Rombongan 1005

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.
Posted by on June 4, 2017

BATTAR ABINAYA BASUPATI (2, Atresia Billier). Alamat: Sidoasri RT 1/1 Candipuro, Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Battar begitu bocah kecil ini sering disapa, terlahir dengan persalinan normal Battar tumbuh layaknya bayi seusianya. Tapi saat usia Battar menginjak bulan kedua, sclera mata dan badannya tampak menguning, sudah pernah dibawa ke dokter. Dokter mengatakan jika sebaiknya sering berjemur jika pagi dan diberi obat. Seminggu berikutnya tak ada perubahan, hingga Battar dibawa ke rumah sakit daerah, dari sana Battar didiagnosa  Atresia Billier dan harus dirujuk ke RSCM Jakarta. Di RSCM, Battar cukup lama menjalani serangkaian pemeriksaan hingga pada tanggal 29 November 2015 Battar kecil dilakukan tindakan transplantasi hati, dengan ayahnya sebagai pendonor. Pasca menjalani transplantasi hati, tentu kondisi Battar semakin rentan terhadap penyakit lain dan harus hidup ditempat yang lebih baik. Sementara sang ayah, bapak Sutrisno (37) sehari-hari bekerja sebagai sopir truk inipun tidak bisa terlalu dipaksakan karena kondisi pasca menjadi pendonor hati untuk Battar tidak boleh terlalu memforsir tenaganya. Sementara sang ibu, ibu Jumi Lestari (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Hingga saat ini Battar masih harus mengkonsumsi susu khusus dengan harga yang tidak murah dan juga masih harus menjalani rawat jalan setiap 1 bulan sekali ke RSCM. Kondisi ini dirasakan sulit bagi pak Sutriyono, sehingga kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membeli susu khusus untuk Battar, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 992. Orang tua Battar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.0000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Battar menderita atresia billier


FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH (1, Atresia Billier). Alamat: Kp. Pengarengan RT 6/6 No. 99 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung. Jakarta Timur. Fachri, begitu anak ini akrab disapa. Setahun yang lalu Fachri terlahir dengan persalinan normal. Fachri awalnya seperti bayi pada umumnya, namun saat usianya menginjak 1 minggu tubuh Fachri terlihat kuning, sudah berjemur tapi tetap sama saja. Lalu oleh orang tuanya, Fachri dibawa ke bidan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit ibu dan anak. Tetap tidak ada perkembangan yang berarti, akhirnya Fachri dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta, waktu itu Fachri masih tinggal di Kebumen. Cukup lama Fachri pulang pergi Jogja-Kebumen, karena dirasakan cukup berat, akhirnya orang tua Fachri memutuskan untuk membawa Fachri ke Jakarta yang kebetulan ayah Fachri bekerja di Jakarta. Usia 3 bulan, Fachri mulai berobat le RSCM. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, dokter mengatakan jika Fachri menderita Atresia Billier. Dan lagi, selama ini tindakan yang bisa dilakukan untuk anak dengan Atresia Billier adalah transplantasi hati. Sampai saat ini Fachri masih terus melakukan kontrol rutin di beberapa poli di RSCM, sambil menunggu jadwal transplantasi hati. Kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali ke poli, ini dirasakan cukup berat untuk orang tua Fachri, belum lagi biaya untuk membeli susu khusus yang tidak murah. Orang tua Fachri, bapak Edi (36) sehari-hari belerja sebagai buruh pabrik dan tak jarang harus ijin bekerja karena mengantar Fachri kontrol. Sementara sang ibu, ibu Siti (31) adalah ibu rumah tangga. Mendengar tentang kondisi Fachri, Kurir Sedekah Rombongan langsung menemui Fachri di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan akomodasi ke rumah sakit, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 989. Orang tua Fachri mengucapkan bantuan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Fachri menderita atresia billier


MAHIRA ASLA FAZILAH (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Lumba-lumba 2 RT 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita  Atresia Billier (kondisi bawaan /kongenital dimana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu). Atresia Billier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Gejala awal yang tampak pada Mahira, anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama  yang sudah dilakukannya puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Dan berlanjut ke RSCM sampai akhirnya harus menjalani transplantasi hati. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun pasca menjalani tindakan transplantasi hati yang dilakukan Februari 2015 kemarin membuat Mahira harus menjalani rawat jalan yang panjang. Kondisi membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang bekerja sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan membeli susu khusus telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 992. Saat ini Mahira  tetap masih terus  menjalani rawat jalan setiap sebulan sekali di RSCM. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhan Mahira.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  21 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Mahira menderita atresia billier


ADI CHANDRA (2, Epidermolisis Lubus + Hernia + Gizi Kurang). Alamat: Kp. Kaliabang RT 9/24 Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat. Adi begitu bocah ganteng ini disapa, adalah putra pasangan bapak Amir Mahmud (40) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Marfu’ah (36) seorang ibu rumah tangga. Adi, kini sedang menjalani pengobatan rutin di RSCM Jakarta. Gejala awal yang dirasakan oleh Adi adalah terdapat luka dijempol kaki, sudah diberi salep untuk lukanya. Tapi lukanya tak kunjung sembuh, justeru malah semakin melebar ke bagian tubuh yang lain seperti mulut, dada, pantat, punggung bahkan di kepala. Dari hasil pemerikmasaan yang telah dilakukan Adi menderita Epidermolisis Lubus atau pengelupasan kulit diusia dini dan ini merupakan penyakit langka. Tapi untuk saat ini pengobatan Adi  lebih ke perbaikan gizinya terlebih dahulu, sehingga Adi harus mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sementara pengahasilan sang ayah tak cukup untuk memenuhi gizi Adi. Adi masih mempunyai kakak yang masih kecil dan adik bayi. Sehingga saat Adi dirawat sang ayah terpaksa tidak bekerja karena harus menunggu Adi, dan sang ibu mengasuh anaknya yang masih bayi. Mengingat begitu besar beban hidup yang dihadapi pak Amir, Kurir Sedekah Rombongan begitu mendapatkan informasi langsung mengunjungi Adi di RSCM dan menyampaikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani perawatan. Semoga bantuan ini sedikit banyak bisa meringankan beban orang tua Adi dan Adi bisa terus melanjutkan pengobatannya hingga sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Adi menderita epidermolisis lubus + hernia + gizi kurang


TYAS B CAHYANINGSIH (13, Tumor Medula). Alamat: Jalan Damai RT 7/2 Kelurahan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. 8 tahun yang lalu saat Tyas bangun pagi, tiba – tiba ia merasakan kedua kakinya lemas, ia pun tidak bisa buang air kecil dan buang air besar. Sepuluh hari Tyas diberi obat warung oleh ibunya, Ibu Nuryati (33), tapi usaha itu sia-sia. Akhirnya Ibu Nuryati membawa Tyas berobat ke RS Sumber Waras, lebih dari sebulan Tyas dirawat, tapi kesembuhan belum kunjung didapat. Sampai akhirnya Tyas kecil dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), beberapa kali ia menjalani pemeriksaan tapi pihak dokter masih kesulitan menemukan penyebab dari kelumpuhan yang dialami oleh Tyas. Akhirnya Tyas menjalani pemeriksaan MRI 1.5, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan ia menderita Tumor Medula Spinalis (Tumor di Tulang Belakang). Dokter mengambil tindakan untuk mengangkat tumor tersebut, tapi hanya 60% saja. Pasca operasi, tak banyak juga perubahan yang dialami Tyas. Tindakan radioterapi sebanyak 30 kali pun sudah dilewati Tyas, tapi kondisinya tak kunjung membaik. Tyas hanya bisa terbaring di tempat tidur hingga punggung dan pantatnya terluka,  membusuk dan tulangnya keluar. 4 tahun pasca tindakan yang dilakukan di RSCM, Tyas melanjutkan pengobatannya di RSUD Tarakan, karena jaraknya lebih dekat dari tempat tinggalnya. Sang Ibu sampai sekarang belum bisa membawa Tyas ke rumah sakit lagi, karena tidak memiliki uang dan harus mengurus dua adik Tyas. Di balik keceriaannya, ternyata Tyas harus menjalani tindakan amputasi pada kaki kanannya, karena bagian pantat yang telah membusuk tersebut sudah terinfeksi dan jika tidak dilakukan amputasi kemungkinan kelumpuhan yang dialami Tyas akan menjalar ke bagian tubuh yang lain. Selama di rumah Tyas harus menjalani perawatan lukanya dengan baik, ia pun membutuhkan pampers dan susu. Kondisi ini yang membuat Ibu Nuryati bingung jika tak ada uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk melanjutkan pengobatan Tyas dan membeli kebutuhan Tyas seperti perban, pampers dan susu. Tyas sebelumnya telah dibantu dalam Rombongan 992. Sekarang Tyas kembali dirujuk ke RSCM untuk kontrol rutinnya. Semoga proses pengobatan panjang yang dijalani Tyas, nantinya akan memberikan hasil yang terbaik, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @Khoirul @untaririri @endangnumik

Tyas menderita tumor medula


ANGGUN NUR SAYANTI (5, Allagile Syndrom). Alamat: Jl. Bendung Mengannganti Km. 2 Pasirgaru RT 4/5 Bojongsari, Kedungreja, Cilacap, Jawa Tengah. Anggun, gadis cantik ini mungkin terlihat lebih kecil dari anak seusianya. Anggun menderita Allagile Syndrom sejak usianya menginjak 6 bulan. Mata dan tubuh Anggun terlihat kuning, perutnya tampak buncit. Anggun sempat menjalani pengobatan di RS Sardjito Jogjakarta, tapi karena tak kunjung ada tindakan orang tua Anggun meminta kepada dokter untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Berharap, nanti di RSCM Anggun bisa segera dilakukan tindakan cangkok hati, karena hingga saat ini pengobatan yang dilakukan hanya cangkok hati. Meski tak mempunyai biaya lebih, tapi orang tua Anggun memiliki rasa optimis yang lebih untuk sang buah hati. Orang tua Anggun, bapak Santo Lukmaja (30) adalah seorang pedagang bubur keliling. Sementara sang ibu, Panggung Triyanti (28) adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Selain biaya hidup yang tak sedikit, Anggun juga memerlukan susu khusus untuk memenuhi kebutuhan gizinya, sementara sang ayah belum bisa bekerja lagi karena harus mendampingi Anggun berobat. Dengan alasan itu, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya membeli susu khusus. Semoga keinginan orang tua Anggun untuk melihat anaknya sehat diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy @endangnumik

Anggun menderita allagile syndrom


REYNAND ARCHILES (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Proklamasi RT 1/3 Cimone Jaya, Karawaci, Tangerang, Banten. Reynand, bocah dengan tubuh dan bermata kuning ini menderita Atresia Billier atau tidak terbentuknya saluran empedu secara sempurna sehingga menyebabkan kerusakan pada hati. Kondisi ini mengharuskan Reynand untuk mengkonsumsi susu khusus yang harganya tidak murah. Sementara orang tua Reynand, Ibu Doropat Simatupang (38) adalah seorang ibu rumah tangga. Dan bapak Betman Sihotang (40) adalah seorang supir ojek online. Kemarin saat dirawat Reynand sempat mengalami kejang dikarenakan terdapat pembengkakan di otak. Karena harus menunggu Reynand di rumah sakit, sang ayah terpaksa tidak bekerja sementara untuk kebutuhan sehari-hari biasa mengandalkan dari hasil mengojek online. Mendengar tentang kondisi Reynand, Kurir Sedekah Rombongan langsung mengunjungi di ruang rawat inap gedung A RSCM, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seminggu pasca menjenguk Reynand, kami mendapat kabar jika Reynand telah berpulang. Semoga Allah menempatkan mu ditempat yang terbaik di sisiNYA dan keluarga yang ditinggalkanya diberikan ketabahan. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Shendy @endangnumik

Reynand menderita atresia billier


AXEL AFIF PANGESTU (3, Atresia Billier). Alamat: Ensalang RT 2/1 Desa Ensalang, Kecamatan Ensalang, Kabupaten Sekadau, Pontianak Kalimantan Barat. Axel, begitu bocah kecil ini disapa. Sejak usia 3 bulan, mata dan tubuh Axel terlihat kuning disertai dengan perutnya yang membuncit. Beberapa kali ke bidan dan puskesmas hanya menyarankan untuk berjemur  diwaktu pagi hari memanaskan tubuhnya dengan sinar matahari. Hingga saat itu Axel dirujuk ke RSUD di Pontianak dan dilakukan beberapa pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Axel menderita Atresia Billier dan disarankan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta. Karena untuk saat ini pengobatan untuk anak dengan kondisi tersebut hanya cangkok hati dan baru bisa di RSCM. Tapi langkah Axel ke Jakarta tak semudah yang dibayangkan. Orang tua Axel, Maria Andryani (30) adalah seorang ibu rumah tangga. Sementara sang ayah, Ranu Desab (33) bekerja sebagai office boy disalah satu bank di Pontianak. Dengan modal nekat untuk kesembuhan sang buah hati, mereka memutuskan membawa Axel ke Jakarta. Baru sebulan berada di Jakarta, orang tua Axel merasa berat karena biaya hidup sehari-hari yang tidak sedikit. Belum lagi susu khusus yang harus dikonsumsi terus oleh Axel yang harganya tak murah. Mendengar kondisi Axel, kurir sedekah rombongan langaung mengunjungi Axel di RSCM. Tak berselang lama, kami mendengar kabar jika Axel telah berpulang. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk membantu meringankan biaya kepulangan jenazahnya ke Pontianak. Orang tua Axel mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri Shendy @endangnumik

Axel menderita atresia billier


VENI BINTI FRANS (6, Tumor batang otak). Alamat: Cikande permai RT 6/2 kelurahan Situ Terate , Kecamatan Cikande, kota serang provinsi Banten. Veni biasa bocah ini disapa, berawal dari tanggal 16 Februari 2017  tiba-tiba Veni mengalami kejang-kejang, demam tinggi disertai batuk darah. Karena khawatir, orang tua veni membawa Veni ke rumah sakit umum Serang, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi serta rongent , setelah dirawat 5 hari di rumah sakit umum Serang, dari hasil pemeriksaan dokter, Veni terdiagnosa menderita tumor batang otak. Karena keterbatasan fasilitas, Veni pun dirujuk ke RSCM Jakarta pada tanggal 22 February, saat ini kondisi Veni lumpuh karena virus ini menyerang saraf gerak motorik pada dalam tubuh veni, tak itu saja Veni pun tidak dapat berbicara dan makan  ia hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur. Untuk membantu pernapasanya Veni harus dilakukan tindakan trakeostomi. Dokter sudah mengatakan jika kondisi ini terlalu berat untuk Veni dan terus menguatkan orang tuanya, bapak Frans (37) dan ibu Fitriatul Hasanah (29). Berobat dengan jaminan kesehatan BPJS sangat membantu keluarga ini, namun untuk memenuhi kebutuhan harian sangat memberatkannya apalagi kedua orang tua Veni tidak bekerja. Kembali bantuan lanjutan untuk biaya harian disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 987. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @riniastuty @endangnumik

Veni menderita tumor batang otak


DINA MURSALINA (17, Biaya Sekolah). Alamat: Jl Raden Intan Pekonlom Mega Satu No. 59 RT 1/1 Kelurahan Talang Padang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Dina Mursalina atau lebih akrab disapa dengan Dina, adalah siswi kelas 3 SMK di salah satu sekolah swasta di Lampung. Bulan ini Dina akan menjalani Ujian Nasional tapi tak semudah siswal lain yang tak mempunyai tunggakkan biaya sekolah, Dina terancam tak bisa mengikuti ujian dikarenakan belum bisa melunasi uang SPP dari kelas 2 SMK sejumlah RP. 5.200.000,-. Orang tua Dina, bapak Nurdin (60) dan ibu Nana (57) bekerja sebagai penjual gorengan di pasar dengan penghasilan yang tak menentu. Mereka tinggal di sebuah lahan milik pemerintah yang kapanpun bisa saja digusur. Meski teempat tinggal mereka tidak dikenai biaya namun jika untuk melunasi tunggakan SPP Dina, orang tua Dina merasa sangat keberatan tapi orang tua Dina menginginkan jika sang anak bisa lulus sekolah. Lewat salah satu kurir Sedekah Rombongan yang mengetahui informasi tentang Dina, Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk membayar biaya tunggakan sekolah setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 988. Santunan kali ke 3 ini Alhamdulillah sudah sangat membantu meringankan biaya tunggakan sekolah Dina. Keluarga sederhana ini mengucapkan banyak terima kasih kepada #Sedekaholics.

Jumlah bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 29 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @RiniAstuti @endangnumik

Bantuan biaya sekolah


MISIDI BIN NURDINO (60, Sakit Paru-Paru). Alamat : Jl. Pagesangan 4 Gang Damai RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Pak Misidi selama 3 tahun terakhir sering demam dan batuk-batuk yang tak henti-henti. Pak Misidi sudah pernah berobat ke Puskesmas di dekat rumah nya. Oleh pihak Puskesmas, Pak Misidi disarankan untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Setelah dilakukan foto rontgen di RS Bhayangkara, diketahui bahwa ada luka di paru-paru Pak Misidi. RS Bhayangkara memberikan obat jalan dengan resep dokter setempat, namun dengan kondisi apabila Pak Misidi mengalami muntah darah maka akan disarankan opname. Pak Misidi bekerja sebagai penjual pentol keliling. Beliau tinggal bersama ibunya, Bu Misri (80). Bu Misri adalah seorang  ibu rumah tangga. Pak Misidi pernah memiliki jaminan kesehatan Jamkesda namun saat ini hilang. Kemauan Pak Misidi sembuh sangatlah besar, namun terhalang besarnya biaya untuk berobat dan tranportasi menuju ke rumah sakit. Keluarga mengungkapkan kesedihannya pada kurir Sedekah Rombongan. Melihat kondisi ini, kurir Sedekah Rombongan ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga. Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya tranportasi dan biaya kehidupan sehari-hari karena semenjak sakit beliau tidak bekerja dan tidak punya penghasilan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 967. Semoga beliau dapat segera sembuh sehingga bisa beraktivitas kembali.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2017
Kurir :   @Wahyu_CSD  Bambang @EArynta

Pak Misidi menderita sakit paru-paru


TEMON BINTI SAWAL (70, Kanker Servik). Alamat : Dusun Lebak Sari, RT 45/20, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar satu bulan yg lalu, Ibu Temon mulai merasakan nyeri secara terus menerus pada bagian alat vital beliau. Karena hanya dianggap nyeri biasa saja, beliau pun akhirnya menghiraukan nyeri yang dirasakan. Karena tidak mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan apa-apa. Seiring berjalannya hari kondisi Ibu Temon menjadi lemas dan hanya bisa berbaring saja di tempat tidur. Karena kondisi beliau yag semakin parah, akhirnya beliau dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan pengobatan yang intensif. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun menyimpulkan dari hasil pemeriksaan yang dijalani bahwa Ibu Temon mengalami kanker servik atau kanker yang ada pada dinding rahim. Karena kondisi yang lemas Ibu Temon disarankan untuk menjalani rawat inap di RSSA untuk beberapa hari dan pada bulan ini Ibu Temon direncanakan meneruskan jadwal kemonya lagi. Akan tetapi karena kondisi yang lemah membuat dokter mengundur jadwal kemo beliau. Ibu Temon tinggal bersama suami beliau, Bapak Lasimun (67) yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Terkadang Ibu Temon juga bekerja sebagai buruh tani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena penghasilan yang di dapat sangat sedikit, sehingga mengurungkan niat beliau untuk pergi berobat. Ibu Temon yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas III PBI sangat membantu beliau. Akan tetapi untuk biaya hidup saat di rumah sakit dan transportasi menjadi kendalanya. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Temon dan dapat membantu dalam pendampingan selama berobat. Bantuan yang telah diberikan kepada Ibu Temon dipergunakan untuk kebutuhan saat masuk rumah sakit, susu, pampers dan perbaikan keadaan umum. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat menjadikan jalan kesembuhan untuk Ibu Temon. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Bu Temon menderita kanker servik


SRI RAHAYU (41, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Tawangsari, RT 5/5, Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Beliau merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Malang sejak tahun 2014. Awal mula beliau merasakan sakit pada di payudara sebelah kiri dan lambat laun semakin membesar sampai menimbulkan luka. Keluarga yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya membawanya ke Rumah Sakit Amelia namun pihak rumah sakit menolak untuk menangani. Akhirnya Bu Sri dibawa ke RS Bhayangkara Kediri dan dilakukan operasi. Pada bulan ini Ibu Sri menjalani kontrol di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk meneruskan pengambilan cairan pada paru-paru beliau. Saat ini beliau tinggal bersama suaminya Edi Nugroho (45) dan satu anaknya bernama Hilal (7). Sehari-hari Bapak Edi bekerja sebagai penjual buah keliling dengan penghasilan yang sedikit dan Bu Sri hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas II yang dimiliki Ibu Sri, sedikit meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendalanya. Keluarga pun bertemu dan mengungkapkan kesulitan yang dihadapi kepada tim Sedekah Rombongan. Santunan kembali kurir sampaikan untuk membeli obat-obatan, iuran BPJS, perbaikan keadaan umum dan transportasi pulang pergi Kediri-Malang. Bantuan kepada Ibu Sri pada bulan sebelumnya telah tercatat dalam nomor rombongan 991. Semoga Ibu Sri segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 26 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Ibu Sri menderita kanker payudara kiri


TITIN SUNARWI (45, Kelainan Katuo Jantung). Alamat: Dusun Bakungan RT 8/4, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.Hidup sebagai seorang penjahit telah dijalani oleh bu Titin, namun semenjak beliau merasakan sakit yang tidak tertahankan pada dada bagian kirinya membuat beliau harus berhenti bekerja.  Semenjak sakit yang beliau rasakan semakin parah, akhirnya beliau memilih berhenti bekerja, sehingga sekarang kebutuhan hidupnya bergantung pada kebaikan saudara dan orang-orang di dekatnya. Belakangan telah diketahui bahwa sakit yang dirasakan di dada kirinya ternyata adalah kelainan pada katup jantung. Semakin hari sakit yang dirasakan semakin tidak tertahankan sampai beliau mengeluh kesakitan kepada kakak perempuannya. Bu Titin kini tinggal bersama kakak perempuannya di Salatiga dan kakaknya lah yang merawat dan mengurus segala keperluan berobat bu Titin. Allah telah mempertemukan Kurir Sedekah Rombongan dengan bu Titin melalui tetangga beliau di Salatiga yang waktu itu bertemu dengan Kurir Sedekah Rombongan di RS Ken Saras Ungaran. Bu Titin telah periksa ke RS Ken Saras Ungaran dan oleh dokternya beliau diberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan diagnosa secara detail tentang kondisi jantungnya. Hasil EKG dari RSUP dr. Kariadi belum mampu memberikan gambaran detail kondisi jantung bu Titin, sehingga dokter spesialis yang menanganinya merekomendasikan beliau untuk menjalani Penyadapan Jantung yang dijadwalkan akan dilakukan pada hari Kamis, 13 April 2017. Kini bu Titin menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan santunan awal telah diberikan untuk membantu biaya berobat dan sebagai tambahan kebutuhan harian bu Titin.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian

Bu Titin menderita kelainan Katup jantung


SUNARTO HARJO SAPUTRO (60, Stroke). Alamat: Lingkungan Ngimbun RT 5/3, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Mbah Narto biasa dia dipanggil, dahulu bekerja sebagai tukang tambal ban, selama 3 tahun ini mengalami sakit stroke dan sampai sekarang tidak bisa bekerja lagi.  Selama sakit mbah Narto berobat di RSUD Ambarawa dan selama 6 bulan ini mbah Narto sudah tidak berobat lagi di RSUD Ambarawa karena tidak mempunyai biaya untuk transportasi dan pembelian obat yang tidak ditanggung oleh JKN-BPJS. Selama 6 bulan ini mbah Narto hanya bisa berobat di puskesmas dan selama ini mbah Narto hanya bisa mengandalkan istrinya Sumini (57) yang hanya jualan gorengan di PT. Arakon Kab. Semarang. Mbah Sumini sendiri sakit-sakitan sehingga juga butuh pengobatan meskipun dengan biaya sendiri. Kebutuhan makan sehari-hari hanya mengandalkan dari hasil jualan dan kadang juga dibantu dari 3 anaknya yang sudah berumah tangga semua dan ketiga anaknya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dan seorang pekerja pabrik yang kerjanya sistem shift, hanya gaji pokok tidak ada insentif lemburan. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, mbah Narto dan istrinya menyampaikan kesedihannya karena dalam kondisi sakit stroke ekonomi sulit sangat ingin bisa sembuh namun tidak bisa berobat. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dirasakan oleh mbah Narto dan Istrinya, bantuan awal telah disampaikan untuk biaya berobat dan tambahan biaya hidup sehari-hari. Semoga mbah Narto serta istrinya segera bisa lekas sembuh dan bisa mengais rizki untuk kehidupan beliau berdua.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @dayati_hayati @dedi

Pak Sunarto menderita stroke


IFA FARHANAH (34, Kanker Jaringan Lunak). Alamat: Dusun Druju, RT 4/10, Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Sekitar enam bulan yang lalu, ibu Ifa mengeluh sakit di bagian dada dan mengalami sesak napas. Beliau juga mengeluh bahwa seluruh badan beliau sulit untuk digerakkan. Karena keadaan tersebut, tubuh ibu Ifa menjadi lemah dan kaku. Akhirnya ibu Ifa memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Ifa didiagnosa menderita kanker jaringan lunak. Dokter segera melaksanakan pengobatan berupa radioterapi dan kemoterapi setiap hari. Ibu Ifa adalah seorang ibu rumah tangga. Suaminya, Zainal Abidin (39) adalah seorang nelayan. Ia mempunyai 1 orang anak yang mmasih kecil. Selama pengobatan, ibu Ifa menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai biaya obat-obatan diluar tanggungan KIS dan tempat untuk tinggal ketika menjalani pengobatan rutin di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Maklum saja, perjalanan yang jauh harus mereka tempuh untuk menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan mendengar kisah perjuangan ibu Ifa. Kini beliau sudah menempati rumah singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Surabaya agar lebih mudah untuk menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap harinya. Bantuan awal dari para sedekaholic telah diterima ibu Ifa dan digunakan untuk biaya pengobatan diluar jaminan kesehatan dan biaya transportasi. Semoga ibu Ifa dapat segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.177.374,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Bu Ifa menderita kanker jaringan lunak


SUPINAH MIDA (58, Katarak + Gloukoma). Alamat: Jalan Jambangan Baru Gang V No. 11, RT 5/7, Kecamatan jambangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2000, ibu Supinah mengeluh sakit di bagian mata. Selama beberapa waktu ibu Supinah hanya membiarkan keluhan sakit di daerah matanya karena menganggap akan sembuh dengan sendirinya. Pada akhirnya penglihatan mata sebelah kanan menjadi kurang jelas sehingga tidak mampu melihat atau membaca objek di sekitar ibu Supinah. Sedangkan mata bagian kiri sudah benar-benar tidak bisa melihat. Ibu Supinah pun dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Supinah didiagnosa menderita katarak dan Gloukoma. Pada tahun 2005 beliau akhirnya menjalani operasi gloukoma di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan biaya pribadi. Suami ibu Supinah sudah meninggal. Sehari-harinya Ibu Supinah bekerja sebagai pedagang kaki lima. Beliau tinggal seorang diri di sebuah kos dengan atap dan penyangga yang hampir runtuh. Kini, ibu Supinah memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, ibu Supinah masih mengalami kesulitan untuk membiayai pengobatan yang biayanya tidak di cover KIS. Sedekah Rombongan telah menyalurkan bantuan dari para sedekaholics kepada ibu Supinah. Bantuan digunakan untuk biaya pengobatan dan transportasi. Bu Supinah mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumal Bantuan : Rp. 541.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Bambang @EArynta

Bu Supinah menderita katarak + gloukoma


WARJAN BIN SURO RANGKIR  (42, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Dusun Sugihan, RT 2/3, Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Awal Januari 2017 bapak Warjan menderita sariawan yang menyebabkan demam dan lemas. Bapak Warjan akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas Parengan. Berdasarkan pemeriksaan, sariawan beliau merupakan sariawan. Bapak Warjan pun diberikan beberapa obat. Setelah tiga hari berlalu, bapak Warjan masih mengeluh sakit sehingga dilakukan cek laboratorium di Puskesmas Parengan. Dari Puskesmas Parengan bapak Warjan dirujuk ke Poli Sehati RSUD Sosodoro Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Bersarkan hasil pemeriksaan, bapak Warjan didiagnosa mengalami penurunan kekebalan tubuh. Kini, sariawan yang dialami oleh bapak Warjan belum sembuh. Beliau juga masih demam dan lemas. Nafsu makan bapak Warjan menurun sehingga badannya semakin kurus. Tidak hanya itu, beliau sering batuk-batuk dan pusing yang berkepanjangan. Bapak Warjan adalah seorang buruh tani serabutan. Istri beliau, Sulastri (40) juga bekerja sebagai buruh tani. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Selama pengobatan, bapak Warjan menggunakan jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, bapak Warjan masih mengalami kesulitan mengenai biaya obat-obatan diluar jaminan KIS dan biaya transportasi. Hal tersebut dikarenakan bapak Warjan adalah tulang punggung keluarga. Beliau juga harus menghidupi keluarganya. Upah sebagai buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Sehingga apabila bapak Warjan dirawat, beliau mengalami kesulitan untuk mencukup kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan. Bantuan awal dari para sedekaholic telah diterima oleh bapak Warjan. Bantuan tesebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya obat-obatan di luar jaminan KIS. Pak Warjan dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhAbuSaSi @EArynta

Pak Warjan menderita penurunan kekebalan tubuh


NURKHAYANAH NURIL (41, Infeksi Saluran Kencing). Alamat: Dusun Balongsari, RT 6/2, Desa Ploso, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Akhir Februari 2017 lalu ibu Nurkhayanah tiba-tiba merasakan keluhan sakit di perut sebelah kiri. Karena khawatir, keluarga membawa ibu Nurkhayanah ke dokter desa untuk melakukan pemeriksaan. Setelah beberapa hari berlalu ibu Nurkhayanah masih mengeluh sakit sehingga keluarga membawa beliau ke Puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Ibu Nurkhayanah menjalani pemeriksaan dengan alat USG. Dokter mendiagnosa bahwa terdapat pembengkakan di saluran kencing ibu Nurkhayanah dan beliau harus dirawat selama beberapa hari. Setelah menjalani pengobatan di Puskesmas selama empat hari dan dinyatakan sehat, ibu Nurkhayanah akhirnya dibawa pulang. Namun beberapa hari di rumah, ibu Nurkhayanah masih sering mengeluh sakit di perut beliau. Karena kesulitan mengenai biaya pengobatan, akhirnya keluarga belum bisa membawa ibu Nurkhayanah kembali ke Puskesmas untuk diperiksa kembali. Pada tanggal 5 April 2017, keluhan sakit di perut ibu Nurkhayanah kambuh lagi dan disertai kejang-kejang. Keluarga khawatir sakit yang diderita ibu Nurkhayanah menjadi semakin parah sehingga ibu Nurkhayanah langsung dilarikan ke RSUD Sidoarjo. Ibu Nurkhayanah bekerja sebagai penjual pentol bersama dengan suami beliau, Nuril (45). Mereka memiliki lima orang anak, dengan anak pertama sudah bekerja sedangkan yang lain masih bersekolah. Selama pengobatan, ibu Nurkhayanah menggunakan biaya pribadi karena masih belum memiliki jaminan kesehatan. Pihak keluarga mengalami kesulitan mengenai biaya pengobatan. Mereka tidak memiliki tabungan untuk keperluan mendadak karena penghasilan yang mereka dapat hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan ibu Nurkhayanah. Bantuan telah disampaikan, dan digunakan untuk biaya pengobatan yang sudah dijalani beliau. Semoga ibu Nurkhayanah dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Bu Nur menderita infeksi saluran kencing


SETU RUSTILAH (53, Bantuan Kaki Palsu). Alamat: Wonocolo Pabrik Kulit Gg 2 No 1-A, RT 9/3, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sejak awal tahun 2007, kaki Bapak Setu sudah diamputasi. Awal mulanya adalah ketika beliau bekerja serabutan dan sedang melakukan pemotongan pada batang pohon. Tiba-tiba kaki Bapak Setu tersengat aliran listrik dari alat potong. Karena kondisi kaki Bapak Setu tidak memungkinkan untuk diobati dan sudah pada tahap yang parah, maka keputusan dokter adalah dilakukan amputasi. Pada saat itu, semua pengobatan yang dilakukan Bapak Setu menggunakan biaya pribadi karena tahun 2007 beliau masih belum memiliki jaminan kesehatan. Sayangnya, amputasi yang dilakukan pada kaki Bapak Setu tidak tepat sehingga posisi kaki palsu yang digunakan beliau juga sulit untuk mencocokkanya. Sehari-hari, Pak Setu bekerja sebagai penjual bakso. Sedangkan istrinya, Rustilah (48) juga ikut membantu berjualan bakso sambil mengasuh anak tetangganya. Walaupun penggunaan kaki palsu Pak Setu kurang nyaman, Pak Setu masih memakai kaki palsunya untuk mempermudah bekerja, hingga pada akhirnya kaki palsu beliau pun rusak. Kini Pak Setu sudah mempunyai fasilitas jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Karena kaki palsu yang sudah rusak dan penggunaannya yang kurang nyaman, Pak Setu sangat kesulitan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dan berjualan bakso. Mendengar hal tersebut, Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh Bapak Setu. Sedekah Rombongan membantu biaya untuk pembuatan kaki palsu baru yang cocok untuk kondisi Bapak Setu. Bapak Setu dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Semoga Bapak Setu dapat berjalan dengan baik menggunakan kaki palsu yang cocok dan dapat menjalani aktivitasnya dengan lancar. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 10 Februari 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bantuan kaki palsu


BAMBANG SUPRAPTO (34, Patah Tulang). Alamat: Wergu Wetan, RT 4/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Bambang adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak bulan Januari tahun 2017. Awal mulanya Bapak Bambang sehat , namun pada bulan Desember tahun 2016 Bapak Bambang mengalami kecelakaan ketika akan berangkat kerja yang mengakibatkan patah Tulang pada kaki bagian paha kiri. Kemudian dalam penanganannya Bapak Bambang menjalani operasi dan pemasang pen pada bagian kaki yang patah.Saat ini bapak Bambang belum menikah dan kedua orang tua beliau sudah meninggal. Dirumah beliau tinggal bersama saudaranya.Alhamdulillah team Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Bambang yang memang membutuhkan bantuan selama proses penyembuhan dan rawat jalan. Saat ini bapak Bambang sudah terdaftar sebagai anggota KIS-PBI Mandiri Kelas 3. Dan team Kurir pun mendampingi bapak Bambang selama rawat jalan dengan memberikan bantuan transportasi, serta pembelian obat diluar jaminan kesehatan.
Semoga kondisi Bapak Bambang semakin membaik dan diberi kesembuhan. Amiin. Dan semoga perjuangan hidup Pak Bambang dapat menginspirasi kita semua dan menjadikan kita semua untuk dapat lebih bersyukur.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta @lucia_augustin @Sigit @akuokawai

Pak Bambang menderita patah tulang


ENDANG SUGIARTI ( 59, Acites). Alamat : Purwosari, RT 2/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar bulan Juli 2016, perut Bu Endang tiba-tiba mulai membesar, semakin membesar dan mengeras setiap harinya. Lalu Bu Endang memeriksakan diri ke rumah sakit, namun dokter belum bisa mendiagnosa penyakitnya. Lalu keluarga membawa Bu Endang ke pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan, justru perut Bu Endang semakin membesar, nafsu makan menghilang, tidur pun tidak nyenyak karena perutnya yang semakin membesar. Sejak Oktober 2016 atas ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Endang dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Endang. Mulai bulan Oktober Bu Endang telah beberapa kali melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus namun dokter belum juga ditemukan apa sakit sebenarnya. Sampai saat ini diagnosa dokter Bu Endang mengalami Acites (adanya cairan di perut).  Semua biaya untuk pemeriksaan dan operasi telah dicover fasilitas KIS-PBI Kelas III yang dimiliki Bu Endang. Namun, adapun kendala yang dihadapi Bu Endang adalah biaya akomodasi untuk kontrol ke rumah sakit karena Bu Endang seorang janda, dimana penghasilannya hanya dari usahanya warung klontong di rumahnya. Saat ini beliau tinggal bersama anak lelakinya Ahmad Bunyamin (24), dan sesekali di jenguk oleh anak-anaknya. Sebenarnya bu Endang memiliki 4 anak lain, 3 anak perempuan sudah berumah tangga sendiri, dan anak bungsu ikut salah satu kakaknya yg sudah berumah tangga itu. Pada bulan Januari 2017 Bu Endang di rujuk ke RSUP Dr Kariyadi Semarang, untuk penanganan lebih lanjut, beberapa kalo kontrol dan pada bulan Februari 2017 sempat ranap inap di RSUP Dr Kariyadi beberapa hari untuk pengambilan cairan dari perut bu Endang agar bisa di laboratorium apakah ganas atau tidak penyakitnya. Dan pada Bulan Maret 2017 bu Endang kembali ranap inap di RSUP Dr Kariyadi karena perutnya semakin membesar, sudah bernafas dan kakinya bengkak. Tanggal 13 Maret 2017 telah dilakukan tindakan laparaskopi, cairan di perut bu Endang diambil, lalu terlihat 3 benjolan di perut bu Endang. Tindakan selanjutnya akan dilakukan biopsi untuk menentukan penyakit yang diderita Bu Endang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama kontol dan ranap di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @Lucie_augustin Ahmad Arim Muttaqin @akuokawai

Bu Endang menderita acites


WATONO JUNAIDI (57, Osteoporosis). Alamat : Desa Kaliputu,  RT 3/2, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa. Awal mula sakit semenjak 8 bulan yang lalu, badan tiba-tiba tidak bisa bergerak lumpuh sebagian. Oleh keluarga akhirnya  dibawake Rumah Sakit Mardi Rahayu dan pernah rawat inap sekali dinyatakan sudah tidak tertolong akhirnya pulang,tapi setelah 2 minggu ternyata kesehatannya pulih tetapi masih lumpuh sebagian. Kondisi selama dirumah hanya  bisa tiduran ditempat tidur.Semenjak sakit, Bapak Wartono tidak bekerja. Istrinya, Suriyah(49) menggantikannya mencari nafkah dengan bekerja buruh harian di salah satu pabrik rokok di Kudus. Penghasilannya yang kecil hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Biaya pengobatan Bapak Watono dibantu oleh jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI  yang dimilikinya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Wartono dan keluarganya. Santuan diberikan untuk biaya pengobatan beliau. Semoga Bapak Wartono mendapat tempat terbaik di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan ikhlas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafaandrey @akuokawai

Pak Watono menderita osteoporosis


SUPARLAN BIN GIRI DJASMITO (52, Tumor). Alamat : Dukuh Bandung, RT 5/2, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.Pak Parlan biasa beliau dipanggil. Semenjak 4 bulan yang lalu (November 2016), awal mulanya selama satu minggu kepala terasa sangat pusing. Oleh keluarga akhirnya berobat ke RS Mardi Rahayu ditemukan adanya tumor di sekitar telinga .Dari dokter dikasih rujukan ke RS Ken Saras menggunakan fasilitas jaminan kesehatan. Tindakan yang  dilakukan pembedahan leher sebelah kanan, selanjutnya sudah dilakukan kemoterapi sebanyak satu kali. Setelah itu oleh dokter dianjurkan untuk kontrol lagi setiap sebulan sekali. Pak Parlan tinggal bersama istri, Ibu Maryati (41). Sebelum sakit Pak Parlan bekerja sebagai tukang batu. Sejak Pak Parlan sakit Bu Maryati menggantikan beliau mencari nafkah buat keluarga. Bu Maryati bekerja sebagai buruh salah satu pabrik rokok di Kudus. Jaminan kesehatan KIS – JKN PBI yang dimiliki Pak Parlan sangat membantu selama Ia mengalami pengobatan. Namun Kesulitan keluarga yang dialami ketika Pak Parlan harus melakukan rawat jalan di RS Ken Saras dan adanya obat yang harus ditanggung sendiri karena tidak tercover oleh KIS. Alhamdulillah team Sedekah Rombongan Kudus dipertemukan dengan Pak Parlan Sekeluarga sehingga Ia sekarang diputuskan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan.Dengan ini santunan diberikan oleh kurir Sedekah Rombongan tersalurkan untuk biaya selama mendampingi proses kesembuhan di Rumah Sakit. Semoga kondisi Pak Parlan semakin membaik dan diberikan yang terbaik. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @lucie_augustin @mustafaandrey9 @akuokawai

Pak Suparlan menderita tumor


NUR FAIZ  (51, Diare Akut). Alamat : Desa Jati Wetan, RT 5/3, Kec.Jati, Kab Kudus. Jawa Tengah. Beliau Bapak Nur Faiz kelahiran Kudus , 4 Agustus 1964. Merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Area Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bapak Nur Faiz sebelumnya berprofesi sebagai buruh di sebuah perusahaan manufaktur di Kab Kudus, Jawa Tengah. Hingga kemudian sekitar 5 bulan lalu mengalami sakit dan tidak dapat bekerja kembali. Saat ini Bapak Nur Faiz tidak mampu berkerja. Beliau tinggal bersama istrinya dan seorang putrinya. Dan sehari – hari mendapat bantuan dari saudara untuk mencukupi kebutuhan hidup.Dimulai sekitar bulan  Februari tahun 2016 beliau mengalami sakit pada bagian perut dan juga mengalami diare akut. Oleh keluarga kemudian dibawa ke RSUD Loekmonohadi Kudus dan Opname selama 1 Minggu di RS tersebut. Seminggu dirawat, oleh Pihak RS mengijinkan beliau untuk pulang dan menjalani rawat jalan. Walaupun sepulang nya dari rumah sakit beliau hanya bisa tiduran di kasur dan belum dapat melakukam aktifitas apapun. Bapak Nur Fais pun bercerita tentang sulitnya keadaan yang beliau alami dan biaya yang cukup besar tiap kali berobat padahal beliau tidak memiliki cukup banyak dana. Maklum bapak Nur Faiz dan keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan atau apapun. Alhamdulillah, dengan ini tim  Sedekahrombongan Kudus memberikan bantuan berupa pengurusan  pembuatan BPJS serta bantuan Uang Tunai yang digunakan untuk berobat selama BPJS masih dalam proses pembuatan. Semoga Bapak Nur Faiz dan keluarga mendapat semua yang terbaik dari Allah, dan bagi para donatur Sedekah Rombongan juga mendapat semua karunia yang terbaik dari Allah. Amin.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta @lucia_augustin @wibowo @akuokawai

Pak Faiz menderita diare akut


RENITA ALDA KUSUMA (15, Neurofibromatosis). Alamat: Jl.Penjawi, No.317, Kel. Kaborongan Pati Lor, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Awalnya di usia 2th dek Renita timbul  benjolan pada kelopak mata. Dokter mengatakan  benjolan tersebut merupakan tumor jinak, sehingga pada saat berumur 5 tahun Dek Renita dioperasi pada tahun 2007 dengan biaya dibantu dari santunan yayasan. Akan tetapi di tahun berikutnya benjolan pada kelopak mata tersebut tumbuh kembali dan belum pernah mendapatkan penanganan sama sekali sampai saat ini. Dokter mendoagnosis bahwa benjolan tersebut merupakan neurofibromatosis atau tumor jinak pada syaraf. Dek Renita merupakan anak kedua dari 2 bersaudara dari pasangan bapak Bambang Sukrisno (51) dan Ibu Sri Idiawati (42). Sang Ayah bekerja sebagai tenaga honorer ibunya mengurus rumah tangga.Saat ini Dek Renita duduk di kelas 3 SMP. Sedekah Rombongan bertemu dengan Dek Renita, Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya pendaftaran BPJS mandiri kelas III dan biaya awal akomodasi pengobatan.Semoga setelah BPJS telah jadi nantinya bisa segera mendapatkan pedampingan dari Sedekah Rombongan Pati dan diberi kesembuhan,aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer FifiKusuma @akuokawai

Renita menderita neurofibromatosis


SRI IDIAWATI (42, Benjolan Kepala Kiri). Alamat: Jl.Penjawi no.317, Kel. Kaborongan Pati Lor, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Tahun 2013 timbul benjolan kecil di sekitar kepala sebelah kiri, tidak sakit, namun benjolan semakin membesar, tidak ada pengobatan lanjutan tentang keluhan yang dirasakan beliau hanya mengkonsultasikan ke bidan,dan bidan mengatakan kemungkinan efek dari KB.Saat ini benjolan sebesar kepalan tangan dan masih tidak terasa sakit.Beliau tinggal bersama suaminya Bambang Sukrisno (51) dan 2 anaknya,dimana salah 1 nya yang bernama Renita Alda Kusuma (15) juga merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan Pati.Sehari-hari Bu Sri sebagai ibu rumah tangga dan suami bekerja sebagai tenaga honorer kesehatan dan saat ini masih dalam pembuatan BPJS mandiri kelas III. Dengan adanya fasilitas kesehatan berupa BPJS  yang dimiliki Bu Sri ini diharapkan nantinya meringankan bebannya dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang biaya transportasi dan kebutuhan obat yang belum masuk tanggungan BPJS menjadi kendala dalam proses pengobatan, hingga akhirnya Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Sri, bantunan dari Sedekah Rombongan dipergunakan untuk biaya administrasi BPJS serta akomodasi pengobatan. Semoga saja ibu Sri  bisa segera didampingi oleh Sedekah Rombongan Pati dan lekas diberi kesembuhan,aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer FifiKusuma @akuokawai

Ibu Sri menderita benjolan kepala kiri


SAMADI PATI (79, Biaya Bantuan Hidup). Alamat : Desa Sendangsoko, RT  6/2, Kec. Jakenan, Kab.Jakenan, Prov. Jawa Tengah. Sehari-hari  Mbah Samadi bekerja sebagai penjual anyaman bambu keliling. Di usianya yang sebentar lagi menginjak kepala 8 beliau harus rela menempuh jarak sejauh 35 km untuk menjajakan anyaman bambu dengan menggunakan songkro (gerobak dorong). Dalam 2-3 hari biasanya hanya laku 1 anyaman dengan kisaran harga jual 80-100 ribu rupiah,1 lembar anyaman bambu biasanya mbah Samadi hanya mengantongi untung 20-30 ribu rupiah.Biasanya beliau pulang ke rumah 2x dalam 1 minggu, sehingga tak jarang beliau tidur di emperan rumah orang ketika berjualan. Saat ini Mbah Samadi seringkali mengeluh sering sakit kepala yang dikarenakan darah tinggi.Selain itu untuk berjalan beliau juga harus menggunakan alat bantu (tongkat), ketika berjualan beliau menopang tubuhnya pada pegangan songkro.Mbah Samadi mempunyai 3 anak, ketiganya sudah berkeluarga dan hidup terpisah, sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari terkadang dibantu para tetangga dan sang anak yang datang 1 minggu sekali. Dengan kondisi rumah yang sederhana dan pendapatan yang minim SedekahRombongan memberi Bantuan nanti akan dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.Semoga bermanfaat,aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer FifiKusuma @akuokawai

Biaya bantuan hidup


WITONO BIN TUSOMO NYAMIN (53, Katarak). Alamat : Dusun Gading, Desa Gading Rejo, RT. 2/3, Kecamatan Juwono, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Pak Witono, Gejala penyakitnya berawal pada akhir tahun 2013, setelah terjadi banjir besar di daerah Pati tepatnya kecamatan Juwono. Beliau merasa sakit pada kedua matanya. Namun sakit pada matanya tidak dirasakan oleh Pak Witono, beliau hanya membersihkan dan mengucek mata. Kemudian sang istri menyarankan beliau menggunakan obat tetes mata untuk mengobati sakit matanya. Beberapa hari diberikan obat tetes mata, Pak Witono merasa  sakit matanya belum reda malah semakin parah. Keluarga mengkhawatirkan kesehatan Pak Witono, sehingga beliau dibawa ke Rumah Sakit. Saat pertama kali datang ke rumah sakit, dokter mendiagnosis bahwa ada masalah pada bola mata Pak Witono. Sehingga, beliau disarankan untuk operasi penggantian bola mata. Mendengar hal itu, Pak Witono takut dan tidak ingin berobat mata lagi. Keterbatasan ekonomi dan ketakutan akan operasi membuat Pak Witono membiarkan penyakit matanya. Tahun demi tahun berselang, tepatnya tahun 2016 penglihatan Pak Witono semakin memburuk. Beliau tidak dapat melihat dengan jelas atau kabur. Kondisi seperti itu, memaksa Pak Witono tidak dapat bekerja membantu sang istri menjual jagung keliling. Beliau hanya bisa berdiam diri di rumah.  Istri Pak Witono, Sulasih (50) kembali mengungkapkan kesedihan saat dijenguk Kurir Sedekah Rombongan. Sulasih yang bekerja sebagai penjual jagung keliling, merasa sangat kesulitan ketika harus mengeluarkan biaya berobat. Anak-anak mereka yang bekerja secara pas-pasan juga tidak dapat membantu banyak ayahnya. Saat ini, kondisi Pak Witono masih belum dapat melihat dengan jelas, mata merah serta terasa gatal dan pedih.  Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Semoga Pak Witono segera dapat melihat dengan jelas dan kesehatannya kembali pulih, sehingga beliau dapat berjualan seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer @siputri3 @akuokawai

Pak Witono menderita katarak


KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH (31, Lumpuh). Alamat: Desa Plangitan, RT 9/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov.  Jawa Tengah. Kristiana adalah salah satu Pasien dampingan Sedekah Rombongan yang terdiagnosa lumpuh karena tulang belakang menjadi kaku. Rasa Phobia pada Rumah sakit dan kekurangan secara materi, membuat penyakitnya semakin parah. Mbak Kristiana juga mengalami luka pd pinggul kanan dan kiri serta punggung akibat terlalu lama tiduran. Penyakitnya ini sudah diderita pada saat 3 tahun yg lalu akibat jatuh dari motor. Setelah dua minggu dirawat di RS.Mitra Bangsa Pati, ada perubahan yg lebih baik. Saat ini masih dalam perawatan lukanya sebelum nantinya akan melakukan fisioterapi untuk pemulihan otot gerak kakinya. Mbak Kristiana tinggal dengan Ibunya Suharti (58) bekerja sebagai buruh masak, beliau biasanya memasak jajanan ringan ketika ada pesanan yang biasanya digunakan untuk hajatan maupun pengajian, selain itu terkadang beliau membuat makanan ringan untuk dititipkan di warung-warung tetangganya. Rumah yang masih status kontrak dengan dinding anyaman bambu di dapur, dan bangunan kecil di perumahan menjadi tempat berteduh bagi mereka. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk membeli keperluan perawatan luka melubang didaerah kaki dan punggungnya, Alhamdulillah sebulan lamanya perawatan luka rutin dan kontrol di Rumah Sakit luka yang awalnya sedalam 6 cm dan lebar 9 cm kini sudah menyempit menjadi sedalam 4 cm dengan lebar 6 cm, doa untuk Kristiana agar cepat sembuh dengan serangkaian pengobatan jalan yang masih dilakukan di RS. Mitra Bangsa Pati poli syaraf dan poli bedah yang nantinya akan dirujuk ke poli fisioterapi setelah semua luka menutup sembpurna.Terimakasih diucapkan dari keluarga Kristiana untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics. Sebelumnya sudah terbantu pada tanggal 14 Maret 2017 dengan biaya perawatan inap di RS. Mitra Bangsa Pati.

Jumlah Bantuan : Rp.1.087.500,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Kristiana menderita lumpuh


SUNARTI BINTI JOYO KARNO (48, Tumor Perut + Batu Ginjal). Alamat: Dukuh Jenggolo, Desa Banyuurip,  Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati,  Provinsi Jawa Tengah. Pada awal tahun 2014, Bu Sunarti sering mengeluh sakit pada perut. Kemudian Beliau dibawa ke RSUD RAA Soewondo untuk periksa. Dokter mengindikasikan ada tumor di perut dan gangguan pada ginjal Bu Sunarti. Setelah mendapat perawatan hingga proses operasi pada Juni 2014, Bu Sunarti sempat sehat selama beberapa waktu.  Namun,  penyakitnya mendadak kambuh lagi dan Dokter menyatakan harus dirujuk ke RSUP Dr. Karyadi Semarang. Selama setahun terakhir Bu Sunarti telah menjalani 12 kali kemoterapi dan berbagai tindakan medis di RSUP Dr. Karyadi Semarang, namun dokter belum melakukan tindakan operasi lagi karena posisi penyakit yang menempel pada tulang belakang,  sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan efek buruk jika dipaksakan. Bu Sunarti kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Sebelum sakit, beliau sempat bekerja di pabrik plastik dekat rumahnya. Suami Bu Sunarti, Pak Sardini (53) bekerja sebagai buruh tani. Itupun hanya kadang kala,  karena kondisi kesehatannya juga bermasalah.  Pendengaran Pak Sardini kurang baik,  sehingga tidak maksimal dalam beraktifitas. Bu Sunarti sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN KIS PBI. Hal ini cukup membantu meringankan beban beliau yang rutin berobat dari Pati ke Semarang.  Namun beliau masih membutuhkan bantuan transportasi dan akomodasi selama pengobatan. Dengan pertimbangan tersebut,  kurir Sedekah Rombongan sepakat untuk melakukan dampingan Bu Sunarti selama pengobatan. 06 April 2017 pukul 22.00 WIB Ibu Sunarti merasakan sakit yang begitu hebat, hingga tak bisa berdiri dan hanya bisa tiduran dengan menahan rasa sakitnya, seketika MTSR menjemput Bu Sunarti dibawa ke IGD Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital Pati. Pagi harinya Bu Sunarti dipindahkan keruangan ICU karena keadaannya yang kritis, minggu 09 April 2017 pukul 12.00 WIB Bu Sunarti menghembuskan nafas terakhirnya, kesakitan yang dirasakan selama ini berakhir sudah, Allah lebih berkehendak untuk Bu Sunarti. Sedekah Rombongan memberikan bantuan biaya pemakaman dan para kurir Sedekah Rombongan selalu berdoa semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin ….. Bantuan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 927.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @darulnext @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Sunarti menderita tumor perut + batu ginjal


RUMINAH BINTI MULYONO (56, Kanker Ovarium). Alamat: Dusun Kaliulo RT 1/6, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ruminah merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan asal Kabupaten Semarang yang telah masuk dalam Rombongan 972. Awal tahun 2016 keluarga bu Ruminah mulai mengikhtiarkan pengobatan medis dan di dukung oleh perangkat desa dengan wujud pemerolehan peserta Jamkesda. Mulai dari rawat inap di RSUD Ambarawa hingga rujukan ke RSUP dr. Kariadi bu Ruminah didiagnosa positif kanker ovarium. Juli 2016 bu Ruminah di perbolehkan pulang dari RSUP dr. Kariadi dan melakukan rawat jalan sambil menunggu antrian untuk operasi. Namun, hingga sekarang bu Ruminah belum mendapat panggilan untuk tindakan operasi. Selama proses pengobatan di atas bu Ruminah hanya mengandalkan pembiayan dari Jamkesda, di mana Jamkesda tersebut mempunyai limit sekitar 15 jt untuk tindakan operasi. Desember 2016 kurir Sedekah Rombongan melakukan survey ke tempat tinggal bu Ruminah. Setelah form survey dilaporkan ke Koordinator Kota dan disetujui Koordinator Wilayah, bu Ruminah resmi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Karena bu Ruminah belum menjadi peserta JKN-BPJS, Sedekah Rombongan membantu mengusahakan untuk mendapatkan kepesertaan JKN-BPJS mandiri kelas 3 dengan bantuan iuran selama 1 tahun. Pada tanggal 22 Februari 2017 bu Ruminah di rujuk ke RS Ken Saras Ungaran untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut hasil diagnosa dokter, bu Ruminah mengidap Ca Ovarium atau kanker indung telur dan posisi kandungan yang tidak normal. Rujukan dilanjutkan ke RSUP dr. Kariadi dan hasil pemeriksaan menunjukan bu Ruminah harus dioperasi. Setelah menunggu antrian, tanggal 13 Maret 2017 bu Ruminah mendapat panggilan untuk operasi. Setelah rawat inap selama 1 minggu di RSUP dr. Kariadi Semarang, pada tanggal 21 Maret 2017 bu Ruminah masuk ruang operasi pukul 11.00 WIB hingga 7 jam kedepan operasi berlangsung. Hasil akhir menunjukan bahwa daging tumbuh pada kandungan diangkat sebesar kurang lebih 3 kg dan dengan terpaksa kandungannya juga ikut diangkat. Pasca operasi bu Ruminah menjalani rawat inap kurang lebih 4 hari kemudian karena kondisi yang semakin membaik bu Ruminah di perbolehkan untuk rawat jalan di rumah dengan syarat kontrol berkala dan masih dalam pantauan Sedekah Rombongan. Pada tanggal 30 Maret 2017 bu Ruminah dijadwalkan kontrol untuk pertama kalinya. Kontrol tersebut dilakukan pergantian perban dan mengambil hasil PA. Guna membantu biaya proses pengobatan dan biaya akomodasi, team #Sedekah Rombongan memberikan santunan kepada bu Ruminah

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 29 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @triselamet @yayuk @anggun @ria @faizal @akuokwai

Bu Ruminah menderita kanker ovarium


AMRIH MARYANTO (23, Hematoma). Alamat: Dusun Ngabean, RT 4/3, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus,  Kabupaten Semarang. Amrih saat ini merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sudah rutin melakukan kontrol dan pengobatan di RSUP dr. Kariadi Semarang. Saat ini Amrih sedang menjalani proses kontrol rutin di poli bedah plastik untuk mengontrol kondisi sakitnya yakni adanya benjolan di bagian dekat dengan mata, hal ini dilakukan sebagai proses lanjutan operasi yang sebelumnya telah dilakukan. Kedepan Amrih sudah menjalani rawat inap untuk persiapan operasinya, karena letak sakit yang dideritanya di dekat mata salah satu bagian vital penglihatan yang membutuhkan proses yg cukup panjang. Sebelumnya Amrih masuk dalam Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @arifinfirmansyah

Amrih menderita hematoma


AHMAD SHOLEH (21, Luka Bakar 90%). Alamat : Dusun Mbangan, RT 3/2, Desa Sitiluhur, Kec. Gembong, Kab. Pati, Prov. Jawa tengah. Dua tahun yang lalu Mas Sholeh mengalami musibah tersengat listrik tegangan tinggi, yang mengakibatkan sekujur tubuh mengalami luka bakar parah 90 % sampai melepuh. Ketika itu Mas Sholeh langsung dibawa ke RSU Soewondo Pati dan Rawat inap sekitar satu minggu, tapi karena faktor biaya dan kondisi pasien merasa putus asa akhirnya pasien memutuskan untuk pulang. Namun hampir kurang lebih selama satu setengah tahun dari pengobatan pertama, tidak ada penanganan medis. Alhamdulillah, pada awal mei Mas Sholeh bertemu dengan #SedekahRombongan pada 20 Mei 2016 Mas Sholeh kembali ranap inap di RSUD Pati, sekitar dua minggu ranap inap dokter membolehkan Mas Sholeh pulang dan melakukan rawat jalan, luka di kaki yang sebelumnya melepuh, berair dan berbau sedikit mengering. Dia hidup dengan ibunya Juminah (40) adiknya Sri Utami (16), sang ayah sudah lama meninggal Sholeh  adalah tulang punggung keluarga menghidupi ibu dan adiknya, namun setelah musibah seperti ini Mas Sholeh hanya bisa tidur di kasurnya beralaskan triplek agar mudah perawatan lukanya. #SedekahRombongan memberikan santunan untuk pengobatan dan untuk akomodasi. Sepulang rawat inap pada bulan Mei, Sholeh dirawat sendiri oleh ibunya dengan obat-obatan yang didapat dari Rumah Sakit. Dan akan dijadwalkan periksa lagi pada 20 Agustus 2016. Berselang dari beberapa bulan pengobatan kini mas sholeh dialih periksakan di RS. Mitra Bangsa Pati dua minggu sekali, satu minggu 3 kali kontrol luka dilakukan, dan para kurir pun menyisihkan waktu untuk perawatan luka mandiri. Kurir Sedekah Rombongan selalu mengupayakan kesembuhannya, dan berharap luka Mas Sholeh cepat sembuh agar bisa dilakukan pengobatan yang lainnya. Kondisi terkini Mas Sholeh sudah latihan berjalan menggunakan tongkat dan terkadang merambat ke dinding rumahnya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan serta pembelian obat perawatan luka sebelumnya sudah terbantu pada Rombongan 936. Semoga Mas Sholeh bisa sehat seperti semula dan bisa membahagiakan orang tuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.634.000,-
Tanggal : 22 Maret 2017
Kurir  : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Londho @akuokawai

Pak Ahmad menderita luka bakar 90%


MUHAMMAD AL GHOZZALY (3, Tumor Perut). Alamat: Desa Kampung Baru, RT 3/9, Kec. Pati Wetan, Kab. Pati, Prov.  Jawa Tengah. Dek Ghozzaly biasa dia dipanggil. Sekitar 10 bulan lalu dia merasakan sakit pada perutnya yang terasa terus menerus dan setelah diperiksakan terdiagnosa tumor pada perut yang membuat perutnya semakin hari semakin membuncit lemahnya perekonomian keluarga membuat pengobatan Dek Ghozzaly menjadi terhambat sehingga membuat penyakitnya semakin parah. Keluarga sempat membawanya ke  RSU Soewondo Pati dengan memakai jamkesda kemudian dirujuk ke RSUP Karyadi Semarang dan mendapatkan antrian kamar 517. Setelah 5 bulan menunggu antrian kamar, belum sampain mendapat kamar dek Ghozzaly akhirnya pulang ke rahmahtullah pada hari Kamis Tanagal 06 April 2017 setelah dilarikan ke IGD RSU Soewondo Pati. Dek Ghozzaly tinggal bersama orangtuanya, ayahnya Sugeng (43) bekerja sebagai buruh bangunan, ibunya Peni (40) sebagai ibu rumah tangga yang merawat dek ghozzaly serta kakaknya Gerry (15) tamatan SD, Della (14) sekolah SD, dan Ilham (7) di rumahnya yang cukup kecil dan sederhana di gang sempit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk biaya pemakaman, semoga Dek Ghozzaly diterima disisi Allah SWT. Terimakasih diucapkan dari keluarga Adek Ghozzhaly untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Ghozzali menderita tumor perut


ALVINA OKTA WIJAYANTI (7, Kelainan Syaraf Otak). Alamat: Desa Ngalapan, RT 7/1, Kec. Jakenan, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Dek Vina kami akrab memanggilnya, kini diusianya yang sudah 7 tahun namun diusia yang sudah besar ini Dek Vina masih belum bisa melakukan apapun layaknya anak seusianya. Derita yang dialaminya dimulai sejak dalam kandungan usia 6 bulan ada kelainan pada janin Dek Vina sang Ibu Sutami (36) memeriksakan ke RS KSH dan hasil diagnosa dokter menuju kan bahwa di dalam otak janin Dek Vina ada kelainan yang disebabkan oleh virus, dokter pun menyarankan untuk terapi 2 kali dalam seminggu. Karena keterbatasan biaya, yang pada waktu itu setiap kali terapi membayar Rp. 75.000,- tidak adanya jaminan kesehatan dari pemerintah dan pengetahuan tentang pengobatan, Akhirnya rang tua Dek Vina memutuskan untuk melakukan pengobatan alternative (terapi pijat syaraf) hingga saat ini. Sumarlan (44) Ayah dari Dek Vina bekerja sebagai buruh pabrik rumahan, penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari saja, itu pun masih di bantu oleh istrinya berjualan di pasar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Vina, dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Semoga Dek Vina diberi kesembuhan dan bisa normal seperti anak-anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Jovan @akuokawai

Alvina menderita kelainan syaraf otak


SRI MULYANI (70, Penyakit Jantung Koroner). Alamat: Desa Cilongkrang, RT 2/5, Kec. Wanareja, Kab. Cilacap, Prov.  Jawa Tengah. Mbah Mul biasa beliau dipanggil. Beliau terdiagnosa serangan jantung dan radang hati. Mbah Mul telah memiliki riwayat penyakit jantung KORONER dari 5 tahun yang lalu, sudah lama tidak diperiksakan karena kurangnya biaya untuk sehari-hari dan berobat membuat penyakitnya semakin parah. Siang itu Mbah Mul merasakan nyeri dada, awalnya beliau tahan hingga sore harinya, namun sakit tersebut tak tertahan hingga cucu beliau menemui seorang kurir Sedekah Rombongan untuk meminta bantuan membawa neneknya ke Rumah Sakit. Dengan cepat kurir membawa MTSR untuk menjemput Mbah Mul dan membawa beliau ke Dokkes Mbah Mul kemudian di rujuk ke UGD RS. Mitra Bangsa Pati. Dokter menyarankan untuk rawat inap disana. Setelah rawat inap selama 1 minggu di RS.Mitra Bangsa Pati, ada perubahan yang lebih baik. Saat ini masih kontrol jika ada keluhan saja. Mbah Mul tinggal dengan anaknya Leni (47) saat ini bekerja sebagai buruh tani. Rumahnya masih kontrak denagn keadaan yang sederhana. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat dan rawat inap selama di Rumah Sakit, Para Kurir dan keluarga berdoa agar Mbah Mul cepat sembuh dan dapat beraktivitas kembali. Terimakasih diucapkan dari keluarga Mbah Sri Mulyani untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Ibu Sri menderita penyakit jantung koroner


NOVITA BINTI MUSTAKIM (17, Tumor Wajah). Alamat: Dusun Ngajaran RT 4/1, Desa Ngajaran, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Novita adalah seoarang gadis remaja yang baru berusia 17 th dan sekarang bersekolah di SMA N 1 Tuntang. Sejak lahir Novita sudah mengidap Tumor Ganas di kepala, saat usia 6 bulan novita dioperasi di RSUP dr. Kariadi Semarang (kepalanya dibelah) tetapi orang tuanya tidak tahu oprasi itu untuk tindakan apa dan menghabiskan biaya sekitar 6 jt. Saat usianya 10 th dilakukan tindakan operasi kembali sebanyak 2 kali, dan saat usia 16 th dilakukan operasi tumor di atas mata sebelah kanan sehingga mata tersebut juga harus diambil. Total operasi yang sudah dilakukan sebanyak 4 kali. Selama perjalanan mengantar Novita operasi dan kontrol di RSUP dr. Kariadi Semarang, Atik, ibunya, sempat stress dan bingung memikirkan biaya operasi Novita sehingga membuat bu Atik nekad menjadi TKW di Malaysia. Dia berpikir dengan menjadi TKW ada impian dan harapan untuk mengumpulkan uang guna membiayai operasi anaknya. Akan tetapi impian itu tidak sesuai harapan, 2 tahun bekerja di Malaysia tanpa dibayar karena ternyata ia ikut menjadi TKW ilegal bahkan sempat disiksa oleh pihak agen dan dikurung selama 1 minggu di dalam WC tanpa dikasih makanan dan hanya dikasih minuman. Akhirnya bu Atik dibuang ke Sumatera dan bisa pulang ke rumah berkumpul kembali dengan keluarga. Pendampingan oleh Sedekah Rombongan bermula pada hari Senin, 6 Maret 2017 mulai dari mencari rujukan ke Puskesmas Tuntang dan RSUD Ambarawa agar dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Santunan pertama Rp 500.000.- diberikan pada hari Rabu, 15 Maret 2017 untuk akomodasi berobat ke RSUP dr. Kariadi Semarang, di jemput di rumahnya untuk dibawa ke RSSR Semarang dan periksa di RSUP dr. Kariadi Semarang pada hari Kamis, 16 Maret 2017.
Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi tetapi Novita masih trauma sehingga dokter hanya memberi obat dan menyarankan jika ada keluhan agar diperiksakan kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @triselamet @akuokawai

Novita menderita tumor wajah


SUMARYONO BIN KAYUN (50, Patah Tulang). Alamat: Jl. Hasan Munadi RT 6/8, Kelurahan Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Pak Maryono sehari-hari bekerja sabagai supir truck depo pasir di salah satu lokasi penambangan di Kabupaten Semarang. Saat istirahat makan siang pak Maryono duduk-duduk sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya tiba-tiba ada suara gemuruh, ternyata itu adalah suara longsoran batu-batu. Pak Maryono tidak sempat berlari karena longsoran berupa batu-batu besar dan pasir langsung menimbun tubuh pak Maryono. Sampai akhirnya teman-teman yang selamat membantu mengangkat pak Maryono dengan cara menggali longsoran di sekitar tubuhnya, beliau dalam kondisi luka yang cukup parah dan segera dilarikan ke RS Ortopedi Surakarta dan dilakukan tindakan operasi. Beliau dianjurkan untuk kontrol ke rumah sakit terdekat yaitu di RSUP dr. Kariadi Semarang agar tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.Setelah kontrol 1 kali di RSUP dr. Kariadi Semarang, pak Maryono tidak pernah kontrol lagi hingga 5 tahun kemudian, sampai suatu hari informasi tentang pak Maryono didengar oleh kurir Sedekah Rombongan. Setelah kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi utuh, ternyata ada kendala biaya kontrol dan juga pak Maryono sudah tidak bisa diangkat, jika ingin dibawa kontrol harus diangkat beserta kasurnya, tetapi pak Maryono tidak berkenan karena tubuhnya sangat sakit jika digerakan.Pada tanggal 30 Maret 2017, Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk keperluan membeli perlengkapan perawatan luka seperti perban, pampers dan obat-obatan. Alhamdulillah Allah swt menolong pak Maryono dengan disediakannya perawat yang berkenan menggantikan perban dan lain sebagainya tanpa dibayar.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 30 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @retno @akuokawai

Pak Sumaryono menderita patah tulang


KUSTINAH BINTI JASMIN (49, Infeksi Tulang). Alamat: Dusun Susukan RT 5/1, Kelurahan Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Berawal dari munculnya benjolan di tumit sejak 10 tahun yang lalu dan diperiksakan ke RSUD Ambarawa. Setelah dilakukan ujo laborat ternyata benjolan tersebut adalah tumor jinak, kemudian dioperasi, namun sekarang semakin parah sehingga daging di tumit mulai terkikis.Kondisi beliau yang sakit masih memiliki tanggungan merawat bapaknya yang juga kondisi sakit dan mereka ikut tinggal di rumah orang lain, seorang guru di Salatiga.Berdasarkan informasi yang diterima oleh kurir Sedekah Rombongan, setelah melakukan kunjungan dan dipertimbangkan, akhirnya diputuskan dilakukan pendampingan. Hari Senin, 6 Maret 2017 kurir Sedekah Rombongan mencari rujukan ke Puskesmas Kec. Tuntang dan RSUD Ambarawa. Hari Rabu, 8 Maret 2017 melakukan kontrol ke Poli Bedah RSUD Ambarawa, luka dibersihkan dan diganti perban, serta dilakukan rontgen, ternyata ada infeksi ditulang sehingga dirujuk ke Poli Ortopedi. Hari Senin,13 Maret 2017 melakukan kontrol di Poli Ortopedi, ditemukan ada luka yang sudah lama sehingga bentuk pergelangan kaki hingga jari-jari berubah dan ada kerusakan di tulang rusuk dan dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @triselamet @akuokawai

Bu Kustinah menderita infeksi tulang


MARPUAH BINTI SUMARJO (45, Mioma). Alamat: Dusun Krajan RT 1/1, Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Bu Marpuah adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sudah masuk dalam Rombongan 944. Operasi pengangkatan miom dan pengangkatan rahim telah dilakukan di RSUD Ambarawa dengan fasilitas kesehatan Jamkesda. Hasil laborat menunjukkan bahwa mioma atau tumor jinak pada rahim tersebut tidak ganas tetapi mengingat jahitan operasi belum begitu kuat maka disarankan oleh dokter untuk banyak beristirahat dan jangan terlalu dipaksakan untuk bekerja. Santunan ke-dua oleh Sedekah Rombongan telah disampaikan pada tanggal 30 Maret 2017 sebesar Rp 1.000.000.- sebagai santunan terakhir yang akan digunakan untuk akomodasi berobat terakhir dan pembelian perlengkapan seperti perban anti air agar benar-benar dinyatakan sehat oleh dokter dan untuk biaya kebutuhan sehari-hari selama belum bekerja.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @triselamet @akuokawai

Bu marupah menderita mioma


SURADI BIN KARTO KASMIN (67, Kusta + Diabetes). Alamat : Desa Durensawit, RT 2/1,  Kec. Kayen, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Bapak Suradi adalah seorang dhuafa yang hidup sendiri, tidak memiliki anak istri. Beliau hidup menumpang pada saudara laki-lakinya dari dulu sampai sekarang. Dulu beliau bekerja dengan cara menggembala sapi milik saudaranya. Sekarang tidak bisa bekerja karena menderita penyakit kusta dan Diabetes. Sebenarnya Pak Suradi ini sudah menjalani proses pengobatan beberapa kali di Puskesmas Kayen menggunakan jaminan kesehatan KIS, tetapi karena kurang rutin dalam mengkonsumsi obat juga kurangnya perhatian dari keluarga menjadi kendala dalam proses kesembuhannya. Sedekah Rombongan mengunjungi rumahnya dan menyampaikan santunan kepada beliau agar bisa digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @Eri Irawan @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Suradi menderita kusta + diabetes


KASDI BIN PARMAN (78, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Di Bangsri, RT. 1/4, Kel. Muktiharjo, Kec. Margorejo, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbah Kasdi begitulah dikenal, beliau hidup berdua bersama istrinya Mbah Sini (58), mereka tidak mempunyai keturunan dan tinggal berdua dirumah dengan status menumpang di tanah seorang yang baik hati sekaligus menjaga tegalan jati si pemilik tanah. Kehidupan sehari hari mba Mbah Kasdi dan Mbah Sini (58) dibantu tetangga sekitar, mendengar hal tersebut Sedekah Rombongan memberikan bantuan kepada Mbah Kasdi guna membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @wara @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


MTSR PANTURA TIMUR I (K 9468 TB, Operasional Bulan November 2016) adalah mobil ambulan operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Timur Jawa Tengah dari Ungaran hingga Kudus yang terpusat di Kudus Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim Sedekah Rombongan di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan Sedekah Rombongan di area tim Pantura Timur Jawa Tengah. Selain itu, ambulance MTSR di Pantura Timur ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan November 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.550.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @robbyadiarta Imam Wahyu @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya operasional bulan November 2016


MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya  Operasional Bulan Desember 2016). MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) adalah mobil ambulance operasional tim SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim SedekahRombongan di wilayah Pantura Timur ini menuntut adanya mobil yang terus aktif digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Timur. Selain itu, ambulance MTSR di Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, dan kebutuhan lain ambulan MTSR selama bulan Desember 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.400.000,-
Tanggal : 03 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Biaya operasional bulan Desember 2016


LENI KRISTIANA (49, Patah Tulang). Alamat: Desa Cilongkrang, RT 2/5, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Bu Leni biasa beliau dipanggil. Beliau terdiagnosa patah tulang dan pergeseran sendi pada siku. Kecelakaannya sudah dialami pada 7 bulan yang lalu namun tidak dilakukan tindakan medis, karena beliau tidak memiliki cukup biaya pengobatan dengan jalur medis, hanya sebatas pijat tradisional saja. Kurangnya biaya untuk sehari-hari dan berobat membuat patah tulang yang dialami semakin tidak terurus dan bahkan sampai tumbuh tulang  yang tidak beraturan. Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau ketika sedang menunggui ibunya Sri Mulyani (70) yang ranap inap di RS. Mitra Bangsa Pati dan sekaligus menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Tanpa menunggu lama sedekah Rombongan sarankan beliau untuk periksa ke dokter faskes yang kemudian dirujuk ke poli ortopedi RS.Mitra Bangsa Pati.  Setelah kontrol di poli Ortopedi, diberikan rujukan ke poli Fisioterapi di RS.Mitra Bangsa Pati. Saat ini masih kontrol di poli tersebut. Bu Leni tinggal di rumah kontrakan dan saat ini bekerja sebagai buruh cuci, namun karena tangannya cidera maka sementara berhenti bekerja. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat dan akomodasi selama kontrol di Rumah Sakit, para kurir berdoa agar beliau cepat sembuh dan dpt beraktifitas kembali.Terimakasih diucapkan dari keluarga Bu Leni Kristiana untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir : @robbyadiarta @ImamTeguh @JeanseaMaurer @akuokawai

Bu Leni menderita patah tulang


ARIF SUPARMAN (41, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Desa Klecorenggonang RT 4/3, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Arif, begitu biasanya ia dipanggil oleh tetangga juga keluarganya. Bermula dari 3 tahun yang lalu, ketika ia masih bekerja di Sumatra. Awalnya muncul benjolan di lehernya tapi tidak terasa sakit, hingga benjolan itu semakin membesar. Dan berdampak  pada tubuhnya, semakin kurus, sering merasa lemas, lapar,  dan sesak ketika bernafas. Beliau kemudian memeriksakan kondisinya ke dokter di Sumatra, dan dari hasil laboratorium menyatakan bahwa beliau terkena kanker kelenjar getah bening.Arif bekerja sebagai buruh perkebunan, menyadap getah karet adalah pekerjaan sehari-harinya. Dari hasil penjualan getah karet tersebut, ia mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri beserta keluarga. Arif tinggal bersama orangtuanya, Bapak Karsono (58) dan Ibu Sarmi (57) yang berkerja sebagai buruh tani. Ia tidak memiliki jaminan kesehatan. Kondisinya yang melemah membuatnya tidak maksimal dalam bekerja. Dokter mengharuskan agar beliau melakukan operasi apabila ingin sembuh. Namun, keadaan ekonomi tidak memungkinkan untuk beliau melakukan operasi, sebab biayanya tentu tidaklah murah. Kurir SedekahRombongan yang menjumpai merasa sedih dan ikut merasakan kesulitan  yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan bebannya dan kesehatannya segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @jovan @evvaviddia @JeanseaMaurer @akuokawai

Pak Arif menderita kanker kelenjar getah bening


WAGINAH PATI (85, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Desa Kertomulyo, RT 02/04, Kec. Margoyoso, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Tiga hari yang lalu Mbah Ginah merasakan panas dan pusing, beliau adalah seorang janda dhuafa yang hidupnya bergantung kepada anak dan menantunya. Suaminya Suyadi sudah meninggal 15 tahun lamanya, hal tersebut membuat Mbah Ginah merasa kesepian dan akhirnya memilih hidup serumah dengan anaknya. Dahulu Mbah Ginah bekerja sebagai petani, semenjak sang suami meninggal beliau tidak bertani lagi karena tidak kuat untuk bekerja. Sang anak Dawiyah (57) memiliki riwayat sakit jantung dan tidak kuat untuk bekerja  dan Sang Menantu Sugeng (62) sebagai tulang punggung keluarga yang sering merasakan kejang kaki mendadak apabila jongkok, hal tersebut membuat Pak Sugeng tidak bisa bekerja berat, beliau bekerja sebagai tukang kropo (pengais sisa ikan setelah panen ditambak). Sehingga pendapatan perekonomian sangat minim, menjadikan keluarga ini hidup dengan banyak kekurangan. Sedekah Rombongan pun memberikan bantuan yang digunakadm untuk pengobatan dan memenuhi kebutuhan hidup.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir ; @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Bantuan biaya hidup


DWI SETYANI (31, Tumor Usus). Alamat : Dusun Baran Dukuh, RT 4/4, Desa Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Pada awalnya keluarga mengira sakit maag dan asam lambung sehingga oleh keluarga tidak diperiksakan, selama 2 bulan hanya dipijat dan diperiksakan ke bidan desa. Semakin lama perut semakin membesar, pada bulan November 2016 Dwi Setyani diperiksakan ke RSUD Ambarawa dengan menggunakan fasilitas Jamkesda dan rawat inap selama 6 hari, hasil diagnosa terkena lever. Karena kondisi tidak membaik maka pada tanggal 25 Januari 2017 ia dibawa kembali ke RSUD Ambarawa dan rawat inap selama 4 hari, kemudian tanggal 29 Januari 2017 dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Karena pertimbangan biaya dan transportasi baru dibawa ke RSUP dr. Kariadi pada tanggal 5 Februari 2017 dan langsung rawat inap selama 8 hari dengan diagnos Tumor Usus. Karena Jamkesda hanya membiayai sebesar Rp 7,5 jt sedangkan biaya sudah mencapai Rp 9 jt, dokter menyarankan agar dibawa pulang dulu sehingga biaya tidak semakin membengkak,untuk menutupi kekurangan biaya tersebut maka keluarga meminjam ke tetangga Rp 1,5 jt. Pada tanggal 13 Februari 2017 Dwi Setiyani dibawa pulang dan harus kontrol lagi tanggal 14 Februari 2017 untuk dilakukan teropong tapi untuk biaya transportasi belum ada akhirnya ditunda tanggal 16 Februari 2017.Ketika kurir Sedekah Rombongan sedang potong rambut di sebuah Salon, pemilik salon bertanya tentang kegiatannya sekarang, kemudian kurir menjelaskan kepada pemilik salon tersebut tentang kegiatan yang dilakukan oleh Sedekah Rombongan, kemudian pemilik salon bercerita bahwa ada tetangga desa yang baru saja pulang dari rumah sakit tetapi kondisi masih parah sebab pulang paksa karena tidak punya biaya, saat itu juga pemiliki salon meminta izin kepada pelanggannya yang masih antri untuk menunggu karena ini darurat, kemudian kurir diantar pemilik salon menuju ke rumah Dwi Setiyani.Kurir menperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya, akhirnya keluarga Dwi merasa lega setelah tahu maksud kedatangan kurir Sedekah Rombongan walaupun kurir tidak menjanjikan disetujui atau tidaknya pengajuan usulan dampingan oleh Sedekah Rombongan, tetapi keluarga sudah cukup berterimakasih karena sudah dikunjungi.Setelah diajukan pada Selasa malam dan Alhamdulillah Rabu pagi tanggal 15 Februari 2017 ada info disetujui menjadi dampingan Sedekah Rombongan dan sore hari dengan kondisi hujan deras kurir diantar oleh pemilik salon menemui keluarga Dwi Setiyani guna menyerahkan bantuan pertama sebesar Rp 500.000 untuk biaya transportasi dan pengobatan selama kontrol. Kamis pukul 05:00 pagi tanggal 16 Februari 2017 Dwi Setiyani berangkat ke RSUP dr. Kariadi,setelah bertemu dokter ia disarankan rawat inap lagi tetapi dari Jamkesda sudah tidak menanggung biaya yang diperkirakan sekitar Rp 5 jt, jika masih ingin menggunakan Jamkesda harus menunggu 1 bulan lagi atau menggunakan BPJS, akhirnya Dwi Setiyani dibawa pulang lagi oleh keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @akuokawai

Bu Dwi menderita tumor usus


SITI ROHMAH (32, Kolik Abdomen). Alamat : Cimuncang RT 2/8 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal 2016 Teh Siti –nama panggilannya — kerap merasakan sakit yang hebat di bagian perutnya. Ia juga kerap merasa mual dan sekali-kali muntah. Selama beberapa bulan, ibu rumah tangga itu menduga bahwa itu hanya gejala sakit perut biasa. Obat sakit perut yang umum dipasarkan, diminumnya secara teratur, tetapi rasa sakitnya tak kunjung hilang. Bersama suaminya, berkali-kali ia juga dibawa periksa ke dokter praktek. Karena dokter praktek menyarankannya untuk memeriksakan diri di rumah sakit, ia kemudian berobat ke Puskesmas, menggunakan jaminan kesehatan KIS PBI. Dengan semangat ingin sembuh, berkali-kali dia diperiksa di Puskesmas Ciwidey. Dokter di Puskesmas akhirnya merujuk penanganan medis Teh Siti ke Poli Dalam RSUD Soreang Kab. Bandung. Akan tetapi, selama beberapa bulan, rujukan medis itu tidak ia tindaklanjuti karena terkendala masalah biaya. “Jangankan untuk biaya berobat; untuk kebutuhan pokok sehari-hari pun kami sering kesulitan,” katanya kepada kurir Sedekah Rombongan, saat ia menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan di rumah sakit. Teh Siti bertemu dengan kurir #SR atas informasi dari saudaranya yang pernah dibantu Sedekah Rombongan. Bersyukur kurir #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga kecil yang tabah ini. Teh Siti dan suaminya termasuk dhuafa yang layak dibantu. Suaminya, Pak Atep Oni (29) hanya pekerjaan buruh harian lepas yang penghasilannya tak seberapa dan tak menentu. Mereka termasuk dhuafa. Selain itu, penyakit Teh Siti cukup serius dan ia sangat bersemangat untuk terus berobat. Alhamdulillah harapannya mulai terbuka. Dengan empati sedekaholocs #SR, pada awal Februari 2017, ia diantar MTSR Bandung Raya menjalani pemeriksaan awal di RSUD Soreang. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ia diduga mengalami Kolik Abdomen (Keram Usus yang Menyakitkan). Pada hari yang sama, alhamdulillah, Sedekah Rombongan juga dapat menyampaikan Bantuan Awal untuk Ibu Siti Rohmah, berupa uang, yang digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi, membeli obat, dan biaya sehari-hari. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi sedekaholics dan membuka kesembuhan bagi Teh Siti. “Terima kasih kepada #SR. Jazakumullah,” doa Bu Siti penuh ketulusan. Pada pertengahan bulan Mei 2017, kurir #SR menjenguk Ibu Siti di rumah kontrakannya yang sempit. Ibu Siti masih harus bolak-balik ke RSUD Soreang untuk mendiagnosa penyakitnya dan menjalani tindakan medisnya. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, kembali Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk ibu Siti Rohmah dan keluarganya. Santunan ke-2 ini digunakan untuk biaya transporati-akomodasi berobat dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @mulawarman

Bu Siti menderita kolik abdomen

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 BATTAR ABINAYA BASUPATI 1,000,000
2 FACHRI AL FAQI KHOIRULLAH 1,000,000
3 MAHIRA ASLA FAZILAH 500,000
4 ADI CHANDRA 1,000,000
5 TYAS B CAHYANINGSIH 1,000,000
6 ANGGUN NUR SAYANTI 500,000
7 REYNAND ARCHILES 500,000
8 AXEL AFIF PANGESTU 3,000,000
9 VENI BINTI FRANS 500,000
10 DINA MURSALINA 1,500,000
11 MISIDI BIN NURDINO 500,000
12 TEMON BINTI SAWAL 500,000
13 SRI RAHAYU 950,000
14 TITIN SUNARWI 500,000
15 SUNARTO HARJO SAPUTRO 1,000,000
16 IFA FARHANAH 1,177,374
17 SUPINAH MIDA 541,000
18 WARJAN BIN SURO RANGKIR 1,500,000
19 NURKHAYANAH NURIL 500,000
20 SETU RUSTILAH 1,800,000
21 BAMBANG SUPRAPTO 500,000
22 ENDANG SUGIARTI 1,000,000
23 WATONO JUNAIDI 500,000
24 SUPARLAN BIN GIRI DJASMITO 500,000
25 NUR FAIZ 500,000
26 RENITA ALDA KUSUMA 500,000
27 SRI IDIAWATI 500,000
28 SAMADI PATI 1,000,000
29 WITONO BIN TUSOMO NYAMIN 500,000
30 KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH 1,087,500
31 SUNARTI BINTI JOYO KARNO 500,000
32 RUMINAH BINTI MULYONO 500,000
33 AMRIH MARYANTO 500,000
34 AHMAD SHOLEH 1,634,000
35 MUHAMMAD AL GHOZZALY 1,000,000
36 ALVINA OKTA WIJAYANTI 500,000
37 SRI MULYANI 500,000
38 NOVITA BINTI MUSTAKIM 500,000
39 SUMARYONO BIN KAYUN 1,000,000
40 KUSTINAH BINTI JASMIN 500,000
41 MARPUAH BINTI SUMARJO 1,000,000
42 SURADI BIN KARTO KASMIN 1,000,000
43 KASDI BIN PARMAN 1,000,000
44 MTSR PANTURA TIMUR I 1,550,000
45 MTSR PANTURA TIMUR II 4,400,000
46 LENI KRISTIANA 500,000
47 ARIF SUPARMAN 1,000,000
48 WAGINAH PATI 500,000
49 DWI SETYANI 500,000
50 SITI ROHMAH 500,000
Total 45,139,874

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 45,139,874,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1005 ROMBONGAN

Rp. 51,093,800,354,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.