Rombongan 1006

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah
Posted by on June 5, 2017

MUSLIMAH INTINAN JIHAN (8, Thalassemia + HAIHA). Alamat : Dusun Cibolang RT 1/7 Kelurahan Kebun Kelapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Jihan –panggilan kesayanganya—didiagnosa menderita thalassemia dan HAIHA sejak ia berusia 18 bulan. Berdasarkan penuturan orang tuanya, awalnya, wajah Jihan terlihat pucat dan perut buncit. Ia juga sering mengalami demam. “Kami sudah membawanya berobat, baik ke alternatif maupun medis. Juga pernah ke dokter dengan biaya sendiri. Akhirnya Jihan diperiksakan keluarganya ke Puskesmas terdekat dan RSUD Sumedang,” kata ayahnya, Rais Efendy (35) yang sehari-hari dikenal sebagai supir. Setelah berkali-kali ke rumah sakit daerah di Sumedang, akhirnya pemeriksaan medis Jihan dirujuk ke RSHS Bandung. “Jihan kini sedang menunggu jadwal operasi dan transfusi rutin setiap 5 hari sekali di RSHS Bandung,” tambah ibunya, Ibu Dewi Juansih (34) saat ditemui di Rumah Singgah Al Fatih Sukajadi Bandung. Jihan dan keluarganya termasuk dhuafa yang layak mendapatkan dukungan dan bantuan untuk terus ikhtiar berobat sampai sembuh. Penghasilan kedua orang tuanya tidaklah seberapa dan tak menentu , sedangkan mereka harus mengusahakan kehidupan bagi kedua anaknya. Sakit yang  dialami Jihan juga termasuk penyakit serius yang memerlukan penanganan lama. Dengan ujian sakit yang menimpa Jihan tentu keluarga kecil ini semakin merasakan beratnya beban di pundak. Harapan mereka alhamdulillah diijabah Allah SWT. Dengan empati sedekaholics, alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal pada bulan Februari 2017 untuk Dek Muslimah Intinan Jihan yang digunakan untuk biaya hidup mereka selama tinggal di rumah singgah dan menjalani pemeriksaan/pengobatan di RSHS Bandung. Setelah didampingi Sedekah Rombongan, bersyukur ia semakin semangat menjalani pemeriksaan. Dek Muslimah kini tengah menunggu tindakan operasi pengangkatan limpanya. Dek Muslmah masih membutuhkan bantuan para dermawan untuk terus beriktiar sampai tuntas. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholik, pada pertengahan April Sedekah Rombongan memberinya bantuan yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat dan biya sehari-hari selama mereka tinggal di Kota Kembang. Pada pertengahan Mei 2017, orangtuanya mengabarkan bahwa Dek Muslimah masuk ruang rawat inap RSHS untuk menjalani tindakan operasi. Keluarga dhuafa ini masih membutuhakan bantuan para dermawan. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembli Sedekah Rombongan memberi mereka bantuan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @harisboneng

Jihan menderita thalassemia + HAIHA


KURNIAWAN BIN CARSONO (1, Hernia). Alamat : Dsn. Sindangsari RT 30/11, Ds. Sindangwangi, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Benjolan yang diderita Kurniawan di bagian kantung zakar ini semakin membesar hingga seukuran telur asin. Awalnya, orang tua mengira benjolan kecil sejak lahir itu akan hilang secara sendiri. Namun hingga usia tiga bulan, benjolan tsb belum jg hilang. Kurniawan lalu diperiksa ke klinik di kota Banjar dan dinyatakan menderita hernia. Dokter menyarankan segera operasi. Namun karena keterbatasan biaya, sampai sekarang belum di operasi. Kurniawan jg mempunyai Asma dan bronkhitis yg harus diobati jg. Di usia 16 bulan ini,  berat badannya hanya 6,3 Kg dan tergolong Gizi Buruk. Kini, Kurniawan hanya terkulai lemas di pangkuan orang tuanya. Pihak Desa pun membantu proses pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurniawan adalah anak keempat dari pasangan Carsono (32) dan Dasih (39). Pekerjaan Carsono sbg buruh harian lepas hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Beban Carsono pun semakin berat karena istri dan dua anaknya menderita asma. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran memberikan bantuan untuk transportasi dan operasional selama melakukan operasi ke RSUD Purwokerto. Keluarga Kurniawan merasa sangat terbantu dengan bantuan yg diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Kurniawan diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha

Kurniawan menderita hernia


KASIH BINTI WARDONI (51, Ca Ovarium). Alamat : Dusun Pahing, RT 22/22, Desa Jatiseeng, Kecamata Ciledug, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit pada perut yang disangka maag dan masuk angin, dengan gejala perut kembung, keras dan sesak, Ibu Kasih memeriksakan diri ke dokter. Ibu Kasih disarankan untuk menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon. Sepulang dari perawatan tersebut, Ibu Kasih diminta chek-up di Poliklinik Obstetri Ginekologi (Obgyn) tiga hari kemudian. Hasilnya, Ibu Kasih dirujuk ke Poli Obgyn Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Di RSUD Gunungjati ini, hasil ctscan Ibu Kasih menyatakan diagnosa suspect tumor ganas ovarium. Dokter di RSUD Gunungjati merujuk Ibu Kasih berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan selanjutnya. Ibu Kasih adalah seorang janda yang tinggal dengan seorang anak putrinya. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuatnya berfikir keras untuk mendapatkan biaya hidup saat pengobatan ke Bandung, walaupun biaya berobat sudah menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Kurir Sedekah Rombongan turut merasakan keprihatinan atas keadaan Ibu Kasih. Bantuanpun disampaikan agar pengobatan di Bandung bisa segera dilaksanakan. Sedekah Rombongan memberikan fasilitas transportasi dan bantuan biaya hidup kepada Ibu Kasih. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepadanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Kasih menderita ca ovarium


RUHAJI BIN RAMITA (43, Penyumbatan pada Empedu). Alamat : Jalan Sunan Gunung Jati, Gang Sholeh, RT 11/3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bapak Ruhaji pertama kali merasa sakit dengan gejala panas di perut, gatal dan setelah beberapa waktu kulitnya terlihat menguning. Pada awalnya sakit ini tidak dianggap serius, namun setelah terasa semakin berat, Bapak Ruhaji akhirnya memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Dokter mendiagnosa ada kelainan pada empedu, dan menyarankan agar berobat lebih lanjut ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi alasan tidak dilakukannya saran dokter tersebut hingga pada akhirnya kondisi Bapak Ruhaji sangat memburuk dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Hasil pemeriksaan intensif dokter di rumah sakit ini menyatakan Bapak Ruhaji terkena penyumbatan pada empedu, dan dirujuk untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Bantuan kecil yang diberikan Sedekah Rombongan sebelumnya, telah membantu Bapak Ruhaji untuk berobat lebih intensif di RSHS Bandung dan tinggal selama beberapa hari di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Bapak Ruhaji adalah suami dari Ibu Siti Saodah (38) yang sehari-hari bejualan siomay keliling untuk menghidupi keluarganya. Bersama empat orang anak, keluarga ini menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Namun kesederhanaan itu menjadi kian sulit ketika Bapak Ruhaji mengalami sakit dan tidak bisa lagi mencari nafkah. Bersyukur fasilitas kesehatan KIS dapat digunakan untuk proses pengobatan Bapak Ruhaji. Sedekah Rombongan turut prihatin dan mencoba memahami keadaan Bapak Ruhaji dan keluarganya dengan menyampaikan kembali bantuan dari sedekaholics untuk biaya transportasi dan bekal selama berobat di RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini tercatat dalam Rombongan 997. Semoga keadaan Bapak Ruhaji kian membaik dan segera mendapatkan kesembuhan seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Ruhaji menderita penyumbatan pada empedu


SAIPAH BINTI WASLAM (60, Ca Mammae). Alamat : Dusun III, RT 2/6, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dua tahun lalu, Ibu Saipah sering merasakan nyeri pada bagian dada. Kian lama sakitnya bertambah dengan payudara yang seringkali mengeras. Karena mulai tidak tahan dengan rasa sakit yang menyerangnya, Ibu Saipah memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Sekian lama berobat di puskesmas, Ibu Saipah tidak merasakan adanya perubahan yang berarti. Dia mencoba memeriksakan kesehatannya ke dokter. Dokter lalu menyatakan bahwa Ibu Saipah didiagnosa mengidap kanker pada bagian payudara sebelah kiri dan harus segera menjalani operasi. Bersama kurir Sedekah Rombongan, Ibu Saipah menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan hingga pada awal Mei lalu dilakukan operasi di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Ibu Saipah adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari Bapak Watina (60) yang bekerja sebagai buruh tani. Kehidupan sehari-harinya sangat sederhana dan penghasilan Pak Watina hanya cukup untuk makan dan kebutuhan pokok seadanya. Sakit yang diderita Ibu Saipah menyebabkan beban yang cukup berat untuk keluarga ini, meskipun biaya pengobatan Ibu Saipah sudah difasilitasi jaminan kesehatan KIS. Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan pendampingan selama proses pengobatan Ibu Saipah berjalan hingga beberapa waktu ke depan. Besar harapan kesembuhan segera didapat Ibu Saipah agar bisa kembali bekerja membantu suaminya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi aulia

Bu Saipah menderita ca mammae


KASIH BINTI WARDONI (51, Ca Ovarium). Alamat : Dusun Pahing, RT 22/22, Desa Jatiseeng, Kecamata Ciledug, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa sakit pada perut yang disangka maag dan masuk angin, dengan gejala perut kembung, keras dan sesak, Ibu Kasih memeriksakan diri ke dokter. Ibu Kasih disarankan untuk menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon. Sepulang dari perawatan tersebut, Ibu Kasih diminta chek-up di Poliklinik Obstetri Ginekologi (Obgyn) tiga hari kemudian. Hasilnya, Ibu Kasih dirujuk ke Poli Obgyn Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat. Di RSUD Gunungjati ini, hasil ctscan Ibu Kasih menyatakan diagnosa suspect tumor ganas ovarium. Dokter di RSUD Gunungjati merujuk Ibu Kasih berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk pengobatan selanjutnya. Hasil pemeriksan di Bandung menyatakan Ibu Kasih harus segera menjalani operasi karena kian mengkhawatirkan. Ibu Kasih adalah seorang janda yang tinggal dengan seorang anak putrinya. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuatnya berfikir keras untuk mendapatkan biaya hidup saat pengobatan ke Bandung, walaupun biaya berobat sudah menggunakan fasilitas kesehatan BPJS. Kurir Sedekah Rombongan turut merasakan keprihatinan atas keadaan Ibu Kasih. Bantuanpun kembali disampaikan agar pengobatan di Bandung bisa terus dilaksanakan. Sedekah Rombongan memberikan fasilitas transportasi dan bantuan biaya hidup serta tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) selama berobat di Bandung kepada Ibu Kasih yang dijadwalkan menjalani operasi tanggal 4 Juni 2017. Bantuan sebelumnya sudah diberikan pada tanggal 26 Februari 2017 masuk pada Rombongan yang sama. Semoga kesembuhan segera Allah berikan kepadanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Kasih menderita ca ovarium


RUHAJI BIN RAMITA (43, Penyumbatan pada Empedu). Alamat : Jalan Sunan Gunung Jati, Gang Sholeh, RT 11/3, Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bapak Ruhaji pertama kali merasa sakit dengan gejala panas di perut, gatal dan setelah beberapa waktu kulitnya terlihat menguning. Pada awalnya sakit ini tidak dianggap serius, namun setelah terasa semakin berat, Bapak Ruhaji akhirnya memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Dokter mendiagnosa ada kelainan pada empedu, dan menyarankan agar berobat lebih lanjut ke rumah sakit. Kendala biaya menjadi alasan tidak dilakukannya saran dokter tersebut hingga pada akhirnya kondisi Bapak Ruhaji sangat memburuk dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon. Hasil pemeriksaan intensif dokter di rumah sakit ini menyatakan Bapak Ruhaji terkena penyumbatan pada empedu, dan dirujuk untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sedikit bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan sebelumnya, telah membantu Bapak Ruhaji untuk berobat lebih intensif di RSHS Bandung dan tinggal selama beberapa hari di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Kondisi kesehatan Bapak Ruhaji kian menurun dan sempat dilarikan ke UGD RSHS. Namun ikhtiar bapak Ruhaji dan keluarganya sudah mencapai titik akhir dan beliau akhirnya berpulang pada tanggal 1 Mei 2017. Bapak Ruhaji adalah suami dari Ibu Siti Saodah (38) yang sehari-hari bejualan siomay keliling untuk menghidupi keluarganya. Bersama empat orang anak, keluarga ini menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Namun kesederhanaan itu menjadi kian sulit ketika Bapak Ruhaji mengalami sakit dan tidak bisa lagi mencari nafkah. Bersyukur fasilitas kesehatan KIS dapat digunakan untuk proses pengobatan Bapak Ruhaji. Sedekah Rombongan turut berduka dan menyampaikan santunan duka untuk almarhum. Bantuan sebelum ini telah diberikan pada tanggal 8 April 2017. Semoga Bapak Ruhaji diterima di sisi Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh dwi @asiihlestari

Pak Ruhaji menderita penyumbatan pada empedu


AMINAH BINTI MADINA (43, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Blok Kauman Lor, RT 5/2, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Aam – demikian kami akrab memanggilnya- hidup dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Sejak orang tuanya wafat, dia tidak lagi tinggal di rumah orang tuanya karena dijual. Sejak itu dia hidup berpindah-pindah dari satu kontrakan ke tempat kontrakan yang lain. Karena kebutuhan hidup yang tidak tercukupi dari penghasilan dia dan suaminya, akhirnya kini dia menempati sebuah gudang milik salah seorang tetangganya yang bersimpati sebab dia tak lagi mampu untuk membayar kontrakan dan telah dipersilakan keluar dari tempat tinggal sebelumnya oleh pemilik kontrakan tersebut. Aam dan suaminya Sutarno (41) adalah buruh harian lepas yang bekerja di perusahaan pembuat kueh. Dalam seminggu terkadang mereka hanya bekerja dua atau tiga hari saja. Terkadang, Aam membantu para tetangga untuk mencucikan baju dan menyetrika untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dua dari empat anaknya sudah tidak lagi sekolah. Kebutuhan biaya sekolah anaknya yang masih SD pun sedikit kesulitan untuk dipenuhi. Kurir Sedekah Rombongan yang sempat mendengarkan ceritanya langsung, menyampaikan keprihatinan sekaligus mencoba memupuk semangat agar dia terus berjuang melewati masa-masa sulitnya. Bantuan dari sedekaholicspun diberikan untuk meringankan biaya hidup serta membantu sebagian biaya sekolah putranya. Semoga masa sulit segera berlalu dan keluarga ini bisa hidup dengan lebih mandiri di masa depan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.550.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Bu Aminah menderita bantuan biaya hidup


LAELA BINTI SABIT (12, Anemia Aplastik). Alamat : Desa Cipinang, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sejak mulai menstruasi sekitar satu tahun lalu, Laela seringkali merasa pusing hingga pingsan saat datang bulan. Kondisi ini kerap terjadi hingga Laela harus beberapa kali dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Linggarjati Kuningan. Selama masa perawatan, Laela mendapat transfusi darah dalam jumlah yang cukup banyak. Dokter mendiagnosa Laela menderita anemia aplastik yaitu kelainan darah yang serius, hal ini disebabkan karena sumsum tulang belakang tidak memproduksi sel darah. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, dokter merujuk Laela untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kendala biaya membuat rencana pengobatan ini tertunda beberapa waktu. Laela adalah putri bungsu dari Bapak Sabit dan Ibu Tati. Bapak Sabit bekerja sebagai penjual sapu ijuk dan sapu lidi yang setiap hari berkeliling hampir tujuhpuluh kilometer dari tempat tinggalnya untuk berjualan di daerah Tegalgubug dan Indramayu. Penghasilannya yang tidak mecukupi, semakin membuat keluarga ini merasa hampir putus asa karena selain Laela, sang Ibu juga harus menjalani cuci darah setiap minggu karena sakit ginjal yang dideritanya. Bersyukur untuk biaya pengobatan, Laela telah menggunakan fasilitas BPJS. Sedekah Rombongan yang berkesempatan silaturahmi ke kediaman mereka, sangat merasakan keprihatianan atas keadaan keluarga ini. Bantuan dari sedekaholicspun diberikan untuk biaya pengobatan dan bekal selama Laela berobat di Bandung. Saat ini Laela sudah kembali berada di kediamannya dan akan menjalani pengobatan lanjutan beberapa waktu ke depan. Semoga Laela segera sembuh dan bisa menjalani hidup seperti layaknya anak pada usia sekolah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Laela menderita anemia aplastik


SHINTYA PUTRI (5, Leukimia). Alamat : Permata Dawuan, Blok D.14, RT 2/8, Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal pada pertengahan Agustus 2016, Shintya mengalami panas badan yang cukup tinggi dan langsung tidak bisa berjalan pada sore harinya. Karena dianggap sakit yang tidak terlalu mengkhawatirkan, Shintya hanya diobati dengan pijat urut tradisional. Tak kunjung sembuh, perut Shintya justru membengkak selama hampir satu minggu. Shintya dibawa berobat ke dokter, dan dokter langsung merujuknya ke Rumah Sakit Permata Kabupaten Cirebon. Di rumah sakit ini Shintya menjalani transfusi hingga tiga labu untuk meningkatkan nilai hb dan trombositnya yang saat itu dibawah normal. Diagnosa dokter menyatakan Shintya menderita leukimia dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Shintya adalah putri dari Bapak Diat Supardi (50) dan Ibu Ina Susilawati (42) yang saat ini ikut tinggal menumpang di kediaman anak pertamanya. Keadaan ekonomi Bapak Diat yang tidak lagi berpenghasilan karena baru saja terkena pemutusan kerja, membuat pengobatan Shintya hampir saja tidak bisa dilakukan dengan baik. Bersyukur fasilitas kesehatan BPJS digunakan selama Shintya menjalani pengobatan.  Kurir Sedekah Rombongan membantu meringankan beban keluarga ini dengan memberikan bantuan tunai untuk transportasi pengobatan Shintya selama di Bandung. Semoga Shintya segera kembali sehat dan tumbuh dengan baik seperti anak seusianya yang lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh aulia

Shintya menderita leukimia


NAURA SALSABILA (8, Acute Lymphoblastic Leukaemia). Alamat: Kp. Pasar Rebo, RT 4/6, Kel. Indihiang, Kec. Indihiang, Kota Tasikmalaya. Naura adalah putri dari pasangan suami istri Bapak Main Hermain (48) dan Ibu Yanti Nurmayanti (46). Naura menderita penyakit Acute Lymphoblastic Leukeumia (ALL) atau Lekeumia Limfositik Akut (LLA) sejak berumur 1 tahun. Leukeumia Limfositik Akut (LLA) merupakan penyakit yang sering menyerang anak-anak. Secara umum, LLA adalah suatu penyakit yang berakibat fatal, dimana sel-sel yang dalam keadaan normal berkembang menjadi limfosit dan berubah menjadi ganas. Kemudian, dengan segera akan menggantikan sel-sel normal di dalam sumsum tulang. Naura yang kini berusia 8 tahun ini sudah 7 tahun menderita penyakit LLA dengan gejala tubuh sering lemas, wajah terlihat pucat dan sering demam. Kedua orang tua Naura sudah melakukan pengobatan terbaik sesuai kemampuan keduanya. Naura sudah melakukan pengobatan dari mulai berobat ke klinik terdekat, Puskesmas, hingga berkali-kali harus menjalani rawat inap di RSUD Dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya. Berdasarkan anjuran dari pihak RSUD, Naura harus melanjutkan pengobatannya ke Bandung. Namun, tidak adanya biaya yang dimiliki oleh kedua orang tua Naura membuat Naura tidak segera melanjutkan pengobatan ke Bandung. Ayah Naura hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan pas-pasan untuk membiayai 5 orang anggota keluarga. Pengobatan ke Bandung memerlukan biaya yang lumayan besar untuk biaya transportasi, akomodasi, dan keperluan lain-lain selama di Bandung. Bulan Mei 2015 Naura menjalani jadwal kemoterapi lanjutannya di RSHS Bandung. Bulan September Naura menjalani kemoterapi 2 minggu sekali di Bandung. Tanggal 2 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 83 di RS Al-Islam Bandung. Tanggal 16 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 84 di RS Al-Islam Bandung.Tanggal 30 Mei 2016 Naura menjalani jadwal kemoterapi ke 2 siklus ke 85 di RS Al-Islam Bandung. Bulan Juni 2016, Naura menjalani kemo yang ke 89 dan 90, sehinggga ia kembali harus 2 kali bolak-balik ke Bandung. Bulan Juli 2016, Naura menjalani kemo yang ke 91 dan 92, sehinggga ia kembali harus 2 kali bolak-balik ke Bandung. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Naura agar ia bisa melanjutkan pengobatan kemoterapinya. Semoga kesabaran selalu Allah berikan kepada Naura sekeluarga dan semoga Allah lekas memberikan kesembuhan untuk Naura. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 881.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Naura menderita acute lymphoblastic leukaemia


ACEP JUMHUR (13, TB Paru). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 2/1, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari umur lima tahun, Acep menderita penyakit TB Paru. Hampir setiap hari dadanya terasa sakit dan pernapasannya sering terganggu dan setiap hari pula ia harus mengonsumsi obat yang ia dapatkan dari puskesmas. Tak jarang, karena masalah ekonomi, Acep mengehentikan pengobatannya yang harusnya dilakukan sebulan sekali untuk sementara waktu dan ia harus absen dari sekolahnya karena terkadang kondisinya yang melemah. Selain jaminan kesehatan yang tak dimiliki Acep, masalah transportasi pun menjadi halangan. Acep tinggal bersama ayahnya, Sutrisno (44) yang bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Heni (43) yng membantu perekonomia keluarga dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Bagi mereka beban terasa berat karena untuk kebutuhan sehari-hari kadang tidak tercukupi apalagi ditambah dengan penyakit Acep yang tidak kunjung sembuh. Akhirnya, kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menjenguk Acep dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan obat. Semoga Allah memberi kesehatan pada Acep agar ia bisa bersekolah seperti teman-temannya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR


AI MELA MUSTIKASARI (20, Usus Buntu). Alamat: Kp. Rancabungur, RT 3/1, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Ai adalah seorang IRT yang sedang mengandung bayi berumur 7 bulan dan ternyata ia harus segera melahirkan secara prematur meskipun usia kandungannya belum menginjak 9 bulan. Bu Ai kemudian memilih melahirkan di puskesmas dibantu bidan setempat. Masalah muncul saat ari-ari bayi tidal bisa dikeluarkan karena ada masalah dengan perut Bu Ai dan harus segera dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ternyata, Bu Ai mengalami usus buntu dan harus segera diperasi. Hingga hari ini, Bu Ai sudah dirawat selama dua minggu dengan jaminan KIS. Suaminya, Saepulloh (27) yang bekerja sebagai buruh bangunan merasa keberatan dengan biaya obat yang harus dibeli apalagi ia mesti berhenti bekerja selama beberapa hari dan otomatis pendapatan menjadi minim. Pak Saep harus meminja pada saudara untuk kesembuhan istrinya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Bu Ai di RSUD dan menyampaikan bantuan dari Sedekaholics untuk bekal selama pengobatan dan akomodasi. Semoga Bu Ai segera sembuh dan kembali pulang ke rumah untuk merawat bayinya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade Buser

Ai menderita usus buntu


ASEP SUPRIATNA (37, TB Paru Kronis). Alamat: Kp. Gunung Mareme, RT 3/8, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Asep sudah 4 bulan ini menderita penyakit TB Paru namun setelah diperiksa ke puskesmas terdekat ternyata penyakitnya tersebut sudah parah dan harus segera dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya namun Pak Asep memilih berobat di rumah saja. Beberapa hari kemudian, Pak Asep tak sadarkan diri dan dinyatakan koma selama beberapa harisetelah dibawa ke RS dengan jaminan KIS. Kini keadaannya masih memprihatinkan dan masih perlu biaya perawatan. Istrinya, Iis (37) yang tidak bekerja ini sangat terpukul dengan penyakit suaminya karena hanya suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka mempunyai 3 anak yang masih duduk di bangku sekolah dan masih membutuhkan biaya. Terkadang Bu Iis meminjam uang ke tetangga atau kerabat namun ia kini kebingungan karena hutang sudah menumpuk dan tak punya pendapatan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa mengunjungi keluarga ini saat mereka berada di RS dan menyampaikan bantuan untuk biaya pembelian obat yang tidak dibiayai KIS dan akomodasi selama masa perawatan. Semoga Pak Asep segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa kembali bekerja menafkahi keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak Asep menderita TB paru kronis


ICIH SUKAESIH ( 72, TB Paru). Alamat: Kp. Rancamacan, RT 3/1, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dari tahun lalu, Bu Icih terserang penyakit TB Paru dan rutin berobat ke puskesmas. Awalnya, ia sering terlihat lemas dan cepat lelah, dadanya pun terasa sakit dan sesak. Beberapa kali keluar-masuk RS untuk rawat inap namun masih tak ada kesembuhan yang bisa ia peroleh malah penyakitnya semakin kronis dan sekarang hanya bisa berbaring di rumah karena kehabisan dana untuk berobat a meskopun ia mempunyai jaminan KIS. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu dan Bu Icih tinggal sendiri karena anaknya sudah berkeluarga dan sesekali menjenguk ibunya. Atas informasi dari tetangganya, kurir Sedekah Rombongan segera pergi ke rumah Bu Icih untuk menjenguk dan menyampaikan bantuan untuk biaya obat dan akomodasi supaya ia bisa menjemput kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ade Buser

Bu Icih menderita TB paru


NANANG KOSIM  (29, Radang Usus+Ambeien Kronis). Alamat: Kp. Nangoh RT 1/3, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Nanang Kosim adalah anak dari Alm. Bapak Udung dan Ibu Popon. Ia adalah seorang buruh yang bekerja serabutan. Ia menderita radang usus serta ambeien kronis yang membuatnya selalu BAB secara tidak normal. Sudah dua bulan ini kondisinya semakin mengkhawatirkan. Ia hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Ibunya adalah seorang Ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja. Semenjak ayahnya meninggal, ia merupakan tulang punggung keluarga. Namun, dengan kondisinya saat ini ia tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya. Kurir SR segera membantu membuatkan Jamkesda dengan mengajukannya ke Dinas Kesehatan Kota Tasik, dan alhamdulillah Nanang mendapatkan Jaminan Kesehatan dari Pemkot Tasikmalaya. Selama ini ia belum pernah memeriksakan kondisinya ke rumah sakit, karena tidak adanya biaya untuk berobat,  transportasi, serta khawatir harus mengeluarkan biaya yang besar, karena mereka tidak sanggup jika harus bayar biaya perawatan atau beli obat, untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka serba kekurangan. Tanggal 10 Februari 2016 Nanang kembalai menjalani rawat jalan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, dan Sedekah Rombongan yang memahami kesulitan keluarga Nanang kembali menyampaikan santunan agar ia bisa melanjutkan pengobatannya di rumah sakit. Sebelumnya masuk di Rombongan 823.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR

Pak Nanang menderita padang usus+ambeien kronis


SITI RAHMA (57, Gagal Ginjal) Alamat: Perum Sirnagalih, Blok B4, RT 6/7, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Rahma sudah satu tahun ini menderita penyakit gagal ginjal karena diakibatkan dari jarangnya minum. Perutnya sering terasa perih dan harus cuci darah satu minggu sekali untuk mengurangi rasa sakitnya. Namun Allah berkehendak lain, Bu Rahma harus pergi ke Rahmatullah setelah dirawat selama empat hari di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya karena kondisinya yang semakin lemah. Bu Rahma meninggalkan seorang suami, Aep (67) dan dua anak yang sudah berkeluarga. Suaminya kini sudah tidak bekerja karena faktor usia yang sudah menuju sepuh. Untuk makan ia dibantu anak-anak atau saudaranya. Sedekah Rombongan sempat memberi bantuan untuk biaya pengobatan dan akomodasi selama Bu Rahma dirawat. Seluruh kurir #SR mengucapkan bela sungkawa untuk keluarga almarhumah Bu Rahma dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ade Buser

Bu Siti menderita gagal ginjal


HUSEN BIN SAENI (74, Stroke). Alamat: Kp. Ciawitali,  RT 10/2, Kelurahan Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Bapak Husen sudah dua tahun ini menderita sakit stroke. Awalnya, seluruh tubuhnya mengalami kaku dan tak bisa digerakkan kemudian ia dibawa ke RS Manonjaya dan dirawat selama 5 hari. Meskipun sudah berobat, penyakitnya tak kunjung sembuh hingga sekarang dan Pak Husen hanya bisa berbaring di rumahnya. Ada keinginan berobat secara intensif namun jarak rumahnya ke klinik sangat jauh dan bila menggunakan ojek akan mengeluarkan biaya hingga ratusan ribu dan mereka tak punya jaminan kesehatan. Istrinya, Eha (65) yang kini menemaninya di rumah dan senantiasa merawat dengan sabar. Untuk makan, mereka mengandalkan anaknya, Wida (30) yang bekerja sebagai buruh tani. Mereka tinggal di rumah dengan kamar mandi yang tidak layak dan sudah bolong di sana-sini. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa menemukan rumahnya dan menjenguk Pak Husen kemudian menyampaikan amanah dari Sedekaholics untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Pak Husen. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Husen menderita stroke


MUTIAH BINTI MUHAMAD (72, Lumpuh + Tunarungu + Jompo). Alamat: Kp. Ciawitali, RT 3/2, Kelurahan Pasir Batang,  Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir sati dekade, Bu Muti mengalami lumpuh tanpa sebab dan keluarga enggan membawanya ke klinik atau dokter dan hanya berobat di puskesmas dengan obat ala kadarnya. Selain lumpuh, ia juga menderita gangguan pendengaran dan usianya sudah sepuh. Matanya pun sudah tidak berfungsi dengan normal karena sudah rabun. Ia pun tak mau berobat karena letak rumahnya yang sangat terpencil di bawah kaki gunung. Ia dirawat oleh anaknya, Dadang (49) dan menantunya, Sri (40). Mereka tinggal di rumah yang sudah rubuh dan bisa ditinggali dan akhirnya mereka tinggal di gubuk dengan dinding plastik dan atap dari daun kelapa hingga rumahnya bisa diperbaiki. Suaminya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu dan mereka bergantung pada hasil tani yang tidak seberapa. Akhirnya, atas informasi dari tetangga Bu Mutiah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan beliau dan menyampaikan santunan untuk biaya pengobatan dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan kepada Bu MUTIAH sekeluarga. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Mutiah menderita lumpuh + tunarungu + jompo


SUHYO BIN SUADI (72, Batu Ginjal). Alamat: Dusun Cigamping, RT 9/3, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Suhyo sudah dua tahun ini menderita batu ginjal yang diakibatkan karena terlalu lelah bekerja sebagai buruh bangunan. Setiap hari, ia mengangkat kayu berat dan selalu menempuh jarak yang jauh sehingga membuat ginjalnya bermasalah. Hingga kini, Pak Suhyo selalu merasa kesakitan ketika akan buang air besar ditambah juga maag kronis yang dialaminya karena sering melewatkan jam makan. Pak Suhyo dirawat oleh istrinya, Suhaerah (67) yang kini menggantikan peran suaminya menjadi tulang punggtdan bekerja sebagai petani di lahan milik orang lain. Mereka tinggal di atas gunung dan jika ingin pergi ke dokter, Pak Suhyo harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan motor meskipun dengan menahan rasa sakit karena jalan yang rusak. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa berkesempatan menemui Pak Suhyo yang juga mesti melewati sungai dan hutan. Santuabb diberikan untuk meringankan biaya pengobatan dan transportasi sehingga ia bisa berobat secara intensif. Semoga penyakit Pak Suhyo segera diangkat oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Suhyo menderita batu ginjal


DIDING HOLIDIN (72, Batu Ginjal + Maag Kronis). Alamat: Jl. Cirukem, RT 8/11, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Diding sudah puluhan tahun menahan sakit karena maag yang dideritanya apalagi ditambah dengan penyakit batu ginjal yang baru saja menyerang Pak Diding. Ia tak pernah pergi memeriksakan dirinya ke rumah sakit meskipun keadaan ginjalnya sudah semakin memprihatinkan karena keterbatasan biaya dan transportasi dan ia juga tidak mempunyai jaminan kesehatan. Meskipun dalam keadaan sakit ia masih bekerja di kebun dan makan pun ia dapat dari hasil panen di kebunnya, terkadang ia menjualnya ke tetangga dengan harga yang rendah. Istrinya, Yoyoh (61) yang selalu setia merawatnya juga membantu suaminya bekerja sebagai buruh tani dan membuat sale pisang dan menjualnya ke pasar. Mereka mempunyai dua anak namun tidak tinggal bersama karena menempuh pendidikan di pesantren. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa sampai ke perkampungan terpencil yang mereka tinggali dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan supaya Pak Diding segera pulih kembali meskipun usianya sudah hampir sepuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Diding menderita batu ginjal + maag Kronis


NAMIH BINTI NILAN (48, Arthralgia + Asam Urat). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 11/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah hampir 6 bulan Bu Namih tidak merasakan sakit pada paha kanan nya sehingga membuatnya kadang harus berjalan merayap pada dinding rumah. Upaya pengobatan yang sudah dilakukan hanya pengobatan di klinik terdekat, namun belum ada hasil yang memuaskan. Hingga pada hari Kamis, 3 November ia menjalani pemeriksaan ke Puskesmas Cabangbungin dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Suami Bu Namih, Pak Oji Bin Muksin (49) adalah pasien patah tulang yang hingga saat ini penyakitnya belum pulih yang pernah dibantu pada Rombongan 880. Hal inilah yang membuat keluarga ini layak dibantu karena suami sudah tidak bisa bekerja. Alhamdulillah, Bu Namih dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan yang siap membantu. Kurir Sedekah Rombongan melakukan pendampingan untuk tahap pemeriksaan lanjutan dan psioteraphy di RS Ridhoka Salma dengan jaminan KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Dalam 2 minggu terakhir, Bu Namih menjalani kontrol sebanyak 5 kali diantaranya psioteraphy. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Namih menderita arthralgia + asam urat


WULAN JAMILAH (14, Kanker Tulang). Alamat : Kp. Pete Cina RT 1/2, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Wulan, adalah nama panggilannya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu terlihat ada gejala Kanker Tulang, terlihat dari struktur tulang tangan dan kakinya yang tidak wajar seperti patah-patah. Namun sekitar awal tahun 2015, orang tuanya berupaya membawanya berobat ke RSUD Kota Bekasi. Upaya pemeriksaan yang cukup panjang, membuat mereka mengalami kesulitan biaya untuk transport ke rumah sakit. Sehingga sempat terhenti proses pemeriksaannya. Untuk biaya pemeriksaan, Wulan memiliki kartu Jamkesda. Namun sayangnya ketika Wulan harus dirujuk ke RSCM Jakarta, Kartu Jamkesda tidak berlaku untuk keluar daerah. Ayah Wulan, Pak Nyanin Rusmawan (40) adalah seorang buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Yuyun (36) ibu rumah tangga. Mereka sangat kesulitan untuk membiayai akomodasi pengobatan Wulan ke rumah sakit. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan membantu proses pembuatan Kartu BPJS supaya Wulan bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai dengan jaminan Kartu BPJS. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk akomodasi pemeriksaan ke RS Fatmawati Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 996.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Wulan menderita kanker tulang


RAVEENA PUTRI MAULIDA (7, Usus Buntu). Alamat : Perum Wahana Blok G16 No. 1 RT 3/18, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Semenjak awal November 2016, Raveena sering merasakan sakit pada perutnya. Dianggap sakit perut biasa, orang tua nya membelikan obat-obatan di warung terdekat, namun tidak kunjung membaik.  Tanggal 3 Desember 2016 setelah Ravena menjalani pemeriksaan di Puskesmas, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit. Di RS Ridhoka Salma Cikarang Barat, Raveena menjalani perawataan tanpa memiliki jaminan apa-apa. Pada tanggal 5 Desember 2016, Raveena menjalani operasi usus buntu di RS Ridhoka Salma. Akhirnya keluarga ini dipertemukan oleh Kurir #SedekahRombongan untuk membantu kesulitan  mereka. Ayahnya, Pak Nunu (34) tidak memiliki pekerjaan tetap, ia hanya berprofesi sebagai badut sulap yang hanya sewaktu-waktu dapat undangan untuk mengisi acara. Namun rumah kontrakan yang selama ini ia tempati sudah 3 bulan lebih belum bayar sewa. Sedangkan ibunya, Bu Sri Budi Hartati (31) ibu rumah tangga yang tidak bisa berbuat banyak membantu suaminya dalam mencari nafkah. Kurir #SedekahRombongan berupaya membuat perjanjian hutang untuk mencicil biaya perawatan dan operasi di rumah sakit. Alhamdulillah, bantuan lanjutan yang sekaligus cicilan yang ke 3 telah disampaikan untuk biaya perawatan dan operasi Raveena. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Raveena menderita usus buntu


KOYAH BINTI ODIH (36, Tumor Payudara). Alamat : Kp. Gamprit RT 2/3, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Waktu itu, sekitar bulan Januari 2015, tumbuh benjolan di payudara sebelah kanan yang semakin membesar. Dengan berbekal Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang ia miliki dari tempat suaminya bekerja, Bu Koyah memeriksakan penyakitnya di sebuah rumah sakit swasta di Cikarang. Setelah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan, benjolan di payudara tersebut diangkat. Setelah 2 bulan pasca operasi, suami Bu Koyah, Pak Rohadi (38) di PHK dari tempatnya bekerja sehingga premi BPJS nya tidak dibayarkan dan dan tidak dapat digunakan lagi. Selama 1 tahun lebih Bu Koyah tidak berobat lagi, hingga bekas operasi tumbuh benjolan dan luka. Mereka sempat mengajukan permohonan perubahan status kartu BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri, namun karena ketidakpahaman itulah upaya mereka pun tidak dilanjutkan. Berkat bantuan Kurir Sedekah Rombongan, BPJS Bu Koyah sudah menjadi BPJS Mandiri sehingga ia bisa melanjutkan proses pengobatan. Saat ini Bu Koyah rutin menjalani pemeriksaan seminggu dua kali ke RS Persahabatan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama Bu Koyah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Koyah menderita tumor payudara


PRINCESS WIDA RASYID (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Srengseng RT 4/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak lahir, Princess memang sudah ada kelainan, terkadang sekujur tubuh berwarna biru, nafas terlihat sesak. Pada tanggal 20 Maret 2017, Princess dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi karena kondisinya mengkhawatirkan. Princess memiliki kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3, namun masih atas nama bayi dan harus dirubah ke nama saat ini. Kartu BPJS Princess beserta orang tua dan kakaknya ternyata memiliki tunggakan yang harus dibayar. Ayahnya, Pak Suherman (41) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ibunya, Bu Halimah (40) ibu rumah tangga. Saat ini Princess menjalani pemeriksaan rutin ke RS Harapan Kita Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Harapaan Kita Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 995.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Princess menderita jantung bocor


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Saat ini Wilda dan Kandi sudah masuk ruang perawatan dan akan segera menjalani operasi. Namun karena iuran BPJS Kesehatan Wilda dan Kandi sebelumnya pernah nunggak 10 bulan, jadi saat mereka dirawat harus membayar denda. Bantuan lanjutan disampaikan untuk membayar denda BPJS dan biaya akomodasi bekal selama menjalani pemeriksaan di RSM Cicendo Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mulawarman

Wilda menderita katarak


MTSR BEKASI (B 1349 SZM, Biaya Operasional + Gaji Driver). Sejak bulan November tahun 2014, Sedekah Rombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit dan tidak mampu ke Rumah Sakit melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Biaya operasional kali ini meliputi biaya operasional MTSR dan gaji driver bulan Mei 2017. Inshaa Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan sebelumnya masuk di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Biaya operasional + gaji driver


GIANTI PUTRI AMALIA ( 22,  Retinoblastoma). Alamat : Taman Narogong Indah  Jln Narogong Megah 8A,  RT 2/21 Blok D07/05, Kelurahan Pengasinan,  Kecamatan Rawa Lumbu,  Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Gianti hanya menderita iritasi mata biasa,  namun setelah diberi obat,  keadaannya malah bertambah parah. Pada bulan Juli 2016, mata kiri Gianti semakin membesar, terasa sakit di mata kirinya dan juga kepalanya. Awalnya ia dibawa berobat ke puskesmas  dan dari sana ia dirujuk ke RS Rawa Lumbu,  namun karena peralatan yang tidak mendukung,  maka Gianti di rujuk ke RS Hermina Kota Bekasi. Demikian pula di rumah sakit ini, Gianti membutuhkan alat pemeriksaan yang lebih memadai, akhirnya ia kembali dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Keadaannya sempat menurun drastis, dari hasil observasi dinyatakan belakang mata kiri Gianti ada tumor ganas,  yang mendorong matanya sehingga nampak membesar dan menonjol. Akhirnya pada bulan Desember 2016 dilakukan operasi untuk pengangkatan mata kiri dan juga sebagian batok kepala bagian depan,  namun di masa penyembuhan,  ternyata terjadi kebocoran di kepala bekas tindakan oprasi sebelumnya. Kemudian dilakukan oprasi kembali pada tanggal 9 Januari 2017. Di bulan Maret 2017 dilakukan MRI  dan kembali di temukan tumor baru di kepala bagian kanan. Akhirnya di tanggal 21 Maret 2017 di lakukan operasi yang ke tiga, untuk mengangkat tumor tersebut. Saat ini Gianti menjalani mejalani kemoterapy setiap hari dan mengalami kesulitan bekal untuk sehari-hari di rumah sakit. Ayahnya, Pak Gianto Yusufandi (54) hanya seorang buru serabutan. Sedangkan ibunya, Bu Euis Nuryani (54) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Sasa

Bu Gianti menderita retinoblastoma


IZYU MAULANA ( 20,  Usus Buntu + Colostomi). Alamat : Kp Pengkolan RT 2/4,  Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak tanggal 12 Mei 2017, Izyu merasakan sakit perut,  sakitnya sendiri hilang timbul.  Sakit ini mulai di rasakan saat ia ada di pondok pesantren tempat ia menuntut ilmu. Karena sakit yang dialaminya hari itu sangat kuat,  maka Izyu dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. Setelah dilakukan pemeriksaan,  ternyata Izyu mengalami komplikasi yang menyebabkan saluran cerna dikeluarkan pada bagian pembuangan.  Sang ayah,  Pak Ahmad Syatiri (58) yang bekerja sebagai kuli bangunan,  tidak punya biaya untuk membayar biaya rumah sakit, sedangkan ibunya, Bu Halimah (50) hanya seorang ibu rumah tangga.  Jaminan yang dimiliki keluarga ini adalah BPJS Kesehatan Mandiri, namun karna tidak pernah dibayarkan mengalami tunggakan iuran selama beberapa bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali dipertemukan dengan keluarga ini sehingga bantuan awal pun disampaikan untuk meringankan beban mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Izyu menderita usus buntu + colostomi


EKO PURWADHI (49, Diabetes Melitus+Radang Tulang). Alamat: Perum Telaga Pasir Raya Blok AB 12A No.  22 RT 4/12 , Desa Sukasari, Kecamatan Serang,  Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sekitar bulan Desember 2016, mulai terlihat ada luka di kaki Pak Eko. Setelah ia rasakan luka tak kunjung sembuh, akhirnya ia putuskan untuk berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi. Karena saat indikasi demam maka ia pun dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi selama 15 hari dan selanjutnya ia melakukan rawat jalan. Namun pada tanggal 26 Mei 2017, Pak Eko kembali merasakan demam sehingga ia harus menjalani perawatan untuk ke 2 kalinya. Dengan Fasilitan Kartu BPJS Kesehatan Mandiri yang dimilikinya ia menjalani perawatan. Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Pak Eko kesulitan biaya hidup selama di rumah sakit. Maklum saja Karen sudah hampir 8 bulan ia tidak bekerja. Selain itu istrinya, Bu Rianti (43) tidak dapat berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan biaya akomodasi untuk bekal selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Pak Eko menderita diabetes melitus+radang tulang


RASIM BIN WIHATMI (59, Maag Kronis + Asam Urat). Alamat: Kp. Kaludan, RT 8/2, Kelurahan Pasirbatang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pak Rasim sudah setahun ini sakit maag karena jarang sekali makan. Bukan karena lupa atau sibuk bekerja, melainkan tak ada stok makanan yang tersisa ditambah dengan penyakit asam uratnya yang membuat Pak Rasim tak bisa berjalan jauh. Ia tak pernah pergi berobat ke mana pun, hanya menahan sakitnya hingga hilang. Meskipun ia mempunyai jaminan Jamkesmas, tapi ia kesulitan mencapai klinik atau dokter karena jarak rumahnya yang terletak di tengah kebun di bawah gunung. Naik ojeg pun pasti mahal. Pak Rasim tinggal sebatang kara di rumah tanpa listrik, tanpa kamar mandi, dan atapnya sudah bocor di sana-sini dan lebih mirip rumah kosong yang tidak terurus. Anak-anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di luar kota. Istrinya sudah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. Pak Rasim sering mengeluhkan bahwa mungkin suatu hari nanti bila ia meninggal tak akan ada yang menemukan karena rumahnya yang terpencil dan tak ada sanak keluarga. Bantuan tetangga pun minim karena bernasib hampir sama. Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan kurir Sedekah Rombongan untuk bertemu Pak Rasim dan menyampaikan bantuan untuk berobat dan akomodasi supaya penyakitnya segera sembuh dan ia bisa kembali bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Rasim menderita maag kronis + asam urat


MUHAMMAD ZIBAL (1, Gizi Buruk). Alamat: Kp. Purbaratu, RT 4/2, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Zibal, begitu ia dipanggil keluarganya sudah terlahir dengan berat badan yang rendah. Tidak mencapai 2,5 kg dan kesehatannya sedikit terganggu karena pertumbuhannya sedikit terhambat. Hingga kini, usianya mencapai 4 bulan, berat badannya tidak naik secara signifikan. Beberapa kali, ia mesti ke puskesmas untuk pengobatan namun tak ada kemajuan sama sekali. Ibunya meninggal saat ia dilahirkan, dan ayahnya juga harus meninggalkannya ketika ia masih di kandungan. Kini, tinggal bersama neneknya yang sudah renta dan tidak bekerja. Mereka tinggal di rumah kumuh tanpa penerangan yang cukup dan hampir rubuh. Begitu berat beban yang Zibal hadapi padahal ia masih kecil, entah siapa yang akan mengurusnya jika neneknya sudah tiada. Tapi Allah pasti memelihara dan memberi rejeki kepada setiap hambanya selama ia masih hidup di dunia. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan Zibal di rumahnya dan melihat keadaannya secara langsung dan menyampaikan amanah dari para Sedekaholics untuk biaya pengobatan dan susu supaya ada asupan gizi yang masuk ke tubuhnya. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada Zibal dan ia bisa tumbuh secara normal dan menjadi manusia yang berguna meskipun sekarang ia menjadi yatim piatu. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade Buser

Zibal menderita gizi buruk


OOH BINTI SADILI (72, Lumpuh). Alamat: Kp. Kapudan, RT 8/2, Kelurahan Pasirbatang,  Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Ooh setiap hari hanya bisa berdiam diri di rumah karena keterbatasan fisik yang ia alami. Kakinya sudah tidak berjalan sejak bertahun-tahun yang lalu. Pendengarannya sudah tidak berfungsi dengan normal, begitu juga dengan bicaranya yang tidak jelas. Tubuhnya sangat renta dan kurus kering karena sulit makan, terkadang ia makan nasi sisa kemarin yang sudah tidak enak dimakan. Ia tinggal bersama saudara perempuannya yang bekerja di sawah milik tetangganya sebagai petani, Icih (60). Mereka berdua tinggal di rumah gubuk di atas gunung sehingga bila salah satu mereka butuh berobat, tak ada jalan selain menahan sakit atau membeli obat warung. Tak ada gas atau kompor yang ada hanya tungku dan mereka harus mencari kayu ke kebun setiap hari. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan mereka dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Semoga Allah selalu membukakan jalan bagi hamba-nya yang kesulitan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Ooh menderita lumpuh


MTSR JAKARTA (B 1360 SZG, Biaya Modifikasi). Mobil Tanggap Sedekah Rombongan atau lebih dikenal dengan MTSR adalah kendaraan yang setiap hari wara-wiri dipakai oleh kurir #SedekahRombongan untuk mensurvey, menjemput dan mengantar para dhuafa sakit. Saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya baik oleh pasien dampingan #SedekahRombongan maupun masyarakat sekitar. Jakarta sebagai pusat rujukan dari pasien-pasien daerah tentu harus didukung dengan fasilitas yang lengkap. Alhamdulillah, #SedekahRombongan telah mengupayakan untuk modifikasi MTSR dengan penggantian dan penambahan beberapa komponen agar menjadi ambulance yang selayaknya. Beberapa komponen yang ditambahkan yaitu : Stretcher, Tabung Oksigen, Kotak P3K, Tabung Pemadam Kebakaran, Gantungan Infus, Lampu Penerang, Jok Dokter dan Jok Perawat. Semoga dengan tampilan MTSR yang lebih lengkap, akan semakin banyak dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 20.500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis Asep AKBP

Biaya modifikasi


DESTA WIJAYA (8, Gangguan ginjal). Alamat: Jl. Sawo, RT/RW 2/3, Kelurahan Makbusun Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Desta didiagnosa menderita gangguan ginjal. Berawal sejak 1 tahun lalu, Desta mengeluh kesakitan pada bagian perutnya. Kemudian orangtuanya membawa Desta ke RSUD. Saat perutnya sakit, Desta menangis terus menerus tiada henti tutur ibunya. Desta menggunakan Kartu Indonesia Sehat selama perawatan 4 hari. Ayahnya Desta bekerja sebagai seorang petani sayur Sawi. Desta dan keluarga termasuk keluarga kurang mampu. Pada suatu ketika, orangtuanya Desta bertemu dengan kurir #sedekahrombongan yang bekerja di RS Herlina, sehingga mendengar langsung kesulitan Desta dalam berobat jalan. Desta diharuskan memeriksakan kondisinya secara rutin karena belum tuntas pengobatannya. Namun, orangtua Desta kesulitan dalam membiayai beberapa pengeluaran diluar tanggungan KIS. Santunan disampaikan untuk membantu Desta berobat jalan. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi Desta hingga dapat kembali sehat dan bersekolah seperti biasanya.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 29 Januari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Desta menderita gangguan ginjal


AHMAD HAZIMI (5, Hydrocephalus). Alamat: Jambu Timur, RT 28/06 Kec. Mlonggo Kab. Jepara Prov. Jawa Tengah. Oleh keluarga, sehari-hari biasa dipanggil Hazim. Merupakan putra bungsu dari Bapak Moh Bahrun dan Bu Dewi Masruroh. Ketika lahir, Hazim terlihat normal seperti layaknya bayi lainnya. Namun, ketika berusia 3 bulan kepala Hazim menunjukkan adanya perbesaran. Kala itu, orang tua Hazim hanya mendiamkannya, baru ketika usia 5 bulan Hazim dibawa ke Puskesmas dan langsung divonis Hydrocephalus. Sehari-hari, Bapak Bahrun bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Masruroh berjualan di warung kecil depan rumah. Hidup sederhana dan penghasilan pas-pasan membuat Pak Bahrun mengupayakan pengobatan Hazim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Namun sayang, pengobatan yang diharapkan untuk Hazim tak kunjung datang, ia belum juga mendapat panggilan. Baru ketika Hazim berusia 2,5 tahun ia mendapat konfirmasi untuk dibawa ke RS Roemani Semarang. Hazim dibawa oleh tim DKK Jepara menuju RS Roemani dan rawat inap selama 3 minggu. Pihak Rumah Sakit langsung memutuskan untuk pemasangan selang karena usianya sudah 2,5 tahun. Kepala Hazim sudah tidak bisa mengecil karena tulang tengkorak sudah mengeras. Bulan Juli lalu, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Hazim secara tidak sengaja oleh tetangga dekat rumahnya. Bukan lagi mengeluh Hydrocephalus, setelah operasi pemasangan selang kepala Hazim cenderung stabil, tidak mengalami penambahan ukuran yang signifikan. Namun, seiring pertumbuhannya, fisik Hazim bagian kanan terlihat lemah. Mata Hazim bagian kanan tidak bisa melihat jelas, tangan dan kaki Hazimi bagian kanan juga lemah, tidak berkekuatan. Hazim tidak bisa duduk ataupun berjalan. Hazim menghabiskan waktunya diatas tempat tidur sambil menonton TV. Selain biaya pengobatan dan jarak yang jauh, kendala Hazim ialah belum terdaftar jaminan kesehatan, sehingga hanya mengandalkan DKK setempat. Setelah melakukan musyawarah dengan keluarga, tim #SedekahRombongan kemudian sepakat untuk mendampingi Hazim berobat dibawah pantauan #SRjepara. Segera setelah menjadi dampingan, Hazim dibawa ke RSUD kartini untuk cek kesehatan. Hydrocephalus Hazim tidak bermasalah, namun antara tubuh dan kepala Hazim mengalami ketidakseimbangan. Hazim kemudian dianjurkan melakukan peningkatan gizi dan fisioterapi rutin di Tumbuh Kembang Anak untuk melatih syaraf-syaraf motoriknya. Saat ini, Hazim masih rutin melakukan rawat jalan di RSUD Kartini untuk pemantauan perkembangan tubuhnya. Santunan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi Hazimi dan untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Kini Hazimi sudah bisa diajak duduk walaupun masih terlalu berat menyangga kepala. Pemberian nutrisi rutin, berat badan Hazimi pun mulai naik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @restirianii @jeanseamaurer @akuokawai

Hazim menderita hydrocephalus


DENI SUPRIANTO (11, Retak Tulang Belakang). Alamat : Desa Guyuban, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Saat hendak mengambil buah kelapa adik Deni tanpa sengaja terpeleset dan langsung terjatuh kemudian keluarga yang melihat kejadian itu langsung  membawa ke Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu tetapi karena luka yang cukup serius adik Deni harus dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk melakukan rotgen dan ternyata ada retakan ditulang belakang karena kondisi semakin melemah Adik Deni dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung, semakin hari kondisi adik Deni belum menunjukan perubahan sehingga keluarga membawa adik Deni ke rumah sakit yang ada di Jakarta, namun karena keterbatasan biaya, adik Deni akhirnya dibawa pulang dan hanya diobati di rumah, setelah di rumah beberapa hari ada masukan dari saudara & tetangga untuk dibawa ke sangkal putung namun setelah sampai di sangkal putung adik Deni di anjurkan untuk menyembuhkan terlebih dahulu lukanya.  Saat ini kondisi adik Deni tidak bisa bergerak karena ada luka dibagian belakang akibat retak tulang dan menyebabkan berkoreng di bagian atas pantat. Orang tua adik Deni, Bapak Hapis  (60) dan Ibu Sumiyati (43) adalah seorang buruh yang berpenghasilan tidak tetap, karena kondisi ekonomi yang kurang mampu tetangga berinisiatif menggalang dana untuk membantu biaya transportasi berobat dan biaya hidup sehari-hari, keluarga ini pun belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Hapis dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @akuokawai budi arista @xkurniawatix

Deni menderita retak tulang belakang


RATNO BIN SUTARNO (55, Susp. Ca Paru). Alamat : Patoman III, RT. 01/3, Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Bulan Agustus 2016 Bapak Ratno mengeluh sakit dibagian perut kemudian keluarga membawa Bapak Ratno periksa ke Balai Pengobatan dan dilakukan rontgen dan didiagnosis Infeksi usus kemudian Pada bulan November-Desember 2016 Bapak Ratno menderita sakit Tipes Malaria dan dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Di Rumah Sakit tersebut juga dilakukan rontgen dan scaning paru paru dan didiagnosis susp kanker paru sehingga Bapak Ratno harus berobat jalan ke dokter spesialis paru  di  Rumah Sakit Abdoel Moeloek selama  dua kali seminggu karena belum ada perubahan kemudian Bapak Ratno dirujuk untuk berobat jalan ke Rumah Sakit Ahmad Yani Metro. Sekarang kondisi Bapak Ratno semakin kurus, kaki bengkak, dada sesak,  dan perut sering sakit. Bapak Ratno (55) dan Istrinya Parni (47) adalah seorang petani dan istrinya adalah buruh cuci semenjak sakit Pak Ratno sudah tidak dapat bekerja sehingga hanya istrinya yang memenuhi kebutuhan sehari dan biaya berobat dan hidup sehari-hari keluarga ini pun belum memiliki jaminan kesehatan. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Ratno dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @saesarraya priska @xkurniawatix

Pak Ratno menderita susp. ca paru


ROHIM BIN ABDULLAH (1, Hidrosefalus). Alamat : Desa Kedawung, RT 12/8 Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Sejak lahir adik  Rohim mempunyai kelainan pada kepalanya yaitu berupa benjolan yang berisi cairan dan keluarga menganggap hanya benjolan kepala biasa, lama kelamaan benjolan yang ada dikepala adik Rohim menjadi besar dan keluarga hanya bisa membawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis hidrosefalus pihak puskesmas menyarankan untuk rawat inap  tetapi karena keterbatasan biaya keluarga membawa pulang adik Rohim untuk dirawat di rumah saja, semakin hari kondisi adik Rohim semakin melemah sehingga keluarga membawa adik Rohim ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan dan kini kondisi adik Rohim masih berbaring lemah di rumah sakit. Ibu adik Rohim ( Sarniti, 25 ) dan ayahnya (Alm. Abdullah) adik Rohim sudah ditinggal ayahnya semenjak masih kecil dan ibunya yang memiliki keterbelakangan mental tidak bisa sepenuhnya mengasuh anaknya sehingga adik Rohim dirawat oleh neneknya yang hanya buruh dan tidak memiliki penghasilan tetap karena terkendala jarak dan biaya keluarga ini jarang membawa adik Rohim berobat, dan fasilitas kesehatan pun masih dalam proses pembuatan. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan orang tua adik Rohim. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @saesarraya @xkurniawatix

Rohim menderita hidrosefalus


SUTRIYO BIN CITRO AMIJOYO (54, Pembekuan Darah di Kepala). Alamat : Desa Sidoharjo RT. 9/3 Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Kejadiaannya sekitar pukul 17.30 WIB sewaktu pulang bekerja saat hendak meyeberang jalan, tetiba ada mobil yang menyerempet tubuhnya sehingga Bapak Trio terpental dan kepalanya terbentur bebatuan, melihat kondisi tersebut spontan warga langsung membawa Bapak Trio ke Rumah Sakit Umum Pringsewu dan hanya dirawat beberapa jam saja, kemudian disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk menjalani operasi dikepala disebabkan adanya gumpalan darah, sekarang kondisinya masih melemah dan belum bisa dilakukan operasi. Bapak Trio (54) dan Istrinya Tumiyah (52) adalah seorang buruh tidak tetap dan istrinya adalah Ibu Rumah Tangga yang selama ini bekerja hanya Bapak Trio sehingga  semenjak sakit keluarga ini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan biaya berobat meskipun keluarga ini memiliki fasilitas kesehatan berupa KIS PBI Kelas III. Alhamdulillah, Allah SWT. Mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan Bapak Trio dan keluarganya. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup keluarganya serta biaya pengobatan. Mereka sangat berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @saesarraya @xkurniawatix

Pak Sutriyo menderita pembekuan darah di kepala


ANNISA BINTI ABDUL HANAN (58, Gangguan Pernapasan). Alamat : Sukaraja 5, RT 3/-, Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Keluhan rasa sakit dialami oleh Ibu Anisah lebih dari 5 tahun yang lalu. Beliau sering sesak napas hingga badannya terasa sakit dan berkeringat. Setiap bulan beliau mengkonsumsi obat resep dari RS Bintang Amin Bandar Lampung. Ketergantungannya pada obat-obatan berlanjut sampai dengan sekarang, jika berhenti mengkonsumsi obat beliau sesak napas dan tidak kuat untuk beraktivitas. Pada bulan maret 2017 beliau dibawa ke RS Bintang Amin dan dirawat selama 5 hari dikarenakan kondisi yang memburuk. Dari hasil chek up terakhir di bulan April beliau disarankan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Suaminya bernama Bapak Mursodo (62) berprofesi sebagai penunggu gedung walet milik orang lain dan tinggal tepat didepan gedung tersebut sebagai sarana dari pemilik gedung walet. Mereka tinggal dirumah sederhana dengan satu anak yang telah dewasa. Kebutuhan sehari-hari cukup terpenuhi dengan dibantu oleh pekerjaan anak, keluarga merasa terkendala untuk biaya transportasi berobat dan biaya penebusan beberapa obat yang harus ditanggung sendiri. Ibu Annisa memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS Mandiri kelas III. Mendengar keluhan yang dirasakan oleh keluarga Ibu annisa, kurir Sedekah Rombongan Lampung menyampaikan santunan awal untuk meringgankan beban yang dialami oleh keluarga Ibu Annisa. Semoga Ibu Annisa segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @jjtari

Annisa menderita gangguan pernapasan


ARAY SAPUTRA (6, TB Tulang + Dislokasi Tulang Pinggul + TB Paru). Alamat : Jl. Bhayangkara, Desa Bagelen, RT 2/1, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pada saat Aray berusia 4 tahun, Aray pernah terjatuh saat bermain yang mengakibatkan Aray mengalami sakit pada pinggulnya, kemudian orangtua Aray membawanya ke tukang pijat. Seiring berjalannya waktu, Aray mengalami kesulitan berjalan. Pada awalnya orangtua Aray tidak ingin membawa Aray ke fasilitas kesehatan, Aray hanya dibawa ke tukang urut atau tukang pijat saja. Di awal tahun 2017, Aray mengeluh kakinya semakin sakit yang membuat orangtua Aray memutuskan untuk membawa Aray ke Puskesmas. Setelah diperiksa Puskesmas, dokter merujuk Aray ke Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Setelah dilakukan sejumlah pemeriksaan, dokter mendiagnosa Aray menderita penyakit TB tulang, dan tulang dipinggulnya mengalami pergeseran sehingga dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. Dokter spesialis RSUDAM menyatakan tulang Aray harus dioperasi, pada saat Aray dirontgen dada nya untuk persiapan operasi, ternyata paru-paru Aray juga terserang penyakit Tuberculosis sehingga operasi Aray harus ditunda. Saat ini Aray sedang dalam proses pengobatan TB selama 6 bulan, pengambilan obat dilakukan setiap bulan melalui Puskesmas setempat. Kondisi saat ini bagian pinggul Aray sebelah kanan terlihat membesar karena ada gangguan pada tulangnya, gangguan ini mengakibatkan Aray kesulitan untuk berjalan secara normal. Berat badan Aray hanya 17 kg, Aray memerlukan makanan dengan gizi yang baik agar berat badannya tumbuh normal. Ayah Aray, Sabarudin (33) bekerja sebagai buruh serabutan. Pengasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan makanan bergizi untuk Aray. Ibunya, Ernawati (28) seorang Ibu Rumah Tangga, semenjak Aray sakit, ia tidak dapat bekerja karena Aray tidak ada yang mengurus jika ia bekerja. Untuk pengobatan selama ini Aray menggunakan jaminan kesehatan JKN-KIS Mandiri Kelas III, namun keluarga Aray tetap membutuhkan biaya untuk transportasi berobat, juga untuk kebutuhan sehari-hari. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan Lampung ikut merasakan kesulitan yang dialami keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi, kebutuhan sehari-hari, dan keperluan pangan bergizi untuk Aray. Semoga Aray dapat segera sembuh sehingga ia dapat beraktivitas kembali seperti anak-anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @rn_irmala

Aray menderita TB tulang + dislokasi tulang pinggul + TB paru


MUHAMMAD HAFIDZ AL FARIZY (4, Belum Bisa Berjalan dan Berbicara). Alamat : RT 1/7, Desa Sidomulyo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Ketika Adik Hafidz berusia 5 bulan mengalami panas yang cukup tinggi kemudian dibawa ke balai pengobatan terdekat dan dianjurkan untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Pringsewu dan diusia 1,5 tahun Adik Hafidz kambuh lagi sakitnya kemudian kedua orang tuanya membawa ke dokter anak, setelah diperiksa ada flek diparu-paru sehingga disarankan untuk rawat inap di Rumah Sakit Umum Pringsewu selama 1 minggu, setelah usia 2 tahun Adik Hafidz belum juga bisa berjalan dan mengucapkan satu katapun, keluarga sangat khawatir sehingga membawa lagi Adik Hafidz ke dokter dan hanya disarankan minum vitamin tapi karena belum ada perubahan keluarga membawa Adik Hafidz ke pijat refleksi tapi juga belum ada perubahan yang pasti sehingga sampai sekarang Adik Hafidz masih belum bisa berjalan dan berbicara padahal usianya sudah menginjak 4 tahun. Ayah adik Hafidz yaitu Andri Purwanto (26) dan ibunya Adinda Maya Octavia (23) adalah seorang buruh dan tidak memiliki penghasilan tetap karena terkendala jarak dan biaya keluarga ini tidak melanjutkan lagi pengobatan untuk Adik Hafidz meskipun memiliki jaminan kesehatan berupa JKN KIS Mandiri Kelas III, Alhamdulillah Allah Ta’ala mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Lampung dengan orang tua Adik Hafidz. Sedekah Rombongan Lampung merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban hidup serta biaya pengobatan. Mereka sangat bersyukur dan berterimakasih kepada sedekaholics dan Sedekah Rombongan Lampung atas bantuan yang diberikan dan mendoakan semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah Ta’ala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000 ,-
Tanggal : 11 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajangfajar @xkurniawatix

Hafidz belum bisa berjalan dan berbicara


PARTINAH BINTI SANMUKMIN (64, Pengapuran Tulang). Alamat : Sukaraja 8, RT 3/-, Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Sejak 10 tahun lalu Ibu Partinah memiliki keluhan sakit. Beliau mengaku mengalami keluhan seperti pegal pada tulangnya. Beliau biasa mengkonsumsi obat yang dibelinya di apotek seperti obat reumatik. Ketergantungannya pada obat-obatan berlanjut sampai dengan sekarang, jika berhenti mengkonsumsi obat beliau merasa sakit pada kaki dan perutnya sampai ke hati. Tahun ini, dibulan April 2017 beliau dibawa ke klinik Ridho Husada Pesawaran. Dianggap mengalami penyakit yang serius, akhirnya beliau dirujuk ke RS Bintang Amin Bandar Lampung. Diagnosis dokter, beliau mengalami pengapuran tulang. Akibat sakit yang dideritanya selama ini, tubuhnya terlihat membengkak dari bagian kelapa hingga bagian perut. Ibu Partinah adalah seorang janda yang ditinggal wafat oleh suaminya sejak beliau berumur 32 tahun. Meskipun memiliki kartu jaminan kesehatan berupa JKN KIS PBI, beliau mengaku mengalami kesulitan untuk berobat karena keterbatasan ekonomi. Beliau tinggal bersama anaknya, Bardi (40) berprofesi sebagai buruh bangunan dan menantunya di rumah yang sederhana. Kurir Sedekah Rombongan Lampung mengetahui hal tersebut dan menyampaikan titipan langit untuk membantu meringankan beban yang dirasakan oleh Ibu Partinah. Semoga beliau segera diberi kesehatan oleh Sang Maha Pemberi Kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Mei 2017
Kurir : @akuokawai @jajang_fajar @jjtari

Bu Partinah menderita pengapuran tulang


UMRIYAH BINTI OCID (27, Pembengkakan Syaraf Punggung). Alamat : Kp.  Kromong, RT 11/4, Ds. Patramanggala, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Umriyah adalah seorang janda dengan dua orang anak, suaminya telah meninggalkannya dan menikah lagi dengan orang lain. Ibu Umriyah bekerja sebagai buruh tani dan tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah kecil beralaskan tanah. Seusai mengangkut padi di sawah Ibu Umriyah meminta punggungnya diinjak oleh anaknya untuk meringankan rasa lelahnya, namun setelah beberapa jam ia justru merasakan sakit yang teramat sangat. Selang beberapa hari rasa sakit itu semakin terasa berat dan punggung Ibu Umriyah berubah menjadi kehitaman dan timbul pembengkakan yang disertai rasa sakit. Ibu Umriyah langsung pergi ke klinik untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter mendiagnosis terjadi pembengkakan syaraf punggung, dan menganjurkannya untuk kontrol setiap 1 bulan sekali. Akibat ketiadaan biaya Ibu Umriyah tidak menjalani kontrol setiap sebulan sekali. Kini pembengkakan di punggung Ibu Umriyah semakin membesar. Syukur Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Umriyah. Setelah mendengar cerita dan melihat kondisinya dan semangatnya untuk sembuh, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk pengurusan JKN – KIS dan biaya pengobatan selama proses pembuatan KIS. Semoga Ibu Umriyah lekas sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan :Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @fatmaalwiny @misnamina @ririn_restu

Bu Umriyah menderita pembengkakan syaraf punggung


AHMAD FATURAHMAN (21, Kantung Kemih Pecah). Alamat : Link Karundang, RT 2/2, Kel. Karundang, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Pria yang akrab disapa Fatur ini adalah anak pertama dari Bapak Muslikh dan Ibu Mardiah. Pada Senin, 1 Mei 2017, Fatur pergi bersama temannya untuk mencari lowongan pekerjaan, ia ingin membantu orang tuanya yang sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sebagai anak pertama, Fatur berusaha menjadi tulang punggung keluarga demi kesejahteraan keluarga. Nasib berkata lain, sebuah mobil yang tidak diketahui nomor polisinya menabrak kendaraan yang sedang dikendarai Fatur. Fatur segera dilarikan ke RS Serang, namun kondisinya dinyatakan tidak terlalu parah, akhirnya ia diizinkan pulang. Setelah selang beberapa hari Ftur merasakan sakit di bagian bawah perutnya. Melihat kondisi Ftur yang terus merintih kesakitan, akhirnya ia dibawa ke RSUD Banten. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kantung kemih fatur pecah, dan dianjurkan untuk tindakan operasi dengan biaya sebesar 30 juta rupiah. Fatur tidak memiliki jaminan kesehatan, namun kedua orangtuanya tidak pasrah begitu saja, ayahnya akhirnya mengurus SKTM di desa. Akhirnya Fatur bisa dioperasi secara gratis. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah rombongan dipertemukan dengan Fatur, bantuan awal pun diberikan untuk biaya pembuatan KIS dan operasional berobat. Semoga setelah KIS bisa dipergunakan Fatur bisa berobat dengan maksimal.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririn_restu

Ahmad menderita kantung kemih pecah


MUHAMMAD UMAR (45, Stroke). Alamat : Jln. Ki Ujung, No. 4, RT 4/1, Ds. Kaujon, Kec. Serang, Kota Serang, Provinsi Banten. Pak Umar kerap tetanga memanggilnya. Pak Umar adalah pengemudi ojek online, setiap hari ia menarik ojek dari pagi sampai sore, bahkan terkadang sampai malam hari. Pak Umar bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pak Umar tinggal di sebuah kontrakan bersama anak perempuanya yang masih sekolah di bangku SD. Istri Pak Umar meninggal ketika anaknya masih kecil. Kini Pak Umar tidak bisa mengojek lagi karena terjatuh saat hendak menjemput penumpang. Pak Umar sempat tak sadarkan diri, namun setelah beberapa saat ia tersadar. Luka yang diderita Pak Umar terlihat tak terlalu parah, hingga ia langsung dibawa ke kontrakan oleh temannya sesama pemudi ojek online. Setelah selang lima hari, badan Pak Umar mulai sulit digerakkan dan penglihatan mata kanannya mulai tidak fokus. Melihat kondisi Pak Umar yang semakin memburuk, kakaknya membawanya ke RSUD Serang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, Pak Umar didiagnosi mengalami stroke ringan dan harus dirawat di rumah sakit. Pak Umar tak memiliki jaminan kesehatan apapun, ia dirawat sebagai pasien umum. Selama Pak umar dirawat biaya ditanggung oleh saudara dan  kakaknya yang seorang janda. Kedua orang tua Pak Umar sudah lama meninggal. Alhamdulillah Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Pak Umar, bantuan awal pun disampaikan untuk membantu biaya pembuatan JKN – KIS dan akomodasi selama di rumah sakit. Semoga Pak Umar segera sembuh dan bisa bekerja kembali seperti biasa, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririn_restu

Pak Umar menderita stroke


TATI SURYANTI (12, Atresia Ani). Alamat : Kp . Cikiray Girang, RT 4/7, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tati dilahirkan dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan tidak memiliki anus dan juga bentuk kaki yang agak bengkok. Pada awalnya, Tati terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Tati pernah menjalani pengobatan pada tahun 2006 ketika berusia 3 tahun dan menjalani operasi kolostomi (pembuatan lubang pembuangan sementara) di RSCM Jakarta. Pasca operasi Tati bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Pengobatan Tati belum selesai, namun orang tuanya terpaksa harus menghentikan pengobatan karena kehabisan biaya, terlebih lagi ibundanya, Marlinah telah meninggal dunia. Putri pertama dari Pak Sakri (57) yang bekerja sebagai kuli bangunan ini, terpaksa hidup dengan sakitnya hingga berusia 12 tahun. Setelah hampir 10 tahun perawatan medis terhenti, orang tua Tati berusaha untuk kembali memulai proses pengobatan anaknya agar ia dapat memiliki anus seperti orang pada umumnya. Proses pengobatan pun dimulai dari Puskesmas, lalu berlanjut ke RSUD Pandeglang yang kemudian merujuknya ke RSCM Jakarta. Proses pengobatan terpaksa terhenti kembali karena orang tuanya tak memiliki biaya untuk transportasi dan bekal ke Jakarta meski Tati telah memilki JKN – KIS kelas III. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan, pada 12 April 2017 Tati dapat berobat ke RSCM Jakarta dan sudah dijadwalkan untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan medis sebelum dilakukan operasi. Kurir Sedekah Rombongan kembali  menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Semoga Tati diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan diberi kesembuhan, amin. Santunan sebelumnya masuk dalam Rombongan 968.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Tati menderita atresia ani


TATI SURYANTI (12, Atresia Ani). Alamat : Kp . Cikiray Girang, RT 4/7, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tati dilahirkan dalam kondisi yang tidak sama seperti bayi pada umumnya, ia memiliki kelainan tidak memiliki anus dan juga bentuk kaki yang agak bengkok. Pada awalnya, Tati terpaksa harus buang air besar melalui organ vaginanya yang disertai rasa sakit. Tati pernah menjalani pengobatan pada tahun 2006 ketika berusia 3 tahun dan menjalani operasi kolostomi (pembuatan lubang pembuangan sementara) di RSCM Jakarta. Pasca operasi Tati bisa buang air besar tanpa rasa sakit namun ia masih harus menjalani operasi lanjutan untuk pembuatan anus. Pengobatan Tati belum selesai, namun orang tuanya terpaksa harus menghentikan pengobatan karena kehabisan biaya, terlebih lagi ibundanya, Marlinah telah meninggal dunia. Putri pertama dari Pak Sakri (57) yang bekerja sebagai kuli bangunan ini, terpaksa hidup dengan sakitnya hingga berusia 12 tahun. Setelah hampir 10 tahun perawatan medis terhenti, orang tua Tati berusaha untuk kembali memulai proses pengobatan anaknya agar ia dapat memiliki anus seperti orang pada umumnya. Proses pengobatan pun dimulai dari Puskesmas, lalu berlanjut ke RSUD Pandeglang yang kemudian merujuknya ke RSCM Jakarta. Proses pengobatan terpaksa terhenti kembali karena orang tuanya tak memiliki biaya untuk transportasi dan bekal ke Jakarta meski Tati telah memilki JKN – KIS kelas III. Alhamdulillah setelah dibantu Sedekah Rombongan, pada 12 April 2017 Tati dapat berobat ke RSCM Jakarta. Tati sudah menjalani pemeriksaan lopografi dan selanjutnya sudah dijadwalkan untuk berobat di poli bedah anak. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat ke RSCM Jakarta. Santunan sebelumnya disampaikan pada Rombongan 968 dan pada 4 Mei 2017.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana Dadan @ririn_restu

Tati menderita atresia ani

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MUSLIMAH INTINAN JIHAN 500,000
2 KURNIAWAN BIN CARSONO 750,000
3 KASIH BINTI WARDONI 750,000
4 RUHAJI BIN RAMITA 500,000
5 SAIPAH BINTI WASLAM 500,000
6 KASIH BINTI WARDONI 750,000
7 RUHAJI BIN RAMITA 500,000
8 AMINAH BINTI MADINA 2,550,000
9 LAELA BINTI SABIT 1,000,000
10 SHINTYA PUTRI 500,000
11 NAURA SALSABILA 500,000
12 ACEP JUMHUR 500,000
13 AI MELA MUSTIKASARI 500,000
14 ASEP SUPRIATNA 500,000
15 ICIH SUKAESIH 500,000
16 NANANG KOSIM 500,000
17 SITI RAHMA 500,000
18 HUSEN BIN SAENI 500,000
19 MUTIAH BINTI MUHAMAD 500,000
20 SUHYO BIN SUADI 500,000
21 DIDING HOLIDIN 500,000
22 NAMIH BINTI NILAN 1,000,000
23 WULAN JAMILAH 500,000
24 RAVEENA PUTRI MAULIDA 2,500,000
25 KOYAH BINTI ODIH 1,000,000
26 PRINCESS WIDA RASYID 500,000
27 WILDA SARI 2,500,000
28 MTSR BEKASI 3,000,000
29 GIANTI PUTRI AMALIA 500,000
30 IZYU MAULANA 500,000
31 EKO PURWADHI 500,000
32 RASIM BIN WIHATMI 750,000
33 MUHAMMAD ZIBAL 500,000
34 OOH BINTI SADILI 500,000
35 MTSR JAKARTA 20,500,000
36 DESTA WIJAYA 1,000,000
37 AHMAD HAZIMI 1,000,000
38 DENI SUPRIANTO 700,000
39 RATNO BIN SUTARNO 500,000
40 ROHIM BIN ABDULLAH 500,000
41 SUTRIYO BIN CITRO AMIJOYO 1,000,000
42 ANNISA BINTI ABDUL HANAN 750,000
43 ARAY SAPUTRA 1,000,000
44 MUHAMMAD HAFIDZ AL FARIZY 1,000,000
45 PARTINAH BINTI SANMUKMIN 1,000,000
46 UMRIYAH BINTI OCID 500,000
47 AHMAD FATURAHMAN 1,000,000
48 MUHAMMAD UMAR 1,000,000
49 TATI SURYANTI 500,000
50 TATI SURYANTI 500,000
Total 60,500,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 60,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1006 ROMBONGAN

Rp. 51,153,800,354,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.