Rombongan 1012

Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.
Posted by on June 15, 2017

IIS ROHMAWATI (16, TB Tulang). Alamat : Dusun Cimuncang, RT 1/4, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Iis adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang merupakan siswi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah kabupaten Majalengka. Namun, sayangnya ia harus putus sekolah karena Iis menderita penyakit cukup serius, yaitu TB Tulang. Penyakit tersebut membuat Iis tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Awalnya, Iis sering merasa kesakitan di jari tangannya yang lama-kelamaan membuat jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Tak lama, ada benjolan di tangan sebelah kiri Iis yang membuat tubuhnya semakin hari semakin lemas dan tidak bisa digerakkan. Anehnya, benjolan tersebut menyebar ke kedua kakinya. Karena hal tersebut Iis dibawa ke dokter umum dan juga Puskesmas, namun tidak ada perubahan berarti. Akhirnya, pihak keluarga mengambil cara tradisional untuk pengobatan yaitu dengan mengurut tangan dan kaki Iis dengan harapan kaki dan tangannya bisa digerakkan. Alhamdulillah, setelah 3 kali melakukan cara tradisional tersebut tangan dan kaki Iis sedikit bisa digerakkan hingga benjolan-benjolannya ikut kempes. Selang 2 bulan, kondisi Iis menurun bahkan benjolan di kakinya semakin membengkak hingga membuat Iis tidak bisa berjalan sama sekali. Akibatnya, Iis dibawa ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pengobatan. Tindakan operasi Alhamdulillah telah dijalani oleh Iis. Kondisi terkini Iis sudah semakin membaik dan Tim medis telah menyatakan kesembuhan Iis. Iis juga sudah bisa berjalan tanpa menggunakan kursi roda atau pun tongkat. Iis sudah memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Mandiri Kelas 3. Sehingga, bisa meringankan untuk pengobatan selanjutnya. Ayah Iis, Bapak Wawan telah meninggal dunia dan saat ini ia tinggal bersama Ibunya yaitu Ibu Eet. Ibu Eet (50) merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi, karna jarak dari Majalengka ke kuningan lumayan jauh. Iis Harus menyewa mobil untuk mengantar kontrol ke rumah sakit. Sedangkan keseharian Ibu Eet hanya bekerja sebagai pembuat sapu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketujuh kepada Iis untuk biaya transportasi dan pembayaran BPJS. Semoga Allah segera mengangkat penyakit Iis. Aamiin. Sebelumnya Iis masuk ke dalam Rombongan 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @adekurniawan

Iis menderita TB tulang


AMAD BIN SUTARDI (20, Kanker Tulang). Alamat : Dusun Cipanas, RT 5/6, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Amad adalah salah seorang pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita penyakit kanker tulang. Berawal dari beberapa bulan lalu, ketika Amad tengah bekerja tiba-tiba ia merasakan sakit pada bagian paha hingga kaki sebelah kanan. Tak lama kakinya membengkak hingga mendadak tidak bisa berjalan. Kemudian, ia berobat ke berbagai rumah sakit dan terakhir ia berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan dengan tindakan medis berupa rongten dan hasil diagnosa menunjukkan bahwa Amad menderita kanker tulang. Kemudian, tim medis RSUD 45 Kuningan menyarankan Amad untuk melakukan pengobatan lanjutan ke RSHS Bandung. Namun pihak keluarga merasa biaya yang diperlukaan terlalu mahal karena jaraknya yang jauh sehingga memilih menjalani pengobatan herbal. Namun, kondisinya kembali turun karena bengkak di kaki Amad semakin membesar. Oleh karena itu, kurir Sedekah Rombongan Kuningan segera membawa Amad ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk menjalani pemeriksaan. Menurut tim medis ternyata pembuluh darah di kaki Amad pecah. Sehingga tim medis memutuskan bahwa Amad belum bisa melakukan operasi, karena dikhawatirkan akan mengalami pendarahan. Kemudian Amad dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad telah menjalani beberapa pemeriksaan oleh dokter ahli spesialis tulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Amad juga telah menjalani beberapa kali biopsi di RSHS, hasil PA biopsi amad menunjukkan bahwa pembuluh darah di kaki Amad harus dipasangkan pen. Saat ini Amad tengah menunggu keputusan dari Tim medis rumah sakit, karna tim medis mengatakan bahwa alat berupa pen tersebut tidak ditanggung oleh BPJS dan harganya lumayan mahal. Kondisi Amad pun semakin hari semakin merasakan sakit karna Amad hanya mengkonsumsi obat pereda nyeri saja. Amad memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Hanya saja kedua orang tua Amad, Bapak Sutardi (42) dan Ibu Castinah (38) bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim. Penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan Amad membutuhkan biaya Transportasi ke Bandung. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesebelas kepada Amad untuk biaya transportasi ke Bandung. Semoga Allah segera memberikan jalan kesembuhan terbaik untuk Amad. Aamiin. Sebelumnya Amad merupakan pasien yang termasuk ke dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 650.000
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Amad menderita kanker tulang


AGUS BIN MOMO (49, Lumpuh). Alamat: Kampung Balong RT 1/10, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Buruh tani ini tinggal di rumah bilik di daerah pegunungan bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil. Selain menjadi buruh tani, dia sekali-kali berdagang buah-buahan, seperti konyal, kesemek dan alpukat yang ia ambil dari pohon-pohon di hutan dekat kampungnya. Betapapun kerasnya usaha Pak Agus menghidupi keluarganya, sampai kini ia merasakan beratnya beban ekonomi yang menggelayuti bahtera rumah tangganya. Istrinya, Raswati (33), yang kedua kakinya cacat sejak lahir, hanya mampu menjalankan tugas sehari-hari sebagai istri dengan segala keterbatasannya. Keluarga ini layak dibantu, apalagi setelah Pak Agus –sebagai tulang punggung keluarga— mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari pohon saat mengambil buah konyal pada awal 2015. Berbekal Jamkesmas, kerabat dan tetangganya memeriksakan Pak Agus ke Puskesmas, RSUD Soreang, dan RSHS Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tulang pinggul dan kakinya harus dioperasi. Cukup lama ia menunggu panggilan untuk masuk ruang rawat inap. Kenyataan pahit yang dialami Pak Agus dan keluarganya diketahui Sedekah Rombongan berkat informasi dari Kepala Desa Cisondari. Alhamdulillah kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini padal 1 Mei 2015. Pada tanggal yang sama disampaikan pula wujud empati sedekaholik #SR kepada keluarga dhuafa ini, berupa bantuan untuk biaya sehari-hari dan transportasi-akomodasi selama dia berobat. Pada pertengahan Agustus 2015 kondisi pekerja serabutan itu memburuk; pantatnya mengalami decubitus. Pada malam harinya, dia dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RS Santosa Kota Bandung, dan dirawat inap di sana menggunakan Jamkesmas/BPJS PBI. Pada 5 September 2015 dia diperbolehkan pulang karena masa kritisnya telah terlewati. Pada 12 September 2015 Pak Agus kontrol ke rumah sakit yang sama. MTSR kembali menjemputnya sekaligus memberinya bantuan untuk membeli obat, biaya transportasi-akomodasi serta biaya sehari-hari. Pada 6 Oktober 2015 Pak Agus didampingi lagi kontrol ke RSHS Bandung untuk penanganan tulangnya. Ia sempat menginap sampai 8 Oktober 2015. Pada minggu kedua November 2015 ia kembali diantarkan ke RSSR Bandung untuk melanjutkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan RMI, tim medis RSHS Bandung memutuskan untuk mengambil tindakan operasi tulang yang dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Senin 18 Januari 2016 keluarganya memberi tahu kurir #SR bahwa Pak Agus harus ke RSHS Bandung untuk diagnosa RMI pada Kamis, 21 Januari 2016. Dia kemudian dievakuasi dari rumahnya ke RSSR Bandung, Rabu 20 Januari 2016. Alhamdulillah decobitus di tulang belakangnya mulai mengering. Karena masih ada tahapan medis yang harus ia jalani, yaitu operasi tulang belakangnya, pada Maret 2016 ia melakukan pemeriksaan pra-operasi di RSHS Bandung. Pada bulan itu, bersyukur, Sedekah Rombongan juga memberinya bantuan lanjutan. Luka besar di punggungnya mulai berangsur sembuh. Tak ada lagi nanah dan bau menyengat. Akan tetapi, karena Pak Agus bersedia menjalani operasi tulang ekornya, maka pada Juni dan Juli 2016 kurir #SR membawanya periksa ke RSHS Bandung sambil menunggu panggilan masuk ruang rawat inap. Sejak 8 Juli 2016 ia bahkan tinggal di RSSR Bandung didampingi anaknya. Ikhtiar untuk kesembuhan Pak Agus rupanya cukup lama. Pak Agus dan keluarganya masih membutuhkan bantuan, selain motivasi dan dukungan. Allhamdulillah pada akhir Juli 2016 Pak Agus dipanggil masuk ruangan rawat inap sebelum dilakukan tindakan operasi bedah plastik dan operasi tulang belakang. Tindakan operasi yang dilaksanakan di RSHS Bandung itu alhamdulillah berjalan lancar. Pascaoperasi dia rutin menjalani kontrol dua minggu sekali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Kondisinya amat menggembirakan. Ia mulai bisa duduk. Mekipun demikian, ia masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk melanjutkan ikhtiar sehatnya sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada akhir Agustus 2016 kembali #SR memberinya santunan lanjutan. Pada awal November 2016 Pak Agus kembali didampingi kurir #SR menjalani kontrol dan pengobatan. Ia tinggal di RSSR Bandung sambil mengikuti program terapi dan rawat jalan di RSHS Bandung. Alhamdulillah pada bulan ke-11 ini pun Sedekah Rombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Pada Desember 2016 Pak Agus datang lagi ke RSHS Bandung dan tinggal di RSSR Bandung. Ia menjalani terapi rutin dua kali sehari yang hasilnya sudah mulai terlihat: kini ia sudah bisa duduk dan melipatkan kakiknya. Pada pertengahan Januari 2017 dia ke RSHS lagi untuk kontrol dan melanjutkan terapi medisnya. Kembali ia tinggal seminggu di RSSR Bandung. Pada awal Maret 2017, anaknya mengabarkan bahwa luka decobitus di punggung bawah Pak Agus menganga dan basah lagi. MTSR Bandung kemudian membawanya periksa ke Poli Bedah Plastik RSHS Bandung. Selama lima hari ia tinggal di RSSR Bandung dan bolak-balik menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung. Ia masih harus berobat sehingga memerlukan bantuan dan dukungan. Dari pertengahan April 2017 sampai akhir Mei 2017 dia tinggal lagi di RSSR Bandung untuk menjalani terapi dan pengobatan luka di punggungnya yang –menurut dokter– memerlukan tindakan operasi kedua. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali memberi Pak Agus dan keluarganya bantuan yang digunakan untuk biaya membeli obat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Agus menderita lumpuh


UNDANG SUDARNA (53, Tumor Mata + Tumor Kulit). tAlamat : Kampung Cipakis RT 4/7, Desa Cipakis, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu Pak Undang kerap merasakan gatal pada tahi lalat di pipi sebelah kanannya. Seiring perkebangan waku, selain gatal, ia juga merasakan perih sekali-kali pada tempat yang sama. Yang lebih mengkhawatirkan, semakin lama muncul luka di pipinya yang melebar ke daerah mata, bahkan akhirnya menyerang metanya. Lelaki yang dikenal sebagai tukang ojeg itu tidak sempat memeriksakan gejala aneh di pipinya itu ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya, jaminan kesehatan apa pun, dan jauhnya jarak dari rumah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Tempat tinggalnya berada di wilayah Cianjur bagian selatan yang berbatasan dengan Kab. Bandung dan Kab. Garut. Duda tak punya anak ini bertemu dengan kurir Sedekah Rombongan saat ia tinggal di rumah kakaknya di Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kab. Bandung. Rupanya ia berencana pindah ke Kab. Bandung, agar ia bisa memulai hidup baru dan lebih mudah memeriksakan dirinya ke sarana kesehatan. Saat dikunjungi di rumah kakaknya, Pak Undang mengutarakan harapannya melanjutkan pengobatannya yang lama tertunda. Didampingi kakaknya dan pengurus lingkungan, ia sempat diperiksakan ke Puskesmas dan RSUD Soreang saat kondisinya menurun. Dia termasuk warga dhuafa yang layak mendapatkan bantuan dan dorongan untuk mengikhtiarkan kesembuhan dari penyakit yang dialaminya. Alhamdulillah, dengan empati sedakaholics #SR, kurir di Bandung dapat menyampaikan bantun awal yang digunakan untuk biaya pembuatan Kartu BPJS Mandiri, biaya transportasi dan biaya sehari-hari. Setelah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri Kelas 3, kini ia semakin bersemangat berobat. Selama bulan November 2016 sampai pertengahan Desember 2016 Pak Undang menjalani serangkaian pemeriksaan awal di RSHS Bandung, ditangani di Poli Ongkologi. Dia tinggal di RSSR Bandung, dan sekali-kali diantar-jemput MTSR Bandung pulang ke rumah saudaranya di Kec. Ciwidey. Pak Undang menjalani pemeriksaan CT-Scan pada akhir Desember 2016. Pada pertengahan Januari 2017 ia tinggal lagi seminggu di RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaa melalui RMI. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSHS dan RS Mata Cicendo, akhir bulan Februari 2017, ia harus terus berikhtiar di kedua rumah sakit tersebut. Meskipun kondisi psikologisnya makin membaik, upayanya masih cukup lama. Pada awal Mei 2017 Pak Undang diperiksa intensif di RSM Cicendo Bandung dan sempat tiga hari dirawat inap pascaoperasi tumor pada matanya. Ia kemudian tinggal di RSSR Bandung sambil rutin kontrol ke RSM Cicendo dan RSHS Bandung. Selain ada tumor di matanya, ia juga diduga mengidap tumor kulit. Dia masih membutuhkan bantuan untuk terus berobat sampai sembuh. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan di Bandung menyampaikan bantuan lanjutan untuk Pak Undang Sudarna. Bantuan yang disampaikan di RSSR Bandung ini digunakan untuk biaya membeli obat, transportasi-akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Pak Undang menderita Tumor mata + tumor kulit


MUHAMMAD SALIK (12, Santunan Anak Yatim). Kampung Pasar Kidul RT 1/9 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Salik –begitu panggilan sehari-harinya—adalah anak kedua dari pernikahan Ibu Tita (38) dan Pak Sihab. Almarhum Pak Sihab dipanggil Allah Swt setahun yang lalu, meninggalkan tiga anak lelaki yang masih sekolah dan membutuhkan kehadiran seorang ayah. Setelah ditinggal kepala rumah tangga, Ibunyalah yang banting tulang mengurus buah cinta pernikahan mereka. Ibu Tita bekerja serabutan di pabrik keripik di dekat rumahnya. Walaupun Salik baru kelas 5 Sekolah Dasar, ibunya merasakan berat membiayainya. Apalagi, Ibuh Tita juga harus rutin membayar Iuran BPJS Mandiri Kelas 3. Salik dan keluarganya layak mendapatkan dukungan dan bantuan agar tetap semangat mencari ilmu, baik di sekolah maupun di pengajian sampai ia dapat meraih cita-citanya. Salik termasuk dhuafa karena ayahnya meninggal dunia saat dia belum balig, dewasa, dan mandiri. Dia termasuk anak yatim yang harus dimuliakan. Bersyukur kurir #SR di Bandung dapat menemui Salik dan keluarganya yang tetap tabah dan terus berikhtiar walau penghasilan ibunya sebagai buruh harian tidaklah seberapa dan tidak menentu. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa untuk Muhammad Salik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, biaya membayar Iuran BPJS, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Santunan Anak Yatim


ANAH ROHAYATI (38, Susp. Infeksi Saluran Pernafasan). Alamat : Kampung Cimuncang RT 2/7 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Teh Anah –panggilan sehari-harinya—baru kali ini mengalami serak suaranya yang begitu hebat sehingga hampir tiga minggu guru ngaji itu tak bisa menjalankan aktivitasnya mengajar anak-anak mengaji di madrasah. Suaranya mengalami perubahan yang tidak normal, berubah menjadi parau dan berat. Berbagai ikhtiar penyembuhan dilkukan. Diantar anaknya, ia sempat diperiksa di dokter praktek dan Puskesmas Ciwidey. Menurut diagnosa sementara, Bu Anah mengalami gangguan pada tenggorokan yang disebut infeksi saluran nafas. “Istri saya ingin sekali melanjutkan pemeriksaannya ke RSUD Soreang, seperti anjuran dokter Puskesmas, tetapi belum terlaksana karena terkendala biaya,” papar suaminya, Pak Warman (50) pada kurir #SR di Bandung. Ibu Anah dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak dibantu. Suaminya hanyalah pekerja serabutan yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Ibu Anah sendiri hanya ibu rumah tangga biasa yang juga disibukkan dengan tugasnya sebagai guru ngaji anak-anak. Kurir #SR merasa bersyukur dapat bertemu dengan keluarga dhuafa yang taat dan tawakal ini. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan titipan berupa uang untuk Ibu Anah Rohayati yang digunakan untuk biaya transportasi berobat ke RSUD Soreang, membeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 4 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Bu Anah menderita susp. infeksi saluran pernafasan


LALITA ASANI (11, Hairy Cell Leukemia) Alamat: Dusun Tanjungsari, RT16/6, Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lalita adalah sosok anak perempuan yang tangguh. Dia berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak berusia 8 tahun. Lalita didiagnosa leukemia stadium 3 dan harus menjalankan kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat itu, Lalita berhasil menyelesaikan kemoterapi yang dianjurkan oleh Dokter sebanyak 110 kali. Setelah menyelesaikan kemoterapi, Lalita menjalankan pemeriksaan sumsum tulang belakang untuk memeriksa perkembangan sel kanker di dalam tubuhnya pasca kemoterapi. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukan perkembangan yang sangat baik, yaitu hanya ditemukan sebesar 0,78 persen sel kanker di tubuh Lalita. Dokter menyatakan hal tersebut berarti sebuah kesembuhan baginya. Hal tersebut tidak lepas dari kegigihan ibunya Cahyanah (28) dalam mengupayakan pengobatan untuk Lalita meskipun berprofesi sebagai Buruh Tani. Selang setahun kondisi Lalita tiba-tiba menurun, Lalita merasakan demam, lemas dan wajahnya pucat. Ibu Lalita segera membawanya ke Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Dan Lalita diharuskan melakukan pemeriksaan BMP ulang, dan hasilnya sel kanker dalam tubuhnya naik kembali hingga 87%. Dokter menyarankan Lalita untuk melakukan protokoler Kemo high Risk di RSK Darmais Jakarta. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu biaya hidup dan transportasi untuk kontrol ke RSK Dharmais Jakarta. Lalita melakukan kemoterapi seminggu sekali dengan menggunakan Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI. Santunan sebelumnya masuk Rombongan 970. Semoga hasil pemeriksaan rutin yang dijalani Lalita menunjukkan hasil yang baik, dan Lalita bisa kembali bermain dan belajar seperti anak-anak seusianya. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000-
Tanggal: 18 Maret 2017
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @giantosu

Lalita menderita hairy cell leukemia


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta setiap minggu 2 kali, hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 1006.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


DAWATI BINTI SUKARTA (26, Susp. Tumor Kaki). Alamat : Kp. Putat RT 2/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar pertengahan 2016, Dawati mengalami kecelakaan kerja, kaki kiri terkilir dan cedera pada bagian mata kaki. Semenjak itu ia berhenti dari tempat kerja karena sulit untuk berjalan. Pengobatan yang ia tempuh hanya urut tradisional terdekat dengan biaya terjangkau. Namun sekitar 6 bulan kemudian terjadi pembengkakan pada kaki yang menimbulkan nanah dan terasa nyeri. Melihat apa yang terjadi dengan kakinya Dawati pun mau memeriksakan diri ke RSUD Kabupaten Bekasi dengan jaminan kartu KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kab. Bekasi ia pun dirujuk ke RSCM Jakarta dan dokter menyarankan untuk amputasi. Mendengar kata amputasi, Dawati menolaknya dan langsung pulang ke rumah tanpa melanjutkan pengobatan. Namun awal Juni 2017, Dawati berubah pikiran dan pasrah untuk dilakukan amputasi karena saat itu sudah tidak ada biaya untuk akomodasi pengobatan. Suaminya, Su ganda hanya seorang tukang ojek online, namun semenjak istrinya sakit ia tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi sang istri. Setelah merubah surat rujukan dari RSUD Kabupaten Bekasi, bersama kurir Sedekah Rombongan Dawati langsung di bawa k RSSR Bandung untuk menjalani pemeriksaan poli ke RS Hasan Sadikin. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama menjalani pemeriksaan di RS Hasan Sadikin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @cucu_cuanda

Bu Dawati menderita susp. tumor kaki


MARTINI BINTI ADANG (32, Operasi Cessar). Alamat: Kampung Ciburial RT.4/12 Desa Margajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Bu Martini tak menyangka di saat kehamilannya yang kelima kali ini harus menjalani operasi caesar di rumah sakit. “Kakak saya, Teh Martini mengalami keguguran. Awalnya dia diperiksakan ke bidan. Tetapi ibu budan kemudian merujuknya ke rumah sakit terdekat. Walaupun tak ada biaya dan tak punya jaminan apa-apa, demi menyelamatkan Martini, akhirnya kami membawanya periksa ke rumah sakit swasta yaitu RS Cahaya Kawaluyaan di Kota Baru Parahyangan,” kata Ibu Enur kepada kurir #SR yang menemuinya di rumah sakit. Ibu Enur adalah adiknya Bu Martini yang setia mendampinginya selama di rumah sakit. “Adik saya masuk rumah sakit tanggal 15 April 2017. Setelah mendapatkan penanganan kedaruratan, pihak dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar karena bayinya sudah meninggal di dalam kandungan. Adik saya terselamatkan. Tetapi kami bingung membayar tagihan biaya rumah sakit yang mencapai Rp.17.000.000,- Suaminya, Pak Rendi (32) lagi bepergian,“ tambah Bu Enur. Kurir #SR di Bandung kemudian menememui bagian administrasi keuangan RS Cahaya Kawaluyaan, untuk meminta keringanan pembayaran, yaitu secara diangsur. Bersyukur permohonan itu dipenuhi manajemen RSCK Kota Parahyangan. Setelah Ibu Martini dinyatakan sehat secara medis, dengan membayar Rp.2.000.000, sebagai angsuran pertama, Bu Martini kemudian dibawa pulang keluarganya ke rumah kontrakan sempit dan sangat sederhana. Pada akhir April dan awal Mei 2017, Ibu Martini menjalani kontrol ke rumah sakit yang sama. Kurir #SR bersyukur bisa bertemu dengan Ibu Martini dan anak-anaknya yang tabah dan sempat mendampinginya di rumah sakit. Sambil berkunjung ke kontrkannya, pada Mei 2017, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Martini yang digunakan untuk biaya berobat/kontrol dan membayar cicilan II biaya pengobatan/perawatan Ibu Martini selama di rumah sakit (Rp.500.000,). “Terima kasih kami ucapkan pada pihak RS Cahaya Kawaluyaan dan Sedekah Rombongan. Semoga Allah membalas kebaikannya berlipat ganda,“ doa Bu Martini sambil menitikkan air mata. Pada Juni 2017 kurir kakaknya Ibu Martini mengabarkan bahwa perkembangan kesehatan Ibu Martini semakin membaik. Alhamdulillah pada bulan Juni 2017 Sedekah Rombongan pun dapat memberinya bantuan lanjutan yang digunakan untuk membayar cicilan tagihan Rumah Sakit Cahaya Kawaluyaan (RS CK) Kota Baru Parahiyangan Kab. Bandung Barat. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @wisi_cincin

Bantuan biaya operasi cessar


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Mei 2017). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya 1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk operasional bulan Mei 2017 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) servis, ganti oli dan spare part; (3) biaya tol dan parkir; (4) honor supir; dan (5) pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1001.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.994.300,-
Tanggal: 5 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @lisda_mojang @cucucuanda

Biaya operasional bulan mei 2017


NURHOSNA BIN MUSAKKI (46, Tumor Mata ). Alamat : Desa Dawuhan RT 1/2, Kec. Batu, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Sejak awal September 2014 lalu, muncul benjolan pada mata Bu Nurhosna, kemudian Bu Nurhosna memeriksakan dirinya di RSUD Bondowoso dan didiagnosa mengalami penyumbatan pada saluran air mata sebelah kanannya. Semakin hari benjolanpada mata kanan Bu Nurhosna semaikin bertambah besar. Sehingga pada akhirnya beliau dirujuk untuk berorat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun karena keterbatasan biayatransportasi ke Surabaya beliau hampir putus asa untuk tidak melanjutkan pengobatannya. Bu Nurhosna seorang ibu rumah tangga dengan tanggungan 2 orang anak. Beruntung kami Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau. Sedekah Rombongan membantu biaya pengobatan, transpotasi serta membantu membuatkan BPJS untuk Bu Nurhosna. Bantuan kembali disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk biaya berobat & transportasi. Sebelumnya bantuan untuk Bu Nurhosna masuk dalam rombongan 980. Saat ini Bu Nurhosna masih rutin setiap satu bulan sekali datang ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk kontrol dan mengikuti jadwal kemoterapi. Pihak keluarga merasa sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang disampaikan. Semoga pengobatan Bu Nurhosna bisa segera selesai dan dokter menyatakan sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 828.000,-
Tanggal: 8 April 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Bu Nurhonsa menderita tumor mata


KHAMIDAH MARSUI (39, Kista Ovarium). Alamat: Kampung Baru, RT 10/5, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sekitar 18 bulan yang lalu setelah melahirkan, ibu Khamidah mendadak tidak bisa buang air kecil. Setelah diperiksa ke Puskesmas terdekat, akhirnya dilakukan pemasangan kateter. Ibu Khamidah juga melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya adalah erosi serviks, yaitu terjadinya peradangan pada area serviks. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, ibu Khamidah dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan dan akhirnya dilakukan penanganan dengan alat cauter. Namun hingga sekarang bagian perut sampai dengan anus masih terasa sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Khamidah didiagnosa menderita penyakit kista ovarium. Dokter menyatakan ibu Khamidah harus menunggu sampai datang bulan sehingga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Suami ibu Khamidah, Marsui (30) bekerja sebagai penjual sate dan dibantu oleh ibu Khamidah.. Jenis jaminan kesehatan yang dimiliki oleh ibu Khamidah adalah BPJS. Namun selama pemeriksaan di RSUD Sidoarjo ibu Khamidah tidak memakai kartu BPJS. Kini ibu Khamidah masih merasakan sakit di area anus sehingga kesulitan untuk dapat bekerja sehari-hari. Tanggungan biaya pengobatan juga membuat keluarga merasa kesulitan untuk mencari rizki tambahan karena hasil berjualan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan. Sedekah Rombongan turut mersakan kesulitan Ibu Khamidah. Bantuan berupa uang tunai telah disampikan ke Ibu Khamidah dan digunakan untuk biaya hidup serta biaya pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 979. Semoga ibu Khamidah bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027

Bu Khamidah menderita kista ovarium


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada September 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 September 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Mbah siti menderita kanker payudara


CRISTINI BINTI WANTO (17, Dislokasi Pergelangan Kaki Kanan). Alamat : RT 2/3, Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 11 April 2017, Cristini terpeleset jatuh dari motor dan pada saat yang bersamaan melintas mobil. Kaki kanan Cristini pun terlindas mobil yang melintas tersebut. Ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Orthopedi Purwokerto. Dari hasil pemeriksaan Cristini mengalami dislokasi pada pergelangan kaki kanannya yang mengharuskannya dipasang gips. Kedua orang tuanya, Wanto (41) dan Sutini (40) menceritakan kecelakaan yang dialami putri mereka. Bapak Wanto bekerja di sebuah toko bangunan, sedangkan Ibu Sutini adalah seorang ibu rumah tangga. Cristini memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun PBJS tidak menjamin biaya rumah sakit karena kasus kecelakaan dan jasa raharja juga tidak bisa menanggung karena bukan kecelakaan besar. Penghasilan Bapak Wanto yang kecil hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, sehingga tidak dapat membayar biaya rumah sakit tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Cristini dan keluarganya, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya perawatan rumah sakit yang tidak ditanggung BPJS. Semoga Cristini segera mendapat kesembuhan dan dapat beraktifitas seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Chirstini menderita dislokasi pergelangan kaki kanan


SITI MAEMUNAH (62, Tumor Colisinistra). Alamat : RT 3/4, Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2013, tumbuh benjolan di leher kiri Nenek Maemunah. Beliau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tegal dan didiagnosis menderitatumor colisinistra, yaitu pembengkakan abnormal (benjolan) yang terdapat di leher. Kemudian dipindah ke RSUD Brebes untuk menjalani operasi pertama pada Januari 2014 dan menjalani kontrol rutin setiap pekan selama 6 bulan. Operasi kedua dilaksanakan pada Juli 2014. Nenek Maemunah kemudian dirawat di Rumah Sakit (RS) Dharmais. Setelah menjalani beberapa kali operasi, kondisi tubuh beliau semakin menurun. Akhirnya pada 10 Mei 2017, Nenek Maemunah meninggal dunia. Suaminya, Masyhuri (72) menceritakan kesedihan yang dialaminya. Di usianya yang sudah senja, Kakek Masyhuri masih bekerja sebagai seorang buruh lepas. Penghasilan yang beliau peroleh tidak banyak, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya pun sangat sulit. Biaya pengobatan Nenek Maemunah selama ini dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan sempat dipertemukan dengan Nenek Maemunah dan suaminya, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhumah. Semoga Nenek Maemunah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @iwunn @paulsyifa

Bu Siti menderita tumor colisinistra


DIAN SEKARANING PUTRI (16, Atrial Septal Defect). Alamat : RT 6/4, Desa Sawangun, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dian, biasa ia dipanggil, sejak lahir mengalami gangguan pernafasan sehingga nafasnya tidak lancar. Saat lahir ia tidak menangis. Ia belum pernah melakukan pengobatan sama sekali karena terkendala biaya. Saat Dian berusia 14 tahun, ia mulai memeriksakan diri ke Puskesmas Ajibarang 2 karena sering merasakan sesak nafas dan jantung berdetak cepat. Dari Puskesmas Ajibarang 2, Dian sempat dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Ajibarang dan RSUD Banyumas. Dokter mendiagnosis Dian menderita atrial septal defect ataukerusakan antara kedua ruang atas jantung (atrium) yang menyebabkan percampuran darah beroksigen dengan tidak beroksigen. Kondisi tersebut membuat jantung kanan membesar dan tekanan pada paru-paru menjadi tinggi (hipetensi pulmonal). Sekarang Dian sedang menjalani pengobatan di RSUP (Rumah Sakit Umum Provinsi) Sardjito. Ia menjalani cek katerisasi dan kontrol rutin setiap 1 bulan. Meski kondisinya masih lemah dan detak jantungnya masih cepat, Dian tetap bersemangat menjalani pengobatannya. Ia dijadwalkan menjalani operasi pada Mei 2017. Ibunya, Saliyah (42) menceritakan kesulitan yang dihadapinya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Ibu Saliyah bekerja serabutan, sedangkan Bapak Muklis (43) bekerja sebagai buruh harian lepas. Penghasilan keduanya tidaklah banyak, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Beruntung, biaya pengobatan Dian dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Namun biaya transportasi dan akomodasi selama Dian menjalani perawatan di RSUP Sardjito cukup besar dan menjadi kendala bagi pengobatannya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dian dan keluarganya sehingga dapat memberikan santunan untuk membantu biaya hidup pasca operasi jantung Dian. Semoga Dian segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Dian menderita atrial septal defect


SIS ADITYA (26, Multi Drug ResistantTuberculosis). Alamat : RT 9/4, Dusun Bojongsari, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2012, Aditya menderita batuk berkepanjangan. Setelah memeriksakan diri ke dokter paru-paru di Ajibarang, ia didiagnosis menderita Multi Drug ResistantTuberculosis (MDR-TB) yaitu penyakit tuberculosis yang resistan terhadap minimal dua jenis obat anti tuberculosis yang paling poten secara bersama-sama, atau disertai resisten terhadap obat anti tuberculosis lini pertama lainnya.Aditya pun melanjutkan pengobatan di Balai Pengobatan Paru Purwokerto selama 6 bulan. Setelah itu, ia berobat ke Rumah Sakit (RS) Wijaya Kusuma Purwokerto dan dirawat selama sepekan. Dokter kemudian merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap agar dilakukan observasi kepada Aditya selama satu pekan setelah sebelumnya disuntik di Puskesmas Jatisaba 2 selama 2 bulan. Kini ia masih sering batuk darah sehingga badannya lemas dan kurus. Semenjak sakit, Aditya sudah tidak bekerja dan tinggal bersama kedua orang tuanya, Tislam (49) dan Suryati (48). Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani yang berpenghasilan kecil. Aditya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan yang harus dibayarnya sangat menjadi kendala. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Aditya sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya berobat dan operasional selama pengobatannya. Semoga pengobatan Aditya berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Aditya menderita multi drug resistant tuberculosis


IMAM MUSALIM (38, Mastoiditis + Tuberculosis Negative). Alamat : RT 2/1, Desa Kalicupak Kidul, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala sakit yang diderita Bapak Imam berawal dari telinga yang sakit dan mengeluarkan cairan sejak November 2016 lalu. Beliau pun memeriksakan diri ke Puskesmas Kalibagor. Beliau kemudian dirujuk untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Bapak Imam menderita mastoiditis dan tuberculosis negative. Mastoiditis adalah infeksi tulang tengkorak yang berada tepat di belakang telinga. Sedangkan tuberculosis negative berarti tidak terlihat kuman pada dahak penderita sehingga dianggap tidak menular. Saat ini Bapak Imam sedang menjalani perawatan tuberculosis di RSUD Banyumas selama 2 bulan. Setelah itu, beliau dijadwalkan menjalani operasi telinga di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sardjito. Kini telinga beliau masih terasa sakit dan mengeluarkan cairan. Bapak Imam bekerja sebagai tukang cukur. Sejak beliau sakit, praktis beliau tidak bekerja lagi. Istrinya, Neni Yanuarti (48) seorang ibu rumah tangga. Kebutuhan hidup sehari-hari semakin sulit dipenuhi sejak Bapak Imam sakit. Biaya pengobata beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Namun pengobatan beliau terkendala transportasi dan akomodasi selama menjalani pengobatan di RSUP Sardjito. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Imam sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya hidup pasca Bapak Imam menjalani operasi telinga di RSUP Sardjito. Semoga pengobatan Bapak Imam berjalan lancar dan segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Pak Imam menderita mastoiditis + tuberculosis negative


SUMINAH BINTI ARSADIMEJA (60, Ca Cervix). Alamat : Jl. Sersan Sadiman, RT 2/3, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang diderita Ibu Suminah berawal pada tahun 2015. Beliau mengalami keputihan dan mengeluarkan banyak lendir berwarna kebiruan dari saluran kemaluannya. Beliau segera memeriksakan diri ke Rumah Sakit Tentara (RST) Wijaya Kusuma Purwokerto. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada bintik-bintik kecil di leher rahimnya. Karena terkendala biaya, Ibu Suminah memilih untuk menjalani pengobatan alternatif dan mengkonsumsi obat herbal. Pada pertengahan Desember 2016, kondisinya semakin menurun. Keluarganya segera membawa Ibu Suminah untuk berobat ke Rumah Sakit (RS) Margono. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker leher rahim (ca cervix) stadium 3. Beliau pun menjalani kemoterapi di RS Margono. Namun perjuangan Ibu Suminah harus terhenti. Beliau meninggal pada 9 Mei 2017. Suaminya, Sumargo (61) menceritakan kesedihan yang dialaminya kepada kurir Sedekah Rombongan. Beliau bekerja sebagai buruh haruan lepas yang berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Ibu Suminah dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan Ibu Suminah sehingga santunan dapat disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Santunan sebelumnya sudah disampaikan dan laporannya terdapat dalam rombongan 991. Semoga Ibu Suminah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Bu Suminah menderita ca cervix


RAMA FABIAN PURWANEGARA (12, Tumor Otak). Alamat: Jl. Lensapura, RT 6/1, Desa Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada Juli 2015, Dik Rama mengeluhkan matanya sakit dan penglihatannya kabur. Kedua orang tuanya segera memeriksakan Dik Rama ke balai pengobatan mata di Jl. Kamandakan Purwokerto. Awalnya, Dik Rama didiagnosis menderita pembengkakan saraf mata. Setelah diperiksakan ke Katarak Centre, dokter spesialis mata mendiagnosis ada tumor di otak Dik Rama. Pengobatan Dik Rama dilanjutkan di Rumah Sakit (RS) Margono Purwokerto. Dik Rama sudah menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya pada tanggal 13 April 2017 di RS Margono. Setelah operasi, ia sempat masuk ruang ICU (intensive care unit) karena ada gangguan pada salah satu syarafnya dan sempat mengalami pendarahan di otak. Penghasilan Ayah Dik Rama, Suhendar (38) hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah. Keluarga Dik Rama masih tinggal bersama kakeknya, Tn. Adbul Aziz seorang porter angkut barang di terminal purwokerto yang berpenghasilan kecil. Biaya pengobatan Dik Rama dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Non PBI kelas III yang dimilikinya. Namun proses pengobatannya masih terkendala biaya pemeriksaan hormon ADH. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan Dik Rama. Santunan pun kembali disampaikan untuk membantu biaya pemeriksaan hormon ADH Dik Rama. Santunan sebelumnya sudah diberikan dan laprannya terdapat dalam rombongan 991. Dik Rama sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit sejak 8 Mei 2017. Kini ia masih harus menjalani kontrol serta fisioterapi untuk melatih kaki dan tangan kirinya yang belum bisa digerakkan. Semoga Dik Rama diberi kesabaran dalam menghadapi penyakitnya dan segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @paulsyifa

Rama menderita tumor otak


SAKIRIN BIN SUMEDI DIKUN (39, Bantuan Rumah). Alamat : RT 3/4, Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi rumah yang ditinggali keluarga Bapak Sakirin sangat memprihatinkan. Papan yang digunakan sebagai dinding sudah banyak termakan rayap dan berlubang. Kondisi genteng yang bocor banyak sangat menyulitkan, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini, banyak air yang masuk ke dalam rumah. Masyarakat sekitar dan relawan yang mengetahui keadaan keluarga Bapak Sakirin tersebut mengadakan musyawarah pada hari Sabtu, 29 April 2017 untuk merenovasi rumah beliau secara swadaya dan gotong royong. Tanah yang dibangun rumah seluas 8×6 meter dengan tinggi bangunan 3,5 meter. Bapak Sakirin bekerja serabutan. Istrinya, Eryani (36) bekerja sebagai asisten rumah tangga. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, sehingga keluarga Bapak Sakirin sangat membutuhkan bantuan pengadaan material bangunan untuk merenovasi rumahnya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga beliau, sehingga dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya perbaikan rumah Bapak Sakirin. Saat ini proses renovasi rumah Bapak Sakirin sudah mencapai 80%. Semoga renovasi yang sedang berlangsung segera selesai sehingga Bapak Sakirin dan keluarganya dapat tinggal dengan nyaman dan aman.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.000.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ddeean @sirheywarex @paulsyifa

Bantuan rumah


WAHID NUR HASAN (6, Leukemia). Alamat : RT 1/5, Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pada April 2016 yang lalu, Dik Hasan mengeluhkan pegal, linu dan lemas pada persendian kakinya sehingga tidak dapat berjalan. Selain itu, ia juga sakit demam dengan panas tubuh yang tinggi. Orang tuanya berinisiatif membawa Dik Hasan untuk dipijat. Namun dua hari kemudian keadaannya tidak membaik, justru panas badannya semakin tinggi. Dik Hasan kemudian diperiksakan ke puskesmas terdekat, namun keadaannya belum juga membaik. Ia kemudian berobat ke Rumah Sakit (RS) Siaga Medika Banyumas. Dokter menduga Dik Hasan menderita leukimia dan memberikan rujukan ke RS Sardjito. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dik Hasan menderita leukemia atau kanker sel darah putih. Dokter menyarankan agar ia menjalani kemoterapi rutin selama dua tahun. Namun Allah berkehendak lain. Pada Rabu, 5 April 2017 Dik Hasan meninggal dunia. Kedua orang tuanya, Radiman (34) dan Risdianti (34) menceritakan kesedihan dan kesulitan yang mereka hadapi saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan. Bapak Radiman bekerja sebagai buruh tani berpenghasilan kecil. Penghasilannya tersebut hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Selama ini biaya pengobatan Dik Hasan dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI yang dimilikinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan kembali dengan keluarga Dik Hasan sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics. Santunan disampaikan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan almarhum. Semoga Dik Hasan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @menttariii @paulsyifa

Hasan menderita leukemia


MTSR PURWOKERTO (AB 9046 WK, Biaya Operasional Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) adalah mobil operasional yang digunakan untuk membantu kelancaran berobat para dhuafa dalam dampingan Sedekah Rombongan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Banyumas, Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, RSU Wiradadi Keluarga dan sebagian rumah sakit di Kabupaten Purbalingga serta mengantar pasien dampingan Sedekah Rombongan yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sarjito dan RSUP Karyadi. Penggunaan MTSR ini juga sangat bermanfaat, untuk mensurvey dhuafa, menyampaikan santunan maupun mengantar jenazah terutama di wilayah Barlingmasca (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap) dan Brebes. Biaya operasional kali ini digunakan untuk bahan bakar kendaraan, service rutin, pembelian gas oksigen, dan jasa driver. Laporan keuangan Operasional MTSR ini sebelumnya masuk di rombongan 995 .

Jumlah Bantuan : Rp. 8.100.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @sirheywarex Arif @ddeean

Biaya operasional Mei 2017


RSSR PURWOKERTO (Bantuan Operasional Bulan Mei Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan operasional bulanan RSSR. Bantuan untuk RSSR sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 995. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 829.500,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Biaya operasional Mei 2017


RSSR PURWOKERTO (Sembako Pasien RSSR Bulan Mei Tahun 2017). Alamat : Jl Sokabaru 4, No.327A, RT 2/4, Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Purwokerto, merupakan rumah bersama yang digunakan untuk singgah dan tinggal sementara para pasien Sedekah Rombongan, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono, Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga dan Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. RSSR Purwokerto biasanya menampung pasien dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Magelang, Purworejo, Gunung Kidul, dll yang hendak berobat ke RSUD Margono, RS Dadi Keluarga atau RSU Banyumas. Jumlah bantuan dana dari Sedekah Rombongan yang tertera di bawah ini digunakan untuk kebutuhan makan bulanan pasien yang menginap di RSSR. Bantuan untuk sembako pasien sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 995. Semoga dengan adanya RSSR Purwokerto dapat bermanfaat bagi para dhuafa.

Jumlah Bantuan : Rp. 992.500,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @olipe_oile

Sembako pasien RSSR bulan Mei 2017


YOHANES APRILIANO DEGA (2, Malformasi Anorectal). Alamat : Desa Danga, RT 17/8, Kec. Kolibali, Kab. Nagekeo, Pulau Flores, Prov. Nusa Tenggara Timur. Yohanes merupakan anak pertama dari Quirines Nere (38) dan Kristina Biji Kula (29). Ia terlahir dengan kondisi cacat bawaan yakni tidak memiliki anus dan terdapat kelainan pada alat kelaminnya. Sebelumnya Yohanes sudah pernah dirawat di RS Flores untuk pembuatan anus, namun karena di sana tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk penanganan terhadap kelainan yang dimiliki, Yohanes dirujuk ke RSUP Sanglah, Bali. Selama menjalani pengobatan di RSUP Sanglah Yohanes sudah menjalani operasi colostomy sebanyak 2 kali dan sudah ditutup. Saat ini kondisi Yohanes sudah lebih baik dan menjalani rawat jalan sembari menunggu jadwal operasi berikutnya, namun untuk operasi berikutnya dokter di RSUP Sanglah menyarankan untuk merujuk Yohanes ke RSCM Jakarta dikarenakan peralatan operasi di RSUP Sanglah belum memadai. Ayah dan ibu Yohanes yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan penyakit yang diderita oleh Yohanes memerlukan biaya yang besar dan pengobatan yang cukup lama. Awalnya mereka pasrah menerima keadaan Yohanes, namun mereka tidak putus asa untuk selalu mengupayakan kesembuhan bagi anak mereka. Biaya pengobatan selama di RSUP Sanglah sudah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimilikinya. Selama pengobatan di Bali orang tua Yohanes sudah tidak lagi bekerja, sehingga tidak ada penghasilan sama sekali dan mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Alhamdulillah, sejak September 2016 kurir Sedekah Rombongan menjadikan Yohanes sebagai pasien dampingan dan bisa merujuknya ke RSCM Jakarta untuk rekonstruksi alat kelaminnya. Yohanes sudah menjalani pengobatan di RSCM kurang lebih 7 bulan dan kondisinya lebih baik dan stabil. Yohanes menjalani konsultasi dengan dokter bedah saraf, dokter urologi, dan dokter ortopedi. Dokter telah melakukan pemeriksaan laboratorium bulan kemarin, namun akan dilakukan pemeriksaan ulang karena pemeriksaan sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Yohanes masih menjalani rawat jalan dan serangkaian pemeriksaan di RSCM Jakarta hingga jadwal operasi tiba. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan sehari – hari dan pengobatan selama di Jakarta. Santunan sebelumnya telah disampaikan dan terdapat dalam rombongan 981. Semoga Yohanes segera diberi kesembuhan dan kembali ceria seperti anak seusianya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2017
Kurir : @arfanesia @lusimartha @ririn_restu

Yohanes menderita malformasi anorectal


LAYUM BIN OMMADI (42, Tuberculosis). Alamat : Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Hampir Enam bulan lamanya, Pak Layum sering mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Setelah Pak Layum menjalani pemeriksaan dahak, ia dinyatakan positif mengalami Tuberculosis (TB). Pak Layum hidup sebatang kara dan sehari – hari bekerja sebagai nelayan, namun sejak sakit ia tidak bisa bekerja karena kondisinya sangat lemah. Saat ini Pak Layum sedang menjalani pengobatan TB selama 6 bulan. Pak Layum harus rutin meminum obat setiap harinya selama 6 bulan, jika tidak teratur menjalaninya ia harus mengulang fase pengobatan. Pak Layum yang tidak lagi bekerja kini menggantungkan hidupnya dari pemberian saudara dan tetangga. Pak Layum pasrah pada kondisi kesehatannya namun ia tetap menjalani pengobatan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Layum, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya kebutuhan pengobatan dan biaya hidup sehari – hari. Pak Layum sangat berterima kasih dan bersemangat untuk bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Azmy

Pak Layu menderita tuberculosis


ENDANG EKO (60, Patah Tulang Bahu + Saraf Terjepit). Alamat : Rumah Liar Gang Parkit, RT 2/2, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada Februari 2017 lalu, Ibu Endang mengalami kecelakaan saat akan memasuki gang menuju rumahnya. Kecelakaan tersebut membuat Ibu Endang mengalami patah tulang bahu dan saraf terjepit pada pinggangnya. Kondisi tersebut membuat sebagian tubuh Ibu Endang tidak dapat digunakan. Ibu Endang sudah pernah menjalani operasi pemasangan 7 pen. Saat ini Ibu Endang harus menjalani pengobatan rutin setiap 2 minggu sekali. Biaya pengobatan Ibu Endang dipenuhi oleh JKN – KIS mandiri kelas III yang dimilikinya. Suami Ibu Endang, Pak Eko Bin Yono (60), bekerja serabutan mengerjakan apa saja demi bisa menutupi kebutuhan hidup keluarga. Pak Eko dan Ibu Endang memiliki 2 anak yang sudah dewasa dan sudah menikah, namun mereka tinggal jauh di Pulau Jawa. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Endang dan Pak eko, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman Arlia

Pak Endang menderita patah tulang bahu + saraf terjepit


RINA BINTI ALMUKOROM (56, Stroke). Alamat : Perum. Pinang Cipta Karya Blok. E, No. 45, Kampung Mekar Jaya, RT 33/1, Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Ibu Rina mengalami serangan stroke mendadak pada tahun 2015 lalu. Saat itu Ibu Rina sedang di kamar mandi, ia mendadak tidak sadarkan diri dan jatuh. Ibu Rina segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau dan dirawat selama dua minggu. Setelah kondisinya membaik, Ibu Rina diperbolehkan pulang dan dilakukan terapi fisik di rumah selama 3 bulan untuk mengembalikan fungsi tubuhnya. Terapi dilakukan sampai Ibu Rina bisa berjalan kembali sedikit demi sedikit. Kondisi Ibu Rina terus membaik. Pengobatan herbal dan alternatif juga dilakukan dengan harapan bisa membantu mempercepat penyembuhannya. Akan tetapi, pada bulan Maret 2017, Ibu Rina kembali mengalami serangan stroke yang kedua dan tidak sadarkan diri di rumah cukup lama sampai ada tetangga menemukannya. Pada serangan kedua ini, Ibu Rina tidak dibawa ke rumah sakit dan hanya dirawat di rumah oleh anaknya yang masih berusia 10 tahun dan terkadang dibantu tetangga. Kondisi Ibu Rina semakin menurun, ia sulit berjalan dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Kemampuan Ibu Rina dalam berkomunikasi dan berpikir juga mengalami gangguan. Ibu Rina hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih kecil, sedangkan suaminya sudah meninggal. Kebutuhan sehari-hari keluarga terkadang dibantu oleh para tetangganya. Selama ini biaya pengobatan Ibu Rina ditanggung KIS yang dimilikinya, namun kini ia belum bisa melanjutkan pengobatan karena tidak memiliki uang untuk transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan atas izin Allah dipertemukan dengan Ibu Rina. Saat ditemui oleh kurir Sedekah Rombongan, Ibu Rina agak sulit diajak berkomunikasi. Dengan terbata – bata Ibu Rina berusaha menyampaikan bahwa ia sangat ingin sembuh dan melanjutkan terapi di rumah sakit. Bantuan dari sedekaholics disampaikan kurir Sedekah Rombongan kepada Ibu Rina untuk kebutuhan pengobatan dan biaya hidup sehari – hari. Semoga Ibu Rina bisa segera melanjutkan pengobatannya dan diberikan kesembuhan seperti sedia kala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 juni 2017
Kurir : @arfanesia @HeruBinYatiman Agus @ririn_restu

Bu Rina menderita stroke


IFA FARHANAH (34, Kanker Jaringan Lunak). Alamat: Dusun Druju, RT 4/10, Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Sekitar enam bulan yang lalu, ibu Ifa mengeluh sakit di bagian dada dan mengalami sesak napas. Beliau juga mengeluh bahwa seluruh badan beliau sulit untuk digerakkan. Karena keadaan tersebut, tubuh ibu Ifa menjadi lemah dan kaku. Akhirnya ibu Ifa memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Ifa didiagnosa menderita kanker jaringan lunak. Dokter segera melaksanakan pengobatan berupa radioterapi dan kemoterapi setiap hari. Ibu Ifa adalah seorang ibu rumah tangga. Suaminya, Zainal Abidin (39) adalah seorang nelayan. Ia mempunyai 1 orang anak yang mmasih kecil. Selama pengobatan, ibu Ifa menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya obat-obatan diluar tanggungan KIS dan tempat untuk tinggal ketika menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Maklum saja, perjalanan yang jauh harus mereka tempuh untuk menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan mendengar kisah perjuangan ibu Ifa. Kini beliau sudah menempati rumah singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya agar lebih mudah untuk menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah berjuang selama beberapa bulan di RSUD Dr. Soetomo, kami mendapat kabar bahwa kondisi ibu Ifa menurun hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Sedekah Rombongan turut berbela sungkawa atas kepergian almarhumah. Bantuan berupa santunan kematian telah diterima keluarga almarhumah. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1005. Semoga almarhumah ibu Ifa mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.140.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Ifa menderita kanker jringan lunak


MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 17 & 18 (Biaya Cetak). Gerakan Sosial Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang ke-6. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari Sedekaholic kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Semakin hari, kami semakin bertransformasi, salah satu bentuk inovasi kami adalah menerbitkan sebuah majalah yang diberi nama Majalah Tembus Langit (MTL). MTL adalah Media Inspirasi Gerakan Sedekah Rombongan, saat ini sudah berjalan tahun ke-3 dan sudah memasuki volume yang ke-17 dan ke-18. MTL Volume 17 terbit di bulan April 2017, sementara MTL Volume 18 terbit di bulan berikutnya yaitu bulan Mei 2017. MTL Volume 17 mengangkat Liputan Khusus: ‘Derap Langkah Sedekah Jalanan’. Sementara MTL Volume 18 mengangkat Liputan Khusus: ‘Kawal Kesembuhan Si Kecil Naila’. Rubrik lainnya pun tak kalah menarik dan menginspirasi, ada rubrik Aku Ingin Sembuh, Pantang Menyerah, Terus Bergerak, dan sebagainya, silakan menyimak. Masing-masing volume dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dan didistribusikan ke lebih dari 20 wilayah kerja Sedekah Rombongan se-Indonesia, untuk kemudian disampaikan kepada Sedekaholic. MTL dibagikan secara cuma-cuma dan didistribusikan ke berbagai instansi seperti klinik, rumah sakit, kantor pemerintah, komunitas sosial, dan lain sebagainya. Juga berbagai kalangan profesi mulai dari karyawan, pengusaha, entertainer, hingga pejabat teras. Proses produksi masing-masing volume majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 6.500.000,- untuk biaya cetak. Sehingga untuk mencetak dua volume majalah ini membutuhkan biaya sebanyak Rp. 13.000.000,-. Hadirnya MTL diharapkan dapat membuka jendela baru untuk mengembangkan jaringan ke seluruh negeri. MTL merupakan wujud ucapan terima kasih kami kepada Sedekaholic dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran sedekah kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan yang tergabung lebih dari 1010 Rombongan. MTL juga merupakan salah satu bentuk pelaporan kepada masyarakat pada umumnya dan kepada Sedekaholic pada khususnya, tentang pelaporan dana sedekah yang mereka titipkan melalui Sedekah Rombongan. Semoga MTL dapat terbit setiap bulan secara rutin dan semoga kisah-kisah nyata yang dihadirkan dapat menginspirasi dan menebar manfaat. Amin…

Jumlah Bantuan : Rp. 13.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @Saptuari

Biaya cetak


RSSR MALANG (Biaya Operasional RSSR Bulan Mei 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk biaya listrik, air, obat-obatan, kebutuhan air minum, membeli kebutuhan ATK dan biaya administrasi. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 998. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.771.846,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Biaya operasional RSSR mulan Mei 2017


RSSR MALANG (Sembako Pasien RSSR Bulan Mei 2017). Alamat : Jalan Emas, No 15B, RT 2/20, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang berada di Jalan Emas ini merupakan saksi perjalanan para pasien berjuang melawan penyakit yang diderita. Bersama para kurir Sedekah Rombongan pasien disini bersama-sama berjuang untuk sembuh dan sehat seperti sedia kala. Agar para pasien nyaman, tenang, dan tidak stress tinggal di rumah singgah maka para Kurir Sedekah Rombongan senantiasa menghibur, memberikan kenyaman dan fasilitas supaya pasien lebih bersemangat untuk sembuh. Untuk itu Kurir Sedekah Rombongan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pasien yang diperlukan di RSSR, seperti menyediakan makanan yang bergizi bagi pasien, obat dan peralatan medis yang sekiranya sering dibutuhkan oleh para pasien. Jumlah bantuan yang tertera di bawah ini digunakan untuk membeli bahan pokok dan sekunder seperti beras, lauk pauk, sayur-sayuran, telur, buah-buahan, kebutuhan bumbu dapur, gula, kopi, susu peptamen dan bahan bakar memasak. Bantuan dari Sedekaholics sangat membantu kinerja Kurir Sedekah Rombongan dalam memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik untuk pengobatan mereka. Bantuan untuk RSSR sebelumnya tercatat dalam nomor rombongan 996. Semoga para pasien semakin terbantu dan lekas sembuh dengan adanya bantuan dari Sedekaholics dan semoga sedekah yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal di akhirat kelak dan dikembalikan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.546.600,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir: @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Sembako Pasien RSSR Bulan Mei 2017


BAYI NYONYA INDRA ROSUNAWATI (1, Kelahiran Prematur). Alamat : Jalan Ronggowuni, RT 15/7, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada akhir Bulan Mei, Ibu Wati yang melahirkan putra keduanya secara prematur pada saat kehamilan umur 7 bulan di RS Puri Bunda, Malang. Bayi beliau hanya memiliki berat badan sekitar 1,5 kg dan bayi tersebut memiliki saluran pernapasan yang belum normal. Pihak rumah sakit pun akhirnya memberika alat bantu berupa alat untuk pernafasan dan di letakkan di inkubator. Dokter menyarankan bayi Ibu Wati untuk puasa, karena pernapasan bayi belum normal dan setelah normal kembali akan di berikan susu yang memilki nutrisi tinggi. Pada bulan ini, saran yang direncakan dokter telah berjalan semua dan bayi Ibu Wati pun telah diperbolehkan untuk pulang. Jika pada Bulan Agustus tidak ada perkembangan lagi selama mengkonsumsi susu, bayi Ibu Wati akan di rujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Bapak Aris Yahya (38) sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit di rumah beliau dan penghasilan yang didapat pun tidak menentu karena tidak pastinya ada pesanan. Sedangkan Ibu Indra Rosunawati (37) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Ibu Wati yang tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun merasa sangat kesulitan untuk biaya rumah sakit. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Wati sekeluarga. Tim Sedekah Rombongan yang merasakan beban yang tengah dipikul keluarga Ibu Wati akhirnya dapat memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya administrasi saat masuk rumah sakit. Semoga bayi Ibu Wati akan selalu diberikan kesehatan dan bantuan yang telah diberikan dapat menjadi ladang amal untuk para Sedekaholics. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 6.725.000,-
Tanggal : 12 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Rinda @m_rofii11

Bayi ibu wati mengalami kelahiran prematur


PADI BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 987. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ipin @EArynta

Pak Padi menderita tumor mata


MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI (4, Epilepsy Unspecified) Alamat: Dusun Kauman, RT 3/1, Desa Bulujowo, Kecamatan Bacar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Rossy nama panggilannya, saat menginjak usia 3 tahun mendadak badan dan kepalanya panas kemudian tubuhnya kejang. Keluarga membawa Rossy ke Puskesmas setempat. Setelah itu dilanjutkan untuk melakukan pengobatan ke RSUD Tuban dan terapi selama 2 bulan, kemudian pengobatan dilanjutkan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Atas saran dari dokter di rumah sakit tersebut, Rossy disarankan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD DR. Soetomo Surabaya. Namun perjalanan pengobatan Rossy terhenti dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki. Otomatis Rossy tidak mendapatkan penanganan yang maksimal. Hal itu berdampak pada kondisi sakitnya. Kondisi saat ini, ia mengalami kejang tiap hari. Awalnya bisa kejang 30 kali sehari, sekarang sudah berkurang menjadi 10 kali sehari dan keadaanya masih belum bisa bicara, hiperaktif dan selalu mengonsumsi obat Valproic Acid dan racikan. Ayahnya, pak Makmur bekerja sebagai nelayan/anak buah kapal, yang hanya efektif melaut 15 hari sebulan. Pendapatannya tidak menentu, bahkan terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Rossy mempunyai jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Meski begitu, keluarga mengeluhkan biaya yang dibutuhkan untuk transportasi dan biaya sehari-hari selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan telah disampaikan untuk biaya transportasi dan obat diluar jaminan kesehatan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 977 . Keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics yang telah diberikan melalui Sedekah Rombongan. Semoga Rossy bisa melanjutkan pengobatan lebih lanjut ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Rossy menderita epilepsy unspecified


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi, serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1000. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Rizky menderita tumor hati


ADIDA TEGUH PRATAMA, (9, Hipospedia) Alamat Desa Sekar Putih RT/RW 021/026, Desa Sekar Putih, Kecamatan Tegal Ampel, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Adik Adida menderita sakit Kelainan di alat kelaminan yang biasa disebut Hipospedia, saluran lubang kencing yang tidak tepat pada lubang penisnya sejak mulai lahir. Sakit yang di alami Adik Adida tidak diperiksakan ke rumah sakit karena keterbatasan biaya perekonomian. Adik Adida Anak pertama dari Pasangan Ibu Tri Arvita (32) yang berprofesi Ibu Rumah Tangga dan Bapak Fauzi (38) yang bekerja sebagai tukang bengkel Sepeda Motor yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kurir Sedekah Rombongan medapatkan informasi dari warga sekitar bahwa Adida memerlukan bantuan dalam berobat karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ketempat tinggal adik Adida. Selang dua hari Adik Adida langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso untuk perawatan dan pengobatan, dan Diagnosa Dokter menyatakan bahwa Adik Adida mengalami sakit Hipospadia. Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal, dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis. Adida memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS NON PBI Kelas III yang meringankan beban keluarga selama Adida masih berobat di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Adik Adida. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama di RSUD Dr. Soebandi Jember dan pembayaran BPJS. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Adik Adida, dan Semoga santunan yang diberikan dari para Sedekaholics mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala Amin..

Jumlah Santunan : Rp. 802.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Adida menderita hipospedia


JUMA’AH BIN MISRA, (47, Tumor MandiBula) Alamat Poloagung 1 RT/RW 025/007, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Bapak Juma’ah mengalami sakit sejak tahun 2012 yang awalnya hanya benjolan kecil di rahang sebelah Kanan. Dokter Puskesmas merujuk Bapak Juma’ah ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Koesnadi Bondowoso dan diagnosa Dokter menyatakan bahwa Bapak Juma’ah mengidap tumor mandibula atau dikenal sebagai tumor rahang bawah. Pengobatan Bapak Juma’ah sempat terhenti karena kendala biaya yang dihadapi oleh keluarganya. Bapak Juma’ah hidup di keluarga yang serba kekurangan, Istrinya Ibu Sahati (58) adalah seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) dengan satu orang anak. Baru satu bulan ini Bapak Juma’ah melanjutkan pengobatannya, setelah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi mengenai Bapak Juma’ah dari seorang aparat desa nya. Bapak Juma’ah dibuatkan Jaminan Kesehatan berupa JKN-KIS PBI kelas III, dan melanjutkan pengobatannya di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso, pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Bapak Juma’ah, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Akomodasi selama dirumah sakit dan pembayaran Iuran BPJS. dan Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Bapak Juma’ah dan Semoga Allah memberikan kesembuhan pada Bapak Juma’ah, Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 692.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Pak Juma’ah menderita tumor mandiBula


ACE HARISKI (15, Kelainan Syaraf) yang bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 03 RW 005, Desa Wringin, Kabupaten Bondowoso. Dik Riski sejak kelas 6 SD mengalami panas tubuh yang berlebihan. Kemudian dibawa berobat oleh orang tuanya ke Rumah Sakit, tapi keadaannya tidak malah membaik tapi malah semakin membuat kaku syarafnya. Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai pembuat besek ikan terus mengusahakan kesembuhan dik Riski. Kemudian dibawa berobat ke RS untuk kedua kalinya dan kemudian dibawa berobat alternatif ke Madura dengan menghasilkan jamu-jamuan untuk diminum. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil. Dik Riski yang berasal dari keluarga yang kurang mampu akhirnya dibawa pulang ke rumah karena kebiasaan biaya. Sampai akhirnya dik Riski bertemu dengan Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan membantu dalam pengurusan pengobatannya yang di rujuk berobat kerumah sakit Dr. Soebandi Jember. Sedekah Rombongan membantu pembiayaan dan pendampingan saat berobat. Sedekah Rombongan juga membantu memberikan pinjaman kursi roda untuk membantu aktivitasnya. Santunan yang diberikan di bawah ini digunakan untuk Pembelian Susu. Santunan sebelumnya Dik Riski ini masuk di rombongan 974

Jumlah Bantuan: Rp. 684.000,-
Tanggal: 17 Mei 2017
Kurir: @yudhoari @viandwiprayugo

Ace menderita kelainan syaraf


LUSIANI BINTI SIKAN, (49, Kanker Serviks) Alamat Jl. Darmawangsa Dusun Gudangrejo RT/RW 003/025, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Awal mula sakit Ibu Lusiani ini sering mengalami keputihan dan tiba-tiba pendarahan langsung di bawa ke puskesmas terdekat untuk mengetahui sakitnya yang dialami Ibu Lusiani. Setelah Ibu Lusiani diperiksa diagnosa mengalami Kanker Serviks dan oleh pihak Dokter disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit Dr. Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut. Selang satu hari Ibu Lusiani di evakuasi ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut dan oleh Dokter Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember disarankan untuk di rujuk ke RSUD Dr. Saiful Anwar untuk perawatan lebih lanjut dan Ibu Lusiani memiliki Jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Ibu Lusiani ini seorang janda yang tinggal di Polsek Rambipuji Rumah bekas tahanan. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari perangkat desa Rambipuji bahwa Ibu Lusiani memerlukan dampingan karena dari keluarga tidak mampu. Kurir Sedekah Rombongan mendatangi dan bersilahturahmi ke tempat tinggal yang di tinggali Ibu Lusiani untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Lusiani. Santunan yang diberikan untuk Akomadasi, Uang Transport dan pembelian obat-obatan diluar BPJS. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Lusiani dan Semoga santunan yang diberikan para Sedekaholics mendapatkan ganti berlipat ganda oleh dariNya. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 990

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Lusiani menderita kanker serviks


SANTUNAN AL QUR’AN MASJID NURUL MAJIDIYAH yang berlokasi di Dusun Sumber Preng, Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ada sekitar 80 – 130 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Masjid ini dan menggunakan Masjid ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Masjid ini memiliki lebih dari 40 – 60 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun seiring waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca Al-Qur’an ini Masjid Majidiyah mengalami kendala, dikarenakan kekurangan sarana prasarana berupa Al-Qur’an oleh karena itu Masjid Majidiyah membutuhkan bantuan karena Al-Qur’an yang dimiliki Masjid Majidiyah kurang memadai dan kurang layak. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke Masjid Majidiyah dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan berupa 80 Al-Qur’an. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak yang belajar mengaji dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.634.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan berupa 80 Al-Qur’an


KHITAN MASSAL DAN SANTUNAN, (30 Anak Yatim dan Dhuafa) Alamat Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Melihat senyum anak asuh dari Pondok Pesantren Bustanul Ulum Assifur, terkembang saat akan berangkat berkhitan, dan ini merupakan penyemangat Hiroh kami sebagai Kurir, dan juga anak-anak kurang beruntung di wilayah kota/Kabupaten Jember, mereka mengemaskan do’a yang tulus untuk sedekaholics dan para kurir Sedekah Rombongan semoga kegiatan ini disaksikan oleh ribuan malaikat, dan sedekah ini menjadi Butiran tasbih yang akan menuntun kami ke surga-Nya. Kurir Sedekah Rombongan mengadakan khitan massal (Minggu,14/05/2017) bekerja sama dengan rumah sakit Bina Sehat Jember yang diikuti oleh 30 anak. Anak-anak dan Pondok Pesantren Bustanul Ulum Assifur mengucapkan terima kasih banyak kepada Sedekaholics, sehingga mereka dapat melaksanakan khitan yang merupakan sunah Rosululloh untuk menjemput masa baligh mereka.

Jumlah Santunan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan khitanan massal


BUNA BINTI HALIL, (47, Tumor Kandungan ) Alamat Dusun Sumber Balin RT/RW 003/003, Desa Cumedak, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ibu Buna mengalami tumor kandungan, berawal pada Mei 2014 beliau merasakan kembung. Karena Ibu Buna memiliki Jaminan Kesehatan JKN-KIS PBI lalu beliau diperiksakan ke puskesmas, namun setelah beberapa hari tidak kunjungan membaik. Kemudian belau dibawa ke klinik, oleh dokter dilakukan USG dan terdapat benjolan. Menurut diagnosa dokter benjolan tersebut adalah kista. Oleh dokter diberi rujukan ke Rumah Sakit RSUD Kalisat Jember. Ibu Buna menjalani biopsi, lalu didiagnosa tumor ganas dikandungan dan dirujuk ke Rumah Sakit RSUD Bina Sehat Jember. Selama ini, Ibu Buna harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya dan harus bolak-balik dari Cumedak ke Jember dan sebaliknya menggunakan alat transportasi umum. Terakhir kontrol pada bulan Januari dan akan dijadwalkan operasi pada tanggal 22 Januari 2017. Dan setelah Ibu Buna tepat pada penjadwalan Operasi, Beliau mengalami ganguan dan akhirnya Operasi di gagalkan oleh Dokter di karenakan Ibu Buna Menstruasi. Setelah itu Dokter RSUD Bina Sehat Jember kembali menjadwalkan Ibu Buna Operasi tanggal 11 Februari 2017 dan akhirnya setelah tepat pada hari ini Ibu Buna tidak datang ke RSUD Bina Sehat karena tidak memiliki biaya Transport untuk ke Rumah Sakit. Dan Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan info dari teman Kurir Sedekah Rombongan bahwa Ibu Buna memerlukan bantuan. Selang satu hari Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi rumahnya dan bersilahturahmi untuk memastikan Ibu Buna layak bantu karena dari keluarga kurang mampu. Setelah itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu Ibu Buna. Santunan yang diberikan untuk Akomodasi selama Kontrol Rutin di RSUD Bina Sehat Jember dan Uang Transport. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Buna dan santunan yang diberikan mendapatkan ganti berlimpat ganda oleh Allah Subhanahuwata’ala . . Amin.. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 975

Jumlah Santunan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 26 April 2017 dan 12 Mei 2017 (Akumulasi)
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Ibu Buna mengalami tumor kandungan


SANTUNAN AL QUR’AN MUSHOLA P.FAT yang berlokasi di Dusun Srino Pandian, Desa Sukosari, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ada sekitar 50 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 30-45 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun seiring waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca Al-Qur’an ini Mushola P. Fat mengalami kendala, dikarenakan kekurangan sarana prasarana berupa Al-Qur’an oleh karena itu Mushola P. Fat membutuhkan bantuan karena Al-Qur’an yang dimiliki Mushola P. Fat kurang memadai dan kurang layak. Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi dan bersilahturahmi ke Mushola P. Fat dan pada kesempatan itu Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan para Sedekaholics, Santunan yang diberikan berupa 60 Al-Qur’an. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi anak-anak yang belajar mengaji dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 1.140.000,-
Tanggal : 18 Mei 201
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan berupa 60 Al-Qur’an


MUSHOLA NURUL HUDA, (Bantuan Keramik) Alamat Alamat Dusun Janggleng RT/RW 012/002, Desa Randu Agung, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mushola Nurul Huda Adalah sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 15-30 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Mushola Nurul Huda ini mengalami kendala, dikarenakan pelesteran semen sudah banyak yang di tambal. Mushola Nurul Huda ini mengajukan bantuan kepada Kurir Sedekah Rombongan untuk renovasi Mushola tersebut yang tidak layak di lihat. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Mushola Nurul Huda untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu perenovasian Mushola tersebut, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian Keramik. Semoga santunan untuk renovasi Mushola Nurul Huda dapat berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola tersebut, dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic.

Jumlah Santunan : Rp. 2.700.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan keramik


MUSHOLA AL KARIMI, (Bantuan Keramik) Alamat Alamat Dusun Mumbul RT/RW 033/005, Desa Randu Agung, Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Ada sekitar 50 Kepala Keluarga yang bermukim di sekitar Mushola ini dan menggunakan Mushola ini sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk belajar Anak-anak disekitar mengaji. Mushola ini memiliki lebih dari 15-30 orang jamaah yang terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang jumlah jamaah Mushola ini juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Mushola Al Karimi ini mengalami kendala, dikarenakan pelesteran semen sudah banyak yang di tambal dan tidak layak. Mushola Al Karimi ini mengajukan bantuan kepada Kurir Sedekah Rombongan untuk renovasi Mushola tersebut. Kurir Sedekah Rombongan bersilahturahmi ke Mushola Al Karimi untuk menyampaikan titipan para Sedekaholics untuk membantu perenovasian Mushola tersebut, Santunan yang diberikan dipergunakan untuk pembelian Keramik. Semoga santunan untuk renovasi Mushola Al Karimi dapat berjalan dengan lancar dan warga masyarakat sekitarnya semakin memakmurkan Mushola tersebut, dan Terima kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.034.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @yudhoari @viandwiprayugo

Bantuan keramik

 

HELMIATUS SOLEKAH (6, Tumor Mata). Alamat: Dusun Krajan, RT 10/ 04, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mia biasa ia dipanggil oleh orang tuanya, Mia menderita tumor mata sejak setahun lalu ia menjadi pasien dampingan dari Sedekah Rombongan. Tumor yang diderita oleh Mia sudah menjalar hingga ke tulang dan tengkorak matanya. Sehingga satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan tumor dan sebagian tulang serta tengkorak kepalanya. 12 juni 2015 Mia telah menjalani operasi, alhamdulillah operasi yang dijalani oleh Mia berhasil, dan diketahui bila tumor yang dideritanya tidaklah ganas, sehingga tidak diperlukan kemoterapi. Namun, Mia masih harus menjalani rekontruksi mata 2-3 bulan berikutnya, serta bedah plastik di sekitar wajah dan pemasangan bola mata palsu. Pada awal sakitnya, keluarga Mia mengeluhkan tentang banyaknya pengeluaran untuk biaya pengobatan, ongkos transportasi dan tempat tinggal selama berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Alhamdulillah, kami Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mia. Setelah melalui survey, Mia resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Mia melakukan kontrol rutin sebulan sekali ke Surabaya. Bantuan telah diberikan untuk biaya transportasi dan berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 9889 Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Mia masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan. Semoga dengan ikhtiar ini penyakit Mia bisa segera diobati dan iabisa melanjutkan sekolah untuk menggapai cita-cita.

Jumlah Santunan : Rp. 735.000,-
Tanggal : 21 April2 017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Helmi menderita tumor mata


DIAH NUR SAFITRI (13, Neurogenic Blader) Alamat: Jl. Wijaya Kusuma RT 12/01 No. 9 Sukabumi, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. Dik Diah biasa disapa, sejak usia 7 bulan dik Diah didiagnosa menderita tumor di tulang belakangnya. Ketika sakitnya kambuh, badan dik Diah menjadi panas, sakit di perut, dan kram pada kaki. Pada usia 1 tahun, dik Diah melakukan pengobatan dengan terapi serta mengkonsumsi obat herbal. Semakin lama kondisi dik Diah semakin menurun. Dik Diah di bawa ke Rumah Sakit Daerah di Probolinggo untuk menjalani MRI. Berdasarkan hasil MRI dik Diah didiagnosa menderita Neurogenic Blader dan disarankan untuk menjalani terapi rutin. Dik Diah melakukan terapi setiap seminggu sekali hingga 2 tahun lamanya. Namun ternyata belum ada hasilnya. Akhirnya dik Diah pun dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk dilakukan operasi penyambungan saraf. Dik Diah menjalani operasi yang dibayar dari uang pinjaman serta sumbangan dari para dermawan. Setelah menjalani operasi, kondisi dik Diah mulai membaik. Namun sampai sekarang dik Diah tidak bisa menahan buang air kecil dan air besar sehingga mengharuskan untuk memakai pampers setiap hari. Keluarga merasa kesulitan untuk mencukupi biaya kontrol serta keperluan dik Diah setiap harinya. Ayah dik Diah telah meninggal dunia saat dik Diah berusia 3 tahun. Sedangkan ibunya, Bu Sujinah (43) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di pagi hari dan berjualan kerupuk di sore harinya. Karena kondisi dik Diah yang sering berobat ke rumah sakit, ibunya kadang terpaksa tidak bekerja untuk menemani dik Diah di rumah sakit. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Diah. Melihat semangat yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Diah. Saetelah beberapa bulan lalu melakukan operasi, saat ini dik Diah melakukan kontrol di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan dik Diah selama pengobatan bulan ini. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 916. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Diah masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 730.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi Firman @EArynta

Diah menderita neurogenic blader


RYAN NOER SANTIA (20, Hernia). Alamat: Dusun Wotsogo, RT 3/13, Desa Wotsogo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Ryan sudah mengalami sakit sejak kecil. Awal mulanya ketika Ryan masih berusia lima tahun, terdapat benjolan di skrotum sebelah kirinya hingga menyebabkan skrotumnya turun. Ryan pun dibawa ke Puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ryan didiagnosa menderita Hernia. Ryan sempat melakukan pengobatan alternatif, namun ia berhenti meskipun belum sampai sembuh dikarenakan keterbatasan biaya. Sehingga, benjolan di area skrotum sebelah kiri pun masih ada. Tidak hanya itu, skrotumnya semakin lama semakin membesar. Ketika digunakan beraktivitas terlalu banyak, skrotumnya akan turun sehingga Ryan akan merasakan sakit yang luar biasa hingga menjalar ke bagian perutnya. Ryan bekerja sebagai tukang servis lampu. Kedua orang tua Ryan, Asep Sanjaya (41) bekerja sebagai tukang becak sedangkan ibunya, Suparti’ah (41) adalah seorang ibu rumah tangga. Gaji sehari-hari Ryan dan ayahnya hanya cukup untuk menghidupi keluarga. Ayah Ryan harus banting tulang demi menghidupi keluarganya. Walaupun Ryan memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Ryan belum pernah menggunakan kartu tersebut untuk menjalani pengobatan. Ryan mengalami kesulitan mengenai biaya transportasi dan takut apabila terdapat biaya obat-obatan diluar jaminan kesehatan KIS sehingga penyakitnya tidak diobati secara maksimal. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics untuk membantu meringankan biaya pengobatan Ryan. Semoga Ryan bisa segera sembuh dan menyongsong masa depan yang cerah. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi

Ryan menderita hernia


KASWI BIN KALIL (57, Amputasi Tangan). Alamat: Dusun Karangcandi, RT 1/6, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pak Kaswi menderita sakit sejak november 2016. Awal mulanya ketika beliau sedang berada di laut mencari ikan dan kemudian turun hujan. Tiba-tiba ketika beliau berjalan dengan menggunakan jas hujan, beliau terpeleset dan jatuh menimpa mesin sehingga tangan kanan Pak Kaswi masuk ke putaran mesin. Pak Kaswi dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan pertama. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Kaswi didiagnosa mengalami patah tulang tangan kanan. Di Puskesmas, beliau dirujuk ke RSUD Tuban dan dilakukan operasi penyambungan tulang. Operasi pun berjalan dengan lancar. Namun suatu hari, tangan kanan Pak Kaswi membengkak dan membiru. Beliau akhirnya memeriksakan diri lagi ke RSUD Tuban. Dokter mendiagnosa adanya aliran pembuluh darah yang tersumbat di tangan kanan Pak Kaswi. Dari RSUD Tuban, Pak Kaswi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, kemudian atas saran dokter tangan kanan Pak Kaswi harus segera diamputasi. Kini tangan kanan Pak Kaswi sudah diamputasi dan dinyatakan sudah sembuh. Sebelum sakit, Pak Kaswi bekerja sebagai nelayan. Istri beliau, Sulipah (52) adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka belum dikaruniai seorang anak. Selama pengobatan, Pak Kaswi menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pak Kaswi kini masih kesulitan dalam biaya pembuatan tangan palsu dan transportasi ketika menjalani pengobatan rutin. Maklum saja beliau sangat membutuhkan tangan palsu agar dapat kembali bekerja karena merupakan tulang punggung keluarga. Sedekah rombongan menyampaikan bantuan dari sedekaholics yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan tambahan biaya pengobatan. Semoga Pak Kaswi dapat segera sembuh dan mendapatkan tangan palsu yang sesuai agar dapat kembali bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @MiftakhAbuSaSi

Pak Kaswi menderita amputasi tangan


RETVI ARSNTI (18, Jantung Bocor). Alamat : Desa Pekunden, RT 3/3, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dek Retvi menderita sakit ini sejak lahir. Di usianya 7 bulan, dek Retvi sering menangis lalu ia diperiksakan ke dokter umum. Dokter menyatakan ada suara gemuruh di jantungnya. Ia pun dibawa ke dokter spesialis. Dari pemeriksaan lanjutan ini teridentifikasi ada kebocoran jantung dek Retvi. Pihak keluarga bersemangat untuk mendampingi kesembuhan dek Retvi. Sayangnya selama 1 tahun berobat belum ada perubahan kesehatan yang signifikan. Dadanya masih terasa sesak, pusing, dan ia sering sesak nafas. Pengobatan dek Retvi pun berlanjut ke RSUD Banyumas. Ia melakukan tes eco disana, lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Setelah mendapat pemeriksaan lebih lanjut diketahui kebocoran jantung berada di perempatan jantungnya yang mengharuskan ada beberapa konferensi atau diskusi antardokter spesialis bedah. Dek Retvi ialah anak yatim yang tinggal bersama ibunya, Dwi Nugrahayu (49). Dulu, ibunya bekerja sebagai buruh, tetapi saat ini fokus merawat buah hatinya. Ketika kurir Sedekah Rombongan menjenguk dek Retvi sang ibu menyatakan ingin sekali melanjutkan pengobatan anaknya di Jogja. Meski berbekal fasilitas kesehatan Jamkesmas, ibunya mengaku terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama di Jogja. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan dek Retvi dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Jogja. Alhamdulillah operasi Retvi berjalan lancar. Ia pun telah selesai menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Sementara untuk kontrol rutin selanjutnya bisa dilakukan di RSUD Banyumas. Bantuan ini disampaikan untuk meringankan biaya transportasi dari rumah ke rumah sakit. Sang ibu menyampaikan banyak terima kasih kepada sedekaholics. Semoga Allah membukakan pintu kesembuhan untuk dek Retvi, Aamiin.Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin Syaidah

Retvi menderita jantung bocor


RSSR JOGJA (Operasional Bulan Mei 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya operasional bulan Mei ini meliputi biaya administrasi perkantoran, biaya kirim Majalah Tembus Langit dan kuitansi ke seluruh Indonesia, biaya cetak dan jilid laporan dari website Sedekah Rombongan, dan biaya renovasi RSSR. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 993. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 8.454.140,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR JOGJA (AB 9032 WK, Operasional Bulan Mei). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 9032 WK ini salah satu MTSR yang dioperasionalkan sebagai ambulans transport. MTSR ini mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi ganti oli dan filter oli dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja ini sebelumnya ada pada rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.416.374,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR JOGJA (AB 9043 WK, Operasional Bulan Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.120.374,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Mei 2017


RSSR JOGJA (Bantuan Biaya Makan dan Obat Pasien Mei 2017). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. RSSR Jogja merupakan rumah bersama yang dipergunakan untuk singgah dan/atau tinggal sementara para pasien dampingan Sedekah Rombongan. RSSR Jogja ini kian dikenal oleh masyarakat sebagai rumah singgah yang diperuntukkan khusus bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sedang melakukan rawat jalan dan berasal dari golongan tidak mampu atau dhuafa. Pasien yang rumahnya jauh dibawa ke rumah singgah terlebih dahulu sebelum diantar berobat ke rumah sakit. Pasien yang telah selesai berobat diantarkan kembali ke rumah masing-masing. Pasien yang singgah di RSSR Jogja mayoritas berasal dari luar Kota Jogja. RSSR dibangun dan dikelola dari dana sedekaholics yang menitipkannya melalui Sedekah Rombongan. Selain itu, RSSR Jogja juga digunakan sebagai kantor administrasi pusat yang membantu kinerja Sedekah Rombongan secara nasional. Biaya ini meliputi biaya konsumsi pasien dan pendamping untuk menunjang gizi pasien, pembelian obat-obatan untuk pasien, biaya pembelian kasa steril, verban, alkohol untuk perawatan luka pasien. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada di Rombongan 993. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics dan kedermawanan sedekaholics dibalas dengan keberkahan di dunia dan di akhirat. Aamiin

Jumlah bantuan : Rp. 19.000.121,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Perawat RSSR

Bantuan biaya makan dan obat pasien Mei 2017


RSSR JOGJA (Pembelian Inventaris RSSR). Alamat : Dusun Mantup, Baturetno, RT 12, Jalan Wonosari KM. 7, Bantul, Yogyakarta. Gerakan Sedekah Rombongan kini telah memasuki usia yang keenam. Selama itu pula, Sedekah Rombongan telah menyalurkan dana bantuan dari sedekaholics kepada ribuan dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan lainnya. Semakin hari, Sedekah Rombongan semakin bertransformasi dan berbenah diri, dari semula yang hanya gerakan sedekah jalanan kini mencoba bergerak lebih profesional tanpa meninggalkan ruh dan nafas Sedekah Rombongan. Dalam perkembangannya, Sedekah Rombongan Jogja kini memiliki Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) yang merupakan rumah tinggal sementara bagi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang tengah melakukan proses pengobatan. Sedekah Rombongan juga merekrut staf untuk mendukung kerja ratusan Kurir Sedekah Rombongan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Staf Sedekah Rombongan berkantor di RSSR dan mengerjakan pekerjaan administrasi kantor dan administrasi keuangan, dan pekerjaan lain yang memudahkan pergerakan Sedekah Rombongan. Saat ini Sedekah Rombongan menambah satu staf akuntan untuk mengerjakan pelaporan keuangan Sedekah Rombongan secara nasional. Untuk itu Sedekah Rombongan membeli 1 meja kerja. Selain itu, juga dibeli 2 kasur decubitus untuk pasien dan 1 buah dispenser yang digunakan di RSSR Jogja 2. Laporan mengenai RSSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 993. Terima kasih sedekaholics, berkat sedekahmu kami dapat memberikan pelayanan maksimal kepada para dhuafa yang membutuhkan di luar sana.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.704.500,-
Tanggal Penyerahan : 19 Mei 2017
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas

Pembelian inventaris RSSR


SUWARSIH BINTI SUJONO (32, Kanker Tulang). Alamat : Jalan Flamboyan, Dusun Tulungrejo, RT 17/18, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Awal 2016 lalu, Ibu Suwarsih mendapati benjolan kecil persis di belakang sendi lutut. Ibu Suwarsih memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Dokter menyatakan bahwa terdapat gejala asam urat, lalu beliau diberi obat. Satu bulan kemudian benjolan di belakang sendi lutut semakin besar. Ibu Suwarsih kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kediri dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa adanya sel kanker ganas di bagian tulang dan perkembangan kanker ganas ini sangat cepat. Saat ini Bu Suwarsih telah melakukan beberapa kontrol dan menunggu jadwal untuk dilakukan operasi. Suami Ibu Suwarsih, Muhammad Tosim (31) berprofesi seorang buruh tani. Ayah beliau, Bapak Sujono (60) juga seorang buruh tani dan ibunya, ibu Mistri (54) seorang ibu rumah tangga. Pengobatan alternatif dan pengobatan di rumah sakit swasta di Kediri sudah menguras keuangan beliau. Walaupun mempunyai jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Ibu Suwarsih tetap kesulitan mencari tambahan biaya transportasi dan kebutuhan hidup selama di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kemauan untuk sembuh yang tinggi mendorong Sedekah Rombongan untuk berpartisipasi dalam ikhtiar untuk kesembuhan beliau. Sedekah Rombongan memberikan bantuan pertama yang digunakan untuk akomodasi selama di Surabaya. Ibu Suwarsih dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Sedekaholics melalui Sedekah Rombongan atas bantuan yang diberikan. Semoga Ibu Suwarsih dapat melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.065.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD Bintang @EArynta @m_rofii11

Bu suwarsih menderita kanker tulang


ISWAHYUDI BIN SYAID (50, Stroke). Alamat : Jalan Memberamo V, No. 19 , Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2005 Bapak Iswahyudi secara mendadak tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Keluarga akhirnya membawa beliau untuk berobat ke RS Saiful Anwar Malang. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa beliau terkena stroke dan menjalani rawat inap di rumah sakit selama 1 bulan. Setelah diperbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit, beliau memutuskan untuk tinggal di rumah asal beliau di Lumajang. Setelah beberapa tahun berlalu, Bapak Iswahyudi tiba-tiba mengalami stroke lagi dan mendapatkan pengobatan di puskesmas. Tidak begitu lama Bapak Iswahyudi menjalani pengobatan di puskesmas, beliau telah diperbolehkan untuk pulang. Beliau yang merasa sudah sehat, akhirnya memutuskan untuk bekerja kembali di Malang. Pada tahun 2015 hingga sekarang, Bapak Iswahyudi kembali mengalami stroke untuk yang ke tiga kalinya. Untuk saat ini, kondisi Bapak Iswahyudi sudah lebih baik dari sebelumnya dan beliau akan tetap menjalani kontrol sekali setiap bulannya. Sebelumnya Bapak Iswahyudi tinggal bersama Ibunya di Malang akan tetapi untuk sekarang ini beliau tinggal sendirian, dikarenakan sang ibu tinggal di Lumajang. Tanpa adanya keluarga Bapak Iswahyudi sangat kesulitan akan melakukan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Romongan yang telah dipertemukan dengan beliau akhirnya membantu untuk proses pengobatan beliau. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa KIS sangat lah membantu beliau dalam biaya pengobatan. Santunan yang telah diberikan kepada beliau telah dipergunakan untuk kebutuhan berobat, membeli obat-obatan dan perbaikan keadaan umum. Bantuan untuk beliau pada bulan sebelumnya telah masuk pada rombongan nomor 961. Semoga Bapak Iswahyudi segera mendapatkan kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.500,-
Tanggal : 10 Juni 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Pak Yudi menderita stroke


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan, RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, Bu Utri (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis, mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir Sedekah Rombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata. Beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin dua kali sebulan ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 1000. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan dengan bantuan ini beliau masih dapat melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 900.803,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Pak Abdul menderita kanker nasofaring


MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN (30, Tuberculosis Tulang Belakang). Alamat: Jalan H. Syukur, RT 19/9, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, bapak Fuad mulai sering merasakan sakit di tubuhnya. Bapak Fuad selalu merasa lemah dan mudah lelah bila duduk terlalu lama. Pada akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Sedati Sidaorjo. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Fuad dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru dan sudah menjalar ke tulang belakang sehingga didiagnosa pula menderita Tuberculosis Tulang Belakang. Bapak Fuad sempat mendapatkan pengobatan dan rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya selama sepuluh hari. Pada saat dirujuk di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bapak Fuad mendapatkan bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar. Alhasil, bapak Fuad dinyatakan sembuh dari TBC Paru-paru. Untuk TBC Tulang Belakang, bapak Fuad memerlukan tindakan operasi. Sambil menunggu penjadwalan operasi, beliau mendapatkan 13 resep obat. Namun bapak Fuad hanya mampu menebus dua diantaranya. Kondisi bapak Fuad saat ini sangat lemah dan sebagian tubunya sudah lumpuh. Beliau terbaring di tempat tidur dan terpasang kateter. Sebelum sakit, bapak Fuad bekerja sebagai seorang teknisi. Sedangkan istri beliau, Emi Riwayati (25) bekerja pada hari Sabtu dan Minggu saja karena menggantikan orang sebagai buruh. Mereka memiliki satu anak dan tinggal di rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua bapak Fuad. Karena bapak Fuad sudah tidak bekerja lagi, keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang tetap untuk biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan, bapak Fuad menggunakan fasilitias jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan biaya obat-obatan di luar fasilitas KIS. Mendengar kisah bapak Fuad, Sedekah Rombongan terpanggil untuk membantu beliau. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada bapak Fuad. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan di luar KIS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1000.

Jumlah Bantuan : Rp. 937.500,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Pak Fuad menderita tuberculosis tulang belakang


MAYA SOFIANAH (23, Gloukoma). Alamat: Kampung Baru, RT 18/8, Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak kecil ibu Maya sudah mengeluhkan sakit di daerah mata. Saat beliau masih duduk di bangku Sekolah Dasar, mata kiri ibu Maya tidak sengaja terkena pantulan karet gelang. Semenjak kejadian itu mata kiri ibu Maya sering mengalami sakit. Karena menganggap sakit mata tersebut merupakan hal yang biasa dan akan segera sembuh dengan sendirinya, ibu Maya tidak memeriksakan diri ke dokter setempatnamun semakin lama, keluhan ibu Maya tidak kunjung hilang. Karena sudah lama sakit, akhirnya pada tahun 2009 ibu Maya dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan dengan dibiayai oleh sebuah panti asuhan karena pada saat itu ibu Maya adalah anak binaan panti asuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Maya didiagnosa menderita penyakit mata yaitu bola mata yang terdorong keluar. Dokter menyarankan untuk mengambil tindakan operasi. Saat itu ibu Maya tidak berani untuk melakukan operasi, sehingga beliau memilih untuk berobat jalan. Saat berobat jalan, ibu Maya mengonsumsi minuman herbal yaitu daun sirsak dicampur dengan kunyit. Seiring berjalannya waktu, ibu Maya selalu merasakan sakit yang hilang timbul. Mata beliau selalu mengeluarkan air mata, dan lama kelamaan bola matanya semakin menonjol keluar. Karena hal tersebut, ibu Maya sering mengeluh sakit di daerah mata dan merasa kesulitan untuk melakukan ibadah. Kedua orangtua ibu Maya, Muhammad Bukhori (47) bekerja sebagai buruh tambak sedangkan, Dewi (44) adalah seorang ibu rumah tangga. Suami ibu Maya, Didik Supriyanto (37) adalah seorang guru. Sedangkan ibu Maya bekerja sebagai tukang sablon. Mereka dikaruniai seorang anak yang masih kecil. Saat ini ibu Maya belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga tidak mempunyai simpanan untuk biaya berobat sehingga mereka merasa terkendala untuk membiayai pengobatan ibu Maya. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Maya. Bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan telah diterima oleh ibu Maya, dan dipergunakan untuk biaya pengobatan ke rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan juga memberi bantuan untuk mendampingi pembuatan kartu jaminan kesehatan ibu Maya. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 999. Semoga ibu Maya bisa segera sembuh dan menjalani kehidupan sebagai seorang ibu yang baik seperti yang beliau inginkan. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.173.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Maya menderita gloukoma


MUHAMMAD ALI (83, Paru-Paru Basah). Alamat: Jalan Jenderal S Parman, RT 3/10, Kecamatan Waru, Kapubaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak tiga tahun yang lalu, bapak Ali sudah mengeluh sakit di bagian dada. Beliau juga sering batuk-batuk. Namun karena menganggap hanya batuk biasa, bapak Ali tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Semakin lama batuk yang beliau derita tidak kunjung sembuh. Bapak Ali pun memeriksakan diri ke Puskesmas Medaeng di Kecamatan Waru Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa bapak Ali menderita penyakit paru-paru basah. Dokter menyatakan bahwa penyakit yang beliau derita ini sewaktu-waktu bisa kambuh. Karena masalah biaya, bapak Ali akhirnya tidak meneruskan pengobatan. Beberapa waktu terakhir, penyakit bapak Ali kambuh kembali. Beliau hanya bisa terdiam di rumah dengan kondisi yang sudah lemah. Bapak Ali hidup seorang diri di sebuah rumah sewa dengan biaya Rp 300.000,- setiap bulannya. Istri beliau, Leginah sudah lama meninggal. Sebelum sakit, bapak Ali bekerja sebagai tukang kayu. Karena sudah tidak bekerja lagi, beliau tidak bisa membiayai rumah sewa dan kebutuhan sehari-hari. Beliau meminjam kepada tetangga sekitar untuk biaya sewa rumah. Bapak Ali bersyukur para tetangga juga dapat membantu memberikan makan karena merasa iba melihat kondisi beliau. Selama ini bapak Ali belum memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak ada biaya untuk menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan bapak. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan berkesempatan mengajukan surat rekomendasi Dinas Sosial menggantikan kartu jaminan kesehatan agar bapak Ali dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Bantuan awal dari para sedekaholic pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi selama menjalani pengobatan. Rombongan sebelumnya tercatat pada rombongan 1000. Sementara ini pengobatan yang dilakukan oleh bapak Ali adalah kontrol setiap 4 hari sekali di Puskesmas. Setelah itu, bapak Ali akan dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut. Semoga kesehatan bapak Ali segera pulih, sehingga beliau dapat beraktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 898.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Sun

Pak Ali menderita paru-paru basah


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni dan bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 1000. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi Ayu @EArynta

Pak Soni menderita tumor mata


SUCI RAMADANI​ (3, Kelumpuhan Saraf Otak) Alamat : Jl. Dukuh Kupang Barat 1 Buntu 3 Blok II no 58, RT 8/4, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dik Suci begitu dia biasa dipanggil oleh kedua orang tuanya. Terlahir sehat dan normal, namun saat usia 1,3 tahun tubuh Dik Suci tiba-tiba sakit panas dan kejang-kejang. Kemudian Dik Suci lumpuh karena penyakitnya menyerang pada sistem sarafnya. Hasil CT-Scan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya menunjukkan bahwa terdapat cairan di otak dan sewaktu-waktu bisa mengakibatkan pembengkakan kepala (Kepala Dik Suci membesar). Pada saat itu ibunda dik Suci tidak mau dilakukan tindakan medis berupa operasi, melainkan memilih untuk melakukan pengobatan alternatif. Alhamdulillah pengobatan alternatif tersebut membuahkan hasil. Dik Suci mulai bisa bergerak, merespon, ukuran kepalanya normal kembali, namun Dik Suci masih belum bisa duduk. Ketika bertemu dengan #SRsurabaya, keluarga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan Dik Suci, yang ahirnya pengobatannya pun terhenti. Keluarga sangat ingin untuk melakukan pemeriksaan CT-Scan kembali untuk mengetahui keadaan cairan yang ada di kepala Dik Suci dan ingin melanjutkan pengobatan melalui jalur medis. Saat ini ikhtiar berobat Dik Suci adalah melakukan kontrol rutin 2 kali seminggu di Rumah Sakit William Booth, Surabaya. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 996. Dik Suci dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Bismillah, semoga dengan ikhtiar bersama-sama penyakit Dik Suci bisa segera diobati dan balita mungil ini bisa tumbuh dengan sehat dan normal seperti balita lainnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Khoiriyah @MukhMukhlisin

Suci menderita kelumpuhan saraf otak


SUKARTINI BINTI SULOYO (46, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Banjarpoh, RT 10/5, Kelurahan Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tahun 2012, Bu Sukartini mulai merasakan muncul benjolan kecil di ketiak. Benjolan tersebut lama- kelamaan membesar dan Bu Sukartini mulai merasakan nyeri pada payudaranya. Bu Sukartini kemudian memeriksakan diri ke RS Siti Hajar Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Sukartini didiagnosa menderita kanker payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi. Pada tahun 2012 dilakukan operasi pertama dan tahun 2013 dilakukan operasi kedua. Setelah operasi seharusnya Bu Sukartini tetap kontrol, namun karena keterbatasan biaya, Bu Sukartini menghentikan pengobatan medis dan beralih ke pengobatan alternatif. Beberapa bulan kemudian, benjolan kembali muncul dengan diameter yang lebih besar. Bu Sukartini mencoba pengobatan alternatif lain di klinik pengobatan alternatif daerah Kediri. Kondisi Bu Sukartini sempat membaik, namun karena sudah tidak ada biaya lagi, Bu Sukartini juga menghentikan pengobatan alternatifnya. Bu Sukartini memiliki pinjaman yang digunakan untuk operasi dan biaya pengobatan. Saat ini kondisi Bu Sukartini semakin memburuk karena sudah tidak melakukan pengobatan lagi. Dulu Bu Sukartini bekerja sebagai penjahit dan karyawan di pabrik. Namun karena kondisi kesehatannya, saat ini Bu Sukartini sudah tidak dapat bekerja lagi. Sedangkan suaminya, Kariyanto (50) bekerja sebagai karyawan swasta. Sedekah Rombongan mendapat kesempatan untuk membantu meringankan sedikit beban Bu Sukartini. Pada bulan februari 2017, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Bu Sukartini yang digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sukartini dan biaya kebutuhan nutrisi beliau. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 996. Keluarga Bu Sukartini mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.366.750,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Bu Sukartini menderita kanker payudara


SUPAR BINTI DASMO (49, Tumor Mata). Alamat: Dusun Doro, RT 7/2, Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2013, ibu Supar mengeluh sakit pada matanya. Keluhan tersebut pada awalnya disebabkan karena ketidaksengajaan tangan beliau yang mengenai mata saat beliau bekerja di sawah. Dari kejadian itu, mata ibu Supar sering mengalami gatal dan berair. Selama beberapa waktu ibu Supar hanya membiarkan keluhan tersebut tanpa memeriksakan diri karena beliau beranggapan keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, mata ibu Supar semakin membengkak. Akhirnya ibu Supar memeriksakan diri ke tempat mantri terdekat dan kemudian ke Puskesmas. Kemudian ibu Supar dirujuk ke RSUD Tuban untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Supar didiagnosa menderita Tumor Mata. Dari RSUD Tuban, ibu Supar dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, ibu Supar menjalani pengobatan di Poli Mata, Posa Mata, Poli Bedah Syaraf, serta pernah menjalani rawat inap di Instalasi Bedah. Hingga sekarang, ibu Supar masih menunggu panggilan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Kedua orang tua ibu Supar, Dasmo dan Panirah sudah meninggal. Sedangkan suami beliau, Waji (56) bekerja serabutan. Sekiranya ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan sedang dibutuhkan, maka suami ibu Supar bersedia melakukannya seperti bekerja sebagai seorang nelayan, buruh tani, dan tukang bangunan. Ibu Supar mempunyai jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, tunggakan biaya di rumah sakit telah mencapai satu juta karena ada beberapa obat yang biayanya tidak dicover KIS. Kini, kondisi mata ibu Supar masih bengkak. Apabila kambuh, mata beliau memerah dan mengeluarkan air mata. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan ibu Supar. Beliau mengatakan sudah tidak ada biaya lagi untuk pengobatan lebih lanjut. Tanah dan rumah yang ditempati sudah dijual untuk pengobatan ibu Supar. Bantuan kembali disampaikan dan digunakan sebagai biaya hidup dan pengobatan yang sampai sekarang masih menunggak. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 977. Semoga ibu Supar bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi Ida

Bu Supar menderita tumor mata


TITIK RACHMAWATI (40, Kanker Payudara). Alamat: Desa Sumberejo, RT 8/2, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ibu Titik mendapati benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Karena kesibukan rumah tangga, ia hanya membiarkan dan menganggap benjolan tersebut akan segera hilang dengan sendirinya. Namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin besar. Akhirnya ibu Titik memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B. Tidak hanya itu, dokter juga mendiagnosa timbulnya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area payudara ibu Titik. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, akhirnya satu bulan kemudian ibu Titik menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di bagian payudara sebelah kanan. Setelah menjalani operasi, ibu Titik masih mendapati benjolan di leher, dada, dan di ketiak. Ibu Titik mengeluh sakit pada bagian tersebut. Semakin lama, benjolan tersebut membuat ibu Titik tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Benjolan-benjolan tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada tangan kanan beliau. Orang tua ibu Titik, Maslam (78) dulunya bekerja sebagai tukang kayu dan sekarang sudah tidak bekerja lagi, sedangkan ibu beliau sudah meninggal. Suami ibu Titik, Sugiman Mujid (46) bekerja sebagai buruh lepas pada pekerjaan instalasi listrik, sedangkan ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Titik memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat sehingga biaya pengobatan di RSUD Sidoarjo bisa tertutupi. Namun pihak keluarga merasa kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu Titik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic yang digunakan untuk biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi. Bantuan Sebelumnya tercatat pada rombongan 1000. Semoga ibu Titik dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.172.500,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Bu Titik menderita kanker payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 IIS ROHMAWATI 500,000
2 AMAD BIN SUTARDI 650,000
3 AGUS BIN MOMO 500,000
4 UNDANG SUDARNA 500,000
5 MUHAMMAD SALIK 500,000
6 ANAH ROHAYATI 500,000
7 LALITA ASANI 1,000,000
8 PRINCESS WIDA RASYID 1,000,000
9 DAWATI BINTI SUKARTA 1,000,000
10 MARTINI BINTI ADANG 500,000
11 MTSR BANDUNG RAYA 1 5,994,300
12 NURHOSNA BIN MUSAKKI 828,000
13 KHAMIDAH MARSUI 500,000
14 SITI MARDIYAH 500,000
15 CRISTINI BINTI WANTO 1,500,000
16 SITI MAEMUNAH 1,000,000
17 DIAN SEKARANING PUTRI 1,000,000
18 SIS ADITYA 1,000,000
19 IMAM MUSALIM 1,000,000
20 SUMINAH BINTI ARSADIMEJA 1,000,000
21 RAMA FABIAN PURWANEGARA 750,000
22 SAKIRIN BIN SUMEDI DIKUN 7,000,000
23 WAHID NUR HASAN 1,000,000
24 MTSR PURWOKERTO 8,100,000
25 RSSR PURWOKERTO 829,500
26 RSSR PURWOKERTO 992,500
27 YOHANES APRILIANO DEGA 1,500,000
28 LAYUM 1,000,000
29 ENDANG EKO 500,000
30 RINA BINTI ALMUKOROM 1,000,000
31 IFA FARHANAH 1,140,000
32 MAJALAH TEMBUS LANGIT SEDEKAH ROMBONGAN VOLUME 17 & 18 13,000,000
33 RSSR MALANG 10,771,846
34 RSSR MALANG 4,546,600
35 BAYI NYONYA INDRA ROSUNAWATI 6,725,000
36 PADI BIN SAKIP 500,000
37 MUHAMMAD ROSYIKUL ILMI 1,000,000
38 RIZKI IKMALA 800,000
39 ADIDA TEGUH PRATAMA 802,000
40 JUMA’AH BIN MISRA 692,000
41 ACE HARISKI 684,000
42 LUSIANI BINTI SIKAN 500,000
43 SANTUNAN AL QUR’AN MASJID NURUL MAJIDIYAH 1,634,000
44 KHITAN MASSAL DAN SANTUNAN 2,500,000
45 BUNA BINTI HALIL 800,000
46 SANTUNAN AL QUR’AN MUSHOLA P.FAT 1,140,000
47 MUSHOLA NURUL HUDA 2,700,000
48 MUSHOLA AL KARIMI 2,034,000
49 HELMIATUS SOLEKAH 735,000
50 DIAH NUR SAFITRI 730,000
51 RYAN NOER SANTIA 500,000
52 KASWI BIN KALIL 500,000
53 RETVI ARSNTI 560,000
54 RSSR JOGJA 8,454,140
55 MTSR JOGJA 3,146,374
56 MTSR JOGJA 4,120,374
57 RSSR JOGJA 19,000,121
58 RSSR JOGJA 2,704,500
59 SUWARSIH BINTI SUJONO 1,065,000
60 ISWAHYUDI BIN SYAID 750,500
61 ABDUL FATAH 900,803
62 MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN 937,500
63 MAYA SOFIANAH 1,173,000
64 MUHAMMAD ALI 898,000
65 SONI ISRA ISTAIN 500,000
66 SUCI RAMADANI 553,500
67 SUKARTINI BINTI SULOYO 2,366,750
68 SUPAR BINTI DASMO 500,000
69 TITIK RACHMAWATI 1,172,500
Total 146,881,808

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 146,881,808,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1012 ROMBONGAN

Rp. 51,627,310,303,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.