Rombongan 1013

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on June 19, 2017

SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nyato, Ds. Tebul Timur, Kec. Pegantenan, Kab. Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Bu Sariha mengidap kanker payudara dan telah di operasi. Bu Sariha adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Beliau memiliki tiga orang anak yang ketiganya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Beliau hanya tinggal berdua dengan cucunya, sehingga bila kontrol ke Surabaya, Bu Sariha membawa serta cucu nya yang masih berumur 6tahun. Hal ini tetapi tidak membuat Bu Sariha patah semangat untuk terus berobat. Kini beliau rutin melakukan kemoterapi dan kontrol ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Bulan februari ini beliau melakukan kemoterapi yang ke lima kalinya dari delapan kali jadwal kemo yang telah dikemukakan oleh dokter yang menangani. Terimkasih Sedekaholics yang telah turut membantu Bu Sariha berusaha untuk kembali sehat dan sembuh dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bu Sariha menderita ca mamae


SARIHA BINTI DUL KAWI (58, Ca Mamae). Alamat : Dusun Nyato, Ds. Tebul Timur, Kec. Pegantenan, Kab. Pamekasan Madura, Prov. Jawa Timur. Bu Sariha rutin ke Surabaya untuk melakukan kemoterapi dan kontrol atas penyakit kanker payudara yang dideritanya. Beliau sudah melakukan operasi sehingga saat ini hanya melakukan proses pemulihan. Bu Sariha kerap mengeluhkan sakit di area leher, ternyata diketahui ada masalah pada kelenjar getah beningnya. Kata dokter, penyakit pada kelenjar getah bening sudah merembet ke paru-paru. Dokter terus mengingatkan Bu Sariha untuk makan tepat waktu dan disiplin minum obat. Beliau juga kerap merasa sedih karena menjalani pengobatan hanya berdua dengan cucu nya yang masih berusia 6tahun. Ketiga anaknya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Tetapi hal ini tidak menyurutkan niat Bu Sariha dalam melakukan pengobatan dan berusaha untuk sembuh dan sehat kembali. Terimakasih Sedekaholics yang telah turut membantu menguatkan Bu Sariha untuk bisa kembali sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @rwahyuagung @hafnirosania

Bu Sariha menderita ca mamae


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Post Operasi Tulang Panggul dan Retensi Urine). Alamat : Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak muhammad adalah salah satu pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Pamekasan. Kecelakaan yang dialami pak muhammad pada traktor bego di tempat beliau bekerja bulan September 2016 lalu, mengharuskan beliau untuk melakukan operasi karena mengalami patah tulang panggul. Sebelumnya sempat dipasang stoma untuk saluran pencernaan dan selang kateter pada saluran kemih beliau. Kini, Stoma pada tubuh pak muhammad sudah dilepas. Namun, untuk selang kateter masih harus terpasang karena masih harus menunggu jadwal operasi untuk saluran kemih beliau. Meskipun demikian, kondisi kesehatan pak muhammad semakin menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Beliau sudah mampu untuk duduk dan kini sudah menggunakan kursi roda untuk membantu aktivitas beliau. Pengobatan pak muhammad selama  ini dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Santunan ketiga yang diberikan oleh Kurir Sedekah Rombongan digunakan oleh pak muhammad untuk biaya akomodasi dan pengobatan beliau yang harus kontrol rutin ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Semoga santunan dari Sedekaholics mampu terus membantu pak muhammad untuk semangat menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir : @vanmadura @erdytaa @nunia91

Pak Muhammad menderita post operasi tulang panggul dan retensi urine


MUHAMMAD BIN HAMIN (46, Post Operasi Tulang Panggul dan Retensi Urine). Alamat : Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Pak muhammad ini adalah salah satu pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kabupaten Pamekasan. Semangat beliau untuk menjemput kesembuhan sangatlah besar. Hal ini terlihat dari begitu sabar dan ikhlasnya beliau menjalani beragam pengobatan demi kesembuhannya. Setelah mengalami kecelakaan pada traktor bego di tempat kerja bulan September 2016 lalu. Beragam pengobatan dijalani pak muhammad mulai dari operasi pada tulang panggulnya, pemasangan stoma untuk membantu saluran pencernaan dan kateter untuk saluran kemih beliau. Karena ikhtiar beliau yang kuat, kondisi kesehatan beliau berangsur-angsur mengalami peningkatan. Kini, pak muhammad sudah menggunakan kursi roda untuk aktivitasnya dan juga mulai belajar untuk berjalan sedikit demi sedikit. Meskipun demikian, pak muhammad masih harus terus melakukan kontrol ke RSUD Dr. soetomo untuk mengetahui perkembangan kesehatannys sembari menunggu jadwal operasi untuk saluran kemih beliau agar tidak lagi dipasang kateter. Pengobatan pak muhammad selama ini dibantu oleh JKN-KIS Kelas III. Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan keempat untuk biaya berobat, mengganti selang kateter dan kontrol rutin pak muhammad. Semoga santunan dari Sedekaholics mampu terus membantu ikhtiar pak muhammad untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @vanmadura @erdytaa @nunia91

Pak Muhammad menderita post operasi tulang panggul dan retensi urine


MTSR MADURA ( AB 1624 QE , Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Madura dipergunakan para kurir untuk menjemput dan mengantar pasien untuk berobat ataupun untuk keperluan survei pasien. Alhamdulillah dengan adanya MTSR, mobilitas pasien menjadi lebih terbantu dan lebih mudah. Karena sebelumnya terkadang pasien harus menyewa mobil untuk kebutuhan berobat, untuk sekedar kontrol ataupun melanjutkan proses pemulihan. Dengan semakin banyaknya jumlah pasien yang didampingi oleh Sedekah Rombongan Madura yang mencakup 4 kabupaten di Madura membuat mobilitas MTSR semakin tinggi. Bila terdapat jadwal kontrol yang sama, maka MTSR harus diisi beberapa pasien. Tingginya mobilitas MTSR di empat kabupaten ini membuat biaya operasional khususnya bensin menjadi tinggi, perawatan MTSR untuk bulan ini yaitu mengganti aki. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut Patungan MTSR Madura. Semoga menjadi amal jariyah bagi para Sedekaholics, Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1. 934.000,-
Tanggal : 25 Maret 2016
Kurir : @vanmadura @renalradityo @hafnirosania

Biaya operasional bulan Maret 2017


ERICK RAMANDA (12, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Suka Jaya, RT 2/2, Desa Suka Jaya, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada pertengahan ramadhan tahun 2014 lalu, Erick mengalami panas tinggi dan flu. Keluarga segera membawa Erick ke mantri terdekat. Karena sakit Erick tidak kunjung sembuh, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Ryacudu Kota Bumi, setelah diperiksa dokter, Erick didiagnosa mengalami sakit thalasemia. Karena Hb-nya rendah dan wajahnya pucat, dokter menyarankan Erick untuk melakukan tranfusi darah. Setelah beberapa hari dirawat kondisi Erick pun terus menurun, pihak rumah sakit segera merujuk Erick ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Dokter yang menangani mengatakan Erick mengalami sakit anemia aplastik. Karena trombositnya sangat rendah, Erick dirujuk lagi ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung untuk transfusi trombosit. Setelah dilakukan perawatan Erick pun sudah sehat. Namun setelah satu tahun berlalu, tepatnya bulan Mei 2015 Erick kembali demam dan pucat, ia segera dibawa kembali ke RSAM untuk transfusi darah dan trombosit. Sampai saat ini Erick harus rutin dilakukan transfusi darah dan trombosit. Ayahnya, Bapak Herwan (36), seorang petani. Ibunya, Ibu Juwita (35), seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Erick menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Orang tua Erick kesulitan untuk biaya hidup selama di RSAM Bandar Lampung karena jauh dari tempat tinggal. Mengetahui keadaan keluarga, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi RSAM untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya hidup sehari-hari selama Erick berobat di RSAM Bandar Lampung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @yesaridani @lukman_nawawi

Erick menderita anemia aplastik


KHAIRUL SALEH (60, Chronic Heart Failure). Alamat : Jl. Pramuka Perum BKP No. 255, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pak Khairul adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bermula tahun 2013 Pak Khairul sesak napas tiba-tiba. Pak Khairul kemudian dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dan setelah dirontangen dadanya terlihat adanya pembengkakan jantung. Setelah diketahui adanya pembengkakan jantung atau dalam bahasa medis dikenal dengan penyakit Chronic Heart Failure, Pak Khairul mulai sakit-sakitan. Ia sering mengeluh sesak dan tidak bisa kerja berat. Selain itu di paru-parunya dinyatakan ada cairan dan akhirnya dokter memutuskan untuk membuang cairan dari paru-parunya. Beliau sampai saat ini sudah beberapa kali rawat inap di rumah sakit. Kondisi terkini beliau semakin parah, masih sering sesak napas dan nyeri di dada, Pak Khairul pun beberapa kali ke dokter dan hanya bisa mengandalkan obat dari dokter. Pak Khairul memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Semenjak sakit dari tahun lalu, beliau tidak bekerja. Istrinya, Ibu Hasnawati (56), sebagai ibu rumah tangga sehingga keluarga tersebut tidak memiliki penghasilan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit kedua untuk meringankan kesulitan keluarga dalam biaya berobat dan biaya hidup sehari-hari. Semoga Pak Khairul kembali sehat seperti sediakala. Titipan langit pertama masuk dalam rombongan 843.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @andradideri @evandlendi @triii20 @yesaridani

Pak Khairul menderita chronic heart failure


MISKUN BIN PONIDI (71, Kanker Mulut ). Alamat : Jalan Puter, RT 4/2, Desa Mukti Karya, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Pada awal Januari, Pak Miskun mengalami sakit pada sekitar bibirnya dan beliau menyangka sakitnya tersebut hanya sariawan serta panas dalam biasa sehingga keluarga tidak membawa Pak Miskun untuk berobat dan hanya diberi obat warung. Semakin lama penyakitnya bertambah parah, keluarga pun membawa Pak Miskun ke Puskesmas, lalu ia dirujuk ke Rumah Sakit Yukum Medicine, Lampung Tengah. Dokter mendiagnosis Pak Miskun mengalami kanker mulut, lalu Pak Miskun langsung dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandar Lampung dan dokter menyarankan untuk menjalani operasi pada tanggal 17 April 2017. Kondisi saat ini Pak Miskun pasca operasi sudah mulai membaik serta diperbolehkan pulang dan menunggu tindak lanjut dari dokter. Pak Miskun bekerja sebagai penyadap getah pohon karet di kebun milik orang lain, istrinya, Suwarti (71) seorang petani. Selama berobat, beliau ditanggung jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun jarak tempuh dari rumah sakit ke tempat tinggal membutuhkan biaya yang tidak sedikit, serta keluarga membutuhkan biaya akomodasi selama Pak Miskun rawat inap. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang mendengar kabar kesulitan keluarga segera mendatangi rumah sakit. Titipan sedekaholics pun segera disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi Pak Miskun. Semoga Pak Miskun segera diberi kesehatan dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @ramadanifredye6 @sevindae @nurulaulia @yesaridani

Pak Miskun menderita kanker mulut


MUHAMMAD REVALDI (8, Infeksi Telinga). Alamat : Dusun VIII Tanjung Rejo 1, RT 34/13, Kelurahan Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Dua bulan terakhir tepatnya Februari 2017, saat sedang tidur tiba-tiba telinga Aldi mengeluarkan banyak darah. Bergegas Ibu Erna membawa Aldi ke Puskesmas terdekat. Diduga terdapat cairan didalam telinga Aldi yang pecah sehingga mengeluarkan banyak darah. Kepala Aldi saat itu terasa sakit, muka memerah dan pada bagian kiri muka Aldi membengkak sehingga Puskesmas menyarankan untuk dirujuk ke RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung, karena saat di beri obat dari Puskesmas kondisi Aldi belum terdapat perubahan. Kondisi Aldi saat ini terdapat benjolan pada bagian kiri leher yang terkadang terasa sakit. Selain itu Aldi juga sedang menunggu rujukan dari Puskesmas Natar ke RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Ayahnya, Bapak Ahmad Roni (37), bekerja sebagai buruh harian lepas sehingga pendapatan keluarga tidak dapat diperkirakan dan Ibu Ernawati (33), seorang ibu rumah tangga yang terkadang Ibu Erna juga bekerja untuk membantu suaminya. Saat ini Pak Roni menghidupi enam orang anaknya. Keluarga menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI untuk pengobatan Aldi. Orang tua Aldi kesulitan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Mengetahui keadaan keluarga, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan biaya sehari-hari. Semoga Aldi segera diberi kesehatan dan dapat kembali ke sekolah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @eka_setioso Yuni

Revaldi menderita infeksi telinga


NARTO PRASETYO (35, Patah Tulang Bahu Sebelah Kiri dan Pergelangan Kaki Sebelah Kiri). Alamat : Jalan Blora, Gang Kauman, Nomor 90, Lk 2, RT 6/-, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Tanggal 11 Maret yang lalu, ketika di perjalanan pulang ke Bandar Lampung dari tempat saudara, karena kelelahan dan jalan yang gelap, motor Pak Narto tergelincir di jalan yang sedang diperbaiki dan terperosok ke dalam timbunan batu—bahan perbaikan jalan kemudian ia tersungkur dan tertimpah sepeda motornya. Warga sekitar membantu beliau dan menghubungi pihak keluarga yang tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian. Keesokan harinya beliau dibawa keluarga untuk diurut, selang beberapa hari kemudian karena tangan dan kaki beliau makin membengkak dan sakitnya tak tertahankan, pada tanggal 14 Maret keluarga memutuskan membawa Pak Narto ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Hasil rontangen dokter menyatakan tulang bahu kiri dan tulang pangkal telapak kaki beliau patah dan harus menjalani kontrol rutin. Saat ini tulang bahu dan kaki kiri Pak Narto masih bengkak dan terasa sangat sakit sehingga beliau menggunakan kursi roda di rumahnya. Pak Narto adalah seorang office boy di tempat bimbel, ia tinggal bersama ibunya, Sukiyem (75) dan adiknya, sedangkan ayahnya telah meninggal dunia. Pak Narto belum memiliki jaminan kesehatan sehingga keluarga sangat kesulitan biaya pengobatan terlebih lagi beliau adalah tulang punggung keluarga. Mendapatkan info tersebut, Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan titipan langit kepada Pak Narto untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari. Ucapan terima kasih disampaikan dari pihak keluarga untuk para kurir dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @adityabdvil @yesaridani

Pak Narto menderita patah tulang bahu sebelah kiri dan pergelangan kaki sebelah kiri


NUR ASIAH (36, Infeksi Ginjal + Infeksi Lambung + Vertigo). Alamat : Dusun ll Blok A No. 4, RT 5/3, Kelurahan Gisting Bawah, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Pada tahun 2015 lalu, Ibu Asiah sudah memiliki penyakit infeksi ginjal dan infeksi lambung dan selalu mengandalkan jasa urut tradisional. Tetapi pada tanggal 24 Maret 2017, Ibu Asiah merasakan sakit pada bagian kepalanya. Kemudian pihak keluarga pun langsung membawa ke Rumah Sakit Umum Pringsewu. Dokter pun mendiagnosis bahwa Ibu Asiah mengalami vertigo, infeksi lambung dan infeksi ginjal. Saat ini Ibu Asiah menunggu hasil rontangen untuk mengetahui penyakitnya. Kondisi Ibu Asiah masih terbaring lemah. Suaminya, Edi Suparno (41) mengais rezeki sebagai buruh bangunan. Selama pengobatan Ibu Asiah menggunakan Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Keluarga sangat kesulitan untuk biaya pengobatan dan biaya sehari-hari. Mengetahui keadaan keluarga, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi keluarga Ibu Asiah untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya pengobatan dan biaya sehari- hari. Semoga bantuan yang disampaikan dapat membantu dan Ibu Asiah lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri Aprizal @eka_setioso Azizah

Bu Nur menderita Infeksi Ginjal + infeksi lambung + vertigo


OKTA VIRLIANA (3, Luka Bakar). Alamat : Dusun Talang Tengah , RT 2/4, Desa Way Lunik, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Awal Kejadiannya tanggal 24 Januari 2017, ketika pagi hari Ibu Okta sedang merebus air di dapur. Kemudian Adik Okta menghampiri ibunya ke dapur dan tidak sengaja menyenggol panci berisi air panas. Adik Okta tersiram air panas di bagian perut sampai kakinya. Keluarga lalu membawa Adik Okta ke Rumah Sakit Usup di Balangan, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Ryacudu Lampung Utara dan dirawat selama 4 hari karena luka yang cukup parah dan belum sadarkan diri maka Adik Okta dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) pada tgal 28 januari 2017. Setelah selama 3 hari dirawat Adik Okta disarankan dokter untuk 2 kali operasi. Pasca operasi, kondisi Adik Okta masih dalam penyembuhan dan pengeringan luka di bagian pusar yang masih basah. Untuk bagian lainnya sudah kering dan sudah sembuh. Setelah pulang dari RSAM, Adik Okta rutin chek up di Rumah Sakit Ryacudu. Ayah Adik Okta, Pak Soleh (48) seorang buruh harian lepas, sedangkan ibunya, Siti Rohani (33) seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Adik Okta dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri. Namun ada beberapa obat yang tidak ditanggung KIS sehingga keluarga merasa kesulitan. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Adik Okta. Bantuan pertama pun segera disampaikan kepada keluarga untuk membantu biaya berobat Adik Okta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @akuokawai Yuni @adityabdvil @sevindae Andika @yesaridani

Okta menderita luka bakar


PUTRI AMELIA AMANDA (21, Paraparesis Inferior). Alamat : Jalan KH. Manshur, Gang Hanawi, RT 1/2, Desa Sidang Sari, Kecamatan Kota Bumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada Maret 2016, Putri mengalami sakit maag dan susah buang air besar, keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Kota Bumi. Setelah seminggu dirawat, keadaan Putri belum membaik juga sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Selang beberapa hari, tidak ada perubahan pada gadis ini justru ia mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Putri kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto dan sempat rawat inap selama 20 hari namun tidak juga ada perubahan. Akhirnya ia dibawa dan dirawat lagi di RSAM untuk kontrol dan terapi setiap hari, kondisi Putri saat ini belum bisa berjalan namun sudah ada perubahan yaitu kaki kiri bisa digerakkan dan terasa sakit bila di sentuh, bila malam hari sering terasa sakit. Rencana selanjutnya Putri melakukan terapi rutin setiap hari di RSAM dan tambahannya mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dibeli di luar rumah sakit. Ayah Putri, Bapak Amirudin (52), adalah seorang wiraswasta dengan penghasilan tak seberapa sedangkan ibunya, Meli Yentina (40), seorang ibu rumah tangga. Biaya pengobatan Putri ditanggung jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Putri merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit ketiga dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari – hari selama di RSSR Lampung. Sebelumnya Putri dibantu pada rombongan 908.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @adityaBdvil @lukman_nawawi

Putri menderita paraparesis inferior


ROKIYAH BINTI SILANDUNG (54, Ca Servix). Alamat : Gedung Menang, RT 1/1, Kelurahan Gedung Menong, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Ibu Rokiyah masuk dalam pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Sejak didiagnosis dokter Rumah Sakit Haji Kamino terkena Ca Servix, dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ibu Rokiyah pun diperbolehkan kontrol kembali di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Setelah 1 bulan dari kepulangan beliau dari RSCM, Ibu Rokiyah melakukan kontrol kesehatannya di RSAM, baik melakukan cek laboratorium maupun USG. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, pihak dokter menyatakan bahwa penyakit kanker Ibu Rokiyah sudah menyebar, hal ini yang mengakibatkan beberapa kali Ibu Rokiyah merasakan sakit yang luar biasa pada daerah panggul, dimana beliau sampai tidak bisa berjalan atau bahkan bergerak. Saat berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Lampung untuk menunggu jadwal kontrol berikutnya, Ibu Rokiyah sempat dibawa ke UGD RSAM, dikarenakan beliau sudah tidak dapat menahan rasa sakit pada panggulnya. Ibu Rokiyah sudah diperbolehkan pulang ke kampung halamannya di Way Kanan untuk meneruskan pengobatan dan pemeriksaan kesehatannya di Rumah Sakit Daerah di Way Kanan. Ibu Rokiyah adalah seorang buruh tani sedangkan suaminya sudah meninggal dunia. Ia menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI selama pengobatan. Keluarga merasa sulit biaya hidup dan transportasi ke RSAM. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit kedelapan kepada Ibu Rokiyah untuk biaya hidup dan transportasi. Titipan langit ketujuh tersampaikan dalam rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @nia_dec07 @raden_691 @yesaridani

Bu Rokiyah menderita ca servix


RUDI BIN NURIL (42, Katarak Komplikata). Alamat : Sungai Badak, RT 2/4, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rudi masuk dalam pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Sejak didiagnosis dokter Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) terkena katarak komplikata, kemudian beliau dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung (RSCB). Sudah 6 bulan lebih Bapak Rudi menetap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung untuk berjuang mengobati matanya. Kondisi terkini pasca dipasang mata palsu sebelah kiri, penglihatan Bapak Rudi membaik. Sedangkan mata kanan belum menemukan pendonor kornea mata. Istri Bapak Rudi, As (40) kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dengan sabar berdo’a agar suaminya dapat kembali melihat dan pulang ke Lampung. Selama ini Bapak Rudi dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI, namun pemasangan mata palsu tidak dicover KIS sehingga ada dana yang harus dikeluarkan cukup besar. Kurir Sedekah Rombongan pun kembali menyantuni Bapak Rudi. Titipan langit ketujuh kembali disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi. Titipan langit keenam terdata dalam rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @raden_691 @yesaridani

Pak Rudi menderita katarak komplikata


SRI WULANDARI (17, thalasemia). Alamat : Padang Ratu, RT 1/1, Desa Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Sri, begitulah biasa ia dipanggil. Pada tahun 2014, Sri mengalami sakit perut dan demam, namun keluarga hanya memberi obat yang dibeli diwarung. Karena sakitnya tidak kunjung sembuh, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Agung. Setelah diperiksa dokter, Sri didiagnosa menderita penyakit typus. Karena peralatan di RSUD kurang lengkap, Sri dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung, Keesokkan harinya Sri dibawa ke RSAM. Setelah diperiksa dokter hasilnya Sri mengalami sakit thalasemia, yaitu penyakit kelainan sel darah merah yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin. Dokter menyarankan Sri untuk melakukan tranfusi darah minimal 1 bulan sekali. Ayahnya Bapak Selamat (38), seorang petani. Ibunya, Ibu Nurbaiti (41), seorang ibu rumah tangga. Selama pengobatan Sri menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS kelas 3 PBI. Orang tua Sri kesulitan untuk biaya obat yang tidak ditanggung KIS dan biaya hidup selama di RSAM Bandar Lampung karena jauh dari tempat tinggal. Mengetahui keadaan keluarga, kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi RSAM untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholics guna meringankan biaya berobat dan biaya hidup sehari hari selama Sri berobat di RSAM Bandar Lampung. Semoga Sri lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas lagi seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @andradideri @adityaBdvil @lukman_nawawi

Sri menderita thalasemia


SULASTRI BINTI KROMO NAKIYO (45, Gagal Ginjal + Asma + Magh). Alamat : Dusun Sri Widodo, RT 5/-, Desa Sriwijaya Mataram, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Awal bulan Januari lalu, Ibu Sulastri merasa lemas dan tidak enak badan. Kemudian, keluarga berinisiatif membawa ke rumah sakit setempat namun mendapat rujukan ke Rumah Sakit Bunda, Bandar Jaya. Dokter yang menangani Ibu Sulastri mendiagnosis bahwa beliau mengalami gagal ginjal. Kemudian Ibu Sulastri disarankan untuk cuci darah. Setiap kali cuci darah, beliau selalu muntah dan pusing ditambah lagi dokter mengatakan Ibu Sulastri terkena asma dan magh. Ibu Sulastri mendapat rujukan ke RS Mardiwaluyo. Setelah 2 kali melakukan cuci darah, stok darah di RS Mardiwaluyo habis lalu pihak rumah sakit merujuk beliau ke RS Demang. Dikarenakan keterbatasan alat, RS Demang merujuk Ibu 3 anak ini ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Dari bulan Februari hingga kini Ibu Sulastri rutin melakukan cuci darah seminggu 2 kali di RSAM ditemani anaknya yang bungsu. Bila telat melakukan cuci darah, badan beliau terasa lemas dan pusing. Suami Ibu Sulastri, Bapak Sujiono (59) bekerja sebagai buruh serabutan yang memiliki penghasilan pas-pasan untuk menghidupi istrinya dan ketiga anaknya. Pak Sujiono mengaku sangat terbebani dengan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Meskipun biaya pengobatan di cover dengan KIS Mandiri kelas III namun tetap saja belum tercukupi. Atas izin Allah, alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan keluarga Bapak Sujiono. Bantuan pertama pun segera disampaikan kepada keluarga untuk biaya hidup dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @yesaridani @fitrirofiqoh

Bu Sulastri menderita gagal ginjal + asma + magh


WARTINI BINTI KARTO SUMITRO (70, Tyfus + Rematik). Alamat : Jalan Pekonlom Sinar Teguh, RT 6/-, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Ibu Wartini adalah tukang urut panggilan, bulan Januari lalu, pulang dari bekerja Ibu Wartini terkena demam, panas tinggi, badannya lemas hingga sulit untuk bangun dari tempat tidurnya. Anaknya, Wiwit, hanya bisa memberikan kompresan pada dahi Ibu Wartini dikarenakan Puskesmas yang cukup jauh dan tidak memiliki kendaraan untuk berobat. Sebulan kemudian kaki Ibu Wartini terasa berat hingga sulit untuk berjalan lalu dengan bantuan tetangganya, beliau segera dibawa berobat ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan dokter, Ibu Wartini terkena tyfus dan rematik. Saat ini Ibu Wartini masih sering demam dan kakinya masih terasa sakit sehingga belum dapat bekerja seperti biasanya. Ibu Wartini hanya tinggal berdua dengan anaknya, Wiwit (22) karena suaminya telah lama meninggal dunia. Ibu Wartini sangat terbantu dengan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang mengcover pengobatan. Namun beliau mengaku masih kesulitan dengan biaya hidup dan membeli obat-obat warung bila obat dari dokter habis. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan Lampung dipertemukan dengan Ibu Wartini. Bantuan pertama pun segera disampaikan kepada Ibu Wartini untuk mengurangi biaya hidup sehari-hari dan dan biaya berobat. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @yesaridani

Bu Wartini menderita tyfus + rematik


HANUM YUNARNI (41, Diabetes + TB Paru). Alamat : Jln. H. Hasan RT. 13/8 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Ibu Hanum biasa disapa, enam bulan lalu tepatnya bulan Maret 2016, Ibu Hanum mengeluh kurang enak badan dan segera berobat ke klinik terdekat di rumahnya yaitu Klinik Mitra 24 jam Penggilingan. Diagnosa dari dokter saat itu Ibu Hanum mengidap penyakit radang paru-paru. Setelah itu, Ibu Hanum menjalani kontrol rutin di klinik. Enam bulan berjalan sampai suatu malam awal bulan September 2016 Ibu Hanum mengeluh mual lalu muntah sampai tiga kali, karena kondisi melemah Ibu Hanum langsung dibawa ke rumah sakit Persahabatan Rawamangun. Ibu Hanum ditempatkan diruang IGD Isolasi dan didiagnosa mengidap penyakit Diabetes, saat itu angka gula darahmnya mencapai angka 600. Sebelumnya dokter menyarankan agar Ibu Hanum dirawat diruang ICU tapi pihak keluarga menolak karena tidak menyanggupi biaya yang harus dibayar yaitu Rp. 5.000.000 permalam, karena saat itu juga Ibu Hanum belum mempunyai jaminan kesehatan BPJS. Sebelumnya Ibu Hanum belum punya jaminan kesehatan BPJS, setelah dua hari dirawat di rumah sakit suami Ibu Hanum Edy Mulyadi (42) segera mengurus pembuatan kartu BPJS. Ibu Hanum merupakan ibu dari tiga orang anak yang masih bersekolah. Pak Edi Mulyadi bekerja sebagai tukang ojek pangkalan didekat rumahnya. Ibu Hanum sendiri berjualan jajanan anak dirumahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi, setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 996. Kini ibu Hanum masih harus menjalani kontrol rutin di RSUP Persahabatan Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Hanum menderita diabetes + TB paru


AHMAD ARDIAN SAPUTRA ( 1, Paru-Paru Kotor). Alamat : Tambah Rejo, RT 1/-, Desa Batu Tegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Awalnya Putra sering batuk dan panas sejak umur 3 bulan. Kemudian di bawa ke bidan untuk diobati dan sembuh. Selang beberapa hari, Putra kembali mengalami panas tinggi. Kejadian tersebut berulang kali terjadi. Ibunya berinisiatif untuk membawanya ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas menyarankan agar Putra dirujuk ke rumah sakit karena panas tak juga turun. Setelah dilakukan cek laboratorium, Putra didiagnosa mengalami paru-paru kotor (flek paru-paru) dan harus melakukan pengobatan rutin selama 6 bulan ke dokter spesialis anak. Setiap bulan, Putra melakukan kontrol untuk memeriksa perkembangan penyakit di dokter spesialis anak. Sampai sekarang pengobatan telah berlangsung 5 bulan. Kondisi Putra kian hari kian membaik, Aisyah (38) ibunya, seorang single parent yang berprofesi sebagai buruh tani. Dengan telaten Aisyah merawat Putra yang masih batita, walaupun terkadang mempunyai keluhan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi berobat untuk Putra. Apalagi terdapat biaya berobat ke spesialis anak yang harus ditanggung mandiri meskipun memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI. Mengetahui kondisi tersebut, kurir Sedekah Rombongan Lampung berusaha meringankan beban keluarga Ibu Aisyah dengan memberikan bantuan awal dari sedekaholic. Semoga Allah senantiasa melindungi Putra dan memberikan kesembuhan untuknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni

Putra menderita paru-paru kotor


ARMINAH BINTI ARZAM (61, Stroke). Alamat : Sinarmulyo, RT 5/2, Desa Sinarmulyo, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Sekitar satu tahun yang lalu Ibu Arminah atau yang kerap disapa Mbah Minah berjualan tape singkong keliling kampung dibawah teriknya matahari dan membuat tubuhnya gemetar seperti kesemutan dan akhirnya tidak sadarkan diri. Oleh keluarganya Mbah Minah dibawa ke dokter. Dokter mendiagnosis Mbah Minah mengalami stroke. Karena tidak mampu berobat ke rumah sakit, mbah minah akhirnya memilih pengobatan alternatif pijat saraf. Kondisi saat ini Mbah Minah masih merasa kesulitan dalam berjalan, berjalanpun dengan cara merambat. Mbah Minah tinggal bersama suaminya Sumanto (66) yang buta, dan cucunya yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Untuk berobat dan kehidupan sehari hari Mbah Minah dan keluarga mengandalkan pemberian dari anaknya yang kondisi ekonominya juga belum mencukupi. Meski Mbah Minah memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, Mbah Minah merasa kesulitan untuk biaya transportasi berobat. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung ikut merasakan kesulitan yang dialami Mbah Minah, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari Mbah Minah. Semoga Mbah Minah segera pulih dan diberi kesehatan yang purna. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni

Bu Arminah menderita stroke


DESI KURNIA (25, Kanker Payudara). Alamat : Desa Simpang Tangkit, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Awal Januari 2017 terdapat benjolan keras di sekitar​ payudara Ibu Desi, kemudian beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Desa Rantau Tijang.Dokter menyarankan beliau untuk memeriksakan kondisinya lebih lanjut ke RS Mitra Husada Pringsewu. Dokter mendiagnosis Ibu Desi sakit kanker payudara stadium 3 dan harus menjalani operasi, dokter memberi surat rujukan ke RSUD Abdul Moeloek untuk melakukan kemo selama 6x sebelum dilakukan tindakan operasi. Kanker tersebut mengakibatkan rontoknya rambut Ibu Desi (gundul), payudaranya luka dan berlubang dan kemaluannya bengkak. Terkadang apabila beliau buang air kecil keluar darah, kondisinya memprihatinkan. Hendri (28) adalah suaminya yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Dengan kondisi istri yang sedang sakit, beliau mendampingi istri selama pengobatan. Ibu Desi menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI. Dengan adanya jaminan kesehatan, biaya selama pengobatan telah tercover, namun keluarga merasa kesulitan untuk biaya selama di rumah sakit dan biaya transportasi. Kurir Sedekah Lampung mencoba untuk membantu meringankan beban keluarga dengan memberikan santunan dari sedekaholic. Semoga Allah ta’ala segera memberi kesembuhan untuknya. Aamiin

Jumlah Bantuan : 750.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf @jjtari

Bu Desi menderita kanker payudara


MARYAM BINTI HENDRA WIJAYA (3, Demam Berdarah). Alamat : Purwosari II, Desa Tegal Sari, RT 11/04, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Awalnya Maryam mengalami demam dengan suhu badan mencapai 39.5°C, kemudian oleh ibunya diberi obat penurun panas dan madu. Karena sudah beberapa hari panasnya tidak turun tetangganya mengajak berobat ke dokter tetapi ibunya menolak karena panasnya berangsur turun. Satu minggu kemudian kondisi belum juga membaik, Maryam bertambah pucat dan lemas kemudian dibawa berobat ke Klinik Kosasih, setelah dilakukan pemeriksaan darah ternyata kadar trombosit dalam darah sangat jauh dibawah standar. Kemudian Maryam dibawa pulang karena tidak mempunyai biaya untuk perawatan di klinik. Setelah dibawa pulang kemudian Maryam dibawa ke Puskesmas setempat oleh Sekdes setempat karena kondisinya semakin buruk, dan akhirnya Maryam dirujuk ke RS Surya Asih. Kedua orangtua Maryam, ayahnya Hendra (38) dan ibunya Rika (33) berjualan es untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Maryam tinggal bersama orang tua beserta 2 kakaknya yang keduanya belum sekolah. Mereka tinggal di rumah saudara karena belum memiliki tempat tinggal sendiri. Untuk pengobatan di rumah sakit, Maryam menggunakan kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Meskipun memiliki kartu jaminan kesehatan, pihak keluarga merasakan kesulitan untuk menanggung biaya pemeriksaan darah untuk Maryam dan biaya transportasi selama ini. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga Maryam, bantuan awalpun disampaikan untuk meringankan keperluan biaya berobat dan transportasi. Semoga bantuan dari sedekaholic dapat meringankan kesulitan yang dialami keluarga dan syafakillah untuk Maryam, semoga Maryam dapat segera sembuh dari sakitnya dan tumbuh dengan sehat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @rnirmala

Maryam menderita demam berdarah


MEDI WAHYUDI (27, Gangguan Jiwa). Alamat : Desa Banjar Agung Ilir, RT 1/2, Kec. Pugung, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Tahun 2005 pasien yang akrab dipanggil Yudi ini mengalami perubahan sikap, orangnya pendiam dan suka menyendiri serta tidak suka keramaian. Melihat kondisi seperti itu ayahnya, Muchtar (50) membawa Yudi ke Pondok di Banten. Namun belum genap 1 bulan, Yudi kabur dari Pondok untuk kembali ke Lampung. Kadang Yudi berbicara sendiri, tertawa sendiri, sering menjerit di tengah malam. Keadaan terakhir, Yudi berbicara melantur dan sering mengamuk. Setelah mendapat pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Negeri Sakti, Yudi mengalami perkembangan. Yudi mulai tidur teratur, mengurangi minum kopi dan bicaranya mulai teratur. Yudi tinggal dengan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. Yudi memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III. Keterbatasan ekonomi dan jauhnya akses ke Rumah Sakit Jiwa dari tempat tinggalnya mengakibatkan kesulitan dan keterlambatan pengobatan Yudi. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menjadikannya pasien dampingan. Kurir merasakan kesulitan yang dialami keluarga, santunan ketiga pun disampaikan untuk biaya transportasi pengobatan, santunan sebelumnya tercantum dalam rombongan 956. Semoga Yudi dapat segera sembuh total dan beraktivitas kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @ummusofiayusuf

Medi menderita gangguan jiwa


SITI ROSIDA (43, Kista). Alamat : Desa Sidorejo, RT 1/2, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Tahun 2012 Ibu Siti Rosida, yang dipanggil Rosida mengandung anak ke 3. Biasanya ia memeriksakan kandungannya ke bidan. Namun ketika ia memeriksakan ke dokter kandungan di RS Surya Asih, dokter menyarankan untuk proses persalinan melalui operasi caesar meski janin dalam keadaan sehat. Hal ini dikarenakan untuk mengangkat kista di rahim Ibu Rosida. Tidak ada keluhan yang dialami Ibu Rosida sehingga ia mengabaikan penyakitnya. 2 tahun terakhir ia merasakan sakit, hingga dibawa ke RSUD Abdul Moeloek, dokter mengatakan bahwa Kista sudah menyebar ke ginjalnya. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta, namun Ibu Rosida menolak karena faktor ekonomi. Ibu Rosida hanya mengkonsumsi obat herbal. Ibu Rosida (43) seorang janda, mencari nafkah dengan membuka warung kecil. Ia memeliki 3 anak, pendapatannya tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Selama pengobatan ia menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Melihat kondisi tersebut, Kurir Sedekah Rombongan Lampung mendatangi kediaman Ibu Rosida dan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan. Semoga Ibu Rosida lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar Leni Dwi

Bu Siti menderita kista


TARMIYEM BINTI SIRIN (60, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Dadapan, RT 11/3, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Bulan Maret, lengan Ibu Tarmiyem terasa nyeri karna ada benjolan di payudaranya, tidak diketahui kapan benjolan itu mulai muncul, dikarnakan beliau menutup diri tidak menceritakannya kepada siapapun hingga benjolan itu pecah. Setelah benjolan itu pecah, barulah ia menceritakan kepada keluarganya. Mengetahui hal ini, tetangga membawanya berobat ke RSUD Abdul Moeloek tepatnya pada tanggal 23 april 2017 dan diagnosa dokter adalah kanker payudara. Tanggal 26 April ia kemudian dirujuk ke RS Bintang Amin. Selanjutnya, kamis tanggal 27 April dirujuk ke RS Mitra Husada. Ibu Tarmiyen yang dulunya bekerja sebagai tukang sayur keliling kampung, karna kondisinya sekarang ia sudah tidak bekerja lagi.Untuk kebutuhan sehari-hari saja mengandalkan pemberian dari anaknya, terlebih untuk biaya transportasi berobat selama ini. Suaminya Bapak Saikin (68) seorang buruh, yang penghasilannya terkadang tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Pengobatan Ibu Yatemi menggunakan kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI. Mengetahui hal ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan titipan langit, yang semoga dengan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga untuk biaya transportasi berobat. Semoga kesembuhan segera Ibu Yatemi dapatkan, dan perlindungan Allah selalu menyertainya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @jjtari

Bu Tarmiyem menderita kanker payudara


YATEMI BINTI TOREJO JAMIN (57, Kanker Mamae). Alamat : Desa Margodadi Utara, RT. 2/1, Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus, Prov. Lampung. Sudah beberapa tahun Ibu Yatemi menyadari bahwa di payudaranya terdapat benjolan dan tanpa ia sadari benjolan itu semakin membesar akan tetapi tidak ia hiraukan.Awal tahun 2017, Ibu Yatemi merasakan sakit pada benjoan tersebut dan ia menduga mungkin bisul dan tidak berobat hingga benjolan nya pecah. Dengan perhatian, kerabat Ibu Yatemi membawanya ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Pringsewu. Karna kondisi yang semakin memburuk, Ibu Yatemi dirujuk kembali ke RSUD Abdul Moeloek. Dokter mendiagnosa Ibu Yatemi terserang kanker mamae (kanker payudara) dan harus menjalani kemoterapi. Ibu Yatemi tinggal bersama suami yang sudah renta dan anaknya yang mempunyai cacat fisik pada tangan sejak lahir. Menjadi buruh tani adalah pekerjaan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk berobat saja ia mengandalkan saudaranya. Ibu Yatemi memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI, meskipun demikian, Ibu Yatemi kesulitan untuk biaya transportasi berobat. Hal inilah, yang membuat kurir Sedekah Rombongan Lampung merasa perlu untuk membantu Ibu Yatemi dan menyampaikan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan beban yang ditanggungnya. Syafakillah, semoga Allah segera memberikan kesembuhan dan selalu memberi kemudahan bagi Ibu Yatemi untuk menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar Leni @jjtari

Bu Yatemi menderita kanker mamae


AGIH PRIYANTO (61, Patah Tulang Kaki Kiri). Alamat: Jalan Kampung Baru, RT 12/8, Kelurahan Tipar Cakung, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. 24 Mei 2016 mungkin menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh seorang Agih Priyanto, seorang ayah dengan satu orang anak. Pak Agih, begitu beliau disapa. Waktu itu, Pak Agih hendak berangkat kerja di sekitaran Pulo Gadung tapi nasib malang tak bisa dihindari ditengah perjalanan Pak Agih mengalami kecelakaan, tertabrak sepeda motor dari arah yang berlawanan. Saat itu Pak Agih langsung dilarikan ke RS Jakarta di Rawamangun, alhamdulillah Pak Agih langsung mendapat penanganan dari tim medis dan menjalani perawatan selama satu setengah bulan. 11 Juli 2016 Pak Agih diperbolehkan pulang tapi pengobatan yang dijalani Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja. Pak Agih masih harus menjalani rawat jalan hingga sekarang. Beruntung untuk biaya pengobatan semua bisa tercover oleh Kartu Jakarta Sehat. Meski begitu beban yang dipikul Pak Agih tidak berhenti sampai disini saja, sebagai kepala keluarga tentu Pak Agih ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Tapi semenjak kecelakaan itu Pak Agih tidak lagi bisa bekerja, untuk memenuhi hidup sehari-hari Pak Agih dan keluarga bertumpu pada istrinya, Bu Ronjah Sapitri (48) sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Dengan penghasilan yang terhitung kecil, Bu Ronjah masih harus membayar biaya kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya rawat jalan ke RS. Alhamdulillah, kembali kurir Sedekah Rombongan mendatangi keluarga Pak Agih dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 992. Sampai saat ini Pak Agih masih terus menjalani kontrol rutin, semoga bantuan yang diberikan oleh #SedekahRombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh keluarga Pak Agih. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Pak Agih menderita patah tulang kaki kiri


ATUN BIN ABDUL AZIZ (88, Eksim + Dhuafa), Alamat : Jl. Pondok Labu RT. 2/5. I/B /29, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak. Jakarta Selatan.Bapak Atun atau Aki Atun sudah 23 tahun menderita sakit Eksim pada kaki kirinya, meskipun dengan usia yang sudah tidak muda lagi namun pak atun tetap bersemangat untuk melanjutkan hidup yang seorang diri di Jakarta , pekerjaan sehari-hari sebagai pemulung dengan tubuh tua yang renta beliau berjalan setapak demi setapak mendorong gerobak dengan menahan rasa sakit di kakinya menyusuri jalanan ibu kota demi mendapatkan barang-barang yang tak terpakai dan dapat di daur ulang agar bisa dijual ke pengepul barang, demi mendapatkan rupiah untuk makan demi bertahan hidup. Lingkungan dan pekerjaan pak atun yang tidak bersih dan tidak higienis memperkuat sakit eksim dikaki kirinya. Eksim yang sudah puluhan tahun dikakinya pun tidak pernah diobati dikarenakan penghasilan yang pas-pasan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Jika penyakit nya ini kambuh beliau hanya mengobati dengan rebusan daun sirih.. kondisi saat ini kaki pak atun membengkak dan amat sakit. Sudah 4hari beliau tidak Bekerja berkeliling mencari barang-barang bekas dengan gerobakny karena kakinya sakit. Seharusnya di umur lansia seperti pak atun ia dapat menikmati sisa hidupnya dirumah dengan anak cucu. Tapi karena beliau hanya hidup seorang diri di Jakarta jadi tidak ada tempat untuk berkeluh kesah. Mendengar kisah mengharukan aki Atun Kurir Sedekah Rombonganpun​ datang memberikan santunan untuk biaya berobat. Semoga bantuan ini dapat meringankan bebannya.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir. : @wirawiry, @riniastuti, @endangnumik

Pak atun menderita eksim + dhuafa


UMI SHOLEHAH (19, Bantuan Hidup). Alamat : Jl. Sunan Giri No. 5, RT. 8/15. Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Umi Sholehah anak pertama dari empat bersaudara, anak dari bapak Tanuji (46) yang berprofesi sebagai buruh AC, sementara ibu dari Umi Sholehah sudah 2 tahun meninggal dunia. Keluarga sederhana ini tinggal di Jl. Sunangiri namun karna tempat tinggal mereka bersengketa akhirnya mereka digusur dan tinggal di kontrakan kampong Lio Pulo Gadung. penghasilan bapak Tanuji sangat pas – pasan dan hanya cukup untuk makan sehari – hari saja, untuk membiayai sekolah anaknya bapak Tanuji merasa keberatan, Umi Solehah pernah putus kuliah dan masih ada tunggakan biaya untuk menebus ijazah aliyah di pesantren. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kedua untuk biaya cicilan menebus ijazah setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 999. Semoga bantuan ini bermanfaat dan Umi Solehah dapat mewujudkan cita – citanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik.

Bantuan hidup


NAISHA NAZEEFAH AZMYA (1, Hedrocypalus). Alamat : Kp. Kebon RT. 4/2, Desa JejalenJaya, Kelurahan Babelan, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Naisha kecil lahir pada tanggal 09 Mei 2017 di RSCM Jakarta dengan kondisi hedrocypalus dan tidak dapat melihat. Pada kehamilan ibu Naisha normal seperti tidak ada kelainan apapun pada janin dalam rahim, namun setelah usia kandungan memasuki umur 7 bulan Orang tua Naisha ke rumah sakit Bina Husada Cibinong untuk melakukan cek USG setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa janin yang didalam perut terdapat cairan yang cukup banyak sekali yang mengakibatkan sang anak hedrocypalus, mendengar kabar tersebut mereka pun bersedih. Karena setelah lama menikah baru diberi amanah oleh Allah dititipkan seorang anak yang selama ini diinginkan namun bagaimanapun keadaan anaknya saat ini mereka senantiasa bersyukur atas anugerah dan nikmat Allah yang diberikan untuk keluarga mereka. Ayah naisha Zul Fahmi (30) sudah lama tidak bekerja dikarenakan terjadi pengurangan karyawan ditempat ia bekerja, untuk kehidupan sehari-hari ia bekerja serabutan demi menghidupi keluarga kecilnya..Ibu Naisha , Siti Jaenab Ramadhan (29) bekerja menjadi buruh pabrik di Bekasi.. ia harus bekerja demi membantu perekonomian keluarga. Mengetahui kabar tersebut kurir Sedekah Rombongan memberikan bantuan awal untuk biaya membeli susu dan biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @wirawiry, @riniastuti @endangnumik

Naisha menderita hedrocypalus


SUNITI ALI (41, Kanker Lidah). Alamat : Jln. Mushola RT 1/5, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Ibu Suniti, seorang buruh cuci yang mempunyai 4 orang anak diantaranya 2 orang SD dan 2 oranh masih balita. Sang suami yang bernama Ali Sodikin (42) hanya seorang pedagang minuman keliling. Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah. Awal mulanya Ibu Suniti seusai pulang kerja di sore hari di jalan matanya di serang binatang kecil-kecil dan bergerombol. Bu Suniti langsung berobat ke klinik, setelah beberapa hari tak kunjung sembuh Bu Suniti pun di rujuk ke Rumah Sakit Cirebon. Dokter menyatakan bahwa mata ibu Suniti katarak dan di haruskan memakai kacamata. Untuk mendapat penanganan yang lebih baik, Ibu Suniti mencari kesembuhannya di Depok. Tetapi setelah beberapa tahun di Depok ternyata penyakitnya bertambah parah. Dokter menyatakan Ibu Suniti terkena penyakit kanker lidah. Gejala yang ibu Suniti rasakan pun malah bertambah parah. Saat ini yang dirasakan sakit oleh ibu Suniti pada bagian lidah, tenggorokan dan sulit sekali untuk menelan makanan. Ibu Suniti mengidap penyakit kanker lidah sudah 4 tahun hingga sekrang. ibu Suniti masih rutin berobat ke rumah sakit. Dan suaminya pun harus bekerja keras mencari nafkah untuk biaya pengobatan serta biaya anak-anaknya sekolah. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Suniti, sehingga dapat menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk ibu Suniti. Bantuan untuk ibu Suniti dipergunakan untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban ibu Suniti dan keluarga. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Suniti menderita kanker lidah


AHMAD FAIRUZ (3, Pendarahan di Telinga, Patah Tulang Pundak Kiri, Retak Tulang Iga Belakang Kiri). Alamat: Jln. Terate RT 9/4 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Kotamadya Jakarta Barat. Ahmad biasa disapa, anak kecil yang baru berusia 3 tahun ini sudah mengalami kecelakaan yang cukup parah yang mengakibatkan pendarahan di telinganya, patah tulang pada pundak kiri dan retak tulang iga belakang kiri. Anak pertama dari pasangan Surono (35) dan Rizka Amalia (26) harus merasakan sakit pada badannya. Sang ayah, bekerja sebagai buruh proyek dan sang ibu hanya ibu rumah tangga. Suatu malam sekitar pukul 20.00 WIB, Ahmad sedang bermain di depan rumah, tiba-tiba mobil lewat tidak menyalakan lampu, bahkan tidak melihat didepannya ada Ahmad yang sedang bermain. Tanpa diduga Ahmad ditabrak oleh mobil tersebut bahkan sampai masuk kekolong mobil. Lalu pengendara mobil diamankan oleh warga yang kebetulan melihat kejadian tersebut. Ahmad langsung dibawa keklinik terdekat, dan dokter klinik menyarankan agar Ahmad dibawa ke rumah sakit karena adanya luka serius yang menyebabkan pendarahan pada telinga dan luka bakar di sekitar telinga. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Hermina, dokter segera melakukan penanganan untuk Ahmad. Ahmad harus rawat inap selama 1 minggu dan rawat jalan prosesnya selama 3 minggu dengan biaya yang dikeluarkan selama pengobatan tersebut menghabiskan uang sekitar 12juta. Pada awalnya pelaku yang menabrak Ahmad akan bertanggung jawab, setelah keesokan harinya pelaku sudah kabur dari kontrakan tempatnya tinggal. Ternyata setelah 3 minggu dokter mengatakan bahwa tulang pundak kiri Ahmad patah, tulang iga belakang retak, tulang selangkangan kaki bergeser, dan dinyatakan harus dioperasi. Karena tidak memiliki biaya untuk membayar administrasi rumah sakit Surono memutuskan untuk meminjam uang ke tetangga dan saudaranya dan akan melanjutkan pengobatan urut patah tulang tradisional di daerah Pandeglang Banten untuk memperkecil biaya yang dikeluarkan. Untuk sekali datang ke Pandeglang harus mengeluarkan biaya sekitar 1,2 juta dengan sekaligus sewa mobil. Akhirnya Surono putuskan untuk tidak menyewa mobil karena faktor biaya yang cukup besar. Dan untuk menuju ke Pandeglang dengan ia mengendarai motor bersama sang istri dan Ahmad. Sampai saat ini Ahmad masih melakukan pengobatan rutin di Pandeglang dengan jadwal 3 kali seminggu, dan belum tahu sampai kapan proses pengobatannya. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dan menyampaikan santunan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat Ahmad. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui #SedekahRombongan, karena dengan bantuan tersebut Ahmad masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Fairuz menderita pendarahan di telinga, patah tulang pundak kiri, retak tulang iga belakang kiri


ERAH BINTI SAIKAM (50, Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Cilandak Curug, RT 4/2, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Gejala penyakitnya yang dialami ibu Erah berawal pada akhir tahun 2011, saat itu muncul benjolan di bagian dada yang menyebabkan pegal dan nyeri. Lama – kelamaan benjolan tersebut semakin membesar dan terasa sakit. Ibu Erah melakukan pemeriksaan ke klinik terdekat di daerah Rangkas Bitung. Setelah diperiksa, dokter menyatakan ibu Erah menderita infeksi ginjal. Selama 3 tahun ibu Erah mengonsumsi obat dari klinik tempat ia berobat tapi belum ada hasil. Kemudian ibu Erah dirujuk ke RSUD setempat untuk berobat. Letak rumah yang jauh dari perkotaan dan akses jalan yang sulit dilewati dengan kendaraan membuat keluarga kesulitan membawa ibu Erah ke rumah sakit. Ibu Erah bekerja sebagai buruh tani dan suaminya Bapak Suardi (52) seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Ibu Erah biasa ia dipanggil. Beliau tinggal bersama 2 orang anaknya. Anaknya bekerja di Jakarta sebagai buruh konveksi. Ibu Erah dan suaminya mengungkapkan kesedihan saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan karena ia sendiri tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dapat kembali memberikan bantuan lanjutan untuk operasional rawat jalan. Sebelumnya ibu Erah telah dibantu pada rombongan 996.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Erah menderita infeksi ginjal


MARYATI BINTI SANIF (57, Pengapuran + Retak Pada Kaki dan Pinggul + Dhuafa). Alamat : Jl. Budimulia RT. 10/5, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Keseharian hidup ibu Maryati dihabiskannya berada di Pasar Kaget Rajawali, Jakarta Utara. Ia tinggal di emperan salah satu toko baju yang berada di pasar tersebut. Ibu Maryati harus bangun lebih awal sebelum toko tersebut buka dan baru bisa beristirahat untuk tidur setelah toko itu tutup. Untuk kebutuhan makan sehari – hari, ibu Maryati mendapat upah dari membantu menjaga dagangan pisang milik salah satu keponakannya. 2 tahu silam ibu Maryati mengalami musibah terjatuh yang mengakibatkan dengkul dan pinggul pada kaki kanannya terasa nyeri, akibat musibah tersebut ibu Maryati kesulitan dalam berjalan dan harus dibantu dengan alat bantu tongkat untuk berjalan. Pengobatan pernah dilakukanya namun karna tidak memiliki biaya, pengobatannya tidak bisa dilanjutkan lagi, ibu Maryati sangat berharap dapat melanjutkan lagi pengobatannya dan sembuh kembali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu dhuafa ini, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan biaya akomodasi ke rumah sakit juga biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Semoga ikhtiar pengobatan yang sedang dilakukannya membawa pada kesembuhannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu Maryati menderita pengapuran +retak pada kaki dan pinggul + dhuafa


SLAMET BIN MADSURI (46, Infeksi Paru – paru + Hernia + Dhuafa}. Alamat : Jl. B, RT. 4/7, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Derita sakit yang dialami oleh bapak Slamet sudah cukup lama, gejala yang dialaminya, ia sering mengalami sesak nafas , karna keterbatasan biaya pengobatan tidak pernah dilakukan. Bapak Slamet dalam kesehariannya tidak memiliki pekerjaan dan juga rumah tinggal, dalam usia menjelang tua bapak Slamet belum memiliki istri dan anak, ia hidup seorang diri, tidur beralaskan kardus pada bilik mesin ATM yang tidak terpakai di salah satu spbu. Kondisi bapak Slamet makin memburuk dalam kurun waktu satu bulan terakhir, kedua belah kaki membengkaK dan juga pada kelaminnya, Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya untuk pengobatannya, namun saat bantuan akan disampaikan, Allah berkehendak lain, bapak Slamet sudah mendinggal dunia. Bantuan untuk biaya pengurusan jenazah disampaikan, semoga amal perbuatan almarhum semasa hidupnya diterima oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa – dosanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Pak Slamet menderita infeksi paru – paru + hernia + dhuafa


SAKIMAN BIN JAKAR (80, Diabites + Paru – paru). Alamat : Jl. Hidup Baru, RT. 5/2, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Sudah hampir 15 tahun bapak Sakiman menderita sakit diabetes, gejala awal yang sering dirasakannya, bapak Sakiman sering lelah, mengantuk dan pada kai kanannya terdapat luka yang sulit mengering dengan warna kulit yang menghitam. Pengobatan awal dilakukan pada puskesmas terdekat dan dari puskesmas tersebut kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Koja Jakarta Utara. Berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS memang sangat membantu namun untuk biaya akomodasi ke rumah sakit sangat memberatkannya apalagi kondisi bapak Sakiman sudah tidak bisa naik angkot, beliau harus sewa mobil untuk bisa berobat ke RSUD Koja. Alhamdulilah Sedekah Rombongan dipertemukan dan langsung menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit dan biaya membeli obat luka pada kakinya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bapak Sakiman dapat sembuh kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Pak Sakiman menderita diabites + paru – paru


WAHIDIN MUHAMMAD (65, Diabetes Melitus). Alamat: Kp. Lamporan RT 8/8 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Tahun 2003, mungkin menjadi tahun yang susah untuk dilupakan oleh seorang Wahidin Muhammad. Di tahun itu, bapak Wahidin dinyatakan menderita Diabetes Meltus oleh dokter di RSUD Cengkareng. Selama itu pula bapak Wahidin harus menjalani kontrol rutin. Tapi pada November 2016, terpaksa bapak Wahidin harus menghentikan pengobatanya, karena kontrak kerjanya habis sehingga tidak ada biaya untuk ke rumah sakit. Kondisi ini ternyata memperburuk kesehatan bapak Wahidin, dijempol kaki mulai timbul luka yang telah membusuk sehingga harus dilakukan amputasi. Pasca menjalani operasi kondisi pak Wahidin tak kunjung membaik, lukanya semakin bertambah dan dokter menyarankan jika Pak Wahidin harus dilakukan tindakan amputasi lagi hingga mata kaki. Namun, Pak Wahidin dan keluarganya belum siap. Sehingga Pak Wahidin memutuskan untuk melanjutkan pengobatannya ke sebuah klinik dengan biaya Rp. 500.000,- sekali datang dan dokter klinik tersebut menyarankan supaya Pak Wahidin menjalani pengobatan rutin selama 3 bulan dengan kontrol 2 hari sekali. Tentu kondisi ini sangat memberatkan Pak Wahidin yang notabene sedang tidak mempunyai pekerjaan. Sementara sang istri, ibu Saamah (61) adalah seorang ibu rumah tangga. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli obat dan akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Alhamdulillah luka pada kaki bapak Wahidin sudah mongering, semoga ikhtiar pengobatan yang dilakukannya membawa pada kesembuhannya. Aamiin,

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 5 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @ryan_spm @endangnumik

Pak Wahidin menderita diabetes melitus


ALZENA SAFA (4, Gizi Buruk). Alamat: Jl. Budi Mulia No. 24 RT 6/4, Kelurahan Pedemangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Alzena, gadis kecil berusia 4 tahun ini hanya memiliki berat badan 11 kg. Tubuhnya kecil dan lemas. Alzena, tidak seperti balita seusianya yang suka atau bisa makan apapun yang diinginkan. Alzena, hanya bisa minum susu. Dalam sehari biasanya Alzena minum susu 5 sampai 6 botol. 1 kaleng susu hanya cukup untuk 1 minggu. Ayah Alzena, bapak Untung Subagio (30) sehari-hari hanya bekerja sebagai penjaga toko di kawasan Glodok Jakarta Barat, sementara Ibu Rohana (27) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus pekerjaan rumah dan merawat Alzena. Sebagai seorang penjaga toko, penghasilan yang diterima bapak Untung tidak seberapa. Bahkan, untuk memenuhi segala kebutuhannya saja sering kurang. Selain untuk membeli susu untuk Alzena, bapak Untung masih harus membayar kontrakan, biaya sekolah anak pertama dan biaya makan sehari-hari. Tentu beban ini dirasa berat oleh bapak Untung, ia tidak bisa membayangkan jika setiap kali ada kekurangan harus pinjam dengan tetangga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi selama berobat dan membeli kebutuhan untuk Alzena, setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Kini berat badan Alzena terus naik dan masih rutin menjalani kontrol ke RSCM Jakarta, semoga ikhtiar Alzena untuk mendapatkan kesembuhan diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Alzena menderita gizi buruk


ZAHWA AGNES TIALIKA (16, Sinusitis). Alamat : Jl. Budi Mulia No. 22, RT. 10/5, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Zahwa Agnes anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan pasutri bapak Triyanto (37) dan ibu Nurhidayanti (37), gejala awal yang dialami oleh Zahwa, ia sering mengalami sakit kepala, demam, hidung tesumbat yang mengeluarkan cairan kehijauan dan kehilangan indera pengecap. Kondisi ini sudah dirasakannya selama 1 tahun, pengobatan pernah dilakukannya pada puskesmas terdekat dan dari puskesmas, Zahwa kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke rumah sakit Royal Progress, di Sunter, Jakarta Utara. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak keluarga ini, namun biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli obat yang tidak terjamin BPJS sangat memberatkan bapak Triyanto apalagi kondisi bapak Triyanto sudah tidak bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan awal untuk biaya akomodasi dan biaya menebus obat sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan memotivasi Zahwa dalam berikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Zahwa menderita sinusitis


SHINTA AMALIA (2, Hydrocepalus) Alamat: Jalan Pahlawan Komarudin, RT 4/5, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Shinta, biasa orang tua dan lingkungan sekitar memanggilnya. Balita pejuang Hydrocepalus ini tinggal disebuah rumah kontrakan bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya. Shinta, saat berusia 7 bulan didalam kandungan oleh dokter telah dinyatakan menderita Hydrocepalus melalui hasil USG. Shinta dilahirkan di RS Resti Mulya Penggilingan pada Juni 2015. Setelah 10 hari dari hari kelahirannya, orang tua Shinta mendapat rujukan ke RS Persahabatan Rawamangun untuk melakukan pemeriksaan atas kondisinya. Setelah 8 hari rawat inap di RS Persahabatan, Shinta menjalani operasi pertamanya untuk pemasangan alat di kepalanya. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Shinta hanya memakan nasi yang diberi kecap manis dan meminum susu yang dibeli Ibunya diwarung karena tidak memiliki biaya untuk membeli susu khusus. Ayah Shinta, Amirudin (41) hanya penjual kue cubit keliling dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibunya, Enok Suhartini (39) seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Setiap hari Shinta diajak Ibunya bekerja yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kontrakannya. Bermodalkan jaminan kesehatan BPJS yang didapat dari pemerintah, Shinta berjuang mencari kesembuhan. Namun kendala yang dihadapi sekarang tidak adanya biaya transportasi ke rumah sakit, mengingat penghasilan kedua orang tuanya yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan yang lainnya, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 996. Terima kasih dan doa dihaturkan dari kedua orang tua Shinta kepada para #Sedekaholics. Semoga doa dan usaha Shinta untuk mencari kesembuhan diijabah oleh Allah SWT. Amin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Shinta menderita hydrocepalus


SUMARSIH KUSNADI, (67, Diabetes + Pengapuran Tulang Pinggul). Alamat: Jalan H. Hasan RT 13/8, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur. Ibu Sumarsih seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 2011 tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena ia sakit-sakitan. Dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), ia memeriksa penyakitnya ke RS Persahabatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Sumarsih didiagnosa menderita penyakit Diabetes. Ibu Sumarsih mulai rutin berobat ke rumah sakit hanya dengan mengandalkan SKTM. Sang suami, bapak Bambang Kusnadi (74) sudah tidak bekerja karena usianya yang sudah renta. Ibu Sumarsih memiliki seorang anak yang tiap harinya membantu biaya kedua orang tuanya dengan berjualan nasi uduk dan kue di rumahnya. Pada pertengahan tahun 2015, Ibu Sumarsih terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami patah tulang. Dokter menjelaskan bahwa adanya pengapuran pada tulang pinggul dan mengakibatkan Ibu Sumarsih tidak bisa berjalan tanpa dibantu orang lain. Ibu Sumarsih dirujuk untuk melanjutkan pengobatan rutin rawat jalan di RSUD Budhi Asih. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan BPJS, namun beliau kesulitan mencari dana untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan kembali pada keluarga Ibu Sumarsih yang langsung menyampaikan bantuan lanjutan titipan dari Sedekaholics untuk meringankan biaya transportasi dan bekal berobat. Sebelumnya Ibu Sumarsih masuk di rombongan 996. Semoga semangat Ibu Sumarsih berikhtiar membuahkan kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Sumarsih menderita Diabetes + pengapuran tulang pinggul


SUNARMI SUTRISNO (47, Stroma Nodosa). Alamat: Jl. H. Hasan Rt. 13/8 No. 33 Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Ibu Sunarmi, begitulah beliau sering disapa oleh warga sekitar. Pada awal 2013 lalu, di leher ibu Sunarmi muncul benjolan sebesar kelereng. Oleh keluarga, ibu Sunarmi diperiksakan ke dokter spesialis THT. Dari dokter belum ada tindakan lanjutan, dan benjolan itu semakin lama semakin membesar. Karena khawatir, pihak keluarga membawa ibu Sunarmi dibawa ke Puskesmas Budhi Asih Cawang. Di Puskesmas, Ibu Sunarmi dilakukan pemeriksaan USG dan hasilnya dokter mengatakan jika ibu Sunarmi menderita Stoma Nodusa. Tapi karena keterbatasan alat, ibu Sunarmi dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Di RSCM, merujuk dari hasil USG dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan biopsi. Biopsi sudah dilakukan 2 kali pada bulan Juli dan Oktober 2015. Ibu Sunarmi sempat menghentikan pengobatannya karena BPJS yang tidak aktif, tapi alhamdulillah kini Bu Sunarmi bisa melanjutnya pengobatannya lagi meski tidak rutin. Karena kadang biaya untuk ke rumah sakit tidak ada. Sehari-hari Ibu Sunarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh cuci pakaian disekitaran tempat. tinggalnya. Sedangkan suaminya, bapak Sutrisno (56) bekerja sebagai tukang ojek pangkalan di depan pengadilan negeri Jakarta Timur. Sebagai tukang ojek, penghasilan yang diterima bapak Sutrisno tidak menentu. Sehingga penghasilan yang diterimapun tidak cukup untuk membayar segala kebutuhannya mulai dari bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Jadi Ibu Sunarmi harus bisa merelakan untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Alhamdulillah, #KurirSR kembali dipertemukan dengan keluarga ibu Sunarmi, bantuan lanjutan untuk membayar BPJS dan biaya transport selama masa pengobatan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Ibu Sunarmi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan ini ibu Sunarmi dapat melanjutkan lagi proses pengobatannya.Semoga proses pengobatan yang dijalani Ibu Sunarmi diberikan kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 Juni 2017
Kurir: @wirawiry @anasaramadhan @nurfahmadini @endangnumik

Bu Sunarimi menderita stroma nodosa


SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di rombongan 996. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Juni 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Bantuan biaya hidup


RESMIATI BINTI KASBANI (49, Dhuafa). Alamat : Jl. Kalibata Timur 3 RT. 5/8, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan ibu Resmiati sudah lama hidup menjanda dengan tanggungan 5 orang anak. Untuk menutupi biaya harian keluarga, ibu Resmiati bekerja menjadi buruh cuci di wilayahnya. Hidup dengan kondisi yang pas – pasan tidak membuat semangatnya berkurang, ibu Rusmiati dan anak – anaknya tinggal dikontrakan sempit dan kurang layak huni. Salah satu anaknya ada yg kekurangan mental/Retardasi Mental. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini yang langsung menyampaikan bantuan untuk biaya harian, Semoga bantuan ini bermanfaat dan Ibu Resmiati selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.

Jumlah bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 06 Juni 2017.
Kurir : @wirawiry @kh0irul @endangnumik

Bu resmiati seorang dhuafa


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1004. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Dalem menderita down syndrome dan jantung bocor


KAYLA CHAIRANI (11, Cerebritis). Alamat: Jalan Haji Rohimin No. 155 RT 17/3, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pasanggrahan, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Kayla Chairani atau lebih sering disapa Kayla oleh orang tua dan orang-orang sekitarnya. Saat usia 4 bulan Kayla megalami kejang demam, langsung dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan jika terdapat penyempitan pembuluh darah di otak Kayla. Selama bertahun-tahun Kayla harus menjalani rawat jalan di rumah sakit. Alhamdulillah saat Kayla berusia 5 tahun kondisinya berangsur membaik. Namun saat Kayla menginjak usia 7 tahun, Kayla kembali mengalami kejang demam hingga koma dan harus mendapat perawatan intensive selama 3 minggu d RSUD Bekasi. Sampai saat ini, Kayla masih terus menjalani rawat jalan. Alhamdulillah untuk biaya berobat sudah ditanggung oleh jaminan kesehatan tapi masih ada beberapa obat yang harus dibeli secara mandiri. Sementara orang tua Kayla, bapak Rohmani (50) sehari-hari bekerja sebagai buruh jahit dan ibu Zazila (44) adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya terapi dan membeli obat setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 98/8. Alhamdulillah control rutin kedepannya Kayla sudah diperbolehkan control hanya 1 bulan sekali dan tetap mengikuti therapy motorik dan hanya diberikan obat untuk menghilagkan kejang – kejangnya.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 11 Juni 2017
Kurir: @wirawiry icha bazar @endangnumik

Kayla menderita cerebritis


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Biaya Operasional Bulan Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Pada bulan ini pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional MTSR Malang ialah untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move keluar kota dan biaya servis rutin setiap bulannya. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 995. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 7.130.287,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus @m_rofii11

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR MALANG (N 1208 CJ, Biaya Operasional Bulan Mei 2017). Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Mobilitas kurir yang biasa disebut dengan “move” pun cepat dan padat sekali. Kebutuhan antar pasien tak jarang juga berbeda-beda, beda rumah sakitnya, beda tempat tinggalnya dan perbedaan tujuan tempat yang lain. Saat ini, pasien Sedekah Rombongan Malang berjumlah kurang lebih 50 pasien dampingan, dengan berbagai macam latar belakang. Padatnya agenda mobilitas ambulan Sedekah Rombongan atau biasa yang kami sebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) membuat Malang membutuhkan MTSR tambahan. Sehingga Sedekah Rombongan Malang pada bulan Mei tahun 2016 kemarin meluncurkan program “PATUNGAN AMBULAN” untuk mewujudkan mimpi kami bisa bergerak lebih efektif dengan adanya 2 MTSR di Malang. Untuk mendukung performa mobil agar tetap dalam kondisi baik, maka bulan ini keperluan MTSR yang diperlukan antara lain untuk membeli pulsa, bahan bakar, biaya untuk parkir kendaraan, konsumsi kurir saat move ke luar kota dan service rutin setiap bulan. Laporan keuangan MTSR pada bulan sebelumnya telah masuk di nomor rombongan 995. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan ibadah kita ini dengan sebaik-baiknya pembalasan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.163.500,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus @m_rofii11

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR MALANG (AB 9044 WK, Pembelian Inventaris MTSR Bulan Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil yang dikendarai oleh Kurir Sedekah Rombongan untuk beraktivitas seperti mengantar / menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang, mensurvei pasien yang akan dijadikan pasien dampingan dan bahkan menyampaikan santunan titipan yang diberikan dari Sedekaholics. Dengan nomor hotline 0818-0808-8001 yang tertera di badan mobil ambulance MTSR ini diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat langsung menghubungi MTSR ini. Untuk melengkapi MTSR pembuatan Bordes dan Kursi ambulance pun diperlukan untuk agar dapat memberikan fasilitas yang nyaman bagi pasien dampingan dan masyarakat yang membutuhkan. MTSR pada bulan ini juga membutuhkan berupa velg dan ban cadangan, dikarenakan medan jalan yang terjal membuat velg serta ban sebelumnya menjadi rusak. Bantuan yang telah diberikan oleh Sedekacholics dipergunakan untuk pembuatan Bordes dan Kursi pada ambulance serta Velg Ban dan Ban Cadangan. Bantuan bulan sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 995. Semoga MTSR semakin bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi ladang amal bagi Sedekaholics. Amiiinn

Jumlah Bantuan : Rp. 8.185.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus @m_rofii11

Pembelian inventaris MTSR bulan Mei 2017


USTADI BIN BUKORI (46, Benjolan Pada Perut). Alamat : Jalan Kenanga Gempolan, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 6 bulan yang lalu, Bapak Ustadi sering mengalami sakit perut. Pada awalnya Bapak Ustadi hanya mengkonsumsi obat-obatan yang dibeli beliau dari toko di sekitar rumah beliau. Jika terasa sakit lagi, beliau mengkonsumsi obat-obatan itu lagi dan terkadang beliau mengolesi perut dengan obat oles seperti balsem. Karena sering mengalami sakit perut, Bapak Ustadi pun hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, perut beliau timbul benjolan dan kondisi beliau juga semakin menurun. Untuk saat ini, Bapak Ustadi telah menjalani pengobatan di rumah sakit dan menjalani rawat inap. Bapak Ustadi sebelum bekerja sebagai petani bersama istrinya Ibu Yuli (36). Karena kodisi Bapak Ustadi yang melemah, beliau dan sang istri tidak bekerja lagi. Kondisi keuangan yang sangat sedikit, membuat Bapak Ustadi tidak menjalani pengobatan ke rumah sakit dan beliau juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Alhamdulillah, Bapak Ustadi dipertemukan dengan Sedekah Rombongan sehingga dapat memberikan bantuan untuk biaya pembuatan BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit dan membeli obat-obatan di luar jaminan kesehatan. Semoga pengobatan yang dijalani Bapak Ustadi berjalan lancar dan beliau lekas diberi kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz @KatinoRianto @m_rofii11

Pak Ustadi menderita benjolan pada perut


KASIANI BINTI NITIGIMAN (43, Kanker Leher Rahim + Patah Tulang Tangan Kiri). Alamat: Dusun IV, RT 10/4, Desa Karangrejo, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak 2014. Pada 5 tahun lalu Ibu Kasiani mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lengan atas sebelah kiri beliau patah. Ibu Kasiani sudah memeriksakan lengan kirinya, namun beliau tidak berani untuk melakukan operasi dan hanya menjalani terapi pijat urut. Setelah berjalan 4 tahun Bu Kasiani merasakan sakit pada bagian pinggang beliau terasa nyeri terus menerus, sering mual, nafsu makan berkurang dan disertai panas dingin. Setelah di USG ditemukanlah sel kanker pada leher rahim beliau. Kemudian beliau disarankan untuk menjalani pengobatan selanjutnya yaitu kemoterapi di Rumah Sakit Palembang. Namun, beliau mengurungkan niatnya karena disarankan pihak keluarga untuk menjalani kemoterapi di Malang. Alhamdulillah setelah kemoterapi, sekarang kondisi Ibu Kasiani semakin membaik. Pada bulan ini, Ibu Kasiani kondisinya turun dan membuat beliau harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Saat ini beliau bersama suaminya Bapak Lil Aswardi (45) tinggal di Muara Enim. Beliau mempunyai 2 orang anak bernama Edwin (19) dan Ani Rahayu (11) yang tinggal bersama beliau. Sebelum sang istri sakit, Bapak Lil bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki beliau, sedikit meringankan biaya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung oleh BPJS. Santunan terakhir kurir Sedekah Rombangan Malang sampaikan kepada beliau untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, iuran BPJS dan obat-obatan yang tidak di tanggung BPJS. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 920. Semoga kondisi Ibu Kasiani akan segera membaik dan dapat beraktivitas kembali. Amin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Herry @m_rofii11

Bu Kasiani menderita kanker leher rahim + patah tulang tangan kiri


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (59, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Setelah menjalani beberapa kontrol pasca sinar, Ibu Musripah saat ini mulai mengkonsumsi obat yang diberikan rumah sakit dan kontrol kembali setiap sebulan sekali. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Ibu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, iuran BPJS, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 1004. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 555.700,-
Tanggal : 15 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bu Musripah menderita kanker payudara kiri

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SARIHA BINTI DUL KAWI 500,000
2 SARIHA BINTI DUL KAWI 500,000
3 MUHAMMAD BIN HAMIN 500,000
4 MUHAMMAD BIN HAMIN 500,000
5 MTSR MADURA 1,934,000
6 ERICK RAMANDA 500,000
7 KHAIRUL SALEH 1,000,000
8 MISKUN BIN PONIDI 750,000
9 MUHAMMAD REVALDI 1,000,000
10 NARTO PRASETYO 500,000
11 NUR ASIAH 1,000,000
12 OKTA VIRLIANA 750,000
13 PUTRI AMELIA AMANDA 500,000
14 ROKIYAH BINTI SILANDUNG 1,000,000
15 RUDI BIN NURIL 2,000,000
16 SRI WULANDARI 500,000
17 SULASTRI BINTI KROMO NAKIYO 500,000
18 WARTINI BINTI KARTO SUMITRO 500,000
19 HANUM YUNARNI 750,000
20 AHMAD ARDIAN SAPUTRA 500,000
21 ARMINAH BINTI ARZAM 500,000
22 DESI KURNIA 750,000
23 MARYAM BINTI HENDRA WIJAYA 500,000
24 MEDI WAHYUDI 500,000
25 SITI ROSIDA 1,000,000
26 TARMIYEM BINTI SIRIN 500,000
27 YATEMI BINTI TOREJO JAMIN 500,000
28 AGIH PRIYANTO 1,000,000
29 ATUN BIN ABDUL AZIZ 750,000
30 UMI SHOLEHAH 1,500,000
31 NAISHA NAZEEFAH AZMYA 750,000
32 SUNITI ALI 500,000
33 AHMAD FAIRUZ 1,000,000
34 ERAH BINTI SAIKAM 1,000,000
35 MARYATI BINTI SANIF 1,000,000
36 SLAMET BIN MADSURI 1,000,000
37 SAKIMAN BIN JAKAR 1,000,000
38 WAHIDIN MUHAMMAD 750,000
39 ALZENA SAFA 1,000,000
40 ZAHWA AGNES TIALIKA 1,000,000
41 SHINTA AMALIA 750,000
42 SUMARSIH KUSNADI 750,000
43 SUNARMI SUTRISNO 1,000,000
44 SUHA SARI 1,000,000
45 RESMIATI BINTI KASBANI 1,000,000
46 DALEM PANGESTU 500,000
47 KAYLA CHAIRANI 750,000
48 MTSR MALANG 7,130,287
49 MTSR MALANG 5,163,500
50 MTSR MALANG 8,185,000
51 USTADI BIN BUKORI 500,000
52 KASIANI BINTI NITIGIMAN 1,000,000
53 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 555,700
Total 60,468,487

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 60,468,487,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1013 ROMBONGAN

Rp. 51,686,778,790,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.