Rombongan 1017

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on June 29, 2017

SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Epilepsi). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Siti adalah buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah. Siti merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sebelumnya pernah dibantu pada bulan Oktober 2016. Penyakit Siti bermula saat kepalanya terbentur dinding rumah ketika bermain bersama saudara – saudaranya. Sejak saat itu Siti sering mengalami kejang-kejang disertai deman tinggi. Siti sempat menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah dengan pelayanan BPJS. Baru diketahui, Siti didiagnosis menderita penyakit epilepsi. Kondisi ini membuat dokter merujuknya ke RSUD Depati Hamzah untuk menjalani pengobatan rutin selama 2 tahun. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Usia Bapak Kusiman yang semakin tua membuat kondisi fisiknya menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menanggung kebutuhan 8 anak. Untuk makan sehari-hari terkadang ia terpaksa meminjam uang pada tetangga. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan Siti dan keluarganya untuk memberi semangat dan menyampaikan santunan lanjutan. Santunan lanjutan dari para sedekaholic disampaikan untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 909. Semoga Allah mengangkat penyakit Siti, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel, @ririn_restu

Siti menderita epilepsi


SITI HAJJAH MAY PUSPITA (5, Epilepsi). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 7/2, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung. Siti adalah buah hati dari Bapak Kusiman dan Ibu Nurhasanah. Siti merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sebelumnya pernah dibantu pada bulan Oktober 2016. Penyakit Siti bermula saat kepalanya terbentur dinding rumah ketika bermain bersama saudara – saudaranya. Sejak saat itu Siti sering mengalami kejang-kejang disertai deman tinggi. Siti sempat menjalani pengobatan di RSUD Bangka Tengah dengan pelayanan BPJS. Baru diketahui, Siti didiagnosis menderita penyakit epilepsi. Kondisi ini membuat dokter merujuknya ke RSUD Depati Hamzah untuk menjalani pengobatan rutin selama 2 tahun. Bapak Kusiman sehari-harinya hanyalah buruh serabutan yang tidak tentu penghasilannya. Usia Bapak Kusiman yang semakin tua membuat kondisi fisiknya menurun sehingga terkadang tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dari 12 anaknya, Bapak Kusiman masih harus menanggung kebutuhan 8 anak. Untuk makan sehari-hari terkadang ia terpaksa meminjam uang pada tetangga. Saat ini, Siti masih rutin berobat di RSUD Depati Hamzah. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk akomodasi dan transportasi berobat rutin. Sebelumnya Siti dibantu dalam Rombongan 909 dan pada 10 April 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, @Effendy_babel, @ririn_restu

Siti menderita epilepsi


MUHAMMAD ZAKY (8, Thalasemia + Hernia Scrotalis). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Zaky merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan, ia telah lama menderita thalasemia dan sudah beberapa tahun terakhir ini sering dirawat untuk tranfusi darah. Keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit di Bangka membuat Zaky dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pasca menjalani pengobatan di RSCM Jakarta selama 3 minggu, sesuai dengan rekomendasi dokter, Zaky kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk melakukan transfusi darah rutin 2 kali setiap bulan. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, alhamdulillah Zaky kini dapat menjalani transfusi darah secara rutin. Untuk transfusi darah dan berobat ke RS Depati Hamzah Pangkalpinang, Zaky dan ayahnya harus menempuh perjalanan selama 3 jam dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Zaky pun harus dirawat selama 1 hari untuk keperluan proses transfusi darah. Zaky kembali menjalani transfusi darah rutin pada bulan Mei. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transportasi dan akomodasi pengobatan di Pangkalpinang. Sebelumnya Zaky telah dibantu dalam rombongan 989

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Zaky menderita thalasemia + hernia scrotalis


RIDWAN BIN KURDIYANTO (5, Thalasemia). Alamat : Desa Panca Tunggal, RT 5, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ridwan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Buah hati pasangan Bapak Kurdiyanto (30) dan Ibu Umi Habibah (22) ini telah lama dicurigai mengidap Thalasemia. Saat berusia 1 tahun, Ridwan berobat ke dokter dan didiagnosis gejala penyakit Thalasemia. Saat usia 3 tahun, Ridwan kembali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pulau Besar dengan hasil kadar hemoglobin 4 gr/dL di bawah batas normal. Dokter menyarankan Ridwan dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun karena keterbatasan biaya pengobatan urung dilakukan. Perjalanan menuju RSUD Depati Hamzah membutuhkan waktu 3 jam dan biaya yang terasa besar bagi keluarga. Bapak Kurdiyanto hanya bekerja sebagai buruh sedangkan Ibu Umi Habiba sehari – harinya megurus Ridwan dan keempat saudaranya yang salah satunya juga mengidap thalasemia. Ridwan memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun sebelumnya ia tidak menjalani pengobatan dan transfusi darah secara rutin sesuai anjuran dokter karena ketiadaan biaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dapat membantu Ridwan sehingga ia bisa mulai transfusi darah secara rutin sejak Agustus kemarin. Pada bulan April 2017, Ridwan kemballi menjalani kontrol dan transfusi darah rutin di RS Depati Hamzah Pangkalpinang. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk oprasional berobat, semoga bantuan yang disampaikan dapat memberikan kemudahan bagi keluarga dalam proses pengobatan penyakit Ridwan. Sebelumnya Ridwan dibantu pada Rombongan 971.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Ridwan menderita thalasemia


ASYRAF BIN M.SALEH (8, Hipospadia). Alamat : Dusun Tutut, RT 3, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Asyraf merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Asyraf memiliki kelainan sejak lahir, ia menderita penyakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung penis. Dalam kondisi normal lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine, tetapi pada pengidap hipospadia lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Kondisi penyakit Asyraf ini mulai diketahui orang tuanya, Bapak M.Soleh (almarhum) dan Ibu Rukmini saat Asyraf berusia 2 tahun, ia pun akhirnya dibawa ke RSUD. Dokter menyarankan Asyraf dirujuk ke RSCM Jakarta untuk segera dioperasi saat usia 8 tahun. Saat buang air kecil, Asyraf sering merasakan sakit bahkan bisa membuatnya demam. Rasa sakit itu terus dirasakannya hingga saat ini. Saat ini usia Asyraf sudah 8 tahun, keluarga memeriksakan kembali kondisi Asyraf. Dokter merekomendasikan kembali agar Asyraf segera dioperasi di RSCM. Meski telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Asyraf karena mereka tidak memiliki biaya untuk ke Jakarta. Saat ini, Asyraf hanya dirawat oleh ibunya, setelah 2 tahun yang lalu Bapak M Soleh meninggal dunia. Ibu Rukmini tidak memiliki pekerjaan sehingga kebutuhan harian mereka hanya dibantu oleh anak – anaknya yang bekerja sebagai buruh harian. Alhamdulillah, Sedekahrombongan dapat memfasilitasi keberangkatan Asyraf ke Jakarta pada 15 April 2017. Kini Asyraf sudah berada di Jakarta untuk menjalani rangkaian pengobatan di RSCM Jakarta. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan sehari – hari selama di Jakarta. Sebelumnya Asyraf telah dibantu dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok, Nurmala Dewi via Suharji @ririn_restu

Asyraf menderita hipospadia


MANSUR ARUNG DALAM (37, Kanker Telinga). Alamat : Jln. Raya Arung Dalam, RT 2, Kecamatan Koba, Kabupaten Koba, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada awal tahun 2013 Pak Mansur mengeluh sakit pada telinga sebelah kirinya, ia pun kemudian kontrol ke dokter. Dokter mendiagnosis Pak Mansur hanya mengalami infeksi telinga biasa dan sejak itu ia tidak pernah lagi berobat. Selang beberapa tahun kemudian, rasa sakit kembali terulang dan semakin memburuk hingga akhirnya ia dibawa ke RSUD Bangka Tengah. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui terdapat kanker di telinga Pak Mansur yang sudah merembet ke kepala. Dokter yang menangani Pak Mansur, dr. Anis, merujuk ke RSUP Soekarno untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil CT-Scan juga menyatakan kanker telinga Pak Mansur sudah kronis dan dokter RSUP merujuknya ke RSCM Jakarta. Saat ini, Pak mansur hanya bisa terbaring di ranjang karena tidak bisa bangun. Kondisi Pak Mansur sangat lemah dan ia menahan sakit pada telinga dan kepalanya. Pak Mansur adalah seorang buruh harian, selama sakit ia tidak bisa bekerja sehingga tugasnya digantikan oleh sang istri, Ibu Julita. Ibu Julita bekerja sebagai buruh harian di kebun milik orang demi memenuhi kebutuhan keluarga dan kedua anaknya. Selain itu, keluarga terdekat juga membantu biaya pengobatan dan keperluan keluarga. Pak Mansur terdaftar sebagai peserta layanan kesehatan BPJS. Pak Mansur dan keluarga mendapat bantuan dari BAZNAS Bangka Tengah untuk berangkat ke Jakarta dan tinggal di rumah singgah Bangka Tengah selama pengobatan di RSCM Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga Pak Mansur untuk memberikan santunan dari para sedekaholic. InsyaAllah santunan ini bisa meringankan beban keluarga dan membantu kebutuhan keluarga selama di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Hendra @ririn_restu

Pak Mansur menderita kanker telinga


ROHANA SUHAIRI (47, Cal Thyroid Lymphoma Malignum). Alamat : Dusun Lilangan, RT 6, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keluarga tidak pernah menyangka, Ibu Rohana harus menjalani ujian sakit yang begitu berat. Berawal sejak 15 September 2015, saat itu sudah terdapat benjolan di leher kiri Ibu Rohana yang diperiksakan ke RSUD Belitung Timur. Dokter mendiagnosis Ibu Rohana mengalami kanker kelenjar tiroid. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif, Dokter merujuk ibu Rohana ke RS Dharmais Jakarta. Berbekal KIS yang dimiliki, pada 16 Oktober 2015 pertama kalinya Ibu Rohana berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri. Ibu Rohana menjalani 7 proses kemoterapi, saat harus menjalani kemoterapi yang ke-8, Ibu Rohana tidak memiliki biaya lagi dan keluarga memilih pulang ke Belitung. Hampir seluruh harta terjual untuk membiayai pengobatan Ibu Rohana. Sejak berhenti berobat di Jakarta, Ibu Rohana hanya memaksimalkan pengobatan di RSUD Belitung Timur. Suami Ibu Rohana, Bapak Suhairi adalah seorang buruh harian yang berpenghasilan tidak menentu. Sebagai kepala keluarga, Bapak Suhairi sudah semaksimal mungkin berikhitar demi kesembuhan sang istri. Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan bertemu dengan keluarga Ibu Rohana dan mereka berniat membawa kembali Ibu Rohana ke Jakarta untuk menjalani kemoterapi. Belum sempat Ibu Rohana berangkat ke Jakarta, Allah telah memiliki rencana lain. Ibu Rohana akhirnya menghembuskan napas terakhir pada tanggal 22 Mei 2017. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan untuk datang melayat dan bertemu langsung dengan Bapak Suhairi dan anak – anaknya untuk menyampaikan santunan duka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, dan Ibu Rohana khusnul khotimah.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Yudi @ririn_restu

Bu Rohana menderita cal thyroid lymphoma malignum


NURMILA ACIT (33, Bantuan Tunai). Alamat : Hutan PAM Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ibu Nurmila dan Bapak Raden adalah keluarga sederhana yang tinggal di dalam hutan PAM daerah Sungai Selan. Kondisi ini membuat mereka hidup apa adanya karena berada jauh dari perkampungan. Akses untuk ke tempat tinggal mereka juga sempit dan licin saat musim hujan sehingga dibutuhkan kehati-hatian ekstra. Meskipun demikian, mereka tetap berinteraksi dengan masyarakat luar saat mereka membutuhkan sesuatu di kampung ataupun saat anak mereka sekolah. Keluarga Bu Nurmila memiliki 9 orang anak yang menjadi tanggungan keluarga. Dari kesembilan anak hanya 2 orang yang bersekolah. Untuk menuju ke sekolah, anak – anak harus berjalan kaki menyusuri hutan sejauh 2.5 km. Anak lainnya pernah bersekolah tetapi tidak selesai karena ketiadaan biaya. Ibu Nurmila hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan Pak Raden sehari – hari hanya menjadi buruh tidak tetap. Kondisi tempat tinggal dan kehidupan sehari – hari mereka sangat memprihatinkan, jauh dari layak. Mereka juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan berkesempatan bertemu dengan keluarga Ibu Nurmila dan menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehari – hari dengan harapan bisa membantu beban keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Aminah @ririn_restu

Bantuan tunai


YANA SOPIAN (28, Bronchitis). Alamat : Desa Panca Tunggal, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Awal mulanya Yana mengalami demam tinggi sekitar dua bulan yang lalu. Demam tersebut membuatnya harus beristirahat total dari pekerjaan sehari – harinya sebagai buruh harian di perkebunan sawit. Demam tinggi Yana juga disertai dengan batuk berkepanjangan. Selain itu, di leher kiri Yana timbul bengkak yang semakin membesar. Yana hanya memeriksakan kondisi penyakitnya ke Puskesmas yang ada di desa meskipun dokter telah merujuknya berobat ke RSUD Depati Hamzah. Diagnosis dokter menyatakan Yana menderita Bronchitis. Keterbatasan biaya membuat Yana tidak memeriksakan kondisi penyakitnya. Yana adalah anak dari Bapak Yunus dan Ibu Hatijah yang masih berstatus belum menikah. Penghasilannya aebagai buruh harian kebun sawit hanya cukup membantu kebutuhan sehari – hari kedua orangtuanya dan 3 saudara kandungnya. Yana tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu langsung dengan Yana untuk memberikan bantuan akomodasi, transportasi dan biaya berobat ke RSUD yang harus ditempuh selama 3 jam dari desanya. Hasil rontgen di RSUD, Yana memang menderita penyakit Bronchitis dan bengkak yang ada di lehernya sedang dalam tahap observasi apakah tumor atau bukan. Semoga Yana segera sembuh, amin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @Effendy_babel @ririn_restu

Yana menderita bronchitis


RIMA LONTONG PANCUR (44, Diabetes + TBC + Maag). Alamat : Jalan Kerapu, RT 4/1, Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak tahun 2016, Ibu Rima sudah merasakan kelainan pada pernapasannya. Ia merasa sesak, sakit perut dan kondisi badannya lemah. Ibu Rima tidak segera memeriksakan kondisi kesehatannya karena alasan biaya. Hingga akhirnya pada Januari 2017, kondisi Ibu Rima sangat lemah dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Ibu Rima diopname dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Pada tanggal 10 April 2017, Ibu Rima kembali diopname di RSUD Depati Hamzah untuk kedua kalinya karena kondisinya kembali menurun. Saat dilakukan tes laboratorium dan rontgen, Ibu Rima dinyatakan mengalami diabetes disertai TBC dan maag. Ibu Rima masih diopname di rumah sakit dengan menggunakan layanan BPJS. Ibu Rima adalah orang tua tunggal dan menjadi tulang punggung keluarga bagi 2 orang anaknya. Sebelumnya Ibu Rima adalah pedagang kecil yang menjual bahan – bahan kebutuhan pokok, Namun sejak sakit ia tidak bisa berjualan lagi. Ibu Rima tidak memiliki sanak keluarga di Pulau Bangka selain keponakan tiri yang selama ini menjaga dan merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu langsung dengan Ibu Rima dan menyampaikan santunan dari pada sedekaholic untuk kebutuhan berobat. Semoga Ibu Rima segera sembuh dan bantuan yang disampaikan bisa membantu meringankan beban keluarga, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok Aminah @ririn_restu

Bu Rima menderita diabetes + TBC + maag


HOLINA M. HUSIN (39, Kanker Serviks). Alamat : Jln. Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dua tahun yang lalu, berawal dari bercak merah disertai pendarahan terus menerus, Ibu Holina merasakan nyeri haid yang luar biasa. Awalnya hanya dikira sebagai haid biasa hingga akhirnya diperiksakan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Soekarno di Air Anyir Pangkalpinang. Hasil diagnosis dokter Ibu Holina terkena kanker serviks stadium lanjut. Ibu Holina disarankan rujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Ibu Holina telah memiliki JKN – KIS, namun biaya transportasi dan akomodasi selama di Jakarta menjadi kendala besar. Ibu Holina adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak M. Husin yang sehari – hari berprofesi sebagai buruh harian. Keterbatasan biaya untuk membawa Ibu Holina ke Jakarta membuat keluarga hanya bisa pasrah. Saat ini, kondisi Ibu Holina semakin lemah dan terus mendapat transfusi darah. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Ibu Holina dan suaminya untuk menyampaikan santunan dari pada sedekaholic. Santunan ini untuk membantu biaya akomodasi keberangkatan Ibu Holina ke Jakarta. Semoga Ibu Holina segera sembuh, amin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.550.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @yahyaisyoyok @effendy_babel @ririn_restu

Bu Holina menderita kanker serviks


SRI YANTI (46, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Karang Anom, RT 2, Desa Pinang Luar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Sri adalah mantan TKW di Malaysia. Sudah beberapa tahun terakhir Ibu Sri hidup menjanda. Setahun terakhir Ibu Sri kembali ke Indonesia karena merasakan kelainan pada hidungnya. Ibu Sri sering mengeluarkan cairan yang bau dari hidung, dan setelah memeriksakan diri ke Puskesmas dokter menyarankan untuk ke RSUD kabupaten untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan diketahui Ibu Sri mengalami polip dan harus segera dioperasi. Setelah beberapa bulan pasca operasi, kondisi ibu dua anak ini mulai membaik bahkan gejala – gejala yang dialami sebelumnya sudah tidak dirasakan lagi. Satu tahun tak lagi sakit, gejala yang sebelumnya dialami muncul kembali. Keluarga pun kembali membawa Ibu Sri ke RSUD kabupaten untuk mengetahui apa yang dideritanya. Dokter menyatakan bahwa Ibu Sri mengidap Ca. Nasofaring dan harus dirujuk RS Dharmais Jakarta. Khawatir penyakit yang dialami Ibu Sri semakin memburuk, keluarga berinisiatif menjual barang – barang yang dimiliki untuk ongkos dan kebutuhan selama berobat di Jakarta. Akhirnya keluarga dapat membawa Ibu Sri berobat ke Jakarta, namun meski pengobatan ditanggung KIS kelas III, biaya hidup di Jakarta sangat sulit dipenuhi terlebih lagi tak ada harta benda yang tersisa yang dapat dijual. Anak – anak Ibu Sri tak dapat membantu banyak karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka pun sangat sulit. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sri, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya hidup serta kebutuhan lain selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu Sri menderita ca. nasofaring


NARTI BIN SUKIR (50, Tifus). Alamat : Jln. Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada tanggal 18 Mei 2017 lalu, Ibu Narti tiba-tiba panas tinggi dan tidak kunjung sembuh. Keesokan harinya Ibu Narti dibawa ke rumah sakit, dokter mendiagnosis ia mengalami tifus dan harus dirawat inap. Suami Ibu Narti, Pak Karno bin Sidik (55) kebingungan karena tidak ada jaminan keehatan yang dapat membiayai pengobatan rawat inap selama di rumah sakit. Pak Karno akhirnya mendapat bantuan dana dari patungan teman – temannya sesama petani sebagai deposit pengobatan di rumah sakit, dan juga untuk pendaftaran JKN – KIS kelas III keluarganya. Kondisi Ibu Narti saat ini sudah membaik dan bisa beraktivitas kembali. Pak Karno dan Ibu Narti tinggal di kebun milik orang lain yang mereka kelola dengan penghasilan yang tidak seberapa. Kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan dengan Pak Karno dan Ibu Narti, dan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Narti dan Pak Karno di usia senja mereka selalu diberikan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman @ririn_restu

Bu Narti menderita tifus


LALU MUHAMMAD AMIN (31, Kanker Rahang). Alamat : Dusun Esot, RT 2/1, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. Sejak 2 tahun lalu, Lalu Amin mengidap kanker pada rahangnya yang ditandai benjolan yang semakin membesar. Kondisi tersebut membuat Lalu Amin kesulitan mengunyah makanan sehingga istrinya, Baiq Nilawati, memberikan makanan dalam bentuk cair. Sakit yang dialami Lalu Amin membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga kehidupan sehari – hari dibantu ayahnya, Lalu Kitun (65) yang bekerja sebagai petani. Kondisi keuangan yang sulit membuat Lalu Amin tidak bisa berobat dengan optimal. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu Lalu Amin untuk biaya transportasi kontrol ke RSU Provinsi NTB. Kurir pun mendampingi selama 10 hari dari awal pemeriksaan sampai adanya keputusan dokter yang merujuk Lalu Amin ke RSUP Sanglah Bali. Selama berobat, Lalu Amin menggunakan ojek motor dari Desa Esot Lombok Tengah ke RSUP Provinsi NTB di Mataram. Lalu Amin dirujuk ke RSUP Sanglah karena RSUP Provinsi NTB tidak dapat membuatkan rahang palsu sebagai ganti rahangnya yang sakit. Lalu Amin telah memiliki JKN – KIS dan saat ini ia masih menunggu jadwal operasi di RSUP Sanglah. Dokter spesialis yang menanggani Lalu Amin merencanakan operasi setelah lebaran. Ucapan terima kasih yang tak terhingga dari Lalu Amin dan keluarga atas bantuan yang disampaikan untuk transportasi dan akomodasi berobat di Bali. Semoga segala kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas kebaikan berlimpah oleh Allah SWT, Aamiin Aamiin Ya Rabb.

Jumlah Bantuan Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Panca Rinjanah Saiful @ririn_restu

Pak Lalu menderita kanker rahang


HARTATI MUHIDIN (35, Post Operasi Colostomy). Alamat : Lingkungan Simpasai, Kelurahan Simpasai, RT 6, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Pada Desember 2016, Ibu Hartati pernah menjalani operasi pengangkatan kista di RSUD Dompu dan diopname selama 4 bulan. Ibu Hartati kemudian dirujuk ke RSUP Provinsi NTB karena tidak bisa BAB dan mengeluarkan kentut. Ibu Hartati akhirnya menjalani operasi colostomy di RSUP Provinsi NTB dan dirawat selama 15 hari. Ketiadaan biaya hidup selama di rumah sakit membuat Ibu Hartati dan keluarga terpaksa pulang ke Dompu dengan menggunakan bis umum sehingga luka bekas operasi terbuka lagi. Sesuai anjuran dokter, Ibu hartati harus kembali ke Mataram untuk operasi lanjutan pada bulan Mei 2017. JKN – KIS kelas III yang dipakai Ibu Hartati berobat menunggak pembayarannya selama 3 bulan sehingga tidak dapat digunakan. Penghasilan suaminya, Pak Muhidin sebagai tukang ojek hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu kesulitan Ibu Hartati dengan menyampaikan santunan untuk pembayaran iuran JKN – KIS, akomodasi pengobatan dan kebutuhan Ibu Hartati dan keluarga yang mendampinginya di RSUP Provinsi NTB. Ucapan terima kasih disampaikan Ibu Hartati dan keluarga atas bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan, semoga Allah membalas semua kebaikan sedekaholics.

Jumlah Bantuan Rp. 1.306.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @arfanesia Omiyati Panca

Bu Hartati menderita post operasi colostomy


DIAN BINTI AHMAD (10, Tuna Rungu). Alamat : Taman Kapitan, Desa Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Provinsi NTB. Dian adalah penyandang tuna rungu dan kini bersekolah di SLB Mataram. Dian tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah yang sangat sederhana. Ayah Dian, Ahmad (45) bekerja di bengkel, sedangkan ibunya, Nur (42) bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Penghasilan kedua orang tua Dian tak mampu membelikan alat bantu dengar yang dapat membantu aktivitas anak mereka. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu kesulitan Dian dengan menyampaikan alat bantu dengar untuknya. Kebahagian yang sangat luar biasa dirasakan Dian setelah mendapat alat bantu dengar yang selama ini ia inginkan. Ucapan terima kasih disampakan Dian dan kedua orang tuanya pada Sedekah Rombongan. Semoga kebaikan sedekaholic dibalas Allah SWT dengan berlipat kebaikan, Aamiin Aamiin Ya Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 586.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Panca Lia

Bantuan alat bantu dengar


OKTA YOGA PRATAMA (8, Leukemia Limfoblastik Akut). Alamat : Jln. Prabu Siliwangi, RT 19, No. 29, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Yoga adalah pelajar kelas 1 SD, yang saat ini sedang dalam proses pemulihan dan pengawasan dokter atas penyakit yang diketahui sejak ia berusia 4 tahun. Awalnya perut Yoga terasa keras saat ditekan yang diikuti keluar darah dari hidung, mata dan gusi; serta demam tinggi tanpa sebab. Selanjutnya atas saran dokter di Jambi, dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya Yoga didiagnosis terkena leukemia. Yoga dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk menjalani serangkaian pengobatan dan kemoterapi sekitar 3 tahun, hingga akhirnya ia diperbolehkan pulang dengan jadwal kontrol 2-3 kali di setiap tahunnya. Ayah Yoga, Didit Johan Wahyudi (43) dan ibunya, Yessi Silviana Sari (39) mengungkapkan kekhawatiran dan kesedihannya atas kondisi Yoga saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Mereka ingin Yoga bisa sembuh total namun terhalang keterbatasan biaya transportasi ke Jakarta. Pengobatan Yoga di RSCM ditanggung BPJS, namun masih ada obat yang tidak ditanggung dan orang tua Yoga harus membelinya. Saat ini orang tua Yoga tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Jakarta, sedangkan Yoga harus berobat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pak Didit, bekerja sebagai buruh bongkar pasang tiang dan listrik, sementara Ibu Yessi hanya ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Didit hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, mereka pun tinggal menumpang di rumah orang tua Ibu Yessi. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Yoga, bantuan awal pun disampaikan untuk akomodasi keberangkatan Yoga dan Ibunya ke Jakarta. Semoga keadaan Yoga segera membaik dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat sekolah dan meneruskan cita-citanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 960.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir: @arfanesia @shintatantri @putri.azams @EmhadiUsman @ririn_restu

Okta menderita leukemia limfoblastik akut


OKTA YOGA PRATAMA (8, Leukemia Limfoblastik Akut). Alamat : Jln. Prabu Siliwangi, RT 19, No. 29, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Yoga adalah pelajar kelas 1 SD, yang saat ini sedang dalam proses pemulihan dan pengawasan dokter atas penyakit yang diketahui sejak ia berusia 4 tahun. Awalnya perut Yoga terasa keras saat ditekan yang diikuti keluar darah dari hidung, mata dan gusi; serta demam tinggi tanpa sebab. Selanjutnya atas saran dokter di Jambi, dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya Yoga didiagnosis terkena leukemia. Yoga dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk menjalani serangkaian pengobatan dan kemoterapi sekitar 3 tahun, hingga akhirnya ia diperbolehkan pulang dengan jadwal kontrol 2-3 kali di setiap tahunnya. Ayah Yoga, Didit Johan Wahyudi (43) dan ibunya, Yessi Silviana Sari (39) mengungkapkan kekhawatiran dan kesedihannya atas kondisi Yoga saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Mereka ingin Yoga bisa sembuh total namun terhalang keterbatasan biaya transportasi ke Jakarta. Pengobatan Yoga di RSCM ditanggung BPJS, namun masih ada obat yang tidak ditanggung dan orang tua Yoga harus membelinya. Saat ini orang tua Yoga tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Jakarta, sedangkan Yoga harus berobat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pak Didit, bekerja sebagai buruh bongkar pasang tiang dan listrik, sementara Ibu Yessi hanya ibu rumah tangga. Penghasilan Pak Didit hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari, mereka pun tinggal menumpang di rumah orang tua Ibu Yessi. Setelah berobat di RSCM Jakarta, Yoga kembali ke Jambi dan menunggu jadwal pengobatan selanjutnya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi kepulangan Yoga dan ibunya ke Jambi. Sebelumnya Yoga dibantu pada 8 April 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir: @arfanesia @shintatantri @putri.azams @EmhadiUsman @ririn_restu

Okta menderita leukemia limfoblastik akut


MUHAMMAD FAREL AL FALERI (2, Jantung Bocor). Alamat : Kel. Legok, RT 21, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Prov. Jambi. Farel adalah anak kedua dari pasangan muda, Habibi (27) dan Farida (19). Saat berusia 3 bulan, Farel sering menangis dan demam. Pada usia 10 bulan Farel dibawa ke rumah sakit dan setelah dilakukan pemeriksaan ECHO dan rontgen diketahui Farel mengalami kebocoran pada katup jantung. Sungguh kabar yang sangat tidak diharapkan oleh kedua orangtua Farel. Ayah Farel sehari-hari bekerja sebagai pegawai harian lepas Dinas Kebersihan Kota Jambi dan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa dengan 2 anak yang berusia 4 tahun dan 1,5 tahun. Beruntung keluarga ini memiliki jaminan kesehatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sehingga memudahkan ikhtiar pengobatan untuk Farel. Berkali-kali Farel dibawa berobat ke dokter praktek, namun kondisinya belum membaik hingga pada Februari 2017 ia dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dan dokter menyarankan agar ia dirujuk ke Jakarta. Pihak Dinas Kesehatan membantu proses keberangkatan Farel dan orang tuanya, bersama dengan Sedekah Rombongan yang membantu kebutuhan mereka selama di Jakarta sekaligus menyediakan tempat tinggal di Rumah Singga Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta. Semoga ikhtiar bersama ini membawa kebaikan dan menjadi jalan kesembuhan bagi Farel, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @arfanesia @shintatantri @wirawiry

Farel menderita jantung bocor


SAMI KERSARATU (45, Bantuan Renovasi Rumah). Alamat Kp. Cipendey Warung, RT 1/1, Desa Kersaratu, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Ibu Sami merupakan seorang janda tua yang hidup sebatang kara. Rumah dari kayu dan bilik yang selama ini ia tinggali, kondisinya hampir roboh karena kayu yang semakin lapuk dan usianya sudah tua. Masyarakat Kp. Cipendey Warung yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, berkeinginan untuk meringankan beban yang dialami oleh Ibu Sami dengan melakukan perbaikan tempat tinggalnya, namun terkendala biaya untuk pengadaan material yang dibutuhkan. Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi tersebut dan alhamdulillah berkesempatan untuk ikut membantu meringankan biaya yang dibutuhkan. Alhamdulillah, melalui kurir Sedekah Rombongan titipan langit dapat disampaikan guna membantu renovasi rumah Ibu Sami. Semoga bantuan sedekaholics Sedekah Rombongan yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi Ibu Sami yang kini dapat tinggal dengan lebih layak.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana Ipit @ririn_restu

Bantuan renovasi rumah


ISTIQOMAH NURALI (43, Melahirkan Prematur). Alamat : Jalan Jowe Kelapa Tiga, RT2/6, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Bu Istiqomah yang biasa dipanggil Bu Imah saat ini sedang mendapatkan perawatan di RS Fatmwati Jakarta. Bu Imah melahirkan bayinya secara prematur di usia kandungan 8 bulan. Bu Imah sebelumnya merasakan perutnya sakit luar biasa. Suaminya, Nurali (39), segera membawa Bu Imah ke Puskesmas terdekat yang merujuknya ke RS Fatmawati, Jakarta. Bu Imah akhirnya melahirkan secara normal di RS Fatmawati, namun bayinya harus mendapatkan penanganan. lebih lanjut karena kondisinya yang menguning. Persalinan dan perawatan Bu Imah di RS Fatmawati menggunakan JKN – KIS PBI. Bu Imah dan Pak Ali merasa bingung jika harus membayar biaya rumah sakit untuk bayi mereka. Pak Ali tidak bekerja sehingga tidak mempunyai penghasilan. Belum lagi untuk kebutuhan sehari – hari selama di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang mendengar kondisi Bu Imah segera mendatanginya dan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk operasional di rumah sakit dan pengurusan KIS bayinya. Kurir juga memberikan informasi agar pak Nurali segera mengurus KIS PBI untu bayinya, hal ini dikarenakan apabila orang tua mempunyai KIS PBI, maka bayi dilahirkannya otomatis menjadi peserta PBI.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bantuan biaya melahirkan


SANDRA WATI (43, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat : Gang Asem, RT 2/5, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sandra merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibu dua orang anak ini tidak mengira bahwa dirinya terjangkit virus yang menyebabkan penurunan daya kekebalan tubuh. Kondisi tersebut ia alami setelah sang suami, Fajar (37), lebih dulu terjangkit penyakit yang sama pada tahun 2010. Ia tidak putus asa dengan apa yang dialaminya dan tetap bersemangat untuk berobat. Anak pertama Sandra, Aulya (11) positif mengalami sakit yang sama sepertinya, sedangkan anak keduanya, Lutfi (9), dinyatakan negatif setelah melakukan tes sebanyak tiga kali. Aktivitas kontrol rutin dijalankan Sandra beserta suami dan anaknya dengan kemauan untuk sembuh yang sangat tinggi. Fajar belum mempunyai pekerjaan, oleh karena itu kebutuhan sehari-hari dipenuhi oleh Sandra yang bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sandra beserta suami dan anaknya masih menjalani pengobatan rutin di RS Fatmawati Jakarta. Kondisi Sandra kini sering menurun karena kadar gulanya rendah, sedangkan Auliya kondisinya masih stabil dan masih melanjutkan pengobatan. Sebelumnya Sandra dan keluarga berobat sebagai pasien umum, tetapi kini ia dan keluarga telah memiliki JKN – KIS kelas III. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat serta untuk membantu membayar biaya lab yang digunakan untuk mengecek presentase CD4 Sandra. Sebelumnya Sandra telah dibantu pada Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Bu Sandra menderita penurunan kekebalan tubuh


NUR KISIANTO (25, Patah Tulang Belakang). Alamat : Kampung Pluit, RT 4/14, Kelurahan Grogol Utama, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Nur Kisianto atau yang biasa dipanggil Anto, saat ini sedang dirawat di RS Fatmawati Jakarta. Anto adalah korban tabrak lari. Anto ditabrak saat mendorong gerobak sate miliknya di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dengan dibantu oleh warga sekitar, Anto dibawa ke RS terdekat namun karena memerlukan peralatan medis yang memadai ia dirujuk ke RS Fatmawati. Selama beberapa hari Anto dirawat di RS Fatmawati. Anto mendapatkan tindakan operasi pemasangan pen di bagian tulang belakangnya. Sang istri, Risna (29) selalu menemani Anto selama di RS. Risna merasa kebingungan untuk membiayar biaya pengobatan suaminya. Akhirnya Risna mendapat masukan dari pihak RS serta dari kurir Sedekah Rombongan agar segera membuat laporan kepolisian yang kemudian diajukan ke Jasa Raharja guna pengajuan asuransi pembiayaan di RS. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu biaya operasional selama di RS. Sebagai informasi, bahwa untuk korban kecelakaan dalam pengurusan jaminan, diharuskan membuat laporan dari kepolisian kemudian diteruskan ke Jasa Raharja. Apabila pembiayaan di RS lebih dari 10 Juta, maka pihak BPJS Kesehatan yang akan meneruskan jaminan pembiayaan selama pasien dirawat di RS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Anto menderita patah tulang belakang


AHMAD AWALUDIN (27, Patah Tulang Belakang). Alamat : Kampung Tegal RT 8/3, Kelurahan Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ahmad awaludin setiap harinya berkeja sebagai kondektur bis. Pekerjaan sehari – harinya itu kini tidak dapat dilakukannya karena Ahmad mengalami kecelakaan saat mengendari motor di daerah Sawangan, perbatasan Bogor dan Tangerang Selatan. Ahmad dilarikan ke RS terdekat yang kemudian merujuknya ke UGD RS Fatmawati. Ahmad dirawat selama 2 hari di UGD RS Fatmawati dan dipindahkan ke Gedung Soelarto. Ahmad mengalami patah pada tulang belakangnya yang membuatnya harus menggunakan kursi roda. Selain itu Ahmad harus membeli Phycon Catheter untuk menunjang aktivitasnya. Sang Istri, Nurul (25) yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga merasakan kebingungan untuk membeli peralatan medis tersebut. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan informasi mengenai Ahmad langsung bergegas ke RS untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membeli Phycon Catheter serta bantuan sehari-hari selama di RS.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Ahmad menderita patah tulang belakang


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Kondisi Yudi masih belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti, ia hanya dapat terbaring di tempat tidur. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat luka serta Vitamin tulang untuk membantu menguatkan tulang kaki Iswah Yudi serta merawat bagian yang luka. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Yudi menderita lumpuh


HAMSAD RANGKUTI (75, Darah Tinggi + Stroke + Prostat). Alamat : Jalan Bangau 6, No. 268, RT 2/8, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Lebih dari lima tahun, maestro cerpenis kebanggaan Indonesia, Hamsad Rangkuti (73), menderita darah tinggi dan stroke yang membuat ia lebih banyak menghabiskan hari-harinya di tempat tidur. Pria yang karena karya fenomenalnya telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional ini, kini justru kesulitan keuangan untuk membiayai pengobatannya. Pak Hamsad hingga kini menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguk Pak Hamsad ia sedang tertidur dengan selang yang terpasang. Kondisinya semakin menurun, ia tak lagi bisa makan melalui mulut, tidak biasa diajak berbicara bahkan tak mengenali orang-orang di sekitarnya termasuk istrinya. Setiap hari Pak Hamsad menjalani rawat jalan di RS Siloam Tangerang. Bahkan dalam satu hari ia tak hanya kontrol ke dokter spesialis tetapi juga harus menjalani terapi di hari yang sama. Beberapa bulan terakhir Pak Hamsad sering dirawat di rumah sakit karena kondisinya menurun. Pak Hamsad belum menjalani operasi karena ketiadaan biaya dan jikapun operasi dilakukan tingkat keberhasilannya tidak 100 %. Pak Hamsad kini masih harus menjalani pengobatan rutin di RSU Siloam, Karawaci, Tangerang. Kondisi Pak Hamsad masih belum begitu banyak perubahan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan terapi. Sebelumnya Pak Hamsad telah dibantu pada rombongan 969. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Pak Hamsad yang telah berkarya dan mengharumkan nama bangsa.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Hamsad menderita darah tinggi dan stroke


NUR KISIANTO (25, Patah Tulang Belakang). Alamat : Kampung Pluit, RT 4/14, Kelurahan Grogol Utama, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Nur Kisianto atau yang biasa dipanggil Anto, saat ini sedang dirawat di RS Fatmawati Jakarta. Anto adalah korban tabrak lari. Anto ditabrak saat mendorong gerobak sate miliknya di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan. Dengan dibantu oleh warga sekitar, Anto dibawa ke RS terdekat namun karena memerlukan peralatan medis yang memadai ia dirujuk ke RS Fatmawati. Selama beberapa hari Anto dirawat di RS Fatmawati. Anto mendapatkan tindakan operasi pemasangan pen di bagian tulang belakangnya. Sang istri, Risna (29) selalu menemani Anto selama di RS. Risna merasa kebingungan untuk membiayar biaya pengobatan suaminya. Akhirnya Risna mendapat masukan dari pihak RS serta dari kurir Sedekah Rombongan agar segera membuat laporan kepolisian yang kemudian diajukan ke Jasa Raharja guna pengajuan asuransi pembiayaan di RS. Untuk membantu aktivitasnya, Anto dianjurkan dokter untuk membeli kursi roda. Risna, yang tidak mempunyai uang merasa berat hati untuk membelinya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli kursi roda. Sebelumnya Anto dibantu pada 16 Mei 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Anto menderita patah tulang belakang


SOLICHATUN BINTI NASIR (32, Pneumonia). Alamat : Kp. Bencongan, RT 7/1, Kel. Bencongan, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Atun biasa ia dipanggil, sejak 11 bulan yang lalu menderita sakit Pneumonia (paru-paru basah). Gejala awalnya saat Ibu Atun tidur pada malam hari selalu keluar keringat dingin dan badan lemas. Sampai suatu saat Ibu Atun mengalami sesak napas yang begitu hebat hingga suaminya segera membawanya berobat ke dokter dekat rumah. Setelah berobat, dokter menyarankan untuk dibawa ke RSUD Tangerang. Setelah dilakukan pengecekan akhirnya Ibu Atun didiagnosis terkena Pneumonia. Saat itu Ibu Atun dirawat di RSUD Tangerang selama 1 bulan. Setelah diizinkan pulang, dokter menganjurkan Ibu Atun untuk selalu kontrol setiap bulanya. Penghasilan suami Ibu Atun sebagai pemulung tak menentu, untuk makan pun mereka kerap kekurangan. Tak jarang ketika jadwal berobat tiba, Ibu Atun terpaksa meminjam uang pada tetangga untuk ongkos ke RSUD Tangerang. Selama ini Ibu Atun berobat menggunakan JAMKESDA. Setelah mengunjungi Ibu Atun, Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dihadapinya. Syukur Alhamdulillah bantuan awal pun dapat disampaikan untuk transportasi berobat. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat dalam proses pengobatan Ibu Atun dan semoga ia segera diangkat penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trim @ririn_restu

Bu Atun menderita pneumonia


RASMANI BIN SAYIN (77, Pneumonia + Asma). Alamat : Kp. Dadap, RT 1/3, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Engkong kerap orang menyapanya, ia adalah seorang kakek yang rajin bekerja mencari barang bekas. Engkong hanya tinggal bersama istrinya di sebuah gubuk yang kurang layak huni. Istrinya pun saat ini juga mengalami sakit.Engkong mempunyai dua anak yang sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari rumahnya. Kehidupan kedua anaknya pun juga kekurangan sehingga tak dapat membantu Engkong dan istrinya. Sejak 4 bulan yang lalu, Engkong mulai merasakan sakit sesak napas, nyeri dada, batuk dan keluar keringat dingin. Setelah berobat di Puskesmas terdekat, dokter merujuk Engkong ke RSU Siloam Tangerang. Dokter mendiagnosis Engkong mengalami penumonia (paru-paru basah) dan asma. Engkong diharuskan untuk kontrol satu bulan sekali. Alhamdulillah Engkong berobat menggunakan kartu multiguna yang ia miliki. Dengan kondisi yang sering sakit-sakitan kini Engkong sering tidak bisa memulung. Ia juga kerap binggung untuk ongkos berobat. Terlebih lagi istrinya juga sedang sakit. Kurir Sedekah Rombongan merasa sangat prihatin dengan kondisi Engkong, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan beban hidup dan transportasi berobat. Semoga Engkong segera pulih dan bisa beraktivitas kembali, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @trim @ririn_restu

Pak Rasmani menderita pneumonia dan asma


KASREM BINTI WIRYO (73, Mata Rabun + Asam Urat). Alamat : Kp. Dadap, RT 1/3, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Provinsi. Ibu Kasrem seorang nenek yang selalu setia mendampingi suaminya, Rasmani (77) dan selalu membantu mencari nafkah dengan cara memulung barang bekas. Ibu Kasrema hanya tinggal bersama suaminya di gubuk yang dibangun di atas tanah milik orang lain. Sejak 2 tahun lalu, Ibu Kasrem mulai sakit di kaki dan tangannya, ia merasakan nyeri, kebal dan semutan. Tidak lama kemudian, penglihatan Ibu Kasrem mulai terganggu. Setelah berobat ke Puskesmas dengan menggunakan Kartu Sehat Multiguna, dari hasil pemeriksaan dokter, Ibu Kasrem terkena sakit asam urat dan mata Rabun. Kondisi Ibu Kasrem saat ini masih belum membaik dan harus menjalani kontrol setiap sebulan sekali. Kendala yang dihadapi Ibu Kasrem adalah tidak punya uang untuk ongkos berobat. Saran dokter Ibu Kasrem harus banyak istirahat, sehingga ia sudah tidak memulung lagi dan tidak ada penghasilan. Suaminya pun kini dalam keadaan sakit. Kurir Sedekah Rombongan merasa sangat prihatin dengan kondisi Ibu Kasrem, bantuan awal pun disampaikan untuk transportasi berobat dan kebutuhan sehari – hari. Semoga Ibu Kasrem bisa segera pulih dari sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur Trim @ririn_restu

Bu Kasrem menderita mata rabun + asam urat


ADE YULIA (26, Pneumonia + Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalem, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ade seorang gadis remaja yang pernah bekerja di sebuah pabrik bihun. Ia menderita sakit penumonia (paru – paru basah) dan pembengkakan jantung sejak 3 tahun lalu. Awal mulanya Ade selalu merasakan sesak napas dan batuk yang tak kunjung sembuh. Setiap hari Ade merasakan sesak napas dan badan mengigil kedinginan ketika ia mau tidur. Kondisi Ade semakin memburuk, berat badanya semakin menurun. Anak ketiga dari lima bersaudara ini kini tinggal bersama ibu dan kedua adiknya yang masih bersekolah. Setelah ayahnya meninggal, Ade menjadi pengganti ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Sejak sakit, Ade berhenti bekerja karena kondisinya yang semakin tidak memungkinkan, namun ia tak mau menyerah begitu saja, ia berjualan jajanan anak- anak di rumah kecilnya. Ia tetap semangat mencari rezki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, walau terkadang kerap merasa sesak napas ketika terlalu capai. Selama ini Ade berobat di Puskesmas terdekat dengan rumahnya. Ia harus rutin setengah bulan sekali berobat ke Puskesmas. akhir – akhir ini dokter yang menangani Ade di Puskesmas menyarankannya untuk kontrol ke RSUD. Ketiadan biaya membuat Ade mengurungkan niatnya untuk berobat. BPJS ketenagakerjaan yang pernah ia miliki sewaktu bekerja kini tidak bisa dipergunakan, karena ada tunggakan selama satu setengah tahun. Melihat kondisi Ade yang sangat memprihatinkan, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan kepadanya untuk biaya berobat dan pelunasan bpjs agar ia dapat berobat lebih lanjut dan bisa sembuh seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal Bantuan: 1 juni 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnamina @fatmahalwiny @ririn_restu

Ade menderita pneumonia + pembengkakan jantung


TRI BUDIANTORO (40, TBC MDR). Alamat: Jl. Budimulia RT 8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Bapak Tri Budiantoro sejak empat bulan ini menderita sakit TBC MDR. Gejala awal yang dialami pemuda lajang ini adalah sering mengeluhkan demam dan berat badan turun drastis. Pengobatan pertama dilakukan ke Puskesmas terdekat, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, bapak Tri Budiantoro positif menderita TBC dan diharuskan berobat rutin selama sembilan bulan. Namun, kondisi Bapak Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD Persahabatan, bapak Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini bapak Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Sampai saat ini bapak Tri Budiantoro masih terus menjalani kontrol rutin ke RS Persahabatan Jakarta, karena obat yang diminum sekarang tidak boleh putus. Semoga apa yang telah dilakukan bapak Tri Budiantoro akan memberikan kesembuhan nantinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Tri menderita TBC MDR


ASYFA AULIA PUTRI (1, Radang Otak dan Radang paru). Alamat : Jl. Lagoa Terusan, Gang 4, RT. 2/4, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Awalnya Asyfa Aulia Putri sehat sudah bisa berdiri, lalu di suntik campak di Puskesmas Lagoa, tiba tiba demam lalu panas tinggi dan akhirnya kejang kejang, dan koma tidak sadarkan diri. Tindakan selanjutnya oleh Orang tuanya dibawa ke RSUD Koja Jakarta Utara, selama 1 bulan, kondisi fisik kaku, menurut team dokter yang menanganinya, Asyfa menderita radang otak dan paru. Setelah mendapat perawatan di RSUD Koja kondisi Asyfa sudah mulai membaik, kemudian team dokter meminta Asyfa untuk melakukan rawat jalan untuk control satu minggu sekali. Saat dikunjungi Kurir SedekahRombongan, kondisi Asyfa masih mengalami kejang dan terkadang kaget, tidak pernah menangis, tiap bulan harus vaksin prevenar 3x. Alhamdulillah SedekaRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini dan menyampaikan bantuan untuk membeli vaksin pravener yang dibutuhkan Asyfa . Semoga bantuan ini bermanfaat dan Asyfa Aulia Putri selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017.
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik.

Asyfa menderita radang otak dan radang paru


YULIANA DWI RAHAYU (14,Thalassemia Mayor). Alamat: Kontarakan Bpk. Tukijan Jl. Bhayangkara, Gang Bayangkara No. 24 D, RT. 2/13, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Putri kedua dari Bapak Badrun Winarto (48) seorang pekerja proyek bangunan dan Ibu Arti Rahayu (42) seorang ibu rumah tangga biasa, Yuli menderita Thalassemia Mayor sejak masih kecil. Kondisi keduanya hingga kini masih bisa beraktivitas normal. Yuliana saat ini masih kontrol ke RSCM sedangkan sang kakak, membantu sang ibu dengan bekerja menjadi penjaga konter handphone. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu operasional berobat Yuliana ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 1004. Kondisi Yuliana sempat drop dan dilarikan ke IGD RS Harapan Bunda karna mengalami stroke, dari hasil pemeriksaan team dokter, ada gumpalan darah beku pada kepalanya, Semoga kondisi Yuliana cepat pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yuliana menderita thalassemia mayor


YULI BHAYANGKARA (44, Tumor Perut). Alamat: Jl. Nusantara No. 31 RT 4/2, Kelapa dua, Kelurahan, Pasir Gunung kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, sakit yang lama tidak dirasa itu ternyata tumor yang semakin hari menggerogoti dinding perutnya, Yuli kini berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan Selatan, Kecamatan Cimanggis Kota Depok Jawa Barat. Yuli yang sehari hari biasanya bekerja sebagai juru parkir di sebuah gerai rabat ini sudah hampir setahun terakhir tidak bisa bekerja karena BPJS ke RS Fatmawati. Yuli tinggal di rumah dinas orangtuanya bersama ibu yang sudah berusia 64 tahun dan juga anaknya yang masih bersekolah di sekolah dasar, bapaknya sudah lama meninggal. Ketika masih bekerja dulu. Yuli kurang memperhatikan makan dan sering mengkomsumsi minuman berkarbonat. Sedekah Rombongan kembali menyampaian bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan biaya menebus obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Penjadwalan untuk operasi pengangkatan tumor pada perutnya sudah di jadwalakan oleh team dokter RS. Fatmawati, namun kondisi mentalitas dari pasien belum siap, penjadwalan untuk operasi ditangguhkan untuk sementara sampai kondisi mental pasien siap untuk maju ke meja operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Yuli menderita tumor perut


HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat : Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian dan biaya membayar sewa tinggal di rumah singgah RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1004. Kondisi bapak Hasanudin masih lemah dan lesu efek dari kemotherapi yang sedang dilakukannya, setelah kemotherapi penjadwalan selanjutnya adalah tindakan penyinaran, Semoga kondisi bapak Hasanudin bisa stabil kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @wirawiri @endangnumik

Pak Hasan menderita kanker nasofaring


MUHAMMAD ARWANI (36, Luka Bakar). Alamat: Pelawat RT 2/7 Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pada bulan Desember beliau mendapat pekerjaan
membangun rumah di sekitar tempat tinggalnya, namun pada hari itu pak Arwani mengalami kecelakaan saat bekerja, beliau tersambar listrik bertegangan tinggi yang mengakibatkan luka bakar diseluruh tubuhnya. Kemudian Pak Arwani dilarikan ke RSUD kota Serang, kedua tangan kanan pak Arwani mengalami luka bakar amat serius. Kondisi tangan kirinya juga mengalami luka yang tak kalah serius yag menyebabkan harus diamputasi sebatas siku. Selama satu setengah bulan pak Arwani dirawat di RSUD kota serang, namun beliau tidak dapat ditangani secara maksimum. Karena keterbatasan peralatan medis, akhirnya pihak dokter menyarankan supaya pak Arwani dirujuk ke RSCM Jakarta pada bulan Februari 2017. Di RSCM pak Arwani, kondisi tangan kanannya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Alhamdulillah #SR dipertemukan dengan beliau yang sedang merasakan kebingungan masalah biaya transportasi selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Kini beliau mendapatkan di fasilitas yang disediakan #SR, yaitu rumah singgah dan biaya operasional untuk menunjang selama menjalani rawat jalan di RSCM Jakarta. Pak Arwani selalu merisaukan dengan keberadaan kedua anak nya, karna pak Arwani merupakan tulang punggung keluarga, dengan kondisi fisik beliau saat ini rasanya merasa kesulitan untuk mencari nafkah. Sementara sang istri, ibu Suparti (32) harus menemaninya berobat di Jakarta. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya menebus obat yang tidak terjamin BPJS setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 999. Semoga bantuan ini dapat memotivasi bapak Arwani dalam ikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Arwani menderita luka bakar


SAYEKTI SUNARYO (64, TBC). Alamat: Jl. Kuning RT 6/6 No. 57 Kota Bambu, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ibu Sayekti, begitu beliau sering dipanggil oleh keluarga dan tetangganya. Ibu Sayekti, sejak beberapa tahun terakhir ini harus berjuang melawan penyakit TBC yang dideritanya. Tubuhnya semakin kurus, pernah berobat rutin yang tidak boleh putus selama 6 bulan. Kemudian berlanjut dengan menjalani kontrol rutin di RS Persahabatan sebulan sekali. Alhamdulillah, biaya pengobatannya telah ditanggung oleh jaminan kesehatan. Tetapi untuk akomodasi ibu Sayekti, kadang bingung harus mencari kemana. Suaminya, bapak Sunaryo (67) sudah tidak sekuat dulu lagi, sebagai seorang buruh serabutan dengan penghasilan tak menentu kadang untuk makan saja hanya seadanya. Alhamdulillah kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi de rumah sakit dan biaya untuk membeli susu serta vitamin yang dibutuhkan oleh ibu Sayekti setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 999. Kondisi ibu Sayekti Alhamdulillah stabil, control rutin ke RS. Persahabatan Jakarta masih terus dilakukannya. Semoga ikhtiar pengobatannya ini dapat mengantarkan pada kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Pak Sayekti menderita TBC


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat : Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September 2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 996. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru dan paru-paru


SANTI RISTIANDARI (30, Osteosarkoma). Alamat: Jl. Pinang 2 RT 4/2 No. 49 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Berawal Agustus 2013, ibu Santi mengalami kecelakaan motor dan jatuh dalam posisi duduk, sehingga terjadi patah tulang. Waktu itu ibu Santi langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapat penanganan medis yaitu pemasangan 13 pen pada tulang belakang. Saat itu ibu Santi cukup lama menjalani perawatan, yakni sekitar 3 bulan. Pasca menjalani perawatan panjang, ibu Santi seharusnya masih harus rutin kontrol ke RS Fatmawati Jakarta. Tapi karena ketiadaan biaya, akhirnya ibu Santi memutuskan untuk tidak kontrol dan hanya membeli obat anti nyeri saja yang disarankan oleh dokter, obat tersebut tidak bisa dicover oleh BPJS. Hampir 3 tahun ibu Santi hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur, dengan kondisi kaki, tangan dan kepala membengkak. Bahkan tak jarang saat sakitnya kambuh beliau susah bicara. Tidak hanya di kaki, nyeri yang dirasakan ibu Santi hampir ke seluruh tubuh. Ibu Santi memiliki seorang suami, bapak Asim Abdullah (33) yang bekerja sebagai karyawan sebuah restoran. Tetapi gaji yang diterima suaminyapun hanya pas-pasan untuk biaya kontrakan, kebutuhan sekolah 2 orang anaknya dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat yang tidak tercover BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @riniastuti @endangnumik

Santi menderita osteosarkoma


RSSR JAKARTA (Operasional) Alamat: Jl. Inspeksi Kali Ciliwung Kenari II RT 4/4 No. 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta terletak di sekitar RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Ternate, Flores, Aceh dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RSCM #SedekahRombongan mengontrak tiga rumah untuk pasien rawat jalan, yang menjadi perhatian kita sehari-hari. Saat ini ada total 26 pasien dampingan yang tinggal di RSSR. Tidak hanya sekedar diberikan bantuan rutin setiap bulannya, di RSSR juga disediakan sembako, peralatan mandi, susu, pampers dan kebutuhan pasien yang lainnya. Kembali bantuan disampaikan untuk biaya operasional setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 996.

Jumlah Bantuan: Rp. 14.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @endangnumik

Biaya operasional


ARDINI PUTRI (23, Meningitis TB). Alamat: Kp. Bahari RT 3/3 Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Priok, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Ardini Putri atau lebih akrab disapa dengan nama Ardini, bulan November 2016 lalu mengalami pembengkakan diperutnya. Ardini mengira jika dirinya hamil, hingga dilakukan pemeriksaan test pack dan USG tapi hasilnya negative, tidak ada janin diperut Ardini. Kemudian Ardini disarankan oleh dokter untuk ke RS Suroso Sunter, tanggal 23 Januari 2017 Ardini memeriksakan dirinya dan dokter mengatakan jika Ardin menderita kista. Lalu oleh pihak rumah sakit Ardini disarankan untuk dirujuk ke RS Gatot Subroto, tapi lagi-lagi diagnose yang sebelumnya juga tidak dibenarkan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, diketahui jika Ardini menderita Meningitis Tb dan saat itu Ardini langsung dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan cairan diperutnya. Pasca menjalani operasi Ardini masih terus menjalani kontrol rutin di RS Gatot Subroto, meski begitu keluhan-keluhan masih sering dirasakan oleh Ardini seperti sering pusing, kakinya mengecil hingga susah bicara jika kondisinya sedang menurun. Ardini menjalani kontrol rutin setiap seminggu sekali dan sesekali ada obat yang harus dibeli karena tidak dimasuk dalam jaminan kesehatan yang dipakainya. Saang suami, Slamet Riyadi (23) sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Tak jarang dengan sangat terpaksa Slamet tidak bisa membelikan obat untuk sang istri, padahal disisi lain Salamet sangat mengharapkan sang istri bisa sembuh dari sakit yang sekarang dideritanya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan BPJS kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Semoga bantuan ini memotivasi Ardini dalam ikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @Riniastuty @endangnumik

Ardini menderita meningitis TB


UFAIRA NUR AFIFAH (2, Ginjal Bocor). Alamat : Jalan Gebangsari, RT. 13/3, Kelurahan Bambu apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Tepat satu bulan yang lalu, setiap bangun tidur Faira mengalami pembengkakan di matanya. Orang tua faira membawanya ke klinik terdekat dan diberikan obat mata oleh dokter, selang beberapa hari mata Faira mulai mengempis tetapi perutnya membesar. Faira langsung dibawa ke RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur, dokter menyatakan bahwa Faira mengalami ginjal bocor yang harus dirawat di rumah sakit tersebut selama 8 hari tetapi pipi dan perutnya masih membengkak. Hingga saat ini faira masih menjalani perawatan dengan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Mereka mengalami kesulitan biaya transportasi untuk perawatan rawat jalan ke RSUD Pasar Rebo dan biaya pengobatan, maklum saja penghasilan bapak Surata (32) yang berprofesi sebagai sopir pribadi hanya mencukupi untuk biaya harian keluarga sementara Ibu Desi (29) seorang ibu rumah tangga biasa. Puji Tuhan kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan faira dan kedua orang tuanya, Bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit selama pengobatan sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @ernatsan Ketrin Elisa @endangnumik

Faira menderita ginjal bocor


DIVA LIANSYAH (14, Jantung Bocor). Alamat : Kampung Balah Hilir, Kelurahan Lubuk Along, Kecamatan Lubuk Along, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Padang. pada tahun 2016, tepatnya bulan Agustus, Diva sering mengalami sesak nafas dan mudah lelah,namun karna orang tua Diva merasa kurang faham dengan kondisi Diva saat itu, Diva pun cuma diberikan obat warung saja. kondisi Diva makin memburuk, kedua orang tuanya kemudian membawa Diva ke puskesmas setempat dan taem dokter yang menanganinya mendiagnosis kalau Diva menderita gangguan jantung (jantung bocor) hingga akhirnya Diva dirujuk ke RS. Dr. M. Djamil Padang. Selama 8 bulan Diva menjalani pengobatan di RSUD tersebut, karna ke terbatasan alat dan tenaga medis di RSUD, kemudian Diva dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta pada bulan Maret 2017. Saat dikunjungi Kurir Sedekah Rombongan, kondisi Diva sering mengalami sesak nafas dan ujung kuku serta bibirnya membiru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Ipriandi (42) yang berprofesi sebagai buruh lepas dan ibu Epi Murniati (39) dalam berikhtiar untuk kesembuhan Diva di RSCM, namun biaya harian selama pengobatan sangat memberatkannya apalagi selama mendampingi pengobatan Diva bapak Ipriandi praktis tidak bekerja lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan keluarga sederhana ini, bantuan untuk biaya harian telah disampaikan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga bapak Ipriandi dan Diva dapat disembuhkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @harjie_anis @endangnumik

Diva menderita jantung bocor


MUZHAKI HUSNIKARIM (9, Cerebral Palsy). Alamat: Jalan Jatipadang RT 9/2 Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Muzhaki menderita Cerebral Palsy sejak lahir, terlahir dengan proses operasi saesar dan kondisinya kekurangan oksigen sehingga tidak langsung menangis. Harus menjalani perawatan didalam incubator selama 20 hari. Saat menjalani perawatan itu seharusnya Muzhaki kecil harus dilakukan pemeriksaan CT-Scan karena dokter sudah curiga kita terdapat kelainan pada syaraf Muzhaki. Tapi karena ketiadaan biaya memaksa keluarga Muzhaki untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan ini saat usia Muzhaki telah menginjak 1 tahun. Sampai menginjak usia 1 tahun, Muzhaki kecil tidak tumbuh selayaknya anak seusianya Muzhaki mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan ada pelemahan motorik. Sejak saat itu Muzhaki kecil harus bolak balik ke rumah sakit untuk menjalani rehabilitasi medik dan fisioterapi di RSUP Fatmawati. Alhamdulillah semua biaya sudah di-cover oleh jaminan kesehatan. Tapi untuk tindakan fisioterapi di RSUP Fatmawati sehari dibatasi untuk 8 pasien sehingga jauh-jauh hari harus mengatur jadwal. Sebagai alternative, orang tua Muzhaki melalukan fisioterapi untuk Muzhaki di Keana Centre supaya jadwal fisioterapinya tidak terlambat. Dan sekali visit dikenakan biaya 50 ribu belum lagi untuk ongkos ke rumah sakit. Orag tua Muzhaki , bapak Maulana (41) sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Kuswati (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Ditengah keterbatasan yang dialami oleh bapak Maulana, beliau tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 989. Semoga bantuan ini dapat memotivasi keluarga ini dalam berikhtiar untuk kesembuhan Muzhaki.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @Rini Astuti @endangnumik

Zhaki menderita cerebral palsy


FAHRI AKBAR NURFIANTO (3, Jantung Bocor). Alamat : Dukuh Kadibeso, Desa Argodadi, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Fahri adalah anak kedua dari Kirwanto dan Evi Rahayu, sejak umur 1 tahun tidak mengalami pertambahan berat badan. Pemeriksaan ke RSUD Bantul dengan diagnosa jantung bocor dan dirujuk ke RSUP DR. Sarjito dan inap 3 hari untuk menjalani serangkaian pemeriksaan yang akhirnya dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta. 6 bulan kemudian Fahri periksa ke RS. Harapan Kita dan beberapa kali bolak-balik ke RS. Harapan Kita dengan harapan untuk sembuh. Ayahanda Fahri (Kirwanto) sebagai karyawan bengkel dengan penghasilan pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari, harus menanggung biaya operasional berobat dari Jogja ke Jakarta yang tidak sedikit. Setelah operasi pertama 27 Oktober 2016, Fahri akan menjalani operasi kedua Juni 2016. Keluarga bersyukur kurir #Sedekahrombongan bisa bersilaturahmi untuk memberikan santunan ketiga dari sedekaholiks untuk biaya operasional pengobatan dengan nomer rombongan 889 dan 993.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-.
Tanggal : 23 Juni 2017
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Fahri menderita jantung bocor


NANDITA SASKA (5, Leukimia Akut). Alamat: Jl. Batu Jambrut No. 155 RT 5/5 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Nandita, begitu gadis ini sering dipanggil oleh teman-temannya. Sejak bulan Januari lalu, Nandita kecil sering mengeluh demam, mimisan, muntah darah dan juga BAB darah. Sempat dibawa ke Klinik Corini tapi dokter mengatakan jika Nandita tidak sedang dalam masalah yang cukup serius, akhirnya hanya diberi obat demam. Selang beberapa hati, Nandita kecil kembali muntah darah disertai dengan pingsan, hingga harus menjalani perawatan di ruang ICU RS Polri. Disitu Nandita dilakukan beberapa pemeriksaan dan dokter mengatakan jika Nandita menderita Leukimia Akut. Kemudian, Nandita dirujuk ke RSCM dan masih menjalani kontrol rutin ke poli hematologi hingga saat ini. Nandita kondisinya masih belum benar pulih, tak jarang Nandita mengalami kejang. Sementara orang Nandita, bapak Suryana (41) sehari-hari hanya bekerja sebagi buruh serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sementara ibu Endah adalah seorang ibu rimah tangga. Kondisi ini dirasakan cukup berat oleh ibu Endah, karena tak jarang dalam seminggu Nandita harus 3x bolak balik rumah sakit. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 988.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @RiniAstuti @endangnumik

Nandita menderita leukimia akut


OTONG MULAWARMAN (52, Hyper Thyroid + Katarak). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT 2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa. Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Bu Anah R (38), hanya ibu rumah tangga biasa. Bersama istri dan anak tunggalnya, dia menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PT KI, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan mereka makin terasa sejak Mang Otong didiagnosa mengalami gangguan kelenjar tiroid pada 2005. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya. Berdasarkan penuturannya pula, ia mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada 2005 sampai 2006. Hasil: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada 2009, ia memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya namun kembali terhenti karena alasan biaya. Bersyukur kurir #SR bisa bertemu dengan Mang Otong, yang tetap semangat untuk sehat dan membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta meyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah Swt. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata (RSM) Cicendo Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia melakukan pemeriksaan mata kirinya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 persen. Pada 5 Oktober 2015 ia kontrol dan meme-rikasakan matanya ke RSM Cicendo. Pada 20 November 2015 dia juga kontrol lagi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung, menjalani pemeriksaan rutin. Hasilnya, gangguan tiroid-nya masih ada, dan ia harus rutin kontrol. Pada akhir Januari 2016, Pak Otong kembali berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Karena ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat sampai Allah Swt menyembuhkannya, sedekaholics #SR terus berempati kepada Mang Otong. Pada Mei 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Pak Otong saat ia berobat ke RSHS Bandung dan memberinya santunan lanjutan. Perkembangan kesehatannya membaik tetapi ia masih harus rutin kontrol sebulan sekali. Pada awal September 2016 Pak Otong mendapatkan bantuan dari Pemkab Bandung untuk perbaikan rumahnya. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah #SR juga memberinya bantuan untuk biaya tambahan renovasi rumahnya dan transportasi-akomodasi berobat. Pada pemeriksaan rutin di bulan November 2016, Pak Otong disarankan lagi memeriksakan matanya di RSM Cicendo. Berdasakan hasil pemeriksaan, ia harus menjalani operasi mata. Pada 18 November 2016, didampingi istrinya, ia datang ke RSM Cicendo untuk menjalani operasi. Akan tetapi, tim medis menunda operasinya sampai akhir Desember 2016 karena retina matanya perlu ditangani terlebih dahulu dengan terapi sinar. Pada akhir Desember 2016 dia kontrol lagi ke RSM Cicendo sambil memastikan rencana operasinya yang dijadwalkan pertengahan Januari 2017. Tetapi, karena ada gangguan pada jantungnya, tindakan operasinya ditunda sampai jantungnya dinyatakan sehat. Pada pertengahan April 2017 ia menjalani kontrol dan memperbarui rujukan dari RSUD Soreang. Sampai Juni 2017 Mang Otong tetap rutin menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung dan RSM Cicendo. Alhamdulillah, dengan empati sedekahilocs, kurir Sedekah Rombongan kembali memberinya santunan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Otong menderita hyper thyroid + katarak


YANA BIN OMAN (41, Batu Ginjal + Prostat). Alamat : Kampung Arca RT 1/27 Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kang Yana –begitu panggilan sehari-harinya—tak menyangka di usianya kini harus menerima musibah sakit yang hampir melenyapkan harapannya. “Sejak beberapa tahun yang lalu saya tidak bisa bekerja dengan maksimal. Gejala awalnya, saya sering mengalami sakit luar biasa di sekitar pinggang juga saat kencing. Karena itu, saya jarang bekerja, baik di kebun maupun jadi laden di pekerjaan bangunan, karena sakit ini,” kata Pak Yana sambil menahan nafas. Ia juga menambahkan bahwa dia sering buang air kecil, terutama saat malam hari, walaupun tekanannya berkurang saat mengeluarkan urine. Berbagai upaya penyembuhan dia lakukan, baik melalui pengobatan medis maupun alternatif. Berbekal Jamkesmas, Pak Yana telah memeriksakannya berkali-kali ke Puskesmas dan RSUD Soreang, tetapi iupayanya itu sering tertunda karena ketidakadaan biaya. Berdasarkan hasil diagnosa akhir Desember 2016 ia diduga mengidap prostat dan harus mendapatkan tindakan operasi. “Saat itu saya sudah siap untuk operasi tetapi tidak dilanjutkan karena tak ada biaya; untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun susah. Anak saya empat dan belum pada mandiri,” tambahnya. Ia juga menuturkan bahwa ia pernah didiagnosa mengidap batu ginjal dan sempat dirawat satu minggu di RSUD Soreang. Tetapi ia tidak menuntaskan pengobatannyal; juga karena masalah biaya. Harapannya untuk terus berobat, akhirnya sampai pada kurir #SR atas informasi dari kader PKK di kampungnya. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan buruh tani yang juga nyambi sebagai buruh bangunan ini. Pak Yana amat layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk melanjutkan pengobatan agar ia bisa kembali bekerja dengan nyaman. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan di Bandung dapat mendampinginya menjalani pemeriksaan sampai RSUD Soreang dan menyampaikan bantuan untuk Pak Yana bin Oman. Bantuan yang disampaikan di rumah saudaranya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Pak Yana menderita batu ginjal + prostat


ROSNELLY BINTI HAMZAH (38, Ca Mammae). Alamat : Jl. Sungai Sapiah No. 49, Simpang Bawah Asam RT 4/2, Kelurahan Sungai Sapiah, Kecamatan Kuranji, Kotamadya Padang, Provinsi Sumatera Barat. Ibu Rosnelly tahu pertama kali menderita penyakit Ca Mammae/kanker payudara sekitar November 2016 dari hasil pemeriksaan dokter di Puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit. Bu Rosnelly sudah mencoba mengurus BPJS PBI tapi tidak berhasil. Karena ketiadaan biaya dan suaminya Novidal (42) juga tidak punya penghasilan tetap karena usaha tambal ban nya tidak jalan, akhirnya Bu Rosnelly mencoba ikhtiar pengobatan dengan obat-obatan kampung. Februari 2017 benjolan di payudara Ibu Rosnelly pecah mengeluarkan cairan darah dan nanah. Alhamdulillah, dengan izin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rosnelly dan suaminya. Titipan dari sedekaholics untuk Bu Rosnelly telah disampaikan untuk pembuatan BPJS yang akan digunakan nanti memulai pengobatan beliau. Bu Rosnelly dan keluarga mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan dari Sedekah Rombongan , semoga menjadi berkah bagi semua pihak. Semoga juga Ibu Rosnelly bisa disembuhkan dan sehat kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @eldaritarosman

Bu Rosnelly menderita ca mammae


MADRUM BIN WIRA ANWAR (60, Susp. Kanker Usus). Alamat : Dusun Pahing, RT 4/2, Desa Widarasari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Madrum merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota. Kesehatan beliau sejak 1,5 tahun ini mengalami gangguan. Awalnya beliau mengeluh sulit buang air besar yang berlangsung cukup lama. Kemudian beliau memeriksakan kondisi tersebut ke rumah sakit Kuningan Medical Centre (KMC). Akan tetapi, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan kejelasan penyakit. Selanjutnya, beliau melakukan pemeriksaan ke rumah sakit Wijaya Kusumah Kuningan. Hasil pemeriksaan kemudian masih belum jelas dan masih di diagnosa suspect kanker usus. Hingga saat ini kondisi beliau belum juga membaik. Asupan makanan susah masuk ke dalam tubuh karena beliau selalu muntah setelah makan. Selain itu, beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur. Apabila duduk maupun berdiri beliau merasa kesakitan. Beliau juga sudah tidak kuat berjalan sehingga seluruh aktivitas sehari-hari hanya di lakukan di tempat tidur. Berdasarkan surat rujukan dari rumah sakit, beliau harus segera dibawa ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk tindakan operasi. Akan tetapi kemudian Kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan (RSSK) Kuningan, dan Tim Medis RSSK menyanggupi untuk mengoperasi beliau. Setelah dilakukan operasi ternyata di usus beliau adanya pengendapan nanah sehingga menyebabkan jalan makanan tersumbat. Saat ini beliau sedang menunggu hasil PA keluar. Beliau memang memiliki jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI namun tidak memiliki biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Selama sakit beliau tentu tidak bisa bekerja, istri beliau Ibu Wapinah (50) pun hanya mengurus rumah tangga. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Madrum sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi beliau untuk segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Adekurniawan

Pak Madrum menderita susp. kanker usus


GALIH PRATAMA (6, Kejang-kejang). Alamat : Dusun Cimenga, RT 5/1, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Galih biasa ia dipanggil adalah seorang anak yang pertumbuhannya sedikit terhambat. Di usia menjelang 6 tahun, Galih belum bisa berjalan maupun berbicara dengan jelas. Ia juga sering panas tinggi yang disertai kejang-kejang. Sakit yang Galih derita berawal sejak usianya baru menginjak 3 bulan. Kondisi tersebut membuat Galih sering dirawat di Rumah Sakit. Berkali-kali Galih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Terakhir, Galih menjalani rawat inap di Puskesmas Gardu Jaya. Kondisi Galih masih sering panas tinggi dan kejang-kejang. Selain itu setiap menjalani rawat inap, pihak rumah sakit selalu menganjurkan agar Galih segera menjalani CT Scan agar diketahui jelas apa penyakitnya. Galih juga sempat dirawat karna kejang – kejangnya sering kambuh. Pada tanggal 13 juni kemarin, Kurir Sedekah Rombongan Kuningan membawa Galih ke Lab Pramita untuk melakukan CT Scan otak. Dan hasilnya belum keluar, setelah hasil keluar tim medis bisa menyimpulkan penyakit yang diderita Galih. Galih mempunyai kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, hanya saja biaya untuk CT Scan tidak ditanggung oleh BPJS. Kedua orang tua Galih, Bapak Abas (52) hanya bekerja sebagai buruh serabutan sedangkan Ibu Entin Antinah (50) bekerja sebagai buruh cuci dan gosok. Penghasilan keduanya hanya cukup untuk biaya pokok sehari-hari. Sedangkan Galih harus melakukan CT Scan dan membutuhkan biaya transportasi. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Galih sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Galih untuk biaya transportasi dan CT Scan. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk Galih. Aamiin. Sebelumnya Galih masuk ke dalam Rombongan 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Galih menderita kejang-kejang


MUHAMAD RIDWAN (1, Radang Paru-Paru + Hydrochepalus). Alamat : Dusun Ciburang, RT 1/3, Desa Manis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pada saat usia Ridwan menginjak 7 bulan, ia jatuh sakit dengan gejala panas tinggi, batuk-batuk, kembung dan terlihat kurang aktif. Saat itu, ia hanya diperiksa ke bidan dan puskesmas terdekat. Sakit yang Ridwan alami berlangsung lama. Ia baru benar-benar sembuh di usia 9 bulan. Namun beberapa waktu lalu ia kembali sakit dengan gejala yang sama. Kemudian ia dirawat di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan dengan diagnosa radang paru-paru sekaligus Hidrocephalus. Hidrocephalus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak. Karena terkendala masalah biaya, ketika ia baru mendapat perawatan medis selama 3 hari ia dibawa pulang paksa. Saat itu ia tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga kedua orang tua Ridwan harus menggunakan biaya pribadi. Tak lama, kedua orang tua Ridwan membuat jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3. Tepat pada tanggal 20 Mei 2017 lalu, Ridwan kembali sakit hingga dirawat lagi di RS Sekar Kamulyan selama 3 hari dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Ridwan menjalani perawatan di RSUD selama 10 hari. Kondisi Ridwan setelah pulang dari RSUD Alhamdulillah sudah membaik. Dan saat ini harus rutin kontrol ke rumah sakit selama dua bulan, baru dilihat perkembangannya. Ridwan juga sekarang sudah mulai aktif dan kepalanya sudah tidak begitu besar lagi. Ridwan memiliki kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III. Kedua orang tua Ridwan merasa kesulitan berkenan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit kemarin. Maklum saja ayah Ridwan, Bapak Emar hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan minimum. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ridwan sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ridwan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ridwan. Aamiin. Sebelumnya Ridwan masuk kedalam Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Ridwan radang paru-paru + hydrochepalus


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Pada tanggal 12 Juni 2017 lalu, Wulan menjalani operasi pembukaan pen yang tertanam di lengan kiri. Setelah operasi ia diwajibkan kontrol pada tanggal 20 Juni 2017 di RS Fatmawati Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan menderita kanker tulang


RAMI BINTI RAWA (85, Asam Urat Tinggi). Alamat Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah semenjak 3 tahun nenek ini sering sakit-sakitan, namun karena ia tidak punya uang untuk berobat akhirnya ia hanya mengandalkan obat-obatan warung. Maklum saja nenek ini hidup di rumah yang sangat kecil. Sedangkan sanak saudara hanya kadang-kadang saja memberinya uang, karena kondisi ekonomi mereka pun tergolong tidak mampu. Kadang nenek Rami mendapat pemberian uang dari tetangga yang simpati. Selama ini ia tidak pernah ke puskesmas karena kondisi yang tidak memungkinkan. Penyakitnya hanya bisa dirasakan tanpa bisa berbuat banyak. Pertengahan bulan September 2016, Nenek Rami sempat dirawat di Puskesmas karena sesak nafas, tapi saat ini sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik namun harus menjalani kontrol rutin. Suami nenek Rami sudah sekitar 21 tahun yang lalu meninggal dunia. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat dan kebutuhan sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Rami menderita asam urat tinggi


REZKY DWI ARYA PUTRA (2, Colestasis Jaundice + Infeksi CMV + Gangguan Fungsi Hati). Alamat : Buana Indah, Blok A6, RT 16/6, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir tepatnya pada tanggal 7 Mei 2015, Dek Rezky harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Asri Purwakarta, hal tersebut dikarenakan karena tubuhnya menguning. Setelah pemeriksaan laboratorium di RS yang sama, Dek Rezky mendapat rujukan pemeriksaan lanjutan ke RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan di RSHS Bandung menunjukkan bahwa Dek Rezky mengidap penyakit Gastripologi, ia pun menjalani rawat inap selama 42 hari di RS tersebut. Saat ini Dek Rezky harus menjalani rawat jalan setiap satu bulan satu kali. Dilihat dari penyakit yang dideritanya, Dek Rezky masih akan menempuh perjalanan panjang untuk ikhtiar pengobatannya dan akan sangat membutuhkan biaya pengobatan yang besar senilai ratusan juta. Uang tersebut bagi kedua orangtuanya yang bekerja sebagai karyawan pabrik di Purwakarta, merupakan nominal yang sangat besar. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rezky dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan dan pembelian susu khusus. Mari doakan bersama agar Dek Rezky segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 992.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @hastapradja

Rezky menderita colestasis jaundice + infeksi CMV + gangguan fungsi hati


INING BINTI ODAH (66, Kelainan Fungsi Syaraf). Alamat : Kp. Cibogo Peuntas, RT 8/3, Desa Cibogo Girang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2005 lalu, Bu Ining mengalami penyakit komplikasi yakni hypertensi dan gangguan jantung. Ia pernah menjalani rawat inap dan beberapa kali pengobatan di Rumah Sakit Bayu Asih. Pada minggu-minggu ini, penyakit Bu Ining diperparah dengan tidak berfungsinya syaraf dalam beberapa bagian tubuhnya. Hal tersebut menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh sebelah kanan. Keinginannya untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit atau klinik terdekat harus tertunda karena kendala biaya, janda yang ditinggal wafat suaminya ini kini menggantungkan hidupnya pada anaknya yang juga hanya bekerja serabutan. Kadang penghasilannya ada, kadang juga tak ada. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Ining dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Bu Ining. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Ahsan

Bu Ining menderita kelainan fungsi syaraf


TITA NURMALA (12, Benjolan pada Kaki). Alamat : Kp. Cijambe, RT 10/5, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Tita, akrab kami memanggil gadis yang duduk di kelas 6 SD ini. Sejak menginjak usia 5 tahun, timbul benjolan pada kaki kirinya sebesar kelereng, benjolan tersebut dibiarkan dan tidak diobati. Ketika ia mulai memasuki sekolah dasar, benjolan tersebut semakin membesar hingga umurnya kini 12 tahun. Pada usia 11 tahun ia pernah menjalani pemeriksaan dan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan mendapat jadwal operasi, namun operasi tersebut diundur terus menerus sehingga membuat Tita dan keluarganya mulai putus asa. Setelah menunda ikhtiar pengobatan, kini Tita dan keluarganya kembali semangat. Ayahnya yakni Damiri (52) merasa keberatan dengan biaya akomodasi menuju Rumah Sakit, ditambah Tita belum memiliki BPJS. Maklum saja, Pak Damiri merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan pas-pasan. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Tita dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan BPJS. Mari doakan bersama agar Neng Tita segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Tita menderita benjolan pada kaki


EEN BINTI MUHI (32, Tunanetra + Gizi Buruk). Alamat : Kp. Mekarjaya, RT 19/7, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Een –begitu ia akrab disapa– merupakan putri satu-satunya dari pasangan Bapak Muhi (75) dan Ibu Sariah (67). Ia tidak bisa melihat sejak lahir ke dunia, tak banyak yang bisa kedua orangtuanya lakukan dulu, mereka pasrah menerima anaknya menjadi seorang tunanetra. Namun tak sampai disitu, ternyata kondisi fisik Teh Een pun tidak normal. Kakinya yang mengecil membuat ia sulit untuk berjalan, dan membutuhkan sandaran ketika berdiri. Pun dengan kondisi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan, kurangnya asupan makanan yang bergizi, serta kondisi rumah yang kumuh membuat kondisi kesehatan Teh Een semakin memburuk. Ia sering mengalami demam tinggi dan sakit di bagian perut, namun selama ini orangtuanya hanya memberi Teh Een obat seadanya. Ayahnya yakni Pak Muhi (75) yang sudah sangat sepuh, tak bisa bekerja berat terlalu lama, ia hanya bisa bekerja semampu yang ia bisa, penghasilannya tak banyak. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Een dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari juga biaya pengobatan Teh Een agar demamnya tidak kambuh kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Bu een menderita tunanetra + gizi buruk


SUPRATMAN BIN SURYAT (42, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Citenjo, RT 3/1, Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sejak 5 tahun lalu, Pak Supra –begitu kami memanggilnya—sering mengalami sakit di bagian perut sebelah kanan, hingga suatu hari ia terjatuh pingsan di bengkel tempatnya bekerja. Ia pun dibawa berobat ke RS Bayu Asih Purwakarta, setelah menjalani pemeriksaan dan rawat inap selama beberapa hari di RS tersebut, Pak Supra diharuskan untuk melakukan cuci darah setiap dua minggu sekali. Proses cuci darah tersebut masih berjalan hingga kini berbekal fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Semenjak sakit, Pak Supra tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah untuk keluarganya, ia pun merasa kesulitan mencari biaya akomodasi untuk biaya pengobatan penyakitnya. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Supra dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Pak Supra. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Pak Supratman menderita gagal ginjal


AGUS HERMAWAN (35, Kecelakaan Lalu Lintas). Alamat : Kp. Mekar Jaya, RT 19/7, Desa Kertajaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Kang Agus, biasa ia akrab disapa. Ia mengalami kecelakaan di pintu tol Sadang pada tahun 1997, kecelakaan tersebut menyebabkan kedua tangannya harus diamputasi, maka sejak saat itu ia menjadi seorang tuna daksa. Semenjak kejadian tersebut banyak hal yang terjadi pada dirinya, ia harus ditinggalkan pergi istrinya hingga kini belum ada kabar. Hal tersebut membuat keadaan Kang Agus semakin terpuruk dan tidak semangat menjalani hidup, sejak saat itu ia tidak bisa bekerja karena keterbatasannya. Mungkin beberapa tahun kemarin ia masih bisa dibiayai ayahnya yang bekerja sebagai buruh serabutan, namun kini ayahnya pun sudah sepuh, umurnya sudah menginjak kepala delapan, dan tidak sanggup lagi bekerja. Kini Kang Agus, ayah juga ibunya hanya bisa mengandalkan pemberian dari warga yang ada di sekitar rumah panggung miliknya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Kang Agus dan keluarga, kami telah menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Pak Agus mengalami kecelakaan lalu lintas


NURUL MAULIDIYATI (8, Kelainan pada Tulang Kaki+Radang Paru+Gizi Buruk). Alamat : Kp. Basuki Rahmat, RT 14/7, Desa Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Nurul, bocah cilik yang lahir pada 25 Maret 2009 ini, mengalami kelainan pada tulang kaki saat usianya menginjak 5 tahun. Ketika ia mencoba berdiri, ia tidak bisa tegap dan terus terjatuh, pada usia tersebut juga Neng Nurul didiagnosa mengidap penyakit radang paru dan gizi buruk. Hingga kini saat usianya menginjak 8 tahun, Nurul pun harus berhenti bersekolah karena kendala yang ada di kakinya. Ia merasa malu jika harus datang ke sekolah dengan keadaan kakinya yang tidak bisa berdiri tegap. Neng Nurul yang kini tinggal di kontrakan bersama kedua orangtuanya, pernah melakukan pengobatan di RSBA dan RSHS Bandung. Namun ikhtiar tersebut harus terhenti karena kendala biaya, maklum saja penghasilan ayahnya sebagai buruh serabutan dan ibunya sebagai pembantu rumah tangga tak cukup untuk menutupi biaya akomodasi pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Nurul dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 995.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Nurul menderita kelainan pada tulang Kaki+radang paru+gizi buruk


DEDEH BINTI MAMAD (43, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cidahu, RT 2/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Dedeh, akrab kami memanggilnya. Sekitar dua tahun lalu ia merasakan adanya benjolan di leher yang disertai rasa nyeri, selama beberapa bulan ia mencoba ikhtiar pengobatan dengan menggunakan obat-obatan di kampung saja. Namun semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar, ia pun melakukan pengobatan ke klinik terdekat dan diharuskan untuk melalukan pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit, selama beberapa bulan tertunda karena tak memiliki biaya akomodasi. Namun karena kondisi benjolan tersebut semakin membesar, akhirnya kerabatnya membawa Bi Dedeh ke RS Siloam berbekal fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Hasil pemeriksaan mengharuskan Bi Dedeh dirujuk ke RSHS Bandung, ia pun mulai kebingungan lagi, karena kondisi suaminya saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan apapun. Biasanya suaminya Ajid (44) bekerja sebagai kuli bangunan, namun saat ini sedang tidak ada orang yang memakai jasanya tersebut. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bi Dedeh dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Bi Dedeh menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Dedeh menderita gangguan kelenjar getah bening


UTANG BIN EJI (83, Asam Urat). Kp. Babakan Jati, RT 4/4, Ds. Tegaldatar, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta. Kami akrab memanggilnya Aki Utang, Aki merupakan sebuah nama sapaan di daerah sunda untuk laki-laki yang umurnya sudah menua. Ya, Ki Utang tak lagi muda, umurnya sudah menginjak 83 tahun, bagi kebanyakan orang pada rentang usia umur tersebut mereka menghabiskan waktunya bersama keluarga dan menikmati kehidupan tanpa harus bekerja keras mencari nafkah lagi. Berbeda dengan Ki Utang, setiap harinya ia harus menyusuri hutan karet di daerahnya. Ia menjadi buruh pengambil getah karet, dan mendapat upah Rp. 20.000,- hingga Rp. 25.000,- setiap harinya. Namun pekerjaannya tersebut harus terhenti, karena kakinya tak bisa digerakkan, saat itu taka da yang mengetahui bahwa Ki Utang sedang sakit. Hanya saja kerabatnya khawatir, karena beberapa hari ia tak melihat Ki Utang keluar rumah. Ia pun penasaran lalu mendatangi rumah Ki Utang, didapatinya Ki Utang sedang terbaring lemah di kasur lusuhnya. Kerabatnya tersebut membawa ia berobat ke puskesmas terdekat, hasil pemeriksaan di puskesmas tersebut menunjukkan bahwa Ki Utang harus menjalani pengobatan di RSBA. Dengan modal JAMPIS (Jaminan Purwakarta Istimewa) akhirnya ia pun dibawa berobat menuju RSBA, selama empat hari empat malam ia berada di ruang perawatan RS tersebut. Saat kondisinya mulai membaik, ia pun diperbolehkan pulang ke rumah, namun harus membayar obat yang tidak tercover oleh fasilitas JAMPIS. Dengan terpaksa, ia dan kerabatnya pun berikhtiar mencari pinjaman. Alhamdulillah, ada tetangganya yang mau meminjamkan uang untuk membayar obat Ki Utang. Seminggu kemudian ia harus menjalani kontrol di RS tersebut, namun sejak awal dia sudah berniat untuk tidak berangkat, karena ia sadar ia tak punya banyak uang untuk biaya transportasi dan pembelian obat penyakitnya. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan Ki Utang dan kerabatnya, kami menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholics #SR. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 883. Ia pun kemudian dapat kembali menjalani kontrol pemeriksaan dan membeli obat sesuai resep dokter untuk penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @awwal_ula @asep_za

Pak Utang menderita asam urat


MUHAMMAD RAFLI (10, Leukimia). Alamat : Gg. Bronjong, RT 24/8, Desa Maracang, Kecamatan Maracang, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafli merupakan pasien dampingan gerakan Sedekah Rombongan. Sejak menginjak umur 6 tahun, ia mengalami demam disertai dengan muntah, mencret dan nyeri diseluruh persendiannya, kemudian ia dibawa ke Puskesmas setempat oleh kedua orangtuanya. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan Dek Rafli untuk menjalani tes darah di RSUD Bayu Asih Purwakarta, ia pun kemudian dibawa ke RSUD tersebut. Hasil laboratorium menyatakan bahwa Dek Rafli didiagnosa mengidap penyakit Leukimia, semenjak itu setiap bulannya Dek Rafli harus menjalani pemeriksaan secara rutin ke RSHS Bandung. Selama 2 tahun ini kedua orangtuanya tidak pernah berhenti berjuang untuk ikhtiar pengobatan anaknya agar bisa sembuh kembali, hingga keduanya rela meminjam uang kepada tetangganya. Ayahnya yakni Rogis (36) adalah seorang pengumpul rongsokan yang memiliki penghasilan yang sangat minim, selain membiayai kehidupan keluarganya sehari-hari dan membiayai pengobatan Rafli, ayahnya pun harus membayar kontrakan tempat mereka tinggal setiap bulannya. Kedua orangtuanya amat sangat membutuhkan uluran bantuan dari para donator untuk membantu membiayai pengobatan Rafli. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Rafli, kami diberi titipan oleh sedekaholics untuk menyampaikan bantuan kepada Dek Rafli. Bantuan tersebut digunakan Dek Rafli untuk biaya akomodasi ke RSHS Bandung juga biaya pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Pada tanggal 8 Desember 2016, saat kami menyambangi rumahnya, kami lihat Dek Rafli semakin kurus dan sangat pucat. Mari doakan bersama agar proses pengobatan Dek Rafli berjalan dengan lancar. Adapun laporan bantuan sebelumnya, tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @hastapradja

Rafli menderita leukimia


YAYAH ROKAYAH (55, Usus Buntu). Alamat: Kp. Pangkalan, RT 10/1, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Yayah adalah seorang janda yang mempunyai 3 orang anak, 2 anaknya sudah menikah. Ibu Yayah adalah seorang pedagang goreng-gorengan di depan rumah. Pada awal tahun 2017, Bu Yayah sering mengalami sembelit dan perut kembung. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas setempat dan mendapat rujukan untuk berobat ke RS. Siloam. Ia pun berobat ke RS tersebut berbekal fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hasil pemeriksaan mengharuskan Bu Yayah menjalani pemeriksaan radiologi dengan diagnosa peradangan atau pembengkakan apendiks atau usus buntu, dan harus segera menjalani operasi. Dengan berbekal fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) pada pertengahan bulan April 2017 Bu Yayah menjalani operasi usus buntu. Namun setelah menjalani operasi, kondisi Bu Yayah malah semakin lemah, perutnya kembung dan mengeras. Karena keadaan yang tidak memungkinkan Bu Yayah tidak pernah kontrol untuk memeriksakan diri pasca operasi. Bu Yayah hanya bisa pasrah, menangis menahan rasa sakit dan putus harapan. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Yayah, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Maemunah

Bu Yayah menderita usus buntu


BAYI NURJANNAH (1, Neonatus Kurang Bulan). Alamat : Kp. Jatimulya, RT 14/5, Kelurahan Cibungur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bayi yang berumur beberapa hari ini belum diberi nama, makhluk tuhan menggemaskan ini merupakan putri pertama dari pasangan Faizal (28) dan Nurjannah (28). Pada hari Sabtu, 10 Juni 2017 lalu, Ibu Nurjannah yang hamil besar merasakan mulas diperutnya. Pertanda kalau bayi yang dikandungnya akan segera lahir. Padahal HPL masih 2 minggu lagi. Akhirnya Bu Nurjannah dibawa ke bidan desanya dan melahirkan secara normal di sana. Namun bayi yang dilahirkannya tidak dapat menangis. Bidan yang membantu Bu Nurjannah melahirkan menyarankan untuk membawa bayi ke rumah sakit. Setelah menghubungi beberapa rumah sakit dan mencari ruang NICU yang kosong, akhirnya didapat ruang NICU di RS swasta di Kab. Bekasi. Biaya NICU di RS swasta di Bekasi mencapai 6,5 juta/malam. Sampai saat ini bayi Ibu Nurjannah masih dirawat secara intensif di RS Kab. Bekasi. Pihak keluarga sudah mencari ruang NICU di rumah sakit lain dengan biaya yg lebih ringan, namun sampai sekarang hasilnya masih nihil. Ditambah saat itu Pak Faizal dan Ibu Nurjannah belum memiliki Kartu Keluarga, sehingga mereka kesulitan untuk membuat fasilitas kesehatan. Penghasilan Pak Faizal sebagai guru honorer amat sangat terbatas, dan seringnya digaji tiga bulan satu kali. Mereka benar-benar merasa butuh bantuan untuk membiayai tagihan RS sebesar 6,5 Juta per malam. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan kedua orangtua bayi tersebut, kami menyampaikan titipan bantuan untuk meringankan biaya tagihan Rumah Sakit. Selang dua hari setelah kami menyampaikan santunan, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Semoga bisa menjadi tabungan bagi kedua orangtuanya kelak.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Nur Hidayah

Bayi nurjannah mengalami neonatus kurang bulan


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Saat ini Bu Koyah rutin menjalani pemeriksaan seminggu dua kali ke RS Persahabatan Jakarta. Pada tanggal 14 Juni 2017, Bu Koyah menjalani perawatan utk tindakan operasi, ia dirawat selama 4 hari di RS Persahabatan. Tanggal 18 Juni 2017, Bu Koyah sudah diperbolehkan pulang dan kontrol tanggal 20 Juni 2017. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama dirawat dan biaya akomodasi untuk Bu Koyah menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia). Alamat: Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat dan membeli obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1002.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Maula menderita leukimia


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi pembelian bensin dan biaya masuk Tol. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1015.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya Operasional


YANI INDRIANI (30, Typus). Alamat : Kp. Pisangan RT 3/2, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada pertengahan bulan Mei 2017, Yani menadak panas tinggi, lemas tak berdaya. Awalnya orang tua Yani membawanya ke Puskesmas terdekat, ia sempat dirawat di puskesmas Pebayuran selama 3 hari, namun panasnya tidak kunjung turun. Karena curiga terkena demam berdarah, akhirnya Yani dirujuk ke RS Ridhoka Salma Cikarang Barat. Yani menjalani perawatan selama hampir seminggu di RS Ridhoka Salma dengan jaminan umum karena tidak memiliki jaminan apa-apa, bahkan kartu keluarga pun tidak ada. Yani tinggal bersama ibunya, suaminya Pak Irfan (36) pergi merantau entah kemana sudah lama tidak pulang. Mereka sangat kesulitan ketika harus membayar biaya rumah sakit sekitar 5 juta rupiah. Bersyukur RS Ridhoka Salma menerima kesepakatan pembayaran dengan cara dicicil. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk mebayar cicilan pertama biaya perawatan Yani.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Yani menderita typus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 500,000
2 SITI HAJJAH MAY PUSPITA 500,000
3 MUHAMMAD ZAKY 1,000,000
4 RIDWAN BIN KURDIYANTO 500,000
5 ASYRAF BIN M.SALEH 3,000,000
6 MANSUR 2,000,000
7 ROHANA SUHAIRI 2,000,000
8 NURMILA ACIT 1,000,000
9 YANA SOPIAN 1,000,000
10 RIMA LONTONG PANCUR 1,000,000
11 HOLINA M. HUSIN 3,550,000
12 SRI YANTI 1,000,000
13 NARTI BIN SUKIR 500,000
14 LALU MUHAMMAD AMIN 2,750,000
15 HARTATI MUHIDIN 1,306,000
16 DIAN BINTI AHMAD 586,000
17 OKTA YOGA PRATAMA 960,000
18 MUHAMMAD FAREL AL FALERI 750,000
19 SAMI KERSARATU 3,000,000
20 ISTIQOMAH NURALI 1,000,000
21 SANDRA WATI 1,500,000
22 NUR KISIANTO 500,000
23 AHMAD AWALUDIN 1,000,000
24 ISWAH YUDI 1,000,000
25 HAMSAD RANGKUTI 2,000,000
26 NUR KISIANTO 800,000
27 SOLICHATUN BINTI NASIR 500,000
28 RASMANI BIN SAYIN 500,000
29 KASREM BINTI WIRYO 500,000
30 ADE YULIA 500,000
31 TRI BUDIANTORO 500,000
32 ASYFA AULIA PUTRI 900,000
33 YULIANA DWI RAHAYU 1,000,000
34 YULI BHAYANGKARA 1,000,000
35 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,000,000
36 MUHAMMAD ARWANI 1,000,000
37 SAYEKTI SUNARYO 1,000,000
38 HANUM YUNARNI 750,000
39 SANTI RISTIANDARI 1,000,000
40 RSSR JAKARTA 14,000,000
41 ARDINI PUTRI 1,000,000
42 UFAIRA NUR AFIFAH 500,000
43 DIVA LIANSYAH 500,000
44 MUZHAKI HUSNIKARIM 750,000
45 FAHRI AKBAR NURFIANTO 1,000,000
46 NANDITA SASKA 750,000
47 OTONG MULAWARMAN 500,000
48 YANA BIN OMAN 500,000
49 ROSNELLY BINTI HAMZAH 1,000,000
50 MADRUM BIN WIRA ANWAR 600,000
51 GALIH PRATAMA 1,300,000
52 MUHAMAD RIDWAN 1,000,000
53 WULAN JAMILAH 500,000
54 RAMI BINTI RAWA 500,000
55 REZKY DWI ARYA PUTRA 750,000
56 INING BINTI ODAH 500,000
57 TITA NURMALA 750,000
58 EEN BINTI MUHI 500,000
59 SUPRATMAN BIN SURYAT 500,000
60 AGUS HERMAWAN 500,000
61 NURUL MAULIDIYATI 500,000
62 DEDEH BINTI MAMAD 750,000
63 UTANG BIN EJI 500,000
64 MUHAMMAD RAFLI 500,000
65 YAYAH ROKAYAH 500,000
66 BAYI NURJANNAH 2,000,000
67 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
68 MAULA BUDI ASTUTI 1,000,000
69 MTSR BEKASI 1,500,000
70 YANI INDRIANI 2,500,000
Total 83,502,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 83,502,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1017 ROMBONGAN

Rp. 52,114,118,557,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.