Rombongan 1010

Jika anda berani bersedekah dalam jumlah yang besar, sebaiknya anda bersiap-siap mendapatkan reseki dalam jumlah yang besar.
Posted by on June 10, 2017

RADIF AL KAFARAN (1, Dhuafa). Alamat : Jalan Inpres Gg. Wonosari, RT 3/16, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Bayi pasangan Bapak Rival dan Ibu Rosida lahir dalam kondisi alhamdulillah normal dengan berat 3.2 kg. Ayah Radif bekerja sebagai buruh pabrik tahu dengan penghasilan terbatas. Dengan kondisi perekonomian yang masih belum layak, keluarga tidak mampu melunasi biaya kelahiran Radif di bidan. Uang yang didapatkan ayah Radif untuk biaya persalinan adalah pinjaman dari tempat ia bekerja. Dalam kesehariannya, keluarga Pak Rival juga sulit memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Radif dan santunan pun disampaikan untuk membantu pelunasan biaya kelahiran Radif serta pemberian bantuan sembako tunai. Semoga Radif selalu sehat dan menjadi anak yang membanggakan keluarga, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nphita @uldharma @putriacri_20 @rini_syafrin

Rafid seorang dhuafa


ROSLAINI BIN AGUS (64, Dhuafa). Alamat : Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bu Roslaini adalah seorang janda karena suami Bu Roslaini, almarhum Agus Salim, sudah meninggal dunia. Bu Roslaini sehari-harinya bekerja sebagai pekerja serabutan mencari biji sawit di kebun sawit milik warga setempat. Beliau biasanya mencari biji sawit dalam seminggu 3 kali dengan penghasilan yang tidak menentu. Penghasilan yang diterimanya kadang sebesar Rp. 300.000,-/minggu dari hasil pengumpulan biji sawit. Semenjak suaminya meninggal dunia, beliau tinggal sendirian dengan menumpang di rumah milik tetangganya. Bu Roslaini selalu semangat dalam menjalani hidup dengan bekerja keras agar semua kebutuhannya terpenuhi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Roslaini dan santunan sembako tunai pun disampaikan untuk membantu beliau dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga beliau selalu semangat dan diberikan rejeki yang dapat mencukupi kehidupannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @nhpita @sulistyone Chairani Suci Dede @rizkyqurniazary @karin_lathief

Bu Roslaini seorang dhuafa


AGUSTINA SARI (21, Ginjal Bocor). Alamat : Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penyakit ginjal bocor Sari baru  diketahui sekitar awal bulan Januari 2017. Awal gejalanya adalah membengkaknya badan Sari sehingga keluarga pergi membawanya berobat ke puskesmas dan dilakukan pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan urine, Sari diketahui menderita penyakit ginjal bocor. Karena kurang yakin dengan diagnosa tersebut, ia kembali memeriksakan diri berobat ke dokter desa. Dari hasil pemeriksaan, ia kembali dinyatakan positif menderita penyakit ginjal bocor. Pada tanggal 11 Maret 2017 Sari mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka-luka di bagian wajah, tangan dan kakinya. Kondisi ini menyebabkan kondisi kesehatannya semakin menurun. Sari tinggal dengan kedua orang tuanya yaitu Pak Mariono (30) yang bekerja sebagai petani dan Bu Laula Sari (39) yang bekerja sebagai buruh serabutan mencari biji sawit di desa. Meskipun selama pengobatan Sari ditanggung oleh Jamkesmas namun ia tetap terkendala dengan biaya akomodasi dan transportasi selama kontrol jalan ke RS. Alhamdulillah Sari dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan pun disampaikan untuk membantu kelancaran pengobatan Sari. Semoga Sari sabar menjalani pengobatan dan ia segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @nhpita Chairani Putri @sulistyaone @hermanwaesyah @rizkyqurniazary @karin_latief

Bu Agustina menderita ginjal bocor


ARIFIN BIN MANGKUTO (63, Stroke). Alamat : Jalan RA Kartini, RT 2/5, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat sedang duduk santai di depan rumahnya tiba-tiba Pak Arifin terjatuh dan keluarga langsung membawanya ke RSUD Bangkinang. Kondisi pasien yang penuh di RS tersebut membuat Pak Arifin tidak ditangani dengan cepat sehingga beliau langsung dibawa RS Air Tiris dan mendapatkan pertolongan pertama di sana. Pada bulan Agustus 2015 Pak Arifin sempat di bawa ke rumah sakit di Bukit Tinggi dan dirawat selama 16 hari di sana. Diagnosa dokter menyatakan kadar kolesterol tinggi lah yang menyebabkan Pak Arifin mengalami stroke ringan selain radang paru-paru yang juga dideritanya. Saat ini kondisi Pak Arifin semakin memburuk karena beliau sudah sulit untuk mobilisasi dan tubuhnya semakin melemah. Istri Pak Arifin, Asmanidar (58), sempat berdagang di pasar namun sejak suaminya sakit ia pun harus mengurus penuh kebutuhan suaminya tersebut. Selama pengobatannya, Pak Arifin ditanggung oleh JKN-KIS PBI namun beliau masih membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi karena ketiadaan biaya untuk itu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Arifin dan santunan pun disampaikan untuk membantu biaya transportasi beliau berobat ke RS. Semoga Pak Arifin segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nhpita @rizkyqurniazari Bunga Dede Risty @karin_lathief

Pak Arifin menderita stroke


MUHAMMAD IRZZA (5, Tumor Ginjal). Alamat : Jl. Pemuda Setia, RT 2/2, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Berawal dari kondisi batuk pilek, seringnya demam, perut kembung dan nyeri yang dialami Irzza, ia dibawa ke puskesmas setempat untuk menjalani pengobatan. Pihak puskesmas menganggap sakit Irzza hanya maag biasa dan diberi obat. Namun obat yang diberikan tidak cocok dan Irzza pun dibawa ke Puskesmas Dinkes. Kesehatan Irzza semakin menurun hingga ia muntah dengan mengeluarkan bercak darah. Orang tua Irzza lalu membawanya ke RSUD Dorak Selat Panjang dan diambil tindakan cek labor dan rontgen. Dokter pun kemudian langsung merujuknya ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru karena belum bisa menyimpulkan diagnosa penyakit yang diderita Irzza. Pada tanggal 9 Februari Irzza berangkat ke RSUD Arifin Ahmad untuk kontrol ke Poli Anak, namun karena kondisi Irzza yang semakin lemah ia lalu dibawa ke IGD. Selama di IGD Irzza diberi obat untuk mengurangi rasa nyeri dan besoknya ia kembali kontrol ke Poli Anak. Hari itu juga Irzza langsung dirawat inap untuk segera diambil tindakan medis cek labor dan rontgen. Setelah menjalani proses yang cukup panjang untuk mengetahui penyakitnya, akhirnya diperoleh diagnosa bahwa Irzza menderita tumor ginjal. Saat ini Irzza sedang menjalani rawat inap di Ruang Merak 2 RSUD Arifin Ahmad dan menjalani kemoterapi siklus 1 bulan yang sudah berjalan selama 3 minggu. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Titipan Langit untuk meringankan beban orang tua Irzza selama ia rawat inap. Semangat menjemput kesembuhan, Irzza.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @nhpita @hermanwaesyah Aji Fathudin @sulistyaone

Irzza menderita tumor ginjal


SUKIYEM BINTI MANTO WIYONO (72, Stroke). Alamat : Dusun Sei Durian, RT 17/6, Desa Marga Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Bu Sukiyem adalah ibu dari seorang anak dan nenek dari 2 orang cucu yang masih kecil. Sejak 2015 lalu, Bu Sukiyem sudah sering sakit-sakitan. Beliau sering merasakan sakit kepala namun dibiarkannya saja. Beliau sempat memeriksakan sakit kepalanya tersebut ke puskesmas, ternyata hasil tekanan darahnya tinggi. Pada bulan Maret 2017 lalu, tekanan darah Bu Sukiyem tinggi hingga 240 hingga akhirnya ia menderita stroke. Tangan dan kaki sebelah kiri Bu Sukiyem tidak bisa diluruskan dan mulut beliau sedikit miring. Ibu Sukiyem sempat menjalani terapi tradisional hingga alhamdulillah mulutnya kembali normal, namun kaki dan tangan beliau masih belum ada perubahan dan masih lumpuh. Saat ini untuk makan Bu Sukiyem harus disuapi dan beliau tinggal bersama anaknya yang kondisi ekonominya pun kurang mencukupi. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Sukiyem dan menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu beban ekonomi keluarga. Semoga Bu Sukiyem segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @nhpita Lendriani Mustakwa @sulistyaone

Bu Sukiyem menderita stroke


ANDRA SETIANSYAH (1, Pembengkakan Ginjal dan Hati). Alamat : Jalan Sadewa, Desa Banjar Panjang, RT 3/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Tak lama setelah kelahirannya, perut Andra tiba-tiba besar dan membengkak. Sejak itu, Andra sering menangis kesakitan dan saat umurnya 40 hari bagian anusnya pun ikut membesar. Keluarga membawanya ke puskesmas dan dokter di puskesmas merujuknya ke RS Evarina lalu kembali dokter RS Evarina merujuk Andra untuk berobat lanjutan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun keluarga terlambat sampai di RSUD Pekanbaru sehingga pendaftaran pasien sudah ditutup. Mengingat kondisi Andra yang sudah sangat kesakitan akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya ke RS Syafira. Saat kurir Sedekah Rombongan menemui Andra, kondisinya semakin memprihatinkan dengan perutnya yang semakin membesar. Ayah Andra, Nurdiansyah (40), bekerja serabutan dan tidak memiliki penghasilan yang memadai untuk mendukung pengobatan anaknya sedangkan ibunya, Kuraesin (31), adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Andra dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Andra selama ia dirawat inap di RS. Semoga Andra segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @nhpita Siswanto @karin_lathief

Andra menderita pembengkakan ginjal dan hati


RENI YENTI (37, Katarak). Alamat : Jalan  Panglima Undan, RT 1/6, Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pada tahun 2016, Bu Reni mulai merasakan ada sesuatu yang mengganjal pada mata sebelah kanannya. Mulanya hanya terasa ada butiran pasir yg masuk ke dalam matanya yang membuat matanya perih dan membuat pandangannya mulai kabur. Saat di daerah tempat tinggalnya ada pengobatan gratis, ia ikut memeriksakan diri dan dokter menyatakan bahwa matanya telah mengalami katarak sehingga harus dioperasi. Dokter mengatakan bahwa minum obat tidak dapat menyembuhkan kondisi mata Bu Reni karena kondisi kataraknya sudah tidak bisa diobati begitu saja. Saat kurir Sedekah Rombongan bertemu Bu Reni, kondisi mata sebelah kanannya sudah tidak bisa melihat lagi dan pandangan mata sebelah kirinya juga sudah mulai kabur. Pak Ramlan (36) suami Bu Reni bekerja sebagai buruh bangunan lepas dengan penghasilan tidak tetap sehingga ketiadaan biaya berobat membuat Bu Reni urung menjalani pengobatan matanya. Untuk bisa berobat, Bu Reni harus memiliki jaminan kesehatan terlebih dahulu dan itu pun sulit dipenuhi karena ketiadaan biaya untuk mengurusnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Reni dan santunan pun disampaikan untuk membantu pengurusan jaminan kesehatan serta biaya berobat. Saat ini alhamdulillah kondisi mata Bu Reni sudah normal kembali dan dapat melihat seperti sediakala setelah ia menjalani operasi katarak di RSUD Arifin Achmad dengan JKN-KIS PBI yang telah dimilikinya. Semoga Bu Reni selalu diberikan kesehatan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @nhpita Rina @hermanwaesyah

Bu Reni menderita katarak


HAIYUNDA FIRMAN S. (31, Lumpuh Layu). Alamat : Jalan Adi Sucipto, Gg. Keluarga Blok A No 63, RT 4/2, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Haiyunda terlahir dengan kondisi normal namun memang keadaannya lemah. Pada umur 12 tahun badan Haiyunda demam tinggi dan badan semakin melemah sehingga keluarga membawanya ke dokter. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Haiyunda mengalami kondisi lumpuh layu yang membuat tubuhnya semakin sulit mobilisasi. Keluarga juga sempat membawa Haiyunda ke tukang urut, namun hasilnya tulang menjadi bengkok dan malah terasa kaku. Keluarga selalu berusaha untuk mengobati Haiyunda selama 12 tahun terakhir ini hingga harus menjual seluruh harta benda yang tidak seberapa banyak untuk pengobatan anaknya namun belum membawa hasil hingga sekarang. Akhirnya keluarga hanya bisa pasrah dan melanjutkan pengobatan untuk Haiyunda di rumah dengan perawatan seadanya dan kurang layak. Saat ini kondisi fisik Haiyunda sudah semakin kaku otot dan tulangnya, untuk makan pun ia harus disuapi ayahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Haiyunda sehingga dapat menyampaikan bantuan titipan dari sedekaholics untuk pembelian susu dan pampers. Semoga keluarga selalu diberi kesabaran oleh Allah Subhanawata’ala untuk mengobati Haiyunda. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @nphita @rizky Dede @sulistyaone @rini_syafrin

Haiyunda menderita lumpuh layu


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat:  Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan diberikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi kesehatan Asbih semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Asbih menderita gagal hati


KHAIRUL ASBIH (1, Gagal Hati). Alamat:  Dusun IV Suka Maju, RT 2/2, Kelurahan Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat baru lahir bayi Asbih sudah terlihat menguning, akan tetapi keluarga menduga hal itu masih normal dan bukan merupakan gejala penyakit. Namun pada umur 3 hari, kulit bayi Asbih semakin menguning dan lama kelamaan perutnya juga ikut membesar. Kemudian keluarga membawa Asbih ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil diagnosa dokter menunjukkan Asbih mengidap penyakit gagal hati dan satu-satunya harapan agar ia dapat bertahan hidup adalah tindakan transplantasi hati. Selama melakukan pengobatan, Asbih terkendala dengan biaya pengobatan selama dirawat inap karena ia terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Asbih adalah anak dari pasangan Winarto (29) yang bekerja sebagai petani dan Eka Agustina (25) yang merupakan seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Asbih dan bantuan awal telah disampaikan untuk membayar cicilan pertama tagihan biaya di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 21 April 2017. Namun ternyata takdir Allah berkata lain, pada tanggal 23 April 2017 Asbih berpulang ke Rahmatullah saat masih dirawat di RSUD. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Dede @rizkyqurniazary

Asbih menderita gagal hati


MUNIR BIN ABDULLAH (48, Stroke). Alamat : Jalan Prof. M. Yamin, RT 1/3, Kelurahan Kumantan, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sudah sejak sepuluh tahun yang lalu Pak Munir menderita penyakit stroke. Hingga kini, kondisi Pak Munir sudah sulit untuk berjalan sehingga ia tidak bisa bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarga hanya bergantung pada istrinya yang sesekali berjualan apapun di rumah. Ketiadaan penghasilan akibat kondisi Pak Munir juga menyebabkan terhambatnya pembayaran SPP anaknya yang sudah menunggak selama 4 bulan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Munir dan keluarga, sehingga santunan pun dapat disampaikan untuk membantu biaya pengobatan serta pembayaran uang SPP anak Pak Munir. Semoga Pak Munir segera diberikan kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @nphita Fathudin @rini_syafrin

Pak Munir menderita stroke


MINARDI BIN GUSNAINI (48, Dhuafa). Alamat : Jalan Sepakat Perum GSA, RT 3/22, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pak Minardi sehari-harinya mencari nafkah sebagai pemulung barang bekas di wilayah Pekanbaru. Ia memiliki 6 orang anak dan 2 di antaranya menderita penyakit step (sering mengalami kejang) sehingga membutuhkan perhatian khusus dari keluarga. Karena kondisi mereka tersebut, anak-anak Pak Minardi harus dibawa kemana pun beliau berkeliling mencari barang bekas karena tidak ada yang menjaganya di rumah. Anaknya dibawa dengan menggunakan gerobak yang sudah tidak layak pakai lagi. Istri Pak Minardi ikut membantu penghasilan keluarga dengan bekerja serabutan menjadi buruh setrika dengan upah yang masih minim. Namun itu pun belum juga dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Penghasilan Pak Minardi sebagai pemulung yang tidak menentu juga menyebabkan keluarga harus menunggak biaya SPP anaknya selama 4 bulan. Alhamdulillah Allah Subhanawata’ala mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Pak Minardi dan memberikan santunan untuk membantu biaya hidup mereka sehari-hari serta membayar tunggakan SPP anaknya. Semoga keluarga dilimpahkan rejeki yang berkah dan anak-anak Pak Minardi segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti Rillo @rini_syafrin

Pak Minardi seorang dhuafa


ASMANIDAR BINTI SUMIHAR (58, Diabetes + Hipertensi) Alamat : Jalan R.A Kartini, RT 2/15, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Awalnya Bu Asmanidar merasakan kakinya terasa lemas dan ia sering merasa tidak enak badan. Kemudian ia pergi ke puskesmas untuk memeriksakan diri dan dokter melakukan cek gula darah serta tekanan darahnya. Hasil pengecekan menunjukkan Bu Asmanidar menderita diabetes dan hipertensi sehingga ia harus mengonsumsi obat agar penyakitnya bisa membaik. Hingga kini, kondisi Bu Asmanidar masih belum bisa berjalan sehingga ia tidak bisa lagi berjualan di pasar. Kondisi tersebut membuat perekonomian keluarga semakin sulit karena pencari nafkah dalam keluarga ini adalah Bu Asmanidar mengingat suaminya yang tidak memiliki pekerjaan. Alhamdulillah untuk pengobatan Bu Asmanidar sudah terbantu oleh pemerintah dengan kepemilikan jaminan kesehatan JKN KIS-PBI. Namun dengan tidak adanya lagi penghasilan keluarga, anak Bu Asmanidar akhirnya harus menunggak uang SPP karena ketiadaan biaya untuk membayarnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Asmanidar dan santunan disampaikan kepada keluarga untuk membantu pembayaran tunggakan SPP anaknya serta memenuhi biaya hidup sehari-hari. Semoga kondisi Bu Asmanidar segera pulih dan diberikan kesembuhan dari segala penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nhpita @ristyyani @rizkyqurniazari @sulistyaone @rini_syafrin

Bu Asma menderita diabetes + hipertensi


ASEP GUNAWAN (51, Tumor Di Belakang Mata). Alamat : Jalan Nakula, RT 1/4, Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sudah hampir 2 tahun terakhir ini, Pak Asep merasakan nyeri amat sangat di daerah matanya. Namun karena terkendala dengan biaya berobat ia hanya mengobati matanya tersebut dengan obat-obatan kampung selama kurang lebih 1 tahun. Alhamdulillah keluarga akhirnya memiliki jaminan kesehatan yang memudahkannya berobat secara medis sehingga ia bisa berobat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh dokter mata di RSUD ia didiagnosa menderita tumor di belakang matanya, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah dianggap parah dokter merujuknya untuk berobat lanjutan ke RSCM Jakarta agar dapat dilakukan tindakan operasi. Namun keluarga terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi Pak Asep selama ia berobat di Jakarta. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Asep dan dapat menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi keluarga berangkat ke Jakarta serta biaya akomodasi selama tinggal di RSSR Jakarta. Semoga Pak Asep segera disembuhkan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.750.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rini_syafrin

Asep menderita tumor Di belakang mata


SUPRIYANI SUPILARDI (43, Kanker Payudara). Alamat : Jalan Sari Lembah Subur, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada awalnya tidak ada gejala penyakit apapun yang dialami Bu Supriyani. Namun pada awal tahun 2016, ia mengalami demam dan batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh selama 2 minggu lamanya. Kemudian saat ia akan mengalami datang bulan, payudaranya terasa meradang, keras dan nyeri. Kemudian Bu Supriyani kembali memeriksakan diri ke puskesmas dan dokter merujuknya ke RS Evarina. Alhamdulillah pengurusan JKN-KIS Non PBI kelas 3 Bu Supriyani saat itu berjalan dengan lancar dan setelah aktif ia dapat menggunakan untuk pengobatan lanjutannya ke RS Evarina. Dari hasil check up yang dilakukan, ia terdiagnosa mengidap penyakit kanker payudara dan dianjurkan untuk menjalani operasi satu bulan setelah terdeteksi kanker. Paska operasi, Bu Supriyani kembali dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani kemoterapi sebanyak 6 siklus. Namun ujian yang ia hadapi ternyata belum selesai, setelah pengobatan kemoterapi selesai dilakukan dokter mendiagnosa bahwa indung telurnya harus dibersihkan. Ia kembali menjalani operasi pembersihan indung telurnya pada bulan Agustus 2016 dan hingga kini harus mengonsumsi obat kemo secara oral selama 5 tahun. Kondisi Bu Supriyani saat ini belum pulih total, saat merasa kecapekan payudaranya akan terasa ngilu dan nyeri sehingga ia masih terus menjalani kontrol rutin dengan pemeriksaan darah rutin sekali dalam 6 bulan. Meskipun pengobatan Bu Supriyani sudah gratis namun keluarga tetap mengalami kendala dalam memenuhi biaya transportasi dan akomodasi selama ia menjalani kontrol rutin ke RS. Suami Bu Supriyani yaitu Pak Supilardi (43) bekerja serabutan dan untuk membantu perekonomian keluarga, Bu Supriyani juga sesekali membantu suaminya bekerja serabutan. Penghasilan yang diperoleh keluarga ini masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Supriyani dan santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi berobat. Semoga kondisi kesehatan Bu Supriyani semakin membaik dan ia bisa sembuh total dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @nhpita Siswanto @rizkyqurniazary

Bu Supriyani menderita kanker payudara


M. ARFA TAJUFALA (3, Gizi Buruk). Alamat: Jalan Perkasa, RT 4/5, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Saat lahir, Arfa lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun ketika Arfa berumur 2,5 tahun tiba-tiba nafsu makannya hilang hingga ia tidak mau makan dan sering mengalami demam. Kemudian keluarga membawa Arfa ke puskesmas karena kondisinya mulai melemah. Sehingga perawat puskesmas menyarankan saran agar Arfa dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Dokter di RSUD mendiagnosa Arfa menderita gizi buruk dan ia harus segera dirawat inap agar berat badannya bisa bertambah. Namun setelah 16 hari dirawat inap di RSUD kondisinya belum juga membaik dan belum ada perubahan berarti; badan Arfa tetap lemas dan kurus bahkan untuk makan saja saat ini dilakukan melalui hidung karena ia tidak mau makan. Dokter tidak mengizinkan Arfa pulang sebelum ia mau makan, berat badannya bertambah dan demamnya turun. Saat ini, kebutuhan Arfa yang paling mendesak adalah asupan susu yang sangat diperlukan agar berat badannya segera bertambah. Arfa merupakan anak dari pasangan Pak Sapriadi (31) yang bekerja sebagai tukang bangunan dan Bu Erna Susanti (21) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Arfa sudah memiliki Jamkesda yang dapat membantu biaya pengobatannya selama dirawat di rumah sakit. Akan tetapi dalam pengobatannya keluarga tetap terkendala untuk biaya pembelian susu dan biaya akomodasi selama ia dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Arfa dan santunan disampaikan untuk meringankan beban keluarga. Semoga kondisi kesehatan Arfa semakin membaik dan ia dapat berkembang normal seperti anak-anak seusianya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 800.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @nhpita @khairinisyafrin @rizkyqurniazary

Arfa menderita gizi buruk


NALIH BIN INAN (70, Stroke). Alamat: Perumahan Pabrik 1 PT Sari Lembah Subur, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Beberapa bulan yang lalu, Pak Nalih mendapat undangan acara kenduri dari tetangganya. Usai acara tersebut, beliau tiba-tiba terjatuh dan tidak dapat bangun lagi dan warga langsung membawanya pulang ke rumahnya. Keesokan harinya beliau memanggil tukang urut untuk mengobati kondisinya yang sudah tidak bisa berjalan lagi. Namun setelah diurut selama 4 bulan, kondisi Pak Nalih tidak ada perubahan sama sekali sehingga beliau akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengobatan urut tersebut. Sejak saat itu, Pak Nalih menumpang hidup di rumah anaknya agar ada yang bisa menjaganya selain istrinya, Nurhayati (52) yang adalah seorang ibu rumah tangga. Kondisi Pak Nalih saat ini hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan tangan dan kaki yang sudah membengkak dan sudah sulit berbicara. Walaupun Pak Nalih sudah terdaftar sebagai pemegang JKN-KIS PBI ia tidak dapat berobat karena lokasi desa yang jauh dari rumah sakit. Ketiadaan biaya membuat keluarga tidak mampu untuk membawanya berobat ke RS. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Nalih dan dapat menyampaikan titipan dari sedekaholics untuk membantu biaya transportasi berobat beliau. Semoga kesehatan Pak Nalih semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan keluarga. Aamiin.

Jumalah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @nhpita @siswanto10 Anggi Evi Wawan Iqbal @karin_lathief

Pak Nalih menderita stroke


ANDI SUHERI (37, Jaspiritis Kronis + Maag Akut). Alamat : RT 7/2, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Sakit perut yang dialami Pak Andi sudah ia rasakan sejak tahun 1999. Ketika itu berawal dari sakit perut biasa saja, akan tetapi tahun demi tahun sakit yang dialami Pak Andi semakin parah. Kemudian Pak Andi dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa secara intensif atas penyakit yang dialaminya. Ternyata ketika dibawa kerumah sakit dokter mengatakan sakit Pak Andi sudah komplikasi dan diagnosa dokter yaitu jaspiritis kronis (radang lambung) dan maag akut. Saat ini, kondisi Pak Andi semakin lemah dan kurus, karena asupan makanan untuk energi tidak bisa lagi masuk ke perut. Saat perutnya diisi makanan, seluruh makanan tersebut akan ia muntahkan lagi. Pak Andi sudah 6 bulan terakhir tidak bisa bekerja mencari nafkah karena penyakit yang dialaminya, sehingga istri Pak Andi yaitu Ibu Resmawalis (35) bekerja sebagai penjual kue keliling untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Saat ini Pak Andi sudah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN-KIS Non PBI kelas 3 yang dapat membantu biaya pengobatannya, akan tetapi Pak Andi tetap mengalami kendala yaitu akomodasi dan transportasi selama ia menjalani kontrol jalan  maupun saat ia harus dirawat inap di rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Andi dan santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi serta pembelian susu. Semoga kondisi kesehatan Pak Andi semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 750.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @rizkyqurniazary

Pak Andi menderita jaspiritis kronis + maag akut


NURHAYATI BINTI MASRI PASARIBU (40, Kanker Payudara + Gula Darah Tinggi + Hipertensi). Alamat : Jl.Harapan jaya, Gg. Makmur Sigunggung, RT 3/2, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ibu Nurhayati mulai mengalami sakit sekitar tahun 2007. Ketika itu terasa benjolan pada payudara sebelah kanan yang dirasakan saat Bu Nurhayati sedang mandi. Beberapa hari setelahnya, Bu Nurhayati melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan dokter menyakan bahwa benjolan yang terdapat di sebelah kanan payudara Bu Nurhayati adalah tumor. Pada tahun 2010, Bu Nurhayati melakukan operasi untuk pengangkatan benjolan tersebut. Dan selama kurang lebih 2 tahun ia tidak mengalami sakit lagi sehingga ia sudah dapat beraktifitas normal. Namun, pada tahun 2013 benjolan menyebar lagi pada payudara sebelah kiri dan pasien hanya melakukan check up ke puskesmas pembantu, tidak ada tindakan lebih untuk melakukan pengobatan dan hanya di berikan obat saja. Kondisi penyakit Bu Nurhayati pun semakin lama semakin memburuk hingga pada tanggal 11 April 2017, ia dirujuk ke puskesmas induk dan didiagnosa menderita penyakit kanker payudara. Kondisi Bu Nurhayati saat ini hanya melakukan rawat jalan di puskesmas. Pihak puskesmas setempat sedang membantu dalam pembuatan Jamkesda agar Bu Nurhayati bisa dirujuk ke rumah sakit untuk diakukan operasi.  Kondisinya saat ini semakin lemah dimana ia harus benar-benar dibantu atau dipegang ketika ingin duduk dan berdiri. Selain itu, kondisi pasien saat ini juga belum dapat berbicara dengan baik. Berdasarkan keterangan bidan setempat hal tersebut disebabkan oleh hipertensi yang dideritanya. Kartu Jamkesda Bu Nurhayati saat ini masih dalam proses pembuatan sehingga ia masih mengalami kendala biaya transportasi dan pengobatan ke puskesmas. Suami Bu Nurhayati sudah tidak ada lagi sehingga ia hanya tinggal berdua saja bersama anaknya yang sehari-harinya dapat membantu biaya kehidupan sehari-hari keluarga kecil ini walaupun juga tidak seberapa. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Nurhayati dan santunan disampaikan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat jalan ke puskesmas. Semoga kondisi kesehatan Bu Nurhayati semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @nhpita Bunga @rizkyqurniazary

Bu Nurhayati menderita kanker payudara + gula darah tinggi + hipertensi


UHRI MAULIDA NINGSIH (25, Penyempitan Katup Jantung). Alamat : Desa Beringin Makmur, RT 4/1, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sehari-hari, Uhri bekerja di koperasi di daerah tempat tinggalnya. Akan tetapi, pada awal bulan November 2015 ia mulai merasakan sakit pada dadanya. Pada saat itu ia sering mengalami demam, muntah-muntah, nyeri, dan perut terasa kembung. Untuk mengobati sakitnya, Uhri hanya mengkonsumsi obat yang dibelinya dari apotik karena ia menduga hanya sakit biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun setelah beberapa hari, sakit yang ia rasakan tidak membaik dengan kondisi dadanya yang terasa sesak, detak jantung yang berdenyut sangat kencang serta muntah-muntah. Karena keadaannya yang semakin memburuk, Uhri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pematang Rebah di Indragiri Hulu hingga kondisinya membaik dan ia bisa pulang. Namun beberapa hari setelahnya, penyakit Uhri kambuh lagi dengan keluhan yang lebih parah hingga perutnya membengkak. Akhirnya Uhri dibawa ke RSUD Selasih hingga alhamdulillah kondisinya membaik kembali. Sejak saat itu, rasa sakit yang ia rasakan terus berulang dengan beberapa kali mengalami kambuh hingga akhirnya dokter di RSUD Selasih merujuknya berobat lanjutan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Dan akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, baru diketahui penyakit yang dideritanya yaitu Penyempitan Katup Jantung. Hingga kini kondisi Uhri belum juga membaik karena masih sering mengalami kambuh. Saat kambuh, perutnya terasa kembung dan nyeri disertai dengan muntah terus menerus, dadanya terasa sesak, nyeri di punggung yang tak tertahankan dan badan terasa panas. Dokter menyarankan Uhri untuk melakukan kontrol setiap bulannya sampai dilakukannya operasi. Dokter juga mengatakan operasi akan dilakukan di rumah sakit Jakarta pada bulan Desember 2015 dikarenakan alat di RSUD AA Pekanbaru belum ada. Namun sebelum bulan Desember, Uhri mendapatkan kabar dari dokter bahwa operasi dapat dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru saja karena alat akan dikirim dari Jakarta. Dokter juga menyarankan untuk kontrol lagi sebelum dilakukan operasi pada jadwal yang sudah ditentukan. Akan tetapi karena terkendala dengan biaya transportasi, Uhri kontrol jalan tidak tepat pada waktunya dan tidak bertemu dokter yang rencananya akan melakukan operasi. Hingga saat ini iai tidak melakukan kontrol ke rumah sakit lagi dan hanya mengonsumsi obat umum yang dibeli di apotik saja untuk meredakan rasa sakit yang dirasakannya. Uhri merupakan anak dari Bapak Kantim (56) yang bekerja serabutan dan Ibu Darikah (49) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Uhri memiliki kartu jaminan kesehatan JKN-KIS PBI yang dapat membantu biaya pengobatannya. Namun keluarga tetap terkendala dengan biaya transportasi dan akomodasi selama melakukan pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Uhri dan santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama ia berobat jalan. Semoga kondisi kesehatan Uhri semakin membaik dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @nhpita @siswanto10 @rizkyqurniazary

Uhri menderita penyempitan katup jantung


JUNIA RONA VIA (Dhuafa, 16). Alamat : Jalan Meranti Darat, Gg. Simpul, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Provinsi Riau. Junia Rona Via atau yang biasa dipanggil Junia merupakan salah satu siswa di SMA Binsus Dumai yang saat ini duduk di kelas 2 jurusan IPS. Sekitar 6 bulan yang lalu, Junia masih bersekolah dengan biasa seperti siswa lainnya. Tetapi pada akhir-akhir ini, Junia sering mendapatkan peringatan dari sekolah karena belum membayar SPP selama 6 bulan dan juga belum membayar buku cetak yang wajib dibeli oleh siswa. Jarak rumah Junia dengan sekolahnya cukup jauh yaitu sekitar 7 KM, sedangkan keluarga Junia tidak memiliki kendaraan apapun yang dapat digunakan untuk ke sekolah. Terlepas dari kendala yang dihadapinya, Junia tetap bersemangat untuk berangkat sekolah. Melihat semangat Junia yang besar untuk tetap sekolah, ayahnya sering meminjam kendaraan temannya atau meminta bantuan kepada sang kakek agar ia tetap dapat berangkat ke sekolah. Junia merupakan anak pertama dari pasangan Pak Romi Susanto (37) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Afriza (34) yang sehari-harinya adalah seorang ibu rumah tangga. Junia memiliki 2 orang adik, yang pertama saat ini juga sedang bersekolah dan duduk di kelas 5 SD, sedangkan adiknya yang kedua masih berumur 2 tahun. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Junia dan bantuan pun diberikan untuk pembayaran biaya SPP serta pembelian sepeda yang akan digunakan sebagai sarana transportasi Junia ke sekolah. Semoga Junia lebih bersemangat lagi untuk terus menuntut ilmu dan bantuan yang disampaikan dapat meringankan beban keluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 12 April 2017
Kurir : @nhpita @jangajid @rizkyqurniazary

Junia seorang dhuafa


SUHADA FATMA BALKIS (11, Lumpuh). Alamat : KM 11 Sebanga, Jalan Karet, RT 1/11, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Suhada merupakan putri sulung dari Bapak Mahendra (36) dan Ibu Rusmawati (39). Saat Suhada berusia 7 tahun, ia tiba-tiba merasa lemas sampai tidak sanggup berjalan. Selain itu, badannya sering mengalami demam tinggi. Ibu Rusmawati mengira Suhada hanya lemas karena demam biasa dan memaksanya agar tetap berusaha untuk berjalan, namun semakin hari kondisinya justru semakin menurun hiingga akhirnya ia dibawa berobat ke RS Permata Hati (RSPH) Duri. Dokter RSPH mendiagnosis Suhada mengidap penyakit paru dan harus rutin mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakitnya agar ia juga tidak mengalami demam lagi. Selama pengobatannya Suhada menggunakan Jamkesda sehingga seluruh biaya berobatnya gratis. Suhada menjalani rawat jalan pengobatan penyakit parunya selama 6 bulan, namun karena tidak ada perubahan akhirnya pengobatan Suhada dihentikan. Orang tua Suhada kemudian mencoba pengobatan tradisional dan berulang kali membawa Suhada ke tukang urut namun ia masih tetap tidak bisa jalan. Pada 18 Oktober 2016 lalu, kondisi Suhada kembali menurun sehingga ia dibawa ke RSUD Duri dan langsung dirawat inap. Suhada pun akhirnya menjalani CT-Scan namun dokter juga belum dapat memastikan diagnosis penyakit yang diderita Suhada. Dokter masih belum berhasil menemukan penyebab penyakit Suhada yang membuat kondisinya lumpuh, sehingga akhirnya merujuk Suhada ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kondisi perekonomian keluarga Suhada menjadi kendala baginya untuk melanjutkan pengobatan karena keluarga tidak memiliki biaya untuk membawanya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penghasilan Pak Mahendra sebagai petani yang tidak menentu hanya dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini. Apalagi adik Suhada juga butuh perhatian lebih karena menderita penyakit yang sama. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Suhada dan menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi selama Suhada berobat ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Suhada dan adiknya, Annisa, menjadi pasien dampingan SR Riau yang akan dibantu pengobatannya hingga mereka berdua insyaa Allah bisa mendapatkan kesembuhan total. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan berupa alat penyangga (brace) yang dapat membantu Suhada untuk memudahkan mobilisasi. Bantuan sebelumnya masuk dalam Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 550.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi Nasrul

Suhada menderita lumpuh


DONI PRASETYO (27, Kolesistitis Kronis). Alamat : Perum Kedaung, Jln. Seriti 1, Blok BK 2, Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Doni adalah sosok anak yang bertanggung jawab. Sejak ayahnya meninggal dunia, ia menjadi pengganti sang ayah sebagai tulang punggung keluarganya. Doni tinggal bersama ibu dan kedua  adiknya yang masih kecil  di sebuah kontrakan kecil. Ia bekerja keras mencari nafkah utuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan kedua adiknya. Satu tahun bekerja, Doni mulai mengalami sakit. Rasa nyeri di ulu hati dan mual sering ia rasakan. Doni langsung berobat di klinik terdekat. Setelah beberapa minggu, rasa sakit yang ia rasakan tak kunjung sembuh. Selain nyeri di ulu hati dan muntah-muntah, badan Doni demam tinggi. Melihat kondisi Doni yang semakin menurun, akhirnya ia dibawa ke rumah sakit dan dokter menganjurkan untuk dirawat. Doni didiagnosis mengalami kolesistitis atau peradangan pada kantong empedu yang sudah kronis. Selama lima bulan Doni sudah hampir 8 kali dirawat. Selama ini Doni berobat dengan jaminan KIS yang dimilikinya. Pada 7 April 2017, Doni kembali dirawat di rumah sakit. Akibat kondisi Doni yang semakin menurun, ia sempat tak sadarkan diri. Melihat dan merasakan kesusahan yang dialami keluarga Doni, syukur Alhamdullilah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya transpotasi dan akomodasi selama Doni dirawat. Dua hari pasca kurir menjenguk Doni di rumah sakit, tepatnya pada tanggal 10 April 2017, kurir mendapat kabar bahwa Doni meninggal dunia. Allah lebih sayang pada Doni, mungkin ini adalah yang terbaik untuknya dan keluarga. Semoga amal ibadah Doni diterima di sisi-Nya dan ditempatkan di surga-Nya, amin.

Jumlah Bantuan: Rp 500,000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kuri : @nurmanmlana @pratama_chatur @safrudin @ririn_restu

Doni menderita kolesistitis kronis


MUHAMMAD NUR CHOLIK (18, TB Tulang). Alamat : Ampelsari, RT 3/5, Kel. Ampelsari, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Prov. Jawa Tengah. Putra dari Bapak Suratno (40), dan Ibu Nurkhayati Sulistiowati (37) ini menderita TB tulang sejak 7 bulan yang lalu. Mulanya ia batuk terus – menerus selama dua bulan namun setelah diperiksakan kondisi paru – parunya baik. Selain batuk, Cholik juga mengalami kesulitan berjalan dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan medis akhirnya ia didiagnosis menderita TB Tulang. Lama – kelamaan kondisi Cholik semakin memburuk diawali dengan kebalnya kaki hingga akhirnya ia mengalami kelumpuhan. Orang tua Cholik berupaya untuk pengobatan anaknya dan membawanya ke Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih maksimal. Didampingi ibunya dan menumpang tinggal di rumah keluarga di Jakarta, Cholik berikhtiar untuk pengobatannya. Kondisi Cholik semakin menurun hingga sempat dibawa ke UGD RS Fatmawati Jakarta. Saat itu ia belum memiliki jaminan kesehatan apapun sehingga biaya pengobatan harus ditanggung orang tuanya. Lebih dari dua minggu Cholik dirawat dan belasan juta rupiah harus dibayarkan orang tuanya. Penghasilan Bapak Suratno sebagai pembuat batako dan Ibu Nurkhayati yang sudah meninggalkannya pekerjaannya sebagai buruh jahit tak mampu melunasi biaya pengobatan Cholik. Simpanan untuk berobat telah semua dikeluarkan namun masih saja menyisakan tagihan lebih dari 9 juta rupiah yang akhirnya harus dicicil setiap bulannya. Akhirnya orang tua Cholik berusaha membuat JKN – KIS namun karena keterbatasan informasi bahwa meski Cholik beridentitas luar daerah ia dapat membuat KIS di Jakarta, ia dan ibunya kembali ke Banjarnegara untuk membuat KIS di sana. Selama tiga bulan Cholik hanya dirawat di rumah dan tidak pernah lagi berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan. Akhirnya KIS mandiri kelas III dimiliki Cholik dan ia kembali melanjutkan pengobatannya di Jakarta. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya, Cholik sudah dirawat di RS Fatmawati selama dua bulan. Ia sudah menjalani biopsi untuk mengetahui apa yang menyebabkan kelumpuhannya. Hasil biopsi menunjukkan Cholik negatif mengidap kanker, dokter masih terus mengobservasi kondisi Cholik hingga ada perkembangan diagnosis pastinya. Setelah menjalani rawat inap cukup lama, Cholik diperbolehkan pulang dan diharuskan menjalani rawat jalan. Cholik berobat ke Poli Paru dan Rehab Medis rutin seminggu dua kali. Kondisi Cholik belum banyak perubahan, ia direncanakan akan menjalani operasi pemasangan pen dan setelah itu dapat melanjutkan pengobatannya di kampung halamannya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan untuk membeli obat-obatan yang tidak dicover oleh BPJS. Sebelumnya Cholik telah dibantu dalam rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Nur menderita TB tulang


RSSR SEMARANG (Operasional Bulan April). Alamat : Jl. Sadewa 2 No. 3, RT 1/3, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang. RSSR adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak bulan Juni 2016 ini kami menyewa sebuah rumah di daerah Semarang Tengah ini, sebelumnya di daerah Pleburan Semarang sejak 2 tahun lalu sebagai rumah singgah untuk pasien. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional RSSR ini sebelumya masuk di rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 12.549.226,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan April


MTSR SEMARANG (G 9221 GC, Biaya  Operasional Bulan April). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang membantu pasien di wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulan MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulan MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.485.500,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang @DiahPertiwi1110

Biaya operasional bulan April


MTSR SEMARANG (H 8690 QF, Biaya  Operasional Bulan April). MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulan operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan April 2017. Laporan keuangan operasional MTSR ini sebelumya masuk di rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.549.500,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional bulan April


LUTIYATMI TUGINEM (50, Sarcoma). Alamat : Dusun Pacungan, RT 5/18, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Riwayat penyakit Bu Lutiyatmi dimulai sejak tahun 2006. Ada benjolan sebesar ibu jari orang dewasa yang tumbuh di dekat telinga sebelah kanan. Ia kemudian berobat ke dokter dan didiagnosa menderita tumor. Tahun 2014, benjolan itu mulai membesar tapi tidak terasa sakit. Tahun 2016, Bu Lutiyatmi mulai merasakan sakit pada benjolannya dan pernah mengalami pendarahan. Ia pun berobat ke dokter dan didignosa menderita tumor ganas, selama berobat ia hanya diberi obat penurun tekanan darah. Belum pernah ada tindakan lainnya yang berhubungan dengan tumornya karena terhalang oleh tekanan darah tinggi yang diderita oleh Bu Lutiyatmi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Tepus, Gunungkidul. Bu Lutiyatmi segera berobat di RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ia menjalani biopsi untuk menentukan tindakan pengobatan selanjutnya. Hasil biopsi menunjukkan Bu Lutiyatmi mengidap sarcoma, yaitu kanker yang relatif langka mencakup 1% dari semua keganasan. Suaminya, Kholil (45), bekerja sebagai buruh tani, sementara anak semata wayangnya berusia 23 tahun dan bekerja di toko. Selama berobat, ia menggunakan jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS Mandiri Kelas III. Awal Oktober lalu, Bu Lutiyatmi menjalani operasi pengangkatan massa di bagian pipi kanan. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Bu Lutiyatmi tampak lebih bugar. Bu Lutiyatmi selalu bersemangat menjalani cek lab dan kontrol rutin. Hasil kontrol beberapa waktu lalu dokter menyatakan bahwa kanker yang ia derita sudah bermetatase ke tulang belakang. Bu Lutiyatmi dijadwalkan untuk kontrol rutin ke poli ortopedi dan poli onkologi. Bantuan ini dipergunakan untuk pembelian korset khusus dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Santunan sebelumnya terdapat pada rombongan 993. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan pengobatan Bu Lutiyatmi berjalan lancar dan segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 851.700,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Lutiyatmi menderita sarcoma


NARSEM BINTI TAWIRAJI (65, Kanker Payudara Kiri). Alamat : RT 2/4, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Gejala penyakit yang dialami Ibu Narsem berawal dari tumbuhnya benjolan sebesar kelereng di payudara sebelah kirinya. Keluarga Ibu Narsem segera membawanya berobat ke Rumah Sakit Wiradadi Husada. Benjolan di payudara kirinya semakin membesar, sehingga beliau memeriksakan diri ke RS Bunda pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau menderita kanker pada payudara kirinya dan dokter menyarankan agar segera dioperasi. Namun karena Ibu Narsem takut dan terkendala biaya, beliau tidak bisa melaksanakan operasi sehingga hanya melakukan pengobatan alternatif dan minum jamu tradisional. Pada tanggal 20 Desember 2016, kondisi Ibu Narsem turun. Beliau pun dilarikan ke RS Banyumas. Dokter kemudian merujuk RSUP Dr. Sardjito untuk melanjutkan pengobatan beliau. Kini beliau masih merasakan nyeri di payudara kirinya dan sakit perut setiap hari. Ibu Narsem adalah istri dari Pono Nawiarto (48) yang bekerja membuat tahu sementara Ibu Narsem yang menjualnya di pasar. Penghasilan keluarga yang hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari tersebut, kini semakin berkurang semenjak Ibu Narsem sakit. Biaya pengobatan beliau dapat dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS non PBI kelas II yang dimilikinya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Ibu Narsem. Ibu Narsem menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan tinggal sementara di RSSR Yogyakarta. Bantuan ini digunakan untuk bantuan transportasi dari rumah ke rumah sakit . Semoga Ibu Narsem segera diberi kesembuhan sehingga dapat beraktifitas seperti semula. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 560.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Bu Narsem menderita kanker payudara kiri


FEBIYAN ARIYA PAMUNGKAS (3, Ductus Tyroglosus Pro Eksisi Tumor). Alamat : Dusun Pathi, RT 10/4, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak sebulan lalu muncul benjolan di bawah tulang rahang dik Febian. Orangtuanya segera memeriksakan  ke puskesmas terdekat. Sampai berobat tiga kali di puskesmas, tidak terlihat perkembangan kesehatan Dik Febian. Dik Febian pun dirujuk ke poli anak RSUD Wonosari, Gunungkidul. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD, dokter merujuk kembali ke RSPAU Hardjolukito. Dari hasil pemeriksaan diketahui Dik Febian menderita Ductus Tyroglosus Pro Eksisi Tumor atau kista yang terletak di leher. Dokter memutuskan untuk segera dilakukan operasi. Ayah Febian, Agus Subrata (41) bekerja serabutan, sementara ibunya, Romiasih (38) ialah seorang ibu rumah tangga yang juga sedang berjuang menjemput kesembuhan dari penyakit nontoxic goitre yaitu pembengkakan pada kelenjar tiroid. Alhamdulillah Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Saat ini keduanya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Yogyakarta. Selama pengobatan, dik Febian menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesos. Tanggal 24 Mei lalu dik Febian menjalani operasi pertama. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan ia bisa beraktivitas kembali. Hasil tes Patologi Anatominya pun baik. Ia terus bersemangat menjalani kontrol rutin di RSPAU Hardjolukito. Bantuan ini diberikan untuk biaya cek laboratorium dan akomodasi selama dik Febian rawat inap di rumah sakit. Semoga dik Febian segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah : Rp. 784.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Febiyan menderita ductus tyroglosus pro eksisi tumor


MTSR JOGJA (AB 1617 FN, Operasional Bulan Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR dengan nomor polisi AB 1617 FN inilah MTSR yang disebut mobil penumpang. Meski disebut mobil penumpang wilayah operasional MTSR ini pun sama dengan yang lain, yaitu mengcover wilayah Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat yang membutuhkan kendaraan operasional ini dapat menghubungi nomor hotline 081906800900. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, selalu dilakukan perawatan rutin bagi masing-masing MTSR. Biaya ini meliputi biaya pembelian ban mobil, ganti oli dan servis rutin, serta biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.168.374 ,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR JOGJA (AB 1473 RT, Operasional Bulan Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya servis rutin dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei 2017 dan biaya kekurangan pembayaran administrasi mutasi dan balik nama yang sebelumnya dilaporkan di Rombongan 993. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.383.374,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Mei 2017


MTSR JOGJA (AB 1185 JC, Operasional Bulan Mei 2017). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) merupakan kendaraan operasional yang siap siaga mensupport segala kegiatan Sedekah Rombongan. MTSR kini kian dikenal oleh masyarakat sebagai mobil tanggap yang siap melayani masyarakat pada umummya dan kaum dhuafa pada khususnya. Sedekah Rombongan Jogja Raya kini mempunyai lima unit mobil tanggap, empat mobil ambulans dan satu lainnya adalah mobil penumpang. MTSR ini ialah salah satu mobil ambulans Sedekah Rombongan di wilayah operasional Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunungkidul. Setiap hari, MTSR dimanfaatkan untuk menjemput dan mengantar pasien dhuafa dari rumah tinggal atau rumah singgah ke rumah sakit, dan mengantarkannya kembali. MTSR juga digunakan oleh para Kurir Sedekah Rombongan untuk mensurvey calon pasien dan menyalurkan bantuan kepada pasien maupun pondok/panti asuhan. Tak hanya itu, MTSR kerap digunakan untuk mengantar jenazah dhuafa pulang ke rumah duka. Bantuan ini dipergunakan untuk penggantian kaca film mobil, biaya servis rutin, dan biaya pembelian bahan bakar selama pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei 2017. Semoga sedekah yang diberikan dapat menjadi ladang pahala bagi sedekaholics. Laporan mengenai MTSR Jogja sebelumnya ada pada rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.108.374 ,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Biaya operasional bulan Mei 2017


WASTINI BINTI SOKARJO (38, Tumor Jinak Ketiak). Alamat : Dusun Timunsari, RT 2/2, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Riwayat penyakitnya dimulai setahun yang lalu, awalnya payudaranya terasa sakit dan keras. Ia pun memeriksakan diri ke bidan, dugaan sementara sakit karena menggunakan kontrasepsi yang sudah kadaluarsa. Atas inisiatif sendiri, ia pun berobat ke RSUD Wonosari Gunungkidul lalu dirujuk ke RSPAU dr. S. Hardjolukito Yogyakarta. Ia pun menjalani serangkaian pemeriksaan seperti usg dan rongent, setelah itu ia diberi obat anti nyeri. Pada pemeriksaan kedua, diketahui bahwa ada benjolan kecil pada ketiak, benjolan tersebut tidak sakit malah payudaranya yang sakit. September 2016, Bu Wastini menjalani operasi pengangkatan benjolan di bagian kanan, satu bulan kemudian benjolan di bagian kiri yang diangkat. Setelah dua kali operasi ia masih harus menjalani kontrol rutin. Kondisinya saat ini secara umum baik dan stabil, namun ketiaknya masih nyeri dan payudaranya masih terasa sakit. Untuk berobat ia mengandalkan jaminan kesehatan dari pemerintah, Jamkesmas. Sementara untuk biaya transportasi berobat kadang ia dibantu oleh adiknya. Sehari-harinya ia bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun sejak sakit ia tidak bisa bekerja lagi. Muhammad Ali (48), suaminya, bekerja sebagai sopir panggilan di Jakarta dengan pendapatan tidak menentu. Pasangan ini memiliki seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bantuan dari sedekaholics ini diberikan untuk membantu biaya cek laboratorium dan pengobatan Bu Wastini. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 990.

Jumlah Bantuan : Rp. 605.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @KissHerry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Bu Wastini menderita tumor jinak ketiak


ERLA DWIYANTI (15, Lupus). Alamat : Dusun Piji, RT 1/2, Desa Krajan Kidul, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bulan Juli 2015 Erla mengalami demam tinggi disertai muncul bintik-bintik merah. Setelah itu persendiannya kaku. Orangtua segera membawanya periksa ke puskesmas tetapi tidak ada perkembangan yang signifikan. Kemudian remaja yang lahir bulan April ini, segera dirujuk ke RSUD dr. Tjitrowardjojo, Purworejo. Oleh pihak rumah sakit pasien dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito yang memiliki sarana prasarana lebih lengkap. Setelah rawat inap selama tiga hari disana, dokter mendiagnosa Erla menderita penyakit lupus, yaitu penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Ayahnya Suwarno (62) bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Salwitri (42) ialah seorang ibu rumah tangga. Saat Kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumahnya orangtua Erla menyatakan ingin sekali mengusahakan kesembuhan anaknya. Tetapi meskipun Erla memiliki jaminan kesehatan, Jamkesmas, orangtua masih kesulitan untuk biaya akomodasi ke Yogyakarta terlebih dokter pun menyarankan untuk terapi rutin di rumah sakit. Saat ini, kondisi Erla hanya bisa berbaring saja. Ia kesulitan duduk dan kakinya sulit digerakkan. Beberapa waktu lalu Erla menjalani rawat inap di rumah sakit kembali. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi pasien selama rawat inap. Semoga Erla segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Pelaporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 976.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Erla menderita lupus


HANNA AZZAHRA (5, Leukemia). Alamat : Dusun Tumiyang, RT 1/1, Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Hanna terdiagnosa menderita kanker darah atau leukemia saat usianya tiga setengah tahun. Ia menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Awalnya, wajahnya pucat dan kelopak mata dalam berwarna putih. Hanna juga cepat lelah meski kegiatannya hanya bermain-main layaknya anak-anak biasa. Hanna juga sering mengalami demam selama lebih dari satu bulan, orang tuanya hanya memberikan obat penurun panas. Orang tua Hanna kemudian membawa Hanna berobat ke puskesmas. Setelah diperiksa, Hanna langsung dirujuk ke RSUD Banyumas, Jawa Tengah. Di RSUD setempat ia menjalani serangkaian cek laboratorium dan transfusi darah karena saat itu kadar hemoglobinnya rendah. Kemudian, oleh dokter ia dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Hanna adalah anak ke kedua dari dua bersaudara pasangan Anom Suwelo (36) dan Nur Asiah (32). Ayah Hanna bekerja sebagai buruh proyek di kampung halamannya. Sementara Ibu Hanna tak lagi bekerja karena fokus merawat Hanna dan seorang kakaknya. Selama pengobatan Hanna menggunakan fasilitas kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dua minggu sekali ia kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito dan terus bersemangat menjalani protokol kemoterapi. Hanya saja pada saat kontrol rutin awal bulan April lalu Hanna mengalami demam. Dokter menyarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan ternyata sel kankernya bertambah. Saat ini kondisi Hanna menurun. Ia menjalani perawatan intensif di ruang khusus kanker anak di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini diberikan untuk membantu akomodasi selama Hanna rawat inap. Santunan sebelumnya telah terlapor di Rombongan 990. Semoga Hanna segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Hanna menderita leukemia


JIHAN FATIN (2, Atresia Bilier + Sirosis). Alamat : Dusun Wiyono, RT 4/2, Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jihan adalah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan dari Kabupaten Magelang. Jihan dilahirkan dalam keadaan seluruh tubuh berwarna kuning. Saat usia dua bulan, ia mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun. Orang tuanya kemudian membawanya ke bidan, dari sana dirujuk ke RSU Tidar Kota Magelang. Dokter mendiagnosa balita ini menderita atresia bilier atau tidak adanya saluran empedu dari hati. Jihan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dokter mendiagnosa menderita sirosis (pengerutan hati). Jihan pernah mengalami koma selama dua bulan dan demam tinggi & kejang sampai memengaruhi fungsi syaraf mata. Bagian punggungnya pun mengalami decubitus karena terlalu lama berbaring. Kesulitan ekonomi juga dirasakan kedua orang tuanya terutama biaya transportasi dan akomodasi dari Grabag ke Yogyakarta. Setiap berobat mereka menyewa mobil yang harga sewanya mahal. Selain itu mereka juga kesulitan untuk pembelian obat dan susu pregistimil. Ayah Jihan, A. Mujib (37) bekerja sebagai karyawan swasta sementara ibunya, Etik (30) seorang ibu rumah tangga. Orangtua Jihan pun tercengang ketika mendengar biaya pengobatan dengan cara cangkok hati bisa mencapai 1‒1,5M. Meski memiliki jaminan kesehatan, BPJS, namun tidak bisa dimaksimalkan karena jaminan kesehatan ini maksimal mengcover 250 juta rupiah. Sebelumnya Jihan kontrol rutin dua minggu sekali di RSUP Dr. Sardjito, tetapi sekarang cukup sebulan sekali. Fisioterapinya bisa dilakukan di RSUD setempat setiap dua minggu sekali. Sebelumnya Jihan mengonsumsi susu pregistimil untuk menambah asupan gizi, tetapi karena usianya sudah dua tahun, dokter menyarankan untuk menggantinya dengan susu peptamen junior. Bantuan dari sedekaholics ini dipergunakan untuk pembelian 6 kaleng susu peptamen junior, pembelian termometer, dan pembelian obat yang tidak dicover BPJS. Pelaporan bantuan sebelumnya terdapat dalam rombongan 990. Semoga Jihan segera mendapat kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.831.728,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Jihan menderita atresia bilier + sirosis


DALIO BIN JOYO SENTONO (82, Prostat + Hipertensi + Katarak). Alamat : Dusun Pundungsari, Desa Pundungsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Dalio menderita sakit prostat lebih dari sepuluh tahun lamanya. Selain itu, ia juga menderita sakit jantung bawaan. Ternyata, selama sakit Pak Dalio sama sekali belum pernah diperiksakan. Ia pun menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Wilayah Jogja. Alhamdulillah operasi yang ia jalani lancar. Saat ini kondisinya semakin bugar. Sebelum sakit, ia bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Dalio dibantu oleh tetangga-tetangganya. Pak Dalio mempunyai istri tetapi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sementara kedua anaknya tinggal terpisah dengan rumahnya. Pak Dalio menjalani kontrol rutin setiap bulan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Selama pengobatan Pak Dalio menggunakan fasilitas Jamkesmas. Saat datang ke RSSR Jogja beberapa waktu lalu, Pak Dalio mengeluh penglihatannya terganggu. Kurir Sedekah Rombongan pun mengganti lensa kacamata Pak Dalio. Setelah kontrol ke poli mata RSUP Dr. Sardjito, diketahui Pak Dalio juga menderita katarak. Saat ini Pak Dalio sedang menunggu jadwal operasinya. Bantuan ini digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover, penggantian lensa kacamata, dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pak Dalio menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan mengenai Pak Dalio sebelumnya terdapat dalam Rombongan 990.

Jumlah Bantuan : Rp. 943.450,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Pak Dalio menderita prostat + hipertensi + katarak


SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO (48, Ca Serviks). Alamat : Dusun Sawah, RT 5/3, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta. Pada tahun 2014, Bu Suwarni mengalami sakit perut. Oleh pihak keluarga segera diperiksakan ke RS Nur Hidayah, Bantul. Dokter yang memeriksanya merujuk untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP Dr. Sardjito. Tetapi apalah daya karena keterbatasan biaya, Bu Suwarni hanya di rumah saja. Saat Kurir Sedekah Rombongan menjenguknya kondisi Bu Suwarni masih lemas. Ia hanya terbaring saja di rumah. Bu Suwarni masih harus menjalani pemeriksaan dan kontrol rutin berkelanjutan, hanya saja suaminya, Tumirin (51) tak bisa berbuat banyak dengan penghasilannya yang tak menentu sebagai petani. Alhamdulillah, Allah pertemukan Sedekah Rombongan dengan pihak keluarga. Saat ini bu Suwarni menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Selama pengobatan ia menggunakan fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Saat ini Bu Suwarni sedang mengurus rujukan untuk pendaftaran sinar di RS Margono Purwokerto. Beberapa waktu lalu, Bu Suwarni mengalami pendarahan sehingga sempat rawat inap di rumah sakit. Santunan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan Bu Suwarni. Pihak keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics atas bantuannya. Semoga Bu Suwarni segera mendapat kesembuhan, Aamiin. Bantuan sebelumnya terdapat pada laporan Rombongan 999.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Syaidah

Bu Suwarni menderita ca serviks


REZA SYUHADA (16, Kondro Sarkoma). Alamat : Dusun 1, RT 3/1, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Awal bulan Desember 2016 Reza merasa ada benjolan kecil yang muncul di punggung bagian bawah. Sebulan kemudian orangtuanya membawanya periksa ke RSUD Purworejo untuk mengetahui penyakitnya. Dua minggu sejak pertama kali periksa benjolan yang muncul berpindah ke perut. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut ia didiagnosa menderita TB Tulang. Reza pun menjalani pengobatan TB dan minum obat selama 18 hari. Saat itu berat badannya turun drastis, ia sering mual dan kehilangan nafsu makan. Selain itu kedua kakinya semakin bengkak. Orangtuanya pun segera memeriksakan ke rumah sakit kembali. Reza pun dirawat selama 8 hari. Dokter memutuskan untuk menghentikan pengobatan TB, kemudian Reza dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Kurang lebih menjalani pemeriksaan selama satu bulan di RSUP Dr. Sardjito, dokter mendiagnosa Reza menderita tumor ganas yang menyerang tulang dan otot. Reza pun menjalani kemoterapi dan kontrol rutin di RSUP Dr. Sardjito. Samuri (44), ayah Reza bekerja sebagai petani, sementara ibunya, Pontini (44) ialah ibu rumah tangga yang juga merawat anaknya. Selama pengobatan Reza memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan KIS, tetapi orangtuanya mengaku masih kesulitan untuk biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari. Kedua orangtua Reza sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan yang berkenan membantu mendampingi pengobatan Reza. Saat ini Reza sedang menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Bantuan ini diberikan untuk akomodasi selama Reza di rumah sakit. Semoga bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan ini menjadi sah satu jalan kesembuhan bagi Reza, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas Erwin

Reza menderita kondro sarkoma


SUDIMAN BIN MARTO KARYO (56, Kanker Rektum). Alamat : Dusun Ponces, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Sudiman mulai merasakan sakit pada bagian rektum sejak tahun 2015 lalu. Di penghujung tahun ia berobat ke poli bedah umum di RSUP Wates, Kulon Progo. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyarankan pasien untuk melakukan operasi kolostomi (pemindahan saluran pembuangan yang tadinya di anus menjadi di perut). Namun karena pasien merasa takut maka operasi tersebut urung dilakukan. Pak Sudiman menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan melanjutkan pengobatannya kembali ke RSUP Wates. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakitnya merupakan kanker ganas stadium 4. Kondisinya pun kian hari kian parah, sudah keluar cairan yang berbau tak sedap dari rektumnya, pasien pun harus selalu menggunakan diapers. Karena kondisinya yang sudah parah, akhirnya pasien dirujuk ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Pak Sudiman memiliki seorang istri yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini dikaruniai satu anak laki-laki, belum menikah dan memiliki kelainan mental. Sejak sakitnya makin parah, Pak Sudiman tidak lagi bisa bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Berbekal jaminan kesehatan BPJS Kelas III, Pak Sudiman menjalani pengobatan di RS Panti Rapih. Alhamdulillah, operasinya telah dilakukan. Saat ini Pak Sudiman menjalani kontrol rutin dan cek lab. Bantuan ini digunakan untuk pembelian kantong kolostomi, biaya pengobatan rawat jalan, dan pembelian obat yang tidak tercover BPJS. Santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 993. Pak Sudiman dan keluarganya sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 880.500,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @kissherry @namaku_arini @atinlelyas

Pak Sudiman menderita kanker rektum

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 RADIF AL KAFARAN 1,000,000
2 ROSLAINI BIN AGUS 500,000
3 AGUSTINA SARI 500,000
4 ARIFIN 500,000
5 MUHAMMAD IRZZA 500,000
6 SUKIYEM BINTI MANTO WIYONO 600,000
7 ANDRA SETIANSYAH 500,000
8 RENI YENTI 500,000
9 HAIYUNDA FIRMAN S. 750,000
10 KHAIRUL ASBIH 1,000,000
11 KHAIRUL ASBIH 500,000
12 MUNIR BIN ABDULLAH 1,000,000
13 MINARDI BIN GUSNAINI 1,500,000
14 ASMANIDAR BINTI SUMIHAR 750,000
15 ASEP GUNAWAN 2,750,000
16 SUPRIYANI SUPILARDI 500,000
17 M. ARFA TAJUFALA 800,000
18 NALIH BIN INAN 500,000
19 ANDI SUHERI 750,000
20 NURHAYATI BINTI MASRI PASARIBU 500,000
21 UHRI MAULIDA NINGSIH 500,000
22 JUNIA RONA VIA 2,000,000
23 SUHADA FATMA BALKIS 550,000
24 DONI PRASETYO 500,000
25 MUHAMMAD NUR CHOLIK 1,000,000
26 RSSR SEMARANG 12,549,226
27 MTSR SEMARANG 7,485,000
28 MTSR SEMARANG 5,549,500
29 LUTIYATMI TUGINEM 851,700
30 NARSEM BINTI TAWIRAJI 560,000
31 FEBIYAN ARIYA PAMUNGKAS 784,000
32 MTSR JOGJA 5,168,374
33 MTSR JOGJA 3,383,374
34 MTSR JOGJA 6,108,374
35 WASTINI BINTI SOKARJO 605,000
36 ERLA DWIYANTI 500,000
37 HANNA AZZAHRA 500,000
38 JIHAN FATIN 1,831,728
39 DALIO BIN JOYO SENTONO 943,450
40 SUWARNI BINTI ARJO SUWARNO 500,000
41 REZA SYUHADA 500,000
42 SUDIMAN BIN MARTO KARYO 880,500
Total 69,150,226

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,150,226,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1010 ROMBONGAN

Rp. 51,421,526,780,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.