Rombongan 1007

Orang yang rajin bersedekah adalah perpanjangan tangan dari tuhan yang maha pemberi rezeki. Maka wajarlah jika ia juga memiliki rezeki yang melimpah.
Posted by on June 6, 2017

SUAMAH BINTI ADAM (60, DBD + Diare). Alamat :  Kp. Pabuaran RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Wa Amah adalah seorang ibu rumah tangga yang rajin meskipun sudah berusia lanjut. Ia selalu  membantu suaminya bekerja di sawah, namun sejak 2 minggu lalu ia tidak bisa lagi membantu suaminya karena terkena DBD dan diare. Awal mulanya Wa Amah sakit diare, selang 1 minggu sakitnya tak kunjung sembuh dan bertambah parah. Tak hanya diare, kini Wa Amah mengalami demam tinggi hingga tak sadarkan diri. Melihat kondisi Wa Amah pingsan, keluarga membawanya ke rumah sakit. Tiga rumah sakit yang didatangi tak dapat merawat Wa Amah karena kamar penuh untuk pasien JKN – KIS kelas III. Akhirnya keluarga memutuskan Wa Amah dirawat sebagai pasien umum. Anaknya yang bekerja sebagai tukang bangunan binggung dengan biaya yang harus ditanggung. Penghasilanya yang pas – pasan hanya cukup untuk makan sehari – hari. Melihat kesusahan keluarga Wa Amah, syukur alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan untuk meringankan beban biaya berobat. Semoga Wa Amah lekas sembuh, amin.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu Suamah menderita DBD + diare


MAMDUDAH BINTI TARI (16, Kanker Paru – Paru). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 9/2, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Emam adalah gadis belia yang masih bersekolah, ia anak dari seorang buruh tani. Emam  sakit sejak dua tahun yang lalu, berawal ketika ia selalu merasakan sesak napas disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Berbagai macam obat dari beberapa klinik telah ia minum namun tak ada hasil, kondisinya semakin bertambah parah. Setahun terakhir berat badan Emam semakin menurun, tubuhnya sangat kurus dengan perut yang buncit. Setiap malam Emam tak bisa tidur karena napasnya selalu terengah – engah disertai batuk yang bertambah parah dan ia juga mengalami diare. Sampai akhirnya Emam harus dilarikan ke RSUD karena kondisinya semakin memburuk. Kedua orang tuanya harus meminjam uang ke sanak saudaranya untuk sewa kendaraan agar bisa membawa Emam ke rumah sakit. Meski biaya pengobatan ditanggung JKN – KIS kelas III, orang tua Emam sangat binggung untuk biaya hidup selama di rumah sakit. Setelah mendengar kesusahan yang dialami keluarga Emam, alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk meringankan beban keluarga Emam. Semoga Emam cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Emam menderita kanker paru -paru


MUMUN BINTI ALI  (20, Kista Rahim) Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 4/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mumun adalah anak keempat dari sepuluh bersaudara. Mumun selama ini tinggal di pondok pesantren di daerah Kudus, Jawa tengah. Awal mula sakit yang dialami Mumun adalah saat menstruasi pertama kali ia merasakan sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu dihiraukannya dan menganggapnya sebagai hal yang biasa untuk menstruasi pertama. Sakit yang tak tertahankan membuat Mumun mengeluh kepada pimpinan pesantren. Saat itu oleh pengurus pesantren, Mumun langsung dibawa ke rumah sakit setempat, hasilnya ia didiagnosis menderita kista rahim yang ukuranya sudah 2 cm. Selang 4 bulan, Mumun kembali ke rumahnya dan oleh orang tuanya ia dibawa berobat. Setelah berobat diketahui ukuran kista Mumun membesar menjadi 4 cm, dan saat itu ia harus menjalani oprasi. Mumun menjalani operasi dengan JKN – KIS kelas III yang dimilikinya, namun orang tuanya sangat bingung untuk biaya transpotasi dan kebutuhan selama di rumah sakit. Ayahnya, Ali Ridho, yang bekerja sebagai guru ngaji, penghasilanya hanya cukup untuk hidup sehari – hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mumun, setelah mengetahui kesulitan yang dihadapinya, bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari – hari selama ia dirawat. Semoga Mumun bisa lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @fatmahalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu Mumun menderita kista rahim


HANIFAH BINTI AMSIR (38, koma dan pendarahan) Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 8/2,  Kec. Miri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Nifah adalah seorang janda dengan dua orang anak yang pernah menjadi TKW di Arab Saudi. Ia beberapa kali pergi keluar negri untuk mengadu nasib guna mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ibu Nifah menjadi tulang punggung keluarganya setelah ia suaminya meninggal. Kedua anaknya tinggal dengan orang tuanya yang suda lanjut usia. Selama ini Ibu Nifah sudah tiga kali pergi ke Arab Saudi untuk bekerja, namun pada kepergianya yang terakhir, baru 3 bulan di sana ia sakit – sakitan. Majikanya akhirnya memulangkan Ibu Nifah ke Indonesia. Setelah 1 bulan di rumah Ibu Nifah jatuh pingsan. Selama ini ia tak pernah berobat karena ketiadaan biaya. Ibu Nifah segera dilarikan ke rumah sakit, tanpa memiliki jaminan kesehatan. Selang 1 minggu Ibu Nifah belum sadarkan diri, keluarga meminta Ibu Nifah dibawa pulang karena ketiadaan uang untuk membayar biaya rumah sakit. Biaya selama Ibu Nifah dirawat didapat dari hasil menjual sepeda motor miliknya, itu juga belum memenuhi semua tunggakan yang harus dibayarkan. Akhirnya KTP adik Ibu Nifah dijadikan jaminan agar Ibu Nifah bisa dibawa pulang. Selang tiga hari di rumah, Ibu Nifah dipanggil Allah kembali ke rahmatullah. Allah lebih sayang kepada Ibu Nifah, semoga almarhumah diterima di sisinya dan ditempatkan di surga, amin. Kurir Sedekah menyampaikan bantuan untuk biaya pemulasaran jenazah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @fatmahalwiny @misnamin @ririn_restu

Bu Hanifah menderita koma dan pendarahan


MUSOLA BAITURAHMAN (Pembuatan Sumber Air + Tempat Wudu). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 2/2, Ds. Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Marhaban ya ramadan, bulan suci penuh berkah segera datang. Bagi warga muslim menyambut datangnya bulan ramadan biasanya mereka saling bergotong – royong membersihkan musola / masjid di sekitar rumah mereka. Begitu juga  warga Kampung Pabuaran yang bahu – membahu membuat sumber air dan tempat wudu di Musola Baiturahman. Sejak pertama kali dibangun, musola ini belum memiliki tempat wudu dan sumber air. Warga yang akan menjalankan ibadah berwudu di rumah mereka masing – masing. Syukur Alhamdulillah pada tanggal 14 Mei 2017 berkat bantuan dari para donatur dan Sedekah Rombongan akhirnya pembuatan sumber air dan tempat wudu bisa dilaksanakan. Dana yang terkumpul dari donatur dan Sedekah Rombongan sebesar Rp 25.000.000,-. Dana tersebut dipergunakan untuk pengeboran sumur, pompa air dan bak penampungan sejumlah Rp 10.000.000,-. Selebihnya untuk membeli bahan material dan ongkos tukang. Proses pengerjaan dilakukan selama satu minggu oleh tukang dan bantuan para warga sekitar. Rasa syukur diucapkan oleh warga sekitar musola atas bantuan dari para donatur, dan Sedekah Rombongan yang telah membangunkan sumber air dan tempat wudu, sehingga kini mereka dapat berwudu di musola yang mereka cintai.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @fatmahalwiny @misnamin @ririn_restu

Pembuatan sumber air + tempat wudhu


LATIFAH BINTI SALWAN (45, Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Banyawakan Jaya, RT 6/7, Desa Klebet, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Latifah adalah seorang janda dengan dua orang anak yang berusia 16 tahun dan 9 tahun. Sejak 3 tahun yang lalu, Ibu Latifah menderita sakit gagal ginjal dengan gejala awal seluruh tubuh menguning disertai demam tinggi yang tak kunjung sembuh. Saat itu suaminya membawanya berobat sampai akhirnya dokter mendiagnosis Ibu Latifah menderita gagal ginjal. Cobaan Ibu Latifah semakin bertambah, karena suaminya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Latifah pun kini menjalani hidup dengan kedua anaknya, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ia berjualan jajanan anak – anak di depan rumahnya. Lambat laun penyakit Ibu Latifah semakin memburuk. Dokter menyarankan untuk cuci darah tiga kali dalam satu minggu. Ibu Latifah dirujuk ke RSU Siloam Tangerang yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggalnya. Setahun sudah Ibu Latifah bolak – balik ke rumah sakit untuk cuci darah dan meski menggunakan Jamkesmas ia telah menghabiskan banyak dana untuk operasional berobat. Rumah tempat ia bernaung bersama anak – anak, dan menjadi harta satu – satunya yang dimiliki terpaksa ia jual untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat. Kini Ibu Latifah dan anak-anaknya tinggal bersama orang tuanya yang sudah sepuh dan tak memiliki suami. Kondisi Ibu Latifah sangat memprihatinkan, wajahnya sudah membiru dan membengkak karena kekurangan sel darah putih. Ibu Latifah bahkan sempat harus dirawat inap di rumah sakit. Setelah 1 bulan berjalan kondisi Ibu Latifah semakin memburuk. Ibuu Latifah kerap kebingungan mencari uang untuk biaya transportasi dan menebus obat yang tidak ditanggung BPJS. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan menebus obat. Semoga Ibu Latifah cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Sebelumya bu Latifah di bantu di rombongan 992.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @pratama_chatur @endangmplus @misnamina9 @ririn_restu

Bu Latifah menderita gagal ginjal


EDY SUWARNO (60, Stroke). Alamat : Jalan Parit Seman, RT 3/14, Kelurahan Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Edi dulu berprofesi sebagai supir bis. Sejak Pak Edy menderita stroke 5 tahun lalu, ia kini tidak bisa menyupir bis lagi. Bagian tubuh sebelah kiri Pak Edy tidak bisa digerakkan, dan terdapat luka di pelipis kanannya sehingga ia harus beristirahat total di rumah. Pak Edy tidak dapat berobat ke rumah sakit karena ketiadaan biaya. Keluarga akhirnya menjual kulkas di rumah untuk membantu penyembuhan Pak Edy dan berharap ia bisa dibawa ke rumah sakit. Setiap hari istri Pak Edy selalu setia di sampingnya merawat dan mengobati seadanya. Istrinya juga yang mengantikan Pak Edy mencari nafkah dengan berkebun di belakang rumah, dan hasilnya lah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain terkendala biaya, rumah Pak Edy juga sangat jauh dari fasilitas kesehatan. Belum lagi ketika hujan, jalan menjadi sulit dilewati. Kondisi itu juga dirasakan kurir Sedekah Rombongan yang beberapa kali ke rumah Pak Edy, kurir bahkan hampir jatuh dari motor karena medan jalan yang sangat berat, licin dan basah akibat hujan. Pada Senin, 22 Mei 2017, JKN – KIS Pak Edy sudah jadi dan bisa digunakan. Keluarga berinisiatif untuk membawa Pak Edy berobat. Sulitnya mendapatkan kendaraan membuat keluarga baru bisa membawa Pak Edy ke fasilitas kesehatan tingkat I pada siang hari. Ada rasa senang yang kurir tangkap dari binar mata sang istri karena Pak Edy bisa kembali berobat. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk operasional berobat dan kebutuhan sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @Ahmadtaqiyudin5 @doddy_indrawan @ririn_restu

Pak Edy menderita stroke


HAMDANI BIN EDY SUWARNO (19, Fraktur Cruris + Post Stoma). Alamat : Jalan Parit Seman, RT 3/14, Kelurahan Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Hamdani adalah anak pertama dari keluarga Pak Edy Suwarno. Hamdani merupakan salah satu lulusan dari pondok pesantren yang ada di Pontianak. Sakit yang dialami Hamdani ini bermula saat ia berboncengan dengan sahabatnya dan mengalami kecelakaan. Mereka terjatuh dari motor dan tak lama datang sebuah truk yang hampir saja melindasnya. Hamdani dibawa oleh keluarganya ke salah satu rumah sakit swasta. Hamdani telah menjalani operasi, namun tim dokter meminta untuk dilakukan operasi kembali tetapi keluarga menolak karena tidak mempunyai dana. Akhirnya Hamdani  dibawa pulang namun ia diharuskan mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Saat ini ada perawat yang datang untuk melakukan perawatan luka Hamdani. Hamdani masih belum bisa duduk dan hanya bisa memiringkan badan walaupun tak bisa secara penuh. Kondisi keluarga Hamdani semakin memprihatinkan karena ayahnya, Pak Edy Suwarno sedang menderita stroke yang juga merupakan penerima bantuan dari Sedekah Rombongan. Meski mendapat cobaan yang bertubi – tubi, tak lantas menyurutkan langkah keluarga Hamdani untuk selalu tegar menghadapi cobaan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya hidup, pembelian alternatif kantong stoma, perawatan luka dan untuk menebus obat-obatan.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.0000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @Ahmadtaqiyudin5 @doddy_indrawan

Pak Hamdani menderita fraktur cruris + post stoma


RSSR MAGETAN, (Biaya operasional Rssr Magetan bulan April 2017). Rssr adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan Sedekah Rombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. RSSR hadir di Magetan sejak bulan Oktober 2015. Kami mengontrak rumah di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5 Selosari Magetan selama 2,5 tahun setelah 1 tahun sebelum nya berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomer 25 Magetan. RSSR digunakan sebagai tempat tinggal pasien yang berobat di Rumah Sakit sekitar Magetan. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah untuk transit pasien Sedekah Rombongan yang berasal dari luar kota Magetan, biasanya dari wilayah Madiun, Ngawi atau Ponorogo yang harus menjalani pengobatan di Solo. Jadi untuk memudahkan perjalanan, pasien transit dulu di Rssr Magetan semalam untuk keesok hari nya, pagi Subuh bisa langsung berangkat ke Solo.  Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien, rekening air, listrik, kebersihan dan prasarana lain  untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan Magetan selama bulan April 2017 setelah sebelum nya masuk rombongan 986

Jumlah Santunan : Rp 2.325.000
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional Rssr magetan bulan April 2017


MTSR 1 MAGETAN (AE 8066 NE, Biaya Operasional April 2017). Mobil APV tahun 2008 dengan nomor polisi AE 8066 NE. adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Magetan dengan interior ambulance standart untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Magetan sejak 2 tahun lalu. Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Magetan untuk menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Magetan seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain adalah tugas utama MTSR tersebut. Medan yang sangat berat di lereng Gunung Lawu dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan April 2017 sebesar Rp 2.350.000 di gunakan untuk biaya servis persneling dan pembelian BBM. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic MTSR Magetan dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit. Sebelumnya laporan keuangan MTSR AE 8066 NE masuk pada rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp 2.350.000
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional April 2017


MTSR 2 MAGETAN (AE 1495 KG, Biaya Operasional April 2017). Pada tanggal 12 Agustus 2016 Sedekah Rombongan wilayah Magetan kembali mendapat amanah dari warga setempat berupa satu unit mobil Luxio tahun 2012 yang di pergunakan sebagai MTSR di wilayah Magetan dan sekitarnya. Mobil standart penumpang tersebut di pergunakan untuk mempermudah bergerakan Kurir Sedekah Rombongan Di wilayah Magetan untuk menyampaikan bantuan dari sedekaholic dan mengantar pasien dampingan ke Solo, Yogya, Surabaya maupun Malang. Mtsr 2 digunakan juga Untuk mengoptimalkan mobilitas MTSR di Kota Kabupaten Magetan yang juga mengcover wilayah Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Kebutuhan BBM Servis rutin dan biaya Operasional lainnya pastinya sangat di butuhkan. Bantuan kali ini pada bulan April 2017 sebesar Rp 2.175.000 di alokasikan untuk biaya pembelian BBM dan ganti oli. Laporan keuangan Operasional MTSR AE 1495 KG sebelumnya masuk pada rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp 2.175.000
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Allcrew

Biaya operasional April 2017


MTSR MADIUN (B 1760 KHZ, Biaya Operasional April 2017). Mobil Gran Max tahun 2014 dengan nomor polisi B 1760 KHZ adalah sebuah mobil yang berfungsi sebagai MTSR Madiun dengan eksterior bangku penumpang untuk membantu pergerakan Sedekah Rombongan Madiun sejak 3 Februari 2017 lalu telah dihibahkan oleh sedekaholics dan para kurir #SRWonogiri. Fungsinya adalah untuk Survei, mengantar santunan dan mengantar juga menjemput pasien dampingan Sedekah Rombongan Madiun dalam menjemput kesembuhan ke berbagai rumah sakit setempat dan rumah sakit rujukan di luar kota Madiun seperti Surabaya, Malang, Solo dan Jogja juga kota lain. Medan yang sangat berat di lereng gunung Wilis dan jarak tempuh yang sangat sering dengan tujuan luar kota mengharuskan para Kurir selalu melakukan pemeriksaan kondisi terutama pada fungsi pengereman MTSR agar tetap prima. Adapun biaya Operasional bulan April 2017 sebesar Rp 1.850.000 digunakan untuk biaya pembelian BBM, ganti oli, pembetulan no.hotline MTSR dan cuci mobil setelah sebelum nya masuk rombongan 986. Semoga dengan bantuan dari Sedekaholic maka MTSR Madiun dapat terus membantu pasien untuk menjemput kesembuhan ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.850.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @Mawan @Ervinsurvive @Mundiwati Allcrew

Biaya operasional April 2017


SENO BIN SUPANI (38, gagal ginjal) Alamat : Dusun Jelok RT. 04/01, Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur. Sebagai kepala rumah tangga Pak Seno bekerja giat sebagai tukang sayur keliling. Pekerjaan ini ditekuni semenjak berumah tangga sampai mempunyai anak kembar dua. Dari hasil kerja kerasnya bisa membuat rumah dan memiliki tabungan. Setelah selesai membangun rumah Pak Seno mulai merasakan sakit yang dinyatakan dokter sebagai sakit diabet/gula. Pernah keluar masuk /dirawat di Rsud. Sayidiman Magetan mulai tahun 2013 dengan menggunakan fasilitas layanan BPJS. Sekarang kondisi kesehatannya sangat lemah, bahkan sejak 8 bulan terakhir harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali ke Rsud. Sayidiman Magetan. Penghasilan keluarga tidak ada sama sekali, untuk makan dan berobat mengandalkan bantuan dari sanak kerabat dan tetangga. Sedangkan istrinya tidak dapat bekerja karena merawat anaknya kembar yang baru kelas 2 SD dan merawat suaminya yang sakit. Berdasarkan hasil survey akhir nya Pak Seno menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Santunan awal titipan para Sedekaholic telah disampaikan sebesar Rp. 500.000 dan digunakan sebagai biaya akomodasi pengobatan. Pak Seno sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan, semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @OmpolDewoWisnu

Pak Seno menderita gagal ginjal


SULOPO BIN  WIR SUNGKONO (62, Tumor Orbita). Alamat : Jalan Salak RT. 01/ 01 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Beliau seorang laki laki berusia 62 tahun, Sulopo namanya. Pekerjaan sehari harinya adalah seorang pemilik warung. Gejala penyakit nya sudah ia rasakan sejak 3 tahun yang lalu. Namun baru Maret 2017 terjadi pembengkakan di daerah mata kiri. Pak Sulopo memutuskan berobat ke Surabaya April lalu, dan dokter mendiagnosa bahwa Pak Sulopo menderita Tumor Orbita / Tumor ganas. Pak Sulopo berobat ke Rsup. dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan jaminan KIS kelas 3. Dari informasi sekitar tempat tinggal Pak Sulopo, kurir Sedekah Rombongan melakukan Survei dan akhirnya beliau menjadi pasien dampingan #SR Magetan dan #SRSurabaya. Santunan pertama titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 500.000,- telah disampaikan dan digunakan untuk biaya transport ke Surabaya dan biaya akomodasi pengobatan. Pak Sulopo sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, dan semoga penyakit yang di derita pak Sulopo segera mendapat kesembuhan. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @RonyPratama @Hadi

Pak Sulopo menderita tumor orbita


ANDIK ISDIANTO, (27, remuk tulang kaki karena kecelakaan). Alamat : Desa Plosotinil RT 5/3 Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Andik mengalami kecelakaan 2 tahun lalu, saat akan berangkat kerja di suatu Expo dengan di boncengkan teman nya. Kecelakaan beruntun terjadi dan Andik mengalami luka yang cukup serius, tulang lutut nya hilang sepanjang 6 cm. Saat itu Andik langsung dilarikan ke Rsud Sayidiman Magetan, dan setelah beberapa hari dirawat harus dirujuk ke Rsu Suharso/ Orthopedi Solo, dilakukan operasi dengan jaminan Bpjs. Setelah proses operasi, Andik hanya mampu melakukan kontrol dua kali, setelah itu berhenti berobat karena sudah tidak punya biaya lagi. Orang tua Andik yaitu Pak Suyono (40) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yaitu Bu Asmirah, seorang ibu rumah tangga, jadi sangat keberatan untuk biaya pengobatan Andik. Beruntung saat kontrol kedua, Andik bertemu dengan Nuryadi yang merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan sehingga Nuryadi menyampaikan tentang kondisi Andik pada salah satu kurir #SRMagetan. Setelah melalui proses survey, Andik menjadi salah satu pasien dampingan dan bisa melanjutkan proses pengobatan kembali. Santunan ketiga titipan para Sedekaholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi selama rawat inap dan pembelian obat diluar tanggungan Bpjs, setelah sebelum nya masuk rombongan 929 dan  949. Andik dan keluarga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas semua bantuan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Ronyprata58

Andik menderita remuk tulang kaki karena kecelakaan


DARIYEM BINTI SUKAR (78, sebatang kara + patah tulang kaki). Alamat : Desa Genengan RT 02/RW 01 Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Hanya berbaring di dipan berukuran 1m x 2m, seorang nenek tua renta yang tak lagi bisa jalan. Nenek Dariyem itu namanya. Diusianya yang ke 78 tahun nenek Dariyem mengalami jatuh di rumahnya sendiri. Hingga menyebabkam tulang kakinya cidera. 2 bulan lalu, ia sudah menjalani operasi pada kakinya, dan melalukan kontrol satu kali, tidak berlanjut karena terbatasnya biaya. Karena awalnya hanya hidup sendiri, kini nenek Dariyem ditemani oleh cucunya, dan menggantungkan hidupnya pada tetangga sebelah rumahnya untuk kebutuhan makan setiap hari. Berdasarkan informasi dari tetangga tempat dimana nenek Dariyem tinggal, kurir Sedekah Rombongan lalu melakukan survey. Santunan lepas titipan para Sedekaholic sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat dan pembelian sembako. Nenek Dariyem sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh sedekaholic semuanya. Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan dapat bermanfaat bagi nenek Dariyem, dan semoga segera diberi kesembuhan. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @Mawan Hananto @ErvinSurvive @KinantiAwe @MirzaDp

Bu Dariyem sebatang kara dan menderita patah tulang kaki


NURYADI BIN SUPARMIN ( 31, tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja) Alamat : RT 1/3 Dusun Basri, Kelurahan Sidorejo Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Bang Nurcarik, biasa Nuryadi di panggil, namun pagilan Nurcarik ternyata tidak seperti yang kita pikirkan yang artinya Nur sekretaris desa. Nur hanya bekerja sebagai kuli batu di pertambangan batu di sekitar desanya. Suatu hari Nur punya niatan membangun rumah dan mencari batu sendiri di sela-sela pekerjaanya sebagai kuli batu. Namun, mala petaka menimpanya ketika ia berniat memecah batu untuk rumahnya. Batu tersebut bukan nya pecah namun jatuh dan menimpa kaki kanan nya hingga mengakibatkan tulang besar kakinya hilang 10 cm. Kejadian itu menimpanya sekitar setahun yang lalu, penanganan operasi pertama di lakukan di RSUD Mojosongo dengan biaya umum. Karena sudah kehabisan biaya, akhirnya Nur mendaftarkan diri ke BPJS mandiri dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Suharso/Ortopedi Solo. Sekali lagi Nur kembali memiliki kendala biaya transportasi, karena tidak ada pemasukan sama sekali dan istrinya hanya ibu rumah tangga dan mempunyai 2 tanggungan anak usia sekolah. Akhirnya keluarga Nur mencari informasi tentang Sedekah Rombongan yang pernah membantu tetangganya berobat dan di lanjutkan mendatangi RSSR Magetan untuk mengajukan bantuan. Nur akhirnya menjadi pasien dampingan #SR Magetan. Operasi ke lima Nuryadi dilakukan Oktober 2016 sedangkan operasi lanjutan dilakukan tanggal 2 November 2016. Titipan santunan kedelapan dari sedekahholic sebesar Rp 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya operasional selama rawat inap, tunggakan biaya medikasi dan pembayaran Bpjs Mandiri, setelah sebelum nya masuk rombongan 976. Nuryadi sekeluarga mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervinsurvive @Ronypratama

Pak Nuryadi menderita tulang kaki kanan remuk karena kecelakaan kerja


KIRAH BINTI SAUJI (65 tahun, duafa). Alamat : RT/RW 006/001 Dusun Malang, Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur). Bu Kirah demikian beliau biasa dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga yang menpunyai 3 orang anak dan 2 diantaranya telah berkeluarga. Sedari anak-anak nya masih kecil bu Kirah sudah bercerai dengan suaminya. Beliau menghidupi ketiga anak nya dengan bekerja serabutan, kadang menjadi kuli bangunan, kadang kerja buruh menanam padi, buruh gendong. 5 tahun terakhir bekerja membuat tempe untuk dijual ke pasar. Kebutuhan hidup yang cukup banyak tidak bisa sepenuh nya tercukupi dengan usaha nya, kadang harus berhutang kesana kemari untuk keperluan sehari-hari. Saat ini beliau mempunyai beberapa tanggungan hutang yang menyebabkan modal usaha nya habis. Informasi mengenai bu Kirah diperoleh dari salah satu kurir Sedekah Rombongan Magetan. Dari hasil survey, beliau mendapatkan santunan lepas sebesar Rp 1.000.000 dan digunakan untuk modal kerja membuat tempe. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau. Bu Kirah sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas santunan yg telah diberikan. Semoga menjadi berkah kebaikan untuk semua pihak. Amin

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 30 Mei 2017
Kurir : @Mawan Hananto @ErvinSurvive @RonyPratama

Bantuan tunai


MUHAMMAD SAMPUN (60, Gejala Stroke). Alamat : Desa Jatisari, RT 19/5, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Sampun, demikian biasa dipanggil begitu oleh tetangganya, adalah seorang duda yang sudah lama ditinggal istrinya meninggal dunia. Pak Sampun tidak dikaruniai anak, sehingga ia mengambil anak dari saudaranya untuk diasuhnya. Sebelum sakit, pak Sampun bekerja sebagai tukang ojek di pangkalan ojek pasar Pagotan. Namun sejak pak Sampun mengalami gejala stroke, akhirnya sudah tidak bisa bekerja lagi. Sementara anak angkatnya juga tidak mempunyai pekerjaan tetap karena pendidikan SD saja dulu tidak selesai, sehingga hanya bisa  kerja serabutan seadanya bila ada tetangga yang menyuruhnya mencangkul di sawah. Sebenarnya pak Sampun memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 3. Namun untuk akomodasi berobat terasa sulit sekali. Karena untuk makan sehari – hari saja terkadang masih mengharapkan bantuan tetangganya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Sampun. Bantuanpun lepas sebesar Rp. 500.000 disampaikan dan digunakan untuk biaya berobat pak Sampun, dengan harapan pak Sampun bisa sembuh lagi seperti semula. Pak Sampun sangat gembira menerima bantuan dari sedekaholics yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Ucapan terimakasih atas bantuan yang diterimanya, disampaikan kepada sedekaholics. Dengan berkaca – kaca, pak Sampun mendoakan kepada semua kurir Sedekah Rombongan semoga dibalas kebaikan yang lebih banyak.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak Sampun menderita gejala stroke


BURIAH BINTI SARMAN (59, Katarak). Alamat : Dusun Pagotan, RT 7/2, Desa Pagotan,  Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Bu Buriah biasa berjualan Jenang Gempol di pasar Pagotan. Suaminya  bekerja serabutan, selain itu mereka juga tidak punya anak. Sehingga saat mereka sakit, tidak ada yang merawatnya. Tepatnya 4 tahun yang lalu Bu Buriah menderita sakit mata, setelah beberapa kali diperiksakan ternyata didiagnosa katarak oleh dokter. Karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan dan juga keterbatasan saudara yang tidak bisa mengantarkan ke RS, sehingga bu Buriah mengurungkan niatnya untuk operasi. Kondisi saat ini bu Buriah mengalami kebutaan. Dan baru saja seminggu yang lalu Bu Buriah opname di Rsud. Dolopo karena dehidrasi dan asam lambungnya tinggi. Sebelum pulang dari rumah sakit, Bu Buriah sempat cek ulang kondisi mata, dan dokter menyatakan bahwa sudah tidak dapat dioperasi. Bu Buriyah mempunyai fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Buriyah. Bantuan lepas sebesar Rp. 500.000 disampaikan untuk biaya berobat. Bu Buriah beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga keadaan bu Buriyah terus membaik dan bisa pulih seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Buriah menderita katarak


PAERUN BIN KADONI (43, Kanker otak). Alamat : Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Bapak Paerun adalah orang asli Ponorogo (Desa Tegalombo, Kecamatan  Kauman) sejak 6  tahun yang lalu merantau ke Kalimantan Barat tepatnya di Desa Taum RT/RW 02/01 Desa Sinar Tebudak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat dan telah menetap di sana serta menikahi seorang wanita asli sana (Nurmisumah) serta telah dikarunia 1 orang anak laki – laki, namun kira – kira sejak 2 tahun terakhir Pak Paerun terkena kangker otak.  Menurut istrinya, awalnya Pak Paerun sering muntah dan pusing, hal itu sering terjadi. Akhirnya bapak  Paerun dibawa ke rumah sakit di Kalimantan dan dinyatakan kena kangker otak.  Dengan segala upaya dilakukan oleh istrinya untuk kesembuhan suaminya, semua harta yang dimiliki habis dijual untuk kesembuhan suaminya.  Karena belum ada perkembangan yang membaik, maka bapak Paerun oleh istrinya dibawa ke Jawa untuk memperoleh pengobatan yang lebih memadai. Bapak Paerun akhirnya menjalani operasi di Rsup. Soedono Madiun  dan juga pernah dilakukan kemo di Rsup. Moewardi Solo. Hal yang sangat menyentuh hati adalah di Jawa tepatnya di Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman Ponorgo bapak  Paerun, istri dan anaknya menumpang di rumah saudaranya karena tidak adanya dana untuk berobat/kemo ke Rsup. Moewardi sehingga warga sekitar iuran untuk biaya ke Solo. Pak Paerun memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Dan kini Pak Paerun setelah menjalani operasi yang kedua di Rsup. Soedono hanya bisa 2 kali kontrol karena tidak ada biaya transportnya dan istrinya pasrah dengan hal ini bahkan dia berinisiatif membawa pulang kembali suaminya ke Kalimantan karena untuk makan keseharian dia, suami dan anaknya harus minta belas kasihan saudara dan orang sekitar. Harta benda sudah tidak punya lagi. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami keluarga pak Paerun. Bantuan awal sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Pak Paerun sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan kepadanya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @Mawan @ErvinSurvive @Mundiwati

Pak Paerun menderita kanker otak


SOFI DILLA FEBRIYANTI (1, Hidrosefalus). Alamat : Dusun Karangsengon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Dek Sofi adalah seorang anak yang baru berusia 3 bulan. Dia menderita penyakit hydrosefalus sejak dalam kandungan. Mempunyai seorang ayah yang bernama Boyadi bin Jemirin (27 tahun) dan seorang ibu Lasmini binti Sugito (24 tahun). Dengan alamat : Dusun Karangsengon, Desa Sidoharjo, kecamatan Jambon kabupaten Ponorogo  Jawa Timur.
Keluarga yang tergolong duaffa ini sangat membutuhkan biaya untuk mengobatkan buah hatinya. Termasuk biaya transportasi ke Rsup. Soedono Madiun. Karena Rsud dr. Hardjono Ponorogo belum bisa menangani penyakit tersebut dan harus dirujuk ke Madiun setiap satu bulan sekali. Bapak Boyadi bekerja sebagai kuli bangunan tidak tetap dan tidak memiliki sepeda motor. Sedangkan ibu Lasmini seorang ibu rumahtangga. Setiap kali waktu berobat datang  kebuntuan mulai membayangi keluarga ini. Dek Sofi memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami kedua orang tua dek Sofi. Bantuan awal sebesar Rp. 1.000.000 telah disampaikan dan digunakan untuk akomodasi berobat dek Sofi agar dapat meringankan beban yang dialami bapak Boyadi saat ini. Pak Boyadi sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan sedekaholics yang telah disampaikan melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Sofi menderita hidrosefalus


MUHAMMAD AKROM (69, Osteoarthritis). Alamat : Dusun Sumberejo, RT 7/3, Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pak Akrom adalah seorang bapak yang mengalami sakit pengapuran cukup lama. Semenjak ditinggal wafat istrinya, mbah Akrom mulai mengalami sakit pada tulang – tulangnya. Kakinya kalau untuk berjalan mengalami kesulitan. Sebelum sakit pak Akrom biasa ke sawah, namun sekarang sudah tidak bisa lagi.  Di rumah bersama dengan anaknya yang merawatnya. Pak Akrom memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Selama ini melakukan proses pengobatan di RSO. Setiap pergi berobat selama ini, terpaksa mencari sewa kendaraan untuk mengantar, dan harus mencari biaya tranportasinya, walau untuk mencukupinya harus pinjam tetangga. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami pak Akrom. Bantuan awalpun disampaikan sebesar Rp. 1.000.000,- untuk keperluan akomodasi berobat.  Alhamdulillah pada tanggal 26 Mei 2017 kemarin, pak Akrom telah menjalani Operasi di RSO yang kesekian kalinya namun kali ini dengan dampingan  Sedekah Rombongan dan operasi berjalan dengan lancar. Pak Akrom beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekaholics melalui para kurir Sedekah Rombongan yang telah membantu beliau dalam berikhtiar menjemput kesembuhannya. Semoga keadaan beliau terus membaik dan bisa berjalan seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000 ,-
Tanggal : 31 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @Ervinsurvive @Mundiwati

Pak Akrom menderita osteoarthritis


MTSR MADIUN B 1760 KZH (Biaya Inventaris berupa perlengapan Strecher ) Alamat : Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Pengadaan Strecher sebagai kelengkapan ambulance milik Sedekah Rombongan ini sangat bermanfaat sekali. Mobil GrandMax dengan Nopol B 1760 KZH dihibahkan secara cuma-cuma oleh Sedekaholics dan dibranding menjadi sebuah ambulance untuk membantu dhuafa’ di wilayah Madiun, Ponorogo dan sekitarnya. Pada hari Selasa, 23 Mei 2017 MTSR masuk bengkel karoseri untuk pemasangan Strecher beserta perlengkapan ambulance secara umum dan sesuai Standart Nasional Indonesia. Semoga MTSR Madiun bisa bergerak beriringan dengan MTSR di kota-kota lain dan semakin memudahkan para kurir untuk membantu dhuafa menjemput kesembuhannya. Laporan ini ditujukan untuk pengadaan strecher, oksigen, lampu Ambulan.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.122.500,-
Tanggal :  31 Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Biaya inventaris berupa perlengapan Strecher


KATIYEM BINTI JAIMAN (59, Asictes). Alamat : Desa Kare, RT 6/1, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Katiyem adalah seorang ibu yang mengalami sakit asictes (perut semakin membesar) sudah lama. Karena keterbatasan ekonomi maka kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan. Bu Katiyem hidup dengan anaknya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Anaknya yang berpendidikan kurang sehingga untuk bekerja sehari – hari mengalami kesulitan. Dan anaknya tersebut sekarang sudah berkeluarga sendiri. Sungguh kasihan melihat keluarga tersebut. Sejak lama bu Katiyem ingin memeriksakan sakitnya, namun karena keterbatasan biaya, sehingga hanya pasrah. Pada saat Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya, bu Katiyem kelihatan kasihan sekali. Dengan kondisi pakaian yang dikenakan seadanya dengan kondisi perut yang semakin membesar . Bu Katiyem hanya bisa duduk di teras. Bu Katiyem memiliki fasilitas kesehatan berupa BPJS kelas 3. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dirasakan keluarga tersebut. Bantuan awalpun disampaikan sejumlah Rp. 1.000.000 untuk biaya akomodasi berobat. Bu Katiyem sangat senang dan berterimakasih sekali kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29  Mei 2017
Kurir : @MawanHananto @ErvinSurvive @Mundiwati

Bu Katiyem menderita asictes


MOH. HARIRI (45, Amputasi Kaki). Alamat : Dusun Srapong, Desa Gulbung, Kec. Pengarengan, Kab. Sampang, Prov. Jawa Timur. Pak Hariri menderita diabetes sejak tahun 2012. Pada saat itu terdapat luka di kaki kirinya. Selama sakit, Pak Hariri berobat ke dokter hanya sekali serta tidak rutin minum obat hingga pada tahun 2015 kaki kirinya patah dengan sendirinya. Berawal saat Pak Hariri hendak ke kamar mandi namun tiba-tiba kakinya tidak bisa digerakkan dan patah (seperti amputasi alami). Sejak saat itu hingga sekarang, Pak Hariri menutup lukanya dengan olesan obat yang dibelinya dari apotek dan perban yang diganti tiap tiga minggu sekali oleh istrinya. Pak Hariri tidak bisa beraktifitas normal seperti biasanya, tugasnya sebagai tulang punggung keluarga digantikan oleh sang istri yang bekerja sebagai buruh tani. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya, Pak Hariri terlihat semangat sekali, santunan tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan pengobatan kakinya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 April 2017
Kurir : @vanmadura Ifa Angga Lika Sri

Pak Hariri menderita amputasi kaki


USRIFATUL MAULIDIA (8, TB Otak). Alamat : Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Awalnya dek Lidia sering mengeluhkan sakit kepala. Ibunya hanya memberi obat seadanya tetapi karena dek Lidia terus menerus mengeluhkan sakit dan diketahui ada benjolan di area kepala maka dek Lidia dibawa ke puskesmas. Dokter yang memeriksa merujuk Dek Lidia ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan ahirnya ditemukan bahwa dek Lidia mengidap TB Otak. Karena RSUD Sumenep tidak bisa menangani maka dek Lidia kemudia dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya. Pada Maret 2016 dek Lidia mengeluhkan fungsi penglihatannya menurun. Sehingga pada Mei 2016 dilakukan operasi pengangkatan benjolan di kepala. Saat ini pengobatan ke Surabaya untuk kontrol hasil operasi dan lanjutan pengobatan TB. Selama melakukan pengobatan ke Surabaya dek Lidia berdua bersama ibunya, ibu Hozaimah (33) naik bis dengan biaya sendiri. Ibu dan bapak dek Lidia telah lama berpisah sehingga ibu Hozaimah harus berjuang sendiri mendampingi pengobatan anaknya. Ibu Hozaimah hanya bekerja sebagai buruh tani musiman. Pendapatannya pun tak seberapa untuk bisa terus mendampingi pengobatan dek Lidia. Sehingga kadang saudara turut membantu biaya transportasi ke Surabaya. Dek Lidia memiliki jaminan kesehatan daerah (jamkesda). Bantuan yang Sedekah Rombongan salurkan untuk membantu biaya transportasi dek Lidia ke Surabaya. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu ihtiar dek Lidia dan keluarga menjemput kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 817.800,-
Tanggal :
Kurir : @vanmadura @hafnirosania

Lidia menderita TB otak


SULIHAH BINTI SUKRI (55, Ca Mamae). Alamat : Jl. Murlaok, Kec. Blega, Kab. Bangkalan Madura, Prov. Jawa Timur. Umi lihah begitulah ia disapa oleh para tetangganya. Bu sulihah menderita kanker payudara di bagian kiri sejak tahun lalu. Kanker payudara bu sulihah sudah dioperasi di RSUD Bangkalan pada akhir tahun lalu. Saat ini beliau sudah melakukan 6 kali kemoterapi sejak bulan desember lalu di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Setelah kemoterapi ke enam, bu sulihah melakukan tes kembali untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Sejak mengalami penyakit kanker, bu sulihah sudah tidak bisa bekerja lagi, namun saat ini kondisinya mulai membaik pasca kemoterapi di Surabaya. Bu sulihah saat ini masih menunggu hasil tes yang dijalaninya. Semoga semangat bu sulihah untuk sehat kembali  senantiasa dimudahkan oleh Allah. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut membantu bu Lihah berikhtiar menjemput kesembuhannya.

Jumlah bantuan: Rp. 1.300.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir : @vanmadura Ifa

Bu Sulihah menderita ca mamae


USRIFATUL MAULIDIA (8, TB Otak). Alamat : Dusun Somalang, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. Dek Lidia adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan Madura. Ia mengalami TB Otak dan harus rutin melakukan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Pada Mei 2016 dek Lidia telah melakukan operasi pengangkatan benjolan di kepalanya. Penyakitnya ini juga mengakibatkan dek Lidia tidak bisa melihat hingga saat ini. Pada bulan april dek Lidia selama seminggu melakukan pemeriksaan dan perawatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Karena penyakitnya yang diderita ini dek Lidia harus diperiksakan di beberapa bidang kesehatan, mulai dari poli tumbuh kembang anak, poli gizi anak, poli saraf dan endokrin. Selama di surabaya ia dan ibunya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Surabaya. Dek Lidia masih harus melakukan pemeriksaan rutin setiap bulannya. Dek Lidia juga terbantu dengan adanya ambulan yang dimiliki Sedekah Rombongan Madura yang kami sebut Mobil Tanggap Sedekah Rombongan. Terimakasih Sedekaholic yang telah turut terus membantu ihtiar saudara kita untuk menjemput kesembuhannya, termasuk dek Lidia. Semoga Allah kuatkan dek Lidia dan keluarga untuk terus rutin melakukan pengobatan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @vanmadura Teguh @hafnirosania

Lidia menderita TB otak


MOH. HASAN (29, colostomy). Alamat : Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Prov. Jawa Timur. Pak Hasan merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak September 2016. Ia mengalami kecelakaan kerja saat bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Beliau sempat melakukan pengobatan di Malaysia tetapi karena keterbatasan biaya ahirnya beliau memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Pada tanggal 9 Mei 2017, Pak Hasan melakukan kontrol kesehatan terakhir di Rumah Sakit Haji Surabaya. Keadaan Pak Hasan semakin membaik ditunjukkan dengan hasil laboratorium pra operasi. Bapak 1 anak yang sebelumnya bekerja sebagai TKI di Malaysia ini berharap semoga usus besar nya bisa berfungsi kembali seperti semula. Beliau mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan Sedekah Rombongan. Terimakasih pada Sedekaholic yang telah ikut membantu Pak Hasan yang kini kondisinya semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @vanmadura @bungfafan

Hasan menderita colostomy


MOHAMMAD DJASULI (67, Hidrokel + Hernia Umbilicus). Alamat: Jl. Anggrek no. 107 RT 4/5, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Pak Djasuli biasa beliau dipanggil, dulu beliau adalah seorang pemanjat pohon kelapa. Sudah 20 tahun merasakan adanya kelainan di skrotumnya. Namun karena tidak ada biaya serta pengetahuan yang kurang tentang penyakitnya, beliau enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan setempat sehingga ukuran skrotumnya bertambah besar. Saat ini Bapak Djasuli sehari-harinya pergi ke pantai untuk mencari kerang. Sedangkan istrinya, Ibu Sukarti (65) adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, beliau mengatakan bahwa bertambah besar ukuran skrotumnya membuat aktifitas beliau terganggu meskipun saat ini sudah tidak merasakan nyeri. Meskipun sudah memiliki jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) PBI, beliau belum pernah menggunakannya untuk memeriksakan kesehatannya. Hal ini dikarenakan pengetahuan yang minim terkait penyakit serta prosedur berobat dengan KIS dan terkendala biaya transportasi. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan beliau, dan santunan awal pun diberikan. Dengan di dampingi kurir Sedekah Rombongan, akhirnya bapak Djasuli bisa memeriksakan kesehatannya ke RSUD Syamrabu Bangkalan dan telah dilakukan operasi tahap pertama untuk mengobati Hidrokelnya (cairan disekeliling testis). Saat ini beliau masih dalam tahap pemulihan pasca operasi dan persiapan untuk operasi tahap 2 (Hernia). Sebulan setelah operasi hidrokel, alhamdulillah kondisi pak Djasuli mulai membaik, luka post operasi hidrokel mulai menutup, akan tetapi setelah 40 hari post operasi hidrokel Pak Djasuli kembali merasakan sakit perut bagian kiri. Dengan dibantu kurir Sedekah Rombongan membuat surat rujukan dari Puskesmas Kemayoran, Hari Selasa 21 Maret Pak Djasuli bersama anaknya kembali ke RSUD Syamrabu untuk memeriksakan kondisinya, dokter spesialis bedah akhirnya menganjurkan Pak Djasuli kembali pada hari kamis 23 Maret 2017 untuk melakukan operasi hernia nya. Minggu tanggal 26 Maret 2017, dengan dijemput kurir Sedekah Rombongan Pak Djasuli mulai masuk rumah sakit untuk persiapan Hernia Inguinalis. Alhamdulillahh pada hari Senin 27 Maret 2017 Pak Djasuli telah melakukan operasi hernia inguinalis sinistra dan operasinya berjalan lancar. Hari Rabu 29 Maret 2017 Pak Djasuli diperbolehkan pulang oleh dokter RSUD Syamrabu Bangkalan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 983. Pada 12 april kemarin pak Djasuli mengeluh sakit perut, akhirnya atas saran dari para kurir pak Djasuli disarankan kontrol lagi ke rumah sakit Bangkalan, Alhamdulillah sakit perut yang dialami dan dirasakan pak Djasuli sudah mulai berkurang. Semoga kesehatan Bapak Djasuli bisa segera pulih dan bisa beraktifitas dengan normal tanpa terbebani oleh penyakitnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500,000-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @vanmadura @siham78 Nuris Wulan

Pak Djasuli menderita hidrokel + hernia umbilicus


EVA SURYATI (34, Tumor Mata). Alamat: Jl. Budimulia RT 4/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor yang mengakibatkan ibu Eva mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Kini mata kanan ibu Eva  sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan ke rumah sakit.  Ibu Eva, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Tumor Mata. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan,  namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 988. Saat ini ibu Eva sedang menunggu jadwal operasi matanya di RSCM Jakarta. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Bu Eva menderita tumor mata


AIS (32, Asam urat). Alamat: Jl Angkasa Muliono, Kelurahan Amban, Kecamatan Manokwari, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Ais didiagnosa oleh dokter pada menderita Asam urat pada akhir tahun 2016. Kemudian tiba-tiba saja penyakitnya ini kambuh membuat Ais tidak bisa berjalan selama 2 hari. Untuk dapat ke kamar mandi dan WC saja, Ais harus dipapah oleh teman-temannya. Ais bersama istrinya memiliki 2 orang anak yang berumur 8 dan 2 tahun. Ais bekerja sebagai buruh bangunan. Guna mendapatkan tambahan dana bagi keluarga, suatu ketika Ais tergiur dengan tawaran untuk datang dan bekerja di Papua. Ais berpikir dengan bekerja di Manokwari akan menghasilkan banyak uang. Ais berangkat dari kampung halamannya di Bitung melalui perantara agen. Namun ternyata diluar dugaan Ais, bukannya mendapat pekerjaan, Ais malah terlantar. Kehidupan Ais di Manokwari sangat sulit, terlebih penyakitnya kambuh terakhir ini. Untuk biaya makan saja kekurangan. Santuan melalui #sedekahrombongan digunakan untuk membeli obat dan tambahan untuk membeli tiket pulang ke kampung halamannya di Bitung.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Ais menderita asam urat


TIMOTIUS KARMITE (62, Benjolan di kepala). Alamat: Perumahan Fulika Permai, Kelurahan Sowi, Kecamatan Manokwari, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Pak Timotius menderita benjolan pada bagian kepala dan tangannya. Benjolan tersebut mulai membesar sejak 1 tahun lalu. Benjolan ini menyebabkan sakit kepala dan pusing. Dokter yang menangani Pak Timotius sempat berencana untuk melakukan operasi pengangkatan benjolan tersebut. Saat akan melakukan operasi, mendadak dokter ada agenda lain menolong pasien disuatu pulau. Setelah menunggu beberapa hari, tidak ada kepastian kapan dokter tersebut pulang. Dengan kecewa Pak Timotius kembali ke tempat tinggalnya di Jailolo dan tidak diperiksakan lagi penyakitnya hingga sekarang. Dari hari ke hari benjolan yang ada kian membesar. Pak Timotius merasa kesulitan dari sisi biaya untuk pemeriksaan kembali. Pekerjaan Pak Timotius sebagai buruh bangunan. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu membiayai pengobatan di rumah sakit Manokwari.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 15 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Pak Timotious menderita benjolan di kepala


ENDY FERNANDES (25, Demam tinggi). Alamat: Perumahan Bumi Marina, Kelurahan Amban, Kecamatan Manokwari, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat. Endy menderita demam tinggi, pucat dan tidak terurus. Endy pernah sakit dua minggu yang lalu dan salah satu kurir #sedekahrombongan membawanya ke dokter. Namun Endy kembali sakit dan ditinggalkan oleh teman-temannya karena mereka mendapat pekerjaan di Kabupaten Anggi. Endy bekerja sebagai buruh bangunan yang sering berpindah tanpa keluarga yang menyertai. Bantuan disampaikan untuk membeli vitamin, biaya pemeriksaan dokter dan biaya perjalanan untuk menyusul teman-temannya di Kabupaten Anggi.

Jumlah bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba

Endy menderita demam tinggi


RSSR SORONG (Biaya operasional Februari & Maret). Alamat: Jl. Sele Be Solu, Kelurahan Klawalu, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan adalah rumah persinggahan pasien-pasien yang kurang mampu dari luar Kota Sorong. Dalam upaya mendukung operasional RSSR, biaya digunakan untuk kebutuhan pembayaran listrik, air dan kebutuhan pasien-pasien selama tinggal di RSSR pada bulan Februari dan Maret 2017. Terimakasih kepada segenap donatur yang telah mendukung pergerakan #sedekahrombongan di Kota Sorong untuk membantu para duafa yang membutuhkan.

Jumlah bantuan: Rp 1.500.000,-
Tanggal: 30 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya operasional Februari & Maret


CHARLES SALAMO (7, Retinoblastoma). Alamat: Jl. Kapitan Pattimura, RT/RW 1/1, Kelurahan Tanjung Kasuwari, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Charles didagnosa oleh dokter menderita Retinoblastoma.  Charles mendapat rujukan berobat ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan mendapat pendampingan dari para kurir #sedekahrombongan Yogyakarta. Charles berangkat dengan bantuan donatur di Kota Sorong. Saat tiba, Charles langsung mendapatkan pemeriksaan di bagian Poliklinik Mata. Dari bagian Poliklinik mata, Charles dirujuk ke Poliklinik Onkologi anak dan cek lab. Hasil laboratorium menunjukkan kadar HB-nya Charles rendah. Dokter memutuskan Charles untuk opname. Selama opname, Charles sempat transfusi darah sampai 5 labu. Charles kemudian menjalani biopsi, tapi belum ada keputusan dari dokter apakah akan operasi atau tidak. Sementara ini baru direncanakan untuk Kemoterapi, menunggu hasil kontrol tanggal 24 Maret mendatang. Sekarang Charles sudah tidak nangis-nangis lagi. Kondisinya sudah lebih baik dan mulai terlihat tawanya. Bantuan ini merupakan bantuan kedua yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan harian berobat selama di rumah sakit. Ayahnya Charles saat di Sorong yaitu sebagai buruh bangunan. Kini terpaksa harus menunggu mendapat dukungan bantuan dari berbagai pihak selama berobat di Yogyakarta. Laporan sebelumnya dapat dilihat pada rombongan #959.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala, @hamdansorong, SR Yogyakarta

Charles menderita retinoblastoma


WAHYU EMIATI (8, Tumor Tulang Kaki). Alamat: Desa Sumberharjo, RT 21/7, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Emi mengalami sakit sejak Juli 2016 lalu. Awal mulanya, Emi bermain di luar rumah ketika hujan turun dan ia terpeleset. Pergelangan kaki kiri Emi pun membengkak. Karena tidak kunjung sembuh, orang tua Emi memeriksakannya ke Puskesmas terdekat dan ia diberi obat kalsium. Beberapa minggu kemudian, kaki kiri Emi kembali membengkak. Keluargapun memeriksakan lagi Emi ke Puskesmas. Dari Puskesmas, Emi dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Emi didiagnosa menderita tumor ganas dan harus segera melakukan amputasi kaki kiri. Emi menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo sehingga ia pun opname menunggu keputusan untuk amputasi. Kondisi Emi kini semakin lemah dan kurus, kecuali pada kaki yang membengkak karena adanya tumor ganas. Ayah Emi, Nyaman (44) bekerja serabutan sedangakan ibunya, Sri Marheni (33) adalah seorang ibu rumah tangga. Selama menjalani pengobatan, Emi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk meringankan biaya pengobatan Emi. Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya obat-obatan diluar jaminan SKTM. Setelah berjuang selama beberapa bulan di RSUD Dr. Soetomo, kami mendapat kabar bahwa kondisi Emi menurun hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Ia meninggal sebelum melakukan operasi amputasi pada kaki kirinya. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang mendalam. Bantuan berupa santunan kematian telah diterima keluarga almarhumah. Semoga almarhumah Emi mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.  Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 581.500,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi Ipin @EArynta

Wahyu menderita tumor tulang kaki


SUHARMI BINTI SISWO MIHARJO (34, Lumpuh). Alamat : Desa Wironatan RT 2 RW 1 Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Awalnya Ibu Suharmi tidak bisa berjalan,  7 tahun yang lalu jatuh dari sepeda ontel ketika akan mengantar anak pertamanya sekolah, ketika jatuh ibu Suharmi masih bisa berjalan hanya merasakan kesemutan dan kram. Oleh pihak keluarga bu Suharmi dibawa ke tukang pijat urut sampai ke dua kali. Karena belum ada tanda akan sembuh, akan tetapi bukannya membaik tapi malah tidak bisa berjalan. Kemundian ibu Suharmi terapi kesana kemari untuk memperoleh kesembuhan, selama 3 tahun tapi belum membuahkan hasil. Kemudian ibu Suharmi berobat ke RSUD Purworejo bagian dokter saraf. Dari dokter saraf disarankan untuk rontgen di Rumah Sakit Sarjdito Jogjakarta untuk mengetahui penyakitnya. Tapi tidak langsung ditindak lanjuti oleh pihak keluarga karna masih binggung dengan prosedur di RS Sardjito. Hal kedua yang menjadi pikiran keluarga adalah masalah ekonomi, maklum suami ibu Suharmi bapak Riadi (37) tidak ada penghasilan tetap. Ketika ada yang membutuhkan tenaganya barulah ada pekerjaan. Dan hasil nya pun hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi yang dirasakan ibu Suharmi saat ini masih lemas dan pegal belum bisa berjalan sempurna. Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mengerti akan kondisi keluarga ibu Suharmi dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari para sedekaholicpun diberikan ke keluarga ibu Suharmi untuk memperoleh kesembuhan atau terapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Ato Asri

Bu Suharmi menderita lumpuh


MOHAMMAD ANWAR (26, Patah Tulang), Alamat : Desa Grabag RT 3 RW 2 Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Anak dari bapak Achmat Sarno (54) wiraswasta pembuat batako dan ibu Painah (47) penjual dawet di pasar Grabag ini, pada bulan Juli 2014 saat mudik lebaran, mas Anwar naik motor dari Jakarta pulang ke Kampung halaman Purworejo. Sebelumnya baru pulang lembur kerja shift pagi dan malam langsung pulang. Dalam suasana ngantuk dan hujan lebat mas Anwar mengalami kecelakaan tunggal di daerah pantura. Saat itu juga diberi pertolongan pertama dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keluarga akhirnya membawa pulang ke Purworejo dan langsung masuk Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo. Karena hasil rontgen dan pemeriksaan lainnya mas anwar perlu operasi, dokter menyarankan dirujuk ke RS Ortopedi Soeharso Solo saat itu juga. Karena sesuatu hal mas Anwar tidak jadi di rujuk ke Solo namun malah dibawa pulang ke rumah. Di rumah hanya diobati dengan pengobatan tradisional yaitu dipijat dan diolesi minyak urut saja. Saat ini kondisinya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan kedua kakinya sulit digerakkan . Mas Anwar punya jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS. Kurir sedekah rombongan memberikan saran kepada keluarga agar meminta rujukan kembali untuk operasi di RSO Soeharso Solo. Alhandulillaah setelah keluarga bermusyawarah akhirnya mas Anwar akan dirujuk ke RSO Soeharso Solo. Setelah melakukan pemeriksaan di RSO Soeharso Solo hampir satu bulan penuh  ternyata syaraf dan sumsum tulang belakang mas Anwar tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Kalau pun terpaksa dilakukan operasi angka keberhasilannya hanya 10 persen. Sehingga dokter hanya menyarankan untuk melakukan fisiotherapi dengan menguatkan fungsi otot lengan atas dan bawah sehingga dapat menopang tubuh  bagian bawah dan mampu menggerakkan kursi roda secara mandiri. Karena mas Anwar akhirnya disarankan untuk menggunakan kursi roda  untuk aktifitas sehari harinya. Alhamdulilah Sedekah Rombongan memberi bantuan ke tiga untuk melakukan terapi melancarkan dan menggerakkan tubuh bagian bawah. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 770

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Rafiq Aziz

Anwar menderita patah tulang


PARYADI BIN TOHIR (72, Soft Tissue Tumor), Alamat : Desa Wareng, Rt 3 Rw 4, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Awal mula sakit Pak Paryadi saat bulan Juni lalu, tiba tiba muncul benjolan yang tumbuh di bawah kuping kiri. Saat itu benjolan yang sebesar kelereng tidak dirasakan dan tidak dipikirkan oleh Pak Paryadi maklum pengetahuan beliau tentang penyakit masih sangat kurang. Setelah 4 bulan berjalan penyakit semakin membengkak sebesar bola golf, yang semakin hari semakin membesar dan terasa nyeri. Sehari hari Pak Paryadi bekerja sebagai buruh tani yang menggarap sawah tetangganya. Bu Sonem (73) istri Pak Paryadi juga hanya sebagai ibu rumah tangga, mempunyai 4 orang anak perempuan. Keempat anak perempuannya mengikuti suami sebagai ibu rumah tangga dengan kehidupan yang serba sederhana. Dengan izin Alloh kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Paryadi dirumahnya untuk mendampingi memeriksakan ke puskesmas terdekat, karena alat yang terbatas Pak Paryadi dirujuk ke RSU Tjitro Wardjojo Purworejo. Alhamdulilah dengan fasilitas SKM, pak Paryadi bisa dioperasi pada hari Senin 03 Oktober 2016. Setelah melakukan operasi, ternyata harus di rujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta supaya dapat ditangani dengan peralatan yang lebih lengkap. Bantuan dari sedekahcholic diberikan untuk meringankan biaya akomodasi pemeriksaan lanjutan. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 901

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Rofiq Aziz

Pak Paryadi menderita soft tissue tumor


KHOZIN MUCHTAR BIN BASIRAN (6,Infeksi Otak), Alamat : Dusun 1 RT 1 RW 1 Desa Kiyangkongrejo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Saat usia 6 bulan waktu dek Khozin sedang di pangku oleh ibunya, dek Khozin terjatuh. Malemnya dek Khozin mengalami panas yang tinggi. Diperiksakan di puskesmas dan di rujuk ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo. Pemeriksaan di Rumah Sakit Tirtrowardojo Purworejo hingga berusia 1 tahun belum ada perkembangan di buatkan Surat Rujukan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta. Bapak Basiran (39) yang bekerja sebagai serabutan deres kelapa dan Ibu Legiyati (40) sebagai buruh tandur di sawah membawa dek Khozin ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan CT SCAN. Dari hasil CT SCAN, dokter mendiagnosa dek Khozin menderita infeksi otak, tindakan tidak dapat dilakukan tindakan operasi tetapi harus pengobatan rutin. Pengobatan pun masih berjalan hingga sampai sekarang. Pada bulan agustus dan november Tahun 2014 kondisi dek Khozin sempat ngedrop sehingga harus di rawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillah berkat informasi yang sampai ke kurir Sedekah Rombongan dan melakukan silaturahmi ke dek Khozin. Santunan dari sedekahcholic pun diberikan untuk meringankan akomodasi di Rumah Sakit Sardjito Yogjakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @MarjunulNp Sudiarto Dwi

Khozin menderita infeksi otak


IMAM RIZKI BIN SAIMAN (15, Kanker Otak), Alamat :  Desa Selogiri RT 4 RW 2 Kecamatan Karang Gayam Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 2 tahun yang lalu Rizki merasakan sakit kepala yang terus menerus, melakukan pengobatan ke puskesmas, dokter sampai bidan desa setempat. Dikarenakan sakit tersebut dirasakan sering dan mengganggu maka kedua orang tua Rizki Bapak Saiman (49) dan Ibu Sinem (35) melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit PKU Gombong Jawa Tengah, dokter melakukan pemeriksaan dan dari hasil CT Scan didapatkan adanya tumor otak, dikarenakan peralatan rumah sakit yang belum lengkap maka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekaryo Purwokerto. Di RS Margono Rizki dilakukan operasi dilanjutkan pengobatan sebanyak 30 kali. Rizki menjalani pengobatan 30 Kali sampai selesai. Saat kontrol terakhir, berdasarkan hasil CT Scan ulang Rizki disarankan pengobatan lanjut ke RSCM Jakarta atau ke RS Sardjito Jogjakarta. Dikarenakan kondisi Rizki melemah maka atas saran dan bantuan dari warga, Rizki dibawa ke RSUD Dr SOEDIRMAN  Kebumen dan dirawat di ruang ICU dengan kondisi lemah. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi tersebut langsung bersilaturahmi sama keluarganya di Rumah Sakit. Santunan dari sedekahcholic pun diberikan untuk membeli obat yg tdk tercover BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Hari

Imam menderita kanker otak


ALM. IMAM RIZKI BIN SAIMAN (15, Kanker Otak), Alamat :  Desa Selogiri RT 4 RW 2 Kecamatan Karang Gayam Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 2 tahun yang lalu Rizki merasakan sakit kepala yang terus menerus, melakukan pengobatan ke puskesmas, dokter sampai bidan desa setempat. Dikarenakan sakit tersebut dirasakan sering dan mengganggu maka kedua orang tua Rizki Bapak Saiman (49) dan Ibu Sinem (35) melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit PKU Gombong Jawa Tengah, dokter melakukan pemeriksaan dan dari hasil CT Scan didapatkan adanya tumor otak, dikarenakan peralatan rumah sakit yang belum lengkap maka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Margono Soekaryo Purwokerto. Di RS Margono Rizki dilakukan operasi dilanjutkan pengobatan sebanyak 30 kali. Rizki menjalani pengobatan 30 Kali sampai selesai. Saat kontrol terakhir, berdasarkan hasil CT Scan ulang Rizki disarankan pengobatan lanjut ke RSCM Jakarta atau ke RS Sardjito Jogjakarta. Dikarenakan kondisi Rizki melemah maka atas saran dan bantuan dari warga, Rizki dibawa ke RSUD Dr SOEDIRMAN  Kebumen dan dirawat di ruang ICU dengan kondisi lemah. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi tersebut langsung bersilaturahmi sama keluarganya di Rumah Sakit.   Santunan dari sedekahcholic pun diberikan untuk membeli obat yg tdk tercover BPJS pada tanggal 21 Februari 2017. Namun Alloh berkehendak lain, Alloh lebih sayang sama Rizki, Rizki meninggal Pada tanggal 27 Februari 2017. Santunan kedua dari Sedekahcholic pun diberikan kedua orang tua Alm. Rizki.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Hari

Alm.Imam menderita kanker otak


AHMAD SOBARI BIN SUGIO (36,Difabel), Alamat : Dukuh Dilem Tengah RT 1 RW 2 Desa Dilem Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Dari kecil mas Ahmad Sobari memang sudah memiliki kelainan. Ibunya Almrh. Rowaidan meninggal ketika Ahmad Sobari masih kecil dan bapaknya Alm. Sugiono pun sudah meninggal sejak Tahun 2007. Ahmad Sobari yang sehari-hari menjadi tukang service elektronik untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ini awalnya masih bisa berjalan rambatan merangkak dengan satu kaki yg menjadi tumpuannya. Namun beberapa tahun yang lalu saat dibonceng motor oleh tetangganya terjatuh mengakibatkan satu kakinya patah dan harus di pasang pen. Dan saat ini sama sekali tidak bisa berjalan bahkan untuk duduk saja harus di papah terlebih dahulu. Kondisi rumahnya jauh dari kriteria layak untuk di huni. Sumur pun tidak memiliki karena itu setiap hari Ahmad Sobari di bantu tetangganya mengambil air untuk di bawa kerumahnya dengan keadaan jalanan tanah yg naik curam. Alhamdulilah informasi mas Ahmad Sobari di dengar sama kurir Sedekah Rombongan dan dapat bersilaturami ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan biaya pembuatan sumur mas Ahmad Sobari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Dwi Ato Asri Kurniawan Rafiq

Pak Ahmad seorang difabel


ADAM PRADANA ANDRIAS (1, Bronchopneumonia). Dusun Cokro, RT 3/1, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Awalnya saat Adam berumur 6  bulan, Adam yang saat itu mulai dengan gejala batuk-batuk berdahak. Setelah beberapa hari, Adam mengalami sesak nafas disertai dengan kondisi yang demam. Pada keesokan harinya Adam dibawa ke dokter spesialis paru untuk pemeriksaan yang lebih lanjut. Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter, Adam didiagnosis mengalami Broncopenemonia atau bahasa awamnya infeksi akut yang terjadi pada jaringan paru-paru. Oleh pihak dokter disarankan untuk menjalani pengobatan yang lebih intensif di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Akan tetapi keluarga enggan untuk ke rumah sakit dikarenakan tidak adanya biaya. Pada akhirnya Adam hanya diperiksakan ke Puskesmas Pakis berobat. Dikarenakan peralatan yang tidak mendukung, pihak puskesmas hanya memberikan terapi kepada Adam akan tetapi tidak memiliki hasil yang diharapkan. Adam yang telah dipertemukan dengan Sedekah Rombongan, akhirnya dapat menjalani pengobatan yang lebih intensif di Sanan Medica Malang. Setelah menjalani rawat inap untuk beberapa hari, kini kondisi Adam telah membaik dan telah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Adam merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Andrias (30) dan Ibu Vina (19). Bapak Andrias yang setiap harinya bekerja sebagai karyawan swasta memiliki penghasil setiap bulan yang sedikit. Sedangkan Ibu Vina hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Penghasilan yang didapat dari Bapak Andrias terkadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi Adam juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun untuk berobat. Sedekah Rombongan Malang yang merasakan kesulitan keluarga, akhirnya dapat memberikan bantuan kepada Adam yang telah dipergunakan untuk biaya untuk berobat secara umum dan biaya kebutuhan saat masuk rumah sakit. Semoga kondisi Adam akan selalu membaik dan tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 3.182.400,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sulaiman @m_rofii11

Adam menderita bronchopneumonia


NURSIAH BINTI SAKE (38, Kehamilan Resiko tinggi). Alamat : Desa Maspul, RT 5, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Ibu Nursiah sedang mengandung anak ke-4. Kehamilan Ibu Nursiah beresiko tinggi, karena ia sudah berusia 38 tahun. Ibu Nursiah juga sering mengeluh pada kehamilannya. Ibu Nursiah tidak bekerja sedangkan suaminya, Pak Alimudin (47), hanya seorang buruh tani. Pak Alimudin selaku kepala rumah tangga merasa kesulitan untuk melengkapi kebutuhan gizi istrinya yang sedang hamil. Terlebih lagi mereka sudah memiliki 3 anak yang masih SD dan harus dipenuhi kebutuhannya. Ibu Nursiah akhirnya melahirkan anak keempatnya yang berjenis kelamin laki-laki di Puskesmas pada tanggal 4 Mei 2017. Kondisi bayi dengan berat badan sebesar 2,6 kg, panjang 48 cm, dan lingkar kepala 33 cm. Ibu Nursiah menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang bisa meringankan pembayaran persalinannya. Ibu Nursiah dan keluarga tidak memiliki JKN – KIS karena merasa berat untuk membayar iuran setiap bulannya. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami Ibu Nursiah dan keluarga. Santunan pun disampaikan kepada Ibu Nursia untuk membantu biaya persalinan dan membeli makanan bergizi untuk ibu dan bayinya. Semoga bantuan yang diberikan bisa membantu Ibu Nursiah dan bayinya agar tetap sehat dan terpenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @arfanesia Siti Aminah @rintawulandari @ririn_restu

Bu Nursiah menderita kehamilan resiko tinggi


MARYUNU BINTI TOPAWIRO ( 64, Stroke Kanan ). Alamat : Dusun Wirodono, RT 1/6, Desa Karangtejo, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Ibu Maryunu adalah seorang janda yang mempunyai satu orang anak dan 2 orang cucu. Beliau hidup bersama anak dan cucunya. Derita Ibu Maryunu dimulai sejak 6 bulan yang lalu, saat itu setelah selesai mandi beliau terjatuh di kamar mandi, keluarga yang mengetahui langsung menolongnya dan segera membawa ke RSUD Temanggung dengan dibantu tetangganya. Setelah mendapat perawatan Dokter diketahui beliau mengalami stroke sebelah kanan sehingga kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan. Setelah opname selama 1 minggu beliau diperbolehkan pulang dan diharuskan untuk rutin control setiap minggunya untuk melakukan terapi. Awalnya keluarga bisa dengan rutin melakukan terapi,namun sejak 3 bulan terakhir ini terapi di hentikan dikarenakan kondisi ekonomi keluarga. Meskipun setiap terapi menggunakan Jamninan Kesehatan KIS PBI, namun untuk biaya transportasi dan akomodasi keluarga sangatlah kesulitan sehingga keluarga hanya bisa pasrah di rumah. Alhamdulillah  Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  keluarga Ibu Maryunu dan  dapat memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya transportasi dan akomodasi  untuk terapi rutin  ke RSUD Temanggung. Keluarga sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan dan berharap bisa kembali rutin untuk terapi dan segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Bu Maryunu menderita stroke Kanan


SRI HARTANTI ( 32, Tumor rahang ). Alamat : Dusun Gondangsari, RT 2/4, Desa Gondangwayang, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Mbak Sri begitu disapa di Desanya adalah seorang ibu umah tangga yang bersuamikan Pak Sumedi (35, Buruh bangunan) dan mempunyai seorang anak yang masih duduk dibangku sekolah. Derita Mbak Sri ini dialami sejak setahun yang lalu. Saat itu diketahui ada sebuah benjolah di daerah pipi di bawah matanya. Saat itu segera diperiksakan ke Puskesmas setempat, namun karena kondisi alat yang kurang memungkinkan maka diberikan rujukan ke RSUD Temanggung. Setelah dilakukan perawatan diketahui menderita Tumor Rahang dan harus segera diangkat. RSUD Temanggung segera memberikan rujukan ke RS Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi. Saat itu rujukan tidak segera dilakukan mengingat Mbak Sri belum mempunyai Jaminan Kesehatan, sehingga suaminya harus mengurus untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan KIS Mandiri kelas III. Setelah mempunyai Jaminan Kesehatan maka segera dibawa ke RS Sardjito dan segera dilakukan operasi, Operasi ini tidak bisa dilakukan sekali saja dikarenakan setelah operasi pengangkatan tumor harus dilakukn operasi untuk membentuk wajahnya lagi dengan cara di pasang pen di wajahnya. Suaminya yang hanya sebagai buruh bangunan sangat kesulitan biaya mengingat Mbak Sri harus melakukan satu kali operasi lagi. Alhamdulillah  Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  keluarga Mbak Sri  dan  dapat memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk biaya untuk operasi tahap 2  di RS Sardjito Yogyakarta. Keluarga sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bermanfaat dan Mbak Sri segera diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Bu Sri menderita tumor rahang

EDI SUSANTO ( 35, lumpuh ). Alamat : Dusun Bandung, RT 3/6, Desa Bandunggede, Kec. Kedu, Kab. Temanggung, Prov. Jawa Tengah. Santo begitu di sapa adalah anak tunggal dari  pasangan Bapak Sudiyono (60, petani) dan Ibu Sudiyah (63, Ibu rumahtangga). Derita Santo ini sejak lahir. Lahir dengan kondisi premature, seminggu setelah dilahirkan kondisi tubuhnya panas , orang tuanya segera membawa ke bidan dan di berikan obat penurun panas serta memberikan rujukan agar dibawa ke RSUD Temanggung. Keluarga yang hanya seorang petani ini tidak membawa anaknya ke RSUD Temaanggung dikarenakan tidak mempunyai biaya dan tidak mempunyai Jaminan Kesehatan. Kondisi ini membuat Santo tidak mendapat perawatan, seiring berjalannya waktu kondisi Santo hanya bisa terbaring di kamar saja, bahkan untuk makanpun harus di suapi. Saat ini kondisi tidak berubah, fisiknya memang bisa tumbuh namun tetap tidak bisa berjalan tidak bisa bicara sehingga orang tuanya sering kwalahan jika sedang dalam kondisi emosi. Keluarganya berharap ada bantuan kursi roda sehingga memudahkan untuk Santo bisa keluar dari kamarnya. Alhamdulillah  Sedekah Rombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan  keluarga Edi Susanto  dan  dapat memberikan bantuan dari para Sedekahholics yang digunakan untuk Pembelian Kursi Roda. Keluarga yang diwakili ibunya sangat berterimakasih kepada Sedekah Rombongan yang telah membantunya semoga bermanfaat

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pak Edi menderita lumpuh

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 SUAMAH BINTI ADAM 500,000
2 MAMDUDAH BINTI TARI 500,000
3 MUMUN BINTI ALI 500,000
4 HANIFAH BINTI AMSIR 500,000
5 MUSOLA BAITURAHMAN 3,000,000
6 LATIFAH BINTI SALWAN 1,000,000
7 EDY SUWARNO 750,000
8 HAMDANI BIN EDY SUWARNO 1,000,000
9 RSSR MAGETAN 2,325,000
10 MTSR 1 MAGETAN 2,350,000
11 MTSR 2 MAGETAN 2,175,000
12 MTSR MADIUN 1,850,000
13 SENO BIN SUPANI 500,000
14 SULOPO BIN WIR SUNGKONO 500,000
15 ANDIK ISDIANTO 1,000,000
16 DARIYEM BINTI SUKAR 1,000,000
17 NURYADI BIN SUPARMIN 200,000
18 KIRAH BINTI SAUJI 1,000,000
19 MUHAMMAD SAMPUN 500,000
20 BURIAH BINTI SARMAN 500,000
21 PAERUN BIN KADONI 1,000,000
22 SOFI DILLA FEBRIYANTI 1,000,000
23 MUHAMMAD AKROM 1,000,000
24 MTSR MADIUN 11,122,500
25 KATIYEM BINTI JAIMAN 1,000,000
26 MOH. HARIRI 1,000,000
27 USRIFATUL MAULIDIA 817,800
28 SULIHAH BINTI SUKRI 1,300,000
29 USRIFATUL MAULIDIA 500,000
30 MOH. HASAN 1,000,000
31 MOHAMMAD DJASULI 500,000
32 EVA SURYATI 500,000
33 AIS 750,000
34 TIMOTIUS KARMITE 500,000
35 ENDY FERNANDES 750,000
36 RSSR SORONG 1,500,000
37 CHARLES SALAMO 500,000
38 WAHYU EMIATI 581,500
39 SUHARMI BINTI SISWO MIHARJO 500,000
40 MOHAMMAD ANWAR 500,000
41 PARYADI BIN TOHIR 500,000
42 KHOZIN MUCHTAR BIN BASIRAN 500,000
43 IMAM RIZKI BIN SAIMAN 500,000
44 ALM. IMAM RIZKI BIN SAIMAN 1,000,000
45 AHMAD SOBARI BIN SUGIO 500,000
46 ADAM PRADANA ANDRIAS 3,182,400
47 NURSIAH BINTI SAKE 1,000,000
48 MARYUNU BINTI TOPAWIRO 1,000,000
49 SRI HARTANTI 1,500,000
50 EDI SUSANTO 1,000,000
Total 58,654,200

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 58,654,200,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1007 ROMBONGAN

Rp. 51,212,954,554,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.