Rombongan 1014

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on June 21, 2017

CLARA ELIZA PUTRI (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Pantai RT 4/1 Tanjung Binga, Sijuk, Tangjung Pandan, Belitung. Clara, bocah mungil ini diketahui menderita Atresia Billier saat usianya menjelang 2 bulan, ditandai dengan perutnya buncit, mata dan tubuhnya kuning. Beruntung, orang tua Clara sangan peka dengan kondisi sang buah hati. Dan saat usianya 2 bulan telah dilakukan operasi kassai, tindakan dimana memotong usus untuk menggantikan fungsi saliran empedu yang tidak terbentuk secara sempurna di RSCM. Alhamdulillah, kondisi badanya terus menunjukkan perbaikan. Tapi disisi lain, Clara masih harus mengkonsumsi susu khusus. Sementara orang tua Clara, bapak Herry Irawan (34) adalah seorang buruh lepas dengan penghasilan tak menentu dan ibu Wiwit adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi ini yang mengantarkan kurir sedekah rombongan untuk menemui Clara, dan memberikan santunan untuk membeli susu khusus supaya nutrisi Clara terpenuhi. Semoga Clara kecil, dapat tumbuh sehat dan kelak akan menjadi anak yang bermanfaat untuk banyak orang. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Clara menderita atresia billier


ZAFIRAH ARSY RAMDANA (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Rekreasi RT 12/4 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Zafirah, adalah putri dari pasangan bapak Kamsin Mukamat (46) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dan ibu Widyastuti (34) yang sehari-hari mengurus anak di rumah. Zafirah, terlahir dengan kondisi Atresia billier dimana saluran empedu tidak terbentuk secara sempurna. Anak dengan Kondisi seperti ini membutuhkan nutrisi yang cukup sehingga harus mengkonsumsi susu khusus yang harganya tak murah, satu kaleng 330 ribu dan hanya cukup untuk 3 hari. Sementara penghasilan Pak Kamsin tidak mencukupi untuk memenuhi sang anak. Dengan alasan ini pula, kurir sedekah rombongan memberika santuna awal untuk Zafirah. Terakhir kemarin kami mendapat kabar jika Zafirah sedang dilarikan ke IGD karena diare dan dehidrasi. Mohon doa terbaik untuk kesembuhan Zafirah.

Jumlah bantuan: Rp. 900.000,-
Tanggal: 31 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Zafirah menderita atresia billier


MUHAMMAD NAUFAL AL FAYYADH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Kp. Rawabangun Km 17 RT 10/3 Toapaya Selatan, Toapaya Bintan, Kepulauan Riau. Naufal begitulah bocah ini disapa, adalah putra dari pasangan bapak Suyatno (35) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun. Dan ibu Siti Nur Choiriah (32) seorang ibu rumah tangga. Sejak usia 2bulan, mata dan tubuh Naufal terlihat menguning disertai dengan perutnya yang semakin membesar. Oleh orang tuanya, Naufal hanya dijemur, tapi tak kunjung ada perubahan. Hingga, akhirnya orang tua Naufal membawa Naufal ke puskesmas lalu ke Rumah Sakit Daerah hingga dirujuk ke RSCM Jakarta. Berbekal uang seadanya, orang tua Naufal berangkat ke Jakarta. Di RSCM rencananya Naufal akan dilakukan tindakan biopsi untuk menegakkan sakit yang diderita Naufal. Tapi Allah berkehendak lain, Naufal berpulang sebelum proses pengobatannya berakhir. 2 hari sebelum berpulang, kurir seedekah rombongan berkesempatan mengunjungi Naufal dan orang tuanya untuk menyampaikan santunan untuk kebutuhan selama menjalani perawatan di RSCM. Kini, Naufal kecil telah bermain dengan teman-temannya disurga. Orang tua Naufal mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Naufal menderita atresia billier


LIDIA PERMATA ANINDA (2, Allagile Syndrome). Alamat: Jl. Gunung Slamet RT 8/14 Bamang Kramat, Sampit, Kalimantan Tengah. Lidia, begitulah bocah mungil ini sering disapa. Terlahir dengan kondisi normal seperti bayi pada umumnya. Namun saat usia Lidia menginjak 3 bulan, tubuh dan matanya terlihat kuning. Saat itu Lidia kecil hanya dijemur, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Hingga bulan April kemarin Lidia dirujuk ke RSCM Jakarta dan setelah menjalani beberapa pemeriksaan, oleh tim dokter dikatakan menderita Allagile Syndrome. Saat ini Lidia sedang menjalani beberapa pemeriksaan untuk persiapan transplantasi hati, karena kondisi dan berat badan Lidia dinilai cukup untuk bisa dilakukan tindakan. Orang tua Lidia, bapak Hadi Pramono (46) sehari-hari bekerja sebagai security, tapi terpaksa harus mengambil cuti karena turut ke Jakarta untuk mempersiapkan diri sebagai pendonor hati untuk Lidia. Sementara ibu Lili Sukmawati (37) adalah seorang ibu rumah tangga, selain merawat Lidia bu Lili juga harus mengurus dua adik Lidia yang masih kecil. Selama menjalani pengobatan di Jakarta otomatis tal ada lagi pemasukan yang didapat oleh pak Hadi, sementara kebutuhan Lidia tidak sedikit. Lidia harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tak murah. Mendengar tentang kondisi yang dialami Lidia dan orang tuanya, kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi Lidia dan menyampaikan bantuan untuk membeli susu. Orang tua Lidia mengicapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 600.000,-
Tanggal: 31 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy

Lidia menderita allagile syndrome


SURATIAN BINTI FULAN (72, Gangguan pada Pendengaran). Alamat: Jl. Johar Batu Utara IV/3 RT 6/3 Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Suratian atau lebih akrab disapa nenek Tian, diusianya yang sudah menginjak senja sering kali mengeluh sesak napas dan pendengarannya juga terganggu. Dengan kondisi seperti itu, nenek Tian seharusnya sudah harua istirahat dan dirawat oleh anak-anaknya. Tapi yang terjadi berbeda, nenek Tian masih harus merawat satu anaknya yang mengalami cacat mental. Sementara anak keduanya bekerja dengan penghasilan yang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Jangankan untuk berobat nenek Tian, bisa untuk bayar kontrakan dan makan sehari-hari sudah alhamdulillah. Ditengah kesulitan yang dihadapi oleh nenek Tian, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan untuk mengunjungi nenek Tian dan menyampaikan santunan untuk kebutuhan sehati-hari. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri

Bu Suratian menderita gangguan pada pendengaran


JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir serta sempat menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini Daffa selain rutin chek up di poli kulit dan kelamin Daffa juga jalani test IQ serta jalani rongent tangan. Tujuan test IQ untuk mengetahui apakah tingkat kecerdasannya mengalami mengalami hambatan akibat kelainan kromosom yang dideritanya. Alhamdulillah hasilnya normal sesuai usianya, artinya kelainan kromosum yang dideritanya tak mempengsruhi perkembsngsn otaknya. Sementara untuk rongent dilakukan untuk mengetahui ruas-ruas tulangnya. Seperti kita ketahui perkembangan jari-jari Daffa sempat terhambat, belum terbentuk secara sempurna sampai usia kurang lebih 2 tahun. Dan hasil rongent menunjukkan jumlah ruas tulang sudah lengkap. Untuk perawatan kulitnya, tetap disananakan penggunaan cream khusus vasline noroid cream, olive oil serta sering mandi tanpa sabun. Terapi kulit untuk kasus seperti Daffa ini memang hanya menjaga kelembaban kulit saja.Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Baik kemampuan fisik maupun verbalnya. Untuk terus memantau perkembangannya, Daffa diharuskan chek up rutin paling sedikit sebulan sekali. Tapi untuk bulan ini mengingat rangkain beberapa test Daffa harus bolak- balik ke RS .Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi dan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI, akan tetapi sebagian besar obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Sampai saat ini kita tetap mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Januar menderita iIchtyosis lamelar


FARID ABDULLAH( 1, Atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik). Alamat : Dsn. Tahunan RT 02/06, Ds. Sambirejo, Kec.Jatisrono, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Farid begitu nama panggilannya, menderita beberapa kelainan, diantaranya kebocora jantung, sidaktil, bengkoknya pergelangan tangan kanan, serta tak memiliki daun telinga sebelah kanan. Bayi malang ini juga terlahir tanpa memiliki lubang anus (Atresia Ani). Dua hari setelah dilahirkan Farid dirujuk ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani operasi pembuatan stoma, atau saluran pembuangan sementara di perut sebelah kiri. Sementara untuk jantungnya, untuk saat ini Farid menjalani terapi obat jantung diiringi fisioterapi untuk membantu tumbuh kembangnya. Pada saat operasi pertama kali yaitu pembuatan stoma, Farid memakai biaya umum mengingat belum memiliki fasilitas kesehatan apapun. Kini Farid adalah peserta BPJS MANDIRI. Empat bulan pasca operasi pembuatan stoma Farid menjalani operasi pembuatan anus. Bulan ini kodisi kesehatan Farid tak berbeda jauh dengan bulan yang lalu. Sering panas, flu, batuk yang membuat Farid harus bolak-balik ke poli anak dan kardio anak untuk memantau masalah jantungnya. Akibatnya selama sebulan ini Farid tak melakukan chek up di poli bedah anak untuk melanjudkan pengobatan atresia ani yang dideritanya. Untuk biaya akomodasi sudah barang tentu mereka tak mampu. Sebagai seorang terapis, Ayah Farid, Bapak Suharwin hanya bisa bekerja jika ada orang yang membutuhkan saja, tak setiap hari ada yang melakukan terapi. Sementara Ibunya Farid, Ibu Yessy hanyalah ibu rumah tangga saja. Merekapun tinggal masih menumpang di rumah kakek dan neneknya Farid. Bantu Farid memperjuangkan kesembuhannya. Keluarga Farid tak mengharap Farid memiliki fisik normal. Mereka hanya ingin Farid sehat seperti anak pada umumnya. Semoga saja Farid tak menemukan banyak kendala untuk proses pengobatannya nanti.

Bantuan : Rp. 1.170.000,-
Tanggal :19 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Farid menderita atresia ani + kebocoran jantung + kelainan fisik


DALIMIN BIN TARMO SUTARYO ( 62 , Tumor Pipi ). Alamat : Dsn Suwondo, RT 01/09, Ds. Gumiwang, Kec. Wuryantoro, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Dalimin ini merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan yang juga sudah berjalan cukup lama. Pak Dalimin awalnya menderita tumor pipi selama hampir 11 tahun. Awalnya tim Dokter bedah onkologi tak berani melakukan pengangkatan tumor secara langsung. Akhirnya diputuskan dilakukan tindakan kemoterapi terlebih dahulu sebanyak 3 kali. Seleasi menjalani 3 kali kemoterapi akhirnya tumor berhasil diangkat dengan resiko yang cukup besar. Pasca Operasi Dalimin sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6, dilanjudkan kemoterapi obat serta radioterapi. Setelah Pak Dalimin dinyatakan selesai jalani radioterapi, bulan ini ada beberapa test yang harus dijalani. Diantaranya CT Scan, USG dan Rongent yang tentu saja dilakukan di waktu yang berbeda. Hasil dari semua test dikonsulkan ke 5 dokter specialis, dan diputuskan untuk melanjutkan pengobatan dengan minum obat selama 3 bulan dulu. Artinya tiap bulan Pak Dalimin harus tetap rutin jalani kontrol sekaligus mengambil resep obat setiap 10 hari sekali. Keluarga Pak Dalimin saat ini peserta BPJS MANDIRI. Meskipun begitu mereka masih kesulitan untuk biaya akomodasi dan medikasi. Apalagi dalam sebulan mereka tak cukup hanya sekali ke RS. Bantuan dari #SedekahRombongan sangatlah meringankan keluarga Pak Dalimin.. Semoga kondisi Pak Dalimin semakin membaik.

Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Pak Dalimin menderita tumor pipi


RIAN JUNIOR ( 8, Atresia Ani ). Alamat : Dsn. Pasekan RT 01/02, Ds. Pasekan, Kec. Eromoko, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa. Rian begitu anak ini biasa di panggil, sejak lahir menderita kelainan. Terlahir tanpa memiliki anus atau Atresia Ani, selain itu juga menderita Down Syndrom. Rian lahir secara normal dibantu oleh bidan di Jakarta karena waktu itu ibunya memang sedang merantau di Jakarta. Ketidaknormalan Rian baru diitemukan saat tahu bahwa Rian tak memiliki anus. Rian segera dirujuk ke RSCM untuk dilakukan tindakan operasi pembuatan stoma. Waktu itu untuk membiayai operasi Rian, ibunya rela menjual sebidang tanah, satu-satunya harta yang dimiliki ibunya Rian. Merasa semakin kesulitan ekonomi, dan tak mampu membiayai hidup di Jakarta, akhirnya Rian dibawa pulang kampung oleh ibunya dan memutuskan menetap di desa saja. Harusnya bayi atresia ani menjalani operasi pembuatan anus pada usia 4-6 bulan. Akhirnya setelah menunggu selama 8 tahun lebih Rian bisa menjalani operasi pembuatan anus. Bulan ini setelah jalani serangkaian test akhirnya tim dokter memutuskan dilakukan tindakan operasi penyamnungan usus ke anus serta penutupan stoma. Operasi berjalan lancar selama 2 jam dan saat ini Rian menjalani perawatan pasca operasi. Jahitan belum semuanya dilepas jadi harus rutin dilakukan medikasi. Keluarga Rian memang memiliki KIS, tapi kondisi ekonomi yang memang benar-benar miskin membuat orang tua Rian hanya bisa pasrah. Ibunya Rian, Ibu Yatiem hanyalah seorang buruh tani dengan pendapatan yang sangat minim dan itupun tidak menentu. Pendapatan hanya 100 sampai 200 ribu per bulan, sehari-hari lebih sering makan tiwul karena jarang mampu membeli beras. Bisa dibayangkan dengan kehidupan mereka di tambah lokasi yang jauh di pelosok desa, serta tak ada akses kendaraaan umum membuat mereka tak mampu melanjudkan pengobatan. Atas dampingan #Sedekah Rombongan Rian dapat melanjudkan pengobatannya.

Bantuan : Rp. 1.951.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @Mawan@Nonis@Dodo

Rian menderita atresia ani


WINANTI BINTI TAYAT, (20, Megacolon). Alamat : Dsn Pagersengon RT 02/ 07, Ds. Selopuro, Kec. Batuwarno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Winanti sudah 3 tahun berjuang untuk sembuh dari sakit Megacolon yang dideritanya di RS Dr.Moewardi Surakarta. Gadis kelahiran tanggal 10 Juni 1996 ini sebenarnya sudah menderita kelainan usus dari lahir,hanya saja baru terdeteksi di usia 17 tahun. Dari bayi Winanti selalu bermasalah dalam buang air besar. Kadang seminggu sekali,dua minggu bahkan sebulan sekali baru bisa buang air besar. Tiga tahun lebih Winanti jadi pasien dampingan #Sedekah Rombongan. Empat kali operasi sudah di jalani tapi belum juga menunjukkan kemajuan. Beberapa tindakan pemeriksaan sudah dilakukan tapi tak membuahkan hasil juga. Sementar a hasil Endoskopi beberapa bulan laluterbaca bahwa saluran usus dan anus masih sangat sempit. Sangat beresiko jika dilakukan operasi penyambungan usus karena ukurannya belum normal. Tim dokter memutuskan untuk melanjudkan businasi setiap hari ke RS. Artinya Winanti tiap hari harus bolak-balik ke RS hanya untuk tindakan businasi, sampai ukuran anus normal sesuai usianya. Perjuangan yang tak kenal lelah untuk mendapatkan kesembuhan. Setelah bulan kemarin jalani operasi pemasangan klem, bulan ini Winanti tetap rutin kontrol di poli bedah RSD.Moewardi Surakarta untuk jalani spooling. Haslnya cukup menggembirakan, Winanti siap untuk jalani operasi lanjutan, yaitu penyambungan usus dan penutupan stoma. Semoga ini jadi operasi yang terakhir tak ada tindakan operasi lanjutan lagi. Winanti sudah menjalani serangkaian test sebagai pelengkap persyaratan operasi dan dijadwalkan mulai jalani rawat inap tanggal 2 Juni 2017. Keluarga Winanti memang benar-benar dhuafa. Pak Tayat yang sudah berusia 70 an tahun masih harus bekerja sebagai buruh tani. Sementara Ibu Sutiyem, ibunyaWinanti hanya ibu rumah tangga biasa merawat Winanti dirumah. Meskipun keluarga Winanti memiliki Jamkesmas, tetap saja mereka masih tak mampu membiayai perlengkapan medis untuk medikasi sekaligus transportasi. Lokasi tempat tinggal Winanti jauh dipelosok desa, bahkan tak ada kendaraan umum dari kampung Winanti menuju jalan raya. Kehadiran #Sedekah Rombongan sangatlah membantu meringankan beban mereka, dengan mengantar jemput Winanti serta membantu biaya untuk membeli perlengkapan medikasi.

Bantuan : Rp.2.585.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Winanti menderita megacolon


KATNI JARTO (44, Rhabdomyosarcoma). Alamat : Dsn. Temon Lor RT 02/05, Ds. Temon, Kec. Baturetno ,Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Sekitar bulan Juni 2014 ini Bu Katni mulai merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul,tapi lama-lama bertambah besar. Tapi lama-kelamaan benjolan itu semakin besar dan semakin sakit. Keluarga Bu Katni khawatir dan membawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS.Marga Husada inilah Bu Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Pasca operasi,dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya bahkan bisa dibilang pertumbuhan benjolan itu begitu cepat dan lebih terasa sakit. Akhirnya pihak RS Marga Husada segera merujuk ke RSD.Moewardi Solo. Tim Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi. Dari hasil PA yang dilakukan pada saat operasi,pasien menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Dokterpun sudah menjelaskan bahwa Bu Katni menderita kanker ganas level 3. Pasca operasi dan luka dinyatakan sembuh, Tim dokter akhirnya memutuskan melakukan tindakan kemoterapi. Saat ini Bu Katni sudah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Dan dinyatakan selesai jalani kemoterapi. Meskipun sudah tak menjalani kemoterapi serta tak mengkonsumsi obat kemoterapi, Bu Katni harus tetap jalani chek up rutin tiap bulan untuk memantau perkembangannya. Bulan ini Bu Katni menjalani rongent paha untuk memantau perkembangan kanker di pahanya dulu. Hasilnya cukup bagus karena tak tampak ditemukan benjolan lagi. Rencananya bulan depan akan dijadwalkan jalani test USG. Keluarga ini memang tergolong tidak mampu. Pak Jarto, suami Bu Katni bermata pencaharian sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu. Terkadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kekurangan ditambah lagi biaya sekolah anak mereka. Melihat kondisi yang seperti ini tak lantas membuat Bu Katni tinggal diam. Sebisa mungkin beliau membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Keluarga ini memang terdaftar sebagai peserta KIS. Tapi mengingat biaya ke RS memang tak sedikit untuk sekali jalan, tentunya biaya ini bukanlah biaya yang ringan. Saat ini Bu Katni menjadi pasien dampingan #SR. Dan bantuan sedekaholic tentulah sangat meringankan beliau. Bu Katni merasa benar-benar terbantu untuk biaya berobat selama ini.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir :@Mawan,@Nonis,@Dodo

Bu Katni menderita rhabdomyosarcoma


SURADI BIN SONO KARTO (33, TB Tulang). Alamat : Dsn. Jarum RT 02/01, Ds. Sidoharjo, Kec. Sidoharjo, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Pak Suradi, begitu beliau biasa dipanggil sudah satu tahun lebih merasakan sakit di punggungnya. Awalnya dihiraukan saja. Tak hanya itu saja, Pak Suradi sering batuk yang tak kunjung sembuh dan sering kambuh. Belakangan di ketahui bahwa Pak Suradi menderita TBC. Untuk pengobatan rutin dilakukan di RSUD WONOGIRI. Karena tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun terpaksa biaya berobat memakai biaya umum. Sementara pengobatan TBC tetap berjalan, sakit di punggungnya juga semakin terasa sakit. Pak Suradi mulai kesakitan aktifitas. Dokter meminta dilakukan pengobatan juga untuk tulangnya, akan tetapi niat itu di urungkan dikarenakan tak ada biaya. Kini Pak Suradi sudah memiliki BPJS, meskipun begitu Pak Suradi masih membutuhkan biaya akomodasi untuk berobat ke RS. Apalagi saat ini RS tempat Pak Suradi berobat justru semakin jauh. Diagnose terakhir ternyata Pak Suradi menderita TB Tulang dan harus dirujuk ke RS.Orthopedi Surakarta. Pak Suradi setiap seminggu sekali mulai menjalani pengobatan di RSO. Surakarta. Pak Suradi langsung sudah menjalani serangkaian Stest mulai test lab, rongent thorax sampai MRI. Hasilnya masih ditemukan adanya cairan di paru-parunya. TB Tulang juga mulai menggerogoti tulang dengan ditemukannya beberapa bagian tulang yang berlubang terutama bagian punggung. Tim dokter memutuskan fokus menghilangkan cairan diparu- paru sambil tetap minum obat paru, sementara untuk operasi tulang akan dilakukan bulan Juli tahun ini ( Juli 2017). Bulan ini Pak Suradi mengalami penurunan kondisi yang disebabkan karena efek minum obat paru-paru. Bahkan sempat chek up ulang karena khawatir terjadi hal yang tak diinginkan. Tim dokter akhirnya memutuskan menghentikan pemberian salah satu obat paru, sekaligus mengganti obat lain untuk meminimalisir efek obat paru yang diberikan. Pak Suradi adalah tulang punggung keluarga. Istrinya Ibu hanyalah ibu rumah tangga biasa yang merawat tiga orang anak. Demi menghidupi keluarga, apalagi membiayai 2 anaknya yang sudah duduk di bangku sekolah lanjutan pertama, dalam keadaan sakit Pak Suradi tetap bekerja sebagai office boy di sebuah BMT dekat rumahnya. Kesulitan ekonomi juga yang membuat Pak Suradi berat membayar iuran BPJS. Selama KIS belum jadi untuk sementara #SR mengcover iuran BPJS tiap bulannya. Bantuan yang di berikan #SR dirasa sangat membantu pengobatan Pak Suradi. Kini Pak Suradi dapat melanjudkan pengobatannya, dan semoga segera membaik.

Bantuan : Rp. 1. 276.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Dodo

Pak Suradi menderita TB tulang


IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS (2, Paru-paru + Gangguan Tumbuh Kembang). Alamat: Dsn. Brangkalan, RT 01/09, Ds. Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibrahim begitu balita ini dipanggil, lahir pada tanggal 19 September 2015. Putra ketiga pasangan Bapak Suranto dan Ibu Ike Desi ini mengalami masalah dengan tumbuh kembangnya. Diusia 18 bulan Ibrahim belum bisa tumbuh seperti anak seusianya. Dia baru bisa tengkurap dan terlentang saja ditempat tidur. Jangankan berjalan, duduk sendiripun dia belum kuat. Berat badan pun dibawah berat badan rujukan normal. Akibatnya Ibrahim masuk kategori anak dengan kondisi kurang gizi mengarah ke gizi buruk. Tak hanya itu, Ibrahim juga bermasalah dengan paru-parunya. Sebulan sekali Ibrahim rutin chek up sekaligus mengambil resep obat karena obat paru harus diminum setiap hari. Sementara untuk tumbuh kembangnya disarankan jalani fisioterapi rutin dua kali dalam satu minggu. Saat ini Ibrahim menjalani pengobatan di poli anak dan poli fisioterapi medik RSUD Wonogiri. sedikit demi sedikit fatih mulai mengalami perkembangan. Ibrahim dan keluarganya saat ini memang terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri kelas 3. Tapi karena keterbatasan ekonomi, membuat keluarga Ibrahim kesulitan membayar iuran BPJS untuk tiap bulannya. Bapak Suranto, ayah Ibrahim hanyalah seorang buruh serabutan, dengan pendapatan yang tak menentu. Belum lagi membiayai sekolah kedua kakak Ibrahim. Ibunya juga hanya Ibu Rumah Tangga tak bekerja hanya mengurus keluarga terutama Ibrahim yang kemana-mana memang harus di gendong. Bahkan untuk tempat tinggal, keluarga ini masih menumpang, diminta menempati rumah salah satu keluarganya yang kebetulan kosong tidak dihuni. Untuk pengobatan rutin ke RS memang hanya mengandalkan naik kendaraan umum, itupun terkadang tak ada biaya yang akhirnya membuat Ibrahim tak bisa rutin jalani fisioterapi. Berkat informasi yang diberikan oleh salah satu perangkat desa, akhirnya dipertemukan dengan tim #SRWonogiri. Semoga saja setelah dibantu Sedekah Rombongan, pengobatan Ibrahim dapat berlanjut tanpa ada kendala lagi, berharap Ibrahim kondisinya jadi lebih baik, bisa tumbuh normal seperti anak seusianya.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Ibrahim menderita paru-paru + gangguan tumbuh kembang


TINI BINTI NGATMAN ( 57, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Bulu, RT 003/006, Ds. Jendi, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Ibu Tini yang saat ini tinggal berdua saja dengan suaminya Pak Sugiyanto beberapa bulan terakhir ini mengeluh sakit di mata sebelah kanan atas. Awalnya hanya merasakan gatal dan perih seperti terkena iritasi saja. Dan sempat dihiraukan saja karena terkadang sakit itu hilang dengan sendirinya. Akan tetapi lama- kelamaan sakit itu sering kambuh dan baru sembuh dalam waktu yang lebih lama. Hingga akhirnya mata semakin perih dan tak kunjung sembuh. Atas saran beberapa tetangganya, Ibu Tini diminta memeriksakan matanya ke Dokter specialis mata. Oleh dokter specialis mata Ibu Tini disarankan untuk melanjudkan pemeriksaan ke RSUD Wonogiri. Ternyata diketahui ada benjolan semacam tumor kecil didalam mata sebelah kanan atas. Karena sering di ucek akhirnya terjadi luka yang mengakibatkan infeksi. Berhubung tak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, terpaksa semua biaya dicover secara umum. Kondisi keterbatasan ekonomi membuat Ibu Tini tak bisa melanjutkan pengobatan yang berakibat semakin parah infeksi yang dideritanya. Ibu Tini dan suaminya ini memang tergolong keluarga yang tak mampu. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Akibat sakit yang diderita ini juga membuat Ibu Tini tak lagi bekerja. Akhirnya beberapa tetangganya menghubungi salah seorang kurir #SRWonogiri untuk meminta bantuan. Tim segera bergerak melakukan survey dan memutuskan membantu Ibu Tini. Langkah pertama segera dibuatkan BPJS kelas 3. Setelah BPJS bisa digunakan Ibu Tini segera dibawa ke RSUD untuk melanjudkan pengobatan yang sempat tertunda. Kini Ibu Tini jadi pasien dampingan #SRWonogiri. Selama sebulan menjalani perawatan untuk mengobati infeksi dimata, akhirnya infeksi dinyatakan sembuh dan tim dokter memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi. Bulan ini Bu Tini berhasil menjalani operasi pengangkatan tumor kecil matanya. Untuk selanjutnya Bu Tini akan menjalani perawatan pasca operasi untuk pemulihan kondisi. Berkat bantuan para sedekaholic Ibu Tini dapat melanjudkan pengobatan, serta menjalani operasi di matanya dan semoga saja bisa segera menjemput kesembuhan.

Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Maria

Tini menderita tumor mata


WARSI BINTI KROMOREJO (46, Tumor Mata). Alamat : Dsn. Siraman RT 002/003, Ds. Gambiranom, Kec. Baturetno, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Bu Warsi adalah seorang dhuafa serta berstatus dengan dengan 3 orang anak. Tinggal disebuah rumah berdinding kayu beralas tanah, Bu Warsi menjalani hari-harinya bersama 3 orang anaknya dalam keadaan yang serba kekurangan. Belum lagi untuk membiayai sekolah anak-anaknya, penghasilan sebagai buruh serabutan tentulah tidak cukup. Karena kondisi inilah Bu Warsi yang sebenarnya sudah lama merasakan sakit akibat benjolan di mata kiri memilih mengabaikan sakitnya dan lebih memilih memikirkan kelangsungan hidup keluarganya. Menghidupi keluarga seorang diri tentulah tak mudah dan perlu perjuangan yang keras. Tak heran jika sakitnya dibiarkan saja, karena Bu Warsi sadar biaya berobat tentulah tidak sedikit. Untuk kehidupan sehari-hari saja susah apalagi untuk biaya berobat. Keluarga Bu Warsi memang peserta Jamkesmas, tapi yang jadi pemikiran Bu Warsi bagaimana dengan biaya akomodasinya. Bagaimanapun ke RS tentulah membutuhkan biaya karena pasti tak hanya sekali dua kali ke RS. Belum lagi jarak dari rumah ke RS sangatlah jauh lebih dari 80 km, harus berangkat subuh jika mau periksa ke RS. Terbayang juga dalam fikirannya siapa yang akan mengurus anak-anaknya jika beliau dirawat di RS. Akhirnya ada salah satu kurir #SRWonogiri yang mengetahui langsung kondisi Bu Warsi segera melakukan survey, karena memang layak dibantu, tim pun segera bergerak. Tim segera membawa Bu Warsi ke RSUD Wonogiri, dan ternyata memang harus segera di rujuk ke poli mata RSD.Moewardi Surakarta. Di RS rujukan inipun ternyata segera diminta menjalani serangkaian test, karena Bu Warsi disarankan untuk segera menjalani operasi. Seminggu kemudian Bu Warsi menjalani operasi pengangkatan benjolan merah di mata sebelah kiri atas. Operasi berjalan lancar, dan sampai saat ini Bu Warsi masih menjalani perawatan di ruang rawat inap bangsal Anggrek 2 RSD. Moewardi Surakarta. Semoga kondisi Bu Warsi segera membaik dan bisa segera dibawa pulang. Sedekaholic, berkat uluran tangan anda semua, Bu Warsi yang sudah bertahun-tahun menahan sakit akhirnya dapat menjalani pengobatan untuk kesembuhannya. Semoga beliau dapat sembuh total dan dapat kembali mengurus keluarga dan anak-anaknya.

Bantuan : Rp. 1.730.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @Mawan,@Nonis,@Runi,@Dodo

Bu warsi menderita tumor mata


Muhammad Zilig Bangun Saputra ( 12, Pembelian Kacamata ). Tinggal di Gabelan Kidul, RT1/2, Tegalharjo, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Bangun tinggal hanya dengan kakak perempuannya. Ayahnya pergi merantau di Jakarta, kondisi pun serba kekurangan. Ibunya meninggalkan bangun sejak masih kecil, pergi entah kemana. Bangun ini sakit tuna rungu, selain itu mata nya pun juga sakit. Cacat pada penglihatan membuatnya semakin menderita. Saat ini Bangun mengikuti pendidikan di SLB Genukharjo Wuryantoro. Adapun mata dik Bangun menderita kelainan atau Plus. Mata sebelah kanannya plus 12,5, sedangkan mata sebelah kirinya plus 11,5. Bangun pun membutuhkan kacamata supaya bisa melihat dengan baik. Camat Eromoko, Danang Erawanto menginformasikan kondisi ini kepada tim Sedekah Rombongan Kabupaten Wonogiri. Dengan informasi yang kita terima tersebut, kemudian kita survey ke tempat tinggalnya. Kondisi keluarga dik Bangun sangat memprihatinkan. Jika pun anda melihat kondisinya pasti sangat sedih sekali. Akhirnya, dengan hasil survey tersebut dik Bangun kita bantu dalam pembelian kacamata. Alhamdulillah, penglihatannya pun terbantu dengan adanya kacamata tersebut. Semoga bantuan ini pastinya bisa meringankan beban dik Bangun dan kakak nya yang berjuang untuk kehidupan keluarga mereka.

Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @Mawan@Danang

Bantuan pembelian kacamata


RSSR WONOGIRI ( Operasional , April 2017 ). Rumah Singgah Sedekah Rombongan atau sering disebut dengan RSSR merupakan sebuah rumah dimana pasien – pasien dampingan sedekah rombongan singgah dalam rangka perawatan. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Wonogiri bertempat di depan Kantor Lurah Wonokarto. Adapun pasien – pasien sedekah rombongan Wonogiri berasal bukan saja dari wilayah Wonogiri, namun juga dari propinsi lain seperti Pacitan dan Ponorogo. Hal ini menjadikan rumah singgah sebagai tempat para pasien berkumpul bersama, sebelum mereka kita bawa ke rumah sakit baik di RSUD Kabupaten Wonogiri maupun ke Moewardi Solo. Segala kebutuhan mereka tentunya kita cukupi dengan operasional rumah singgah. Kebutuhan – kebutuhan tersebut antara lain adalah pembelian kebutuhan pokok seperti makan sehari – hari. Selain itu, juga kebutuhan pengobatan yang diperlukan pasien misalnya pempers, kassa, obat luar dan lain sebagainya. Kebutuhan lain adalah dalam anggaran operasional rumah singgah sedekah rombongan misal biaya rutin seperti listrik dan air. Segala kebutuhan ini kita masukkan dalam operasional kegiatan rumah singgah sedekah rombongan, adapun untuk bulan Mei 2017 sebagaimana terlaporkan sebagai berikut ini.

Operasional : Rp.3.675.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @MAWAN@ALL KURIR

Biaya operasional April 2017


MTSR WONOGIRI (B1732KZH, Operasional April 2017 ). Selain Mobil Tanggap Sedekah Rombongan APV, kami mempunyai sebuah mobil tanggap yaitu mobil grandmax. Keduanya bersama – sama menjadi kebutuhan pendampingan pergerakan sedekah rombongan di Kabupaten Wonogiri. Jika mobil APV selain pasien sakit juga untuk mengantar jenazah, untuk mobil tanggap sedekah rombongan grandmax ini paling sering untuk wira –wiri survey pasien serta mendampingi pasien rutin sedekah rombongan. Sebab, untuk mobil tanggap ini tidak mempunyai stretcher. Sehingga jika ada pasien yang harus tidur, maka kita gunakan kebutuhan tersebut dengan MTSR APV yang mempunyai stretcher. Kondisi mobil pun membutuhkan perawatan, selain biaya operasional adalah untuk bahan bakar, perawatan berupa ganti oli, cek mesin serta perawatan kondisi lain kita lakukan. Adapun laporan operasional mobil tanggap sedekah rombongan sebagaimana terlaporkan berikut ini untuk bulan April 2017.

Operasional : Rp.5.892.300,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @MAWAN@ALL KURIR

Biaya operasional April 2017


MUDIYAT BIN KARSO SUWITO (75 Tahun, Renovasi Rumah). Alamat: Dusun Clorot RT.04/RW.47 Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Rumah Mbah Mudiyat yang sudah ditinggalinya selama 25 tahun lamanya kini sudah tak utuh bentuknya, sudah roboh. ‘Bangunan’ yang berada di bawah rimbun bambu itu sekarang hanya menyisakan tumpukan kayu dan bambu bekas kerangka rumah, kumuh. ‘Rumah’ Mbah Mudiyat berdiri di atas tanah yang ditinggalkan oleh orang tuanya dulu. Mbah Mudiyat hanya tinggal sendirian di sana, karena ia tak memiliki istri maupun anak. Sebenarnya ia masih memiliki dua saudara kandung yang masih hidup namun tidak tinggal bersama. Sehari-harinya, dua saudaranya tersebut kadang membantunya untuk urusan makan dan minum. Untuk menyambung hidup, Mbah Mudiyat bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan untuk kemudian dijual kembali. Uang hasil penjualannya digunakan untuk makan sehari-hari. Kadang, para tetangga bergantian memberinya makan. Tempat tinggalnya sungguh tak layak, terlebih bagi orang tua seperti Mbah Mudiyat. Sementara itu, ia pun tidak memiliki biaya untuk memperbaiki tempat tinggalnya itu. Sedekaholic, melalui Sedekah Rombongan Gunungkidul membantu membangun kembali hunian yang layak untuk ditinggal Mbah Mudiyat. Pembangunan hunian layak huni ini juga dibantu oleh warga setempat, mereka menyumbang waktu dan tenaga yang mereka punya supaya hunian lekas terwujud. Sedekah Rombongan memberikan bantuan uang tunai yang segera diwujudkan menjadi bahan material untuk membangun rumah. Semoga bantuan dari Sedekaholic dan Sedekah Rombongan memberikan manfaat bagi Mbah Mudiyat. Alhamdulillah, Mbah Mudiyat juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan…

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Biaya renovasi rumah


RUDI HARTONO (40, Kanker Kulit). Alamat : Bumiharjo, RT 1/7, Ngandong Keling, Kota Jepara, Prov. Jawa Tengah. Pak Rudi biasa ia dipanggil. Berawal pada pertengahan tahun 2007 yang lalu, ketika Pak Rudi sedang membantu tetangga merenovasi rumah, kemudian kakinya tersangkut kabel listrik dengan teganggang yang sangat tinggi sehingga Pak Rudi tersengat arus listrik tersebut. Kemudian tetangga membawa Pak Rudi ke RSUD Kartini Jepara. Karena luka pada kaki Pak Rudi parah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi untuk mengamputasi kaki kiri. Proses operasi berjalan lancar dan Pak Rudi menjalani proses perbaikan pasca operasi. Pasca operasi Pak Rudi harus terus menjalani kontrol agar luka bekas operasi segera sembuh. Berbekal Jamkesmas pada waktu itu, sang istri, Bu Nani (36) dengan setia mengantar Pak Rudi kontrol rutin di RSUD Kartini. Setelah merasa lebih baik, Pak Rudi tidak melanjutkan kontrol rutin. Selain merasa kondisi sudah baik, disebabkan biaya transportasi yang cukup banyak sehingga Pak Rudi tidak melanjutkan pengobatan. Selang 9 tahun pasca operasi, Pak Rudi kembali merasakan sakit pada bagian kaki kanan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata Pak Rudi menderita kanker kulit yang mengharuskan diamputasi kaki kanannya. Saat itu kondisi Pak Rudi sangat drop karena kehilangan kedua kakinya membuat Pak Rudi tidak bisa bekerja seperti biasa. Sedangkan Pak Rudi memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Namun Allah berkehendak lain, alhamdulillah tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Rudi. Saat ini Pak Rudi telah menjadi pasien dampingan SR Semarang. Alhamdulilah setelah 3 bulan yang lalu Pak Rudi engga kontrol, akhirnya Pak Rudi kini kontrol kembali dan hasilnya semakin membaik, sel – sel kanker sudah tidak terdeteksi lagi dan dokter menyarankan untuk kontrol 6 bulan lagi untuk mengetahui keadaan sel kanker. Mohon doa dari #sedekahholic sekalian agar Pak Rudi lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi Pak Rudi Selama melakukan pengobatan di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 880.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @Robyadiarta @rifqiQz @arifiin_yaa @akuokawai

Pak Rudi menderita kanker kulit


AMAR MALIK SUKARYO (1, Hydrocephalus), Alamat: Sekuro RT 09/02 Mlonggo Jepara. Amar adalah buah hati pertama dari pasangan suami istri Pak Agus dan Bu Afifah. Awalnya pihak keluarga tidak menyadari bahwa Amar menderita penyakit hydrocephalus yang ditandai dengan membesarnya ukuran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak dan mata menghadap kebawah. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Amar tidak seperti bayi pada umumnya ketika ramadhan (2016), kepala Amar lebih sering jatuh ke belakang seperti terlihat berat. Namun, hal tersebut belum benar-benar membuat Bu Afifah sadar bahwa kepala Amar berukuran lebih besar hingga pada suatu hari topi yang biasa dipakai Amar beberapa hari lalu menjadi tidak muat dipakai lagi. Pak Agus yang mengetahui hal tersebut segera membawa Amar ke dokter daerah dan langsung dinyatakan bahwa Amar positif Hydrocephalus. Amar kemudian disarankan segera operasi di Semarang. Hidup sederhana dan seadanya tidak membuat Pak Agus putus asa memperjuangkan kesembuhan Amar. Pak Agus segera membuat BPJS untuk melanjutkan pengobatan Amar. Alhamdulillah, ketika lebaran kurir #SRPanturaTimur dipertemukan Amar dan langsung ditransfer ke Sedekah Rombongan semarang untuk menjadi pasien dampingan. Amar telah menjalani pemasangan selang dan dirujuk balik untuk kontrol lebih dekat di RSUD Kartini Jepara guna fisioterapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @restirianii @akuokawai

Amar menderita hydrocephalus


ALI MAHMUDI (39, Patah Tulang Belakang + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pondowan Gading, RT 3/3, Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu didesanya, satu setengah tahun yang lalu mengalami kecelakaan bekerja ketika merenovasi teras rumah milik seorang perantaun di Arab Saudi, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya. Delapan bulan yang lalu pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak control ulang ke dokter yang biasa menangani. Istrinya Sulistyowati (33) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8) yang masih sekolah dibangku kelas empat SD dan Hanna Khoirunnisa (2). Alhamdulillah, tepatnya pada bulan Januari 2016 Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ali, Alhamdulillah pengobatan beliau menjadi lancar. sebelas bulan rutin melakukan terapi dan minum obat membuahkan hasil yang maksimal perkembangan banyak didapat, kini kedua kaki beliau sudah bisa bergerak seperti sedia kala, sudah mulai latihan berjalan dan bisa duduk lama di kursi roda. Genap 1 tahun Pak Ali mengalami patah Tulang belakang, beliau juga terdiagnosa penyumbatan saluran kencing karena lamanya berbaring dan kurangnya bergerak diarea kaki. Dokte rmenganjurkan untuk operasi pelancaran saluran kencingnya, 2 jam menjalani operasi Alhamdulillah berjalan dengan lancar, untuk selanjutnya dokter mengharuskan Pak Ali kontrol Rutin di poli Urologi RS. Keluarga Sehat Hospital. Disamping mengantarkan untuk menjemput kesembuhan Sedekah Rombongan juga memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi, menebus obat dan membeli pampers untuk pak Ali. Besar dukungan, doa, dan semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh.aamiin sebelumnya Pak Ali sudah terbantu pada Rombongan ke 799

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 April 2017
Kurir : @Robbyadiarta Imam Rakhim @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak ali menderita patah tulang belakang + gangguan saluran kencing


TOYO BIN BAKRI (62, Osteoporosis & Reumatik). Alamat: Desa Sitirejo RT 9/2 Kec. Tambakromo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Toyo, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Awalnya, Pak Toyo merasakan pegal, linu dan nyeri tulang di bagian kakinya. Pak Toyo mengira bahwa itu adalah hal yang wajar karena terlalu lelah bekerja. Namun, beliau semakin merasakan sakit pada kakinya, apalagi ketika berjalan. Kemudian, beliau periksa ke mantri dan mendignosa bahwa beliau terkena reumatik dan osteoporosis. Beliau merasa sehat ketika mengkonsumsi obat. Namun, ketika bekerja terlalu keras, pegal, linu dan nyeri kembali dirasakannya. Pak Toyo bekerja sebagai petani. Beliau tinggal bersama dengan istrinya, Bu Ngadiyem (56) yang juga bekerja sebagai petani, dan seorang cucu M. Alvin Widayat (10) yang masih duduk di bangku SD kelas 6. Sarminah (37) adalah anak pertama beliau yang bekerja IRT di Semarang dan Abdul Rochim (32) adalah anak kedua yang telah berkeluarga dan menetap di Bandung. Pak Toyo tidak mempunyai jaminan kesehatan, hal tersebut menjadi alasan Pak Toyo tidak melakukan pengobatan berlanjut, disamping penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maka tidak ada lebihnya untuk berobat rutin dan untuk akomodasi dalam berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih dengan keadaan yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu penyembuhan Pak Toyo.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @Robbyadiarta Imam @jovan @evvaviddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Toyo menderita osteoporosis & reumatik


MARLAN BIN DARSUKI ( 77, Katarak). Alamat: Desa Penambuhan RT 3/5, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov.Jawa Tengah. Mbah Lan, demikian biasanya tetangga menyapa beliau. Sudah lama penglihatan beliau kabur. Awalnya hal tersebut beliau abaikan, namun semakin lama penglihatannya semakin tidak jelas. Beliau melakukan pemeriksaan mengenai kondisi matanya dan hasil diagnosa menyatakan bahwa kedua mata beliau katarak. Hal tersebut menyulitkan beliau dalam beraktifitas, tidak jarang beliau terjatuh ketika berjalan. Kemudian, Mbah Lan ikut menjalani operasi gratis yang diadakan oleh Djarum Foundation, namun hanya mata kiri yang mendapat penanganan, sedangkan mata yang kanan sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Mbah Lan bekerja sebagai petani. Setiap hari beliau mengayuh sepeda tuanya untuk pergi ke sawah. Penghasilan dari bertani yang tidak menentu diatur sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mbah Lan tinggal bersama istrinya yang biasa dipanggil Mbah Kasah (69), kedua anak, kedua cucu berumur 6 tahun dan 4 tahun, dan seorang menantu. Mbah Kasah sendiri sudah tidak mampu bekerja lagi pasca operasi tumor kandung kemih 3 bulan yang lalu. Sekarang masih merasakan nyeri dan susah tidur. Mbah Lan mempunyai jaminan kesehatan KIS. Namun, kondisi penglihatan yang semakin memburuk mempersulit beliau ketika bepergian untuk melakukan pengobatan. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai ikut merasakan kesulitan yang dialaminya, bantuan pun disampaikan untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu dan penglihatan beliau segera normal kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @Robbyadiarta Imam @jovan @evvaviddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Marlan menderita katarak


WAINI PATI (50, Stroke). Alamat : Dukuh Guwo, RT 2/1, Desa Gading Rejo, Kec. Juwana, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bu Waini adalah seorang janda yang hidup sendiri dalam keadaan stroke, stroke yang dialami sudah tiga tahun lamanya. Tidak memiliki anak dan sanak saudara yang dekat, untuk makan sehari-hari beliau biasa diberi oleh tetangga yang merasa kasian kepadanya. Jaminan kesehatan pun tidak punya, pekerjaan beliau dulunya adalahseorang tukang pijit keliling, namun semakin bertambahanya umur beliau sudah tidak kuat untuk berjalan jauh untuk berkeliling lagi. Sedekah Rombongan menyambangi rumah Mbah Waini dan memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat dan membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Robbyadiarta Imam Jovan @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Waini menderita stroke


KASMIRAH BINTI SURI ( 82, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Penambuhan RT 3/5, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbok Tuo Kas, demikian biasanya tetangga memanggil nenek ini. Di usia senjanya, kondisi beliau sudah tidak sekuat dulu lagi. Beliau sudah tidak mampu untuk berktivitas banyak, bahkan untuk berjalan jauhpun susah dilakukannya. Sebulan yang lalu, Mbok Tuo Kas tangannya terkilir sehingga beliau susah untuk berkativitas. Walau sudah di obatkan ke tukang urut namun, tidak ada kemajuan penyembuhan pada tangannya. Selain itu, beliau sering mengalami meriang, batul dan pilek karena memang faktor usia. Beliau memiliki jaminan kesehatan KIS namun tidak pernah digunakan untuk berobat ke puskesmas, dikarenakan tidak adanya anggota keluarga yang dimintai tolong mengantarkan beliau. Mbok Tuo Kas biasa berjualan jamu gendong. Setiap hari Senin, beliau menghantarkan jamu uyub-uyubnya dari rumah ke rumah penduduk desa setempat, biasanya hanya sampai 20 rumah jamunya sudah habis. Beliau memang tidak banyak memproduksi karena tidak kuat menggendong beban berat ataupun berjalan jauh. Pembeli dapat member upah berupa uang ataupu beras. Di musim panen, Mbok Tuo Kas bekerja sebagai kuli pengumpul sisa padi disawah yang telah di panen (geblog kawul), upah yang didapat berupa padi. Namun, sudah sebulan ini beliau tidak berjualan jamu dan lebih sering berbaring karena kesehatan kurang baik. Mbok Tuo Kas tinggal seorang diri, suaminya, mbah Wakiyo telah lama meninggal. Sedangkan kedua anaknya telah berkeluarga dan bermukim di perantauan. Keadaan tersebut tak membuat MbokTuo Kas berkecil hati, namun beliau selalu bersyukur dan tabah dengan keadaannya. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih dan ikut merasakan kesulitan yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pembelian sembako. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu kebutuhan makan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @Robbyadiarta Imam @jovan @evvaviddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


SARMINI BIN MARJO MARNO (70, Bantuan Kebutuhan Hidup). Alamat : Dukuh Masong , RT 2/3,Desa Margorejo,Kec. Wedarijaksa, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sarmini begitulah di kenal warga dukuh masong. Hidup berdua bersama dengan suaminya Mbah Waki (75) , Untuk mencukupi kebutuan Mbah Sarmini mengais sisa-sisa hasil panen milik tetangga sedangkan suami hanya memelihara kambing milik tetangga yang hasil untung penjualan di bagi dua, mereka hanya mempunyai satu anak yang sudah berkeluarga dan berpisah atap dengan keduanya. Sesekali anaknya menjenguk dan menghantarkan makanan dan itupun tak menentu. Sedekah Rombongan merasakan kesusahan yang dialami keduanya dan memberikan bantuan semoga bisa membantu menyambung hidup Mbah Sarmini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovan HendroWidyanto @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


DONO PATI (70, Stroke). Alamat : Dukuh Krajan, RT 3/1, Desa Alasdowo, Kec. Dukuhseti, Kab. Pati. Biasa dipanggil Mbah Dono, merupakan seorang buruh serabutan didesanya apa saja beliau kerjakan mulai dari berjualan jagung rebus sampai terkadang ikut mengais padi-padi jika musim panen tiba. Namun, satu tahun belakangan ini kondisinya jauh berbeda setelah beliau terpleset saat hendak mandi. Kini akibat jatuh tersebut membuat Mbah Dono tidak bisa melakukan aktifitasnya seperti biasa. Karena keterbatasan biaya untuk berobat waktu itu beliau hanya dibelikan obat-obatan diwarung untuk mengobati rasa nyerinya, terkadang jika memiliki sedikit rejeki sang istri memanggilkan tukang urut untuk datang ke rumahnya. Karena pengobatan yang seadanya sampai saat ini Mbah Dono hanya bisa berbaring di tempat tidurnya, sesekali tubuhnya digerak-gerakin agar tidak kaku dan sekarang alhamdulillah sudah bisa duduk. Istri Mbah Dono, Mbah Sukati (50) mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Mbah Dono memiliki fasilitas kartu BPJS namun kesulitan untuk berobat ke Rumah sakit karena tidak memiliiki kendaraan sendri sedangkan jika harus menyewa, beliau tidak memiliki biaya jadi terpaksa selama ini dirawat seadanya dirumah. Mbah Dono memiliki seorang Anak bernama Yono (19) kondisinya pun tidak memiliki kerjaan, jadi terpaksa setiap harinya Mbah Sukati yang mengais rejeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sempat beberapa waktu lalu meminta-minta karena saking tidak adanya biaya untuk makan. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan pun disampaikan guna berobat dan memenuhi kebutuhannya. Semoga Mbah Dono kondisinya cepat membaik sehingga dapat melakukan aktifitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan @N_jidda @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Dono menderita stroke


BAMBANG LASI ( 67, Diabetes + Stroke ). Alamat : Desa Bulumanis Lor, RT 1/3 Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Pak Bambang panggilannya, dua tahun yang lalu berawal ketika beliau hendak beranjak tidur seketika terpeleset dan jatuh ke lantai hingga kaki beliau terluka, setelah terjatuh beliau tidak bisa berdiri lagi. Lalu ditolonglah beliau untuk memeriksakan kondisinya ke puskesmas terdekat, dokter menyarakan untuk sesering mungkin fisioterapi dan berobat ke poli dalam dikarenakan gula darahnya yang tinggi karena asupan makanan yang memicu tingginya gula darah. Sepulang dari puskesmas tidak adanya pengobatan kelanjutan dari keluarga dikarenakan tidak adanya orang yang menunggui dirumah, Istri Pak Bambang Sunarti (55) bekerja sebagai buruh bersih-bersih dirumah tetangganya, bernagkat dari pagi hari hingga menjelang petang pulang sesekali untuk member makan Pak Bambang yang kini hanya duduk dan berbaring dikamar. Sang Anak Arip Munandar (24) pergi ke Jakarta untuk bekerja disana. Pengahasilan tak seberapa dan tidak adanya yang mengurus keadaanya Pak Bambang hanya pasrah dengan keadaan yang dialami. Pak Bambang tidak memiliki Jaminan Kesehatan membuat beliau jarang mengobati luka dikakinya. Sedekah Rombongan mengunjungi Pak Bambang memberikan edukasi kepada istri beliau untuk menjaga pola makanan agar luka Pak Bambang cepat sembuh dan Gula darah terkontrol. Sedekah Rombongan memberikan bantuan supaya bisa digunakan untuk berobat Pak Bambang dan membeli kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :14 Maret 2017
Kurir :@robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak bambang menderita diabetes + stroke


SULISIH PATI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Pohijo, RT 2/2, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Sih panggilan beliau, empat tahun terakhir beliau tidak bisa melihat, kelopak matanya menempel dan tidak bisa melihat lag,i suaminya Jumain sudah meninggal delapan tahun lamanya, beliau memiliki 2 anak namun sudah berkeluarga dan jarang menengok sang ibu, Mbah Sih hanya mengandalkan tetangganya jika mau makan, bahkan kadang harus berpuasa. Hidup didalam rumah yang sederhana sudah beliau syukuri hanya saja beliau tidak memiliki M.C.K, sehingga untuk kegiatan tersebut beliau menumpang dirumah tetangga yang biasa memberi makan beliau. Sedekah Rombongan merasa iba dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal :30 April 2017
Kurir : @robbyadiarta imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


SUMINAH PATI (85, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Pohijo, RT 6/1, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Suminah adalah Dhuafa janda yang tidak memiliki rumah dan keluarga, karena dari pernikahannya tidak dikaruniai anak. Sang Suami Mulyono sudah meninggal enam tahun lamanya. Mbah Suminah hidup dengan adiknya Suharni (65) dalam rumah sederhana dengan 2 cucu dari Suharni (65), dan anak dan mantunya. Keadaan rumah yang sempit membuat Mbah Suminah tidak cukup untuk tidur didalam kamar. Beliau biasa tidur didepan televisi dengan alas karpet usang. Dahulu Mbah Suminah bekerja sebagai pencari kayu bakar, namun sekarang sudah tidak lagi karena tidak kuat membawa banyak kaku untuk dijual keliling. Sedekah Rombongan merasa iba dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Semoga berguna untuk beliau.. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


ALI MAHMUDI (39, Patah Tulang Belakang + Gangguan Saluran Kencing). Alamat : Pondowan Gading, RT 3/3, Kec. Tayu Kab. Pati Jawa Tengah. Pak Ali nama panggilannya sehari-hari beliau bekerja sebagai tukang batu didesanya, satu setengah tahun yang lalu mengalami kecelakaan bekerja ketika merenovasi teras rumah milik seorang perantaun di Arab Saudi, pada saat itu beliau kejatuhan stager rumah milik bosnya. Delapan bulan yang lalu pak Ali hanya bisa tertidur tanpa terapi dari medis. Hingga sering merasakan kesakitan apabila kulit beliau tersentuh sedikit, hal tersebut terjadi apabila obat beliau habis dan telat tidak control ulang ke dokter yang biasa menangani. Istrinya Sulistyowati (33) yang bekerja sebagai buruh lepas PT. Djarum, harus menghidupi kedua anaknya Andika Bagus Prasetyo (8) yang masih sekolah dibangku kelas empat SD dan Hanna Khoirunnisa (2). Alhamdulillah, tepatnya pada bulan Januari 2016 Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Ali, Alhamdulillah pengobatan beliau menjadi lancar. Setelah Operasi pelancaran saluran kencing waktu lalu kini Pak Ali rutin berobat di dua poli, yaitu fisioterapi dan urologi. Banyak perkembangan yang didapat Alhamdulillah setiap hari Pak Ali selalu berlatih berjalan sendiri dirumahnya menggunakan Walker, walau baru beberapa langkah hal tersebut sudah menjadikan keluarga dan kurir Sedekah Rombongan Khususnya bahagia melihat banyak kemajuan dari Pak Ali. Besar dukungan, doa, dan semangat dari keluarga dan kurir yang mendampingi beliau untuk bisa sembuh. aamiin . Bantuan berikutnya diberikan digunakan untuk keperluan pengobatan beliau dan akomodasi. Terimakasih banyak diucapkan dari kurir dan keluarga Pak Ali untuk para Sedekahholics. Sebelumnya Pak Ali sudah terbantu pada Rombongan ke 799

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : ImamTeguh Rakhim @JeanseaMaurer

Pak Ali menderita patah tulang belakang + gangguan saluran kencing


ABDUL KHALIM (69, Tumor Perut). Alamat : Trangkil RT 1/1, Kelurahan Trangkil , Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Lek dol demikian tetangga biasa menyapa kakek ini, di usia senjanya beliau masih aktif bekerja sebagai pemulung di kawasan trangkil kab.Pati, sekitar awal Desember setelah berkeliling ambil rosok beliau merasakan nyeri di ulu hati setelah periksa di puskesmas dinyatakan hanya penyakit lambung. Kondisinya yang sering sakit-sakitan membuat Lek dul makin memprihatinkan. Sesekali para tetangga ikut membantu berobat makin hari ternyata perut Mbah Dul membesar akhirnya dirujuk ke rumah sakit kota beliau di diagnosa tumor pada perut menjalar ke paru-paru. Beliau memiliki jaminan kesehatan dari negara.Mbah dul hidup bersama sang istri , Sulastri (55) , hidupnya makin memprihatinkan karena dengan kondisi sakit yang diderita beliau tidak bisa berjalan dan tinggal dirumah yang sangat memprihatinkan karena hampir ambruk. Kurir Sedekah Rombongan yang menjumpai merasa sedih melihat keadaannya. Belum sempat berobat lanjut dari Sedekah Rombongan Lek Dul sudah dipanggil oleh Allah yang Maha Kuasa. Sedekah Rombongan memberikan bantunan yang digunakan untuk biaya pemakaman Lek Dul, semoga Lek Dul mendapat tempat terbaik disisi Allah.

Jumlah Bantunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Jovan TotokRagil @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Abdul menderita tumor perut


PARMI BINTI NGATEMO( 57, Santuanan Kematian). Alamat : Dusun Ngabuh RT 1/2, Desa Karangseneng, Kec. Gemawang, Kab.Temanggung, Prop. Jawa Tengah. Mbah Parmi sudah menderita sakit kanker lebih dari 10 tahunyang lalu, beliau jg sudah pernah di operasi pengangkatan di RS Karyadi Semarang dan sempat dinyatakan sembuh, namun ternyata beberapa tahun kemudian muncul lagi benjolan di leher sehingga beliau melakukan pemeriksaan di RSUD Djojonegoro Temanggung, dan beliau di sarankan melakukan kemo terapi dengan target 16 kali,namun setelah kemo yg ke 12 kali, Mbah Parmi mengalami demam tinggi dan kondisinya menurun,sebelum keluarga sempat membawa ke RSUD Temanggung. Namun Allah berkehendak lain. Mbah Parmi kembali menghadap Sang Khalik. Keluarga sudah ikhlas dan ini merupakan jalan yang terbaik dari Allah. Kurir Sedekah Rombongan yang sudah mendampingi dari tingkat Puskesmas sampai RSUD Temanggung bersilaturahmi dan memberikan santunan untuk Almh Mbah Parmi. Keluarga mengucapkan terimakasih atas santunan yang diberikan dan sangat bermanfaat.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir :@MarjunulNP @Fathurrozaq82 Denny Wijayanto

Santuanan kematian


SLAMET FATMANTO (50. Kanker Mulut). Alamat: Dusun Tegalurung , RT 1/11, Desa Banyubiru, Kec. Dukun, Kab.Magelang, Prov. Jawa Tengah. Pak Slamet adalah seorang petani, beliau memikili seorang istri yang bernama Ibu Karsinem (45, Ibu rumahtangga), dan memiliki dua orang anak Ekosusanto ( 17) dan Dwi Retno Sari(15). Pak slamet merupakan salah satu orang yang menderita penyakit kangker mulut. Gejala awal yang dirasakan dan dialami oleh beliau adalah adanya benjolan kecil di sekitar mulut. Beliau menyadari bahwa benjolan tersebut semakin lama semakin membesar beliau memeriksakannya ke RS.Sarjito Yogyakarta. Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa beliau mengidap kangker mulut dan menyarankan untuk segera dioperasi. Sebenarnya menurut pengakuan Pak Slamet sendiri, ia merasakan benjolan tersebut setahun belakangan , tetapi pada pemeriksaan pertama Dokter umum masih mengatakan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan , tetapi pada kenyataannya beliau melihat semakin membesar. Perlu diketahui hal tersebut dapat terjadi karena beliau adalah seorang perokok aktif, sehingga dampak negatifnya ia menderita penyakit kangker mulut. Dokter yang memeriksa Pak slamet menyarankan beliau untuk segera dioperasi. Operasi dilakukan di RS Sarjito Yogyakarta, operasi tersebut dilakukan sebanyak 2 kali. Operasi pertama untuk pengangkatan benjolan yang ada dimulut sedangkan operasi yang kedua untuk membetulkan posisi mulut Pak Slamet. Sebelum operasi dilakukan beliau diharuskan Opname terlebih dahulu sedangkan biaya yang digunakan untuk operasi tersebut beliau menggunakan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri . Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Slamet untuk turut membantu dengan memberikan bantuan dari para sedekahholics yang digunakan untuk biaya selama operasi. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan , semoga Pak Slamet segera diberi kesembuhan. Amin..

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29-Mei-2017
Kurir : @MarjunulNP, @Fathurrozaq82, Slamet Seto

Pak Slamet menderita kanker mulut


NANDO DWI PRASETYO (2, Jantung Bocor). Alamat : Lingk Bebengan RT 2/5, Kelurahan kertosari, Kec. Temanggung, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Nando begitu sapaannya adalah anak kedua dari pasangan suami istri Alm Sutikno dan Ari Yuniati ( 30, ibu rumah tangga). Terlahir dengan normal di Puskesmas setempat Nando mengalami hal yang tidak lazim sebagai balita. Saat itu jika dalam kondisi menangis badannya seperti berubah warna menjadi kehitam hitaman. Doter di Puskesmas memeberikan rujukan untuk dibawa ke RSUD Temanggung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah mendapatkan tindakan Dokter diketahui Nando mengalami Jantung Bocor dan harus dibawa ke RS Sarjito Yogyakarta. Ibunya yang baru saja melahirkan tidak bisa langsung membawa ke RS Sarjito mengingat kondisi yang belum pulih mengingat Nando sudah menjadi yatim semasa dikandungan 4 bulan sehingga perawatan hanya dilakukan di RSUD Temanggung. Setelah berumur 1 tahun dan setelah membuat BPJS Mandiri kelas III Ibunya membawa Nando ke RS Sarjito. Setelah dilakukan pemeriksaan Dokter memberikan informasi untuk melakukan rawat jalan dan harus diperhatikan gizinya. Sampai usia kini 2 tahun berat Nando masih 8 Kg dan Ibunya memawa kembali ke RSUD Temanggung dan diberikan resep untuk mengatur gizi Nando dan diharuskan seminggu sekali kontrol ke RSUD Temanggung. Namun, Ibunya tidak bisa untuk membawa kontrol rutin dikarenakan BPJS Mandirinya tidak aktif dikarenakan belum membayar selama 3 bulan sehingga Ibunya hanya bisa pasrah sambil menunggu jika mempunyai uang. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dan ikut merasakan derita Nando serta memberikan bantuan dari para Sedekaholics yang mana bantuan itu digunakan untuk melunasi biaya BPJS yang belum aktif dan untuk membeli susu anak. Ibunya sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas bantuan ini, mudah mudahan Nando bisa rutin kontrol ke RSUD Temanggung lagi dan segera sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @MarjunulNP @Faturrozaq82, Swastiko

Nando menderita jantung bocor


TOWILAH BIN SAROWI (51, Saraf). Alamat: DusunTanduran, Rt 01 Rw 01, Desa Madyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Bu Towilah istri dari bapak Anwari (59), bu Towilah dan pak Anwari mempunyai 2 anak tapi sudah berkeluarga semua maka bu Towilah dan suami hanya hidup sendiri, penghasilan bapak Anwar suami bu Towilah tidak tentu karena cuma buruh tani, jika ada sawah yang di kerjakan maka penghasilannya sehari Rp. 25.000. Ibu Towilah Pada awal mulanya 13 tahun yang lalu ibu Towilah merasakan tak berdaya, bahkan ketika memegang apapun pasti barang yang di pegangnya jatuh pada saat itu bu Towilah ketika mengambil piring. Piring yang dipegangnya pun jatuh bahkan di coba berkali-kali juga tetap jatuh, ketika keluarganya tahu maka keluarganya menyarankan untuk di periksakan, maka saat itu lalu di periksakan di poli RST Magelang, ketika sesudah di periksakan maka hasil cek darah belum keluar dan saat itu tidak di sarankan untuk rawat inap. Maka saat perjalanan pulang anak bu Towilah lupa tidak mengikat tubuh bu Towilah dengan tubuhnya, ketika di perjalan bu towilah mengalami kecelakaan tepatnya di Kualuhan bu Towilah jatuh dari sepeda motor, lalu bu towilah tidak bisa bergerak lalu di bawa ke RSI Magelang dan menjalani rawat inap selama 1 bulan dan tidak membuahkan hasil apapun lalau dokter yang menanganinya menyarankan untuk membawa pulang saja. Ketika sudah pulang dari RSI Magelang dan sebulan kemudian bu Towilah menjalani pemeriksan di RS Kalisat Parakan saat itu dokter yang menanganinya menyarankan harus rawat inap, pihak keluaragapun juga setuju dan bu Towilah menjalani rawat inap kurang lebih 2 minggu dan tidak ada hasil juga. Lalu bu Towilah di bawa pulang oleh pihak keluarga dan dokterpun mngijinkan. Setelah pulang dari RS Kalisat Prakan maka pihak keluarga berusaha dengan pengobaan alternatif hingga saat ini. Kondissi saat ini hanya dapat berbaring di tempat tidur dan jika mau buang air kecil dan buang air besar merasakan tubuh sakit semua, tapi untuk komunikasi masih bagus. Jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu BPJS KIS. Saat ini kendala yang dihadpi keluarga ibu Towilah ya itu biyaya hidup dan biyaya trasfot untuk berobat. Teman-teman #SedekahRombongan dapat merasakan kesulitan keluarga ibu Towilah dan pak Anwar Alhamdulilah #SedekahRombongan dapat membantu beban hidup keluarga ibu Towilah semoga ibu Towilah bisa lekas sembuh seperti sedia kala dan bapak Anwar juga sabar dalam menghadapi ibu Towilah yang dalam keadaan sakit. Pihak keluarga ibu Towilah mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman #SedekahRombongan atas bantun dari teman-teman #SedekahRombongan yang telah di berikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso

Bu Towilah menderita saraf


FIKRI LATIFUN NAFISA (17, Splenomegaly). Alamat : Kp Mekarsari RT 2/13 , Kelurahan Kalibeber Kec.Mojotengah, Kab.Wonosobo, Prov Jateng. Fikri sapaan akrabnya adalah siswi yang masih duduk di kelas X SMK Takhasus Wonosobo. Belakangan Fikri jarang masuk sekolah di karenakan sakit yang tak tertahankan pada perutnya. Juga kondisi perutnya mulai membesar dan bila di pegang terasa keras, sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran. Pada awal bulan Maret, Fikri terpaksa harus di bawa ke RSUD Wonosobo karena mengalami susah bernafas,kesakitan yang luar biasa dan perut membesar. Selama 1 minggu opname, kondisi agak membaik tetapi perut masih membesar sehingga Dokter menyarankan untuk di rujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatanya. Orang tua Fikri merasa belum tenang karena perut anaknya masih membesar, akan tetapi belum bisa membawa ke rumah sakit rujukan dikarenakan tidak mempunyai biaya dan belum mempunyai BPJS. Berbekal pinjaman dari tetangga, ahirnya orang tua Fikri memberanikan diri untuk mendaftar ke BPJS agar pada saat di rumah sakit biaya perawatan anaknya bisa di tanggung oleh BPJS. Setelah BPJS aktif, Fikri langsung di bawa oleh keluarganya ke RS Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan intensif di RS Kariadi selama 4 hari menyatakan bahwa penyakit yang di derita Fikri tidak memerlukan tindakan Operasi, tetapi harus mengkonsumsi obat secara teratur dan Cek Up zat besi tiap 3 bulan sekali agar perut yang membesar perlahan bisa kembali seperti semula. Sementara ini, biaya rawat jalan dan iuran bulanan BPJS di bantu oleh sanak saudaranya. Orang tua Fikri, Slamet Khasan (58) sementara ini tidak bekerja karena mengalami gangguan kesehatan juga, sehingga tulang punggung keluarga semuanya ada pada ibunya, Jariyah (48) yang sehari-hari membuat kue untuk di titipkan di beberapa sekolahan demi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Keluarga Fikri merasa terharu saat di kunjungi Kurir Sedekah Rombongan yang memberikan bantuan dari para sedekahholics untuk biaya pengobatan lanjutan sehingga penyakit yang di derita Fikri bisa sembuh seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Tri Purwanto

Fikri menderita splenomegaly


MAD SOLEH (2, Retinoblastoma). Alamat Dusun Bulu Lawang RT 6/4 Desa Deroduwur, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Prov Jateng. Mad Soleh adalah anak ke empat dari pasangan suami istri Surnen (42) dan Manis (40) yang tinggal di sebuah Desa terpencil di Kabupaten Wonosobo. Awalnya kedua mata Mad Soleh biasa saja seperti yang lainya, sampai pada suatu ketika mata Mad Soleh terasa gatal dan di garuk terus menerus. Orang tua Mad Soleh baru memperhatikan ada kelainan ketika malam hari mata Mad Soleh kelihatan memancarkan sinar seperti mata kucing terkena sorotan lampu. Mata sebelah kanan Mad Soleh mulai bengkak dan membesar serta tidak bisa melihat. Orang tua Mad Soleh mulai khawatir, sehingga di bawanyalah Mad Soleh ke Dokter dan Rumah Sakit sampai beberapa kali. Hasilnya sama,mata Mad Soleh terkena Tumor pada matanya (RETINOBLASTOMA) sehingga perlu segera di lakukan penanganan medis yang lebih intensif.Atas saran dari Dokter, keluarga Mad Soleh mendaftar BPJS Mandiri Kelas III dengan uang hasil menjual ladang satu-satunya demi kesembuhn buah hatinya. Dengan diantar oleh Ambulan Sedekah Rombongan, Mad Soleh di bawa ke RS Kariadi Semarang untuk di lakukan pemeriksaan. Selama 11 hari Mad Soleh di rawat, hasilnya membuat orang tua Mad Soleh bertambah gelisah, karena dokter yang menangani menyatakan bahwa Tumor yang ada di mata Mad Soleh sudah menjalar dan mata Mad Soleh di nyatakan tidak bisa melihat/buta. Dokter menyarankan agar di lakukan Kemotheraphy seminggu setelah pulang dari Rumah sakit. Dikarenakan keluarga Madsoleh sudah kehabisan bekal, keluarga Mad Soleh tidak menindak lanjuti perintah Dokter sehingga sampai sekarang, Mad Soleh belum menjalani Kemotherapy sesuai anjuran Dokter. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahim dapat memberikan memberikan bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk transport kontrol ke RS Kariadi Semarang. Bantuan ini membuka harapan bagi keluarga Mad Soleh untuk keberlanjutan penanganan medis bagi Mad Soleh.Keluarga Mad Soleh hanya bisa berdoa semoga Sedekah Rombongan bertambah besar untuk membantu keluarga-keluarga tidak mampu yang bermasalah dengan kesehatan.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 28 April 2017
Kurir: @MarjunulNP @Faturrozaq82, Tri Purwanto

Soleh menderita retinoblastoma


AHMAD RIFQI MAULANA (1, Hydrosephalus). Alamat Dusun Kemejing RT 3/5, Desa Larangan Kulon Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Prov Jawa Tengah. Rifqi, begitulah ia biasa di sapa oleh keluarganya di lahirkan normal dengan bantuan Bidan setempat. Tidak ada gejala atau tanda-tanda yang aneh selama dalam kandungan dan kelahiranya. Setelah Rifqi berusia 6 bulan, nenek Rifqi yang pertama kali merasa curiga dengan kondisi cucunya karena melihat kepala Rifqi yang agak aneh serta jidat agak membesar dan mata agak tertarik keatas sehingga kelihatan membesar. Nenek Rifqi menyarankan kepada orang tua Rifqi untuk segera memeriksakan ke Dokter anak. Tanpa pikir panjang kedua orang tua Rifqi memeriksakan anaknya ke Dokter anak terdekat. Hasil pemeriksaan Dokter tersebut, Rifqi disarankan untuk segera di bawa ke RSUD Wonosobo agar mendapat pemeriksaan lebih intensif. Keesokan harinya Rifqi di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan Dokter mengatakan bahwa Rifqi mengalami pembesaran kepala akibat cairan di kepalanya tidak bisa keluar atau dinamakan Hydrosephalus. Ukuran lingkar kepala Rifqi sudah mencapai 51 cm, sebuah ukuran yang membahayakan bagi bayi umur 6 Bulan. Dokter menyarankan agar kepala Rifqi di CT-Scan untuk memastikan kondisi kepalanya. Ayah Rifqi, Rochmat (35) dan ibunya, Triyani (33) yang masih tinggal satu rumah dengan orang tuanya merasa gelisah dan kebingungan dikarenakan belum memiliki kartu Jaminan Kesehatan, sementara biaya untuk kasus Hydrosephalus sangat tinggi. Berbekal pinjaman dari saudara dan teman-temanya, Rochmat yang bekerja sebagai pesuruh di salah satu instansi pemerintah, ahirnya mendaftar BPJS Mandiri kelas III agar bisa segera memeriksakan anaknya dengan jaminan kesehatan dari BPJS, karena kalau sampai terlambat di tangani akan berakibat fatal bagi pertumbuhan anaknya. Alhamdulillah sekarang ini ananda Rifqi sudah berhasil di operasi kepalanya di RS Elisabeth Semarang dengan menggunakan BPJS, walaupun untuk biaya selama menunggu di rumah sakit, Rochmat harus pinjam pada teman dan saudaranya yang penting kondisi anaknya bisa terselamatkan. Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ikut merasa prihatin dan bisa merasakan kesulitan yang dialami keluarga tersebut, bantuan awalpun di sampaikan agar mereka bisa melunasi tanggungan pada keluarga dan teman-temanya. Semoga Rifqi bisa tumbuh hingga dewasa menjadi anak yang bisa membanggakan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Tri Purwanto

Ahmad menderita hydrosephalus


MTSR PANTURA TIMUR III (H 8523 VB, Inventaris Sedekah Rombongan).Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, kemudian kontur daerahnya pun sebagian meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUD tipe A dan B di Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu juga kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan, menjadikan alasan banyak sekali pasien SedekahRombongan yang mesti dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowon, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah – daerah perbatasan yg jarak tempuh ke RSUD sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Pada bulan April lalu akhirnya wilayah Kota Ungaran dan Salatiga membeli satu unit mobil untuk dijadikan MTSR. Selain itu juga dana dari sedekaholics digunakan untuk keperluan pembayaran modifikasi MTSR berupa modifikasi kabin dalam MTSR yaitu pemasangan bordes, jok samping, brankar pasien otomatis, scoope stretcher, oksigen komplit, dan P3K kit. Saat ini MTSR baru Sedekah Rombongan Ungaran dan Salatiga telah beroperasi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, baik dukungan dalam bentuk materi maupun membantu dalam penyebarluasan informasi. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 118. 150.000,-
Tanggal : 13 April 201
Kurir : @robbyadiarta @agtian @akuokawai

Pembelian MTSR


MTSR PANTURA TIMUR III (H 8523 VB, Pembelian Lightbar + Sticker MTSR).Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Wilayah Kabupaten Semarang khususnya daerah Kota Ungaran dan Salatiga sangatlah luas, kemudian kontur daerahnya pun sebagian meliputi daerah pegunungan dan sebagian besar daerah cakupan kurir di Kota Ungaran dan Salatiga menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus kontrol ke RSUD tipe A dan B di Semarang, sehingga membutuhkan mobilitas para kurir Sedekah Rombongan yang cukup tinggi untuk mengantar jemput pasien. Selain itu juga kondisi pasien yang merupakan dhuafa sakit dan hidup dalam kemiskinan, menjadikan alasan banyak sekali pasien SedekahRombongan yang mesti dibantu di daerah tersebut. Jauhnya akses kurir ke RSUD menjadikan alasan diperlukannya MTSR di kota Ungaran dan Salatiga. Daerah seperti Kec Bringin, Kec Tengaran, Kec Sumowon, Kec Suruh, dan Kec Susukan merupakan daerah – daerah perbatasan yg jarak tempuh ke RSUD sangatlah jauh. Saat ini kurir Sedekah Rombongan menangani pasien dampingan sekitar 15 – 20 orang setiap bulannya. Pada bulan April lalu akhirnya wilayah Kota Ungaran dan Salatiga membeli satu unit mobil untuk dijadikan MTSR. Selain itu juga dana dari sedekaholics digunakan untuk keperluan pembayaran modifikasi MTSR berupa pembelian Lightbar dan Sticker MTSR. Saat ini MTSR baru Sedekah Rombongan Ungaran dan Salatiga telah beroperasi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, baik dukungan dalam bentuk materi maupun membantu dalam penyebarluasan informasi. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.200.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @akuokawai

Pembelian lightbar + sticker MTSR


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemudengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 dan Desember 2016 ia masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Bersyukur #SR juga dapat terus membantunya. Pada awal Mei 2017, kurir pendampingnya menghubungi kurir #SR di Bandung, mengabarkan bahwa Neng harus kontrol lagi dan membutuhkan bantuan para dermawan untuk membeli obat demi meraih kesembuhan; bersyukur pada bulan itu Neng mendapatkan bantuan lanjutan dari Sedekah Rombongan. Begitu juga, pada Juni 2017, dengan empati sedekaholik, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan untuk Neng Rahmawati karena perawatan dan pengobatannya belum dihentikan. Bantuan yang disampaikan di RCAK ini digunakan untuk tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @kharismagilda

Neng menderita leukemia


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2017, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada Januari dan Maret 2017 Sedekah Rombongan kembali memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat Sopa. Pada awal Mei 2017 keluarga Sopa bertemu lagi dengan kurir #SR saat ia kontrol rutin di RSHS Bandung, dan memberinya bantuan. Sopa dan keluarganya masih harus berobat dan membutuhkan bantuan. Pada awa Juni 2017, pendamping Sopa mengabarkan bahwa Sopa dan bapaknya ada di RSHS untuk terapi rutin dan masih membutuhkan dukungan walaupun ia tampak makin membaik. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya berobat Sopa Nur Paoja. Bantuan yang disampaikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan, juga untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @ghildakharisma

Sopa menderita lupus


MUHAMMAD AZKA (6, Leukemia). Alamat: Dusun Cigalagah RT 3/2, Desa Nagreg, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Azka adalah putra Bapak Agus Ramdan yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu Dewi Susilawati (27) seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya sabar menghadapi ujian yang diberi oleh Allah SWT atas penyakit yang diderita Azka. Sejak satu tahun yang lalu Azka menderita kanker darah (leukemia) dan saat ini berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Sampai saat ini Azka didampingi kurir Sedekah Rombongan dan, apabila ia sedang menjalani pengobatan atau kontrol di RSHS Bandung, tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Dek Azka termasuk pasien dampingan yang sampai saat ini masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan santunan secara berkelanjutan, yang diterima ibunya di RCAK Bandung. Sejak Februari sampai Agustus 2016 Azka dan orangtuanya rutin datang ke Bandung untuk melanjutkan terapinya di RSHS Bandung. Karena mereka masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar sampai sembuh, dengan empati sedekaholics, kurir #SR di Bandung dapat terus menyampaikan Titipan Langit untuk Azka yang juga diterima ibunya. Perkembangan Dek Azka amat menggembirakan. Ia berangsur sembuh. Meskipun demikian, ia masih harus kontrol dan terapi rutin di RSHS bandung. Azka dan keluarganya masih membutuhkan uluran tangan para dermawan. Pada September 2016, saat mereka menjalani pemeriksaan rutin di Kota Kembang, bersyukur kurir #SR dapat terus dipertemukan dengan Azka dan orangtuanya. Dalam kunjungan Kurir #SR di RCAK Bandung itu alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk biaya pembelian obat Mercaptopurin yang tidak dijamin Jamkesmas. Pada akhir Oktober 2016 Azka dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung untuk kontrol dan memjalani pengobatan lanjutan. Akan tetapi, Azka tidak langsung ditangani seperti biasa karena iuran BPJS Keluarganya menunggak. Kesulitan mereka akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Setelah diajukan kepada #SR, alhamdulillah sedekaholics #SR berempati kepadanya dan kembali memberi santunan lanjutan untuk Muhammad Azka. Pada April 2017, Azka datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Kondisinya terus membaik. Begitu juga, pada awal Mei 2017, didampingi ibunya Azka kontrol lagi ke RSHS Bandung. Kondisinya amat menggembirakan tetapi ia masih harus terus berobat dan membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada Juni 2017, kembali Sedekah Rombongan memberinya santunan lanjutan untuk biaya berobat. Bantuan yang disampaikan di Rumah Singgah Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat dan transportasi. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambulutung @ghildakharisma

Azka menderita leukemia


AHMAD MUZAKI (6, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak tahun 2015, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RSHS Bandung Jawa Barat. Sampai saat ini ia tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Zaki termasuk pasien dampingan #SR yang sampai saat ini dibantu para dermawan untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih melanjutkan terapi. Pada awal Maret 2016 kurir #SR bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk kontrol dan terapi. Saat itu, alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada September dan Oktober 2016 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin. Pada Oktober 2016 Ahmad Muzaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Zaki penuh ketulusan. Pada Februari 2017 dan April 2017, Zaki mendapatkan bantuan dari #SR sehingga ia bisa terus berobat sampai kini. Pada Juni 2017, Zaki datang lagi ke rumah singgah. Ia masih tercatat sebagai pasien dampingan karena masih harus terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk Ahmad Muzaki. Bantuan yang diterima bapaknya di RCAK Bandung ini digunakan untuk tambahan membeli obat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @ambu_lutung

Zaki menderita leukemia


ASEP ODANG (35, Kanker Getah Bening). Alamat : Kampung Babakan, RT 2/2, Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Asep biasa kami menyapa awalnya beliau merasakan ada benjolan kecil di bagian hidungnya, namun lama kelamaan Benjolan tersebut semakin membesar dan mengganggu aktivitasnya, ia pun memeriksakan kondisinya ke Puskesmas dan oleh pihak Puskesmas diberikan rujukan untuk ke RSUD Kab. Bogor. Setelah di RSUD Kab. Bogor, Pak Asep dirujuk kembali ke RSUP Fatmawati untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Memang BPJS PBI yang dimiliki Pak Asep sudah mengcover seluruh biaya pengobatannya namun tidak dengan biaya akomodasinya. Pak Asep kebingungan untuk mencari akomodasi dari rumah nya ke RSUP Fatmawati karena ia sudah tidak bisa bekerja dengan kondisinya yang seperti ini. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info tentang Pak Asep langsung menemui Pak Asep untuk memberikan titipan dari para sedekaholic yang digunakan untuk akomodasi Pak Asep berobat ke RSUD Fatmawati. Semoga Pak Asep tetap sabar dan tabah menjalani proses pengobatan yang panjang ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahaccit @kartimans1 @rexy_eas

Pak Asep menderita kanker getah bening


URSIYAH BINTI MUHAMMAD (65, Penyumbatan Jantung). Alamat : Kampung Putat Nutug, RT 3/2, Kelurahan Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ursiyah sejak awal bulan Januari mengalami sesak nafas yang tak kunjung reda, lalu kemudian oleh keluarganya ia dibawa ke RST. Dompet Dhuafa Parung untuk mendapatkan perawatan dan disebutkan oleh dokter kalau ada gangguan di bagian jantung dan harus dirujuk Ke RS. Fatmawati karena di RST memiliki keterbatasan Alat. Setelah sempat 2 minggu dirawat di RS. Fatmawati akhirnya ditemukan kalau penyebab sesak Bu Ursiyah dari penyumbatan jantung yang sudah parah dan harus di lakukan operasi di RS.Harapan Kita, namun karena kondisi kesehatannya yang tidak stabil karena mendengar akan dioperasi akhirnya ia dibawa pulang oleh pihak keluarga sekaligus agar pihak keluarga untuk merayu agar Bu Ursiyah mau melakukan operasi agar kondisi kesehatannya cepat Pulih. Memang untuk pengobatan yang dilakukan Bu Ursiyah sudah dijamin oleh BPJS PBI yang ia miliki namun yang menjadi pikiran ia adalah biaya selama di RS. Harapan Kita sebelum dan sesudah ia melakukan Operasi karena dibutuhkan biaya untuk makan serta akomodasi selama disana untuk keluarga yang menjaganya. Bantuan awalpun disampaikan untuk Bu Ursiyah yang digunakan untuk biaya akomodasi selama di RS. Harapan Kita Jakarta. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan proses penyambuhan Bu Ursiyah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1@rexy_eas

Bu Ursiyah menderita penyumbatan jantung


ADITIA BIN SAIT (16, Kanker Getah Bening). Alamat : Kampung Tapos Pangkal Jaya, RT 3/5, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Adit biasa ia dipanggil sudah sejak 2 tahun yang lalu di diagnosa mengidap penyakit Kanker Getah Bening yang membuat tumbuh benjolan di belakang lehernya. Berbagai macam pengobatan mulai dari medis hingga tradisional sudah dilakukan oleh Adit karena ia bertekad untuk sembuh serta bisa membahagiakan kedua orang tuanya yang hanya bekerja sebagai kuli pembelah batu. Setelah beberapa bulan di rawat di RSUD Kab. Bogor lalu di lanjutkan di rawat di RSUP Fatmawati dengan menggunakan BPJS PBI yang dimiliki, ternyata Allah Subhanahu wa taala lebih saying kepada Adit. Tepatnya pada tanggal 28 Mei 2017 Aditian menghembuskan nafas terakhir menghadap ke pencipta alam semesta. Kini sakit yang dirasakan Adit sudah sembuh, ia tidak perlu merasakan kesakitan lagi, tidak perlu khawatir akan dirujuk ke Rumah Sakit lain lagi karena ia sekarang sudah menghadap ke pencipta. Kurir Sedekah Rombongan yang datang ikut merasakan kesedihan Adit. Bantuan dari para sedekaholic pun diberikan kepada Pak Sait yang akan digunakan untuk biaya penguburan jenazah Adit. Semoga Allah Subhanahu wa’taala mengampuni segala dosa – dosa Adit serta menempatkan Adit ditempat terbaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @abahaccit @rexy_eas

Adit menderita kanker getah bening


ELENA MIRO (3, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat : Kp. Bagoang RT 1/3, Kelurahan Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lena biasa ia dipanggil merupakan anak pasangan Bu Millah dan Pak Ujang yang sudah meninggal setahun lalu, Lena sejak lahir memang mengidap kelainan, Lena sejak lahir sering muntah – muntah disertai diare yang menyebabkan berat badannya turun drastis. Karena merasa khawatir akan kondisi anaknya akhirnya Lena diperiksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dan di Rujuk ke RSUD Kab. Bogor. Setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Kab. Bogor di dapati bahwa Lena Mengidap penyakit jantung bawaan, dimana katup jantung serta dinding jantungnya mengalami kelainan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dan normal. Untuk mengobati sakit Lena harus dilakukan Operasi untuk membuat fungsi jantungnya kembali normal. Memang BPJS yang dimiliki sudah mengcover seluruh biaya pengobatan Lena mulai dari tindakan operasi sampai obat – obatan, namun yang menjadi kendala adalah biaya akomodasi untuk Lena berobat dari rumahnya di daerah Jasinga ke RSUD yang ada di daerah Cibinong yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi Lena merupakan anak yatim yang sudah tidak memiliki Ayah. Bantuan Awal pun disampaikan oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk Lena yang digunakan sebagai akomodasi ia berobat ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan hingga penjadwalan operasi. Semoga Lena dapat tumbuh menjadi anak yang cerdas dan dapat sembuh dari penyakit yang di rasakannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Elena menderita penyakit jantung bawaan


EFFENDI BIN AHMAD (49, Ca Nasofaring). Alamat : Perumahan Tanah Baru Blok A No 7, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Effendi biasa kami menyapa merupakan seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik di kawasan Bogor. Pada awal tahun 2017 ia sering merasakan sakit kepala yang di sertai kaburnya penglihatan, karena sering merasakan hal tersebut ia pun memeriksakan kondisinya ke RSUD Kota Bogor untuk mengetahui sebab ia sering merasakan hal tsb. Setelah menjalani observasi yang panjang akhirnya didapati kesimpulan kalau sakit yang dirasakan Pak Effendi mengarah ke Kanker Nasofaring dan harus dilakukan observasi lanjutan ke RSUP Fatmawati. setelah menjalani Observasi di RSUP Fatmawati akhirnya dinyatakan bahwa Pak Effendi sudah mengidap Kanker Nasofaring Stadium 4 dan harus di rujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Dengan kondisi tersebut Pak Effendi sudah tidak bekerja karena kondisi fisiknya yang gampang lelah yang membuat tidak adanya pemasukan untuk keluarganya. Untuk membantu ekonomi keluarga Bu Riska istri Pak Effendi berjualan makanan ringan di depan rumahnya namun tetap saja tidak bisa menutupi kebutuhan sehari – hari keluarga tersebut. untuk melakukan pengobatan memang Pak Effendi Di cover oleh BPJS kelas 2 yang dimiliki namun yang menjadi kendala adalah ongkos biaya akomodasi dari Bogor ke RSCM yang lumayan memakan biaya besar. Bantuan Awalpun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan untuk Pak Effendi yang akan digunakan untuk membantu Biaya Akomodasi Pak Effendi Berobat kerumah sakit. Semoga ikhtiar Pak Effendi Berobat mendapatkan kelancaran dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Pak Effendi menderita ca nasofaring


DWI KOMINI APRIYANTI (42, Ca Serviks Grade 2). Alamat : Jalan Manggis 5 No. 1 RT 8/5, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Mbak Dwi biasa kami memanggil, sejak bulan Juli 2016 mengalami pendarahan tiba – tiba dibagian kewanitaannya. Karena khawatir akan kondisinya kesehatannya, Mbak Dwi memeriksakan kondisinya ke Puskesmas yang langsung di rujuk ke RSUD Kota Bogor. Dengan berbekal BPJS kelas 3 yang ia miliki, ia berangkat menuju RSUD Kota Bogor untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kondisi kesehatannya dan oleh dokter di RSUD didiagnosa bahwa Mbak Dwi mengidap Ca Serviks dan harus melakukan kemoteraphy untuk memperlambat pertumbuhan sel kankernya. Setelah beberapa kali melakukan kemoteraphy, kondisi kesehatan Mbak Dwi mengalami penurunan yang lumayan signifikan. Kini ia hanya bisa berbaring di tempat tidur yang terkadang ia duduk untuk sekedar untuk melepas rasa pegal karena terlalu lama berbaring. Suami Mbak Dwi bercerita sudah pasrah dengan kondisi istrinya, ia pasrah bukan karena sang istri yang tak mau berobat namun karena kondisi istrinya yang makin menurun dan jika ingin berobat memerlukan biaya yang lumayan besar untuk akomodasi kerumah sakit karena kondisi Mbak Dwi yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Bantuan awalpun disampaikan untuk Mbak Dwi yang digunakan untuk biaya akomodasi Mbak Dwi ke rumah sakit untuk berobat kembali. Semoga Mbak Dwi segera pulih dari sakit yang di alaminya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @rexy_eas

Bu Dwi menderita ca serviks grade 2


ROSADI BIN TAMA (28, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Tegal Buah, RT 3/1, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Rosadi merasakan sakitnya pada awal bulan Oktober 2016 yang lalu. Keluhannya sakitnya dirasakan pada bagian leher atas sebelah kiri disertai tumbuhnya bisul kecil. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas Cilebar, dan hanya di beri obat pereda nyeri saja. Sebulan kemudian bisulnya semakin bertambah besar tapi beliau tidak memperdulikan sakitnya. Atas desakan istrinya melihat benjolannya yang semakin bertambah besar, awal bulan Februari 2017 Pak Rosadi kembali memeriksakan diri ke Puskesmas Cilebar dan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis Kanker Nasofaring atau Tumor ganas pada rongga Hidung dan Tenggorokan, selanjutnya pak Rosadi dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Santosa Bandung Central. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Rosadi sehingga bisa membantu transpotasi dan Rumah Singgah untuk Pak Rosadi selama menjalani pengobatannya ke RSU Santosa Bandung Central. Saat ini Pak Rosadi telah menjalani kemoterapi siklus yang ke 3 dari beberapa tahapan yang harus dijalaninya, namun sebelum siklus ke 4, diharuskan dilakukan pemeriksaan CT Scan Simulator terlebih dahulu. Walaupun menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun untuk pemeriksaan CT Scan Simulator tersebut Pak Rosadi harus menanggung biaya sendiri, hal ini dirasakan berat oleh Pak Rosadi, dimana semenjak sakit tidak mampu bekerja lagi sebagai buruh harian lepas dan istrinya Ibu Wiwi (23) sebagai ibu rumah tangga bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alhamdulillah santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membiayai pemeriksaan CT Scan Simulator di RSU Santosa Bandung Central. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 986 Semoga Pak Rosadi diberikan kekuatan dalam menjalani rangkaian pengobatan yang dijalani dan diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwanza @giantosu

Pak Rosadi menderita ca nasofaring


AZAMIL HASAN (5, Acute Limphoblastic Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT 4/2, Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Azamil merupakan putra ketiga pasangan Bapak Nuriban (55) dan Ibu Kartini (48). Awalnya 3 tahun lalu, Azamil merasakan sakit demam tinggi yang terus menerus dan memar di sekujur tubuhnya. Orang tua Azamil membawanya ke Puskesmas terdekat hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung diketahui ia menderita kanker darah putih atau dalam bahasa medis disebut dengan Acute Limphoblastic Leukemia (ALL). Alhamdulillah Azamil kini telah meyelesaikan kemoterapi yang selama ini dijadwalkan. Dokter menyatakan kini ia telah bersih dari sel kanker, namun dianjurkan untuk selalu datang untuk melakukan kontrol 3 bulan sekali. Sampai saat ini Azamil yang didampingi orang tuanya masih tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung, yang merupakan rekanan dari Sedekah Rombongan. Ayahnya Bapak Nuriban yang seorang buruh harian dan istrinya yang seorang ibu rumah tangga menuturkan, untuk pengobatannya selama ini Azamil menggunakan jaminan kesehatan JKN-BPJS Mandiri kelas III. Walau terbantu biaya pengobatan dirumah sakit, namun mereka kesulitan untuk membeli obat yang tidak ditanggung oleh BPJS dan wajib dikonsumsinya selama 3 tahun ke depan. Santunan lanjutan kembali disampaikan kepada Azamil untuk membantu biaya membeli obat yang harus terus dikonsumsinya. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 968. Bantuan para sedekaholics sungguh memberikan harapan hidup baru baginya. Semoga Azamil terus sehat dan menjalani hari-hari seperti anak lainnya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @ambuabah @etydewi2

Azamil menderita acute limphoblastic leukemia


RASYA BIN RANA (10, Leukimia Limfoblastik Akut). Alamat : Dusun Buer, RT 6/1, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Rasya adalah siswa sekolah dasar, yang juga pasien dampingin Sedekah Rombongan. Awalnya sepulang sekolah Rasya mengeluh seluruh badannya ngilu dan panas, hal itu terjadi setahun yang lalu. Orangtua Rasya pada waktu itu membawanya ke Dokter terdekat dan Dokter menyarankan agar Rasya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Diagnosa tim Medis RSUD Kabupaten Karawang menyatakan bahwa Rasya mengidap Leukimia Limfoblastik Akut yang dalam bahasa umum kita kenal dengan kanker sel darah putih. Kemudian Rasya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Rasya sudah menjalankan proses kemoterapi selama 15 bulan dari 26 bulan yang dijadwalkan. Selain kemoterapi, Rasya juga diharuskan mengonsumsi obat mercaptopurin. Alhamdulillah setelah serangkain kemoterapi yang sudah dijalankan kondisi Rasya sekarang sudah semakin membaik. Orang tua Rasya, Bapak Rana (33), berprofesi sebagai pedagang asongan dan Ibu Siti Hasanah (32) adalah seorang IRT. Walau menggunakan jaminan kesehatan yang dimiliki adalah JKN-KIS PBI namun ia kesulitan untuk membeli obat yang harus ia konsumsi secara rutin, karena obat tersebut diluar tanggungan jaminan kesehatan maka obat tersebut harus dibeli sendiri. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan dana santunan lanjutan yang diberikan secara rutin setiap bulan nya untuk membantu membeli kebutuhan Rasya. Bantuan sebelumnya masuk ke dalam Rombongan 973. Semoga Rasya diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan proses kemoterapi sampai sehat kembali seperti sedia kala dan ceria seperti anak-anak seusianya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @giantosu

Rasya menderita leukimia limfoblastik akut


DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT (3, Penurunan Daya Imun Tubuh + Gizi Buruk + Bronchopneumonia ). Alamat : Desa Linggarsari, RT 4/2, Kelurahan Linggarsari, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Dimas merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Oktober tahun 2016. Saat menginjak usia 1.5 tahun, kesehatan Dimas semakin menurun. Seringkali ia mengalami batuk dahak berkepanjangan serta mengalami demam yang disertai menggigil. Dimas juga sering kali mengalami buang air besar terus menerus setiap kali tubuhnya menerima asupan makanan. Berat badannya cenderung menurun saja. Dimas dibawa ke Puskesmas selanjutnya di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Dokter mendiagnosa ia menderita gizi buruk disertai infeksi akut pada jaringan paru-parunya, atau yang biasa dikenal dengan Bronchopneumonia dikarenakan penurunan daya imun tubuhnya. Dimas sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Kabupaten Karawang selama 3 minggu, setelah itu Dimas diizinkan pulang untuk selanjutnya mendapatkan rawat jalan. Kembali pertengahan bulan Maret 2017 kondisinya menurun karena diare dan dirawat di RSUD Kabupaten Karawang selama seminggu. Saat ini ia menjalani rawat jalan untuk kontrol setiap 2 minggu sekali. Alhamdulillah kondisinya kini stabil, dan mulai bertambah berat badannya. Dimas yang hidup hanya bersama ibunya Imas Pratiwi (20), walaupun menggunakan fasilitas kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III namun Ibu Imas mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan biaya akomodasi untuk mengantar Dimas berobat ke Rumah Sakit. santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu Dimas membayar iuran BPJS, membeli susu dan biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit. Ibunda Dimas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga kondisi Dimas tetap membaik. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan tercatat dalam Rombongan 996.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @muhammadrifai

Dimas menderita penurunan daya imun tubuh + gizi buruk + bronchopneumonia


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT 1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak tahun 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada tahun 2012 alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung. Dari keluarga dhuafa ini, banyak pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia, di antaranya ketabahan mereka menerima kentuan Allah dan kegigihan mereka dalam berusaha menjalankan perinah Allah SWT. Sampai saat ini Sinta menjadi pasien dampingan #SR yang termasuk paling disiplin dalam menjalani terapi di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah tuntas ia ikuti. Meskipun demikian, ia masih diharuskan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Pada akhir November 2016, Sinta datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol memastikan perkembangan kesehatannya. Pada akhir tahun itu alhamdulillah sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Pada awal Mei 2017 Sinta kontrol lagi ke RSHS Bandung. Kondisinya terus membaik meskipun ia masih harus berobat sebulan sekali. Pada Juni 2017 Sinta dan bapaknya kembali menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung, Sinta dan keluarganya terus bersemangat untuk berobat sampai tuntas dan dinyatakan sembuh total. Karena itu mereka masih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan memberi mereka santunan lanjutan yang dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ambuabahlutung

Sinta menderita kanker darah


MAESAROH BINTI AJID (52, Ca Servix dan Tumor Rahim). Alamat : Kampung Bojong Girang, RT 4/5, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Parung Kuda, Kabuaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pada Agustus 2015, Bu Maesaroh merasakan sakit dan perih yang luar biasa di dalam perutnya apabila ia bergerak. Keluhannya itu kemudian dia periksakan ke RSUD Bunut, RS Sekarwangi, dan RS Assyifa Sukabumi. Berdasarkan hasil pemeriksaan di tiga rumah sakit itu, Bu Maesaroh didiagnosa menderita Kanker Leher Rahim (Ca Servix) dan Tumor Rahim. Secara medis, ia disarankan untuk segera memeriksakannya lebih lanjut ke RSHS Bandung. Tetapi saat itu rujukannya tidak jadi dibuatkan karena pihak keluarga tidak sanggup membiayainya, terutama untuk kebutuhan sehari-hari selama ia berobat. Ibu Maesaroh hanya seorang janda, yang tak punya penghasilan tetapdan memadai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di rumah pun sering kelabakan. Kedua anaknya yang sudah menikah tidak bisa membantu banyak untuk pengobatan ibunya itu. “Ibu sudah punya kartu JKN – KIS Mandiri kelas III sehingga cukup terbantu untuk biaya pengobatannya. Tetapi untuk kebutuhan lain –seperti ongkos dan makan– kami merasa kesulitan. Padahal Ibu sangat bersemangat untuk terus berobat,” kata salah satu anaknya saat ditemui kurir Sedekah Rombongan di Sukabumi. Bersykur kurir #SR bisa bertemu dengan ibu pendiam itu dan mendapatkan pelajaran hidup akan makna kesabaran dan ketabahan. Ibu Maesaroh dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan bantuan agar mereka bisa keluar dari kesulitan hidupnya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, Sedekah Robongan memberi mereka bantuan awal pada 5 Februari 2017 yang digunakan utuk biaya berobat selama tinggal di RSSR Bandung. Setelah menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung selama sebulan, Ibu Maesaroh dianjurkan menjalani dua tindakan medis : 6 kali terapi kemo sambil dirawat dan 27 kali terapi sinar. Karena kedua tindakan itu dilakukan pertengahan Maret 2017, Ibu Maesaroh dan anaknya sempat pulang dulu ke rumahnya. Pada 7 Maret 2017 kondisi janda duafa ini menurun. Ia lalu dijemput MTSR Bandung untuk kontrol dan menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Pada akhir Maret 2017 Ibu Maesaroh sempat sepuluh hari dirawat di RSHS sambil menuntaskan terapi senar yang ke-25. Kegigihannya berobat membuahkan hasil. Perkembangannya membaik, tetapi ia masih harus berobat, juga terapi kemo lanjutan. Selama bulan Mei 2017, Ibu Maesaroh bersyukur dapat mengikuti jadwal kemo terapi, yang tuntas pada awal minggu kedua Juni 2017. Pada awal Juli 2017, ia dijadwalkan kontrol ke RSHS Bandung untuk melihat perkembangan kedua terapi yang telah dijalaninya. Secara fisik, ia tempak terus membaik, tetapi ikhtiarnya masih harus dilakukan dan mereka masih memerlukan bantuan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada Juni 2017, kembali kurir Sedekah Robongan menyampaikan santunan lanjutan untuk Ibu Maesaroh binti Ajid. Santuan yang dia terima di RSSR Bandung, sebelum ia pulang, ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Maersaroh menderita ca servix dan tumor rahim


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 800.000,-
Tanggal: 8 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu Kamilah menderita parkinson


EMAY BIN DANU (61, Ca Nasofaring). Alamat: Kp. Cialia RT 1/3, Desa Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Pak Emay mempunyai benjolan di lehernya. Awalnya hanya benjolan kecil dan tidak terasa sakit, ternyata beberapa minggu kemudian benjolannya membesar dan mulai terasa mengganggu. Ia pun mencoba mengobatinya dengan pengobatan alternatif namun tak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, ia mencoba berobat ke RS SMC Rancamaya Kabupaten Tasikmalaya dan harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dan didiagnosa kanker nasofaring. Ia pun harus dirawat selama dua minggu dan melakukan kemoterapi. Setelah kemoterapi selesai, penyakitnya malah tidak kunjung sembuh dan benjolannya malah semakin membesar dan harus berobat lanjut ke RSHS Bandung. Sayangnya, ia tak melanjutkan pengobatannya karena terhalang masalah biaya akomodasi, meskipun ia mempunyai KIS. Pak Emay bekerja sebagai petani dan sudah beberapa bulan ini ia harus berdiam diri di rumah karena penyakitnya. Istrinya, Omah (57) yang kini harus menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga ditambah mengurus ketiga cucunya yang masih bersekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk mengunjungi rumah kontrakan Pak Emay dan menyampaikan bantuan dari para Sedekaholics untuk membantu biaya pengobatan Pak Emay selama di Bandung dan MTSR juga mendampingi Pak Emay sampai ke RS Hasan Sadikin Bandung. Keadaannya sekarang sudah membaik namun harus masih berobat secara rutin. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesembuhan untuknya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombogan 989.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Pak Emay menderita ca nasofaring


EMIM HAMIMAH (56, Lemah Jantung+Maag Kronis+Hipertensi). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 1/2, Kel. Sukalaksana, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun 2011, Bu Emim menderita penyakit lemah jantung. Setiap hari fisiknya semakin lemah, untuk beraktivitas pun sulit karena tubuhnya mudah lelah ditambah dengan penyakit maag yang sudah parah karena Bu Emim sering melewatkan jadwal makan. Karena banyak beban pikiran, akhirnya darahnya sering naik dan kadang tidak sadarkan diri hingga harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berkali-kali menggunakan jaminan KIS. Sekarang ia hanya berobat ke klinik karena penyakitnya sering kambuh meskipun jaraknya jauh dari rumahnya. Suaminya, Alm. Ali sudah meninggal beberapa tahun silam dan sekarang ia tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. Sedekah Rombongan pun ikut merasakan beban yang ia hadapi dan menyampaikan kembali titipan langit untuk biaya akomodasi dan obat untuk bulan Januari. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Bu Emim dan memberi kemudahan dalam setiap hal. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 987.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Emim menderita lemah jantung+maag kronis+hipertensi


ENTIN BINTI KASTOLANI (41, Tumor Abdomen). Alamat: Kampung Sipapanting RT 5/1, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Entin diduga menderita kista ovarium sejak awal tahun 2016. Gejala awalnya ia kerap mengalami sakit di bagian perut. Ia kerap merasakan sakit perut tetapi rasa sakitnya timbul dari organ-organ lain, seperti usus kecil, usus besar, hati, kandung empedu, dan pankreas. Seiring perjalanan waktu, perutnya terus membesar. Ia juga sulit makan dan tidur. Berbekal Jamkesmas, berbagai upaya medis dilakukan keluarga Bu Eti untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi perutnya terus membesar seiring perkembangan waktu. “Kami sudah berupaya sampai rumah sakit di daerah. Anak saya harus diperiksakan ke RSHS Bandung tetapi kami tak sanggup membiayainya,” kata ibunya yang setia mendampingi janda satu anak itu. Seperti yang juga dituturkan adiknya, keluarga Bu Eti telah memeriksakannya ke Puskesmas, RSUD Singaparna dan RSUD Kota Tasikmalaya. Di RSUD Singaparna ia pernah mendapatkan tindakan pengeluaran cairan di perutnya (melalui selang), dan sempat dirawat dua minggu. Cerita duka Bu Entin dan keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi keluarga pasien yang pernah didampingi berobat oleh kurir #SR. Ibu Entin amat layak dibaantu. Ia termsuk janda yang lemah secara ekonomi, juga fisik. Penyakit yang dideritanya sangat serius dan perlu penanganan berkelanjutan. Almarhum suaminya, Pak Syahrudin, tak banyak meninggalkan warisan harta untuk melanjutkan kehidupan; ia hanya buruh harian dengan penghasilan tak menentu. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dapat bersilaturahmi dengan Bu Entin di rumah orangtuanya. Karena rujukan dari RSUD Tasikmalaya untuk berobat ke RSHS Bandung sudah disiapkan, malam itu juga ia diantar MTSR Bandung berobaat ke Kota Kembang dan beristirahat di RSSR Bandung. Di rumah singgah ia sempat menurun drastis kondisinya, sehingga segera diperiksakan ke IGD RSHS Bandung. Alhamdulillah malam itu juga ia mendapatkan ruangan untuk rawat inap. Pada 3 November 2016, Bu Entin menjalani operasi dan dirawat inap sampai 9 Desember 2016. Setelah melewati masa pemulihan, ia kemudian diperolehkan pulang sementara, sebelum menjalani kemoterapi yang akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Desember 2016. Ibu Entin tidak langsung pulang ke kampung halamannya; ia memilih tinggal di RSSR Bandung. Pada pertengahan Desember 2016 HB-nya menurun drasatis. Ia kemudian diperiksakan kembali ke RSSR Bandung. Karena janda dhuafa ini masih memerlukan bantuan untuk terus berikhtiar secara medis sampai ia sembuh, pada 15 Desember 2016 sedekaholics #SR memberinya bantuan lanjutan. Begitu juga pada 16 Januari 2107 #SR memberinya bantuan di RSSR Bandung setelah ia selesai menjalani kemo terapi yang pertema. Alhamdulillah kondisinya semakin mambaaik; harapan tuk sembuh semakin terbuka. Pada awal Februari 2017 Bu Entin dan ibunya datang lagi ke RSHS Bandung, menggunakan angkutan umum (travel), untuk menjalani kemo terapi ke-2 dari 6 kali terapi yang dijadwalkan. Ia sempat dirawat inap di Ruang Almanda RSHS ditemani ibunya. Perkembangannya amat mengembirakan, tetapi ia masih harus menlanjutkan terapinya. Karena itu, pada awal Maret 2017 ia daang lagi ke RSHS Bandung sekaligus kontrol. Sebelum menjalani kemo terapi ke-3 dari 6 kali kemo yang direncanakan, ia sempat 5 hari dirawat. Ibu Entin dan ibunya masih membutuhkan bantuan untuk terus berikhtiar. Sampai saat ini ia telah menjalani kemoterapi yang ke-4. Karena jadwal kemoterapi lanjutannya masih lama (pertenghan Mei 2017), Ibu Entin pulang dulu ke kampung halamannya di kaki gunung Galunggung. Keluarga dhuafa ini masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk warga dhuafa ini. Bantuan yang disampikan di RSHS Bandung ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi Tasikmalaya – Bandung dan biaya sehari-hari selama dirawat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Entin menderita tumor abdomen


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembuatan SIM driver MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya selama tanggal 10-17 Mei 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp. 700.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


OYOH BINTI SAFRI (82, Katarak + Jompo). Alamat: Kp. Cikatuncar, RT 7/7, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah setahun ini, Bu Oyoh terbaring di atas kasur karena sudah tidak beraktivitas diakibatkan dari faktor umur dan penyakit kataraknya. Awalnya, matanya sering terasa sakit dan panas, lama-kelamaan ada bintik putih dan ia pun memeriksakan diri ke dokter mata terdekat dan ternyata retina mata Bu Oyoh dan didiagnosa katarak. Saat itu, hanya satu mata yang terserang dan sekarang kedua matanya sudah tidak bisa melihat dan pandangannya gelap. Bu Oyoh hanya mengobatinya dengan cairan mata sesuai resep dokter. Sekali berobat ia menghabiskan sekitar 1 juta karena obatnya tidak ditanggung BPJS. Bu Oyoh adalah seorang janda karena suaminya sudah lama meninggal, dan ia dirawat oleh anaknya, Ai (50) yang bekerja sebagai guru PAUD. Mereka tinggal di rumah kecil dan masuk gang. Alhamdulillah, ada informasi yang masuk dari para tetangga Bu Oyoh, dan Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi. Semoga penyakit Bu Oyoh segera diangkat oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 14 Januari 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Oyoh menderita katarak + jompo

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 CLARA ELIZA PUTRI 500,000
2 ZAFIRAH ARSY RAMDANA 900,000
3 MUHAMMAD NAUFAL AL FAYYADH 500,000
4 LIDIA PERMATA ANINDA 600,000
5 SURATIAN BINTI FULAN 500,000
6 JANUAR DAFFA MAULANA 1,000,000
7 FARID ABDULLAH 1,170,000
8 DALIMIN BIN TARMO SUTARYO 1,800,000
9 RIAN JUNIOR 1,951,000
10 WINANTI BINTI TAYAT 2,585,000
11 KATNI JARTO 1,000,000
12 SURADI BIN SONO KARTO 1,276,000
13 IBRAHIM FATIH PAMUNGKAS 500,000
14 TINI BINTI NGATMAN 750,000
15 WARSI BINTI KROMOREJO 1,730,000
16 Muhammad Zilig Bangun Saputra 3,000,000
17 RSSR WONOGIRI 3,675,000
18 MTSR WONOGIRI 5,892,300
19 MUDIYAT BIN KARSO SUWITO 15,000,000
20 RUDI HARTONO 500,000
21 AMAR MALIK SUKARYO 500,000
22 ALI MAHMUDI 1,000,000
23 TOYO BIN BAKRI 500,000
24 MARLAN BIN DARSUKI 500,000
25 WAINI PATI 500,000
26 KASMIRAH BINTI SURI 500,000
27 SARMINI BIN MARJO MARNO 1,000,000
28 DONO PATI 500,000
29 BAMBANG LASI 1,000,000
30 SULISIH PATI 1,000,000
31 SUMINAH PATI 1,000,000
32 ALI MAHMUDI 1,000,000
33 ABDUL KHALIM 1,000,000
34 PARMI BINTI NGATEMO 1,000,000
35 SLAMET FATMANTO 1,500,000
36 NANDO DWI PRASETYO 500,000
37 TOWILAH BIN SAROWI 1,000,000
38 FIKRI LATIFUN NAFISA 1,000,000
39 MAD SOLEH 1,000,000
40 AHMAD RIFQI MAULANA 1,000,000
41 MTSR PANTURA TIMUR III 118,150,000
42 MTSR PANTURA TIMUR III 7,200,000
43 NENG RAHMAWATI 750,000
44 SOPA NUR PAOJA 750,000
45 MUHAMMAD AZKA 750,000
46 AHMAD MUZAKI 750,000
47 ASEP ODANG 1,000,000
48 URSIYAH BINTI MUHAMMAD 500,000
49 ADITIA BIN SAIT 1,000,000
50 ELENA MIRO 500,000
51 EFFENDI BIN AHMAD 1,000,000
52 DWI KOMINI APRIYANTI 500,000
53 ROSADI BIN TAMA 1,500,000
54 AZAMIL HASAN 750,000
55 RASYA BIN RANA 1,000,000
56 DIMAS BIN AHMAD HIDAYAT 500,000
57 SINTA BINTI MAHMUDIN 1,000,000
58 MAESAROH BINTI AJID 500,000
59 KAMILAH BINTI UCA 800,000
60 EMAY BIN DANU 500,000
61 EMIM HAMIMAH 500,000
62 ENTIN BINTI KASTOLANI 500,000
63 MTSR TASIKMALAYA 700,000
64 OYOH BINTI SAFRI 750,000
Total 203,679,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 203,679,300,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1014 ROMBONGAN

Rp. 51,891,458,090,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.