Rombongan 1018

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on July 5, 2017

ELVINDRA RIZKI PRATAMA (19, Luka Bakar 50 %). Alamat : Dusun Pringkumpul, RT 1/1, Kecamatan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Elvindra adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak bulan Januari. Awalnya, ketika Elvindra selesai bekerja dan sedang duduk di pinggir jalan raya, datang 5 orang pemuda yang tidak dikenal mendekatinya sambil membawa minuman keras dan bensin. Elvindra pun diajak berinteraksi dan ditawarkan ikut minum, namun ia menolaknya. Tiba – tiba ke-5 orang itu langsung menyiram Elvindra dengan bensin dan dibakarnya tubuh Elvindra. Warga yang melihat segera menyiram tubuh Elvindra dengan air. Elvindra segera dilarikan ke Klinik Wisma Rini, setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Saat ini luka bakar yang dialami Elvindra 50 % melepuh dari bagian kepala sampai bagian perut. Namun Alhamdulillah, sampai saat ini luka bakar di tubuh Elvindra sudah mengering di beberapa bagian. Ketika malam, Elvindra masih merasakan perih dan gatal-gatal pada lukanya. Dokter berencana mengoperasi Elvindra bila luka sudah benar-benar kering. Ayah Elvindra, Hendri Gunawan meninggal dunia saat ia sedang duduk di bangku sekolah, sedang ibunya, Halimah (45) sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai pedagang harus membiayai pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Saat pengobatan Elvindra menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali mendatangi keluarga untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya berobat dan biaya hidup. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Elvindra lekas sembuh. Bantuan pertama masuk dalam rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @sevinndae @raden_691 Yuni @nurazizahagustn @yesaridani

Elvindra menderita Lluka bakar 50 %


SLAMET RIYADI (40, Lumpuh Kaki Sebelah Kanan). Alamat : Dusun 3 Kelahang, RT 10/6, Kelurahan Labuhan Ratu 8, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pak Slamet adalah seorang petani dan juga marbot masjid di daerah tempat tinggalnya. Sejak berumur 5 tahun beliau menderita lumpuh pada kaki kanan karena terjatuh saat bermain di kebun. Orang tuanya mengira beliau hanya keseleo biasa dan tidak memberi pengobatan sampai saat ini. Seiring berjalan waktu, kaki Pak Slamet mulai mengecil dan tidak bisa dibawa berjalan. Saat ini Pak Slamet berjalan dengan mengandalkan tongkat, dan kaki terasa sakit bila terkena udara dingin. Pak Slamet hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Rumi (74) yang sedang sakit dan butuh biaya berobat, Ayahnya telah meninggal dunia. Pak Slamet merupakan tulang punggung keluarga sehingga terkadang ia pun bekerja sampingan mencari rumput untuk ternak tetangganya. Pak Slamet pun tidak memiliki kartu jaminan kesehatan sehingga tidak pernah berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan bergerak mendatangi kediaman beliau. Titipan langit pertama pun tersampaikan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup Pak Slamet dan ibunya. Keluarga mengucapkan banyak terima kasih. Dan semoga beliau dan ibunya kembali sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @adityaBdvil @yesaridani

Pak Slamet menderita lumpuh kaki sebelah kanan


ASIH BINTI JUSUP (44, Struma). Alamat : Dusun VI, RT 25/12, Desa Maringgai, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sudah lima tahun terdapat benjolan di bagian leher bawah Bu Asih. Tetapi ia hanya menganggap sebagai benjolan biasa. Ketika benjolan tersebut membesar hanya sampai sebesar bola pimpong dan tidak membesar sampai sekarang. Dahulu dirasa tidak ada gangguan dari benjolan tersebut. Tetapi beberapa bulan belakangan Bu Asih merasakan sesak ketika duduk. Hal tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari Bu Asih. Lalu Bu Asih memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke RS Islam Kota Metro. Lalu setelah melakukan pemeriksaan Bu Asih didiagnosis Struma atau lebih dikenal sebagai Tumor kelenjar tiroid. Dan disarankan untuk melakukan operasi. Suami Bu Asih, Pak Alib (49) yang hanya bekerja sebagai Buruh Bangunan menyetujui saran yang diberikan oleh dokter meski dia sendiri bingung untuk biaya transportasi karena jarak rumah sakit dan kediamannya yang cukup jauh. Pak ALib hanya ingin melihat istrinya sembuh tanpa memikirkan hal yang lain. Dan karena telah memiliki BPJS Mandiri Kelas III setidaknya biaya operasi tidak menjadi bahan fikiran. Mendengar cerita tentang Bu Asih kurir Sedekah Rombogan Lampung bergerak dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk keperluan transportasi pengobatan Bu Asih. Semoga Pak Alib segera melihat kesembuhan Bu Asih. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti

Bu asih menderita struma


RINI RAHAYU (12, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Jalan Pala, No. 15, RT 39/18, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Jika terlalu lelah beraktivitas, terkadang area di bawah mata Rini akan membiru dan bibirnya menghitam. Semakin lama, siswi SMP ini menjadi sering mudah lelah dan sesak napas. Orang tua Rini khawatir dengan kondisinya. Pada awal bulan Juli 2016, Rini akhirnya dibawa ke dokter setempat untuk diperiksakan kondisinya. Rini disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit A. Yani (RSAY) Kota Metro. Setelah diperiksa Rini didiganosis sakit jantung dan dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta untuk mengetahui diagnosis pastinya. Rini pun mengikuti rujukan yang telah disarankan dan dinyatakan mengidap penyakit Patent Ductus Arteriosus atau penyempitan salah satu katup jantung akibat penyakit jantung bawaan. Setelah beberapa kali kontrol, Rini dijadwalkan untuk operasi pemasangan kateter pada 22 Juli 2017. Ayah Rini, Misdaki Haki (46), bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak tentu, sedangkan ibunya, Sarmini (39), sebagai ibu rumah tangga. Orangtua Rini pun erasakan kebingungan unturk biaya transportasi dan biaya hidup selama pengobatan karena pendapatan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dan Rini sudah memiliki KIS-PBI Kelas III. Rini merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kemudian kurir kembali menyampaikan bantuan untuk membantu biaya transportasi ke RS Harapan Kita Jakarta dan Biaya Hidup selama disana. Semoga bantuan yang disampaikan danpat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 Dinda

Bu Rini menderita patent ductus arteriosus


DULHASAN BIN MAULI (68, Pembesaran Prostat ). Alamat : Ds. Ketapang, RT 14/6, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Hasan adalah seorang kakek pekerja keras, ia bekerja sebagai pengayuh becak untuk menafkahi keluarganya. Semasa muda Abah Hasan tak pernah mengeluh lelah bekerja demi menghidupi dan menyekolahkan kelima anaknya. Kini Abah Hasan hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Pembesaran prostat yang dideritanya kerap membuatnya kesakian karena menahanya. Beberapa kali Abah Hasan menjalani pengobatan namun tak kunjung sembuh, dokter pun menganjurkan dilakukan operasi pengangkatan. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan membuat Abah Hasan menolak untuk dioperasi. Saat ini Abah Hasan memilih untuk berobat jalan setiap dua minggu sekali di klinik terdekat. Kurir Sedekah Rombongan dapat merasakan penderitaan yang dialami Abah Hasan, bantuan awal pun disampaikan untuk membuat KIS dan kebutuhan pengobatan lainnya. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Abah Hasan dan semoga ia lekas sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Pak Hasan menderita pembesaran prostat


MURSADAH BINTI ENJI (60, TBC + Asma). Alamat : Kp. Cimentul, RT 9/2, Ds. Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Mursadah adalah ibu dari lima anak yang semuanya sudah berkeluarga. Ibu Mursadah terkena TBC sejak 1 tahun yang lalu. Awal mulanya Ibu Mursadah mengalami batuk yang tak kunjung sembuh meski berbagai pengobatan telah ia jalani. Kondisi Ibu Mursadah semakin memburuk, batuk yang tak kunjung sembuh kini disertai dengan sesak napas. Akhirnya Ibu Mursadah dibawa ke RSUD, dan setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, ia dinyatakan positif menderita TBC. Ibu Mursadah dianjurkan untuk kontrol rutin setiap sebulan sekali hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Selama ini suaminya yang selalu setia mengantarkan Ibu Mursadah berobat ke RSUD, namun sejak dua bulan terakhir suaminya tidak bisa mengantar lagi karena terkena stroke dan tidak bisa berjalan dengan normal. Ibu Mursadah dan suaminya hidup terpisah, ia ikut bersama anak pertamanya sedangkan suaminya ikut bersama anak ketiganya. Kondisi perekonomian anak – anak Ibu Mursadah juga sulit, penhasilan mereka sebagai buruh pabrik berusaha dicukupkan untuk kebutuhan sehari – hari. Ibu Mursadah menceritakan semua kesusahan yang dialaminya selama ini. Kurir Sedekah Rombongan pun akhirnya memberikan bantuan kepada Ibu Mursadah untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Mursadah segera sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu Mursadah menderita TBC + asma


PAHRUROJI BIN RAHMAN (26, Maag Kronis + Sesak Napas). Alamat : Kp. Kemiri, RT 1/1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tiga bulan yang lalu pria yang akrab disapa Oji ini mulai merasakan sakit pada perutnya. Rasa sakit itu semakin sering ia rasakan bahkan pernah hingga membuatnya pingsan. Oji berasal dari keluarga tidak mampu, kedua orang tuanya yang sudah renta tidak memiliki biaya untuk membawanya ke dokter. Selama ini ketika Oji mulai merasakan sakit, ia hanya dibawa ke tukang urut di sekitar rumahnya. Sebenarnya Oji sangat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit, tetapi karena ketiadaan biaya ia mengurungkan niatnya untuk berobat. Keluarga Oji sudah memiliki Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), namun hanya ia yang tidak mendapatkannya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan Oji. Sebelumnya Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk pembuatan JKN – KIS, namun karena kondisi Oji memburuk akhirnya bantuan dipergunakan untuk biaya berobat dan rawat inap di rumah sakit. Kondisi Oji berangsur membaik, sebelumnya ia hanya bisa terbaring di tempat tidur, kini ia sudah mulai bisa berjalan walau masih tertatih – tatih. Selain itu badan Oji terlihat lebih segar dan bertambah gemuk. Alhamdulillah Oji kini telah memilliki JKN – KIS kelas III yang dapat membudahkannya berobat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat. Sebelumnya Oji telah dibantu dalam rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamisna9 @ririn_restu

Oji menderita maag kronis + sesak napas


KASMIN BIN MARSA (75, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Cimentul, RT 11/2, Desa Bakung, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Abah Kasmin kini hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Sudah lima tahun terakhir ia mederita kelumpuhan. Awal mulanya Abah Kasmin merantau ke Lampung, ia bekerja sebagai buruh penebang kayu. Pada saat itu Abah Kasmin mengalami kecelakaan, kakinya tertimpah kayu besar hingga dirawat di rumah sakit. Selang beberapa bulan kaki yang mengalami sakit tidak bisa digerakkan. Dokter menganjurkan Abah Kasmin untuk kontrol rutin setiap bulannya. Anjuran dokter tersebut dijalani Abah Kasmin selama 2 tahun, namun lama – kelamaan kondisi keuangannya semakin sulit. Penghasilan istrinya yang bekerja sebagai buruh tani bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Akhirnya Abah Kasmin dan istri memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dengan pertimbangan di sana masih ada sanak saudara. Sejak kembali ke kampung, Abah Kasmin tidak pernah berobat lagi karena ketiadaan biaya. Bertahun – tahun Abah hanya bisa duduk dan berbaring di tempat tidur. Penderitaan Abah semakin lengkap ketika sang istri berpulang ke rahmatullah. Kini abah tinggal sendiri di emperan rumah saudaranya yang hanya dibatasi bilik bambu. Kondisi Abah Kasmin semakin memprihatinkan, ia sering tidak makan jika tidak ada orang yang memberinya makanan. Selama ini Abah Kasmin menjadi tanggungan sanak saudaranya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk kebutuhan sehari – hari. Sebelumnya Abah Kasmin telah dibantu dalam rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir:@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Pak Kasmin menderita stroke + lumpuh


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ Biaya Operasional Bulan Mei). MTSR MADIUN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim Sedekah Rombongan yang membantu pasien di wilayah Madiun dari Kabupaten Madiun, Kota Madiun dan Ponorogo. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Madiun-Ponorogo ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area Madiun – Ponorogo. Selain itu, ambulan MTSR ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Mei 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.260.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @Mawan@Ervinsurvive @Mundiwati Allcrew

Biaya operasional bulan Mei


SALAMUN BIN SHOLIKAN (60, Leukemia). Alamat : Desa Sidorejo, RT 6/3, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Salamun, adalah seorang bapak yang semenjak bulan Januari sudah mulai merasakan sakit. Pada bulan Puasa Ramadhan tahun kemarin, masih bisa untuk kerja di sawah. Juga sudah pernah diperiksakan. Sampai habis lebaran, suatu hari terasa seperti masuk angin. Dan perut lama kelamaan semakin membesar dan keras. Hasil periksanya, didiagnosa kebanyakan darah putih. Setelah diberi obat maka terasa sudah sembuh. Namun kambuh lagi 3 bulan terakhir. Pak Salamun dan istrinya, walau dengan perjuangan yang cukup besar, istrinya tetap berusaha rutin untuk kontrol. Untuk setiap kontrol ke Rumah Sakit, istri pak Salamun harus mnyiapkan biaya untuk menyewa mobil, bensin, dan sopirnya. Biasanya sekali berobat harus menyiapkan uang sampai 400 ribu rupiah. Walau memiliki BPJS kelas 3, namun istri pak Salamun sangat keberatan dan kerepotan untuk membiayai suaminya. Sebenarnya istri pak Salamun memiliki warung di rumahnya. Namun sekarang sering tutup karena merawat suaminya agar bisa sembuh lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Salamun. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 500.000 untuk biaya akomodasi berobat pak Salamun. Ucapan syukur dan terimakasih tidak lupa disampaikan kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada pak Salamun.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Salamun menderita leukemia


MUSOFA HAMDAN (15, Shepinabifida). Alamat : Dusun Baliboto, RT 42/4, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Hamdan, begitulah nama seorang anak putra dari Ibu Ayib. Di usianya yg ke 15 tahun ini seharusnya dia masih bisa merasakan indahnya bersekolah dan bertemu teman-temannya. Seharusnya Hamdan sekarang kelas 8 SLTP, namun karena penyakit yang dideritanya kini ia harus berhenti sekolah dan hanya bisa terdiam di rumah. Shepinabifida ialah penyakit benjolan di tulang ekor akibat keluarnya bagian sumsum tulang belakang. Penyakit ini diderita sejak kecil, yang hingga sekarang merambat pada ginjal dan jantungnya. Ibunya yang bekerja sebagai buruh serabutan tak lagi sanggup untuk membawanya berobat. Apalagi Ibu Ayib masih mempunyai tanggungan 2 anaknya. Kini Ibu Ayib harus berjuang menghidupi keluarganya seorang diri menjadi single parent. Sementara Hamdan masih merasakan sakit yang dideritanya, bahkan sekarang salah satu kakinya untuk berjalan tidak bisa sempurna seperti biasanya. Ibunya sudah tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat Hamdan. Saat ini Hamdan menggunakan fasilitas KIS. Dengan keadaan tersebut, Hamdan yang sebelumnya sudah menerima santunan dan masuk pada rombongan 989, kali ini Hamdan kembali menerima santunan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan selalu memberi semangat untuk Hamdan untuk bisa berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Hamdan diberi kesehatan kembali, sehingga ia dapat melanjutkan sekolahnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Musofa menderita shepinabifida


PANUT BIN KARMAN (69, Jompo). Alamat : Dusun Krajan, RT 7/4, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbah Panut, begitu orang – orang memanggilnya. Sekarang pak Panut berusia 69 tahun, di usia yang sudah senja dengan pekerjaan serabutan, mempunyai istri bernama Juminten, usia 64 tahun, kondisi saat ini sakit dan hanya bisa duduk dan terbaring di tempat tidur yg lusuh. Mereka tinggal berdua karena tidak dikaruniai anak. Di rumah yg kumuh dengan perabotan yang ala kadarnya, penerangan pun tidak maximal karena listrik masih nyalur dari tetangga. Aroma di rumahnya pun kurang sedap karena tepat di depan rumahnya mengalir air limbah rumah tangga dari tetangga depan rumahnya. Sedekah Rombongan sangat memahami dengan kondisi yang memprihatinkan yang dialami oleh mbah Panut dan istri. Bantuan sebesar Rp 500.000 disampaikan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari yang selama ini didapat dari belas kasih tetangga. Mbah Panut dan istri sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari


CINTYA ANGELITA (10, Biaya Pendidikan). Alamat : Desa Purworejo, RT 7/2, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Cintya Angelita yang kerap di sapa Tya adalah anak kedua dari 4 bersaudara. Dia diasuh neneknya Sumini (70 tahun). Sejak Kecil Tya menjadi yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan. Truk kayu yang dikendarainya masuk jurang sedangkan ibunya meninggal di karenakan sakit. Tya sekarang duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, setiap hari untuk pergi ke sekolah hanya menggunakan sepedanya yang usang. Sabar dan semangat sebagai kunci Tya untuk tetap tersenyum sampai hari ini. Tya sangat bersemangat dalam menuntut ilmu, cita- citanya untul masuk ke Sekolah lanjutan favorit pun dia kejar. Namun demikian, Tya terhalang oleh biaya, untuk membayar buku dan keperluan sekolahnya, Nenek Tya harus berhutang tetangga. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami Tya dan neneknya. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp 2.000.000 dan digunakan untuk biaya pendidikan dek Tya. Neneknya atas nama Tya mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholic atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga dek Tya semakin semangat dalam meraih cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan biaya pendidikan


SEMUN BIN BANIYO (67, Stroke dan lumpuh kaki). Alamat : Dukuh Wotan, RT 1/2, Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bapak Semun berasal dari keluarga miskin yang berasal dari desa Ngumpul sejak tahun 2007 mengalami sakit. Menurut istrinya, sakit yang diderita pak Semun dikarenakan kesurupan, dan pada waktu itu dibawa ke RS Aisyiyah, namun karena berdasarkan keterangan dokter bahwa pak Semun tidak mengidap sakit apa-apa, akhirnya dibawa pulang. Tapi kenyataan berbcara lain, pak Semun mengalami stroke dan kelumpuhan. Pada saat Sedekah Rombongan ke rumah kediaman beliau, tangan kiri hanya bisa digerakkan 30% saja. Itu saja tidak bisa untuk mengangkat apa-apa. Pihak keluarga hanya mengobati beliau ke orang pintar atau alterntif saja. Kartu bpjs yang ada tidak pernah digunakan. Hal ini dikarenakan keterbatasan dana untuk ke rumah sakitnya. Lebih-lebih kalau misalnya beliau harus opname, tidak ada biaya untuk mengurusi di RS nya. Mulai tahun 2007 sampai sekarang beliau hanya bisa duduk dan terbaring di balai – balai teras rumahnya karena biasanya setiap pagi beliau dipapah berjalan oleh istrinya dari kamar ke teras rumahnya dan baru sore hari dibawa masuk ke kamar. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi keluarga mbah Semun. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya berobat dan biaya hidup. Istri mbah Semun sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak Semun menderita stroke dan lumpuh kaki


RIZKI CAHAYA SAPUTRA (4, Leukemia). Alamat : Dusun Sogaten, RT 17/2, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Rizky adalah seorang balita yang mengalami penyakit leukemia. Awalnya Rizky tidak bisa berjalan, sering jatuh, sehingga oleh kedua orang tuanya dibawa ke sangkal putung, yang katanya tidak apa-apa. Tapi kondisi badannya panas terus dan tidak turun – turun. Sampai selama 2 minggu dan badan Rizky semakin kurus dan pucat. Rizky dibawa ke Klinik Yepa Kaibon, dan pada saat itu hb hanya 3. Sehingga tranfusi ke Rsud. Soedono Madiun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Rizky juga diindikasi ada pembengkaan hati dan limpa. Dari Rumah Sakit Soedono dirujuk ke Solo. Rizky juga mengalami mimisan. Dan menurut jadwal seminggu sekali ke Solo. Sakit leukimia yang dideritanya, dan dirujuk berobat ke RSDM Solo, jatah kemo 111x, baru dijalani 27 kali. Tiap 10 hari kemo. Rizky memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi kedua orang tuanya, yang harus naik bis umum untuk berobat Rizky ke RSDM Solo. Bapaknya Rizky yang bekerja serabutan dan tidak tentu penghasilannya, juga ibunya yang sekarang berjualan es jus di depan rumahnya demi bisa membiayai Rizky. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 500.000 untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya Rizky, yang sebelumnya telah menerima bantuan dan masuk pada rombongan 981. Tak lupa ibunya Rizky mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Rizki menderita leukemia


RATRI NOPIDHIANWIDHI (34, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun Ngrobyong, RT 13/1, Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mas Pipit adalah seorang bapak muda yang sejak tahun 2015 mengalami penyakit gagal ginjal. Mas Pipit dulunya seorang karyawan swasta di sebuah pabrik. Mas Pipit memiliki 1 orang anak, dan saat ini istrinya hamil anak kedua. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Mas Pipit memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Sudono Madiun. Mas Pipit merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah minta tolong teman untuk dibonceng sepeda motor. Karena kondisi seperti itu, maka istrinya pulang ke orang tuanya di Lampung. Dan bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan obat untung mengurangi sesaknya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Mas Pipit. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp 1.000.000 untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya mas Pipit, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990. Tak lupa mas Pipit mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga mas Pipit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bu Ratri menderita gagal ginjal


NUR CHOLIS (51, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Banaran, RT 13/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Nur adalah seorang bapak yang mengalami penyakit gagal ginjal. Pak Nur adalah dulunya seoran buruh tani. Pak Nur memiliki 1 orang anak yang sudah menikah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga. Selain gagal ginjal, sebelumnya juga terkena diabet, yang akhirnya salah satu kakinya harus diamputasi. Pak Nur memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Seminggu 2 kali harus menjalani cuci darah di RSUD Soedono Madiun. Pak Nur merasa sangat kesulitan untuk biaya akomodasi yang harus dijalaninya di setiap hari Selasa dan Jumat. Sebelum bertemu Sedekah Rombongan, setiap cuci darah pak Nur dibonceng sepeda motor oleh istrinya. Walau kadang hujan turun, demi suaminya, tetap berangkat. Belum lagi, bila sewaktu-waktu sesak nafasnya kambuh saat di rumah, maka istrinya menyediakan tabung oksigen. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi Pak Nur. Bantuanpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000 untuk biaya akomodasi pengobatan sakitnya pak Nur, yang sebelumnya sudah menerima dan masuk pada rombongan 990. Tak lupa Pak Nur mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan mendapatkan balasan atas semua kebaikannya, begitu doa keluarga pak Nur.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak nur menderita gagal ginjal


SRI LESTARI (30, Pasca Operasi). Alamat : Desa Putat, RT 2/1, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mbak Sri, biasa dipanggil demikian, adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak, dan akan melahirkan anak yang ketiga. Mbak Sri sehari – harinya untuk membantu ekonomi keluarga dan suami, bekerja sebagai karyawan di sebuah toko dekat rumahnya. Karena suami pekerjaannya serabutan dan tidak menentu penghasilannya, sementara itu dia mengandung anak yang ketiga, yang nantinya membutuhkan biaya untuk persalinan. Mbak Sri secara rutin memeriksakan kandungannya ke bidan desa, sampai akhirnya di saat terasa akan melahirkan, Alhamdulillah kondisi bayi dalam kandungan keadaannya sehat. Namun di luar dugaan semuanya, sampai dua hari di tempat bidan desa tersebut, ternyata belum lahir. Akhirnya oleh bidan dirujuk ke Rumah Sakit terdekat. Setelah di Rumah Sakit, juga sampai 2 hari belum juga lahir. Sehingga diputuskan untuk dilakukan operasi demi keselamatan bayi dan ibunya. Mbak Sri dan suami kebingungan karena diluar dugaan mereka bahwa harus dilakukan operasi. Padahal mereka hanya memiliki persiapan biaya untuk kelahiran normal. Mbak Sri memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan memahami kondisi yang dialami oleh mbak Sri dan keluarga. Akhirnya bantuan titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 2.000.000 disampaikan untuk menambah biaya operasi persalinan anaknya. Suaminya atas nama keluarga menyampaikan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bantuan untuk menambah biaya operasi persalinan anaknya


SITI QOMARIAH (21, Penurunan Daya Imun Tubuh). Alamat : Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Siti Qomariah atau akrab disapa mbak Siti adalah putri dari bapak Sampuri (65) dan ibu Tarminah (52) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Empat tahun yang lalu mbak Siti menikah dengan seorang pria yang berprofesi sebagai supir dan dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Devi (3). Setelah menikah dan anaknya berusia 3 tahun sang suami menceraikan mbak Siti dan sejak saat itu mbak Siti dan anaknya sering sakit. Pada awalnya mbak Siti hanya mengira jika sakit yang sering dideritanya adalah sakit panas dan flu biasa, dia tidak pernah berobat ke rumah sakit, dia hanya mengkonsumsi obat-obatan di toko terdekat karena rumahnya jauh dari akses rumah sakit ataupun puskemas. Setelah diperiksa ternyata mbak Siti dan anaknya mengidap penyakit penurunan daya tahan tubuh. Mbak Siti baru terdeteksi terserang penyakit prnurunan daya tahan tubuh sekitar 1 tahun lalu pada saat kondisinya sudah sangat memburuk. Semenjak kondisi kesehatan mbak Siti dan anaknya semakin memburuk dia hanya menjalani pengobatan di puskesmas Sedan dan sering beberapa kali opname dan sebenarnya harus segera di rujuk ke rumah sakit . Mbak Siti dan anaknya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dan dia sangat terkendala biaya untuk menjalani pengobatan di rumah sakit. Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai buruh tani sangat keberatan dan kebingungan tiap kali mencari uang untuk pengobatan mbak Siti dan anaknya. Jangankan untuk biaya pengobatan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-haripun terkadang masih harus meminjam ke tetangganya. Mbak Siti sangat membutuhkan bantuan baik semangat ataupun materi untuk kesembuhannya. Pada bulan Desember 2016, kurir Sedekah Rombongan Rembang dipertemukan dengan keluarga mbak Siti, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan mbak Siti dan anaknya yaitu Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak SR. Pendampingan dari pihak SR dilakukan secara intensif sesuai dengan yang telah dijadwalkan dari rumah sakit. Setelah 3 bulan dilakukan pendampingan, nyawa mbak Siti sudah tidak bisa terselamatkan. Alhamdulillah, anak dari mbak Siti masih bisa diselamatkan dan hingga saat ini masih menjalani pengobatan intensif di rumah sakit yang didampingi oleh pihak Sedekah Rombongan. Pendampingan akan terus dilaksanakan agar Devi bisa segera sembuh dari penyakitnya. Bantuan diberikan untuk membayar tunggakan biaya Rumah Sakit dan untuk biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Khumaidah @arifpandowo @akuokawai

Bu Siti menderita penurunan daya imun tubuh


SAIMIN BIN ABDULLAH (85, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun Krajan RT 2/1, Desa Purworejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.Mbah Saimin yang kini sudah di usia senja, harus tinggal terpisah dengan istrinya, mbah Ngatemi (74). Hal ini dikarenakan rumah yang mereka miliki sudah rubuh. Beberapa waktu yang lalu, mbah Saimin harus tinggal di rumah tetangga, sedang mbah Ngatemi tinggal bersama dengan anak kandungnya yang kondisi ekonominya masih kurang. Sudah beberapa tahun ini mbah Saimin sudah tidak memiliki penghasilan, mengingat faktor usia beliau sudah tidak kuat untuk bertani lagi. Dalam kurun waktu 1 tahun ini, beliau dan istri sering gatal-gatal juga batuk pilek yang tidak kunjung sembuh. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mbah Saimin, dan akhirnya Sedekah Rombongan memberikan santunan yang digunakan untuk pengobatan ringan dan tambahan biaya kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik @akuokawai

Bantuan biaya hidup


RENI KUSTRIANI (30, Sectio Caesarea). Alamat: Dusun Kauman RT 5/1, Desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Provinsi Jawa Tengah. Bu Reni adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau merupakan istri dari bapak Budi Irawan (37) yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang cilot. Beberapa bulan lalu, bu Reni mengandung anak yang kedua. Selama kehamilan, beliau rutin memeriksakan kandungan ke Bidan untuk memastikan kesehatan bayi di kandungan dan ibunya. Namun, bu Reni harus melahirkan dengan cara operasi sesar (Sectio Caesarea) karena masa kehamilannya lebih 10 hari dari hari perkiraan lahir dan hal ini dapat mengakibatkan bayi kekurangan air ketuban. Estimasi biaya yang semula diperkirakan untuk proses melahirkan secara normal membengkak. Hal ini membuat bu Reni dan suami kebingungan karena kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Reni, akhirnya Sedekah Rombongan memberikan santunan yang digunakan untuk membantu melunasi kekurangan biaya melahirkan di RSUD Salatiga.

Jumlah Bantuan : Rp 3.469.700,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @anggun @datik @akuokawai

Bantuan untuk membantu melunasi kekurangan biaya melahirkan


IMAM ROSIDIN (31, Gangguan Tulang Belakang + Patah Tulang Kaki). Alamat: Jl Merpati III/4 Ungaran RT 2/1, Kelurahan Bandarjo,Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Imam adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Semarang. Pekerjaan beliau adalah sebagai seorang tukang bangunan. Lima tahun lalu, tepatnya di awal tahun 2012 pak Imam bersama karyawan lainnya dikirim perusahaan ke Kalimantan untuk mengerjakan sebuah proyek gedung bertingkat. Hal ini merupakan berita bahagia bagi keluarga beliau, namun siapa yang tahu kalau ternyata itu menjadi perantara awal kejadian naas yang menimpa dirinya. Karena mengejar target, proyek dikerjakan siang dan malam. Peristiwa itu terjadi setelah waktu sholat maghrib. Pak Imam mengerjakan bangunan di lantai 8. Entah karena kurang waspada atau memang konsentrasi sudah menurun, pak Imam terpeleset dan jatuh bebas dari lantai 8 ke dasar. Dengan posisi menyamping, paha kanannya yang pertama kali membentur tanah. Meskipun demikian, mengingat lantai 8 bukan merupakan tempat yang dekat dengan tanah, kerusakan anggota tubuh pun tidak terhindarkan. Mulai dari kedua kaki, tulang ekor, tulang belakang dan mata ikut terganggu karena benturan keras tersebut. Pak Imam dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat dan segera dikirim ke Jawa untuk dibawa pulang. Diagnosa awal, pak Imam mengalami patah tulang yang cukup berat di kedua kaki, tulang ekor dan tulang belakang susunannya tidak sesuai dengan posisi normal juga gangguan penglihatan. Minimnya kepedulian dari keluarga dan pengetahuan dari istri juga keterbatasan biaya mengakibatkan ikhtiar dalam bentuk medis tidak membuahkan hasil secara maksimal. Berdasarkan informan dari salah satu kurir Sedekah Rombongan ibu Yayuk, menginformasikan bahwa dhuafa dengan dengan kondisi memprihatinkan dan perlu dibantu di daerah Gedang Anak Kabupaten Semarang. Keesokan harinya kurir Sedekah Rombongan segera menuju lokasi untuk melakukan survei. Ketika sampai di lokasi,kurir menemui kendala, bahwa pak Imam sudah tidak begitu percaya terhadap medis dan memilih pengobatan alternatif. Setelah melalui edukasi beberapa hari yang dilakukan kurir, akhirnya pak Imam dan keluarga bersedia untuk berikhtiar menyembuhkan sakitnya secara medis. Januari lalu pak Imam dirujuk ke RS Ken Saras didampingi kurir Sedekah Rombongan. Berdasarkan diagnosa terakhir dari dokter, pak Imam disarankan untuk melakukan terapi berkala dan beberapa medis lainnya di bawah penanganan dokter spesialis tulang. Selanjutnya proses ikhtiar penyembuhan pak Imam dilakukan keluarga secara mandiri. Atas pertimbangan di atas Sedekah Rombongan memberikan santunan dan memantau proses ikhtiar penyembuhan pak Imam. Sebelumnya pak Imam masuk dalam Rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @faizalmoo @eka @yayuk @akuokawai

Pak Imam menderita gangguan tulang belakang + patah tulang kaki


BUDI PRIYATNO (40, Hipertensi). Alamat: Jl, Nakula 3 No. 11 RT 6/9, Dusun Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mas Budi saat ini merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, mas Budi adalah seorang bapak dari tiga anak yang masih kecil-kecil. Pertengahan 2016, mas Budi.mengalami hipertensi dan terjatuh, hingga mengakibatkan anggota badannya tidak bisa digerakkan, waktu itu sempat menjalani rawat inap di RSUD Ungaran, saat itu juga istrinya sedang mengandung dengan usia kandungan 5 bulan. Setelah masa menjalani rawat inap, beliau hanya bisa melakukan kontrol.beberapa kali saja, karena kondisi ekonominya yang sangat memprihatinkan, terlebih beliau dikeluarkan dari kerjaan karena sakit yang beliau derita. Begitu juga istrinya, karena sering absen untuk mengurus suaminya, ia pun dikeluarkan dari tempat kerjanya dan kartu JKN-BPJS pun dihentikan, sedangkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari beliau dibantu keluarga dan warga setempat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, setelah mengunjungi rumah beliau dan memahami lebih jauh keadaan keluarga beliau, akhirnya Sedekah.Rombongan memberikan santunan untuk meaktifkan kembali kepesertaan JKN-BPJS, agar dapat digunakan untuk berobat dan semoga Allah memberi kemudahan jalan untuk kesembuhan mas Budi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @yayuk @eka @akuokawai

Pak Budi menderita hipertensi


ROHMI BINTI KRATONO (60, Stroke + Asam Lambung). Alamat: Candirejo RT 2/4, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Rohmi terjatuh disaat tensinya tinggi dan mengalami stroke ringan, beliau menjalani rawat inap di RSUD Ungaran, selama kurun waktu setelah rawat inap kondisi beliau belum ada perkembangan dan harus menjalani rawat inap lagi di RSUD Ambarawa, tetapi kondisinya belum juga membaik bahkan asam lambungnya naik. Setiap lambunga dimasuki makanan akan keluar kembali dengan muntah. Karena seringnya muntah kini tenggorokannya pun terluka dan sulit untuk menelan. Karena keterbatasan biaya beliau tidak pernah melakukan kontrol lagi, beliau hanya dirawat di rumah dengan pengobatan sederhana seadanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau, dan memberikan santunan untuk tambahan biaya pengobatan dan kebutuhan sehari hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @robbyardiarta @agtian @yayuk @eka

Bu Rohmi menderita stroke + asam lambung


HARYADI BIN SAMIJO (55, Lemah Jantung). Alamat: Karanganyar 1 No 29 RT 7/2, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mas Haryadi beliau biasa dipanggil adalah seorang penjual gorengan dan istrinya seorang buruh serabutan. Dua tahun belakangan ini mas Haryadi sering sakit saluran pernapasan, dia merasakan dadanya sesak, batuk-batuk dan bengkak di kakinya. Selama ini beliau hanya periksa di Puskesmas, beliau pernah menjalani rawat inap di RSUD Ungaran dengan diagnosa lemah jantung dan paru-paru, karena sering sakit maka beliau tidak bisa berjualan lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya istrinya yang bekerja sebagai buruh. Ketika kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah beliau dan mengetahui keadaannya dan melalui pertimbangan, akhirnya Sedekah Rombongan menjadikan beliau sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan dan santunan awal diberikan untuk biaya akomodasi selama mejalani kontrol.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @yayuk @eka

Pak Haryadi menderita lemah jantung


DIKI WAHYUDI (12, Gangguan Syaraf Kaki). Alamat: Gedanganak RT 3/1, Desa Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Diki merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kab.Semarang yang mengalami kelumpuhan pada kakinya. Hal ini terjadi sejak lahir, ketika teman sebaya sudah mulai dapat berjalan dengan normal Diki baru dapat sesekali melangkahkan kaki, dan itu pun tidak begitu kokoh. Mulai dari usia 4 tahun Diki dapat mengikuti sekolah hingga TK besar. Setelah TK besar Diki malu, karena tidak dapat berjalan secara normal seperti temannya hingga memutuskan untuk berhenti sekolah. Hingga saat ini Diki belum bisa memfungsikan kakinya secara normal. Namun untuk aktifitas tertentu seperti ke kamar kecil, makan dan beberapa aktifitas lain bisa dilakukan secara mandiri dalam pengawasan keluarga. Tindakan secara medis terakhir kali dilakukan pada saat berusia 5 tahun,namun hanya sebatas konsultasi kepada dokter dan tidak ada tindakan lebih lanjut. Selain itu ia juga menjalani pengobatan alternatif seperti pijat dan urut. Ayah sebagai pekerja bangunan dan ibu sebagai pembantu rumah tangga juga memiliki tanggungan satu anak menjadi penghambatnya. Ketika kurir Sedekah Rombongan melakukan mendatangi rumah Diki, kondisi rumahnya pun cukup memprihatinkan. Setelah melalui proses dampingan pengobatan selama kurang lebih 6 minggu, dek Diki secara berangsur-angsur mengalami perubahan baik yang dapat dirasakan. Mulai dari terapi penyinaran dan latihan otot dan tulang, rutin dilakukan 2 kali seminggu dengan pantauan kurir Sedekah Rombongan di RSUD Ungaran. Pantauan terakhir menunjukan melunaknya tulang pada lutut, yang merupakan respon positif terhadap hasil terapi. Berdasarkan pertimbangan di atas Sedekah Rombongan memberikan santunan dan memantau kelanjutan proses pengobatan yang dijalani dek Diki secara mandiri. Sebelumnya dek Diki masuk ke dalam Rombongan 972.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 10 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @eka @faizalmoo @akuokawai

Diki menderita gangguan syaraf kaki


MUHAMMAD RASIDI (39, Pasca Stroke + Kornea Mata Rusak). Alamat: Dusun Wonorejo RT 5/1, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Rasidi biasa ia dipanggil, beliau adalah seorang bapak dari 4 orang anak yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sejak Februari 2016 lalu, ia mengalami stoke akibat darah tinggi dan sejak itulah akhirnya kornea mata sebelah kanan rusak. Sejak Februari 2017 lalu dilakukan operasi mata di RSUP dr. Kariadi Semarang untuk penggantian kornea mata karena mendapat donor mata meski penglihatannya hanya remang-remang dan sifatnya hanya pertahanan.untuk operasi lanjutan akan dilakukan jika sudah bener-benar mendapat donor mata yang bagus.Istrinya Istiqomah(37) selalu setia mendampingi bapak Rasidi dan pada akhirnya istrinya terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.karena mengurus pak Rasidi dan istri tidak bekerja maks untuk menghidupi 4 anak, untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar dan dibantu oleh jamaah pengajian Bina Tani. Bahkan karena tidak ada biaya untuk membayar listrik akhirnya listrik sempat terputus, anaknya setiap malam selalu tidur di Mushola karena takut akan kegelapan. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan akhirnya Sedekah Rombongan memberikan santunan dan pendampingan untuk berobat. Santunan digunakan untuk biaya akomodasi di rumah rakit.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian Dayati @akuokawai

Pak Rasidi menderita pasca stroke + kornea mata rusak


AZKA ALDRICH ALVREDO (3, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Sugih Waras RT 1/3, Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dek Azka adalah anak dari pasangan bapak Maryoto dan ibu Siti Choiriyah. Pada mulanya mengalami panas dan disertai kejang saat usia 3 bulan, ketika itu sudah diperiksakan di bidan namun tidak ada perubahan. Kemudain dilakukan pengobatan tetapi keadaan dek Azka masih belum ada perkembangan yang lebih baik. Genap usia satu tahun dek Azka menjalani pemasangan selang pertama di RS Moewardi Solo hingga sekarang sudah dipasang selang yang kedua. Akan tetapi keadaan dek Azka belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan karena tidak rutin melakukan kontrol disebabkan oleh ketiadaannya biaya akomodasi. Riwayat terakhir melakukan kontrol pada bulan Febuari 2017. Sekarang dek Azka juga menjalani terapi di RSUD Salatiga namun terapinya juga tidak rutin dilakukan dengan kendala ekonomi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan dek Azka dan keluarga, sekarang dek Azka menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Santunan awal diberikan sebagai tambahan bantuan biaya dek Azka menjalani rawat jalan di RSUD Salatiga.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Mei 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @datik @anjar @akuokawai

Azka menderita hydrocephalus


AZKA ALDRICH ALVREDO (3, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Sugih Waras RT 1/3, Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Anak dari pasangan bapak Maryoto dan ibu Siti Choiriyah ini mengalami kejang-kejang pada Sabtu tanggal 27 Mei 2017, kemudian oleh orangtuanya dibawa ke bidan terdekat, namun tidak ada perubahan. Selanjutnya hari Minggu dibawa ke RSUD Salatiga. Azka dirawat inap hingga tanggal 5 Mei 2017, namun belum juga ada perubahan. Sempat dirongen ternyata paru-paru dek Azka infeksi akibat terkena banyak lendir. Saat akan mandi, dek Azka mengalami kejang-kejang lagi kemudian di bawa ke HCU, karena sempat kehilangan nafasnya kemudian dipindahkan ke ICU RSUD Salatiga. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga selama dek Azka dirawat inap di RSUD Salatiga.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 6 Juni 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @anjar

Azka menderita hydrocephalus


AURA MUTIARA (11, Hydrocephalus). Alamat: Dusun Nglarangan RT 1/10, Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Aura biasa anak ia dipanggil, lahir sebagai bayi normal, tetapi ketika usia telah mencapai tiga bulan Aura sering sakit panas dan pilek yang terus menerus, orang tuanya hanya memeriksakan Aura ke bidan atau puskesmas setempat, selama kurun waktu setelah pemeriksaan kondisi Aura belum ada perkembangan. Pertumbuhan anggota badannya juga tidak normal seperti bayi-bayi seusianya. Sementara itu hanya di bagian kepala yang semakin membesar, waktu itu dibawa ke RSUD Salatiga yang kemudian dirujuk ke RS Elizabeth Semarang dan menjalani operasi dengan bantuan biaya dari salah satu Yayasan, ketika Aura berusia 2 tahun pasca operasi hanya melakukan kontrol berkala, dan juga pemasangan selang di bagian belakang kepala. Melihat keadaan Aura yang hanya bisa berbaring, maka pengobatan secara medis atau non medis pun ditempuh akan tetapi kondisinya belum maksimal, setelah melakukan kunjungan dan mengetahui kondisi Aura dan keluarnganya, maka Sedekah Rombongan menjadikan Aura sebagai pasien dampingan dan memberikan santunan untuk biaya akomodasi pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-.
Tanggal : 14 Juni 2017.
Kurir :@robbyadiarta @agtian @datik @yayuk @akuokawai

Aura menderita hydrocephalus


ABIDZAR AKMAL ATHAILLAH (3, Penyempitan Usus Besar). Alamat: Dusun Kupang Pringapusan RT 3/1, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Akmal biasa ia di panggil, sejak lahir sudah diketahui mempunyai kelainan pada usus besar. Setelah 3 tahun kemudian Akmal mengalami drop selama 10 hari (tidak bisa buang air besar, setelah diperiksakan ke RS Ken Saras Ungaran akhirnya Akmal dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk memastikan penyakitnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUP dr. Kariyadi Semarang, akhirnya diketahui bahwa Akmal memiliki penyempitan usus besar sehingga Akmal diputuskan harus segera dioperasi. Ayah Akmal, Hangga Bulan (32) dan ibunya Dwi Setyowati (32) mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk oleh kurir Sedekah Rombongan, maklum saja meraka sedih karena dari keterangan dokter Akmal harus menjalani operasi lagi sebanyak 2 atau 3 kali dengan selang waktu 2-3 bulan. Meski untuk pengobatan sudah mengguankan fasilitas kesehatan JKN-PBI BPJS, akan tetapi untuk biaya operasional dan obat yang tidak ditanggung oleh JKN-PBI BPJS harus mengeluarkan dana pribadi dan untuk biaya pembelian kantong colostomi harus membeli sendiri karena Akmal saat ini dibuatkan anus buatan di perut. Saat ini untuk biaya pengobatan hanya mengandalkan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya hanya seorang buruh pabrik.Selama Akmal sakit ibunya mengambil cuti lepas tidak dibayar dan selama ini mereka tinggal di rumah orang tuanya. Sedekah Rombongan memahami keadaan mereka dan merasakan kesedihan mereka, bantuan kedua disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Akmal segera sembuh dan bisa menjalani hari-hari dengan normal sebagaimana anak kecil lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 4 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @datik Dayati @akuokawai

Abidzar menderita penyempitan usus besar


PARSI BINTI SARYAN (57, Patah Tulang). Alamat: Desa Tergo RT 2/3, Kec. Dawe, Kab. Kudus, Prov. Jawa Tengah. Pada 02 November 2016, Bu Parsi menjadi korban kecelakaan di kawasan Perumahan Rendole Pati. Beliau bersama anak laki-lakinya Suyadi (20) yang mengendarai sepeda motor ditabrak mobil pick up dari arah berlawanan. Bu Parsi dan anaknya menderita luka parah dan dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati. Bu Parsi didiagnosa mengalami patah tulang di paha dan kaki kirinya. Sedangkan anak laki-laki beliau akhirnya meninggal dunia meski sudah mendapat perawatan di RSUP Kariadi Semarang. Bu Parsi telah melakukan 2x operasi pada paha dan kaki kirinya. Hingga saat ini, beliau masih rutin melakukan kontrol ke RSUD Loekmono Hadi Kudus dikarenakan jarak rumah sakit tersebut lebih dekat dengan rumahnya. Bu Parsi tinggal bersama suaminya Bapak Darmin (58) dan anak perempuannya Shofiana (22). Sehari-hari, Pak Darmin hanya beraktifitas di rumah. Beliau tidak bisa bekerja karena menderita sakit reumatik dan kakinya terkadang sulit untuk digunakan berjalan. Sedangkan putrinya dulu bekerja bersama Bu Parsi sebagai pedagang asongan di RSUD RAA Soewondo Pati. Saat ini putrinya tidak bisa berjualan karena harus merawat Bu Parsi yang belum sembuh total. Ketika mengalami kecelakaan, Bu Parsi belum memiliki jaminan kesehatan. Sehingga memberatkan keluarga dalam menanggung biaya perawatan beliau. Namun sekarang, beliau sudah terdaftar di BPJS Mandiri kelas III sehingga biaya kontrol lebih ringan. Saat ini, kondisi kaki Bu Parsi mulai membaik dan sudah bisa digerakkan. Bu Parsi ingin kembali pulih agar bisa beraktifitas kembali. Semangatnya untuk sembuh sangat tinggi. Meski begitu, Bu Parsi masih mengalami beberapa kendala dalam pengobatanya, seperti obat-obatan tambahan dan transportasi yang memadai karena letak geografis rumah beliau yang berada di dataran tinggi. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk akomodasi pengobatan beliau di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus. Sebelumya Bu Parsi sudah mendapatkan bantuan dari Sedekah Rombongan dalam rombongan 944. Semoga proses pengobatan Bu Parsi lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @Dewa_popfmpati @JeansieMaurer @DarulNext @akuokawai

Bu Parsi menderita patah tulang


RIBOWO PATI (43, Bantuan Biaya Hidup) Alamat: Desa Geneng Mulyo, RT 2/6, Kec. Juwana, Kab. Pati , Prov. Jateng. Sekitar tahun 2014, Pak Ribowo mengalami kecelakaan kerja. Mata beliau terkena ledakan tutup tabung gas ketika bekerja di pabrik percetakan garam. Pak Ribowo sempat dibawa ke RSUP Karyadi Semarang, namun pihak RS tidak dapat memberikan penanganan lebih lanjut terhadap mata beliau dikarenakan tidak adanya peralatan medis untuk mengobati matanya. Lalu, Pak Ribowo pulang tanpa harapan untuk kembali sembuh karena berpikir bahwa tidak ada rumah sakit yang dapat membantu mengobati mata beliau. Akhirnya, Pak Ribowo merasa putus asa untuk berobat dan hanya bisa pasrah dengan kondisinya saat ini. Beliau hanya memberikan obat tetes mata apabila mata beliau terasa sakit. Pak Ribowo berusaha tabah dengan kondisinya walaupun matanya sudah tidak bisa digunakan untuk melihat lagi. Sedekah Rombongan yang menjumpai ikut merasakan kesulitan yang dialaminya. Oleh kurir Sedekah Rombongan, beliau diperiksakan kembali ke dokter spesialis mata dan dari hasil diagnosa menyatakan bahwa syaraf mata Pak Ribowo telah putus. Santunanpun disampaikan untuk membantu biaya hidup dan pengobatan mandiri beliau. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban beliau dan tetap semangat menjalani hari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @Jovan @Rukamto @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


SUDADI BIN SAMSURI (51, Lumpuh). Alamat : Desa Guwo, RT 2/4, Kec. Tlogowungu, Kab. Pati, Prov. Jawa tengah. Semasa sehatnya, Pak sudadi merupakan pekerja kasar sebagai buruh tani dan buruh bangunan. Namun, pada bulan Agustus 2014, beliau terjatuh dari pohon sehingga mengakibatkan kelumpuhan pada kedua kaki dan tangannya. Oleh kurir Sedekah Rombongan, Pak Sudadi diantar untuk periksa ke poli ortopedhi RSUD Soewondo Pati dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan berupa JAMKESDA, namun ternyata peluang kesembuhan sangat kecil. Pak Sudadi mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Istri beliau bernama Rustinah (45) yang merupakan seorang ibu rumah tangga hanya bisa menunggui suaminya dan sesekali menyabit rumput untuk pakan ternak berupa dua ekor kambing. Anak pertama beliau bernama M. Nurul Arifin (22) sudah menikah dan berkeluarga sendiri, sedangkan anak kedua bernama Zuni Fidiyati (17) merupakan seorang remaja putus sekolah yang terpaksa harus mencari nafkah bekerja pada sebuah industri rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga Pak Sudadi. Santunanpun diberikan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2017
Kurir : ImamTeguh @JeanseaMaurer EGuh

Pak Sudadi menderita lumpuh


SARIMAH BINTI SUGIMAN (71, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Penanggungan RT 7/1, Kec. Gabus, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sarimah adalah seorang dhuafa sepuh yang hidup bersama anak satu-satunya, Sukardi (50) yang mengalami gangguan jiwa. Mbah Sarimah tinggal di rumah yang sangat tidak layak dan menumpang di tanah orang. Dahulu ketika masih sehat beliau mencukupi kebutuhannya dengan cara mencari sisa-sisa panen padi di sawah tetangga. Namun sekarang, mereka hanya bergantung pada belas kasihan dari tetangga sekitar karena usia semakin lanjut dan juga sering sakit-sakitan sehingga tidak mampu lagi bekerja. Sedekah Rombongan mengunjungi rumah Mbah Sarimah dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000 000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : ImamTeguh @jeanseaMaurer @Hasan_Londo

Bantuan biaya hidup


GUMINAH BINTI MUSLIM (44, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Sitiluhur, RT 3/1 Kec. Gembong, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu Guminah adalah ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh tani yang berpenghasilan pas-pasan. Suami beliau (Sukardi) meninggalkannya ketika anaknya Siti Indun (18) masih berumur 5 th. Beliau harus banting tulang memenuhi biaya hidup keluarganya. Mereka tinggal dirumah yang dibangun dari bantuan pemerintah. Beliau sering merasakan sakit di bagian lutut dan tidak mampu bekerja lagi, Ibu Guminah tidak pernah memeriksakan keluhan yang beliau alami. Sekarang, kebutuhan hidup mereka di tanggung oleh Sukarno (25) menantunya yang bekerja serabutan dan berpenghasilan pas – pasan. Sedekah Rombongan yang menjumpai memberikan bantuan agar digunakan untuk modal usaha anaknya dan semoga bisa membantu pemenuhan kebutuhan Ibu Guminah sekeluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jeanseaMaurer @Hasan_Londo @akukawai

Bantuan biaya hidup


KASINI BINTI MUSLIM (53, Bantuan Biaya Hidup ). Alamat : Desa Sitiluhur, RT 3/1 Kec.Gembong, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu Kasini adalah seorang janda, suaminya meninggal 25 tahun silam, beliau harus membanting tulang demi menghidupi keluarga. Dari hasil pernikahannya dengan Bapak Munir (alm), beliau dikaruniai seorang anak yang bernama Irkam (33) yang sekarang menjadi tulang punggung keluarganya. Irkam bekerja sebagai kuli bangunan dan harus membiayai hidup ibu dan istrinya. Sekarang kondisi Irkam sering sakit – sakitan karena penyakit diabetes yang dideritanya. 6 bulan yang lalu, membuat Ibu Kasini ikut serta mencari rejeki. Dahulu Ibu Kasini bekerja sebagai buruh tani di desanya, karena umur sudah bertambah dan semakin lemah untuk berkerja sebagai buruh tani, kini beliau ikut bekerja memilihi beras disaat panen. Sedekah Rombongan menjumpai keluarga Ibu Kasini dan memberikan bantuan agar digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti membeli sembako dan bahan makanan lainnya.

Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Februari 2017
Kurir : ImamTeguh @jeanseaMaurer @Hasan_Londo

Bantuan biaya hidup


SUMARMO BIN SUKARDI (39, Patah Tulang Rusuk). Alamat: Desa Ciroto, RT 1/4 Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Marmo, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Bermula sewaktu bekerja di Kalimantan, badan Pak Marmo mendadak lemas selama 2 minggu terakhir. Tidak hanya itu yang dirasakan, beliau juga tidak dapat buang air besar dan buang air kecil selama 10 hari. Hal tersebut tentu membuat beliau tidak dapat bekerja secara maksimal. Pak Marmo kemudian memeriksakan diri ke dokter, dari hasil pemeriksaan menyatakan bahwa beliau sakit ginjal. Akhirnya, Pak Marmo memutuskan untuk pulang ke Jawa dikarenakan kondisi tidak lagi memungkinkan untuk bekerja di tanah rantau. Disamping itu, beliau juga harus menjalani pengobatan rutin untuk sembuh dari penyakitnya. Sesampainya di tanah Jawa, Pak Marmo hanya bisa terbaring dengan keadaan perut yang sedikit membuncit. Sedekah Rombongan mendapat info bahwa Pak Marmo membutuhkan pertolongan, dijemputlah pak marmot untuk segera mendapa perwatan medis, dengan medan perjalanan yang sangat jauh dan susah karena berada di perbatasan kota pati dengan kota purwodadi dengan jalur pegunungan yang terjal membutuhkan waktu selama 90 menit lamanya evakuasi, setelah menjumpai Pak Marmo maka dibawalah beliau untuk pemeriksaan di RSUD Soewondo Pati, seketika dokter menyarankan untuk opname hari itu juga. Pak Marmo tinggal bersama istrinya Bu Suyati (28) dan kedua anaknya M. Aditya (10) dan M. Abizar (10). Istrinya sebagai ibu rumah tangga tidak dapat banyak membantu perekonomian keluarga. Kondisi tersebut semakin menyulitkan Pak Marmo untuk menjalani pengobatan. Meskipun beliau mempunyai jaminan kesehatan KIS namun, KIS yang digunakan memiliki alamat yang berbeda dengan di KTP sehingga dibutuhkan pembenahan supaya bisa digunakan sebagaimana mestinya. Pak Marmo menjalani opname 10 hari lamanya, dokter memberikan surat rujukan ke RSI Sultan Agung untuk tindakan operasi dan perawatan lebih lanjut. Kurir Sedekah Rombongan yang mendampingi merasa sedih dan merasakan kesulitan yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu sehingga beliau segera sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Sumarmo menderita patah tulang rusuk


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (48, Tumor Perut + Batu Ginjal). Alamat: Dukuh Jenggolo, Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Beliau dibawa ke RSUD RAA Soewondo untuk periksa. Dokter mengindikasikan ada tumor di perut dan gangguan pada ginjal Bu Sunarti. Setelah mendapat perawatan hingga proses operasi pada Juni 2014, Bu Sunarti sempat sehat selama beberapa waktu. Namun, penyakitnya mendadak kambuh lagi dan Dokter menyatakan harus dirujuk ke RSUP Dr. Karyadi Semarang. Selama setahun terakhir Bu Sunarti telah menjalani 12 kali kemoterapi dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Karyadi Semarang, namun dokter belum melakukan tindakan operasi lagi karena posisi penyakit yang menempel pada tulang belakang, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan efek buruk jika dipaksakan. Bu Sunarti kesehariannya merupakan ibu rumah tangga. Sebelum sakit, beliau sempat bekerja di pabrik plastik dekat rumahnya. Suami Bu Sunarti, Pak Sardini (53) bekerja sebagai buruh tani. Itupun hanya kadang kala, karena kondisi kesehatannya juga bermasalah. Pendengaran Pak Sardini kurang baik, sehingga tidak maksimal dalam beraktifitas. Bu Sunarti sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS PBI Kelas III. Hal ini cukup membantu meringankan beban beliau yang rutin berobat ke rumah sakit. Namun beliau masih membutuhkan bantuan transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Dengan pertimbangan tersebut, kurir Sedekah Rombongan sepakat untuk melakukan dampingan Bu Sunarti selama pengobatan.Saat ini, Bu Sunarti melakukan pengobatan di Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati karena kondisi kesehatanya yang tidak memungkinkan perjalanan jauh ke RS Karyadi Semarang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 975.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jeansiemaurer @darulnext @akuokawai

Bu Sunarti menderita tumor perut + batu ginjal


MASJID RAUDHATUL DJANNAH (Bantuan Pembangunan Tempat Ibadah) .Alamat : di Dusun Gilis, RT 1/3, Desa Sugiharjo, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Masjid Raudhatul Djannah adalah masjid utama di Desa Gilis, ada lebih dari 300 Kepala Keluarga disana, lebih dari 40 jamaah setiap harinya untuk beribadah. Bahkan apabila mendapati hari jum’at jamaah bertambah hingga lebih dari 60 jamaah disana. Mengingat kondisi masjid yang sudah mulai tua dan rapuh, para warga merinisiatif untuk membongkar total bangunan masjid. Masjid Raudhatul Djannah sudah berumuh 40 tahun lamanya, bertambah lamanya bangunan membuat beberapa tiang dan tembok terlihat usang dan dirasa kurang nyaman untuk beribadah. Belum lagi bertambhanya kegiatan di masjid, seperti belajar membaca Alqur’an dan kegiatan pengajian rutin para ibu-ibu setiap 1 minggu sekali. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membantu membeli keperluan yang dibutuhkan dalam pembangunan Masjid Raudhatul Djannah. Semoga bantuan yang diberikan memberikan manfa’at untuk semua warga di Desa Gilis khususnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir: ImamTeguh Sutrisno @JeanseaMaurer

Bantuan pembangunan tempat ibadah


SUBISIH BINTI SUDARJI (52, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Kertomulyo, Dukuh Tapen, RT 2/4, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu Subisih adalah seorang janda yang hidup berdua dengan anak semata wayangnya di sebuah rumah yang sangat sederhana. Suaminya pergi dari rumah 13 tahun yang lalu untuk merantau ke Jakarta, tapi sejak saat itu tidak ada kabar tentang suaminya sampai sekarang. Ibu Subisih tiap hari bekerja sebagai pembantu dirumah tetangganya untuk membuat jajanan yang setiap hari mendapat upah Rp. 22.000,-. Sang anak Siti Nur Hidayah (18) yang sekarang masih menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah di Kajen, membantu meringankan beban ibunya untuk mendapat biaya sekolah dengan cara setiap malam mengajari les kepada anak-anak tetangga yang masih sekolah di SD dengan mendapat imbalan seikhlasnya. Sedekah Rombongan memberikan antunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Subisih dan membantu membayar keperluan anaknya untuk sekolah.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta Imam @WiwidSartawi @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


RADI PATI (70, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Mantingan, RT 6/1, Kec.Jaken, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Radi Sejak istri dan kedua anaknya meninggal 6 tahun yang lalu, kondisi ekonomi makin melemah. Hidup sebatang kara, untuk makan sehari-hari menunggu kiriman dari tetangga. Rumah yang di tempati sekarang adalah rumah saudara. Kondisi rumah sekarang juga sangat memperhatikan, dinding terbuat dari anyaman bambu sudah mulai rusak dan mulai berlubang. Genting pun bocor saat hujan datang, lantai masih tanah sehingga ketika hujan rumah menjadi lembab. Kondisi bapak Radi sekang juga sudah mulai pikun jadi jika ditanya tentang data diri lupa. Sedekah Rombongan Bertemu dengan Mbah Radi dan memberikan bantuan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


ALI MAHMUDI (39, Patah Tulang Belakang + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pondowan Gading, RT 3/3, Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu didesanya, satu setengah tahun yang lalu mengalami kecelakaan bekerja ketika merenovasi teras rumah milik seorang perantaun di Arab Saudi, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya. Delapan bulan yang lalu pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak control ulang ke dokter yang biasa menangani. Istrinya Sulistyowati (33) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8) yang masih sekolah dibangku kelas empat SD dan Hanna Khoirunnisa (2). Alhamdulillah, tepatnya pada bulan Januari 2016 Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ali, Alhamdulillah pengobatan beliau menjadi lancar. 13 Maret 2017 menjalani operasi saluran kencing yang kedua kalinya. Doa, dan semangat dari keluarga juga kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh. aamiin . Bantuan pada periode ini digunakan untuk biaya pengobatan operasi, akomodasi, dan membeli pempers. Terimakasih banyak diucapkan dari kurir dan keluarga Pak Ali untuk para Sedekahholics. Sebelumnya Pak Ali sudah terbantu pada Rombongan ke 975.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Rakhim @JeanseaMaurer@akuokawai

Pak Ali menderita patah tulang belakang + gangguan saluran kencing


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Perpanjangan STNK MTSR Tahun 2016 + Operasional Januari 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien dalam kota maupun luar kota. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. MTSR Pantura Timur I atau biasa yang disapa dengan “Si Belang” untuk memasok kebutuhan antar pasien yang tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Pantura Timur khususnya daerah Kota Kudus,Jepara,Demak sangatlah luas, kemudian kontur daerahnya pun sebagian meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota-kota tersebut menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUD tipe A dan B di Wilayah tersebt, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu juga kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan, menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang mesti dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Kudus, Jepara, Demak.Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk melakukan Perpanjangan STNK 2016 dan Gaji pengemudi MTSR bulan Desember 2016. Semoga dengan hadirnya MTSRyang meliputi Wilayah Kudus, Jepara dan Demak serta kota-kota terdekat lainya akan mempermudah pasien untuk berobat kerumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.125.675
Tanggal : 6 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Perpanjangan STNK MTSR tahun 2016 + operasional Januari 2017


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Perbaikan Kruk + Perawatan Bulanan MTSR). Organisasi Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) atau juga biasa disapa “Si Belang” kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SRPanturaTimur yang masuk dalam wilayah kerja Kudus, Jepara, Demak dan wilayah terdekat lainya kini mempunyai unit MTSR yang mencover wilayah tersebut. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak juga pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit luar Kota Semarang misalnya. Selama bulan Januari 2017 MTSR Pantura Timur I membutuhkan biaya, yang meliputi biaya perawatan bulanan MTSR dan perbaikan kruk AS. Terimakasih Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.010.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir: @robbyadiartaWinahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Perbaikan kruk + perawatan bulanan MTSR


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Perpanjangan STNK MTSR Tahun 2017). Mobil Suzuki SGX tahun 2012 dengan nomor polisi K 9468 TB. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Pantura Timur dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan #SedekahRombonga. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan #SedekahRombongan Pantura Timur untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota seperti Semarang, Solo adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan Januari 2017 digunakan untuk biaya perpanjangan STNK 2017 dan Materai stopmap. Semoga dengan bantuan dari Sedekaolic MTSR Pantura Timur I dapat terus membantu pasien untuk menjemput dan mengantar kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 2.373.500,-
Tanggal : 19 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Perpanjangan STNK MTSR Tahun 2017


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Operasional MTSR Bulan Januari 2017). Sosial #SedekahRombongan kini kian dipercaya oleh masyarakat luas untuk membantu saudara kita yang sedang kesulitan. Keberadaan Ambulance #SedekahRombongan atau yang dikenal dengan nama Mobil Tanggap #SedekahRombongan (MTSR) atau juga biasa disapa “Si Belang” kini semakin dibutuhkan untuk mensupport segala kegiatan, misalnya menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, mensurvey calon pasien sekaligus menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan kerap mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. #SRPanturaTimur yang masuk dalam wilayah kerja Kudus, Jepara, Demak dan wilayah terdekat lainya kini mempunyai unit MTSR yang mencover wilayah tersebut. Mobilitasnya pun semakin tinggi karena bayak juga pasien yang harus dirujuk ke Rumah Sakit luar Kota Semarang misalnya. Selama bulan Januari 2017 MTSR Pantura Timur I membutuhkan biaya. Biaya ini meliputi biaya pembelian bahan baka selama MTSR beroperasi. Terimakasih #Sedekaholic, sedekahmu sangat membantu kami dalam mengupayakan kesehatan bagi para dhuafa. Doa kami menyertai #Sedekaholic semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT

JumlahBantuan : Rp. 5.259.900
Tanggal : 31 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Winahyu @Muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional MTSR Bulan Januari 2017


SITI WADIAH WAHEDAH (35, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Wadiah saat beliau sedang melakukan pemulihan pasca operasi kanker payudayra kiri yang beliau derita. Ia telah melakukan 10 (sepuluh) kali proses kemoterapi. Setelah sebelumnya mengeluhkan bahwa bekas lukanya belum kering, Bu Wadiah kondisi kesehatannya semakin menurun. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa Bu Wadiah ke Rumah Dakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep. Oleh pihak dokter disarankan Bu Wadiah untuk melakukan perawatan di Rumah Sakit agar kondisinya lebih terkontrol. Karena kondisinya yang belum stabil dan semakin menurun, pihak dokter menunda untuk merujuk beliau ke RSUD dr. Soetomo. Setelah beberapa hari dirawat di RSUD Sumenep, Bu Wadiah harus menghembuskan nafas terakhir. Beliau tidak terselamatkan dan meninggal dunia. Santunan kematian yang Sedekah Rombongan salurkan dipergunakan untuk membantu pihak keluarga dalam melakukan proses pemakaman dan sisa administrasi rumah sakit yang tidak tertanggung jaminan kesehatan. Terimakasih Sedekaholics yang selama ini telah turut membantu Alm. Bu Wadiah dalam menghadapi penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @hafnirosania

Bu Siti menderita kanker payudara kiri


SITI WADIAH WAHEDAH (35, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Bu Wadiah mengidap kanker payudara sejak 2tahun yang lalu. Ia telah melakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep tetapi karena kondisinya yang tidak membaik kemudian ia dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Saat ini beliau sedang melakukan proses kemoterapi dan saat ini telah melakukan kemoteapi ke 10 (sepuluh). Tetapi ia mengeluhkan bahwa bekas lukanya belum kering, sehingga masih perlu diperhatikan proses penyembuhan dan disiplin konsumsi obat yang telah diberikan dokter. Suaminya, Pak Hazin Sodikin (35) terus turut menemani Bu Wadiah melakukan pengobatan. Ia yang hanya bekerja sebagai buruh tani kadang merasa kebingungan dengan biaya transportasi. Dengan dipertemukannya dengan Sedekah Rombongan, Bu Wadiah dan suami merasa sangat terbantu. Beliau memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kelas 3. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu Bu Wadiah untuk bisa sembuh dan sehat kembali. Semoga Bu Wadiah tetap semangat untuk terus melanjutkan pengobatan dan bantuan ini menjadi amal jariyah bagi para
Sedekaholic, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @ivanmadura @hafnirosania

Bu Siti menderita kanker payudara kiri


JAMALUDIN BIN JALALUDIN (27, Depresi Berat). Alamat : Desa TebulTimur, Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Ia biasa dipanggil Jamal. Awalnya tidak ada yang aneh dengan sikap Jamal. Ia lulusan salah satu Pondok Pesantren ternama dan tertua di Kabupaten Sumenep Madura. Bahkan selama di pondok, ia mampu menghafal hingga 17 (tujuh belas) juz Al-Quran. Setelah lulus pondok pada tahun 2006, Jamal berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi karena keterbatasan biaya niatan tersebut diurungkan. Sejak itulah Jamal mulai sering menyendiri dan menolak untuk diajak berkomunikasi. Hingga pada puncaknya pada tahun 2014, ia sempat hendak bunuh diri dengan melukai anggota tubuhnya. Selama ini Jamal hanya dirawat oleh kakak perempuannya dirumah, ia tidak pernah dibawa untuk diperiksa secara medis. Pihak keluarga berkeinginan kuat untuk membawa Jamal berobat, mengingat Jamal masih muda dan masih punya harapan untuk kembali beraktifitas normal lagi. Bantuan yang
disalurkan dipergunakan untuk pengobatan awal dan proses pembuatan jaminan kesehatan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Pak Jamal menderita depresi berat

BINGKISAN LEBARAN (Pasien dampingan dan Dhuafa). Bulan suci Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, menandakan bahwa hari kemenangan akan segera datang. Sebagian besar umat muslim berlomba-lomba agar bisa memperoleh berkah Ramadhan di sepuluh hari terakhir yang ada, mereka juga mempersiapkan kebutuhan pokok lain untuk menyambut hari kemenangan , baik berupa makanan dan pakaian. Akan tetapi tidak semua dapat merasakan indahnya perayaan kemenangan Ramadhan. Seperti yang dialami dhuafa sekitar wilayah Madiun. Mereka harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berpuasa tanpa memikirkan mampu berbuka atau tidak saat maghrib menjelang. Himpitan kondisi memaksa mereka untuk terus bekerja dan bekerja menikmati keberkahan Ramadhan dari peluh keringat yang ada. Asa mereka untuk mampu membeli kebutuhan pokok untuk sekedar merayakan nikmatnya hari kemenangan. Kurir Sedekah Rombongan Madiun kemudian menyampaikan sedikit bingkisan lebaran untuk pasien dampingan yang ada di Madiun. Tawa dan syukur terlihat dari sorot mereka, semoga mampu membawa ceria saat hari kemenangan tiba. Serta para Sedekaholics semoga Allah gantikan dengan rezeki halal yang luas, kesehatan dan kesejahteraan dalam keluarganya. Ramadhan adalah Bulan Berbagi, sebagai mana janji Allah : Segala kebaikan yang dilakukan saat Ramadhan, Allah akan berikan pahalanya berlipat-lipat banyaknya… Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati

Bingkisan lebaran

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 ELVINDRA RIZKI PRATAMA 500,000
2 SLAMET RIYADI 500,000
3 ASIH BINTI JUSUP 500,000
4 RINI RAHAYU 1,500,000
5 DULHASAN BIN MAULI 500,000
6 MURSADAH BINTI ENJI 500,000
7 PAHRUROJI BIN RAHMAN 500,000
8 KASMIN BIN MARSA 500,000
9 MTSR MADIUN 3,260,000
10 SALAMUN BIN SHOLIKAN 500,000
11 MUSOFA HAMDAN 1,000,000
12 PANUT BIN KARMAN 500,000
13 CINTYA ANGELITA 1,000,000
14 SEMUN BIN BANIYO 1,000,000
15 RIZKI CAHAYA SAPUTRA 500,000
16 RATRI NOPIDHIANWIDHI 1,000,000
17 NUR CHOLIS 1,000,000
18 SRI LESTARI 2,000,000
19 SITI QOMARIAH 2,500,000
20 SAIMIN BIN ABDULLAH 1,000,000
21 RENI KUSTRIANI 3,469,700
22 IMAM ROSIDIN 1,000,000
23 BUDI PRIYATNO 500,000
24 ROHMI BINTI KRATONO 1,000,000
25 HARYADI BIN SAMIJO 500,000
26 DIKI WAHYUDI 500,000
27 MUHAMMAD RASIDI 500,000
28 AZKA ALDRICH ALVREDO 500,000
29 AZKA ALDRICH ALVREDO 500,000
30 AURA MUTIARA 500,000
31 ABIDZAR AKMAL ATHAILLAH 500,000
32 PARSI BINTI SARYAN 500,000
33 RIBOWO PATI 1,000,000
34 SUDADI BIN SAMSURI 1,000,000
35 SARIMAH BINTI SUGIMAN 1,000,000
36 GUMINAH BINTI MUSLIM 1,000,000
37 KASINI BINTI MUSLIM 1,000,000
38 SUMARMO BIN SUKARDI 500,000
39 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 500,000
40 MASJID RAUDHATUL DJANNAH 5,000,000
41 SUBISIH BINTI SUDARJI 1,000,000
42 RADI PATI 1,000,000
43 ALI MAHMUDI 2,500,000
44 MTSR PANTURA TIMUR I 4,125,675
45 MTSR PANTURA TIMUR I 4,010,000
46 MTSR PANTURA TIMUR I 2,373,500
47 MTSR PANTURA TIMUR I 5,259,900
48 SITI WADIAH WAHEDAH 600,000
49 SITI WADIAH WAHEDAH 500,000
50 JAMALUDIN BIN JALALUDIN 500,000
51 BINGKISAN LEBARAN 3,000,000
Total 66,098,775

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 66,098,775,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1018 ROMBONGAN

Rp. 52,179,217,332,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.