Rombongan 1001

Sedekah membuat anda lebih pantas untuk mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar.
Posted by on May 27, 2017

MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 1000. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 552.500,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bima menderita kelainan ginjal


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.800.000,-
Tanggal : 28 Desember 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD @EArynta

Bedjo menderita kelainan jantung


NAYRA ALFATUNNISSA (1, Luka Tersiram Air Panas). Alamat : Jalan Rajawali Selatan 1/77C RT 15/2, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kotamadya Jakarta Utara, DKI Jakarta. Sungguh malang nasib anak ini, saat sedang asik duduk ia tersiram air panas yang jatuh dari atas kompor. Waktu itu ibunya sedang memasak air saat Nayra sedang duduk tidak jauh dari air panas yang sedang dimasak. Tumpahan air panas tidak secara langsung mengguyur tubuh Nayra, namun jatuh ke lantai tempat Nayra duduk. Kejadian tersebut membuat bagian bokong dan paha Nayra mengalami luka melepuh. Nayra langsung dibawa ke RS Pademangan yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka untuk mendapat pertolongan. Hingga saat ini masih menjalani perwatan dengan jaminan Kartu BPJS Kesehatan kelas 3. Mereka kesulitan dengan bekal selama di rumah sakit, bahkan ada obat yang harus dibeli yang tidak tercover BPJS. Ayah Nayra, Pak Wawang Hadi hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah, mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan sehingga bantuan awal pun disampaikan untuk kebutuhan mereka di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 9 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin Buyung Syafrizal

Nayra menderita luka tersiram air panas


AHMAD AKBAR SETIA (5, Bengkak Seluruh Tubuh). Alamat : Kp. Jawa, RT 12/6, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Dek Akbar, akrab kami memanggil bocah kecil ini. Kurang lebih selama satu minggu ini seluruh tubuhnya dari mulai ujung kaki hingga wajahnya mengalami pembengkakan. Awalnya orangtua Akbar hanya menganggap bengkak tersebut merupakan alergi dari makanan yang ia konsumsi, namun ternyata selama satu minggu belum juga terlihat adanya pengempisan. Ibunya pun mulai khawatir, ia membawa Dek Akbar ke Puskesmas terdekat. Namun hasil pemeriksaan di Puskesmas tidak dapat diketahui apa penyakit yang diderita Dek Akbar, tim medis disana memberi rujukan Dek Akbar untuk melakukan pemeriksaan di RSUD Bayu Asih. Namun hingga saat ini Dek Akbar belum juga dibawa ke RSUD karena terbentur biaya akomodasi, maklum saja ayahnya yang bekerja sebagai office boy di daerah Purwakarta tak memiliki banyak uang untuk biaya akomodasi Dek Akbar. Penghasilannya baru cukup untuk biaya makan dan biaya hidup sehari-hari. Alhamdulillah dengan ijin Allah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dek Akbar dan keluarganya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Dek Akbar menuju RSUD. Semoga tidak ada penyakit serius yang bersarang di tubuhnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @zakiyah99

Akbar menderita bengkak seluruh tubuh


SITI AISAH (37, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Siti, akrab kami memanggilnya. Pada tahun 2004 silam saat masih lajang ia sering mengamuk tanpa alasan, mengambil jemuran juga sandal milik tetangganya, menyanyi dan berteriak keliling kampung. Saat itu hampir satu tahun keluarganya melakukan ikhtiar pengobatan Teh Siti ke tempat alternatif, namun tak kunjung adanya perubahan. Ayahnya pun mulai lelah dengan keadaan Siti tersebut, ketika semua mulai tidak peduli maka saat itu Siti kabur dari rumah tanpa diketahui siapapun. Keluarganya sudah mencari Teh Siti kemana-mana, hingga akhirnya terdengar kabar kalau Teh Siti sudah berada di Belitung dan menikah dengan salah satu warga disana. Pada tahun 2008 Teh Siti kembali ke kampung halaman dengan keadaan normal, ia pun sempat bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Jakarta. Pada tahun 2013, Siti menikah untuk yang kedua kalinya dengan lelaki yang berbeda, yakni dengan pak Yunus, ia menjalani kehidupan rumah tangga seperti biasa. Namun penyakit jiwanya tersebut kembali kambuh pada awal April 2017 lalu, jika malam hari ia hanya tidur satu jam, sisanya ia hanya melamun dan berbicara sendiri. Semakin hari keadaannya semakin parah, sering menyanyi keliling kampung, masuk ke rumah orang lain di malam hari tanpa ijin, bahkan sampai mandi di rumah tersebut. Keluarganya ingin sekali membawa Teh Siti ke Rumah Sakit Jiwa, namun karena kendala biaya maka kini Teh Siti hanya bisa dipasung di rumah. Jika tidak dipasung, dia sering memukul mobil tetangga di sekitarnya, mengambil barang orang lain yang ada di sekitarnya. Suaminya kini tak memiliki pekerjaan, ia hanya buruh tani di waktu tertentu saja. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Teh Siti, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit Jiwa.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Bu Siti menderita gangguan jiwa


CACA DAHYANA (1, Hydrocepalus). Alamat : Kp. Pasir Angin, RT 12/5, Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Sejak lahir, putra dari pasangan Bapak Wahyudin (40) dan Ibu Nina (35) ini telah memiliki kelainan dibandingkan dengan bayi yang lahir pada umumnya, yakni ukuran kepala yang lebih besar dari tubuhnya dan bentuk yang lonjong. Sebulan berlalu, orangtuanya mulai khawatir karena ukuran kepala anaknya tersebut semakin membesar. Hasil pemeriksaan mengharuskan Caca dibawa ke RSUD Purwakarta, namun apa daya karena keterbatasan biaya Caca pun hingga kini tak pernah diobati. Seringkali Caca menangis kesakitan karena bagian kepalanya mulai lecet, namun tak banyak yang bisa dilakukan kedua orangtuanya. Maklum saja, ayahnya adalah seorang buruh tani yang memiliki penghasilan tak seberapa, namun keinginan untuk memeriksakan anaknya ke RSUD tak pernah pudar. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Caca dan kedua orangtuanya, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Caca menuju RSUD Bayu Asih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Caca menderita hydrocepalus


ASMAYAH BINTI AHMIN (72, Stroke). Alamat : Kp. Tegal Junti, RT 3/4, Desa Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Pada tahun 2010 pada saat mencuci pakaian Ibu Asmayah tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri, sehingga di bawa ke Rumah Sakit Bayu Asih, untuk dilakukan perawatan dan dinyatakan mengalami stroke. Karena keterbatasan biaya Bu Asmayah tidak menuntaskan pengobatan di Rumah Sakit dan dibawa pulang ke rumah dengan kondisi bagian tubuh sebelah kiri kaku dan tidak bisa digerakan. Anaknya tidak mempunyai biaya untuk melakukan pengobatan sehingga bu Asmayah sampai saat ini belum melakukan lagi pengobatan kemanapun. Beliau diurus oleh anak lakinya yang sampai saat ini memutuskan untuk tidak menikah dahulu agar bisa merawat ibunya. Dan hanya bekerja sebagai Linmas/Hansip di desa dengan penghasilan yang terbatas dan kadang juga terlambat pembayarannya. Anak tersebut ingin sekali mencoba pengobatan baik secara medis maupun non medis untuk ibunya. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Asmayah juga anaknya, kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan biaya hidup sehari-hari Bu Asmayah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @nzn1603

Bu Asmayah menderita stroke


DIAH BINTI FULAN (57, Ambeien). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 8/4, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya sejak awal bulan Februari, Mak Diah merasakan sakit yang sangat di bagian perutnya, dan BAB yang disertai darah. Ia pun dibawa ke bidan setempat, sempat dua kali menjalani pengobatan di bidan tersebut namun tak juga menunjukkan adanya perubahan. Akhirnya ia dirujuk ke RS Siloam untuk menjalani pemeriksaan lanjutan agar segera diketahui penyakitnya. Setelah menjalani pemeriksaan di RS tersebut, tak banyak yang dokter sampaikan, Bu Diah pun belum tahu penyakit apa yang dideritanya. Hingga saat ini ia masih terus merasakan sakit di bagian perutnya dengan BAB yang berdarah. Berdasarkan penuturan suaminya, ia merasa keberatan dengan ongkos sewa mobil setiap akan berangkat ke RS Siloam, karena tarifnya mencapai Rp. 250.000/Hari, sedangkan ia merupakan seorang buruh tani yang memiliki penghasilan terbatas. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Diah, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan. Mari doakan semoga Bu Diah segera Allah sembuhkan.  Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu

Bu Diah menderita ambeien


UNISAH BINTI SAFE’I (37, Gangguan Jantung + Paru). Alamat : Kp. Nanggeleng, RT 8/1, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015, Bu Unisah sering mengalami sesak nafas disertai dengan nyeri di bagian dada. Ia pun memeriksakan diri ke puskesmas setempat dan mendapat rujukan untuk berobat ke RS Siloam. Ia pun berobat ke RS tersebut berbekal fasilitas kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hasil pemeriksaan mengharuskan Bu Unisah menjalani pemeriksaan di RS Harapan Kita dengan diagnosa gangguan Jantung dan Paru. Suaminya yakni Tatang (51) yang merupakan seorang buruh tani merasa keberatan untuk membiayai akomodasi istrinya tersebut pulang pergi ke Rumah Sakit. Alhamdulillah, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Unisah dan suami, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Ahsan

Bu Unisah menderita gangguan jantung + paru


OMAN BIN MANSYUR (46, Kelainan Ginjal). Alamat: Kp. Cidahu, RT. 2/2, Desa  Gunungkarung, Kec. Maniis, Kab. Purwakarta, Jawa Barat. Pak Oman, akrab kami memanggil lelaki pekerja keras ini. Ia merupakan seorang buruh tani di sawah, berangkat saat sebelum matahari terbit dan pulang saat hari mulai gelap. Kadang ia lupa dengan kesehatannya, jika sedang asyik bekerja ia lupa untuk sesekali meneguk air putih. Ia lebih memilih tenggorokannya kering kerontang. Hal itulah yang menyebabkan Pak Oman didiagnosa mengalami penyakit kelainan ginjal, salah satunya adalah karena ia jarang sekali meminum air putih. Awalnya ia sering mengeluh kesakitan di bagian punggung dan perutnya, ia pun dibawa berobat ke Puskesmas setempat. Tim medis di Puskesmas tersebut menyarankan agar Pak Oman segera melakukan pemeriksaan di RSUD Daerah. Ia pun kemudian dibawa ke RS tersebut dengan menggunakan fasilitas BPJS. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa ia mengidap penyakit gangguan ginjal dan harus melakukan kontrol pemeriksaan setiap bulannya. Ia merasa keberatan dengan biaya transportasi dan akomodasi pulang-pergi RS tersebut, juga ia harus membayar beberapa obat yang tidak tercover BPJS. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan keluarga Pak Oman, kami menyampaikan titipan para Sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga Pak Oman segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 958.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak oman menderita kelainan ginjal


ODI BIN ENDANG (38, Luka Patukan Ular). Alamat : Kp. Cihonje, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada akhir Februari lalu Pak Odi mendapati luka di sekitaran lututnya, luka tersebut disertai rasa gatal dan panas. Pada saat itu Pak Odi tidak menyadari bahwa luka tersebut merupakan bekas gigitan ular berbisa. Ia pun memeriksakan diri ke mantri desa setempat, namun tak juga ada perubahan. Beberapa hari kemudian luka tersebut semakin membengkak dan terasa panas, ia pun kemudian menjalani pemeriksaan di Puskesmas. Hasil pemeriksaan mengharuskan Pak Odi menjalani pengobatan di RS Bayu Asih, karena menurut tim medis di Puskesmas luka tersebut merupakan infeksi dari bisa ular yang akan semakin membengkak dan membusuk jika tidak segera diobati. Namun karena kendala biaya, hingga kini proses ikhtiar pengobatannya harus terhenti karena semenjak sakit Pak Odi tak bisa lagi bekerja. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Odo dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi pengobatan dan pembuatan BPJS. Mari doakan bersama agar Pak Odi segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Odi menderita luka patukan ular


SOHARI BIN URIP (75, Asma + Reumatik). Alamat: Kp. Jawa RT 5/3, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Mang Epet begitu sapaan akrabnya, ia tinggal bersama istrinya Atikah (56) dan anaknya Iin (35). Sudah lima tahun Mang Epet selalu merasakan sesak nafas dan sakit di bagian kaki sehingga ia hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Namun ia tidak memeriksakan diri ke rumah sakit karena biaya yang tidak punya, ia pun hanya bisa pasrah dan berharap ada yang membantunya pergi berobat. Terkadang anknya membawa pergi ke klinik terdekat namun kondisinya masih selalu kambuh. Sebelumnya mang Epet bekerja sebagai buruh tani namun setelah sakit ia hanya bisa bergantung kepada anaknya yang bekerja berjualan kecil-kecilan di sekolah. Untuk kebutuhan sehari-hari dan sekolah kelima anaknya Bu Iin masih jauh dari cukup apalagi untuk membawa ayahnya pergi berobat. Dengan izin Allah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Epet, dan mendengar kesedihan beliau yang berharap untuk sembuh. Selama sakit ia selalu memaksakan diri pergi ke masjid untuk berjama’ah dan dibantu oleh cucunya supaya tidak jatuh. Namun jika sakitnya semakin parah ia hanya bisa sholat dalam keadaan duduk atau terbaring. Kami pun merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal Sedekaholics untuk biaya transportasi berobat jalan ke rumah sakit. Semoga Mang Epet segera diberi kesembuhan dan kelancaran selama berobat agar ia bisa menjalani aktifitas seperti biasa. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 840.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @zakiyah99

Pak Sohari menderita asma + reumatik


HOLIL HOLIDAY (58, Biaya Hidup). Alamat : Kp. Baru, RT 5/2, Lebak Anyar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Rumah yang roboh pada tanggal 25 April kemarin ini memang tampak besar dari luar, rumah tersebut merupakan warisan peninggalan ayah Pak Holil sejak 40 tahun lalu. Ya sejak 40 tahun lalu, maka tak aneh jika kiranya rumah itu memiliki kayu-kayu yang sudah keropos dan akhirnya roboh. Profesi Pak Holil sebagai sopir angkot tak cukup untuk membiayai proses perbaikan rumah warisan tersebut, penghasilannya hanya cukup untuk makan dan hidup sehari-hari ia dan keluarganya. Oleh karena itu, pemerintah setempat bersama warga desa berusaha untuk bersama-sama membantu Pak Holil. Alhamdulillah dari segi pengadaan alat dan bahan telah disediakan oleh kedua pihak tadi, namun untuk biaya makan tukang selama beberapa hari tidak ditanggung. Pak Holil sempat kebingungan, karena ia pun tak memiliki cukup uang untuk membiayai makan tukang setiap harinya. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Holil dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk menutupi biaya yang masih dibutuhkan oleh Pak Holil.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Jamaludin

Bantuan biaya hidup


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk perpanjangan STNK setelah sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp 5.100.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


MTSR TASIKMALAYA (B1495SU, Operasional dan Perawatan Rutin). Mulai Bulan Mei tahun 2014, Sedekah Rombongan area Tasikmalaya memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Area operasional MTSR Tasikmalaya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, dan juga mengantar pasien yang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RSU Siaga Medika Banyumas. Bulan Juli 2014 MTSR Tasikmalaya melakukan servis besar di Layanan Servis Resmi Suzuki. Awal September kembali masuk bengkel untuk service kakai-kaki, ganti shockbreaker depan, per belakang, sekaligus ganti oli, filter oli, dan penggantian vanbelt. Selain untuk biaya pemeliharaan MTSR melalui servis rutin, biaya pemeliharaan juga dipergunakan untuk membeli sebuah ban karena ban cadangan sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Pada tanggal 24 November 2016, MTSR melakukan perbaikan pada bagian kopling. Frekuensi penggunaan MTSR Tasikmalaya semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya di Priangan Timur, mengantar jemput pasien ke RSUD, juga mengantar jemput pasien ke RSHS Bandung. Hampir setiap minggu ada saja pasien yang harus diantar ke RSHS Bandung, sekarang ditambah dengan mengantar pasien ke RSU Siaga Medika Banyumas, bahkan kadang dalam seminggu bisa 2-3 kali pulang pergi ke Bandung yang berjarak sekitar 120km dengan waktu tempuh 3-4 jam sekali jalan. Agar kondisi mobil tetap prima, service rutin selalu dijalani MTSR. Titipan sedekah dari para #SahabatSR kembali dipergunakan untuk mendukung biaya pembuatan SIM driver MTSR, operasional bahan bakar untuk membawa pasien ke RSUD dr. Soekardjo dan daerah sekitarnya selama tanggal 10-17 Mei 2017, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 981.

Jumlah Bantuan: Rp 650.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr @adiabdillah

Biaya operasional dan perawatan rutin


LINA ROHIMAH (18, Tunggakan Sekolah). Alamat : Kp. Desa Kolot RT 2/7, Kel. Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lina adalah seorang siswi SMK swasta yang duduk di kelas 11. Meskipun terlahir dari keluarga yang tak berkecukupan, semangat Lina untuk sekolah begitu tinggi. Sayangnya, semangatnya tersebut harus terhalang oleh masalah ekonomi yang membelitnya. Sudah beberapa bulan ini Lina merasa minder pergi ke sekolah karena mempunyai tunggakan iuran sebesar 2 juta rupiah setelah sebelumnya ia bercerita bahwa tunggakan sekolahnya hanya 1,5 juta. Di rumahnya pun ia harus menjaga ibunya, Kamilah (44) sendirian yang sedang sakit stroke sejak dua tahun lalu karena ayahnya sudah meninggal. Karena tak ada yang bekerja mencari nafkah, Lina dan ibunya hanya berharap pada belas kasihan tetangganya. Ketika kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya yang sebenarnya tidak layak huni, Lina bercerita bahwa ia ingin terus bersekolah agar ia nantinya bisa bekerja dan membiayai kehidupannya dan ibunya. Santunan pun diberikan kembali pada Lina untuk melunasi semua tunggakan sekolahnya dan membantu biaya bulanan sekolahnya agar ia bisa kembali menimba ilmu di bangku SMA sampai lulus. Semoga Lina bisa menggapai jenjang pendidikan yang tinggi sehingga ia bisa terbebas dari jerat kemiskinan. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 927.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bantuan pembayaran tunggakan sekolah


SITI MARYATI (16, Bocor Jantung). Alamat: Kp. Citatah, RT 1/6, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Siti sejak bayi memang sudah divonis dokter menderita kelainan jantung bawaan, namun selama ini ia belum pernah mendapatkan pengobatan yang serius oleh dokter spesialis jantung. Ia hanya sesekali memeriksakan kondisinya ke dokter atau rumah sakit jika kondisinya dirasa mulai merasakan tak enak, seperti mudah merasa lelah dan tangannya kebiruan. Memang sejak kecil Siti kerap menderita sakit, sehingga badannya pun kurus dan kurang berkembang. Di sekolah ia jarang ikut pelajaran olah raga karena jika ia kelelahan, maka sakitnya akan kambuh, dan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Seiring berjalannya waktu, Siti pun tumbuh dengan segala keterbatasannya. Saat ini ia sudah bersekolah di SMK jurusan Farmasi. Namun kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan membuat Siti seringkali berurusan dengan pihak sekolah karena orang tuanya kerap telat membayar kewajiban ke pihak sekolah. Seperti yang terjadi pada tahun 2015, Siti terancam tidak bisa ikut ujian karena ia belum memenuhi kewajiban membayar iuran hampir selama setahun, ditambah dengan uang masuk yang masih tertunggak. Total ia harus melunasi pembayaran sebesar Rp 6.200.000,00 agar ia dapat ikut ujian. Orang tua Siti sudah mencoba meminta keringanan kepada pihak sekolah, apalagi saat itu ibunya Siti juga sedang melahirkan anak ketiganya dan dirawat di rumah sakit. Siti Maryati adalah anak sulung dari pasangan Bapak Iin Solihin (45) seorang pedagang bakso dan Ibu Eka (40) yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus rumah tangga dan ketiga anaknya. Sedekah Rombongan pun berkesempatan berkunjung ke rumah Siti dan menyampaikan bantuan berupa santunan untuk pengobatan Siti. Semoga pengobatan penyakit bocor jantung Siti dapat dilanjutkan sampai sembuh. Amiiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @adiabdillah @miftahudinSR

Bu Siti menderita bocor jantung


IKA SUMARTIKA (49, Kanker Payudara). Alamat: Cikalang Girang, RT 7/4, Kel. Kahuripan, Kec .Tawang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua tahun Ibu Ika mengindap penyakit kanker payudara. Gejala awal yang beliau rasakan adalah meriang dengan adanya benjolan di kedua payudarnya. Ketika itu beliau tidak menyadari bahwa benjolan yang ada pada kedua payudaranya itu adalah kanker, beliau mengira itu hanya gigitan binatang kecil seperti semut atau serangga lain. Maklum, beliau kurang paham tentang penyakit-penyakit berat seperti kanker. Beliau tidak memeriksakan benjolan pada kedua payudaranya karena keterbatasan biaya. Namun dengan berjalannya waktu, benjolan yang ada pada payudaranya itu semakin membesar dan terasa nyeri. Meriang pun semakin sering beliau rasakan. Beliau hanya mampu berobat ke Puskesmas saja walaupun sudah diberi surat rujukan untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hal itu dikarenakan suami beliau tidak mampu membiayai pengobatan. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Ibu Ika memaksakan diri untuk berobat ke RSUD namun hasilnya sangat mengejutkan, ia positif terkena kanker payudaya dan beliau harus melakukan operasi di RSHS Bandung. Tetapi ia tidak melanjutkan pengobatannya dengan alasan keterbatasan biaya. Lama-lama, penyakit yang beliau idap semakin mengkhawatiran, benjolannya semakin membesar dan mengakibatkan Ibu Ika tidak bisa kemana-mana, beliau hanya bisa berbaring dan pasrah dengan kondisinya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, dengan seizin Allah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Ibu Ika. Alhamdulillah, pada akhirnya Ibu Ika bisa melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung. Alhamdulilah, kondisi terkini Ibu Ika pasca operasi menunjukkan perkembangan yang baik meskipun masih harus berobat dengan Jamkesda. Ibu Ika adalah seorang Ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan seorang suami bernama Bapak Asep Purnama (49) yang bekerja sebagai buruh bangunan.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya obat-obatan diluar jaminan Jamkesda dan akomodasi sehari-hari selama Bu Ika menjalani pengobatan di RSHS Bandung dan RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Semoga dengan bantuan yang diberikan melalui kurir #SedekahRombongan, kondisi Ibu Ika semakin membaik dan sembuh dari penyakitnya. Keadaan Bu Ika sekarang sudah membaik namun masih harus menjalani pengobatan. Semoga Ibu Ika juga senantiasa diberikan kesabaran oleh Allah. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 948.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Ika menderita kanker payudara


KAMILAH BINTI UCA (43, Parkinson). Alamat: Kp. Desakolot RT 2/7, Desa Rancapaku, Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun yang lalu Bu Kamilah secara tiba tiba tak sadarkan diri dan terjatuh. Beliau sempat dilarikan oleh MTSR ke IGD RSUD SMC dan dirawat beberapa hari sampai akhirnya beliau siuman. Namun setelah sadar beliau tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya apalagi bangun. Karena peralatan yang kurang memadai maka beliau pun dirujuk ke RSUD dr. Soekarjdo Kota Tasikmalaya, dan kurang lebih 15 hari dirawat inap di sana dengan jaminan KIS. Pasca beliau dirawat dan kondisinya agak membaik ia diperbolehkan pulang dan harus menjalani kontrol rutin untuk memantau perkembangan kesehatannya. Terkadang juga beliau harus memeriksakan diri ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali untuk membantu kesulitan janda tua yang saat ini sudah tidak memiliki sumber penghasilan lagi ini dan untuk membeli obat yang menghabiskan ratusan ribu rupiah per minggunya. Suami Bu Kamilah, alm. Pak Endin, adalah pasien penderita kanker dampingan SR yang sudah meninggal beberapa bulan yang lalu. Almarhum suami Bu Kamilah meningggalkan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya. Keadaan Bu Kamilah sekarang sudah bisa berjalan meskipun hanya sampai halaman rumahnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kesembuhan kepada Bu Kamilah dan keluarganya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 946.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinsr

Bu Kamilah menderita parkinson


AISYAH BINTI YAYAT SUPRIATNA (24, Thalasemia). Alamat: Kp. Sindanggalih RT 12/05, Sukaratu, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak delapan belas tahun yang lalu, Aisyah sudah mengidap Thalasemia ketika ia masih berusia tiga tahun. Awalnya tubuhnya terlihat kekuning-kuningan kemudian orangtuanya mulai khawatir dengan keadaan Aisyah dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah berobat jalan setiap satu minggu sekali selama empat tahun namun tidak ada perubahan yang signifikan. Kemudian Aisyah dirujuk ke RSUD Tasikmalaya karena minimnya peralatan medis di Puskesmas dan kemudian menjalani pengobatan di RSUD Tasikmalaya. Setelah beberapa kali berobat jalan ternyata Aisyah divonis mengidap penyakit Thalasemia dan harus ditransfusi darah tetapi  harus dirujuk ke RSHS  Bandung. Ketika berobat jalan di RSHS, pengobatan Aisyah sering terbengkalai terbentur masalah biaya karena kondisi keluarga Aisyah yang memprihatinkan sehingga sampai sekarang kondisi Aisyah belum membaik. Ayah Aisyah, Yayat Supriatna (50), adalah seorang buruh serabutan dan ibunya, Lisnawati (43) adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun keluarganya punya BPJS, tetapi mereka terbebani perbekalan sehari-hari ketika berobat jalan di RSHS. Ketika #SedekahRombongan mengunjungi kediaman Aisyah, keluarganya mengungkapkan kegembirannya atas bantuan yang disalurkan untuk bantuan pengobatan Aisyah. Bulan Februari 2017 Aisyah kembali menjalani transfusi darah di RSHS Bandung. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan akomodasi sehari-hari selama Aisyah menjalani perawatan di RSHS. Semoga Aisyah segera dapat melanjutkan pengobatannya dan  diberi kesembuhan agar bisa menjalani hari-harinya dengan senyum keceriaan. Sebelumnya masuk di Rombongan 937.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 13 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Aisyah menderita thalasemia


SIDIK BIN YANTO (21, Epilepsi). Alamat: Kp. Nangoh, RT 1/9, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Saat Sidik balita, ia termasuk anak yang sehat tanpa penyakit apapun, namun menginjak usia 6 tahun Sidik terserang demam tinggi dan disertai kejang-kejang sehingga keluargaya langsung membawanya ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Setelah melalui berbagai pemeriksaaan ternyata Sidik didiagnosa mengidap penyakit epilepsi. Setelah dirawat selama satu minggu di rumah sakit, ia pun pulang namun masih harus melakukan pengobatan. Sayangnya, hingga menjelang dewasa penyakitnya tersebut tidak membaik ditambah dengan berhentinya pengobatan karena ketiadaan biaya. Penderitaan Sidik bertambah dengan meninggalnya sang ayah ketika ia masih kecil dan sekarang Sidik tinggal bersama ibunya, Kikim (39) di kontrakan kecil dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah tidak seberapa sedangkan Yanto belum bisa membantu perekonomian keluarga karena ia belum bekerja. Meskipun Sidik berobat menggunakan jaminan KIS, ia terbebani dengan biaya transportasi dan kadang harus membeli obat yang tidak dijamin KIS. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Sidik dan menyampaikan santunan dari para Sedekaholics untuk biaya akomodasi dan pengobatan. Semoga Sidik segera diberi kesembuhan sehingga ia bisa bekerja membantu ibunya. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 925.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Pak Sidik mendeirta epilepsi


DENTI FATIMAH (17, TB Paru). Alamat: Kp. Cibereum, RT 2/3, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Denti adalah seorang siswa SMA yang duduk di kelas XI tapi sayangnya, ia sering sekali bolos sekolah karena penyakit yang dideritanya. Sejak di bangku SMP, Denti sudah menderita TB Paru karena lingkungan rumahnya yang penuh dengan asap rokok dari beberapa anggota keluarga sehingga Denti harus menjadi korban dan menjadi perokok pasif. Ia sering mengeluh kalau dadanya terasa sesak dan sakit sekali ketika bernapas, saat pertama kali diperiksa, Denti kaget dan merasa sedih karena umurnya masih remaja namun harus menanggung penyakit yang tidak bisa dibilang ringan. Dua minggu yang lalu, paru-parunya sudah semakin parah dan ia harus dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya selama beberapa hari dengan jaminan BPJS tanpa jaminan kesehatan. Ayahnya, Enuh (55) dan ibunya, Elis (45) bekerja sebagai buruh tani. Mereka berpikir keras bagaimana harus membiayai biaya rawat inap anaknya yang menghabiskan ratusan ribu rupiah karena pendapatan sehari-hari hanya bisa mencukupi untuk makan. Untuk biaya sekolah Denti, terkadang mereka meminjam uang ke tetangga atau kerabat. Mereka tinggal di rumah kurang layak huni bersama 3 anak lainnya yang masih sekolah karena atapnya sudah bocor di mana-mana. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan bisa bertemu keluarga ini saat mereka sedang kebingungan di rumah sakit dan kemudian kurir menyampaikan santunan dari Sedekaholics untuk biaya pengobatan dan akomodasi selama Denti dirawat di RS. Mudah-mudahan Denti segera sembuh dalam proses pengobatan yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan dan ia bisa kembali bersekolah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR Ade Buser

Denti menderita TB paru


YEYEN NURYANI (32, Anemia Aplastik). Alamat: Kp. Burujul, RT 03/05, Keluraban Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah tiga tahun, Bu Yeyen harus menanggung beban derita karena penyakit anemianya. Bukan sekedar anemia biasa melainkan Anemia Aplastik di mana sumsum tulang tidak mampu lagi memproduksi sel darah. Bu Yeyen sering merasakan sakit yang luar biasa di dadanya karena penyakit ini bisa menyerang jantung. Ia sering mengalami pendarahan hebat dan mimisan sehingga tak jarang ia harus dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo untuk transfusi darah dan ia sering masuk-keluar RS untuk dirawat inap dengan jaminan KIS. Suaminya, Sidik (37) bekerja sebagai tukang becak dan sering merasa depresi karena penyakit istrinya menelan biaya besar. Untuk membiayai sekolah kedua anaknya, terkadang ia harus menahan malu meminjam kepada saudaranya. Mereka tinggal di rumah kontrakan karena tak mampu membeli rumah kecil sekali pun. Alhamdulillah, di tengah kebingungannya Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga ini dan mendengar segala keluh kesah mereka. Santunan pun disampaikan untuk biaya pengobatan dan akomodasi. Semoga Allah segera memberi kesembuhan pada Bu Yeyen sehingga beban lebih terasa ringan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Yeyen menderita anemia aplastik


EUTIK PURWANTI (36, Pendarahan Rahim). Alamat: Kp. Babakan Jati, RT 1/8, Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Berawal saat Bu Eutik hamil dua Bulan namun kondisi kandungannya yang lemah sehingga ia harus mengalami keguguran dan kehilangan calon bayinya. Kesedihannya tidak hanya sampai di sana, ternyata setelah beberapa minggu berlalu pendarahan yang berasal dari rahimnya tidak berhenti dan masih harus menjalani berobat jalan hingga sekarang. Bu Eutik sudah berkali-kali ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya tapi tak ada kesembuhan yang berarti, kini ia hanya bisa terbaring lemah tak berdaya di rumahnya dan sesekali berobat ke puskesmas. Suaminya, Dodi (37) bekerja sebagai tukang ojeg dan merasa kesulitan dengan biaya pengobatan istrinya karena ia juga harus merawat ibunya yang sudah sepuh dan sakit-sakitan apalagi Bu Eutik dan Pak Dodi mempunyai anak yang menderita kelumpuhan dan tidak bisa bicara hingga umurnya yang mencapai 6,5 tahun. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit dan sekarang Bu Eutik susah kehabisan obat tapi ia tak bisa membelinya lagi karena sudah tak punya uang. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa bertemu dengan keluarga Bu Eutik dan menyampaikan bantuan untuk biaya obat dan transportasi. Semoga Allah segera menyembuhkan Bu Eutik karena hanya Allah Sang Maha Penyembuh. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita @miftahudinSR

Bu Eutik menderita pendarahan rahim


UNUN BIN LATIF (84, Lumpuh). Alamat : Kp. Sindang Kasih, RT 3/2, Desa. Sukanagara, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bila di suatu kampung, biasanya selalu ada orang yang menjadi sesepuh dan dianggap sebagai tokoh masyarakat maka Pak Unun adalah orangnya. Dulu ia adalah orang yang mempunyai fisik kuat meskipun di usia senja. Beliau mampu pergi ke kebun yang letaknya agak jauh dari rumah atau pergi ke kolam ikan untuk sekedar memberi pakan. Semakin usianya bertambah, tidak dipungkiri kekuatan pun melemah dan akhirnya tubuh pun tidak waspada hingga suatu hari ketika Pak Unun sedang mengambil wudhu, ia terpeleset jatuh di kamar mandi, kakinya terkilir hebat dan susah untuk bangun kembali. Sekeluarga di rumah panik dan membantu beliau berjalan. Berhari-hari, berminggu-minggu, hingga sampai berbulan-bulan tidak ada kemajuan sama sekali, padahal keluarga sudah membawa Pak Unun ke tukang pijat dan juga dokter karena penyakit yang lain mulai berdatangan. Obat yang diminum tidak memberikan efek sama sekali dan kini tubuhnya semakin kurus karena susah makan. Beliau tinggal bersama anak, ASEP (49), menantu, Idah (47) dan bersama 5 cucunya. Setiap hari mereka bergantian mengurus Pak Unun. Mereka merasakan kesulitan finansial karena untuk pengobatan tidak dijamin BPJS atau jaminan kesehatan lainnya. Alhamdulillah, Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan beliau dan santunan dari para Sedekaholics pun disampaikan untuk berobat. Semoga Allah memberi kesehatan untuk Pak Unun. Aamiin. Sebelumnya masuk di Rombongan 867.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.250.000,-
Tanggal: 14 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Unun menderita lumpuh


HESTI LESTARI (16, Tunggakan Sekolah). Alamat: Kp. Cirapih, RT 4/3, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Hesti adalah seorang siswa SMA yang duduk di bangku kelas XI dan Hesti juga sekalian mengaji karena sekolahnya menyatu dengan yayasan pesantren. Meskipun semangat sekolahnya tinggi namun terhalang oleh biaya sekolah yang tidak terjangkau olehnya. Biaya iuran bulanan sebesar 500 ribu yang menurutnya besar menjadi kendala Hesti untuk menuntut ilmu. Hesti menunggak beberapa bulan sebanyak dua juta dan untuk mengikuti ujian, ia harus melunasinya dan ia kebingungan. Orangtuanya, Asep (47) adalah seorang pedagang dan ibunya, Rosidatul (45) adalah seorang IRT. Penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari namun mereka punya keinginan kuat untuk menyekolahkan anaknya di pesantren hingga selesai. Hesti juga masih punya adik, Dita (9) yang masih membutuhkan biaya sekolah. Untuk bekal, ia tak punya dan tak jarang Hesti meminjam uang untuk membeli beberapa peralatan sekolah. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk melihat Hesti di pesantren dan memberikan santunan biaya sekolah supaya ia bisa mengikuti ujian. Semoga bantuan dari Sedekaholics membantu Hesti menggapai cita-citanya dan mengangkat derajat keluarga. Aamiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Lena

Bantuan pembayaran tunggakan sekolah


YODI BIN NATA (49, Kecelakaan Lantas). Alamat: Kp. Sukamaju, RT 3/1, Kelurahan Cihaur, Kecamatan Manonjaya, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kecelakaan yang dialami pak Yodi terjadi sekitar 3 minggu lalu saat ia sedang mengendarai motor dan secara tiba-tiba, ia tertabrak motor dari arah bersebrangan yang menyebabkan keduanya oleng dan jatuh ke aspal. Pak Yodi mengalami luka di sekujur tubuhnya dan beberapa giginya tanggal. Sempat dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya namun ia tidak dirawat inap karena ketakutan dengan biaya yang mungkin besar dan ia pun tak punya jaminan kesehatan. Sehari-harinya, Pak Yodi bekerja sebagai tukang ojeg di kampungnya dengan pendapatan sekitar 20-30 ribu perhari. Susah beberapa tahun ia hidup menduda dan mengurus kedua anaknya yang masih sekolah karena istrinya sudah meninggal. Alhamdulillah, atas kehendak Allah, Sedekah Rombongan bisa menemukan kediaman Pak Yodi dan menyampaikan santunan yang berasal dari Sedekaholics untuk biaya berobat dan akomodasi. Semoga Pak Yodi segera sembuh dan segera kembali bekerja. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita

Pak Yodi menderita kecelakaan lantas


MAKIN BIN MAJID (55, Stroke). Alamat: Kp. Condong, RT 3/2, Kelurahan Setianegara,  Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sudah dua Bulan ini, Pak Makin hanya terbaring di rumah karena sudah tidak melakukan aktivitas apapun sejak ia terserang penyakit stroke. Awalnya, Pak Makin hidup normal, sehat dan bisa berjalan namun tiba-tiba seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan, keluarganya panik dan membawanya ke puskesmas dan ternyata ia harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya namun keluarganya memilih merawatnya di rumah karena kendala biaya dan tak punya jaminan kesehatan. Selama pengobatan, Pak Makin menghabiskan biaya hingga ratusan ribu rupiah dan hanya istrinya, Teti (53) yang merawatnya. Terkadang ia dibantu anak tertuanya, Irwan (24) dalam hal sandang karena Pak Makin sudah tidak bekerja dan renta, untuk itu keluarganya meminjam uang kepada tetangga demi bisa membeli obat. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan jika ingin berobat, mereka tak punya kendaraan sehingga harus menyewa ojeg dengan ongkos mahal sehingga hal tersebut menjadi kendala untuk melakukan pengobatan rutin. Kini, Pak Makin pun tak bisa berbicara banyak dan tak bisa berjalan. Alhamdulillah, kurir Sedekah Rombongan diberi kesempatan untuk menjenguk Pak Makin dan menyampaikan santunan untuk meringankan pengobatannya dan akomodasi. Mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan pada Pak Makin. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 15 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Pak Makin menderita stroke


FAUZAN AL ANSYORI (7, Yatim + Biaya Sekolah). Alamat: Kp. Haurkuning, RT 5/1, Kelurahan Mandalaguna, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Fauzan adalah seorang siswa SD yang masih ingin mengenyam pendidikan namun sayangnya, ia ditinggal oleh ayahnya, tulang punggung keluarga karena meninggal secara tiba-tiba sekitar sebulan yang lalu. Ayahnya, Alamarhum Dede (31) dulu bekerja sebagai buruh harian lepas dengan pendapatan tak lebih dari 20 ribu dan kadang tak bekerja sama sekali karena sepinya pekerjaan. Ibunya,  Ema (27) hanya seorang IRT tanpa penghasilan dan kematian suaminya membuat ia terpukul. Selain karena orang terkasihnya sudah tiada, keadaan ekonomi keluarga kini semakin buruk tanpa adanya pendapatan padahal biaya pendidikan anaknya masih besar mengingat jenjang pendidikan masih panjang. Mereka tinggal di rumah nenek Fauzan karena tidak punya rumah. Alhamdulillah, atas informasi dari salah satu kerabatnya Sedekah Rombongan bisa mengunjungi Fauzan dan keluarganya dan menyampaikan santunan untuk biaya sekolah. Mudah-mudahan pendidikan Fauzan bisa hingga ke jenjang yang tinggi. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 14 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @mustikanoverita Ahmad

Bantuan biaya sekolah


WILDA SARI (7, Katarak). Alamat : Kp. Campaka RT 13/4, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilda bersama adiknya mengalami katarak sejak diketahui usia 1,5 tahun. Adiknya bernama Kandi Wijaya (5) diketahui mengalami katarak sejak usia 1 tahun, awalnya mata selalu mengeluarkan banyak kotoran. Upaya orang tua Wilda pernah membawanya ke RS Cicendo Bandung pada tahun 2013 tidak berdampak banyak untuk kesembuhannya. Karena waktu itu pengobatan masih menggunakan Jamkesda dengan plafon terbatas. Untuk menutupi kekurangan plafon, orang tua Wilda harus menyediakan uang 5 juta rupiah. Saat itu mereka membatalkan niat pengobatan Wilda dan adiknya karena tidaak memiliki uang sebanyak itu. Pada awal 2016, Wilda dan adiknya dibuatkan kartu BPJS Kesehatan Mandiri kelas 3 dan berharap dapat melanjutkan pengobatan sampai sembuh, namun tidak dibayarkan iuran bulanannya. Ayahnya Wilda, Pak Wawan (42) hanya seorang buruh serabutan dengan penhasilan tidak pasti. Sedangkan Ibunya, Bu Kanah (33) hanya ibu rumah tangga biasa. Akhirnya saat ini mereka dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan yang inshaa Allah akan membantu proses pengobatan sampai sembuh. Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya akomodasi bekal selama menjalani pemeriksaan di RSM Cicendo Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 17 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Muhammad Amin

Wilda menderita katarak


YULINAR BINTI HAWA (78, Bronkitis Kronis). Alamat : Karees Kulon RT 5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ibu Yulinar adalah seorang janda tua yang sudah lama menjadi orang tua tunggal untuk membesarkan anak-anaknya. Suaminya  meninggal dunia dua puluh lima tahun yang lalu. Hampir sepertiga usia hidupnya dia habiskan untuk bekerja keras menghidupi keempat anaknya dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan. Ibu Yuli tidak memiliki keahlian lain selain bekerja serabutan atau menjajakan makanan di sekitar rumah kontrakannya. Akan tetapi, sejak Agustus 2016, ia tak bisa lagi menjalankan aktivitas usahanya setelah ia sakit-sakitan. Ia kerap mengalami demam berkepanjangan, batuk-batuk, dan sesak nafas. Berbagai upaya medis telah dilakuakan keluarganya, menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Diantar seorang putranta, Ibu Yuli telah dibawa periksa ke Puskesmas dan RSU Muhammadiyah yang termasuk rumah sakit rujukan di Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di RSU Muhammadiyah, Ibu Yuli diduga menderita TB. Paru.  Ia harus berobat rutin dua minggu sekali ke rumah sakit. Ibu Yuli termasuk warga miskin yang layak mendapatkan bantuan untuk terus berobat sampaisembuh. Selain sudah tua dan tak punya penghasilan, penyakit yang diderita Ibu Yuli juga terkategori penyakit serius yang penanganannya cukup lama. “Walaupun sudah tua, Ibu Yuli tetap semangat untuk berobat,” kata informan yang menyampaikan kisah duka Ibu Yuli kepada kurir #SR di Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli di rumah kontrakannya yang pengap, dan dapat mengambil pelajaran dari ketabahan dan kerja keras Ibu Yuli menjalani kahidupan. Dengan empati sedekaholics #SR, pada kunjungan pertama di bulan Oktober 2016, alhadulillah, Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat Ibu Yulinar. Pada awal Februari 2017 keluarganya menghubungi kurir #SR, mengabarkan bahwa Ibu Yulinar harus kontrol lagi ke rumah sakit. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli dan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya berobat; begitu juga pada awal Maret 2017, ia sempat diberi bantuan dari sedekaholics #SR untuk biaya melanjutkan ikhtiar kesehatannya. Pada minggu pertama bulan Mei 2017 anaknya menghubungi kurir #SR dan mengabarkan bahwa ibunya itu dirawat di RSU Muhammadiyah Kota Bandung. Bersyukur kurir #SR dapat menjenguk Ibu Yuli di rumah sumah sakit. Kondisinya belum membaik. Ia masih harus dirawat di RSU Muhammadiyah Kota Bandung. Alhamdulillah, dengan empati sedekaholics, pada kunjungan itu kembali kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan untuk Ibu Yulinar binti Hawa, yang digunakan untuk biaya sehari-hari selama ia dirawat di rumah sakit. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 970.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @maulida_qayanggi

Bu Yulinar menderita bronkitis kronis


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional April 2017). Sejak bulan Mei 2014, #SedekahRombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR), kendaraan multiguna yang dapat difungsikan sebagai ambulance dan mobil jenazah. Menghadapi medan beberapa kabupaten di wilayah Bandung Raya yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, karena tuntutan warga akan keberadaan angkutan untuk pasien semakin besar, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar-jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, mobil ambulance ini juga hampir setiap hari bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Memperhatikan betapa banyaknya warga dhuafa sakit yang  membutuhkan ambulance, alhamdulillah, pada awal Mei 2016 sedekaholics #SR mempercayakan lagi satu unit mobil ambulance (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola #SR Bandung Raya. Ambulance yang kerap dipanggil Mr. Black ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah sedekaholics #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bahan bakar selama bulan Januari 2017, pembelian pelumas, service, dan honor supir. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 2 ini akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para Sedekaholics #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.507.500,-
Tangggal : 18 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional April 2017


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Balik Nama STNK dan Bayar+Perpanjangan Pajak). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi, kelengkapan surat-surat kendaraan MTSR Bandung Raya 1 pun harus dipenuhi, agar terasa aman dan nyaman dalam menjalankan pengkhidmatan sehingga semakin dirasakan masyarakat manfaatnya. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah pada 1 Mei 2017 para dermawan Sedekah Rombongan telah memberi bantuan untuk biaya Balik Nama (BBN) STNK dan membayar/perpanjangan pajak kendaraan. Mulai Mei 2017, pada STNK MTSR Bandung Raya 1, kepemilikan adalah Sedekah Rombongan sehingga aspek legalnya semakin kuat : bahwa MTSR Bandung Raya 1 adalah inventaris Yayasan Sedekah Rombongan. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah, baik di dunia maupun di akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.100.000,-
Tanggal: 18 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya balik nama STNK dan bayar+perpanjangan pajak


INAN BIN SAIM (46, Susp. Eritroderma). Alamat: Kp. Gondrong RT 5/3, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pak Inan yang aslinya warga Kabupaten Karawang ini, sejak 7 tahun yang lalu menderita sakit kulit. Awalnya, kepalanya tertusuk bambu yang kemudian mengeluarkan cairan. Cairan yang keluar dari kepalanya tersebut, terus menetes dan merambat ke permukaan wajahnya. Dari situ, Pak Inan mulai merasakan ada sakit kulit di tubuhnya. Pak Inan sudah berupaya berobat ke mantri di kampung dan ke Puskesmas, namun tak kunjung membuahkan kesembuhan. Sehari-harinya, Pak Inan bekerja sebagai pemulung, sehingga tidak banyak materi yang ia dapatkan dari pekerjaannya ini. Sehingga menghalangi niatannya untuk mengobati sakitnya sampai tuntas. Sakit di kulitnya sangat mengganggu, karena apabila terkena terik matahari, kulitnya merasakan panas, jika terkena air, kulitnya akan mengeluarkan bau anyir. Suami dari Ibu Asih (40) ini hanya bisa pasrah dan menanti ada orang yang mau menolongnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Inan sehingga bisa membantu meringankan bebannya. Saat ini Pak Inan akan menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis kulit di RSUD Kabupaten Bekasi. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi berobat ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 975. Semoga Pak Inan segera diberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Mamat Maksudi

Pak Inan menderita susp. eritroderma


NYAI NEMI (58, Anemia + Asam Lambung). Alamat : Kp. Pulo Tanjung RT 1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Bu Nyai sejak pertengahan 2016 lalu sering merasakan kambuh penyakitnya, ia sudah berkali-kali menjalani perawatan di rumah sakit. Awal bulan Mei 2017, ia kembali menjalani perawatan di RS Cikarang Medika akibat asam lambung meningkat. Keseharian Bu Nyai hanya seorang ibu rumah tangga, untuk menopang kebutuhan sehari-hari ia dapat dari suaminya, Pak Juroh (63) yang berprofesi sebagai pedagang kecil. Namun semenjak Pak Juroh menemani istrinya yang sakit ia sudah jarang berjualan sehingga mereka kesulitan biaya bekal selama menjalani perawatan. Bu Nyai saat ini sudah pulang dan harus menjalani kontrol rutin di RS Cikarang Medikka. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama menjalani kontrol di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 996.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Bu Nyai menderita anemia + asam lambung


QUEEN MALIKA AZZAHRA (9, Lumpuh). Alamat : Kp. Elo RT 3/3, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada awal tahun 2016, Malika pernah terjatuh dari kursi dan pada saat itu pengobatan yang dilakukan hanya urut tradisional. Namun hingga saat ini belum ada perubahan apa-apa. Ketika Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan mereka, Pak Usin (42) sangat berharap agar Malika dapat diobati di rumah sakit. Akhirnya sebelum melakukan pengobatan, Kurir Sedekah Rombongan mengupayakan jaminan kesehatan terlebih dahulu. Malika terlahir dari keluarga tidak mampu, ayahnya hanya seorang kuli bangunan. Sedangkan ibunya, Bu Iyah Syafariah (38) hanya seorang ibu rumah tangga. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, saat ini Queen menjalani tahap pemeriksaan lebih lanjut di RSCM Jakarta. Selama menjalani pemeriksaan di RSCM Jakarta, Queen tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke rumah sakit dan bekal selama di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 996.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Malika menderita lumpuh


HANG HANG PURBOYO (41, Tumor pada Ginjal). Alamat : Perum Mega Regency C/17, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Awal bulan Agustus 2016, Pak Purboyo merasakan tubuhnya lemah, batuk dan sesak nafas. Kemudian ia dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bekasi dan segera dilakukan pemeriksaan. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan terdapat tumor pada ginjalnya yang harus segera diangkat. Dengan jaminan kartu BPJS Keehatan kelas 3, pada November 2016, Pak Purboyo menjalani operasi di RS Persahabatan Jakarta. Hingga saat ini ia masih harus menjalani kontrol rutin setiap 2 minggu sekali. Mereka merasa kesulitan biaya akomodasi ke rumah sakit, karena Pak Purboyo sudah tidak bekerja semenjak sakit. Sedangkan istrinya, Bu Istiqomah (42) hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS Persahabatan Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 996. Semoga Allah member kemudahan untuk Pak Purboyo. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @rettarizqi

Pak Purboyo menderita tumor pada ginjal


PUNGUT BINTI NILAN (53, Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Pulo Ngandang RT 10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Ibu Pungut sekitar sebelumnya pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta, ia dipulangkan karena sering sakit-sakitan. Sudah 6 bulan terakhir ia rutin berobat di salah satu klinik terdekat dari rumahnya. Dari hasil rontgen, Bu Pungut mengalami pembengkakan jantung, sering batuk-batuk terlebih pada malam hari. Uang hasil dari ia bekerja selama beberapa bulan terakhir habis digunakan untuk biaya berobat di klinik dengan biaya umum. Semua itu ia lakukan karena besarnya keinginan untuk sembuh sehingga tidak terpikirkan untuk membuat kartu BPJS. Saat ini pengobatannya terhenti karena ia sudah tidak memiliki biaya untuk berobat. Bu Pungut sudah lama menjanda, suaminya meninggal sejak 10 tahun yang lalu. Saat ini ia tinggal bersama anak menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Alhamdulillah, Kartu KIS Bu Pungut sudah ada dan dapat dipergunakan. Saat ini Bu Pungut menjalani pengobatan di RS Bakti Husada Cikarang dan ada obat yang harus dibeli di apotik luar rumah sakit yang harganya hampir Rp. 500.000,-. Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi dan membeli obat yang tidak tercover kartu KIS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 984.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay

Pak Pungut menderita pembengkakan jantung


TITIN FATIMAH (45, TB Paru). Alamat : Kp. Rawa Panjang RT 5/1, Desa Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kotamadya Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sejak awal tahun 2015, Bu Titin sering mengalami batuk-batuk berkepanjangan. Saat itu dikiranya hanya batuk biasa yang diharapkan dapat sembuh dengan sendirinya. Awal bulan Maret 2017, Bu Titin menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Bekasi dan setelah menjalani beberapa tes pemeriksaan ia didiagnosa terkena TB Paru. Saat ini Bu Titin harus menjalani pengobatan rutin selama beberapa bulan. Bu Titin memiliki Kartu Jaminan KIS PBI, namun ia kesulitan untuk biaya akomodasi selama menjalani pengobatan. Saat ini Bu Titin menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Suaminya, Pak Miran sudah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia bekerja sebagai buruh cuci. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bekal selama Bu Titin menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana Siti Nur Amalia

Bu titin menderita TB paru


JUJU JUNAEDI (48, Hernia). Alamat : Kontrakan Gecep, Gang Kisangu, RT 4/1, Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Pak Juju tidak bisa duduk apalagi berdiri, badannya terkulai lemas sambil menahan rasa sakit di bagian perut. Begitulah keadaan Pak Juju setelah menderita sakit selama hampir setahun. Mantri kesehatan yang memeriksanya menyatakan Pak Juju menderita sakit hernia dan harus segera dioperasi. Hal ini belum dapat dilakukan mengingat biaya yang tidak mencukupi  hingga akhirnya pada bulan April lalu sakit Pak Juju mencapai puncaknya. Kondisinya menurun dan hampir tidak sadarkan diri. Pak Juju adalah seorang buruh harian lepas yang bekerja di pabrik pembuat sendok. Bersama istrinya, Ibu Neni (44) dan anaknya yang saat ini berjualan gorengan untuk membantu ekonomi keluarga, Pak Juju tidak lagi bekerja dan hanya tinggal di rumah kontrakan. Hal ini jelas menggambarkan bahwa keadaan mereka membutuhkan bantuan. Kurir Sedekah Rombongan yang mendapatkan informasi tentang keadaan keluarga ini segera menyampaikan bantuan. Pak Juju dilarikan ke Rumah Sakit Bedah Medimas Kota Cirebon untuk menjalani operasi. Kurir Sedekah Rombongan juga membantu mendaftarkan keluarga ini untuk memiliki jaminan kesehatan BPJS, karena sebelumnya Pak Juju hanya menggunakan surat keterangan tidak mampu dari desa. Selama tiga hari Pak Juju di rumah sakit setelah operasi, alhamdulillah kesehatannya membaik dan diperbolehkan pulang. Saat ini Pak Juju sudah sehat kembali namun belum bisa beraktifitas dan masih harus check-up beberapa kali hingga benar-benar pulih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @asiihlestari

Bu Juju menderita hernia


HERLIN MARLIANA (30, Tumor). Alamat : Gang Ratna, RT 1/3, Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kami akrab menyapanya Herlin. Dua minggu yang lalu ia hanya bisa berdiri dan berjalan dengan bantuan orang lain. Gejala penyakitnya berawal pada bulan April 2017, ia merasakan ototnya tertarik akibat membawa beban cucian berat dan hal ini menjadi bertambah sakit karena tekanan darahnya yang rendah. Herlin juga merasakan sakit pada bagian atas alat kelaminnya dan sering merasa panas pada badan serta berkeringat dingin, sehingga keluarga membawanya untuk melakukan pemeriksaan kepada mantri kesehatan yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh mantri tersebut adalah terdapat infeksi pada organ tubuh bagian dalam sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Herlin adalah anak dari Bapak Mohamad Zahir (Alm) dan Ibu Kastirah (60) yang sehari-hari berjualan sarapan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidupnya. Saat ini, biaya pengobatan Herlin menggunakan BPJS. Ia mengungkapkan kesedihan karena tidak lagi bisa bekerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari Ibunya yang sudah tidak lagi muda. Sedekah Rombongan merasakan kesedihan dan kesulitan yang mereka alami, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya transportasi dan pengobatan selama melakukan perawatan dirumah sakit. Semoga Herlin segera sembuh dan kesehatannya kembali pulih, sehingga ia dapat bekerja dan beraktivitas seperti biasanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh  @aulia

Bu Herlin menderita tumor


AMINAH SHIDQIA RAMADHANI (3, Cerebral Palsy). Alamat : Jalan Mbah Muqoyyim, Desa Tuk Karangsuwung, Nomor 15, RT 4/2, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Balita putih mungil itu biasa kami panggil Qiara. Tiga tahun lalu, dia dilahirkan dengan proses persalinan yang cukup lama. Saat terlahir, tubuh Qiara membiru. Hal ini disebabkan karena waktu persalinan yang lama, ditambah dengan tubuh Qiara terlilit tali pusar saat berada di dalam kandungan. Sejak lahir perkembangan gerak dan tubuh Qiara sangat lambat jika dibanding teman seusianya. Melihat hal tersebut, orang tuanya memeriksakan Qiara secara rutin dan beberapa kali konsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Qiara didiagnosa menderita cerebral palsy yaitu sekelompok gangguan yang mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh disebabkan oleh cedera otak atau kurangnya asupan oksigen ke otak saat proses kelahiran, sehingga mengakibatkan perkembangan abnormal pada kendali otot dan gerakan. Pengobatan Qiara tidak berlanjut di rumah sakit karena terkendala biaya. Pengobatan hanya dilakukan melalui alternatif pijat dan urut yang diharapkan mampu melemaskan tubuhnya yang kian lama kian menjadi kaku. Namun, akhirnya pengobatan alternatifpun dihentikan juga karena biaya yang benar-benar tidak mampu lagi dijangkau. Hampir selama satu tahun Qiara tidak mendapatkan pengobatan apapun dan tubuhnya semakin tidak bisa digerakkan. Aditya Muhammad Yusuf (28) dan Siti Fathimah Hamid (28) yang menjadi orang tua Qiara, merasakan keprihatinan mendalam atas keadaan putrinya tersebut. Kondisi ekonomi yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari membuat pengobatan Qiara tidak dilakukan dengan intensif. Aditya adalah seorang pedagang biasa dan istrinya hanya mengurus rumah tangga. Sejak sakit hingga kini, Qiara menggunakan fasilitas BPJS untuk biaya pengobatannya di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan yang meluangkan waktu untuk silaturahmi dengan keluarga ini turut merasakan apa yang dialami mereka. Bantuan dari sedekaholics disampaikan untuk menunjang kesembuhan Qiara berupa santunan untuk tagihan jaminan kesehatan BPJS yang sudah hampir setahun tidak dibayar dan biaya transportasi selama Qiara berobat di RUSD nanti. Saat ini Qiara tengah menjalani fisioterapi, dan hasilnya menggembirakan. Semoga Qiara bisa kembali normal seperti yang lain. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @ochep_priyatno @asiihlestari

Aminah menderita cerebral palsy


SALEH BIN ADAM (85, Kelainan pada Mata). Alamat : Blok Masjid Al-Karomah, RT 6/2, Desa Tenajar Tengah, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Barat. Sekitar empat tahun lalu, ketika hendak mengambil air wudhu, Wa Saleh –demikian kami akrab menyapa beliau- merasakan ada benda yang masuk ke dalam matanya. Selang beberapa hari, mata Wa Saleh menjadi bengkak dan membesar. Kemudian Wa Saleh memeriksakan keadaan matanya ke mantri kesehatan di sekitar rumah, hingga pada suatu hari benjolan di bagian mata tersebut pecah mengeluarkan nanah setelah sekian lama membesar. Tidak disangka hal itu menyebabkan Wa Saleh akhirnya harus kehilangan bola mata sebelah kiri. Kondisi matanya yang sudah tidak lagi berfungsi normal, semakin membuat Wa Saleh tidak leluasa bergerak seperti biasa apalagi pada usia yang sudah mulai senja membuat beliau cepat lelah dan tidak mampu lama berdiri. Dalam keadaan tersebut, kini Wa Saleh tinggal seorang diri dan lebih banyak berdiam di masjid. Keadaan keuangan yang tidak menentu, membuat Wa Saleh hanya mengandalkan bantuan dari tetangga yang masih peduli dengannya. Wa Saleh tidak memiliki jaminan kesehatan, sehingga pada waktu berobat dulu menggunakan biaya yang dihimpun dari warga sekitar tempat beliau tinggal. Walau kini mata kirinya tidak dapat lagi melihat, Wa Saleh tampak selalu ikhlas menjalani hari demi hari seorang diri. Kurir Sedekah Rombongan yang sangat bersyukur dipertemukan dengan beliau, menyampaikan bantuan dari sedekaholics dengan harapan bisa meringankan biaya hidup Wa Saleh dan memberikan sedikit kebahagiaan dalam hidupnya yang telah sekian lama penuh perjuangan untuk melawan sakitnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Maret 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ahmaedshaleh @agiswandi @asiihlestari

Pak Saleh menderita kelainan pada mata


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan April 2017). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR Bandung Raya 1 harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR Bandung Raya 1 sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan, sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya 1 semakin tinggi. Ketersediaan bahan bakar, kesiapan kendaraan, dan kesigapan supir MTSR Bandung Raya 1 menjadi keharusan agar pengkhidmatan #SedekahRombongan semakin dirasakan masyarakat. Dengan izin Allah Swt, bersyukur sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya 1 dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar MTSR Bandung Raya  1 senantiasa laik dan layak jalan. Alhamdulillah para dermawan Sedekah Rombongan telah memberi bantuan untuk operasional bulan April 2017 yang digunakan untuk : (1) membayarkan pembelian bahan bakar; (2) honor supir; (3) biaya tol dan parkir; (4) dan pengeluaran tak terduga. Insya Allah, MTSR Bandung Raya 1 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung Raya dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholic #SR dibalas Allah SWT dengan berkah dan jannah di dunia dan akhirat. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 973.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.467.500,-
Tanggal: 18 Mei 2017
Kurir: @ddsyaefudin @lisda_mojang @cucucuanda

Biaya operasional bulan April 2017


DODOH SRI RAUDHOH (22, Kanker Mulut). Alamat : Kp. Sukaati, RT 6/2, Desa Pangkalan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Dodoh akrab kami memanggil ibu muda ini, ia merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan sejak Januari 2017 lalu, awalnya ia merasakan sakit pada gigi bagian depan disertai bengkak pada gusi. Hal tersebut ia abaikan, karena merupakan hal biasa yang sering ia rasakan. Tak dinyana, selama kurun waktu 3 minggu bengkak tersebut semakin membesar disertai dengan keluarnya nanah dan darah. Ia kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas setempat, lalu dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Di Rumah Sakit tersebut ia menjalani proses rontgen dengan diagnosa kanker mulut. Ia pun harus memakai selang NGT, karena minuman dan makanan sudah tidak bisa masuk lewat mulutnya. Hasil rontgen mengharuskan Teh Dodoh untuk melanjutkan pemeriksaan penyakitnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sudah sekitar 10 hari Teh Dodoh menjalani proses pemeriksaan penyakitnya di RSHS Bandung memakai fasilitas kesehatan berupa BPJS PBI, ia baru melakukan cek laboratorium pada jantung dan paru. Dengan kondisi hamil tua, yakni 7 bulan Teh Dodoh berjuang melawan penyakitnya dengan sabar dan ikhlas. Qadarullah, ia pun melahirkan bayi pertamanya dengan berat 1,7 Kg dan dalam keadaan premature, bayinya tersebut sementara harus menjalani proses inkubasi di Rumah Sakit. Suaminya Badrudin (25), sementara ini tidak bisa bekerja karena harus menemani istrinya di Rumah Sakit. Maka dari itu, ia sangat membutuhkan uluran bantuan untuk membiayai proses pengobatan istrinya tersebut. Dengan ijin Allah, kami kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Dodoh dan keluarga. Kami menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi Teh Dodoh selama menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit, bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 989. Teh Dodoh telah menjalani proses operasi awal maret lalu, operasi tersebut membuat rahangnya harus diambil, dan sudah menjalani proses pemasangan rahang di awal april kemarin. Pasca operasi kebutuhan Teh Dodoh sangat banyak, mulai dari pembelian obat yang tidak tercover BPJS dan pembelian alat penyedot dahak otomatis yang menggunakan mesin. Mari doakan bersama, agar Allah segera mengangkat penyakit yang ada pada tubuh Teh Dodoh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Lilis Dariyah

Dodoh menderita kanker mulut


UDIN BIN FANDI (59, Penyempitan Tulang Belakang). Alamat : Kp. Babakan, RT 12/6, Desa Sadarkarya, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Sudah kurang lebih 1 bulan ini, Mang Udin terbaring di ruang tengah rumahnya sambil menahan nyeri yang sangat di bagian pinggang dan perut sebelah kiri. Semua orang yang menjenguknya pasti akan merasa iba, karena Mang Udin amat sangat nampak kesakitan menahan nyeri tersebut. Istrinya Entar (52) mencoba ikhtiar untuk kesembuhan suaminya tersebut, ia memanggil tukang pijat yang berada tak jauh dari rumahnya, Entar khawatir jika suaminya mengalami turun bero. Selang beberapa hari setelah proses pemijatan, tak ada tanda-tanda kesembuhan sedikitpun, nyeri yang diderita Mang Udin semakin menjadi-jadi. Ia pun kemudian dibawa ke Puskesmas oleh isrinya, hasil pemeriksaan menunjukkan Mang Udin harus segera dibawa ke RS Siloam Purwakarta. Dengan berbekal pinjaman uang, Mang Udin dan istrinya pun berangkat ke RS tersebut. Hasil pemeriksaan di RS tersebut mengharuskan Mang Udin menjalani proses USG, agar penyakitnya lebih jelas dan cepat diketahui. Ia pun menjalani proses tersebut, namun hasilnya tidak menunjukkan ada hal yang aneh di dalam organ dalam Mang Udin. Ia disarankan untuk kembali menjalani pemeriksaan pada tanggal 22 Februari 2017 mendatang. Mang Udin yang merupakan seorang kuli serabutan, memiliki keterbatasan biaya akomodasi untuk pulang pergi ke Rumah Sakit. Beruntung kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Udin, kami telah menyampaikan titipan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Mang Udin menuju Rumah Sakit. Semoga Mang Udin segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Maarif

Pak Udin menderita penyempitan tulang belakang


SALSA RAMADANTI (1, Jantung Bocor). Alamat : Kp. Sawit Kaler, RT 9/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Salsa, akrab kami memanggil balita yang lahir kembar dan premature ini. Neng Salsa sangat beruntung, dengan berat yang hanya 1,2 kg ketika lahir, namun ia bisa bertahan hidup hingga sekarang. Sedangkan kembarannya yang lahir dengan berat 5 ons, harus meninggal tak lama setelah ia lahir ke dunia. Neng Salsa sudah didiagnosa mengalami bocor jantung ketika umurnya masih 3 bulan, keluarganya sempat ikhtiar pengobatan untuk kesembuhan Neng Salsa. Kala itu, pemeriksaannya sudah sampai tahap Echo, namun karena kendala biaya maka selama 5 bulan ini proses pengobatan dan pemeriksaan Neng Salsa harus tertunda. Ayahnya Caca (33) merupakan seorang buruh kuli menjahit tas di kota Bandung, penghasilannya tak cukup untuk membiayai akomodasi pengobatan anaknya tersebut. Akhir Januari lalu, dengan tekad yang kuat, Neng Salsa kembali dibawa untuk ikhtiar pengobatan, keluarganya meminjam uang kepada tetangga setempat untuk biaya akomodasi. Dengan ijin Allah, tetangganya tersebut mengabarkan kepada kurir Sedekah Rombongan daerah Purwakarta. Kami pun datang bersilaturahim ke rumah Neng Salsa, saat itu Neng Salsa akan dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani proses echo ulang. Kami pun menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Salsa menuju RSHS Bandung. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Wahyu Ma’arif

Salsa menderita jantung bocor


NENGSIH BINTI ISAH (53, Ca Mamae). Alamat : Kampung Cilandak, RT 1/1, Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2011, ia merasakan ada benjolan di payudara kanan sebesar ibu jari, lalu payudara mengkerut sedikit demi sedikit, ia pun berobat ke dokter terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bayu Asih tapi tidak berangkat karena kendala biaya. Kemudian pada tahun 2015, ia berobat ke RS Ramahadi Purwakarta dan didiagnosa mengidap penyakit Kanker Payudara. Selain diagnosa kanker payudara, ia juga didiagnosa mengidap pembengkakan jantung dan harus segera diobati. Setelah proses pengobatan dan dinyatakan sembuh dari pembengkakan jantung, pengobatan kankernya tidak dilanjutkan. Pada tahun 2016, benjolan di bagian payudaranya kembali terasa sakit, namun hanya melakukan pengobatan sampai di Puskesmas saja, padahal ia mendapat rujukan untuk segera menjalani pemeriksaan dan pengobatan di RSBA. Pada tahun 2017, benjolan di payudara kanan pecah, mengeluarkan cairan nanah dan darah. Kali ini ia memenuhi rujukan dari Puskesmas setempat untuk menjalani pemeriksaan di RSBA, hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan di RSHS Bandung. Bu Nining dan keluarganya merasa keberatan untuk menanggung biaya akomodasi ke RS tersebut, maklum saja janda yang telah lama ditinggal suaminya wafat ini kini menggantungkan hidupnya kepada anaknya yang juga tak begitu berkelimpahan harta. Dengan ijin Allah, kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Nining, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya  akomodasi pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 18 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Sutraeni

Bu Nengsih menderita ca mamae


IDAY BIN KAJA (35, TB Paru). Alamat : Kp. Bungur, RT 10/7, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Iday, akrab kami memamnggilnya. Sejak beberapa bulan lalu ia sering mengalami batuk, kemudian memeriksakan diri ke puskesmas setempat. Saat itu Mang Iday hanya diberi obat batuk berdahak dan antibiotic saja, dan tidak ada diagnosa penyakit apapun. Setelah dua minggu mengonsumsi obat dari Puskesmas, Mang Iday tak juga merasakan adanya tanda-tanda kesembuhan. Batuknya semakin menjadi disertai dengan demam dan selalu berkeringat di malam hari. Selama berbulan-bulan ia tak pernah menghiraukan lagi sakitnya tersebut karena tuntutan perekonomian, Mang Iday harus tetap bekerja demi istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Ia bekerja sebagai buruh serabutan di kebun, atau menjadi kuli membuat kursi di tetangga sekitar rumahnya, tak banyak yang ia dapatkan dari hasil pekerjaannya tersebut, namun telah cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya. Beberapa minggu lalu keadaan Mang Iday semakin parah, batuknya disertai darah dengan dada yang sesak. Ia pun kemudian dibawa oleh aparat setempat ke RS Siloam dengan berbekal fasilitas kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Hasil pemeriksaan di RS tersebut menunjukkan bahwa Mang Iday didiagnosa mengidap penyakit TB Paru dan harus menjalani rawat inap. Kini Mang Iday sudah diperbolehkan pulang namun harus menjalani kontrol pengobatan. Ia terkendala dengan biaya akomodasi menuju RS, karena jarak tempuh dari desa ke RS tersebut lumayan jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar, sedangkan penghasilannya sebagai kuli serabutan hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja. Alhamdulillah, dengan ijin kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Mang Iday dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics Sedekah Rombongan untuk biaya akomodasi pengobatan penyakitnya. Mari doakan bersama agar Allah segera menyembuhkannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Iday menderita TB paru


IDANG SULAEMAN (68, TB Paru). Alamat : Kp. Cijati, RT 12/1, Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pak Idang adalah seorang petani sayuran kecil-kecilan dengan lahan 400 meter persegi. Ia biasanya menanam sosin, terong, jagung dan lainnya tergantung musim dan perkiraan harga, terkadang ia juga membeli sirsak dari masyrakat untuk dijual lagi ke tengkulak dan keuntungannya pun hanyalah sedikit. Sudah hampir 4 bulan Pak Idang mengalami gangguan pada penglihatan dan merasa sering sesak napas. Setelah beberapa minggu akhirnya Pak Idang mau memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, dokter mendiagosa bahwa gula darah Pak Idang sangat tinggi dan itu berakibat terganggu pada penglihatan, dokter menyarankan agar Pak Idang dirujuk ke RSBA atau Siloam tetapi Pak Idang tidak mau dengan alasan tidak mempunyai biaya. Beberapa minggu kemudian kondisi Pak Idang semakin memburuk, penglihatannya semakin kabur dan tidak bisa tidur karena merasa sesak dan meriang. Setelah melihat kondisi seperti itu anak –anak Pak Idang membujuknya untuk berobat ke RSBA atau SILOAM tapi tetap saja tidak mau. Bersyukur info tersebut samapai kepada Kurir Sedekah Rombongan dari anaknya dan menceritakan kondisi Pak Idang yang sudah memprihatinkan. Akhirnya setelah dibujuk Pak Idang mau berobat ke RSBA dan harus rawat inap dengan jaminan BPJS namun karna penuh Pak Idang dirujuk kembali ke RS Siloam dan langsung menjalani rawat inap dengan diagnosa TB Paru. Kami merasakan kesulitan mereka dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama rawat inap di rumah sakit. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 873.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Idang menderita TB paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 MOHAMAD BIMA ADI 525,500
2 BEDJOE ARYO SAPUTRO 1,800,000
3 NAYRA ALFATUNNISSA 1,500,000
4 AHMAD AKBAR SETIA 1,000,000
5 SITI AISAH 1,000,000
6 CACA DAHYANA 1,000,000
7 ASMAYAH BINTI AHMIN 500,000
8 DIAH BINTI FULAN 500,000
9 UNISAH BINTI SAFE’I 500,000
10 OMAN BIN MANSYUR 500,000
11 ODI 500,000
12 SOHARI BIN URIP 500,000
13 HOLIL HOLIDAY 500,000
14 MTSR TASIKMALAYA 5,100,000
15 MTSR TASIKMALAYA 650,000
16 LINA ROHIMAH 500,000
17 SITI MARYATI 500,000
18 IKA SUMARTIKA 500,000
19 KAMILAH BINTI UCA 500,000
20 AISYAH 500,000
21 SIDIK BIN YANTO 500,000
22 DENTI FATIMAH 500,000
23 YEYEN NURYANI 500,000
24 EUTIK PURWANTI 500,000
25 UNUN BIN LATIF 1,250,000
26 HESTI LESTARI 500,000
27 YODI BIN NATA 500,000
28 MAKIN 750,000
29 FAUZAN AL ANSYORI 750,000
30 WILDA SARI 2,500,000
31 YULINAR BINTI HAWA 500,000
32 MTSR BANDUNG 5,507,500
33 MTSR BANDUNG 5,100,000
34 INAN BIN SAIM 500,000
35 NYAI NEMI 500,000
36 QUEEN MALIKA 1,000,000
37 HANG HANG PURBOYO 500,000
38 PUNGUT BINTI NILAN 1,000,000
39 TITIN FATIMAH 500,000
40 JUJU JUNAEDI 500,000
41 HERLIN MARLIANA 500,000
42 AMINAH SHIDQIA 3,500,000
43 SALEH BIN ADAM 750,000
44 MTSR BANDUNG 4,467,500
45 DODOH SRI RAUDHOH 500,000
46 UDIN BIN FANDI 500,000
47 SALSA RAMADANTI 500,000
48 NENGSIH BINTI ISAH 500,000
49 IDAY BIN KAJA 750,000
50 IDANG SULAEMAN 500,000
Total 54,900,500

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 54,900,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1001 ROMBONGAN

Rp. 50,873,874,955,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


One Response to Rombongan 1001

  1. Hack

    Hi everyone, it’s my first pay a visit at this website,
    and piece of writing is really fruitful in favor of me, keep
    up posting such posts.