Rombongan 1015

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Posted by on June 23, 2017

KIKI WANDA (17, Disabilitas). Alamat: Dusun Pamegatan, RT 19/6, Desa Margahayu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kiki terlahir dengan kaki yang tidak normal, tulang kakinya menjadi bengkok dan pertumbuhannya tidak sempurna. Jalannya menjadi pincang dan tubuhnya menjadi cepat lelah bila berjalan jauh. Hingga kini ia berumur 17 tahun, ia tak pernah dibawa ke klinik atau rumah sakit untuk sekedar pemeriksaan karena kendala finansial. Jaminan kesehatan pun ia tak punya. Kehidupan sulit yang menghimpit membuat keluarga Kiki hanya membawanya ke pengobatan alternatif untuk dipijat namun tak ada kesembuhan yang didapatkan. Kiki dan keluarga bekerja sebagai pemulung sampah dan ia harus berjalan jauh sekali hingga berkilo-kilo meter demi mendapatkan beberapa rupiah untuk makan. Kiki juga mempunyai adik yang tidak sekolah termasuk dirinya karena tak mempunyai biaya. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menemukan Kiki di pinggir jalan, saat ia beristirahat bersama temannya yang juga mengalami kelainan mata. Meskipun hidup dalam kesusahan, Kiki pantang mengemis. Santunan dari Sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Kiki dan biaya sehari-hari. Semoga Allah memberi rejeki yang berlimpah kepada Kiki dan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 10 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Kiki menderita disabilitas


ENCUM BINTI KARIMAN (58, Reumatik + Hipertensi + Sesak Napas). Alamat: Kp. Kebon Kelapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Bu Encum merasakan beberapa penyakit menyerangnya karena daya tahan tubuhnya semakin melemah dan sering mudah lelah. Rasa sakit tersebar di beberapa bagian tubuh, seperti perut yang sakit, dada yang sesak dan badan yang pegal luar biasa. Ia hanya mengobati rasa sakit tersebut dengan pergi ke puskesmas seminggu dua kali dan membeli beberapa obat di apotik. Ia tak berani memeriksakan diri ke dokter karena biaya yang menurutnya relatif besar meskipun banyak dokter yang praktek di sekitar rumahnya. Sesekali ia hanya tiduran di rumah 4×4 meternya karena tak mampu beraktifitas berat padahal ia mesti bekerja untuk mencari nafkah karena suaminya sudah meninggal beberapa bulan lalu karena sakit dan Dempster dibantu Sedekah Rombongan. Bu Encum tinggal sendiri di rumahnya karena anak-anaknya sudah berkeluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa kembali bertemu Bu Encum dan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk membantu proses pengobatannya dan semoga ia segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Juni 2017
Kurir: @ddeyaefudin @mustikanoverita

Bu Encum menderita reumatik + hipertensi + sesak napas


OMAN ABDUL ROHMAN (67, Jatuh Dari Pohon). Alamat: Kp. Citambal, RT 18/5, Kelurahan Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Oman jatuh dari pohon saat ia berniat untuk memetik kelapa untuk dijadikan santan. Saat terjatuh, kepalanya terbentur Batu dan membuat tengkorak kepalanya retak dan ia langsung dibawa ke RS Banjar namun harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan ia dirawat selama beberapa minggu. Sayangnya, ia kembali harus dirujuk ke RSHS Bandung untuk tindak lanjut karena kepalanya harus dioperasi namun Pak Oman belum siap mental. Hingga saat ini, Pak Oman harus bolak-balik ke Bandung selama dua kali seminggu dan menghabiskan biaya jutaan perminggunya. Meskipun ia mempunyai jaminan kesehatan tetap saja biaya akomodasi terasa begitu berat. Pak Oman bekerja sebagai petani dan mengajar di sebuah pesantren di daerah Tasikmalaya yang lumayan agak terpencil sehingga ia terkadang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Jalan menuju rumahnya berliku dan berbatu karena dikelilingi pegunungan. Istrinya, Mumun (59) yang setia merawatnya di rumah hingga ke RS terpaksa tidak bekerja karena tidak punya banyak waktu luang, apalagi mereka tidak mempunyai anak. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mencapai rumah Pak Oman dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya pengobatan dan semoga ke depannya akan didampingi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan untuk Pak Oman. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Oman terjatuh dari pohon


ICOH BINTI MISJA (48, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tanggal 14 Mei Ibu Icoh kembali berangkat ke Bandung untuk menjalani lagi pemeriksaan di RSHS. Ibu Icoh akan menjalani kemoterapi yang kedua. Tapi setelah hampir dua minggu, beliau baru mendapatkan ruangan untuk kemoterapi. Selain itu, HB Ibu Icoh juga menurun, Tim medis pun mengundurkan jadwal kemoterapi Ibu icoh sampai HB nya kembali normal. Setelah mendapatkan ruangan dan HB nya kembali normal, Ibu Icoh menjalani satu minggu perawatan di rumah sakit. Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan ketujuh dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Bu Icoh menderita kelenjar getah bening


KASWITI BINTI SUKATMA (53, Luka Bekas Operasi). Alamat : Dusun Satu, RT 4/1, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Kaswiti merupakan korban kecelakaan lalu lintas di jalur Sumatera pada bulan September tahun 2012. Pada saat itu, beliau dalam perjalanan menuju Bengkulu untuk bekerja dalam sebuah proyek bangunan sebagai juru masak. Akan tetapi Allah berkehendak lain, mobil Elf yang beliau tumpangi mengalami kecelakaan hingga jatuh ke jurang sedalam 70 meter. Akibat kejadian nahas tersebut Ibu Kaswiti pingsan di lokasi kejadian dan baru sadar ketika beliau sudah berada di rumah sakit terdekat. Karena benturan yang cukup keras, wajah sebelah kiri beliau rusak. Selain itu, beliau mengalami patah tulang tangan kanan, tulang belakang hingga ada relakan pada tulang iga. Ketika keadaan beliau mulai membaik, beliau kembali pulang ke Kuningan. Akhirnya, beliau langsung mengambil tindakan terapi untuk menyembuhkan bagian tulang belakang dan iga yang retak di sebuah klinik herbal di daerah Panjalu, Tasikmalaya selama 25 hari. Namun untuk bagian tangan yang patah, beliau mendapat tindakan operasi sekaligus pemasangan pen di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Dua tahun kemudian, pen tersebut sudah bisa dilepas. Akan tetapi, setelah pelepasan pen sayangnya beliau tidak menjalani pengobatan lanjutan karena terkendala masalah biaya. Akibatnya, terjadi infeksi pada tangan beliau. Beliau hanya berobat ke dokter praktek terdekat. Namun, pengobatan harus kembali berhenti dua bulan ini karena keterbatasan biaya. Kondisi tangan kiri yang patah saat ini sulit di gerakkan, kadang-kadang keluar cairan dan terasa gatal. Sehari-hari, Ibu Kaswiti mendapat penghasilan dari berjualan bensin. Penghasilannya hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Suami beliau, Bapak Warno telah meninggal dunia. Walaupun beliau memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3, beliau membutuhkan biaya transportasi, akomodasi dan biaya obat di luar BPJS. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Kaswiti sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi, akomodasi dan juga biaya obat-obatan diluar BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyarohandis

Bu Kaswiti menderita luka bekas operasi


BAYI YESTI APRIYANTI (1, Kelainan di Saluran BAB dan Saluran Kencing). Alamat : Dusun Manis, RT 4/1, Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bayi Yesti adalah anak dari pasangan suami istri Ibu Yesti Apriyanti (21) dan Bapak Alex Sandrana (27). Ketika usia kandungan Ibu Yesti 6 bulan, beliau melakukan USG terhadap perkembangan bayi didalam perut. Hasilnya, bayi beliau terindikasi kelainan pada perut bayi. Tindakan lanjutan Ibu Yesti kontrol dengan secara rutin melakukan USG dan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Semakin lama semakin terlihat bahwa ternyata ada gumpalan dan cairan di usus bayi. Kemudian, di usia kandungan ke 9 bulan beliau di bawa ke Rumah Sakit Wijayah Kusumah dan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah dirawat selama satu malam, kemudian operasi caesar dilakukan. Setelah berusia 4 hari, bayi Yesti melakukan tindakan operasi diperutnya untuk membuat 2 saluran kencing dan Bab yang nantinya keluar dari perut. Saat ini, bayi Yesti masih menjalani perawatan di ruang antorium RSHS Bandung. Selama menjalani perawatan, Alhamdulillah terbantu dengan adanya jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Namun, Ibu Yesti dan suami membutuhkan biaya hidup selama di rumah sakit. Selain itu, ada pula obat yang harus dibeli dan itu diluar tanggung jawab BPJS. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Yesti sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya akomodasi dan obat bagi bayinya. Semoga Allah memberi kemudahan bagi bayi Yesti untuk mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi Wawan

Bayi Yesti menderita kelainan di saluran BAB dan saluran kencing


SARKIM BIN ASMUI (51, Tumor Tenggorokan). Alamat : Dusun Wage RT 15/6, Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Sarkim biasa beliau dipanggil adalah seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang istri dan dua orang anak. Saat ini kesehatan beliau tengah terganggu akibat penyakit tumor yang ada pada tenggorokannya. Beliau sakit sejak 8 bulan yang lalu, berawal ketika beliau memakan mie instan. Secara tidak sengaja ternyata ada steples di dalam mie yang beliau makan. Steples tersebut masuk ke dalam tubuh beliau hingga melukai tenggorokannya. Beliau mulai merasakan sakit hingga lama-lama terjadi peradangan yang mengakibatkan bengkak bahkan suara beliau menghilang. Beliau dibawa ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma namun pihak rumah sakit merujuk beliau ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Ketika diperiksa pihak medis memutuskan bahwa beliau positif terkena tumor tenggorokan. Kemudian beliau segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Disana beliau menjalani 2 kali tindakan operasi untuk mengangkat tumor dan memasang kanul untuk alat bantu pernapasan pada tanggal 20 Februari lalu. Setelah operasi beliau harus menjalani 12 kali kemo dan sinar. Akan tetapi, baru sekitar satu minggu lalu kembali terdeteksi ada sebuah benjolan di dekat leher. Jadwal kemoterapi pertama adalah pada tanggal 2 Mei 2017. Sudah hampir satu bulan beliau tinggal di rumah singgah, dan saat ini sudah menjalani dua kali kemoterapi. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI namun beliau tidak memiliki biaya lebih untuk transportasi dan akomodasi ke RSHS Bandung. Semenjak sakit, beliau tidak bekerja. Istri beliau, Ibu Titi Sapti (50) pun tidak bekerja. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari keduanya mengandalkan pemberian dari adik-adiknya. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Sarkim sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi dan akomodasi selama menjalani kemoterapi di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada beliau. Aamiin. Sebelumnya Bapak Sarkim masuk kedalam Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Eka

Pak Sarkim menderita tumor tenggorokan


WASKINAH BINTI ARSA DINATA (49, Kanker Rahim). Alamat : Dusun III RT 2/4, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Waskinah adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita penyakit cukup serius, yaitu kanker rahim. Satu tahun lalu, beliau terbiasa mengambil air dalam jumlah yang banyak dari sebuah sumur. Hal tersebut beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Pada suatu hari, tiba-tiba perutnya kram dan sering terasa mules seperti orang yang akan melahirkan. Selain itu, badan beliau juga sering terasa pegal-pegal. Maka tak lama, kemudian beliau langsung menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit yang ada di wilayah Kuningan, seperti Rumah Sakit Wijaya Kusumah dan Kuningan Medical Center (KMC). Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa ternyata beliau positif terkena penyakit kanker rahim. Kondisi beliau saat ini sangat memprihatinkan. Beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan menahan sakit yang luar biasa pada perutnya. Untuk buang air kecil saja beliau menggunakan selang kateter, karna beliau tidak bisa buang air kecil kalau tidak menggunakan alat kateter. Saat ini Ibu Waskinah mengkonsumsi obat obatan herbal, karna beliau belum melakukan kontrol lagi ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyarankan supaya Ibu Waskiah dibawa saja ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, namun tidak ada keluarga yang bisa mendampingi beliau. Saat ini beliau kesulitan berkenaan dengan biaya untuk membeli obat pereda sakit yang tidak ditanggung oleh BPJS. Meskipun beliau memiliki jaminan kesehatan JKN KIS-PBI. Suami Ibu Waskinah sendiri, Bapak Mulyaji (50) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Waskinah sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biayapembelian obat obatan. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Ibu Waskinah untuk mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Waskinah masuk kedalam Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Waskinah menderita kanker rahim


RUKINI BINTI TARSONO (46, Ca Mamae Sinistra). Alamat : Dusun II Cibodas, RT. 1/4, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rukini adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Beliau mengidap penyakit Ca Mamae atau bahasa umumnya biasa disebut dengan kanker payudara semenjak 2 tahun yang lalu. Sel kanker tersebut menyerang payudara sebelah kiri beliau. Setelah positif terkena kanker payudara, beliau sudah menjalani biopsi di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Selanjutnya, pada bulan April 2016 lalu beliau telah menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sudah 2 kali beliau menjalani operasi, namun setelah tindakan operasi yang ke 2 beliau harus melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi. Untuk pengobatan selanjutnya Ibu Rukini menjalani kemoterapi dengan menggunakan obat saja, dan diperbolehkan kontrol 1 bulan sekali. Pada tanggal 3 April 2017, Ibu Rukini berangkat ke bandung untuk menjalani kemoterapi kedua. Dan saat ini rutin meminum obat kemo. Kondisi Ibu Rukini saat ini Alhamdulillah semakin membaik dan bisa beraktivitas seperti biasa. Saat ini Ibu rukini akan menjalani kemoterapi obat yang ketiga dan harus berangkat lagi ke RSHS Bandung. Ibu Rukini memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Hanya saja beliau memerlukan biaya lain seperti transportasi dan akomodasi. Suami Ibu Rukini bernama Bapak Suhana (62), beliau bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan beliau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Keduanya kesulitan mendapat biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesebelas kepada Ibu Rukini untuk biaya transportasi dan akomodasi. Semoga beliau lekas sembuh dari penyakit yang dideritanya. Aamiin. Sebelumnya Ibu Rukini merupakan pasien Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji winda

Bu Rukini menderita ca mamae sinistra


NIZAM MAULANA (2, Labiopalatoschizies). Alamat : Dsn. Surian, RT 10/5, Ds. Karangpaninggal, Kec. Panawangan, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya. Pada bulan November 2016, Nizam telah menjalani operasi untuk pertama kalinya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis. Alhamdulillah kesehatan Nizam kali ini membaik. 6 Juni kemairin Nizam kontrol di RSUD Ciamis, dan akan melakukan kontrol ulang pada akhir bulan Juni 2017 di RSUD Ciamis. Kondisi Nizam terus membaik. Orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (37) pendapatan harian Bapak Lukmanul Hakim sebagai seorang buruh tani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, Kini Bapa Lukman pergi ke kota untuk mencari tambahan biaya berobat, Ibunya Eti Rohaeti (34) selalu sabar merawat & mengantar Nizam pergi kontrol, Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kedelapan kepada Nizam untuk biaya transportasi ke RSUD Ciamis dan beli obat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin. Sebelumnya Nizam adalah pasien Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Nizam menderita labiopalatoschizies


ELAN PURWANTO (25, Uang Duka). Alamat : Dsn. Neglasari, RT 6/2, Ds. Banjarsari, Kec. Banjarsari, Kab Ciamis, Prov. Jawa Barat. Hampir 20 hari Elan dirawat di RS Margono Purwokerto, hal ini bermula pada 23 Mei lalu ketika dirinya mengalami kecelakaan motor saat berangkat kerja, Pak Elan lalu dibawa ke Puskesmas Banjarsari dan RSUD Ciamis, karena kondisi cukup parah, akhirnya dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto, disana dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan limpa (spelenektomi) serta operasi pada bagian bahu dan tangan, pasca operasi spelenektomi, daya tahan tubuhnya menurun drastis, karena kondisi tersebut, Ia mengalami koma beberapa hari, hingga pada Senin, 12 Juni 2017 Elan akhirnya meninggal dunia saat di rawat di RSUD Margono, kurir Sedekah Rombongan menjenguk Elan dan membantu biaya pengobatan dan operasional selama di rumah sakit. Namun Elan lebih dahulu dipanggil Allah SWT. Elan memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun untuk musibah kecelakaan tidak mendapat klaim dari Jasa Raharja, pekerjaan sehari-harinya sebagai pegawai honorer bagian Tata Usaha di sebuah SMK negeri di Kabupaten Pangandaran yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu keluarganya yaitu Ibu Ruminah (56) dan adiknya Heri (18). Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran memberikan bantuan untuk uang duka dan mengganti operasional dan transportasi selama di rumah sakit. Keluarga Elan merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan, semoga keluarga almarhum diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi ujian ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fier_dha @ramlannugraha

Bantuan untuk uang duka


GINA KARISMA (10, Gangguan Syaraf Otak). Alamat : Dusun Pagadungan, RT 11/5, Desa Pageur Bumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Gina menderita Gangguan Syaraf Otak sejak setahun yang lalu dan kini memasuki bulan kelima Sedekah Rombongan ikut mendampingi pengobatannya dari Rombongan 980. Karena menurut keterangan Dokter Syaraf RSU Banjar harus Rutin kontrol dan berobat jalan selama dua tahun lamanya, namun Bapak Sutarna (56) dan Ibu Mimin sebagai orang tuanya hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini karena penghasilan mereka hanya bisa cukup untuk kehidupan sehari – hari saja. Alhamdullilah atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Pangandaran terus ikut mementau kesehatannya dan ikut membantu memberikan bantuan lanjutan yang di sampaikan Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi dan akomodasi. Neng Gina dan keluarga merasa sangat terbantu sekali dan mengucapkan trima kasih dari lubuk hati yang sedalam-dalamnya kepada para sedekaholik, semoga Neng Gina dapat kembali sehat seperti sediakala, dan beraktivitas kembali seperti biasa. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1011.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @indarkusnandar

Gina menderita gangguan syaraf otak


NANI SURYANI (47, Tumor Ganas Ovarium). Alamat : Dusun Cigebot, RT 5/6, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nani adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita tumor ganas ovarium, awalnya sempat dikira sedang hamil karena disertai mual-mual, kehamilam memang dinantikannya setelah 20 tahun berkeluarga, setelah satu bulan perut membesar seperti enam bulan kehamilan, barulah diperiksa ke dokter, dokter pun menyarankan rontgen dan rujuk ke RSHS Bandung, hasil diagnosa dari RSHS Ibu Nani positif terkena Tumor Ganas Ovarium, Ibu nani sudah melakukan kempoterapi sebanyak tigal kali di RS Hasan Sadikin Bandung. Bapak Lomri (47), suaminya terus mendampingi dan memotivasinya untuk tetap sabar. Bapak Lomri hanya bekerja sebagai buruh di peternakan ayam di kampungnya, hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari saja. Ibu Nani memiliki kartu KIS sehingga untuk biaya rumah sakit ditanggung oleh pemerintah. Sampai saat ini sudah 17 kali kontrol ke RSHS Bandung. Atas ijin Allah, kurir #SedekahRombongan Ciamis dipertemukan dengan Ibu Nani dan menyampaikan santukan untuk transportasi Ciamis – Bandung dan biaya kontrakan di Bandung. Ibu Nani dan Pak Lomri merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Nani dapat cepat dioperasi dan kembali sehat seperti sediakala. Sebelumnya Ibu Nani adalah pasien Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Bu nani menderita tumor ganas ovarium


CICIH MINTARSIH (17, Asma). Alamat : Dsn. Sindangsari, RT 30/11, Ds. Sindangwangi, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Akhir-akhir ini sakit asma Cicih sering kambuh. Nafasnya berat tersengal-sengal dan berbunyi “ngik-ngik”, dadanya pun sesak. Cicih beberapa kali pergi ke Puskesmas Kecamatan namun obat yang diberikan jarang berefek. Diantar orang tuanya Darsih (39), Cicih akhirnya lebih sering berobat ke dokter umum terdekat apabila asmanya kambuh, uang yang dikeluarkan pun lumayan besar, apalagi sakit asma yang dideritanya merupakan faktor keturunan/genetik. Ibu dan tiga saudaranya juga menderita asma Cicih dan keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun, pendapatan orang tua Cicih, Darsono (32) sebagai kuli angkut kelapa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sejak bulan lalu, kurir Sedekah Rombongan membantu mendampingi keluarga Cicih untuk mendapatkan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) akhir Juni ini KIS rencananya mulai aktif. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan bantuan kepada Cicih untuk biaya transportasi ke RSUD Banjar dan membeli obat. Semoga Cicih diberikan kesehatan dan kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @ramlannugraha

Cicih menderita asma


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Mei 2017). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapat difungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Mei 2017, service/beli spare part, dan honor supir. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.729.000,-
Tangggal : 7 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang @cucucuanda

Biaya operasional Mei 2017


RENI RESTINI (41, Melahirkan Prematur + Operasi Caesar). Alamat : Kampung Curwangi RT 2/2 Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Pak Trisnajaya (43), kini Ibu Reni tinggal sementara di Kota Bandung dalam rangka mencari kehidupan yang lebih baik. “Namun sejak beberapa bulan ini pekerjaan suaminya tidak menentu, tergantung panggilan (bekerja) dari salah satu rumah makan,” kata Ibu Wulan temannya yang menginformasikan kisah pilu mereka di Kota Kembang. “Mohon dibantu Pak. Dia melahirkan prematur (usia kandungan 7 bulan) melalui operasi caesar. Bayinya sudah satu bulan ditangani khusus di RS Immanuel Bandung. Mereka tak punya jaminan apa pun dan tak memiliki biaya untuk menebus biaya kelahiran dan perawatan anaknya.” Setelah mendengar kisah mereka, kurir Sedekah Rombongan kemudian menemui keluarga dhuafa itu di RS Immanuel. Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, setelah dirawat satu bulan, bayi lelaki yang belum diberi nama itu sudah bisa dibawa pulang tetapi orang tuanya belum menguruskan administrasi keuangannya karena terkendali biaya. “Tagihannya 14 jutaan,” kata petugas Bagian Keuangan. Bersama Ibu Reni dan suaminya, kurir #SR kemudian menemui Kepala Bagian Keuangan, meminta keringanan untuk membayarnya secara diangsur. Bersyukur pengajuan itu dipenuhi pihak rumah sakit. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Reni dan suaminya yang digunakan untuk membayar angsuran pertama atas tagihan biaya perawatan bayi buah hati mereka. “Sampaikan ucapan terima kasih kami kepada SR atas bantuan ini sehingga kami bisa membawa pulang anak kami. Jazakumullah,” doa Ibu Reni sambil memeluk anaknya untuk yang pertama kalinya. Pada Juni 2017, kurir #SR, Seyni, mengabarkan bahwa pihak rumah sakit menyampaikan tagihan cicilan bisya rumah sakit Ibu Reni. Alhamdulilah, dengan empati li Sedekah sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan Santunan ke-2 untuk Ibu Reni Restini yang digunakan untuk membayar angsuran biaya rumah sakit atas nama Ibu Reni Restini. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.150.000,-
Tanggal: 16 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @seynie

Bu Reni melahirkan prematur + operasi caesar


BISMO YUDA WICAKSONO (16, Sindrom Guillain Barre). Alamat : Perum Villa Indah Permai Blok H36/19 RT 4/36, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Berawal setelah Bismo bermain bola sekitar pertengahan 2016 lalu di Purworejo, ia merasakan tangan dan kakinya kesemutan. Bahkan kesemutan tersebut menjalar hingga ke pinggang. Sebelumnya Bismo adalah pasien yang pernah dibantu Kurir Sedekah Rombongan Purworejo karena asal mula penyakitnya tersebut berawal sejak ia tinggal di Purworejo. Saat ini ia tinggal di Kota Bekasi dan menjalani pengobatan yang harus ia jalani seminggu sekali ke RSCM Jakarta. Ayah Bismo, Pak Sadar Bromo (43) sangat kesulitan untuk mengevakuasi anaknya karena harus membutuhkan ambulan dengan tempat tidur khusus. Keluarga Bismo layak dibantu karena keinginannya yang begitu besar dalam menjalani pengobatan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani pengobatan di RSCM kepada keluarga Bismo. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 932.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Bismo menderita sindrom guillain barre


YAYASAN GALUH (Bantuan Sembako). Alamat : Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Yayasan Galuh diketuai oleh Bpk. Suhanda Gendu (59) anak dari Gendu Mulatip yang merupakan pendiri dari Yayasan Galuh. Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan. Sejak tahun 1980, Yayasan Galuh sudah berdiri diatas tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini sudah menampung sekitar 370an pasien dari Bekasi dan kota lainnya, dalam sebulan kebutuhan beras untuk Yayasan bisa mencapai 6 ton ditambah lauk pauk yang harus mereka siapkan dengan dibantu oleh relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang pilihan Tuhan, dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 Sedekah Rombongan telah rutin menyampaikan bantuan untuk keperluan operasional dan pada bulan Juni 2017 kembali Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan operasional yayasan ini setelah santunan sebelumnya masuk pada Rombongan 995. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk Bapak Suhanda dan tentunya untuk pasien-pasien yang sekarang berikhtiar di Yayasan Galuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Yunita Muslimah

Bantuan sembako


AZIZ DEBIA AROBI (22, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT 4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama, yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup. Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya, semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 6 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit hanya cukup untuk 1 bulan dan ia harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan ke Poli Endokrin untuk memeriksakan kakinya. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk biaya akomodasi ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 962. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @suharnayana @mardisay

Aziz menderita diabetes melitus dengan riwayat koma diabetikum


FIKRI BIN MADRUDIN (7, Hemophilia). Alamat: Kp. Pulo Kukun RT 2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak membiru dan pucat. Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Ayahnya, Pak Madrudin (36) adalah seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Ibu Engkar (32) ibu rumah tangga. Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar tunggakan BPJS dan bekal berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 923.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay

Fikri menderita hemophilia


KARLINAN BIN SUBUR (15, TB Tulang/ Coxitis TBC). Alamat: Kp. Srengseng RT 1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan. Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS, Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang kaki kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Pekan lalu Karlinan datang ke RSCM Jakarta, ia dapat obat paru tulang yang harus diminum 3 butir sehari. Saat ini Karlinan didiagnosa terkena TB Tulang setelah menjalani pemeriksaan yang lebih terarah. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama Karlinan kontrol ke RSCM. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 989. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Karlinan menderita TB tulang/ coxitis TBC


SHAKILLA ADEEVA PUTRI (2, Muntaber). Alamat : Kp. Ceger RT 3/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada hari Minggu, 11 Juni 2017, Shakilla mengalami buang air terus-menerus. Oleh kedua orang tuanya, ia dibawa ke klinik terdekat. Tetapi karena keterbatasan alat medis, ia dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan peralatan lebih memadai. Melihat kondisi Shakilla yang terlihat semakin lemas, orangtuanya langsung membawanya ke salah satu rumah sakit swasta dengan pasilitas umum karena tidak memiliki Kartu BPJS Kesehatan. Seiring dengan kondisi Shakila yang semakin membaik, tagihan biaya perawatan pun semakin membesar. Mereka kebingungan dengan jumlah yang mencapai hampir 1,5 juta rupiah. Ayah Shakila, Fajar Romadon (26) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak memadai. Sedangkan Ibunya, Lilis Khoirunisa (26) hanya ibu rumah tangga. Beruntung mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan awalpun disampaikan untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Shakila menderita muntaber


ASILA FIDA CHESSHENA (1, Susp. Kwashiorkor). Alamat : Taman Wanasari Indah Blok A7/15 RT 7/8, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada tanggal 9 Mei 2016, Asila lahir dengan proses caesar di RS Graha Juanda Kota Bekasi. Awalnya pertumbuhan Asila normal, tidak ada yang mencurigakan. Namun ketika menginjak usia 9 bulan pertumbuhannya mulai terganggu. Asila jadi susah makan dan minum susu sehingga pertumbuhannya terganggu. Rencana pengobatan akan dilakukan pemeriksaan torax, namun Asila belum memiliki jaminan apa-apa. Mereka mengalami kendala mengurus BPJS karena Asila belum tercantum di Kartu Keluarga. Ayah Asila, Samsul (34) hanya keadaan serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Sedangkan ibunya, Novi yanti (34) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan Kartu Keluarga dan Kartu BPJS Kesehatan agar Asila bisa berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyefudin @SuharnaYana @mardisay Ardhiatul Hidayah

Asila menderita susp. kwashiorkor


LUKI ARDIANSYAH (10, Tumor di Dahi). Alamat : Kp. Jagawana RT 3/3, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada bulan Mei 2016, Luki menderita tumor di perutnya. Saat itu ia pernah menjalani operasi tumor yang beratnya mencapai 2 Kg di RS Persahabatan Jakarta. Setelah menjalani operasi, ia diwajibkan agar melakukan kemoterapy rutin, namun tidak dilakukan karena keterbatasan biaya. Dan saat ini tumbuh tumor baru di dahinya yang sangat mengkhawatirkan karena menggangu perkembangan otaknya. Sementara kaki Luki menekuk, akibat menahan sakit hingga sulit untuk diluruskan. Hingga saat disentuhpun Luki akan menangis dan saat ini Luki hanya tergolek di rumahnya tanpa ada upaya pengobatan. Ayah Luki, Pak Subur (42) hanya seorang buruh serabutan, ia kesulitan membawa anaknya untuk berobat. Sedangkan ibunya, Bu Nemih (40) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi agar Luki dapat melanjutkan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sunaji

Luki menderita tumor di dahi


RIDWAN PURNAMA (32, Kanker Kulit). Alamat : Perum Alam Pesona Wanajaya, Blok P1 No 47 RT 8/18, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebulan yang lalu Ridwan mengalami batuk pilek yang tak kunjung sembuh, lalu ia dibawa oleh keluarganya untuk berobat di klinik dekat rumahnya dan hasilnya cukup baik. Saat itu batuk pilek nya sudah membaik, namun beberapa hari kemudian sakit nya kambuh lagi, kali ini di sertai dengan demam. Dan akhirnya keluarganya membawa kembali Ridwan untuk berobat, namun setelah beberapa hari, muncul bintik- bintik merah di permukaan kulitnya. Karena bintik merah itu tak juga kunjung hilang, akhirnya pada hari kamis, 8 Juni 2017 lalu, Pak Ridwan dibawa ke RSUDKabupaten Bekasi. Dari hasil pemeriksaan Laboratorium, dokter menyatakan bahwa Pak Ridwan menderita kanker kulit stadium 3. Rencananya pak Ridwan akan di rujuk ke RS Dharmais Jakarta. Namun pihak keluarga meminta waktu untuk pengurusan BPJS Kesehatan karena sampai saat ini keluarga itu tidak mempunyai fasilitas kesehatan apapun. Pak Ridwan kesulitan biaya untuk mengurus BPJS Karena sudah beberapa bulan ini ia tidak bekerja. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung dan menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan BPJS Kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @nurhida_161

Ridwan menderita kanker kulit


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi pembelian bensin dan biaya masuk Tol. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional


DAWA BIN AHMAD (71, Prostat + Ambeien). Alamat : Dsn. Karangtengah, RT 1/10, Ds. Tanjungjaya, Kec. Rajadesa, Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat. Pak Dawa begitu ia biasa dipanggil, sehari-hari bekerja sebagai penebang pohon bambu, meski umurnya sudah tua tapi masih terlihat segar. Beliau sakit mulai tahun 2012, dengan gejala susah kencing dan BAB, kondisinya semakin memburuk pada Agustus 2016 susah kencing dan keluar darah lalu dirawat selama seminggu di RSUD Ciamis. Pak Dawa mempunyai kartu jaminan kesehatan KIS, sekarang tinggal bersama istrinya Tarmi (51). Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan Ciamis dipertemukan dengan Pak Dawa dan menyampaikan santunan awal untuk biaya transportasi dan akomodasi. Pak Dawa dan istrinya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Pak Dawa dapat kembali sehat dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @jaudymedia

Pak Dawa menderita prostat + ambeien


MELATI BINTI AMIR (6, Kelainan Bawaan Lahir Rusaknya Tulang Hidung Bagian Dalam) Alamat: Perum Panji RT 03/15 Kec. Mimbaan Panji, Kab. Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Melati, biasa ia dipanggil adalah anak yang periang dan pantang menyerah. Pada usia 3 bulan Melati mengalami muntaber dengan tergesa-gesa orang tua membawa melati ke UGD RSUD Situbondo. Pada saat itu kondisinya memburuk, mulutnya keluar busa dan hidungnya mengalami infeksi sehingga Melati hanya bisa bernafas melalui mulutnya. Melati diperbolehkan menjalani operasi jika berat badan telah mencapai 10 kg. Pada usia 1,5 tahun, Melati dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Pihak dari RSUD Dr.Soetomo belum mengijinkan Melati menjalani operasi karena usianya masih dibawah 5th. Sembari menunggu Melati diijinkan menjalani operasi, dokter menghimbau Melati untuk menjalani kontrol rutin. Ayahnya, Amir (28) seorang pengamen dan ibunya Sri Siswo (26) hanyalah seorang pembantu rumah tangga. Dek Melati memiliki fasilitas jamkesmas, namun Pak Amir dan Bu Sri merasa kesulitan dalam biaya transportasi dan obat-obatan selama masa pengobatan di Surabaya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh dek Melati dan bantuan diberikan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan dan biaya obat-obatan. Usia Dek Melati telah mencapai 5 tahun dan mendapat persetujuan dari dokter untuk menjalani operasi pada usia 6 tahun dan operasi pertama dilakukan pada tanggal 25 Maret 2016. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jamkesmas. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 967. Rasa syukur, bahagia dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Pak Amir dan Bu Sri kepada sedekaholics melalui kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu pengobatan Melati sehingga Melati dapat menjalani hidup. Saat ini Melati menjalani kontrol setiap bulan sembari menunggu jadwal operasi kedua.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Melati menderita kelainan bawaan lahir rusaknya tulang hidung bagian dalam


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1000. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


SUPRAPTI BINTI FUAD (56, Tumor Paru Ganas). Alamat : Dusun Kemaduh, RT 3/3, No. 261, Desa Kemaduh, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Sejak 1 tahun yang lalu Bu Suprapti sering mengalami sesak nafas. Kemudian Bu Suprapti memeriksakan dirinya ke tempat praktek Dokter Spesialis Paru di daerah setempat. Dari hasil pemeriksaan, dokter merujuk Bu Suprapti ke RSUD Nganjuk untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkah pemeiksaan yang dilakukan di RSUD Nganjuk, Bu Suprapti didiagnosa menderita Tumor Paru Ganas, dan kondisi tumor sudah menyebar ke tulang. Kemudian Bu Suprapti dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk melakukan kemoterapi. Selama menjalani pengobatan, Bu Suprapti menggunakan SPM (Surat Keterangan Miskin). Namun beliau merasa kesulitan untuk biaya akomodasi, transportasi ke Surabaya dan biaya pengobatan yang tidak tertanggung dalam jaminan kesehatan. Bu Suprapti adalah seorang janda yang tinggal bersama adik serta keponakannya di rumah peninggalan orang tua Bu Suprapti. Saat ini Bu Suprapti sudah tidak dapat bekerja karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Kondisi Bu Suprapti saat ini lebih banyak istirahat diatas tempat tidur, karena bagian tubuh sebelah kanan mengalami kelumpuhan. Sedekah Rombongan pada mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Suprapti. Melihat semangat beliau yang begitu besar untuk menggapai kesembuhan, kami beruntung berkesempatan untuk membantu pengobatan Bu Suprapti. Santunan telah diberikan, dan digunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya serta pembelian obat yang tidak tercover jaminan kesehatan. Santunan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Bu Suprapti merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Suprapti masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 604.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bu Suprapti menderita tumor paru ganas


URIPAN SUBIYANTO (66, Tumor Submandibula). Alamat: Desa Balongbendo, RT 6/2, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Februari 2017 lalu, bapak Uripan mengeluh sakit gigi. Kemudian bapak Uripan mengonsumsi obat anti nyeri untuk meredakan nyeri pada gigi beliau. Semakin lama, nyeri pada gigi beliau tidak kunjung reda. Ditambah lagi adanya pembengkakan di area sekitar gigi bapak Uripan. Akhirnya bapak Uripan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa, diagnosa awal dokter di Puskesmas adalah adanya infeksi pada gigi bapak Uripan. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Uripan dirujuk ke RSUD Sidarjo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Sidoarjo, bapak Uripan didiagnosa menderita Tumor Submandibula. Dari RSUD Sidoarjo, bapak Uripan diarahkan untuk menjalani operasi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Karena terkendala biaya, beliau belum bisa menjalani operasi. Kini, pembengkakan di sekitar gigi bapak Uripan semakin membesar dan membuat beliau mengalami kesulitan untuk mencerna makanan. Bapak Uripan membuka bengkel sebagai usaha kecil untuk menafkahi keluarga. Sedangkan istri beliau, Surati (64) juga membuka warung makan kecil untuk membantu bapak Uripan dalam mencari rezeki. Bapak Uripan menggunakan biaya pribadi selama pengobatan yang pernah beliau jalani karena belum memiliki fasilitas kartu jaminan kesehatan. Alhamdulillah, langkah awal bantuan yang diberikan oleh Tim Sedekah Rombongan kepada bapak Uripan berupa bantuan mengurus pembuatan kartu jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Untuk menggantikan fasilitas KIS yang belum dapat difungsikan dengan segera, Sedekah Rombongan mengambil jalan pintas yaitu meminta surat rekomendasi pihak Dinas Sosial daerah setempat agar dapat membantu bapak Uripan dalam menjalani pengobatan. Walaupun demikian, pihak keluarga bapak Uripan masih mengalami kesulitan transportasi ketika berobat. Santunan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan nutrisi pasien. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1000. Semoga bapak Uripan bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.594.350,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Pak Uripan menderita tumor submandibula


MAWANI PANE (42, Tumor Otak). Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 69D, RT 2/10, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Ibu Mawani sudah sakit sejak tahun 2015. Awal mulanya, beliau merasakan pusing yang luar biasa. Karena keluhan tersebut, akhirnya ibu Mawani memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter setempat menyatakan bahwa ibu Mawani hanya memerlukan istirahat yang cukup dan disarankan untuk tidak terlalu banyak pikiran. Dua bulan kemudian, ibu Mawani mengeluh pusing kembali. Beliau juga pernah jatuh pingsan sehingga dilarikan lagi ke Puskesmas. Ketika sadar, kondisi mata ibu Mawani memerah. Ibu Mawani juga mengeluhkan sakit di bagian tangan beliau. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Mawani dirujuk ke RS Royal Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lengkap. Dari RS Royal, ibu Mawani dirujuk lagi ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Mawani telah menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Dari hasil pemeriksaan, ada sesuatu di bagian otak ibu Mawani sehingga dokter menyarankan untuk rutin menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo setiap satu bulan sekali. Kini, ibu Mawani sering mengalami kejang, demam, dan gemetaran. Keadaan bibir beliau juga menjadi miring sehingga sulit untuk berbicara, terkadang bisa merepon dan terkadang tidak bisa. Ibu Mawani hanya bisa terdiam di rumah karena mata dan kaki beliau sudah tidak dapat difungsikan lagi. Suami ibu Mawani, Basmen Nainggolan (46) bekerja sebagai tukang tambal ban. Ibu Mawani adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai empat anak dan tinggal bersama dengan suami di sebuah kos-kosan yang lebarnya 2×6 m. Selama pengobatan, ibu Mawani menggunakan fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 2. Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi, nutrisi makanan, dan biaya obat yang berada di luar BPJS. Kisah hidup ibu Mawani telah menyapa hati Sedekah Rombongan. Alhamdulillah, bantuan dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Tim Sedekah Rombongan telah sampai. Bantuan pertama telah disampaikan. Kurir Sedekah Rombongan segera memeriksakan ibu Mawani untuk melakukan pemeriksaan lagi di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Mawani didiagnosa menderita Tumor Otak. Dari RSI Jemursari Surabaya, ibu Mawani dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. Hingga sekarang beliau masih menjalani pengobatan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 999. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga ibu Mawani bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.056.900,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Pak Mawani menderita tumor otak


Lilik HILYA RUFAIDA (1, Sepsis + Paru-paru Basah). Alamat: Kelurahan Kejawan Putih Tambak Nomor 110, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Hilya sakit sejak awal bulan Mei 2017. Awal mulanya Hilya sakit hingga membuat kedua orang tua Hilya membawanya ke RS Al-Irsyad Surabaya untuk diperiksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hilya didiagnosa menderita sepsis dan paru-paru basah. Ia pun harus menjalani perawatan dengan rawat inap selama tiga hari. Selama tiga hari melakukan pengobatan, dokter menyatakan kondisi Hilya sudah membaik sehingga ia pun diperbolehkan kembali ke rumahnya. Namun beberapa hari kemudian Hilya mengalami demam. Kondisi tubuhnya semakin lama semakin melemah. Karena khawatir, pihak keluarga membawa Hilya ke IGD RSU Haji Surabaya. Hilya masih mengalami koma dan dirawat secara intensif di ICU RSU Haji Surabaya. Ayah Hilya, Mujahid (27) adalah seorang pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzul Darul Qur’an Surabaya. Sedangkan ibunya, Zahrotal Hayati (25) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan Hilya, kedua orang tua Hilya menggunakan biaya pribadi karena Hilya belum memiliki jaminan kesehatan. Hal tersebut dikarenan Hilya masih belum terdaftar di Kartu Keluarga (KK). Karena menggunakan biaya pribadi, keluarga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan Hilya. Hingga saat ini, perkiraan biaya rumah sakit yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 20.000.000,- bahkan bisa lebih. Sedekah Rombongan turut merasakan kesedihan keluarga Hilya. Bantuan telah diterima oleh pihak keluarga berupa biaya tambahan untuk pengobatan Hilya. Semoga Hilya dapat segera sembuh dan dapat tumbuh menjadi anak yang sholehah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Lilik menderita lepsis + paru-paru basah


SUWARSIH BINTI SUJONO (32, Kanker Tulang). Alamat : Jalan Flamboyan, Dusun Tulungrejo, RT 17/18, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal 2016 lalu, Ibu Suwarsih mendapati benjolan kecil persis di belakang sendi lutut. Ibu Suwarsih memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter menyatakan bahwa terdapat gejala asam urat, lalu beliau diberi obat. Satu bulan kemudian benjolan di belakang sendi lutut semakin besar. Ibu Suwarsih kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kediri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa adanya sel kanker ganas di bagian tulang dan perkembangan kanker ganas ini sangat cepat. Awal Mei 2017 Bu Suwarsih telah melakukan operasi amputasi kaki. Setelah itu beliau disarankan untuk kontrol pasca operasi. Melihat jadwal kontrol yang cukup lama, pasien memutuskan menunggu jadwal kontrol di rumah. Selama beberapa hari di rumah, keluarga mengabarkan bahwa kondisi Ibu Suwarsih menurun dan pada akhirnya beliau pun menghembuskan nafas terakhir. Suami Ibu Suwarsih, Muhammad Tosim (31) berprofesi seorang buruh tani. Ayah beliau, Bapak Sujono (60) juga seorang buruh tani dan ibunya, ibu Mistri (54) seorang ibu rumah tangga. Pengobatan alternatif dan pengobatan di rumah sakit swasta di Kediri sudah menguras keuangan beliau. Walaupun mempunyai jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Ibu Suwarsih tetap kesulitan mencari tambahan biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kemauan untuk sembuh yang tinggi mendorong Sedekah Rombongan untuk berpartisipasi dalam ikhtiar untuk kesembuhan beliau. Bantuan kali ini, diberikan Sedekah Rombongan untuk santunan kematian dan telah diterima oleh keluarga almarhumah. Santunan sebelumnya telah masuk pada rombongan nomor 1012. Semoga Ibu Suwarsih diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.926.400,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD @KatinoRianto @EArynta @m_rofii11

Bu Suwarsih menderita kanker tulang


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1000. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 582.500,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu Laily menderita batu ginjal


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, Bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami Bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari Bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang di rumah saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, pengobatan jalur umum dikarenakan Bu Misriya masih dalam masa pengalihan jaminan kesehatan, serta untuk biaya obat. Saat ini Bu Misriya kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 1000. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 701.700,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @EArynta

Bu Misriya menderita tumor pipi


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 1012. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 690.300,-
Tanggal: 19 Mei 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @EArynta

Bu Nurhonsa menderita tumor mata


SUGITO BIN KASENI (51, Tumor Pipi). Alamat : Dusun Gragalan, RT 1/1, Desa Soso, Kec. Gandusari, Kab. Blitar, Jawa Timur. Pada awalnya Pak Gito biasa ia disapa, mulai merasakan sakit pada matanya, lalu muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional, namun lama kelamaan benjolannya justru menjadi semakin membesar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Gito didiagnosa menderita tumor pipi. Pak Gito kemudian dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Malang. Namun pengobatan tidak berlanjut karena kendala biaya transportasi ke Malang. Pak Gito dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Blitar. Beliau tinggal bersama istrinya, Sarifah (49) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Pak Gito dan istri tinggal di sebuah rumah yang kecil dengan berlantai tanah. Tanggungan dalam keluarga sejumlah 2 orang. Saat ini Pak Gito menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan Pak Gito melanjutkan ikhtiar pengobatannya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di Surabaya. Setelah melakukan control pada awal mei 2016, Pak Gito mendapat jadwal control selanjutnya pada akhir mei. Melihat jadwal yang masih lama, beliau memutuskan menunggu jadwal kontrol di rumah. Beberapa hari di rumah, kondisi Pak Gito menurun drastis, hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Kami merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas kepergian beliau. Sedekah Rombongan kemabli menyalurkan bantuan berupa santunan kematian dan telah diterima oleh keluarga almarhumah. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1000. Semoga Pak Gito diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.924.317,-
Tanggal : 26 Mei 2016
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Pak Sugito menderita tumor pipi


SUPRIYANTO BIN MUSTARI (44, Liver). Alamat: Dusun Bader, RT 2/4, Desa Bader, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Maret 2017 lalu Pak Supriyanto merasakan sakit di sekitar perut hingga ke tulang belakang. Karena keluhan sakit Pak Supriyanto tidak kunjung reda, beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Jatirogo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Supriyanto didiagnosa menderita sakit liver dan dianjurkan untuk rawat inap. Karena Pak Supriyanto merupakan tulang punggung keluarga, beliau tidak mau menjalani pengobatan dengan rawat inap dikarenakan musti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga dokter memberikan obat jalan. Kondisi Pak Supriyanto kini masih belum membaik, ditambah nafsu makan beliau berkurang. Pak Supriyanto sering batuk-batuk dan wajah beliau nampak pucat. Pak Supriyanto bekerja sebagai tukang becak. Istri beliau, Komiyatun (36) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dan anak yang ketiga masih balita. Selama menjalani pengobatan ketika di Puskesmas, Pak Supriyanto menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun dalam kondisi sakit, beliau masih memaksakan diri untuk bekerja. Pak Supriyanto mengalami kesulitan biaya dalam membeli obat-obatan diluar obat yang dicover KIS dan biaya transportasi. Upah beliau bekerja sebagai tukang becak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yang terkadang juga masih belum cukup. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Pak Supriyanto. Bantuan telah digunakan untuk biaya transportasi dan biaya obat-obatan yang tidak dicover KIS. Semoga Pak Supriyanto segera sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Pak Supriyanto menderita liver


PONIRIN ASHARI (59, Kanker Pundak). Alamat: Dusun Gedangklutuk, RT 2/9, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Sebelum menderita kanker, Pak Ponirin sudah menderita sakit gondok selama 30 tahun. Karena terkendala biaya, Pak Ponirin belum bisa menjalani pengobatan dan hanya dibiarkan begitu saja. Pada 2015 beliau dapat menjalani operasi gondok di RSI Sakinah Mojokerto. Pasca operasi gondok, di bagian leher dan pundak Pak Ponirin muncul benjolan kecil. Karena dianggap hanya berupa benjolan biasa yang akan menghilang seiring berjalannya waktu, beliaupun mengesampingkan benjolan tersebut. Semakin lama, benjolan di bagian leher dan pundak Pak Ponirin semakin membesar. Hingga Desember 2016, benjolan di bagian leher dan pundak beliau menimbulkan nanah hingga pecah. Bapak Ponirin kemudian dilarikan ke RSI Sakinah Mojokerto untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Ponirin didiagnosa menderita kanker pundak ganas. dari RSI Sakinah Mojokerto. Pak Ponirin kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap. Selama menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Pak Ponirin sudah melakukan kemoterapi. Alhasil, beliau diperbolehkan pulang namun harus menjalani penyinaran pada pemeriksaan rutin selanjutnya. Sebelum menderita sakit, bapak Ponirin bekerja sebagai tukang bangunan. Istri beliau, Susilahwati (48) bekerja sebagai buruh di tetangga sekitar. Selama menjalani pengobatan, Pak Ponirin menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun sudah menggunakan KIS, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya obat-obatan diluar tanggungan KIS dan transportasi untuk Pak Ponirin dari Mojokerto ke Surabaya. Mendengar kisah Pak Ponirin, Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang beliau alami. Namun, di tengah menjalani pengobatan dan sedang rawat jalan, benjolan yang ada di bagian pundak dan leher beliau mengeluarkan banyak darah. Pak Ponirin akhirnya dilarikan di IGD untuk mendapatkan penanganan. Takdir berkehendak lain. Bapak Ponirin meninggal dunia saat mendapatkan penanganan di IGD. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian Pak Ponirin. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pemakaman dan transportasi. Semoga amal ibadah bapak Ponirin dapat diterima di sisi-Nya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Opotondanda @EArynta

Pak Ponirin menderita kanker pundak


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali, tentu juga adalah harapan dari kami, kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau sudah mendapatkan donor untuk mata kanan, namun beliau masih harus menunggu jadwal operasi dikarenakan ketersediaan ruangan operasi yang terbatas. Sembari menunggu jadwal operasi, beliau tetap melakukan kontrol rutin sebulan sekali agar kondisinya tetap stabil. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya tercatat di rombongan 1000. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 625.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @EArynta

Pak Munawir menderita gloukoma


SUMI ROHMAWATI (86, Stroke). Alamat: Jalan Menur 2/70, RT 1/10, Desa Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Bu Sumi sudah sakit sejak bulan April 2017. Awal mulanya, sebagian tubuh Bu Sumi mendadak tidak dapat digerakan. Karena tidak dapat berpindah tempat tanpa bantuan dari orang lain, beliau dibantu keluarga untuk melakukan aktivitas pada hari itu. Ketika berjemur di depan rumah, Bu Sumi tiba-tiba pingsan. Keluarga akhirnya membawa Bu Sumi ke Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sumi didiagnosa menderita stroke dan jantung beliau sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Bu Sumi menjalani pengobatan rawat inap di RS Gotong Royong Surabaya selama tiga hari. Akan tetapi, keluarga mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan sehingga pihak keluarga terpaksa memutuskan untuk melakukan rwat jalan di rumah. Setiap dua hari sekali dokter ke rumah Bu Sumi untuk memeriksa keadaannya secara rutin. Kini, Bu Sumi masih kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya. Beliau hanya bisa menggerakkan tangan saja. Ditambah lagi, kondisi saat ini Bu Sumi juga sudah tidak dapat berbicara. Bu Sumi sudah tidak lagi bekerja. Suami beliau juga sudah meninggal dunia. Beliau tinggal bersama dengan anak beliau yang bekerja sebagai buruh pabrik dan menjadi tulang punggung di keluarga. Selama menjalani pengobatan, Bu Sumi menggunakan biaya pribadi. Pihak keluarga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan Bu Sumi sehingga memutuskan untuk merawat bu Sumi di rumah saja. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Sumi. Bantuan telah diberikan dan diterima oleh pihak keluarga. Semoga Bu Sumi dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti biasanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry @EArynta

Bu Sumi menderita stroke


SUNARTI IMAM SAFI’I (40, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Desa Mindi, RT 6/1, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Bu Sunarti merupakan orang yang kurang terbuka dengan keluarga, sehingga penyakit yang beliau derita baru diketahui oleh keluarga beliau sekitar satu bulan yang lalu, april 2017. Semenjak suami beliau, Imam Safi’i meninggal dunia pada tahun 2015 karena penurunan kekebalan tubuh, Bu Sunarti sering sakit-sakitan. Selama sakit, Bu Sunarti tidak menjalani pengobatan yang semestinya dilakukan. Bu Sunarti menganggap bahwa keluhan-keluhan sakit beliau akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama, tubuh Bu Sunarti semakin melemah. Tubuh beliau menjadi semakin kurus. Karena kondisinya sudah parah, keluarga membawa Bu Sunarti ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bu Sunarti mengalami penurunan kekebalan tubuh. Beliau tidak dapat duduk karena ada luka di bagian bawah pantat sehingga harus terbaring di RSUD Sidoarjo. Saat ini ketika diajak berbicara beliau tidak dapat merespon dengan baik. Bu Sunarti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau dikaruniai dua anak. Selama menjalani pengobatan, Bu Sunarti menggunakan jaminan kesehatan BPJS non PBI, namun masih ada tunggakan selama dua tahun, sehingga pihak keluarga mengalami kesulitan dalam biaya pengobatannya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan yang dialami Bu Sunarti. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan untuk biaya administrasi BPJS dan biaya pengobatan. Semoga Bu Sunarti dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.200.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik @EArynta

Bu Sunarti menderita penurunan kekebalan tubuh


RAHMAT IRMA (28, Tubercolosis). Alamat: Jl. Gang Sidomulyo IV D, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2016, Pak Rahmat mengeluh sakit di bagian dadanya. Beliau pun akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Rahmat didiagnosa menderita sakit Paru-paru dan diharuskan untuk rawat inap. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan rawat inap di Puskesmas, Pak Rahmat akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Hingga tahun 2017, Pak Rahmat masih dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Namun pada akhir bulan Mei 2017 penyakit paru-paru Pak Rahmat kembali kambuh. Beliau juga mengalami sesak napas sehingga tidak dapat melakukan aktivitas bekerja. Selama satu minggu beliau terbaring di rumahnya dan mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi makanan karena susah untuk menelan. Pak Rahmat bekerja sebagai penjual sempol ayam keliling. Sedangkan istrinya, Irma (24) adalah seorang ibu rumah tangga. Namun, semenjak Pak Rahmat sakit, istri Pak Rahmat yang menggantikan beliau berjualan sempol keliling agar dapat menghidupi keluarga. Istri Pak Rahmat harus berjualan keliling dengan mengasuh anak mereka yang masih balita. Karena berjualan sambil mengasuh anak, penghasilan yang istri Pak Rahmat dapat tidak seberapa. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirasa sangat kurang. Alhasil, tetangga sekitar membantu keluarga Pak Rahmat. Pak Rahmat tinggal di sebuah kos kecil bersama istri dan anak beliau. Pak Rahmat belum memiliki jaminan kesehatan sehingga beliau mengalami kesulitan dalam biaya pengobatan karena selama ini apabila berobat menggunakan biaya pribadi. Setelah memeriksakan diri ke Rumah Sakit Soewandhi Surabaya, Pak Rahmat didiagnosa menderita Tubercolosis. Pak rahmat mempunyai keinginan untuk sembuh sangat besar demi keluarganya. Bantuan telah disampaikan dan dipergunakan biaya pengobatan. Semoga Pak Rahmat dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Nur @EArynta

Pak Rahmat menderita tubercolosis


RSSR LAMPUNG (Biaya Operasional RSSR April 2017). Alamat : Jalan Zebra, Nomor 24, RT 6/-, Lingkungan 1, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) berfungsi sebagai penginapan sementara para pasien dhuafa sakit dari luar Kota Bandar Lampung yang hendak kontrol maupun rawat jalan di rumah sakit – rumah sakit rujukkan di Kota Bandar Lampung. Sudah banyak para pasien Sedekah Rombongan yang merasakan manfaatnya dan berterima kasih banyak kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan yang terus membantu tanpa henti. Semua fasilitas di RSSR gratis untuk para pasien dan pendamping pasien. Alhamdulillah bantuan sedekaholics terus mengalir dan mempermudah fungsi RSSR. Untuk itu biaya-biaya yang mencakup biaya operasional ditanggung oleh Sedekah Rombongan. Biaya operasional bulan April mencakup pembelian; beras, minyak makan, gas, air minum, telur, biaya sampah, biaya listrik dan sebagainya yang berhubungan dengan RSSR. Biaya operasional bulan Maret tercatat dalam rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @evandlendi08 @adityaBdvil @raden_691 @RamadaniFredyE6 @yesaridaniRSSR

Biaya operasional RSSR April 2017


DAMAN LAMPUNG (85, Tuli + Rabun). Alamat : Dusun 7, RT 32/16, Desa Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sejak memasuki usia senja, pendengaran Pak Daman mulai berkurang. Pak Darman hanya dirawat di rumah tanpa pernah dibawa ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Semakin hari, kondisi beliau semakin buruk diikuti dengan penglihatan yang mulai rabun. Jalannya pun sudah mulai membungkuk. Sampai saat ini Pak Darman tinggal bersama salah satu warga yang membantunya karena istrinya telah lama pergi dan tidak ada satu pun keluarga yang ia ingat. Keterbatasan biaya membuat Pak Darman hanya bisa dirawat di rumah ala kadarnya. Lelaki tua ini tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga bila berobat, warga membantu untuk membiayainya. Kurir Sedekah Rombongan Lampung tergerak membantu meringankan beban Pak Darman. Santunan pertama pun disampaikan untuk biaya berobat dan biaya hidup Pak Darman sehari-hari. Pak Darman dan warga sekitar berterima kasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan yang turut membantu.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @andripramono Siti Taufik @akhiddd @yesaridani

Pak Daman menderita tuli + rabun


JUMIATI BINTI ROMO REJO (54, Lumpuh Kaki Kanan + Benjolan di Leher). Alamat : Lebung Sari, RT 12/6, Desa Labuan Ratu VIII, Kecamatan Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Berawal dari bulan April lalu, Ibu Jum bekerja di sawah seperti biasa. Saat itu memang sedang panen padi, setelah selesai, Ibu Jum bermaksud pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Sampai di rumah tiba-tiba beliau merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepala belakangnya. Lalu dari hidung mengeluarkan darah dan beliau juga muntah. Kemudian oleh anak lelakinya, Ibu Jum dibawa ke mantri desa setempat. Usai diperiksa, mantri mengatakan Ibu Jum terkena stroke ringan lalu beliau diberikan obat. Setiap malam Ibu Jum sering merasakan benjolan di lehernya terasa sakit apabila terlalu lelah bekerja. Saat ini Ibu Jum tetap bekerja meskipun kaki sebelah kanannya mulai tidak bisa di gerakkan. Hidung beliau pun masih sering mengeluarkan darah. Ibu Jum hanya tinggal bersama anaknya, suaminya, Mulyo Basuki telah lama meninggal. Ibu Jum tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga kesulitan bila harus berobat ke dokter terlebih lagi biaya hidup yang sulit karena penghasilan yang sangat minim. Kurir Sedekah Rombongan bergerak mendatangi kediaman Ibu Jum untuk segera menolong beliau. Bantuan dari sedekaholics pun tersampaikan untuk meringankan biaya berobat dan biaya hidup Ibu Jum dan keluarga. Mereka mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @aditya_bdvil @yesaridani

Bu Jumiati menderita lumpuh kaki kanan + benjolan di leher


RIZKY PUTRA PRATAMA (10, Luka Bakar). Alamat : Desa Braja Asri, RT 25/8, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada pertengahan puasa tahun 2016 lalu, Rizky bersama teman-temannya bermain meriam bambu dengan bahan bakar spritus dan korek api. Ketika salah satu temannya memegang spritus lalu menyalakan korek api, spritus terlempar ke Rizky yang berada di dekatnya. Rizky terbakar di tempat, warga segera melarikan Rizky ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah sempat 3 hari rawat inap, Rizky dibawa pulang keluarga. Karena tak kunjung membaik, keluarga membawa Rizky ke Rumah Sakit Sukadana, Rizky mendapat perawatan selama 7 bulan. Kondisi Rizky pun semakin memburuk karena luka bakar mengeluarkan banyak darah, pihak rumah sakit merujuk Rizky ke RSAY. Bocah malang itu rawat inap hampir sebulan lamanya. Rizky kembali dibawa pulang dan dirujuk ke Puskesmas Jepara. Saat ini Rizky masih berada di rumahnya mengalami luka bakar serius dan belum mengering. Tubuhnya pun semakin kurus karena kurangnya asupan gizi dan kurang tidur dikarenakan perih pada lukanya jika malam tiba. Beberapa bulan terakhir Rizky kontrol di Rumah Sakit Sukadana setelah mendapat rujukkan dari Puskesmas Jepara. Rizky adalah anak satu-satunya pasangan Bapak Ponijan (57) yang bekerja sebagai petani dan Ibu Yatikem (56) yang membantu suaminya bertani. Rizky memilik jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun selama berobat hampir setahun ini keluarga banyak mengeluarkan biaya untuk kontrol dan obat di luar tanggungan KIS. Kurir Sedekah Rombongan Lampung segera menjenguk Rizky di kediamannya dan menyampaikan titipan langit pertama untuk meringankan biaya transportasi dan biaya membeli obat Rizky.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @akuokawai @akhiddd @yesaridani

Rizky menderita luka bakar


SUMINEM BINTI DARMO (67, Kaki Gajah). Alamat : Dusun VI Ambarawa, Desa Braja Harjosari, RT 23/-, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Mulanya 30 tahun yang lalu, Mbah Suminem tersandung akar jambu di halaman rumahnya. Jempol kakinya sempat membengkak. Malam harinya, tubuh Mbah Suminem menggigil kedinginan dan keluar bintik-bintik merah di sekitar betis beliau. Mbah Suminem pun tidak dapat turun dari tempat tidur karena sakit yang diderita. Selang setengah bulan, Mbah Suminem dibawa ke Puskesmas terdekat dan diberi suntikkan pada kaki beliau. Setiap kali disuntik, Mbah Suminem baru bisa jalan, walau kakinya mulai membengkak. Setelah beberapa bulan, kaki Mbah Suminem bertambah besar. Oleh temannya, Mbah Suminem dibawa ke rumah sakit di Semarang, dokter mengatakan beliau harus diamputansi namun Mbah Suminem menolak dan kembali ke Lampung. Sejak saat itu sampai sekarang Mbah Suminem hanya meminum obat dari Puskesmas, terkadang beliau membeli obat dari apotik jika obat dari Puskesmas habis. Saat ini, kaki Mbah Suminem bertambah besar sehingga sudah tidak bisa berjalan lagi. Hampir 30 tahun beliau hanya bisa duduk dan berbaring di kasurnya. Mbah Suminem seorang janda yang tinggal bersama anaknya, Siti Rodiah (35) dan kedua cucunya yang masih kecil. Anak mantu Mbah Suminem pun sudah lama meninggal dunia. Tidak ada pekerjaan tetap yang dimiliki anak beliau, sehingga setiap hari mereka hanya bisa mengandalkan bantuan para tetangga. Jika tidak ada bantuan, Mbah Suminem dan keluarganya terpaksa tidak makan. Mbah Suminem mempunyai keinginan bisa berjalan lagi. Selama pengobatan Mbah Suminem menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Mendengar keluhan beliau akibat kesulitan mencari biaya berobat dan biaya hidup, kurir Sedekah Rombongan Lampung tergerak menyantuni Mbah Suminem. Santunan awal pun disampaikan untuk meringankan biaya hidup sehari-hari dan biaya berobat beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @akuokawai @akhiddd @yesaridani

Bu Suminem menderita kaki gajah


MTSR PANTURA TIMUR III (H 8523 VB, Operasional MTSR Bulan Mei 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, kemudian kontur daerahnya pun sebagian meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUD tipe A dan B di Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu juga kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan, menjadikan alasan banyak sekali pasien Sedekah Rombongan yang mesti dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowon, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah – daerah perbatasan yg jarak tempuh ke RSUD sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Biaya Operasional kali ini digunakan untuk melakukan servis rutin bulanan, ganti oli, pembelian bensin dan gaji harian pengemudi MTSR. Semoga dengan hadirnya MTSR di Wilayah Ungaran dan Salatiga akan mempermudah pasien untuk berobat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.515.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian

Operasional MTSR bulan Mei 2017


MUHAMAD AMIR (15, Hydrocephalus). Alamat: Bandengan RT 20 RW 08, Kab. Jepara, Prov. Jawa Tengah. Amir, begitu orang tua dan sanak saudara memanggilnya. Amir lahir tahun 2002 dengan kondisi hydrocephalus (pembesaran kepala oleh cairan tubuh). Pada usia 40 hari, Amir dibawa ke RS. Elisabeth, Semarang untuk melakukan operasi pemasangan selang. Seiring pertumbuhan Amir, kira-kira usia 3 tahun selang yang dipasang putus. Amir pun dibawa ke RS Elisabeth lagi. Namun, dokter mengatakan harapannya hanya 5%. Kondisi tersebut dimungkinkan karena telat penanganan ketika selang putus, sehingga kepala terus membesar dan cairan di kepala semakin menumpuk. Sampai saat ini, Amir hanya bisa tiduran saja di rumah, kontrol/berobat/ke dokter hanya jika Amir sakit (demam/panas/batuk/nafasnya sesak dll). Amir terlahir yatim, ayahnya meninggal saat usia masih 8 bulan di kandungan. Sang Ibu, Siti Masyitoh pun harus bekerja sebagai tulang punggung keluarga, menanggung Amir dan saudaranya (Selamet, 22 thn & Agus, 6 thn). Beliau bekerja di rumah sebagai penjahit sambil mengurus Amir. Saat ini usia Amir sudah 15 tahun, dan Bu Masyitoh tidak sanggup lagi menggendong. Alhamdulillah, tim #sedekahrombongan Jepara dipertemukan dengan keluarga Amir dan menyampaikan bantuan untuk mencukupi kebutuhan Amir sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @dyllan @jeanseamaurer @akuokawai

Amir menderita hydrocephalus


DEDIK IRAWAN (23, Gagal Ginjal). Dusun Sobo, RT 16/8, Desa Madiredo, Kecematan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada dua bulan yang lalu, Dedik merasakan kalau kepalanya sering pusing dan sering kali membuat badannya menjadi lemas. Dedik pun akhirnya diajak keluarga untuk diperikasakan ke Puskesmas terdekat. Karena minimnya peralatan yang dimiliki oleh puskesmas, Dedik pun akhirnya diberikan surat rujukan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan dan tindakan lebih lanjut. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan di rumah sakit, diketahui dari hasil pemeriksaan bahwa Dedik mengalami kerusakan pada ginjalnya. Dikarenakan sering mengkonsumsi obat-obatan yang membuat tubuh lebih bertenaga. Dari pihak rumah sakit Dedik disarankan untuk melalakukan cuci darah setiap seminggu sebayak dua kali di RSSA. Terhitung hingga Bulan Juni ini, Dedik sudah melakukan cuci darah sebanyak 15 kali dan untuk saat ini, Dedik mengalami penurunan penglihatan yang membuatnya sulit untuk melakukan aktivitas. Dedik Tinggal berdua saja bersama ayah kandungnya Bapak Sholeh (42). Setelah Dedik sakit, perekonomian keluarga menjadi menurun dan sehingga Dedik mengalami kendala biaya transportasi untuk berobat. Bapak Sholeh sendiri bekerja hanya sebagai buruh tani dengan penghasilan yang sedikit setiap harinya. Dedik merasa sangat terbantu dalam berobat akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dedik. Tim Sedekah Rombongan Malang yang saat itu bersilaturahmi ke kediaman Dedik sangat merasakan kendala yang dihadapi. Bantuan pertama pun diberikan kepada Dedik untuk membeli obat-obat dan perbaikan keadaan umum. Semoga dengan adanya bantuan dari Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan dapat meringankan beban Dedik dan keluarga dan semoga Dedik bisa lekas sembuh. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz @AfiatBuchori @m_rofii11

Dedik menderita gagal ginjal


SLAMET HARIANTO (21, Patah dan retak tulang jari kaki dan tangan). Alamat: Balong Beji RT 05 / 02, jepara , Jawa tengah. Pada tanggal 27 agustus 2016 (sabtu malam) Slamet bersama temannya mengalami kecelakaan. Slamet yang mengendarai sepeda motor memboncengi temannya bertrabrakan dengan pengendara motor lain. Setelah tabrakan, Slamet langsung tidak sadarkan diri dan dilangsung dibawa ke bidan terdekat untuk pertolongan pertama dan teman yang di boncengi Slamet meninggal akibat kecelakaan tersebut. Slamet mengalami luka luka lecet, patah dan retak tulang di jari kaki dan jari tangan. Ibu Marsulin (39) adalah Ibu Slamet. Beliau saat ini tidak bekerja dan baru saja berpisah dengan mantan suaminya. Saat ini Ibu Marsulin tinggal di rumah orang tuanya bersama 2 anaknya (slamet dan adiknya berusia 5 tahun). Atas kejadian kecelakaan yang dialami anakany, Ibu Marsulin merasa kesulitan terlebih masalah dana. Slamet saat ini harus rutin kontrol di RSUD Kartini Jepara, KIS yang dimilik Slamet tidak bisa di gunakan untuk asurasi berobat karen penyebabnya adalah kecelakkaan lalu lintas. Untuk transportasi saat kontrol Slamet juga membutuhkan ambulance karena harus berbaring. Alhamdulillah Slamet ditemukan dengan #SedekahRombongan dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya kontrol. MTSR Pantura Timur juga memfasilitasi Slamet unuk transportsai saat kontrol ke RSUD Kartini Jepara.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 September 2016
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih @jeanseamaurer @akuokawai

Slamet menderita patah dan retak tulang jari kaki dan tangan


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami kanker servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Pada bulan ini, Ibu Temon telah menjalani jadwal kemo terapi yag ke 4 dan ke 5. Ibu Temon tinggal bersama suami beliau, Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 1005 Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Amiin

jumlah bantuan : Rp. 531.000.-
Tanggal : 16 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu Temon menderita kanker servik


UMI AMINATUZZAHRO (22, Kanker Payudara). Alamat: RT 006 RW 02 Sekuro Jepara. Umi, biasa ia dipanggil baru saja lulus dari SMK di tahun 2015. Pada November 2015 adalah awal dirasakan ada benjolan di payudara. Umi kemudian berobat rutin ke RSUD Kartini Jepara dan sempat mengalami 2 x operasi pengangkatan, namun benjolan itu terus tumbuh. Pada Maret 2016 Umi di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Pada saat awal kontrol dan berobat di RSUP Kariadi Semarang Umi masih dapat pergi bersama ibunya dengan Bis kendaraan umum, namun 3 bulan terakhir kondisinya melemah dan hanya bisa berbaring saja, sehingga setiap jadwal yang kontrol ke semarang harus sewa mobil dan bapaknya harus tidak bekerja untuk ikut mengantar. Selama kontrol dan berobat di RSUP Kariadi Semarang, sudah dilakukan 2 x operasi pengangkatan dan lebih dsri 6 x kemoterapi. Ayah Umi, Suhartoyo (44) dan ibunya, Wardah (38) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja biaya yang sudah dikeluarkan untuk pengobatan Umi sangatlah banyak untuk mereka. Ditambah Ayah Umi juga banyak tidak dapat bekerja ketika mengantar Umi ke semarang. Ibu Umi tidak bekerja karena harus selalu merawat Umi dan mengurus 2 adik Umi yang masih kecil #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan agar Umi bisa terus melakukan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih @jeanseamaurer @akuokwai

Bu Umi menderita kanker payudara


DESVIA SALSABILA (1, Benign Neoplasm Of Pelvic Bones, Sacrum And Coccyx). Alamat: Rt 25/5, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Salsa, biasa ia dipanggil oleh keluarganya. Sejak lahir terdapat benjolan di punggungnya. Semakin lama benjolan di punggung semakin membesar, hingga akhirnya Salsa tidak bisa tidur terlentang. Benjolan tersebut dirasa sakit jika terbentur atau tersenggol. Saat ini usia salsa yang hampir 2 tahun juga belum dapat berjalan. Setelah sempat diperiksakan di RSUD Kartini Jepara, salsa didiagnosa Benign Neoplasm Of Pelvic Bones,Sacrum And Coccyx . Salsa di rujuk untuk diobati lebih lanjut di RSUP Kariadi Semarang. Ayah Salsa, Sholekan (44) hanya bekerja sebagai tukang kayu dan ibunya Susanti (31) tidak bekerja karena harus merawat dan mengurus Salsa. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga merasa kesulitas jika harus melakukan pengobatan di Semarang. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi berobat. Semoga Salsa segera membaik dan kedepannya dapat tumbuh dengan normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @robbyadiarta @rifqigalih @jeanseamaurer @akuokawai

Desvia menderita benign neoplasm of pelvic bones, sacrum and coccyx

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 KIKI WANDA 750,000
2 ENCUM BINTI KARIMAN 500,000
3 OMAN ABDUL ROHMAN 500,000
4 ICOH BINTI MISJA 500,000
5 KASWITI BINTI SUKATMA 500,000
6 BAYI YESTI APRIYANTI 500,000
7 SARKIM BIN ASMUI 500,000
8 WASKINAH BINTI ARSA DINATA 850,000
9 RUKINI BINTI TARSONO 500,000
10 NIZAM MAULANA 750,000
11 ELAN PURWANTO 2,000,000
12 GINA KARISMA 500,000
13 NANI SURYANI 1,500,000
14 CICIH MINTARSIH 750,000
15 MTSR BANDUNG RAYA 2 5,729,000
16 RENI RESTINI 2,150,000
17 BISMO YUDA WICAKSONO 1,500,000
18 YAYASAN GALUH 2,500,000
19 AZIZ DEBIA AROBI 1,000,000
20 FIKRI BIN MADRUDIN 500,000
21 KARLINAN BIN SUBUR 500,000
22 SHAKILLA ADEEVA PUTRI 500,000
23 ASILA FIDA CHESSHENA 500,000
24 LUKI ARDIANSYAH 500,000
25 RIDWAN PURNAMA 500,000
26 MTSR BEKASI 1,500,000
27 DAWA BIN AHMAD 1,000,000
28 MELATI BINTI AMIR 600,000
29 SITI MARDIYAH 500,000
30 SUPRAPTI BINTI FUAD 604,000
31 URIPAN SUBIYANTO 2,594,350
32 MAWANI PANE 1,056,900
33 Lilik HILYA RUFAIDA 2,000,000
34 SUWARSIH BINTI SUJONO 1,926,400
35 LAILY HANIK 582,500
36 MISRIYA BIN ALAWI 701,700
37 NURHOSNA BIN MUSAKKI 690,300
38 SUGITO BIN KASENI 1,924,317
39 SUPRIYANTO BIN MUSTARI 500,000
40 PONIRIN ASHARI 1,000,000
41 MUNAWIR BIN WASIMIN 625,000
42 SUMI ROHMAWATI 500,000
43 SUNARTI 2,200,000
44 RAHMAT IRMA 1,000,000
45 RSSR LAMPUNG 6,000,000
46 DAMAN LAMPUNG 750,000
47 JUMIATI BINTI ROMO REJO 750,000
48 RIZKY PUTRA PRATAMA 1,500,000
49 SUMINEM BINTI DARMO 1,500,000
50 MTSR PANTURA TIMUR III 1,515,000
51 MUHAMAD AMIR 1,000,000
52 DEDIK IRAWAN 500,000
53 SLAMET HARIANTO 500,000
54 TEMON BINTI SAWAL 531,000
55 UMI AMINATUZZAHRO 500,000
56 DESVIA SALSABILA 500,000
Total 63,530,467

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 63,530,467,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1015 ROMBONGAN

Rp. 51,953,988,557,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.