Rombongan 1004

Jika bumerang selalu kembali begitu anda melemparnya, maka sedekah selalu kembali dengan jumlah lebih besar jika anda melemparkannya.
Posted by on June 2, 2017

HASANUDIN BIN RAHMAN (34. Kanker Nasofaring). Alamat :  Desa Kemiri RT.13/3, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.  Hasanudin, bapak satu anak dan suami dari ibu Wiwin Mintarsih (27) sudah lima tahun ini menderita sakit kanker Nasofaring. Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Karawang yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Karena kondisi bapak Hasanudin yang terus menurun dan rutinitas pengobatan yang padat, bapak Hasanudin sudah tidak bisa bekerja sebagai buruh harian lagi. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bagi bapak Hasanudin, namun biaya harian dan biaya untuk tinggal sementara di rumah singgah RSCM sangat memberatkannya apalagi proses pengobatan masih membutuhkan waktu yang lama. #SedekahRombongan ikut meringankan beban bapak Hasanudin, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian dan biaya  membayar sewa tinggal di rumah singgah RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 988. Saat dikunjung Kurir Sedekah Rombongan kondisi bapak Hasanudin menurun. Ia merasakan dada dan seluruh tulang terasa nyeri, tindakan medis selanjutnya menurut bapak Hasanudin kemungkinan akan dilakukan tindakan sidar dan kemoterapi kembali,

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir :   @wirawiri @endangnumik

Pak Hasan menderita kanker nasofaring

MADI JAYA (47, Stroke). Alamat: Jl. Hidup Baru RT 6/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. pak Madi, begitulah bapak 3 orang anak ini sering dipanggil oleh oaring-orang disekitar tempat tinggalnya. Pagi itu Pak Madi saat bangun tidur merasakan pusing hebat dan tangan serta kakinya tiba-tba lemas hingga susah untuk digerakkan. karena khawatir, istri Pak madi (Ibu Eni, 44) membawa Pak Madi ke klinik terdekat dengan dibantu oleh tetangga rumah. Dokter di klinik tersebut mengatakan jika Pak Madi mengalami gejala stroke. Pak Madi yang sehari-hari memang sudah tidak bekerja ini, untuk memenuhi kebutuhan hariannya harus dibantu oleh sang istri. Sehingga selain menjadi tulang punggung keluarga Ibu Eni juga harus merawat sang suami, yang sampai sekarang ini kondisinya belum normal kembali. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 988.

Jumlah bantuan; Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @endangnumik

Pak Madi menderita stroke


DALEM PANGESTU (11, Down Syndrome dan Jantung Bocor ). Alamat : Jl. Budimulia RT 10/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Dalem Pangestu anak ke 4 dari 5 bersaudara dari pasangan  Bapak Wiwit Nurcahyadi (48) dan Ibu Oneng Sri Wulan (46). Dalem Pangestu, sejak lahir memang sudah memiliki keterbelakangan mental, memasuki usia 1 tahun Dalem Pangestu sering mengalami demam tinggi dan kejang. Pengobatan pertama pernah dilakukan di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk untuk  pengobatan lanjutan ke RSUD Koja Jakarta Utara. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala keluarga ini untuk membawa Dalem Pangestu berobat ke RSUD Koja. Bapak Wiwit Nurcahyadi yang belum memiliki pekerjaan tetap ini hanya pasrah melihat kondisi anaknya tersebut. Memasuki usia 11 tahun pengobatan kembali dilakukan, kondisi Dalem Pangestu bertambah menurun. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 996. Alhamdulillah, bulan Januari kemarin Dalem baru saja menjalani operasi dan semuanya berjalan lancar. Kini Dalem Pangestu masih harus menjalani kontrol rutin di RSUD Koja setiap seminggu sekali. Mohon doa untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Dalem menderita down syndrome dan jantung bocor


AHMAD FAUZI (18, Patah Tulang di Jari Tangan). Alamat: Kp. Parung Kored RT 4/3, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Cileduk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Fauzi, panggilan singkat untuk anak yang baru lulus sekolah ini. Fauzi adalah seorang anak yatim yang tinggal bersama neneknya. Dia ditinggalkan oleh sang ayah pada saat masih bayi. Fauzi besar dan belajar tanpa sentuhan lembut tangan dari sang ayah. Meski besar tanpa adanya sang ayah, Fauzi tumbuh sebagai anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Saat ini Fauzi tinggal di sebuah rumah sederhana bersama neneknya. Sementara sang ibu Susih (35) sekarang bekerja di luar kota. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekarang Fauzi bekerja sebagai buruh kasar disebuah proyek pembangunan. Meski tubuhnya kecil, namun semangat untuk bekerja jauh lebih besar. Pada suatu hari saat bekerja menggunakan alat pemotong besi, tak disangka kecelakaan menimpa Fauzi. Jari telunjuk tangan kanan Fauzi terkena alat pemotong besi tersebut dan mengakibatkan luka hingga hampir putusnya jari tangan Fauzi. Rekan-rekan kerjanya langsung membawa Fauzi ke Rumah Sakit Bakti Asih. Dengan bermodal jaminan BPJS kelas 3, Fauzi dapat ditangani dokter untuk dioperasi penyambungan jari telunjuknya. Keputusan operasi tersebut diminta oleh nenek Fauzi karena sang nenek tidak mau jari cucunya diamputasi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat dipertemukan dengan Fauzi. Dan santunan awal pun diberikan kepada Fauzi untuk biaya pengobatan dan transportasi. Fauzi dan keluarga sangat berterima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang telah diberikan. Setelah sebelumnya masuk di rombongan 988. Semoga Fauzi lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti semula. Amiin ya robbal allamin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @wirawiri @anasaramadhan @endangnumik

Fauzi menderita patah tulang di jari tangan


ANITA AGUSTINA (42, Ginjal). Alamat: Jalan Bintara I No. 29 RT 12/2, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Provinsi Kota Bekasi. Ibu Anita seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak yang masih bersekolah. Sejak bulan November 2016 beliau didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Awalnya Bu Anita mengeluhkan sakit dibagian pinggang. Ibu Anita memeriksa ke klinik dekat rumahnya. Merasa sakitnya tak kunjung reda dan malah semakin menjadi, akhirnya beliau memutuskan untuk diperiksakan ke Rumah Sakit Persahabatan dan dirawat selama 9 hari kemudian kembali ke rumah. Setelah seminggu kemudian Bu Anita makin drop dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Meskipun belum sembuh sempurna, Ibu Anita dan keluarga memutuskan untuk kembali kerumah karena kekurangan biaya. Ibu Anita mempunyai jaminan kesehatan berupa BPJS kelas 2 yang masih mempunyai tunggakan. Suaminya yang bernama ADE ARSUDIN (43) hanya bekerja serabutan yang seringkali sebagai kuli panggul di pasar yang berpenghasilan tidak menentu dan kurang mencukupi untuk keluarga serta membiayai ketiga anaknya yang masih bersekolah. Saat ini Ibu Anita harus cuci darah rutin seminggu dua kali di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dan seringkali belum bisa menebus obat yang tidak tercover dari BPJS. Atas izin Allah SWT, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi, setalah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 988. Ibu Anita dan suaminya merasa sangat terbantu dengan bantuan yang disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Semoga Ibu Anita dapat pulih dan sehat kembali seperti sediakala.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-.
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @nurfahmadini @endangnumik

Bu Anita menderita ginjal


CASMURI BIN TANYA (40, Paru-paru + Infeksi Ginjal). Alamat : Kp. Parung Belimbing, RT 2/17, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ayah dari 2 orang anak perempuan yang masih kecil ini bekerja sebagai karyawan toko di daerah Jakarta Pusat. Awal penyakit yang diderita adalah saat dalam perjalanan pulang selepas ia bekerja, ia merasakan sakit pada bagian perut. Setelah sampai di rumah ia meminta kepada sang istri untuk membelikan jamu dan mengerok badannya yang dikira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan harinya sakit yang dia alami makin parah, sampai-sampai dia tidak dapat bangun dari tidurnya. Melihat kondisi sang suami yang tidak berdaya, sang istri Suerni (38) meminta bantuan kepada tetangga untuk membawa Pak Muri ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, Muri langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Sempat menjalani perawatan selama seminggu di RSUD Depok, lalu diperbolehkan pulang karena kondisinya telah berangsur membaik. Namun, Pak Muri kini sudah tidak bisa lagi bekerja seperti dulu karena kondisinya yang belum pulih sepenuhnya. Sementara sang istri hanyalah seorang ibu rumah tangga yang fokus mengurus kedua anaknya yang masih kecil. Kini terpaksa Ibu Suerni kadang menjadi buruh cuci di sekitar tempat tinggalya, sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pak Muri seharusnya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit, tapi karena keterbatasan biaya membuat Ibu Suerni sering terlambat membawa Pak Muri berobat. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk akomodasi ke rumah sakit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah bantuan sbelumnya masuk di rombongan 980. Semoga Pak Muri lekas diberi kesembuhan sehinCgga dapat bekerja kembali. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @anasaramadhan @endangnumik

Pak Casmuri menderita paru-paru + infeksi ginjal


MUALIMAT SARNO (31, Myoma Uteri). Alamat: Jl. Budi Mulia RT 10/4 Pademangan Barat, Jakarta Utara, DKI Jakarta. Mualimat, begitu ibu 1 orang anak ini sering disapa. Ibu Mualimat sudah setengah tahun terakhir ini menderita Myoma Uteri, dan 3 bulan yang lalu baru saja dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan rahimnya. pasca menjalani operassi, masih ada serangkaian terapi yang harus dilakukan oleh Ibu Mualimat, salah satunya adalah kemoterapi. Bulan kemarin Ibu Mualimat telah menyelesaikan kemoterapi pertamanya di RSU Gatot Subroto. Alhamdulillah, kondisinya berangsur membaik, kini Ibu Mualimat sedang menjalani kemoterapi yang keduanya masih. Selain kemoterapi Ibu Mualimat juga harus menjalani kontrol rutin di Poli Onkologi, dari sini Ibu Mualimat kadang merasa keberatan karena meskipun biaya pengobatan telah ditanggung oleh jaminan kesehatan (BPJS)  tapi Ibu Mualimat harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi ke rumah sakit. Sementara kondisi ekonominya sedang kekurangan, semenjak Ibu Mualimah sakit beliau tidak bisa lagi membantu suaminya bekerja. Suami Ibu Mualimah, Bapak Sarno (35) sehari-hari bekerja sebagai sopir dengan penghasilan yang tidak menentu, padahal masih ada anakmereka yang membutuhkan biaya untuk sekolah. Alhamdulillah, keluarga kecil ini dipertemukan kembali dengan #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan pun diberikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit, yang sebelumnya masuk dirombongan 992. Semoga proses pengobatan yang dijalani oleh Ibu Muaimat diberikan kelancaran dan lekas diberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @anasaramadhan @endangnumik

Bu Mualimat menderita myoma uteri


ROSADI BIN ABIDIN (59. Batu Ginjal). Alamat : Kampung Areman, RT 2/9, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Profesi yang biasa digeluti bapak Rosadi dalam kesehariannya adalah berdagang asinan . Ia berdagang keliling dari kampung ke kampung dengan menggunakan gerobak. Karna ketekunanya tersebut warga sekitar menjulukinya dengan sebutan “ Bapak Asinan “. Namun sudah 1 tahun ini kegiatan berdagang tidak bisa dilakukan lagi sejak bapak Rosadi menderita sakit batu ginjal yang membuat badannya terasa lemah dan untuk menutupi kebutuhan harian, istri bapak Rohadi yang menjadi tulang punggung keluarga  menggantikan berdagang keliling. Awal Januari 2017 lalu, dengan menggunakan fasilitas kesehatan JKN – KIS kelas 3, bapak Rohadi sudah menjalanankan operasi pengangkatan batu ginjal, operasi tersebut berhasil mengangkat batu ginjal sebesar kerikil.  Pasca operasi kondisi bapak Rosadi sudah lebih membaik , selama masa pemulihan bapak Rosadi sudah mulai bisa membantu menyiapkan dagangan  untuk dibawa istrinya berjualan keliling. Alhamdulillah Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan sewa kontrakan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 979. Semoga Allah memberikan kesembuhan yang maksimal untuk bapak asinan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Pak rosadi menderita batu ginjal


RAHMA RAHIDATUL (3, Epilepsy + Cerebral Palsy Spastis). Alamat: Jembatan Besi RT 6/1, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi dan Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Rahma sejak usianya masih hitungan bulan, oleh dokter sudah dinyatakan menderita Epilepsy dan Cerebral Palsy Spastis, dengan berbekal BPJS orang tua Rahma membawa berobat ke RSCM. Di RSCM Rahma harus rutin kontrol di 2 Poli, yaitu Poli Neurologi dan Unit Rahabilitasi Medik. Beberapa kali menjalani kontrol rutin ke RSCM, terpaksa orang tua Rahma harus menghentikan pengobatan Rahma karena tidak mempunyai biaya untuk ke rumah sakit. Sampai akhirnya keluarga kecil ini dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya kebutuhan Rahma seperti membeli susu dan pempers juga biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 989. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @harji_anis @untaririri @endangnumik

Rahma menderita epilepsy + cerebral palsy spastis


SYAKILA CHOIRUNNISA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Hutan Jati RT 4/11 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Syakila adalah putri kedua dari pasangan bapak Sultoni (33) dan ibu Sumiyati (34). Syakila terlahir beda dengan bayi pada umumnya, yaitu ada pembesaran di kepala. Saat ibu Sumiyati mengandung, sebenarnya sudah terdeteksi adanya virus tokso pada janin Syakila. Dokter sempat memberikan obat supaya virus itu mati, tapi yang terjadi virus malah berkembang. Sampai saat usia kandungan 9 bulan, Syakila harus terlahir dengan kondisi kepala yang besar (Hydrocepalus). Saat itu, dokter menganjurkan untuk operasi pemasangan VP Shunt jika usia Syakila sudah menginjak 3 bulan. Tapi, karena masalah internal operasi itu tidak kunjung dilakukan. Sampai saat usia Syakila menginjak 6 bulan, pihak rumah sakit menyarankan supaya Syakila dirujuk ke RSCM. Alhamdulillah, di RSCM Syakila langsung bisa dilakukan pemasangan VP Shunt, kondisinya juga baik. Beberapa bulan paska menjalani operasi, kadang Syakila mengalami kejang dan keluar busa dari mulutnya. Syakila kecil harusnya berobat rutin ke rumah sakit setiap seminggu sekali, tapi karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung akhirnya pengobatan dialihkan ke RSUD terdekat itupun tidak dilakukan secara rutin.  Bapak Sultoni sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta tapi gaji yang diterimanya tidak cukup jika harus dipakai untuk bayar kontrakan, kebutuhan sehari-hari dan masih untuk membeli susu dan pampers untuk anak kembarnya yang masih berusia 8 bulan (adik Syakila). Sementara ibu Sumiyati dirumah mengurus ketiga putri kecilnya. Kadang jika waktunya kontrol tapi tidak mempunyai ongkos, orang tua Syakila harus meminjam uang ke tetangganya atau rela tidak berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan orang tua Syakila berikhtiar mencari kesembuhan untuk putrinya, Allah menuntun langkah #kurirSR untuk bertemu dengan mereka. Kembali bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi dan keperluan Syakila setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 992. Alhamdulillah kondisi Syakila mulai  membaik dan ingatannya sudah mulai berangsur pulih walaupun belum semua normal.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 Mei 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Syakila menderita hydrocepalus


SILVA NADILA (3, Hydrocepalus). Alamat: Jl. Pulo Nangka 1 RT 8/2 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta. Silva biasa bocah ini disapa, saat usianya menginjak sepuluh bulan terdapat tanda pembesaran kepala dan pernah mengalami demam tinggi. Karena khawatir, orang tua Silva membawa Silva ke RS Royal Taruma, di rumah sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui jika Silva menderita infeksi pada saluran pernafasan dan Hydrocepalus. Pihak dokter menyarankan jika sebaiknya Silva segera dilakukan operasi untuk pemasangan VP Shunt. Alhamdulillah dengan berbekal BPJS, semua tindakan bisa dilakukan. Setelah dilakukan tindakan operasi lingkar kepala Silva tidak bertambah besar. Tetapi Silva kecil masih terlihat lemas dan lunglai, belum bisa mengangkat kepalanya saat usianya sudah menginjak 2 tahun, sehingga Silva masih harus menjalani kontrol rutin ke RS. Orang tua Silva, bapak Sanajaya (43) dan ibu Sarni (33) tidak patah semangat untuk berjuang mencari kesembuhan putri pertamanya ini. Bapak Sana sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut di sebuah pergudangan dengan penghasilan yang pas-pasan, sementara ibu Sarni sebagai ibu rumah tangga. Kadang bapak Sana bingung jika tiba jadwal kontrol tapi tidak ada biaya, dengan sangat terpaksa mereka seperti harus merelakan satu kesempatan hilang melihat anaknya sembuh. Alhamdulillah, ditengah kondisi itu #kurirSR dipertemukan dengan mereka dan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi dan keperluan sehari-hari buat Silva, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 988. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 21 Mei 2017
Kurir: @wirawiry Ryan @endangnumik

Silva menderita hydrocepalus


MARYATI BINTI SANIF (57, Retak Pada Kaki dan Pinggul + Dhuafa). Alamat : Jl. Budimulia RT. 10/5, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Keseharian hidup ibu Maryati dihabiskannya berada di Pasar Kaget Rajawali, Jakarta Utara. Ia tinggal di emperan salah satu toko baju yang berada di pasar tersebut. Ibu Maryati harus bangun lebih awal sebelum toko tersebut buka dan baru bisa beristirahat untuk tidur setelah toko itu tutup. Untuk kebutuhan makan sehari – hari, ibu Maryati mendapat upah dari membantu menjaga dagangan pisang milik salah satu keponakannya. 2 tahu silam ibu Maryati mengalami musibah terjatuh yang mengakibatkan dengkul dan pinggul pada kaki kanannya terasa nyeri, akibat musibah tersebut ibu Maryati kesulitan dalam berjalan dan harus dibantu dengan alat bantu tongkat untuk berjalan. Pengobatan pernah dilakukanya namun karna tidak memiliki biaya, pengobatannya tidak bisa dilanjutkan lagi, ibu Maryati sangat berharap dapat melanjutkan lagi pengobatannya  dan sembuh kembali. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan ibu dhuafa ini yang langsung menyampaikan bantuan awal untuk biaya mengurus BPJS dan biaya untuk harian. Semoga dengan bantuan ini ibu Maryati bisa berobat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu Maryati menderita retak pada kaki dan pinggul + dhuafa


LENI BURHAN AMIN (47, KANKER TULANG). Alamat : Jl. KH. Ismail Malik NO. 24/24, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Kota Jambi, Provinsi Jambi. Gejala awal sakit yang dirasakan ibu Leni terjadi pada tahun 2015. Ibu Leni merasakan ada nyeri pada paha kirinya yang dikira hanya sakit biasa seperti asam urat atau urat kejepit, pengobatannya pun  dilakukan dengan berobat urut tradisional dan mengkomsumsi obat herbal. Satu tahun kemudian kondisinya diraskan semakin parah, pada paha kirinya terdapat benjolan, yang mengakibatkan ibu Leni kesulitan dalam berjalan dan harus dibantu menggunakan alat bantu tongkat agar bisa berjalan. Rasa sakit pada paha kirinya kemudian menjalar pada bagian pinggang, yang mengakibatkan ibu Leni tidak tahan karna sakit pada pinggangnnya, pihak keluarga kemudian membawanya berobat ke RS. Dr. Bratanata Jambi, setelah mendapat perawatan selama 3 hari, ibu Leni kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Selama 3 bulan ibu Leni dirawat di RSUD Raden Mattaher, dokter menyarankan agar pengobatan lanjutan ibu Leni dilanjutkan ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas BPJS sangat membantu bapak Mukhlis (50), yang berprofesi sebagai pedagang bumbu dapur dalam mendampingi istrinya berobat di RSCM Jakarta, namun biaya harian dan biaya membayar sewa kos untuk tinggal sementara di Jakarta sangat memberatkannya, apalagi selama mendampingi ibu Leni brobat, bapak Mukhlis sudah tidak bisa berdagang lagi. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memahami kesulitan keluarga ini dan langsung menyampaikan bantuan awal untuk biaya harian. Semoga bantuan ini dapat memotivasi berobat ibu Leni dalam berikhtiar untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Bu Leni menderita kanker tulang


SITI NURJANAH (15, Suspect Tumor Phyllodes). Alamat : Jalan Arjuno, RT 2/4, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Siti Nurjanah atau yang kerap disapa Siti oleh teman sekolahnya. Pada awal Bulan Januari 2017, Siti yang saat itu pulang sekolah dengan naik sepeda kayuhnya mengalami kecelakaan dengan sesama pengendara sepeda lain. Pada keesokan harinya payudara Siti sebelah kanan membengkak dan seiring bergantinya hari payudaranya ssemakin tumbuh besar. Orang tua Siti yang merasa khawatir akan keadaan putrinya, membawanya untuk diperiksakan ke Puskesmas setempat. Karena kurangnya peralatan yang dimiliki Puskesmas, Siti akhirnya diberikan surat rujukan ke RSUD Gambiran Kediri. Selama 3 bulan Siti menjalani rawat jalan, akan tetapi pengobatan yang dilakukan tidak ada hasil yang memuaskan. Sehingga oleh dokter dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya untuk pengobatan yang lebih intensif. Untuk saat ini, Siti telah melakukan cek darah dan cek laboratorium dan hasilnya masih menunggu. Siti merupakan putri pertama dari Bapak Rahmad (49) dan Ibu Roaja (35). Bapak Rahmad  yang sebagai tulag punggung keluarga bekerja sebagai buruh menggiling padi yang memiliki penghasilan tidak menentu setiap harinya. Pengobatan yang dilakukan selama ini terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa KIS. Akan tetapi biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama berobat di Surabaya menjadi kendala yang amat berat bagi keluarga. Alhamdulillah, Sedekah Rombogan dipertemukan dengan Siti dan dapat memberikan bantuan yang dititipkan para Sedekaholics kepada Siti. Bantuan tersebut telah dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan saat berobat di Surabaya. Semoga dengan bantuan yang telah diberikan dapat menjadi semangat untuk tetap berikhtiar dalam menjalani pengobatan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Katino @m_rofii11

Siti menderita suspect tumor phyllodes


MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI (58, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Jalan Melati, RT 39/7, Kelurahan Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Sakit kanker payudara telah dirasa Ibu Musripah sejak tahun 2012, kemudian tangan bagian kiri mulai bengkak sejak 5 bulan yang lalu. Kondisi yang semakin buruk tersebut membuat beliau harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi. Namun beliau masih ada keluhan, pada bagian tangan sebelah kiri beliau mulai membengkak dan dirasa nyeri sewaktu-waktu sehingga menyulitkan beliau dalam berakivitas. Beliau di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pengobatan dan kontrol. Pada bulan ini, Ibu Musripah telah dijadwalkan untuk dilakukan sinar sebanyak 5 kali dan Alhamdulillah sinar yang beliau jalani sudah selesai. Kendala biaya dan minimnya pendapatan karena pekerjaan Ibu Musripah sebagai ibu rumah tangga, serta suaminya Bapak Kasiani (59) yang hanya sebagai kuli bangunan. Itupun bila ada proyek membangun properti, dengan penghasilan yang masih belum cukup untuk menjalani pengobatan. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III, sedikit meringankan beban dalam menjalani pengobatan. Namun terkadang ada beberapa kebutuhan yang belum di tanggung BPJS. Santunan yang telah diberikan kepada Bu Musripah dipergunakan untuk biaya transportasi pulang pergi Kediri-Malang, membeli susu, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Ucapan terimakasih disampaikan keluarga Ibu Musripah kepada kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholics. Santunan bulan sebelumnya kepada Ibu Musripah masuk dalam rombongan nomor 986. Semoga dengan sedekahmu dapat meringankan beban keluarga Ibu Musripah dan semoga beliau lekas diberikan kesembuhan. Aminn

Jumlah Bantuan : Rp. 1.471.600,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz @hayyudc @m_rofii11

Bu Musripah menderita kanker payudara kiri


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 987. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.600.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir :  @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


KIAN SANTAN (13, Kanker Tulang). Alamat: Jalan Pucang Arjo, Nomer 8/24A, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kian sudah sakit sejak tahun 2016 lalu. Awal mulanya Kian terjatuh hingga keseleo. Ia mengeluh sakit di bagian kakinya. Kian menganggap keluhan tersebut merupakan hal yang biasa sehingga ia berasumsi bahwa sakit di kakinya akan sembuh dengan sendirinya. Kian hanya mendiamkan kakinya dan tidak diberi obat. Semakin lama, kaki Kian membengkak. Karena membengkak dan berwarna merah, Kian pun memberanikan diri untuk bercerita kepada ibunya. Kian kemudian dibawa ibunya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa adanya virus di kaki Kian. Kian juga dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Ia menjalani pemeriksaan MRI dan CT Scan. Setelah diperiksa lebih lanjut, Kian didiagnosa menderita kanker tulang dan kaki kanannya harus segera diamputasi. Ayah Kian, Imam Arifin (42) tidak bekerja, sedangkan ibunya, Yani Segiarti (35) membuka warung kopi kecil di rumahnya. Kian mempunyai kartu jaminan kesehatan berupa BPJS PBI. Karena kedua orang tua Kian sudah berpisah, Kian hidup bersama dengan ayah dan neneknya. Walaupun sudah memiliki Kartu BPJS PBI, keluarga masih mengalami kesulitan dalam biaya obat-obatan di luar jaminan kesehatan BPJS PBI dan biaya transportasi. Sedekah Rombongan berkesempatan menyampaikan bantuan dari para sedekaholic. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi dan santunan untuk biaya obat-obatan. Sedekah Rombongan juga mendampingi Kian hingga operasi amputasi kaki kanan berjalan dengan lancar. Semoga Kian dapat segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Maret 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD Ayu @EArynta

Kian menderita kanker tulang


YULIANA DWI RAHAYU (14,Thalassemia Mayor). Alamat:  Kontarakan Bpk. Tukijan Jl. Bhayangkara, Gang Bayangkara No. 24 D, RT. 2/13, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Putri kedua dari Bapak Badrun Winarto (48) seorang pekerja proyek bangunan dan Ibu Arti Rahayu (42) seorang ibu rumah tangga ini menderita Thalassemia Mayor sejak masih kecil. Kondisi keduanya hingga kini masih bisa beraktivitas normal. Yuliana saat ini masih kontrol ke RSCM sedangkan sang kakak, membantu sang ibu dengan bekerja menjadi penjaga konter handphone. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk membantu operasional berobat Yuliana ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk pada rombongan 987. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 April 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Yuliana menderita thalassemia mayor


YULI BHAYANGKARA (44, Tumor Perut). Alamat: Jl. Nusantara No. 31 RT 4/2, Kelapa dua, Kelurahan, Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis Kota Depok Jawa Barat. Yuli yang sehari hari biasanya bekerja sebagai juru parkir di sebuah gerai rabat ini sudah hampir setahun terakhir tidak bisa bekerja karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi, sakit yang lama tidak dirasa itu ternyata tumor yang semakin hari menggerogoti dinding perutnya, Yuli kini berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan BPJS ke RS Fatmawati. Yuli tinggal di rumah dinas orangtuanya bersama ibu yang sudah berusia 64 tahun dan juga anaknya yang masih bersekolah di sekolah dasar, bapaknya sudah lama meninggal. Ketika masih bekerja dulu. Yuli kurang memperhatikan makan dan sering mengkomsumsi minuman berkarbonat. Sedekah Rombongan kembali menyampaian bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 979. Semoga bantuan ini bermanfaat dan Yuli Bhayangkara diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @wirawiry @endangnumik

Pak Yuli menderita tumor perut


NAFISA PUTRI RAMADANI (3, Kanker Getah Bening). Ds. Sarirejo, RT. 8/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Dek nafisa merasakan sakit sejak 3 bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Januari 2017. Berawal dari bermain dan membersihkan telinga sendiri dek nafisa mulai kesakitan dan mengeluhkan sakitnya pada ibunya. Akhirnya dek Nafisa di periksakan ke klinik setempat, karena tidak ada perubahan maka di rujuk ke RS. Karyadi Semarang, dan  didiagnosa penyakit kelenjar getah bening dan disarankan untuk operasi. Setelah di operasi kemudian dijadwal kan untuk kontrol kembali untuk pengambilan jahitan, namun setelah pengambilan jahitan oprasi terjadi infeksi sampai saat ini, setelah di konsultasikan lagi ke dokter pada tanggal 6 maret 2017 dokter tersebut menyarankan untuk dilakukan kemoterapi. Dek Nafisa adalah putri bungsu dari pasangan Bapak Suparman (52) dan Ibu suparmi (42), pak Suparman bekerja sebagai teknisi lepas di sebuah perusahaan, hasil dari pekerjaan hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari saja, sedangkan sang ibu bekerja sebagai buruh di pabrik, namun sudah tiga bulan lamanya beliau terkena PHK, lantas perekonomian sepenuhnya tertumpu pada sang suami, belum lagi untuk pengobatan Dek Nafisa. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dek Nafisa mengunjungi dan melihat keadaan Dek Nafisa. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Jovan @akuokawai

Nafisa menderita kanker getah bening


SUPARMI BINTI SUNARNO (54, Osteoporosis). Alamat: Kel Parenggan, RT 4/1,Kec Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Mbak Parmi demikian tetangga memanggilnya. Sejak 4 tahun yang lalu Mbak Parmi sudah tidak banyak melakukan kegiatan dikarenakan kakinya yang selalu merasa kesakitan tiap digunakan berjalan agak jauh. Kaki terasa kaku seperti mengalami asam urat. Pernah sekali memeriksakan ke dokter umum dan dianjurkan memeriksakan ke dokter spesialis tulang, namun hal itu belum pernah dilakukan karena keterbatasan biaya. Mbak Parmi adalah wanita yang rajin bekerja, setiap ada tetangga yang membutuhkan tenaganya dengan senang hati beliau membantunya, yang dilakukannya sedikit banyak membantu perekonomian keluarga. Hidup bersama suami Widianto Sukresno (54) yang bekerja sebagai buruh di tempat pembuatan kubah masjid dengan anaknya Yesa (17) dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga ini. Santunan pun diberikan untuk biaya akomodasi sehingga pengobatan dapat dilanjutkan kembali. Semoga kesembuhan dapat segera dirasakan oleh Mbak Parmi.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2017
Kurir: @Robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @Sriantini @akuokawai

Bu Suparmi menderita osteoporosis


MUHAMMAD ALI SAHID (32, Saraf Mata Putus). Alamat : Kel.Parenggan, RT 4/1, Kec.Pati, Kab.Pati, Prov. Jawa Tengah. Sahid demikian teman – temannya memanggil. Sejak 6 bulan yang lalu tiba-tiba matanya terasa  gelap. Tidak ingin mata kirinya senasib sama dengan mata kanannya yang minus lebih dari  25. Sehingga tidak ada lensa yang memadai untuk matanya. Mas Sahid kemudian memeriksakan matanya ke Rumah Sakit dan dokter merujuknya ke RS Karyadi  Semarang. Dan pada tanggal 2 Maret 2017 Mas Sahid menjalani operasi.Pada operasinya ini dokter memasang lensa di mata kirinya agar matanya bisa kembali melihat walau tidak sempurna. Karena matanya yang minus terlalu banyak. Hidup dengan ibunya Sri  Kunarsih (54) yang telah lama mengalami stroke dan kakanya Ibnu (35) yang telah berkeluarga dan bekerja sebagai penjaga malam pada sebuah kantor, membuat kehidupannya sangat terbatasan. Mas Sahid sendiri dulunya bekerja di sebuah warung kopi dan sebagai penjaga warnet. Namun karena keadaan matanya yang kian memburuk membuat Mas Sahid harus berhenti bekerja. Sedekah Rombongan  merasakan kesulitan yang dirasakan mereka, bantuan awal diberikan untuk membantu proses pengobatan di rumah sakit. Semoga mas Sahid segera pulih kembali penglihatannya matanya dan dapat bekerja kembali serta menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2017
Kurir  : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @Sriantini @akuokawai

Pak Ali menderita saraf mata putus


NGATMINAH BINTI SUPARMAN (15, Chronic Bulluos Disease Childhood ) .Alamat: Desa Semirejo, RT 3/8, Kec.Gembong, Kab.Pati, Prov.Jawa Tengah. Bermula dari penyakit kulit yg dideritanya 6 tahun yang lalu. Bermula dari lenting – lenting kecil dan berair yang ada di leher.Walau sudah berobat, namun bintik-bintik ini tidak kunjung sembuh namun kian merata di seluruh tubuh, kecuali wajah dan kepalanya.Pada tahun 2015 juga berobat dan opname di RSUP Kariadi Semarang selama dua bulan. Namun karena keterbatasan biaya akhirnya dik Ngatminah dibawa pulang, walau kesembuhannya belum maksimal. Pada tahun 2017 ini penyakit dik Ngatminah kembali kambuh. Sekujur tubuhnya penuh luka mengelupas, merah dan membuat dik Ngatminah tidak bisa bergerak bebas, karena jika bergerak lukanya akan robek.Ayah Dik Ngatminah sudah lama meninggal dunia,sedangkan ibunya Jumi (53) sudah sering sakit-sakitan dan kakaknya Narmo ( 37 ) sudah berkeluarga tetap dan menjadi tulang punggung keluarganya. Pekerjaannya menjadi petani namun tidak bisa mencukupi apabila melakukan pengobatan secara terus menerus dengan rujukan ke Semarang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dhe Ngatminah dan memberikan bantuan yang digunakan untuk akomodasi pengobatan di RSUP Kariadi Semarang. Dan doa selalu dipanjatkan untuk  kesembuhannya. Semoga pengobatan yang kembali dilakukan segera menjemput kesembuhan Dhe Ngatminah.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 13 Maret 2017
Kurir  : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @sriantini @akuokawai

Ngatminah menderita chronic bulluos disease childhood


DWI APRIYANI (23, Infeksi Toksoplasma). Alamat: Dusun Krajan RT 3/1, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah.  Dwi Apriyani sejak  4 tahun yang lalu ia ditinggal oleh ibunda tercinta kembali kepada Yang Maha Kuasa dan sekarang tinggal bersama bapaknya yang hanya seorang buruh tani yang juga harus merawat neneknya. Pada awalnya Dwi lahir dengan kondisi normal hingga usia anak-anak, bermain dengan penuh ceria tapi keceriaan itu sirna ketika usia menginjak 9 th dan masih duduk di bangku kelas 3 SD. Tanpa ada gejala apapun penglihatan Dwi mulai terganggu tidak bisa melihat dengan jarak pandang normal ketika baca dengan jarak 3 cm. Dengan kondisi seperti ini Dwi lebih banyak mengurung diri dirumah menemani neneknya, setelah menginjak usia remaja ada rasa minder walaupun masih tetap sekolah bahkan pihak sekolah juga sudah mencoba memeriksakan ke RSUD Ambarawa dan menurut dokter tidak apa-apa.  Dan 4 tahun yang lalu juga diperiksakan lagi tapi dengan hasil yang sama. Salah satu kurir Sedekah Rombongan rumahnya berdekatan dengan rumah Dwi Apriyani, lalu ia menghubungi kurir yang lain untuk melakukan survey kemudian berkunjung menjelaskan maksud kedatangannya dengan tidak menjanjikan sesuatu, dengan hadirnya teman-teman kurir, Dwi dan  orang tuanya sangat senang dan terbuka. Setelah diajukan dan Alhamdulillah disetujui, kurir datang lagi untuk menyampaikan bahwa Dwi akan menjadi dampingan Sedekah Rombongan selama pengobatan sekaligus menyampaikan santunan sebesar Rp 1.000.000,- dari Sedekah Rombongan untuk mengurus surat-surat dan biaya selama pengobatan.Setelah surat-surat lengkap, Dwi diperiksakan ke RS Ken Saras Ungaran Kab. Semarang, dengan didampingi teman-teman kurir hingga menemui dokter. Bagai petir di siang bolong, hasilnya tidak sesuai yang diharapkan,kurir juga kaget bahkan Dwi langsung menangis setelah dokter menyatakan bahwa mata Dwi sudah tidak bisa disembuhkan karena sudah terlalu lama dan ada gumpalan hitam yang mengakibatkan retina mata Dwi rusak. Sedekah Rombongan dan keluarga sudah berupaya maksimal, namun kehendak Allah swt ini tidak bisa dihindari, masa depan Dwi masih panjang, kurir hanya bisa memotifasi Dwi agar tetap sabar, ikhlas dan semangat menggapai masa depan yang baik.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @nurdin @robbyadiarta

Dwi menderita infeksi toksoplasma


KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH (31, Lumpuh). Alamat: Desa Plangitan, RT 9/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov.  Jawa Tengah. Kristiana adalah salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang terdiagnosa lumpuh karena tulang belakang menjadi kaku. Rasa phobia pada rumah sakit dan kekurangan secara materi, membuat penyakitnya semakin parah dikarenakan Kristiana tidak mau menjalani pengobatan. Mbak Kristiana juga mengalami luka pada pinggul kanan dan kiri serta punggung akibat terlalu lama tiduran. Penyakitnya ini sudah diderita pada saat 3 tahun yg lalu akibat jatuh dari motor. Setelah dua minggu dirawat di RS.Mitra Bangsa Pati, ada perubahan yg lebih baik. Saat ini masih dalam perawatan lukanya sebelum nantinya akan melakukan fisioterapi untuk pemulihan otot gerak kakinya. Mbak Kristiana tinggal dengan Ibunya Suharti (58) bekerja sebagai buruh masak, beliau biasanya memasak jajanan ringan ketika ada pesanan yang biasanya digunakan untuk hajatan maupun pengajian, selain itu terkadang beliau membuat makanan ringan untuk dititipkan di warung-warung tetangganya. Rumah yang masih status kontrak dengan dinding anyaman bambu di dapur, dan bangunan kecil di perumahan menjadi tempat berteduh bagi mereka. Alhamdulillah Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk berobat dan rawat inap selama di Rumah Sakit, doa untuk Kristiana agar cepat sembuh dengan serangkaian pengobatan jalan yang masih dilakukan di RS. Mitra Bangsa Pati poli syaraf dan poli bedah.Terimakasih diucapkan dari keluarga Kristiana untuk para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekahholics.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @akuokawai

Kristiana menderita lumpuh


ABIDZAR AKMAL ATHAILLAH (3, Penyempitan Usus Besar). Alamat: Dusun Kupang Pringapusan, RT 3/1, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Akmal biasa ia dipanggil, sejak lahir sudah diketahui mempunyai kelainan pada usus besar, tiga tahun kemudian kondisinya mengalami penurunan selama sepuluh hari ditambah tidak bisa buang air besar, setelah diperiksakan ke RS. Ken Saras Ungaran Akmal dirujuk ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk memastikan diagnosa penyakitnya, kemudian diketahui bahwa ada penyempitan di usus besarnya. Selanjutnya Akmal diharuskan segera dioperasi untuk pembuatan anus buatan di bagian perutnya. Sang Ayah, Hangga Buana (32) dan ibunya Dwi Setiyowati (32) menceritakan dan mengungkapkan kesulitannya saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, maklum saja karena dari keterangan dokter Akmal harus melakukan operasi lagi dengan jangka waktu 2 – 3 bulan kedepan, meskipun pengobatan menggunakan fasilitas kesehatan, akan tetapi untuk biaya akomodasi dan obat di luar fasilitas peserta BPJS masih harus menebus sendiri dan untuk biaya pembelian kantong colostomy harus membeli sendiri karena Akmal untuk saat ini dibuatkan anus buatan di perut. Saat ini biaya pengobatan tambahan hanya mengandalkan dari ayahnya yang hanya seorang buruh bangunan, sedangkan Ibunya seorang karyawan yang selama Akmal sakit mengambil cuti lepas sehingga tidak digaji. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan di rumah sakit. Semoga Akmal segera sembuh dan kesehatannya pulih kembali seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Febuari 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @hayati @sridayati @akuokawai

Abidzar menderita penyempitan usus besar


HARYATI BINTI MAKDISAN (51, Pembengkakan Jantung + Maag Kronis). Alamat:  Dusun Ngablak RT 3/8, Kelurahan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Bu Haryati biasa beliau dipanggil, memiliki riwayat sakit pemengkakan jantung dan maag kronis yang sering kambuh. Pengobatan yang dilakukan selama ini yaitu ke dokter umum atau RSUD Ungaran dengan biaya sendiri. Kondisi beliau saat ini tinggal bersama anaknya yang bekerja serabutan dan keponakannya yang sudah berkeluarga, mereka tinggal di rumah peninggalan orang tua Bu Haryati. Beliau bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya. Hal tersebut diceritakan beliau pada saat kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke rumahnya.  Sedekah Rombongan merasakan kesusahan beliau, bantuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan di rumah sakit dan untuk meringankan biaya pengobatan disarankan mengurus Jamkesda yang relatif lebih mudah dan langsung bisa digunakan, sambil menunggu proses pendaftaran peserta fasilitas kesehatan dari BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 19 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @eka @yayuk

Bu Haryati menderita pembengkakan jantung + maag kronis


DWI SETYANI (31, Tumor Usus). Alamat: Dusun Baran Dukuh, RT 4/4, Desa Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kamis tanggal 16 Februari Dwi Setiyani berangkat ke RSUP dr. Kariadi pukul 05:00 WIB, setelah bertemu dokter disarankan rawat inap lagi akan tetapi dari Jamkesda sudah tidak menanggung biaya yang diperkirakan sekitar Rp 5 jt, jika masih ingin menggunakan Jamkesda harus menunggu 1 bulan lagi atau menggunakan fasilitas kesehatan dari BPJS, akhirnya Dwi Setiyani dibawa pulang lagi oleh keluarganya sekitar pukul 13:00 sampai rumah langsung memberi kabar kepada kurir dan bercerita tentang fasilitas Jamkesda nya dan apa yang harus dilakukan dan bagaimana mengurus fasilitas kesehatan dari BPJS,karena waktu yang sangat mendesak akhirnya kurir dan suami pasien berangkat ke Dinas Sosial Kab.Semarang meminta surat rekomendasi untuk mengurus keanggotaan fasilitas kesehatan dari BPJS dan menghilangkan masa tunggu 14 hari. Kamis tanggal 16 Februari 2017 rekomendasi telah jadi dan hari Jumat tanggal 17 Februari 2017 pukul 08.00 WIB sang suami berangkat mengurus ke BPJS dan Sedekah Rombongan akan membayarkan biaya keanggotaan fasilitas kesehatan dari BPJS atas nama Dwi Setiyani selama 1 tahun. Alhamdulillah kartu keanggotaan fasilitas kesehatan dari BPJS telah jadi dan bisa digunakan. Jumat malam tanggal 17 Februari 2017 suaminya mengirim pesan ke kurir Sedekah Rombongan kalau istrinya (Dwi Setiyani) sudah tidak kuat menahan sakit lalu kurir menyarankan supaya dibawa ke UGD di RS Ken Saras tetapi pihak keluarga tidak mau malam itu dan baru dibawa ke UGD RS Ken Saras hari Sabtu tanggal 18 Februari 2017 pukul 16.30 WIB menggunakan salah satu mobil pribadi milik kurir Sedekah Rombongan. Sampai di UGD RS Ken Saras langsung diterima perawat dan dokter kemudian keluarga melakukan pendaftaran ternyata kartu BPJS atas nama Dwi Setiyani belum bisa terbaca atau belum aktif sehingga perlu klarifikasi antara perawat dengan kurir Sedekah Rombongan, kemudian dari bagian pendaftaran menyarankan untuk dibawa ke RSUD Ambarawa agar biaya tidak membengkak, akhirnya dengan terpaksa pasien dibawa ke UGD RSUD Ambarawa dan ternyata fasilitas kesehatan dari BPJS bisa digunakan hanya yang belum bisa terbaca adalah BPJS Mandiri atau PBI atau Perusahaan. Setelah dilakukan tindakan medis sampai pukul 21.00 WIB dan baru masuk ruangan pukul 21.15 WIB.Senin, 20 Februari 2017 pukul 18.00 WIB kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke RSUD Ambarawa, ternyata pasien sudah dalam kondisi kritis dan pukul 23.30 WIB pasien meninggal dunia di RSUD Ambarawa dan dimakamkan hari Selasa, 21 Februari 2017. Rabu, 22 Februari 2017 beberapa kurir Sedekah Rombongan ta’ziah ke rumah duka dan menyerahkan santunan sebesar Rp 1000.000,- untuk keperluan pengajian selama 7 hari.
Selamat jalan Dwi Setiyani semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @trislamet @akuokawai

Bu Dwi menderita tumor usus


NGAIJAN BIN WAKIMIN (73,  Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun Gedang Anak RT 4/1, Kelurahan Gedang Anak, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Bekerja sebagai buruh tani, mbah Ngaijan  tinggal dengan kakak laki-lakinya yang hidup sebatang kara tidak mempunyai istri atau anak, sedangkan istri mbah Ngaijan sendiri meninggalkan beliau, anak-anaknya juga sudah berkeluarga meskipun kini masih dalam keterbatasan ekonomi. Hasil buruh tani mbah Ngaijan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, wajar jika rumah yang di huni sangatlah sederhana, berlantaikan tanah, dinding terbuat dari papan, perabotan dan perlengkapan rumah juga seadanya yang penting bisa untuk menunjang aktivitas rumah tangga.Alhamdulillah Allah SWT memberi kesempatan kepada kurir Sedekah Rombongan untuk bertemu dengan mbah Ngaijan, meski sekedar menyampaikan titipan santunan dari Sedekaholics untuk digunakan sebagai tambahan memenuhi kebutuhan harian mbah Ngaijan dan kakaknya. Semoga Allah swt senantiasa mencukupi kebutuhan mbah Ngaijan dan keluarganya. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @eka @akuokawai

Bantuan biaya hidup


JUMAINIYATI BINTI SUKAERI (47, Sinusitis). Alamat Gogik RT 3/2, Kelurahan Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Bu Jum mengalami sakit yang diderita kurang lebih satu tahun, waktu awal Bu Jum sering mengalami pusing  ia dibawa suami berobat di klinik setempat akan tetapi tidak mengalami kemajuan dari Klinik kemudian dokter memberi rujukan ke RS Ken Saras Ungaran, di sana dilakukan tindakan pemeriksaan dengan CT Scan karena alat untuk operasi belum memadai dari RS Ken Saras memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Diagnosa awal ada penyakit sinusistis yang berakibat mengenai penglihatannya. Karena keterbatasan biaya, keluarga tidak melanjutkan pemeriksaan yang ada. Bu Jum yang kesehariannya sebagai Ibu rumah tangga dan Pak Arbadi suami beliau sebagai OB (Office Boy) sebuah perusahaan swasta juga masih memiliki tanggungan 1 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Jum sudah memiliki fasilitas jaminan kesehatan berupa KIS. Atas izin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Jum dan memberikan santunan ke Bu Jum untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2017.
Kurir  : @robbyadiarta @agtian @eka @yayuk @akuokawai

Bu Jum menderita sinusitis


SITI MARYATI (43, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Asempapan, RT.3/2, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah. Ibu  Siti Maryati ini tinggal dirumah yang sangat sederhana dengan delapan orang anaknya. Suami Bu Siti Maryati ini meninggal tahun kemarin sehingga beliau harus mengambil alih peran sebagai kepala keluarga dengan bekerja sebagai buruh garam di dekat rumah. Lima orang anaknya masih bersekolah, satu sudah menikah dan satu lagi masih balita. Hal tersebut membuat perekonomian memang dirasa kurang. Sedekah Rombongan mengunjungi dan memberikan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Siti Maryati supaya bermanfaat untuk keluarga beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 13 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @WiwiedSartawi @akuokawai

Bantuan biaya hidup


DIYAH ROHMAWATI (18, Anemia Gravis). Alamat: Desa Slunglep, RT 4/1, Kec.Kayen, Kab. Pati, Prov.  Jawa Tengah. Diyah Rohmawati adalah adik kandung dari Khoirul Abidin (21) salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan yang mengalami tumor dagu. Pada tanggal 21 Januari 2017 Sedekah Rombongan yang sedianya akan menjemput Khoirul Abidin untuk kontrol rutin di RSD Karyadi melihat kondisi Diyah yang sedang tergolek lemas dengan diagnosa terkena penyakit anemia gravis atau anemia berat. Kurir Sedekah Rombongan melihat kondisi yang sudah lemas, lalu membawanya ke IGD RSUD Kayen. Diyah masuk IGD dengan diagnosa Anemia Gravis dan segera diharuskan untuk transfusi darah. Kurir Sedekah Rombongan segera menindaklanjuti dengan segera menghubungi PMI untuk koordinasi ketersediaan darah golongan A (+). Kondisi Diyah berangsur- angsur membaik setelah satu minggu dirawat akhirnya Diyah Rohmawati sembuh dan dapat sekolah kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala. Pak Rasmun (49) selaku kepala keluarga mengaturkan terimakasih yang sebesar- besarnya karena selama ini keluarga sudah didampingi oleh Sedekah Rombongan dalam masa pengobatan anak- anaknya.Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk bantuan biaya pembelian 3 klof kantong darah dan santunan dalam masa pengobatan Diyah selama di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.330.000,-
Tanggal : 26 Januari 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @ellfin89 @akuokawai

Diyah menderita anemia gravis


SARWI PATI (67, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Desa Tegalharjo, Dukuh Weron, RT. 5/5, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah. Bapak Sarwi ini hanya tinggal berdua dengan istrinya Painem (65) yang juga sakit-sakitan akibat usia senja. Bapak Sarwi tidak memiliki penghasilan tetap, beliau bekerja sebagai buruh sehingga seringkali harus minta bantuan pada tetangga untuk makan maupun untuk membeli keperluan hidupeya. Anaknya kerja merantau di Sumatera bekerja sebagai petani karet dan sudah berkeluarga juga sehingga tidak bisa diharapkan kirimannya. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Pak Sarwi.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal 13 Maret 2017
Kurir :@robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer @WiwiedSartawi @akuokawai

Bantuan biaya hidup


SAEMO BIN JAKARSO (82, Bantuan Biaya Hidup).  Alamat : Desa Tayu Kulon, RT. 1/3 Kecamatan Tayu,  Kabupaten Pati,  Provinsi Jawa Tengah. Mbah Saemo hidup sebatang kara setelah ditinggal meninggal istrinya Mbah Salim sekitar dua minggu yang lalu. Mbah Saemo tidak mempunyai keturunan, namun mengangkat seorang anak dari kecil dan sekarang merantau di Jakarta bekerja sebagai buruh pabrik. Dulu beliau bekerja sebagai penjaga gudang kapuk,  namun gudang tersebut di jual dan tergusur karena tanahnya di bangun perumahan.  Keseharian Mbah Saemo dikirim makanan oleh tetangga-tetangga sekitarnya. Kondisi seperti ini menggerakkan hati  kurir Sedekah Rombongan untuk  membantu  Mbah Saemo. Sedekah Rombongan santunan yang diberikan diharapkan bisa  mengurangi  beban hidup Mbah Saemo.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Woro @akuokawai

Bantuan biaya hidup


RUSMIYATI BINTI SURAMI (50, Bantuan Biaya Hidup).  Alamat : Dusun Sambiroto RT. 4/2, Kecamatan Tayu,  Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.  Beliau dikenal sebagai Mbak Rus adalah seorang bisu sejak lahir dan mengalami tabrak lari tahun 1999 yang mengakibatkan cacat permanen kaki, tangan patah, dan mata sebelah kiri mengalami kebutaan. Kesehariannya Mbak Rus hidup menumpang di saudaranya yg berprofesi sebagai tukang kredit barang. Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke rumah beliau dan memberikan bantuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Wara @akuokawai

Bantuan biaya hidup


BAMBANG SUPARDI (39, Bantuan Biaya Hidup). Alamat: Dusun Glebeg, RT. 1/1, Kec. Sulang, Kab.Rembang, Prov. Jawa Tengah. Sehari-hari beliau mengais rejeki dengan bekerja sebagai tukang becak di kabupaten Pati dengan penghasilan Rp. 40.000 hingga Rp. 50.000 /hari.Sang istri Ibu Dwi (38) sebagai buruh cuci berpenghasilan tak tentu. Dua dari anaknya tinggal bersama ibu mertua di Rembang. Sementara di Pati mereka tinggal di bangunan yang menempel rumah seorang warga.Mereka tinggal di bangunan yang tidak layak huni, awalnya atap rumah dan dinding terbuat dari banner,dan baru dalam 1 bulan ini atap rumah diganti dengan genteng serta alas yang masih berupa tanah. Kurir Rembang pun mencoba mendatangi rumah yang ada di Rembang,dan ternyata kondisi rumahpun  juga memprihatinkan.Sementara itu dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan beliau harus mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk sang istri, ibu dan ketiga anaknya. Sedekah Rombongan memberikan bantuan,Semoga bantuan dari Sedekah Rombongan bisa sedikit meringankan beban keluarga beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta ImamTeguh @JeanseaMaurer @FifiKusuman @akuokawai

Bantuan biaya hidup


NAFISA PUTRI RAMADANI (3, Kanker Kelenjar Getah Bening + Leukimia). Ds. Sarirejo, RT. 8/1, Kec. Pati, Kab. Pati, Prov. Jawa Tengah.
Dek Nafisa merasakan sakit sejak 3 bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Januari 2017. Berawal dari bermain dan membersihkan telinga sendiri dek nafisa mulai kesakitan dan mengeluhkan sakit nya pada ibu nya. Akhirnya dek nafisa di periksakan ke klinik setempat, karena tidak ada perubahan maka di rujuk ke RS. Kariadi Semarang, dokter memberi rujukan tesebut disarankan untuk operasi. Setelah di operasi kemudian di jadwal kan untuk kontrol kembali untuk pengambilan jahitan, namun setelah pengambilan jahitan oprasi terjadi infeksi sampai saat ini, setelah di konsultasikan lagi ke dokter pada tanggal 06 Maret 2017 dokter tersebut menyarankan untuk dilakukan kemoterapi.Dek Nafisa adalah putri bungsu dari pasangan Bapak Suparman (52) dan Ibu Suparmi (42), Pak Suparman bekerja sebagai teknisi lepas di sebuah perusahaan, hasil dari pekerjaan hanya cukup untuk kebutuhan sehari hari saja. Alhamdulillah, kurir SR dipertemukan dengan keluarga dek nafisa, dan kami menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan, namun setelah kontrol kembali, mendapatkan hasil laboratorium yang menggemparkan hati Bu Suparmi ternyata terdapat kanker darah dan Dek Nafisa disarankan rawat inap Rs. Kariadi Semarang. Pada hari Sabtu 1 april 2017 pukul 16.00 WIB nyawa Dek Nafisa pun tidak tertolong, pihak keluarga pun menghubungi kurir Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan bergerak memberikan bantunan duka cita kepada keluarga alm. Dek Nafisa untuk biaya pemakaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 2 April 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam @JeanseaMaurer Jovan @akuokawai

Nafisa menderita kanker kelenjar getah bening + leukimia


WAHYU LISTIYONINGSIH (45, Patah Kaki). Alamat: Dusun Tegalrejo RT 3/3, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Menurut dokter ortopedi, dari hasil rontgen menunjukkan adanya tulang kecil yang belum tersambung sehingga harus mengkonsumsi obat sampai tulang tersebut tersambung baru kemudian dilakukan fisioterapi, sementara ini cukup dengan mengkonsumsi obat.Bu Wahyu adalah satu di antara ratusan pasien dampingan Sedekah Rombongan, beliau telah mendapatkan santunan untuk keperluan akomodasi berobat ke RS Ken Saras Ungaran dan untuk membayar kost yang sudah menunggak selama 3 bulan. Saat ini masih terus dilakukan pengobatan sampai tulang kecil menyambung baru kemudian dilakukan terapi dan sekarang hanya diminta untuk latihan sendiri berjalan tetapi tidak boleh terlalu lama karena kondisi kaki saat ini masih bengkak dan sering mengeluarkan darah bercampur nanah. Sebelumnya bu Wahyu masuk dalam pasien Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2017.
Kurir  : @robbyadiarta @agtian @triselamet @akuokawai

Bu Wahyu menderita patah kaki


SASTRO WAGE (91, Hernia). Alamat: Pundung Putih RT 2/3 Desa Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Mbah Sastro, biasa beliau dipanggil, menderita sakit hernia sudah hampir lima tahun, selama ini mbah Sastro hanya berobat di klinik atau dokter umum terdekat, pernah di rawat di RSUD Ungaran dan dianjurkan  untuk operasi, tetapi karena tidak ada biaya akhirnya mbah Sastro tidak bisa menjalani operasi, mbah Sastro hanya dirawat di rumah dengan perawatan sederhana dibantu oleh tetangga sekitarnya. Mbah Sastro tinggal sendirian di sebuah rumah yang sangat sederhana, untuk kesehariannya beliau dibantu tetangga terdekat, meski demikian mbah Sastro tetap semangat beraktifitas dengan kondisi hernianya yang semakin parah, terkadang untuk berjalan saja rasa sakitnya tidak tertahan sehingga harus merangkak. Saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi rumah mbah Sastro dan melihat kondisinya yang memprihatinkan maka kurir Sedekah Rombongan memutuskan untuk memberi bantuan untuk biaya berobat dan tambahan kebutuhan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @yayuk @akuokawai

Pak sastro menderita hernia


ZAEDAH BINTI MUSRIN (57, Kaki Lumpuh). Alamat: Dusun Kemetiran RT 9/5, Desa Nyamat, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Awalnya bu Zaedah periksa ke dokter saraf dan disarankan untuk operasi, tetapi tidak mau karena takut, anaknya juga tidak bisa memberikan pemahaman fungsi dari tindakan operasi tersebut. Sebenarnya fungsi dari operasi tersebut adalah untuk mencegah lumpuhnya bu Zaedah agar tidak semakin parah, karena akan mengakibatkan lumpuh total jika tidak segera ditangani. Sekitar 7 bulan tidak bisa berjalan akibat dari tulang punggung sampai tulang ekor banyak sekali saraf yang terjepit, karena bu Zaedah tidak ingin operasi maka dokter menyarankan untuk dilakukan TMS dan harus rawat inap selama 3 hari, kemudian dilanjutkan ke fisioterapi. Saat ini bu Zaedah sudah bisa mempraktekan posisi merangkak dan sudah bisa berjalan dua langkah. Senin, tanggal 6 Maret 2017 dilakukan TMS yang ke-2 dan rawat inap 3 hari.Perkembangan saat ini bu Zaedah sudah bisa merangkak kedapur memasak nasi sendiri dan dilatih berjalan oleh anaknya mulai dari pojok tempat tidur sampai pojok ruang tamu.Alhamdulillah Bu Zaedah mengalami perubahan perkembangan yang sangat menggembirakan, TMS yang ke-3 akan dijadwalkan setelah 3 minggu dari TMS yang ke-2, diperkirakan pada awal bulan April 2017. Santunan lanjutan telah disampaikan untuk biaya akomodasi berobat ke RS Ken Saras dan juga untuk tambahan kebutuhan membeli pampers. Sebelumnya bu Zaedah masuk dalam pasien Rombongan 944.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Februari 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @triselamet @akuokawai

Bu Zaedah menderita kaki lLumpuh


SULAMI BINTI RAMIN (60, Diabetes + Pembengkakan Jantung). Alamat: Jl. S. Parman No. 80 RT 2/3 Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.Bu Sulami ialah sapaan beliau, ia mempunya riwayat sakit diabetetes dan pembengakakan jantung. Satu tahun belakangan ini sering kambuh. Selama ini beliau hanya berobat di klinik atau dokter umum terdekat, bu Sulami yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pengasuh anak di tetangganya dengan upah yang minim sekali hidup sendiri di sebuah rumah petak yang sangat sederhana. Meskipun dengan kondisi serba keterbatasan, Bu Sulami harus menanggung sendiri biaya berobat atau kontrol apabila merasakan sakit. Saat kurir Sedekah Rombongan mengunjungi bu Sulami, nampak jelas bagaimana kondisi memprihatinkan yang dialami beliau. Bantuan telah disampaikan untuk membantu biaya akomodasi pengobatan dan tambahan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @yayuk @akuokawai

Bu Sulami menderita diabetes + pembengkakan jantung


KUSNI BINTI YATEMAN (59, Stroke). Alamat: Waringin putih, RT 2/3, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Kusni seorang pekerja buruh harian lepas yang sudah 5 tahun ini suaminya meninggal. Sejak 4 tahun yang lalu bu Kusni mengalami stroke. Selama sakit  Ibu Kusni berobat di RSUD Ambarawa dan di sebuah pengobatan alternatif. Dokter yang memeriksa Ibu Kusni mengharuskan beliau untuk menjalani terapi rutin dan pengobatan rutin, akan tetapi Ibu Kusni sudah tidak bisa berobat lagi karena tidak mempunyai biaya. Meskipun untuk pengobatan selama ini manggunakan fasilitas JKN-PBI BPJS, namun untuk biaya transpotasi dan obat yang tidak ditanggung oleh JKN-PBI BPJS bu Kusni sudah tidak mempunyai biaya lagi karena bu Kusni selama ini hanya mengandalkan dana dari anaknya Wagirin (27) yang hanya bekerja di pabrik yang penghasilannya Rp1.400.000,-/bulan. Kebutuhan makan sehari-hari Ibu Kusni dibantu oleh saudaranya dan tetangga sekitarnya. Saat dikunjungi kurir Sedekah Rombongan, Ibu Kusni menyampaikan kesedihan dan keinginannya. Maklum saja karena Ibu Kusni sangat ingin sembuh dengan ikhtiar melanjutkan pengobatan namun sudah tidak bisa lagi. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesedihan yang dirasakan Ibu Kusni dan memikirkan apa yang saat ini harus dilakukan untuk bu Kusni. Bantuan awal berupa sejumlah dana diberikan untuk akomodasi di RS Ken Saras Ungaran dan untuk tambahan biaya hidup sehari-hari. Semoga Ibu Kusni bisa sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 19 Maret 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @dayati_haryati @dedi @akuokawai

Pak Kusni menderita stroke


NUR SAMBAS JAELANI (31, Gagal Jantung + Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Duwet RT 3/4, Kelurahan Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sambas biasa ia di panggil adalah seorang pegawai harian di sebuah koperasi di Klepu. Sambas pernah jatuh dari pohon kelapa dan selama 9 tahun kemudian baru merasakan sakit. Setelah diperiksakan ke RS Ken Saras Ungaran, sesuai dengan keterangan dokter hasil diagnosa menunjukkan adanya penyempitan tulang belakang dan setelah diperiksa lebih lanjut ternyata Sambas juga mengalami gagal jantung, paru-paru, ginjal. Pengobatan yang ia jalani selama 6 bulan belum menunjukkan perkembangan, akan tetapi Sambas sudah tidak bisa berobat lagi karena JKN BPJS nya sudah non aktif karena selama sakit Sambas sudah tidak bisa bekerja lagi sehingga kepesertaan JKN BPJS sudah tidak bisa digunakan karena ada tunggakan pembayaran angsuran selama 5 bulan. Selama 4 bulan ini akhirnya Sambas menjadi lumpuh dan pengobatannya terhenti karena tidak ada biaya. Kebutuhan makan sehari-hari Sambas dibantu oleh saudaranya dan bantuan dari tetangga sekitar serta teman-teman dekatnya karena Sambas sejak kecil diasuh oleh neneknya Sutinah (82) yang sekarang sudah jompo karena bapak dan ibunya berpisah, ibu Kasinem (55)  di Bogor dan bapaknya Rejopawiro (60)  hanya seorang buruh memelihara bebek dan tidurnya sehari-hari hanya dikandang bebek. Saat dijenguk kurir Sedekah Rombongan, Sambas merasa sedih dan menyampaikan harapannya untuk bisa mendapat bantuan pengobatan sehingga bisa pulih kembali. Kurir Sedekah Rombongan merasakan kesedihan Sambas, bantuan awal disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan mengaktifkan kembali kepesertaan JKN BPJS  yang menunggak. Semoga Sambas bisa sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Maret 2017
Kurir : @robbyadiarta @agtian @dayati_haryati @dedi @akuokawai

Bu Nur menderita gagal jantung + gagal ginjal


TAMIM AHMAD (25, Saraf Terjepit). Alamat: Dusun Ngesrep RT 11/6, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.Mas Tamim adalah anak ke-5 dari 6 bersaudara, putra bapak Kosim (64) yang kesehariaannya bekerja sebagai petani dan ibu Ngatiah (60) seorang ibu rumah tangga. Pertengahan tahun 2013 yang lalu, ia mengalami kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan luka dalam cukup serius hingga kemudian dilakukan operasi dan tindakan perawatan di RS Panti Rapih Yogyakarta. Hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan adanya saraf yang terjepit. Akibat keterbatasan biaya, ia berhenti berobat, sehingga pasca operasi tidak pernah kontrol lagi ke rumah sakit. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mas Tamim. Ketika dijenguk pertama kali, ia hanya bisa berbaring di atas kasur karena kaki dan tangan tidak bisa digerakan. Aktivitas sehari-hari harus dibantu oleh anggota keluarga. Tim Sedekah Rombongan memberikan santunan Rp 500.000 yang digunakan untuk pengobatan awal di RS Ken Saras Ungaran.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Januari 2017
Kurir: @robbyadiarta @agtian @datik @akuokawai

Tamim menderita saraf terjepit


MELLATUL LATIFAH (12, Hidrocepalus + Jantung Bocor). Alamat: Kp. Pasuaran Cidudut RT 1/2 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Gadis manis ini bernama Mellatul Latifah, sehari-hari biasa disapa Mella. Mella adalah anak pertama dari pasangan Bapak Aji Suardi (41) dan Ibu Ika Novita (28). Mella terlahir 12 tahun lalu, saat dilahirkan Mella tidak langsung menangis seperti bayi pada umumnya. Sebulan dua bulan Mella tumbuh layaknya anak seusianya, badannya gemuk dan menggemaskan. Tapi saat menginjak usia 10 bulan, perlahan tapi pasti Mella mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Sampai akhirnya saat Mella berusia 1,5 tahun orang tua Mella membawa Mella berobat ke RS Dramaga Katih Bogor, Mella dianjurkan untuk melakukan rawat jalan tiap 2 minggu sekali. Sampai pada usia 10 tahun, Mella sering mengalami pusing, muntah dan cepat lelah ditambah diujung kuku tangan dan kakinya sering mengalami kebiruan. Karena khawatir orang tua Mella membawa Mella ke RSUD Bogor, di RSUD Mella dilakukan pemeriksaan CT Scan dan hasilnya terdapat gumpalan darah di otak Mella. Dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RS Fatmawati, dua malam dirawat Mella dilakukan tindakan Echocardiografi dan hasilnya mengatakan jika Mella menderita Jantung Bocor dan kemungkinan gumpalan di otak diperoleh dari infeksi di jantungnya. Tapi pihak dokter menyarankan supaya Mella dirujuk ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo karena keterbatasan fasilitas. Tanggal 26 November 2015, Mella bersama kedua orang tuanya berangkat ke RSCM dengan tujuan mencari kesembuhan. Di RSCM, Mella menjalani serangkaian pemeriksaan seperti EKG, Echocardiografi dan CT Scan, dan hasilnya Mella menderita Jantung Bocor, Hidrocepalus (terdapat penumpukan cairan di otak) dan tidak terdapat organ Limpha di tubuh Mella. Saat itu orang tua Mella sempat stress karena begitu besar ujian yang harus diterima oleh gadis kecilnya. Januari 2016, Mella menjalani operasi untuk mengangkat gumpalan kecil di otaknya, Alhamdulillah saat itu kondisi Mella berangsur membaik. Setahun lebih orang tua Mella mendampingi Mella berobat entah sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan, sampai orangtua Mella rela menjual barang-barang pribadinya. Sehari-hari Bapak Aji bekerja sebagai penjual roti di kawasan Tanah Abang dan Ibu Ika sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi semenjak mendampingi Mella berobat Bapak Aji tidak bisa bekerja penuh, karena harus bergantian menjaga Mella di rumah sakit. Alhamdulillah, ditengah perjuangan Mella mencari kesembuhan #KurirSR dipertemukan dengan Mella dan kedua orangtuanya, dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli susu khusus dan memenuhi kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di RSCM, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989. Saat ini Mella masih menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Syaraf dan telah berhasil menjalani tindakan operasi untuk pemasangan selang di jantungnya. Mohon doa terbaik dari rekan-rekan semoga Mella lekas diberi jalan untuk sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal: 18 Mei 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri @endangnumik

Mella menderita hidrocepalus + jantung bocor


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu RT 1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini  adalah pasien dampingan #SedekahRombongan asal Lampung yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta sejak 2012 lalu. Istri dari bapak Nurman ini, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya. Sempat menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, tapi karena terkendala fasilitas akhirnya dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Dengan berbekal seadanya Ibu Agustini saat itu berangkat ke Jakarta bersama dengan suaminya. Suaminya, bapak Nurman (38) adalah seorang nelayan, tapi semenjak menemani istrinya berobat di Jakarta, beliau tidak lagi bekerja. Di RSCM, Ibu Agustini sudah menjalani 3 kali proses operasi dengan menggunakan fasilitas Jamkesmas. Penyakitnya belum sembuh total, Ibu Agustini masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan operasi lagi untuk rekonstruksi hidungnya. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989. Kini ibu Agustin masih harus menjalani kontrol rutin di Poli Bedah Plastik RSCM dan menunggu jadwal operasi yang selanjutnya. Akhir-akhir ini diketahui jika di dagu kanan bu Agustini tumbuh benjolan lagi. Semoga proses pengobatan yang akan dijalani Ibu Agustini diberi kelancaran. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 18 Mei 2017
Kurir:  @wirawiry @untaririri @endangnumik

Bu Agustini menderita tumor pipi


MUHAMMAD ALDI (5, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kenari 1 RT 7/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Muhammad Aldi atau lebih akrab disapa Aldi, oleh dokter dinyatakan menderita Cerebral Palsy sejak usia menginjak 3 bulan. Saat itu Aldi kecil mengalami demam tinggi disertai kejang, oleh orangtua Aldi, Bapak Gunawan (42) dan Ibu Nuraeni (38)  Aldi dibawa ke Puskesmas terdekat. Tapi pihak Puskesmas langsung merujuk Aldi ke RSCM. Sempat menjalani rawat inap selama seminggu Aldi bisa pulang. Dan sejak saat itu Aldi harus bolak balik RS untuk kontrol rutin. Saat Aldi menginjak usia 2 tahun, Aldi mulai menjalani fisioterapi setiap seminggu 2x di RSCM. Sementara Bapak Gunawan sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan yang tidak menentu. Ini menjadi beban tersendiri buat Bapak Gunawan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan santunan dari #Sedekaholics untuk membeli susu, pampers dan akomodasi ke RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989. Orang tua Aldi mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kini Aldi masih terus menjalani kontrol rutin dan menjalani fisioterapi di rehabilitasi medik RSCM, mohon doa dari rekan-rekan untuk kesembuhan Aldi.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 18 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Aldi menderita cerebral palsy


YUDISTIRA PRATAMA (6, Jantung Bocor + Cerebral Palsy). Alamat: Kampung Caringin RT 2/4, Desa Cimahi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yudhistira Pratama adalah putra pertama pasangan Bapak Yusuf (30) dan Ibu Neneng Sartika (26). Keceriaan bocah yang memiliki tubuh bongsor ini tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak, Yudhistira diusianya yang sudah menginjak 6 tahun hanya bisa berbaring dan sesekali berguling-guling di tempat tidur, belum bisa duduk apalagi berdiri. Sejak kecil Yudistira telah dinyatakan terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy. Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diikhtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat rutin ke RSUD Karawang yang kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Selama di Jakarta, persoalan baru muncul yakni biaya harian selama di rumah sakit, terkadang orangtua Yudhistira harus menahan lapar. Bapak Yusuf  hanya seorang buruh harian dan Ibu Neneng adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kurir #SedekahRombongan dengan Yudistira dan orang tuanya sekaligus turut membantu  meringankan beban kedua orang tua Yudistira. Bantuan lanjutan telah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 989, untuk membeli pampers, susu dan kebutuhan harian selama menjalani pengobatan di Jakarta. Alhamdulillah, Yudistira terus menunjukkan kemajuan yang berarti, sekarang Yudistira sudah bisa duduk sendiri meski hanya beberapa menit dan sudah mulai makan per oral. Sampai saat ini Yudistira masih terus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani terapi di RSCM dan sedang menunggu jadwal operasi untuk kelaminnya. Terima kasih kepada #Sedekaholics, berkat bantuan yang disalurkan Yudistira bisa terus melanjutkan proses pengobatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 18 Mei 2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri @endangnumik

Yudistira menderita jantung bocor + cerebral palsy


ENI NURAENI (23, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM dan menjalani terapi setiap 2x dalam seminggu. Pertengahan bulan ini Eni telah menjalani operasi yang kelima, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal:  18 Mei  2017
Kurir: @wirawiry  @untaririri @endangnumik

Eni menderita bells palsy+kelainan pada dyaraf wajah


SITI MARSELA (3, Tumor Perut). Alamat: Kp. Cireret RT 1/4, Desa Kandangsapi, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten. Sela, begitulah bocah kecil ini disapa, adalah putri dari pasangan Bapak Marsani (57) dan Epon (56). Saat Sela berusia 5 bulan orang tuanya merasa ada benjolan di perut Sela sebelah kiri. Awalnya kedua orang tua Sela mengira benjolan itu akibat gigitan serangga, namun lama kelamaan benjolan itu makin membesar dan akhirnya Sela dibawa ke RSUD Malimping untuk mendapat tindakan medis, tapi disana belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita Sela. Pada akhir bulan Januari 2016 ini Sela dibawa kembali oleh orang tuanya ke RSUD Malimping, namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Sela di rujuk ke RS H. Darmo Rangkas Bitung. Setelah pemeriksaan di RS H. Darmo, Sela didiagnosa menderita Tumor Perut, tapi karena keterbatasan fasilitas Sela dirujuk ke RSCM. Awalnya orang tua Sela keberatan jika Sela harus dirujuk ke Jakarta meskipun untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS, tapi mereka khawatir untuk biaya sehari-hari. Tapi, Allah menunjukkan kebesaranNya, Sela dipertemukan dengan #SedekahRombongan dan berangkat ke Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, Sela beserta keluarganya tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan Jakarta. Alhamdulillah, bantuan lanjutan telah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan di Jakarta, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 989. Sekarang Sela kecil masih harus menjalani kontrol rutin dibeberapa poli dan menjalani kemoterapi serta rehabilitasi medik di Poli Anak RSCM. Alhamdulillah ditengah proses berobat yang dijalaninya kondisi Sela terus membaik. Mohon doa terbaik untuk Sela, semoga segala proses pengobatan yang dijalaninya diberikan kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri @endangnumik

Siti menderita tumor perut


SARBINI BIN AHMAD (60, Diabetes Melitus). Alamat: Jln Kenari RT 6/4 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Kotamadya Jakarta Pusat, DKI Jakarta. pak Sarbini begitulah beliau sering disapa oleh orang-orang terdekatnya. Sejak beberapa tahun terakhir ini telah menderita Gula Darah Kering (Diabetes Melitus) yang mengakibatkan kakinya mengecil dan ini membuatnya untuk tidak bisa banyak beraktivtas. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun pak Sarbini kini bergantung pada sang istri, Ibu Rusmiati (60) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah lebih dari cukup bagi pasangan yang sudah tak muda lagi ini, padahal Pak Sarbini membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi dan memenuhi kebutuhan harian, setelah santunan sebelumnya masuk dirombongan 989. Semoga bantuan ini bisa sedikit banyak meringankan beban yang dihadapi oleh Pak Sarbini. Aamiin.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2017
Kurir: @wirawiry @untaririri Sugiono @endangnumik

Pak Sarbini menderita diabetes melitus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HASANUDIN BIN RAHMAN 1,000,000
2 MADI JAYA 500,000
3 DALEM PANGESTU 500,000
4 AHMAD FAUZI 500,000
5 ANITA AGUSTINA 750,000
6 CASMURI BIN TANYA 1,000,000
7 MUALIMAT SARNO 500,000
8 ROSADI BIN ABIDIN 500,000
9 RAHMA RAHIDATUL 1,000,000
10 SYAKILA CHOIRUNNISA 750,000
11 SILVA NADILA 750,000
12 MARYATI BINTI SANIF 1,000,000
13 LENI BURHAN AMIN 500,000
14 SITI NURJANAH 500,000
15 MUSRIPAH BINTI SLAMET KUDORI 1,471,600
16 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,600,000
17 KIAN SANTAN 500,000
18 YULIANA DWI RAHAYU 500,000
19 YULI BHAYANGKARA 500,000
20 NAFISA PUTRI RAMADANI 1,000,000
21 SUPARMI BINTI SUNARNO 500,000
22 MUHAMMAD ALI SAHID 500,000
23 NGATMINAH BINTI SUPARMAN 500,000
24 DWI APRIYANI 1,000,000
25 KRISTIANA BINTI ARIF YANMAH 500,000
26 ABIDZAR AKMAL ATHAILLAH 500,000
27 HARYATI BINTI MAKDISAN 1,000,000
28 DWI SETYANI 1,000,000
29 NGAIJAN BIN WAKIMIN 1,000,000
30 JUMAINIYATI BINTI SUKAERI 1,000,000
31 SITI MARYATI 1,000,000
32 DIYAH ROHMAWATI 1,330,000
33 SARWI PATI 1,000,000
34 SAEMO BIN JAKARSO 1,000,000
35 RUSMIYATI BINTI SURAMI 1,000,000
36 BAMBANG SUPARDI 1,000,000
37 NAFISA PUTRI RAMADANI 1,000,000
38 WAHYU LISTIYONINGSIH 500,000
39 SASTRO WAGE 1,000,000
40 ZAEDAH BINTI MUSRIN 500,000
41 SULAMI BINTI RAMIN 1,000,000
42 KUSNI BINTI YATEMAN 500,000
43 NUR SAMBAS JAELANI 500,000
44 TAMIM AHMAD 500,000
45 MELLATUL LATIFAH 1,250,000
46 AGUSTINI NURMAN 750,000
47 MUHAMMAD ALDI 1,000,000
48 YUDISTIRA PRATAMA 750,000
49 ENI NURAENI 1,500,000
50 SITI MARSELA 500,000
51 SARBINI BIN AHMAD 500,000
Total 40,901,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 40,901,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1004 ROMBONGAN

Rp. 51,048,160,480,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.