Rombongan 1019

Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan reseki dalam jumlah yang besar.
Posted by on July 7, 2017

RSSR RIAU (Operasional RSSR April 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan April 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari pasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.843.800,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR April 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional April 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan April 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.069.000,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR April 2017


RSSR RIAU (Operasional RSSR Mei 2017). Alamat : Jalan Kutilang Sakti, Perum Griya Kutilang Asri, Blok A 4, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sejak Februari 2016 lalu, Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Riau menjadi tempat bernaung pasien rujukan dari luar kota Pekanbaru yang membutuhkan tempat tinggal selama mereka berobat jalan di Pekanbaru. Mereka adalah pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan Riau yang berdomisili di berbagai kabupaten yang ada di penjuru Riau, antara lain : Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Kuansing dan Dumai. Alhamdulillah RSSR Riau dapat memudahkan pendampingan pasien dhuafa yang sedang ikhtiar berobat di rumah sakit rujukan utama di Riau yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Selama bulan Mei 2017 telah dikeluarkan kebutuhan operasional RSSR yang digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari pasien, biaya listrik, biaya kebersihan dan biaya operasional harian lainnya. Semoga para pasien yang sedang berjuang untuk kesembuhan diberi kelancaran dalam pengobatannya, aamiin. Bantuan untuk operasional RSSR Riau sebelumnya masuk dalam Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.521.700,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Mei 2017


MTSR RIAU (BM 1509 SR, Biaya Operasional Mei 2017). Sejak April 2016, alhamdulillah Sedekah Rombongan Riau dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu dhuafa yang sakit dan tidak mampu ke rumah sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Riau. Hingga kini, keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR Riau maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Selama bulan Mei 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Riau yang digunakan untuk membeli BBM premium, membayar biaya transportasi pasien saat MTSR sedang menjemput pasien lain, menjemput pasien di luar kota Pekanbaru dan membayar biaya servis rutin MTSR. Insyaa Allah, hingga ke depannya MTSR Riau akan semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien dhuafa khususnya di wilayah Pekanbaru serta kota lainnya di Provinsi Riau, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.265.600,-
Tanggal : 1 Juli 2017
Kurir : @nhpita @sulistyaone dan seluruh kurir Riau

Biaya operasional RSSR Mei 2017


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Namun keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi Pak Asep selama ia berobat di Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Asep dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi keluarga berangkat ke Jakarta serta biaya akomodasi selama tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Pak Asep segera disembuhkan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rini_syafrin

Pak Asep menderita tumor di belakang mata


UHRI MAULIDA NINGSIH (25, Penyempitan Katup Jantung). Alamat : Desa Beringin Makmur, RT 4/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sehari-hari, Uhri bekerja di koperasi di daerah tempat tinggalnya. Akan tetapi, pada awal bulan November 2015 ia mulai merasakan sakit pada dadanya. Pada saat itu ia sering mengalami demam, muntah-muntah, nyeri, dan perut terasa kembung. Untuk mengobati sakitnya, Uhri hanya mengkonsumsi obat yang dibelinya dari apotik karena ia menduga hanya sakit biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun setelah beberapa hari, sakit yang ia rasakan tidak membaik dengan kondisi dadanya yang terasa sesak, detak jantung yang berdenyut sangat kencang serta muntah-muntah. Karena keadaannya yang semakin memburuk, Uhri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pematang Rebah di Indragiri Hulu hingga kondisinya membaik dan ia bisa pulang. Namun beberapa hari setelahnya, penyakit Uhri kambuh lagi dengan keluhan yang lebih parah hingga perutnya membengkak. Akhirnya Uhri dibawa ke RSUD Selasih hingga alhamdulillah kondisinya membaik kembali. Sejak saat itu, rasa sakit yang ia rasakan terus berulang dengan beberapa kali mengalami kambuh hingga akhirnya dokter di RSUD Selasih merujuknya berobat lanjutan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Dan akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, baru diketahui penyakit yang dideritanya yaitu Penyempitan Katup Jantung. Hingga kini kondisi Uhri belum juga membaik karena masih sering mengalami kambuh. Saat kambuh, perutnya terasa kembung dan nyeri disertai dengan muntah terus menerus, dadanya terasa sesak, nyeri di punggung yang tak tertahankan dan badan terasa panas. Dokter menyarankan Uhri untuk melakukan kontrol setiap bulannya sampai dilakukannya operasi. Dokter juga mengatakan operasi akan dilakukan di rumah sakit Jakarta pada bulan Desember 2015 dikarenakan alat di RSUD AA Pekanbaru belum ada. Namun sebelum bulan Desember, Uhrimendapatkan kabar dari dokter bahwa operasi dapat dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru saja karena alat akan dikirim dari Jakarta. Dokter juga menyarankan untuk kontrol lagi sebelum dilakukan operasi pada jadwal yang sudah ditentukan. Akan tetapi karena terkendala dengan biaya transportasi, Uhri kontrol jalan tidak tepat pada waktunya dan tidak bertemu dokter yang rencananya akan melakukan operasi. Hingga saat ini iai tidak melakukan kontrol ke rumah sakit lagi dan hanya mengonsumsi obat umum yang dibeli di apotik saja untuk meredakan rasa sakit yang dirasakannya. Uhri merupakan anak dari Bapak Kantim (56) yang bekerja serabutan dan Ibu Darikah (49) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Uhri memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dapat membantu biaya pengobatannya. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi selama melakukan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Uhri dan santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat jalan. Semoga kondisi kesehatan Uhri semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @nhpita @siswanto10 @rizkyqurniazary

Uhri menderita penyempitan katup jantung


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat: Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1010.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Rina @rizkyqurniazary

Asbih menderita gagal hati


JAPAR BIN TINUN (45, Kecelakaan). Alamat : Jalan Kubang Raya, Perum Bumi Kubang Raya, Desa Tambang Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada tanggal 29 April 2017, Bapak Japar mengalami kecelakaan (korban tabrak lari) di daerah Pangkalan Kerinci saat ia dalam perjalanan menuju Belilas untuk membantu adiknya berjualan pakaian. Pak Japar menderita luka di bagian kepala dan kaki. Oleh warga setempat, ia dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama hingga kondisinya cukup membaik dan bisa dibawa pulang ke rumah. Namun tak lama setelah ia beristirahat di rumah, pada tanggal 30 April 2017 kondisi Pak Japar kembali memburuk. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan ia dirawat inap selama 5 hari sebagai pasien umum kelas 3 karena ketiadaan jaminan kesehatan apapun. Dengan kondisi perekonomian yang masih terbatas, keluarga terkendala dengan biaya akomodasi selama Pak Japar dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Japar dan santunan akomodasi disampaikan untuk membantu keluarga. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan kondisi Pak Japar segera pulih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 04 Mei 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @sulistyaone @eko_uwal @rini_syafrin

Pak Japar mengalami Kecelakaan


JAPAR BIN TINUN (45, Kecelakaan). Alamat : Jalan Kubang Raya, Perum Bumi Kubang Raya, Desa Tambang Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada tanggal 29 April 2017, Bapak Japar mengalami kecelakaan (korban tabrak lari) di daerah Pangkalan Kerinci saat ia dalam perjalanan menuju Belilas untuk membantu adiknya berjualan pakaian. Pak Japar menderita luka di bagian kepala dan kaki. Oleh warga setempat, ia dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama hingga kondisinya cukup membaik dan bisa dibawa pulang ke rumah. Namun tak lama setelah ia beristirahat di rumah, pada tanggal 30 April 2017 kondisi Pak Japar kembali memburuk. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru dan ia dirawat inap selama 5 hari sebagai pasien umum kelas 3 karena ketiadaan jaminan kesehatan apapun. Dengan kondisi perekonomian yang masih terbatas, keluarga terkendala dengan biaya akomodasi selama Pak Japar dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Japar dan santunan akomodasi disampaikan untuk membantu keluarga pada tanggal 4 Mei 2017. Saat ini Pak Japar telah pulih dari kondisinya dan alhamdulillah sudah pulang ke rumahnya. Namun keluarga masih terkendala dengan pembayaran biaya RS yang masih menunggak yang tidak dapat dibayarkan keluarga. Bantuan pun kembali disampaikan untuk melunasi cicilan biaya RS selama Pak Japar masih dirawat di RSUD. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @sulistyaone @eko_uwal @rini_syafrin

Pak Japar mengalami Kecelakaan


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Operasional Bulan Mei 2017) Alamat: Jl. Manggis II No. 5 RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti listrik, Wifi, iuran keamanan, iuran kebersihan,Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 982 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 989.000
Tanggal: 16 Juni 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional bulan Mei 2017


SRI LESTARI (42 tahun, lumpuh). Alamat: Dusun Wonodoro, RT 006, Desa Mulyodadi, Kec. Bambanglipuro, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sri dalam kesehariannya adalah seorang buruh rajut. Namun, semenjak gempa yang terjadi di Yogyakarta beberapa tahun silam membuat beliau harus mengalami patah tulang yang mengakibatkan beliau saat ini mengalami lumpuh. Ibu Sri sudah menjalani serangkaian perawatan untuk mengembalikan kondisinya agar bisa seperti dahulu, namun tidak kunjung membuahkan hasil. Karena kondisi ibu Sri yang sulit untuk mobilisasi, membuat beliau memutuskan untuk berhenti bekerja menjadi buruh rajut dan menjadi pengrajut sendiri di rumah ketika ada pesanan. Saat ini beliau masih diharuskan untuk kontrol ke rumah sakit, karena dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kondisi beliau sering menurun. Hasil dari pesanan rajutan dalam sebulan sekitar 1 juta, yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya kontrol berobat. Pak Mujiyono (47 tahun) suami ibu Sri merupakan seorang petani yang penghasilannya tidak menentu membuat keluarga ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah dengan tanggungan anak kedua mereka yang masih bersekolah di tingkat SMP yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Ibu Sri juga sering mengalami kendala apabila ada pesanan rajutan yang cukup banyak, karena beliau belum memiliki modal lebih, sehingga ibu Sri kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Saat ini, tidak banyak aktivitas yang bisa beliau lakukan selain merajut. Untuk itu beliau berharap bisa mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha rajutan yang beliau jalani agar dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kontrol untuk berobat. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami ibu Sri akibat keterbatasan fisik yang beliau miliki. Dan bantuan diberikan untuk membantu modal usaha rajutnya. Semoga ibu Sri tetap semangat dalam ikhtiarnya mencari rejeki dan menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2016
Kurir : @kissherry @ekow_st @RizkyAditya4 @desiariyanii

Bu Sri menderita lumpuh


MUJIYEM Binti KARDIYONO (33th, Luka Bakar). Alamat : Karangasem Klampok RT 04 RW 25 Sendangtirto Berbah, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di rumah ini, Mujiyem tinggal bersama ibunya yang bernama Supriyahmi dan bapaknya bernama Kardiyono yang kedua nya bekerja sebagai buruh lepas. Sejak tanggal 29 September 2013 lalu, Mujiyem mengalami kecelakaan jatuh di dapur yang mengakibatkan kaki kiri nya terkena guyuran air panas yang sedang ia masak nya. Air panas tersebut mengakibatkan kaki kiri Mujiyem mengalami luka bakar yang cukup serius, saat itu pihak keluarga nya langsung membawa nya ke Rumah Sakit Rajawali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di RS Rajawali langsung ditangani oleh dokter dan dianjurkan untuk segera operasi. Akan tetapi karena tidak ada biaya, pemeriksaan lanjutan tersebut dan pengobatan tertunda kala itu. Alhamdulillah, kurir #sedekahrombongan di pertemukan dengan Mujiyem pertama kali tahun 2013. Dan bantuan kali ini merupakan santunan lanjutan. Semoga amal kebaikan para donatur diterima oleh Allah dan diganti dengan kebaikan yang berlipat. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 17 April 2017
Kurir: @KissHerry, @Ekow_St, @RizkyAditya4

Bu Mujiyem menderita luka bakar


SARTINI BINTI SUPARMAN (34th, Kecelakaan). Alamat : Dusun Kadipirocinan, RT 06 /RW 02, Desa Wadunggetas, Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Ibu Sartini merupakan ibu rumah tangga dengan anak satu yang masih SD yang bekerja sebagai buruh serabutan. Dan tempat tinggal masih numpang dengan kakaknya. Sekitar 2 tahun yang lalu Beliau pernah mengalami pembengkakan otak dan sampai sekarang kadang masih merasa pusing. Dulu dirawat di RS dengan BPJS mandiri. Tapi karena faktor ekonomi selang 3 bulan sudah tidak dibayar. Dan tgl 27 Maret 2017 kemarin beliau, suami dan anaknya mengalami kecelakaan. Jatuh dari motor hingga mengalami patah tulang. Karena tidak ada biaya belum bisa operasi, harusnya segera dilakukan tindakan operasi. Tapi saat ini baru di gips oleh tetangganya yang juga bekerja di RS Ortopedi Solo. Itupun belum bisa membayar. Kendala yang dihadapi, tidak ada biaya untuk operasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Sartini untuk turut serta berpartisipasi
meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan
sedekaholics. Semoga ibu Sartini tetap semangat dalam ikhtiarnya menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @putri_sri

Bu Sartini mengalami kecelakaan


SURATI BINTI NAWI REJO (49th, Stroke). Alamat : Pedukuhan Ngemplak RT 001/RW 030 Desa Caturharjo Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman,Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Surati berprofesi sebagai petani. Namun sudah sejak 2 tahun ini tidak bisa beraktifitas karena menderita sakit stroke. Setiap harinya aktifitas beliau hanya dikursi roda dan tempat tidur. Awal mula sakitnya, tiba-tiba beliau tidak bisa berjalan. Setelah dibawa ke dokter, dokter mendiagnosa ibu Surati menderita sakit stroke. Berbagai usaha pengobatan sudah dilakukan, baik medis maupun non medis. Namun saat ini ibu Surati belum bisa berjalan, bahkan untuk berbicara juga sukit. Kakinya terlihat seperti mengejang disekitar lutut. Suami ibu Surati, yaitu bapak Wignyo Radiman yang berusia 53 th, berprofesi sebagai petani, rutin membelikan ramuan atau jamu alternatif yang bisa meringankan sakitnya ibu Surati. Walaupun tidak begitu signifikan,namun pengobatan alternatifnya ada perkembangan untuk kesembuhan ibu Surati. Sungguh usaha dan ikhtiar yang luar biasa dari keluarga ini untuk menjemput kesembuhan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Surati untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics. Sehingga sangat bermanfaat untuk kesembuhan ibu Surati, karena sedekahmu keluarga ini bisa melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bu Surati menderita stroke


PONIDI HARTOWIYONO (65 tahun ,Komplikasi Benjolan Usus dan Katarak). Alamat : Pedukuhan Ngino XI RT 006/RW 031 Desa Margo Agung Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada bulan Maret 2016 bapak Ponidi Hartowiyono mengalami demam dan sakit perut. Diperiksakan ke Puskesmas dan dirujuk ke RS PKU Muhamdiyah Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui ada benjolan pada usus bapak Ponidi Hartowiyono. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Setelah dioperasi ternyata belum sembuh, disarankan untuk operasi yang kedua namun bapak Ponidi takut untuk menjalani operasi yang kedua dan meminta untuk pengobatan tanpa operasi. Beberapa bulan menjalani pengobatan, alhamdulilah sampai saat ini tidak merasakan sakit perut lagi, walaupun belum dilakukan uji laborat apakah benjolan di ususnya sudah benar-benar hilang atau belum. Namun pada bulan januari 2017 pak Ponidi Hartowiyono merasakan pandangan matanya mulai kabur. Setelah diperiksakan ke RS PKU Muhamdiyah Yogyakarta, dokter menyatakan bahwa mata pak Ponidi Hartowiyono mengalami katarak dan harus dioperasi. Operasi tidak dapat dilakukan pada saat ibu juga karena harus menunggu kesehatan secara umum stabil. Dengan menggunakan jaminan bpjs kelas 3, pada tanggal 16 Mei 2017 mata sebelah kirinya berhasil dioperasi, sedangkan mata yang sebelah kanan dijadwalkan dioperasi pada tanggal 27 Mei 2017. Selama ini bapak Ponidi Hartowiyono berprofesi sebagai pemanjat pohon kelapa, sehingga sejak sakit sudah tidak bisa bekerja seperti biasa. Ditemani istrinya, yaitu ibu Sanikem binti Kertoarjo, kini pak Ponidi Hartowiyono berganti profesi menjadi pedagang kelapa kecil-kecilan untuk menyambung hidupnya. Kondisi terkini bapak Ponidi Hartowiyono, secara fisik sudah tidak memungkinkan untuk menjadi pemanjat kelapa,kini bapak Ponidi Hartowiyono persiapan untuk operasi katarak mata sebelah kanan. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ponidi Hartowiyono untuk menyampaikan bantuan titipan dari Sedekah holics untuk meringankan biaya pengobatan dan memberikan suport untuk usaha jual beli kelapanya, sehingga keluarga bapak Ponidi Hartowiyono meskipun sudah tidak srproduktif dulu lagi tetapi masih bisa pendapatan. Sedekah holics sedekah tersampaikan, tidak lupa bapak Ponidi Hartowiyono mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga dicatat sebagai amal kebaikan bagi Sedekah rombongan dan Sedekah holics, dilancarkan segala usahanya dan semoga bantuannya membawa manfaat untuk yang memberikan sedekah maupun untuk keluarga bapak Ponidi Hartowiyono.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak Ponidi menderita komplikasi benjolan usus dan katarak


SURADI BIN REJO IYONO (51th, Demam Berdarah). Alamat : Pedukuhan Klendrekan RT 26/RW 12 Desa Banjarsari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Suradi sudah beberapa tahun ini sering keluar masuk rumah sakit karena sakit asam lambung. Setelah beberapa bulan sembuh dari asam uratnya, bulan maret 2017, bapak Suradi kembali jatuh sakit lagi. Saat itu beliau sakit Demam Berdarah. Bapak Suradi yang berprofesi srbagai buruh tani terpaksa harus menjual sapi peliharaannya untuk berobat selama ini. Bahkan masih harus berhutang pada tetangga. Karena sewaktu sakit asam urat beliau belum mempunyai Jamkesmas. Begitu pula pada saat sakit demam berdarah walaupun punya bpjs, namun setelah dari puskesmas dirujuk ke rumah sakit, ternyata tidak ada ruangan untuk pasien bpjs. Terpaksa harus mendaftar dan opname sebagai pasien umum. Beberapa hari opname dirumah sakit, akhirnya bapak Suradi diperbolehkan pulang. Walaupun harus mencari hutang ke tetangga akhirnya bapak Suradi boleh bisa membayar biaya selama perawatan. Alhamdulilah Sedekah holics, sedekahmu tersampaikan melalui Sedekah rombongan sehingga bisa meringankan beban kekuarga bapak Suradi. Bapak Suradi mengucapkan terimakasih semoga bermanfaat dan menjadi amal baik, dimudahkan segala urusan Sedekah holics dan Sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak Suradi menderita demam berdarah


ADITYA PUTRA PERDANA (12th, Suspect Germ Cell Tumor). Alamat : Kalisoka 045/023, Banjarasri, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Aditya putra dari pasangan Bapak Budiyono umur 40th pekerjaan buruh bangunan dan Ibu Mucholifah 31th ibu rumah tangga. Pada tanggal 4 Maret 2017 adik Aditya Putra Perdana merasakan sakit di bagian perut bagian kanan, selanjutnya di periksakan oleh orangtuanya ke puskesmas. Pada rabu tanggal 8 Maret 2017 bapak dik aditya menemukan benjolan di perut bagian kanan kemudian di bawa ke puskesmas dan di rujuk ke RS Panti Baktiningsih untuk di lakukan USG Abdomen dengan hasil Suspect Germ Cell Tumor (Tumor Perut). RS Panti Baktiningsih tidak bisa melakukan tindakan operasi, karena terkendala alat dan dokter tidak berani melakukan operasi kemudian di rujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Dengan mencari rujukan dari Puskesmas lalu RSUD Wates kemudian RSUP Dr. Sardjito. Alhamdulilah Sedekah holics, sedekahmu tersampaikan melalui Sedekah rombongan sehingga bisa meringankan beban dik Aditya, Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bermanfaat dan menjadi amal baik, dimudahkan segala urusan Sedekah holics dan Sedekah rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Aditya menderita suspect germ cell tumor


MTSR PANTURA TIMUR I ( K 9468 TB, Biaya Operasional bulan Febuari 2017 ). keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR I), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Kudus, Jepara, Demak, Semarang. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Pantura Timur akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.800.000,-
Tanggal: 20 Febuari 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Febuari 2017


BUDIYONO BIN SARIJO ARJO SUWARDI (40tahun, Haemoroid). Alamat : Kalisoka 045/023, Banjarasri, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Budi adalah orang tua dik Aditya yang sedang menderita sakit Suspect Germ Cell Tumor, yang juga di bantu oleh sedekah rombongan. Riwayat 5 tahun yang lalu bapak Budiyono terkena Haemoroid., dan sampai saat ini belum di lakukan operasi., kalau kumat sering terasa perih pada dubur. Saat ini hanya mengkonsumsi obat herbal. Karena takut kehilangan pekerjaannya, bapak Budiyono sampai saat ini memilih pengobatan alternatif yang bisa diatur waktunya. Alhamdulilah Sedekah holics, sedekahmu tersampaikan melalui #Sedekah rombongan sehingga bisa meringankan keluarga Pak budi, Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bermanfaat dan menjadi amal baik, dimudahkan segala urusan Sedekah holics dan Sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Pak Budi menderita haemoroid


SUGIYANTO BIN ADI SUPRAPTO (54 Tahun, Komplikasi Dibetes Dan Gagal Ginjal). Alamat : Nganggrung RT 02 RW 30, Sukoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sugiyanto beristrikan Ibu Jumariah 54th kegiatan sehari hari berjualan warung klontong di rumah. Bapak giyanto diketahui menderita sakit diabetes semenjak 8 tahun lalu. Tapi pak giyanto tetap beraktifitas seperti biasa tanpa mempedulikan penyakitnya, baru tanggal 6 januari 2017 pak giyanto masuk rumah sakit dan di diagnaosa dokter mengalami gagal ginjal + dibetes. Pak giyanto sendiri telah menjalani 3x cuci darah di RSUD sleman murungan, dan 6x cuci darah di RS puri husada jalan palagan dan akan terus rutin menjalani cuci darah di RS puri husada. Pada perawatan di RSUD Sleman pak giyanto dipasang semacam selang/ pen (keterangan bu jumariah) pada bahu sebelah kirinya. pada bahu sebelah kirinya sekarang terjadi infeksi yang diharuskan pak giyanto untuk operasi pembedahan yang rencananya akan dilaksanakan pada senin 13 Februari 2017 pukul 6 sore di rumah sakit khusus bedah di sewon bantul. Alhamdulilah Sedekah holics, sedekahmu tersampaikan melalui Sedekah rombongan sehingga bisa meringankan keluarga Pak Sugi, Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bermanfaat dan menjadi amal baik, dimudahkan segala urusan Sedekah holics dan Sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @muhamad Toharoh

Pak Sugiyanto menderita komplikasi dibetes dan gagal ginjal


YULIANA BINTI MUDI SUHARJO (20th, kecelakaan). Alamat : Kedungbuweng RT 04 Wukirsari Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbak Yuliana putri dari pasangan alm Mudi Suharjo dan ibu Mujirah 56 th yang kesehariannya sebagai pembuat tempe yang di jual di pasar-pasar. Kejadian Kamis malam tanggal 19 Mei 2017 pukul 21.00 saat perjalanan pulang kerja dari rsnh, kecelakaan motor sama motor di jalan Imogiri timur daerah ndemi Wukirsari setelah jembatan karang semut, setelah kejadian dibawa langsung ke RS Senopati oleh warga sekitar, dan langsung di tindakan operasi rahang kanan dikarenakan luka dan giginya lepas 6, dan hari ini tanggal 23 Mei oleh rs Senopati di perbolehkan pulang dan kontrol untuk seminggu kedepan , setelah pasca operasi ini oleh di sarankan tidak boleh bicara 1,5 bulan, dan untuk makan sehari-hari makan nya harus di haluskan. Alhamdulilah Sedekah holics, sedekahmu tersampaikan melalui Sedekah rombongan sehingga bisa meringankan keluarga Yuliana, Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bermanfaat dan menjadi amal baik, dimudahkan segala urusan Sedekah holics dan Sedekah rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @RofiqSILVER @FahmiSQ

Yuliana mengalami kecelakaan


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Biaya Operasional Febuari 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Loekmonohadi, Rumah Sakit Mardirahayu, Rumah Sakit Kariadi Semarang. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Pantura Timur (Kudus, Jepara, Demak dan wilayah terdekat lainya). Biaya operasional kali ini digunakan untuk Jasa Driver bulan Januari, Service/Ganti Oli dan bahan bakar. Terima kasih sedakholic sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.735.000,-
Tanggal: 28 Febuari 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional Febuari 2017


SEDYO RAHARJO (80th, PATAH TULANG). Alamat : Pedukuhan Duren Sawit RT 01 RW 19 Desa Mororejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada bulan Desember 2015 bulan Sedyo Raharjo terjatuh saat ke kamar mandi. Diperiksakan ke dokter ternyata mengalami patah tulang kaki. Kemudian dirujuk ke rumah sakit di daerah jalan palagan pelajar Sleman. Dirumah sakit ini kaki yang mengalami patah tulang digips. Setelah beberapa hari opname, diperkenankan pulang. Namun karena sering merasa gatal, gipsnya sering dipecah dan digaruk-garuk sehingga tidak sembuh-sembuh. Untuk saat ini keluarga melakukan pengobatan alternatif disamping masih sering kontrol kerumah sakit. Kondisi terkini hanya bisa duduk tidak bisa beraktifitas lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Sedyo turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan
sedekaholics. Semoga Sedyo Raharjo tetap semangat dalam ikhtiarnya menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi @sigitdukuh

Pak Sedyo menderita patah tulang


MTSR PANTURA TIMUR I ( K 9468 TB, Biaya operasional bulan Maret). Fungsi Mobil Tanggap Sedekah Rombongan untuk mendukung pergerakan sedekah rombongan sangat luar biasa. Hal ini sangat dibutuhkan demi kelancaran transportasi antar jemput pasien – pasien dampingan sedekah rombongan di wilayah Pantura Timur dan sekitarnya. Kegiatan MTSR antara lain kegiatan survey pasien, pendampingan ke rumah sakit antar jemput dan kebutuhan lain misalkan ketika insidental ada pemakaman jenazah yang membutuhkan mobil ambulance. Kebutuhan bahan bakar pun membutuhkan anggaran yang kita cukupi dari keseluruhan proses pendistribusian dana. Semoga, semakin banyak warga yang menggunakan MTSR khususnya masyarakat kurang mampu. Karena, kita ada untuk mereka. Dan insyaallah pengguna pun tidak di pungut biaya apapun. Malahan kita sering juga memberikan bantuan dana kepada pengguna ketika dari hasil survey serta kesepakatan tim kurir memang wajar untuk di santuni. Titipan sedekah dari para sedekaholics kembali dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar, Jasa driver bulan Febuari, Ganti oli dan Service Radiator.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.850.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Maret


MUHAMAMAD GAZZA FATHURAHMAN (1bulan, Kelainan Usus). Alamat : Pedukuhan Tunjung RT 008/001, Desa Tunjung Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 1 Juni 2017 adik Muhammad Gazza Fathurrahman dibawa ke bidan karena perutnya membesar. Bidan langsung merujuknya ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Malam itu juga dengan dinaekkan ke sepeda motor roda tiga, adik Muhammad Gazza Fathurrahman dibawa ke igd RSUP DR Sardjito. Setelah diperiksa dokter memperkirakan adik Muhammad Gazza Fathurrahman menderita kelainan ususnya terlalu panjang sehingga ada kemungkinan diopesi. Namun sampai saat ini masih dilakukan observasi terlalu yakarnya yang membesar. Sementara orang tua nya yaitu bapak Tri Suhendar (43th)dan ibu Samrotul Fuadiyah (25th)hanya berprofesi sebagai pemulubg di Yogyakarta. Kekuarga ini tidak mempunyai rumah, saat ini hanya kost seadanya. Bahkan alat masak yang dipakainya hanyalah pemberian dari mahasiswa. Untuk bisa makan saja pernah memungut beras yang sudah dibuang ditempat sampah untuk dimasak. Sebagai kerja bapak Tri Suhendar luar bisa, terbukti 4 kali kurir datang kerumahnya tidak bisa bertemu karena selalu pergi memulung. Hingga akhirnya bisa bertemu setelah menguber-uber malam hari di jalanan. Beban keluarga ini teramat berat karena anak pertamanya juga baru saja sakit tipus. Sementara akte anaknya juga belum bisa segera diurus karena faktor biaya. Untuk melanjutkan pengobatan, masih menunggu bpjs nya aktif, dan hasil observasi tim medis. Alhamdulillah SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Gazza turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics yang digunakan untuk menjalani pengobatan. Semoga keluarga adik Muhammad Gazza Fathurrahman tetap semangat dalam ikhtiarnya menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Gazza menderita kelainan usus


TARSIYEM BINTI ARJO SUMARTO (70th, Patah tulang kaki). Alamat : Pedukuhan Sayangan RT 11 RW 06, Desa Banjar Arum Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nenek Tarsiyem dulunya berprofesi sebagai petani, namun sudah sejak lama tidak bisa produktif lagi. Setelah ditinggal suaminya meninggal dunia,beliau hidup sebagai kara karena tidak mempunyai anak. Untuk melanjutkan hidupnya saat ini beliau ditampung oleh salah seorang keponakannya. Sekitar 2 tahun yang lalu nenek Tarsiyem terjatuh dikamar mandi dan tidak bisa berjalan lagi. Semula diduga stroke, namun setelah diperiksakan ke poliklinik, ternyata tulang kakinya ada yang retak dan patah. Beberapa kali diperiksakan ke rumah sakit tetapi tidak ada perkembangan yang berarti. Sayangan untuk dilakukan operasi tidak memungkinkan. Akhirnya beliau memilih berobat alternatif, dan alhamdulilah walaupun dengan alat bantu tripod, nenek Tarsiyem bisa berjalan walaupun pelan-pelan. Pengobatan alternatifnya sampai saat ini masih berlanjut. Alhamdulilah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan nenek Tarsiyem untuk menyampaikan santunan titipan dari Sedekah holic. Semoga nenek Tarsiyem tetap semangat dalam ikhtiarnya menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bu Tarsiyem menderita patah tulang kaki


MUHAMMAD ARDIANSAH (10th, Sindrom Nefrotic). Alamat : Karanganyar Klodangan RT 004/ RW 027 Sendangtirto Berbah, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Ardiansah putra dari bapak Widodo 40th yang bekerja sebagai buruh bangunan dan ibu Fitri 35th yang sebagai ibu rumah tangga. Adik Ardiansah menderita sakit sejak umur 7 tahun, beberapa kali masuk rumah sakit dan saat ini masih dalam perawatan, kontrol tiap hari Senin di Poli Anak Rs.Sarjito. Dari semenjak klas 1 sampai sekarang sudah 4 x opname, terakhir hari Jumat 17 Maret 2017 sampai Selasa 21 Maret 2017. Alhamdulillah Sedekah Rombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Gazza turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan sedekaholics untuk keperluan akomodasi di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Ardiansah menderita sindrom nefrotic


MARYATI BINTI RAPAPA (56th,Ca Mamae). Alamat : Cihideung RT 028 RW 007 Desa Mulya Mekar Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Propinsi Jawa Barat . Ibu Maryati yang kegiatan sehari harinya sebagai ibu rumah tangga, suami dari bapak Supriyadi 55th yang bekerja serabutan. Ibu Maryati menderita pertama di Awal desember 2015 mulai ada benjolan. Pada saat itu suaminya menyarankan untuk banyak mengkonsumsi daun kenikir. Beberapa minggu setelah mengkonsumsi daun kenikir, benjolannya pecah. Kemudian diperiksakan ke pengobatan sin she, namun sampai bulan desember belum ada perubahan. Baru diperiksakan ke RS Banyuasih Purwakarta Jawa Barat. Dari rumah sakit Banyuasih langsung dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung. Namun karena saran dari masyarakat dan pertimbangan biaya, keluarga pasien memilih untuk dirujuk ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Dari bulan Februari 2016 mulai keluar masuk RSUP Sardjito. Setelah opname selesai kami Sedekah Rombongan mendampingi dan di bawa ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jogja untuk di pantau setiap hari dan di antar jemput oleh MTSR saat kontrol. Setelah berusaha dengan keras untuk berjuang melawan sakitnya Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ibu Maryati meninggal dunia pada tanggal 13 Mei 2017 di RS Sardjito Yogyakarta, dan setelah perundingan keluarga besar mengingat jarak Purwakarta sangat jauh akhirnya ibu Maryati di makamkan di Bantul.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi @saidah

Bu Maryati menderita ca mamae


TUKIJAH BINTI RUBIDI (36th,Kelenjar Getah Bening). Alamat : Pedukuhan Klendrekan RT 13 RW 27, Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih semenjak 4 tahun yang lalu sering merasa mudah capek dan jika Kecamatan timbul noda biru-biru disekitar persendian seperti darah membeku. Timbul benjolan kecil dileher. Namun karena keadaan ekonomi dan kurangnya pemahaman,selama ini hanya dikira karena faktor kecapekan dan bukan penyakit yang membahayakan. Kurang lebih 1,5th terakhir benjolannya membesar dan kondisi kesehatannya mulai menurun, Bahkan fisiknya mulai melemah. Baru setelah fisiknya melemah diperiksakan kerumah sakit. Dari hasil pemeriksaan medis diketahui menderita sakit Kelenjar Getah bening. Sudah keluar masuk beberapa rumah sakit, dan akhirnya dirujuk kerumah sakit RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Namun setelah dijadwalkan kemo di RSUP DR Sardjito ternyata obat yang dibutuhkan kosong. Sambil menunggu obat, pasien dirawat dirumah. Hingga benjolannya pecah. Beberapa hari hanya dirawat dirumah dengan pengobatan alternatif membuat lukanya tidak mengering dan menimbulkan bau busuk yang menyengat. Hingga beberapa kali ada harimau yang datang kerumahnya dan menggaruk-garuk dinding kamar bu Tukijah yang terbuat dari papan kayu. Semula orang tidak percaya kalau benar-benar masih ada harimau dikampung tersebut, namun tetangganya mrmbenarkan sempat melihat harimau hitam yang melintas di dekat rumahnya. Kebetulan rumahnya bu Tukijah berada di pojok desa yang berbatasan langsung dengan hutan rakyat. Setelah dibawa ke RSUP DR Sardjito ternyata obat yang diperlukan sejak satu tahun yang lalu ternyata tetap belum ada, hingga dokter mencari obat lain yang sejenis. Setelah dilakukan transfusi darah, mulai dilakukan kemo. Kemo dijadwalkan 8 kali kemo dengan jadwal satu minggu sekali kemo. Kemo yang pertama dan kedua sudah dijalani dan bau yang ditimbulkan dari lukanya mulai berkurang. Namun Allah berkehendak lain, menjelang kemo ke 3,ibu Tukijah dipanggil menghadap Allah. Pada tanggal 17 Juni 2017 ibu Tukijah meninggal dunia. Selama ini ibu Tukijah berobat dengan menggunakan jaminan BPJS PBI. Suami bu Tukijah, yaitu bapak Sukiran bin Paijo (45th)berprofesi sebagai petani, namun tidak bisa bekerja secara maksimal, karena beliau merupakan difabel akibat jatuh saat mencari kayu bakar. Kini pak Sukiran masih harus hidup dengan 2 orang anak yang baru mau masuk selolah SLTP #Sedekah hollics, Setelah mulai telah membantu meringankan beban keluarga bu Tukijah, bahkan bisa mencegah teror harimau, karena sejak dirawat dirumah sakit, bau lukanya tidak begitu menyengat sampai jauh. Alhamdulilahdilah Sedekah Rombongan bisa berpartisipasi untuk menyampaikan bantuan tititpan dari Sedekah hollics. Keluarga besar almarhum bu Tukijah mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga menjadi amal kebaikan bagi segenap Sedekah hollics dan Sedekah rombongan. Ibu Tukijah Pernah dibantu pada Rombongan 844 dan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : : @kissherry @ekow_st @jemigigi

Bu Tukijah menderita kelenjar getah bening


MTSR PANTURA TIMUR I (Perawatan MTSR Bulan April). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Pantura Timur digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan #SedekahRombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir #SedekahRombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Pantura Timur dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Solo. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga dalam merujuk pasien ke luar wilayah Pantura Timur. MTSR Pantura juga melakukan penggantian Sparepart, untuk peremajaan MTSR. Pada Bulan April 2017 biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut :

Jumlah Bantuan : Rp. 2.195.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Perawatan MTSR bulan April


MTSR PANTURA TIMUR I ( K 9468 TB, Biaya Operasional bulan April 2017 ) keperluan antar jemput pasien duafa sakit di bawah dampingan para Kurir Sedekah Rombongan, Mobil Tanggap Sedekah Rombongan I (MTSR I), terus bergerak wara-wiri tak kenal waktu ke rumah sakit setiap hari di area Kudus, Jepara, Demak, Semarang. Sebagian dari dana amanah pada donatur dan sedekaholics disalurkan dalam bentuk operasional untuk kendaraan ini. Jumlah santunan yang tertera di bawah ini digunakan sebagai biaya untuk Bahan Bakar. Semoga sedekah dari pada donatur dan sedekaholics semua mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin. Dan Semoga hadirnya MTSR di Wilayah Pantura Timur akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal: 30 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Perawatan MTSR bulan April


SUATI BINTI PRAWIRO (51, Patah Tulang). Alamat: Dusun Candirejo RT 1/3 ,Desa Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Suati ,biasa beliau dipanggil adalah pekerja salah satu pabrik di Ungaran. Beliau mengalami musibah kecelakaan sekitar satu tahun yang lalu, ketika Bu Suati dan suaminya hendak menengok anaknya di Gunung Pati. Saat di perjalanan, mereka ditabrak dua pengendara motor, akibat kecelakaan itu ibu Suati mengalami patah tulang dan menjalani operasi di RSUD Ungaran. Selama kurun waktu setelah rawat inap di RSUD Ungaran beliau belum bisa kontrol lagi karena keterbatasan biaya. Dengan kondisi seperti itu Bu Suati belum bisa bekerja lagi, sedangkan suaminya sudah tidak bekerja lagi. Pada saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Bu Suati, beliau bercerita tentang keadaan yang dialaminya. Bantuan awal telah di sampaikan pada 18 Januari 2017 untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol di rumah sakit, mulai saat itu juga Bu Suati menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Setelah kurang lebih tiga bulan Bu Suati kontrol pen dan menjalani terapi, alhamdulillah kondisi Bu Suati semakin membaik, dan sudah mulai berlatih berdiri tanpa kruk atau penyangga. Bu Suati masih harus terus kontrol dan menjalani terapi, maka bantuan ke-2 telah di sampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontrol lanjutan di rumah sakit . Semoga Bu Suati segera sembuh ,dan dapat kembali bekerja lagi .

Jumlah Bantuan : Rp 500 .000 ,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @yayuk @trislamet @akuokawai

Bu Suati menderita patah tulang


YAMINI BINTI SUWONO (60, Gagal Jantung). Alamat: Dusun Susukan RT 5/1, Kelurahan Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Yamini seorang janda yang hidup sendiri dan rumah juga dipinjami tetangganya dengan berjualan makanan kecil dan sayur-sayuran yang diambil dari kebun kemudian diolah/dimasak dan dijual kerumah-rumah disekitarnya untuk biaya makan sehari-hari. Pada pertengahan bulan Maret 2017 bu Yamini mrasa sesak nafas mulai dari pukul 11 malam sampai pukul 8 pagi, kemudian tetangganya menghubungi salah satu kurir Sedekah Rombongan untuk memberitahukan kondisi bu Yamini yang kesulitan bernafas. Kurir menyarankan agar bu Yamini dibawa ke RS Ken Saras Ungaran dan langsung ke bagian IGD dengan diantar oleh Pak RT/Bu RT dan tetangganya. Akhirnya bu Yamini diantar Ke RS Ken Saras dan sudah ditunggu oleh salah satu kurir Sedekah Rombongan untuk didampingi. Setelah masuk IGD ternyata ruang kelas 3 penuh dan disarankan segera ke RSUD Ambarawa. Setelah itu bu Yamini dibawa ke RSUD Ambarawa masuk ruang IGD dan langsung mendapatkan perawatan dan rawat inap. Pada hari Sabtu tanggal 1 April 2017 santunan Rp 500.000.- diberikan untuk akomodasi berobat pasca rawat inap dan kebutuhan sehari-hari karena belum bisa bekerja. Sebelumnya bu Yamini telah mendapatkan santunan lepas dari Sedekah Rombongan dalam Rombongan 936.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 1 April 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @triselamet @akuokawai

Bu Yamini menderita gagal jantung


LAPORAN PANITIA ZAKAT FITRAH SEDEKAH ROMBONGAN 1438H. #SedekahRombongan tak pernah berhenti dalam berkhidmat pada para dhuafa. Terus mendampingi kaum lemah yang sedang dalam perobatan, membantu penjemputan, pendampingan hingga membawa pulang ke Rumah Singgah pun ke rumah masing-masing. Siang saat berpuasa dan malam setelah maghrib hingga waktu sahur, tak kenal lelah saling bergantian berombongan ikut merasakan beban para dhuafa yang sedang memperjuangkan kesembuhannya. Semata mencari muka di depan Tuhan dan mencari pahala pelengkap puasa. Ramadhan tahun 2017 ini atau 1438 Hijriah, #SedekahRombongan untuk yang ketiga kalinya menjadi Amil Zakat, menampung zakat dari para Muzakki. Hasil dari kumpulan Zakat Fitrah, Zakat Mal, Fidyah dan Sodaqoh disempurnakan dengan menyampaikankannya kepada para Mustahik pada hari terakhir puasa hingga jelang pagi 1 Syawal 1438 H. Dana terkumpul dari 797 muzakki sebesar Rp.140.711.317,- yang semuanya dibelanjakan beras dan terbagi hingga 10.051 KG beras. Pendistribusian disebar merata oleh perwakilan kurir #SedekahRombongan di Indonesia ke para mustahik yang termasuk dalam asnaf zakat di wilayah: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Aceh, Riau, Jambi, NTB, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, dll. Alhamdulillah, total distribusi tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu. Semoga tahun-tahun berikutnya dapat makin professional, selalu mendapat kepercayaan dari umat dan para #Sedekaholics agar dapat lebih banyak mensejahterakan kaum miskin yang ada di sekitar kita.

Jumlah Dana Terkumpul: Rp 140.711.317,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin #KurirNasional #SedekahRombongan

Zakat fitrah 1438 H


KASMIN BIN MARSA (75, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Cimentul, RT 11/2, Desa Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Kasmin kini hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Sudah lima tahun terakhir ia mederita kelumpuhan. Awal mulanya Abah Kasmin merantau ke Lampung, ia bekerja sebagai buruh penebang kayu. Pada saat itu Abah Kasmin mengalami kecelakaan, kakinya tertimpah kayu besar hingga dirawat di rumah sakit. Selang beberapa bulan kaki yang mengalami sakit tidak bisa digerakkan. Dokter menganjurkan Abah Kasmin untuk kontrol rutin setiap bulannya. Anjuran dokter tersebut dijalani Abah Kasmin selama 2 tahun, namun lama – kelamaan kondisi keuangannya semakin sulit. Penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Akhirnya Abah Kasmin dan istri memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dengan pertimbangan di sana masih ada sanak saudara. Sejak kembali ke kampung, Abah Kasmin tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Bertahun – tahun Abah hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidur. Penderitaan Abah semakin lengkap ketika sang istri berpulang ke rahmatullah. Kini abah tinggal sendiri di emperan rumah saudaranya yang hanya dibatasi bilik bambu. Kondisi Abah Kasmin semakin memprihatinkan, ia sering tidak makan jika tidak ada orang yang memberinya makanan. Selama ini Abah Kasmin menjadi tanggungan sanak saudaranya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Abah Kasmin telah dibantu dalam rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Pak Kasmin menderita stroke + lumpuh


MUTIAH BINTI ABDUL MAJID (65, Diabetes + Jantung Koroner). Alamat : Kp. Cimentul, RT 10/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bu Mutiah kini hanya tinggal berdua bersama suaminya. Kedua anak perempuannya sudah berkeluarga dan ikut bersama suaminya. Suami Bu mutiah bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tidak setiap hari ada orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika musim tanam selesai suami Bu Mutiah kerap menganggur. Waktu luang banyak dimanfatkan oleh suami Bu Mutiah menjadi marbot masjid. Sudah setengah tahun terakhir ini Bu mutiah harus rutin berobat ke RS Balaraja karena menderita komplikasi diabetes dan jantung koroner. Walaupun biaya pengobatan Bu Mutiah ditanggung KIS yang dimilikinya, ia masih harus mengeluarkan banyak biaya untuk transportasi berobat. Jarak rumah Bu Mutiah ke rumah sakit cukup jauh, dan sangat jarang ada kendaraan umum melewati daerah rumahnya. Terkadang Bu Mutiah terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk biaya transportasi berobat. Penghasilan suaminya yang tak menentu hanya cukup untuk makan sehari – hari. Kondisi bu Mutiah belum mengalami perkembangan, ia masih harus rutin ke rumah sakit. Melihat perjuangan Bu Mutiah untuk sembuh dan sehat, Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transpotasi berobat dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga Bu Mutiah selalu diberikan kesabaran dan kesembuhan, amin. Sebelumya Bu Mutiah telah dibantu dalam rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @Nurmanmlana @Endangmplus @pratama_chatur @Misnamina @Fatmahalwiny @ririn _restu

Bu Mutiah menderita diabetes + jantung koroner


PENGKI BINTI JASIH (49, Susp. Gastritis + Gangguan Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Pengki adalah seorang ibu rumah tangga yang ulet dan rajin. Sehari – harinya Ibu Pengki berjualan es campur dan jajanan anak-anak untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Suami Ibu Pengki bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasil yang tak menentu. Enam bulan lalu, Ibu Pengki tidak bisa berjualan lagi karena sakit yang dideritanya. Awal mulanya saat Ibu Pengki sedang berjualan, ia jatuh pingsan karena menahan sakit yang tak terhingga di bagian perut dan ulu hatinya. Setelah diperiksa dokter di klinik terdekat dan dilihat dari hasil rongtennya ternyata ada gangguan pada lambung, empedu dan ginjalnya. Dokter pun menyarankan Ibu Pengki berobat ke rumah sakit. Untunglah Ibu Pengki mempunyai Jamkesmas sehingga untuk biaya pengobatannya bisa terpenuhi, namun ia kerap kebingungan mencari uang untuk transportasi ke RSUD Tangerang. Jarak dari rumahnya ke rumah sakit cukuplah jauh, terkadang Ia harus meminjam tetangganya agar bisa berobat. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dirasakan oleh Ibu Pengki dan keluarga, untuk membantu biaya pengobatannya, kurir menyampaikna bantuan awal untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi berobat. Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban Ibu Pengki dan bisa menambah semangat hidupnya untuk segera pulih dan sembuh dari penyakitnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Bu Pengki menderita susp. gastritis + gangguan ginjal


NIJAR BIN WAHYUDI (1, TB Paru + Pembengkakkan Limpa). Alamat : Kp. Rancailat, RT 2/1, Ds. Rancailat, Kec. Kresek, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Nijar adalah anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Hayaroh. Sungguh malang nasib Nijar, baru beberapa bulan dilahirkan ia sudah menjadi anak yatim. Ironisnya ayah Nijar meninggal dikarenakan penyakit yang sekarang diderita Nijar yaitu TB paru. Setelah suaminya meninggal, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya, Ibu Hayaroh bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik di wilayah Sukamulya. Untunglah ia masih tinggal bersama kedua orang tuanya sehingga Nijar bisa dijaga oleh kakek dan neneknya. Ketika lahir bayi Nijar dalam kondisi sehat, namun setelah berusia enam bulan ia mulai terkena TB paru. Awalnya Nijar terserang panas tinggi, badannya demam. Ibunya pun membawa Nijar berobat ke klinik terdekat. Setelah beberapa hari panas Nijar tak turun juga Ibu Hayaroh akhirnya membawanya ke klinik di Kecamatan Kronjo, karena belum adanya JKN – KIS ia tidak berani membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Dokter menyarankan Nijar untuk dirongten, dan setelah dicek hasilnya ternyata Nijar terkena TB paru dan pembengkakan limpa. Saat ini Nijar harus berobat dua kali seminggu selama enam bulan secara terus – menerus agar penyakitnya segera sembuh. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan derita yang dirasakan oleh Nijar dan ibunya. Untuk meringankan beban penderitaan mereka, Kurir menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat Nijar. Semoga Allah segera mengangkat dan menyembuhkan penyakit yang diderita Nijar sehingga ia bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat seperti anak-anak lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Nijar menderita TB paru + pembengkakkan limpa


DESI SUPIYANTI (8, Thalasemia ). Alamat : Kp. Benda kebon, RT 1/5, Ds. Benda, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Desi Supiyanti adalah putri kedua dari pasangan Encep dan Supianah. Terlihat Desi nampak sehat seperti anak-anak pada umumnya, namun jika diperhatikan secara jelas perutnya membuncit dan badanya sangat kurus. Sejak 4 tahun lalu Desi didiagnosis dokter menderita Thalasemia atau kelainan darah dimana tubuh tidak cukup memproduksi hemoglobin sehingga kadarnya sedikit. Desi harus melakukan cuci darah dan transfusi minimal 1 bulan sekali, bahkan usianya divonis dokter hanya bisa bertahan sampai umur dua puluh tahun. Beruntung Pak Encep yang bekerja sebagai karyawan honorer beserta keluarga telah memiliki KIS sehingga biaya pengobatan Desi bisa terpenuhi. Jarak tempuh dari rumah ke tempat berobat Desi di RSU Kota Tangerang cukup jauh, membuat Pak Encep harus memiliki uang untuk transportasi berobat anaknya. Terkadang Pak Encep kerepotan untuk biaya transportasi karena dalam sebulan Desi bisa 2 – 3 kali berobat. Pak Encep dan keluarga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Allah SWT mengangkat dan menyembuhkan penyakit Desi. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dirasakan oleh Desi dan keluarganya sehingga memberikan bantuan awal untuk meringankan biaya transportasi pengobatannya. Mudah-mudahan Allah mengangkat dan menghilangkan penyakit ananda Desi Supiyanti sehingga ia bisa sembuh, sehat dan bisa bermain seperti anak-anak yang lainnya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @mistaaja @ririn_restu

Desi menderita thalasemia


ASUNAN BIN ADAM (70, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Tengger Batu, RT 2/3, Ds. Rajeg Mulya, Kec. Rajeg, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak Asunan kini tinggal bersama seorang anaknya yang sudah berkeluarga setelah istrinya dipanggil menghadap sang pecipta. Belum lama kesedihan yang dialami sepeninggal sang istri, Pak Asunan mengalami musibah. Saat hendak ke kebun untuk menebang pohon, Pak Asunan terjatuh dari atas pohon yang hendak ditebangnya. Pak Asunan langsung dibawa ke rumah sakit karena ia mengalami pingsan cukup lama. Setelah beberapa hari di rumah sakit dan kondisinya berangsur membaik, Pak Asunan diizinkan pulang oleh dokter yang merawatnya. Waktu itu Pak Asunan masih bisa berjalan walau tertatih – tatih, namun selang beberapa bulan kondisinya semakin memburuk, sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan sebagaimana mestinya. Pak Asunan oleh anaknya dibawa kembali ke rumah sakit, dokter mendiagnosisnya mengalami kelumpuhan akibat stroke. Pak Asunan harus rutin terapi ke rumah sakit setiap bulannya. Pak Asunan hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini, kesehariannya hanya diisi dengan memperbanyak ibadah di tempat tidurnya. Pak Asunan menceritakan semua kesedihan yang ia alami kepada Kurir Sedekah Rombongan yang mengunjunginya. Bantuan pun kurir sampaikan untuk kebutuhan berobat dan memenuhi kebutuhan sehari -hari. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Pak Asunan, amin.

Jumlah : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir SR : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Pak asunan menderita stroke + lumpuh


ANDRI BUNGAOK (33, Tumor Perut). Alamat : Kp. Bungaok, RT 4/3, Ds. Caringin 1, Kec. Legok, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Awal tahun 2000, Andri mengalami panas tinggi, dan ada benjolan sebesar kelereng di punggungnya. Ia kemudian memeriksakan diri ke RSUD Tangerang. Setelah beberapa bulan benjolan tersebut membesar seukuran bola tenis. Pada saat itu akhirnya Andri menjalani operasi pengangkatan benjolan di punggungnya. Selang beberapa tahun kemudian, tumbuh lagi benjolan di perutnya, yang kian hari membuat perutnya mengeras. Andri kini berobat ke RSU Siloam Tangerang. Sudah puluhan kali berobat kondisinya belum juga membaik. Sebulan terakhir Andri mengeluh setiap malam harus puluhan kali bolak-balik ke kamar kecil karena rasa ingin BAB, namun yang keluar hanya sedikit cairan. Pada 25 Mei 2017 Andri mulai dirawat di RS Siloam dan menjalani tranfusi darah untuk persiapan operasi. Setelah kondisinya stabil, Andri akan menjalani operasi yang kedua kalinya. Andri berobat menggunakan JKN – KIS yang dimilikinya. Setelah melihat kondisi Andri, Kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk biaya sehari – hari di rumah sakit. Andri dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Andri segera membaik dan ia bisa beraktivitas kembali seperti biasanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlan @endangmplus @pratama_chatur Imanudin @ririn_restu

Andri menderita tumor perut


ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di rumah sakit di Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu, Ilham dibawa ayahnya, Usman, merantau ke daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Setelah JKN – KIS telah dimilikinya, Ilham dapat kembali berobat. Ilham pun akhirnya menjalani operasi pertamanya di RSU Drajat Perwira Negara Serang. Ilham menjalani operasi pada 17 April 2017 setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah menjalani operasi keadaan Ilham terlihat sehat. Selang setengah bulan kepulangan pasca operasi Ilham kembali masuk rumah sakit akibat kembali kejang. Bahkan luka bekas operasi mengakibatkan rasa sakit sehingga ia selalu menangis menahan rasa sakitnya. Syukur Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi berobat. Mudah – mudahan Ilham segera sehat dan bisa bermain seperti anak seusianya. Sebelumya bantuan awal telah diberikan pada Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur @ririn_restu

Ilham menderita hydrocephalus


SUPENO PENO (53, Maag Akut + Jantung Berdebar). Alamat : Jln. Angsoka, RT 2/8, Kel. Kasemen, Kec. Kasemen, Kota Serang, Prov. Banten. Pak Peno adalah seorang pedagang Es kelapa yang setiap harinya berjualan di SD. Setiap pagi Pak Peno harus mendorong gerobaknya sendirian menuju sekolah. Istri Pak Peno, berjualan gorengan dengan mengayuh sepeda keliling kampung. Kesibukan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membuat Pak Peno lupa untuk sarapan. Pada pertengahan September 2016, Pak Peno mengalami sakit dan kondisinya sangat menurun hingga harus dirawat di RSUD kota Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan Pak Peno dinyatakan menderita maag kronis, dan terdapat ganguan pada jantungnya. Pak Peno dirawat menggunakan JKN – KIS kelas III yang ia dapatkan dari bantuan tetangganya yang mendaftarkanya melalui Dinsos. Setelah satu minggu dirawat, Pak Peno diizinkan pulang, namun ia harus selalu kontrol setiap bulannya. Setelah sakit, Pak Peno tak lagi bisa berjualan. Kebutuhan hidup keluarga kini menjadi tanggung jawab isterinya. Pendapatan istrinya hanya cukup untuk makan sehari – hari. Pak Peno akhirnya kerap meminjam uang kepada sanak saudara untuk biaya transportasi ketika ia berobat. Melihat kesusahan yang dialami Pak Peno, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk meringankan biaya transportasi ke RSUD dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Pak Peno segera pulih kembali dan bisa berjualan lagi, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Pak Peno menderita maag akut + jantung berdebar


DEDE AI RAHMAWATI (7, Ichthyosis vulgaris). Alamat : Kp. Kadu Kancas, RT 4/2, Ds. Banjarsari, Kec. Anyer, Kab. Serang, Prov. Banten. Anak kedua dari pasangan Ono Sapaat (49) dan Titi Sarti (45) ini biasa dipanggil AI. Sejak lahir, AI menderita Ichthyosis Vulgaris atau gangguan kulit yang menyebabkan kulit sangat kering dan bersisik. Penyakit tersebut dialaminya dari ujung kepala hingga kaki. Kulitnya akan kering dan mengelupas terutama saat cuaca panas. Sisa kulit yg mengelupas akan berhamburan di baju bahkan ke seprai setelah bangun tidur. Berbagai pengobatan sudah dilakukan dari pengobatan tradisonal hingga medis. Dokter spesialis kulit di Cilegon menyatakan kulit Ai tidak akan normal seperti kulit pada umumnya, pengobatan yang dijalani hanya bisa mengurangi kekeringannya saja. Ai harus menjalani pengobatan berkelanjutan, namun sang ayah yang hanya bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta, tidak mampu untuk terus membiayai pengobatan anaknya. Hinaan dan cacian dari para tetangga dan teman pernah Ai dan keluarga alami. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah Ai untuk menyampaikan bantuan dari para sedekaholic yang akan dipergunakan untuk berobat. Ai dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kulit Ai segera membaik dan ia bisa melajutkan sekolah dan menggapai cita-citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Dede menderita ichthyosis vulgaris


RAZAQ PATIH BIN PARDALMO (14, Pembekuan Darah di Otak akibat Kecelakaan). Alamat : Kampung Parigi Lama, RT 1/4, Desa Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Razaq adalah seorang siswa MTS yang baru saja merasakan euforia kelulusan sekolah. Beberapa waktu lalu, Razak tertimpa musibah kecelakaan tunggal sepeda motor di daerah Alam Sutera, BSD. Kecelakaan tersebut terjadi pada sore hari beberapa menit sebelum berbuka puasa. Kondisi Razak saat itu tidak sadarkan diri dan langsung dibawa oleh kerabat korban ke klinik terdekat untuk dilakukan penanganan pertama. Tidak lama kemudian orang tua korban memutuskan untuk memindahkan Razak ke RS dr. Suyoto di daerah Bintaro untuk segera dilakukan operasi. Alhamdulillah setelah dilakukan operasi, pasca kurir Sedekah Rombongan menjenguk Razak, kondisinya sudah lebih baik dan sedang mendapatkan perawatan lanjutan untuk kesembuhan. Kendala yang dihadapi oleh pihak keluarga adalah biaya rumah sakit yang mencapai 70 juta rupiah lebih. Ayah Razaq, Bapak Pardalmo (46) yang bekerja sebagai buruh tak memiliki uang sebanyak itu, sedangkan ibunya, Ibu Nurazizah (48) hanya ibu rumah tangga. Razaq pun tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Razaq, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan. Semoga Razaq bisa lekas sembuh seperti semula dan bisa kembali melanjutkan sekolahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin Mutia @ririn_restu

Razaq menderita pembekuan darah di otak akibat kecelakaan


BACO BIN BADRUNG (53, Fraktur Menahun di Kaki Kanan + Decubitus Glutea Post Rekonstruksi Skin Flap). Alamat : Dusun Bukit Harapan, RT 2, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Tujuh tahun lalu Bapak Baco mengalami kecelakaan kerja saat berkebun, ia terjatuh dari pohon yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kaki kanannya patah (Fraktur). Pak Baco pernah menjalani pemasangan vent di rumah sakit di Makasar, namun ia kembali terjatuh hingga ventnya patah dan vent tersebut belum dilepas karena ketiadaan biaya. Sejak sakit, Pak Baco tidak dapat bekerja dan istrinya pun meninggalkannya. Pak Baco akhirnya kini tinggal dengan cucunya, sedangkan anak – anaknya sudah berkeluarga dan bekerja di Malaysia. Kaki Pak Baco yang patah tak mendapat tindakan medis secara berkelanjutan karena dahulu ia tidak memiliki uang dan jaminan kesehatan apapun. Pak Baco hanya bisa duduk dan tidur saja sehingga menyebabkan luka pada bokongnya (decubitus). Kondisi tersebut diakibatkan tekanan terus menerus pada bokong yang tidak pernah digerakkan sehingga aliran darah tidak mengalir lancar. Luka tersebut dibiarkan saja sehingga semakin melebar memenuhi bagian bokong kanan Pak Boco dan lukanya sangat dalam. Alhamdulillah sejak didampingi Sedekah Rombongan, Pak Baco sudah bisa kembali berobat. Berbekal JKN – KIS PBI, Pak Baco akhirnya berobat ke Puskesmas dan disarankan berobat ke RSUD Nunukan. Pak Baco sudah menjalani operasi rekonstruksi Skin Flap di glutea pada 25 Januari 2017 karena luka dekubitusnya cukup dalam dan berbau. Pak Baco harus kontrol luka setiap 2 hari sekali dan berobat rutin ke poli bedah setiap 1 bulan sekali. Kini luka Pak Baco membaik walau tidak mengalami perkembangan yang signifikan, lukanya masih berwarna merah dan harus diganti perban setiap 3 hari sekali di Puskesmas. Pak Baco masih menjalani kontrol rutin di RSUD Nunukan yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Baco, bantuan lanjutan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi berobat ke RSUD Nunukan serta untuk membeli makanan yang bergizi. Sebelumnya Pak Baco telah dibantu dalam Rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Nheni @ririn_restu

Pak baco menderita fraktur mMenahun di kaki kanan + decubitus glutea post rekonstruksi skin flap


ANASTASIA DAI KREDO (27, Penurunan Imun Signifikan + Komplikasi Penyakit). Dusun Berjoko, RT 12/2, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Anastasia sudah menderita sakit-sakitan sejak 2 tahun lalu saat di Malaysia. Gejala sakitnya sudah lama ia rasakan sejak suami pertamanya meninggal karena penyakit yang sama pada tahun 2010. Anastasia kemudian menikah lagi pada tahun 2012 dan dikaruniai seorang anak. Pada tahun 2013 ia mulai sakit, imunitasnya mulai menurun. Selama ini jika sakit ia berobat di klinik di Malaysia. Sakit yang diderita Anastasia beragam, mulai dari : demam, diare, batuk – batuk, nafsu makan menurun, dan gatal-gatal. Setelah berobat di klinik di Malaysia, kondisi Anastasia tidak ada perubahan. Badan Anastasia bertambah kurus hingga akhirnya minggu lalu ia pulang ke rumah orang tuanya di Sebatik, Kalimantan Utara. Sesampainya di Sebatik, Anastasia mengalami penurunan kondisi tubuh. Ia kemudian berobat di Puskesmas Aji Kuning, Sebatik Tengah dan mendapatkan penanganan sementara terhadap keluhannya yakni diare dan gatal-gatal. Dokter menyaranan untuk penanganan lebih lanjut Anastasia harus berobat ke RSUD Nunukan. Kendala biaya transportasi dan pengobatan yang tidak dicover BPJS membuat Anastasia merasa kesulitan untuk berobat. Suaminya, Lambertus Suban (51) yang bekerja sebagai TKI pun tak bisa membiayai pengobatan istrinya. Setelah mendapatkan santunan dari Sedekah Rombongan untuk pembuatan KIS, Anastasia dapat berobat ke RSUD Nunukan. Anastasia mendapat pengobatan ARV, namun ia sering menglami sesak napas dan kondisinya terus memburuk. Kurir Sedekah Rombongan berencana kembali menyampaikan santunan untuk pengobatan Anastasia, namun Tuhan berkehndak lain, ia minggal dunia. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan duka dan untuk kebutuhan anak Anastasia. Sebelumnya Anastasia dibantu dalam Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @rintawulandari Daniel @ririn_restu

Anastasia menderita penurunan imun signifikan + komplikasi penyakit


MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN (24, Penyempitan Jantung). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda, Desa Kp. Blang, Kec. Blang Bintang, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh. Ia biasa dipanggil Fajar, seorang laki-laki yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Pada tahun 2010 Fajar mengeluh sakit dada dan merasa sangat lelah saat berolahraga di sekolahnya. Tepat seminggu setelah itu Fajar memutuskan ke dokter untuk berobat, dari hasil laboratorium ia didiagnosis menderita jantung bocor, pembekuan darah di jantung dan penyempitan jantung. Keadaannya sempat membaik dan Fajar kembali melakukan kegiatan seperti biasanya, namun pada Januari 2017 lalu Fajar mengalami sesak napas. Fajar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zainal Abidin Banda Aceh namun setelah menjalani perawatan tidak ada perubahan sehingga dokter merujuknya ke Penang. Pada 18 Januari 2017, Fajar berangkat ke Penang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan ia didiagnosis mengalami penyempitan jantung. Dokter di Penang menganjurkan operasi di Jakarta. Berbekal JKN – KIS yang dimiliki, pada 2 April 2017 Fajar ke Jakarta untuk menjalani pengobatan di RS Harapan Kita. Setelah menjalani serangkaian pengobatan, Fajar dijadwalkan menjalani operasi pada 6 Juni 2017. Pada tanggal 14 Mei 2017, Fajar memutuskan pulang ke Aceh sembari menunggu jadwal operasi tiba. Fajar kembali ke Jakarta pada 1 Juni 2017 dan sesuai jadwal yang ditentukan pada 6 Juni 2017 ia menjalani operasi di RS Harapan Kita. Fajar menjalani pemasangan BMV, dan pasca operasi ia kembali ke Aceh pada 15 Juni 2017. Kondisi Fajar semakin membaik, ia sudah bisa bernapas dengan lancar, nafsu makannya stabil dan kini ia sudah bisa beraktivitas lagi. Fajar masih harus menjalani rawat jalan di Aceh. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Sebelumnya Fajar dibantu dalam rombongan 1000. Semoga Kesehatan fajar terus membaik, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @pratiwi5566 @siOjey @ririn_restu

Fajar menderita penyempitan jantung


MUHAMMAD SAHRAM (1, Atresia Bilier). Alamat : Gang Atok, Desa Padang Baru, RT 6, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Namanya Sahram, ia adalah buah hati dari Bapak Samsuri dan Ibu Hertimawanti. Pada saat Sahram berumur 1 bulan, perutnya mulai terlihat membesar. Saat itu, keluarga hanya mengira sakit perut kembung biasa. Akan tetapi saat usia 2 bulan, perut Sahram tidak mengecil bahkan tubuhnya mulai tampak kuning. Memanfaatkan KIS yang dimiliki, keluarga rutin membawa Sahram ke rumah sakit untuk mengetahui penyakitnya. Pada akhir Januari 2017, Sahram didiagnosis sugestif atresia billier dan dokter merujuknya untuk menjalani operasi di RSCM Jakarta. Bapak Samsuri adalah seorang buruh harian yang memiliki penghasilan tidak tentu sehingga ia merasa sangat sulit untuk membawa Sahram berobat ke Jakarta. Alhamdulillah pada awal April 2017, Sahram dapat berangkat ke Jakarta dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Selama di Jakarta Sahram menjalani berbagai pemeriksaan dan perbaikan gizi untuk menjaga kondisi kesehatannya tetap stabil. Setelah berikhtiar dalam pengobatan Sahram, Allah SWT telah memiliki rencana lain. Pada 5 Mei 2017 sore hari, Sahram menghembuskan napas terakhirnya setelah kondisinya terus menurun. Kurir Sedekah Rombongan membantu pengurusan kepulangan jenazah Sahram ke Pangkalpinanh bersama kedua orang tuanya. Semoga ujian ini menjadi penguat iman bagi keluarga Bapak Samsuri. Sebelumnya Sahram telah dibantu dalam Rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.400.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Santi Marlina Via Suharji @ririn_restu

Sahram menderita atresia bilier


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine, tetapi pada pengidap hipospadia lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Sedekahrombongan dapat memfasilitasi keberangkatan Asyraf ke Jakarta pada 15 April 2017. Kini Asyraf sudah berada di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSCM Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Asyraf telah dibantu dalam rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Nurmala Dewi via Suharji @ririn_restu

Asyraf menderita hipospadia


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine, tetapi pada pengidap hipospadia lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Sedekahrombongan dapat memfasilitasi keberangkatan Asyraf ke Jakarta pada 15 April 2017. Asyraf sudah menjalani serangkaian pengobatan dan operasi di RSCM Jakarta, namun ia masih harus rawat jalan hingga kondisinya memungkinkan dan bisa kembali ke kampungnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk kebutuhan pengobatan dan biaya hidup sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Asyraf telah dibantu dalam rombongan 1017 dan pada 15 Juni 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Nurmala Dewi via Suharji @ririn_restu

Asyraf menderita hipospadia


HOLINA M. HUSIN (39, Kanker Serviks). Alamat : Jln. Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ibu Holina merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dua tahun yang lalu, berawal dari bercak merah disertai pendarahan terus menerus, Ibu Holina merasakan nyeri haid yang luar biasa. Awalnya hanya dikira sebagai haid biasa hingga akhirnya diperiksakan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Soekarno di Air Anyir Pangkalpinang. Hasil diagnosis dokter Ibu Holina terkena kanker serviks stadium lanjut. Ibu Holina disarankan rujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Ibu Holina telah memiliki JKN – KIS, namun biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta menjadi kendala besar. Ibu Holina adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak M. Husin yang sehari – hari berprofesi sebagai buruh harian. Keterbatasan biaya untuk membawa Ibu Holina ke Jakarta membuat keluarga hanya bisa pasrah meski kondisi Ibu Holina semakin lemah dan terus mendapat transfusi darah. Alhamdulillah, Ibu Holina kini sudah berada di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSCM. Ibu Holina dan suami tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehari – sehari selama di Jakata. Semoga Ibu Holina segera sembuh, amin. Sebelumnya Ibu Holina dibantu dalam Rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel via suharji @ririn_restu

Bu Holina menderita kanker serviks


SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Epilepsi). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Siti adalah buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah. Siti merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Penyakit Siti bermula saat kepalanya terbentur dinding rumah ketika bermain bersama saudara – saudaranya. Sejak saat itu Siti sering mengalami kejang-kejang disertai demam tinggi. Siti sempat menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah dengan pelayanan BPJS. Baru diketahui, Siti didiagnosis menderita penyakit epilepsi. Kondisi ini membuat dokter merujuknya ke RSUD Depati Hamzah untuk menjalani pengobatan rutin selama 2 tahun. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Usia Bapak Kusiman yang semakin tua membuat kondisi fisiknya menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menanggung kebutuhan 8 anak. Untuk makan sehari-hari terkadang ia terpaksa meminjam uang pada tetangga. Sitti masih menjalani kontrol rutin di RSUD Depati Hamzah, ia harus rutin meminum obat dan orang tuanya harus terus berupaya agar ia tidak mengalami kejang – kejang karena bahkan bisa menyebabkan tidak sadarkan diri. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Siti dan keluarganya dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1017. Semoga Allah mengangkat penyakit Siti, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Siti menderita epilepsi


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Zaky kini dapat menjalani transfusi darah secara rutin. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky pun harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Zaky kembali menjalani transfusi darah rutin pada bulan Juni 2017. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transportasi dan akomodasi pengobatan di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky telah dibantu dalam rombongan 1017.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia + hernia scrotalis


HAERUNNISA BINTI JHON SELAS (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jln. Sambu 1, Perumahan Taman Bima ext No. A10, Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Haerunnisa adalah seorang pelajar di salah satu SMP swasta di wilayah Pemali yang saat ini sedang mengalami masalah biaya sekolah. Hampir 1 tahun uang sekolahnya tidak dibayar karena ekonomi keluarganya yang sulit. Biaya sekolah yang tertunggak senilai Rp. 2.878.000 (dua juta delapan ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah). Haerunnisa terancam diberhentikan dari sekolahnya apabila tidak bisa menyelesaikan tunggakan biaya tersebut. Permasalahan ekonomi keluarga Haerunnisa dimulai saat ayahnya mengalami serangan stroke sehingga tidak bisa bekerja mencari nafkah. Ibu Haerunisa, Ibu Yurika, bekerja sebagai pegawai honorer di instansi pemerintahan Untuk membantu membiayai kehidupan keluarga. Penghasilan Ibu Yurika tidak bisa banyak memenuhi kebutuhan sehari – hari dan sekolah dengan tanggungan 4 orang. Dalam kondisi ini, Haerunnisa hanya bisa pasrah dengan keadaan keluarganya sambil berharap menemukan jalan keluar dari segala permasalahan. Alhamdulillah Kurir Sedekahrombongan bertemu dengan keluarga Haerunnisa untuk membantu membiayai tunggakan uang sekolahnya. Semoga Haerunnisa bisa kembali sekolah dan belajar tekun untuk kembali mengangkat kondisi keluarganya ke arah yang lebih baik, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.878.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Nurmala Dewi @ririn_restu

Bantuan biaya sekolah


JAHROTUL UYUN (40, Pneumonia + Pembengkakan Jantung + Maag Kronis). Alamat : Kp. Tirtayasa, RT 3/1, Kel. Tirtayasa, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, Prov. Banten. Ibu Uyun kerap anak – anak didiknya memangilnya. Ibu dari empat orang anak ini setiap harinya berprofesi sebagai guru mengaji di desanya. Sejak dua tahun lalu, Ibu Uyun sering mengalami sesak napas diserai batuk. Semakin lama kondisinya semakin memburuk, hingga Ibu Uyun berobat ke klinik terdekat. Sakit yang tak kunjung sembuh membuat Ibu Uyun memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, Ibu Uyun dinyatakan mengidap paru- paru basah (pneumonia). Ibu Uyun harus kontrol setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh. Setelah berjalan enam bulan, penyakit yang diderita Ibu Uyun tidak hanya paru-paru basah, ternyata jantungnya mengalami pembengkakan. Selama ini Ibu Uyun berobat tanpa jaminan kesehatan. Ibu Uyun harus bekerja keras menyisihkan rezekinya untuk berobat, terkadang Ibu Uyun terpaksa meminjam uang pada saudaranya. Penghasilan suaminya yang juga berprofesi sebagai guru mengaji tidaklah seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya. Syukur alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Uyun, untuk membantu biyaya berobat dan membayar utang, bantuan awal pun diberikan. Mudah mudahan utang Ibu Uyun segera terlunasi, ia lekas sembuh dan bisa mengajar anak- anak mengaji kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :11 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @fatmaalwiny @ririnrestu

Bu Uyun menderita Pneumonia + pembengkakan jantung + maag kronis


LASIAH BINTI SANTANI (40, Lumpuh Virus Polio). Alamat : RT 2/2, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Lasiah lahir dalam keadaan yang normal. Gejala sakit yang dideritanya berawal saat beliau berusia 3 tahun. Beliau mengalami demam hingga kejang, kemudian dibawa ke puskesmas. Selang beberapa hari kemudian beliau kembali kejang dan lemas, bahkan tidak dapat berjalan. Saat itu Ibu Lasiah dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Banyumas dan didiagnosis terkena virus polio yang menyerang tulang kakinya sehingga kaki semakin lemas dan mengecil sampai sekarang. Sejak saat itu, setiap hari beliau hanya berada di dalam rumah dan hampir tidak mengenal dunia luar. Kini, kondisi beliau masih lumpuh dengan kaki kecil dan badan besar. Ibu Lasiah tinggal bersama kakaknya, Margiatiyang bekerja sebagai buruh lepas berpenghasialan kecil dan tidak menentu. Kedua orang tuanya, Santani dan Sopiah sudah meninggal. Keadaan fisik dan ekonominya yang sulit membuat Ibu Lasiah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari Ibu Lasiah. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan membawa berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Bu Lasiah menderita lumpuh virus polio


TASIKUN MAHYADI (67, Tuberculosis Paru + Cardiomegaly). Alamat : RT 3/4, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Tasikun merasakan sesak nafas, dada perih, dan linu. Beliau pun berobat ke puskesmas dan harus diopname selama 3 hari. Keadaan Bapak Tasikun membaik dan diperbolehkan pulang. Namun sebulan kemudian, gejala sakit beliau kambuh lagi. Beliau kemudian mencoba berobat ke dokter dan keadaannya membaik. Namun selang beberapa hari kemudian Bapak Tasikun kembali sakit. Kali ini beliau dibawa berobat ke Rumah Sakit (RS) Banyumas dan didiagnosis menderita Tuberculosis Paru dan Cardiomegaly (pembengkakan jantung). Sejak saat itu, sakit yang diderita Bapak Tasikun sering kambuh. Beliau pun sempat berobat ke RS Karangjengkol Purwokerto. Terakhir beliau menjalani pengobatan di RS Aghisna Medika Kroya dan sempat menjalani opname selama 4 hari. Kini beliau dianjurkan untuk menjalani kontrol sebanyak 6 kali. Sejak sakit, Bapak Tasikun yang bekerja sebagai petani tidak dapat mencari nafkah. Istrinya, Baniyah (57) menggantikannya mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh untuk mencari daun cengkeh, rumput, dan kayu bakar untuk dijual. Penghasilannya yang kecil sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Bapak Tasikun dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi karena jarak rumah Bapak Tasikun dan rumah sakit yang jauh. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Tasikun sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan transportasi selama pengobatannya. Semoga Bapak Tasikun segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @arfanesia Lasminah @paulsyifa

Pak Tasikun menderita tuberculosis paru + cardiomegaly


KIRANA DERMAWAN (2, Kanker Kaki Kanan). Alamat : RT 6/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dik Kirana memiliki benjolan di kaki kanannya sejak ia lahir. Orang tuanya langsung memeriksakan Dik Kirana ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Kirana menderita tumor ganas pada kaki kanannya dan harus segera diamputasi. Mendengar hal tersebut, orang tuanya langsung mengupayakan pengobatan ke RS Sardjito. Dik Kirana pun menjalani pengobatan secara radioterapi di RS Sardjito dan RS Margono. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor pada kaki kanan Dik Kirana sudah berubah menjadi kanker dan sudah menjalar ke pembuluh darahnya. Dokter pun menyarankan untuk mengamputasi kaki kanan Dik Kirana. Namun pihak keluarga belum mengizinkannya. Kini Dik Kirana sudah selesai menjalani kemoterapi dan radioterapi. Ayah Dik Kirana, Sugeng Prayitno (32) bekerja sebagai penjual bakso keliling dan sesekali berjualan burung dara di pasar, sedangkan ibunya, Lajar Tri Mulyani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Sugeng yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama kedua anaknya yang masih kecil. Biaya pengobatan Dik Kirana dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan masih menjadi kendala baginya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Kirana. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1012. Kini Dik Kirana sudah bisa berjalan dan masih melakukan kontrol ke poli orthopedi RS Sardjito untuk menjalani observasi kanker di kakinya Semoga Dik Kirana segera sembuh, dapat tumbuh sehat dan membanggakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Kirana menderita kanker kaki kanan


NARSEM BINTI TAWIRAJI (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/4, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Ibu Narsem berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kirinya. Keluarga Ibu Narsem segera membawanya berobat ke Rumah Sakit (RS) Wiradadi Husada. Benjolan di payudara kiri Ibu Narsem semakin membesar, sehinggabeliau memeriksakan diri ke RS Bunda pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker pada payudara kirinya dan dokter menyarankan agar segera dioperasi. Namun karena Ibu Narsem takut dan terkendala biaya, beliau tidak bisa melaksanakan operasi sehingga hanya melakukan pengobatan alternatif dan minum jamu tradisional. Pada 20 Desember 2016, kondisi Ibu Narsem turun sehingga dilarikan ke RS Banyumas. Dokter kemudian merujuk RS Sardjito untuk melanjutkan pengobatan beliau. Ibu Narsem adalah istri dari Pono Nawiarto (48). Bapak Pono bekerja membuat tahu dan Ibu Narsem yang menjualnya di pasar. Penghasilan keluarga yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari tersebut, kini semakin berkurang semenjak Ibu Narsem sakit. Kini biaya pengobatan beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Namun beliau masih kesulitan mencari dana untuk biaya akomodasi dan transportasiselama pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Narsem, sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan di RS Sardjito. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 1012. Kini Ibu Narsem masih rutin menjalani kemoterapi di RS Sardjito. Semoga Ibu Narsem segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Bu Narsem menderita kanker payudara kiri


RINI PERMATASARI (3, Lifangioma). Alamat : Desa Pontang, RT 10/3, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Rini menderita Lifangioma sejak dilahirkan, awalnya pembengkakan di wajah mungilnya belum sebesar sekarang. Rini sudah menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit, namun orang tuanya akhirnya menghentikan pengobatannya karena tak lagi ada biaya. Alhamdullillah Rini kembali dapat berobat dan sudah menjalani operasi pertama di RSUD Serang, ia masih harus menjalani dua kali lagi tahap operasi. Walaupun Rini sudah memiliki JKN – KIS, keluarga masih mengalami kendala biaya transportasi, karena jarak dari rumah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang tua Rini, Andri dan Sueha, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rini, setelah mendengar kesulitannya dalam berobat, bantuan lanjutan disampaikan kembali untuk meringankan biaya berobatnya. Rini ahirnya menjalani operasi yang keduanya pada tanggal 1 Mei 2017. Pasca operasi Rini dirawat selama satu minggu. Rini masih harus menjalani beberapa operasi selanjutnya. Semoga Rini segera sehat dan kembali ceria seperti anak-anak sebayanya. Sebelumnya Rini telah dibantu pada rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Rini menderita lifangioma


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Namun keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi Pak Asep selama ia berobat di Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Asep dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi keluarga berangkat ke Jakarta serta biaya akomodasi selama tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Pak Asep segera disembuhkan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan sebelumnya disampaikan pada tanggal 1 Mei 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rini_syafrin

Pak asep menderita tumor di belakang mata


WIDIA AYU LESTARI (13, Kista). Alamat : Jalan Kelapa, RT 3/2, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Tari yang baru duduk di bangku SMP sudah harus menanggung penyakit yang cukup berat bagi anak remaja seusianya. Penyakit Tari berawal pada bulan Ramadhan 2016, saat itu ia mengeluh sakit perut, sesak nafas, muntah-muntah dan nyeri yang tak tertahankan. Keluarga lalu membawanya ke Klinik Budianto dan dokter melakukan tindakan USG. Hasil USG menunjukkan adanya kista di bagian perut Tari. Lalu Tari dirujuk ke RSUD Mandau, namun karena keterbatasan alat medis ia kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Tari dirawat inap selama 3 hari di ruang Dahlia dan selama dirawat ia menjalani pemeriksaan berupa cek darah dan rontgent. Selain itu, ia juga sempat menjalani pemeriksaan lanjutan di RS Awal Bross untuk mengetahui posisi pasti kista yang dideritanya. Dokter menyarankan Tari untuk menjalani kontrol rutin sebelum diambil tindakan operasi. Pada tanggal 30 April 2017, Tari kembali dirawat inap dan alhamdulillah pada tanggal 2 Mei 2017 ia menjalani operasi untuk pengangkatan kista. Karena dirawat cukup lama paska operasi, keluarga mengalami kesulitan dalam biaya akomodasi selama mendampingi Tari selama dirawat di RSUD. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Tari dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga dan Tari selalu diberikan kesehatan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah @rini_syafrin

Widya menderita kista


ANIK BINTI RASIWAN (36, Kista Mioma). Alamat : Desa Kuala Penaso, Jalan Dusun Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sejak tahun 2013 Bu Anik sering merasakan sakit di bagian perutnya sehingga hingga menyebabkan kondisinya lemah. Sebelum memutuskan berobat ke dokter, Bu Anik mencoba berobat alternatif namun kondisinya tidak juga membaik. Akhirnya pada tanggal 2 Mei 2017, ia pergi berobat ke Rumah Sakit Mutia Sari dan dokter langsung merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun karena keterbatasan ekonomi, keluarga tidak dapat segera membawa Bu Anik pergi berobat ke Pekanbaru. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Anik dan bantuan diberikan untuk akomodasi dan transportasi. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @sulistyaone @rini_syafrin

Bu Anik menderita kista mioma


IKHSAN BIN IRSAL (13, Luka Bakar + Cacat Permanen). Alamat: Jalan Gaya Baru, RT 4/3, Kecamatan Mandau Samo, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 23 Februari 2012, Ikhsan sedang asyik bermain dengan teman-temannya di atas sebuah gedung yang kosong. Namun tiba-tiba tanpa sengaja tangan kanan Ikhsan menyentuh kabel bertegangan tinggi yang menyebabkan ia tersetrum dan mengalami luka bakar hingga ia pingsan tidak sadarkan diri. Kemudian Ikhsan segera dibawa ke RS untuk mendapatkan pertolongan. Kondisi Ikhsan saat ini masih dalam masa pemulihan paska operasi pemasangan pen engsel tangan kanan dan ia didiagnosa akan mengalami cacat permanen pada tangannya. Alhamdulillah luka bakar di bagian perut dan siku tangan kirinya sudah mulai mengering. Ikhsan adalah anak dari Pak Isral yang telah meninggal dunia dan Bu Erni Efrita (45) yang bekerja sebagai buruh cuci. Meskipun Ikhsan telah memiliki KIS untuk membantu biaya pengobatannya, akan tetapi ia masih terkendala untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS. Padahal dan setiap hari harus dilakukan penggantian perban ke klinik untuk dilakukan pembersihan luka bakar dan obatnya dikenakan biaya 80 ribu rupiah selama proses penyembuhan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ikhsan dan santunan disampaikan kepada keluarga untuk membantu pembelian obat. Semoga kondisi kesehatan Ikhsan semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @rizkyqurniazary

Ikhsan menderita luka bakar + cacat permanen


DALIYEM BINTI WONOREJO (65, Dhuafa). Alamat : Jalan Pemuda Darat Gg. Wakaf, RT 11, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Bu Daliyem hampir 30 tahun tinggal sendiri di gubuk yang kurang layak ditempati dalam kondisi lumpuh. Pada tahun 2012 saat memasak air, Bu Daliyem tersiram air panas dan ia segera dibawa ke puskesmas terdekat. Mantri puskesmas memberikan suntikan untuk mengobati kondisi Bu Daliyem. Namun sejak saat itu, sayangnya kondisi kesehatan Bu Daliyem semakin menurun hingga beliau tidak dapat berjalan lagi dan mengalami kelumpuhan. Dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, beliau hanya bisa mengesot untuk mobilisasi di dalam rumahnya. Hingga kini, beliau belum pernah berobat lanjutan karena ketiadaan jaminan kesehatan apapun. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bu Daliyem hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan warga sekitarnya. Beliau memiliki 1 orang anak yang tinggal di Pekanbaru namun anaknya pun sangat jarang menjenguk beliau. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Daliyem dan bantuan sembako dari sedekaholics disampaikan untuk meringankan kesulitan hidupnya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Bantuan sembako


BAYI NY. YENI SUTRA NINGSIH (1, Gangguan Syaraf). Alamat : Dusun Jati Mulya, RT 1/2, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabulaten Kampar, Provinsi Riau. Sejak lahir, bayi Ny. Yeni sudah mengalami kejang-kejang dan sempat ditransfusi darah sebanyak 2 kantong. Kondisi Bayi Ny. Yeni sangat pucat sehingga harus dirawat intensif di ruang NICU RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Diagnosa dari dokter ia mengalami gangguan pada syarafnya dan kemampuan daya isapnya untuk ASI sangat lambat. Alhamdulillah dengan penanganan yang intensif dari dokter membuat kondisi bayi Ny. Yeni mulai stabil sehingga ia sudah diperbolehkan untuk pulang. Orangtua bayi Ny. Yeni yaitu Pak Sugino (35) yang bekerja sebagai buruh tani memiliki penghasilan yang masih minim, begitu pun ibunya, Yeni Sutra Ningsih (35) adalah seorang ibu rumah tangga sehingga semua keperluan bergantung kepada Pak Sugino. Keluarga belum membuat jaminan kesehatan apapun untuk anaknya. Selama bayinya dirawat di RS, keluarga mengusahakan biaya pengobatan dari sanak saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bayi Ny. Yeni dan bantuan disampaikan untuk pelunasan biaya rawat inap selama bayi Ny. Yeni di RSUD. Semoga kesehatan bayi Ny. Yeni terus membaik, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.320.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @karin_lathief

Bayi ny yeni menderita gangguan syaraf


PENI ARIFIN (12, Lumpuh). Alamat : Dusun Bukit Rindang, RT 17/6, Desa Margat Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sejak umur 3 tahun Peni sering mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang (step). Hingga akhirnya Peni tidak bisa berjalan dan berbicara dan hanya bisa tersenyum saat diajak berkomunikasi. Peni adalah anak piatu karena ibunya telah meninggal dunia sejak ia masih balita. Belum genap empat puluh hari kepergian ibunya, ayah Peni menikah lagi. Semenjak itu, Peni ditinggal pergi oleh ayahnya dan ia tidak pernah menafkahi Peni lagi. Hingga kini sehari-harinya Peni tinggal bersama kakek dan neneknya yang juga sudah tua renta. Kehidupan mereka pun juga sangat kekurangan. Kakek dan Nenek Peni begitu sabar merawat dan membesarkan Peni walaupun dengan kondisi serba kekurangan. Karena Peni tidak bisa berjalan, nenek dan kakek nya lah yang mengangkat Peni semampunya apabila ia ingin mobilisasi. Dalam kesehariannya, Peni juga menggunakan popok karena ia tidak bisa menyampaikan keinginannya saat ingin buang air. Keterbatasan pengetahuan nenek dan kakek Peni terhadap jaminan kesehatan membuat mereka tidak dapat mengurus administrasi jaminan kesehatan Peni. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Peni dan menyampaikan bantuan kursi roda serta pampers dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @nhphita Mustakwa Lendriani Tri Yono @karin_lathief

Peni menderita lumpuh


BAMBANG AGUS WAHYUDI (17, Lumpuh). Alamat : Jalan Pusdiklat Kubang Raya, RT 1/3, Kelurahan Kubang Raya, Kecamatan Tambang Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat berumur 1 tahun, Bambang menjalani imunisasi rutinnya di Posyandu daerah rumahnya. Keesokan harinya paska menjalani imunisasi, Bambang mengalami demam dan kondisi badannya semakin lemah. Sejak saat itu lah kaki Bambang tidak bisa digerakan lagi hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan hingga kini. Kondisi Bambang hanya bisa terbaring lemah dan tidak bisa berjalan bahkan untuk duduk pun ia sudah tidak kuat lagi. Keterbatasan biaya keluarga membuat Bambang hanya bisa dirawat di rumah, karena keluarga tidak memiliki biaya untuk membawa Bambang berobat ke rumah sakit. Terlepas dari kondisinya yang sudah tidak bisa mobilisasi, semangat hidup Bambang tetap tinggi. Ia memiliki keinginan untuk bisa keluar rumah dan menikmati dunia luar namun orangtuanya tidak mampu memenuhi keinginannya tersebut karena ketiadaan biaya untuk membeli kursi roda. Rumah yang ditempati Bambang dan keluarga adalah rumah tumpangan milik pimpinan tempat ayah Bambang bekerja. Bambang tinggal bersama ayahnya, Pak Suyadi (47), yang bekerja sebagai buruh harian kebun dan ibunya, Suwarni (42), yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Ketiadaan jaminan kesehatan membuat keluarga juga belum mampu membawa Bambang berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bambang dan dapat membantu mewujudkan keinginan Bambang untuk memiliki kursi roda. Semoga Bambang bisa terus semangat dalam menjalani hidupnya terlepas dari kondisinya yang terbatas, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhphita Fathudin @karin_lathief

Bambang menderita lumpuh


RASMINAH BINTI SHOLIHIN (47, Reumatik). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 1/1, Dusun Wono Mulyo, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Penyakit Bu Rasminah berawal saat kaki kirinya sering terasa kesemutan dan pegal-pegal saat berjalan dan bekerja berat lima bulan yg lalu. Rasa nyeri kakinya tersebut bertambah parah ketika ia merasakan kesemutan juga pada tumit sebelah kanannya. Kondisinya tersebut membuat Bu Rasminah sulit berjalan. Karena ketiadaan jaminan kesehatan, pengobatan yang dilakukannya hanya dengan mengurut-urut kakinya saja serta membeli obat-obatan penghilang nyeri yang dijual bebas di apotik. Namun rasa nyeri yang dirasakannya malah semakin memburuk. Sehari-harinya Bu Rasminah tinggal bersama suaminya, Tirun (49), yang bekerja sebagai buruh serabutan. Selama ini Bu Rasminah sesekali berobat ke Puskesmas dan dokter menyatakan bahwa ia menderita rematik, namun keterbatasan biaya membuatnya tidak selalu mampu menebus obat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Rasminah dan titipan sedekaholics disampaikan untuk pengurusan jaminan kesehatan. Semoga kondisi Bu Rasminah terus membaik dan ia kembali sehat, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhphita Siswanto Anggi Evi Iqbal Wawan @karin_lathief

Bu Rasminah menderita reumatik


NASIYEM BINTI WIRYA WIKA (65, Asam Urat). Alamat : Desa Bukit Lembah Subur, RT 3/1, Dusun Wono Mulyo, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sehari-hari Ibu Nasiyem memiliki aktivitas rutin mengangkat air dari sumur yang jaraknya kurang lebih 50 meter dari rumahnya untuk keperluan masak, cuci piring dan mandi. Namun sejak beberapa bulan yang lalu, Ibu Nasiyem merasakan tangan kirinya nyeri kesemutan dan kebas sehingga sejak itu ia sulit untuk menjalankan aktivitasnya. Ia tidak memiliki biaya untuk memeriksakan penyakitnya secara rutin karena ketiadaan jaminan kesehatan. Ibu Nasiyem sudah lama hidup sendiri karena suaminya Pak Sholihin (56) sudah lama meninggal. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Ibu Nasiyem dan menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk membantu pengurusan jaminan kesehatan agar ia bisa kembali berobat. Semoga Ibu Nasiyem segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhphita Siswanto Anggi Evi Iqbal Wawan @karin_lathief

Bu Nasiyem menderita asam urat


IMAM FAHRUDIN (23, Dhuafa). Alamat : Jalan Panglima Jambul Gg. Ikhlas, RT 3, Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Setelah menamatkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah tujuh tahun lalu, Imam tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena kondisi bapaknya, Daroini (60), yang sedang lumpuh karena stroke. Dengan ketiadaan penghasilan keluarga karena bapaknya tidak dapat bekerja lagi, Imam tidak dapat membiayai sekolahnya. Saat ini kegiatan Imam sehari-hari selain merawat bapaknya yang sedang sakit, juga bekerja serabutan sebagai buruh bangunan agar dapat membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Keinginannya untuk dapat bekerja lebih baik terkendala karena ia tidak memiliki ijazah setara SMA. Pada tahun 2015 Imam mengikuti ujian paket C, namun Imam belum dapat membayar semua biaya paket C tersebut dan baru dapat membayar biaya ujiannya saja. Ijazah paket C nya sampai sekarang masih ditahan sekolah penyelenggara ujian karena ia belum memiliki uang untuk membayar biaya sekolahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Imam dan titipan sedekaholics disampaikan untuk membantu pembayaran ijazah Paket C. Semoga Imam bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Bantuan biaya pembayaran ijazah Paket C


YENI SUMIATI (36, Kanker Serviks). Alamat : Jalan Kayu Manis Gg amal no 99, RT 3/2, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada awalnya Bu Yeni mengalami pendarahan terus menerus yang berlangsung sampai hampir 2 setengah tahun lamanya. Namun karena belum ada biaya untuk berobat, Bu Yeni tidak melakukan pengobatan apapun. Hingga akhirnya alhamdulillah salah seorang saudaranya membantu Bu Yeni untuk mengurus jaminan kesehatan BPJS agar ia dapat berobat di rumah sakit. Dokter di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru mendiagnosa Bu Yeni mengidap kanker serviks. Saat disarankan untuk melakukan radioterapi, Bu Yeni tidak dapat menjalaninya karena RSUD belum memiliki alat radioterapi sehingga dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RS Adam Malik Medan. Namun keluarga tidak bisa berangkat ke Medan karena terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Bu Yeni adalah istri dari Bapak Sarbaini (42) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh di toko kaca. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yeni dan bantuan diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan ke Medan. Semoga kondisi kesehatan Bu Yeni semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @nhpita Dede @rizkyqurniazary

Bu Yeni menderita kanker serviks


DEBY MAULINA (16, Dhuafa). Alamat : Jalan M. Ali no. 9, RT 3/1, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Deby merupakan salah satu siswi kelas X jurusan IPS di MAN 2 Model Pekanbaru. Deby adalah anak yg berprestasi dan mempunyai kecerdasan yg luar biasa diantara kakak dan adiknya. Namun karena faktor ekonomi, kini sekolah Deby berada di ujung kegagalan karena orang tuanya tidak bisa membayar tunggakan uang SPP dan uang pangkal sekolah. Deby adalah anak ke 2 dari 6 bersaudara dari pasangan Pak Suheri (48) yang tidak bekerja karena mengalami gangguan jiwa sejak 11 tahun yang lalu akibat stress dan Bu Eva Susanti (44) yang bekerja sebagai petugas kebersihan honorer. Bu Eva saat ini menjadi tumpuan keluarga, apapun pekerjaan dilakukan untuk menafkahi anak-anaknya. Saat tidak bekerja sebagai petugas kebersihan, Bu Eva bekerja sebagai penjaga kantin sekolah, tukang cuci dan sesekali berjualan soto. Faktor ekonomi membuat Bu Eva akhirnya hijrah ke Batam dan menjadi tenaga honor di sebuah kantor kelurahan. Karena keterbatasan ekonomi, 3 saudara Deby lainnya diasuh oleh saudara jauh keluarga untuk disekolahkan sedangkan kakak tertuanya putus sekolah karena tidak ada biaya. Saat ini Deby serta kedua saudaranya hidup terpisah dengan kedua orang tuanya. Deby tinggal bersama neneknya di Pekanbaru. Neneknya juga tidak bisa banyak membantu, karena beliau juga hidup dari belas kasihan tetangga. Saat ini Deby terkendala dalam pembayaran tunggakan Komite dan Biaya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Deby dan santunan disampaikan untuk membantu pembayaran cicilan tunggakan SPP sekolahnya. Semoga Deby terus semangat bersekolah dan terus berprestasi, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Bantuan pembayaran cicilan tunggakan SPP sekolahnya


SUSRIANI BINTI JUMARIK (36, Kanker Payudara). Alamat : RT 2/8, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada enam bulan yang lalu, Bu Susriani merasakan sakit di bagian payudaranya, kemudian segera dibawa berobat ke rumah sakit Duri dan didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit kanker payudara. Namun karena tidak memiliki biaya untuk berobat, Bu Susriani hanya melakukan pengobatan secara alternatif. Namun sayangnya keadaan Bu Susriani tidak kunjung membaik, namun malah bertambah parah. Pada tanggal 13 Mei 2017 kondisi Bu Susriani memburuk, sehingga oleh tetangganya ia dibawa ke RSUD Duri dan dokter menyarankan agar ia segera dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Bu Susriani adalah istri dari Pak Muhammad Ridwan (39) yang bekerja sebagai buruh tani serabutan dengan penghasilan yang masih minim. Dalam pengobatannya Bu Susriani belum memiliki jaminan kesehatan karena masih dalam pengurusan sehingga ia terkendala dalam biaya akomodasi selama berobat di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Susriani dan santunan disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya akomodasi di rumah sakit. Semoga kondisi kesehatan Bu Susriani semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @nhpita Supriadi @karin_lathief @rizkyqurniazary

Bu Susriani menderita kanker payudara


DAROINI BIN AHMAD (60, Lumpuh + Stroke). Alamat : Jalan Panglima Jambul, Gg. Ikhlas, RT 3, Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pak Daroni pernah bekerja sebagai buruh bangunan yaitu sekitar tahun 1999. Namun pada saat bekerja, Pak Daroini mengalami kecelakaan jatuh dari ketinggian 7 meter yang mengakibatkan pinggangnya mengalami cedera dan mengalami kelumpuhan. Selain itu, sejak tahun 2007 hingga sekarang Pak Daroini juga menderita penyakit stroke. Kondisi Pak Daroini saat ini hanya bisa berbaring di tempat tidur dan untuk keperluan sanitasi (mandi/buang air) dibantu oleh anak bungsunya. Sekitar 3 bulan yang lalu beliau sempat dirawat di RSUD Dumai selama 1 minggu dan alhamdulillah seluruh biaya pengobatan dibantu dengan Jamkesmas yang dimilikinya. Beliau disarankan dokter untuk tetap menjalani kontrol rutin agar perkembangan penyakitnya tetap terpantau. Namun beliau menghadapi kendala dalam biaya akomodasi selama melakukan pengobatan dan serta biaya hidup sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, beliau hanya mengandalkan penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan santunan yang diberikan oleh tetangga sekitar. Sedekah Rombongan merasa kesulitan yang dihadapi keluarga dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk meringankan dipertemukan dengan keluarga Pak Daroni dan bantuan diberikan untuk akomodasi pengobatan dan sembako. Semoga kondisi kesehatan Pak Daroni semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Pak Daroni menderita lumpuh + stroke


SRI HARTATI WAHYUNI (47, Pembengkakan Jantung). Alamat : RT 1/2, Dusun Bumi Raya, Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Ibu Sri sudah lama mengalami gejala penyakit seperti maag; perutnya sering terasa mual dan kembung. Selama berobat ke mantri desa pun ia hanya diberi obat maag saja untuk mengatasi nyeri pada perutnya tersebut. Namun pada tanggal 26 April Ibu Sri merasakan sakit yang tidak tertahankan di sekitar perutnya hingga tiba-tiba seluruh badannya pun juga ikut membengkak. Akhirnya Ibu Sri berobat ke Puskemas terdekat dan kemudian dirujuk ke RSUD Taluk Kuantan. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter mendiagnosanya dengan penyakit pembengkakan Jantung. Selama dirawat, Ibu Sri sering mengeluh sesak napas karena penyakitnya tersebut. Alhamdulillah selama pengobatannya, Ibu Sri telah ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun tetap saja ia terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama ini dirawat di RS. Pekerjaan Ibu Sri sebagai pengumpul arang belum dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga karena penghasilannya masih relatif minim dan tidak tetap, dimana penghasilan yang diperolehnya tergantung dari arang yang ia peroleh. Ibu Sri sudah lama tinggal bersama hanya dengan 3 anaknya karena suaminya telah meninggal. Seluruh penghidupan keluarga bertumpu kepadanya padahal penghasilannya sebagai pengumpul arang masih jauh dari cukup. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Sri dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama ia dirawat di RS. Semoga kesehatan Ibu Sri semakin membaik dan ia bisa pulih seperti sediakala, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @nhphita Iin Pifin @karin_lathief

Bu Sri menderita pembengkakan jantung


MARKHABAN WISMANTORO (27, Usus Buntu). Alamat : RT 3/2, Dusun Bumi Raya, Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Pada hari Senin sore tanggal 17 April 2017, Markhaban membantu kakaknya berjualan soto sampai jam 20.30 seperti biasanya. Namun tiba-tiba ia mengeluh sakit perut sehingga adiknya membelikan obat maag agar membaik. Hingga keesokan paginya, Markhaban masih mengeluh sakit perut disertai muntah yang banyak. Keluarganya pun segera membawa Markhaban ke Rumah Sakit Kuantan Medika. Markhaban langsung masuk UGD dan langsung dilakukan tindakan USG dengan hasil diagnosa usus buntu yang sudah pecah. Malam itu juga Markhaban langsung dioperasi dan alhamdulillah pada tanggal 22 April 2017 ia sudah dibolehkan untuk pulang meskipun masih belum bisa beraktivitas banyak hingga kondisinya benar-benar pulih. Saat ini Markhaban masih menjalani masa pemulihan setelah operasi usus buntu. Selama pengobatan Markhaban menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan apa pun dan ia belum bisa menjalani kontrol karena terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Markhaban hidup bersama kedua orang tuanya, Pak Ngatino (71), yang bekerja sebagai petani dan Ibu Sulartini (57) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Markhaban dan bantuan diberikan untuk keperluan akomodasi saat ia kontrol berobat di rumah sakit. Semoga kesehatan Markhaban semakin membaik dan ia bisa beraktivitas seperti biasa kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhphita Pifin @karin_lathief

Markhaban menderita usus buntu


NANA SURYANA BIN MARSAN (44, Infeksi Paru – Paru + Susp. GERD) Alamat : Kp. Cicentang, RT 5/1, Kel. Rawa Buntu, Kec. Serpong Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Sakit Pak Nana dirasakan sejak satu tahun belakangan. Awal mulanya nafsu makan Pak Nana menurun karena setiap menelan makanan ia merasa enek dan mual. Kondisi itu terus berlanjut hingga puncaknya sekitar dua bulan lalu Pak Nana menderita sesak di bagian dada yang disertai muntah-muntah. Sontak keluarga segera membawa Pak Nana ke mantri terdekat untuk mendapatkan penanganan pertama. Setelah dibawa ke mantri dan diberikan obat, tiba – tiba kondisi Pak Nana semakin menurun, sampai suatu ketika ia mengalami kejang – kejang disertai mulut berbusa hingga tidak sadarkan diri. Keluarga yang merasa panik lalu membawa Pak Nana ke Puskesmas Rawa Buntu dan ia dirawat selama 3 hari. Pada hari ke-3 Pak Nana lagi-lagi tidak sadarkan diri untuk kedua kalinya dan keluarga segera membawanya ke RSUD Tangerang Selatan untuk ditangani lebih lanjut. Saat ini kondisi Pak Nana sangat memprihatinkan, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Pak Nana dirawat di RSUD dengan program jaminan gratis khusus warga dengan KTP Tangerang Selatan. Istri Pak Nana, Marfuah (40), beserta ibu dan anaknya yang sehari – hari merawat dan menunggui di RSUD. Meskipun biaya pengobatan sudah ditangani, keluarga sangat kebingungan kebutuhan sehari – hari selama di rumah sakit, terutama jika ada obat yang harus dibeli di luar. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Pak Nana, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu kebutuhan pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Pak Nana bisa kembali pulih seperti semula dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Pak nana menderita infeksi paru – paru + susp. GERD


ABDUL HAYYI NUKMAN (17, Abdominal Pain). Alamat : Komplek Depag No. A 25, RT 1/7, Kel. Bambu Apus, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Hayyi adalah seorang santri tahfidz quran asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang telah memiliki hafalan 10 juz. Hayyi menuntut ilmu dari kampung menuju Jakarta dengan satu tujuan yaitu bisa menghafal Al Quran 30 juz. Dalam perjalanan menuntut ilmu ujian menimpa Hayyi, beberapa minggu lalu ia mengeluh sakit pada perutnya, bahkan untuk berbicara pun ia tidak sanggup. Terkadang sakit itu tidak terasa, tetapi jika kambuh, Hayyi merasakan perutnya sangat melilit. Rasa sakit yang begitu hebat bahkan membuat Hayyi tidak bisa tidur dan beristirahat. Saat ini Hayyi sedang mendapatkan perawatan di RS Bhinneka Bakti Husada, Pamulang – Tangerang Selatan. Diagnosis dokter sakit yang dialami Hayyi karena ia terlalu banyak memakan makanan yang pedas dan asam. Dokter menyarankan selama masa pemulihan ia tidak boleh mengonsumsi makanan tersebut sampai kondisi tubuhnya pulih seperti sediakala. Ayah Hayyi, Zuhdi (45) yang berprofesi sebagai petani dan ibunya, Muni’ah (40) berada di kampung sehingga sang ustadz lah yang mendampingi Hayyi di rumah sakit. Hayyi tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sedangkan orang tuanya juga tak mampu membiayai pengobatan Hayyi yang sudh mencapai lebih dari 5 juta rupiah. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Hayi, bantuan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga hayyi bisa kembali pulih seperti semula dan bisa kembali belajar menghafal alquran.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Abdul menderita abdominal pain


NUSAIBAH SYAKIRAH (2, Komplikasi Kelainan Jantung Bawaan). Alamat : Jalan Jambu No. 20, RT 4/6, Desa Cempaka Putih, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten. Putri dari Darma Ahmad (28) dan Nia Fitri Yana ini adalah seorang balita yang terlahir spesial. Nusaibah mengalami kompilkasi kelainan jantung bawaan : Dextrocardia, CAVSD, Transposition of The Great Arteries (TGA), dan Single Ventricle Defects. Jantung Nusaibah terletak di sebelah kanan bukan di kiri (dextrocardia), hal itu membuat pembuluh darah yang membawa oksigen tidak mengalir dengan seharusnya. Selain itu, ventrikel (organ utama pemompa darah) yang dimiliki Nusaibah belum terbentuk dengan sempurna. Nusaibah terlahir tidak lama setelah peristiwa kebakaran hutan di Pekanbaru beberapa tahun silam yang sempat menghebohkan. Kedua orang tuanya mengira Nusaibah terkena dampak efek asap kebakaran hutan karena ia sering sesak napas dan gampang lelah. Setelah diperiksa baru diketahui ia mengalami kelainan jantung. Sakit yang diderita Nusaibah membuat tumbuh kembangnya lambat, berat badannya semakin menurun, daya imunnya rendah dan ia belum bisa berdiri. Meninggalkan tempat tinggalnya di Kabupaten Kampar, Riau; didampingi orang tuanya Nusaibah kini berobat di RS Harapan Kita Jakarta menggunakan JKN – KIS Mandiri kelas III. Pak Darma yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini kerap terkendala uang untuk pengobatan anaknya, terlebih lagi karena pengobatan yang memakan biaya cukup mahal, ia terpaksa berutang puluhan juta. Besar harapan kedua orang tua Nusaibah agar ia bisa hidup normal dan menjadi kebanggaan keluarga setelah dewasa kelak. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Pak Darma, bantuan pun diberikan untuk membantu kebutuhan pengobatan Nusaibah. Semoga Nusaibah bisa senantiasa sehat dan memiliki masa depan yang cerah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana Alvin @ririn_restu

Nusaibah mengalami kompilkasi kelainan jantung bawaan


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO ( Sembako Pasien Bulan Mei 2017) Alamat: Jl. Manggis II No. 5 RT 2/5, Kecamatan Jajar, Kelurahan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-3 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan pokok yang diperlukan semakin bertambah untuk pembelian Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk, Obat keluarga Pasin. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 996. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 3.950.000
Tanggal: 16 Juni 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Bantuan sembako


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD 1998 SR, Biaya Operasional Mei 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Mei ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 996. Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.712.000
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya Operasional Mei 2017


WULAN HASNA ARDINI (4, Lumpuh+TBC+Patah Tulang Bahu) Alamat: Dusun Saudan RT 1/10, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Hasna sapaan akrabnya, berawal dari panas tinggi dan kejang selama 2 hari, Hasna kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat oleh ibunya. Meski sudah diberi obat kondisinya belum membaik hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Ngipang Surakarta. Dengan Jamkesda nya selama 11 hari dirawat, ia tidak bisa jalan dan kemudian kehilangan pita suara. Dari hasil scan diketahui, ia menderita TBC yang sudah masuk ke saraf otak sehingga menyebabkan lumpuh dan hilang pita suara. Saat ini, Hasna rutin menjalani terapi di YPAC Surakarta 1 kali seminggu. Sang ibu, Jumiyem (39) merupakan tulang punggung keluarga karena suami beliau Bapak Sarman (42) menderita TBC dan rutin menjalani pengobatan di puskesmas sehingga tidak dapat bekerja. Demikian pula dengan anak kedua Novita D. (15) yang juga menderita TBC sudah sekolah lagi. Sementara anak pertama beliau Desi L. (21) sudah menikah dan punya keluarga kecil. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, beliau biasa bekerja sebagai pengasuh anak di desa dengan penghasilan Rp. 250.000/bulan. Namun, sejak Hasna sakit, beliau tidak lagi bekerja karena harus mengurus Hasna serta dikhawatirkan sakit Hasna akan menular ke lingkungan tempat beliau bekerja. Saat ini, beliau hanya mengandalkan bantuan warga sekitar untuk mencukupi kebutuhan harian dan pengobatan dik Hasna. Alhamdulillah selama kontrol rutin selama 6 bulan kondisi Hasna semakin membaik. Bahkan Hasna juga sudah di nyatakan sembuh. Namun setelah beberapa waktu lalu Hasna mengalami patah tulang bagian lengan karena jatuh. Santunan kembali disampaikan untuk biaya akomodasi dan berobat Hasna. Dimana santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 961. Hasna dan Keluarga mengucapkan banyak terimakasih serta mendoakan semoga amal kebaikan sedekaholics dan kurir diterima Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000 ,-
Tanggal: 27 Juni 2017
Kurir: @Mawan @Anissetya60 @YuliSetiyowat12 @Eli_annnaa

Wulan menderita lumpuh+TBC+patah tulang bahu

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RSSR RIAU 6,843,800
2 MTSR RIAU 5,069,000
3 RSSR RIAU 6,521,700
4 MTSR RIAU 4,265,600
5 ASEP GUNAWAN 1,800,000
6 UHRI MAULIDA NINGSIH 500,000
7 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
8 JAPAR BIN TINUN 500,000
9 JAPAR BIN TINUN 1,000,000
10 RSSR SOLO 989,000
11 SRI LESTARI 1,000,000
12 MUJIYEM Binti KARDIYONO 500,000
13 SARTINI BINTI SUPARMAN 1,500,000
14 SURATI BINTI NAWI REJO 500,000
15 PONIDI HARTOWIYONO 1,000,000
16 SURADI BIN REJO IYONO 500,000
17 ADITYA PUTRA PERDANA 1,000,000
18 MTSR PANTURA TIMUR I 6,800,000
19 BUDIYONO BIN SARIJO ARJO SUWARDI 1,000,000
20 SUGIYANTO BIN ADI SUPRAPTO 1,000,000
21 YULIANA BINTI MUDI SUHARJO 3,000,000
22 MTSR PANTURA TIMUR I 4,735,000
23 SEDYO RAHARJO 750,000
24 MTSR PANTURA TIMUR I 7,850,000
25 MUHAMAMAD GAZZA FATHURAHMAN 1,000,000
26 TARSIYEM BINTI ARJO SUMARTO 1,000,000
27 MUHAMMAD ARDIANSAH 1,000,000
28 MARYATI BINTI RAPAPA 1,000,000
29 TUKIJAH BINTI RUBIDI 1,000,000
30 MTSR PANTURA TIMUR I 2,195,000
31 MTSR PANTURA TIMUR I 4,000,000
32 SUATI BINTI PRAWIRO 500,000
33 YAMINI BINTI SUWONO 500,000
34 ZAKAT FITRAH SEDEKAH ROMBONGAN 1438H 140,711,317
35 KASMIN BIN MARSA 500,000
36 MUTIAH BINTI ABDUL MAJID 500,000
37 PENGKI BINTI JASIH 500,000
38 NIJAR BIN WAHYUDI 500,000
39 DESI SUPIYANTI 500,000
40 ASUNAN BIN ADAM 500,000
41 ANDRI BUNGAOK 500,000
42 ILHAM PUTRA USMAN 1,000,000
43 SUPENO PENO 500,000
44 DEDE AI RAHMAWATI 500,000
45 RAZAQ PATIH BIN PARDALMO 500,000
46 BACO BIN BADRUNG 1,000,000
47 ANASTASIA DAI KREDO 1,000,000
48 MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN 500,000
49 MUHAMMAD SAHRAM 4,400,000
50 ASYRAF BIN M.SALEH 1,000,000
51 ASYRAF BIN M.SALEH 2,000,000
52 HOLINA M. HUSIN 2,000,000
53 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 500,000
54 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
55 HAERUNNISA BINTI JHON SELAS 2,878,000
56 JAHROTUL UYUN 500,000
57 LASIAH BINTI SANTANI 1,000,000
58 TASIKUN MAHYADI 1,500,000
59 KIRANA DERMAWAN 750,000
60 NARSEM BINTI TAWIRAJI 500,000
61 RINI PERMATASARI 1,000,000
62 ASEP GUNAWAN 2,000,000
63 WIDIA AYU LESTARI 500,000
64 ANIK BINTI RASIWAN 500,000
65 IKHSAN BIN IRSAL 800,000
66 DALIYEM BINTI WONOREJO 500,000
67 BAYI NY. YENI SUTRA NINGSIH 1,320,000
68 PENI 1,500,000
69 BAMBANG AGUS WAHYUDI 1,500,000
70 RASMINAH BINTI SHOLIHIN 500,000
71 NASIYEM BINTI WIRYA WIKA 500,000
72 IMAM FAHRUDIN 1,250,000
73 YENI SUMIATI 1,500,000
74 DEBY MAULINA 1,000,000
75 SUSRIANI BINTI JUMARIK 500,000
76 DAROINI BIN AHMAD 750,000
77 SRI HARTATI WAHYUNI 500,000
78 MARKHABAN WISMANTORO 500,000
79 NANA SURYANA BIN MARSAN 500,000
80 ABDUL HAYYI NUKMAN 500,000
81 NUSAIBAH SYAKIRAH 500,000
82 RSSR SOLO 3,950,000
83 MTSR SOLO 2,712,000
84 WULAN HASNA ARDINI 500,000
Total 264,340,417

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 264,340,417,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1019 ROMBONGAN

Rp. 52,443,557,749,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.