurus keperluan rumah tangga. Aki Bani tidak lagi bisa bekerja, hanya mengandalkan pemberian tetangga dan saudaranya untuk biaya makan sehari-hari. Selama menjalani pengobatan, Aki Bani menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediamannya, beliau mengungkapkan kesedihan karena dimasa tuanya harus berjuang melawan penyakit dan hanya didampingi istrinya yang juga sudah sepuh. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya hidup selama melakukan perawatan di rumah sakit. Semoga Aki Bani segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat menjalani hidup dengan lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ochep_priyatno aditarso @aulia

Pak Bani menderita hernia


KARNI BINTI SUKARI (57, Ca. Ovarium). Alamat : Gang Ki Delima, RT 2/5, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Karni mengalami perdarahan hebat dan mengeluarkan gumpalan dari vagina pada bulan Juni 2016 lalu. Kejadian tersebut memaksanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapat perawatan. Saat dirawat, kadar hemoglobin Ibu Karni sempat sangat rendah hingga akhirnya dilakukan transfusi sebanyak tiga labu. Kondisinya terus menurun selama beberapa hari, namun akhirnya mulai membaik pada hari ketiga perawatan. Selama lima hari di RSUD Gunungjati Kota Cirebon, dokter mengobservasi dan menyatakan bahwa Ibu Karni terkena kanker pada rahim atau biasa disebut Ca Ovarium. Selanjutnya Ibu Karni dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan lebih intensif. Saat ini Ibu Karni sudah beberapa kali dan masih menjalani pemeriksaaan rutin ke RSHS Bandung. Perkembangan kesehatannya Alhamdulillah kian membaik. Ibu Karni adalah istri dari Bapak Karna (64) yang hidup sangat sederhana. Sebelum sakit, dia berjualan es kelapa bersama suaminya. Penghasilan yang didapat hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Saat ini, ketika Ibu Karni sakit maka Bapak Karna pun tidak berjualan karena harus mendampingi istrinya di rumah sakit dan mereka tidak lagi memiliki penghasilan. Ibu Karni menggunakan fasilitas BPJS KIS Kelas III untuk biaya pengobatan, sedangkan untuk transportasi dan biaya hidup hanya mengandalkan dari bantuan para tetangga. Sedekah Rombongan menaruh simpati mendalam atas keadaan mereka. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya transportasi selama berobat ke RSHS Bandung juga untuk membeli obat diluar BPJS. Bantuan sebelumnya telah disampaikan kepada Ibu Karni dan tercatat pada Rombongan 995. Semoga segala ikhtiar dan bantuan dari sedekaholics bisa membuat Ibu Karni segera kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @aulia

Bu Karni menderita ca. ovarium


KASNO BIN WANDA (43, Gastrointestinal Stromal Tumor). Alamat : Desa Karang Kendal, RT 1/5, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gejala sakit Pak Kasno berawal pada tahun 2008. Dia mengalami terkilir pada bagian tubuhnya. Dia dan istrinya menduga bahwa itu sesuatu yang wajar dan dianggap tidak berbahaya. Namun selang beberapa lama ia merasakan sakit pada bagian perut serta pinggangnya terasa panas. Bersama istrinya, dia beberapa kali melakukan pemeriksaan di klinik setempat karena mereka beranggapan sakit yang diderita Pak Kasno hanya gejala penyakit yang tidak mengkhawatirkan. Sakit yang diderita Pak Kasno tidak kunjung membaik sehingga istrinya mulai mengkhawatirkan kondisi sang suami dan membawanya ke rumah sakit. Kemudian Pak Kasno menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Setelah melalui pemeriksaan dokter, Pak Kasno didiagnosia terkena Gastrointestinal Stromal Tumor yaitu terdapat tumor pada sistem pencernaan di bagian usus atau pipa makanan. Karena kondisinya yang memerlukan penanganan khusus, dokter merujuk Pak Kasno untuk menjalani pengobatan lebih intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat ini Pak Kasno sedang menjalani pengobatan di Bandung dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk beberapa waktu. Pak Kasno merupakan kepala keluarga yang berprofesi sebagai penarik becak dan istrinya, Runiah (38) adalah seorang petani. Setelah sakit, Pak Kasno tidak lagi bekerja dan ekonomi keluarga inipun kian menurun hingga semakin memprihatinkan. Biaya pengobatan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dijamin oleh pemerintah. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan kesedihannya karena hanya mengandalkan penghasilan istrinya sebagai petani untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan dari sedekaholics disampaikan kembali untuk membantu biaya transportasi selama Pak Kasno melakukan pengobatan di Bandung. Semoga Pak Kasno segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja seperti biasa untuk menafkahi keluarganya. Bantuan sebelumnya sudah disampaikan kepada Pak Kasno dan termasuk dalam Rombongan 995.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin@myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Pak Kasno menderita gastrointestinal stromal tumor


RANI ANGGRAENI (14, Paru-paru Basah). Alamat : Blok Kesambi, Nomor 62, RT 9/3 , Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga tahun lalu, Rani sudah menderita sakit yang ditandai dengan gejala sesak nafas, batuk dan badan terasa lemas. Puncaknya pada bulan Nopember 2016 lalu, usai mengikuti studi wisata bersama rombongan sekolahnya, Rani mengalami sakit yang luar biasa dan harus dilarikan ke puskesmas setempat. Petugas puskesmas merujuk Rani untuk berobat lebih intensif dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Paru-paru Sidawangi Kabupaten Cirebon. Selama sembilan hari dirawat, dokter mendiagnosa Rani terkena gangguan paru-paru basah. Tindakan menyedot cairan yang merendam paru-paru Rani tidak dapat dilakukan dengan pertimbangan kondisi fisik serta usianyayang belum memenuhi syarat. Rani dibawa pulang kembalike rumahnya dan hanya mendapatkan perawatan seadaanya serta meminum obat yang diberikan oleh pihak puskesmas setempat. Kurir Sedekah Rombongan yang berkunjung ke kediamannya waktu itu, melihat kondisi Rani sangat mengkhawatirkan. Bagian tubuh sebelah kanannya tidak bisa lagi digerakkan, Rani hanya bisa tidur terlentang, tidak dapat bergerak dan tidak dapat berbicara. Setelah melalui diskusi dengan keluarganya dan menyampaikan kesiapan Sedekah Rombongan untuk mendampingi pengobatan, Rani dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Diawali dengan pemeriksaan di IGD, Rani dirawat selama delapan hari dan alhamdulillah kondisinya membaik. Saat ini Rani sudah bisa duduk dan sedikit berbicara huruf vokal, dan masih terus menjalani terapi bicara serta fisioterapi untuk memulihkan kesehatannya. Rani adalah putri dari Bapak Denan yang sudah ditinggal wafat ibunya sejak berusia dua tahun. Saat ini Rani tercatat sebagai siswa di SMP Negeri 2 Depok Kabupaten Cirebon namun sudah tidak masuk sekolah hampir selama lima bulan. Bapak Denan yang tidak lagi berpenghasilan dikarenakan harus menunggu dan menjaga Rani selama sakit membuat keadaan ekonomi keluarga ini sangat butuh dibantu. Selama pengobatan berjalan, Rani menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan kembali membantu biaya transportasi dan memberikan pendampingan sepenuhnya selama masa pengobatan Rani berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini sudah diberikan dan termasuk dalam Rombongan 995. Semoga ikhtiar bersama dan bantuan dari sedekaholics ini menjadi jembatan kesembuhan bagi Rani.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Rani menderita paru-paru basah


ROHEMI BINTI DARIP (46, Tumor Otak). Alamat : Dusun/Kampung 1, RT 20/6, Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Ibu Emi –demikian kami akrab menyapanya- merasakan sakit di bagian kepala sejak sepuluh tahun yang lalu, tepatnya pada 2007. Namun semakin lama sakit tersebut kian parah dan mengganggu kegiatan sehari-hari, akhirnya Ibu Emi mencoba memeriksakan ke balai pengobatan setempat. Demi mendapatkan pengobatan yang lebih baik, pihak balai pengobatan merujuk Ibu Emi ke Rumah Sakit Pelabuhan Kota Cirebon. Ibu Emi didiagnosa mengidap penyakit Tumor Otak, yaitu tumor yang berasal dari otak atau tumor ini biasa disebut dengan tumor otak primer, akan tetapi hal tersebut juga dapat disebabkan oleh adanya kanker yang sudah menyebar dari bagian tubuh lainnya. Ibu Emi sempat menjalani pengobatan rutin pada tahun 2008, namun terhenti karena kendala biaya. Kini Ibu Emi terbaring tidak bisa beraktifitas seperti biasa lagi karena kondisi tubuhnya sudah lumpuh sebagian dan sudah tidak bisa duduk lama sehingga hampir setiap hari menghabiskan waktunya hanya dengan berbaring saja di tempat tidur bahkan sekarang mata Ibu Emi juga sudah tidak bisa melihat lagi. Saat ini Ibu Emi sudah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon dan pada tanggal 13 Februari 2017 selesai operasi untuk mengangkat cairan yang ada di otaknya. Rencana operasi lanjutan batal dilaksanakan karena dokter memperkirakan tidak akan ada perubahan mendasar dari sakit yang di derita Ibu Emi saat ini dan hal tersebut sudah menjadi keputusan keluarga yaitu Ibu Emi akan dirawat di rumah dengan beberapa terapi tradisional serta herbal untuk mempertahankan kondisinya. Ibu Emi adalah istri dari Bapak Warju (50) yang bekerja sebagai pedagang makanan keliling. Penghasilannya yang tidak tetap membuat Ibu Emi terkendala untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Bersyukur untuk menunjang biaya pengobatan Ibu Emi memakai fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan merasa prihatin dan menaruh simpati atas keadaan Ibu Emi. Sedekah Rombongan sangat merasakan kesulitan mereka, bantuanpunkembali disampaikan untuk membantu meringankan biaya hidup sehari-hari. Selain itu, Sedekah Rombongan juga telah memberikan bantuan renovasi kamar Ibu Emi untuk menunjang proses penyembuhannya. Awal Juni lalu, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas Ibu Emi di rumah maupun saat berobat. Bantuan kepada Ibu Emi sebelumnya tercatat pada Rombongan 995. Semoga Ibu Emi segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih hingga bisa kembali beraktifitas.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela@ahmaedshaleh @ochep_priyatno @asiihlestarie

Bu Rohemi menderita tumor otak


RANA BIN MADHARI (55, Infeksi Mata). Alamat : Kampung Pesantren, RT 6/2, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Rana begitulah sapaan akrabnya. Dua bulan yang lalu kedua matanya tidak lagi berfungsi dengan baik. Gejala penyakitnya berawal pada April 2017, ia merasakan sakit pada mata sebelah kanan sehingga ia memberinya obat tetes mata, berharap agar matanya dapat pulih kembali. Namun setelah diberi obat tetes justru menyebabkan matanya menjadi merah dan tidak dapat melihat. Keesokan harinya Pak Rana memeriksakan kondisi matanya ke dokter di dekat rumah, hasilnya manyatakan bahwa mata Pak Rana terinfeksi kuman yang sangat ganas. Kuman tersebut mampu membuat matanya rusak dan harus dilakukan tindakan operasi pengangkatan mata yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon. Setelah operasi pengangkatan salah satu matanya Pak Rana berharap dapat beraktivitas seperti biasanya meskipun hanya menggunakan satu mata saja. Namun Allah berkehendak lain, satu matanya yang kini menjadi penopang Pak Rana melakukan aktivitas mengalami sakit yang sama sehingga kini kedua matanya tidak dapat berfungsi dengan baik. Pak Rana adalah seorang kepala rumah tangga yang berprofesi sebagai petugas kebersihan dengan empat orang anak. Sedangkan istrinya, Saidah (47) berjualan keliling untuk membantu penghasilan sang suami. Saat ini, biaya pengobatan menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan ia mengungkapkan bahwa dia tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan istrinya yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuanpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan selama melakukan perawatan di rumah sakit. Semoga Pak Rana segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja dan beraktivitas lebih baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @suniah @rina @aulia

Pak Rana menderita infeksi mata


FATMAWATI BINTI PANDI (41. Kanker Payudara). Alamat: Kampung Cihanjawar RT 2/2, Desa Margamulya, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Fatmawati biasa dipanggil Wati. Bersama suami dan dua anaknya, ia tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana. Sehari-hari pekerjaannya menjadi pembantu rumah tangga di rumah-rumah tetangga yang bergantian mempekerjakannya. Suaminya, Agus (45) adalah pekerja serabutan. Keluarga dhuafa ini semakin jatuh dalam kemiskinan semenjak Ibu Wati tak bisa lagi bekerja membantu penghasilan suaminya. Dalam dua bulan ini Ibu Wati tidak bisa bekerja seperti biasa karena kedua kakinya tidak bisa berfungsi dengan baik. Ia merasakan nyeri saat berjalan. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas. Ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit karena tidak punya jaminan kesehatan. Padahal, dokter di Puskesmas telah merujuknya ke RSUD Soreang. Ia diduga mengidap asam urat dan darah tinggi. Keinginannya untuk terus berobat ke rumah sakit sampai kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi kader PKK di lingkungannya. Alhamdulillah, kurir #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan Ibu Wati dan keluarganya serta membantunya menjadi pasien dampingan #SR. Pada 22 Desember 2015 buruh cuci ini berobat lagi ke Puskesmas Pasirjambu. Ia juga mendapat rujukan untuk diperiksakan di RSUD Soreang. Perkembangannya belum membaik. Pada akhir Februari 2016 dia harus kembali kontrol ke rumah sakit. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan uluran tangan untuk terus mengikhtiarkan kesembuhan dari sakit yang dideritanya. Alhamdulillah sedekaholics #SR terus berempati kepada mereka dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat, membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS, dan biaya sehari-hari. Pada pertengahan Oktober 2016, Ibu Wati datang ke rumah kurir #SR dan menyampaikan hasil pemeriksaan di Puskesmas bahwa pemeriksaan medisnya kembali dirujuk ke RSUD Soreang karena ia diduga mengidap kanker payudara. Sebelumnya dia memeriksakan benjolan dan luka di payudaranya di Faskes Tingkat I itu. Pada pertengahan Februari 2017 Ibu Wati menghubungi kurir Sedekah Rombongan, mengabarkan bahwa ia masih harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit. Dengan bantuan #SR, alhamdulillahia bisa kontrol dan menjalani pemeriksaan. Pada akhir Juni 2017 kurir #SR kembali mengunjungi Bu Wati di rumah kontrakannya. Kondisisinya membaik, tetapi ia masih harus berobatan dan masih memerlukan uluran tangan untuk melanjutkan ikhtiarnya menuju kesembuhan. Alhamdulillah sedekaholiks #SR terus berempati kepada Ibu Wati dan keluarganya dengan memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Fatma menderita kanker payudara


YULINAR BINTI HAWA (78, Bronkitis Kronis). Alamat : Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Yulinar adalah seorang janda tua yang sudah lama menjadi orang tua tunggal untuk membesarkan anak-anaknya. Suaminya meninggal dunia dua puluh lima tahun yang lalu. Hampir sepertiga usia hidupnya dia habiskan untuk bekerja keras menghidupi keempat anaknya dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan. Ibu Yuli tidak memiliki keahlian lain selain bekerja serabutan atau menjajakan makanan di sekitar rumah kontrakannya. Akan tetapi, sejak Agustus 2016, ia tak bisa lagi menjalankan aktivitas usahanya setelah ia sakit-sakitan. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan, batuk-batuk, dan sesak nafas. Berbagai upaya medis telah dilakuakan keluarganya, menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Diantar seorang putranta, Ibu Yuli telah dibawa periksa ke Puskesmas dan RSU Muhammadiyah yang termasuk rumah sakit rujukan di Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSU Muhammadiyah, Ibu Yuli diduga menderita TB. Paru. Ia harus berobat rutin dua minggu sekali ke rumah sakit. Ibu Yuli termasuk warga miskin yang layak mendapatkan bantuan untuk terus berobat sampaisembuh. Selain sudah tua dan tak punya penghasilan, penyakit yang diderita Ibu Yuli juga terkategori penyakit serius yang penanganannya cukup lama. “Walaupun sudah tua, Ibu Yuli tetap semangat untuk berobat,” kata informan yang menyampaikan kisah duka Ibu Yuli kepada kurir #SR di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli di rumah kontrakannya yang pengap, dan dapat mengambil pelajaran dari ketabahan dan kerja keras Ibu Yuli menjalani kahidupan. Dengan empati sedekaholics #SR, pada kunjungan pertama di bulan Oktober 2016, alhadulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat Ibu Yulinar. Pada awal Februari 2017 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Ibu Yulinar harus kontrol lagi ke rumah sakit. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat; begitu juga pada awal Maret 2017, ia sempat diberi bantuan dari sedekaholics #SR untuk biaya melanjutkan ikhtiar kesehatannya. Pada minggu pertama bulan Mei 2017 anaknya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa ibunya itu dirawat di RSU Muhammadiyah Kota Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli di rumah sumah sakit dan memberinya bantuan lanjutan. Pada 18 Juni 2017 kurir #SR kembali menjenguknya di rumah kontrakan yang sempit itu, sepulang dia dirawat di rumah sakit. “Kini Ibu harus dibantu oksigen untuk pernafasannya. Kondisinya semakin menurun,” kata anaknya sambil menangis. Ibu Yulinar masih memerlukan bantuan untuk terus bertahan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, pada kunjungan itu kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Yulinar binti Hawa, yang digunakan untuk biaya membeli oksigen dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Yulinar menderita bronkitis kronis


MUHAMMAD RAMADANI (8, Thypus + TB. Paru). Alamat Kampung Cihanjawar RT.2/2 Desa Margamulya Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Anak pendiam ini sehari-hari dipanggil Dani. Dia adalah anak kedua yang terlahir dari pernikahan Pak Dayat (46) dan Bu Wati (40). Keluarga dhuafa ini nampak begitu berat memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarganya walaupun tanggungannya (anak) hanya dua orang yang masih kecil. Semenjak Dani sakit mereka semakin kebingungan. Walaupun memiliki Kartu Jamkesmas, orangtua Dani belum memeriksakan anaknya ke Puskesmas atau dokter praktek terdekat. Hanya obat warung yang mampu mereka beli untuk mengobati Dani. Mereka tak punya biaya; untuk sekadar makan pun mereka sering kewalahan. Sejak awal Februari 2016 Dani sering sakit-sakitan. Dia sering mengalami demam, mual dan batuk-batuk. Nafsu makannya menurun. Siswa Sekolah Dasar kelas 1 itu hanya terbaring lemas di kursi yang sekaligus jadi tempat tidurnya. Rumah kontrakan yang sempit, pengap dan kumuh itu menjadi saksi kegetiran hidup keluarga Dani. Berdasarkan informasi warga, ibu Dan kemudiani menghubungi kurir Sedekah Rombongan, meminta bantuan untuk memeriksakan Dani ke Puskesmas dan ke rumah sakit. Berdasarkan pemeriksaan, Dani diduga menderita thypus dan TB Paru. Berempati atas apa yang dialami Dani dan keluarganya, alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan tanda cinta dhua’afa untuk Dani dan keluarganya. Sambil tetap bersekolah, Dani penyakit. terus menjalani pengobatan rawat jalan untuk mengobati parunya yang terserang penyakit. Pada akhir Juni 2017 ibunya menemui kurir #SR, mengabarkan bahwa Dani harus diperiksakan lagi ke Puskesmas/Rumah Sakit Daerah. Kurir #SR di Bandung kemudian menemui Dani dan keluarganya di rumah kontrakan yang tak layak huni itu. Keluarga dhuafa ini amat layak untuk dibantu lagi untuk melanjutkan ikhtiarnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholiks, kembali Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan untuk Dani dan keluarganya. Bantuan Kedua ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongn 810.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @teguh

Dani menderita thypus + TB. Paru


PUTRI MULYANI (10, Kaki Kanan Patah Karena Kecelakaan). Alamat : Kampung Lapang RT 4/8, Desa Pasirjambu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Bersama ayah, ibu, dan satu adik kandungnya, Putri tinggal di rumah sederhana yang tanahnya milik Jawatan Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Bapaknya, Pak Yuyu Muhammad (41), sehari-hari berdagang cingcaw dan goyobod dari satu sekolah ke sekolah lain dan di perkampungan di sekitar Pasirjambu. Ibunya, Bu Ai Nanti (35) hanya disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan mengurus kedua anaknya. Saat wawancara dengan kurir #SR Bandung, keluarga dhuafa ini menyatakan betapa beratnya mereka menjalankan roda ekonomi rumah tangga dengan empat anggotanya, apalagi setelah anak pertamanya, Putri, sakit akibat kecelakaan. Pada awal Juni 2016 saat bermain petak umpet bersama teman-temannya, Putri terjatuh dan kaki kanannya patah. Setelah kejadian itu, Putri langsung dibawa periksa ke ahli tulang di Ciwidey dan Pasirjambu. Meskipun tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun, ia juga sempat diperiksakan ke Puskesmas Pasirjambu dengan bantuan pengurus RW dan tetangganya. Sayang, dia belum sempat ditangani secara maksimal di rumah sakit. Putri menggunakan kursi roda pemberian warga yang berempati atas musibah yang menimpa anak pendiam dan rajin sekolah ini. Pertama kali bertemu dengan Putri, kurir #SR menjemputnya sepulang sekolah. Kepada kurir #SR ia menyatakan keinginannya untuk terus berobat tanpa meninggalkan sekolah. Orang tuanya juga mendukung tekadnya untuk terus berikhtiar sampai siswi kelas 5 SD ini bisa berjalan normal seperti sedia kala. Orang tuanya memohon bantuan agar mereka memiliki jaminan BPJS. Alhamdulillah harapan mereka mendapatkan jawaban dari sedekholics #SR dengan memberinya santunan dan menggabungkan Putri sebagai pasien dampingan #SR. Bantuan awal dari Sedekah Rombongan disampaikan kurir #SR di KaB. Bandung pada 11 Agustus 2016. Dengan bantuan relawan setempat dan kurir Asep Cunarya, alhamdulillah, kini Putri dan keluarganya sudah memiliki Kartu BPJS Kelas 3 dan bisa berobat ke rumah sakit. Pada 12 Agustus 2016 Putri diperiksakan ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan di RSUD Soreang, Putri akhirnya mendapatan tindakan medis berupa operasi yang dilaksanakan di rumah sakit yang sama. Operasi yang dilaksanakan di akhir Oktober 2016, alhamdulillah, berjalan lancar. Putri sempat dirawat selama satu minggu. Pada akhir November 2016 dan pertengahan Desember 2016 bersyukur kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi lagi dengan Putri dan keluarganya, mendampinginya kontrol ke RSUD Soreang, dan menyampaikan bantun lanjutan. Pada akhir Juni 2017 kurir #SR menjenguk Putri untuk kesekian kalinya. Alhamdulillah kondisinya membaik. Kini kontrolnya cukup dua bulan sekali. Meskipun demikian, Putri dan keluarganya masih membutuhkan dukungan dan bantuan. Dengan empati sedekaholik, alhamdulillah, kembali kurir #SR di Kab. Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk Putri dan kluarganya. Bantuan Ketiga yang disampaikan di rumah panggung mereka ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 940.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Putri menderita kaki kanan patah karena kecelakaan


HANI NURHAWATI (36, Lupus + Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang RT 1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah sambil terus berusaha, bekerja menjadi pembantu dan tukang cuci. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya makin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal, dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Pada 18 September 2015 kurir #SR menemuinya di RSHS. Kondisnya masih memprihatinkan dan ia harus terus berobat. Begitu juga, saat dijemput selesai berobat pada 14 November 2015, ia masih diharuskan berobat dan alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan. Pada akhir Desember 2015, ia mengeluhkan rasa sakit di telinganya. Kondisi Bu Hani semakin memburuk. Pada awal Februari 2016, dia meminta bantuan kurir #SR untuk berobat karena beberapa bagian dari kulit kepalanya kerap mengeluarkan nanah. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada bulan itu #SedekahRombongan juga memberinya bantuan untuk biaya berobat. Pada akhir Maret 2016 Bu Hani kembali memohon bantuan #SR untuk melanjutkan pengobatan. Saat bertemu di RSHS Bandung, ia menyampaikan bahwa kanker di kulit kepalanya semakin menyebar. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Bu Hani di RSHS Bandung saat ia berobat dan memberinya santunan lanjutan dari para dermawan. Pada minggu pertama di bulan Agustus 2016 ia menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ia masih berobat rutin dan membutuhkan bantuan. Saat dijumpai di RSHS Bandung, kondisinya belum membaik. Ia masih membutuhkan uluran tangan. Pada Oktober 2016 kurir #SR di Bandung bertemu kembali dengan Ibu Hani di RSHS Bandung dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat rutin. Pada akhir Desember 2016, Bu Hani mengabarkan bahwa ia masih rutin berobat dan membutuhkan bantuan. Ia masih terus berjuang menjalankan usahanya untuk sembuh dari penyakit yang lama ia alami. Maka untuk meringankan beban Bu Hani, pada akhir tahun 2016, Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Maret 2017 ia juga kontrol rutin ke rumah sakit. Perkembangannya belum menggembirakan. Pada awal Mei 2017 Ibu Hani menghubungi kurir # SR, mangabarkan bahwa ia membutuhkan bantuan untuk membeli obat dan berobat rutin. Dengan bantuan sedekaholiks, alhamdulillah ia bisa terus berobat. Pada akhir Juni 2017 Ibu Hani datang ke RSSR Bandung, sebelum melanjutkan pengobatannya di rumah sakit. Alhamdulllah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Hani Nurhawati. Bantuan yang dia terima di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya transport-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @pian

Hani menderitalupus + kanker kulit


PASYA MOCH. RIDWAN (10,Infeksi Amandel). Alamat : Kampung Hegarsari RT 1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasya — begitu panggilannya sehari-hari– tinggal bersama ayah dan kakak kandungnya di rumah kontrakan yang sempit berukuran 7x7m2. Ayahnya, Pak Atep (38) bekerja mencari nafkah sebagai pengemudi ojeg di depan Taman Kota Ciwidey. Ibunya, Bu Herawati, sudah meninggal beberapa bulan yang lalu setelah dua tahun berjuang melawan kanker. Sungguh berat cobaan yang dialami keluarga ini: kemiskinan dan kesakitan, menjadi cerita harian yang memilukan. Pasya sering sakit-sakitan. Siswa kelas dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) ini kerap merasakan sakit di tenggorokannya. Setelah diperiksakan ke Puskesmas, ia diperkirakan menderita infeksi amandel. Ia dianjurkan periksa lebih lanjut ke RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Akan tetapi, pengobatannya belum dilanjutkan karena orangtuanya tidak memiliki biaya untuk berobat dan Pasya belum memiliki jaminan kesehatan apa pun. Harapan mereka untuk meneruskan ikhtiar sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan ketika bertemu secara tidak sengaja dengan Pak Atep. Alhamdulillah pada bulan Januari 2016 Pasya mendapatkan santunan awal dan didaftarkan sebagai pasien dampingan #SR. Berbekal jaminan BPJS Mandiri Kelas 3, orangtuanya kemudian memeriksakan Pasya ke klinik dan dokter praktek terdekat. Ia juga sempat dirujuk ke RSUD Soreang. Berdasarkan pemeriksaan di RS rujukan itu, anak sulung ini diharuskan menjalani operasi. Akan tetapi, operasinya ditunda karena ia tidak ingin ketinggalan belajarnya di sekolah. Anak keluarga dhuafa ini masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan ikhtiarnya agar ia tidak sakit-sakitan dan bisa terus semangat bersekolah. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics #SR, ia bisa terus dibantu berobat. Pada Januari 2017 kurir #SR menjenguknya saat sakit di rumah. Pasya dan ayahnya berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh. Pada akhir Juni 2017 kurir #SR bertemu dengan ayahnya yang mengabarkan kondidiPasya. Pasya dan keluarganya layak untuk dibantu lagi. Alhamdulillah, dengan empati para dermawan, kembali kurir #SR di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pasya dan keluarganya. Bantuan ke-4 yang diterima bapaknya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 954.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pasya menderita infeksi amandel


SYARIF NURDIANSYAH (40, Neurofibromatosis). Alamat: Kp. Pasar Kidul RT 2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis adalah kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas namun tidak teratur karena terkendala biaya. Maklum penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampinginya berobat. Kini dia harus menjalani terapi bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung, untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS, ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Dia juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minggu terakhir bulan April 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, bersyukur, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Pada pertengahan Agustus 2015, Pak Syarif melanjutkan ikhtiar berobatnya ke RSHS Bandung; dia menjalani bedah beku. Pada awal Oktober 2015 ia kontrol lagi ke RSHS dan kembali menjalani bedah beku. Tetapi pada bulan November 2015 ia tidak diterapi bedah beku karena obatnya kosong. Pada bulan Desember 2015 kurir kembali mendaftarkannya untuk terapi bedah beku yang keberhasilannya mulai terasa. Pada awal Februari 2016 seorang dokter RSHS Bandung menelpon keluarga Pak Syarif, menawarkan alternatif lain untuk penanganan penyakitnya, yaitu melalui operasi kecil. Didampingi kurir #SR, ia kemudian mengikuti tawaran itu. Tindakan ini membawa hasil yang memuaskan. Pada April dan Mei 2016 Pak Syarif kontrol rutin ke RSHS Bandung sambil meneruskan tindakan operasi mengangkat benjolan-benjolan lainnya yang masih bertebaran di sekujur tubuhnya. Begitu juga pada Juni 2016, MTSR dan kurir Bandung kembali mendampinginya menjalani operasi kecil di RSHS Bandung. Ia harus senantiasa didampingi karena tak bisa berjalan secara normal setelah penglihatannya tak berfungsi dengan baik. Pada pertengahan September 2016, kurir #SR menemuinya kembali di rumahnya dan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari. Pada awal November 2016 Pak Syarif menghubungi kurir #SR, mengemukakan bahwa ia harus ke RSHS Bandung tuk menjalani operasi bedah beku. Bersyukur kurir #SR dapat mendampinginya. Pada pemeriksaan saat itu, ia juga dijadwalkan tim medis untuk tindakan operasi kecil pada Desember 2016. Selama sepuluh hari dia tinggal di RSSR Bandung sambil menunggu panggilan. Akan tetapi, sampai akhir Desember 2016 ia belum mendapatkan ruangan. Karena itu, dia diantar pulang dulu ke rumahnya. Pada Februari 2017 kurir #SR mendampinginya kontrol sambil mengecek jadwal masuk ruang rawat inap. Bersyukur ini ia mendapatkan gilirannya dan masuk ruang rawat inap di ruangan Kana RSHS Bandung. Operasi pembedahan benjolan di tangannya dilaksanakan pada 13 Februari 2017. Setelah menjalani operasi, ia sempat dirawat satu minggu dan menjalani kontrol seminggu sekali sampai bulan Maret 2017. Alhamdulillah operasinya berhasil. Pada minggu akhir April 2017 dia kontrol lagi ke RSHS Bandung didampingi kurir #SR di Bandung. Saat diperiksa di rumah sakit, muadzin ini harus terus didampingi karena fungsi penglihatannya semakin menurun. Pada akhir Juni 2017 kurir #SR kembali menemui Pak Syarif di rumahnya yang sempit. “Setelah Lebaran, insya Allah, saya akan ke RSHS lagi,” kata Pak Syarif. Dia masih membutuhkan bantuan dan dukungan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberinya santun untuk biaya transportasi, membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Syarif menderita neurofibromatosis


IIS BINTI ADIN (38, Batu Ginjal). Alamat : Kampung Langgohar RT 2/8, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Teh Iis –begitu panggilan sehari-harinya—tak bisa lagi menjalankan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga setelah ia kerap merasakan sakit saat buang air kecil. Dari hari ke hari, ia juga merasakan seringnya dorongan untuk buang air kecil yang ia rasakan amat menyakitkan. Sejak akhir tahun 2016 ia hanya bisa berbaring dan sulit tidur. Suaminya, Pak Emay (47), telah membawa periksa Teh Iis ke dokter praktek dan Puskesmas terdekat di Kecamatan Sukawening. Menurut seorang dokter, Teh Iis menderita sakit kencing batu. Karena tidak ada perbaikan, ia kemudian diperiksakan ke RSUD Garut. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah, urine, rongent, Teh Iis diharuskan berobat jalan selama 3 bulan. Sejal bulan Februai 2017, keadaannya bertambah parah. Pada pertengahan April 2017 Teh Iis diperiksakan lagi ke RSUD Selamet Garut dan dirawat 43 hari. Karena kondisinya tak kunjung membaik, pihak rumah sakit kemudian merujuk penanganan medisnya ke RSHS Bandung, ke Poli Urologi. Akan tetapi, suaminya tak langsung membawanya berobat/periksa ke RSHS Bandung karena tidak ada biaya padahal mereka amat bersemangat untuk terus berobat. “Kami ingin ke Bandung tapi kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya hanya tukang sol sepatu,” kata suaminya. Informasi tentang keinginan Teh Iis dan suaminya tuk melanjutkan ikhtiar sehatnya di RSHS Bandung akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, ia kemudian dijemput ke rumah orangtuanya untuk diajak tinggal di RSSR Bandung sambil berobat ke RSHS Bandung. Setelah hampir sebulan menjalani pemeriksan untuk mendiagnosa penyakitnya di rumah sakit rujukan pusat itu, alhamdulillah, pada 21 Juni 2017 ia mendapatkan tindakan operasi yang berjalan lancar. Sehari sebelum Idul Fitri 1438 diperbolehkan pulang setelah menjalani pemulihan dalam perawatan tim medis. Ibu Iis memilih tinggal dan berlebaran di di RSSR Bandung. “Sungguh Lebaran kali ini akan kami kenang dan membawa keberkahan tersendiri,’ kata suaminya. Pada 3 Juli 2017 Ibu Iis harus menjalani kontrol pertama mpascaoperasi itu. Ia masih mmbutuhkan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Ibu Iis binti Adin. Bantuan Ke-2 yang diterima suaminya di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, membeli pampers, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Iis menderita batu ginjal


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11 September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali diperika di Puskesmas dan diterapi urut. Pada 30 November 2015, kurir #SR bersilaturahmi kembali ke rumah orangtuanya. Kondisinya masih belum menggembirakan. Begitu juga, pada 12 Februari 2016, saat dikunjungi #kurir #SR, Pak Didin mengutarakan rencananya untuk berobat lagi pada 16 Februari 2016. Alhamdulillah pada bulan itu ia mendapatkan bantuan. Pada akhir Mei 2016 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Didin harus kontrol dan terapi. Walaupun tidak sempat mengantarnya berobat, pada bulan ini kurit #SR memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobatnya. Pada minggu kedua bulan September 2016, kurir #SR kembali menjenguk Pak Didin di rumah panggung milik orangtuanya, dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Pak Didin. Kondisinya membaik secara psikis, tetapi ia masih harus menjalani terai. Pada pertengahan Desember 2016, Pak Didin menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa ia harus kontrol dan periksa rutin ke Puskesmas. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan kemudian dapat menjenguknya lagi di rumah sempit milik orangtuanya dan dapat menyampaikan bantuan lanjutan kepada bapak satu anak ini. Pada pertengahan April 2017 Pak Didin menghubungi kurir #SR di Bandung, yang kemudian menjenguknya sambil menyampaikan bantuan. Pada minggu terakhir bulan Juni 2017 saudara Pak Didin mangabarkan bahwa Pak Didin masih harus kontrol. Bersyukur kurir #SR dapat menemui Pak Didin Syaefudin di rumah orangtuanya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholiks, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk ikhtiar kesembuhan Kang Didin Syaefudin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Didin menderita keropos tulang pinggul


UYUM BINTI ARJU (73, Katarak + Lumpuh). Alamat: Kampung Nyalindung RT 3/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ma Uum –begitu panggilannya– dikenal warga tempat tinggalnya kini sebagai “janda tua sebatang kara”. Dari beberapa kali pernikahannya, ia tidak memiliki keturunan. Saudara sekandungnya sudah lama meninggal dunia; begitu juga orangtua dan suami terakhirnya. Satu-satunya harta peninggalan yang ia miliki adalah rumah kecil sederhana yang kini sudah berpindah tangan. Untung saja ada warga yang berempati kepadanya, membawanya tinggal serumah, dan mengurusnya seperti orangtua sendiri. Ma Uum memang layak dibahagiakan. Apalagi kedua matanya tak bisa melihat lagi sejak bulan September 2015. Gelap! Dunia semakin gelap baginya! Tragisnya, ia belum pernah memeriksakan diri ke dokter apalagi berobat ke rumah sakit. Kartu Jamkesmas yang telah ia miliki hilang bersama Kartu Tanda Pendudik (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kisah pilu anak cucu Adam-Hawa ini sampai kepada #SedekahRombomgan atas informasi warga kepada kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan bisa berkunjung ke tempat tinggalnya yang sekarang, yaitu di rumah keluarga Bu Anih S yang sempit, gelap, dan sederhana. Menurut keterangan Bu Anih, kegiatan utama Ma Uum setiap hari hanya duduk, beribadah, berdoa, berbaring dan tidur. Ketika diajak bercakap-cakap, Ma Uum sendiri sempat mengutarakan keinginannya untuk memeriksakan matanya ke rumah sakit. Mata Ma Uum diduga menderita katarak. Berempati atas apa yang dialami Ma Uum, alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan dan terus mendampinginya berobat, dibantu warga dan pengurus RW setempat. Doa Ma Uum selama ini tak sia-sia. Kehadiran #SR telah membukakan secercah harapannya untuk kembali melihat kekuasaan Allah Swt di muka bumi. Setelah dibuatkan Kartu Keluarga (KK) baru dan Kartu BPJS, Bu Uum semakin bersemangat untuk berobat ke RSUD Soreang dan RS Mata Cicendo. Pada akhir Mei 2016 kurir #SR menjenguknya untuk yang keempat kali dan memberinya bantuan lanjutan. Sampai bulan Desember 2016 kondisinya belum ada perbaikan. Tindakan operasi katarak belum bisa dilaksanakan karena retinanya sudah rusak. Ia juga kini mengalami kelumpuhan. Sampai Juni 2017, warga dhuafa ini masih didampingi Sedekah Rombongan, karena ia layak terus dibantu untuk bertahan hidup dan mengupayakan kesembuhan. Karena itu, untuk melanjutkan pengobatannya, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kepada Bu Uyum binti Arju yang digunakan untuk biaya transportasi ke Puskesmas dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Uyum menderita katarak + lumpuh


ANNISA BINTI WAWAN (6, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT 2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, Alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015, Kurir #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Bandung. Pada awal Oktober 2015 Annisa mengalami kejang-kejang. Ia kemudian diperiksakan ke bidan dan Puskesmas. Ibunya Annisa, Bu Isma sendiri sedang mengandung anak ketiga. Dua kali Bu Isma diantar MTSR kontrol rutin pekembagan kehamilannya. Dokter Kandungan RSUD Soreang menduga kelahirannya melalui operasi. Dan pada 17 November 2015 Bu Isma melahirkan putri ketiganya melalui operasi cessar. Sementara itu kondisi anak keduanya, Annisa memburuk. Hampir setiap malam ia kejang dan demam. Pada pertengahan Januari 2016 kurir #SR menemui Annisa dan keluarganya untuk pemeiksaan rutin ke RSUD Soreang. Secara medis, tindakan terakhir untuk mengurangi cairan dan pembesaran kepalanya adalah operasi. Akan tetapi, sampai saat ini tindakan itu belum dilaksanakkan, menunggu kesiapan kedua orangtuanya. “Kami masih trauma Pak. Sudah dua kali Annisa dioperasi, tetapi kepalanya masih seperti itu,” jawab ibunya ketika ditanya kurir mengapa tindakan operasinnya selalu ditunda. “Bantu kami membeli obat untuk menangani Annisa kalau kejang dan kebutuhan susu. Apalagi, kami bulan ini (Februari 2016, red.) harus ikut suami ke Cirebon,” tambahnya. Selama Annisa tinggal di Cirebon, alhamdulillah empati sedekaholics #SR terus disampaikan. Pada awal Mei 2016 Annisa dan ibunya pulang ke kampung halaman tempat Ibu Isma dibesarkan. Saat dikunjungi kurir #SR, ibunya Annisa menyatakan bahwa Annisa akan diperiksakan kembali secara rutin ke rumah sakit, karena kondisinya semakin menurun. Pada bulan Mei 2016 bersyukur kurir #SR dapat menyampaikan bantuan untuk biaya berobat dan biaya sehari-hari Annisa dan keluarganya. Pada akhir Agustus 2016 ibunya Annisa memberitahu kurir #SR di Bandung bahwa kondisi Annisa kembaali menurun drastis. Ia tak mau menerima asupan makanan dan lingkar kepalanya membesar. Saat dikunjungi, kondisi Annisa memanga amat mengkhawatirkan. Ia masih harus menjalani terapi dan penanganan lainnya di rumah sakit. Dengn doa semua dan bantuan paramedis, bersyukur Annisa dapat diangani dengan baik. Pada akhir November 2016, ibunya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa pada telinga kiri Annisa ada luka yang terus membesar. Beberapa hari kemudian kurir SR menemui Annisa dan ibunya di rumah kontrakan, kemudian membawa Annisa periksa ke Pukesmas Kopo dan RSUD Soreang. Annisa dianjurkan untuk kontrol rutin dua kali dalam seminggu ke rumah sakit. Pada Januari 2017 kurir #SR mengunjungi Annisa dan keluarganya setelah ibunya meminta bantuan untuk menguruskan tagihan Iuran BPJS serta biaya untuk membeli obat dan susu, dan alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantunya. Pada April 2017 Ibu Isma menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa Annisam dirawat inap di RSUD Soreang dan mebutuhkan bantuan. Bersyukur saat itu kurir SR sempat menjenguk Annisa dan menyampaikan bantuan. Setelah dirawat semingga, penanganan medis Annisa dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Pada akhir Juni 2017 ia didampingi ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan. Tim medis memutuskan tindakan operasi untuk mengurangi cairan di kepalanya yang terus membesar. Kondisinya semakin menurun. Annisa juga sempat diperiksa dengan CT-Scan. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali sedekaholics #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk Annisa. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya membayar iuran BPJS serta membeli obat dan susu. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Annisa menderita hydrochepalus


WATI BINTI MAJA (63, Bengkak Jantung). Alamat: Kampung Astakarama RT 2/13 Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan dua anaknya yang sudah berkeluarga, Bu Wati tinggal di rumah panggung sederhana hasil jerih payah mereka. Seperti suaminya, Atang Mustaja (70), Bu Wati pun dikenal warga sebagai pekerja keras. Sehari-hari dia bekerja di kebun atau sawah sebagai buruh tani harian dengan upah tak seberapa. Pekerjaannya pun tidaklah menentu. Tetapi sejak akhir Maret 2016 ia tidak bisa lagi bekerja membantu suaminya mencari nafkah untuk keluarga. Bu Wati sakit-sakitan. Awalnya dia mengalami demam tinggi berkepanjangan, juga sering mual dan sakit di perutnya. Bahkan ia pernah secara mendadak tak sadarkan diri selama beberapa waktu. Empat kali keluargan Bu Wati membawanya periksa ke dokter praktek dan klinik dengan biaya sendiri, hasil pinjaman dari pihak ketiga. Walaupun telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk fasilitas berobat, saat itu Bu Wati tidak menggunakannya karena ia dan keluarganya belum tahu cara memanfaatkannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa dokter, diduga ia mengalami pembengkakan di jantungnya. Salah seorang anaknya kemudian menghubungi kurir Sedekah Rombongan di Bandung. Ia berharap ibunya bisa diperiksakan ke rumah sakit. Pada pertengahan April 2016 kurir #SR di Bandung kemudian menjenguk Bu Wati di rumahnya. Setelah mendoakan kesembuhan bagi Bu Wati, lalu dijelaskan pula cara menggunakan Kartu KIS sebagai fasilitas berobat ke rumah sakit. Bu Wati dan keluarganya sangat bergembira. Ia tidak terlalu khawatir memikirkan biaya rumah sakit seperti yang ditakutkannya selama ini. Pada kesempatan kenjungan itu, dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah kurir #SR juga dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa kepada Bu Wati dan keluarganya yang digunakan untuk biaya berobat. Pada pertengahan Juli 2016 anaknya mengabari kurir #SR bahwa kondisi Bu Wati menurun. Ia kumudian diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang. Tim medis memutuskan bahwa Bu Wati harus kontrol rutin ke Puskesmas dan rumah sakit. Buruh tani ini masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Alhamdulillah pada Agustus 2016, kembali kurir #SR memberinya bantuan untuk Bu Wati dan keluarganya. Pada pertengahan Februari 2017 anaknya menghubungi kurir #SR mengabarkan bahwa ibunya harus kontrol ke rumah sakit. Dengan bantuan sedekaholiks #SR, pada bulan itu #SR juga memberinya santunan. Pada Juni 2017, kurir #SR di Bandung menjenguk Bu Wati di rumahnya, setelah mendapatkan kabar bahwa kondisinya menurun. Kedua kakinya membengkak dan ia tak bisa berjalan. Bersyukur ia sempat diperikskan ke Poli Dalam RSUD Soreang. Dia dianjurkan untuk kontrol rutin lagi seminggu sekali. Karena Ibu Wati masih membutuhkan bantuan, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk ibu yang tabah ini. Bantuan ke-4 yang dia terima di rumahnya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke Puskesmas dan RSUD Soreang serta biaya sehari-hari keluarga dhuafa ini. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Wati menderita bengkak jantung


AI MELA MUSTIKASARI (20, Usus Buntu). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 3/1, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Ai adalah seorang IRT yang sedang mengandung bayi berumur 7 bulan dan ternyata ia harus segera melahirkan secara prematur meskipun usia kandungannya belum menginjak 9 bulan. Bu Ai kemudian memilih melahirkan di puskesmas dibantu bidan setempat. Masalah muncul saat ari-ari bayi tidal bisa dikeluarkan karena ada masalah dengan perut Bu Ai dan harus segera dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ternyata, Bu Ai mengalami usus buntu dan harus segera diperasi. Hingga hari ini, Bu Ai sudah dirawat selama dua minggu dengan jaminan KIS. Suaminya, Saepulloh (27) yang bekerja sebagai buruh bangunan merasa keberatan dengan biaya obat yang harus dibeli apalagi ia mesti berhenti bekerja selama beberapa hari dan otomatis pendapatan menjadi minim. Pak Saep harus meminja pada saudara untuk kesembuhan istrinya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Ai di RSUD dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk bekal selama pengobatan dan akomodasi. Semoga Bu Ai segera sembuh dan kembali pulang ke rumah untuk merawat bayinya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade Buser

Ai menderita usus buntu


DENTI FATIMAH (17, TB Paru). Alamat: Kp. Cibereum, RT 2/3, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Denti adalah seorang siswa SMA yang duduk di kelas XI tapi sayangnya, ia sering sekali bolos sekolah karena penyakit yang dideritanya. Sejak di bangku SMP, Denti sudah menderita TB Paru karena lingkungan rumahnya yang penuh dengan asap rokok dari beberapa anggota keluarga sehingga Denti harus menjadi korban dan menjadi perokok pasif. Ia sering mengeluh kalau dadanya terasa sesak dan sakit sekali ketika bernapas, saat pertama kali diperiksa, Denti kaget dan merasa sedih karena umurnya masih remaja namun harus menanggung penyakit yang tidak bisa dibilang ringan. Dua minggu yang lalu, paru-parunya sudah semakin parah dan ia harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya selama beberapa hari dengan jaminan BPJS tanpa jaminan kesehatan. Ayahnya, Enuh (55) dan ibunya, Elis (45) bekerja sebagai buruh tani. Mereka berpikir keras bagaimana harus membiayai biaya rawat inap anaknya yang menghabiskan ratusan ribu rupiah karena pendapatan sehari-hari hanya bisa mencukupi untuk makan. Untuk biaya sekolah Denti, terkadang mereka meminjam uang ke tetangga atau kerabat. Mereka tinggal di rumah kurang layak huni bersama 3 anak lainnya yang masih sekolah karena atapnya sudah bocor di mana-mana. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu keluarga ini saat mereka sedang kebingungan di rumah sakit dan kemudian kurir menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk biaya pengobatan dan akomodasi selama Denti dirawat di RS. Mudah-mudahan Denti segera sembuh dalam proses pengobatan yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan dan ia bisa kembali bersekolah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade Buser

Denti menderita TB paru


IKA SUMARTIKA (49, Kanker Payudara). Alamat: Cikalang Girang, RT 7/4, Kel. Kahuripan, Kec .Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara. Gejala awal yang beliau rasakan adalah meriang dengan adanya benjolan di kedua payudarnya. Ketika itu beliau tidak menyadari bahwa benjolan yang ada pada kedua payudaranya itu adalah kanker, beliau mengira itu hanya gigitan binatang kecil seperti semut atau serangga lain. Maklum, beliau kurang paham tentang penyakit-penyakit berat seperti kanker. Beliau tidak memeriksakan benjolan pada kedua payudaranya karena keterbatasan biaya. Namun dengan berjalannya waktu, benjolan yang ada pada payudaranya itu semakin membesar dan terasa nyeri. Meriang pun semakin sering beliau rasakan. Beliau hanya mampu berobat ke Puskesmas saja walaupun sudah diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal itu dikarenakan suami beliau tidak mampu membiayai pengobatan. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Ibu Ika memaksakan diri untuk berobat ke RSUD namun hasilnya sangat mengejutkan, ia positif terkena kanker payudaya dan beliau harus melakukan operasi di RSHS Bandung. Tetapi ia tidak melanjutkan pengobatannya dengan alasan keterbatasan biaya. Lama-lama, penyakit yang beliau idap semakin mengkhawatiran, benjolannya semakin membesar dan mengakibatkan Ibu Ika tidak bisa kemana-mana, beliau hanya bisa berbaring dan pasrah dengan kondisinya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, dengan seizin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Ika. Alhamdulillah, pada akhirnya Ibu Ika bisa melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulilah, kondisi terkini Ibu Ika pasca operasi menunjukkan perkembangan yang baik meskipun masih harus berobat dengan Jamkesda. Ibu Ika adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan seorang suami bernama Bapak Asep Purnama (49) yang bekerja sebagai buruh bangunan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan Jamkesda dan akomodasi sehari-hari selama Bu Ika menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Semoga dengan bantuan yang diberikan melalui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Ika semakin membaik dan sembuh dari penyakitnya. Keadaan Bu Ika sekarang sudah membaik namun masih harus menjalani pengobatan. Semoga Ibu Ika juga senantiasa diberikan kesabaran oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ika menderita kanker payudara


HANA NUR HALIMAH (7, TOF). Alamat : Kp. Nyempet, RT 4/ 2, Desa Padakembang, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Hana harus berobat ke Pukesmas 2 minggu sekali karena ia didiagnosa gagal jantung. Sayangnya, belum ada perubahan yang berarti, kemudian Hana mencoba pengobatan alternatif 1 bulan sekali selama 6 bulan. Pernah beberapa kali ia dirawat di RS SMC Singaparna karena jika sedang kambuh, Hana merasakan sesak nafas dan badan serta tangannya membiru. Sebenarnya Hana sudah mendapatkan rujukan ke RSHS dan harus menjalani pemeriksaan ECHO karena di RS SMC Singaparna belum ada fasilitas tersebut, namun karena tidak ada biaya, akhirnya Hana hanya dibiarkan berobat seadanya di rumah, maklumlah Pak Mulyana (50), ayah Hana hanya seorang buruh bangunan dengan tanggungan 6 orang, yang lebih sering menganggur karena sepinya pekerjaan. Ketika bertemu dengan #SedekahRombongan, Hana belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan sehingga Kurir SR segera mengajukan pembuatan Jamkesda untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Hana menjalani pengobatan di RSUD SMC. Sebelumnya Hana masuk di Rombongan 882. Semoga Hana kondisinya membaik dan dapat bersekolah seperti teman-temannya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Juni 2017
Kurir:@ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Hana menderita TOF


ECIN BINTI TAMAMI (63, Infeksi Paru Aktif). Alamat : Kp Cimuncang, RT 4/4, Desa Gunung Sari, Kec. Sukaratum, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Ecin menderita penyakit infeksi paru akut. Berawal dari rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi dari hari ke hari. Semula, Bu Ecin masih bisa menahannya namun lama-kelamaan ia pun tumbang dan memaksakan diri untuk berobat ke puskesmas terdekat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Bu Ecin terkena infeksi paru aktif dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk dirawat secara intensif namun Bu Ika menolak dan akhirnya hanya berobat di rumah. Beberapa hari setelah itu, Bu Ika tak sadarkan diri dan keluarganya pun membawanya ke RSUD dan dirawat inap selama 5 hari. Bu Ika sekarang hidup menjanda dengan satu anak dan hanya bergantung pada belas kasihan tetangganya karena kini ia sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan pada Bu Ecin untuk biaya berobat dan akomodasi. Kondisi terkini, Bu Ecin kembali memburuk dan harus berobat lagi ke rumah sakit. Semoga penyakit Bu Ecin segera diangkat oleh Allah dan diberi ketabahan yang luas. Aamiin. Sebelumnya ada di Rombongan 991.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 April 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ecin menderita infeksi paru aktif


FAIRUS SAFANA (2, Hidrosephalus+ TB Paru). Alamat: Kp. Talaga , RT 1/8, Desa Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika dilahirkan, keadaan fisik Fairus sudah terlihat tidak normal. Kepalanya yang membesar tidak seperti bayi kebanyakan. Orangtuanya sudah membawanya ke puskesmas sampai ke rumah sakit untuk ditangani. Berkali-kali keluar masuk rumah sakit hingga berobat jalan selama lima bulan pernah Fairus jalani. Namun, sampai sekarang keadaannya masih memprihatinkan karena tidak ada perubahan yang menggembirakan. Keluarga Fairus sudah berusaha mengobati buah hatinya ini sesuai dengan kemampuannya, tapi kemampuan perekonomian mereka sangat terbatas. Bulan April 2015 Fairus diduga menderita hernia, namun yang akan didahulukan adalah pengobatan TB Parunya dulu, serta terapi yang harus ia jalani di klinik swasta. Fairus bulan Mei 2016 masih menjalani terapi rutin TB Paru dan terapi gerak utuk melatih syaraf motoriknya di klinik swasta.Ayahnya, Hidayatullah (36) hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sebenarnya Fairus mempunyai jaminan kesehatan Jamkesda, tapi ayahnya mempunyai tujuh anak yang harus dibiayai dan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk bekal selama berobat di rumah sakit. Sehingga ketika menerima bantuan dari #SedekahRombongan yang berasal dari donasi para Sedekaholics, mereka mengungkapkan kelegaannya. Santunan #SedekahRombongan disampaikan kembali untuk biaya terapi dan pengobatan Fairus selama bulan Februari 2017 di RSUD dr. Soekardjo dan klinik Syifa Medina Tasikmalaya, untuk biaya transportasi, akomodasi sehari-hari, biaya terapi, dan membeli asupan makanan bergizi agar kondisinya tetap stabil dan untuk meningkatkan gizi Fairus yang juga mengalami perkembangan badan yang agak terlambat. Keadaannya sekarang masih belum stabil dan masih harus melakukan pengobatan. Semoga Fairus dapat segera sembuh dan merasakan kegembiraan seperti anak-anak yang lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 991.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Fairus menderita hidrosephalus+ TB paru


TOHA BIN NUKDI (70, Patah Tulang Paha). Alamat : Kp. Nangoh RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak tiga minggu yang lalu, Pak Toha mengalami patah tulang paha bagian kanan. Awal kejadiannya ketika ia sedang duduk dan bermaksud untuk berdiri, tapi ketika ia sudah berdiri mengalami pusing kepala yang mendadak dan akhirnya ia terjatuh sehingga kakinya kanannya terbentur ke tembok lantai dan patah. Ia pun sempat tak sadarkan diri beberapa menit akibat benturan tersebut. Kondisi terkini Pak Toha hanya bisa berbaring di tempat tidur. Ia tidak berdaya sehingga buang air kecil, buang air besar dan yang lainnya ia lakukan di tempat tidurnya. Pak Toha sehari-hari berprofesi sebagai buruh dagang keliling sayuran milik orang lain. Ia punya tanggungan seorang istri bernama Ibu Ijoh (67) yang mengidap penyakit paru-paru dan harus berobat jalan tiap sebulan sekali, ditambah juga Pak Toha harus membiayai cucunya, Sidik (19) yang sudah tidak punya ayah karena meninggal beberapa tahun silam. Tanggal 19 September, Pak Toha menjalani kontrol ke RSUD dr. Soekardjo dengan jaminan KIS. Sekarang, kondisinya semakin memperihatinkan dan hanya bisa berbaring di atas kasur. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu biaya pengobatan di luar jaminan kesehatan serta membantu meringankan beban untuk akomodasi bagi keluarga yang mengalami cobaan dari Allah ini. Semoga Allah memberikan kesembuhan bagi Pak Toha. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR @adiabdillah

Pak Toha menderita patah tulang paha


DIAH BINTI SURAEJI ( 60, DX Melena ). Alamat: Kp. Ranca Sengang RT 5/8, Kel Cibunigelis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Bu Diah mengalami pendarahan hebat ketika ia sedang buang air besar. Sempat berobat ke puskesmas seminggu sekali namun kini berhenti karena kehabisan biaya untuk menyewa transportasi. Bu Diah sempat dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya selama 10 hari dan menurut dokter HB-nya hanya 5,6 saja. Keadaannya sudah hampir kritis. Suaminya, Oleh (65) bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya dan penghasilannya hanya 10-20 ribu per hari. Ia sempat kebingungan dengan biaya berobat dan terkadang meminjam uang ke tetangga. Mereka punya dua anak namun rumahnya agak berjauhan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Diah atas informasi dari salah satu keluarganya. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah memberi kesembuhan pada Bu Diah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Diah menderita DX melena


IYA YAHYA (74, Radang Usus Buntu + Penyumbatan Saluran Pembuangan). Alamat: Jl. Benda, RT 1/4, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun ini, Pak Iya mengalami radang di ususnya. Awalnya hanya sakit biasa, namun pada hari kedua rasa sakitnya semakin kuat dan menjadi akhirnya ia memeriksakan diri ke puskesmas dan dinyatakan terserang usus buntu. Pak Iya kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya karena ia harus dirawat inap dan harus dioperasi mengingat saluran pencernaannya mengalami penyumbatan. Namun, ada masalah muncul, Pak Iya menolak karena merasa keberatan dengan biaya yang lumayan besar karena jaminan kesehatan yang Pak Iya punya hanya bisa menutup setengah biaya operasi. Akhirnya, operasinya ditunda dan menunggu dana terkumpul hingga 5 juta sambil berobat jalan. Untuk berobat jalan, Pak Iya melakukan ECHO yang menghabiskan biaya 750 ribu seminggu. Pak Iya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan 20-30 ribu per hari, dan sekarang peran tulang punggung harus digantikan istrinya yang bekerja sebagai buruh cuci. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Pak Iya dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pengobatan ECHO di RS Jasa Kartini. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 995. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada Pak Iya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal: 20 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Eros

Bu Iya menderita radang usus buntu + penyumbatan saluran pembuangan


EDAH BINTI JUHARDI (87, Katarak + Lumpuh). Alamat: Dusun Pamegatan, RT 19/6, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga tahun ini, Bu Edah tidak bisa melihat karena penyakit katarak yang dideritanya. Awalnya, mata Bu Edah hanya mengalami kerabunan parah namun lama-kelamaan matanya sudah tidak berfungsi karena kini pandangannya gelap dan sudah tidak bisa melihat sama sekali. Karena kebutaannya, sekarang ia tak bisa beraktivitas dan hanya bisa berbaring di atas matras. Bukan hanya itu, kakinya juga sudah lumpuh dan Bu Edah tidak bisa berjalan lagi. Jika ia ingin pergi dari kamarnya ke ruangan lain, maka ia akan menyeret kakinya sekalipun ia akan buang air kecil dan besar. Karena keterbatasan biaya, Bu Edah dan keluarga tidak pernah memeriksakan penyakitnya dan tidak pernah meminum obat sama sekali, beliau juga tidak mempunyai jaminan kesehatan. Bu Edah sudah hidup menjanda selama beberapa tahun karena suaminya sudah meninggal, dan ia dirawat oleh dua anaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Edah dan menyampaikan santunan untuk biaya pemeriksaan supaya kedua mata dan kaki Bu Edah bisa diobati. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 30 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Edah menderita katarak + lumpuh


MELMI BIN ISMAIL (65, Gagal Ginjal + Serangan Jantung + Diabetes Mellitus). Alamat: Jl. Kebangsaan, RT 4/6, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga minggu ini, Pak Melmi dirawat di RS Jasa Kartini Kota Tasikmalaya karena penyakit gagal ginjal dan diabetes mellitus yang sudah menyerangnya selama beberapa tahun terakhir. Awalnya, ia hanya merasakan sakit di perut bagian kiri dan kemudian gula darahnya juga naik hingga akhirnya beberapa kali kondisinya melemah dan terpaksa harus dirawat inap di RSUD Tasikmalaya namun dirujuk ke RS Jasa Kartini. Akibat dari penyakitnya tersebut, ia harus cuci darah selama seminggu sekali dengan biaya mencapai jutaan rupiah. Bukan hanya itu saja, Pak Melmi menderita sakit jantung dan harus dilakukan pemasangan ring dan biayanya tidak sedikit meskipun ia mempunyai jaminan KIS karena ada beberapa obat yang mesti ditebus. Pak Melmi bekerja sebagai tukang jahit dan karena sakit, maka terpaksa ia harus berhenti dari perannya sebagai tulang punggung dan digantikan istrinya yang kini bekerja serabutan. Keluarga Pak Melmi sudah kesulitan mencari pinjaman karena hutang mereka sudah besar. Alhamdulillah, atss informasi dari para tetangga akhirnya Sedekah Rombongan bisa menjenguk Pak Melmi di RS Jasa Kartini dan menyampaikan bantuan dana untuk meringankan biaya pengobatan. Mudah-mudahan, semua penyakit yang diidap Pak Melmi segera diangkat oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Erwin

Bu Melmi menderita gagal ginjal + serangan jantung + diabetes mellitus


EEM BINTI ENJON (58, Kista Ovarium). Alamat: Kp. Nyalindung, RT 23/4, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Selama hampir satu dekade, Bu Eem selalu sakit-sakitan karena sistem imunnya yang lemah. Namun, setahun ini penyakitnya semakin parah dan perutnya semakin membesar karena kista ovarium. Perut Bu Eem terlihat seperti sedang hamil besar dan ia sering kesusahan berjalan. Karena keterbatasan biaya, awalnya ia memilih pengobatan tradisional namun karena tidak ada kemajuan yang berarti ia memeriksakan diri ke RS SMC Singaparna dan ternyata harus dirujuk lagi ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Di RS, ia dirawat inap selama beberapa hari dan kembali harus dirujuk ke RSHS Bandung karena keterbatasan alat medis. Dalam waktu dekat, Bu Een harus segera melakukan tindakan operasi untuk mengangkat kista di rahimnya. Suaminya, Omon (56) bekerja sebagai tukang cilok keliling dengan pendapatan tidak seberapa. Keluarganya kebingungan karena jaminan kesehatan yang mereka punya hanya bisa menutup setengah biaya pengobatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Bu Eem dan mengunjungi kediaman beliau yang letaknya di bawah kaki gunung dan dekat dengan perkebunan. Bantuan dana untuk berobat dari para Sedekaholics agar meringankan biaya akomodasi dan obat demi kesembuhan Bu Eem. Ke depannya, Bu Eem akan didampingi sampai sembuh. Semoga Allah memberi kemudahan untuk proses pengobatan Bu Eem. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Eem menderita kista ovarium


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembuatan SIM driver MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya selama tanggal Juni 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp 1.550.000,-
Tanggal : 3 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


EJEN ZENAL ARIPIN (67, Hypertensi). Alamat: Kp. Sindangkasih, RT 2/2, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak enam Bulan lalu, Pak Ejen mengidap penyakit darah tinggi yang mengakibatkan kepalanya menjadi pusing hebat. Seluruh pekerjaannya menjadi terhambat dan akhirnya Pak Ejen hanya bisa rebahan di atas ranjang. Saat memeriksakan diri ke puskesmas ternyata ia mengidap penyakit Hipertensi dengan tekanan hingga 250. Sempat berobat ke rumah sakit dan dirawat selama hampir seminggu dan ketika akan melanjutkan berobat jalan ia memilih tak melanjutkannya karena punya kendaraan bermotor jaminan kesehatan juga tak punya. pak Ejen hidup bersama istrinya, Oko (53) yang bekerja sebagai buruh cuci harian dengan pendapatan 20-30 ribu perhari. Sehari-harinya Pak Ejen berjualan beras di rumahnya untuk menyambung hidup dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Ejen mempunyai tiga anak yang semuanya sudah menikah dan tinggal berjauhan. Pak Ejen dan istri tinggal di rumah petak yang tidak layak huni dan hampir runtuh karena terbuat dari anyaman bambu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan diberi kesempatan untuk bertemu dengan Pak Ejen dan santunan pun diberikan untuk membantunya membeli obat karena ia tak punya jaminan kesehatan. Semoga penyakit Pak Ejen segera diangkat dan bebannya diringankan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Ejen mengidap penyakit darah tinggi


TITING BINTI JUHRI (49, Maag Kronis + TB Paru). Alamat: Kp. Cisitu, RT 5/8, Kelurahan Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak setahun lalu, Bu Titing terserang penyakit TB Paru dan rutin berobat ke puskesmas. Awalnya, ia sering terlihat lemas dan cepat lelah, dadanya pun terasa sakit dan sesak. Beberapa kali keluar-masuk RS untuk rawat inap namun masih tak ada kesembuhan yang bisa ia peroleh malah penyakitnya semakin kronis dan sekarang hanya bisa berbaring di rumah karena kehabisan dana untuk berobat ditambah ia tak mempunyai jaminan KIS. Bebannya semakin bertambah dengan maag yang dideritanya karena sering melewatkan waktu makan. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu dan Bu Titing tinggal bersama saudara perempuannya di daerah yang agak terpencil dan ia tak punya anak sama sekali. Bu Titing, sehari-harinya bekerja sebagai penjahit dan menerima orderan dari tetangganya, terkadang ia juga menganggur karena sepinya pekerjaan. Atas informasi dari tetangganya, kurir Sedekah Rombongan segera pergi ke rumah Bu Titing untuk menjenguk dan menyampaikan bantuan untuk biaya obat dan akomodasi supaya ia bisa menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Titing terserang penyakit TB Paru dan maag kronis


DAFFA AINUR ROHMAN (2, Meningitis). Alamat : Dusun Pahing, RT. 4/1, Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Daffa adalah nama panggilan seorang anak balita yang mengidap penyakit meningitis. Sejak 2 minggu lalu, kesehatan Daffa terganggu dengan gejala berupa panas tinggi yang disertai kejang dan diare. Kedua orang tua Daffa segera memeriksakan Daffa ke Puskesmas Darma untuk mendapat perawatan medis, namun pihak Puskesmas merujuk Daffa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Akhirnya Daffa harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Pihak dokter menjelaskan bahwa Daffa menderita meningitis. Saat ini Daffa masih menjalani perawatan. Kondisinya juga belum membaik karena masih sering panas tinggi, kejang dan juga diare. Bahkan, saat ini fases Daffa mengeluarkan darah. Setelah hampir beberapa hari menjalani perawatan, Allah berkehendak lain, Daffa menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 29 Juni 2017. Daffa menggunakan jaminan kesehatan BPJS jenis JKN-KIS PBI selama menjalani pengobatan. Akan tetapi, kedua orang tua Daffa sudah kehabisan biaya untuk akomodasi selama di rumah sakit dan juga biaya membeli obat diluar jaminan BPJS. Ayah Daffa, Bapak Jumed Adirahman (40) hanya bekerja sebagai butuh serabutan yang penghasilannya pas-pasan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Sedangkan Ibu Daffa, Ibu Wiwi Yulyani (34) seorang ibu yang kesehariannya hanya mengurus rumah tangga. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Daffa sehingga santunan kematian dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Daffa untuk biaya pengurusan jenazah Daffa. Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisiNya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Daffa menderita meningitis


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad juga telah menjalani beberapa kali biopsi di RSHS, hasil PA biopsi amad menunjukkan bahwa pembuluh darah di kaki Amad harus dipasangkan pen. Pada tanggal 28 Juni 2017, Amad kembali berangkat ke bandung untuk melakukan kontrol karna tim medis RSHS sudah memberikan kabar bahwa alat yang akan dipasang untuk menambal pembuluh darah Amad sudah ada. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (42) dan Ibu Castinah (38) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya Transportasi ke Bandung. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kedua belas kepada Amad untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 1012.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 28 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Amad menderita kanker tulang


ICOH BINTI MISJA (48, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT. 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tangal 14 Juli Ibu icoh kembali berangkat ke bandung untuk menjalani kemo ketiganya di RSHS. Selain kemo, saat ini Ibu Icoh harus menjalani sinar karna benjolan disekitar lehernya semakin membesar. Akan tetapi untuk sinar, Ibu Icoh harus kembali menjadwalkannya dengan tim medis rumah sakit. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan ketujuh dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Bu Icoh menderita kanker kelenjar getah bening


UPIN BINTI RASIM (53, Abdomen Massa/Tumor di Perut). Alamat : Dusun Manis, RT 2/1, Desa Ciputat, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Upin adalah salah satu pasien yang menderita penyakit tumor pada bagian perut, yaitu Abdomen Massa. Tumor abdomen itu sendiri adalah jenis kanker yang terjadi ketika ada pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel abnormal di abdomen (perut). Beliau menderita penyakit ini sejak bulan November 2016 lalu. Gejala awal yang beliau alami berupa perut yang terasa perih panas dan punggung terasa pegal. Kondisi beliau saat ini semakin memprihatinkan karena perut beliau semakin membesar dan sudah tidak bisa berjalan. Beliau sudah melakukan pengobatan di beberapa rumah sakit di daerah Kuningan, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dan Kuningan Medical Centre (KMC). Kemudian, beberapa waktu lalu beliau menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah hampir kurang lebih dua bulan Ibu Upin tidak menjalani kontrol, saat ini kondisi beliau sangat mengkhawatirkan. Perut Ibu Upin semakin besar dan semakin menutupi paha beliau, dan sering keluar cairan dari perut beliau. Pada tanggal 29 Juni, Kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa beliau ke IGD Rumah Saki Hasan Sadikin Bandung dan Alhamdulillah saat ini beliau sudah masuk ruangan dan sedang dalam ruang perawatan. Ibu Upin memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk meringankan biaya berobat. Akan tetapi, beliau tidak memiliki biaya transportasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Upin. Santunan awal pun dapat disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Upin untuk biaya transportasi menuju RSHS Bandung. Semoga kesehatan Ibu Upin semakin membaik dan lekas sembuh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Upin masuk kedalam Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji wawan

Bu Upin menderita abdomen massa/tumor di perut


BENCANA ALAM BANJIR BANDANG. Alamat : Dusun Deles, Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Temgah. Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sejak Sabtu siang hingga sore, menimbulkan bencana alam banjir bandang terjadi Sabtu (29/4/2017) pukul 14:30 WIB melanda 5 dusun 2 desa yaitu Dusun Nipis, Dusun Sambungrejo, Dusun Karanglo di Desa Sambungrejo dan Dusun Deles, Dusun Kalisapi di Desa Citrosono Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. 12 korban meninggal dunia yang berasal dari Dusun Nipis, Dusun Deles, dan Dusun Sambungrejo. Ke-12 korban meninggal adalah Slamet (50), Siti Mardlyiah (45), Nayla Sulistyorini (6), Supar (65), Sumisah (60), Kamira (29), Isma Soraya (1,5), Catur Deni Firmanto (35), Faza Zaidan (4), dan Pariyah (40), Sinem (70) dan Jamilatun Mar’ah (8). Adapun 4 korban luka berat antara lain Sumarlan (43), Aryati Rahayu (33), Alfiananda (6) dan Irfan Andriyani. Sebanyak 46 KK atau 170 jiwa mengungsi di masjid dan di rumah warga. Sebanyak 71 rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang yaitu 25 unit rumah rusak berat, 12 unit rusak ringan, dan 34 unit rumah terdampak. Dusun Deles yang di ketuai pak kadus yaitu bapak Ariyanto itu pada awalnya belum tersentuh bantuan dikarenakan lokasi yang jauh dan akses jalan menuju lokasi bencana agak sulit. Alhamdulilah kurir #SedekahRombongan dapat menyalurkan bentuan beras, sayuran, gula, teh, kopi, sepatu but, air minum, dan peralatan evakuasi. Semoga bantuan yang di berikan bermanfaat untuk warga Deles. Bapak Ariyanto selaku kadus di dusun Deles mewakili masyarakat Deles mungucapkan terima kasih kepada #SedekahRombongan atas kepedulian dan bantuan yang sudah di berikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.250.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @Saptuari @fathurrozaq82 @agus santoso

Bantuan beras, sayuran, gula, teh, kopi, sepatu but, air minum, dan peralatan evakuasi.


MOTHOWIF AL AHASAN (43, Low Grade Lipoma ). Alamat Kalibeber RT 2/5 Kel.Kalibeber, Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo, Prov. Jawa Tengah.Pak Muthowif adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab, apapun pekerjaanya dia lakukan demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Belakangan ini Pak Muthowif tidak bisa menafkahi keluarganya dikarenakan sering sakit dan harus keluar masuk rumah sakit. Terahir yang dirasakan oleh Pak Muthowif adalah sesak nafas, perut membesar dan kaki membengkak, sehingga keluarga segera membawa Pak Muthowif ke Rumah Sakit Umum di Wonosobo. Selama 6 hari Pak Muthowif dirawat intensif di RSUD Setjonegoro Wonosobo, hasilnya Pak Muthowif harus di rujuk ke Rumah Sakit Margono Purwokerto, karena ada indikasi tumor dalam tubuhnya, sehingga perlu penanganan lebih lanjut.Keluarga Muthowif sebenarnya mempunyai Jaminan Kesehatan BPJS Mandiri kelas III, untuk iuran bulanannya dibantu oleh sanak saudaranya, karena keluarga Pak Muthowif tidak mampu untuk mengiur.Keluarga Pak Muthowif tidak langsung menindak lanjuti perintah Dokter RSUD Wonosobo untuk membawa ke RSUD Margono Purwokerto dikarenakan tidak mempunyai biaya. Selama Pak Muthowif sakit, keluarga tersebut tidak ada penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, apalagi harus ditambah dengan biaya menunggu di luar kota, itu yang menjadi alasan mengapa Pak Muthowif tidak segera di rujuk ke RS Margono. Istri Pak Muthowif hanya seorang ibu rumah tangga, tanpa ada penghasilan, sehingga selama Pak Muthowif sakit, semua kebutuhan rumah tangganya di bantu oleh sanak famili yang dekat dengan rumah Pak Muthowif. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi dan memberikan bantuan dari para Sedekaholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan keperluan keluarga selama menunggu di RSUD Margono Purwokerto, Pak Muthowif dan istri sangat terharu dan berterima kasih kepada Sedekah Rombongan yang sudah membantunya, semoga Pak Muthowif segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 19 Juni 2017
Kurir : @MarjunulNP @Faturrozaq82,Tri Purwanto

Pak Multowif menderita low grade lipoma


RATNA SULISTYOWATI (46, Syaraf Kejepit). Alamat : Dusun Kauman Kepil RT 03 / RW 02 Desa Kepil Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Awalnya pada tahun 1994 pernah jatuh dari sepeda motor dengan posisi jatuh duduk saat itu hingga setahun tidak merasakan keluhan apapun. Namun setelah beberapa tahun kemudian merasakan sakit di sekitar pinggang, kemudian periksa di RSUD Purworejo pada tahun 1997 dan dirujuk ke RS Sardjito untuk operasi namun karena dokter operasi cuti pendidikan selama 3 bulan maka operasi diurungkan hingga saat ini. Selanjutnya pernah melakukan terapi pijat namun kondisi nya tidak membaik. Kondisi saat ini dia hanya dirumah saja hanya melakukan aktivitas kecil. Kondisi ekonomi minim karena suami nya sudah 2 bulan ini tidak pernah pulang dan memberikan nafkah. Saat ini Bu Ratna berharap kesembuhan namun karena keterbatasan biaya maka pengobatan terhenti. Alhamdulillah Bu Ratna dipertemukan dengan sedekah rombongan dan dapat berupaya berobat kembali dengan dana titipan dari sedekaholics. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga Bu Ratna kembali sembuh dan beraktivitas seperti dahulu.

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Tommy Pramudya

Bu Ratna menderita syaraf kejepit


MUHAMMAD HABIBULLAH (1, TGA IVS). Alamat : Dusun Srowol, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Dik Habib adalah buah hati dari pasangan Bapak Sarjoko dan Ibu Zulaikah. Dik Habib tinggal bersama kedua orangtua serta neneknya, Ayahnya bekerja sebagai penjual bakso keliling sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Dik Habib menderita TGA IVS atau kelainan fungsi dan struktur jantung bawaan sejak lahir. Dia lahir pada tanggal 3 Juli 2013 dengan kondisi biru pucat dan susah nafas.
Kemudian dipasang bas (balon) di RS Sardjito dan diopname selama 1 minggu. Pada bulan Agustus 2013 dibawa ke RS. Jantung Harapan Kita Jakarta dan dirawat selama 2 minggu. Selanjutnya di bulan September 2013 menjalani operasi bedah sebanyak 2 kali. Sejak saat itu sampai sekarang Dik Habib rutin menjalani control di RS. Sardjito. Dan setiap tahunnya kontrol di RS. Harapan Kita. Orang tuanya sangat kesulitan biaya karena pengahasilannya tidaklah mencukupi. Meskipun pengobatannya menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Pbi namun untuk biaya transportasi dan akomodasinya sangatlah memberatkan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dan memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani terapi rutin. Keluarga mengucapkan trimakasih atas bantuan ini semoga bisa bermanfaat dan Dik Habib bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @Faturrozaq82 @Noventata

Habib menderita TGA IVS


SRI HANDAYANI (37,Komplikasi) Alamat: Sucen Barat RT.16/05, Kedung Lengkung, Simo, Boyolali, Jawa Tengah. Ibu satu putri ini sudah satu tahun terakhir tidak dapat beraktifitas seperti biasa, harus terbaring lemas di dipan yang beralaskan tikar dan bertutup selambu. Istri dari Bapak Muhtarudin (43) awalnya terpleset saat bekerja membantu suami di penggilingan padi, saat itu beliu merasa sedikit lemas karena masalah jantung lemah dan flek paru- paru yang diderita semenjak sekolah di madrasah tsanawiyah. Saat itu mbak Sri menjadi korban kekerasan pemuda yang sedang mabuk, beliau menjadi korban kekerasan fisik sampi diinjak-injak. Semenjak kejadian tersebut mbk Sri menjadi syok, sehingga saat mendengar suara keras beliau selalu pingsan. Berbekal Jaminan kesehatan yang dimiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) Pengobatan sudah dijalani, mulai dari kontrol ke dokter spesialis dalam, syaraf, paru, namun belum membuahkan hasil. Karena keterbatasan biaya akhir Juli 2015 pengobatanya terhenti, sampai saat ini beliau hanya terbaring diatas dipan. Beliau tidak mengkonsumsi obat, hanya menahan rasa sakit yang diderita. Sehari- hari semua kebutuhanya disiapkan suami, jika ditinggal bekerja beliau dibantu Khusnul Laily Nur Khasanah (11). Saat ini Mbak Sri tidak bisa melanjutkan pengobatan di RS Daerah. Beliau dianjurkan terapi di Puskesmas terdekat agar otot- otot beliau menjadi Kuat. Sedekah rombongan memberikan bantuan titipan #sedekaholics guna pembelian Kursi Roda. Bantuan Sebelumnya masuk rombongan 947. Keluarga Mbak Sri mengucapkan Banyak Terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir :@mawan @anissetya60 @cahyanieka

Bu Sri menderita komplikasi


RIZKY NURANANDA (9, Granuloma pada Hidung dan Mulut). Alamat : Dusun Nelayan RT 8/3, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Rizky, begitulah gadis kecil ini dipanggil. Setahun terakhir ini Rizky lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Berawal pada Oktober 2015 lalu, terdapat benjolan kecil dan keras disamping hidung Rizky. Awalnya hanyak didiamkan karena berfikir itu akan menghilang dengan sendirinya, tapi lama kelamaan makin membesar dan melebar ke daerah mulutnya. Karena khawatir, oleh orang tuanya Rizky dibawa ke Klinik terdekat. Namun,tidak ada tindakan apapun, Rizky hanya diberi obat anti nyeri. Sampai bulan Maret 2016, Rizky dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah di Pontianak karena benjolan di hidung dan mulut Rizky telah menjadi luka yang lebar. Dari pihak dokter sebenarnya telah menyarankan supaya Rizky dirujuk ke Jakarta, tapi karena alasan biaya orang tua Rizky belum bisa mengindahkan saran dokter. Juli 2016, berbekal jaminan kesehatan BPJS orang tua Rizky membawa Rizky ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah, di RSCM Rizky langsung dilakukan tindakan biopsi. Pasca menjalani biopsi tindakan yang harus dijalani Rizky adalah kemoterapi. Dua minggu menjalani kemoterapi, kini luka di hidung dan mulut Rizky semakin mengecil. Orang tua Rizky, bapak Abdur Rauf (44) adalah seorang nelayan dulunya, tapi semenjak menemani putrinya berobat beliau tidak bisa bekerja lagi. Sementara ibunya, ibu Leni Marlina (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Lima bulan tinggal di Jakarta dengan bekal yang seadanya tentu menjadi kendala tersendiri untuk bapak Abdur, belum lagi biaya kontrakan yang bisa dibilang mahal. Alhamdulillah ditengah kesulitan yang dihadapi, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan ke tempat Rizky dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya hidup sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 980. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit banyak beban yang dihadapi keluarga Rizky dan proses pengobatan yang dijalani Rziky diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri

Rizky menderita granuloma pada hidung dan mulut


ADI CHANDRA (2, Epidermolisis Lubus + Hernia + Gizi Kurang). Alamat: Kp. Kaliabang RT 9/24 Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat. Adi begitu bocah ganteng ini disapa, adalah putra pasangan bapak Amir Mahmud (40) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Marfu’ah (36) seorang ibu rumah tangga. Adi, kini sedang menjalani pengobatan rutin di RSCM Jakarta. Gejala awal yang dirasakan oleh Adi adalah terdapat luka dijempol kaki, sudah diberi salep untuk lukanya. Tapi lukanya tak kunjung sembuh, justeru malah semakin melebar ke bagian tubuh yang lain seperti mulut, dada, pantat, punggung bahkan di kepala. Dari hasil pemerikmasaan yang telah dilakukan Adi menderita Epidermolisis Lubus atau pengelupasan kulit diusia dini dan ini merupakan penyakit langka. Tapi untuk saat ini pengobatan Adi lebih ke perbaikan gizinya terlebih dahulu, sehingga Adi harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sementara pengahasilan sang ayah tak cukup untuk memenuhi gizi Adi. Adi masih mempunyai kakak yang masih kecil dan adik bayi. Sehingga saat Adi dirawat sang ayah terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu Adi, dan sang ibu mengasuh anaknya yang masih bayi. Mengingat begitu besar beban hidup yang dihadapi pak Amir, Kurir Sedekah Rombongan kembali mengunjungi Adi dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 999. Semoga bantuan ini sedikit banyak bisa meringankan beban orang tua Adi dan Adi bisa terus melanjutkan pengobatannya hingga sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Adi menderita epidermolisis lubus + hernia + gizi kurang


HADI ANDRIANSYAH (14, Varises Esofagus). Alamat: Kampung Gelam Timur RT 4/3 Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hadi anak kedua dari pasangan bapak Sawaludin (47) seorang buruh dengan penghasilan tak menentu dan ibu Marmi (47) yang sehari-hari jualan makanan ringan. Hadi, sudah 3 tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Keluhan yang sering dirasakan Hadi adalah mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang semakin lama semakin membesar. Karena khawatir orang tua Hadi membawa Hadi ke Puskesmas terdekat, tapi pihak Puskesmas menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUD Tangerang. Dari hasil pemeriksaan yang dijalani Hadi, dokter mengatakan jika Hadi menderita Varises Esofagus. Dan lagi, karena keterbatasan alat pihak dokter menyarankan supaya Hadi dirujuk ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu Hadi masih menunggunakan biaya umum, sehingga orang tua Hadi sempat kewalahan dengan biaya rumah sakit yang terus membengkak. Karena alasan tidak ada biaya, pengobatan yang dijalani Hadi-pun sempat tertunda selama setahun dan kondisi ini cukup menambah buruk kondisi Hadi. Badannya makin kurus dan perutnya kian membesar, dengan berat hati orang tua Hadi akhirnya memutuskan membawa Hadi ke Jakarta dan mulai melanjutkan pengobatan. Awal ke RSCM Hadi langsung dirawat untuk bisa dilakukan tindakan endoscopy. Hingga kini Hadi telah menjalani 6 kali tindakan endoscopy. Tapi ditengah proses pengobatan yang dijalaninya, orang tua Hadi sempat dibikin khawatir karena dokter menyatakan jika Hadi juga menderita gizi buruk sehingga harus mengkonsumsi susu khusus untuk memenuhi nutrisinya. Dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Hadi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 989. Kini Hadi sedang menunggu panggilan untuk dilakukan tindakan Embolisasi dan masih kontrol ke poli Gizi setiap 2 minggu sekali. Semoga serangkaian pengobatan yang dijalani Hadi nantinya akan membawa kepada kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Hadi menderita varises esofagus


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian, setelah santunan sebelumnya masuk dirombongan 1004. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono @endangnumik

Pak Sarbini menderita diabetes melitus


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1004. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Siti menderita tumor perut


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1004 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM dan menjalani terapi setiap 2x dalam seminggu. Setelah 5 kali menjalani operasi, sekarang Eni akan dijadwalkan lagi untuk operasi jika tidak ada perubahan kondisi selama dilakukan terapi akupuntur. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 5 Juli 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy+kelainan pada syaraf wajah


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 1004, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yudis menderita jantung bocor + cerebral palsy


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38) Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1004. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Aldi menderita cerebral palsy


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1004. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Akhir-akhir ini diketahui jika di dagu kanan bu Agustini tumbuh benjolan lagi, kini sedang menunggu hasil pemeriksaan patologi anatomi. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini menderita tumor pipi


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1004. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan telah berhasil menjalani tindakan operasi untuk pemasangan selang di jantungnya. Hari ini juga telah dilakukan tindakan CT Scan, karena Mella dicurigai menderita Meningitis juga. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Mella menderita hidrocepalus + jantung bocor


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rehabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Rahma. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 23 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita epilepsy + cerebral palsy spastis


TEBAR IQRO DAN AL QUR’AN (Pembagian Iqro dan Al Qur’an di 12 TPQ se Kelurahan Jatikuwung) Alamat: Masjid Muslimin
Desa Wonosari, Kel. Jatikuwung, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. Kegiatan Forum Komunikasi Islam (FOKSI) Jatikuwung di ketuai oleh Mas Didit (22) suatu instansi keagamaan islam se Jatikuwung. Dalam menyambut Bulan Ramadhan 1438 H. Dimana terdapat 12 TPQ yang membutuhkan Al Qur’an dan Iqro sebagai sarana untuk membaca, belajar dan mengajarkan Al Qur’an dan Iqro kepada santri santri TPQ. Maka, Foksi Jatikuwung dan Sedekah Rombongan bersinergi melaksanakan program “Tebar Iqro dan Al Qur’an untuk Santri TPQ Se-Jatikuwung” yang di harapkan dapat menunjang keberlangsungan aktivitas keagamaan di masjid atau di TPQ desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan uang guna keterbatasan finansial yang insyaallah bisa berdampak positif pada meningkatnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat desa Jatikuwung. Pertemuan rutin tersebut berlangsung pada Minggu tanggal 11 Juni 2017, tiap minggu ke2 yang beranggotakan 30 orang. Sejumlah 240 Iqro’ dan 120 Al Qur’an dibagikan untuk 12 TPQ se Jatikuwung. Panitia mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan, semoga puasa kita memperoleh berkah karenanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 11 Juni 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @Yulisetiyowat12

Pembagian Iqro dan Al Qur’an di 12 TPQ se Kelurahan Jatikuwung

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RETNO AMIYATUN 1,000,000
2 ADITYA KANSA PRADANA 1,000,000
3 HERU HANDOKO 1,000,000
4 FAUZAN AHMAD RAMADHAN 2,000,000
5 RIANA SARI 6,000,000
6 SLAMET BIN NARTO SUPADMO 1,000,000
7 MEYRISA ZAINA JANEET 500,000
8 RAHAYU BINTI NGATIJO 500,000
9 MURTINEM BINTI KARTONO 1,000,000
10 ROMIASIH BINTI ALMARHUM SOSRODIHARJO 1,000,000
11 WARMIYATI BINTI WASIDO 1,000,000
12 NARSIYEM BINTI JOKARSO 1,000,000
13 CAHYO NUGROHO BIN RIYANTO WIDI ATMOJO 1,000,000
14 MUHAMMAD MASRUR 1,000,000
15 ERNI BINTI NARDI 500,000
16 ENUNG NURMILAH 500,000
17 NUNUNG NURJANNAH 500,000
18 IDAY BIN KAJA 500,000
19 HARTINI BINTI BISRI 1,000,000
20 ABDUL JALIL 750,000
21 AMINAH BINTI ABU BAKAR 500,000
22 BANI BIN KADMI 500,000
23 KARNI BINTI SUKARI 1,000,000
24 KASNO BIN WANDA 750,000
25 RANI ANGGRAENI 500,000
26 ROHEMI BINTI DARIP 850,000
27 RANA BIN MADHARI 500,000
28 FATMAWATI BINTI PANDI 750,000
29 YULINAR BINTI HAWA 1,000,000
30 MUHAMMAD RAMADANI 500,000
31 PUTRI MULYANI 500,000
32 HANI NURHAWATI 500,000
33 PASYA MOCH. RIDWAN 500,000
34 SYARIF NURDIANSYAH 500,000
35 IIS BINTI ADIN 750,000
36 DIDIN SYAEFUDIN 500,000
37 UYUM BINTI ARJU 500,000
38 ANNISA BINTI WAWAN 750,000
39 WATI BINTI MAJA 500,000
40 AI MELA MUSTIKASARI 500,000
41 DENTI FATIMAH 500,000
42 IKA SUMARTIKA 500,000
43 HANA NUR HALIMAH 500,000
44 ECIN BINTI TAMAMI 500,000
45 FAIRUS SAFANA 500,000
46 TOHA BIN NUKDI 500,000
47 DIAH BINTI SURAEJI 500,000
48 IYA YAHYA 700,000
49 EDAH BINTI JUHARDI 750,000
50 MELMI BIN ISMAIL 750,000
51 EEM BINTI ENJON 1,000,000
52 MTSR TASIKMALAYA 1,550,000
53 EJEN ZENAL ARIPIN 500,000
54 TITING BINTI JUHRI 500,000
55 DAFFA AINUR ROHMAN 500,000
56 AMAD BIN SUTARDI 500,000
57 ICOH BINTI MISJA 500,000
58 UPIN BINTI RASIM 500,000
59 BENCANA ALAM BANJIR BANDANG 5,250,000
60 MOTHOWIF AL AHASAN 1,000,000
61 RATNA SULISTYOWATI 500,000
62 MUHAMMAD HABIBULLAH 1,000,000
63 SRI HANDAYANI 1,000,000
64 RIZKY NURANANDA 1,000,000
65 ADI CHANDRA 1,000,000
66 HADI ANDRIANSYAH 1,000,000
67 SARBINI BIN AHMAD 750,000
68 SITI MARSELA 1,000,000
69 ENI NURAENI 1,000,000
70 YUDISTIRA PRATAMA 1,000,000
71 MUHAMMAD ALDI 1,250,000
72 AGUSTINI NURMAN 1,000,000
73 MELLATUL LATIFAH 1,000,000
74 RAHMA RAHIDATUL 1,250,000
75 TEBAR IQRO DAN AL QUR’AN 1,000,000
Total 67,350,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 67,350,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1020 ROMBONGAN

Rp. 52,509,907,749,-

 

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.