Rombongan 1016

Sedekah menjadikan diri anda lebih pantas untuk menerima rezeki yang lebih besar.
Posted by on June 24, 2017

VIKKY DWI PUTRA (13, Tipes). Alamat: Jalan Ratna 1 No. 23, RT 8/1, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pada 10 April 2017 Vikky mengalami demam. Keluarga membawa Vikky ke klinik terdekat untuk diperiksa dan diberi obat. Namun hingga 10 hari berlalu Vikky masih demam sehingga orang tua kerap membawa Vikky ke klinik untuk berobat. Karena demam Vikky belum turun juga akhirnya orang tua Vikky membawanya ke RSU Haji Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Vikky didiagnosa menderita Tipes dan diharuskan opname. Pihak keluarga terkendala besarnya biaya berobat sehingga terpaksa memutuskan untuk merawat Vikky di rumah. Ayah Vikky, Supri (40) bekerja sebagai tukang bengkel dan ibunya, Sutikni (36) bekerja sebagai seorang asisten. Mereka tidak mempunyai simpanan tambahan untuk keperluan mendadak. Pendapatan orang tua Vikky hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja dan itu pun sudah pas-pasan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Apalagi kondisi Vikky yang harus segera ditangani. Kurir Sedekah Rombongan turut membantu pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengatasi kendala biaya selama berobat. Kini, Vikky kembali menjalani pengobatan di RSU Haji Surabaya. Selain itu Sedekah Rombongan telah menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pengobatan yang tidak dicover SKTM, serta untuk biaya transportasi. Semoga Vikky segera sembuh sehingga ia dapat beraktivitas seperti semula. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.350.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Tomo @EArynta

Vikky menderita tipes


MANSHUR AZIZ (47, Kanker Nasofaring). Alamat: Dusun Pohgurih, RT 2/7, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu Pak Manshur sudah menderita sakit. Awal mulanya Pak Manshur sering merasakan sakit kepala. Selain sering sakit kepala, bagian sekitar leher hingga wajah juga kaku atau sulit untuk digerakkan. Mata beliau juga juling sehingga pandangan mata Pak Manshur pun kabur. Tidak hanya itu, Pak Manshur kesulitan untuk bicara secara jelas karena suara beliau menjadi serak. Pak Manshur juga sering mimisan. Karena beragam keluhan yang beliau alami akhirnya Pak Manshur memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, Pak Manshur dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Manshur didiagnosa menderita kanker nasofaring. Dari RSI Sakinah Mojokerto, Pak Manshur dirujuk lagi ke RSUD Mojokerto untuk melakukan kemoterapi. Hingga saat ini Pak Manshur sudah melakukan kemoterapi sebanyak lima kali. Namun hingga kini, beliau masing sering merasa pusing, leher kaku, kesulitan berbicara karena serak, dan penglihatan beliau yang kurang jelas. Istri Pak Manshur, Mutoharoh (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum sakit, Pak Manshur bekerja sebagai tukang sepatu. Selama pengobatan di RSUD Mojokerto, Pak Manshur menggunakan jaminan kesehatan BPJS PBI. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan kesehatan dan biaya untuk transportasi. Maklum saja, sudah tidak ada pemasukan untuk biaya hidup sehari-hari karena Pak Manshur sudah tidak bekerja lagi. Bantuan awal telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya obat-obatan dan biaya transportasi. Pak Manshur dan keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Pak Manshur menderita kanker nasofaring


YULI TUTAS (33, Tumor). Alamat: Desa Kepadangan, RT 5/2, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Yuli sudah sakit sejak 2005 lalu. Awal mulanya, terdapat suatu benjolan di dahi beliau. Saat itu, Bu Yuli mengira bahwa benjolan tersebut adalah benjolan biasa dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, semakin lama benjolan tersebut muncul di sekitar pipi, mata, dada hingga sampai ke perut. Tidak hanya itu, bila terlalu lama benjolan tersebut akan meletus. Suatu ketika benjolan-benjolan yang terdapat di perut semakin banyak sehingga beliau memutukan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Alhasil, ternyata di dalam perut bu Yuli terdapat janin dan harus segera dilahirkan. Delapan tahun berlalu, Bu Yuli mengesampingkan benjolan-benjolan yang terdapat di sekujur tubuh beliau karena harus mengurus rumah tangga dan anak beliau yang masih balita. Pada tahun 2013, Bu Yuli memeriksakan diri ke RS Al-Irsyad Surabaya. Di RS Al-Irsyad Surabaya, Bu Yuli melakukan pemeriksaan foto thorax, USG, dan uji laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Yuli didiagnosa menderita penyakit Tumor. Hanya saja masih belum diketahui jenis tumornya. Dikarenakan terkendala biaya pengobatan, Bu Yuli pun akhirnya menghentikan pengobatan selama dua tahun dan baru memulai pengobatan lagi pada tahun 2017. Kini, beliau tidak mengeluh sakit di sekujur tubuhnya, hanya saja benjolan-benjolan tersebut masih saja muncul. Suami bu Yuli, Pariyanto (36) adalah buruh tani, sedangkan Bu Yuli adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Bu Yuli menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, Bu Yuli masih mengalami kesulitan untuk biaya transportasi, nutrisi makanan yang harus beliau konsumsi, dan kebutuhan obat-obatan yang tidak ditanggung (KIS). Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan pengobatan. Semoga Bu Yuli dapat segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Yuli menderita tumor


SITI NUR ALIFAH (28, Suspect Penyempitan kelenjar getah bening). Alamat: Dusun Kedunglumpang, RT 3/4, Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2013, paha sebelah kanan Bu Siti mengalami pembengkakan. Bu Siti beranggapan bahwa pembengkakan terjadi karena beliau terlalu lelah sehingga dibawa ke tukang pijat. Setelah dibawa ke tukang pijat, pembengkakan pada paha Bu Siti tidak kunjung sembuh. Bu Siti akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, lalu ia dirujuk ke RSUD Jombang. Di RSUD Jombang Bu Siti diberi obat jalan dan tidak memerlukan rawat inap. Hingga pada tahun 2015 paha Bu Siti semakin membengkak. Adanya kabar burung yang menyatakan ibu Siti mengidap penyakit kaki gajah membuat tim dinas kesehatan setempat melakukan kunjungan ke kediaman beliau untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari dinas kesehatan, Bu Siti dinyatakan menderita suspect penyempitan kelenjar getah bening. Hingga sekarang, Bu Siti masih menunggu panggilan untuk rujukan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemerikasaan lebih lanjut. Kedua orang tua ibu Siti, Sumarno (54) bekerja sebagai karyawan swasta dan Suliyani (46) bekerja sebagai petani. Sedangkan suami ibu Siti, Yuli Iswayudi (29) bekerja sebagai kuli bangunan. Ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Bu Siti mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Walaupun demikian, ia masih mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS dan biaya transportasinya. Kini, kondisi kaki Bu Siti semakin membengkak. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Siti. Bantuan awal telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan dan tranportasi. Keluarga Bu Siti berterima kasih kepada para sedekaholics dan Sedekah Rombongan. Semoga Bu Siti bisa segera sembuh dan menjalani aktivitas kembali. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Lilik @EArynta

Bu Siti menderita suspect penyempitan kelenjar getah bening


RAJI NURKAYATI (71, Tuberculosis). Alamat: Dusun Kebet, RT 5/1, Desa Kebet, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Awal tahun 2016, Pak Raji sering mengalami batuk-batuk. Karena menganggap bahwa batuk tersebut merupakan batuk biasa dan akan hilang dengan sendirinya, Pak Raji mengesampingkan batuk tersebut. Semakin lama, batuk Pak Raji tidak kunjung sembuh hingga disertai demam. Suatu ketika pak Raji batuk dengan mengeluarkan darah. Karena khawatir, akhirnya Pak Raji memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Raji didiagnosa menderita Tuberculosis. Beliau pun melakukan pengobatan secara rutin ke Puskesmas. Hingga akhir tahun 2016, Pak Raji dinyatakan sembuh. Namun walaupun sudah dinyatakan sembuh, kondisi fisik Pak Raji tidak dapat kembali seperti sedia kala sebelum beliau sakit. Semenjak jatuh sakit hingga dinyatakan sembuh, Pak Raji tetap tidak dapat bekerja lagi. Hal tersebut karena apabila beliau berjalan terlalu lama atau menjalani aktivitas yang terlalu berat maka napas dan fisik Pak Raji sudah tidak mendukung lagi. Istri Pak Raji, Nurkayati (52) adalah seorang buruh tani dan pekerja serabutan. Mereka tidak memiliki anak. Selama menjalani pengobatan yang pernah Pak Raji jalani, beliau menggunakan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Karena Pak Raji tidak bekerja, istri Pak Raji menjadi tulang punggung keluarga. Keluarga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah lagi sang istri juga harus mengurus Pak Raji sehingga beliau pun tidak dapat bekerja secara maksimal. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pak Rji dan keluarga merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi @EArynta

Raji menderita tuberculosis


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1, Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada Februari 2017, benjolan tersebut semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan USG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita kanker payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk lagi ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti masih belum melakukan kemoterapi. Kondisi terkini benjolan tersebut semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk biaya pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan yang tidak dijangkau BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics. Bantuan telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Semoga ibu Siti bisa segera sembuh. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 813.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggreat Lilik @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


ADITYA RIFKI (1, Bronchopeneomoni + Gastroenteritis Akut). Alamat: Desa Pepe, RT 12/6, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Belum genap berusia satu tahun, Rifki harus menjalani perawatan secara intensif. Awal mulanya pada pertengahan Mei 2017, Rifki mengalami sesak napas dan kondisi Rifki semakin menurun. Kedua orang tua Rifki membawa Rifki ke dokter desa untuk diperiksa. Dokter menyarankan untuk membawa Rifki ke rumah sakit agar mendapat penanganan intensif. Saat itu, kondisi ekonomi kedua orang tua Rifki tidak mencukupi untuk membawa Rifki ke rumah sakit sehingga dengan berat hati kedua orang tua membawa Rifki kembali ke rumah sambil menunggu surat bantuan dari desa. Lama kelamaan kondisi Rifki semakin menurun. Akhirnya, orang tua Rifki memberanikan diri membawa Rifki ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Rifki didiagnosa menderita penyakit Bronchopeneomoni dan Gastroenteritis Akut (GEA). Setelah mendapatkan pengobatan di RSUD Sidoarjo selama beberapa hari, orang tua Rifki sudah kehabisan biaya pengobatan sehingga meminta untuk membawa Rifki pulang dan dirawat di rumah saja. Namun, dokter melarang keluarga untuk membawa pulang Rifki karena kondisinya belum membaik. Rifki baru dipindahkan dari ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kondisi terakhir Rifki saat ini sudah mulai membaik dan stabil walaupun masih mengalami batuk-batuk dan diare. Ayah Rifki, M. Taufiq (29) adalah pekerja serabutan. Sedangkan ibunya, Fika (17) adalah ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, keluarga menggunakan biaya pribadi karena belum memiliki jaminan kesehatan. Saat ini, biaya tunggakan pengobatan sementara sudah 3 juta lebih. Keluarga mengalami kesulitan untuk menutupi biaya tunggakan rumah sakit. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Rifki. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan. Keluarga Rifki sangat berterima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.900.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Aditya menderita bronchopeneomoni + gastroenteritis akut


ZUNI LATIFAH (35, Lumpuh). Alamat: Desa Sukosongo, RT 12/6, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Bu Zuni sudah menderita lumpuh semenjak kecil. Awal mulanya adalah ketika Bu Zuni masih berusia tiga tahun, Bu Zuni mengalami demam yang tidak kunjung turun. Kedua orang tua beliau membawa Bu Zuni ke mantri terdekat untuk diperiksa dan diberi pengobatan. Lambat laun setelah sembuh dari demam, Bu Zuni kecil mengeluh sakit di bagian pinggang hingga ke kaki bagian bawah. Semakin lama, kaki beliau sulit untuk digerakkan. Kedua orang tua Bu Zuni sudah membawanya melakukan pengobatan alternatif ke berbagai tempat namun hasilnya nihil. Kedua kaki Bu Zuni semakin sulit untuk digerakkan. Pada saat Bu Zuni bersekolah di sekolah dasar, beliau harus merangkak ke sekolah untuk belajar. Pada akhirnya Bu Zuni mendapat bantuan kursi roda dari masyarakat sekitar. Kini Bu Zuni sudah berusis 35 tahun dan masih dengan kondisi yang serupa. Tidak ada perubahan walaupun sudah dilakukan pengobatan alternatif. Kedua kaki beliau sudah lumpuh dan yang tersisa hanya jari kaki kiri yang dapat digerakkan. Ibu Zuni tidak merasakan keluhan sakit atau nyeri di bagian kaki beliau yang dulu semasa kecil sempat beliau alami. Ibu Zuni tinggal dengan kedua orang tua beliau. Ayah beliau, Rasmi (67) adalah seorang petani dan ibu beliau, Rasmani (61) adalah ibu rumah tangga. Bu Zuni bekerja sebagai pedagang kaki lima di pinggir jalan tidak jauh dari rumah beliau dengan bantuan kursi roda yang pernah beliau terima semasa kecil. Ibu Zuni belum memiliki jaminan kesehatan. Seiring berjalannya usia, kursi roda yang Bu Zuni gunakan juga semakin lama semakin menua hingga membuat Bu Zuni mengalami kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sedekah Rombongan mendengar kisah perjuangan Bu Zuni. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan berupa kursi roda. Semoga kursi roda tersebut dapat memudahkan Bu Zuni untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.400.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MukhMukhlisin Eisty @EArynta

Bu Zuni menderita lumpuh


MUHAMMAD ANDHIKA DWI SAPUTRO (13, Patah tulang Kaki). Alamat : Ds. Bonang, RT 04/02, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Prov. Jawa Tengah. Andhika, biasa ia dipanggil adalah putra dari ibu Jumaroh yang berprofesi sebagai guru PAUD dan penjual nasi bungkus. Sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Saat dalam perjalanan pulang sekolah tepatnya pada tanggal 31 Desember 2016, Andhika mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibat dari kecelakan itu menyebabkan Andhika mengalami patah tulang yang sangat parah di bagian kakinya. Akibat parahnya patah tulang yang diderita Andhika membuat keluarga memutuskan untuk menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Namun karena proses perawatan dan pengobatan di rumah sakit yang lumayan lama menyebabkan pihak keluarga kesulitan mencari biaya untuk membayar dan melunasi tanggungan rumah sakit yang semakin bertambah. Satu-satunya aset yang dimiliki oleh ibunya sepeninggalan ayahnya adalah sepetak tanah beserta rumahnya. Pihak keluarga sedang berupaya menjual rumah, walaupun belum terjual rumahnya menjadi jaminan hutang. Hutang yang ditanggung oleh ibunya kian bertambah hingga mencapai sekitar Rp. 80.000.000,00 karena biaya sebelum mempunyai kartu BPJS yaitu sebesar Rp. 2.000.000,00 per minggu. Ibunya tidak sanggup lagi jika harus melanjutkan perawatan dan pegobatan di rumah sakit sedangkan tanggungan sebelumnya saja belum mampu dibayar. Akhirnya sang ibu memutuskan membawa pulang Andhika dan dirawat di rumah saudara. Ibu Andika, Jumaroh (45) sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu perawatan dan pengobatan kesembuhan Andika agar bisa segera pulih dan kembali beraktivitas layaknya pelajar lainnya. Pada bulan Desember 2016, Allah mempertemukan kurir #SR Rembang dengan keluarga Andhika, setelah melalui proses pendataan dan survei, alhamdulillah Sedekah Rombongan bersedia mendampingi pengobatan Andika sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke RSU selama masa perawatan dan pengobatan ditanggung oleh Sedekah Rombongan, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga kesehatan Andika segera pulih kembali, sehingga ia dapat bersekolah seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 14 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo khumaidah @akuokawai

Andhika menderita patah tulang kaki


ARIFIN REMBANG (35, Lumpuh). Alamat : Desa Sidorejo, RT 3/1, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Arifin adalah putra dari ibu Sufi’ah (58 th). Ia hanya tinggal bersama ibunya karena ayahnya sudah meninggal dunia. Bu Sufi’ah dulu berprofesi sebagai buruh monte kerudung, namun saat ini sudah tidak bekerja karena usianya yang semakin menua. Di usianya yang sudah senja, Bu Sufi’ah dihadapkan pada kondisi perekonomian yang sulit dan harus merawat anaknya (Arifin) yang sedang sakit lumpuh. Arifin menderita lumpuh sejak 15 tahun lalu. Pada awalnya pihak keluarga hanya mengira bahwa sakit yang sering diderita Arifin adalah kelelahan karena aktivitasnya di sawah. Berawal dari gejala panas disertai nyeri hebat di bagian dadanya sepulang dari mencari rumput di sawah, kemudian ibunya membawa Arifin ke Rumah Sakit Umum dan saat itu dokter mendiagnosa sakit yang diderita Arifin adalah lemah jantung. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kesehatan Arifin semakin memburuk dan didiagnosa menderita lumpuh, karena keterbatasan biaya maka sejak bapaknya meningggal, Arifin tidak pernah lagi menjalani pengobatan di RSU karena untuk kebutuhan sehari-harinya saja diberi saudara dan tetangga. Kondisi saat ini kaki dan tangan bisa digerakkan namun lemah, sehingga hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Meskipun sudah memiliki BPJS, pihak keluarga masih sangat keberatan jika harus membiayai pengobatan Arifin, karena untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja Bu Sufi’ah tidak mampu apalagi jika harus membiayai pengobatan putranya. Bu Sufi’ah sangat mengharapkan adanya uluran tangan dari pihak yang bersedia membantu biaya pengobatan dan perawatan Arifin hingga sembuh, karena Arifin adalah harapan satu-satunya sebagai tulang punggung keluarganya setelah ayahnya meninggal dunia. Pada bulan Februari 2017, kurir SedekahRombongan Rembang bertemu dengan keluarga Arifin, yang senantiasa berharap bisa sembuh kembali. Semoga Mas Arifin segera sehat dan bisa bekerja membantu keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta khumaidah @arif pandowo @akuokawai

Pak Arifin menderita lumpuh


DEA PUTRI AMIRA (1, Megacolon Disease). Alamat : Desa Karang Mangu, RT/RW 04/02, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Dek dea adalah putri dari bapak Mohammad Zainuddin (22 th) yang berprofesi sebagai nelayan dan ibu Siti Amirotussholihah (19) yang tidak bekerja, hanya sebaga ibu rumah tangga. Pada saat dilahirkan kondisi dek Dea baik-baik saja sebagaimana bayi pada umumnya, Namun pada usia 11 bulan, perutnya mengalami nyeri yang mengakibatkan perutnya membengkak dan semakin membesar. Pada awalnya pihak keluarga membawanya ke pengobatan alternatif, namun karena tidak ada perubahan akhirnya dibawa ke puskesmas, kemudian pihak puskesmas memberi rujukan ke RSUD Soetrasno. Kondisi saat ini perutnya masih membesar, sesuai dengan intruksi dokter seharusnya segera dioperasi namun pihak keluarga tidak memiliki biaya untuk operasi, transportasi dan lain-lain. Ayah dan ibunya sudah berusaha mencari pinjaman ke tetangga dan saudara-saudaranya namun belum juga mendapatkan pinjaman. Karena keterbatasan biaya pihak keluarga merasa bingung harus bagaimana, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa dek Dea pulang meskipun dalam kondisi yang masih sangat memprihatinkan. Keseharian ayahnya sebagai nelayan tradisonal sangat keberatan apabila harus membiayai pengobatan penyakit dek Dea, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja sudah pas-pasan apalagi harus memikirkan biaya pengobatan putrinya. Pihak keluarga sangat mengharapkan kesembuhan putrinya secara total, dan yang terpenting saat ini adalah biaya untuk melunasi tunggakan rumah sakit. Pada bulan Mei 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga dek Dea, setelah datang langsung ke rumahnya, Sedekah Rombongan membantu untuk melunasi tunggakan biaya rumah sakit dan mendampingi pengobatan dek Dea sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.700.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo Khumaidah @akuokawai

Dea menderita megacolon disease


DEVI INDRA ALDIFA (3, Penurunan Daya Imun Tubuh ). Alamat: Desa Candi Mulyo Dusun Mbelik, RT2 2/2, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Devi adalah putri dari ibu Khomariah (alm). Saat ini, Devi dirawat oleh neneknya karena ibunya sudah meninggal satu bulan yang lalu lantaran terserang penyakit penurunan daya imun tubuh dan ayahnya tidak diketahui keberadaannya, Ibunya sudah bercerai dari ayahnya sejak Devi di dalam kandungan. Devi terdeteksi penyakit penurunan daya imun tubuh sejak satu bulan yang lalu. Pengobatan yang dijalaninya hanya menggunakan obat herbal karena keterbatasan biaya. Beberapa hari terakhir Devi susah makan dan batuk-batuk, hal tersebut membuat neneknya semakin khawatir terhadap kesehatan cucunya (Devi). Meskipun Devi sudah memiliki kartu BPJS, pihak keluarga masih merasa bingung bagaimana langkah untuk penyembuhan Devi, setelah ibunya meninggal sebulan yang lalu karena penurunan daya imun tubuh, kini mereka bingung harus bagaimana, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi kalau ditambah dengan biaya pengobatan dan perawatan rutin, neneknya bingung dengan apa untuk membeli obat dan mencukupi asupan gizi cucu semata wayangnya. Pihak keluarga sangat berharap ada pihak yang bersedia membantu dan mengarahkan upaya untuk membantu kesembuhan Devi. Pada bulan Januari 2017, kurir Sedekah Rombongan Rembang bertemu dengan keluarga Devi, setelah melalui proses pendataan dan klarifikasi, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Devi sampai bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @arif pandowo Khumaidah @akuokawai

Devi menderita penurunan daya imun tubuh


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.565.000,-
Tanggal : 23 November 2016
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat menderita patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.300.000,-
Tanggal : 23 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat menderita patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang) Alamat Pasar Banggi RT 1/3, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir Sedekah Rombongan Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.100.000
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat menderita patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang) Alamat : Pasar Banggi, RT 1/3 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir #SR Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Dik Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.100.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat menderita patah tulang


GIAT AGUS SALIM (15, Patah Tulang). Alamat : Pasar Banggi RT 1/3 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Seorang pemuda yang masih duduk di sekolah menengah pertama ini harus tegar dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah. Peristiwa ini terjadi ketika Dik Giat mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan salah satu kakinya di amputasi. Kecelakaan ini terjadi ketika Dik Giat dan teman-temannya sedang mengendarai sepeda motor, mereka pun bercanda satu sama lain di jalanan raya. Kemudian, seorang temannya itu menarik Dik Giat dari belakang, sehingga Dik Giat pun jatuh dari motor. Sebuah truk tronton yang bermuatan kosong tepat berada di belakangnya, ban truk tronton itu seketika melindas kaki Dik Giat. Dik Giat pun dilarikan di rumah sakit daerah Jepara, dari rumah sakit daerah Jepara di rujuk ke RSI Sultan Agung Semarang. Akan tetapi, dengan melihat kondisi keluarganya Dik Giat dimana Ayahnya yaitu Heri Sugiarto (47) bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya Surjanah Wati (34) hanya menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Dik Giat memiliki 3 saudara yaitu Shafitri Aulia Firdaus (9), Muhammad Akmal Satrio (8), Sadam Husen (4) yang sedang membutuhkan biaya untuk sekolah. Akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan Dik Giat di RSI Sultan Agung Semarang. Dik Giat hanya memperoleh pengobatan seadanya kurang lebih 7 bulan lamanya. Pada awal Maret 2016, kurir Sedekah Rombongan Pati dipertemukan dengan keluarga Dik Giat. Atas beberapa pertimbangan, tim kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan dek Giat. Kemudian Dik Giat dibawa ke Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, pihak RSI Sultan Agung Semarang menyarankan untuk mengamputasi salah satu kaki Dik Giat yang terlindas karena mengalami pembusukan. Setelah menjalani amputasi kaki, ternyata Dik Giat mengalami masalah pada saluran kandung kemih. Dik Giat pun dilarikan lagi di rumah sakit daerah Jepara, kemudian dirujuk di RSI Sultan Agung semarang. Dari pihak RSI Sultan Agung semarang, menyarankan untuk di rujuk di RS. Orthopedi Solo. Setelah menjalani pemeriksaan di RS. Orthopedi Solo ternyata dokter menyatakan tidak ada masalah dengan kaki pasca amputasi. Namun memang terjadi masalah pada kandung kemih Dik Giat, sehingga Dik Giat dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini Dik Giat telah menjalankan operasi bedah plastik sebanyak 2 kali pada saluran kandung kemihnya dan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Dik Giat dan keluarga selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @indrades @idaiddo @bram_gp @arifpandowo @akuokawai

Giat menderita patah tulang


MUSRIATUN KASMANI (47, Tumor Rahim). Alamat: Desa Jolotundo RT 16/7, Kec. Lasem, Kab. Rembang Jateng. Ibu Musriatun , biasa ia dipanggil, beliau ialah seorang ibu yang memiliki 2 orang anak perempuan yang pada 4 hari lalu mengalami nyeri hebat pa da perut disertai pusing pada kepala, sehingga mengakibatkan tidak sadarkan diri, sudah lama beliau menahan rasa sakit itu dan tidak mau memberitahu kepada keluarga karena tidak memiliki biaya untuk berobat, hingga pada suatu hari beliau bercerita sama tetangga sebelah rumahnya tentang kondisi sakit yang beliau derita. Akhirnya sang tetangga menceritakan hal tersebut kepada suaminya. Lantas ketika beliau pingsan dibawa ke RSU SOETRASNO REMBANG JATENG. Pada hari pertama menghabiskan 4 kantong darah. Menurut diagnosa dokter beliau mengidap penyakit Tumor Rahim dan harus segera dioperasi untuk diambil penyakitnya. Hingga akhirnya tetangga Ibu Musriatun memposting kondisi beliau dalam salah satu jejaring sosial dan ketika itu ada salah satu Kurir Sedekah Rombongan Yang menjenguk kondisi beliau. Pekerjaan beliau ialah membuat tempe sekaligus menjualnya dipasar yang setiap harinya memproduksi kurang lebih 4 sampai 7 kg kedelai. Suaminya Bapak Kasmani bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mengenai fasilitas kesehatan beliau memiliki BPJS yang baru dibuatkan kemarin oleh tetangga. Hingga akhirnya Pada tanggal 10 Maret 2016 bantuan dan disampaikan disampaikan kepada keluarga ibu Musriatun oleh Kurir Sedekah Rombongan Rembang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2016
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo @akuokawai

Bu Musriatun menderita tumor rahim


SUPARNO BIN ABDULLAH (68, Katarak). Alamat : Desa Pengkol, RT 1/2, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Sejak awal tahun 2015 Pak Suparno merasakan kejanggalan pada penglihatannya yang mulai kabur. Hingga saat ini Pak Suparno tidak bisa melihat dan didiagnosis menderita penyakit katarak. Penyakit yang dideritanya saat ini membuat Pak Suparno hanya tinggal di rumah bersama istri dan anaknya dan tidak bekerja karena kondisi mata yang tidak bisa melihat sama sekali. Sebagai seorang pekerja serabutan sebagai buruh tani dan nelayan yang tidak pernah menentu penghasilannya Pak Suparno tidak mampu berobat ke rumah sakit dan menjalani pengobatan intensif meskipun sudah memiliki BPJS dikarenakan biaya pengobatan yang sangat mahal. Selama ini Pak Suparno hanya melakukan pengobatan alternatif di pengobatan KHRISNA di Ruko Pentungan. Oleh karena itu hingga saat ini Pak Suparno belum bisa berobat secara intensif dan hanya pasrah dengan penyakit yang dideritanya. Namun, sebenarnya Pak Suparno sangat berharap penyakit katarak yang dideritanya bisa sembuh agar bisa menafkahi keluarganya dan tidak menjadi beban untuk keluarganya. Pada awal Februari, kurir Sedekah Rombongan Rembang dipertemukan dengan keluarga Pak Suparno, tim kurir memutuskan untuk mendampingi pengobatan Pak Suparno hingga bisa sembuh. Biaya transportasi pengobatan untuk antar jemput ke Semarang sudah ditanggung oleh pihak Sedekah Rombongan. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk membantu biaya hidup selama masa pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta Heri Susanto @arifpandowo @akuokawai

Pak Suparno mendeirta katarak


WARSI TUMIJA, (61, Tumor Rahim). Alamat: Dusun Ngemplak, Kel. Gegunung kulon, Rt.02/2 Kab. Rembang, Jawa Tengah. Ibu Warsi, nama panggilan didaerahnya, seorang Ibu dengan dua orang anak yang kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga. Kira-kira sejak akhir Oktober 2016 beliau merasakan sakit yang hebat pada perutnya, namun tidak beliau rasakan karena berfikir hanya sakit perut biasa yang dikarenakan pola makan yang tidak teratur, hingga tiga pekan yang lalu, beliau merasakan sakit yang amat sangat di perutnya, sehingga mengakibatkan kondisi beliau menjadi lemas. Karena Suaminya sudah sepuh dan 2 anak yang kesehariannya bekerja sebagai buruh nelayan, dan saat itu mereka sedang bekerja di laut, maka atas inisiatif tetangga dibawa ke RSUD Rembang. Namun karena kamar penuh akhirnya dipindahkan ke RSI PATI (Wataurojo Margoyoso). Selama 2 minggu Ibu Warsi dirawat namun tidak ada perubahan, Karena tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga saat itu biaya selama dirawat sudah habis Rp. 5.000.000,00 maka oleh anaknya yang sudah pulang dari berlayar dibawa pulang kerumah. Untuk biaya selama dirawat diberi pinjaman oleh kas desa, karena saat itu keluarga tidak memiliki simpanan untuk melunasi biaya Rumah Sakit. Dari pihak desa menyarankan untuk membuat BPJS mandiri. Setelah BPJS jadi, Ibu Warsi dibawa ke RSUD dr Soetrasno Rembang di Ruang Kartini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan beliau, sehingga para kurir bisa menyampaikan amanah untuk membantu meringankan biaya pengobatan Ibu Warsi. Semoga Ibu Warsi segera diberikan kesehatan sehingga bisa beraktifitas kembali seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,–
Tanggal: 22 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta @arifpandowo ahmad @akuokawai

Bu Warsi menderita tumor rahim


TITTA SAFITRI (9, Gangguan Saraf). Alamat : Dusun Daleman, RT 1/5, Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Titta panggilannya adalah anak kedua dari Ibu Nor Ida Wati dan Bapak Moh Taha. Awal mula penyakit yang di alami saat usia menginjak 6bulan adik tita mengalami sakit panas yg luar biasa, kondisi suhu tubuh yg sangat panas ini sampai membuat adik Titta sampai kejang. Keterlambatan pemeriksaan inilah yg mengakibatkan adik titta mengalami gangguan syaraf. Saat awal dibawa kedokter domter mengatakan bahwa syaraf adik Titta mengalami gangguan efek dari suhu badan yg panas sampai mengalami kejang-kejang. Saat itu juga adik tita mulai perlahan lahan tidak mau makan. Terpaksa orang tuanya memberikan asupan susu dancow untuk pengganti makan. Dikala susu tak terbeli air gulapun menjadi pengganti susu. Saat itu Orang tua adik bekerja sebagai penjual asongan di pasar malam. Sembari menjual kopi saat malam tiba. Karena pada saat itu orang tua adik titta tidak memiliki rumah sehingga menetap di pasar malam. Saat pasar malam mengalami kebakaran dahsyat membakar tempat tinggal yg juga sekaligus tempat dmn mereka mencari nafkah. Dan saat itu juga kluarga ini pulang ke desanya dengan kondisi tidak membawa apa apa. Dan sampai saat ini kluarga ini masih menumpang dirumah orang tuanya. Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa santunan uang untuk kebutuhan sehari si kluarga dan biaya pembelian susu dan popok adk titta ini

Jumlah Bantuan : Rp. 750.0000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Teguh Monir

Titta menderita gangguan saraf


AZIZI BIN TROMO (18, Cacat Kaki). Alamat : Dusun Babatoh Barat, RT 2/1, Desa Kertagenah Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Azizi adalah anak kembar yg lahir dengan normal. Hanya saja saat persalinan ibu azizi tidak bisa terselamatkan dan juga kembaran Azizi, Azizah meninggal dunia. Beberapa hari kemudian Azizi ditinggal oleh bapaknya dan sampai saat ini azizi dirawat oleh bibi nya. Awal sakit yang di alami azizi berawal sejak usianya 13 tahun. Ia mengeluh sakit di bagian perut samping kiri dan kanan selama 2 minggu. Setelah dibawa kerumah sakit untuk diperiksakan, diagnosa dokter terdapat masalah pada liver dan asam urat. Beberapa hari kemudian ada luka di sekitar area tulang ekor yang lukanya lumayan besar dan dalam. Luka ini baru sembuh sekitar 1 bulan dengan diobati seadanya. Tidak diperiksakan lagi ke Rumah Sakit. Semenjak itu Azizi tidak bisa berdiri dan kakinya tidak normal. saat ini Azizi tinggal bersama bibinya yg pekerjaan sehari-hari bibinya hanya sebagai buruh tani. Bibinya hanya bisa bersabar dalam merawat azizi, mengapa tidak azizi dengan kondisi yg hanya bisa berbaring harus butuh bantuan bibinya saat mandi, BAB dan buang air kecil Sedekah Rombongan memberi bantuan berupa santunan uang untuk biaya kehidupan sehari hari mengingat pekerjaan bibinya yg tidak tetap.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.0000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Teguh Monir

Azizi menderita cacat kaki


ROBINAH BINTI BUNASAH (65, Pemulihan Pasca Stroke). Alamat : Dsn. Barat, RT. 1/1, Kelurahan Panaguan,Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Ibu Robinah adalah seorang janda tanpa anak. Di usia senjanya saat ini beliau harus berjuang sendiri menghidupi kebutuhan hidup sehari-hari. Setahun yang lalu beliau pernah terkena penyakit stroke, dan saat ini kondisi beliau masih dalam tahap pemulihan. Untuk saat ini beliau susah berjalan normal dan tidak bisa pergi ke dokter karena tidak ada biaya. Saat merasa sakit beliau terbiasa pergi ke tetangga beliau yang berprofesi sebagai bidan untuk meminta obat pereda nyeri yang bidan tersebut berikan secara gratis.
Sehari-hari beliau berjualan seadanya di rumah seperti sabun cuci sachet, snack, kerupuk, dll. Beliau sangat ingin sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Beliau belum memiliki BPJS dikarenakan beliau tidak memiliki surat-surat penting seperti Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Tidak Mampu. Namun Alhamdulillah, proses pembuatan KK sudah selesai dilakukan dan masih melakukan proses pembuatan surat lainnya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau sehingga bantuan pun disampaikan untuk membantu menambah modal usaha ataupun berobat beliau. Terima kasih para sedekaholics, semoga sedekahmu bermanfaat untuk kelangsungan hidup Ibu Robinah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @estianti01 @nunnia91 @renalradityo @intifadanisya Purnomo Indra Haunan

Bu robinah menderita pemulihan pasca stroke


ATTINA BIN BATIN (80, Buta). Alamat : Dusun Daleman Dajah, RT 6/2, Desa Sokolelah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan Madura, Provinsi Jawa Timur. Attina panggilannya adalah seorang wanita tua yang hidup berdua dengan anak perempuannya yg berusia 48 tahun. Ibu Attina mengalami buta sejak 4 (empat) tahun yang lalu. Berawal dari sakit mata yang berkepanjangan hingga ahirnya merasa sangat sakit dan perih di daerah mata. Sejak itu hari demi hari mata ibu attina mulai kabur dan sampai saat ini tidak bisa melihat alias buta. Bu Attina tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan, ia tidak pernah dibawa periksa secara medis. Anak perempuan yg selalu mendampingi ibu attina ini bekerja sebagai kuli angkut yang juga tidak tetap penghasilannya. Saat ditinggal anaknya bekerja ibu attina sering sendiri di rumah yang tidak layak huni. Kebutuhan sehari haripun juga hasil pemberian warga sekitar karena bila harus mengandalkan penghasilan anaknyapun tidak emncukupi. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan berupa santunan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sepasang ibu dan anak ini. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu meringankan beban hidup keduanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.0000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Surveyor : @ivanmadura Teguh Monir @hafnirosania

Bu Atina menderita buta


MAISUNAH BINTI NAIMAN (73, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kec. Kedungdung, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Pada bulan April dan Mei , Mbah Maisunah mengalami sakit karena faktor usia yang membuat nya bolak balik masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang. Karena ia tak memiliki sanak keluarga, ia hanya dibantu oleh tetangga di sekitar rumahnya. Biaya selama pengobatan dan untuk kebutuhan sehari-hari nya berasal dari uluran tangan tetangganya. Mbah Maisunah tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Saat kurir Sedekah Rombongan datang menjenguk, Mbah Maisunah hanya bisa berbaring lemah di kediamannya yang hanya terbuat dari anyaman bambu. Kepala dusun yang selama ini menjadi pendamping mbah maisunah untuk berobat, sangat bersyukur dan berterimakasih dengan adanya bantuan dari Sedekah Rombongan yang dapat membantu biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Mbah Maisunah. Terimakaish Sedekaholic yang telah turut meringankan beban hidup Mbah Maisunah.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @bungfafan.

Bantuan biaya hidup


DIJA BINTI LEMONAN (90, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Batuporo, Kec. Kedungdung, Kab. Sampang Madura, Prov. Jawa Timur. Di sebuah rumah kecil yang terbuat dari anyaman bambu, terbaring tak berdaya seorang nenek di atas tempat tidurnya. Mbah Dija, ia biasa dipanggil. Telah beberapa tahun belakangan ini, ia mengalami sakit-sakitan dan tak kuat lagi untuk berjalan. Fisiknya tak lagi sesehat dulu, beliau juga tak bisa lagi pergi berladang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia belum pernah berkeluarga, tak memiliki suami dan anak. Di usia nya yang sudah lanjut, ia hanya dirawat oleh salah satu kerabat nya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Namun kerabatnya tersebut juga hanyalah seorang janda tua yang sama-sama berasal dari keluarga kurang mampu. Mbah Dija pernah dibawa berobat ke puskesmas oleh tetangganya. Beliau tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan sehingga jika hendak berobat ke puskesmas, beliau menunggu ada bantuan dari para tetangga. Bantuan yang disalurkan oleh Sedekah Rombongan dipergunakan untuk kebutuhan bahan pangan sehari-hari serta obat-obatan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @bungfafan.

Bantuan biaya hidup


JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID (53, luka ganggren Diabetes mellitus). Alamat : Jl. RE Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika pak Jalaluddin mengalami kecelakaan kaki sebelah kiri retak, kemudian keluarga membawanya ke rumah sakit Bangkalan, tim medis RS menganjurkan operasi untuk mengatasi kaki sebelah kiri yang mengalami retak. Namun karena biaya yang terlampau mahal sebesar 15 juta, keluarga mengurungkan niatnya, tetapi dikemudian hari berkat bantuan dari jasa raharja, pak Jalaluddin mendapat bantuan dana sebesar operasi tersebut, akhirnya dilakukan operasi untuk mengatasi retak pada kaki kiri (pemasangan pen). setelah 1 minggu dirawat di RSUD, pak Jalaluddin diperbolehkan pulang. Perawatan tidak sampai disitu saja, karena memiliki penyakit diabetes sejak lama luka post operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri pak Jalaluddin tak kunjung sembuh, maka dari itu keluarga membawanya ke salah satu klinik rawat luka modern di Bangkalan. Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, selama 4x perawatan keluarga pak Jalaluddin mengeluarkan biaya 1,2 juta. Alhamdulillah kondisi luka nya semakin membaik, namun sejak awal februari yang lalu pak Jalaluddin mendapatkan cobaan lagi, beliau terjatuh ketika mengambil air minum, akhirnya luka yang semula dikaki kiri, menjalar ke bagian lutut atas. Akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan perawatan luka lagi. Saat itu kondisi pak Jalaluddin lemah dan dokter memutuskan untuk dilakukan rawat inap dirumah sakit. Seminggu setelah dilakukan rawat inap pak Jalaluddin diperbolehkan pulang, seminggu sekali beliau kontrol di poli ortopedi, hingga pada pertengahan Februari dokter memutuskan pak Jalaluddin harus mendapatkan perawat luka di ruang operasi karena telah terjadi infeksi. Pak Jalaluddin merupakan tulang punggung bagi keluarganya bersama sang istri Nurhayati (47) beliau dikaruniai dua orang anak yakni 2 anak laki-laki (21) dan (25) dua anak perempuan (7) dan (18). Beliau bekerja sebagai tukang sapu di salah satu kantor pemerintahan di Bangkalan, beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja semenjak mendapatkan musibah kecelakaan yang menimpa beliau. Isterinya sehari hari berjualan gorengan di kantor DPRD Bangkalan, Beruntung Pak Jalaluddin pernah terdaftar dalam keanggotaan jaminan kesehatan Sehati (Sehat Sejahtera Bersama Bupati) Bangakalan sehingga untuk biaya pengobatan dan operasi bisa ditanggung oleh pemerintah daerah, namun kendala lain muncul ketika mereka dihadapkan kepada biaya perawatan luka, karena luka yang semakin meluas biaya pun semakin membengkak. Perawat yang merawat Pak Jalaluddin mengatakan bahwa perawatan lukanya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 998. Alhamdulillah setelah 5 bulan dilakukan perawatan luka di kaki dan di sekitar kaki mulai tumbuh jaringan baru, kuku di jari sudah mulai tumbuh, jaringan di betis berwarna merah, itu artinya ada perkembangan dari hasil usaha keluarga pak Jalaluddin dalam merawat luka. Namun kondisi fisiknya masih lemah, berat badan masih belom meningkat serta belum bisa berdiri, pak Jalaluddin hanya bisa duduk, karena luka di kaki yang menyebabkannya harus bedrest. Alhamdulillah dengan bantuan dana dari Sedekah Rombongan sedikit membantu mengurangi beban biaya yang dikeluarkan tiap bulannya. Semoga Pak Jalaluddin di berikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya segera, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi anak dan istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir :@vanmadura Nuris Firly Wulan

Pak Jalal menderita luka ganggren diabetes mellitus


NUR AISYAH HIDAYAH (11, Skoliosis). Alamat : Jl. KH. Moh. Toha RT 2/6, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Ais biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas 4 di SDN Kemayoran 2 Bangkalan. Saat Ais berusia 1 tahun, orang tua Ais merasa ada yang aneh dengan tulang belakang anaknya, ia sering mengalami sesak nafas dan tidak bisa menegakkan badannya dengan sempurna. Keluarga memutuskan untuk memeriksakan Ais ke Puskesmas terdekat, namun pihak Puskesmas menyarankan untuk dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ais divonis menderita skoliosis, sehingga disarankan oleh dokter untuk sementara waktu memakai bracing, alat untuk menopang tulang belakang yang berbentuk seperti baju sampai Ais cukup umur untuk dilakukan tindakan operasi dan dilakukan penyesuaian ukuran bracing setiap 6 sampai 10 bulan sekali. Ais adalah putri dari pasangan Bapak Agus Taufik Hidayah (46) dan Ibu Zaitun (34). Ayahnya seorang PNS Golongan 2A di kantor kelurahan Kemayoran, sedangkan ibunya seorang pengasuh anak di sebuah perumahan di Bangkalan. Ia anak pertama dari empat bersaudara. Sudah 2 tahun ini Ais tidak bisa memakai bracing dikarenakan bracing miliknya sudah rusak dan tidak muat untuk dipakai. Bapak Taufik mengalami kesulitan biaya untuk membelikan Ais bracing yang baru setelah beliau terkena musibah. Orang tua adik Ais sangat sedih dan bingung, meskipun Ais bisa beraktifitas seperti teman-temannya, tapi tulang belakangnya semakin membengkok hingga 85 derajat, sehingga badannya miring. Beliau menuturkan hanya bisa memeriksakan kondisi Ais setiap bulan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan Kelas II. Dokter menyarankan, Ais bisa dioperasi saat dia sudah besar tapi dengan resiko pertumbuhannya akan terhenti. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ais dan keluarga. Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk membantu meringankan bebannya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk membeli Bracing yang baru bagi adik Ais untuk menopang tulang belakangnya agar bisa berdiri tegak dan bisa berjalan dengan normal tanpa harus terpincang-pincang. Pada awal bulan Maret seharusnya dilakukan MRI, berhubung hasil laboratoriumnya menunjukkan kandungan kaliumnya tinggi, maka dilakukan re-schedule MRI dan diminta untuk kontrol ke ortopedi dan radiologi. Untuk sementara Ais masih harus pakai bracing untuk menyangga tulang belakangnya yang bertambah sudut kemiringan nya. Akhir bulan April sebenarnya jadwal Ais melakukan MRI, namun hasil laboratorium darahnya tidak memungkinkan untuk MRI, jadi ditunda bulan Mei. Namun bulan Mei ternyata Aisyah terkena typhus sehingga harus ditunda kembali. Santunan sebelumnya telah diberikan dan masuk dalam rombongan 983. Ais dan keluarga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin dan bisa bermanfaat untuk Ais. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017
Kurir : @wahyu_CSD @vanmadura @siham78 Emy

Nur menderita skoliosis


JUMAIDAH BINTI MAKLANI (84, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Dusun Bertah Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Buk Jumaidah di usianya yang sudah tua ia tinggal seorang diri di sebuah rumah yang dapat dikatakan tidak layak huni. Gubuk tersebut hanya memiliki satu ruangan yang menyatu dengan dapur sederhana yang dimilikinya, bahkan dengan perabotan yang hampir tidak ada. Hanya ada tempat tidur tanpa kasur, tungku yang terbuat dari tanah liat dan kayu bakar. Buk Maidah sudah lama ditinggal suaminya dan hanya memiliki seorang anak yang telah lama pergi mencari kerja. Setelah berkeluarga sang anak pergi dari rumah dan tidak pernah lagi datang menjenguk sang ibu. Dengan kondisi yang sedemikian Buk Maidah harus berjuang seorang diri untuk tetap bertahan hidup. Ia bekerja sebagai buruh tani kebun/sawah milik tetangganya. Namun pekerjaan tersebut tidak setiap hari, hanya saja jika para tetangga membutuhkan. Jika tidak bekerja, beliau hanya berharap dari hasil kebun yang ditanam dibelakang rumahnya. Karena usia yang sudah lanjut, Buk Maidah juga terbatas dalam bekerja. Dengan keadaannya yang memprihatinkan, Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhannya sehari-hari. Berharap agar bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban beliau walaupun hanya sedikit.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Eko @hafnirosania

Bantuan biaya hidup


R. HERI MULYADI. (44, Ca Colon). Alamat : Jl. Trunojoyo RT 3/1, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bapak Heri biasa beliau dipanggil oleh tetangganya. Sekitar awal bulan Juli 2016 Bapak Heri merasakan sakit pada bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Syamrabu Bangkalan, di diagnosa terkena Hernia dan pada bulan September 2016 dilakukan operasi Hernia. Dikarenakan sakit pada bagian perutnya tidak kunjung hilang, akhirnya oleh pihak RSUD Syamrabu Bangkalan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan serangkaian tes dan pemeriksaan, maka diperoleh hasil PA dan endoscopy beliau mengarah kepada Carsinoma Colorectal (Ca Colon) Transversum kategori Mucinous Adenocarsinoma Colon. Pada tanggal 21 November 2016 dilakukan tindakan operasi Colostomy dan menggunakan kantong colostomy yang ditempel di perut bagian kanan pengganti fungsi kolon dan rektum untuk menampung sisa metabolisme tubuh. Hasil pemeriksaan terakhir menyebutkan bahwa sel kanker sudah menyebar ke organ vital lainnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Bapak Heri sebelumya bekerja sebagai penjaga salah satu losmen di Bangkalan. Sedangkan istrinya, Novi Anggraeni (34) sebagai ibu rumah tangga. Bapak Heri dan Ibu Novi mempunyai dua orang anak yakni satu laki-laki (9) dan satu perempuan (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bekerja sebagai penjaga losmen di Bangkalan beliau lakoni untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, namun sekarang beliau harus berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya semakin parah, sehingga istrinya terpaksa mengambil alih tugas suaminya untuk mencari nafkah dengan berjualan nasi pecel dan menjual barang-barang bekas. Meskipun mereka sudah punya kartu jaminan kesehatan SEHATI, masalah biaya transportasi ke Surabaya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya menjadi beban yang berat bagi ibu Novi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun diberikan kepada Bapak Heri. Alhamdulillah bulan januari pak Heri telah menyelesaikan kemoterapi yang pertama, namun masalah mucul ketika pak heri hendak melakukan kemoterapi yang kedua kalinya, dokter onkologi RS dr.Soetomo Surabaya menganjurkan pak Heri untuk melakukan operasi penutupan stoma, pak Heri dan bu Novi menyetujui keputusan dari dokter onkologi. Akhirnya pada tanggal 13 April 2017, pak Heri dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk melakukan operasi penutupan kantong kolostomi, dan setelah beberapa hari melakukan persiapan pra operasi akhirnya pada tanggal 20 April 2017, dilakukan operasi penutupan kantong kolostomi, setelah 6 hari pasca operasi penutupan kantong kolostomi, pak Heri diperbolehkan pulang dijemput oleh mobil yang telah disewa oleh kurir sedekah rombongan. Pada tanggal 22 Mei 2017 pak Heri melakukan kemoterapi pertama kalinya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan disarankan untuk terus konsumsi obat secara rutin. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 998 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat perawatan di Rumah Sakit. Semoga Bapak Heri segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya, sehingga bisa kembali beraktivitas kembali seperti sediakala untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Nuris @cocochesse Wulan

Pak Heri menderita ca colon


SAIDATUL MILLAH (17, Tumor Pinggul). Alamat : Dusun Babab Utara, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Bermula ketika Mila merasakan adanya benjolan pada pinggul bagian kanannya semenjak SMP namun dibiarkan sampai kelas 2 SMA. Benjolan tersebut ternyata semakin membesar dan terasa nyeri saat berjalan dan duduk, sampai tidurpun sangat susah. Kondisi ini sudah sangat mengganggu, kini Mila jarang masuk sekolah akibat penyakitnya. Akan tetapi karena Mila sedang duduk di bangku kelas 3 SMA dan akan menjalani ujian akhir, maka berkat dukungan dari guru-gurunya Mila masih mau melanjutkan sekolah meskipun harus memaksakan kondisi kesehatannya. Mila pernah menjalani pemeriksaan di Rumah sakit Bangkalan dengan menggunakan jaminan kesehatan pemerintah kabupaten yaitu SEHATI. Dokter manganjurkan untuk dibawa kerumah sakit type A yaitu RSUD Dr. Soetomo di Surabaya dikarenakan penyakit tumor yang diderita Mila tidak bisa ditangani dirumah sakit Bangkalan. Orang tua Mila menghentikan pengobatan tersebut dikarenakan tidak adanya biaya untuk berobat dan transportasi. Ayah Mila sudah meninggal sejak dia SD kemudian ibunya menikah lagi dan hidup terpisah dengan Mila. Dia tinggal dengan kakaknya (Ahmad Musa, 29) dan kakeknya yang sudah sakit-sakitan, kakak Mila bekerja sebagai buruh cuci motor di Arosbaya, penghasilannya hanya cukup untuk mereka makan bertiga sehari-hari. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, dan bantuan awal pun disalurkan langsung kepada Mila dan keluarganya untuk transportasi ke RSUD Dr Soetomo. Setelah beberapa kali ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan laboratorium, CT scan dan MRI, namun dokter belom bisa memastikan penyakit tumor yang diderita Mila jinak atau ganas. Alhamdulillah pada tanggal 31 Mei 2017 ada kabar bahagia dari rumah sakit Soetomo Surabaya, salah satu dokter yang menangani Mila mengkonfirmasi bahwa sudah bisa (MRS) masuk rumah sakit, untuk dilakukan operasi. Kini Mila hanya menunggu jadwal operasi dari dokter ortopedi yang menanganinya. Semoga Mila diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dengan diangkat penyakitnya dan segera kembali beraktivitas seperti anak remaja lainnya. Aamiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @vanmadura Ainul Zamroni Indah Nuris Wulan

Mila menderita tumor pinggul


SUBAGYO HARTONO (57, bantuan kendaraan bermotor difabel). Alamat : Kutan Rt.1/Rw.1, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Subagyo adalah seorang kepala keluarga yg menderita sakit stroke sejak 6 tahun yang lalu. Akibat penyakitnya ini beliau sempat beberapa waktu tidak bisa berjalan. Namun seiring berjalannya waktu kini beliau bisa berjalan lagi tetapi tangan kiri beliau mati rasa. Beliau berjalannya juga “pincang”. Akibat dari kondisi ini beliau menjadi tidak bisa bekerja lagi. Awalnya beliau berjualan burung di pasar-pasar. Bapak ini tidak mau terhenti bergerak, beliau tahun lalu mengupayakan untuk membuat transportasi difabel yaitu sepeda motor roda 3. Dengan usaha beliau, sepeda motor tersebut bisa dimiliki tetapi kini beliau masih memiliki hutang Rp 2.000.000,-. Beliau menjelaskan, uang tersebut harus kembali ke pemiliknya bulan februari ini. Sedangkan kebutuhan sehari-hari bersumber dari istri yang bekerja sebagai penjual makanan ringan dengan menitipkannya ke SMA Lendah, MTs Galur, SD 1 Lendah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 6 Juni 2017
Nama Kurir : @Marjunul NP, Muchammad Yudan Febriyanto, Rohanna Desy Kurniawati.

Bantuan kendaraan bermotor difabel


MAHMUD HASAN (47, Infeksi Ginjal, Santunan untuk Berobat dan Kebutuhan Sehari-hari) Alamat : Jambon RT. 28, Argosari, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Mahmud Hasan adalah suami dari Ibu Paelah (38 tahun) sebagai seorang guru TK dan beliau adalah seorang kepala keluarga yg menderita sakit infeksi ginjal sejak 2 tahun yang lalu. Akibat penyakitnya ini beliau sempat beberapa waktu tidak bisa bekerja dengan menanggung 2 anak yaitu Anisa sekolah di bangku SMK dan Siswatun Khasanah di bangku TK. Tentunya Istri yang menjadi tulang punggung keluarga. Awalnya Oktober 2015 tidak bisa kencing dan berobat inap di RSUD Bantul seminggu, dan dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul dan menjalani operasi pertama dengan diagnosa infeksi ginjal dengan BPJS. Setelah operasi pertama, tepatnya setelah setahun berlalu yaitu Oktober 2016, Pak Mahmud Hasan menjalani operasi kedua di RS PKU Muhammadiyah Kota Jogja Dengan BPJS. Sekarang kondisi Pak Mahmud sudah bisa beraktivitas di rumah walau belum bisa bekerja dengan beban berat. Dan beliau harus cuci darah seminggu 2x dengan BPJS. Beliau menjelaskan, santunan dari Sedekah Rombongan tersebut untuk biaya operasional pengobatan dan suport kebutuhan sehari-hari, yang mana pendapatan selama ini bersumber dari istri yang bekerja sebagai guru TK. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 8 Juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto.

Pak Hasan menderita infeksi ginjal


RUBINEM BINTI SINGOIJOYO (62th, jompo/fakir dan miskin, Santunan untuk biaya hidup sehari-hari)Alamat : Jatisari RT 040 RW 013 Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Nenek Rubinem hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal 2 tahun yang lalu dan juga tidak memiliki keturunan. Beliau tinggal sendiri di rumah kayu berdindingkan anyaman bambu yang sudah reot dan MCKnya pun sangat tidak layak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makan nenek Rubinem hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan saudara yang datang menengok. Hal ini karena nenek Rubinem sudah renta dan tidak mampu lagi menjadi buruh serabutan. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 11 Juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Abindranath Arenawan

Santunan untuk biaya hidup sehari-hari


NGATIRAH BINTI MADYO UTOMO (56, Stroke dan Diabetes Mellitus). Alamat : Kutan RT. 06, Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. ibu NGATIRAH adalah penderita sakit stroke dan diabetes mellitus sejak 2 tahun yang lalu. Akibat penyakitnya ini beliau tidak bisa melakukan segala aktivitas sehari-hari (seperti tidak bisa berjalan, sulit berbicara, BAB dan BAK ditempat). Beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan sudah ditinggal mati oleh suaminya sejak tahun 2014. Karna masalah biaya pula, beliau kesulitan dalam biaya pengobatan sehingga jarang untuk berobat. Pernah menjalani rawat di RS. Pura Raharja selama 1 minggu, kemudian mencoba pengobatan alternatif karena Diabetnya sering naik sehingga setiap minggu kontrol di Klinik Pak Daliman, Pensiunan perawat Betesdha, dan untuk sehari- hari, biaya operasional dan pengobatan mengalami kesulitan. Sedangkan kebutuhan sehari-hari bersumber dari anaknya yang bekerja sebagai buruh serabutan. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Iman

Bu Ngatirah menderita stroke dan diabetes mellitus


ZAENAL NGABIDIN (48, Ca Recti). Alamat : Bojong RT 28/14, Panjatan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak ZAENAL adalah penderita kanker recti sejak 2 tahun yang lalu. Beliau sudah menjalani 4 kali operasi dan kemoterapi. Akan tetapi dokter mengatakan kondisi saat ini kanker sudah menjalar sampai di liver dan sudah tidak bisa dilakukan operasi lagi. Akibat penyakitnya ini beliau tidak bisa melakukan segala aktivitas sehari-hari (seperti tidak bisa berjalan, duduk hanya bisa sebentar BAB dan BAK ditempat) Sedangkan sang istri dulu bekerja sebagai serabutan tetapi kini tidak dapat bekerja lagi karena mengurus suami dirumah dan 2 anaknya yang masih sekolah (SMP dan SLB (SD). Beliau kontrol dan cek laborat rutin setiap bulan 2 kali di RS Sardjito. Sedangkan kebutuhan sehari-hari bersumber dari anaknya yang paling besar bekerja sebagai pegawai pabrik di Batam. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Titin Dwijayanti

Pak Zaenal menderita ca recti


KARSI BINTI KARTO ATEMO (62th, janda/fakir dan miskin, Santunan untuk biaya hidup sehari-hari) Alamat : Bojong, Dusun IV RT 15 RW 08, Panjatan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Karsi hidup dengan seorang anaknya setelah suaminya meninggal 15 tahun yang lalu. Anaknya berumur 17 tahun menderita gangguan jiwa. Motor dan rumahnya dibakar karena keinginannya untuk punya motor baru tidak dipenuhi. Anaknya sudah beberapa kali dirawat di dinas sosial dan Grasia Sleman akan tetapi melarikan diri pulang ke rumah. Hal ini membuat ibu Karsi ketakutan dan akhirnya beliau tinggal sendiri di rumah kosong milik saudaranya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk makan beliau hanya mengandalkan buruh di sawah tetangga, terkadang ada beberapa tetangga yang datang memberi makanan. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Titin Dwijayanti

Santunan untuk biaya hidup sehari-hari


PEMBUATAN JEMBATAN MUSHOLA BAHRUNNAJA. Alamat : jl. Deandeles, Bapangan, Karangsewu, Galur, Kulon Progo, DIY. Mushola Bahrunnaja kini sedang melakukan pembangunan tahap II, yaitu pembuatan jembatan yang menghubungkan mushola dengan jalan deandeles. Pembangunan tersebut masih terdapat kekurangan biaya sebesar Rp 12.000.000,- Oleh karena itu kini panitia sedang melakukan penggalangan dana ke beberapa donasi agar jembatan tersebut bisa cepat terselesaikan sehingga aktivitas ibadah bisa berjalan dengan baik. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturshmi untuk menyampaikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,00
Tanggal : 12 Juni 2017
Nama kurir : @marjunulNP, Muchommad Yudan Febrianto.

Bantuan pembuatan jembatan


DALIYAH BINTI KARIYO TUMIN (76, Stroke). Alamat : Jamus, Pengasih, Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daliyah hidup bersama Arjo Suraji (81) suaminya dan Waginem (52), anaknya serta 2 orang cucu, anak dari Waginem. Arjo Suraji (81) suaminya sudah lama tidak dapat mwmberikan nafkah, karena menderita gangguan jiwa sehingga tidak dapat bekerja bahkan beberapa tahun terakhir sering keluar masuk RS karena sakit komplikasi. Sementara Daliyah sudah beberapa tahun menderita stroke sehingga aktifitas sehari hari dirumah dibantu oleh anaknya Waginem. Daliyah hanya dapat berjalan disekitar rumah menggunakan tongkat atau berpegangan tembok. Badannya terasa berat, sehingga sudah tidak lagi dapat bekerja. Sehingga praktis anaknya Waginem, seorang janda dengan 2 anak menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat ibu Daliyah dan bapak Arjo Suraji. Dalam kondisi sakit, Arjo Suraji sering tidak terkendali dan merusak atap kamar dan dinding tidak permanen sehongga sebagian rusak. Waginem yang sehari hari hanya bisa bekerja membantu tetangga setrika atau pekerjaan rumah tangga lain dalam 1 2 jam dikarenakan harus merawat kedua orangtuanya. Penghasilan pun tidak menentu, setiap hari berkisar antara Rp 20.000,-. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 06 juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bu Daliyah menderita stroke


NGADIMAN BIN KARIYO IKROMO (60, Bantuan Modal). Alamat : Jamus, Pengasih, Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ngadiman hidup bersama istrinya Rubinem (50) dan 2 orang anaknya yaitu Rudi Cahyono (29), dan Dedi Suryanto (22). Kedua anaknya mengalami retardasi mental sehingga sampai saat ini masih belajar di SLB Wates. Ngadiman (60) bekerja sebagai tukang batu yang gigih sehingga dapat menghidupi anak istrinya serta membuat rumah yang layak huni. Namun karena faktor usia tenaganya pun tidak lagi sekuat yang dulu.Bahkan tangan nya mulai sering sakit-sakitan, sehingga tidak dapat dapat lagi bekerja sebagai tukang batu. Saat ini Ngadiman hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang kecil. Sedangkan istrinya Rubinem hanya dapat membnatu menjaga kedua anaknya dirumah, karena meskipun Rudi dan Dedi sudah beranjak dewasa namun keadaannya membuat mereka sangat labil dan butuh didampingi. Terkadang Dedi dan Rudi dapat memasak nasi, ataupun air. Tetapi tiba tiba juga diluar dugaan sering berbuat yang membahayakan diri mereka.Ngadiman sangat mencemaskan keadaan anaknya sementara sebagai dirinya merasa sudah tua dan sakit sakitan.Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics yang direncanakan sebagai modal untuk beternak ayam.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 06 juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bantuan modal


ARVIYAN PRADEKTA dan CATUR YULIANTO (12 dan 11, Beasiswa). Alamat : Alamat : Sedan, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, DIY. Arviyan (12) dan Catur (11) adalah kakak beradik yang masih sama2 sekolah di SD Muh Ledok kelas 6 dan kelas 4. Saeri, demikian nama ayahnya sudah lama meninggalkan kedua kakak beradik tersebut tanpa kabar dan tidak pernah memberikan nafkah.Sedangkan ibunya sudah meninggal 3 tahun yang lalu.Mereka tinggal bersama neneknya Wongso Pawiro (75) dan budenya Sugiyem (40). Saat ini neneknya Wongso Pawiro menderita katarak sehingga tidak bisa melihat, dan budenya Sugiyem bekerja sebagai buruh cuci dan setrika di rumah tetangga dengan penghasilan yang sangat kecil. Untuk kehidupan sehari-hari hanya mengandalkan upah harian dari budenya tersebut. Arviyan baru saja opname di Rs Amalia. Dan saat ini masih sering sakit. Pada saat kurir SedekahRombongan bersilaturahmi, Arviyan masih sakit dan sudah berobat jalan diantar budenya di praktik swasta.Meskipun agak mahal karena jika harus berobat pagi dipuskesmas, Sugiyem tidak dapat bekerja. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics yang direncanakan sebagai untuk membeli peralatan sekolah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,00
Tanggal : 06 Juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Lilik Wuryani

Bantuan beasiswa


THERESIA PAIRAH (66, Ca Mamae). Alamat : Pelem RT. 18/RW. 06, Kebonharjo, Samigaluh, Kulonprogo, DIY. Bu Pairah ini sudah 15 tahun menderita kanker payudara sebelah kanan. Beliau menderika kanker sejak tahun 2002 silam dan telah menjalani 5x operasi. Operasi dilakukan di RSUD Wates dan RS. Klepu daerah Kulonprogo. Operasi yang terakhir dilakukan pada tahun 2012 lalu. Semenjak operasi yang terakhir sampai sekarang, beliau hanya mengkonsumsi obat herbal saja. Bertahun-tahun mengkonsumsi herbal, menurut pengakuan beliau tidak ada efeknya dan membuat luka kankernya pecah, mengeluarkan darah dan nanah sehingga luka tersebut berbau. Sekarang kanker bu pairah sudah masuk stadium 4 dan sering mengalami sesak nafas. Alasan beliau tidak melanjutkan pengobatan medis adalah masalah transportasi. Alhamdulilah di bulan April lalu kami bertemu dengan bu Pairah, sehingga kami dapat membantu memulai pengobatan medis. Keluarga beliau sangat berterimakasih kepada SR yang mau membantu kesulitan biaya dan transportasi selama menjalani pengobatan di RS.Panti Rapih Jogja.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 15 Juni 2017
Nama kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, @danish_cookiez

Bu Pairah menderita ca mamae


TUKIRANTO BIN PAWIRO JEMIKO (60, stroke). Alamat: Pingitan Rt 3 RW6, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, 55563. Bapak Tukiranto ernah jatuh dan tertimpa gerobak muatan bata merah di pinggang dan akhirnya terkena stroke.Hal itu terjafi lebih kurang 12tahun yg lalu. Beliau pernah mengikuti pengobatan alternatif tukang pijat. Sudah beberapa tempat dan terakhir tahun 2013 di rumah sakit Pura Raharja Brosot. Di rumah sakit tersebut diopname selama 1minggu. Pengobatan dilakukan di rumah sakit ini karena RS PURA RAHARJA biayanya murah, karena kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk ke rumah sakit yg kwalitasnya bagus. Selain itu Bapak Tukiranto tidak mempunyai jaminan apapun. Kondisi saat ini tidak dapat berdiri sendiri,buang air kecil ditempat tidur memakai botol. Segala aktivitas ditempat tidur saja. Kendala yang dihadapi yaitu tidak mempunyai biaya berobat karena sangat tidak mampu, selain itu juga tidak punya jaminan BPJS dsb. Saat ini bapak Tukiranto juga tidak dapat bekerja. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 7 Juni 2017
Nama kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto, @kak_yanna

Pak Tukiranto menderita stroke


SUGIMAN BIN WONGSODINOMO (60, Reumatik Mata). Alamat: Pingitan Rt.6 Rw.7, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, 55563. Bapak Sugiman mengalami sakit mata. Analisis dokter mata sakitnya reumatik mata dari tahun 2015.Penyakit tersebut pernah diobati di RS dr. Yaps dan dokter spesialis mata. Kondisi saat ini tidak dapat melihat, hanya bayangan hitam saja yg kelihatan. Kendala yang dihadapi adalah tidak mempunyai biaya untuk berobat. Untuk sekali berobat menghabiskan uang 500.000. Pengobatan harus rutin tiap bulan. Bapak Sugiman sudah sekian lama tidak dapat bekerja lagi karena mata sakit, beliau juga harus menanggung hidup bapaknya yg sudah pikun. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 Juni 2017
Nama kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto, @kak_yanna

Pak sugiman menderita reumatik mata


NASTIYAH BINTI MERTOIRONO (58, Stroke). Alamat : Sumoroto, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Nastiyah hidup bersama Mujiyanto (58) suaminya dan Riko (13), anaknya serta 1 orang cucu anak dari Widowati(28). Nastiyah sudah 4 tahun strook dan mengalami gangguan jiwa, suaminya yang bekerja serabutan sangat kerepotan dalam membiyayai dalam pengobatannya karena hampir setengah bulan mesti harus kontrol ke rumah sakit baik ke dokter syaraf dan dokter ahli jiwa. Karena menderita gangguan jiwa Nastiyah tidak dapat bekerja bahkan beberapa tahun terakhir sering keluar masuk RS karena sakit. Dan anaknya yang bernama Wido, punya anak 1 sekarang juga sakit RS Ghrasia karena gangguan jiwa. Mujiyanto yang sebagai tulang punggung keluarga sangat kerepotan dalam menghadapi musibah ini. Penghasilan pun tidak menentu, setiap hari berkisar antara Rp 30.000,-. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics yang di terima di RS Ghrasia Pakem DIY.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 10 juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah

Bu Nastiyah menderita stroke


TPA MASJID AL JIHAD. Alamat:Madigondo,Sidoharjo,Samigaluh, Kulon Progo,Yogyakarta, 55673. TPA Masjid Al Jihad adalah salah satu TPA di Wilayah Samigaluh termasuk TPA yang berprestasi, sudah banyak prestasi yang di raih baik di tingkat Kabupaten, Propinsi, banhkan Nasional. TPA ini ada 54 santriawan / santriwati. Ustadz/ustadzah ada 11 orang yg rata rata pendidikan SI. Dalam pembiyaan baik sarana maupun prasarana memang masih sangat kurang, biaya sementara hanya dari iuran orang tua santri.
Beruntung kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi ke TPA untuk memberikan santunan sedekaholics berupa uang yang diterima 2 orang ustadzah.

Jumlah bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 11 Juni 2017
Nama kurir: @MarjunulNP, Mochamad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah.

Bantuan biaya operasional


SUTINAH BINTI WIRO (86 , Lumpuh). Alamat : Kalangan, Trimulyo, Sleman, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sutinah hidup bersama Suyanti (45) yang merupakan anaknya sebelumnya Suyanti kerja di Bogor, karena orang tuanya tinggal sendirian kemudian pulang, untuk merawat orang tuanya yang kondisinya sakit sakitan. Suyanti kerja serabutan kadang buruh seterika, jualan makanan kecil dan lain lain. Penghasilan kerja serabutan yang kecil dengan biaya berobat sangat memberatkan dan hasilpun tidak menentu. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahmi untuk memberikan santunan dari sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,00
Tanggal : 11 juni 2017
Nama Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Ahmad Amin Saifullah.

Bu Sutinah menderita lumpuh


RADIYA PRATAMA (8, LUMPUH) Alamat : Bojong Kulon 2/9 Kelurahan Jurangombo Selatan Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah. Awal mula dik Radiya mengalami Lumpuh dikarenakan stip meningitis akut sejak usia 3 tahun. Keluarga sudah mengupayakan untuk melakukan pengobatan dengan membawa ke dokter dan rumah sakit. Saat itu dik Radiya pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sardjito selama 2 Minggu namun kondisinya tak juga membaik. Karena sakitnya Dik Radiya mengalami memori hilang dan tidak bisa jalan serta sulit bicara. Dik Radiya adalah anak dari pasangan Danang Febrianto (31) sebagai karyawan di sebuah hotel dan Nina Oktaviani (31) Swasta. Mereka memiliki 2 anak dan penghasilan nya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk meneruskan pengobatan dik Radiya mengalami kesulitan bahkan untuk membelikan kursi roda keluarga tidak mampu. Alhamdulillah kurir sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga dik Radiya untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membeli kursi roda. Keluarga dan dik Radiya sangat senang dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp. 1.100.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Radiya menderita lumpuh


WASEM HARTATI (57, Kanker Payudara). Alamat : Dalangan, Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ibu Wasem, biasa ia dipanggil selama ini hidup hanya bersama suami tanpa kehadiran anak maupun saudara. Penyakit Kanker Payudara menyerang ibu Wasem sejak 1 tahun yang lalu. Pada awalnya beliau tidak merasakan sakit namun terdapat benjolan pada payudara sebelah kiri. Setahun kemudian penyakitnya semakin parah yang menyebabkan beliau tidak dapat beraktivitas. Bulan lalu, Ibu Wasem menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kiri di Rs. Dr. Sarjito Yogyakarta. Meskipun biaya operasi ditanggung oleh Jamkesmas namun ibu Wasem dan suami masih membutuhkan biaya untuk obat dan kontrol pasca operasi. Terlebih lagi, kendaraan yang mereka miliki hanya sepeda onthel sedangkan jarak yang ditempuh sekitar 35km dari rumah. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahim ke rumah Ibu Wasem Hartati. Semoga santunan ini dapat meringankan beban beliau dan suami.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000
Tanggal: 9 Juni 2017
Kurir: @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Wiwin Marlina

Bu Wasem menderita kanker payudara


HARUN SUSANTO (27, Patah Tulang Belakang). Alamat : Ngulakan, RT107/031, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Harun merupakan pemuda asal Kulon Progo yang bekerja sebagai Buruh. Pada bulan Maret 2017, ia mengalami kecelakan yang menyebabkan patah tulang belakang. Harun juga berperan sebagai tulang punggung keluarga sehingga kecelakaan tersebut menyebabkan ekonomi keluarga menjadi bermasalah. Terlebih lagi, keluarga masih memiliki hutang sebesar Rp2.000.000 yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya pasca operasi juga tidak sedikit. Alhamdulillah kurir sedekah Rombongan bisa silaturahim dan membantu meringankan beban Harun Susanto dan keluarga.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000
Tanggal: 10 Juni 2017
Kurir: @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto, Wiwin Marlina

Pak harun menderita patah tulang belakang


NGADENAN BIN AMAT REJO (65, Saraf Mata Buta). Alamat : Manggung, Sumberagung, Jetis, Bantul, DIY. Bapak Ngadenan adalah suami dari Ibu Sukinem dan ayah dari 3 anak, yang awalnya setahun lalu pandangan kabur. Pemeriksaan awal opname di RSUD Bantul dengan diagnosa saraf mata. Setelahnya mendapat rujukan ke RS Mata Dr. Yap dengan diagnosa putusnya saraf mata yang mengakibatkan buta. Sejak setahun pula, Bapak Ngadenan tidak bisa bekerja, dan tulang punggung keluarga beralih kepada istri dan dibantu 2 anaknya yang sudah mandiri. Tidak kurang juga ikhtiar pengobatan alternatif untuk kesembuhan mata, namun tidak juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Alhamdulillah kurir sedekah Rombongan bisa silaturahmi dan membantu meringankan beban Bapak Ngadenan dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @MarjunulNP, Mochammad Yudan Febrianto

Pak Ngadenan menderita saraf mata buta


SUKINAH BINTI SUNARTO (37, Patah Tulang Ekor + Punggung + Panggul). Alamat : RT 2/1, Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sukinah mengalami kecelakaan lalulintas pada tahun 2014 lalu. Beliau mengalami kecelakaan dengan truk di daerah Kutoarjo. Seketika itu juga beliau dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Soeradi Titonegoro Klaten. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa Ibu Sukinah menderita patah tulang ekor, punggung dan panggul. Beliau pun menjalani operasi sebanyak 3 kali di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hingga kini beliau masih tidak dapat berjalan dan untuk buang air besar harus menggunakan saluran khusus. Suaminya, Muhammad Yeni Trihartono (40) bekerja sebagai tukang servis barang elektronik yang penghasilannya kecil dan tidak menentu. Dengan penghasilan keluarga yang kecil sangat sulit mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Baya pengobatan Ibu Sukinah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya terkendala biaya akomodasi dan transportasi saat menjalani pengobatan di RSUD Banyumas yang letaknya cukup jauh dari rumah Ibu Sukinah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sukinah, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan serta akomodasi saat menjalani pengobatan di RSUD Banyumas. Semoga Ibu Sukinah segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Bu Sukinah menderita patah tulang ekor + punggung + panggul


ACHMAD SODIKIN (70, Gangguan Penglihatan). Alamat : RT 2/2, Sokaraja Wetan Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Achmad mengalami gangguan penglihatan sudah sejak 1 tahun yang lalu. Saat itu beliau merasakan pandangannya kabur. Namun karena keterbatasan biaya keluarga Bapak Achmad belum pernah sama sekali membawa beliau untuk berobat ke rumah sakit. Saat ini beliau dirawat oleh anak laki-lakinya. Pengelihatan beliau saat ini hanya mampu melihat bayangan. Sejak pengelihatannya memburuk Bapak Achmad sudah tidak lagi bekerja. Keterbatasan biaya dan jaminan kesehatan yang sama sekali tidak dimiliki menjadi kendala yang dihadapi beliau dan keluarga dalam mengupayakan pengobatannya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Achmad dan keluarga. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya pemeriksaan mata agar beliau dapat segera melakukan pengobatan dan mendapatkan penanganan di rumah sakit. Semoga pengobatan Bapak Achmad berjalan lancar dan beliau segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @firdhanelis

Pak Achmad menderita gangguan penglihatan


YULIANTO BIN NASIR (37, Gagal Ginjal + Sakit Paru-Paru + Jantung Bengkak). Alamat : Jl. Kulon, RT 1/3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Yulianto mengalami gejala sesak nafas, batuk, jantung berdebar-debar dan cepat lelah sejak tahun 2014. Bapak Yulianto kemudian diperiksa di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau mengalami gagal ginjal, komplikasi pada paru-paru dan jantung bengkak. Sejak saat itu Bapak Yulianto harus menjalani cuci darah rutin yaitu seminggu dua kali. Disamping itu, untuk mengatasi batuk dan sesak nafasnya ia harus menggunakan tabung oksigen yang dalam sehari dapat menghabiskan hampir 2 tabung oksigen. Sejak sakit, Bapak Yulianto tidak dapat bekerja. Istrinya yang berjualan batagor tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya berobatnya. Sedangkan kedua anaknya masih bersekolah di TK dan SD. Biaya pengobatan dapat dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesmas yang dimilikinya. Namun biaya membeli tabung oksigen dan beberapa obat tidak termasuk dalam tanggungan jamkesmas, sehingga Bapak Yulianto harus mencari dana untuk membeli tabung oksigen dan obat tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membeli tabung oksigen. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat di rombongan 983. Saat ini kondisi Bapak Yulianto masih lemah, batuk-batuk, sesak nafas dan masih harus cuci darah rutin setiap dua kali seminggu serta memerlukan oksigen untuk membantu pernafasan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak yulianto menderita gagal ginjal + sakit paru-paru + jantung bengkak


YUNITA FIKRI TRIANA SARI (29, Kanker Otot). Alamat : RT 4/6, Perum PPNC, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2016 Yunita memeriksakan diri ke rumah sakit karena merasakan ada benjolan sebesar bola pingpong di paha kanannya. Setelah melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit (RS) Queen Mary Hospital Hongkong, ia hanya menjalani rawat jalan. Pada awalnya dokter belum mengetahui jenis penyakit yang diidap oleh Yunita. Pada tanggal 4 Desember 2016, Yunita mendapatkan informasi dari dokter yang merawatnya bahwa ia didiagnosis menderita kanker otot. Dari hasil diagnosis tersebut ia kemudian melanjutkan pengobatannya dan menjalani kemoterapi sebanyak 3 kali. Kemoterapi tersebut dilakukan di rumah sakit yang sama, RS Queen Mary Hospital Hongkong. Namun karena kehabisan biaya dan kondisi yang tidak kunjung membaik Yunita memutuskan untuk pulang ke Indonesia pada tanggal 4 Februari 2017. Beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 4 Mei 2017 Yunita kembali mengupayakan pengobatannya dengan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap karena kondisi kakinya yang semakin membesar dan membuatnya kesulitan untuk berjalan. Dokter di RSUD Cilacap menyarankan agar ia dirujuk ke poli orthopedi RS dr. Suharso, Solo. Yunita dahulu selama di Hongkong bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Selama menjalani pengobatan di Indonesia, Yunita dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Ayahnya, Bramantyo (55) bekerja sebagai nelayan sementara sang Ibu, Sarinah (52) adalah seorang ibu rumah tangga. Kedua orang tuanya tidak memiliki biaya yang cukup untuk biaya transportasi dan akomodasi Yunita selama menjalani pengobatan. Selain itu ia juga memiliki ketakutan seandainya nanti ia harus diamputasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Yunita dan keluarga. Santunan dari sedekaholics disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi agar Yunita bisa segera melanjutkan pengobatannya. Semoga setelah menjalani pengobatan lanjutan Yunita bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @firdhanelis

Bu Yunita menderita kanker otot


SARTI BINTI ASMARJA (53, Tumor Payudara Kanan). Alamat : RT 5/4, Desa Adipasir, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Awal tahun 2016, Ibu sarti sering merasakan nyeri di payudara kanannya. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat tumor di payudara kanan beliau. Ibu Sarti pun menjalani operasi pengangkatan tumor di RSI Bawang Banjarnegara pada 18 April 2016. Setelah mnejalani kontrol selama 3 bulan, Ibu Surati dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Pada 19 Januari 2017, beliau menjalani operasi yang kedua untuk membuang tumor yang sudah menjalar ke payudara kirinya. Kini beliau rutin menjalani kemotherapi dan kontrol setiap bulan di RS Margono. Ibu Sarti hanya dapat terbaring lemas di tempat tidur, belum dapat beraktifitas seperti semula. Beliau juga harus mengganti perban setiap hari. Suaminya, Supriyanto (57) bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Penghasilan suaminya yang kecil terkadang tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kini suaminya tidak dapat bekerja seperti biasa karena harus menjaga Ibu Sarti yang toidak dapat ditinggal, terlebih saat menjalani kemotherapi. Biaya pengobatan Ibu Sarti dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, namun beliau kesulitan dalam hal biaya untuk mengganti perban dan operasional saat ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sarti, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya hidup sehari-hari dan operasional saat kontrol dan kemotherapi rutin di rumah sakit. Semoga Ibu Sarti segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Bu Sarti menderita tumor payudara kanan


KARWEN BINTI DARSUN YASMUDI (51, Mola). Alamat : RT 2/2, Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Ibu Karwen bermula pada Desember 2015. Beliau mengeluhkan perutnya sakit dan membesar. Setelah diperiksakan ke Puskesmas Pekuncen, dokter mendiagnosis Ibu Karwen mengalami hamil anggur. Dari puskesmas, Ibu Karwen dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Ajibarang dan didiagnosis menderita mola oleh dokter. Pengobatan dilanjutkan di RS Margono. Ibu Karwen pun menjalani kiret tahap I pada 17 Desember 2015 dan kiret tahap II pada 31 Desember 2015. Setelah menjalani tes hormon dan hasil laboratorium keluar, dokter menyarankan agar Ibu Karwen menjalani kemoterapi di RS Sardjito. Beliau menjalani 4 kali kemoterapi di RS Sardjito dan diwajibkan kontrol rutin setiap bulan selama 3 bulan. Namun sejauh ini baru kontrol sekali pada September 2016. Kini kedua paha Ibu Karrwen sering terasa berat dan kadang hal tersebut mengganggu aktivitasnya. Suaminya, Hartoyo (55) bekerja sebagai buruh serabutan berpenghasilan kecil. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Ibu Karwen dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol ke RS Sardjito. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Karwen sehingga dapat kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol ke RS Sardjito. Laporan santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 959. Kini Ibu Karwen sudah selesai menjalani kemotherapi dan sedang melanjutkan kontrol rutin di RS Sardjito dengan rentang waktu 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun.

Jumlah Bantunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Arif@paulsyifa

Bu Karwen menderita mola


IDA NURIFATIN MUSLIMAH (12, Bantuan Rumah). Alamat : RT 2/5, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Ida saat ini bersekolah di Sekolah Dasar (SD) kelas 5. Sejak ia lahir, ibunya mengalami gangguan jiwa berat, sehingga tidak pernah merawat, memasak dan mencari nafkah. Sejak 5 tahun yang lalu, Ida hanya tinggal bersama ibu dan kedua kakaknya. Kakak pertamanya menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Penghasilannya tersebut sangat sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, kondisi rumah yang rusak berat pun tidak dapat dibetulkan. Kakak keduanya sedang hamil 7 bulan dan berada di Panti Sosial. Ibunya sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang. Ida dan kakaknya kini menumpang di rumah pamannya. Beberapa komunitas sosial berusaha membantu kesulitan Ida dan keluarga dengan membuatkan rumah layak huni untuknya, namun masih kekurangan dana. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ida dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya pembuatan rumah layak huni untuk mereka. Semoga Ida dan keluarga dapat tinggal bersama-sama di rumah yang nyaman.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2015
Kurir : @arfanesia @KangImam @paulsyifa

Bantuan rumah


ANDIKA CHOLTI UMBARA (14, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak usia 4 tahun, Andika mengalami kejang. Ia kemudian diperiksakan ke dokter. Selang beberapa pekan matanya bengkak, ia pun kembali berobat ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosis Andika menderita gagal ginjal. Kondisi Andika semakin parah, 3 bulan kemudian alat vitalnya membesar. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Banyumas, kemudian dirujuk ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Andika mengalami ginjal bocor dan harus menjalani rawat inap di RS Margono. Kini kondisi badan Andika bengkak, lemas, mata bengkak dan perut keras. Andika adalah putra dari pasangan Bapak Sukir (58) dan Ibu Martini (53). Bapak Sukir bekerja sebagai petani nira, sedangkan Ibu Martini adalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan Bapak Sukir yang kecil sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Andika dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun ia kesulitan biaya transportasi saat kontrol dan akomodasi saat rawat inap di RS Margono. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andika dan keluarga, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi saat pengobatan di rumah sakit. Semoga Andika segera diberi kesembuhan dan dapat beraktifitas dengan normal.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Lasminah @paulsyifa

Andika menderita gagal ginjal


ROHYATI NASIM (43, Tumor Payudara Kanan). Alamat : RT 4/1, Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang dirasakan Ibu Rohyati bermula dari selurug dada hingga punggung yang terasa linu dan nyeri. Beliau kemudian beberapa kali diperiksakan ke puskesmas namun tidak ada perubahan yang berarti. Beliau kemudian sempat dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Orthopaedi dan RS Banyumas, namun juga belum ada perkembangan. Semakin lama, payudara kanan Ibu Rohyati mulai membesar, sehingga beliau diperiksakan ke RS Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita tumor payudara sebelah kanan yang sudah menyebar hingga ke tulang rusuk. Beliau pun dijadwalkan menjalani operasi pada 17 Mei 2017. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Kini Ibu Rohyati sedang menjalani kontrol rutin di RS Margono. Suaminya, Nasim (47) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilannya tersebut sulit mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka juga kesulitan mencari biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Ibu Rohyati. Menjelang Ibu Rohyati dioperasi, Bapak Nasim pergi ke Bandung untuk bekerja mencari tambahan biaya pengobatan istrinya. Ibu Rohyati pun sementara harus tinggal berdua dengan putranya yang masih kelas 3 SD. Biaya pengobatan Ibu Rohyati dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun masih kesulitan biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rohyati sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan transportasi selama kontrol di RS Margono.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean Lasminah @paulsyifa

Bu Rohyati menderita tumor payudara kanan


RIZKI ABDULLAH (3, Lumpuh Virus CMV). Alamat : RT 7/3, Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Pada saat lahir, kondisi tubuh Dik Rizki normal, sehat dan tidak ada kelainan. Saat usia 9 bulan, ia mengalami panas tinggi. Kedua orang tuanya langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis Dik Rizki mengalami terserang virus CMV yang mengakibatkan lumpuh. Dik Rizki kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Margono. Namun karena biaya pengobatan yang mahal, kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, dan Dik Rizki belum memiliki jaminan kesehatan apapun, maka Dik Rizki dibawa pulang kembali. Setelah itu, kedua orang tuanya mengusahakan kesembuhan Dik Rizki dengan pengobatan herbal, namun setelah satu tahun kondisinya belum ada perkembangan. Kini Dik Rizki masih belum bisa beraktivitas dengan normal dan lumpuh. Ayahnya, Okin Mustofa (34) bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya, Rohmanti (30) adalah seorang karyawan swasta. Penghasilan mereka yang kecil hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, hampir tidak ada sisa untuk disimpan. Biaya pengobatan Dik Rizki kini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Namun kedua orang tuanya masih kesulitan mencari biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan Dik Rizki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dik Rizki dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Dik Rizki menjalani kontrol dan fisioterapi. Semoga Dik Rizki segera diberi kesembuhan dan tumbuh dengan sehat.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Rahayu @paulsyifa

Rizky menderita lumpuh virus CMV


TITO DWIE SAPUTRO (36, Patah Tulang Kaki + Tangan Kanan). Alamat : RT 3/1, Desa Dermasari, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pada Desember 2016, Bapak Tito mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Cilacap. Beliau segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Fatimah Cilacap untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika. Bapak Tito harus menjalani operasi pada lengan dan kaki kanannya yang mengalami patah tulang cukup serius. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Dalam proses penyembuhan pasca operasi,beliau harus kontrol ke rumah sakit. Pada bulan April 2017, Bapak Tito dirawat di RS Wijaya Kusuma Purwokerto karena mengalami gatal-gatal akibat alergi obat. Jari kaki kirinya bengkak dan sakit setelah lepas pen. Kondisi tubuh beliau pun menurun pada tanggal 12 Mei 2017 yang mengakibatkan beliau meninggal dunia. Dahulu Bapak Tito bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah hotel, semenjak sakit beliau tidak dapat bekerja seperti biasa. Penghasilan keluarganya terhenti. Istrinya, Nuryanti (32) adalah seorang ibu rumah tangga. Orang tuanya, Sugeng Riyanto (63) bekerja sebagai petugas cleaning service hotel dan Sawitri (59) membuka usaha warung kecil-kecilan. Dari orang tuanya tersebut, keluarga Bapak Tito mendapatkan nafkah untuk sementara. Biaya pengobatan Bapak Tito dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan keluarga Bapak Tito, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkannya. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat pada rombongan 993. Semoga amal ibadah almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Yunanto @paulsyifa

Pak tito menderita patah tulang kaki + tangan kanan


RETNO MULYO (21, Infeksi Saluran Pencernaan + Luka Ginjal). Alamat : RT 3/3, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Retno sudah merasakan sakit di perutnya pada Maret 2017. Ia pun berobat ke puskesmas. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, kondisinya belum juga membaik. Ia pun berobat ke dokter umum hingga 3 kali. Awal Mei 2017, kondisi tubuhnya melemah selama 1 pekan. Ia pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Goetheng Purbalingga dan didiagonosis mengalami infeksi saluran pencernaan dan ada sedikit luka di ginjalnya. Retno pun menjalani rawat inap selama 3 hari, kemudian pulang karena kesulitan biaya. Sepekan di rumah, kondisi tubuhnya kembali turun dan ia pun dibawa ke RS Goetheng lagi. Akhirnya, Retno menghembuskan nafas yang terakhir pada 25 Mei 2017 di RS Goetheng. Ayahnya, Seno sudah terlebih dahulu meninggal dunia, sedangkan ibunya, Khotimi (50) tidak bekerja. Retno memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III, namun berada di Medan sehingga tidak dapat digunakan untuk membantu biaya pengobatannya selama ini. Karena kesulitan ekonomi juga, keluarganya harus meminjam uang untuk pengobatan Retno. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Retno dan keluarganya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Didik Cahyo @paulsyifa

Bu Retno menderita infeksi saluran pencernaan + luka ginjal


RATNAWATI BINTI RASDI (43, Gangguan Pendengaran). Alamat : RT 8/1, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Ratna sudah menderita gangguan pendengaran sejak 20 tahun yang lalu saat melahirkan anak keduanya. Namun Ibu Ratna tidak segera melakukan pengobatan dengan serius karena merasa takut dan biaya pengobatan yang mahal (saat itu beliau belum memiliki jaminan kesehatan). Setelah beliau mendapatkan jaminan kesehatan, Ibu Ratna memeriksakan diri ke Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sudah ada lubang di gendang telinganya. Beliau sudah menjalani operasi pada bulan Mei 2017 di RS Margono. Ibu Ratna bekerja sebagai asisten rumah tangga, sedangkan suaminya, Karsono (41) bekerja serabutan. Penghasilan mereka yang kecil hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Biaya pengobatan Ibu Ratna dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di RS Margono yang jauh dari tempat tinggalnya menjadi kendala bagi Ibu Ratna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau. Sedekah Rombongan ikut merasakan kesulitan yang dialami Ibu Ratna. Santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatannya. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laporannya terdapat di rombongan 935. Pasca operasi kini kondisi telinga Ibu Ratna masih sakit, namun sudah dapat mendengar dengan lebih baik. Semoga Ibu Ratna segera diberikan kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

BU Ratna menderita gangguan pendengaran

SRI ASIH BINTI PARNO WIBOWO (47, Kanker Serviks). Alamat : Jln. Adi Sucipto, RT 2/2, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Keseharian Ibu Sri adalah menjual jamu keliling, sedangkan suaminya, Bapak Maryono adalah penjual bakso. Ibu Sri dan Bapak Maryono memiliki 8 anak, satu diantaranya sudah menikah. Sakit yang dialami Bu Sri berawal saat ia dan suami pergi ke tempat anak mereka yang sudah menikah. Setelah menempuh jarak yang sangat jauh dengan kondisi jalan yang rusak, sepulang dari rumah anaknya Ibu Sri mengeluh sakit pada kelaminnya. Selang beberapa hari, Ibu Sri mengalami pendarahan hebat hingga keluarga harus melarikannya ke rumah sakit dan setelah menjalani pemeriksaan baru diketahui ia menderita kanker serviks stadium 3. Pada saat itu keluarga tidak mengira pengobatan Ibu Sri akan membutuhkan waktu yang lama sehingga mereka tidak membuatkan jaminan kesehatan untuknya. Kondisi tersebut membuat beberapa bulan pengobatan Ibu Sri menggunakan uang simpanan dan dari hasil menjual harta benda yang dimiliki. Keluarga akhirnya membuatkan Ibu Sri KIS untuk keberlangsungan pengobatan. Saat ini anak ke-2 Ibu Sri yang menjadi tulang punggung keluarga dan ia juga yang merawat adik – adiknya yang masih kecil, maklum saja sejak Ibu Sri sakit, Bapak Maryono tidak dapat bekerja lagi karena harus mengantar Ibu Sri berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sri. Saat berkunjung ke rumah Ibu Sri, kurir merasakan kesulitan yang dialami keluarganya. Bantuan awal pun disampaikan untuk kebutuhan berobat dan membeli obat yang tidak ditanggung BPJS.

 

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu Sri menderita kanker serviks


DIKO KURNIAWAN (8, UDT Bilateral). Alamat : Jalan Tanjung Raya 1, Gang Tanjung Raya, RT 1/3, Desa Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Diko adalah putra ketiga dari Ibu Maryati dan Bapak Rahmat yang sehari – hari menjajakan kue yang dibuat istrinya. Diko sejak bayi mengalami kelainan pada alat kelaminnya, ia memiliki kelamin ganda. Saat buang air kecil, kedua alat kelaminnya mengeluarkan air seni. Diko pernah menjalani operasi pada tahun 2012 untuk menganalisis gen, dan dinyatakan ia memiliki gen laki – laki lebih kuat dan dari analisis dokter ia tidak memiliki rahim. Beberapa tahun berselang, Diko kemballi menjalani operasi untuk memperbaiki saluran kencingnya di RSUD Soedarso Pontianak. Pasca operasi, keanehan muncul karena saat buang air kecil, air seni keluar dari “kelamin perempuan” Diko yang sudah ditutup. Setelah diperiksa ternyata jahitan operasinya ada yang lepas dan Diko harus menjalani operasi kembali untuk penutupan “kelamin perempuannya” dan penurunan buah zakar. Sepintas Diko seperti anak yang sehat, ia sangat aktif baik di rumah maupun di sekolahnya. Meskipun tidak terasa sakit, lama – kelamaan sakit yang dialami Diko membuatnya minder sehingga ia terlihat murung. Sering kali orang tuanya berusaha menghibur agar Diko tetap ceria. Alhamdulillah dalam waktu dekat dokter yang menangani Diko telah menjadwalkan pelaksanaan operasi. Pengobatan Diko telah ditanggung BPJS, namun Pak Rahmat tetap mengalami kesulitan untuk kebutuhan pengobatan lainnya karena ia sudah tidak dapat bekerja selama mendampingi anaknya berobat. Saat Kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumah Bapak Rahmat, Kurir merasakan betul kesulitan yang dialami keluarga ini sehingga bantuan awal pun diberikan untuk biaya hidup selama menjalani pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Diko menderita UDT bilateral


SUSANTI BINTI EFENDI (37, Melahirkan dengan Operasi Caesar). Alamat : Jln. Tanjung Raya 2, Desa Kapur, Gang H. Mukti, RT 3/1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Susanti sehari – hari menjalani aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, sekitar 4 tahun lalu ia menikah siri dengan Bapak Soni Irawan. Empat tahun terakhir, Ibu Susanti dan keluarga hidup berpindah – pindah karena penghasilan Pak Soni sebagai buruh bangunan sangat kecil, yang membuat mereka sering terlambat bahkan tidak dapat membayar sewa kos. Kondisi ekonomi keluarga semakin sulit karena mereka harus memenuhi kebutuhan kedua anak mereka, Dewi Tri Anggraini dan Tri Agustiawan yang masih bersekolah. Pada tanggal 1 Juni 2017, Ibu Susanti dijadwalkan melahirkan anak ketiganya. Pernikahan Ibu Susanti dan Pak Soni yang belum berstatus hukum menjadi hambatan untuk pembuatan jaminan kesehatan. Bapak Soni membawa Ibu Susanti ke klinik terdekat dengan harapan persalinan normal, namun di luar dugaan karena asma yang diderita Ibu Susanti dan kondisi berat badannya yang menurun membuat dokter menyarankan untuk operasi caesar. Sebelumnya Bapak Soni sempat tidak menyetujui saran tersebut karena khawatir biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, namun demi keselamatan istri dan anaknya ia menyetujuinya. Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, Ibu Susanti dan anak yang dilahirkannya selamat dan dokter memperbolehkan pulang. Pak Soni tak dapat membawa pulang istri dan anaknya hingga seminggu lamanya karena tak mampu membayar biaya persalinan yang mencapai Rp. 11.805.000,-. Pak Soni akhirnya terpaksa meminjam dan meminta bantuan ke berbagai pihak, dan alhamdulillah akhirnya ada beberapa donatur yang membantu membayar sebagian biaya persalinan. Saat berkunjung ke kos tempat tinggal Bapak Soni dan keluarga, kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami keluarga ini. Akhirnya bantuan pun disampaikan untuk pelunasan biaya persalinan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bantuan biaya melahirkan dengan operasi caesar


KASITA BINTI KASIM (42, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Ciku, RT 1, Kelurahan Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Kasita, seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai empat orang anak, didiagnosis dokter mengalami kanker payudara sejak 1 tahun yang lalu. Penyakit Ibu Kasita diawali dengan keluhan terdapat benjolan pada payudaranya 2 tahun lalu yang semakin lama semakin terasa nyeri. Pada saat itu, Ibu Kasita tidak memiliki biaya untuk berobat, sehingga pengobatan yang dilakukan hanyalah pengobatan herbal dan alternatif. Kondisi Ibu Kasita tidak ada perubahan, sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau. Tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi pada benjolan di payudara Ibu Kasita. Setelah operasi, Ibu Kasita diharuskan menjalani kemoterapi di RS Embung Fatimah, Batam. Saat ini Ibu Kasita sudah tiga kali menjalani kemoterapi. Alhamdulillah, untuk keperluan pengobatan sudah ditanggung KIS yang dimillikinya, akan tetapi Ibu Kasita terbentur biaya untuk transportasi ke Batam yang membutuhkan penyeberangan dengan transportasi laut. Kondisi tersebut membuat Ibu Kasita belum bisa melanjutkan kembali kemoterapi seperti yang dijadwalkan. Kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Kasita dan keluarga mengandalkan penghasilan sang suami, Bapak Jamal. Sejak Ibu Kasita sakit, Bapak Jamal sering tidak masuk kerja karena lebih memilih untuk mengurus sang istri. Sayang sekali saat ini Bapak sudah diberhentikan dari tempatnya bekerja, sehingga ia sangat kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga terlebih lagi keempat anaknya masih kecil dan bersekolah. Alhamdulillah atas izin Allah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Kasita dan keadaannya cukup membaik. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, Ibu Kasita tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ibu Kasita bercerita bahwa ia ingin sekali melanjutkan pengobatan dan sembuh dari penyakitnya, sehingga nantinya bisa beraktivitas seperti sedia kala dan membantu suaminya menghidupi keempat anak mereka. Ibu Kasita berkata bahwa bantuan dari sedekaholic yang disampaikan melalui kurir Sedekah Rombongan akan ia pergunakan sebaik mungkin untuk melanjutkan proses kemoterapinya sampai selesai. Semoga Ibu Kasita diberikan kesabaran dan bisa melanjutkan pengobatannya kembali sampai diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Imam @ririn_restu

Bu Kasita menderita kanker payudara


BAYI NYONYA AGUSTINA (1, Asfiksia Neonatorum). Alamat : Jalan Raya Nongsa Asri, RT 1/12, Kelurahan Nongsa, Kecamatan Batu Besar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada 15 Mei 2017 lalu, Agustina (19), melahirkan putra pertamanya di klinik melalui persalinan normal, akan tetapi setelah lahir bayinya tidak menangis dan kondisinya lemas serta kakinya terlihat membiru. Saat itu juga oleh pihak klinik sang bayi dirujuk ke RS Elisabet Batam Center dan langsung dilakukan pertolongan. Dokter menerangkan kondisi yang dialami sang bayi biasa disebut asfiksia neonatorum atau gangguan sirkulasi pernapasan. Bayi Ny. Agustina sempat dirawat di rumah sakit selama 25 hari, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Agustina dan suaminya, Nasrullah bin Sahrullah (16) belum bekerja dan masih bergantung dengan orang tua yang sehari – harinya menjual solar dan bensin. Selama dirawat di RS Elisabet Batam Center, bayi Ny. Agustina menggunakan biaya mandiri tanpa ada jaminan kesehatan karena sang ayah belum memiliki KTP. Keluarga akhirnya menghadapi kendala biaya rumah sakit yang terus membesar hingga mencapai 15 juta rupiah, sedangkan kondisi keuangan keluarga tidak sanggup untuk melunasi semua tagihan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Nasrulah dan Agustina. Bantuan pun disampaikan untuk mencicil tagihan biaya rumah sakit. Semoga Bayi Ny. Agustina tumbuh dewasa dengan sehat dan menjadi kebanggaan orang tuanya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000.-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Rasna @ririn_restu

Bayi ny.agustina menderita asfiksia neonatorum


PUTRI UTAMI (3, Jantung Bocor). Alamat : Jalan Teluk Red, RT 1/3, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Putri, begitu gadis kecil ini biasa dipanggil, didiagnosis dokter mengalami pembocoran katup jantung. Putri sering mengeluh sesak napas saat beraktivitas, berat badan sulit naik dan ia sering sakit. Putri sudah berobat beberapa kali di RS Tarempa, akan tetapi belum ada peningkatan. Kendala yang dihadapi juga disebabkan tidak lengkapnya fasilitas di rumah sakit tersebut. Akhirnya keluarga berinisiatif untuk membawa Putri berobat ke RS Awal Bros yang tidak bekerja sama dengan BPJS. Putri didiagnosis mengalami pembocoran katup jantung yang membuatnya sering mengalami sesak. Menurut dokter Putri harus menjalani operasi, namun biaya operasi yang mencapai lebih dari 30 juta membuat keluarga mengurungkan niat untuk melanjutkan pengobatan disebabkan ketiadaan biaya. Keluarga masih mencoba segala cara untuk membawa Putri berobat. Putri pun akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau. Dokter RSUP menyarankan Putri berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, untuk melanjutkan pengobatan dan rencana operasi. Kondisi Putri saat ini masih sering mengalami sesak napas saat beraktivitas. Putri adalah anak dari Bapak Hasan (43) dan Ibu Cucun Cenaya (33). Ayah Putri bekerja sebagai petani untuk menghidupi keluarga. Putri dan keluarga memiliki jaminan kesehatan bantuan pemerintah. Kendala saat ini yang dihadapi oleh Putri dan keluarga adalah keterbatasan biaya untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta. Putri tidak memiliki keluarga di Jakarta, dan orang tuanya tidak memiliki cukup biaya untuk menyewa tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari selama proses pengobatan. Alhamdulillah atas izin Allah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Putri. Kedua orang tua Putri merasa senang dan bersyukur. Bantuan dari sedekaholic yang disampaikan melalui kurir Sedekah Rombongan akan dipergunakan untuk biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Jakarta. Orang tua Putri berharap operasi dapat berjalan lancar dan putri kecil mereka bisa sembuh seperti sedia kala dan dapat tumbuh menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga Putri diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, amin.

 

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Agustus @ririn_restu

Putri menderita jantung bocor

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 VIKKY DWI PUTRA 1,350,000
2 MANSHUR AZIZ 500,000
3 YULI TUTAS 500,000
4 SITI NUR ALIFAH 500,000
5 RAJI NURKAYATI 500,000
6 SITI MU’ALIMAH 813,000
7 ADITYA RIFKI 3,900,000
8 ZUNI LATIFAH 3,400,000
9 MUHAMMAD ANDHIKA DWI SAPUTRO 500,000
10 ARIFIN REMBANG 1,000,000
11 DEA PUTRI AMIRA 2,700,000
12 DEVI INDRA ALDIFA 500,000
13 GIAT AGUS SALIM 1,565,000
14 GIAT AGUS SALIM 1,300,000
15 GIAT AGUS SALIM 1,100,000
16 GIAT AGUS SALIM 1,100,000
17 GIAT AGUS SALIM 1,000,000
18 MUSRIATUN KASMANI 500,000
19 SUPARNO BIN ABDULLAH 1,000,000
20 WARSI TUMIJA 1,500,000
21 TITTA SAFITRI 750,000
22 AZIZI 750,000
23 ROBINAH BINTI BUNASAH 1,000,000
24 ATTINA BIN BATIN 750,000
25 MAISUNAH BINTI NAIMAN 500,000
26 DIJA BINTI LEMONAN 500,000
27 JALALUDDIN BIN MOHAMMAD SAID 1,500,000
28 NUR AISYAH HIDAYAH 500,000
29 JUMAIDAH BINTI MAKLANI 750,000
30 R. HERI MULYADI 800,000
31 SAIDATULw MILLAH 750,000
32 SUBAGYO HARTONO 1,000,000
33 MAHMUD HASAN 1,000,000
34 RUBINEM BINTI SINGOIJOYO 1,000,000
35 NGATIRAH BINTI MADYO UTOMO 1,000,000
36 ZAENAL NGABIDIN 1,000,000
37 KARSI BINTI KARTO ATEMO 500,000
38 PEMBUATAN JEMBATAN MUSHOLA BAHRUNNAJA 2,000,000
39 DALIYAH BINTI KARIYO TUMIN 1,000,000
40 NGADIMAN BIN KARIYO IKROMO 500,000
41 ARVIYAN PRADEKTA 500,000
42 THERESIA PAIRAH 1,000,000
43 TUKIRANTO BIN PAWIRO JEMIKO 1,000,000
44 SUGIMAN BIN WONGSODINOMO 1,000,000
45 NASTIYAH BINTI MERTOIRONO 1,000,000
46 TPA MASJID AL JIHAD 2,000,000
47 SUTINAH BINTI WIRO 1,000,000
48 RADIYA PRATAMA 1,100,000
49 WASEM HARTATI 1,000,000
50 HARUN SUSANTO 1,000,000
51 NGADENAN BIN AMAT REJO 1,000,000
52 SUKINAH BINTI SUNARTO 1,000,000
53 ACHMAD SODIKIN 750,000
54 YULIANTO BIN NASIR 1,000,000
55 YUNITA FIKRI TRIANA SARI 1,000,000
56 SARTI BINTI ASMARJA 1,000,000
57 KARWEN BINTI DARSUN YASMUDI 750,000
58 IDA NURIFATIN MUSLIMAH 2,000,000
59 ANDIKA CHOLTI UMBARA 1,000,000
60 ROHYATI NASIM 1,500,000
61 RIZKI ABDULLAH 500,000
62 TITO DWIE SAPUTRO 1,000,000
63 RETNO MULYO 1,000,000
64 RATNAWATI BINTI RASDI 500,000
65 SRI ASIH BINTI PARNO WIBOWO 750,000
66 DIKO KURNIAWAN 500,000
67 SUSANTI BINTI EFENDI 2,500,000
68 KASITA BINTI KASIM 500,000
69 BAYI NYONYA AGUSTINA 3,000,000
70 PUTRI UTAMI 1,000,000
Total 75,628,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 75,628,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1016 ROMBONGAN

Rp. 52,029,616,557,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.