Rombongan 1002

Sedekah dikatakan ajaib karena uang yang anda sedekahkan selalu kembali melalui jalan yang tak anda sangka-sangka.
Posted by on May 29, 2017

DEDEH BINTI MAMAD (43, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Cidahu, RT 2/1, Desa Gunungkarung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Dedeh, akrab kami memanggilnya. Sekitar dua tahun lalu ia merasakan adanya benjolan di leher yang disertai rasa nyeri, selama beberapa bulan ia mencoba ikhtiar pengobatan dengan menggunakan obat-obatan di kampung saja. Namun semakin lama, benjolan tersebut semakin membesar, ia pun melakukan pengobatan ke klinik terdekat dan diharuskan untuk melalukan pemeriksaan lanjutan ke Rumah Sakit, selama beberapa bulan tertunda karena tak memiliki biaya akomodasi. Namun karena kondisi benjolan tersebut semakin membesar, akhirnya kerabatnya membawa Bi Dedeh ke RS Siloam berbekal fasilitas kesehatan berupa BPJS Kelas III. Hasil pemeriksaan mengharuskan Bi Dedeh dirujuk ke RSHS Bandung, ia pun mulai kebingungan lagi, karena kondisi suaminya saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan apapun. Biasanya suaminya Ajid (44) bekerja sebagai kuli bangunan, namun saat ini sedang tidak ada orang yang memakai jasanya tersebut. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bi Dedeh dan suaminya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Bi Dedeh menuju RSHS Bandung. Semoga Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Dedeh menderita gangguan kelenjar getah bening


SITI JUARIAH (56, Stroke). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/3, Desa Cibogo Hilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bu Siti, akrab kami memanggil ustadzah yang sering mengajar ngaji anak-anak ini. Sudah sejak lama ia memiliki penyakit hipertensi, namun pola makan dan hdiupnya tidak ia perbaiki, bahkan tidak pernah menjalani kontrol sekedar ke Puskesmas terdekat saja. Tiba-tiba pada tanggal 10 Mei 2017 lalu, selesai menjalankan ibadah shalat dhuhur di rumahnya tangan dan kakinya tak bisa digerakkan. Keluarganya panik dan langsung membawa Bu Siti ke RS Siloam menggunakan fasilitas kesehatan berupa JAMPIS (Jaminan Purwakarta Istimewa). Ia pun harus menjalani rawat inap di RS tersebut. Bu Siti yang merupakan seorang janda tak memiliki pekerjaan, ia adalah seorang pengajar ngaji anak-anak di lingkungan sekitarnya, pekerjaan mulianya tersebut tak dibayar, ia ikhlas melakukannya. Selama ini untuk biaya hidup ia mengandalkan kerabat-kerabat terdekatnya saja. Untuk biaya akomodasi pengobatan pun ia kebingungan, karena tentunya memerlukan biaya yang besar. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Siti dan keluarga. Kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya, mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @zakiyah99

Bu Siti menderita stroke


SANDI RAMDANI (5, Thalassemia). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 8/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sandi, akrab kami memanggil bocah laki-laki yang baru berumur 5 tahun ini. Sejak lahir ia telah didiagnosa mengalami kelainan darah yang disebut dengan Thalassemia. Penyakit Thalassemia adalah kelainan darah yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi cukup hemoglobin, sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di tubuh sangat sedikit. Hal tersebut mengharuskan Sandi menjalani transfuse darah setiap satu satu kali, jika terlewat maka tubuhnya akan lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas bermain bersama teman sebayanya. Ayah Sandi yakni Pak Suryadi (31) merupakan buruh harian lepas yang memiliki penghasilan terbatas, mereka sangat membutuhkan donasi untuk biaya akomodasi setiap bulannya di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) untuk menjalani transfusi. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Sandi dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan Sandi. Mari doakan semoga anak kecil ini segera Allah angkat penyakitnya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Sandi menderita thalassemia


RUMSANIH BIN SARMANI (45, Ca Mammae). Alamat : Kp. Elo RT 4/4, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.  Setiap kejadian tidak akan lepas dari takdir Allah SWT, begitupun yang terjadi dengan Bu Rumsanih. Semula karena tersiram kopi di bagian dadanya kemudian Bu Rumsanih mencoba membersihkan tumpahan kopi itu. Saat itulah ia baru menyadari ada benjolan pada payudaranya. Seperti itulah penuturan Bu Rumsanih, namun demikian ia menganggap benjolan tersebut hanya benjolan biasa. Seiring waktu berjalan secara tiba-tiba badannya merasakan demam disertai panas tinggi. Dengan jaminan Kartu KIS PBI yang ia miliki, Ibu Rumsanih berusaha berobat ke rumah sakit terdekat. Namun karena benjolan tersebut diduga tumor akhirnya ia disarankan untuk menjalani pemeriksaan ke rumah sakit yang lebih memadai. Dari hasil pemeriksaan ia dinyatakan terkena kanker payudara dan harus menjalani kemoterapy secara berkala. Saat ini Bu Rumsanih menjalani kemoterapy di RS Persahabatan Jakarta. Mereka merasakan kesulitan biaya akomodasi selama menjalani kemoterapy di RS Persahabatan. Suaminya, Pak Sana Sujana (48) hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak memadai. Untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan, apalagi untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Zaenudin

Bu Rumsanih menderita ca mammae


SILVIANA DEWI (15, Gangguan Kelenjar Getah Bening). Alamat : Kp. Elo RT 2/4, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada Awal Februari 2017 lalu,  Silviana mengalami demam tinggi yang  kemudian langsung dibawa ke klinik terdekat di Sukatani. Setelah menjalani cek laboratorium tenyata ada masalah pada kelenjar getah bening dalam tubuh Silviana. Dokter klinik menyarankan agar segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada rumah sakit dengan peralatan lebih memadai. Dan saat ini Silviana masih menjalani serangkaian tes dan pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Mereka terbentur kesulitan biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan. Ayahnya, Pak Nana Sujana (40) hanya seorang buruh tani, sedangkan ibunya, Bu Nurhayati (33) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jaenudin

Silviana menderita gangguan kelenjar getah bening


MARYANI BINTI SUMARNO (40, Ca Mammae). Alamat : Kp. Kaliabang Tengah RT 5/1, Desa Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kotamadya Bekasi. Bermula sejak pertengahan 2015, Bu Maryani merasakan ada benjolan pada payudara kanan. Semenjak saat itu ia berusaha untuk melakukan pemeriksaan di beberapa rumah sakit. Hingga saat ini ia terhitung sudah 2 kali menajalani operasi payudara di RS Persahabatan Jakarta, operasi yang kedua adalah perasi menutup payudara yang berlubang bekas operasi dengan kulit paha kanan. Bu Maryani masih rutin menjalani kontrol di RS Persahabatan seminggu 2 kali untuk melakukan kemoteraphy. Ia merasakan kesulitan biaya akomodasi untuk menjalani kontrol, penghasilan suaminya, Pak Ujang (45) yang hanya sebagai buruh serabutan tidak dapat menopang kebutuhan Bu Maryani untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Alhamdulillah, akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan awalpun disampaikan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Tuti Anggraeni

Bu Maryani menderita ca mammae


RIDWAN BIN UCIM (10 , Luka Bakar). Alamat : Kp. Jati RT 14/6, Desa Karangmekar, Kecamatan  Pebayuran, Kabupaten  Bekasi, Jawa Barat. Hari itu tanggal 4 Mei 2017, Ridwan bermain bersama teman-temannya di belakang tempat penggilingan padi,  tiba-tiba ia terperosok di tabunan (tempat pembakaran deudeuk,  atau kulit padi). Tempat pembakaran deudeuk itu,  terlihat seperti sudah padam,  karena tak ada tanda-tanda nyala api di sana. Dan Ridwan pun menginjakkan kakinya disana,  namun ternyata di kedalaman sekitar 15 cm itu masih terdapat titik api  dan panasnya tentu tak terkira,  hingga menyebabkan kulit kaki Ridwan terbakar,  kira-kira 80% dan memerlukan pengobatan yang intensif. Ayahnya sendiri Pak Ucim (36) bekerja sebagai pemulung dan ibunya, Bu Aisyah (32) hanya ibu rumah tangga. Hal ini yang membuat pengobatan pun tersendat karna faktor biaya dan mereka memilih pengobatan secara alami, hingga saat ini pun belum ada perubahan yang berarti. Namun Allah berkehendak lain,  keluarga ini di pertemukan dengan salah seorang kurir Sedekah Rombongan dengan perantara tetangganya yang merasa iba akan keadaan Ridwan. Untuk jaminan rumah sakit Ridwan sudah memiliki Kartu KIS PBI. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi pemeriksaan ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Taufik Hidayat

Pak Ridwan menderita luka bakar


LUSI WIDIAWATI (48, Komplikasi). Alamat : Perum Alamanda 2 Blok EC 4/25 Mustikasari,  Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi, Jawa Barat. Di tahun 2016, Lusi Widiawati mulai merasakan sakit batuk,  semakin lama,  semakin parah namun ia hanya berobat ke puskesmas. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan,ia di rujuk ke RS Hermina Grand Wisata dan di diagnosa pnemonia + chr, lama kelamaan terjadi komplikasi jantung,  dan pembengkakan hati. Pada bulan April 2017, ia  sempat di rawat sebanyak 5 kali. Suami dari Bu Lusi,  Indrajit (52) awalnya bekerja sebagai buruh pabrik,  namun semenjak ia mendampingi istrinya berobat, ia jarang masuk kerja hingga pada akhirnya di PHK. Jaminan yang dimiliki saat ini BPJS Mandiri, selama 1 bulan terakhir,  kondisinya sudah tidak bisa makan,  sehingga berat badannya yang awalnya 80 kg  menurun drastis dan esok akan menjalani endoskopi di RS Hermina. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi Bu Lusi untuk melakukan pengobatan di RS Hermina.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Bu Lusi menderita komplikasi jantung, dan pembengkakan hati


NURHAYATI BINTI EDON (30, TB Paru). Alamat : Kp Ceger,  RT 2/4, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awalnya Ibu Nurhayati merasakan sesak nafas dan jantung berdebar, ia hanya minum obat-obatan warung saja. Namun pada akhir April 2017 yang lalu,  sakitnya bertambah parah.  Akhirnya suaminya membawa ia ke klinik  dan setelah menjalani pemeriksaan di klinik,  dokter menganjurkan untuk merujuk Bu Nurhayati ke RSUD Kabupaten Bekasi karena dikhawatirkan ada indikasi terkena jantung. Bersyukur Bu Nurhayati mempunyai Kartu BPJS, sehingga biaya pengobatan di rumah sakit dapat tercover. Saat ini Bu Nurhayati mengalami kesulitan untuk biayaakomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Suaminya, Pak Ade Suryadi (33) hanya seorang kuli panggul di pasar. Alahmdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal biaya akomodasi selama Bu Nurhayati menjalani pemeriksaan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jaenudin

Bu Nurhayati menderita TB paru


MARWIYAH BINTI NARAN (24, Caesar). Alamat: Kp. Gaga RT 3/4, Desa Pantai Mekar,  Kecamatan Muaragembong, Kaabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan bulan Mei 2017, Bu Marwiyah melahirkan secara caesar di RS Medirossa Cikarang, karena ia mempunyai penyakit wasir. Ia memiliki jaminan BPJS Kelas 3, namun bayinya belum dibuatkan jaminan apa-apa. Suaami Bu Maarwiyah, Pak Agus (30) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh nelayan sudah berupaya mencari pinjaman untuk membayar perawatan bayi yang mencapai lebih dari 1,5 juta rupiah. Namun upaya mencari pinjaman yang ia dapat masih kurang. Ditengah kebingungan pak Agus dan istrinya, Alhamdulillah akhirnya mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan. Bantuan awalpun disampaikan untuk membantu meringankan biaya perawatan sang bayi. Rasa syukur yang tak terhingga membuat mereka menitikan air mata di sela-sela ucapan terimakasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuan yang sudah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Nah Jaronah

Bantuan biaya operasi caesar


MAULA BUDI ASTUTI (13, Leukimia).  Alamat:  Kp. Bojong Koneng RT 4/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sejak Januari 2015 Dik Maula mengeluh pusing, demam dan pucat. Saat itu ia memeriksakan ke klinik terdekat, namun dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih memadai. Berjalannya waktu pengobatan Maula dilanjutkan di kampung halamannya di Jogyakarta. Ia sempat didampingi Kurir Sedekah Rombongan Jogyakarta serta menerima bantuan bekal selama menjalani pemeriksaan. Saat ini Maula menjalani pengobatan rutin di RS Kramat 128 Jakarta Pusat sebulan 2 kali kunjungan. Mereka sempat kesulitan biaya akomodasi serta bekal untuk ke rumah sakit. Ayahnya, Pak Budi Harto (45) hanya seorang tukang ojek, sedangkan ibunya, Bu Dasem (43) ibu rumah tangga. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS Kramat 128 Jakarta Pusat dan memebeli obat yang tidak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Mei  2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Maula menderita leukimia


SRI MULYATI (44, Ca Mammae). Alamat : Kp. Bojong Koneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ibu dari 2 anak ini menderita kanker payudara sejak hampir 2 tahun. Setelah menjalani pemeriksaan bertahap, bulan April 2016, ia menjalani operasi pengangkatan payudara sebelah kanan di RS Hermina Kota Bekasi. Saat ini ia harus menjalani kemotherapy rutin di RS. Hermina. Suaminya, Pak Umar Sumarjo (46) hanya tukang ojek yang mangkal di depan perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biaya akomodasi pengobatan. Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di RS. Hermina, ia dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk kemoterapy. Untuk mempermudah akses selama menjalani pengobatan, Bu Sri tinggal sementara di RSSR Jakarta. Bu Sri harus menjalani radiotherapy setiap hari di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih 1 bulan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat yang tidak tercover BPJS dan bekal selama menjalani radioterapy di RSPAD Gatot Subroto. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Sri menderita ca mammae


NUNUNG BINTI AKIM (38, Ca Ovarium). Alamat : Kp. Cibulus RT 2/5, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sekitar 1 tahun yang lalu Bu Nunung mengalami pendarahan dan langsung menjalani pemeriksaan di RS Cikarang Medika. Karena hasil pemeriksaan tidak lengkap, akhirnya Bu Nunung menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Disinilah baru diketahui Bu Nunung menderita Ca Ovarium atau Kanker Rahim. Setelah diketahui diagnosanya ia dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun ia ragu karena ketiadaan bekal selama menjalani pemeriksaan meskipun biaya rumah sakit dapat discover dengan kartu KIS PBI yang ia miliki. Suaminya, Pak Acum (47) hanya seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal ke RS Persahabatan Jakarta dan membeli obat yang tidak tercover oleh jaminan KIS PBI. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 984. Semoga Bu Nunung selalu diberi kemudahan dalam ikhtiar pengobatannya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Opeck_elVarish

Bu Nunung menderita ca ovarium


NAPSIAH BINTI NARIM (29, Susp. Tumor Perut). Alamat : Kp. Srengseng RT 3/5, Desa Sukamulya,  Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Napsiah yang menyandang tuna rungu ini sekitar 3 tahun yang lalu pernah menderita Diabetes Melitus. Beberapa kali ia sudah pernah berobat ke klinik terdekat,  sampai akhirnya di tahun 2016 di bawa berobat ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk menjalani pengobatan lanjut, namun sempat terhenti karena kendala biaya. Seiring waktu,  Napsiah merasakan  ada sesuatu dengan perutnya. Namun Napsiah menganggap itu sakit biasa,  sehingga ia tidak di bawa berobat. Sampai akhirnya perut Napsiah membesar,  setelah menjalani pemeriksaan diklinik ia disarankan menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Dengan berbekal kartu BPJS Mandiri Kelas 3 yang ia miliki, ia menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi. Karena kondisinya yang lemah, akhirnya Napsiah menjalani perawatan. Napsiah kesulitan bekal selama menjalani perawatan, selama ini ia tinggal bersama ibunya yang hanya seorang janda. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk bekal selama ia menjalani perawatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jaenudin

Bu Napsiah menderita susp. tumor perut


ROKAYAH BINTI SAKIMAN (41, Usus Buntu). Alamat: Kp Ceger RT 1/4,  Desa Sukadarma,  Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Awal Mei 2017, Bu Rokayah merasakan sakit perut, dia menganggap itu sakit perut biasa,  makanya ia pergi ke tukang urut, setelah di urut,  bukannya sembuh,  namun malah sakitnya semakin menjadi.  Suaminya kemudian membawanya ke klinik dekat rumahnya. Di klinik itu,  dokter yang menanganinya memberikan diagnosa bahwa Bu Rokayah menderita usus buntu,  kemudian ia dirujuk ke RS Ridhoka Salma untuk mendapatkan tindakan. Ia harus dirawat dan menjalani beberapa pemeriksaan medis sebelum dioperasi. Hari keempat setelah dirawat, Bu Rokayah menjalani operasi dengan jaminan KIS PBI. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan sudah diperbolehkan pulang 2 hari kemudian. Saat ini ia harus menjalani kontrol pasca operasi, hal tersebut membuat Bu Rokayah kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit. Suaminya, Pak Hilmi (47) hanya buruh serabutan yang penghasilannya tidak memadai. Beruntung mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan, bantuan awal pun disampaikan untuk bekal selama menjalani kontrol di RS Ridhoka Salma.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Jaenudin

Bu Rokayah menderita usus buntu


IIS SUHAETI (34, Ca Mammae). Alamat : Puri Harmoni, Blok B9, Jalan Kampung Kramat, RT 4/3, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat mengandung anak 3 sekitar beberapa tahun yang lalu, Bu Iis Mulai merasakan ada keanehan dibagian Payudaranya, Ia merasakan ada benjolan di bagian payudara sebelah kanan yang semakin lama semakin mengeras. Ia tidak menceritakan kondisi tersebut kepada suaminya karena takut suaminya khawatir ditambah lagi kondisi keuangan keluarga yang sedang tidak baik pasca perusahaan tempat suaminya bekerja mengalami kebangkrutan yang membuat cicilan rumah dan motornya menjadi macet dan siap untuk di sita oleh pihak Bank. Lama kelamaan sakit tersebut makin menjadi hingga pada akhirnya Bu Iis pingsan dan dibawa kerumah sakit oleh Suaminya, disitu sang suami baru tahu kalau Bu Iis mengidap Kanker Payudara atau Ca Mamae pada saat dokter memberitahunya. Kebingungan pun menghantui keluarga ini karena saat kondisi keuangan yang sedang kurang baik Bu Iis juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun yang dapat membantunya membiayai pengobatan di Rumah Sakit ditambah anak – anak yang masih kecil masih membutuhkan biaya sehari – hari. Ditengah kebingungan tersebut kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan info langsung menuju RSUD. Kab Bogor untuk melihat kondisi Bu Iis. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Bu Iis yang digunakan untuk membuat jaminan kesehatan agar Bu Iis dapat melanjutkan proses pengobatan tanpa perlu khawatir dengan biaya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kesabaran kepada Bu Iis agar dapat menjalani ujian yang diberikan dengan tabah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1@rexy_eas

Bu iis menderita ca mammae


WAHYUDI BIN MUHAMMAD YASIN (28, Tumor Leher). Alamat : Kampung Kencana, RT 1/11, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Wahyu biasa kami memanggil, sejak 3 bulan yang lalu merasakan ada yang aneh di bagian belakang lehernya. Ia merasa seperti ada benjolan kecil yang jika ditekan akan membuat ia kesakitan, karena merasa akan sembuh dengan sendirinya oleh Wahyu benjolan tersebut dibiarkan begitu saja namun makin hari benjolan tersebut makin membesar yang membuat ia tidak bisa bekerja karena menahan sakit. Akhirnya Wahyu memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas dan mendapatkan rujukan untuk ke Poli Onkologi RSUD Kota Bogor. Oleh dokter di RSUD Kota Bogor Wahyu didiagnosa mengidap Tumor leher dan harus segera di operasi agar tumor tersebut tidak menyebar ke daerah lainnya. Namun karena keterbatasan biaya yang dimiliki Wahyu tidak bisa rutin untuk memeriksakan kondisinya ke RSUD untuk biopsi dan pemeriksaan lainnya. Untuk pengobatan yang dirasakan Wahyu memang telah di cover oleh BPJS Mandiri kelas 3 yang dimilikinya, namun untuk akomodasi Wahyu ke RSUD serta untuk makan sehari – hari yang menjadi kendala Wahyu, terlebih lagi Wahyu merupakan kepala keluarga pengganti Ayahnya yang beberapa tahun lalu meninggal dunia. Kurir yang datang pun menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholics untuk Wahyu yang akan digunakan untuk membeli obat – obatan pasca kemotherapy Wahyu di RS. Dharmais serta untuk makan sehari – hari Wahyu dan keluarganya. Semoga Allah Segera mengangkat penyakit yang dirasakan Wahyu agar Wahyu dapat kembali bekerja seperti biasanya. Aamiin. bantuan sebelumnya masuk di rombongan 988

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak Wahyudi menderita tumor leher


KHADIJAH BINTI ABDULLAH (67, Migrain + Infeksi Lambung Kronis). Alamat : Gang Masjid, RT 4/6, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Bu Ijah sudah beberapa bulan terakhir selalu merasakan mual disertai dengan sakit kepala dan nyeri di perut. Akibat kejadian itu berat badan Bu Ijah pun terus menurun karena nafsu makannya yang semakin berkurang, apabila ia makan maka dalam waktu beberapa menit setelah makan akan mengalami muntah – muntah. Oleh sang anak, Bu Ijah hanya diberikan obat – obatan warung saja karena tidak memiliki biaya untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. karena makin hari sakit yang dirasakan tak kunjung sembuh akhirnya Bu Ijah memberanikan diri memeriksakan kondisi kesehatannya ke Puskesmas dengan menggunakan BPJS yang baru saja dibuatkan oleh seorang perangkat desa. Oleh dokter puskesmas Bu Ijah diberikan obat – obatan sementara yang kalau dalam beberapa hari kedepan masih seperti itu maka akan dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan perawatan yang intensif. Bu Ijah yang sudah tidak memiliki suami ini hanya tinggal dengan anaknya yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Ia bercerita bahwa ia sedang khawatir kalau nanti di rujuk ke RSUD Kota Bogor namun tidak memiliki uang untuk akomodasi kesana. Jangankan untuk akomodasi ke RS. Terkadang untuk makan pun Bu Ijah kesulitan sehingga harus dibantu oleh warga sekitar rumahnya. Bantuan awal pun disampaikan oleh kurir Sedekah Rombongan yang digunakan untuk akomodasi ke Rumah Sakit serta untuk keperluan sehari – hari Bu Ijah. Semoga Bu Ijah lekas kembali sehat agar dapat beraktivitas seperti biasanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Bu Khadijah menderita migrain + infeksi lambung kronis


CICI CAHYANI (10, Ginjal Bocor). Alamat : Kampung Cikaret, RT 5/3, Kelurahan Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Cici biasa kami menyapa gadis kecil ini, sudah sejak 2 tahun yang lalu Cici di diagnosa Ginjal Bocor oleh dokter di RSUD. Kota Bogor yang menyebabkan semua badan Cici menjadi bengkak serta membuat Cici tidak bisa banyak melakukan kegiatan karena akan membuat ia akan merasa kesakitan hingga pingsan. 2 tahun yang lalu Cici pernah melakukan serangkaian pengobatan di RSUD. Kota Bogor dengan menggunakan JKN – BPJS mandiri kelas 2 yang dibuatkan oleh salah seorang kader desa, namun karena kedua orang tua Cici tidak sanggup untuk membayar iuran setiap bulannya akhirnya pengobatan Cici sempat terhenti pada awal tahun 2016 dan Cici hanya melakukan pengobatan tradisional saja di dekat rumahnya. Makin lama kondisi Cici makin menurun hingga membuat ia sulit untuk berjalan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan diberikan kesempatan untuk melihat kondisi Cici di rumah sederhananya. Saat itu sekujur badan Cici membengkak yang membuat ia terus – terusan menangis karena menahan sakit. Orang tua Cici kebingungan karena tidak memiliki biaya akomodasi untuk membawa Cici berobat ke RSUD. Kota Bogor yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya serta tunggakan BPJS yang belum di lunasi hingga kini. Pak Endang hanya bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari – hari sedangkan Bu Yanih hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa hingga tidak bisa melakukan banyak hal untuk pengobatan anaknya. Kini Cici dirujuk kembali ke RSUD Fatmawati supaya mendapatkan pengobatan yang lebih lengkap disana. Kini kondisi Cici semakin menunjukan kemajuan yang baik, Badannya sudah tidak membengkak serta sudah dapat mengkonsumsi makanan pokok setiap harinya.Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk Cici yang digunakan untuk bekal dan akomodasi sehari – hari di RSUD Fatmawati. Semoga Cici lekas segera sembuh dan dapat bermain dengan anak – anak Seusianya. Aamiin. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1 @abah_accit @rexy_eas

Cici menderita ginjal bocor


DADUN KOMAR (50, Tuberculosis). Alamat : Kedung Halang Sentral, RT 2/4, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pak Dadun akrab kami menyapa sudah mulai merasakan sakit sekitar tahun 2016, berawal dari sering demam hingga berat badan yang menyusut secara drastis membuat Pak Dadun tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Saat diperiksa di Rumah Sakit terdiagnosa kalau Pak Dadun mangidap Tuberculosis Paru dan ada indikasi juga terkena Kanker Paru yang membuat nya harus dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun karena keterbatasan dana akhirnya Pak Dadun belum sempat dirujuk ke RSCM. BPJS yang dimiliki Pak Dadun hanya mengcover biaya pengobatan saja namun masalah terjadi untuk biaya akomodasi, Maklum saja semenjak sakit Pak Dadun tidak bisa bekerja mencari nafkah dan digantikan oleh Istrinya Bu Siti Komariah yang bekerja sebagai Buruh cuci dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan. Bantuan awalpun disampaikan untuk Pak Dadun yang digunakan untuk Akomodasi ia berobat Ke RSCM agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif dengan peralatan yang lebih lengkap. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan jalan Pak Dadun mencari kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak dadun menderita tuberculosis


WINDA MEYDI CAHYANI ( 9, Susp. Dispepsia). Alamat : Kampung Batu Gede, RT 5/7, Kelurahan Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Winda merupakan seorang pelajar kelas 3 sekolah dasar, yang memang memiliki riwayat penyakit maag yang kronis. Sekitar akhir bulan maret ia merasakan tidak nyaman pada bagian perutnya. Setelah beberapa hari merasakan sakit pada bagian perutnya akhirnya Winda tidak kuat menahannya hingga pingsan. Sang ayah Pak Junaedi pun langsung membawa anaknya Ke RSUD Kab. Bogor untuk mendapatkan perawatan, setelah diperiksa oleh dokter Winda terdiagnosa mengidap Suspect Dispepsia dan harus di rawat di RSUD untuk memulihkan kesehatannya. Dengan berbekal uang seadanya tanpa jaminan kesehatan yang dimiliki Winda akhirnya Winda dirawat di ruangan Melati No 102. Pak Junaedi hanya bekerja serabutan yang kadang penghasilannya tidak menentu yang membuat ia kebingungan untuk membayar biaya pengobatan Winda. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan Info tentang kesulitan yang dihadapi oleh keluarga Pak Junaedi langsung bergerak menuju RSUD Kab. Bogor untuk memberikan titipan sedekah dari para Sedekaholic. Rasa syukur tak henti diucapkan oleh Pak Junaedi saat menerima bantuan dari kurir Sedekah Rombongan sambil berdoa semoga Allah Subhanahu wa ta’ala agar para sedekaholic diberikan kemuliaan hidup dunia dan akhirat. Semoga Winda lekas sembuh agar dapat kembali bersekolah. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @irabintiachyani @rexy_eas

Winda menderita susp. dispepsia


AMINAH BINTI PAHRUROJI (45, Stroke). Alamat : Kp. Warung Doyong, RT 2/1, Kelurahan Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Propinsi Jawa Barat. Mak Inah biasa ia dipanggil sekitar 2 tahun yang lalu pada saat sedang memasak tiba – tiba badannya menjadi kaku dengan seketika hingga ia terjatuh, oleh keluarganya di bawa ke klinik dekat rumahnya dan terdiagnosa kalau Mak Inah terserang Stroke dan harus melanjutkan pengobatan ke Rumah Sakit. Setelah setahun berobat jalan ke Rumah Sakit Cisarua untuk mendapatkan perawatan, pengobatan Mak Inah pun berhenti karena tidak adanya biaya. Pak Oji sebagai Suami Mak Inah juga tidak dapat berbuat banyak karena hanya bekerja sebagai pedagang Sayur keliling dengan penghasilan tidak menentu. Mak Inah juga tidak memiliki jaminan kesehatan apapun kerena keterbatan informasi yang dimiliki untuk membuat jaminan kesehatan tersebut, kini Mak Inah hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya tanpa bisa melakukan kegiatan apapun lagi. Ketika dikunjungi oleh kurir Sedekah Rombongan, Maki Inah bercerita ingin sekali melanjukan pengobatannya agar dapat kembali seperti semula serta membantu suaminya berdagang sayur. Bantuan Awal pun disampaikan untuk Mak Inah yang digunakan untuk membuat jaminan kesehatan agar dapat melanjutkan pengobatannya serta untuk biaya pemeriksaan kondisi kesehatannya di klinik. Semoga Mak Inah cepat sembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kasriyanto @rexy_eas

Bu Aminah menderita stroke


HABIBI BIN HERI KURNIAWAN (1, Atresia Ani + Kelainan Mata). Alamat : Cimanggu, RT 4/6, Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Habibi merupakan anak dari pasangan Heri dan Eneng, Habibi sejak lahir pada bulan Nopember 2016 tersebut memang sudah memiliki kelainan pada dirinya yaitu tidak memiliki dubur pada saat dilahirkan. Selain tidak memiliki dubur pada saat dilahirkan, ia juga memiliki kelainan mata dimana matanya tidak pada anak – anak pada umumnya. Eneng dan Heri yang merasa khawatir akan kondisi kesehatan anaknya tersebut membawa Habibi berobat ke puskesmas Tanah Sareal yang setelah diperiksa disana langsung dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut. Pada bulan Januari kemarin Dokter di RSUD Kota Bogor sudah melakukan operasi untuk memasang selang untuk saluran BAB agar Habibi dapat membuang kotoran yang ada diperutnya dan dokter menyebut aka nada operasi lanjutan untuk Habibi yang akan membuat saluran pembuangan kotoran pada tubuh Habibi. Walaupun sudah menggunakan BPJS Mandiri kelas 3 untuk pengobatan Habibi, Heri yang bekerja sebagai pengendara ojek online ini pun merasa kebingungan, karena harus membeli banyak obat – obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS serta untuk membeli Susu Formula yang disarankan oleh dokter agar kebutuhan Gizi untuk Habibi tetap terpenuhi secara lengkap. Kurir Bogor yang mendapatkan kabar tersebut langsung mengunjungi Habibi dirumahnya. Eneng yang kami temui dirumahnya bercerita kalau Habibi masih harus menjalani control rutin tiap minggunya untuk memeriksakan kondisi badannya agar dapat menjadwalkan operasi lanjutan untuk Habibi. Bantuan Awal pun disampaikan untuk Habibi yang digunakan untuk membeli obat – obatan yang tidak tercover oleh BPJS serta untuk membeli susu Habibi agar Gizinya tetap terpenuhi dengan baik. Semoga Habibi dapat tumbuh menjadi anak yang pintar yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Habibi menderita atresia ani + kelainan mata


ALEX ZAKARIA (34, Kanker Dahi + Down Syndrome). Alamat : Kampung Ciburial, RT 2/10, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Alex biasa kami memanggilnya memang terlahir memiliki Down Syndrome atau keterbelakangan mental yang membuat ia tidak bisa tumbuh seperti anak – anak pada umunya. Pada saat usianya menginjak belasan tahun muncul benjolan di bagian dahi yang makin lama makin membesar yang membuat ia sering menangis menahan sakit. Selama bertahun – tahun tidak pernah melakukan pengobatan baru pada akhir tahun 2016 ia melakukan operasi untuk mengangkat benjolan yang ada di dahinya dengan menggunakan BPJS PBI yang ia miliki. Alex merupakan seorang anak yatim yang sejak lama ditinggal oleh ayahnya dan untuk menyambung hidup, Sang Ibu yang bernama Siti Jaenab bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang cukup untuk makan. Kini Alex hanya bisa duduk di kursi roda yang sudah mulai rusak dan membutuhkan perbaikan serta Kebutuhan Alex yang lumayan banyak mulai dari Pempers, membeli Obat serta makanan yang bernutrisi. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Alex yang akan digunakan untuk membeli segala keperluan Alex. Semoga bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi Beban Bu Siti dalam mengurus Alex. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @rexy_eas

Pak Alex menderita kanker dahi + down syndrome


SITI HALIMATUN SADIAH (21, Tuberculosis). Alamat : Kampung Manggis, RT 3/4, Kelurahan Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Siti sudah mengalami penurunan kesehatan sejak pertengahan tahun 2016 dan ketika diperiksakan ke puskesmas diketahui bahwa ada Flek di Paru – Paru Siti. Namun karena Siti tidak disiplin meminum obat yang diberikan oleh puskesmas akhirnya pada awal tahun 2017 sakit yang dideritanya kembali kambuh dan ketika di periksa di RS. Cisarua diketahui bahwa Siti sudah mengidap TB yang dikarenakan kurang disiplin meminum obat yang diberikan pada saat di puskesmas. Kini Siti hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan selalu ditemani tabung oksigen di sebelah kasurnya sambil menunggu jadwal control di RS. Cisarua. Memang untuk pengobatan Siti sudah tercover oleh KIS yang ia miliki, namun lagi – lagi kendala akomodasi yang dihadapkan pada Siti karena jarak dari rumahnya ke RS. Cisarua yang lumayan jauh dan banyak mengabiskan uang untuk ongkos. Pak Tata dan Bu Rukimini tidak bisa berbuat banyak karena mereka juga sudah tidak bekerja karena umur yang sudah tua dan anak – anaknya yang lain juga tingkat ekonominya sama dengan mereka dan hanya bisa membantu untuk makan sehari – hari. Bantuan Awalpun disampaikan untuk Siti yang digunakan untuk Akomodasi Siti ke RS. Cisarua. Semoga Siti cepat sembuh agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Aamin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @kartimans1@rexy_eas

Bu Siti menderita tuberculosis


EMPONG BINTI HARUN (46, Tumor Kulit Ganas). Alamat: Kp. Lewihieum, RT 2/4, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bu Empong, ibu paruh baya yang sudah sekitar 4 bulan menderita tumor di bagian bawah telapak kakinya. Awalnya berupa bintik hitam seperti tahi lalat yang semakin hari semakin membesar. Karena ketiadaan biaya, Bu Empong belum bisa memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas ataupun rumah sakit. Ia hanya mengobatinya dengan ramuan tradisional, sekedar mengurangi rasa sakitnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter RSUD memperkirakan Bu Empong menderita tumor ganas di kakinya, sehingga untuk pemeriksaan lebih lanjut dokter merujuknya ke RSHS Bandung. Selama empat hari Bu Empong menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS dan tinggal sementara di RSSR Bandung. Kali ini jadwalnya adalah pemotongan sebagian organ yang sempat mengelupas, sekalian juga akan dilakukan biopsi. Kondisi terkini, Bu Empong harus melakukan pengobatan ke RSHS setiap dua minggu sekali. Bu Empong yang hidup menjanda setelah suaminya meninggal merasa memiliki beban berat karena harus berobat meskipun Bu Empong mempunyai Jamkesmas, maklum beliau hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan harus membiayai anaknya yang masih sekolah.#SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Bu Empong menjalani kontrol rutin dan observasi di RSHS Bandung. Sebelumnya masuk di Rombongan 917.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @MiftahudinSR

Bu Empong menderita tumor kulit ganas


RIFKY ELMADITA (11, Kanker Kulit). Alamat : Kampong Malang Kulong No. 1/24, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Rifky, sejak berusia 2 tahun mulai mengeluh mengalami alergi saat terkena sinar matahari. Setiap terkena sinar matahari, kulit Rifky muncul benjolan kuci yang terasa gatal. Kondisi tersebut hanya dibiarkan saja hingga benjolan semakin banyak.  Kemudian Rifky dibawa ke Rumah Sakit setempat. Dari hasil pemeriksaan, Rifky didiagnosa menderita kanker kulit. Rifky dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Di RSUD Dr. Soetomo, Rifky menjalani operasi dan kondisinya sudah mulai membaik. Rifky dan keluarga mengalami kesulitan untuk biaya transportasi serta biaya pengobatan yang diluar tanggungan jaminan kesehatan. Ayah Rifky, Kasmadi (37) sehari-hari bekerja sebagai penjual cireng. Jumlah tanggungan keluarga adalah 2 orang. Jaminan kesehatan yang digunakan Rifky adalah Jamkesda  (Jaminan Kesehatan Daerah). Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Rifky. Melihat semangat Rifky dan keluarga yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu Rifky. Bantuan telah diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam tanggungan Jamkesda. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 989. Rifky dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Rifky masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 716.000,-
Tanggal  : 11 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Rifky menderita kanker kulit


FAUZAN RAMDANI (1, Susp. Paru-Paru Basah). Alamat: Kp. Nangoh, RT 2/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Fauzan terlahir dengan gangguan tenggorokan, terlihat dari nafasnya yang kadang terengah-engah dan sering menangis seperti menahan sakit. Sudah diperiksa di puskesmas namun ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Beberapa bulan ini penyakitnya tersebut tidak diobati karena terkendala biaya padahal Fauzan semakin hari semakin terlihat tidak sehat. Orangtuanya, Dede (29) yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Siti (22) yang hanya seorang IRT mempunyai alasan menunda pengobatan anaknya karena sampai sekarang anaknya tidak punya jaminan kesehatan sehingga mereka takut biaya pengobatan ke depannya. #SedekahRombongan pun akhirnya bisa mengunjungi rumah Fauzan dan melihat kondisinya kemudian membawanya ke RSUD agar ia bisa diobati dan juga kurir akan membantu pembuatan jaminan BPJS supaya biaya pengobatan Fauzan tak membengkak. Bantuan dari Sedekaholics kembali disampaikan untuk biaya obat dan akomodasi selama Fauzan menjalani pengobatan. Semoga Fauzan segera sembuh dan bisa tumbuh layaknya anak normal lainnya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 942.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Fauzan menderita susp. paru-paru basah


SITI NURJANNAH (15, Tunggakan Sekolah). Alamat: Kp. Kebon Kalapa, RT 3/1, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Nunuy, begitu ia sering dipanggil adalah seorang siswa SMK yang duduk di bangku kelas XI. Nunuy juga sering mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Ia sudah menjadi anak yatim semenjak ayahnya meninggal beberapa bulan lalu, dan ibunya tinggal berjauhan darinya sehingga ia hanya mendiami rumah sendirian bersama adiknya yang masih SD. Untuk makan, ia mengandalkan belas kasihan tetangga atau keluarga terdekat. Untuk bekal sekolah, ia tak punya dan tak jarang Nunuy menahan lapar karena tak bisa jajan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat keadaan Nunuy di rumahnya dan memberikan santunan biaya sekolah, biaya sehari-hari dan alat tulis yang mengeluarkan biaya tak sedikit. Semoga bantuan dari Sedekaholics membantu Nunuy menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan pembayaran tunggakan sekolah


LINA MARLINA (26, Miom). Alamat: Kp. Sukamaju, RT 1/4, Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ibu Lina, baru sebulan ini pulang dari rumah sakit setelah melahirkan dan sempat dirawat karena pemulihan pasca operasi sesar. Sebenarnya dalam masa kehamilan, tak ditemukan tanda-tanda adanya kista atau miom di rahim Bu Lina dan ia juga berharap bisa melahirkan anaknya secara normal. Namun, apa daya, Allah lah penentu segalanya. Bu Lina harus dibawa ke RSUD dr. Soekardjo dengan jaminan jamkesda untuk tindakan operasi sesar karena ditemukan miom di rahimnya. Kesedihannya belum cukup sampai di sana, anaknya lahir dengan berat badan 1,5 kg dan harus dirawat dengan biaya yang lumayan besar mencapai jutaan rupiah dan mengharuskan Bu Lina meminjam uang ke sanak saudaranya. Suaminya, Raska (35) bekerja sebagai buruh bangunan dengan pendapatan minim dan hanya cukup untuk makan. Alhamdulillah, dengan berbekal informasi dari tetangganya, Sedekah Rombongan mengunjungi Bu Lina di kediamannya dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan pasca sesar dan anaknya yang masih perlu asupan gizi karena Bu Lina tidak bisa memproduksi ASI. Semoga Allah memberi kemudahan Bu Lina dan suami dalam membesarkan anaknya dan sehat selalu. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bu Lina menderita miom


RASYA NURYAMAN PUTRA (1, Susp. Tumor Ginjal). Alamat: Kp. Cibogo, RT 3/4, Kel. Janggala, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Rasya terlahir normal tanpa kekurangan apapun. Namun menginjak bulan ke-8, Rasya mulai mengeluhkan perutnya yang sakit hingga ia menangis menjerit. Karena panik, akhirnya orangtua Rasya membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan di ginjal Rasya dan diduga itu adalah tumor sehingga Rasya harus dirujuk ke RSHS. Sempat kebingungan berangkat ke RSHS Bandung karena biaya antar dengan ambulans mencapai 700 ribu. Alhamdulillah, orangtua Rasya bertemu dengan kurir #SedekahRombongan yang sedang membantu pasien lain untuk berobat. Akhirnya, MTSR membawa Rasya ke Bandung dan sempat singgah di RSSR Bandung. Ibu Rasya, Yayu (30) adalah seorang IRT dan ayahnya, Nuryaman (35) bekerja sebagai buruh sehingga mereka merasa kesulitan membiayai pengobatan Rasya karena tak punya jaminan kesehatan. Santunan lanjutan pun disampaikan untuk membeli diaper dan susu yang dibutuhkan Rasya. Kondisinya sekarang sudah membaik dan sudah melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), ke depannya Rasya masih harus melakukan pengobatan intensif. Kondisi terkini Rasya sudah melakukan operasi dan keadaannya membaik. Semoga Rasya segera sehat agar ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 22 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @kasviansyah

Rasya menderita susp. tumor ginjal


ELIS RAHMAWATI (20, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Jawa, RT 5/4, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Elis, akrab kami memanggilnya. Sejak dua tahun lalu, ibu Neng Elis yakni Yoyoh (59) sudah melihat adanya gejala gangguan mental pada anak perempuannya tersebut. Namun saat itu kondisinya belum separah seperti sekarang ini, saat ini Bu Yoyoh terpaksa sering mengikat Neng Elis agar tidak mengamuk dan kabur dari rumah. Bu Yoyoh tak pernah tahu pasti apa penyebab gangguan jiwa yang dialami anaknya tersebut, karena sebelumnya kakaknya yang bernama Dodi yang juga mengalami hal yang sama dan menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Ibunya mulai khawatir dengan keadaan Elis sekarang, ia ingin membawa Neng Elis ke Rumah Sakit Jiwa di Cimahi. Namun penghasilannya sebagai penjaja kue keliling yang juga merupakan seorang janda, tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Neng Elis dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan Neng Elis. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 977.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @zakiyah99

Elis menderita gangguan jiwa


DINDA DESPITA NINGRUM (6, Hernia). Alamat : Dsn. Sukasari, RT 36/9, Ds. Sukanagara, Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Tiga tahun lalu, benjolan di bawah (maaf) kemaluan Dinda semakin membesar. Orang tuanya lalu membawa ke seorang mantri di daerah Cilacap Jawa Tengah. Hasilnya Dinda menderita Hernia dan mantri menyarankan agar dilakukan operasi. Apabila normal, benjolan itu mirip seperti cabe.  Ukuran hernianya kambuh dan membesar apabila Dinda kecapean atau menangis. Tidak jarang Dinda juga mengalami kejang-kejang. Sejak memeriksa ke mantri tersebut, gadis kecil yang rajin shalat subuh di masjid itu belum pernah lagi berobat. Dinda memiliki jamkes Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selaku orang tua, Jumhawan (36) hanya bisa pasrah apalagi ketika mendengar anaknya harus di operasi. Pekerjaannya sebagai penderes kelapa hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Atas ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan Pangandaran dipertemukan dengan Dinda dan memberikan bantuan untuk transportasi dan akomodasi selama melakukan pemeriksaan ke puskesmas dan operasi ke RS Dadi Keluarga Purwokerto. Keluarga Dinda merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Sedekah Rombongan. Semoga Dinda diberikan kesembuhan dan beraktivitas seperti anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal  : 22 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @fhierda @ramlannugraha.

Dinda menderita hernia


ALIM BIN NISAM (55, TB Paru). Alamat : Kp. Bojongkoneng RT 1/2, Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Berawal sekitar 3 bulan yang lalu, Pak Alim merasakan badannya demam dan panas tinggi yang disertai batuk dan muntah darah. Saat itu juga Pak Alim dilarikan ke RS. Medirossa berbekal kartu jaminan KIS PBI. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Alim dinyatakan mengidap TB Paru dan menjalani perawatan selama 1 minggu. Saat ini ia harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit dan belum bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya. Pak Alim yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, sangat kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol di rumah sakit.  Sedangkan istrinya, Ibu Tati (46) hanya ibu rumah tangga. Saat ini Pak Alim dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya akomodasi selama Pak Alim menjalani pengobatan di RS Persahabatan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 991.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak Alim menderita TB paru


SALWA RIFKAH (10, Cacat Kaki). Alamat Jalan Poros Makassar – Maros, KM 25 RT 004 RW 003, Lingkungan Ballu-Ballu, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel.
Salwa adalah gadis manis yang mengalami cacat kaki. Kondisi tersebut terjadi bermula dari munculnya benjolan pada kakinya sehingga harus dioperasi tahun 2013 lalu. Namun operasi yang dilakukan tidak sesuai yang diharapkan .Kaki Salwa mengecil dan pendek sebelah. Adik Salwa pun harus menggunakan tongkat jika beraktivitas. Hingga saat ini, sakit pada kaki Salwa belum juga diketahui oleh dokter.
Kondisi Salwa yang mengalami cacat kaki membuat orang tuanya tak mampu merawat adik Salwa. Ibunya Rismawaty (35) dan Ayahnya Syaifullah (40) memudian menitipkan Salwa pada neneknya. Sementara Orang tuanya pindah ke Kota Makassar yang jaraknya 30 KM dari kampungnya. Saat ini  semua urusan terkait Salwa diserahkan ke neneknya. Nenek Indo (60) inilah yang menjaga Salwa hingga saat ini. Jika kaki Salwa sakit, Nenek Indo hanya menggunakan ramuan tradisonal yang diusapkan ke kaki Salwa. Sejauh ini, Salwa tidak memiliki fasilitas kesehatan. Nenek Indo juga tidak berani membawa Salwa ke rumah sakit karena kendala biaya. Hanya mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari tetangga sekitar.
Saat kurir #SedekahRombongan menjenguk Salwa, Nenek Indo sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Sedekaholic. Rencanya bantuan yang diterima akan dipakai untuk membeli tongkat. Tongkat ini digunakan Salwa saat ke sekolah dan beraktivitas seperti anak-anak lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2017
Kurir :@Areefy_dip@Ismawan_as@OlankSukardi

Salwa menderita cacat kaki


MUH FATHIR FAYYAD SIKKI, (11, Patah Kaki). Alamat Dusun Bila, RT 003 RW 002,  Desa Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulaesi Selatan.
Fathir saat ini duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar. Sepekan lalu, adik Fatir ikut kerja bakti di sekolahnya. Sekolah itu berada di dataran tinggi dengan posisi bagian belakang pas berada di tepi jurang. Saat itu itu Fathir mendapat tugas membuang sampah. Ia membawa kantong sampah ke belakang sekolah. Namun, ia bernasib malang. Kakinya terpeleset dan ia jatuh ke dalam jurang yang dalamnya kurang lebih 5 meter. Bapak guru yang melihat langsung berlari menolong Fatir. Setelah di periksa, rupanya kaki kanan Fathir patah. Oleh pihak sekolah Fatir dilarikan ke rumah sakit umum Kabupaten Soppeng. Dokter yang memeriksa menyarankan agar kaki Fatir harus dioperasi. Tapi Karena keterbatasan biaya, operasi tidak jadi dilaksanakan. Sembari menunggu biaya yang dikumpul dari keluarga. Ibu Fathir, Harniyati (30) mengurus fasilitas kesehatan berupa  BPJS untuk kelancaran operasi Fathir.
Waktu itu Fathir harus menunda operasinya sekitar sebulan karena menunggu pengurusan BPJS. Hingga tiba waktunya, ibu Fathir memilih mengoperasi anaknya di Kabupaten Pinrang. Kabupaten yang jaraknya 120 km dari desanya. Pasalnya di sana ada Nadirah (kakak almarhum bapak Fathir) keluarga yang bisa membantu mengurus administrasi rumah sakit. Namun kendala lain datang, tidak semua alat yang dibutuhkan Fathir ada di rumah sakit daerah Kabupaten Pinrang. Akhirnya keluarga diminta mencari alat tersebut seperti tongkat khusus anak, gibs, dan sejumlah obat yang harus diambil di Makassar.
Sebulan sebelum kejadian ini, ayah Fathir (40) meninggal dunia karena kecelakaan. Kesedihan keluarga bertambah, apalagi masalah keuangan yang menghimpit. Fathir merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara, kakak pertamanya masih kelas 3 SMA dan yang bungsu umur 5 tahun. Harniyati harus berjuang seorang diri menghidupi keluarganya. Beliau hanya seorang penjual di kantin. Almarhun suaminya tak meninggalkan harta apa-apa, semasa hidupnya bapak Fathir bekerja sebagai satpam honorer di Dinas Perhubungan Kab.Soppeng.
Alhamdulillah, setelah BPJS adik Fathir berlaku, ia kemudian di operasi. Tim Sedekah Rombongan yang berkunjung ke rumah Fathir telah memberikan bantuan untuk beliau yang digunakan untuk kebutuhan rawat luka, membeli obat-obatan dan tongkat yang saat ini digunakan Fathir ke sekolah.  Semoga Adik Fatir lekas diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas lagi seperti sedia kala. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2017
Kurir :@Areefy_dip@Ismawan_as@SatrianiM

Fathir mendeirta patah kaki


SADARIA DAENG RABA (33, Benjolan Di Payudara). Alamat Dusun Kaemba, RT 004, RW 001, Desa Pabentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Ibu Sadaria adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki satu anak perempuan.  Usianya masih 2 tahun. Setiap hari ia tinggal di rumah saja mengurus anaknya.  Sementar suaminya, Daeng Raba (40) bekerja sebagai buruh taman perumahan di Maros.
Tiga bulan terakhir, Ibu Sadaria merasakan sakit di area payudaranya. Benjolan kecil berwarna merah muncul. Sakit itu membuat ibu Sadaria mengalami demam. Oleh suaminya, ibu Sadaria diantar ke puskesmas untuk berobat  berbekal kartu jamkesda. Oleh dokter ia direkomendasikan untuk berobat ke rumah sakit kabupaten. Namun, ibu Sadaria tidak mau. Ia lebih memilih berobat jalan karena alasan biaya rumah sakit dan biaya operasional yang harus dikeluarkan jika masuk rumah sakit.
Benjolan merah di payudara ibu Sadaria tak kunjung sembuh. Malah sakitnya semakin bertambah. Sementara suaminya juga bingung menghadapi sakit yang dihadapi istrinya.
Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Dg Raba. Tim kurir #SedekahRombongan sepakat untuk menyampaikan titipan para sedekaholics berupa uang untuk pembelian Obat. Semoga santunan dari sedekaholics menjadi penyebab kesembuhan
dan catatan amal baik dan diberi balasan berlipat ganda.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Januari 2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as

Bu Sadaria menderita benjolan di payudara


USMAN Bin SAMPARA (34,Patah Tangan Kanan), Alamat: Jalan Syekh Yusuf 5, No.53C, RT 002 , RW 001, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Sore itu salah seorang staf kantor tempat Usman bekerja, menelpon untuk  minta segera di jemput motor di salah satu pusat pertokoan kota Makassar, sebelum tiba di tempat tujuan, pada salah satu belokan, Usman terserempet oleh pengendara motor lain, hingga menyebabkan dirinya terjatuh dan tangan kanannya patah.
Sempat dibawa ke rumah sakit untuk periksa, tapi karena kekurangan biaya untuk melakukan rontgent waktu itu, sehingga pemeriksaan hanya dilakukan cek fisik bagian luar. Lalu melakukan pegobatan secara tradisional ke tukang urut.
Usman adalah anak kedua dari Enam bersaudara, sehari- harinya berprofesi sebagai Office Boy (OB) pada salah satu kantor swasta di Makassar. Bapaknya, Sampara Daeng Pali (58) berprofesi sebagai tukang batu, tapi karena usia, tidak bisa lagi bekerja maksimal, waktunya lebih banyak di rumah. Sementra Ibunya, Ta’bi Daeng Bau (57) yang juga hanya sebagai Ibu Rumah Tangga. Usman adalah anak lelaki tertua satu satunya yang  sekaligus menjadi tulang punggung untuk keluarganya.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan. Semoga kondisi Usman segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan    : Rp. 1.000.000,-
Tanggal    : 19 Januari 2017
Kurir :@Areefy_dip@ismawan_As@munatsir

Pak Usman menderita patah tangan kanan


ARDIANSYAH BIN AMIRUDDIN, ( 17, Leukimia). Alamat Pondok  Pesantren Tahfiz Alqur’an As Sunnah Parapa, Dusun Parapa, RT 002/RW 001, Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Ardiansyah adalah salah satu santri di pondok pesantren Tahfiz Alqur’an Assunnah. Ia  menjalani pendidikan selama 5 tahun dan tinggal di pondok. Saat ini jumlah hafalan sudah mencapai 20 juz.
Penyakit yang ia derita mulai muncul saat ia di pondok. Gejala awal yang ia rasakan yaitu sering mengalami sakit kepala dan pusing namun dianggap ringan.
Setahun terakhir ia sering mengalami sakit sehingga memutuskan untuk istirahat/ cuti sekolah sementara. Ardiansya menetap di rumah neneknya di daerah Wotu, Luwu Utara, 400 km dari pondoknya. Selama disana, neneknya telah beberapa kali membawa berobat ke Rumah Sakit, dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan darah. Hasilnya mengejutkan Karena Ardiansyah menderita kelainan darah. Sejak saat itu, Ardiansyah dirawat.  Fasilitas rumah sakit yang tidak memadai sehingga dokter di rumah sakit Lagaligo Palopo, merujuk Ardiansyah ke Rumah Sakit Wahidin Makassar.
Awal tiba di Wahidin kadar hemoglobin pasien hanya 4 mg/dl dari nilai normalnya 11 mg/dl. Ini membuat Ardiansyah  tampak pucat dan kondisi tubuh yang  lemah sehingga dokter menginstruksikan untuk transfusi darah PRC 4 kantong FFP 1 kantong dan trombosit 6 kantong.
Menjalani perawatan selama 2 bulan kondisi pasien mulai membaik. Namun masih harus terus menjalani proses Kemoterapi. Siklus Kemoterapi pertama dilakukan pada bulan Oktober selama 5 hari dengan obat oral. Lalu dilanjutkan dengan kemoterapi selang semala 21 hari. Siklus kedua pada bulan November dan siklus ketiga awal bulan Januari 2017. Sebagaimana diketahui bahwa pasien dengan penyakit leukimia secara kasat mata tampak normal namun, penyakit ini dapat menyebabkan kondisi pasien tiba-tiba drop. Seperti yang terjadi menjelang siklus kemo ketiga, trombosit tiba-tiba menurun sehingga harus kembali dilakukan transfusi trombosit dan darah merah (PRC).
Ardiansyah merupakan Anak pertama dari 5 bersaudara. Ayahnya Aminuddin (50) dan Ibunya Erli Aidi (40)  menetap di Poso. Ayahnya sehari-hari  bekerja sebagai tenaga honorer di dinas kantor catatan sipil Poso dan bekerja sampingan mengola kebun. Sementara ibunya hanya sebagai pengurus rumah tangga.
Selama berobat di Wahidin, Ardiansyah menggunakan fasilitas kesehatan BPJS  dan sumbangan dari keluarga kerabat dan sedikit tabungan orang tuanya. Setidaknya sekitar lebih dari 18 juta biaya sudah dikeluarkan. Kondisi ekonomi yang pas-pasan menyebabkan orang tua kebingungan mencari biaya. Sehingga ayahnya  berniat meminjam uang di bank, namun dicegah oleh kerabatnya yang paham mengenai masalah riba.
Atas bantuan kerabatnya pula hingga informasi tentang Ardiansyah sampai ke kurir #SedekahRombongan. Orang tuanya bercerita mereka sangat kesulitan dengan ongkos transportasi dari desa ke rumah sakit. Selain itu kebutuhan akan nutrisi yang baik pada pasien dengan leukemia, ditambah kebutuhan trombosit yang kadang tidak tersedia di bank darah rumah sakit, memaksa keluarga untuk mengeluarkan dana lebih untuk membayar orang lain untuk mendonorkan darahnya, belum lagi ongkos transportasi dalam pengurusan darahnya.

Total sudah 34 kantong darah yang di transfusi kan selama sakitnya. Saat ini kurir #SR telah mengunjungi Ardiansyah yang dirawat di rumah selama menunggu jadwal kemoterapi selanjutnya setelah berselang 21 hari dari kemo sebelumnya. Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi saudara kita Ardiansyah, dan beliau segera diberikan kesembuhan oleh Allah. Amin, mohon doanya.
Jumlah Bantuan  : Rp 1.000.000
Tanggal  : 9 Januari 2017
Kurir        : AAreefy_dip@Ismawan_As@Usman

Ardi menderita leukimia


SITTIAMA LIKIN, (55, Buta). Alamat Jalan Malimpung No 56, RT 002/RW 002, Dusun Kabere, Desa Taulan, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan
Ibu Sittiama mengalami sakit pertama kali sekitar tahun 2013, beliau sering mengalami sakit kepala. Namun karena dianggap sakit kepala biasa,ia hanya minum obat dari apotik.Tetapi sakit kepala yang ia rasakan hilang sejenak, setelah itu kembali lagi. Lama kelamaan sakit kepala yang ia rasakan sering kali tak bisa ditahan. Bahkan mulai menjalar mempengaruhi mata. Mata ibu Sittiama dan bengkak. Suaminya kemudian membawa ke dokter. Oleh dokter, diberi obat mata agar matanya bisa normal. Tapi obat yang diberikan dokter tidak membuat  mata ibu Sittiama membaik. Penglihatannya malah makin kabur dan akhirnya di tahun 2015 ibu Sittiama tidak bisa melihat.
Ibu Sittiama adalah seorang ibu rumah tangga. Sementara Bapak Likin (60) suaminya bekerja sebagai buruh kebun. Mereka punya satu tanggungan anak. Selama ini kebutuhan selama pengobatan Ibu Sittama ditanggung oleh suaminya. Sering juga ada bantuan dari tetangga sekitar kampung yang prihatin dengan kondisinya. Apalagi Ibu Sittiama tidak punya fasillitas kesehatan sehingga ia tidak punya keberanian berobat ke rumah sakit. Belum lagi biaya operasioanl selama pengobatan membuat ia tak ma uke rumah sakit. Hingga suatu waktu, kurir #SedekahRombongan mendapatkan informasi tentang ibu Sittiama. SR hadir membantu meringankan beban ibu Sittiama dengan menyampaikan Santunan titipan para Sedekaholic sebesar Rp 750.000 dan digunakan untuk melanjutkan proses pengobatan. Beliau sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan yang telah disampaikan. Semoga ibu Sittiama segera sembuh dan dapat bekerja seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 15 Januari  2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_As@ismail

Bu Sitti menderita buta


APANG BIN LADING, (43, Bantuan Perbaikan Rumah). Alamat Jl Poros Makassar-Toraja, Dusun Kabere, RT 002, RW 001, Desa Taulan, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan
Bapak Apang adalah seorang perantau dari Jawa Barat. Mencari rezeki di sebuah kampung di kabupaten Enrekang. Di sana, Pak Apang tidak memiliki sanak saudara. Awalnya pak Apang ingin membeli sebuah kavling dengan cara dicicil.
Rencananya untuk membangun rumah yang akan dijadikan  tempat berusaha dan rumah tinggal. Namun rencana tersebut gagal. Pak Apang harus pindah dari lokasi tersebut Karena tidak bisa membayar cicilan.  Sementara pihak pemilik lahan membongkar paksa rumah Pak Apang  yang sementara dibangun.
Setelah itu Pak Apang beserta Istrinya, Iin Kurasein (40) dan anak-anaknya tinggal menumpang di rumah penduduk sempat. Tak berhenti sampai di situ, anak pemilik rumah yang baru kembali dari merantau maka Pak Apang diminta untuk keluar dari rumah. Oleh warga sekitar, pak Apang dipinjami lahan untuk mendirikan rumah sementara. Pak Apang juga mendapat pinjaman papan dan balok untuk membangun rumahnya. Namun saat rumah sudah berdiri, Pak Apang mendapat musibah. Rumah panggung yang sementara dibangun runtuh dan mengenai tubuhnya. Selama sepekan, pak Apang tidak bisa bangun dari tidur.
#Kurir Sedekah Rombongan sangat prihatin pada kondisi pak Apamg. Saat kurir mengunjunginya ia dalam kondisi terbaring tak berdaya. Apalagi pak Apang masih punya tanggungan 7 orang anak yang masih kecil. Kurir #SedekahRombongan pun menyampaikan bantuan untuk perbaikan rumah dan berobat pak Apang, Semoga bantuan yang disampaikan bisa meringankan beban pak Apang dan Ibu iin dan anak-anaknya, dan semoga mereka cepat diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 20 Januari  2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as @ismail

Bantuan perbaikan rumah


NURBAYA BENTENGE (35, Bantuan Sewa Rumah). Alamat : Jalan Garuda Kompleks Permahan Bentenge, Blok C No 31, RT 003, RW 002, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan
Ibu Nurbaya adalah seorang ibu yang sangat menyayangi keluarganya, dua anaknya  Fikri (7) dan Firman (2) sangat ia sayangi. Saat ini kondisi keluarga ibu Nurbaya dalam kondisi yang sangat sulit. Sang suami harus mendekam dalam penjara Karena sengketa  tanah warisan keluarganya. Satu tahun masa tahanan yang dijalani. Meskipun sebenarnya suaminya, Dg Baso (40) tidak paham dengan sengketa tanah tersebut. Namun, polisi 6 bulan lalu juga datang ke rumah dan menangkap suaminya.
Sejak suaminya masuk penjara, ibu Nurbaya seringkali mengunjunginya di tahanan Polsek Mandai, Kabupaten Maros. Ibu Nurbaya berjalan kaki sejauh 5 kilometer dari rumah kontrakannya ke kantor polsek. Ibu Nurbaya setiap mengunjungi suaminya selalu menggendong anaknya yang masih kecil. Sejak ditinggal suaminya, Ibu Nurbaya kebingungan mengurusi anak-anaknya. Apalagi kebutuhan dapur dan sewa rumah kontrakan yang sudah jatuh tempo. Beberapa kali pemilik rumah mendatangi Ibu Nurbaya meminta sewa rumah. Sambungan listrik ke rumah Ibu Nurbaya juga sudah diputus Karena sudah tiga bulan mereka belum bayar listrik. Sehingga saat ini Ibu Nurbaya menggunakan lampu teplok untuk penerangan rumahnya.
Kondisi rumah kontrakan ibu Nurbaya amat memprihatinkan, berlantaikan tembok seadanya dan ruang dapurnya masih beralaskan tanah. Ibu Nurbaya juga masih menggunakan kayu untuk memasak di dapur. Jika hujan turun, kediaman ibu Nurbaya juga tergenang banjir, belum lagi sebagian atap yang bocor jika hujan deras.
Hingga kurir #SedekahRombongan mendapat informasi tentang kondisi ibu Nurbaya. Saat kurir mengunjunginya,air mata ibu Nurbaya tak bisa tertahan Karena merasa diperhatikan.  Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan untuk bayar sewa rumah dan biaya kebutuhan sehari-hari. Pada kesempatan itu pula, kurir SR berupaya membantu Ibu Nurbaya agar bisa bekerja sebagai tenaga dapur di pesantren Darul Istiqamah. Semoga bantuan yang disampaikan bisa meringankan beban Ibu Nurbaya dan anak-anaknya

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 27 Januari  2017
Kurir : @areefy_dip@Ismawan_As

Bantuan sewa rumah


MUTIA YUNUS ( 23, Jantung Bocor) Alamat : Jalan Poros Makassar – Marks Km 25,  RT 7, RW 3, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Mutia, begitulah ia dipanggil. Setahun terakhir ini Mutia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Berawal pada Juni 2016 lalu, Mutia sering mengalami sesak Nafas dan sakit di dadanya.
Setiap pulang ke rumah. Mutia seringkali mengeluh bahwa ia kelelahan. Meski demikian, gejala itu ia anggap merupakan pengaruh jantung bocor yang ia alami sejak kecil. Pikirnya, nanti akan hilang dengan sendirinya. Tapi lama kelamaan sesaknya makin terasa.  Karena khawatir, oleh orang tuanya dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, tidak ada tindakan apapun, dokter hanya memberi obat.
Sekitar November, sesak nafas yang terjadi membuat Mutia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Berbekal fasilitas kartu BPJS kelas 3 Mutia dirawat. Hampir sebulan Mutia dirawat,  Talk Karena kondisi Mutia tidak juga membaik,  keluarga minta agar Mutia dipulangkan saja. Di rumah, Mutia hanya bisa tidur. Tak bisa banyak bergerak karena dadanya terasa sakit. Sesekali ia duduk jika sakit Di dadanya tak juga membaik.  Lama kelamaan, bagian belakang Mutia melepuh Dan Bengal.  Sehingga posisi tidur harus menyamping. Sementara setiap kali ia bergerak,  sakit di dadanya sangat terasa.
Siti Nur Aimas (63) adalah seorang Ibu yang berjuang demi kesembuhan putrinya.  Ia hanya ibu rumah tangga yang harus menanggung kebutuhan anaknya. Apalagi Ibu Nuraimas juga sudah tak bisa melihat akibat katarak yang menyerang matanya. Selama ini, kakak Mutia yang bernama Becce (30) yang merawat keluarga ini. mereka dibantu oleh keluarga dan tetangga terdekat.
Alhamdulillah ditengah kesulitan yang melanda, Allah menuntun langkah kurir Sedekah Rombongan ke tempat Mutia dan menyampaikan bantuan untuk biaya pembelian kasur Dan biaya hidup sehari-hari.  Sebulan kemudian, Mutia meninggal dunia. Keluarga sangat berduka, namun Takdir Allah tak bisa dilawan. Pihak keluarga sangat berterima kasih pada #SedekahRombongan yang peduli dengan kondisi Mutia.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as@qanithasafwan

Mutia menderita jantung bocor


BONE BINTI PADU (77, Maag Akut) Jl. Poros Kolaka Wolo Km. 42 Dusun VI, RT 002 RW 001, Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Saat ini Ibu Bone sehari-hari hanya berdiam diri dirumahnya. Sudah tiga tahun Ibu Bone istirahat di rumah. Tiga tahun lalu, Ibu Bone merasakan sakit pada perutnya. Sakit yang seperti mengiris-iris perut Ibu Bone.Ibu Bone dibawa berobat ke Puskesmas Samaturu, dan dokter mendiagnosis ia mengalami sakit maag akut.
Dokter menyarankan agar Ibu Bone harus rutin berobat, minimal tiga kali dalam sebulan. Namun, jarak yang jauh dari rumah ke puskesmas relative jauh maka Ibu Bone hanya dirawat dirumah. Apalagi ibu Bone hanya tinggal sendiri sebab suaminya telah meninggal dunia. Meski demikian, Ibu Bone oleh keluarganya biasa diantar ke puskesmas meski tidak rutin.
Saat ditemui kurir Sedekah Rombongan, beliau mengeluhkan penyakit yang dialaminya. Beliau berharap ada yang membantu untuk pengobatannya. Meskipun beliau mempunyai kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) akan tetapi tidak banyak membantu. Pasalnya pihak Puskesmas hanya bias menanggung obat yang ada di apotiknya, sedangkan sebagian besar resep dokter tidak tersedia di apotek puskesmas, sehingga harus dibeli diluar apotek Puskesmas yang harganya mahal.
Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka terkadang dibantu oleh keluarga terdekat. Kurir Sedekahrombongan bersyukur dapat dipertemukan dengan Ibu Bone dan keluarga. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan untuk keperluan pengobatan Ibu Bone Semoga bantuan yang disampaikan bisa membantu pengobatan Ibu Bone  dan ia segera diberi kesembuhan.
.
Jumlah  Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as@Na’im Dahlan@Safwan Gaffar

Bu Bone menderita maag akut


TIE DESSELE BINTI TANGGOBI (75, Bantuan Biaya Hidup), Jl. Pembangunan RT 002 RW 003, Dusun Koroha, Desa Tamboli, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ibu Tie begitu beliau biasa disapa. Dalam masa tuanya kini Ibu Tie hanya bisa menghabiskan kesehariannya dengan beraktivitas di rumah saja. Ibu Tie sudah lama menjanda, sang suami meninggal sejak 20 tahun lalu. Ibu Tie tidak memiliki anak, sehingga beliau mengisi hidupnya dalam kesendirian. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Tie hanya dapat mengandalkan pemberian dari keluarga dan terkadang juga beliau mendapatkan bantuan dari warga sekitar tempat tinggalnya.
Ibu Tie tidak memiliki riwayat penyakit yang parah, namun apabila mengalami sakit seperti demam, Ibu Tie hanya bisa berdiam di rumah. Sebab, ia tak punya kartu jaminan kesehatan. Ibu Tie menyadari bahwa beban hidup yang ditanggungnya memang tidaklah mudah, didalam masa tuanya beliau sendiri tanpa pekerjaan. Kesulitan untuk membiayai kehidupan juga sangat dirasakannya, namun hal ini tak membuat Ibu Tie menyerah dalam menjalani kehidupannya.
Kurir Sedekah Rombongan yang melakukan kunjungan ke kediaman Ibu Tie turut bersimpati akan kehidupan yang dijalani oleh beliau dan tergerak untuk segera menyampaikan bantuan. Bantuan awal yang disampaikan Sedekah Rombongan kepada Ibu Tie berupa tunjangan dana guna untuk membantu biaya kehidupan sehari-hari. Semoga bantuan dari sedekaholics tersebut dapat bermanfaat bagi Ibu Tie dan keluarga.

Jumlah bantuan:  Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Februari 2017
Kurir :@Areefy_dip@Ismawan_as@Na’imdahlan@SafwanGaffar

Bantuan biaya hidup


SUDDIN BIN SALEHE (84, Asma) Jl. Poros Kolaka Wolo Km. 42, RT 003 RW 002, Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Bapak Sudding sapaan beliau, dulunya adalah seorang tukang kayu. Setiap bekerja menggergaji kayu, debu-debu dan ampas kayu seringkali terhirup. Pelan-pelan beliau mulai merasakan sakit di dadanya. Rasa nyeri semakin tak tertahankan sehingga bapak Suddin harus dilarikan ke puskesmas. Dokter puskesmas mendiagnosa bahwa beliau menderita penyakit asma. Sejak saat itu, Bapak Suddin disarankan untuk tidak lagi bekerja keras. Tapi saran dokter tersebut hanya dianggap angin lalu. Bapak Suddin tetap bekerja meskipun asmanya seringkali kambuh. Hingga suatu waktu, Bapak Suddin sudah tidak bisa lagi bekerja. Beliau hanya berdiam diri dan banyak beristirahat di rumah.
Istri beliau,  Ibu Bonnya  (60) hanya berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan suaminya. Ia harus menanggung kebutuhan suaminya. Meskipun beliau mempunyai kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) akan tetapi tidak banyak membantu karena pihak Puskesmas hanya bisa menanggung obat yang ada diapotiknya, sedangkan kebanyakan obat yang harus dikonsumsinya harus didapatkan di luar puskesmas.
Saat kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan  beliau, ia sangat berharap agar bias mendapatkan bantuan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan pun menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan biaya pengobatan Bapak Suddin. Beliau sangat berterimakasih, terharu dan bahagia atas bantuan dari Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : 500.000,
Tanggal : 27 Februari 2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as@NaimDahlan,@SafwanBacco

Pak Sudin menderita asma


NILMAWATI BINTI BAHARUDDIN (40, Stroke) Jl. Poros Kolaka Wolo Km. 42, RT 002 RW 001,  Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ibu Nilma mengalami musibah dua tahun lalu. Saat itu beliau terjatuh dari motor saat hendak ke pasar. Warga yang melihat kejadian itu langsung membawa ibu Nilma dan anaknya ke puskesmas terdekat. Seiring perjalanan waktu, sebelah tubuh ibu Nilma  tidak bisa digerakkan.  Oleh dokter puskesmas, beliau diarahkan untuk berobat lanjut ke rumah sakit umum daerah. Namun kendala biaya dan jarak yang jauh membuat keluarganya sepakat agar ibu Nilma dirawat di rumah saja sembari tetap konsultasi dengan dokter puskesmas. Setahun kemudian, seluruh tubuh ibu Nilma sudah kaku. Ia sudah tak bisa bergerak. Dokter puskesmas mendiagnosa beliau menderita stroke. Tujuh bulan lalu,ibu Nilma sudah tidak berobat ke puskesmas.  Kini Beliau terbaring tak berdaya di rumahnya.
Kondisi keluarga ibu Nilma sangat memprihatinkan. Suaminya, Bapak Nyompa (50) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Sejak istrinya sakit, bapak Nyompa sudah tidak focus bekerja sebab ia harus merawat istrinya yang terbaring lemah dan mengurus anak-anaknya yang masih kecil. Saat kurir Sedekah Rombongan berkunjung ke kediaman Ibu Nilma, beliau sangat berharap bisa dibantu untuk meringankan biaya pengobatan. Mengingat sudah berbulan-bulan tidak pernah berobat lagi karena kekuranagan biaya. Ibu Nilma pun  tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan.
Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Ibu Nilmawati dan Keluarga. Kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic.  Beliau sangat terharu, bahagia serta berterimakasih kepada Sedekah Rombongan atas bantuan r

Jumlah bantuan : 750.000,-
Tanggal: 1 April 2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as @Na’imDahlan@Asyraf Dahlan

Bu Nilma menderita stroke


ANDI AIS GARIANI RAMADHAN (5, Jantung Bocor). Alamat: Jalan Garuda Kompleks Permahan Bentenge, Blok A No 119A, RT 002, RW 001, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan
Ais, nama panggilannya sehari-hari adalah putri semata wayang pasangan Andi Asrul Sahib (35) dan Andi Nurhayati Ismi (34). Seminggu yang mengalami batuk berdarah dan demam dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Ini adalah efek dari penyakit yang sudah ia derita. Menurut keterangan orang tua, Ais mengidap penyakit ini sejak lahir. Baru ketahuan setelah berumur dua bulan saat kedua orang tuanya khawatir berat badannya tidak bertambah sejak lahir. Setelah dibawa ke dokter, didiagnosa mengidap penyakit jantung bocor. Jantungnya mengalami kebocoran sekitar 12 mm.
Ayah Ais adalah seorang satpam di sebuah pesantren, sementara sang ibu berusaha membantu menafkahi keluarga dengan menjual jajanan kue pada pesantren yang sama. Keluarga ini tinggal di rumah kakek, orang tua dari ibu Ais. Sejak Ais divonis dokter mengalami penyakit jantung bocor, keduanya telah ikhlas dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk sekali pun. Mereka terus memberikan pelayanan terbaik buat sang buah hati demi kesehatannya.
Tapi saat sang anak menderita penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan yang besar, Allah juga menguji mereka dengan penghasilan yang tak seberapa, yang tentu hanya cukup buat makan sehari-hari. Makanya mereka sangat mengharapkan bantuan orang lain. Bayangkan, Ais rutin masuk dua sampai tiga kali sebulan. Fasilitas BPJS yang dulu mereka andalkan sekarang tak lagi berguna, sebab tunggakan yang tak bisa mereka lunasi. Terpaksa harus menggunakan jalur pasien umum yang berbayar. Belum lagi harus check up tiga bulan sekali.
Saat kurir Sedekah Rombongan bertemu, ibunya  sangat berharap agar bisa mendapatkan bantuan untuk biaya pengobatan. Sedekah Rombongan pun menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk meringankan biaya pengobatan Adik Aish. Ibundanya  sangat berterimakasih, terharu dan bahagia atas bantuan dari Sedekah Rombongan.
Semoga Allah memberikan kesehatan pada Ais agar bisa masuk sekolah, sebab rencananya tahun ajaran baru ini akan masuk TK.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000
Tanggal: 24 April 2017
Kurir: @Areefy_dip@Ismawan_as@Shafyabidin61

Andi menderita jantung bocor


KURSI RODA, Untuk RSUP Wahidin Sudiro Husodo,.  Sejak berdirinya Gerakan Sosial #SedekahRombongan (#SR) lima tahun yang lalu, kami telah banyak berinteraksi dengan RS untuk penanganan perawatan dan pengobatan  pasien – pasien dampingan #SR.
Agar terjadi kemitraan yang lebih baik antara #SR  dengan pihak Rumah Sakit, pada hari Selasa, 25 April 2017 , kami dari #SedekahRombongan berinisiatif berkunjung dan bertemu dengan Direktur dan Humas Rumah Sakit,  dan Alhamdulillah di terima langsung oleh Direktur Utama oleh Dr dr Khalid Saleh SpPD KKV FINASIM MARS
Kami sepakat untuk menjalin kemitraan dengan saling memberi manfaat antara pihak RS dan #SR. Pada kesempatan ini, kami menyerahkan bantuan 10 unit Kursi Roda untuk digunakan oleh pasien – pasien yang membutuhkannya sebagai inventaris RS. Dan kedepan , Insya Allah akan terjalin kerja sama  yang bertujuan  untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien pada umumnya , dan juga pasien yang secara khusus dalam  pendampingan #SR. Semoga hubungan kemitraan kami dengan pihak RSUP Wahidin Sudiro Husodo  bisa memberikan lebih banyak manfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 25 April 2017
Kurir : @Areefy_dip@Ismawan_as@Munatsir

Bantuan kursi roda


ZAID BIN JUMARDIN (8 Bulan, Ileus Obstruksi Suspect Atresia Colon/Rectum) Alamat  :  Perumahan Bukit Baruga 2 Tahap 2, Jalan Flamboyan, No 23, RT 03 / RW 05, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Zaid adalah anak dari pasangan Jumardin (37) dengan Sunarsih (30). Anak ini dilahirkan di klinik BTN Asabri, Moncongloe, Maros pada tanggal 30 Mei 2016. Kelahirannya berlangsung lancar, dan tidak ditemukan adanya gejala kelainan.
Masalah yang dihadapi Zaid, mulai diketahui setelah sehari masa kelahirannya. Peristiwa ganjil terjadi, yaitu saat buang air kecil, urin Zaid bercampur dengan ampas. Kedua orang tua Zaid pun mulai khawatir, dan perasan itu kian memuncak setelah empat hari kemudian. Menurut Jumardin, anaknya tersebut buang angin, tapi tidak sampai di anus. Terdengar hanya sampai di perut.
Zaid kemudian dibawa oleh ayahnya ke Poli anak Rumah Sakit umum Daya Makassar, tepatnya pada 30 Mei 2016. Langsung diperiksa dokter setempat. Dan, mereka kemudian menganjurkan orang tua Zaid menggunakan mikrolax (semacam cairan yang ditembakkan melalui lubang anus) untuk melancarkan pencernaan. Zaid dibawa pulang ke rumah. Ayah Zaid mengikuti anjuran dokter. Tapi, satu hari kemudian penggunaan mikrolax tersebut menunjukkan tidak adanya perubahan. Perut Zaid justru semakin membesar atau menggembung. Dan malam hari, Zaid menangis sepanjang waktu. Dengan kondisi tersebut, Zaid kembali dilarikan ke Rumah Sakit Daya. Ayah Zaid berinisiatif mengambil surat rujukan, kemudian membawa anaknya ini ke Rumah Sakit Umum Wahidin Sudiro Husodo. Di rumah sakit inilah, gejala penyumbatan pada usus Zaid diketahui. Dokter yang menangani kasus ini menganjurkan agar Zaid dioperasi. Bagian usus yang bermasalah mesti dipotong sehingga proses pembuangan melalui usus bisa berlangsung .
Di usia 11 bulan, Zaid akhirnya harus merasakan operasi. Tepatnya, berlangsung pada tanggal 06 November 2016. Selain memotong bagian usus yang tidak berfungsi, operasi ini juga untuk membuat saluran pembuangan sementara melalui bagian perut. Ujung usus yang mestinya tersambung ke anus dikeluarkan melalui sobekan di bagian tersebut sehingga setiap kali BAB, Zaid cukup menderita. Di samping itu, bagian usus yang keluar pada bagian perut Zaid harus selalu steril agar tidak menimbulkan infeksi.
Sesuai rekomendasi dari tim media RSU Wahidin, setelah operasi pertama, yaitu pembuatan lubang pembuangan pada bagian perut, yang dilakukan pada tanggal enam, bulan November 2016, Zaid mestinya dioperasi ke dua, yaitu tindakan penyambungan usus ke lubang Anus. Mirisnya, orang tua Zaid, dalam hal ini Ustad Jumardin belum memiliki biaya untuk menunjang proses tersebut. Bisa dimaklumi karena selama ini Jumardin hanya berprofesi sebagai dai dan imam masjid Jami Nurul Islam, Moncongloe. Selama ini, Ustad Jumardin juga hanya tinggal di rumah kontrakan. Ia benar-benar membutuhkan biaya untuk proses operasi ke dua untuk anaknya ini. Untuk perawatan sehari-hari Zaid saja, juga butuh biaya berupa operasional merawat sterilsasi bagian usus pembuangan di bagian perut. Untuk meringankan biaya tersebut, selama ini Ustad Jumardin dibantu rekan-rekannya, sesama dai, dan warga di sekitar perumahan Bukit Baruga.
Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesusahan keluarga ini, memberikan titipan para Sedekaholics kepada orang tua Zaid  untuk kebutuhan transportasi, membeli obat-obatan, biaya masuk rumah sakit dan perbaikan keadaan umum. Semoga kondisi Zaid  akan selalu membaik dan tumbuh menjadi anak yag berbakti kepada orang tua. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2017
Kurir : @Areefy_Dip@Ismawan_As@AbdulChalid

Zaid menderita ileus obstruksi suspect atresia colon/rectum

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 DEDEH BINTI MAMAD 1,000,000
2 SITI JUARIAH 500,000
3 SANDI RAMDANI 500,000
4 RUMSANIH BIN SARMANI 500,000
5 SILVIANA DEWI 500,000
6 MARYANI BINTI SUMARNO 500,000
7 RIDWAN BIN UCIM 500,000
8 LUSI WIDIAWATI 1,000,000
9 NURHAYATI BINTI EDON 500,000
10 MARWIYAH BINTI NARAN 1,000,000
11 MAULA BUDI ASTUTI 1,000,000
12 SRI MULYATI 1,000,000
13 NUNUNG BINTI AKIM 1,000,000
14 NAPSIAH BINTI NARIM 500,000
15 ROKAYAH BINTI SAKIMAN 500,000
16 IIS SUHAETI 1,000,000
17 WAHYUDI BIN MUHAMMAD YASIN 750,000
18 KHADIJAH BINTI ABDULLAH 500,000
19 CICI CAHYANI 500,000
20 DADUN KOMAR 750,000
21 WINDA MEYDI CAHYANI 1,000,000
22 AMINAH BINTI PAHRUROJI 1,000,000
23 HABIBI BIN HERI KURNIAWAN 500,000
24 ALEX ZAKARIA 500,000
25 SITI HALIMATUN SADIAH 500,000
26 EMPONG BINTI HARUN 500,000
27 RIFKY ELMADITA 716,000
28 FAUZAN RAMDANI 500,000
29 SITI NURJANNAH 850,000
30 LINA MARLINA 500,000
31 RASYA NURYAMAN PUTRA 500,000
32 ELIS RAHMAWATI 500,000
33 DINDA DESPITA NINGRUM 750,000
34 ALIM BIN NISAM 1,000,000
35 SALWA RIFKAH 1,500,000
36 MUH FATHIR FAYYAD SIKKI 2,500,000
37 SADARIA DAENG RABA 500,000
38 USMAN Bin SAMPARA 1,000,000
39 ARDIANSYAH BIN AMIRUDDIN 1,000,000
40 SITTIAMA LIKIN 750,000
41 APANG BIN LADING 1,000,000
42 NURBAYA BENTENGE 2,500,000
43 MUTIA YUNUS 2,000,000
44 BONE BINTI PADU 500,000
45 TIE DESSELE BINTI TANGGOBI 750,000
46 SUDDIN BIN SALEHE 500,000
47 NILMAWATI BINTI BAHARUDDIN 750,000
48 ANDI AIS GARIANI RAMADHAN 750,000
49 KURSI RODA 11,000,000
50 ZAID BIN JUMARDIN 1,000,000
Total 51,316,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 51,316,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1002 ROMBONGAN

Rp. 50,924,190,955,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


Comments are closed.