Rombongan 1009

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on June 9, 2017

KODARI BIN JALIM (63, Dhuafa + Batuk), Alamat Lengkap : Gang Sulawesi RT 3 RW 2 Desa Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Pak Kodari mengalami sakit batuk, sesak dan lemes dirasakan semenjak setelah lebaran tahun 2016. Pak Kodari sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Jakarta, sudah lama hampir 30 tahun Pak Kodari hidup dan mencari nafkah di Jakarta. Semenjak batuk yang ga sembuh-sembuh, Pak Kodari memeriksakan kembali ke Puskesmas di Jakarta pada tanggal 3 Maret 2017, setelah dari itu pak Kodari hanya periksa dan pengobatan alternatif, dikarenakan kondisi Pak Kodari yang belum sembuh, sama pihak keluarganya di bawa pulang ke Gombong Jawa Tengah Pada tangal 22 Maret 2017 dan di rawat sendiri oleh pihak keluarga karena tidak memiliki jaminan kesehatan atau KIS atau BPJS. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan dapat bersilaturami ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk membantu biaya pengobatan Pak Kodari yang dilakukan oleh pihak keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Tuti Fitri

Bantuan biaya pengobatan


PONIYATI HASANUDIN (47, Susp. Kanker Perut), Alamat Lengkap : desa Prapag Lor RT 3 RW 3 Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Pada akhir tahun 2016 bu Poniati merasakan sakit perut terus menerus,melakukan pemeriksaan dari puskesmas serta Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo bu Poniyati menderita sakit mioma uteri, dikarenakan peralatan yang belum memadai maka bu Poniyati di rujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta dan menjalani operasi Pada bulan Februari 2017. Setelah satu bulan bu Poniyati pulang dari rumah Sakit Sardjito, bu Poniyati merasakan sakit perut, perut membesar, tidak bisa BAB dan tidak bisa flatus, oleh suami Bu Poniyati bapak Hasanudin (45) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini dibawa opname ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo dan pada tanggal 9 Maret 2017 bu Poniyati sudah menjalani operasi Colostomi (pembuatan lubang anus di perut). Alhamdulilah informasi sakit bu Poniyati di dengar sama Kurir Sedekah Rombongan serta langsung bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan akomodasi keluarga pasien di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Arif Mila

Bu Poniyati menderita susp. kanker perut


SRI AMBAR ASIH (39, Ca Mamae), Alamat Lengkap : Dusun Kumpulrejo RT 01 RW 02 Desa kumpulrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Bu Sri Ambar sari mulai ada kecanggalan pada tahun 2011, ada benjolan sebesar kacang daerah sekitar payudara. Bu Sri tidak dirasakan dan hanya pengobatan alternatif. Kaena bu Sri dan suaminya bapak Supartoni (40) hanya sebagai buruh pabrik berdomisili di Bogor. Benjolan tersebut semakin besar maka pemeriksaan di rumah sakit Umum daerah Bogor. Setelah melakukan pengobatan bu Sri dan suaminya pulang kampung ke Purworejo serta melakukan pengobatan lanjutan kemoterapi ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar akan informasi tersebut dan langsung silaturahmi ke rumahnya. Santunan sedekacholicpun diberikan untuk akomodasi saat kontrol ke rumah sakit

Jumah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Aziz Yoga

Ibu Sri menderita ca mamae


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 1 (MTSR 1) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Maret 2017 – April 2017 – Mei 2017 biaya yang digunakan untuk service rutin dan pembelian bahan bakar MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.568.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN 2 (MTSR 2) PURWOREJO (Biaya Operasional). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Purworejo digunakan untuk mendukung kelancaran gerakan Sedekah Rombongan. Diantaranya untuk penyampaian santunan dari para sedekaholics lewat para kurir Sedekah Rombongan Purworejo kepada keluarga dhuafa, pasien yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Bahkan sampai wilayah Kebumen. Disamping itu terkadang digunakan masyarakat dalam mengantar jenazah ke tempat peristirahatan yang terakhir. MTSR juga diperlukan dalam merujuk pasien ke luar wilayah Purworejo, baik Magelang, Purwokerto maupun Jogjakarta. Pada bulan Maret 2017 – April 2017 – Mei 2017 biaya yang digunakan untuk service rutin dan pembelian bahan bakar MTSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.432.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @Marjunul NP Sudiarto All Kurir

Biaya operasional


FIAN ADITYA PUTRA (9, LUMPUH) Alamat Dusun Kaweron RT 1 RW 4 Desa Muntilan Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah. Dik Fian mengalami Lumpuh sejak usia 4 bulan awalnya mengalami diare sehingga dehidrasi. Orang tua Dik Fian kemudian membawa berobat ke RSUD Muntilan . Di RSUD dik Dik Fian dirawat selama 1 Minggu karena tidak ada perubahan kemudian dirujuk ke PKU Muhammadiyah selama 26 hari dan kondisinya mulai membaik. Selanjutnya dik Fian menjalani Terapi di RSUD Muntilan untuk memperoleh kesembuhan. Kondisi sampai saat ini dik Fian tidak bisa berjalan seperti normalnya anak seusianya. Dik Fian adalah Anak pertama dari pasangan

Istiyono (34) bekerja sebagai buruh serabutan, dan ibunya dik Fian sudah meninggal dunia. dik Fian sehari-hari tinggal dan dirawat oleh neneknya, karena berat badan yang semakin bertambah Sik Fian membutuhkan kursi roda untuk mempermudah aktivitas nya. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat Sik Fian belum bisa mempunyai kursi roda. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan dapat menyampaikan amanah dari sedekaholics untuk membeli sebuah kursi roda untuk dik Fian. Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Jumlah : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @marjunulNP fathurrozaq82

Fian menderita lumpuh


MUGIANTO BIN WARSO (43, Hepatitis). Alamat : Dusun Klodran RT 5/6, Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah. Pak Mugianto mengalami sakit yang kurang lebih dua bulan terakhir yang diawali dengan sakit dibagian perutnya dan panas terus menerus selama empat hari. Akhirnya oleh keluarga Pak Mugi dibawa ke Bidan terdekat untuk memeriksakan dan mengetahui penyakit yang dialaminya. Bidan tersebut memeriksanya dan diagnosa awal Pak Mugi mengalami sakit maag dan Bidan memberinya obat untuk menghilangkan rasa sakit yang dialaminya tetapi Pak Mugi tetap merasakan kesakitan setiap harinya. Alasan keluarga Pak Mugi tidak membawanya ke Puskesmas karena kondisi ekonomi yang tidak mampu untuk biaya selama di Puskesmas. Akhirnya tetangga setempat memberi Informasi kepada salah satu kurir Sedekah Rombongan bahwa ada salah satu pasien yang membutuhkan dampingan karena dari keluarga kurang mampu. Selang satu hari Kurir Sedekah Rombongan langsung mendatangi tempat tinggal Pak Mugi untuk bersilahturahmi dan Kurir Sedekah Rombongan berkordinasi dengan salah satu keluarganya. Akhirnya sore itu juga pak Mugi langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan karena kondisi pak Mugi terbaring lemas. Setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Dokter menyatakan pak Mugi diagnosa mengalami Hepatitis B. Akhirnya pak Mugi harus dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung untuk menjalankan rawat inap untuk perbaikan kondisinya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa membantu dengan memberikan bantuan dari sedekaholic guna membantu biaya selama di rumah sakit. Keluarga Pak Mugianto sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikannya.

Tanggal : 19 April 2017
Jumlah : Rp. 1.000.000
Kurir : @MarjunulNP, @Fathurrozaq82, @M_ilyam17

Pak Mugianto menderia hepatitis


TIO FERNANDA (9, Saraf Otak). Alamat : Dusun Kauman, RT 2/ 4,Desa Gondangwayang, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung ,Prop Jawa Tengah. Tio Fernanda lahir dengan kondisi normal. Namun demikian kira-kira pada saat umurnya 8 bulan, ia menderita sakit sampai panas disertai kejang-kejang lalu diperiksakan ke Dokter setempat. Setelah diperiksa dan diberi obat kondisi Tio sudah membaik. Beberapa bulan setelah panas itu Tio ternyata belum bisa berjalan sebagaimana layaknya bayi yang lain. Berbekal Jaminan Kesehatan Jamkesmas yang dimilikinya orang tuanya membawa ke RSUD Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter yang menangani memberikan informasi jika Tio mengalami gangguan pada syaraf otaknya sehingga diharuskan untuk terapi rutin. Orang tuanya sangat kesulitan biaya jika harus rutin control setiap minggunya sehingga dilakukan beberapa pengobatan alternative namun hasilnya juga belum optimal sehingga diputuskan untuk dibawa ke RSUD Temanggung lagi. Saat ini Tio hanya tiduran di kamar orang tuannya hanya bisa pasrah sambil setiap minggnya dibawa ke RSUD Temanggung untuk dilakukan terapi. . Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa membantu dengan memberikan bantuan dari sedekaholic guna membantu biaya untuk Terapi di RSUD Temanggung. Keluarga Tio Fernanda sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikannya. Semoga Tio segera diberikan kesembuhan.

Tanggal : 19 April 2017
Jumlah  bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir.     : @MarjunulNP, @Fathurrozaq82, @gusdurholic

Tio menderita saraf otak


MUHAMMAD LATIF AS’AD (2, Hernia). Alamat : Dusun  Salakan, Rt 3/10, Kelurahan Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.  Derita ini pada awalnya di bagian Testis Latif diketahui kadang membesar dan kadang mengecil . Orang tuanya segeramembawa ke Puskesmas. Dokter Puskesmas memberikan rujukan ke RSU Tidar Magelang pada tanggal 3 januari 2017. Setelah sampai di RSU Tidar Latif  di sarankan harus opname dan masuk di UGD. Setelah itu di pindah di bangsal Flamboyan dan paginya pada tanggal 4 januari 2017 . Seminggu setelah mendapatkan perawatan  Dokter yang menangani sudah membolehkan pulang ,namun karena tidak mempunyai Jaminan Kesehatan maka biaya adminitrasi yang sangat besar sehingga belum bisa dibayarkan dan untuk sementara Latif diperbolehkan untuk pulang dan pihak RSU Tidar  memberikan waktu selama 3 hari untuk bisa melunasinya. Latif dalah anak dari Bapak Achmad Anas (41, Sopir) dan Ibu Istafaiyah (40, Ibu rumah tangga).Dengan kondisi seperti ini sangatlah kesulitan bagi orangtuanya untuk melunasi administrasi di RSU Tidar dan orang tuanya terus berusaha untuk bisa mendapatkan uang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan keluarga Muhammad Latif As’ad dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholic dan digunakan untuk tambahan biaya administrasi di RSU Tidar Magelang. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan semoga dapat bermafaat dan Latif bisa segera diberi kesembuhan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82,  Agus Santoso

Latif menderita hernia


SUTIYAH BIN PANCA (64, Patah Tulang Kaki). Alamat: Kampong Trunan Rt 4/9, kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sutiyah adalah seorang janda yang mempunyai 1 orang anak angkat Wahyu Nugroho (26, buruh pabrik). Derita yang dialami Ibu Sutiyah sudah 2 tahun yang lalu awalnya beliau terjatuh saat di kamar mandi. Keluarganya segera membawanya ke Puskesmas setempat dan segera diberikan rujukan untuk segera dibawa ke RSUD Tidar Magelang. Dari hasil analisa Dokter diketahui Ibu Sutiyah mengalami Patah tulang kaki sebelah kiri dan dianjurkan untuk segera dilakukan operasi. Setelah 2 minggu di RSUD Tidar magelang Dokter menyatakan bahwa Ibu Sutiyah sudah boleh pulang dan harus melakukan control rutin untuk terapi berjalan. Kontrol dan terapi rutin ini awalnya dilakukan dengan lancar, namun karena kondisi keluarga yang kurang mampu maka terapi kadang tidak dilakukan. Meski untuk pengobatannya menggunakan Jaminan Kesehatan KIS PBI , namun untuk biaya transportasi dan akomodasi sangatlah memberatkan. . Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat merasakan kesulitan keluarga Ibu Sutiyah dengan memberikan bantuan dari para #Sedekahholic dan digunakan untuk biaya rasportasi dan akomodasi untuk terapi  di RSUD Tidar Magelang. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan semoga dapat bermafaat dan Ibu Sutiyah bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82 Agus Santoso Mardi

Bu Sutiyah menderita patah tulang kaki


MARSUDI BIN KAMSO ( 58, Stroke Kiri ), Alamat : Dusun Pondok RT 1/2, Desa Srumbung, Kec. Srumbung, Kab. Magelang, Prop. Jawa Tengah. Pak Marsudi adalah seorang kepala rumah tangga yg beristrikan Ibu Muslikhah ( 45, Guru Honorer ) dan mempunyai 3 orang anak yg masih duduk dibangku sekolah SMK dan SD, dan ada Ibu mertua yang tinggal bersama. Aktifitas keseharian Pak Marsudi adalah dengan menjadi juru parkir di pasar Srumbung. Sekitar awal Februari 2015, Pak Marsudi merasakan kondisi kesehatannya menurun, ini dirasakan seperti tulang kaki linu-linu dan untuk berjalan kaki kirinya sangatlah kesulitan dan sulit digerakkan. keluarga kemudian membawa ke RSUD Muntilan dan menjalani rawat inap selama 10 hari dengan fasilitas Jaminan Kesehatan Jamkesda. Hasil analisa Dokter yang menangani bahwa Pak marsudi mengalami Stroke sebelah kiri. Setelah di perbolehkan pulang Dokter menyarankan untuk dilakukan terapi rutin. Keluarga sangat berharap Pak Marsudi segera diberi kesembuhan, namun kendala yang dihadapi adalah sangat kesulitan untuk membawa ke RSUD Muntilan untuk terapi dikarenakan tidak mempunyai kursi roda yang bisa membantunya. Keluarga yang hanya mengandalkan Pak Marsudi sebagai tulang punggung hanya bisa pasrah dan berharap ada yang memberikan bantuan kursi roda untuk memperlancar terapi di RSUD Muntilan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Pak Marsudi untuk sedikit meringankan kesulitan beliau dengan memberikan bantuan dari para #sedekahholic yang digunakan untuk membeli kursi roda dan sedikit santunan untuk biaya  transportasi kontrol dan obat, mengingat kebutuhan keluarga hanya mengandalkan honor istrinya yang tidak seberapa. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk Pak Marsudi, sehingga bisa diberikan kesembuhan agar bisa segera kembali menunaikan tugas beliau sebagai pejuang keluarga.

Jumlah bantuan : Rp.1.500.000,-
tanggal : 23 april 2017
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82, Muh Andari

Pak Marsudi menderita stroke kiri


NGATENO BIN WARSITO  (74, Kebakaran Rumah). Alamat : Dusun Blawong Kulon RT 1/2 , Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Pak Ngateno mengalami musibah kebakaran rumah pada hari Senin, 16 Januari 2017 pukul 17.30 WIB. Saat itu keluarga Pak Ngateno sedang tidak ada di rumah. Sore itu si jago merah melalap habis semua bangunan rumah milik keluarga Pak Ngateno yang terbuat dari kayu hingga tak menyisakan apapun. Harta benda sama sekali tidak ada yang bisa diselamatkan selain baju yang melekat di badan. Pak Ngateno sehari – harinya berkebun dengan penghasilan yang tidak menentu dan ia harus memenuhi kebutuhan 2 orang cucunya yang masih bersekolah. Saat ini Pak Ngateno dan keluarga hanya tinggal di rumah saudaranya yang tak jauh dari rumah Pak Ngateno yang terbakar. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami pak Ngateno. Santunan pun diberikan untuk membantu biaya pembangunan rumah dan  meringankan biaya kehidupan sehari-hari serta menata kehidupan yang baru pasca musibah kebakaran   Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini, semoga santunan ini membuat Pak Ngateno bersemangat dalam ikhtiar kehidupannya.

Tanggal : 19 April 2017
Jumlah : Rp. 2.000.000
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82 @M_ilyam17

Bantuan biaya pembangunan rumah pasca kebakaran


MUHAMMAD IQBAL MUSTHOFA    (14, Beasiswa) adalah siswa MTs Ma’arif 2 Muntilan kelas 9B yang beralamat di Dusun Keji, Desa Keji, Kecamatan Muntilan, Kab. Magelang, Prop. Jawa Tengah. Dia merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Achmad Abdul Aziz dan Ibu Imro Atussholikhah. Selain itu kondisi rumahnya juga sangatlah sederhana. Dia bersama ke tiga adiknya tentu membutuhkan biaya untuk mencukupi pendidikan baik di MTs, MI dan juga TK. Bapaknya yang berpencaharian sebagai pedagang ikan hias keliling belum cukup untuk membiayai ke empat putranya yang masih bersekolah, apalagi ibuknya yang juga sebagai ibu rumah tangga saja. Tentu beban biaya yang harus ditanggung cukuplah besar. Dengan kondisi ekonomi yang pas – pasan, dia juga tidak meminta uang saku untuk berangkat ke sekolah. Dia juga merasa malu kepada teman – teman sekolahnya karena tunggakan SPP dan biaya di MTs belum bisa terbayarkan. Tetapi Iqbal tetap gigih untuk tetap belajar di MTs dengan harapan ada donatur yang membantu dalam pembiayaan sekolahnya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  keluarga Iqbal untuk turut serta membantu  dengan memberikan bantuan  dari para Sedekahholics yang digunakan untuk membayar tunggakan biaya sekolah di MTs. Keluarga mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya, semoga Iqbal  lancar dalam sekolah dan lulus dalam menyelesaiakan studinya di MTs Ma’arif 2 Muntilan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal :  16 April 2017
Kurir : @MarjunulNP, @Fathurrozaq82, Ardo Limar

Bantuan beasiswa


SUYATIHAH BINTI DAHMAN (65, Lumpuh)  Alamat Dusun Projo RT 1/1, Kelurahan Madureso, Kecamatan Temanggung,  Kabupaten Temanggung, Propinsi  Jawa Tengah. Berawal sekitar tahun 1995, Bu Suyatinah mengalami jatuh pada saat bekerja di sawah. Beliau mengalami luka pada pangkal pantat. Karena dianggap hal yang biasa saja, beliau  tak mengindahkan luka tersebut hingga akhirnya luka tersebut mengalami adanya keretakan tulang dan gangguan hingga ke sistem saraf. Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, oleh keluarganya, ia harus dibawa berobat ke RSUD Temanggung. Setelah dibawa berobat disana, ia mendapatkan rujukan ke RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Disana, beliau dioperasi, namun bukan kesembuhan yang beliau dapatkan, justru sakit tersebut semakin parah. Bu Suyatinah hanya terbaring di kamar tidurnya sudah selama 17 Tahun sejak peristiwa tersebut. Saat kurir Sedekah Rombongan yang didampingi oleh Bapak Darmodjo selaku ketua RW setempat berkunjung kerumahnya, Bu Suyatinah sedang tiduran di kamar tidurnya. Sambil bercerita tentang peristiwa tersebut, suami beliau Bapak Sugiyono mengeluh akan kondisi kesehatan istrinya dan hanya bisa pasrah saja. Alhamdulilah Sedekah Rombongan bisa membantu dengan memberikan bantuan dari sedekaholic yang digunakan untuk Biaya untuk membeli perlengkapan tidur berupa: sprei, kasur, bantal danuntuk pembelian pempers. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan ini semoga bisa bermanfaat.

Tanggal : 20 April 2017
Jumlah : Rp 1.500.000
Kurir : @MarjunulNP, @Fathurrozaq82, @gusdurholic

Bu Suyatinah menderita lumpuh


FARIH AJI SAPUTRA (21, MRI. VENT THORACAL). Alamat: Dusun Projo RT 1/1, Kelurahan Madureso, Kecamatan Temanggung,  Kabupaten Temanggung, Propinsi  Jawa Tengah. Farih Aji Saputra adalah  putra ketiga dari pasangan Pak Kus Mariyono (50,Sopir) dan Ibu Yamini (47, Ibu rumah tangga). Derita farih dimulai saat di dapati pada jempol kaki kananya ada “Temumulen” kira-kira 3 tahun yang lalu. Sebelumnya tidak ada sebab muasabab “temumulen” itu berasal dari mana. Karena dirasa juga tidak ada kendala yang mengarah kepada sebuah penyakit tertentu, ia juga membiarkanya. Namun, selang beberapa minggu kemudian, gangguan tersebut menjadikanya sakit, sehingga ia dan orang tuanya membawanya berobat ke RSUD Temanggung. Disana, ia di operasi dengan dicabut pada kuku kananya tersebut. Walaupun demikian, ternyata juga tidak bisa sembuh, justru pada kaki kirinya, dan kemudian kedua kakinya mengalami hal serupa. Akhirnya, ia mulai merasakan tidak bisa berjalan. Setelah melakukan usaha pengobatan ke RSUD Temanggung tersebut, kedua orang tuanya meminta rujukan ke RS. Tlogorejo Semarang. Hal ini mereka lakukan kira-kira 3 tahun yang lalu juga. Kendala muncul manakala biaya untuk operasional hingga ke RS. Tlogorejo Semarang tidak mampu dilakukan mengingat penghasilan ayahnya seorang Sopir tembak dan tidak mempunyai Jaminan Kesehatan. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim untuk mencarikan solusi kepada keluarga, tampak usaha dari mereka untuk bisa segera mengobati anak ketiganya. Dan alhamdulillah bantuan yang dibawa kurir Sedekah Rombongan dibelikan untuk perlengkapan seperti popok dewasa obat-obatan untuk mengurangi luka pada punggungnya akibat keseharianya yang hanya bisa tidur. Keluarga mengucapkan terimakasih semoga bantuan ini bisa bermanfaat.

Tanggal : 20 April 2017
Jumlah  : Rp 1.000.000
Kurir      :  @MarjunulNP@Fathurrozaq82, @gusdurholic

Farih menderita MRI. Vent Thoracal


DINI RAHMA LESTARI (16, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Jl. Radar AURI GG. Anggrek RT 2/5, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok, Jawa Barat. Dini adalah seorang siswi di MTS. Tarbiatusshibyan Kota Depok yang saat ini ia sudah menepuh ujian akhir dan lulus. Namun sayangnya ijazah yang selama ini ia dambakan tertahan di sekolah karena ia belum melunasi administrasi iuran sekolah sebagai kewajiban orang tua siswi. Tunggakan sekolah yang belum dilunasi mencapai 1,2 juta rupiah. Tentu saja hal tersebut membuat Dini dan kedua orang tuanya bersedih. Mereka berharap ada uluran tangan mau membantu permasalahan ini. Dini adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara. Ayahnya, Pak Untung Supritno (51) hanya seorang pedagang kue keliling yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedangkan ibunya, Bu Heni Suratmi (49) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan untuk membayar tunggakan sekolah Dini. Mereka sangat bersyukur dan terimakasih atas bantuan yang telah diterima dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin Ruhenda Cobra

Bantuan biaya sekolah


IMAS SA’ADAH (46, Kista Miom). Alamat : Kampung Cikamuning RT 3/1, Desa Tagogapu Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Teh Imas –begitu panggilan kesehariannya– mulai merasakan ada kelainan pada alat vitalnya sejak akhir Desember 2016. Gejala awalnya, saat menstruasi, ia kerap merasakan sakit hebat, tubuh terasa lemas, dan ada keluar cairan darah putih dan darah merah. Dengan biaya seadanya, berbagai upaya penyembuhan dia lakukan, baik secara nonmedis maupun medis. Klinik terdekat menjadi langganannya. Akan tetapi, karena merasa tak kunjung sembuh, ia memutuskan untuk memeriksakannya ke rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan BPJS PBI, Teh Imas kemudian berobat ke Puskesmas terdekat di salah satu RSUD di Kab. Bandung Barat. Setelah berkali-kali diperiksa, akhirnya penanganan medisnya dirujuk ke RSHS Bandung. Ditemani keluarganya, ia rutin menjalani pemeriksaan di RSUP di Kota Kembang itu, dengan biaya pinjaman dari sanak-saudara dan karib kerabatnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSHS, ia diduga mengidap Tumor Kista Ovarium dan harus mendapatkan tindakan operasi. Saat  dirawat di RSHS Bandung itulah, pada pertengahan Februari 2017, Teh Imas bertemu dengan kurir #SR dan menceritakan kesulitannya: harus terus berikhtiar sehat dalam keadaan ekonomi yang tergolong dhuafa. “Jumat, 24 Februari 2017 atau Senin, 27 Febriari 2017, dokter teleh menjadwalkan operasi saya. Mohon doa agar berhasil, juga bantuan supaya kami bisa berobat sampai sembuh. Untuk biaya sehari-harinya kami sudah tak punya,” kata Teh Imas. Alhamdulillah, harapannya terkabulkan. Dengan empati sedekaholisc, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan Tanda Cinta Dhuafa, berupa uang, untuk Ibu Imas Sa’adah yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari selama dirawat. Bantuan awal dari Sedekah Rombongan diterima Ibu Imas Sa’adah di RSHS Bandung, lima hari setelah ia berhasil menjalani operasi. Pascaoperasi, Ibu Imas rutin (dua minggu sekali) menjalani kontrol ke RSHS Bandung. Pada akhir Mei 2017 Ibu Imas mengabarkan bahwa ia harus kontrol lagi ke RSHS Bandung sambil menunggu jadwal operasi kedua. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Imas Sa’adah. Bantuan ke-2 ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Imas menderita kista miom


YETI HERMAWATI (28, Tumor pada Tulang Kaki Kanan). Alamat :  Kampung Munjul RT 6/6, Dusun Munjul, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015 Teh Yeti –panggilan sehari-harinya—mengalami kecelakaan kecil terjatuh di halaman rumah orang tuanya. Dia bersama suaminya, Pak Apep K (40) dan kedua anaknya memamg masih tinggal bersama orangtuanya karena belum punya rumah sendiri. Semuala ia tidak begitu menghiraukan akibat jatuhnya itu, tetai karena ada pembengkakan di kaki kanannya, ia kemudian memeriksakannya ke tukang pijit di kampungnya. Berkali-kali keluarganya membawanya berobat secara alternatif, tetapi dari hari ke hari benjolannya semakin membesar. Berbagai upaya penyembuhan alternatif nonmedis pun dilakukan. Setelah lama berobat dan tak kunjung sembuh, akhirnya mereka memutuskan berikhtiar secara medis dan membawanya periksa berkali-kali ke dokter praktek. Dokter menduga benjolannya itu tumor yang menyerang tulang kaki kanannya dan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Berbekal Jaminan Kesehatan KIS PBI, Teh Yeti kemudian diperiksakan ke Puskesmas Cipaku dan Rumah Sakit Daerah di Ciamis; di RSUD ini ia sempat dirawat satu malam. Berasarkan hasil rontsen, ia diduga teserang penyakit osteosarcoma. Tim medis RSUD Ciamis akhirnya merujuk pemeriksaannya ke RSHS Bandung. Atas informasi dari saudaranya di Bandung, ia diarahkan untuk menemui kurir Sedekah Rombongan di RSSR Bandung. Pada 13 Desember 2016 Teh Yeti tiba di RSSR Bandung untuk melanjutkan ikhtiarnya di Kota Kembang. Semua tahapan diagnosa awal di RSHS Bandung sudah ia jalani. Hampir dua bulan ia tinggal di RSSR Bandung, meninggalkan kedua anaknya– yang satu masih usia Sedokah Dasar dan yang satu lagi masih menyusui. Di RSHS Bandung ia bahkan mendapatkan pemeriksaan RMI. Hasil Patology Anatomy menyimpulkan bahwa Teh Yeti menderita Low grade chondro sarcoma (sejenis tumor di tulang). Ia harus menjalani kemo mulai pertengahan Februari 2017. Teh Yeti dan suaminya layak mendapatkan bantuan agar ia semakin tegar menghadapi musibah yang dialaminya. “Kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya sebagai buruh di perusahaan konveksi rumahan kini harus ditinggalkan,” kata suaminya. Alhamdulillah, harapan mereka terkabulkan. Dengan empati sedekaholics, pada awal Februari 2017 kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Yeti Hermawati dan suaminya yang sedang menjalankan perintah Allah SWT: berikhtiar untuk meraih kesembuhan. Setelah menjalani berbagai tahapan pemeriksaan, Teh Yeti dirawat selama seminggu dan mendapatkan tindakan kemoterapi Ke-1 dari 6 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Pada akhir April 2017, setelah menjalani kemoterapi ke-2, Teh Yeti pulang dulu karena ingin menengok anaknya di kampung. Pada 5 Mei 2017 Teh Yeti dan suaminya dijemput lagi untuk melanjutkan kemoterapinya di RSHS Bandung. Teh Yeti dan keluarganya masih memerlukan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, kembali Sedekah Rombongan memberinya Santunan Ketiga yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan uang saku. Semoga sedekah para dermawan ini membawa keberkahan dan ijabah kesembuhan. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat  di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @widi_cincin

Bu Yeti menderita tumor pada tulang kaki kanan


NIA KURNIAWATY (52, Susp. Hernia). Alamat : Kampung Nenggeng RT 3/5, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama suami dan kedua anaknya yang masih bersekolah, Bu Nia tinggal di rumah sederhana peninggalan orang tuanya. Suaminya, Rosyid (57) hanyalah seorang supir angkutan umum jurusan Ciwidey – Bandung. Di usianya kini a tak menyangka akan mengalami musibah yang ia rasakan berat. Hampir enam bulan ia sakit. Ia diduga menderita Hernia. Berbagai upaya penyembuhan pernah ia lakukan didampingi suaminya. Berbakal BPJS Mandiri Kelas 3, Bu Nia berkali-kali diperiksakan ke Puskesmas Pasirjambu yang akhirnya merujuk penanganan medisnya ke RSUD Soreang. “Kami sudah kewalahan Pak. Kami harus bolak-balik rumah sakit, sementara penghasilan kami tak seberapa,” papar suaminya saat dikunjungi kurir #SR di rumahnya. Ibu Nia dan keluarganya layak mendapatkan bantuan untuk kelangsungan pengobatannya. “Kami sedang menunggu panggilan untuk dirawat inap sebelum tindakan operasi dilakukaern. Kalau ada rezekinya, kami akan terus mengupayakannya,” tambah Pak Rosyid. Alhamdulillah harapan Ibu Nia te rjawab. Dengan empati sedekaholics, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk Ibu Nia Kurniawaty yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke RSUD Soreang dan biaya sehari-hari. “Terima kasih atas perhatian dan bantuan dermawan #SR. Jazaakumullah!” Doa mereka dengan tulus.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @ascun

Bu Nia menderita susp. hernia


IIS BINTI ADIN (38, Susp. Batu Ginjal). Alamat : Kampung Langgohar RT 2/8, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Teh Iis –begitu panggilan sehari-harinya—tak bisa lagi menjalankan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga setelah ia kerap merasakan sakit saat buang air kecil. Dari hari ke hari, ia juga merasakan seringnya dorongan untuk buang air kecil yang ia rasakan amat menyakitkan. Sejak akhir tahun 2016 ia hanya bisa berbaring dan sulit tidur. Suaminya, Pak Emay (47),  telah membawa periksa Teh Iis ke dokter praktek dan Puskesmas terdekat di Kecamatan Sukawening. Menurut seorang dokter, Teh Iis menderita sakit kencing batu. Karena tidak ada perbaikan, ia kemudian diperiksakan ke RSUD Garut. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah, urine, rongent, Teh Iis diharuskan berobat jalan selama 3 bulan. Sejal bulan Februai 2017, keadaannya bertambah parah. Pada pertengahan April 2017 Teh Iis diperiksakan lagi ke RSUD Selamet Garut dan dirawat 43 hari. Karena kondisinya tak kunjung membaik, pihak rumah sakit kemudian merujuk penanganan medisnya ke RSHS Bandung, ke Poli Urologi. Akan tetapi, suaminya tak langsung membawanya berobat/periksa ke RSHS Bandung karena tidak ada biaya padahal mereka amat bersemangat untuk terus berobat. “Kami ingin ke Bandung tapi kami sudah kehabisan biaya. Pekerjaan saya hanya tukang sol sepatu,” kata suaminya. Informasi tentang keinginan Teh Iis dan suaminya tuk melanjutkan ikhtiar sehatnya di RSHS Bandung akhirnya sampai kepada kurir #SR di Bandung. Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, ia kemudian dijemput ke rumah orangtuanya untuk diajak tinggal di RSSR Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan untuk Ibu Iis binti Adin yang digunakan untuk biaya membeli pampers, membeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Iis menderita susp. batu ginjal


ARIS SUNANDAR (30, Stroke Ringan). Alamat : Dusun Cibodas, RT 2/4,  Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Aris biasa beliau dipanggil menderita sakit sejak beliau berusia 10 tahun. Awalnya, beliau pernah jatuh dari ranjang ketika tidur yang membuatnya dibawa ke tukang pijat. Alhamdulillah kondisinya membaik bahkan sembuh hingga beberapa tahun. Kemudian, saat usia 17 tahun beliau mulai ikut bekerja menjadi buruh bangunan di luar kota. Selama bekerja beliau tidak merasakan sesuatu yang berarti dan tetap lanjut bekerja di proyek bangunan. Setelah sepuluh tahun bekerja, tepatnya di usia 27 tahun tiba-tiba tangan kiri beliau mati rasa, leher kiri membengkak dan kaki kiri pun mati rasa. Akhirnya beliau pulang ke kampung halaman untuk mendapat perawatan di rumah. Beberapa kali beliau pernah menjalani terapi ke ahli pijat namun tidak ada hasilnya. Beliau juga berobat ke dokter hingga dokter memvonis stroke ringan. Kondisinya semakin hari semakin menurun, badannya semakin kurus dan masih ada beberapa bagian tubuh yang mati rasa. Saat ini, beliau masih ingin berobat ke rumah sakit namun terkendala biaya. Maklum saja beliau sudah tidak bekerja dan bergantung pada kedua orang tuanya Bapak Suhana (63) dan Ibu Rukini (48) yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan minim. Biarpun memiliki kartu jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI, beliau membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Aris sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Arif untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji @mayasyarohandis

Pak Aris menderita stroke ringan


WASKINAH BINTI ARSA DINATA (49, Kanker Rahim). Alamat : Dusun III, RT 2/4, Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Waskinah adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita penyakit cukup serius, yaitu kanker rahim. Satu tahun lalu, beliau terbiasa mengambil air dalam jumlah yang banyak dari sebuah sumur. Hal tersebut beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Pada suatu hari, tiba-tiba perutnya  kram dan sering terasa mules seperti orang yang akan melahirkan. Selain itu, badan beliau juga sering terasa pegal-pegal. Maka tak lama, kemudian beliau langsung menjalani pengobatan di beberapa rumah sakit yang ada di wilayah Kuningan, seperti Rumah Sakit Wijaya Kusumah dan Kuningan Medical Center (KMC). Hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa ternyata beliau positif terkena penyakit kanker rahim. Kondisi beliau saat ini sangat memprihatinkan. Beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan menahan sakit yang luar biasa pada perutnya. Untuk buang air kecil saja beliau menggunakan selang kateter, karna beliau tidak bisa buang air kecil kalau tidak menggunakan alat kateter. Saat ini beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan lanjutan dan juga untuk membeli obat pereda sakit yang tidak ditanggung oleh BPJS. Meskipun beliau memiliki jaminan kesehatan JKN KIS-PBI, biaya transportasi maupun akomodasi ke rumah sakit tidaklah sedikit. Suami Ibu Waskinah sendiri, Bapak Mulyaji (50) hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Waskinah sehingga santunan awal dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Ibu Waskinah untuk mendapat kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.050.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Waskinah menderita kanker rahim


RINA KURNIASIH (35, TB Paru + Bronchitis). Alamat : Dusun Kliwon, RT 3/1, Kelurahan Cilimus, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Rina biasa beliau dipanggil sudah sakit sejak satu tahun yang lalu. Beliau positif menderita penyakit paru-paru dan bronchitis. Apabila kedinginan beliau selalu sesak nafas, bahkan tangan beliau pun berubah menjadi kebiru-biruan dan kemudian keluar keringat dingin di seluruh badan. Beliau sudah melakukan pengobatan ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Linggajati Cilimus Kuningan. Beliau sudah sering keluar masuk rumah sakit. Kondisi terkini Alhamdulillah sudah mulai membaik dikarenakan selalu berobat secara rutin ke Rumah Sakit Linggajati namun terkadang masih sesak nafas. Alhamdulillah untuk biaya rumah sakit dibantu dengan adanya jaminan JKN-KIS PBI. Namun beliau tetap membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi Ibu Rina agar segera mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Ibu Rina menderita TB paru + bronchitis


ICOH BINTI MISJA (48, Kelenjar Getah Bening). Alamat : Dusun Dano, RT 8/16, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Icoh biasa beliau dipanggil ini menderita penyakit kelenjar getah bening. Penyakit yang beliau derita sejak satu tahun lalu ini berawal dari adanya benjolan kecil di leher yang semakin lama semakin membesar. Saat ini, beliau berobat jalan di Puskesmas Cigugur, Kuningan. Kemudian, pihak Puskesmas memutuskan agar Ibu Icoh segera dirujuk ke Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak lama, Ibu Icoh akhirnya menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur dan menjalani operasi pengambilan sampel/biopsi dari leher. Saat ini, benjolan di leher Ibu Icoh semakin membesar dan harus segera menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada tanggal 14 Mei Ibu Icoh kembali berangkat ke Bandung untuk menjalani lagi pemeriksaan di RSHS. Ibu Icoh akan menjalani kemoterapi yang kedua. Tapi setelah hampir dua minggu, beliau baru mendapatkan ruangan untuk kemoterapi. Dan Dokter mengatakan bahwa kemungkinan Ibu Icoh harus melakukan sinar juga.  Ibu Icoh memanfaatkan kartu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Akan tetapi, biarpun terbantu dengan adanya kartu jaminan kesehatan, beliau merasa kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah santunan keenam dapat disampaikan kurir Sedekah Rombongan Kuningan kepada Ibu Icoh untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Ibu Icoh. Aamiin. Sebelumnya Ibu Icoh masuk kedalam Rombongan 994.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniasih

Bu Icoh menderita kelenjar getah bening


WINDA YULIANA (14, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosis menderita TB Kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan Sedekah Rombongan Kuningan, awal September 2016 lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Keadaan luka Winda saat ini sudah mulai membaik, hanya saja untuk lebih meyakinkan hasil diagnosa tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, kemudian tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan merujuk Winda ke Rumah Sakit Persahabatan (RSUP) Jakarta. Winda menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan di RSUP Jakarta. Sudah  3 kali Winda melakukan kontrol ke RSUP dalam jangka waktu 3 bulan. Winda harus mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan oleh tim medis RSUP. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesepuluh untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien Rombongan 949.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Winda menderita TB kelenjar


BILLY APRILIANA (5, Kelamin Ganda).  Alamat : Dusun Malaraman, RT 1/7, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Balita berusia 4 tahun ini biasa dipanggil Billy. Ia merupakan pasien dampingan kurir Sedekah Rombongan Kuningan. Billy menderita penyakit bawaan sejak lahir, ia memiliki kelamin ganda. Menurut keterangan dari pihak keluarga, Billy telah menjalani tindakan medis berupa operasi sebanyak 2 kali. Alhamdulillah Billy telah melakukan operasi ulang di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah diperiksa di RSHS, kondisi Billy jauh lebih baik walau sering mengeluh sakit apabila ia sedang buang air kecil. Billy telah melakukan tindakan medis berupa cek laboratorium untuk analisis kromosom. Hasil pemeriksaan tersebut  menunjukkan bahwa 100 % Billy berkelamin laki-laki. Setelah sebelumnya kondisi Billy menurun, Alhamdulillah saat ini kondisi Billy sudah kembali membaik. Pada tanggal 3 Maret 2017 Billy telah menjalani operasi yang ketiga, setelah 3 minggu dirawat di RSHS. Dan akan dijadwalkan lagi operasi yang keempat, karna alat reproduksinya belum sempurna. Setelah menjalani operasi yang ketiga, Billy harus melakukan lagi operasi lanjutan dan melakukan beberapa pemeriksaan sebelum operasi ke empat dilaksanakan. Billy harus sering kontrol ke RSHS. Dan melakukan cek Lab. Selama menjalani tindakan pemeriksaan, Billy memanfaatkan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Namun, kedua orang tua Billy kesulitan berkenaan dengan pembelian vitamin karena tidak ditanggung oleh BPJS. Maklum saja, ayah Billy Bapak Nana Suhana (39) bekerja sebagai seorang buruh dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok 4 orang anggota keluarga. Sedangkan ibu Billy bernama Ibu Umi (34), beliau hanya ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan keenam untuk biaya pembelian vitamin dan transportasi. Semoga Billy lekas diberi kesembuhan oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya Billy termasuk kedalam Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji @peniiasih

Billy menderita kelamin ganda


NIA DEWIANTI (35, Kanker Usus). Alamat : Dusun Sukamukti, RT 2/4, Desa Mekar Raharja, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ibu Nia merupakan salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan yang menderita kanker usus. Penyakit Ibu Nia berawal ketika beliau sering mengeluh sakit di bagian perut. Akhirnya, beliau memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit dan segera mendapat perawatan di Rumah Sakit. Hasil USG, tes darah dan rongten menunjukkan bahwa Ibu Nia menderita penyakit Kanker Usus. Beliau menjalani tindakan operasi pemotongan usus sebanyak 2 kali pada bulan Maret 2016 lalu. Untuk aktifitasnya sehari-hari pasca operasi beliau menggunakan alat Colostomy yang dipasang pada perutnya sebagai alternatif buang air besar. Saat ini kondisi beliau Alhamdulillah sudah jauh lebih baik setelah melanjutkan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pertengahan bulan Juni lalu. Ibu Nia harus menjalani check up sekaligus kemoterapi secara rutin ke RSHS Bandung. Pada akhir november lalu, kondisi kesehatan Ibu Nia sempat turun karena terjadi infeksi pada ususnya sehingga jadwal kemoterapi pun harus diundur. Alhamdulillah saat ini keadaan fisik Ibu Nia kembali membaik dan Ibu Nia dapat menjalani kemoterapi lanjutan. Saat ini, Ibu Nia harus melakukan kontol kembali ke RSHS, untuk melakukan rontgen ulang dan cek darah. Karna pemeriksaan 3 minggu yang lalu belum tuntas. Ibu Nia hampir dua minggu melakukan pemeriksaan di RSHS. Karna ada alat pemeriksaan yang rusak, jadi pemeriksaan ct scan di undur. Setelah cek lab, rontgen dan bebrapa pemeriksaan lainnya keluar hasilnya, tm Medis kemudian akan melakukan observasi kembali, untuk melakukan penjadawalan operasi selanjutnya. Ibu Nia menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri kelas III untuk meringankan beban biaya rumah sakit. Hanya saja, beliau kesulitan berkenaan dengan biaya transportasi ke bandung. Suami Ibu Nia,  Bapak Andrianan (35) saat ini bekerja sebagai pedagang sayuran keliling demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan santunan ketiga belas untuk transportasi ke bandung. Semoga ikhtiar Ibu Nia membuahkan hasil terbaik berupa kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Nia merupakan pasien Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji

Bu Nia menderita kanker usus


JUNIAH BINTI SAKIR (51, Parkinston). Alamat : Lingkungan Ciraja, RT 18/3, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Juniah merupakan seorang ibu rumah tangga biasa. Beliau menderita penyakit dengan gejala seringnya tangan dan kaki kanan yang selalu bergetar sendiri atau bahasa medisnya dikenal dengan tremor. Berawal dari 6 bulan lalu, tiba-tiba kaki dan kanan beliau terasa kaku. Kepala beliau pun terasa pusing. Lama kelamaan, kaki serta tangan kanan sering bergetar bahkan bergerak sendiri hingga sekarang. Selain itu, masih sering terasa kaku. Beliau hanya berobat seadanya ke Puskesmas setempat. Beliau belum pernah ke rumah sakit untuk memeriksakan lebih lanjut kondisinya. Hal itu dikarenakan beliau tidak memiliki biaya untuk berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Juniah, kemudian kurir Sedekah Rombongan mendampingi Ibu Juniah berobat ke Rumah Sakit Wijaya Kusumah. Menurut Tim medis rumah sakit, Ibu Juniah positif terkena parkinston. Penyakit Parkinson adalah degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Tim medis telah memvonis beliau tidak bisa sembuh, tetapi tetap harus melakukan kontrol ke rumah sakit. Beliau hanya tinggal dengan anaknya yang masih Sekolah Menengah Pertama. Sehingga beliau menjadi tulang punggung keluarga. Beliau pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ini beliau kerja sebagai buruh serabutan sesuai kemampuannya dengan penghasilan seadanya. Beliau memiliki kartu jaminan kesehatan berupa BPJS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Juniah, sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada Ibu Juniah untuk biaya transportasi ke rumah sakit dan juga membeli obat obatan diluar tanggungan BPJS. Semoga ikhtiar Ibu Juniah semakin Allah ringankan hingga mendapat kesembuhan. Aamiin. Sebelumnya Ibu Juniah masuk ke dalam Rombongan 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @dedesyaefudin @evainhere @nitaapuji Ade

Bu Juniah menderita parkinston


GIANTI PUTRI AMALIA ( 22,  Retinoblastoma). Alamat : Taman Narogong Indah  Jln Narogong Megah 8A,  RT 2/21 Blok D07/05, Kelurahan Pengasinan,  Kecamatan Rawa Lumbu,  Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Gianti hanya menderita iritasi mata biasa,  namun setelah diberi obat,  keadaannya malah bertambah parah. Pada bulan Juli 2016, mata kiri Gianti semakin membesar, terasa sakit di mata kirinya dan juga kepalanya. Awalnya ia dibawa berobat ke puskesmas  dan dari sana ia dirujuk ke RS Rawa Lumbu,  namun karena peralatan yang tidak mendukung,  maka Gianti di rujuk ke RS Hermina Kota Bekasi. Demikian pula di rumah sakit ini, Gianti membutuhkan alat pemeriksaan yang lebih memadai, akhirnya ia kembali dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Keadaannya sempat menurun drastis, dari hasil observasi dinyatakan belakang mata kiri Gianti ada tumor ganas,  yang mendorong matanya sehingga nampak membesar dan menonjol. Akhirnya pada bulan Desember 2016 dilakukan operasi untuk pengangkatan mata kiri dan juga sebagian batok kepala bagian depan,  namun di masa penyembuhan,  ternyata terjadi kebocoran di kepala bekas tindakan oprasi sebelumnya. Kemudian dilakukan oprasi kembali pada tanggal 9 Januari 2017. Di bulan Maret 2017 dilakukan MRI  dan kembali di temukan tumor baru di kepala bagian kanan. Akhirnya di tanggal 21 Maret 2017 di lakukan operasi yang ke tiga, untuk mengangkat tumor tersebut. Saat ini Gianti menjalani mejalani kemoterapy setiap hari dan mengalami kesulitan bekal untuk sehari-hari di rumah sakit. Ayahnya, Pak Gianto Yusufandi (54) hanya seorang buru serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Euis Nuryani (54) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Bu Gianti menderita retinoblastoma


NURATATI CHAERUDIN (41, TB Paru + Komplikasi). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Nur menderita sakit sejak bulan April 2016 lalu. Bermula dari penyakit TB Paru, lalu kemudian komplikasi Diabetes Melitus. Karena kondisi perekonomian yang tidak memadai sehingga tidak dilakukan penanganan secara medis. Bu Nuratati hanya seorang guru honorer di SD dengan gaji kecil. Sedangkan suaminya, Pak Marnah (44) hanya seorang buruh serabutan dengan tanggungan 4 orang anak. Saat ini Bu Nur Atati mengalami pembengkakan kaki kanan hingga pinggang  mengalami kesulitan dalam berjalan. Meski memiliki BPJS Kesehatan Mandiri, Pak Marnah belum bisa membawa istri tercinta berobat karena tidak bisa membayar iuran BPJS yang tertunggak dan tidak ada biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah rombongan, di beri kesempatan untuk membantu meringankan beban Bu Nuratati. Bantuan awal disampaikan untuk biaya akomodasi dan membayar tunggakan BPJS yang ia miliki.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Bu Nur menderita TB paru + komplikasi


MAHMUD BIN DINI (33, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Pasir Kiara, RT 21/7, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawab Barat. Mang Mahmud, akrab kami memanggil ayah yang telah dikaruniai dua orang anak ini. Sejak Oktober 2016 lalu kejiwaannya terganggu karena adanya masalah berat yang harus ia hadapi, semenjak itu ia sering melamun, tertawa dan bicara sendiri, bahkan sering mengamuk dan mengejar orang yang lewat di hadapannya sehingga menyebabkan keresahan warga sekitar. Mang Mahmud hidup sebatangkara, istri dan anaknya sudah tidak lagi dengannya, pun kedua orangtuanya sudah lama meninggal dunia. Kini ia tinggal dan dirawat oleh kerabatnya, kerabatnya tersebut pula yang akhirnya meminta pertolongan ke aparat desa untuk segera menanggulangi penyakit yang diderita Mang Mahmud, karena kerabatnya pun memiliki keterbatasan biaya untuk membawa Mang Mahmud berobat. Setelah audiensi panjang, akhirnya Mang Mahmud dibawa ke RSJ Cisarua dengan bantuan dari biaya iuran warga. Setelah dua bulan Mang Mahmud berada di RSJ Cisarua Bogor, ia pun diperbolehkan pulang namun harus tetap menjalani kontrol pengobatan karena belum sembuh total. Saat ini sudah satu bulan lebih dari jadwal kontrol, namun Mang Mahmud tak kunjung dibawa ke RS tersebut karena kendala biaya. Aparat desa setempat kebingungan, karena masih ada msyarakat lain yang juga membutuhkan biaya dari iuran warga tersebut diatas selain Mang Mahmud. Alhamdulillah, dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Mahmud, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya kontrol pengobatan Mang Mahmud ke RSJ Cisarua. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Mahmud menderita gangguan jiwa


SUPRIATNA BIN MASDUKI (49, Patah Tulang). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/3, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Priatna, akrab kami memanggil bapak dengan tiga anak ini. Ia berprofesi sebagai tukang ojeg kampung, suatu ketika ada yang meminta jasanya untuk dibelikan peralatan listrik di desa sebelah. Di perjalanan ia mengalami kecelakaan karena rem motor yang dikendarainya blong, ia pun terpaksa membanting stang ke tumpukan pasir, namun Mang Priatna terpental jauh dari motornya dan mengalami patah tulang kaki. Sampai saat ini ia belum dibawa berobat ke Rumah Sakit dikarenakan adanya keterbatasan biaya, maklum saja penghasilannya sebagai tukang ojeg selama ini baru cukup untuk biaya hidup sehari-hari ia dan keluarganya. Istrinya Badriah (36) merupakan guru ngaji yang digaji seikhlasnya saja. Alhamdulillah, dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Priatna dan keluarga. Kami telah menyampaikan titipan bantuan dari para sedeakholics untuk biaya akomodasi Mang Priatna ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @ukhti_fuzi

Mang Priatna menderita patah tulang


MUHAMMAD RAFA AZKA (1, Gangguan Pernafasan). Alamat : Kp. Pasir Bondol, RT 07/03, Cirama Hilir, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Rafa merupakan anak ketiga dari pasangan Wawan (35) dan Kayah (25). Menginjak usia satu bulan, ibunya melihat Dek Rafa sering sesak dan rewel setiap hari. Karena khawatir, ibunya pun membawa Dek Rafa ke Puskesmas terdekat. Satu bulan berlalu namun tak juga kunjung adanya perubaha, Dek Rafa masih sering sesak. Saat itu kondisinya semakin kritis, ia pun dibawa ke RS Siloam tanpa menggunakan jaminan apapu, karena Dek Rafa belum mempunyai Kartu Keluarga. Ditambah lagi ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan sudah lama tak ada yang memakai jasanya, ia tak memiliki sedikitpun uang untuk biaya pengobatan anaknya tersebut, belum lagi ayahnya tersebut harus membiayai dua anak lainnya dan ibu kandungnya yang sudah sepuh yang juga tinggal bersama keluarga tersebut. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Rafa dan keluarga. kami telah menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan Dek Rafa, semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Azka menderita gangguan pernafasan


ONIN BIN FULAN (57, Infeksi di Kaki). Alamat : Kp. Cihonje, RT 2/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bah Onin akrab kami memanggilnya, ia berprofesi sebagai buruh tani yang keseharian tak lepas dari cangkul dan alat tani lainnya. Kurang lebih pertengahan Februari lalu saat sedang mencangkul di sawah, tak sengaja kakinya terkena sabetan cangkul tersebut. Ia hanya mengobati luka di kakinya tersebut menggunakan obat kampung tradisional namun tak menunjukkan adanya kesembuhan, lukanya semakin menjalin ke bagian lututnya. Ia pun kemudian dibawa ke puskesmas terdekat dan tak juga menunjukkan adanya tanda kesembuhan, akhirnya dengan berbekal pinjaman dari tetangga, ia berobat ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) menggunakan fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS). Saat ini lukanya sudah mulai mengering, namun masih harus menjalani kontrol pengobatan. Bah Onin yang merupakan buruh tani tak begitu memiliki cukup uang untuk biaya akomodasi menuju RSBA, penghasilannya cukup untuk biaya makan sehari-hari saja. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bah Onin, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Bah Onin segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 17
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Onin menderita infeksi di kaki


ABDUL MAJID (52, Cacat Fisik). Alamat : Kp. Babakan, RT 29/8, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Adun, akrab kami memanggilnya. Sejak lahir telah mengalami cacat fisik, tangan dan kakinya tak sempurna, dan berbeda dengan yang lainnya. Pun adiknya Ateng, ia mengalami gangguan tunawicara sejak lahir. Dulu, sebelum ayahnya meninggal keluarga Mang Adun merupakan keluarga yang berkecukupan, karena ayahnya bekerja sebagai petani. Namun semenjak ayahnya meninggal, kehidupannya berubah. Karena cacat fisik, maka tak ada orang yang mau memperkerjakan Mang Adun. Saat ini Mang Adun dan ibunya dibiayai oleh Mang Ateng yg seorang tunawicara, penghasilan Mang Ateng menjadi pekerja serabutan sekitar 50.000 perminggu, ia kadang bekerja sebagai kuli cuci di rumah sekitar lingkungannya. Kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan therapy dan pengobatan, ia sudah pasrah pada takdir sejak dulu. Ia dan keluarganya hanya membutuhkan biaya hidup saja. Alhamdulillah dengan ijin Allah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Adun dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari selama ramadhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Mang adun menderita cacat fisik


ALIYAH BINTI SAHRI (57, Diabetes Basah). Alamat : Kp. Pasir Wetan, RT 18/5, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Satu bulan yang lalu kakinya luka akibat terkena bambu yang tajam sewaktu bekerja dikebun majikannya untuk membersihkan rumput. Setelah pulang kerumah luka tersebut dibersihkan dan dibaluri betadine, beberapa hari kemudian lukanya malah semakin membengkak dan mengeluarkan nanah, ia pun mencoba pengobatan dengan obat kampung berupa ramuan dari dedaunan. Satu minggu kemudian lukanya semakin parah dan badan mulai semakin lemah, akhirnya diobati oleh mantri desa dengan cara disuntik antibiotik dan dikasih obat pereda nyeri. Pasca disuntik lukanya menjadi semakin membesar, akhirnya dibawa ke puskesmas. Setelah diperiksa dokter, dokter mengatakan kalau Bu Aliyah harus dibawa ke rumah sakit, karena hasil diagnosa pemeriksaan menyatakan bahwa Bu Aliyah menderita penyakit gula basah atau secara medis disebut diabetes. Setelah mendengar penjelasan dari dokter Bu Aliyah bingung karena ia tidak punya biaya untuk transportasi dan bekal selama di Rumah Sakit. Saat ini suaminya tak bisa mencari nafkah karena cedera kaki pasca mengalami kecelakaan, keduanya sedang sama-sama diuji dengan sakit. Jangankan untu biaya berobat ke Rumah Sakit, untuk biaya hidup pun mereka masih sering kekurangan. Alhamdulillah dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Aliyah dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit dan biaya hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Aliyah menderita diabetes basah


SITI SILAWATI (52, Stroke). Alamat : Kp. Cidahu, RT 2/1, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mak, akrab kami memanggilnya. Sudah bertahun-tahun ia memiliki penyakit hypertensi, mungkin karena faktor usia dan pola hidup yang dijalaninya. Hampir setiap satu minggu sekali ia memintacek darah ke bidan setempat karena sering mengeluh pusing dan berat di kepala. Sebulan yang lalu, sewaktu memberi makan untuk bebek peliharaan suaminya ia terjatuh, ia kemudian memanggil cucunya untuk membantunya bangun. Pihak keluarga saat itu hanya memanggil mantri desa, Mak Awa pun didiagnosa mengidap penyakit stroke dan harus dibawa ke Rumah Sakit. Namun hingga kini Mak Awa hanya bisa berobat seadanya di kampung karena kendala biaya. Suaminya memiliki bebek yang diternak, namun jumlahnya tak banyak. Hasil penjualan telur bebeknya tersebut hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari, ditambah ada cucunya yang tinggal bersama mereka dan harus dibiayai. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mak Awa dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Siti menderita stroke


NOVAN FEBRIANA (1, Infeksi Darah Putih). Alamat : Jl. K.K Singawinata, Gg. Garuda 1, RT 44/4, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Novan merupakan putra dari pasangan Bapak Eki (29) dan Ibu Eni (30), lahir pada tanggal 14 Februari 2017 lalu. Diusianya yang masih tiga bulan ini Dek Novan sudah didiagnosa mengalami infeksi darah putih, gejala awalnya yakni demam tinggi, batuk, nafas yang sesak dan lemas. Saat ini Dek Novan harus menjalani kontrol ke Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) setiap satu bulan satu kali dengan berbekal fasilitas kesehatan berupa Jaminan Purwakarta Istimewa (JAMPIS). Ayah Novan merupakan buruh serabutan, jika ada upah lebih ia jadikan modal untuk berjualan es lilin, namun penghasilannya dari berjualan tersebut baru cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, belum untuk susu, pampers juga akomodasi Dek Novan ke RSBA. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Novan dan kedua orangtuanya, kami telah menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Dek Novan ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Ligar

Novan menderita infeksi darah putih


IMAS KARTINI (29, Anemia Hemolitik). Alamat: Kp. Cigadog RT 4/1, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Imas sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober 2014 Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan kemudian keluarganya membawa Bu Imas ke puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober2014 Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah. Karena kehabisan bekal, keluarganya membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Tanggal 25 Oktober 2016 Bu Imas kontrol dan menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Suaminya, Diki (48) sehari-harinya berjualan cilok keliling sempat putus asa dengan kelanjutan pengobatan Bu Imas apalagi ia masih punya tanggungan dua anak usia sekolah. Namun atas saran suster di RSHS, Pak Diki kemudian menghubungi kurir#SedekahRombongan untuk meminta bantuan.#SedekahRombongan pun kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani transfusi di RSHS Bandung. Sebelumnya beliau tercatat di Rombongan 995. Semoga Bu Imas dapat terus melanjutkan pengobatannya dan segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Imas menderita anemia hemolitik


HILMAN PERMANA (12, Thalassemia). Alamat : Kampung Cikamuning RT 3/1, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Hilman bertahun-tahun mengalami sakit thalassemia. Menurut kajian medis, ia menhalami penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Dia kerap merasakan letih, mudah mengantuk, pingsan, hingga kesulitan bernapas.Selain itu, berat badannya tidak normal dibanding usianya. Berbagai upaya penyembuhan dilakukan keluarganya sampai saat ini. Mereka bertemu dengan kurir #SR juga ketika sedang menjalani pemeriksaan rutin di RSHS Bandung. “Dengan segala kemampuan, saya dan kakaknya Hilman terus berobat dan rutin transfusi darah di rumah sakit,” kata ibunya, Bu Imas sambil menggendong Hilman. Kurir #SR merasa bersyukur bisa mengantar-jemput mereka dua kali kontrol rutin ke rumah sakit. Mereka termasuk dhuafa yang amat layak mendapatkan pertolongan untuk mengurangi beban kehidupannya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholisc #SR, kurir Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan bantuan yang dihunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan biaya sehari-hari. “Terima kasih. Jazaakumullaah atas bantuan #SR!” doa Bu Imas penuh ketulusan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Hilman menderita thalassemia


IPIT GUNAWAN (27, Tumor di Punggung). Alamat : Kampung Legok Biru RT 1/14 Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Sungguh berat ujian yang dialami Ipit –begitu panggilan kesehariannya– dan keluarganya. Sejak usia kelas 4 SD, ia merasakan benjolan di punggung dan pantatnya terus membesar. Ia akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah. Berbagai upaya dilakukan ibu-bapak dan keluarganya –yang tergolong dhuafa– untuk menyembuhkan penyakit anak keduanya ini. Menggunakan jaminan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, keluarga dan warga memeriksakan Ipit ke dokter praktek, Puskesmas, dan RSUD Cililin. Ia juga pernah dibawa periksa ke RSHS Bandung. Ia diduga mengidap tumor. Akan tetapi, karena kehabisan biaya, upayanya terhenti. Ibunya, Bu Mumun (47) hanya ibu rumah tangga biasa; dan bapakny,a Pak Amat (55), hanya buruh tani yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Ipit hanya bisa tengkurep tak berdaya. Informasi tentang Ipit dan perjuangannya untuk sembuh di te ngah segala ketidakmampuan keluarganya, akhirnya sampai kepada Sedekah Rombongan melalui media sosial. Kurir #SR bersyukur dapat menemui keluarga dhuafa yang tabah dan pekerja keras itu di rumah bilik mereka dan di RSUD Cililin. Walaupun hanya buruh tani, kedua orangtuanya tak kenal lelah memperjuangkan kesembuhan Ipit. Berkah kegigihan mereka, kisah Ipit Gunawan akhirnya mendapatkan perhatian dan bantuan berbagai pihak termasuk #SR. “Alhamdulillah Ipit sudah masuk ruang rawat inap sekarang atas bantuan semua pihak,”kata pamannya Ipit. Dengan empati sedekaholisc, alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk Ipit Gunawan. Bantuan yang diterima ibunya di RSUD Cililin ini digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @teguh

Ipit menderita tumor di punggung


MULYANA BINTI YADI (20, Gagal Ginjal). Alamat : Jalan Kampus Unkris RT 5/9, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Awal Januari 2016, Mulyana atau yang biasa disapa Mul ini, sudah merasakan tanda-tanda sakitnya itu. Setiap hari ia sering merasakan lemas, hingga pada bulan Maret 2016, ia drop dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terkena gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah secara rutin. Beberapa kali ia menjalani cuci darah di RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan SKTM, namun kali ini ia disarankan agar menggunakan Kartu KIS. Ketidaktahuan mereka tentang prosedur pembuatan kartu KIS kini menjadi kendala. Sampai akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang siap membantu. Mulyana sudah lama ditinggalkan ayahnya, Pak Mulyadi yang kini sudah tiada dan saat ini ia tinggal bersama ibu dan sepupuhnya. Penghasilan mereka sehari-hari tidak dapat menopang biaya pengobatannya. Kondisi Mulyana 3 hari yang lalu mengalami drop dan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi. Saat ini ia menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi dan ada obat yang harus beli di luar rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama di rumah sakit dan utk membeli obat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 962.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratna Tidi

Mulyana menderita gagal ginjal


DATENG BINTI HARJA (63,  Muntaber). Alamat : Kp. Cijengkol RT 2/8, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah selama 2 hari lamanya nenek Dateng atau yang biasa dipanggil nenek Kulem ini merasakan sakit perut dan BAB. Nenek Kulem tidak memiliki jaminan apa-apa, namun harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diambil tindakan karena kondisinya sudah lemah. Nenek Kulem adalah seorang janda tua yang tinggal sendirian di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia menjadi kuli kupas bawang di pasar. Alhamdulillah mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal untuk pembuatan Kartu BPJS Kesehatan dan biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Ratna Tidi

Bu Dateng menderita muntaber


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan akhirnya Wilda dan Kandi mendapatkan jadwal operasi di RSM Cicendo. Sebelum dan sesudah menjalani operasi ia harus menjalani perawatan. Selama menjalani perawatan mereka membutuhkan bekal untuk makan keluarga yang menunggu. Bantuan lanjutan disampaikan untuk bekal selama menjalani perawatan di RSM Cicendo Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mulawarman

Wilda menderita katarak


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional + Ganti Spare Part). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi penggantian spare part shockbreaker depan MTSR Bekasi. Inshya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional + ganti spare part


DARWATI BINTI JAYADI (51, Diabetes Militus). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sudah 1 tahun Bu Darwati menderita diabetes, saat ini menimbulkan luka pada kaki sebelah kiri.  Selama itu, Bu Darwati menjalani pengobatan rutin di RS. Sentra Medika Cikarang. Namun keterbatasan biaya transport membuat pengobatannya tidak maksimal. Terkadang berbenturan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Ada kalanya obat yang dibutuhkan tidak ada di apotik rumah sakit, sehingga harus membeli di luar. Seandainya obat yang ia butuhkan tersedia di apotik rumah sakit, ada kemungkinan bisa tercover oleh Kartu BPJS yang ia miliki tanpa harus merogoh kocek. Pendapatan suami tidak menentu, kadang untuk makan pun sulit. Suami Bu Darwati, Pak Usir (52) yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang ojek. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Saat ini Bu Darwati masih rutin menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS Sentra Medika Cikarang. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Bu Darwati menderita diabetes militus


KIKI BIN PONIJO (27, Patah Lengan Kiri). Alamat : Jl. Bahorok RT 4/3, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada bulan Maret 2015, Kiki memanjat pohon kelapa dan bermaksud mengambil buah kelapa yang ada. Namun ia terjatuh dan lengan kirinya patah. Karena ketiadaan biaya, keluarga membawanya berobat alternatif dengan cara diurut namun hingga kini tidak ada perubahan membaik. Malah kondisinya memburuk dengan semakin mengecilnya tangan sehingga lengannya menjadi cacat. Hal ini menyebabkan Kiki telah kehilangan fungsi lengan kirinya karena ia tidak bisa menggerakkan dengan sempurna dan ia pun tidak bisa bekerja. Kiki adalah anak dari pasangan suami istri, Ponijo (57) dan Sukini (51). Pak Ponijo sehari-harinya tidak tentu bekerja karena ia adalah buruh serabutan yang hanya menunggu pekerjaan bila ada panggilan dan Ibu Sukini adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarga memiliki JKN-KIS Non PBI kelas 3 untuk memudahkan pengobatannya, namun Kiki tetap terkendala dalam berobat karena keluarga tidak memiliki biaya transportasi dan akomodasi untuk berobat. Kondisi perekonomian keluarga yang masih terbatas hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Kiki dan keluarga dan santunan disampaikan untuk membantu biaya transportasi Kiki untuk melanjutkan pengobatannya. Semoga Kiki segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @nhpita Supriadi

Kiki menderita patah lengan kiri


SELAMET RUMINI (80, Dhuafa). Alamat : Jalan Merpati, Gg. Sri Rahayu no. 18, RT 013, Jayamukti Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau. Mbah Selamet mengalami rabun yang membuatnya terkendala untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari terutama saat melaksanakan sholat berjamaah & pengajian rutin di masjid/mushola pada waktu isya & subuh dikarenakan kacamata yang biasa beliau gunakan pecah dan rusak. Hal itu terjadi karena Mbah Selamet terjatuh ke parit saat akan melaksanakan sholat subuh di mushola dan sementara kacamatanya rusak saat ini beliau menggunakan kacamata yang ukurannya tidak sesuai. Sehari-harinya, Mbah Selamet tinggal di rumah anaknya yang bekerja di toko bangunan dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari bisa dikatakan masih jauh dari cukup. Alhamdulillah Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dihadapi Mbah Selamet dan menyampaikan titipan langit untuk membantu pembelian kacamata beliau serta sembako tunai untuk meringankan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @nhpita @jangajid

Mbah selamet seorang dhuafa


FARIDA ANUM (37, Luka Bakar). Alamat : Jl. Lili (belakang sekolah Dharma Yudha), Arengka 2, Kelurahan Labuah Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Luka bakar yang diderita Bu Farida berawal dari cekcok antara ia dan suaminya, Hendra Sirait, pada tanggal 9 April 2017 lalu. Karena tersulut emosi, Bu Farida disiram bensin oleh suaminya lalu dibakar. Akibat kejadian tersebut, ia menderita luka bakar 33% di lengan kiri atas, punggung dan bagian dada. Paska kejadian, Bu Farida sempat berobat ke RS Bhayangkara tapi ditolak karena dokter tidak sanggup dan akhirnya berobat ke RS Santa Maria. Di Santa Maria ia sempat mengalami koma selama 1 hari 1 malam dan karena terkendala biaya ia pun dirujuk ke RSUD Arifin Achmad dan tercatat sebagai pasien umum karena tidak memilki kartu identitas. Selama dirawat di RSUD ia pun menjalani dilakukan tindakan medis berupa pemeriksaan darah, rontgen dan alhamdulillah akhirnya tindakan operasi pada tanggal 18 April lalu. Saat kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di Ruang Anyelir 2 RSUD, ia masih menjalani proses pemulihan dan belum stabil kondisinya. Dengan statusnya sebagai pasien umum dan tidak memiliki kartu identitas apapun, Bu Farida tidak mampu membayar biaya perawatan dan tindakan operasi yang dijalaninya di RSUD. Sedekah Rombongan memahami kesulitan yang dihadapi oleh Bu Farida dan menyampaikan santunan untuk membantu pembayaran biaya RS di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Semoga kondisi Bu Farida segera pulih dan ia dapat menjalani kembali aktivitasnya dengan baik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2017
Kurir : @nhpita @asynulzumarti @hermanwaesyah @ekow_uwal

Farida menderita luka bakar


JELITA RAINA (2, Penyakit Jantung Bawaan + Gizi Buruk). Alamat :  Jalan Karang Anyer 1, Gg. Bidan Fitriani, Kelurahan Air Jamban Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Jelita lahir alhamdulillah dalam keadaan sehat seperti bayi pada umumnya. Akan tetapi ketika memasuki umur 2 tahun, Jelita mengalami sesak napas hingga badannya membiru. Melihat hal tersebut, ibunya langsung membawa ke puskesmas terdekat. Pihak puskesmas melakukan pemeriksaan keadaan Jelita dan memberinya obat untuk mengatasi sesak napasnya. Alhamdulillah setelah minum obat yang diberikan dari puskesmas, keadaan Jelita berangsur membaik. Akan tetapi pada malam hari tiba-tiba Jelita mengalami kejang-kejang dengan kondisi seluruh badannya membiru dan sesak napas. Ia kemudian dilarikan ke UGD RSUD Duri dan langsung dilakukan pemasangan infus. Namun hal itu tidak berhasil dilakukan dan akhirnya infus dipasang di kamar operasi oleh dokter spesialis anestesi. Selanjutnya karena kondisi sempat menurun, Jelita dirawat diruang HCU selama lebih kurang 3 hari. Alhamdulillah kondisi Jelita mulai membaik dan ia bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa. Akhirnya ia pun alhamdulillah diperbolehkan pulang pada hari tanggal 11 April 2017. Berat badan Jelita saat pulang 5,6 kg dengan kondisi yang masih batuk dan sedikit sesak napas. Ia harus menjalani kontrol kembali pada tanggal 13 April 2017 untuk mengambil rujukan. Kondisi Jelita saat ini mulai berangsur membaik dengan napas yang masih berbunyi, mulai minum ASI dan mulai makan sedikit- sedikit karena napasnya masih tersengal-sengal. Jelita adalah anak dari pasangan Pak Hengki (43) yang bekerja sebagai sopir lepas, dan Ibu Katmiatin (40) yang bekerja sebagai buruh penggoreng tahu untuk menambah penghasilan keluarga apabila suami sedang tidak bekerja. Jelita memiliki JKN KIS-PBI yang membebaskannya dari biaya pengobatan di rumah sakit. Namun keluarga tetap memiliki kendala dalam memenuhi biaya akomodasi selama pengobatan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Jelita dan bantuan akomodasi pun diberikan untuk meringankan beban keluarga. Semoga Jelita segera diberikan kesembuhan dari penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @nhpita @eniepalupi @rizkyqurniazary

Jelita menderita penyakit jantung bawaan + gizi buruk

REKAPITULASI BANTUAN

No Tanggal Jumlah Bantuan
1 KODARI BIN JALIM 500,000
2 PONIYATI HASANUDIN 1,000,000
3 SRI AMBAR ASIH 500,000
4 MTSR 1 PURWOREJO 2,568,000
5 MTSR 2 PURWOREJO 5,432,000
6 FIAN 1,000,000
7 MUGIANTO BIN WARSO 1,000,000
8 TIO FERNANDA 1,000,000
9 MUHAMMAD LATIF AS’AD 1,000,000
10 SUTIYAH BIN PANCA 1,000,000
11 MARSUDI 1,500,000
12 NGATENO BIN WARSITO 2,000,000
13 MUHAMMAD IQBAL MUSTHOFA 1,500,000
14 SUYATIHAH BINTI DAHMAN 1,500,000
15 FARIH AJI SAPUTRA 1,000,000
16 DINI RAHMA LESTARI 1,200,000
17 IMAS SA’ADAH 500,000
18 YETI HERMAWATI 750,000
19 NIA KURNIAWATY 500,000
20 IIS BINTI ADIN 1,000,000
21 ARIS SUNANDAR 500,000
22 WASKINAH 1,050,000
23 RINA KURNIASIH 500,000
24 ICOH BINTI MISJA 500,000
25 WINDA YULIANA 1,000,000
26 BILLY APRILIANA 500,000
27 NIA DEWIANTI 500,000
28 JUNIAH BINTI SAKIR 850,000
29 GIANTI PUTRI AMALIA 1,000,000
30 NURATATI CHAERUDIN 500,000
31 MAHMUD BIN DINI 750,000
32 SUPRIATNA BIN MASDUKI 500,000
33 MUHAMMAD RAFA AZKA 1,000,000
34 ONIN BIN FULAN 500,000
35 ABDUL MAJID 500,000
36 ALIYAH BINTI SAHRI 750,000
37 SITI SILAWATI 500,000
38 NOVAN FEBRIANA 500,000
39 IMAS KARTINI 500,000
40 HILMAN PERMANA 500,000
41 IPIT GUNAWAN 1,000,000
42 MULYANA BINTI YADI 500,000
43 DATENG BINTI HARJA 500,000
44 WILDA SARI 500,000
45 MTSR BEKASI 3,500,000
46 DARWATI BINTI JAYADI 1,000,000
47 KIKI BIN PONIJO 500,000
48 SELAMET RUMINI 1,200,000
49 FARIDA ANUM 1,000,000
50 JELITA RAINA 500,000
Total 49,550,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 49,550,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1009 ROMBONGAN

Rp. 51,352,376,554,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.