Rombongan 1011

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on June 13, 2017

RISKI BIN AMRIL (15, Kanker Tulang). Alamat : Gang Horas, RT 3/6, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Saat masih kecil, Riski pernah terjatuh keras dalam posisi terduduk namun orang tuanya tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya setelah kejadian tersebut. Lima bulan terakhir kondisi tulang pangkal paha Riski semakin parah hingga ia mengalami kesulitan berjalan. Kakinya semakin mengecil, badannya semakin kurus hingga seperti tulang yang berbalut kulit, pangkal paha kirinya pun membengkak sebesar bola. Orang tuanya lalu membawa Riski berobat ke RS Efarina di Pangkalan Kerinci. Dokter di RS Efarina kemudian merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Dokter di RSUD Arifin Achmad mendiagnosis Riski menderita Osteosarkoma atau kanker tulang pada tulang pangkal paha kirinya dan merujuknya ke RSCM Jakarta. Riski tinggal dengan ayahnya, Amril, yang bekerja sebagai pedagang kain keliling dengan penghasilan tidak tetap, dan ibunya, Rosita, yang seorang ibu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 4×10 dengan 1 kamar yang menampung 6 orang anggota keluarga. Selama pengobatan Riski menggunakan BPJS kelas 3, namun keluarga tetap mengalami kendala biaya transportasi berobat ke RSCM Jakarta karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun mereka masih mengalami keterbatasan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Riski dan menyampaikan santunan untuk membantu keluarga dalam biaya akomodasi dan pembelian tiket agar Riski dapat berobat ke Jakarta. Saat ini Riski telah tinggal di RSSR Jakarta dan masih berobat secara rutin di RSCM Jakarta. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Riski dan keluarga selama ia menjalani pengobatan di Jakarta. Semoga kondisi Riski dapat membaik dan ia segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin. Bantuan Riski sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @nhpita Habibie @harji_anies

Riski menderita kanker tulang


RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN (1, Kembar Kelahiran Prematur). Alamat : Jln. Suka Karya, Gg. Iman, RT 1/2, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi kembar dari pasangan Noviarman (26) dan Fitriandayani (23) ini lahir pada 12 Oktober 2016 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi prematur. Syukurlah kondisi keduanya sehat, hanya berat badannya saja yang masih kurang proporsional sehingga masih harus dirawat dalam inkubator di ruangan PICU. Untuk kebutuhan ASI si kembar, setiap harinya Ibu Fitri harus bolak-balik dari rumah ke RSUD karena ia belum sanggup menunggui bayinya di RSUD dengan kondisi yang masih belum pulih pasca operasi caesar. Selain itu, keluarga ini tidak memiliki biaya bila sehari-hari harus tinggal di RSUD. Kondisi perekonomian keluarga ini sangat sulit dengan pekerjaan Pak Noviarman sebagai buruh angkut gudang yang berpenghasilan terbatas, serta Ibu Fitri yang kadang membantu dengan mengajar di TK di dekat rumahnya. Keduanya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan ibu, adik, dan kakak Ibu Fitri yang seorang janda dengan 4 orang anak. Pasangan ini merupakan tulang punggung keluarga besar mereka. Bapak Noviarman sendiri sudah diberikan SP 1 dari tempatnya bekerja karena sudah melebihi batas ijin yang diberikan perusahan untuk mengurus bayi kembarnya. Sejak 14 Oktober 2016 yang lalu, keluarga sudah meminta pihak RSUD agar kedua bayinya bisa dibawa pulang karena sudah kehabisan biaya. Mereka bahkan bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka yang bertanggung jawab penuh atas kepulangan kedua bayinya yang berdasarkan permintaan keluarga dan bukan atas rekomendasi dokter. Pihak RSUD masih belum dapat melepas keduanya karena berat badan si kembar belum mencapai 2 kg, bahkan keduanya belum bisa minum ASI sendiri dan masih melalui selang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Noviarman dan menjadikan si kembar sebagai pasien dampingan #SR Riau. Alhamdulillah si kembar telah diperbolehkan pulang dengan kondisi sehat, namun keluarga terkendala tagihan rumah sakit yang harus dibayar sebanyak 23 juta rupiah. Sedekah Rombongan pun merasakan kesulitan mereka dan memberikan bantuan lanjutan untuk membayar tagihan dengan cara mencicil di RSUD. Bantuan pembayaran RS dibayarkan Sedekah Rombongan untuk membantu keluarga si kembar pada RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Santunan pembayaran sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita Tika @ekow_uwal

Kembar kelahiran prematur


BAYI NY. LAILA NIKA (1, Gangguan Pertumbuhan Janin). Alamat  : Jl. Merpati Indah Perum Merpati Indah, Blok L No. 9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tanggal 26 Desember 2016, Ibu Laila merasakan tanda-tanda akan melahirkan sehingga keluarga membawanya RS Tabrani di Pekanbaru. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Ibu Laila sudah mengalami pembukaan 2. Oleh pihak RS Tabrani, keluarga disarankan membawa Ibu Laila ke RSUD Arifin Achmad dan melakukan persalinan di sana untuk meminimalisir biaya. Ibu Laila Nika belum memililki jaminan kesehatan apapun sehingga keluarga harus membayar biaya persalinan, apalagi persalinan tersebut akan dilakukan secara caesar mengingat bayi yang dikandung Ibu Laila adalah bayi kembar. Alhamdulillah, Ibu Laila melahirkan bayi kembar di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan berat badan masing-masing 1.7 kg dan dirawat di ruang NICU, bayi kembarnya lahir dengan berat normal 2.2 kg. Orang tua si kembar yaitu Hendri Subandri (35) bekerja sebagai butuh bangunan dan Laila Nika (33) adalah ibu rumah tangga. Pak Hendri dan Ibu Laila menempati rumah kontrakan mereka yang sederhana di daerah Pekanbaru. Penghasilan yang diperolehnya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Total biaya yang harus dibayarkan keluarga Ibu Laila untuk perawatan si kembar selama dirawat di RS yaitu sebesar Rp. 6.429.244 dan tentunya hal ini sungguh memberatkan keluarga karena mereka tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Laila Nika dan dapat membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad secara mengangsur. Santunan awal pun disampaikan untuk membayar cicilan biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan bayi kembar semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @sulistyaone

Gangguan pertumbuhan janin


AWALUDIN NASUTION (41, Kecelakaan Kerja). Alamat : Perumahan Primkopad, Blok F 12, RT 3/13, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada 29 September 2016, Pak Awaludin jatuh dari ketinggian di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Kondisinya saat itu tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa oleh mandornya ke Eka Hospital Pekanbaru, yang merupakan rumah sakit terdekat pada saat itu. Kondisi Pak Awaludin yang parah membuat dokter langsung mengambil tindakan operasi kepalanya yang mengalami keretakan, natinya akan dilanjutkan dengan operasi batang hidungnya yang retak serta operasi pada kakinya yang patah. Setelah operasi dilakukan, baru diketahui bahwa Pak Awaludin memiliki jaminan KIS PBI namun sayangnya mandor mendaftarkannya sebagai pasien umum kelas 3. Awalnya mandor tersebut yang menjadi penjamin dan memberikan deposit untuk operasi kepala Pak Awaludin, namun ketika biaya rumah sakit mencapai 37 juta rupiah dan Pak Awaludin masih harus menjalani perawatan, akhirnya mandor tersebut tidak lagi membantu pembayaran biaya rumah sakit. Biaya rumah sakit selanjutnya dibebankan kepada Pak Awaludin dan keluarga, sehingga mereka harus membayar sendiri kekurangan biayanya. Pada 7 Oktober 2016, Pak Awaludin sudah bisa pulang karena kondisinya membaik meski batang hidung dan kakinya masih belum dioperasi. Keluarga tidak mampu melunasi sisa tagihan sebesar 50 juta rupiah sehingga ia belum diperbolehkan pulang. Pak Awaludin bekerja sebagai tukang bangunan harian dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan istrinya, Ranita (30), adalah ibu rumah tangga. Keluarga ini memiliki tanggungan 4 orang anak yang masih kecil. Sebagai tukang bangunan harian, penghasilan Pak Awaludin sangat terbatas dan tidak tetap. Apalagi tahun ini ia jarang mendapat panggilan pekerjaan, sehingga keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Keluarga sudah berusaha mengalihkan Pak Awaludin dari pasien status umum agar bisa menggunakan KIS PBI selain berusaha mencari pinjaman untuk dapat melunasi pembayaran rumah sakit. Alhamdulillah kurir  Sedekah Rombongan mendapatkan info tentang kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Awaludin dan langsung bergerak menjenguknya ke Eka Hospital.  Selang beberapa hari kemudian, kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa BPJS bersedia membantu Pak Awaludin sebesar 16 juta rupiah, hingga tersisa biaya rumah sakit sebesar 34 juta rupiah lagi yang harus dibayarkan. Setelah Sedekah Rombongan melakukan proses negosiasi dengan rumah sakit, alhamdulillah mendapatkan keringanan sehingga tagihan menjadi menjadi Rp. 24.018.000,-, pembayaran juga dapat dibayarkan secara berangsur selama 10 bulan hingga lunas. Alhamdulillah Sedekah Rombongan membayarkan jaminan pembayaran biaya RS Pak Awaludin di Eka Hospital hingga lunas nanti secara mengangsur sehingga ia bisa pulang ke rumahnya. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santuan untuk cicilan pembayaran RS Pak Awaludin bulan April 2017. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.401.800,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Dede Rini

Pak Awaludin menderita kecelakaan kerja


ANDI AHMAD FADHILLAH (11, Autis). Alamat : Jl. Singgalang 3, RT 1/9, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Fadil adalah anak dari almarhum Pak Darwis dan Ibu Anis. Almarhum Pak Darwis meninggal dunia pada tahun 2006 saat Fadil masih berumur 11 bulan. Fadil adalah anak berkebutuhan khusus, dengan diagnosa autis yang perilakunya cenderung hiperaktif. Mengingat kondisi Fadil yang memerlukan perhatian khusus, Bu Anis berhenti berjualan agar bisa menjaga dan merawat anaknya. Fadil sempat menjalani terapi dan mengonsumsi obat untuk mengurangi kondisi autis yang dideritanya, namun karena keterbatasan biaya ia berhenti terapi dan tidak ada satu pun obat yang ia konsumsi sekarang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fadil dan keluarga hanya bisa berharap dari pemberian neneknya dan belas kasihan tetangga. Fadil kini bersekolah di sekolah luar biasa di Jl. Hangtuah Pekanbaru. Namun Fadil tidak bisa setiap hari berangkat ke sekolah, karena tempat sekolahnya yang jauh. Sedangkan ibunya tidak memiliki dana untuk mengantar jemput Fadil ke sekolahnya. Saat Fadil tidak berangkat sekolah, hanya ibunya yang mengajar ia membaca dan menulis di rumah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Fadil dan keluarganya, bantuan pun disampaikan kepada Fadil agar dapat ia gunakan untuk membeli beberapa keperluan sekolah serta uang transportasi yang ia gunakan untuk bersekolah. Semoga Fadil tetap terus semangat dalam menimba ilmu hingga ia lulus nanti. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 979.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 Mei  2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @karin_lathief

Andi menderita autis


ALIFA NASIHA (1, Kelahiran Prematur Spontan). Alamat : Jalan Damai, RT 3/8, Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Alifa lahir dengan kondisi prematur; semua organ tubuhnya masih belum berkembang dengan sempurna terutama jantung dan paru-paru. Pada saat ini bayi Alifa masih mengalami kesulitan untuk bernapas dan berat badannya belum cukup memadai untuk keluar dari ruang inkubator. Bayi Alifa lahir dari pasangan Bambang (31) dan Suryana (25). Pada masa kehamilan usia 3 bulan, Ibu Suryana mengalami pendarahan dan ia langsung dibawa berobat ke klinik terdekat hingga perdarahan terhenti. Tiga bulan kemudian terjadi pendarahan lagi yang berlangsung selama 3 hari sehingga keluarga langsung membawanya ke RSIA Eria Bunda dan pihak rumah sakit menyarankan untuk langsung dirawat inap. Dalam hitungan jam Ibu Suryana mengeluarkan darah dan lendir sehingga dokter pun berencana merujuknya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan pertimbangan peralatan di RSUD lebih lengkap. Saat proses rujukan sedang diurus dan belum berangkat ke RSUD, ternyata kepala bayi sudah keluar sehingga Ibu Suryana tidak susah payah untuk melahirkan. Bayi lahir dengan proses kelahiran normal hanya dalam waktu 10 menit. Akhirnya Alifa lahir dalam kondisi prematur dengan usia kandungan hanya 6,5 bulan dengan berat badan 1,35 kg. Bayi Alifa langsung dibawa masuk ke ruang inkubator dan dipasang selang untuk membantunya bernapas karena jantung dan paru-parunya belum berfungsi dengan sempurna. Dokter yang merawatnya menyarankan pihak keluarga untuk membeli susu formula agar berat badan Alifa bisa lebih cepat bertambah, namun keluarga mengalami kesulitan karena penghasilan ayah Alifa yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat kecil hanya dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga ini. Keluarga Alifa merupakan pendatang baru di Pekanbaru sejak bulan April 2016. Rumah yang mereka tinggali saat ini pun adalah gudang proyek bangunan yang dimiliki oleh pemilik proyek tempat ayah Alifa bekerja. Di gudang tersebut ayah Alifa sekaligus ditugaskan untuk menjaga barang-barang yang ada di gudang tersebut. Selama Alifa dirawat di RSIA Eria Bunda, ia terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Dokumen yang diperlukan untuk membuat Jamkesda masih dalam pengurusan karena keluarganya yang baru saja berdomisili di Pekanbaru. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Alifa dipertemukan dan menjadikannya pasien dampingan SR Riau. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembelian susu formula agar berat badan Alifa bisa cepat bertambah. Alhamdulillah kondisi Alifa saat ini sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun keluarga tetap terkendala dengan tunggakan biaya RS selama Alifa masih dalam perawatan intensif di RSIA Eria Bunda. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu cicilan pembayaran biaya RS Alifa hingga lunas nanti. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 Mei  2017
Kurir : @nhpita Irni Icang Rini @sulistyaone

Alifa menderita kelahiran prematur spontan


TIRTA SATRIA (24, Suspek Tumor Testis). Alamat : Jl. Bahorok, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Tirta berawal sejak setahun belakangan ini, yaitu saat testis Tirtamengalami bengkak. Awalnya ia tidak terlalu merasakan sehingga dibiarkan saja. Namun satu bulan terakhir ini Tirtatidak bisa BAB dan testisnya semakin bengkak. Padahal dalam kesehariannya, ia tetap makan seperti biasa dan perutnya tidak membesar. Awalnya dokter mendiagnosa bahwa Tirta menderita penyakit usus buntu, namun setelah pemeriksaan lebih lanjut merujuk dari hasil laboratorium, EKG dan rontgen, ternyata ia menderita suspek tumor testis. Atas diagnosa tersebut, ia harus dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru agar dapat ditangani secara lebih intensif. Ayah Tirta, Poniman (47), bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Nurlela (40), adalah seorang ibu rumah tangga. Tirta sendiri sudah berkeluarga dengan tanggungan istri dan satu orang anak. Saat ini, Tirta tidak bekerja lagi karena sudah lebih dari enam bulan terkena pengurangan karyawan di perusahaan tempatnya dulu bekerja. Biaya pengobatan Tirta dikenai biaya umum, karena JKN-KIS NON PBI kelas 3 yang ia miliki baru dibayar tunggakannya dan belum bisa digunakan saat itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Tirta dan dapat merasakan kesulitan yang dihadapi Tirta dan keluarga. Santunan pun kemudian disampaikan untuk membayar biaya RS selama ia dirawat inap. Alhamdulillah, kondisi Tirta mulai membaik namun ia tetap wajib kontrol dan rutin minum obat dari RSUD Duri. Namun sayangnya takdir Allah berkata lain, Tirta harus menyerah dengan penyakitnya dan berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 25 April 2017. Smg almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 966.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  25 April 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Supriyadi

Tirta menderita suspek tumor testis


HIDAYAT BIN ASEP DARMAWAN (21, Infeksi Paru-Paru). Alamat Jl. Rambutan, RT 2/1, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 9 Januari 2017, Hidayat (Dayat) merasakan sakit di dadanya lalu keluarga membawanya berobat ke klinik Dokter Deni. Dari hasil pemeriksaan dokter menyarankan Dayat untuk melakukan rontgen di RS Thurshina Duri. Dari hasil rontgen diketahui ada cairan yang mengendap di paru-paru Dayat. Dokter Deni kemudian merujuk Dayat ke RSUD Duri. Berdasarkan hasil rontgen tersebut, tim dokter RSUD Duri memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pengeluaran cairan paru-paru Dayat. Alhamdulillah pada tanggal 10 Januari 2017 Dayat menjalani operasi penyedotan cairan paru-paru. Namun setelah beberapa hari, Dayat mengeluh merasakan kesakitan dan sesak nafas. Dokter pun melakukan penarikan selang yang ternyata terlalu panjang masuk ke dalam dada. Pada tanggal 30 Januari 2017 akhirnya dilakukan operasi ulang karena telah terjadi infeksi di paru-paru Dayat. Sebelum sakit, Dayat bekerja sebagai buruh pembuat lemari kaca dan diupah berdasarkan banyaknya lemari yang terjual. Orang tua Dayat, Yuniar (51), adalah orang tua tunggal yang bekerja sebagai buruh harian setrika yang upahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Selama menjalani pengobatan di rumah sakit, Dayat tercatat sebagai pasien umum dikarenakan JKN-KIS PBI Dayat belum aktif dan kondisi ini sangat membebani Ibu Yuniar. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dayat dan turut merasakan kesulitan yang mereka hadapi. Dayat insyaa Allah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan selama masa pengobatannya. Santunan awal pun telah disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Dayat selama ia dirawat inap dengan status pasien umum di RSUD Duri. Alhamdulillah kondisi Dayat berangsur membaik meskipun ia masih harus menjalani kontrol teratur setiap bulannya. Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan untuk membantu pelunasan biaya RS Hidayat selama terdaftar sebagai pasien umum di RSUD Duri. Semoga Dayat segera diberikan kesembuhan dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.700.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Dayat menderita infeksi paru-paru


M. VICKY AL GHAZALI (2, Suspek Hidrosepalus). Alamat : Jl. Gaya Baru Gg. Setia, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tanggal 4 Februari 2017, Al mengalami demam tinggi dan muntah-muntah dan kakek Al membawanya ke tukang urut. Namun setelah diurut, kondisi Al makin lemas bahkan sering kejang ringan. Karena kondisinya makin lemah dan hilang kesadaran, pada tanggal 8 Februari Al dibawa ke IGD RSUD Duri. Dokter pun bergerak cepat dan mengambill tindakan dengan melakukan cek darah serta CT Scan. Hasil CT Scan menunjukkan adanya cairan di kepala dengan volume yang cukup banyak dan Al didiagnosa menderita suspek hidrosepalus. Berdasarkan diagnosa tersebut, dokter mengambil tindakan tindakan penyedotan untuk mengeluarkan cairan di rongga dada dan memberikan bantuan oksigen. Selama dirawat di RSUD Duri, Al berstatus pasien umum karena pengurusan JKN-KIS PBI keluarga Al masih terhambat di perubahan Kartu Keluarga. Sejak orang tua Al berpisah saat usianya masih 5 bulan, Al dan kakaknya hidup bersama ayahnya. Perekonomian keluarga semakin sulit saat ayah Al terkena dampak pengurangan karyawan di toko tempat kerjanya, sehingga saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan kakek Al yang bekerja sebagai tukang parkir dengan penghasilan yang tidak tetap. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Al dan keluarganya dan ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh mereka. Insyaa Allah Al menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan yang akan terus dibantu pengobatannya. Santunan awal pun disampaikan untuk membantu pembayaran biaya RS hingga lunas nantinya, agar Al dapat terus berobat sampai ia sembuh. Namun sayangnya takdir berkata lain, pada tanggal 16 Februari 2017 Al kembali ke pangkuan Allah. Meskipun demikian, Sedekah Rombongan tetap membantu pelunasan biaya RS Vicky di RSUD Duri selama ia dirawat sebagai pasien umum. Alhamdulillah bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Dewi

Vicky menderita suspek hidrosepalus


BAIHAKI BIN YAYAN SOPIAN SYAIR (7, Radang Otak + Radang Paru-Paru). Alamat : Jalan Siak, RT 2, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau. Saat anak-anak lain sudah berlari-lari kecil dengan riang di usia 2 tahun, hal itu tidak dialami oleh Baihaki karena di usia tersebut ia bahkan belum dapat berjalan. Bahkan di usia 3 tahun, Baihaki sering mengalami kejang-kejang yang berdampak tulang rusuknya terlihat menonjol. Hasil pemeriksaan dokter di RSUD Dumai menyatakan bahwa ia didiagnosa terkena radang otak. Semenjak diagnosa tersebut hingga kini, Baihaki menjalani rawat jalan dan terkadang ia harus menjalani rawat inap saat kondisi kesehatannya menurun. Empat tahun yang lalu keluarga Baihaki memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan yang lebih layak karena rumah kontrakan sebelumnya dirasa tidak cukup layak dengan kondisi kesehatan Baihaki. Dengan kondisi rumah yang lebih layak ini, ayah Baihaki harus mengeluarkan biaya sewa lebih besar yaitu Rp. 600.000,- per bulan, padahal penghasilan Ayah Baihaki yang bekerja sebagai buruh lepas tidak tetap setiap bulannya. Sungguh istimewa ujian yang Allah subhanahu wa ta’ala beri pada Baihaki dan keluarga. Ujian pun kembali dihadapi keluarga ketika bulan Februari 2017 lalu hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium Baihaki menunjukkan bahwa ia terkena radang paru-paru dan radang tenggorokan. Sejak itu Baihaki semakin sering bolak-balik masuk rawat inap di RSUD Dumai dengan kondisinya yang hanya bisa berbaring dan mengonsumsi bubur dan susu. Alhamdulillah biaya perawatan Baihaki di rumah sakit sudah ditanggung JKN-KIS Non PBI kelas 3 sehingga dapat meringankan beban keluarga. Sedekah Rombongan merasakan bagaimana perjuangan Baihaki serta keluarga untuk menjemput kesembuhan. Titipan langit dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama Baihaki dirawat di rumah sakit. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesembuhan untuk Baihaki. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  6 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid

Baihaki menderita radang otak + radang paru-paru


IMAM KAYADI (11, Patah Tangan Kiri). Alamat : Desa Jumrah, RT 10/5, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Suatu sore saat Imam bermain bersama kawan-kawannya, ia terpeleset ketika sedang memanjat pohon manggis sehingga tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saat itu juga orang tuanya membawa ke puskesmas terdekat namun pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi Imam sehingga ia dirujuk ke RSUD Bagansiapi-api. Namun dokter di RSUD Bagansiapi-api sedang berhalangan hadir sehingga ia dirujuk lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Imamlangsung dibawa ke bagian Radiologi untuk rontgen dan dokter mendiagnosanya mengalami patah tulang di tangan kiri dan tangan kanan mengalami retak. Saat kurir Sedekah Rombongan menjumpai Imam dan keluarganya di RS, kondisi Imam masih belum bisa bergerak aktif karena ia baru saja selesai dioperasi. Selama dirawat di RSUD, Imam terdaftar sebagai pasien umum karena keluarganya tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Ayah Imam, Aswan (36), bekerja sebagai buruh tani sawit di perkebunan orang, sedangkan ibunya, Mella (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Untuk biaya makan sehari-hari di RSUD keluarga mendapatkan bantuan dari keluarga mereka. Keluarga mengalami kesulitan untuk membayar biaya RS Imam selama ia dirawat karena penghasilan ayah Imam hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk pembayaran RS Imam di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Imam semakin membaik dan ia dapat beraktivitas seperti sediakala. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita @rusdiyantik Rina

Imam menderita patah tangan kiri


MAHYUNIS BIN BOYOK (65, Jantung + Darah Tinggi + Katarak). Alamat : Jl. Jenderal Sudirman, Gg. Jambu no. 32, RT 16, Bintan Dumai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Pak Mahyunis mengidap penyakit jantung sudah sejak 2 bulan terakhir, sedangkan darah tinggi yang diderita sudah sejak 15 tahun dan gangguan katarak pada matanya sudah dialami sejak 2 tahun yang lalu. Karena berbagai komplikasi penyakit yang dideritanya, Pak Mahyunis sudah tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat. Namun Pak Mahyunis tidak pernah dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pengobatan, padahal Pak Mahyunis sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Non PBI kelas 3 karena terkendala biaya transportasi. Istri Pak Mahyunis, Endri Fazni (62), adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus Pak Mahyunis yang sering sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja lagi karena kondisinya yang sudah lemah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Mahyunis dan bantuan disampaikan untuk membantu biaya transportasi agar ia dapat kembali berobat. Semoga kondisi kesehatan Pak Mahyunis semakin membaik dan ia sehat kembali seperti sediakala. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @nhpita @jangajid

Pak Mahyunis menderita jantung + darah tinggi + katarak


ARIFIN AHMAD (1, Usus di Luar Perut). Alamat : Kampung Damai HTI, Desa Suka Ramai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bayi Arifin lahir pada tanggal 20 Februari 2017 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dengan kondisi usus yang berada di luar perut. Arifin adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdian Saputra (34) yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit dengan penghasilan yang tidak menentu dan Suprapti (33) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Dengan kondisinya yang memprihatinkan, Arifin harus menjalani beberapa kali operasi ke depannya agar kondisi ususnya bisa normal kembali. Saat ini ia masih dirawat di ruang Neonatus RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah menjalani operasi keduanya. Operasi pertama telah dilakukan tidak lama setelah ia lahir dengan status pasien umum karena saat itu keluarga belum memiliki jaminan kesehatan apapun, sehingga keluarga menunggak biaya RS untuk biaya kelahiran dan biaya operasi Arifin. Alhamdulillah saat ini keluarga telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI sehingga biaya pengobatan Arifin telah ditanggung pemerintah. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya akomodasi sehari-hari selama mereka menunggu Arifinyang masih dirawat di RSUD. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arifin dan dapat menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di RS serta membayarkan cicilan biaya RS selama Arifin dirawat dengan status pasien umum. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan keluarga dan Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhpita Otri @asynulzumarti @hermanwaesyah

Arifin menderita usus di luar perut


GUNA IBMAWAN (14, Patah Tulang Kaki). Alamat : Desa Sekijang RT 1/4, Kecamatan Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Minggu, 31 Juli 2016, pukul 17.15 WIB, Guna diminta orang tuanya untuk membeli air galon isi ulang. Ia pun pergi ke toko terdekat dengan mengendarai motor bersama adiknya. Sore itu lalu lintas ramai dari arah Pekanbaru ke Kerinci. Ketika sampai di belokan persimpangan rumahnya, ia perlahan-lahan mengarahkan motor untuk belok ke kanan, namun tiba-tiba ada motor melaju kencang melewati mobil persis di belakang motor Guna. Posisi motor Guna yang sudah mulai belok langsung dihantam motor tersebut dan menabrak kaki kanan Guna. Motor Guna terjatuh dan adiknya terlempar hingga terkilir. Guna yang saat itu sudah tidak dapat menggerakan kakinya langsung dibawa oleh warga menggunakan ambulan desa ke RSUD Pekanbaru untuk ditangani lebih lanjut. Hingga kini Guna telah menjalani operasi tulang bertahap pada kakinya sebanyak 3 kali. Ia akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit pasca menjalani fisioterapi setelah kondisinya benar-benar pulih. Alhamdulillah Guna menggunakan Jamkesmas selama berobat di RSUD sehingga ia bebas dari segala biaya pengobatannya, namun keluarga tetap mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya akomodasi sehari-hari selama Guna dirawat di RSUD. Kehidupan keluarga Guna yang sangat terbatas tidak cukup untuk menanggung biaya hidup mereka di rumah sakit. Ayah Guna, Kariono (50), bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak tetap, sedangkan ibunya, Sri Mulyani (43), adalah seorang ibu rumah tangga yang setia mendampingi Guna. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Guna dan hingga kini Gunamenjadi pasien dampingan SR Riau hingga ia benar-benar pulih dari operasinya. Selama menjalani kontrol rawat jalan dan operasi lanjutan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Guna dan ibunya tinggal di RSSR Riau. Namun setelah menjalani beberapa kali operasi kondisi tulang Guna belum juga pulih seutuhnya, sehingga dokter RSUD Pekanbaru merujuknya ke RS Prof Suharso di Solo untuk melanjutkan proses pengobatan tulangnya tersebut. Alhamdulillah saat ini Guna sudah berada di RSSR Solo dan santunan diberikan untuk membantu biaya akomodasi Guna dan ibunya selama berada di Solo. Semoga kondisi Guna segera pulih dan ia segera bisa beraktivitas kembali seperti biasa, aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @nhpita Ragiel Anis

Guna menderita patah tulang kaki


SOFA USAMAWATI (19, Tumor Jinak di Kepala). Alamat:  Jl. Limbungan, RT 1/5, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Riwayat penyakit Sofa bermula sejak ia berada di bangku SMP kelas 3, saat itu penglihatan Sofa mulai kabur dan pandangan sudah tidak jelas. Namun karena sibuk dengan berbagai tugas sekolah dan persiapan UN ia tidak begitu menghiraukan. Dengan berbagai kesibukannya tersebut, ia juga sering kelelahan hingga sering pingsan. Ibunya membawa Sofa pergi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk kontrol ke dokter mata, tapi tidak ditemukan diagnosis penyakit apapun pada saat itu. Dokter pun hanya memberikan vitamin, namun tetap saja tidak ada perubahan membaik yang dirasakan Sofa. Pendengaran Sofa kemudian juga mulai terganggu sejak kelas 2 SMA dan dokter menyarankan untuk tindakan CT Scan di bagian kepala. Hasil CT Scan menunjukkan adanya benjolan di sekitar kepala. Dokter melakukan tindakan pemasangan selang untuk mengaliri cairan dari kepala ke saluran pembuangan cairan. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui Sofa, ia mudah sekali pusing dan sering emosi. Sejak kedua orang tuanya berpisah, Sofa dan adiknya tinggal bersama ibunya di rumah kontrakannya yang sederhana. Dalam kesehariannya, ibu Sofa yaitu Sumiyati (48) berkeliling menjajakan jamu dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga. Selama ini alhamdulillah ikhtiar pengobatan Sofa ditanggung oleh JKN-KIS PBI, namun keluarga tetap mengalami kendala dalam biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sofa dan dapat merasakan kesulitan Sofa dan keluarganya. Bantuan pun disampaikan kepada Sofa dan keluarga untuk membantu biaya akomodasi Sofa selama berobat di RS. Semoga kesehatan Sofa semakin membaik dan ia dapat terus melanjutkan sekolahnya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir: @nhpita @robyparm @ekow_uwal @hermanwaesyah @karin_lathief

Sofa menderita tumor jinak di kepala


FARIDA ANUM (37, Luka Bakar). Alamat : Jl. Lili (belakang sekolah Dharma Yudha), Arengka 2, Kelurahan Labuah Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Luka bakar yang diderita Bu Farida berawal dari cekcok antara ia dan suaminya, Hendra Sirait, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Karena tersulut emosi, Bu Faridadisiram bensin oleh suaminya lalu dibakar. Akibat kejadian tersebut, ia menderita luka bakar 33% di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada. Paska kejadian, Bu Farida sempat berobat ke RS Bhayangkara tapi ditolak karena dokter tidak sanggup dan akhirnya berobat ke RS Santa Maria. Di Santa Maria ia sempat mengalami koma selama 1 hari 1 malam dan karena terkendala biaya ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan tercatat sebagai pasien umum karena tidak memilki kartu identitas. Selama dirawat di RSUD ia pun menjalani dilakukan tindakan medis berupa pemeriksaan darah, rontgen dan alhamdulillah akhirnya tindakan operasi pada tanggal 18 April lalu. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di Ruang Anyelir 2 RSUD, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum stabil kondisinya. Dengan statusnya sebagai pasien umum dan tidak memiliki kartu identitas apapun, Bu Farida tidak mampu membayar biaya perawatan dan tindakan operasi yang dijalaninya di RSUD. Sedekah Rombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh Bu Farida dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Bu Farida segera pulih dan ia dapat menjalani kembali aktivitasnya dengan baik. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 1009.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah

Bu Farida menderita luka bakar


WIWIT MARIANTI (16, Dhuafa). Alamat : Desa Marga Mulya, RT 1/1, Dusun Bukit Rindang, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sudah sejak lama orang tua Wiwit berpisah dan sejak itu lah ia dan adiknya ikut bersama sang ibu. Ayah Wiwit tidak pernah menafkahi kebutuhan keluarga dan juga tidak diketahui keberadaannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya serta ibu dan adiknya, sepulang dari sekolah Wiwit bekerja sebagai buruh setrika baju dari rumah ke rumah tetangganya dengan upah Rp. 100.000,- hingga Rp. 150.000,- per bulan. Wiwit yang saat ini duduk di kelas 3 SMP memerlukan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya yang banyak, belum lagi kebutuhan sekolah adiknya yang masih duduk di kelas 5 SD. Upahnya menyetrika belum mampu mencukupi biaya hidup sehari-hari keluarga dan biaya sekolah. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Wiwit dan bantuan dari sedekaholics digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesabaran dan kemudahan untuk kehidupan Wiwit sekeluarga. Aamiin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @nhpita Lendriani

Wiwit seorang dhuafa


NGATINO BIN TOMO KARYO (71, Dhuafa). Alamat : Dusun Bumi Raya, RT 3/2, Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Pak Ngatino adalah seorang petani dan penderes karet yang bekerja di kebun orang. Sehari-harinya beliau bekerja tanpa mengeluh untuk bisa membiayai hidup dan memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Pak Ngatino hidup bersama istrinya, Sulartini (57), yang selalu setia menemani beliau dengan kesehariannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Melihat kondisi keluarga Pak Ngatino yang masih dalam keterbatasan, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan sulitnya kehidupan yang selama ini dijalani beliau bersama istrinya. Alhamdulillah, bantuan berupa sembako tunai titipan dari sedekaholics pun disampaikan kepada keluarga ini. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan kehidupan keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nhphita Pifin @karin_lathief

Pak Ngationo seorang dhuafa


SUGITO BIN SURATMIN (56, Lymphoma Hodgkin Disease). Alamat : Dusun Sinar Sari, RT 1/1, Desa Trisinar, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Semua bermula sekitar tahun 2012 muncul benjolan kecil di sekitar leher Pak Gito. Pak Gito lalu memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat dan disarankan ke dokter spesialis. Beberapa kali benjolan tersebut di operasi tetapi kembali muncul sampai pengobatan berlanjut hingga RS Mardi Waluyo hingga RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruhi Pak Gito didiagnosis Lymphoma Hodgkin Disease yang lebih dikenal dengan tumor ganas kelenjar getah bening serta disarankan untuk kembali operasi. Pada 1 Januari 2015, Pak Gito dioperasi di bagian leher kanannya. Seiring waktu berjalan leher kanan Pak Gito kembali membengkak, untuk itu Pak Gito dirujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Dan langsung dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Istrinya, Warsini (52) yang setia menemani Pak Gito selama berobat di Jakarta. Selama berobat Pak Gito menggunakan JKN-KIS Mandiri kelas III. Pak Gito masuk dalam pengawasan sebagai pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Pak Gito mulai menjalani kemoterapi. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan biaya hidup selama menjalani pengobatan di Jakarta. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @untaririri

Pak Sugito menderita lymphoma hodgkin disease


ANDI NAWAWI (26, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Karang Rejo, RT 4/1, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Andi merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Pada tahun 2012, Andi sering mengkonsumsi minuman energy drink saat lembur kerja dan jarang mengkonsumsi air putih. Kemudian lama-kelaman muncul keluhan lemas, badan membengkak, dan perut membuncit. Oleh keluarga, Andi dibawa berobat ke mantri dan dokter setempat. Setelah diberi obat, keluhan berkurang. Namun sebulan kemudian, Andi dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro, yang hasil diagnosanya adalah Gagal Ginjal. Dan harus dilakukan tindakan hemodialisa atau cuci darah. Namun karena jumlah peralatan hemodialisa di RSAY terbatas, Andi dirujuk ke RS Abdul Moeloek Bandar Lampung untuk menjalani cuci darah rutin. Setelah 1,5 tahun Andi  dikembalikan ke RSAY untuk menjalani cuci darah. Cuci Darah yang dilakukan Andi sebanyak 2 kali seminggu sampai saat ini. Andi dirawat oleh ayahnya, Suparmin (50) yang bekerja sebagai petani, dan ibunya, Tursini (48) merupakan seorang Ibu Rumah Tangga. Bantuan pun kembali disampaikan meski Andi telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III. Dikarenakn biaya transportasi dan biaya hidup selama pengobatan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 938. Semoga bantuan yang disampaikan dan menjadi manfaat bagi Andi dan menjadi berkah bagi sedekaholics. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @m_yani @sitiaminah886 @sayasepti

Andi menderita gagal ginjal


BILLY PRATAMA GUNAWAN (17, Rabdiosarcoma). Alamat : Jl. Selagai No. 6, RT 4/2, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Billy adalah siswa SMK yang duduk dikelas XI. Pada awal bulan Maret 2017, hidung Billy mengeluarkan darah yang mengalir atau yang lebih dikenal dengan mimisan, awalnya dianggap sebagai mimisan biasa, tetapi mimisan berlangsung lama dan ketika berhenti akan kembali mimisan dengan jarak waktu hitungan jam, khawatir dengan kondisi Billy keluarga membawa Billy ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro untuk diperiksa, dari awal pemeriksaan dokter sudah mencurigai adanya kanker, yaitu rabdiosarcoma atau yang lebih dikenal dengan kangker jaringan lunak. Lalu  Billy di rujuk ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung untuk memastikan. Billy pun bertemu dengan dokter THT, dan diagnosis yang diberikan sesuai dugaan dokter di RSAY. Billy pun disarankan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Gatot Subroto Jakarta. Semenjak ibunya meninggal Billy tinggal dengan kakek dan neneknya yang bekersa sebagai tukang cukur. Sedangkan ayahnya, Hendri Gunawan (45) yang bekerja serabutan meski tak tinggal serumah masih memperhatikan Billy. Sehingga seringkali meninggalkan pekerjaan. Penghasilan Pak Hendri menurun hingga ketika mendapatkan rujukan ke RS Gatot Subroto mengalami kebingungan untuk biaya transportasi dan juga akomodasi. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini sekaligus menyampaikan bantuan untuk keperluan trasportasi dan akomodasi pengobatan ke RS Gatot Subroto Jakarta. Semoga apa yang disampaikan menjadi manfaat, baik bagi Billy maupun sedekaholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @wirawiry

Billy menderita rabdiosarcoma


DIKI SAPUTRA (19, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun I, RT 3/2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Diki didapati menderita gagal ginjal saat duduk dikelas 8 jenjang SMP, atau sekitar tahun 2010. Diawali saat kegiatan sekolahnya begitu padat. Tetapi Diki sering merasa lelah, dengan perut yang mengeras. Lalu Diki melakukan pemeriksaan mulai dari Puskesmas sampai ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Hasil diagnosanya adalah gagal ginjal dan disarankan untuk melakukan cuci darah secara rutin. Diki melakukan cuci darah di RSAY 2 kali dalam seminggu sampai saat ini. Dan sejak saat itu pula seolah Diki berhenti tumbuh, tubuhnya tidak bertambah tinggi sampai sekarang. Sang ibu, Saniyah (36) yang selalu menemani ketika berobat, ketika ayahnya, Wayan Senen (37) sedang bekerja sebagai buruh pabrik pembuat mi. Ayah dan Ibu Diki merasa terbantu dengan adanya JKN-KIS PBI. Bantuan pun kembali disampaikan untuk meringankan biaya transportasi yang selama pengobatan menjadi pengeluaran rutin keluarga ini. Karena penghasilan yang tidak seberapa dari menjadi buruh hanya tersisa sedikit setelah mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi selalu diusahakan agar Diki terus bisa berobat. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 922. Semoga bantuan yang berasal dari sedekaholics dapat membantu Diki untuk terus menjalani pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @m_yani @ella_bawang @sayasepti

Diki menderita gagal ginjal


IHYA RAMADHANI (14, Truncus Arteriosus). Alamat Jl. Domba No. 47, RT 11/4, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Ihya merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ihya sudah didiagnosis Truncus Arteriosus atau lebih dikenal sebagai Sakit jantung yang langka sejak berusia 3 tahun. Dan sudah 5 tahun terakhir Ihya menjalani pengobatan rutin di RS Harapan Kita. Sampai saat ini Ihya harus minum obat secara rutin. Diperlukan tindakan operasi pada jantungnya, tetapi sampai saat ini Ihya belum mendapatkan jadwal operasi. Karena masih harus terus dipantau kondisinya, yang sekarang daya tahan tubuh Ihya terus menurun, tidak lagi dapat berjalan jauh. Ketika letih tubuh Ihya akan membiru dan pucat. Kondisinya saat ini membuat Ihya sering kali meninggalkan sekolahnya untuk sekedar beristirahat di rumah. Orang tua Ihya, Haryya Sakti (45) yang bekerja sebagai tukang servis elektronik yang penghasilannya tak tentu, dan istrinya, Kusni Darty (44) yang berjualan nasi uduk saat pagi hari tidak mencukupi biaya transport untuk terus menerus berobat. Selama berobat ke RS Harapan Kita, Ihya hanya ditemani sang ibu dan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Saat ini Ihya menjalani kontrol di RS Harapan Kita sebulan sekali. Untuk itu bantuan kembali disampaikan untuk transportasi dan biaya hidup saat berobat rutin ke RS harapan Kita. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 978. Semoga Ihya segera mendapatkan jadwal operasi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @sitiaminah886 Dinda

Ihya menderita truncus arteriosus


INDRA BIN SIABUDIN (38, Gagal Ginjal). Alamat : Desa Tejoagung, RT 26/7, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pada tahun 2008 saat Pak Indra bekerja sebagai pegawai swasta di Jakarta. Mulanya Pak Indra merasakan matanya kemerahan dan tekanan darah yang tinggi. Pak Indra pun melakukan pemeriksaan ke Puskesmas setempat. Setelah diperiksa, hasil pemeriksaannya dalah  tekanan darah yang tinggi serta kadar Ureum dan Creatinin yang diatas normal, kemudian dokter mendiagnosis Pak Indra mengalami kerusakan pada ginjal. Kemudian dokter Puskesmas merujuk Pak Indra ke salah satu Rumah Sakit di Bekasi dan disarankan melakukan tindakan hemodialisa atau cuci darah. Pak Indra lebih memutuskan untuk kembali ke Lampung. Pak Indra menjalani perawatan hemodialisa di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung hingga tahun 2010, kemudian dilanjutkan di RS Ahmad Yani Metro secara rutin 2 kali seminggu hingga saat ini. Kini Pak Indra hanya bekerja sebagai buruh meski tidak maksimal. Dan istrinya, Dalisa (34) sebagai Ibu Rumah Tangga. Selama ini pengobatan dan perawatan Pak Indra menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III. Namun, Pak Indra dan keluarga masih mengalami kesulitan baik untuk biaya transportasi dan biaya hidup. Pak Indra pun tinggal menumpang di rumah kakaknya yang bekerja sebagai petani. Pak Indra pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dan bantuan kembali didampaikan untuk membantu biaya transportasi dan biaya hidup. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 957.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @ sitiaminah886 @m_yani @sayasepti

Pak Indra menderita gagal ginjal


KURSINAH BINTI AHYAR (39, Tumor Paru Dextra). Alamat : Dusun 2, RT 1/3, Desa Nambahrejo, Kecamatan Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Awal tahun 2016 Bu Kursinah mengeluh jantung berdebar-debar di sertai lemas dan gemetaran di seluruh badan. Bu Kursinah hanya berobat ke bidan setempat kemudian sembuh dan sakit ini berulang sampai 4 kali selama setahun. Pada saat terakhir Bu Kursinah mengeluh sudah tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan karena sangat lemas dan jantung terasa cepat berdetaknya serta sulit untuk bernapas. Bu Kursinah di bawa ke dokter spesialis penyakit dalam dan dianjurkan untuk dirawat di RS Ahmad Yani (RSAY) Metro tapi karena terkendala biaya maka Bu Kursinah urung melakukannya dan memilih untuk membuat jaminan kesehatan terlebih dahulu. Setelah jaminan kesehatan dapat digunakan Bu Kursinah dirujuk ke RS Mardi Waluyo Metro. Setelah dilakukan rontgen Bu Kursinah dinyatakan menderita Tumor Paru Dextra dan dirujuk ke RSAY Metro. Bu Kursinah kembali dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta. Suami Bu Kursinah, Rubadi (41) hanya bekerja sebagai buruh petani, dan selama Bu Kursinah sakit, ia tidak dapat bekerja karena mendapingi pengobatan istrinya. Selama pengobatan Bu Kursinah menggunakan kartu JKN-KIS Mandiri Kelas III. Bu Kursinah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017. Bantuan kembali disampaikan. Kali ini bantuan digunakan untuk biaya transportasi ke Jakarta dan biaya hidup selama menjalani pengobatan. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 959.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sigitrudianto2 @sayasepti

Bu Kusrinah menderita tumor paru dextra


MISIRAN BIN NGADERUN (46, Gagal Ginjal). Alamat : Dusun I Sidodadi, RT 1/1, Kelurahan Sidodadi, Kecmaatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sekitar tahun 2011 yang lalu Pak Misiran merasakan pinggang yang sakit, perut yang keras kemudian muntah-muntah. Selain itu juga merasa pusing dan susah makan. Lalu Pak Misiran memeriksakan diri ke mantri setempat, tetapi belum ada perubahan. Lalu oleh mantri disarankan untuk periksa lebih lanjut ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah melakukan pemeriksaan, Pak Misiran diagnosis Gagal Ginjal. Untuk pengobatan lebih lanjut Pak Misiran disarankan melakukan cuci darah secara rutin. Jadi, sejak saat itu Pak Misiran rutin melakukan cuci darah di RSAY 2 kali dalam sepekan. Setiap berobat istrinya, Setiyawati (24) setia menemani. Karena sejak menderita gagal ginjal Pak Misiran tidak lagi dapat melakukan pekerjaan, dan sang istri yang mengantikannya dengan menjadi pengasuh anak tetangga. Penghasilan tersebutlah yang membantu membayarkan iuran BPJS Mandiri kelas III yang dimiliki Pak Misiran. Sedangkan untuk biaya trasportasi pengobatan masih sering kesulitan. Untuk itu kembali disampaikan bantuan untuk membantu biaya transportasi selama pengobatan rutin. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat dan Pak Misiran dapat terus melakukan pengobatan. Aamiin. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 923.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @m_yani @ella_bawang @sayasepti

Bu Misiran menderita gagal ginjal


SRI HERAWATI (35, Gagal Ginjal + Diabetes Melitus). Alamat : Dusun 3, RT 15/3, Desa Pangkuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pada Tahun 2008, Ibu Sri buang air kecil terus menerus, lalu ia pergi memeriksakan diri ke bidan terdekat. Setelah diperiksa diketahui kadar gulanya tinggi dengan kata lain Ibu Sri terkena diabetes melitus. Lalu selama 6 tahun kemudian beliau mengkonsumsi obat untuk mengobati diabetes melitusnya. Pada bulan Desember 2014, Ibu Srii merasa mual terus menerus disertai muntah, tetapi tidak nafsu makan hanya ingin minum saja. Hal itu menyebabkannya sempat dirawat inap di RSUD Sukadana. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui Ibu Sri menderita gagal ginjal dan dirujuk ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro, tetapi jadwal untuk cuci darah sudah penuh. Jadi Ibu Sri sementara disarankan menjalani cuci darah di RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Di RSAM Ibu Sri melakukan cuci darah selama 6 bulan, kemudian cuci darah 2 minggu dalam sepekan dilanjutkan di RS Ahmad Yani Metro hingga saat ini. Selama pengobatan Ibu Sri menggunakan Jamkesmas. Teraturnya jadwal cuci darah menyulitkan sang suami, Suarno (40) yang bekerja sebagai petani. Pendapatan yang diperoleh hanya di waktu tertentu, sedangkan jarak rumah dengan RSAY yang jauh membutuhkan biaya transportasi yang rutin. Bantuan yang berasal dari titipan sedekaholics kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi pengobatan rutin. Bantuan terakhir tercatat dalam rombongan 924.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @m_yani @ella_bawang @sayasepti

Bu Sri menderita gagal ginjal + diabetes melitus


SULIEM BINTI SAMIJAN (72, Asam Urat). Alamat : Jl. Mr Gele Harun, Gg. Erosi No 11, RT 17/3, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Sejak tahun 2010 Mbah Suliem sudah mengalami sakit asam urat. Mbah Suliem awalnya rajin kontrol ke Puskesmas terdekat setiap bulan untuk mengobati asam urat yang dideritanya. Setahun terakhir Mbah Suliem sudah merasakan semakin berat badannya untuk digerakkan dan tidak mampu berjalan terlalu jauh. Mbah Suliem akhirnya memutuskan tidak pergi berobat rutin kembali hingga saat ini. Hanya saat sakit yang dirasa terlalu, baru pergi berobat. Mbah Suliem makan dan minum secara normal namun untuk berkegiatan hanya terbatas dan lebih banyak ditempat tidur. Mbah Suliem seorang janda dan saat ini Mbah Suliem tinggal bersama cucunya. Cucunya sudah menikah dan memiliki satu anak balita. Pekerjaan suami cucu Mbah Suliem yang serabutan, terkadang tak cukup meski hanya untuk keperluan sehari-hari. Hal itu juga yang membuat Mbah Suliem urung melakukan pengobatan rutin karena tidak mau merepotkan dan juga ketiadaan biaya transportasi. Kurir Sedekah Rombongan Lampung pun segera bergerak bertemu dengan Mbah Suliem dan menyampaikan titipan sedekaholics untuk membantu Biaya Hidup Mbah Suliem dan juga biaya transportasi berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sitiaminah886 Dinda @sayasepti

Bu Suliem menderita asam urat


UMI AMBARWATI (43, Gagal Ginjal + Hipertensi). ALamat : Dusun 3,  RT 6/3, Kelurahan Purwodadi, KecamatanTrimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Bermulaa tahun 2010, saat itu Ibu Umi mengalami tekanan darah tinggi dan menjalani pengobatan rutin di mantri setempat. Tapi lama tidak ada perubahan dan sakit terus berlanjut. Lalu Ibu Umi dirujuk untuk berobat ke RS Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan Ibu Umi didiagnosis gagal ginjal dan dirujuk cuci darah ke RS Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung, karena tempat untuk cuci darah di RSAY telah penuh. Ibu Umi menjalani cuci darah rutin RSAM selama 2 tahun. Selanjutnya Ibu Umi dipanggil untuk melakukan cuci darah selanjutnya di RSAY. Sampai saat ini Ibu Umi rutin melakukan cuci darah 2 kali dalam seminggu di RSAY. Tetapi belakangan kondisinya sempat memburuk dan membuatnya harus masuk ruang HCU. Kondisi Ibu Umi yang tidak menentu membuat suaminya, Andi Handoko (46) yang bekerja sebagai supir sering meninggalkan pekerjaannya. Ia menemani istri berobat, mengesampingkan penghasilannya sendiri. Meski telah mempunyai jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, penghasilan yang tidak tetap tersebut sering mengganggu biaya transportasi dan makanan yang harus dijaga oleh Ibu Umi. Ibu Umi pun menjadi pasien dampingan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan sedekaholics untuk membatu biaya transportasi dan biaya hidup Ibu Umi. Semoga titipan yang disampaikan dapat bermanfaat. Bantuan terahir masuk dalam rombongan 938.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @m_yani @sitiaminah886 @sayasepti

Bu Umi menderita gagal ginjal + hipertensi


WAHYU WIDODO (36, Gagal Ginjal + Diabetes). Alamat : Jl. Cempedak RT 24/08, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro TImur, Kota Metro, Provinsi Lampung. Awalnya pasien yang akrab dipanggil Pak Widodo ini sering mengkonsumsi energy drink setiap ia bekerja. Kemudian di tahun 2010 Pak Widodo pernah terjatuh dan mengalami luka yang sulit mengering. Pak Widodo memeriksakan dirinya ke Puskesmas setempat dan dokter mendiagnosa Pak Widodo menderita penyakit Diabetes. Selanjutnya Pak Widodo menjalani pengobatan rutin. Beberapa bulan kemudian Pak Widodo mengeluh badannya membengkak, kemudian oleh dokter Puskesmas, Pak Widodo dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Yani (RSAY) Metro. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosa Pak Widodo menderita penyakit Gagal Ginjal, selanjutnya Pak Widodo menjalani pengobatan dan cuci darah rutin 2 kali seminggu di RSAY Metro hingga saat ini. Sebelum sakit, Pak Widodo bekerja sebagai supir. Saat ini Pak Widodo hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Istrinya, Wija (36) yang seorang ibu rumah tangga terkadang bekerja membantu di warung kecil dekat rumah. Pengobatan Pak Widodo selama ini menggunakan kartu JKN KIS Mandiri Kelas 3. Namun karena Pak Widodo tidak dapat bekerja secara penuh hingga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari. Pak Widodo pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Dan bantuan yang berasal dari titipan sedekaholics pun kembali disampaikan untuk meringankan biaya transportasi biaya pengobatan dan biaya hidup. Bantuan terakhir masuk dalam rombongan 959.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @sayasepti @m_yani @sitiaminah886

Pak Wahyu menderita gagal ginjal + hipertensi


ROHMAT BIN MUSTOFA (37, Stroke). Alamat: Dusun Sribakti, RT 2, Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bapak Rohmat adalah salah satu warga Kabupaten Mesuji yang sebelumnya bertempat tinggal di Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah. Sekitar dua tahun yang lalu, pada saat sedang bekerja diladang ia merasakan badannya lemas sehingga tidak kuat lagi untuk melanjutkan pekerjaan. Ia pun segera berobat ke Puskesmas terdekat. Setelah meminum obat dari Puskesmas akhirnya badannya pun kembali sehat. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, karena sebulan kemudian penyakitnya kambuh kembali, dan melihat dari gejala-gejalanya menurut dokter Puskesmas Bapak Rohmat terkena gejala Stroke. Setelah dengan berbagai pengobatan ternyata sakitnya tidak kunjung sembuh, akhirnya keluarga memutuskan untuk pulang ke Mesuji karena orangtua dan saudaranya tinggal di Mesuji. Sesampainya di Mesujipun keluarganya berusaha mencari kesembuhan dengan pengobatan alternatif, karena keluarganya tidak mempunyai biaya ke Rumah Sakit. Kurir Sedekah Rombongan Lampung yang melakukan kunjungan ke kediaman Bapak Rohmat turut bersimpati akan kesulitan biaya pengobatan yang dialami oleh beliau dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan Lampung kepada Bapak Rohmat berupa tunjangan dana guna untuk membantu biaya pengobatan. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Bapak Rohmat dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @andradideri @siskakhadija @azizilalang2 @akuokawai

Pak Rohmat menderita stroke


JUNAINI BINTI ALFIAN (31, Operasi Caesar). Alamat : RT 4/1 Desa Negeri Katon, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah. Ibu Junaini merupakan keluarga yang tidak mampu dan memiliki 5 orang anak. Mereka tinggal di rumah yang bisa di katakan tidak layak untuk dihuni. Dinding rumah yang terbuat dari papan yang sudah rapuh dan banyak yang bolong, kaca jendela banyak yang pecah, pintu rusak dan tidak ada penerangan di malam hari. Dan saat akan melahirkan anak yang ke 5 Ibu Junaeni disarankan bidan desa setempat untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya Lampung Tengah karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal sehingga harus melahirkan melalui operasi Caesar. Pasca operasi Caesar kondisi Ibu Junaeni sudah mulai stabil. Suami Ibu Junaini, Bapak Ruslan (54) adalah seorang buruh tidak tetap untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ini bergantung pada pemberian orang yang ada disekitarnya dan pemberian orang yang melintas di depan rumahnya. Untuk biaya Caesar keluarga ini dibantu fasilitas kesehatan berupa KIS PBI Kelas III tetapi mereka perlu memenuhi kebutuhan hidup beserta seluruh anaknya selama di rumah sakit. Untuk itu, mereka membutuhkan uluran tangan untuk meringankan beban hidupnya sehari hari dan membesarkan si buah hati agar kelak bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Ruslan dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000, –
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @purnawan_adja @xkurniawatix

Bantuan biaya operasi caesar


SURYAWATI BINTI SAFARI  (39, Ca Mamae). ALamat : Kota Baru RT. 7/2, Kecamatan Padang Ratu, KaIbupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pada tahun 2013, Ibu Suryawati didiagnosa menderita kanker payudara (Ca. Mamae). Hingga kini Ibu Suryawati tak pernah berehenti berobat demi kesembuhannya. Bulan Agustus 2016, Ibu Suryawati telah menjalani kemo yang ke-10 dan Bulan September 2016 menjalani kemo lagi yang ke-11, Sekarang di Mei 2017 setelah selesai kemo infus sebanyak 11 kali, beliau melakukan kemo obat selama 7 kali, dan sedang menunggu jadwal USG dan rontgen di Rumah Sakit Abdoel Moeloek dengan jaminan kesehatan yang dimiliki berupa Kartu Indonesia Sehat Mandiri Kelas III, Ibu Suryawati sudah menunjukkan perubahan meski terkadang masih terasa nyeri dipayudara. Ibu Suryawati merupakan pasien dampingan #sedekahrombongan dan berobat di Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung. #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan dari #sedekaholics untuk berobat setelah sebelumnya dibantu dan masuk rombongan 916.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @siskakhadija @xkurniawatix

Bu Suryawati menderita ca mamae


ALDO KEVIN (1, Atresia Ani). Alamat : Jalan Jaya Murni, RT 15/5, Desa Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Aldo merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Aldo didagnosis dokter Rumah Sakit Urip Sumoharjo tidak memiliki lubang anus atau bahasa medisnya atresia ani. Kondisi Aldo diketahui sejak 2 hari pasca lahirnya, saat itu perutnya membesar yang ternyata karena tidak bisa buang air besar dan saat buang air kecil pun ia terus menangis. Aldo sering mengalami demam yang membuat kondisinya semakin memburuk. Aldo segera dilarikan orang tuanya ke bidan setempat, dan oleh bidan ia dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo untuk menjalani operasi. Dokter mengatakan Aldo harus menjalani 3 kali operasi. Operasi pertama dilakukan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, operasi kedua dan ketiga di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Alhamdulillah selesai menjalani beberapa kali operasi, kondisi balita ini semakin membaik. Operasi pun lancar dan Aldo sudah memiliki lubang anus. Ayah si Kecil, Bapak Indra Sahrudi (27) bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya, Siti Maesaroh (21), ibu rumah tangga. Selama pengobatan, Aldo menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun karena letak rumah yang jauh dari RSAM mengharuskan keluarga mengeluarkan biaya transportasi dan akomodasi yang tidak sedikit. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyantuni si kecil untuk biaya transportasi dan akomodasi. Bapak Indra mengucapkan terima kasih banyak kepada kurir dan sedekaholics atas bantuan selama ini. Santunan kedua masuk dalam rombongan 908.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @adityaBdvil @yesaridani

Aldo menderita atresia ani


AZKA ALKHALIFI ZIKRI (2, Ginjal Bocor + Kelainan Pada Tulang Kaki). Alamat : Gunung Batu I, RT 3/1, Kelurahan Sri Katon, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Sejak lahir Azka sudah mengalami kelainan pada tulang kaki. Ketika usianya menginjak 17 bulan, terjadi pembengkakkan di sekujur tubuhnya. Azka kemudian kontrol di Rumah Sakit Puri Betik setelah mendapat rujukan dari RSAM. Saat ini Azka sudah selesai menjalani proses siklofosfamid untuk ginjalnya, namun setelah menjalani proses siklofosfamid sebanyak 7 kali, kadar protein pun tidak turun dari positif 2, karena itu Azka saat ini dirujuk kembali ke RSAM untuk dilakukan penggantian obat yang tidak tersedia di RSIA Betik Hati, tempat dimana Azka selama 7 bulan ini menjalani proses siklofosfamid. Walaupun kadar proteinnya masih di positif 2, tetapi kondisi tubuh Balita ini jauh lebih segar dari sebelumnya, napsu makan sudah membaik dan sudah kembali lincah seperti biasanya. Pihak keluarga juga mulai melakukan ikhtiar untuk kelainan kaki Azka. Dengan rujukan dokter yang selama ini menangani ginjalnya, orang tua Azka akan berkonsultasi dengan dokter ortopedi untuk kelanjutan pengobatan pada kelainan tulang kaki. Semoga saja pengobatan kelainan kakinya bisa dilakukan sejalan dengan pengobatan ginjalnya. Ayahnya, Pak Dodi Irwanto (27), seorang buruh pabrik dan Ibu Suratminah (21), seorang ibu rumah tangga. Azka memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Azka merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Lampung. Kurir Sedekah Rombongan Lampung kembali menyampaikan titipan langit keempat dari sedekaholics untuk biaya pengobatan dan transportasi. Santunan ketiga masuk pada rombongan 972.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @akuokawai Fajri @nia_dec07 @yesaridani

Azka menderita ginjal bocor + kelainan pada tulang kaki


MTSR KARAWANG  (T 9959 DA, Biaya Operasional Bulan Maret 2017). Sejak 29 Januari 2017, Sedekah Rombongan Kabupaten Karawang dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya bagi pasien dampingan kami. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Karawang, yang berfungsi mengantar jemput para pasien Sedekah Rombongan di Kabupaten Karawang ke Rumah Sakit rujukan di luar kota yaitu Bandung dan DKI Jakarta. Dengan adanya Mobilitas MTSR di wilayah Kabupaten Karawang, kebutuhan untuk bahan bakar, biaya tiket tol, servis  dibutuhkan agar mobilitas MTSR dalam hal mengantar pasien Sedekah Rombongan di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya dapat berjalan optimal. Biaya operasional kali ini digunakan untuk biaya service rutin, biaya bahan bakar, biaya tiket tol selama bulan Maret 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya tercatat pada rombongan 952. Semoga MTSR Kabupaten Karawang bisa terus bermanfaat membantu para dhuafa dalam melakukan ikhtiar pengobatan ke rumah sakit. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 1 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @etydewi

Biaya operasional bulan Maret 2017


ROSADI BIN TAMA (28, Ca Nasofaring). Alamat : Dusun Tegal Buah, RT 3/1, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Bapak Rosadi merasakan sakitnya pada awal bulan Oktober 2016 yang lalu.  Keluhannya sakitnya dirasakan pada bagian leher atas sebelah kiri disertai tumbuhnya bisul kecil. Beliau kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas Cilebar, dan hanya di beri obat pereda nyeri saja. Sebulan kemudian bisulnya semakin bertambah besar tapi beliau tidak memperdulikan sakitnya.  Atas desakan istrinya melihat benjolannya yang semakin bertambah besar, awal bulan Februari 2017 Pak Rosadi kembali memeriksakan diri ke Puskesmas Cilebar dan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang dan didiagnosis Kanker Nasofaring, selanjutnya pak Rosadi dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Santosa Bandung Central. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan di pertemukan dengan Pak Rosadi sehingga bisa membantu transpotasi dan Rumah Singgah untuk Pak Rosadi selama menjalani pengobatannya  ke RSU Santosa Bandung Central. Saat ini Pak Rosadi menjalani kemoterapi siklus yang ketiga dari beberapa tahapan yang harus dijalaninya. Walau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI untuk pengobatannya, namun sejak sakit Pak Rosadi tidak mampu bekerja lagi sebagai buruh harian lepas dan istrinya Ibu Wiwi (23) sebagai ibu rumah tangga bahkan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 986. Semoga Pak Rosadi diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @shofwanza @retnoindrayati

Pak Rosadi menderita ca nasofaring


DEA SEKAR ARUM (9, Anemia Aplastik). Alamat : Dusun Babakan Tengah RT 1/5, Kecamatan Adiarsa Timur, Kelurahan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi  Jawa Barat. Awalnya Dea sering merasa lemas, muka dan seluruh badan terlihat pucat, memar pada sekujur tubuhnya dan gusi berdarah. Kemudian orang tua Dea membawa ke Rumah Sakit Delima Asih Karawang. Dokter menyarankan untuk langsung di rawat inap, setelah itu dokter merujuk Dea ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang (RSUD) Kabupaten Karawang. Dokter mendiagnosa Dea terkena Anemia Aplastik, dan dokter menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sesegera mungkin. Sempat berhenti pengobatan karena terkendala biaya namun akhirnya Dea dapat menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Saat ini Dea dirawat di RSUD Karawang karena mengalami penurunan hemoglobin dan trombosit sehingga memerlukan transfusi darah. Sedangkan untuk trombosit harus diambil ke luar kota Karawang karena PMI Kabupaten Karawang belum bisa menyediakan trombosit. Walaupun selama berobat Dea menggunakan Jaminan Kesehatan Karawang Sehat namun Ayah Dea, Nurwendi (43) bekerja sebagai Buruh Harian Lepas dan Ibu Ningrum (39) bekerja sebagai asisten rumah tangga mengalami kesulitan untuk biaya hidup sehari hari dan biaya transportasi untuk mengambil trombosit keluar kota. Kurir Sedekah Rombongan  menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya sehari-hari Dea selama rawat inap di rumah sakit dan biaya transportasi untuk mengambil trombosit ke luar kota Karawang. Sebelumnya Dea masuk pasien dampingan dalam Rombongan 977. Semoga kesehatan Dea segera membaik dan dapat bersekolah kembali. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @_SutardiAnggara @retno_indrayati

Dea menderita anemia aplastik


ENDAR BIN DATI (53, Ca Colon). Alamat: Dusun Langseb RT 6/1, Desa Kertaharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2014, Bapak Endar merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah yang semakin membesar dan kelamaan terasa sakit serta mengganggu. Pak Endar memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan mendapat rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang. Menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Endar diketahui menderita Ca Colon yang dalam bahasa umum dikenal dengan kanker usus besar kemudian disarankan untuk menjalani operasi. Operasi berjalan dengan baik dan selanjutnya disarankan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya, Pak Endar tidak berangkat ke RSHS Bandung. Pada November 2016 lalu, Pak Endar mengeluhkan sakit mual, kembung dan terasa nyeri di tempat yang sama pasca operasinya. Pak Endar beranggapan karena rutinitasnya yang beratlah yang memicu sakit pada perutnya tersebut, beliau memeriksakannya ke RSUD Kabupaten Karawang dan kembali di rujuk ke RSHS Bandung. Pak Endar yang rutin menjalani kontrol saat ini masih menunggu jadwal tindakan CT Scan yang dan tindakan kolonoskopi di RSHS Bandung. Istrinya Ibu Muhlisoh (48) yang sehari-hari mengurus rumah tangga dirumah menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang terbilang kurang. Walau selama berobat beliau menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, namun beliau kesulitan mencari dana untuk kebutuhan sehari-hari selama berobat. Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk bekal selama beliau menjalani pengobatan di RSHS Bandung. Santunan lanjutan masuk dalam Rombongan 986. Semoga Pak Endar tetap semangat menjalani ikhtiarnya mencari kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @widicincin @etydewi2

Pak Endar menderita ca colon


GINA KARISMA (10, Gangguan Syaraf Otak) Alamat : Dusun Pagadungan, RT 11/5, Desa Pageur Bumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Neng Gina Putri dari Bapak Sutarna (56) dan Ibu Mimin (44) adalah pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Pangandaran, dari rombongan 980. Neng Gina menderita gangguan Syaraf Otak sejak setahun yang lalu akibat benturan kepala Ke tembok sewaktu bermain dengan temannya di sekolah, menurut diagnosa dokter syaraf RSU Banjar harus menjalani rawat jalan selama dua tahun dan sekarang harus rutin dua minggu sekali kontrol. Karena keterbatasan biaya keluarga hanya bisa pasrah menerima kenyataan ini, Gina memiliki jaminan kesehatan yang di biayai pemerintah yaitu JKN KIS PBI. Atas ijin Alloh kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dan ikut menyampaikan bantuan yang diberikan Sedekaholic. Neng Gina dan keluarga merasa sangat terbantu sekali, semoga Neng Gina dapat kembali sehat seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierdha @indarkusnandar

Gina menderita gangguan syaraf otak


SADRINA ALANA FAUZIYAH (3, Palatoschizis Inkomplit + Avagina). Alamat : Dsn. Bojongsari RT 1/1, Ds. Babakan, Kec. Pangandaran, Kab. Pangandaran, Prov. Jawa Barat. Sadrina lahir prematur pada usia kandungan 8 bulan dgn berat badan 2,1 Kg disertai kelainan Palatoschizis inkomplit (kelainan pada langit mulut) dan avagina (tidak adanya lubang kemaluan). Dengan kondisi ini, Sadrina mengalami gizi buruk karena feeding problem. Dua tahun yang lalu Sadrina menjalani operasi pembetulan palatoschizis di RS Hasan Sadikin Bandung. Untuk menutupi kebutuhan selama operasi, orang tua Sadrina menjual rumah dan sekarang tinggal di rumah yang di bangun di atas tanah kontrakan dekat bantaran sungai cikidang. Sadrina memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas III namun sudah 10 bulan menunggak. Pendapatan orang tua Sadrina yaitu Trisno (29) sebagai buruh lepas dibantu istrinya Nurhikmah (26) hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sadrina dan memberikan bantuan untuk akomodasi dan transportasi selama pemeriksaan ke RSUD Banjar dan operasi ke RSHS Bandung. Keluarga Sadrina merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Sadrina diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhier_dha @ramlannugraha

Sandrina menderita palatoschizis inkomplit + avagina


100 ANAK YATIM (Bingkisan Al-Quran + Santunan). Alamat : Jl. Veteran, No. 8, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap Bulan Ramadhan, Mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta menyelenggarakan kegiatan pesantren ramadhan dan santunan rutin kepada anak anak-anak yatim, piatu, dan/atau yatim piatu yang tinggal di lingkungan tinggal Univesitas Pendidikan Purwakarta Kampus Purwakarta. Pada bulan Ramadhan 1438 H ini, LDK UPI Purwakarta kembali menggelar kegiatan santunan rutin yang bertajuk “Ramadhan Ceria Bersama Elfosa”. Rangkaian acara ini dimulai pada tanggal 31 Mei hingga Sabtu 3 Juni 2017 di Masjid Al-Furqon UPI Purwakarta. Pada tanggaL 3 Juni tersebut adalah acara puncak yakni pembagian bingkisan dan santunan untuk anak yatim juga piatu. Sebanyak 100 anak yatim dan piatu dari lingkungan ini berkumpul selepas ashar, mereka berasal dari jenjang pendidikan mulai dari TK – SD – SMP hingga SMA. Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan ustadz yang mengisi acara pengajian tentang keutamaan berpuasa. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi dalam acara ini. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menyampaikan titipan langit sebesar tiga juta rupiah untuk membantu membeli bingkisan berupa Al-Quran dan santunan untuk anak-anak yatim dan piatu yang terdaftar di acara tersebut. Bantuan disampaikan melalui LDK ELFOSA UPI Purwakarta untuk dibagikan kembali kepada anak-anak yatim dan piatu. Seusai pengajian, santunan diserahkan secara simbolis, bantuan ini berupa Al-Quran senilai Rp. 25.000,- dan uang saku sebesar Rp.75.000,-. Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi penerimanya, mudah-mudahan Sedekaholic selalu mendapatkan keberkahan dari Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Bantuan bingkisan Al-Quran + santunan


AKMAL MUBAROK (8, Gizi Buruk). Alamat : Kp. Legok Pendeuy, RT 7/7, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Akmal merupakan putra dari pasangan Bapak Cecep (33) dan Ibu Irma (25), lahir delapan tahun lalu dengan keadaan normal. Namun saat menginjak umur tiga tahun Dek Akmal sering mengalami demam yang tinggi, ibunya hanya membawa Dek Akmal ke Bidan Desa, biasanya hanya diberi obat paracetamol. Hingga umurnya empat tahun Dek Akmal masih terus mengalami demam, tapi hanya diobati seadanya saja. Hingga suatu ketika Dek Akmal mengalami kejang-kejang lalu dibawa ke Puskesmas, dokter yang menanganinya mengharuskan Dek Akmal dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Lagi-lagi karena kendala, semenjak empat tahun lalu hingga kini Dek Akmal tidak pernah diobati. Ia hanya bisa terbaring lemah, tubuhnya kurus kering, tidak bisa berjalan dan berbicara. Kedua orangtuanya hanya bisa pasrah pada taksir karena tak bisa melakukan apa-apa lagi. Ayahnya merupakan buruh serabutan, yang kadang punya uang kadang tidak. Sekalinya pun punya uang, terbatas hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Akmal dan keluarga, kami telah menyampaikan titipan bantuan untuk biaya pengobatan Dek Akmal ke Rumah Sakit. Meskipun sepertinya terlambat untuk diobati, tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Akmal menderita gizi buruk


DIAN HAERANI (46, Gagal Ginjal + Ca Servik). Alamat : Kampung Parung Bitung, RT 2/3, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Teh Dian –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada perutnya pada awal tahun 2016: dari hari ke hari ia merasakan adanya pembengkakan di perut. Berbagai ikhtiar penyembuhan dia lakukan ditemani ibunya, Bu Pipih Sopiah (64), yang dengan tekun terus memotivasinya. Suaminya telah lama menghadap Allah Swt, meninggalkan tiga anak yang masih belum dewasa. Walaupun beban hidupnya kerap berat ia rasakan, janda pendiam itu sangat bermangat tuk berobat. Beberapa dokter praktek pun sempat mereka coba datangi untuk konsultasi, pemeriksaan, dan pengobatan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnya, berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS – PBI), ibunya memeriksakan Teh Dian ke Puskesmas Cipeuyeum dan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur. Hasil diagnosa Tim medis di RSUD Sayang menyimpulkan bahwa Ibu Dian Haerani mengalami gagal ginjal dan mengharuskannya menjalani cuci darah tiga kali dalam seminggu. Setelah berbulan-bulan menjalani cuci darah di rumah sakit daerah, kondisinya tidak juga membaik sehingga penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, tim medis di RSHS Bandung menduga kuat bahwa Teh Dian juga terserang kanker mulut rahim (Ca Servic). Di RSHS ia sempat tiga kali dirawat. Di rumah sakit rujukan pusat inilah Teh Dian dan ibunya bertemu dengan kurir #SR di Bandung, saat mereka kebingunan untuk  mencari temat tinggal karena mereka haus kontrol rutin dan perawatannya masih lama dan harus mereka jalani. Sejak pertengahan Januari 2017 Teh Dian dan ibunya tingal di RSSR Bandung. “Kami sudah kehabisan segalannya, padahal anak saya harus mengikuti pengobatan lain, yaitu 22 kali terapi sinar. Setiap hari kami harus ke RSHS. Terima kasih kami diterima di rumah singgah ini. Semoga para dermawan terus berkah hartanya agar orang seperti kami terus terbantu,” doa ibunya Teh Dian, saat menutup oborolannya dengan kurir #SR. Alhamdulillah, harapan ibunya terkabulkan juga. Setelah didampingi Sedekah Rombongan kini ikhtiar pengobatannya berjalan lancar. Terapi sinarnya sudah ia jalani 30 kali dari 33 terapi yang dijadwalkan. Kondisinya membaik, meskipun ia masih harus terus berobat. Pada akhir Mei 2017 menjemput dan mengantarkan Ibu Dian menjalani kontrol di RSHS Bandung. Ibu Dian dan keluarganya masih membutuhkan bantuan. Pada 23 Mei 2017 anaknya mengabarkan bahwa Ibu Dian diperiksakan ke IGD RSUD Cianjur dan sempat dirawat satu hari. Kondisinya mmenurun lagi. Ia kemudian dirujuk lagi penanganan medisnya ke RSHS Bandung dan harus menjalani pemeriksaan dengan CT-Scan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholisc, Ibu Dian Haerani kembali mendapatkan santunan yang disampaikan kurir #SR di RSSR Bandung. Santunan Ke-4 dari Sedekah Rombongan ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Dian menderita gagal ginjal + ca servik


RSSR BANDUNG RAYA (Biaya Operasional). Alamat : Jl. H. Yasin No. 56 RT 2/2, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung atau biasa disebut RSSR Bandung merupakan rumah singgah yang dikelola oleh Sedekah Rombongan Bandung sejak tahun 2013. Sejak tahun itu, RSSR Bandung telah menjadi rumah singgah bagi saudara kita, yaitu para dhuafa sakit dari berbagai daerah yang sedang melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Di bulan Mei 2017, RSSR  menjadi tempat singgah sementara bagi kurang lebih 25 pasien beserta pendampingnya. Selain itu, pasien juga difasilitasi tempat tidur untuk beristirahat, dapur lengkap beserta persediaan makanan, dua toilet, musala dan satu sepeda motor untuk alat transportasi bersama. Selain tempat singgah sementara bagi para pasien dhuafa, rumah singgah juga berfungsi sebagai sarana koordinasi bagi para kurir/relawan, sarana promosi dan ladang amal bagi para sedekaholics yang tergerak hatinya untuk bersedekah secara langsung. Alhamdulillah berkat peranan para sedekaholics, sejak tahun 2013 sampai dengan sekarang, RSSR dapat menyediakan sembako untuk makan sehari-hari para pasien dan pendamping pasien. Selanjutnya berkat sedekaholics pula, kebutuhan operasional RSSR seperti utility, retribusi kebersihan dan biaya operasional lainnya bisa terpenuhi. Semoga semua bantuan dari para sedekaholics yang dipergunakan untuk operasional RSSR Bandung Raya ini menjadi ladang pahala dan membawa berkah kesembuhan bagi saudara kita para dhuafa sakit yang merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan RSSR Bandung sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 995.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.749.915,-
Tanggal : 5 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional


UZI LESTARI (16, Kanker Tulang Belakang). Alamat : Kampung Gamnung RT 4/8, Desa Mejarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Uzi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Bersama ibu dan saudaranya, ia tinggal di rumah bedeng milik perusahaan (bedeng adaah perumahan sederhana untuk pekerja kelas rendahan di perusahaah perkebunan teh). Ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan. Ibunya, Bu Komariah (40), hanyalah ibu rumah tangga biasa yang kesehariannya disibukkan dengan mengurus rumah dan anak-anak; ia tidak punya pekerjaan tetap untuk melanjutkan kehidupan: membesarkan kedua anaknya yang kini menjadi anak yatim. Sepeninggal ayahnya, Uzi dan keluarganya semakin terpuruk. Mereka termasuk dhuafa yang sangat layak mendapatkan bantuan untuk menjalani kehidupan. Apalagi setelah siswi SLTP ini mengalamai sakit yang tak biasa sejak bulan Juli 2016. Ia diduga  terserang tumor di betis dan kanker tulang belakang. Berbekal Jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga Uzi membawanya berkali-kali diperiksa ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang. Akhinya, RSUD Soreang merujuk penanganan medis Uzi ke RSHS Bandung. Akan tetapi, karena ketidakadaan biaya, ikhtiarnya tertunda beberapa lama, padahal Uzi bersemangat untuk berobat karena ingin kembali bersekolah. Harapan Uzi dan keluarganya untuk terus berobat akhirnya sampai beritanya kepada kurir Sedekah Rombongan atas informasi dari kader Posyandu di desa yang berada di dataran tinggi ini. Dengan Izin Allah Swt, bersyukur kurir #SR di Kab. Bandung dapat mengantar-jemput dan mendampingi Uzi diperiksakan di RSHS Bandung. Setelah dua kali didampingi menjalani tahapan diagnosa di RSHS, alhamdulillah, tindakan biopsi sudah dilakukan. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya keluar hasil pemeriksaan terakhir berupa penegakan Patology Anatomy (PA). Ia didiagnosa mengidap Tumor Tulang Belakang. Pada awal November 2016, Uzi menjalani operasi tulang belakang. Alhamdulillah operasinya berhasil. Ia sudah mulai bisa duduk walaupun tidak lama. Akan tetapi, secara medis, perjalanan dia meraih kesembuhan masih amat panjang. Dia harus kontrol rutin seminggu sekali, dan harus menjalani 30 kali terapi sinar. Padahal, segala kemampuan mereka telah terkuras habis. Anak yatim dan ibunya ini masih membutuhkan bantuan. Memahami musibah yang dialami Uzi dan keluarganya, dengan empati sedekaholics #SR, Sedekah Rombongan terus memberi mereka bantuan. Pada pertengahan April 2017 ibunya mengabarkan bahwa selain melalui pengobatan medis, ikhtiar penyemhuhannya dilakykan juga melalui pengobatan alternatif. ” Pada bulan Mei 2017 sampai awak Juni 2017 ia didampingi kurir #SR kontrol rutin ke rumah sakit dan ahli tulang. Alhamdulillah keberhasilannya mulai nampak. Kini Uzi mulai belajar berdiri. Ia memerlukan alat pejangga.  Alhamdulillah, dengan empati para dermawan, pada awal Juni 2016 kurir #SR di Bandung, kembali menyampaikan   bantuan lanjutan untuk Uzi Lestari.  Bantuan ke-6 ini digunakan untuk biaya membeli alat penyangga, biaya transportasi-akomodasi, dan biaya membeli obat/vitamin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal :  5 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Uzi menderita kanker tulang belakang


RINRIN MUSTHOFA (46, Saraf Terjepit + Usus Bocor). Alamat: Kp. Legok Kondang RT 4/9, Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Dindin, sapaan akrabnya. Enam bulan sudah, Pak Rinrin menderita penyakit saraf terjepit dan mengalami usus bocor. Gejala penyakitnya berawal pada pertengahan Maret 2016 lalu ketika ia sering mengalami demam disertai mual dan pusing. Gejalanya terus berulang hingga berminggu-minggu lamanya. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, pihak keluarga membawanya berobat ke Puskesmas Pangalengan, RSUD Soreang, dan RSUD Al Ihsan. Setelah menjalani pengobatan, kondisi Pak Rinrin tak jua menunjukkan perkembangan yang menggembirakan; ia bahkan jadi tidak bisa duduk sama sekali. Akhirnya, dia dibawa periksa ke RSHS Bandung berdasarkan rujan dari RSUD Soreang. Tim medis di rumah sakit rujukan pusat ini menduga ia menderita saraf terjepit di tulang ekornya. Hampir dua minggu dia menjalani rawat inap di RSHS Bandung pasca operasi tulang ekornya. Hingga saat ini mantan pedagang pasar tradisional ini harus menjalani kontrol dan pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Saat Pak Rinrin menjalani pemeriksaan lanjutan, tim medis RSHS juga menemukan masalah lain yang cukup serius, yakni ususnya bocor. Selama Pak Rinrin sakit, bersyukur adik-adiknya bergantian menemaninya berobat ke rumah sakit. Adik-adiknya itulah yang mengungkapkan kisah duka yang dialami Pak Rinrin kepada kurir Sedekah Rombongan saat bertemu dengan mereka di Rumah Singgah Sedakah Rombongan (RSSR) Bandung.  Pak Rinrin dibawa ke RSSR Bandung oleh kurir #SR di RSUD Soreang setelah penanganannya dirujuk kembali ke Poli Ortopedi RSHS Bandung. Dua hari sekali MTSR Bandung mengantar-jemput Pak Rinrin ke/dari RSHS Bandung. Pak Rinrin dan adik-adikya termasuk dhuafa yang amat layak mendapakan bantuan dan dorongan untuk terus bertahan menghadapi cobaan. Walaupun dikenal sebagai pedagang kecil di pasar tradisional, Pak Rinrin kini tak memiliki lagi simpanan dan pemasukan untuk biaya sehari-hari, apa lagi untuk biaya pengobatan. Ia juga kini sendirian setelah berpisah dengan istrinya. Usahanya sebagai pedagang kelontongan terhenti karena sakit yang ia derita. Selama pengobatan, ia menggunakan fasilitas Kartu BPJS dan pinjaman dari sanak saudaranya. Para dermawan Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Rinrin dengan memberinya bantuan agar ia bisa melanjutkan ikhtiar sehatnya. Titipan dari sedekaholics #SR ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat di daerah, membeli obat, dan biaya sehari-hari berobat. Pada akhir Desember 2016, keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Pak Ririn masih harus kontrol ke RSHS Bandung. Bersyukur di akhir tahun itu ia mendapatkan bantuan lagi di sedekaholics #SR. Setelah hampir empat bulan berobat di rumah, pada awal Mei 2017,  keluarganya menghubungi lagi kurir #SR dan mengajukan bantun untuk berobat ke RSHS Bandung. Dengan empati sedekaholics #SR, alhamdulillah, kurir #SR di Bandung dapat menjenguk Pak Rinrin di rumah adiknya, menjemput dan mengantarnya ke RSHS, serta memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat. Setelah telaten menjalani kontrol, akhirnya Pak Rinrin dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani tindakan medis yang lama ia tunggu: operasi tulang belakang. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk membeli pampers, membeli obat, dan biaya sehari-hari selama ia dirawat inap di RSHS.  Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Rinrin menderita saraf terjepit + usus bocor


REJA MAULANA (3, Hernia + Gangguan Pertumbuhan). Alamat: Kampung Banjarsari RT 5/9, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Fasilitas kesehatan: BPJS. Reja tinggal bersama kedua orabgtuanya di rumah kontrakan. Ayahnya, Agus Sajidin (28), hanyalah buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Sehari ia mendapat bayaran Rp.50.000. Itu pun kalau ada yang membutuhkan jasa tenaganya. Ibunya, Iim Nurhanah (31) adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya. Kini ibunya tak mampu lagi membantu suaminya mencari tambahan penghasilan, karena ia diduga mengidap kanker payudara. “Anak saya yang kedua ini sering sakit-sakitan, dan bila menangis, muncul pembengkakan di selangkangannya. Kata mantri dan Puskesmas, Reja terkena Hernia. Reja aja dulu, pak, bantu biar sembuh,” pinta ibunya saat kurir berkunjung ke rumah orangtuanya. Reja nampak tidak bergairah seperti layaknya anak-anak. Bukan hal mudah memang merasakan sakit berbulan-bulan tanpa upaya penyembuhan yang optimal. “Kami hanya mampu membawanya sampai Puskesmas. Takkan mampu kalau harus ke rumah sakit. Ia hanya diberi obat penahan sakit saja,” kata bapaknya sambil menunduk haru. Dengan bantuan kader PKK dan kedus setempat, akhirnya kita bisa membuatkan BPJS untuk melanjutkan pengobatan Reja. Relawan #SedekahRombongan memeriksakan Reja dua kali ke RSUD Soreang. Akhirnya Reja dioperasi di RSUD Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung dan berhasil. Tiga minggu sekali ia kontrol ke RSUD Al Ihsan dalam tiga bulan. Penyakit hernianya dinyatakan sembuh. Selain mengidap Hernia, pertumbuhan dan perkembangan Reja ternyata tidak normal. Ia juga harus berobat jalan empat minggu sekai ke Bagian Tumbuh Kembang RSUD Soreang. Kini pertumbuhan dan perkembangannya menggembirakan, meskipun sebulan sekali ia masih harus terapi ke RSUD rujukan itu. Pada awal April 2016 kurir #SR di Bandung menjenguk Reja di rumah neneknya yang terletak di daerah pegunungan. Ibunya menuturkan bahwa pertumbuhan anak bungsunya itu cukup menggembirakan. “Alhamdulillah Pak sekarang. Tapi dia masih harus kontrol ke Bandung. Kami sebenarnya sudah cape,” kata ibunya. Reja masih harus kontrol sebulan sekali ke RSUD Soreang dan RSU Al-Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, untuk melanjutkan ikhtiar bagi kesembuhan Reja, Sedekah Rombongan masih terus memberinya bantuan. Pada awal Juni 2017,  kurir #SR kembali menjenguk Reja di rumahnya. Kondisinya terus membaik, tetapi proses pengobatab/terapinya bekum dihentikan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan di Bandung menyampaikan santunan lanjutan untuk Reja Maulana dan keluarganya. Santunan yang disampaikan di rumah kekeknya ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 956.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Reja menderita hernia + gangguan pertumbuhan


SARYO BIN KASJA (49, Infeksi Paru-paru + Radang Lambung + Infeksi Hati + Penyakit Kulit). Alamat : Dusun Cirahayu, RT 14/24 Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Bapak Saryo adalah seorang kepala rumah tangga yang harus menghidupi seorang istri dan 2 anaknya. Sudah satu tahun kondisi kesehatan beliau menurun. Beliau menderita komplikasi penyakit infeksi paru-paru, radang lambung, infeksi hati dan penyakit kulit. Gejala awal yang beliau alami berupa badan nyeri dengan suhu tubuh tinggi dan kulit melepuh. Kondisi yang demikian parah membuat beliau hanya bisa menghabiskan waktunya di rumah, terlebih kulitnya mendadak melepuh. Beliau menjalani pengobatan rutin ke Klinik Purwa Cisontrol. Beliau belum memeriksakan kondisinya ke rumah sakit karena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Pekerjaan beliau hanya sebagai buruh harian lepas tidak dapat membantu beliau untuk mendapat perawatan medis yang lebih baik. Istri beliau, Ibu Runidah (45) adalah Ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Bapak Saryo sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya pengobatan. Namun Allah berkehendak lain, pada tanggal 5 Juni 2017 lalu beliau menghembuskan nafas terakhir. Santunan pun ditambah untuk biaya pemakaman beliau. Semoga Allah melapangkan kubur beliau. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji

Pak Saryo menderita Infeksi Paru-paru + radang lambung + infeksi hati + penyakit kulit


SUNARSIH BINTI SOMADI (52, Tumor Paru – Paru). Alamat : Dusun 1 Cipondok, RT 6/2, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu rumah tangga yang biasa dipanggil Ibu Sunarsih ini menderita penyakit paru-paru basah dan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Penyakit tersebut beliau derita sejak beberapa bulan terakhir. Beliau sering mengeluhkan sakit pada bagian dadanya yang disertai dengan batuk-batuk bahkan sesak nafas. Selama ini beliau berobat jalan ke dokter umum yang ada di daerah tempat tinggalnya. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, kurir Sedekah Rombongan Kuningan bisa membawa beliau ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Berdasarkan pemeriksaan tim medis, beliau harus melakukan operasi pemasangan selang dari paru – parunya untuk menyedot cairan, karena kondisi paru-parunya sudah penuh dengan air bahkan jantungnya sudah bengkak. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu beliau telah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan. Pasca menjalani rawat inap, tim medis menyarankan beliau agar segera menjalani pemeriksan ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta untuk pengobatan lanjutan. Pada tanggal 6 Desember 2016 Kemarin, beliau didampingi kurir Sedekah Rombongan Kuningan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, bahwa ada tumor di paru – paru beliau. Beliau telah melakukan beberapa serangkaian pemeriksaan lagi sebelum dilakukan tindakan operasi. Dan pada tanggal 14 April 2017, beliau telah menjalani endoskopi. Saat ini beliau telah menjalani kemoterapi yang ke empat dan harus menjalani dua kali lagi kemoterapi. Setelah itu akan dilakukan observasi kembali. Kondisi terkini beliau saat ini beliau masih sering kesakitan dan sesak nafas jika sedang kambuh. Untuk pengobatan, beliau terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3. Biarpun demikian, beliau membutuhkan biaya akomodasi selama di jakarta. Maklum saja, suami beliau Bapak Sutar (60) hanya bekerja sebagai seorang petani yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan saat ini tengah menemani istrinya berobat. Alhamdulillah atas ijin Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan kesembilan kepada Ibu Sunarsih untuk biaya akomodasi selama di Jakarta. Semoga Allah lekas memberi kesembuhan untuk beliau. Aamiin. Sebelumnya Ibu Sunarsih masuk ke dalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 8 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasaroh87

Bu Sunarsih menderita tumor paru – paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RISKI BIN AMRIL 1,250,000
2 RAFAKA BIN NOVIARMAN & RAFIKI BIN NOVIARMAN 1,000,000
3 BAYI NY. LAILA NIKA 1,000,000
4 AWALUDIN NASUTION 2,401,800
5 ANDI AHMAD FADHILLAH 750,000
6 ALIFA NASIHA 2,000,000
7 TIRTA 500,000
8 HIDAYAT BIN ASEP DARMAWAN 2,700,000
9 M. VICKY AL GHAZALI 700,000
10 BAIHAKI BIN YAYAN SOPIAN SYAIR 500,000
11 IMAM KAYADI 1,000,000
12 MAHYUNIS BIN BOYOK 500,000
13 ARIFIN AHMAD 1,000,000
14 GUNA IBMAWAN 500,000
15 SOFA USAMAWATI 500,000
16 FARIDA ANUM 1,000,000
17 WIWIT MARIANTI 500,000
18 NGATINO BIN TOMO KARYO 500,000
19 SUGITO BIN SURATMIN 2,500,000
20 ANDI NAWAWI 500,000
21 BILLY PRATAMA GUNAWAN 1,000,000
22 DIKI SAPUTRA 500,000
23 IHYA RAMADHANI 1,000,000
24 INDRA BIN SIABUDIN 500,000
25 KURSINAH BINTI AHYAR 1,500,000
26 MISIRAN BIN NGADERUN 500,000
27 SRI HERAWATI 500,000
28 SULIEM BINTI SAMIJAN 500,000
29 UMI AMBARWATI 500,000
30 WAHYU WIDODO 500,000
31 ROHMAT BIN MUSTOFA 1,000,000
32 JUNAINI BINTI ALFIAN 500,000
33 SURYAWATI BINTI SAFARI 500,000
34 ALDO KEVIN 500,000
35 AZKA ALKHALIFI ZIKRI 1,000,000
36 MTSR KARAWANG 3,000,000
37 ROSADI BIN TAMA 500,000
38 DEA SEKAR ARUM 500,000
39 ENDAR BIN DATI 500,000
40 GINA KARISMA 500,000
41 SADRINA ALANA FAUZIYAH 2,000,000
42 100 ANAK YATIM 3,000,000
43 AKMAL MUBAROK 500,000
44 DIAN HAERANI 750,000
45 RSSR BANDUNG RAYA 11,749,915
46 UZI LESTARI 1,000,000
47 RINRIN MUSTHOFA 750,000
48 REJA MAULANA 750,000
49 SARYO BIN KASJA 1,000,000
50 SUNARSIH BINTI SOMADI 600,000
Total 58,901,715

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 58,901,715,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1011 ROMBONGAN

Rp. 51,480,428,495,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.