Rombongan 1003

Sedekah adalah pembuka rejeki. Memang benar, anda akan kehilangan uang, tapi disaat bersamaan anda juga sedang mengundang rejeki yang jauh lebih banyak.
Posted by on May 31, 2017

BAHDIA KASIM (73, Luka Kepala akibat Kecelakaan). Alamat Jalan Pallantikang No 92, RT 001 RW 004, Desa Kalegowa, Kecamatan Soma Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kejadian kecelakan yang menimpa ibu Bahdia sangat cepat. Pukul 01.00 Wita, sebuah mobil kijang memotong jalan langsung  menabra,k,  motor yang dikendarai ibu Bahdia dan anaknya. Beliau terjungkal dari motor dan kepalanya terbentur di aspal. Luka sobek di jidatnya membuat darah mengalir dari jidatnya. Ibu Bahdia ditolong oleh warga dan dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo, Makassar. Dokter segera melakukan pertolongan dan menjahit jidat ibu Bahdiah. Terdapat 15 jahitan di bagian kepala. Sementara tempurung Lutut kanannya bergeser.
Ibu Bahdia adalah istri dari Almarhum Bapak Kasim La Udu. Beliau  ditinggal mati oleh suami lima tahun silam. Ibu dari lima bersaudara ini untuk menghidupi dua orang anaknya yang masih kecil, beliau berjualan kue tradisional. Penghasilan dari jualan kue hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan makan sehari. Ibu Bahdia tidak memiliki fasilitas kesehatan. Sehingga Ibu Bahdia tercatat sebagai pasien umum. Dengan demikian biaya selama di UGD dan saat perawatan di rumah sakit ditanggung sendiri. Beliau berusaha mencari pinjaman dengan cara berutang pada tetangganya. Rencananya setelah sembuh, Ibu Bahdia akan mengembalikan uang yang dipakai selama pengobatan di rumah sakit.
Kondisi yang menimpa ibu Bahdia sampai ke Kurir #SedekahRombongan. Saat dikunjungi di rumahnya, Ibu Bahdia merasa bahagia. Bantuan yang ia terima akan digunakan untuk kebutuhan rawat luka, membeli obat-obatan yang tidak ditanggung rumah sakit  Semoga Ibu Bahdiah lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti sedia kala. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April  2017
Kurir :@Areefy_Dip@Ismawan_as@Abdullahsartono

Pak Bahdia menderita luka kepala akibat kecelakaan


ZAENAL ABIDIN  (39, Gusi Bengkak), Alamat Dusun Lappara, RT 002, RW 001, Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.
Bapak Zaenal adalah warga Kecamatan Sinjai tengah, Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan harus bersabar dan tabah menahan rasa sakit yang pada pipinya. Beliau pun menghabiskan waktunya di rumah. Berawal pada beberapa bulan lalu, terdapat benjolan besar pada pipi kanannya. Semakin lama semakin besar dan mengeras. Pada awalnya hanya sakit gigi biasa. Hal itu didiamkan begitu saja karena berfikir akan menghilang dengan sendirinya. Tapi lama-kelamaan sakit gigi tidak berhenti, malah sakitnya melebar ke daerah mulutnya (bagian gusi) dan berefek pada pembengkakan pada gusinya.
Bapak Zaenal hanya petani biasa, ia tinggal bersama dua anaknya yang masih kecil. Istrinya Hasmi (30) yang mengambil alih tugas dan tanggung jawab keluarga. Karena keterbatasan dana dan beliau tidak punya fasilitas kesehatan membuat Pak Zaenal hanya melakukan pengobatan tradisional. Namun semakin hari semakin membengkak dan berbau busuk. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, Bapak Zaenal dibantu oleh tetangga dan keluarga dekat.
Alhamdulillah ditengah kesulitan yang dihadapi, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan ke tempat sainal dan menyampaikan bantuan lanjutan  untuk biaya hidup sehari-hari dan untuk melakukan pengobatan. Semoga bantuan dari Sedekaholics bisa meringankan beban beliau sekeluarga dan semoga lekas diberikan kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir:@Areefy_dip@Ismawan_as@AndiFajar Aswan@HasdinarBurhan

Pak Zaenal menderita gusi bengkak


ALIF PRADATA (1, Hydrocephalus). Alamat : Jln. Raya Kakap, Gg. Sehat, RT 3/8, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sui Kakap, Kabupaten Kubu raya, Provinsi Kalimantan Barat. Alif dilahirkan dalam keadaan prematur dengan berat badan lahir rendah hanya 1.48 kg. Sejak usia 2 bulan Alif menderita penyakit hydrocephalus. Keterbatasan biaya membuat Alif tidak berobat dengan maksimal, hingga usia 11 bulan ia belum mendapatkan tindakan dan lingkar kepalanya sudah mencapai 90 cm. Orang tua Alif, Bapak Hartono (45) adalah tukang servis sofa dengan penghasilan yang tak menentu, itupun jika ada yang menggunakan jasanya, sedangkan Ibu Ermawati (41) hanya seorang ibu rumah tangga.  Pada 28 Februari 2017, Alif menjalani operasi pertama untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepalanya. Selang kecil dipasang di kepala Alif yang dialirkan sampai saluran kemih sehingga air yang ada di kepalanya akan keluar perlahan melalui air seni. Tim dokter bedah yang menangani operasi pertama Alif mengatakan hampir 50 % air yang ada di kepala Alif sudah keluar dan lingkar kepalanya sudah mengecil menjadi 82 cm. Pasca menjalani operasi, perkembangan kesehatan Alif sungguh menggembirakan. Walaupun lingkar kepalanya masih cukup besar, rambut di kepalanya sudah mulai tumbuh. Gigi seri bawahnya sudah mulai tumbuh dan ia sudah bisa bersuara, menggerak-gerakkan mulut, tangan dan kakinya. Matanya juga mulai terlihat normal (nampak terlihat kornea mata) meskipun hanya bisa terlihat jika posisi Alif sedang didudukkan. Alif sekarang menjalani rawat jalan untuk perawatan luka bekas operasi di kepalanya dan kontrol selang. Perawatan luka ditangani perawat RS Sudarso yang datang kerumah Alif setiap dua hari sekali dengan biaya perawatan Rp.200.000,- sekali kunjungan. Sedangkan untuk kontrol selang, Alif dibawa ke RS Sudarso setiap dua minggu sekali dengan biaya Rp.300.000,- untuk sekali kontrol. Alif akan menjalani operasi setiap 4 tahun sekali hingga usianya 17 tahun. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi berobat dan perawatan luka rutin. Sebelumnya Alif telah dibantu dalam Rombongan 983.

Jumlah Bantuan : Rp.4.440.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 Guntur @ririn_restu

Alif menderita hydrocephalus


KASIH NUR VAJIRA (6, Syndrom Nefrotik + TBC). Alamat : Desa Prapakan Besi, Dusun Besi Kuning, RT 1/1, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kasih adalah anak dari pasangan Bapak Henri (36) dan Ibu Satriani (34), keduanya bekerja sebagai petani untuk menghidupi ketiga anaknya. Awalnya Kasih merasakan sakit di bagian perutnya pada Juli 2016, setelah itu sejak bulan puasa hingga hari raya ia menfalami diare terus – menerus. Puncaknya pada Agustus 2016 Kasih kembali merasakan sakit di perutnya, kondisi tersebut membuat ia yang begitu ceria menangis karena tak kuat menahan sakit dan kemudian wajahnya membengkak. Setelah beberapa hari hanya dirawat di rumah, bengkak di wajah Kasih pun tak kunjung mereda hingga membuat keluarga khawatir dan membawanya berobat ke Puskesmas Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Selama dirawat di Puskesmas Sekura, bengkak di wajah Kasih menjalar ke kaki hingga membuatnya tak bisa berjalan, empat hari kemudian perutnya pun mulai nampak membengkak. Kondisi Kasih tidak mengalami peningkatan dan akhirnya ia dirujuk ke RSUD Sambas. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Kasih positif mengalami gagal ginjal (Sindrom Nefrotik). Kasih kemudian dirujuk ke RSUD Pemangkat dan dirawat selama sebelas hari. Pada Oktober 2016 Kasih menjalani kemoterapi yang pertama di RS Singkawang, dalam kondisi tertentu ia memerlukan obat Albumin sebelum dilakukan kemoterapi. Berdasarkan keterangan keluarga Albumin ini tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga harus membayar senilai 2 juta rupiah. Pada 20 Januari 2017, Kasih mengalami demam tinggi yang disertai kejang dan ia tidak sadarkan diri sehingga harus dirawat di RS Pemangkat. Dua hari kemudian Kasih dirujuk dan dirawat di RS Serukam dan setelah enam hari dirawat ia masih tak sadarkan diri. Pada saat itu Kasih mendapat jadwal kemoterapi pada tanggal 2 Februari 2017, namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan akhirnya jadwal kemoterapi diundur. Setelah Kasih sadarkan diri dari koma, untuk pemenuhan nutrisi dan buang air harus melalui selang. Napas yang cepat disertai batuk menimbukan kecurigaan dokter bahwa Kasih mungkin juga mengalami infeksi paru setelah dilakukan penanganan dengan Nebulizer. Pada 7 Februari 2017, Kasih mengalami melena (feses berwarna hitam) dan muntah darah yang mengharuskannya menjalani cek darah. Berdasarkan keterangan keluarga dari hasil cek darah yang telah dilakukan, kondisi umum ginjal Kasih tidak mengalami perubahan yang lebih baik dan kondisi paru-parunya telah terinfeksi TBC hingga 82%. Ia pun sempat dirawat di RS Serukam Singkawang dengan kondisi badan membiru dan ikterik (menguning pada kulit dan mata), susah berbicara dan bergerak. Kasih telah menjalani kemoterapinya yang ke-5 pada 23 Februari 2017 dan kondisinya pada saat itu belum juga mengalami peningkatan. Pada 21 Maret 2017 ia mendapat jadwal untuk kemoterapi yang ke-6 namun pada 14 Maret 2017 kondisinya menurun dan lansung dibawa ke RSU Bethesda Kabupaten Bengkayang. Kasih mendapat penanganan pemberian obat Lasix  melalui suntikan pada infusan untuk mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui saluran kemih. Sejak awal Mei 2017 Kasih sudah tidak lagi menggunakan obat Lasix dan obat Albumin, untuk kemoterapi yang digunakan sekarang adalah dengan mengonsumsi obat Neoral Ciclosporin. Kasih mengalami infeksi darah yang menyebabkan pendarahan serta pembekakkan di bagian kedua lututnya. Setelah diambil sampel darah, belum diketahui hasilnya dan apa yang menyebabkan Kasih terkena infeksi darah, sehingga ia mendapatkan penanganan dengan menggunakan obat Metilprednisolon melalui suntikan pada infusan yang akan digunakan hingga 11 Minggu ke depan. Dalam 1 minggu sebelumnya Kasih mendapatkan 3 dosis obat Metilprednisolon, dan setelah masuk minggu ke-8 dikurangi 1 dosis dalam 1 minggu. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk membantu transportasi dan akomodasi berobat, pembelian obat Metilprednisolon yang tidak ditanggung BPJS, dan biaya hidup sehari – hari. Sebelumnya Kasih telah dibantu dalam Rombongan 983.

Jumlah Bantuan : Rp.4.500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir: @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ferian_syah12 @ririn_restu

Bu Kasih menderita syndrom nefrotik + TBC


MUHAMMAD ALFAN MUSYAFA (5, Hernia). Alamat : Dukuh Siklayu, RT 6/1, Kel. Sidorejo, Kec. Gringsing, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Tahun 2015 lalu, Alfan mengalami demam tinggi yang kemudian dibawa ke RSI Kendal. Setelah menjalani rawat inap di RSI Kendal selama 5 hari keadaannya membaik dan oleh dokter diperbolehkan pulang. Beberapa bulan setelah dinyatakan sehat kemudian muncul benjolan pada kelamin Alfan. Namun benjolan tersebut hanya keluar ketika malam hari dan siang harinya dengan sendirinya benjolan tersebut mengilang. Setelah kurang lebih 1 tahun benjolan pada kelamin Alfan tampak mulai membesar dan kemudian orang tua membawa kembali ke dokter untuk diperiksa. Ternyata Dokter mendiagnosa bahwa benjolan itu adalah penyakit Hernia. Dalam bahasa awam dikenal dengan penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Dokter menyarankan untuk segera melakukan tindakan operasi. Pak Mukharom (39) bekerja sebagai nelayan dan Bu Mujiati (37) ibu rumah tangga, penghasilan keluarga hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pak Mukharom memiliki tanggungan empat anak sehingga biaya akomodasi untuk operasi belum bisa terpenuhi, karena biaya pengobatan sudah tercover oleh Jamkesda. Alhamdulillah atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Mukharom. Santunan pun disampikan untuk membantu biaya pengobatan dan akomodasi Muhammad Alfan Musyafa. Mohon doanya semoga Alfan segera sembuh dan sehat, serta dapat beraktifitas dengan baik.

Jumlah Bantuan        : Rp. 1.000.000,-
Tanggal               : 23 April 2017
Kurir                 : @indradess @fatkhiyaah @nellasari__ @marco @DiahPertiwi1110

Alfan menderita hernia

—-
UMI KHASANAH (50, Tumor Perut). Alamat : Jl. Sipayung Raya, RT 5/12, Kel. Panggung, Kec. Tegal Timur, Kota Tegal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2012 yang lalu, Bu Umi merasakan sakit pada bagian perut. Bu Umi mengira bahwa sakit perut tersebut adalah maag. Selang dua minggu, sakit yang diderita Bu Umi tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah. Kemudian Bu Umi menjalani pemeriksaan di puskesmas setempat. Dokter mengatakan ada semacam benjolan pada perut. Bu Umi seketika dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis bahwa Bu Umi menderita tumor perut. Kemudian Bu Umi menjalani operasi pengangkatan tumor perut di RSUD Kardinah Tegal. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Bu Umi harus menjalani kontrol rutin pasca operasi tersebut. Setelah menjalani kontrol rutin, kondisi Bu Umi semakin membaik. Pada tahun 2016, Bu Umi kembali merasakan sakit pada perut. Bu Umi kembali memeriksakan diri ke RSUD Kardinah Tegal. Dari hasil rontgen menunjukkan bahwa tumor pada perut kembali tumbuh. Bu Umi dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan lebih intensif. Seketika Bu Umi memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan karena tidak ada biaya akomodasi pulang pergi ke Semarang. Bu Umi adalah seorang janda. Sejak sakit sudah tidak bekerja. Sehingga tidak memiliki simpanan uang untuk berobat. Bu Umi telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Pada akhir februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Umi dan selanjutnya menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini Bu Umi sedang menjalani program kemoterapi setelah itu dijadwalkan penyinaran di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan awal disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Bu Umi saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp 1.100.000,-
Tanggal : 29 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @DiahPertiwi1110-

Bu Umi menderita tumor perut


MUHAMMAD HASAN AL BASHRI (2, Megacolon Congenital). Alamat : Desa Karangmalang, RT 11/5, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya tanggal 21 Oktober 2015 Hasan lahir dengan normal tetapi setelah di cek oleh petugas kesehatan pasca lahir, ternyata Hasan mengalami gangguan obstruksi usus sejak lahir atau dalam bahasa medisnya adalah Megacolon Congenital yang menyebabkan tidak bisanya usus untuk mendorong kotoran keluar melalui dubur secara otomatis. Saat Hasan masih bayi, orangtuanya pernah membawa ke dokter untuk diperiksakan lalu dokter menyarankan untuk operasi di RSUP dr. Kariadi Semarang dengan meminta surat rujukan dari Rumah Sakit daerah. Keterbatasan biayalah yang menjadi kendala dek Hasan untuk segera dirujuk, Bapak Muahsinin yang seorang guru ngaji di kampung nya dengan bayaran seikhlasnya dari orangtua anak muridnya dan Ibu Muslikha yang seorang ibu rumah tangga mengharuskan mereka meminta alternatif jalan lain yang lebih terjangkau biayanya dibandingkan operasi. Akhirnya dokter menyarankan untuk sementara waktu, Hasan bisa BAB dengan diberikan obat suppositoria yaitu obat yang dimasukkan dalam dubur untuk ‘memancing’ kotoran keluar. Tak berhenti sampai disitu, setiap Hasan tidak BAB, perutnya makin  membesar bahkan pernah tidak BAB selama 1-2 minggu.  Alhamdulillah, awal April 2017 kurir Sedekah Rombongan Tegal mendapat info dari Bidan desa setempat tentang kondisi Hasan, bergerak cepat, kurir langsung mendatangi kediaman Hasan dan orangtuanya di desa Karangmalang, Tegal. Setelah proses pembuatan rujukan ke RSUD Soesilo Slawi untuk RSUP Dr. Kariadi Semarang sudah dibuat, MTSR langsung menjemput Hasan dan orangtuanya menuju Semarang. Biaya yang diberi adalah untuk akomodasi dan biaya sehari-hari selama di Semarang. Semoga bantuan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan sedikit banyak bisa meringankan beban yang dialami oleh Keluarga Hasan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 522.800,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir: @indrades @fatkhiya @astialfatin @DiahPertiwi1110

Hasan menderita megacolon congenital


HADJAR NADZIFAH (8, Tumor Tangan). Alamat : Desa Jeruksari Sekranding, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2015 bulan Maret, ia terjatuh dan mengalami luka pada tangan kirinya. Keluarga memilih untuk membawa ke tukang pijat di desa sekitar,  luka tersebut perlahan mulai membaik. Namun, sekitar awal bulan mei muncul benjolan pada bekas luka tersebut. Semakin lama semakin membesar, karena khawatir dengan keadaan tersebut, orang tua memutuskan untuk berobat secara medis yang dilakukan di RS Bedah ARO Pekalongan. Dokter menyatakan, Hadjar mengalami tumor tangan dan langsung dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi. Saat ini, Hadjar sudah menjalani 6 kali kemoterapi secara rutin. Ayah Hadjar, Warno (31) dan ibunya, Siska Andriani (28) mengungkapkan kesedihannya kepada kurir Sedekah Rombongan karena tidak ada biaya pulang pergi ke Semarang. Maklum saja, ayahnya hanyalah seorang buruh bangunan yang tidak selalu mendapatkan pekerjaan dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Jaminan keshatan pun tidak dimiliki oleh keluarga ini. Saat ini ibu Siska masih mengurus adik dari Hadjar yang masih berusia 2 tahun dan masih minum ASI. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana ditepi tambak yang ada disekitar rumahnya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka. Saat ini Hadjar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya pengobatan selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.436.750,-
Tanggal : 27  April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @nadiaahusna @DiahPertiwi1110

Hadjar menderita tumor tangan


LIA LIFIANA (17, Penyempitan Anus).  Alamat : Dk. Lengkong, RT. 04/03, Ds. Adinuso, Kec. Subah, Kab. Batang, Prov. Jawa Tengah. Sejak lahir Lia sudah menderita penyumbatan anus, namun Lia belum mendapatkan penanganan apapun. Hingga pada usia 7 tahun, Lia diperiksakan ke RSUD Batang. Dari RSUD Batang, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Karena tidak ada biaya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada saat Lia berusia 17 tahun, Lia mengalami penyakit usus buntu. Kemudian Lia menjalani operasi usus buntu sekaligus operasi penyumbatan anus di RS Bendan Pekalongan. Pasca operasi, Lia dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Ayah Lia yaitu Bapak Bandiyo (51) yang bekerja sebagai buruh tidak memiliki simpanan untuk biaya pengobatan Lia di Semarang. Sehingga pengobatan Lia kembali dihentikan. Lia telah terdaftar sebagai penerima jaminan kesehatan berupa JKN – KIS PBI yang dibuatkan oleh perangkat desa setempat. Alhamdulillah pada awal desember 2016, Tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Lia. Saat ini, Lia telah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Lia kembali melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Lia menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan dari Sedekahholics kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Semoga Lia lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali  seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 922.800,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @indrades  @fatkhiyaah  @hanifpeduli  @DiahPertiwi1110

Lia menderita penyempitan anus


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6, Hydrocephalus + Kelainan Struktur Wajah). Alamat : Ds. Godong, RT 3/ 1, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengan. Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya sejah lahir. Beberapa hari setelah kelahiran Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Maghfiroh yaitu Bapak Yunan Purnomo (45) sebagai buruh serabutan dan Ibu Nur Alfiana (42) sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan yang tidak menentu membuat Bapak Purnomo kesulitan biaya transportasi pulang pergi ke Semarang. Meskipun semua biaya pengobatan sudah dicover oleh fasilitas kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS PBI. Pada awal 2014 tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan keluarga Maghfiroh. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Maghfiroh. Saat ini Maghfiroh sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mohon doanya semoga Maghfiroh lekas sembuh. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 986.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @auliarahman04 @DiahPertiwi1110

Maghfiroh menderita hydrocephalus + kelainan struktur wajah


YULI HIDAYATI (40, Kanker Usus). Alamat : Jalan Durian Gang Anggur 2 No. 12, RT 4/6, Kel. Kraton, Kec. Tegal Barat, Kab. Tegal , Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016. Bu Yuli mengalami  susah BAB yang di sertai keluar darah dan terasa sakit. Keluarga pernah membawa Bu Yuli ke Klinik setempat diagnosa awal terkena ambiein, akan tetapi kondisi Bu Yuli mulai mengkhawatirkan ketika badan semakin lemas dan di sertai pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Akhirnya di bawa ke RSUD Kardinah Tegal. Dokter mendiagnosa bahwa Bu Yuli menderita kanker usus. Kemudian dokter merujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat perawatan lebih intensif. Bu Yuli merasa keberatan karena tidak ada biaya untuk pulang pergi ke Semarang. Bu Yuli yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga dan suami Bu Yuli bekerja sebagai buruh jahit tidak memiliki banyak simpanan untuk baiya transportasi. Bu Yuli juga masih memiliki tanggungan 4 anak yang masih sekolah. Saat ini Bu Yuli telah memiliki jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada pertengahan oktober 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Yuli. Bu Yuli kemudian dibawa ke Semarang untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, Bu Yuli kemudian menjalani operasi saluran anus.Alhamdulillah kondisi Bu Yuli semakin membaik, kini Bu Yuli sudah melakukan kemoterapy pasca operasi. Mohon doa dari Sedekahholics agar Bu Yuli dapat segera sembuh dan beraktifitas seperti. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal :  27 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @eka @DiahPertiwi1110

Bu Yuli menderita kanker usus


FAJAR FIRMANSYAH (10, Hipertiroid). Alamat : Dukuh Larangan, RT 23/11, Desa Jatingarang, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir terdapat benjolan kecil pada leher Fajar. Kedua orang tua Fajar tidak begitu mengkhawatirkan benjolan tersebut. Pada usia 5 tahun, benjolan tersebut semakin membesar dan bila diraba terasa keras. Kemudian Fajar dibawa ke RSUD Kajen dilakukan pemeriksaan lebih intensive. Setelah dilakukan rontgen, dokter mendiagnosa bahwa Fajar menderita hiperteroid atau berlebihnya hormon tiroid pada tubuh. Dokter merujuk Fajar ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ayah Fajar yaitu Bapak Dul Azis (47) yang bekerja sebagai buruh tani tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun Fajar sudah memiliki fasilitas kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah atas ijin Allah, pada awal oktober 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Fajar. Kurir sepakat untuk mendampingi pengobatan Fajar. Fajar dibawa kesemarang untuk melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Fajar sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebelum menjalani tindakan selanjutnya. Santunan kembali disampaikan untuk membantu biaya akomodasi selama berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @indrades  @fatkhiyaah @Qiiyu @DiahPertiwi1110

Fajar menderita hipertiroid


ROMADHON BIN CUNDUK  (51, Kanker Kelenjar Getah Bening). Alamat : Tondano No. 18, Noyontaan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pak Romadhon adalah seorang tukang becak di wilayah Kota Pekalongan. Gejala awal penyakit beliau sekitar bulan Februari 2015, saat itu mulai tumbuh benjolan pada bagian leher. Karena tidak merasakan sakit, jadi beliau tidak terlalu memperdulikannya. Pada Bulan Agustus tahun 2015 akhirnya keluarga Bapak Romadhon memeriksakan diri ke dokter dan dokter mendiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Sejak Pak Romadhon didiagnosa mengidap kanker, beliau sudah tidak bisa bekerja sebagai tukang becak. beliau memiliki tanggungan 3 orang anak yang masih bersekolah yaitu anak ke-3 SMA, anak ke-4 SMP dan anak ke-5 SD. Fasilitas jaminan kesehatan yang digunakan beliau adalah kartu BPJS Kesehatan JKN – KIS PBI. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, isteri Pak Romadhon bekerja sebagai petugas kebersihan/cleaning service. Hingga pada bulan November 2015, Allah mempertemukan Pak Romadhon dengan kurir Sedekah Rombongan.Tim SR membawa Pak Romadhon berobat ke RSUD Bendan dan segera dirujuk ke RS Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan medis selesai dilakukan, Dokter menyarankan untuk segera melakukan kemoterapi. Tahap demi tahap kemoterapi telah selesai dan dilalui Pak Romadhon dengan lancar. Saat ini Pak Romadhon sudah menjalani serangkaian program kemoterapi. Setelah ini akan dilakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kanker Pak Romadhon. Santunan disampaikan untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @dianfariza @yodhadidot  @nellasari_  @DiahPertiwi1110

Pak Romadhon menderita Kanker kelenjar getah bening


MARYATI BINTI KASNURI (32, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Jln. Kakaktua RT 4/3 No.10, Gang 1 Randu Gunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Sejak 2013 lalu, Bu Maryati memiliki benjolan di bagian payudaranya. Kemudian Bu Maryati memeriksakan diri ke Rumah sakit di Tegal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosa Bu Maryati menderita kanker payudara stadium 3. Karena keterbatasan alat medis, dokter merujuk Bu Maryati berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pengobatan pertama dilakukan setelah Bu Maryati melahirkan anaknya yg kedua. Dokter tidak memperbolehkan kanker Bu Maryati dioperasi, karena saat itu beliau masih menyusui. Setelah anaknya sudah besar, dokter menyarankan agar Bu Maryati segera dioperasi, akan tetapi Bu Maryati tidak berani melakukan operasi. Selain itu, karena keterbatasan biaya, kanker Bu Maryati dibiarkan begitu saja sampai akhirnya pecah dan menjalar ke leher dan liver. Bu Maryati sudah memiliki Jamkesmas, akan tetapi beliau tidak memiliki biaya untuk akomodasi selama perawatan, karena selama ini beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya. Suami Bu Maryati, Bapak Rahmat (27 tahun) bekerja sebagai buruh serabutan, penghasilannya sebagai buruh serabutan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membiayai akomodasi pengobatan yang harus dijalani Bu Maryati, apalagi beliau memiliki tanggungan dua orang anak yang berumur 7 tahun dan 1 tahun. Saat ini anak pertama Bu Maryati terpaksa harus putus sekolah dikarenakan tidak mampu membayar biaya sekolah. Bu Maryati menjalani pemeriksaan rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan telah menjalani 6 kali kemoterapi. Kondisinya sudah mulai membaik, kanker di payudara sudah mengecil dan mengering. Bu Maryati telah menjalani USG dan rontgen untuk mengetahui sampai sejauh mana penyebaran kankernya. Hasil kontrol pada tanggal 3 Mei 2016 terdapat benjolan di liver, dokter memberikan obat untuk diminum selama satu bulan, dan mengharuskan Bu Maryati kontrol kembali setelah obat habis. Hasil kontrol pada tanggal 3 Juni 3016, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena kanker sudah menyebar ke rahim dan liver. Sebelum operasi dokter menyarankan agar bu Maryati meminta persetujuan pihak keluarga terlebih dahulu. Apabila keluarga sudah setuju maka operasi pengangkatan rahim akan dilakukan pada bulan Juli 2016. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah menjalani operasi pengangkatan rahim. Operasi berjalan dengan lancar, namun Bu Maryati masih harus menjalani kemoterapi pasca operasi. Bu Maryati sudah menyelesaikan program kemoterapi ke-8. Alhamdulillah, Bu Maryati sudah mendapat panggilan rawat inap dari RSUP Dr. Kariadi. Saat ini, Bu Maryati sedang menjalani program perbaikan kondisi tubuh untuk persiapan operasi pengangkatan kanker. Akan tetapi, karena kondisi tubuh beliau belum juga membaik dan kankernya semakin membesar, sehingga beliau harus menjalani program kemoterapi lagi. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya akomodasi selama Bu Maryati menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Semoga Bu Maryati dapat segera dioperasi dan bisa lekas sembuh. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.472.000,-
Tanggal : 23 April 2017
Kurir : @Indrades @Ida @lianhumaira @DiahPertiwi1110

Bu Maryati menderita kanker payudara kanan


SUDIYAH BINTI SUGENG (41, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Demangharjo, RT 2/5, Kec. Warureja, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Pada bulan Juli 2016, Ibu Sudiya merasakan ada benjolan pada payudara sebelah kanan, kemudian Ibu Sudiyah periksa ke bidan desa. Oleh bidan desa kemudian disarankan untuk periksa ke dokter, setelah  diperiksa ke dokter umum menyarankan untuk diperiksa ke dokter spesialis bedah untuk cek lab karena benjolan tersebut seperti gejala kanker payudara. Namun Ibu Sudiyiah tidak langsung menjalani pemeriksaan lanjut karena keterbatasan biaya. Keluarga menyarankan untuk melakukan pengobatan secara alternatif. Keadaan Bu Sudiyah setelah menjalani pengobatan alternatif semakin melemah dan kondisi luka benjolan pada payudara semakin membesar dan menjalar kearea sisi payudara lainnya hingga mengeluarkan bau tidak sedap. Pada bulan Maret 2017 Bu Sudiyah diperiksa di RSUD Mitra Siaga Tegal dan didiagnosa kanker payudara bagian kanan, oleh dokter dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ibu Sudiyah sudah memiliki fasilitas jaminan kesehatan yaitu JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Sudiyah. Ibu Sudiyah dibawa ke Semarang untuk melanjutkan proses pengobatan. Setelah menjalani perawatan intensis kondisi Ibu Sudiyah semakin kritis. Hingga pada tanggal 25 April 2017 Ibu Sudiyah meninggal dunia. Santunan disampaikan untuk membantu biaya kepengurusan jenasah.

Jumlah Bantunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @nellasari_ @DiahPertiwi1110

Bu Sudiyah menderita kanker payudara kanan


DESI AKHIRANA RESDIAWATI (42, Kanker Serviks). Alamat : Desa Kauman, RT 13/7, Kec. Wiradesa, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada awalnya, Bu Desi merasakan nyeri pada pinggul diikuti keputihan yang berbau serta menggumpal. Setelah itu Bu Desi mengalami pendarahan. Bu Desi mengira bahwa pendarahan tersebut adalah siklus menstruasi. Namun menstruasi tersebut lebih panjang dari biasanya. Kemudian Bu Desi menjalani pemeriksaan di RS Khodijah untuk mendapat penanganan lebih instensif. Setelah menjalani pemeriksaan lab, dokter mendiaknosa bahwa Bu Desi menderita kanker seviks stadium 2B. Dokter merujuk Bu Desi ke RSUD Bendan Pekalongan untuk mendapat perawatan lebih intensif. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Bu Desi terhenti. Suami Bu Desi yaitu Bapak Ahmad (45) yang bekerja sebagai buruh di Kalimantan tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan Bu Desi. Meskipun biaya pengobatan sudah sepenuhnya ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimiliki yaitu JKN – KIS Mandiri Kelas III. Alhamdulillah pada awal februari 2017, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Desi. Saat ini Bu Desi sedang menjalani program kemoterapi tahap satu. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Bu Desi. Mohon doanya semoga Bu Desi segera sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @ratna @DiahPertiwi1110

Bu Desi menderita kanker serviks


REZA ADITIYA PRATAMA (3, Megacolon Disease). Alamat : Desa Kedunguter, RT 9/2, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Pada saat lahir Reza tidak dapat buang air besar seperti pada umunya. Pihak rumah sakit membantu dengan obat agar Reza bisa buang air besar. Karena tidak ada hasil akhirnya Reza dirujuk ke RS Bhakti Asih Brebes dengan harapan Reza bisa mendapat penanganan lebih intensif agar dapat buang air besar. Namun selama 9 hari lamanya, Reza tetap tidak bisa buang air besar. Kemudian Reza dirujuk ke RS Mitra Keluarga Tegal untuk melakukan rontgen. Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa  Reza mengidap penyakit  megacolon disease atau suatu penyakit yang terjadi karena adanya kelemahan pada syaraf usus besar yang letaknya terbawah di sekitar daerah anus. Hal tersebut menyebabkan Reza tidak dapat buang air besar. Reza kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk melakukan operasi colostomi (pembuatan anus sementara pada perut). Ayah Reza yaitu Bapak Hendro Yulistiono (30) adalah seorang petani dan ibunya yaitu Ibu Sugiarti (25) seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa tidak ada biaya jika harus pulang-pergi ke Semarang. Mengingat jarak rumah ke Semarang cukup jauh, sehingga beliau membutuhkan biaya cukup banyak untuk akomodasi. Reza telah memiliki fasilitas kesehatan yaitu BPJS Non PBI Kelas III. Alhamdulillah pada bulan Oktober 2016, tim #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Reza dan kurir sepakat mendampingi selama berobat. Saat ini, Reza sudah menjalani operasi colostomi tahap kedua pada bulan Februari 2017. Hasil operasi semakin membaik, dan saat ini Reza disarankan menjalani kontrol apabila ada keluhan. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Reza dan keluarga saat berobat. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 985.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000,-
Tanggal :  20 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @asteria @DiahPertiwi1110

Reza menderita megacolon disease


NUR HIKMAH (27, Patent Ductus Arteriosus). Alamat : Desa Karang Mulya, RT 4/4,  Kec. Suradadi Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Awalnya, di bulan mei 2016, Nur Hikmah pernah bekerja di pabrik konveksi selama 2 bulan di Jakarta. Selama bekerja, Nur Hikmah sering mengalami batuk-batuk serta sesak napas. Batuk sering muncul saat Nur Hikmah kelelahan saat bekerja. Seringkali juga tangan dan kakinya berkeringat dingin dan muncul bintik-bintik kebiruan. Satu bulan yang lalu Nur hikmah berobat puskesmas Jatibogor dan dicurigai terdapat kelainan jantung bawaan. Sehingga dia dirujuk ke RSUD Kardinah Tegal dan dilakukan echocardiogradi. Dari hasil pemeriksaan di dapatkan bahwa Nur Hikmah mengalami kelainan jantung bawaan yaitu Patent Cuctus Arteriosus (PDA) dan harus di rujuk ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi yaitu RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Nur Hikmah merasa kebingungan dengan hal ini, karena Nur Hikmah adalah seorang anak yang menjadi tulang punggung keluarganya. Ibunya telah meninggal dan sekarang harus bertanggung jawab mengurusi ayahnya. Keterbatasan biaya membuat pengobatan Nur Hikmah tidak dilanjutkan. Alhamdulillah, pada awal agustus 2016 tim kurir  Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Nur Hikmah. Saat ini Nur Hikmah telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan area Semarang dan telah memiliki fasiltas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III. Nur Hikmah melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Nur Hikmah sudah menjalani operasi jatung bocor pada tanggal 21 Maret 2017 di RSUP Kariadi. Operasi berjalan lancar dan sekarang kontrol untuk lepas jahitan dan cek kesehatan pasca operasi. Santuan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi Nur Hikmah selama di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @mbakipa @DiahPertiwi1110

Bu Nur menderita patent ductus arteriosus


RASIYEM BINTI KASIM (42, Kanker Rahang). Alamat : Dukuh Jumbleng, RT 5/4, Kel. Sojomerto, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah. Pada tahun 2014 lalu, Bu Rasiyem merasakan sakit gigi, kemudian timbul benjolan di rahang kanannya. Kemudian, Bu Rasiyem berobat ke dokter praktek di desa. Oleh dokter disarankan ke RSI di Kendal. Dua hari setelah berobat, rasa sakitnya makin hebat lalu dirujuk ke RSUD Tugurejo Semarang. Di RSUD Tugurejo Semarang dilakukan operasi cabut gigi kiri dan kanan.Berdasarkan pemeriksaan awal, dicurigai ada keganasan. Namun karena merasa sudah membaik, pengobatan tidak dilanjutkan.Padahal dokter telah menyarankan untuk operasi. Pada awal tahun 2015, Sakit yang diderita Bu Rasiyem semakin parah. Kondisi tubuh juga semakin menurun. Kemudian Bu Rasiyem menjalani kontrol rutin di RSUD Tugurejo Semarang. Setelah menjalani kontrol rutin selama 3 bulan, pengobatan Bu Rasiyem kembali terhenti karena tidak adanya biaya untuk bolak-balik ke Semarang. Bu Rasiyem telah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS PBI. Bu Rasiyem yang masih memiliki 3 tanggungan anak memilih untuk mengobati lukanya dengan obat-obatan tradisional. Alhamdulillah pada bulan Juni 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Rasiyem. Dan kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan Bu Rasiyem. Saat ini Bu Rasiyem dapat melanjutkan pengobatannya kembali di RSUD Tugurejo Semarang. Karena penyakitnya sudah semakin parah, dokter menyarankan Bu Rasiyem untuk menjalani kemoterapi. Saat ini Bu Rasiyem telah menyelesaikan kemoterapi yang ke-8. Selain itu, dokter juga memutuskan untuk melakukan tindakan penyinaran terhadap Bu Rasiyem. Setelah penyinaran tahap satu selesai, Bu Rasiyem dijadwalkan untuk penyinaran tahap kedua. Namun Allah berkehendak lain. Bu Rasiyem meninggal dunia dengan tenang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya pengurusan jenasah. Santunan diberikan kepada Bu Rasiyem untuk biaya akomodasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.400.000,-
Tanggal : 14 April 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @rishafaiq @DiahPertiwi1110

Bu Rasiyem menderita kanker rahang


SUNIAH BINTI RASDJAN (51, Kanker Payudara Kanan). Alamat : Desa Tengki, RT 2/4, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Prov. Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, Bu Suniah tiba-tiba merasakan nyeri pada bagian dada lebih tepatnya dekat dengan tulang rusuk bagian bawah. Awalnya Bu Suniah mengira sakit tersebut hanya sakit sementara dan melakukan terapi pijat. Karena dirasa tak juga membaik, Bu Suniah memutuskan untuk berobat ke dokter klinik setempat. Dokter menyebutkan bahwa sakit yang dirasakan Bu Suniah kemungkinan adalah sakit Maag. Hari-hari berlalu, dan rasa nyeri belum juga hilang setelah berobat hingga pada akhirnya Bu Suniah mulai merasakan adanya benjolan pada payudara bagian kanannya. Akhirnya Bu Suniah memeriksakan diri di rumah sakit setempat dan ternyata benjolan tersebut adalah kanker yang sudah cukup besar. Benjolan yang muncul kemudian diambil dengan jalan operasi dan dokter menyarankan untuk rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk pengobatan lebih lanjut. Bekerja sebagai buruh tani, jarak yang jauh dari Semarang dan biaya pengobatan membuat Bu Suniah berfikir untuk melakukan pengobatan lanjut. Bu Suniah telah memiliki fasilitas keshatan JKN – KIS PBI. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Bu Suniah dan saat ini telah menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan Semarang. BuSuniah dibawa ke Semarang untuk menjalani beberapa tindakan medis di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Bu Suniah telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan radiasi sebanyak 30 kali. Saat ini Bu Suniah menjalani kontrol rutin sebulan sekali untuk pemeriksaan perkembangan kesehatannya secara berkala. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  7 April 2017
Kurir : @indrades @idaiddo @restirianii @DiahPertiwi1110

Bu Suniah menderita kanker payudara kanan


SALAMAH BINTI TAMRIN (24, Kista). Alamat : Desa Jembayat, RT 1/2, Kec. Margasari, Kab. Tegal, Prov. Jawa Tengah. Mbak Salamah adalah anak pasangan Bapak Tamrin (53) dan Ibu Wahyuni (43). Bapaknya hanyalah seorang sopir metromini, dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Mbak Salamah sudah berkeluarga, memiliki satu orang putra yang berumur 21 bulan. Mbak Salamah telah melakukan 3 kali operasi pada bagian perut. Yang pertama operasi caesar saat melahirkan putra pertamanya bulan November 2014. Saat operasi caesar tersebut baru diketahui bahwa mbak Salamah memiliki kista di perutnya (2 biji, besar dan kecil). Operasi kedua adalah operasi usus buntu pada bulan Mei 2016, dan yang ketiga operasi pengangkatan kista di bulan Juni 2016 namun operasi terebut gagal karna dokter tidak berani melanjutkan dikarenakan kistanya yang sudah mengalami perlengketan dengan usus sehingga saat ini mbak Salamah dirujuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun, Mbak Salamah tidak langsung ke Semarang karena tidak ada biaya. Mbak Salamah memilih tidak melanjutkan pengobatan. Alhamdulillah pada awal Agustus 2016 tim kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mbak Salamah sehingga Mbak Salamah dapat melanjutkan pengobatan kembali. Kurir juga membantu pembuatan fasilitas kesehatan berupa JKN – KIS Mandiri Kelas III untuk Mbak Salamah. Hasil USG mbak Salamah dinyatakan bagus. Mbak Salamah dianjurkan kontrol 1 bulan lagi jika ada keluhan saja seperti pendarahan atau benjolan. Namun jika tidak ada keluhan maka untuk selanjutnya mbak Salamah tidak perlu melakukan kontrol. Santunan dari Sedekaholics kami sampaikan kepada mbak Salamah untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 993.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @indrades @fatkhiyaah @asteria @DiahPertiwi1110

Bu Salamah menderita kista


ABDURROCHIM BIN CASMADI (44, Kanker Usus). Alamat : Dk. Milahan Timur RT 5/3, Kel. Rowokembu, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan, Prov. Jawa Tengah. Pada Mei 2016 Pak Abdurrochim mengeluh sakit di bagian perut, kemudian Pak Abdurrochim berobat ke Puskesmas. Di Puskesmas Pak Abdurrochim diberi rujukan untuk berobat ke RSUD Bendan. Dari RSUD Bendan, Pak Abdurrochim dirujuk ke Poli Bedah RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dari hasil pemeriksaan awal, dokter mendiagnosa bahwa Pak Abdurrochim menderita Kanker Usus. Pak Abdurrochim dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi. Istri PakAbdurrochim yaitu Ibu Nur Sekhah (38) yang kesehariannya sebagai buruh harian lepas merasa keberatan apabila PakAbdurrochim berobat di Semarang. Hal ini disebabkan tidak adanya biaya transportasi. Meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh JKN – KIS PBI. Pak Abdurrochim masih memiliki satu anak yang masih sekolah. Pada pertengahan November 2016 kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Pak Abdurrochim. Kurir sepakat untuk mendampingi proses pengobatan. Saat ini Pak Abdurrochim sedang menjalani kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Santunan disampaikan untuk membantu biaya akomodasi saat di Semarang. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 952.

Jumlah Bantuan : Rp. 687.575,-
Tanggal : 7 Maret 2017
Kurir : @indrades@idaiddo @DiahPertiwi1110

Pak Abdurrohim menderita kanker usus


NARMI BINTI RESO SENTONO (60 Tahun, Kista Ovarium). Alamat: Gantiwarno RT.04/RW.01 Kampung Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Riwayat penyakitnya sudah diketahui sejak tiga belas tahun yang lalu. Saat itu, Bu Narmi merasakan ada benjolan sebesar telur ayam di perutnya. Ia lantas memeriksakan diri ke sebuah klinik, kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar agar bisa segera dioperasi. Menjelang operasi, Bu Narmi mengalami menstruasi sehingga dilakukan tindakan curettage. Setelah itu, perutnya semakin hari semakin membesar. Ia dan keluarganya memutuskan untuk menjalani pengobatan secara tradisional karena keterbatasan biaya berobat. Namun setelah beberapa tahun berikhtiar menjalani pengobatan alternatif sakitnya tak kunjung sembuh. Tahun 2009, ia kembali memeriksakan diri ke rumah sakit, kali ini ke sebuah rumah sakit daerah di kotanya. Dokter setuju akan melakukan operasi, namun urung dilakukan karena keterbatasan sarana. Bu Narmi kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar yaitu ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Saat itu ia dan keluarganya sudah putus asa dan mengurungkan niat berobat. Karena mereka merasa lelah, terlebih mereka tidak memiliki biaya lagi. Semakin hari benjolan di perutnya itu semakin besar sehingga mengganggu aktivitas hariannya. Padahal sehari-harianya ia membantu suaminya bekerja, Bu Narmi tetap membantu sang suami meski dengan perut yang besar. Pak Sugiman (60 Tahun), suaminya, bekerja sebagai pedagang soto di sekolahan. Meski usia mereka tak muda lagi mereka harus tetap bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga. Keluarga ini sudap pasrah dengan kondisinya, meski memiliki jaminan kesehatan dari meperintah mereka tak sanggup untuk membayar biaya akomodasi, transportasi, serta biaya lain yang tak tercover jaminan kesehatan. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban kehidupannya. Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan kemudian memberikan bantuan uang tunai yang digunakan untuk biaya akomodasi berobat. Beberapa kali Sedekah Rombongan melakukan penjemputan Bu Narmi pada saat mau melakukan pengobatan di jogja dan selalu memberi semangat kepada beliau agar selalu kuat dan sabar. Tetapi ditengah segala upaya yang dilakukan oleh Tim Sedekah Rombongan ternyata Allah berkehendak lain dan memanggil beliau pada tanggal 25 Mei 2017. Kurir Sedekah Rombongan begitu mengetahui kabar tersebut langsung meluncur ke rumah duka dan menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk biaya pengurusan pemakaman. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan semoga almarhumah husnul khotimah, aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto, @noer

Bu Narmi menderita kista ovarium


KESIA (19, Tumor payudara). Alamat: Kampung Langira, Desa Gaura, Kecamatan Kecamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kesia didiagnosa oleh dokter menderita tumor payudara. Sudah sekitar setahun terakhir ini Kesia mengeluhkan adanya rasa perih di bagian payudara dan kemudian memeriksakannya ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, Kesia mendapat informasi bahwa ada tumor yang sedang bertumbuh di payudaranya. Kesia tinggal bersama orang tua kandung dan 7 saudaranya. Mereka tinggal di rumah yang terbuat dari bambu dengan atap alang-alang. Orangtuanya Kesia berkerja sebagai petani jagung dan padi. Saat ditanyakan apakah Kesia sudah memeriksakan kembali tumornya, orang tuanya menjawab tidak mempunyai biaya untuk perjalanan dan pemeriksaan di rumah sakit umum. Santunan dari #sedekahrombongan disampaikan untuk digunakan biaya berobat rutin dan perjalanan ke Rumah Sakit Umum di Kota Kabupaten.

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Kesia menderita tumor payudara


AYUB (63, Tuberkolosis). Alamat: Kampung Langira Mutu, Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Ayub didiagnosa menderita Tuberkolosis dan asma. Sudah 10 bulan Pak Ayub menderita Tuberkolosis. Gejala yang dikeluhkan seperti batuk yang tidak kunjung sembuh dan sesak pada bagian dada. Awalnya Pak Ayub tidak menghiraukan, namun karena gejala batuknya berkepanjangan, Pak Ayub memeriksakan ke Puskesmas setempat. Pak Ayub bekerja sebagai petani jagung dan mendapatkan penghasilan yang tidak menentu. Bersama istri dan 6 orang anaknya, Pak Ayub tinggal di rumah panggung sederhana yang terbuat dari bambu dan atap alang-alang. Kurir #sedekahrombongan menyerahkan santunan kepada Pak Ayub untuk digunakan membiayai perjalanan ke rumah sakit umum dan pengobatan Tuberkolosis dan asmanya.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Pak Ayub menderita tuberkolosis


MARTEN (39, Asma). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Marten mendapat diagnosa dokter menderita penyakit asma serta asam urat. Gejala yang dirasakan seperti sulit bernafas, terkadang batuk ketika cuaca dingin dan diiringi dengan demam ringan. Kondisi ini sudah dialami Pak Marten kurang lebih beberapa tahun lalu. Pak Marten bekerja sebagai petani Jagung, yang baru mulai produktif disaat musim hujan. Dengan demikian, penghasilan dari kebun jagungnya sangat minim. Pak Marten dan istri dikaruniai 6 orang anak dan tinggal di rumah panggung yang terbuat dari bambu. Besar harapan Pak Marten untuk bisa sembuh, karena mempersulit Pak Ayub untuk bisa optimal bekerja. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membiaya perjalanan ke rumah sakit yang cukup jauh serta biaya yang keluar saat pengobatan nanti.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Pak Marten menderita asma


APLI ANA (46, Infeksi rahim). Alamat: Kampung Langira Mutu, Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Apli Ana menderita infeksi rahim, paru-paru basah dan luka lambung. Luka pada bagian lambungnya ini sudah diderita sejak beberapa tahun lalu. Gejala yang dialami seperti rasa nyeri pada bagian perut bawah dan kadang diiringi demam. Bu Apli sempat memeriksaka kondisinya ke Puskesmas. Suami Bu Apli bekerja sebagai petani jagung dan pisang. Bu Apli mempunyai 3 anak, satu masih duduk di sekolah dasar sedangkan lainnya tidak melanjutkan sekolah. Dengan penghasilan suami yang pas-pasan, Bu Apli menjadi kurang memperhatikan kondisi penyakitnya. Untuk menghidupi makan sehari-hari saja cukup sulit apalagi membiayai pengobatan dirinya. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna meringankan biaya berobat dan perjalanan Bu Apli ke rumah sakit umum daaerah.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Apli menderita infeksi rahim


SOLEMAN (60, Asam urat). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Soleman menderita penyakit asam urat dari sekitar 5 tahun yang lalu. Selain itu Pak Soleman mempunyai penyakit asma juga. Pak Soleman sempat memeriksakan kondisinya ke Puskesmas terdekat namun belum ada perkembangan. Gejala yang dialami Pak Soleman nyeri persendian dan pembengkakan pada bagian kaki. Pak Soleman mempunyai 3 orang anak yang bekerja sebagai petani jagung dan padi musiman. Pak Soleman tinggal bersama istri dan 3 orang anaknya di rumah panggung sederhana. Sehubungan tidak mempunyai biaya Pak Soleman menjadi jarang berobat. Santunan melalui #sedekahrombongan diserahkan kepada Pak Soleman untuk biaya berobat dan ongkos perjalanan ke RSUD.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Pak Soleman menderita asam urat


KATARINA PANDANGO (44, Sakit lambung). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bu Katarina menderita sakit lambung dan ditemukan ada benjolan di perutnya. Sakit lambungnya ini membuat Bu Katarina sering merasa mual, perut terasa sakit melilit, ulu hati sakit dan nafsu makan berkurang. Dengan kondisi seperti itu sulit untuk membantu suaminya bekerja. Gejalanya ini dirasakan sudah bertahun-tahun dan Bu Katarina hanya berobat ke puskesmas. Bu Katarina tinggal bersama suami dan 4 orang anak mereka yang masih sekolah di SD. Pekerjaan suami Bu Katarina sebagai petani jagung dan padi tadah hujan. Melalui bantuan dari #sedekahrombongan digunakan untuk biaya perjalanan dan berobat ke rumah sakit umum yang ada di kota kabupaten.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Katarina menderita sakit lambung


BARNABAS (24, Pemulihan operasi Hernia). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Barnabas didiagnosa dokter menderita Hernia. Gejala yang dialami yaitu adanya benjolan pada bagian selangkangan. Barnabas kemudian menjalani operasi 2 bulan lalu dan sekarang masih menjalani pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Barnabas tinggal bersama istri dan 2 orang anak yang masih kecil. Pekerjaan Barnabas sebagai petani jagung. Sehubungan dengan kondisi penghasilan yang minim, Barnabas mendapat kesulitan untuk berobat jalan. Santunan melalui #sedekahrombongan diberikan kepada Barnabas untuk membiayai berobat jalan ke RSUD di Sumba Barat yang jaraknya cukup jauh.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Pak barnabas menderita pemulihan operasi hernia


BERTA (50, Tuberkolosis). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ibu Berta didiagnosa menderita Tuberkolosis, Anemia dan paru-paru basah. Gejala yang dialami adalah batuk yang tidak kunjung sembuh dan sesak pada bagian dada. Kondisi ini dialami sejak 5 tahun lalu, dan kondisi Bu Berra semakin kurus. Bu Berta sementara ini hanya berobat ke puskesmas dan tidak banyak perkembangan. Bu Berta tinggal bersama suami dan 4 orang anak di rumah sederhananya yang terbuat dari bambu. Bu Berta dan keluarga mengandalkan penghasilannya dari berkebun jagung. Namun hasilnya tidak dapat mencukupi kebutuhan harian, apalagi berobat. Sejak sakit Bu Berta menjadi banyak di rumah. Santunan yang diterima dari #sedekahrombongan akan digunakan untuk biaya perjalanan dan berobat ke rumah sakit umum di kota kabupaten.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Bu Berta menderita tuberkolosis


YEHESKIEL (26, Tuberkolosis). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yeheskiel menderita sakit asma dan Tuberkolosis. Gejala yang dirasakan seperti gangguan bernafas, demam di malam hari dan sering batuk. Yeheskiel mendapati gejala ini dirasakan mulai 6 tahun lalu. Upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakitnya dengan berobat ke Puskesmas. Yeheskial tinggal dengan istri dan ke 4 anaknya. Dalam kondisi sakitpun, Yeheskiel tetap bekerja di lading jagungnya demi membiayai kebutuhan sehari-hari keluarganya. Disebabkan karena tidak ada biaya, Yeheskiel tidak melanjutkan berobat. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membiayai perjalanan dan biaya ke rumah sakit di kota kabupaten.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Yeheskiel menderita tuberkolosis


PAULUS BULU (22, Tuberkolosis). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabuapten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Paulus didiagnosa menderita penyakit Tuberkolosis oleh dokter Puskesmas. Penyakitnya ini diawali dari gejala batuk yang tidak kunjung sembuh dan sesak nafas. Saat ditanya, sudah sekitar lebih dari 3 tahun Paulus mendapati gejala penyakit tersebut. Paulus memiliki istri dengan 1 anak, mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana terbuat dari bambu. Sehari-hari Pak Pulus bekerja sebagai petani jagung. Penghasilan dari kebun jagungnya hanya bisa digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Bantuan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk membantu Pak Paulus untuk pemeriksaan kembali ke Puskesmas terdekat, membeli makanan bergizi dan rutin berobat.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Paulus menderita tuberkolosis


SARA (50, Asma). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Ibu Sara menderita penyakit asma, batuk, dan ada luka pada bagian lambung. Penyakitnya ini sudah dialami sejak 2 tahun lalu. Bu Sarasaat ini tinggal dengan suami dan mempunyai 5 anak. 4 orang anaknya sudah berkeluarga dan ada yang sudah tinggal berpisah. Pekerjaan suami Bu Sara sebagai petani jagung dan kacang hijau. Mereka tinggal di rumah panggung dengan dinding papan. Kondisi keluarga Bu Sara dan anak-anaknya terbilang kurang mampu. Saat ditimpa ujian sakit saja, mereka kesulitan berobat dan cenderung membiarkan. Dengan santunan yang disalurkan dari #sedekahrombongan, Ibu Sara dapat menggunakannya untuk melanjutkan pemeriksaan ke rumahs sakit umum di kota kabupaten.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Bu sara menderita asma


LUKAS NGONGO (39, Asma). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Pak Lukas Ngongo didiagnosa menderita penyakit asma dan ada gejala batuk.  Sering sekali Pak Lukas mengalami gejala sesak napas. Pak Lukas pernah sekali memeriksakan kondisinya ke puskesmas terdekat. Sebetulnya dokter puskesmas meminta Pak Lukas melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di RSUD kabupaten, namun karena jarak yang jauh dan membutuhkan biaya tidak sedikit, Pak Luks urung untuk berangkat. Pekerjaan Pak Lukas sebagai petani jagung dan singkong. Pak Lukas memiliki 3 anak yang masih duduk di sekolah dasar. Pak Lukas tergolong keluarga tidak mampu dilingkungannya. Bantuan disampaikan melalui #sedekahrombongan untuk digunakan Pak Lukas mengobati penyakit asmanya.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Pak lukas menderita asma


FRANS (60, Asam urat). Alamat: Desa Gaura, Kecamatan Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Frans menderita sakit asam urat dan batuk. Gejala yang didapati Pak Frans seperti kakinya yang sering bengkak dan membuat beliau kesulitan berjalan. Pak Frans mencoba berobat di Puskesmas terdekat, dan sempat kakinya kembali normal, namun kini kakinya kembali membengkak. Kondisi ini menyebabkan Pak Frans tidak sanggup bekerja di lading jagungnya. Sementara Pak Frans sakit, anaknya yang membantu bekerja di ladang. Pak Frans tinggal di rumah sederhana bersama istri dan cucunya. Semua anak-anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Ketika ditemui, harapan Pak Frans mendapatkan bantuan dana untuk berobat ke rumah sakit umum daerah di Kabupaten Sumba Barat. Santunan dari #sedekahrombongan disampaikan guna mendukung pembiayaan transport dan kebutuhan obat diluar jaminan kesehatan.

Jumlah bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal: 20 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via Robby

Pak Frans menderita asam urat


BENEDIKTUS HEATUBUN (68, Anemia). Alamat: Jl. Puncak Cendrawasih, RT/RW 02/01  Kelurahan Klabala, Kecamatan Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Benekditus didiagnosa menderita Anemia. Gejala yang dialami yaitu sering didera pusing dan cepat lelah. Saat ini Pak Benediktus sedang dirawat di RSUD dengan didampingi saudara satu kampungnya, Daniel Atbel. Pak Benediktus dirawat di RSUD Kabupaten Sorong dikarenakan kekurangan darah dan lemas. Pak Benekditus menggunakan Fasilitas Kartu Indonesia Sehat untuk opname.  Pak Benekditus tidak memiliki keluarga baik istri maupun anak, beliau sehari-hari tinggal menumpang di keluarga satu kampung di Kota Sorong. Pekerjaan Pak Benediktus adalah seorang petani. Kurir #sedekahrombongan menemui Pak Benekditus dan menyerahkan bantuan biaya untuk membantu pengobatan sakitnya. Semoga bantuan ini dapat meringankan biaya pengobatan Pak Benediktus.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak benediktus menderita anemia


RSSR SORONG (Pelunasan pertama sewa rumah). Alamat: Jl. Anggrek Raya Gg.12 RT/RW 5/7 Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan adalah rumah persinggahan pasien-pasien yang kurang mampu dari luar Kota Sorong. Pasien-pasien rujukan biasanya berasala dari Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan dan Tambrauw. Bagi pasien-pasien yang membutuhkan akomodasi sementara karena jarak yang jauh untuk mengantri kamar dan berobat jalan, dapat memanfatkan rumah singgah ini secara gratis. RSSR Kota Sorong ini memiliki fasilitas 1 ruang utama, 4 kamar tidur, 2 kamar mandi dan garasi untuk Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Jarak ke RSU Sele Be Solu sejauh 2 KM dan RSU Kota Sorong 10 KM. Pasien dapat mengakses rumah sakit dengan menggunakan MTSR dan kendaraan umum dari RSSR. Pengelola RSSR Kota Sorong juga terdiri dari kurir atau relawan dengan latar belakang perawat untuk memastikan kondisi pasien terjaga selama singgah di RSSR. Biaya digunakan untuk pelunasan tahap pertama sewa rumah RSSR Kota Sorong selama 1 tahun kedepan.

Jumlah bantuan: Rp 25.000.000,-
Tanggal: 12 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pelunasan pertama sewa rumah


YOHANES WERIMON (49, Anemia dan suspect Tuberkolosis). Alamat: Jl. IP Waigeo RT/RW 4/2, Kelurahan Klasur, Kecamatan Sorong Barat, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Yohanes didiagnosa menderita Anemia dan suspect Tuberkolosis. Gejala yang dialami yaitu sering sakit kepala, cepat lelah dan batuk yang tidak sembuh-sembuh. Pak Yohanes saat ini terpaksa harus dirawat di RSUD karena kekurangan darah dan kondisinya sangat lemah. Biaya perawatannya menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Sehubungan tidak ada istri dan anak, Pak Yohanes didampingi Bu Ira Kirihio, saudaranya. Sehari-hari Pak Yohanes menumpang tinggal bersama keluarganya di Kota Sorong. Pak Yohanes dan keluarganya termasuk keluarga kurang mampu. Santunan disampaikan melalui #sedekahrombongan untuk membantu biaya yang tidak ditanggung Kartu Indonesia Sehat seperti biaya makan pendamping dan ongkos perjalanan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Yohanes menderita anemia dan suspect tuberkolosis


DANIEL KARETH (44, Bronkhitis). Alamat: Jl.Kanal Viktory, RT 04/03, Kelurahan Klawalu, Kecamatan Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Daniel didiagnosa menderita Bronkhitis. Gejala penyakit yang dialami yaitu sering sekali sesak nafas. Terakhir ini Pak Daniel terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani opname karena sesak nafasnya semakin memburuk. Sebelumnya sudah beberapa kali masuk rumah sakit dengan gejala yang sama. Pak Daniel menggunakan Fasilitas BPJS selama opname. Pak Daniel didampingi Katerina, anak kandungnya. Pekerjaan Pak Daniel sehari-hari yaitu bertani guna untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.  Sejak mengalami sesak nafas, Pak Daniel menjadi terhambat untuk bekerja. Dengan demikian sangat kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan harian bahkan untuk berobat. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk meringankan biaya yang pengobatan dan pengeluaran saat opname yang tidak ditanggung BPJS.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Daniel menderita bronkhitis


MUKAMIL BIN MALIK (22, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Melati Raya RT 001 RW II Kelurahan Klasabi, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Mukamil didiagnosa menderita Tuberkolosis. Sudah 2 bulan terakhir ini Mukamil mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas. Kemudian Mukamil dibawa ke rumah sakit dan mendapat informasi mengenai penyakitnya ini. Mukamil berobat menggunakan fasilitas Kartu BPJS kesehatan. Sehari-hari Mukamil bekerja sebagai kuli bangunan. Dikarenakan sakit, Mukamil kini sudah tidak bekerja lagi akibat penyakit. Ayah Mukamil, seorang petani yang sudah tua. Mukamil mengungkapkan kesulitannya kepada kurir #sedekahrombongan saat ditemui di rumah sakit. Ia tidak bisa meminta bantuan kepada orangtua karena memang kondisinya juga serba kekurangan. Santunan disampaikan guna membantu Mukamil selama proses pengobatan di rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal: 10 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Mukamil menderita tuberkolosis


WASJO BIN DAUD (44, Vertigo). Alamat: Jl. Sedap Malam, RT/RW 2/2, Kelurahan Makbusun, Kecamatan Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Wasjo menderita vertigo sampai tidak sadarkan diri. Istrinya menyampaikan kalo Pak Wasjo sering merasakan gejala pusing yang sangat dan terakhir ini menyebabkan tidak sadarkan diri. Lalu Pak Wasjo dibawa ke rumah sakit. Pihak rumah sakit saat ini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selama dirawat, pembiayaan yang ada ditanggung dengan fasilitas BPJS. Pak Wasjo bekerja sebagai seorang seorang petani dan terkadang menjadi kuli bangunan. Dai istrinya juga diketahui sejak gejala sakitnya muncul, Pak Wasjo sebagai tulang punggung tidak dapat lagi bekerja secara optimal. Sehingga pemasukan harianpun menjadi terbatas dan bingung mencari tambahan biaya selama di rumah sakit. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu pembiayaan selama perawatan Pak Wasjo di rumah sakit. Semoga kondisi Pak Wasjo semakin membaik dan kesadarannya pulih kembali.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000
Tanggal:  10 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Wasjo menderita vertigo


THEO FERNATUBUN (69, Gangguan jantung). Alamat: Kampung Klain, SP 3, RT 2/2, Kecamatan Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Bapak Theo didiagnosa menderita gangguan jantung. Gejala yang dialami yaitu sesak nafas yang amat sangat, sehingga Pak Theo harus dirawat di rumah sakit. Pak Theo ditemani oleh anaknya saat di rumah sakit. Pembiayaan selama di rumah sakit menggunakan Jamkesmas. Pekerjaan Pak Theo yaitu bertani guna untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun karena penyakitnya, Pak Theo menjadi sulit bekerja. Kini mengandalkan dukungan anak-anaknya. Disebabkan anak-anaknya juga belum cukup mapan, Pak Theo masih merasa khawatir karena biaya-biaya diluar tanggungan Jamkesmas yang muncul seperti biaya pengeluaran keluarga selama mendampingi, biaya perjalanan dan kebutuhan lainnya. Jarak rumah Pak Theo ke rumah sakit sangat jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Semoga santunan yang disampaikan melalui #sedekahrombongan dapat membantu kesulitan Pak Theo.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 12 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Theo menderita gangguan jantung


DEDI IRAWAN (48, Anemia Aplastik). Alamat: Jln.Linggua, RT/RW 4/2, Kelurahan Klafdalim, Distrik Mosegen, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pak Dedi Irawan didiagnosa menderita Anemia Aplastik. Beliau ditemukan saat kondisi lumpuh dan lemas diatas tikar di rumahnya. Pak Dedi kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombonga. Setelah beberapa minggu berselang, kondisi kesehatan Pak Dedi sempat membaik dan beliau mampu berjalan kembali. Namun, kurir mendapatkan kabar bahwa kondisi Pak Dedi drop dan lumpuh lagi. Karena sakit, Pak Dedi tidak sanggup lagi bertani. Sampai saat ini anak dan istrinya membantu berjualan sayuran untuk memenuhi kebutuhan harian. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu Pak Dedi untuk berobat kembali ke rumah sakit karena sepertinya ada kondisi penyakit lain yang menyebabkan Pak Dedi lumpuh. Dokter menuliskan surat rujukan, Pak Dedi rencananya akan berangkat ke rumah sakit di Jakarta awal April 2017. Ini adalah bantuan kedua, laporan bantuan sebelumnya ada pada rombongan #959.

Jumlah bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 26 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Dedi menderita anemia aplastik


NURASYIAH BINTI RAHMAN (45, Kanker payudara). Alamat: Alamat: Jln. Melati, RT/RW 1/8, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Nur didiagnosa menderita kanker payudara. Pada tahun 2014, Bu Nur sudah menemukan gejala semacam benjolan pada bagian payudara kanannya dan terasa gatal. Tetapi Bu Nur masih menganggap itu hal biasa dan tidak memeriksakan ke rumah sakit. Seiring berjalan waktu, benjolannya semakin besar. Bu Nur kemudian melakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Bedah di RSUD Sele Be Solu di Kota Sorong dan dinyatakan menderita kanker payudara. Bu Nur menggunakan Kartu Indonesia Sehat selama berobat, sehingga obat-obat yang disarankan Dokter kepadanya gratis. Sehubungan kondisi kankernya semakin parah, dokter merujuk Bu Nur untuk melakukan operasi ke Makassar. Tetapi rujukan tersebut tidak dijalani karena mahalnya biaya tiket pesawat dan biaya hidup nanti selama pengobatan disana. Suaminya Bu Nur bekerja sebagai pedagang kios kecil, sedangkan Bu Nur sendiri membantu bergantian jaga jualan jika suaminya sakit. Menurut Penuturan Ibu Nur, karena tidak menjalani rujukan, Bu Nur memutuskan untuk berobat jalan ke RSUD Sele Be Solu. Samapi saat ini sudah rutin 2 kali dalam seminggu di Dokter Spesialis Bedah. Kurir #sedekahrombongan bertemu dengan Bu Nur di RS Kasih Herlina, karena pada saat bersamaan Dokter Spesialis Bedah punya jadwal praktek di RS tersebut. Dana santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membantu biaya berobat yang tidak ditanggung Kartu Indonesia Sehat.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 23 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Bu Nur menderita Kanker payudara


RSSR SORONG (Biaya operasional kantor). Alamat: Jl. Anggrek Raya Gg.12 RT/RW 5/7 Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. RSSR atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan adalah rumah persinggahan pasien-pasien yang kurang mampu dari luar Kota Sorong. Dalam upaya mendukung operasional RSSR, biaya digunakan untuk biaya fotokopi, pembelian alat tulis kantor habis pakai, biaya kurir pengiriman laporan ke bagian keuangan Sedekah Rombongan di Jogja, dan kebutuhan rapat. Terimakasih kepada segenap donatur yang telah membantu pergerakan #sedekahrombongan di Kota Sorong.

Jumlah bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal: 23 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya operasional kantor


LASMINI BINTI SULASI (20, Cerebral Palsy). Alamat: Jl. Kalibaru, SP.3, RT/RW 2/3, Kelurahan Makbusun, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Sejak lahir Lasmini mengalami gerakan menggeliat dan lambat. Sudah kurang lebih 20 tahun mengalami kelainan otot yang kaku, lunglai, tidak bisa melihat, hanya bisa mendengar, pergerakan tubuh yang kurang aktif dan tidak bisa dikendalikan. Suatu ketika, Lasmini mendapatkan bantuan kursi roda dari pemerintah, akan tetapi kursi roda yang digunakan tidak efektif dikarenakan kursi roda yang digunakan untuk pasien lumpuh biasa, sehingga kursi roda itu tidak terpakai. Lasmini kerap jatuh terperosok dan tidak dapat menegakkan kepalanya. Pada saat itu pula, dokter menganjurkan untuk menjalani fisioterapi, akan tetapi terkendala biaya transportasi untuk pulang pergi. Sehingga akhirnya Lasmini hanya dipijat setiap harinya dan minum ramuan yang di buat oleh ibu Lasmini sendiri. Lasmini adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Ayah Lasmini, Sulasi, bekerja sebagai petani dan Ibunya, Yakotini, sehari-harinya menjaga dan merawat Lasmini di rumah. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan guna membeli kursi roda yang sesuai dengan kebutuhan khusus Lasmini.

Jumlah bantuan: Rp 3.000.000,-
Tanggal: 3 Februari 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Bu Lasmini menderita cerebral palsy


MTSR SORONG (PB 1526 SF, Biaya operasional Maret dan April 2017). Alamat: Jl. Anggrek Raya Gg.12 RT/RW 5/7 Harapan Indah, Kelurahan Klawuyuk, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan adalah ambulan yang digunakan untuk kegiatan bantuan #sedekahrombongan secara gratis. Kegiatan MTSR seperti antar jemput pasien ke rumah sakit dan bandara, distribusi bantuan bencana dan pengantaran santunan ke daerah pelosok Sorong. Biaya digunakan untuk membeli bensin dan servis rutin selama bulan Maret dan April 2017. Layanan MTSR Sorong ini dapat dihubungi di nomor 081354112984 guna mempermudah panggilan warga duafa yang membutuhkan. Bantuan MTSR ini disampaikan pada laporan sebelumnya yaitu rombongan #957.

Jumlah bantuan: Rp 3.000.000,-
Tanggal: 23 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Biaya operasional Maret dan April 2017


TONNY YAKOP (77, Diabetes melitus). Alamat: Jln. Menur No.54, RT/RW 05/06, Kelurahan Kofkerbu, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Tonny didiagnosa menderita Diabetes Melitus. Pada bagian kakinya terdapat luka yang tidak kunjung sembuh dan menyebabkan beliau sulit berjalan. Pak Tonny sempat tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Sorong sementara perawatan kakinya. Kemudian Pak Tonny kembali masuk perawatan di RSUD Sorong selama 2 minggu, lalu menjalani operasi bedah luka pada kakinya yang sudah membusuk. Selama berobat, Pak Tonny menggunakan fasilitas BPJS. Kini kondisi Pak Tonny sudah lebih baik diantar ke RSSR. Pak Tonny adalah seorang pensiunan yang dirawat oleh keluarganya. Sehubungan tinggal anaknya saja yang merawat, dan kondisi ekonominya kurang baik, Pak Tonny terbilang sangat kesulitan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk tambahan biaya berobat diluar tanggungan BPJS. Pak Tonny kemudian kembali tinggal bersama anaknya, Kurir SR yang juga sebagai perawat rutin mengunjungi Pak Tonny untuk mengganti perban dan melihat kondisi Pak Tonny. Bantuan kepada Pak Tonny sebelumnya dilaporkan pada rombongan #

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 4 April 2017
Kurir: @bratamanggala via @hamdansorong

Pak Tonny menderita diabetes melitus


SUTARMI BINTI DARMAN (76, Diabetes melitus). Alamat: Jln. Sungai Maruni RT/RW 5/3, Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Sutarmi didagnosa dokter menderita Diabetes. Penyakitnya ini menyebabkan Bu Sutarmi mengalami luka yang sulit sembuh. Karena tidak dirawat,luka pada jari tangannya sudah mulai membusuk. Bu Sutarmi tinggal bersama dengan suaminya di sebuah gubuk yang tanahnya milik orang lain. Pekerjaan suaminya sebagai buruh bangunan walaupun sudah tidak terlalu produktif lagi. Bu Sutarmi menderita penyakit Diabetes selama 5 tahun terakhir dan sudah melakukan pengobatan di RSUD dan berobat jalan di Puskesmas. Bu Sutarmi jarang berobat karena tidak mempunyai biaya dan jarak rumahnya ke Puskesmas terdekat sejauh 3 KM. Kondisi Bu Sutarmi diketahui salah satu kurir #sedekahrombongan yang dekat dengan rumahnya. Bantuan disampaikan untuk membantu biaya berobat dan transportasi ke Puskesmas dan RSUD Kota Sorong.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 28 Maret 2017
Kurir:  @bratamanggala @hamdansorong

Bu Sutarmi menderita diabetes melitus


MIRIAM MAYOR (42, Radang paru). Alamat: Jln. Gunung Rinjani, RT/RW 2/1, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Miriam didiagnosa menderita radang paru. Gejala yang dialami Bu Miriam yaitu demam, sesak napas dan nyeri pada bagian dada. Bu Miriam sudah menderita penyakit ini sejak 1 tahun lalu. Pengobatan awal dilakukan di Puskesmas, namun belum kunjung sembuh. Pengobatan herbal pun dilakukan tapi tidak ada perubahan. Bu Miriam lalu pergi ke RSUD dan berdasarkan hasil Rontgent, dokter minta Bu Miriam dirujuk ke Makassar. Bu Miriam kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai 3 anak. Suami Bu Miriam bekerja sebagai nelayan tradisional. Penghasilan keluarga Bu Miriam kurang mencukupi biaya sehari-hari, apalagi untuk berobat. Santunan disampaikan melalui #sedekahrombongan untuk meringankan biaya Bu Miriam yang sedang mengumpulkan dana untuk rujukan ke Makassar.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 12 April 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Bu Miriam menderita radang paru


EVI OKTAVINA (45, Kusta). Alamat: Jl. Malibela RT/RW 2/5, Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Bu Evi didiagnosa menderita penyakit Kusta. Bu Evi menderita kusta sudah hampir 20 tahun dan kaki dan jari tangan sudah diamputasi. Bu Evi tinggal menumpang dengan keluarganya dan belum menikah. Sehari-hari biasanya Bu Evi membantu keluarganya yang jualan pinang. Bu Evi jarang berobat sehingga sulit sembuh karena jarak tempat tinggal dan rumah sakit yang jauh. Selain itu, kondisi ekonomi keluargnya Bu Evi kurang beruntung sehingga sulit untuk membiayai pengobatan. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan untuk bantuan ongkos pemeriksaan kondisi Bu Evi ke RSUD Sorong.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Maret 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Bu Evi menderita kusta


MASON FRELLY (0, Hydrocephalus). Alamat: Jl. Danau Ayamaru, RT/RW 3/8, Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Mason seorang anak berumur kurang dari 1 tahun dan menderita Hydrocephalus. Kondisi kepalanya semakin membesar paska kelahiran dan ibunya segera membawa ke RSUD Kota Sorong. Sebelumnya Mason mendapat bantuan biaya berobat dari #sedekahrombongan yang dilaporkan pada rombongan #959. Sehubungan fasilitas kesehatan di RSUD Kota Sorong belum lengkap, Mason dirujuk berobat ke rumah sakit di Jakarta dengan bantuan dari donatur pada tanggal 27 Februari dan difasilitasi oleh Yayasan Sinar Pelangi selama berobat dan menjalani operasi di Jakarta. Kemudian pada 14 April, kondisi Mason sudah lebih baik dan berangkat kembali ke Sorong. Bantuan disampaikan kepada ibunya Mason untuk biaya tiket perjalanan kembali ke Sorong.

Jumlah bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 14 April 2017
Kurir: @bratamanggala @hamdansorong

Mason menderita hydrocephalus

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 BAHDIA KASIM 1,000,000
2 ZAENAL ABIDIN 1,000,000
3 ALIF PRADATA 4,440,000
4 KASIH 4,500,000
5 MUHAMMAD ALFAN MUSYAFA 1,000,000
6 UMI KHASANAH 1,100,000
7 MUHAMMAD HASAN AL BASHRI 522,800
8 HADJAR NADZIFAH 1,436,750
9 LIA LIFIANA 922,800
10 MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO 986,000
11 YULI HIDAYATI 1,250,000
12 FAJAR FIRMANSYAH 700,000
13 ROMADHON BIN CUNDUK 500,000
14 MARYATI BINTI KASNURI 1,472,000
15 SUDIYAH BINTI SUGENG 2,000,000
16 DESI AKHIRANA RESDIAWATI 800,000
17 REZA ADITIYA PRATAMA 1,100,000
18 NUR HIKMAH 500,000
19 RASIYEM BINTI KASIM 1,400,000
20 SUNIAH BINTI RASDJAN 500,000
21 SALAMAH BINTI TAMRIN 500,000
22 ABDURROCHIM BIN CASMADI 687,575
23 NARMI BINTI RESO SENTONO 1,500,000
24 KESIA 1,000,000
25 AYUB 750,000
26 MARTEN 750,000
27 APLI ANA 750,000
28 SOLEMAN 500,000
29 KATARINA PANDANGO 750,000
30 BARNABAS 500,000
31 BERTA 750,000
32 YEHESKIEL 750,000
33 PAULUS BULU 750,000
34 SARA 750,000
35 LUKAS NGONGO 500,000
36 FRANS 750,000
37 BENEDIKTUS HEATUBUN 500,000
38 RSSR SORONG 25,000,000
39 YOHANES WERIMON 500,000
40 DANIEL KARETH 500,000
41 MUKAMIL BIN MALIK 500,000
42 WASJO BIN DAUD 500,000
43 THEO FERNATUBUN 500,000
44 DEDI IRAWAN 2,000,000
45 NURASYIAH BINTI RAHMAN 500,000
46 RSSR SORONG 500,000
47 LASMINI BINTI SULASI 3,000,000
48 MTSR SORONG 3,000,000
49 TONNY YAKOP 1,000,000
50 SUTARMI BINTI DARMAN 1,000,000
51 MIRIAM MAYOR 1,000,000
52 EVI OKTAVINA 500,000
53 MASON FRELLY 3,000,000
Total 82,567,925

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 82,567,925,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1003 ROMBONGAN

Rp. 51,007,258,880,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.