Rombongan 1000

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.
Posted by on May 25, 2017

FEBRIAN RAINAN AZZAM DAN FEBRIAN RAIHAN AHSAN (1 Tahun, Buta). Alamat: RT.06/15, Bejoharjo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Rainan dan Raihan merupakan kembar putra dari Pak Abdul Wasik (32 Tahun) dan Bu Aryas Tri Astuti (28 Tahun). Pak Abdul bekerja sebagai pegawai toko material di Tangerang, Banten, sementara Bu Aryas bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sang ayah harus pulang sebulan sekali karena harus mengobatkan kedua anaknya. Kedua anak tersebut kembar dan lahir prematur, akibatnya keduanya tidak lahir secara sempurna dan mengalami buta pada kedua matanya. Bahkan Febrian Raihan belum bisa merangkak layaknya kembarannya yakni Febrian Rainan. Kedua anak tersebut telah diperiksakan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, namun belum ada perkembangan berarti. Rainan dan Raihan juga sudah dibawa ke RS Dr. YAP dan didiagnosa menderita sakit ROP. Pada saat kontrol, mereka menyewa mobil milik tetangga, biaya dibantu oleh donatur. Rainan dan Raihan akan dibawa ke Dr. YAP lagi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Sayangnya, kedua anak tersebut tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Sedekah Rombongan sebagai gerakan sosial yang giat menyalurkan dan sedekah turut berpartisipasi untuk sedikit meringankan beban mereka. Sedekah Rombongan melalui kurir kemudian menyalurkan bantuan dari sedekaholic untuk membantu meringankan biaya pengobatan pasien. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Semoga si kembar segera diberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto, @SunnahKu

Si kembar menderita buta


SARMI BINTI NOYO SETIKO (63 Tahun, Jompo). Alamat: RT.02/RW.06 Kebonjero, Pengkol, Kecamatan Nlipar, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Bu Sarmi tinggal bersama suaminya, Narto Wiharjo Sugiman (63 Tahun) yang bekerja sebagai petani yang mengerjakan tanahnya sendiri di daerah Pengkol, Nglipar. Pasangan ini memiliki 2 anak, yakni Barno (45 Tahun) yang tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai satpam, dan yang kedua yakni Ndini (42 Tahun) yang tinggal di Mengger, Nglipar, dan bekerja sebagai petani. Kedua anaknya masih sering mengirim uang walaupun hanya sekadarnya. Ibu Sarmi mulai tidak dapat berjalan sejak 10 tahun yang lalu dan sudah berobat ke beberapa rumah sakit dan terapis, diantaranya RSUD Wonosari. Dana yang sudah dihabiskan untuk berobat sudah banyak. Setiap kontrol ia menyewa mobil seharga Rp. 300.000. Kondisinya saat ini sudah tidak dapat berjalan karena kakinya lemas, namun masih dapat digerakkan. Saat ini ia sudah tidak melakukan pengobatan dimana pun meski memiliki jaminan kesehatan BPJS. Kurir Sedekah Rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah beliau sembari menyampaikan bantuan berupa kursi roda dan uang tunai semuanya senilai Rp. 2.000.000,-. Bu Sarmi dan keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 April 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto @Sunnahku

Bu Sarmi menderita jompo


NURHAYATI BINTI NURHADI (31 Tahun, Kanker Payudara). Alamat Giwangan UH 7/66 RT.08/RW.03 Kecamatan Umbulharjo, Kabupaten Kota Yogyakarta, DIY. Bu Nurhayati menderita kanker payudara, penanganan kankernya terbilang terlambat karena tidak terdeteksi dini. Stadiumnya cukup parah karena sel kankernya juga sudah bermetastase ke tulang belakang. Hayati tinggal bersama ayahnya, Nurhadi (72 Tahun) dan ibunya, Noktrimah (58 Tahun), dan memiliki 1 anak. Sang ayah tidak lagi bisa bekerja karena sudah sepuh, jadi ibunya saja yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Sementara suami nurhayati bekerja sebagai tenaga sales. Keluarga ini tidak mempunyai cukup penghasilan dan uang tabungan untuk berobat, meski nurhayati memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS. Kondisi Nurhayati saat ini stagnan, ia membutuhkan bantuan untuk berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena telah kehabisan dana. Sedekaholic dan Sedekah Rombongan sebagai organisasi sosial yang giat menyalurkan dana sedekah turut merasakan kesulitan mereka. Santunan pun kembali disampaikan untuk membantu memenuhi kebutuhan individu di luar pengobatan RS. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan mereka. Keluarga ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 21 April 2017
Kurir : @saptuari, @aji_kristanto, @rofiqsilver

Bu Nurhayati menderita kanker payudara


MASJID Baitussalam (Renovasi Bangunan). Masjid Baitussalam terletak di RT 04 RW 25 Karang asem, Lampok, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan di Masjid Baitussalam ini mulai berkembang, seiring dengan bertambahnya penduduk di sekitar Masjid. Namun perkembangan ini kurang diikuti dengan perbaikan infrastruktur Masjid. Sehingga takmir Masjid dan masyarakat sekitar berinisiatif mengumpulkan dana untuk memperluas bangunan di halaman belakang, serta memasang atap galvalum di halaman depan Masjid. Pembangunan pun segera dilakukan setelah takmir Masjid
berhasil mengumpulkan sejumlah dana. Namun ditengah-tengah pembangunan, ternyata dana yang dibutuhkan kurang mencukupi. Atap galvalum yang terpasang baru setengahnya. Untuk itu, takmir Masjid kembali mencari sumber dana untuk menyelesaikan pembangunan yang telah dimulai. Menerima informasi tersebut, SR segera ikut turun tangan membantu memenuhi kebutuhan Masjid Baitussalam. Alhamdulillah, melalui kurir SR, titipan langit dapat disampaikan guna membantu revonasi Masjid Baitussalam.

Jumlah Bantuan : Rp 6.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 Mei 2017
Kurir : @Saptuari @Boyadisakti

Renovasi bangunan


MIRA WIJAYANTI (66th,Patah Tanggal, Stroke) Alamat Kampung Suryowijayan RT 009 RW 003 Kelurahan Gedong Kiwo Kecamatan Mantri Jeron Kota Yogyakarta
Sekitar satu setengah tahun yang lalu ibu Mira Wijayanti terjatuh saat ke kamar mandi. Setelah dibawa ke rumah sakit dokter mendiagnosa terkena stroke. Karena keadaan ekonomi keluarganya tidak mampu untuk melakukan pemeriksaan lebih detail atau tes laboratorium. Ibu Mira Wijayanti sudah lama ditinggal suaminya yang sudah meninggal dunia. Saat ini beliau hidup dengan anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Sebenarnya sebelum sakit, ibu Mira Wijayanti mempunyai jaminan kesehatan jamkesmas, namun saat ini jamkesmasnya dicabut dan digantikan jamkesda. Setelah mendapat bantuan dari sedekah holics, baru keluarganya membawanya kerumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil laboratorium, ternyata ibu Mira Wijayanti mengalami patah tulang kaki dan dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi. Kondisi saat ini ibu Mira Wijayanti tidak bisa berjalan. Dengan menggunakan jaminan kesehatan jamkesda yang Sedangkan diurus untuk diajukan menjadi jamkesos, beliau mempersiapkan untuk tindakan operasi patah tulang
Alhamdulilah sedekah titipan dari #Sedekah holics telah disampaikan melalui #”Sedekah rombongan. Berkat bantuan dari #Sedekah holics kini ada harapan lagi untuk kesembuhan ibu Mira Wijayanti. Segenap Keluarga ibu Mira Wijayanti mengucapkan terimakasih kepada #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan, turut mendoakan semoga segala kebaikan segenap #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan menjadi amal kebaikan dan dimudahkan segala usahanya, bisa membawa manfaat dan kebaikan untuk sesama. Semoga ibu Mira Wijayanti juga segera diberi kemudahan dan kesembuhan

Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 10 April 2017
Kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@Jemi Gigi

Bu Mira menderita patah tanggal, stroke


ALKHAISYA ALGHAZALI NAJWA (8th, Pendarahan Hidung dan Telinga) Alamat Pedukuhan Nambongan RT 02 RW 30, Desa Tlogo adik,  Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Pada tanggal 13 April 2013 adik Alkhaisya Alghazali Najwa mengalami demam tinggi, dieperisakan ke Puskesmas dan diberi obat jalan. Dua hari kemudian demamnya tinggi lagi dan dieperisakan ke Puskesmas. Setelah diberi obat, adik Alkhaisya Alghazali Najwa boleh pulang. Belum juga habis obat dari Puskesmas, pada tanggal 20 April malam, adik Alkhaisya Alghazali Najwa mengalami Pendarahan dihidung dan Telinga. Namun orang tuanya bingung, mau membawa kerumah sakit tetapi tidak mempunyai biaya. Atas saran dari teman-teman orang tuanya, akhirnya malam itu juga dibawa ke IGD RSUP DR Sardjito untuk segera mendapat pertolongan medis. Karena belum mempunyai jaminan kesehatan, orang tuanya yakni bapak Surawan (40th) berprofesi sebagai tenaga serabutan terpaksa harus mencari pinjaman dulu untuk bisa menebus obat. Kondisi terkini adik Alkhaisya Alghazali Najwa sudah membaik setelah bisa tertangani secara cepat
Alhamduliah atas bantuan dari #Sedekah holics, yang disampaikan melalui #Sedekah rombongan, adik Alkhaisya Alghazali bisa terselamatkan. Keluarga Alkhaisya Alghazali Najwa, mengucapkan terimakasih dan mendoakan semoga bantuan dari #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan dicatat sebagai amal kebaikan. Serta mendoakan semoga segera #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan diberi kelancaran dalam usahanya

Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal Penyampaian: 20 April 2017
Kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@Jemi Gigi

Alkhaisya menderita pendarahan hidung dan telinga


NANIK ISMAWATI (43th,Ca Mamae)  Desa Grogol Penatus RT 02 RW 01 Kecamatan Petanahan Kabupaten Kemungkinan Propinsi Jawa Tengah Pada bulan Desember 2015 ibu Nanik Ismawati mengklarifikasi kecelakaan terserempat sepeda motor, pada bagian dadanya terkena setang sepeda motor yang menyerempetnya. Pada mulanya tidak terindikasi sakit maupun luka. Baru pada akhir bulan Januari 2016 timbul benjolan kecil di payudaranya. Setelah diperiksakan ke Puskesmas,dokter mendiagnosa sakit Ca mamae. Pada saat itu ibu Nanik Ismawati dan ketiga anaknya masih tinggal menumpang di rumah orang tuanya, sedangkan suaminya, yakni bapak bapak Dedi Surya (45th) merantau sebagai tenaga serabutan. Karena kondisi istrinya yang sedang sakit, bener apa bulan kemudian suaminya pulang ke Kebumen. Untuk melanjutkan hidup, kekuarga ini memilih untuk pindah ke Yogyakarta,kota asal suaminya, untuk mencari pekerjaan. Bapak Dedi Surya sendiri sudah tidak mempunyai sanak saudara di yogyakakarta. Keluarga ini tidak mempunyai tempat tinggal sehingga selama ini berpindah-pindah tempat kost yang harganya terjangkau. Karena keterbatasan biaya, bu Nanik Ismawati tidak pernah diperiksakan ke rumah sakit. Pernah mengurus bpjs, namun karena tidak ada biaya, pengajuan bpjsnya dibatalkan. Selama ini untuk mengobati sakitnya hanya dengan meminum rebusan daun jambu. Namun cara tersebut belum bisa mencegah berkembangnya sakit bu Nanik Ismawati, bahkan benjolannya sampai pecah. Apa daya keluarga inipun tidak sanggup untuk membawanya kerumah sakit ataupun sekedar untuk membeli obat untuk mbersihkan lukanya. Bahkan untuk tempat tinggalnya yang seharusnya sudah harus membayar uang kontrakan, karena pemilik rumah tidak tega dengan keadaannya, masih belum ditarik uang kontrakan. Sebenarnya ibu Nanik Ismawati termasuk orang yang kreatif, selain menjadi ibu rumah tangga yang tegar, beliau walaupun sedang sakit masih berusaha produktif dengan membuat kue kecil untuk ditipkan ke kantin sekolah, namun karena keterbatasan modal, usahanya belum bisa berkembang. Sedangkan suaminya hanya bekerja sebagai tenaga potong kain jika ada yang memerlukan,yang tidak mesti tiap hari mendapat pekerjaan.  Keluarga inipun berkeinginan untuk bisa mengembangkan usahanya atau bisa jualan gorengan jika nanti ada sedikit modal untuk berjualan
Kondisi ibu Nanik Ismawati saat ini, masih menderita sakit dengan luka yang belum sembuh. Setelah ada yang memberi tahu tentang prosedur mengurus bpjs/jamkesos, suaminya sedang berusaha untuk mendapat jaminan kesehatan.
Alhamdulilah berkat sedekah dari #Sedekah holics yang disampaikan melalui #Sedekah rombongan, saat ini ada harapan untuk melanjutkan pengobatan bagi ibu Nanik Ismawati. Pihak Keluarga mengucapkan terimakasih kepada segenap #Sedekah holics dan #Sedekah rombongan atas segala bantuannya, semoga menjadi amal kebaikan dan dilancarkan segala usahanya. Semoga ibu Nanik Ismawati bisa segera sembuh

Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 29 April 2017
Kurir:@Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg @Galih Pamungkas@Erwin Diswati@Jemi Gigi

Bu Nanik menderita ca mamae


BIMA ARKA SINATRYA (8bulan,Colostomi) Bertempat tinggal di kampung Serangan MG II/177 RT 013 RW 002 Kelurahan Notoprajan Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta
Pada usia 5 bulan adik Bima Arka Sinatrya jatuh sakit. Sempat dibawa bolak balik ke rumah sakit, namun dokter bilang hanya sakit biasa. Baru pada kontrol ketiga kalinya, karena keadaannya semakin memburuk, orang tuanya meminta kepada tim medis untuk dilakukan tes laborat. Dari hasil tes laborat diketahui adik Bima Arka Sinatrya mengalami masalah dengan ususnya. Pihak RSUD Kota Yogyakarta, yang selama ini menanganinya, merujuk ke RSUP DR Sardjito untuk tindakan medis selanjutnya. Di RSUP DR Sardjito, sempat mengalami gagal nafas sampai empat kali dengan masa kritis 52 hari. Alhamduliah adik Bima Arka Sinatrya bisa melewati masa kritis, dan dapat dilakukan operasi untuk memotong ususnya yang terinfeksi sepanjang 15 cm. Pasca operasi dan opname beberapa hari, adik Bima Arka Sinatrya diperbolehkan pulang dan selanjutnya harus kontrol rutin sesuai jadwal dari rumah sakit.
Keadaan pasien saat ini masih menggunakan kantong Colostomi dan masih harus kontrol rutin ke RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Walaupun mempunyai jaminan Kecamatan jamkesos, namun keluarga ini masih harus mengeluarkan biaya untuk pembelian kantong Colostomi seharga Rp 91.000,- Plastamin Rp 300.000,- Susu khusus yang harganya Rp 3.00.000,-/400gram untuk konsumsi 3 hari, padahal susunya harus diberikan setiap hari sampai kesehatannya membaik. Beban tersebut terasa berat bagi orang tua dari Bima Arka Sinatrya yaitu bapak Mochamat Amin Salikin (41th) yang berprofesi sebagai buruh serabutan. Sedangkan ibunya, Umi Fatonah berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sebenarnya ibu Umi Fatonah punya ketrampilan membuat sepray tempat tidur, namun saat ini terkendala tidak mempunyai mesin jahit. Harga mesin jahit sekitar Rp 1.500.000,- tidak bisa terbeli, karena keuangan keluarga terfokus untuk pengobatan anaknya yang masih susah untuk bisa memenuhi kebutuhan biaya pengobatannya. Ibu Umi Fatonah berharap bisa mempunyai mesin jahit lagi, agar bisa meringankan beban keluarga.
Alhamduliah #Sedekah rombongan dipertemukan dengan keluarga adik Bima Arka Sinatrya, untuk menyampaikan bantuan, titipan dari #Sedekah holics. Keluarga adik Bima Arka Sinatrya mengucapkan terimakasih dan mendoakan kepada segenap #Sedekah rombongan dan #Sedekah holics semoga menjadi amal keuangan dan diberikan kelancaran dalam segala usahanya. Dan akan mempergunakan uang dari #Sedekah holics untuk membeli susu, yang selama ini sulit terbeli

Bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal Penyampaian: 02 Mei 2017
Kurir: @Saptuari Sugiharto@Faisal Gudeg@Jemi Gigi

Bima menderita colostomi


LEDY CAN CRISTIANI (8, Bantuan Biaya Sekolah). Alamat : Rumah Liar Junting, depan Perumahan Pluto, RT 2/3, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Prov. Kepulauan Riau. Ledy awalnya bersekolah di Yayasan Marsita Batu Aji kelas 1 SD, namun terpaksa ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena harus membantu sang ibu, Helminah Ali (40), memulung agar bisa membeli makan sehari – hari. Keadaan ekonomi keluarga yang sangat sulit membuat Ledy harus putus sekolah karena biaya sekolah yang tidak bisa dibayarkan selama beberapa bulan. Ibu Helminah Ali, saat itu hanya bekerja sebagai pemulung yang setiap harinya hanya mendapat uang sekitar Rp10.000 – Rp20.000, itu pun terkadang belum tentu ia dapat. Ibu Helminah Ali kini sudah bekerja sebagai penjaga toko, ia sangat berharap anaknya bisa melanjutkan sekolah lagi, terlebih lagi Ledy sangat bersemangat ingin kembali sekolah. Alhamdulillah Ibu Helminah Ali sudah mendapatkan sekolah yang baru untuk putrinya, namun ia membutuhkan biaya untuk pendaftaran di sekolah baru tersebut yang tak mampu ia bayarkan. Kurir Sedekah Rombongan merasakan apa yang Ibu Helminah rasakan, kurir pun menyampaikan bantuan untuk biaya pendaftaran sekolah Ledy. Semoga Ledy terus semangat menuntut ilmu dan mendapatkan masa depan yang cerah menjadi penerus bangsa.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @arfanesia @herubinyatiman

Bantuan biaya sekolah


MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN (24, Penyempitan Jantung). Alamat : Jln. Bandara Sultan Iskandar Muda, Desa Kp. Blang, Kec. Blang Bintang, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh. Ia biasa dipanggil Fajar, seorang laki-laki yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Pada tahun 2010 Fajar mengeluh sakit dada dan merasa sangat lelah saat berolahraga di sekolahnya. Tepat seminggu setelah itu Fajar memutuskan ke dokter untuk berobat, dari hasil laboratorium ia didiagnosis menderita jantung bocor, pembekuan darah di jantung dan penyempitan jantung. Keadaannya sempat membaik dan Fajar kembali melakukan kegiatan seperti biasanya, namun pada Januari 2017 lalu Fajar mengalami sesak napas. Fajar langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zainal Abidin Banda Aceh namun setelah menjalani perawatan tidak ada perubahan sehingga dokter merujuknya ke Penang. Pada 18 Januari 2017, Fajar berangkat ke Penang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan ia didiagnosis mengalami penyempitan jantung. Dokter di Penang menganjurkan operasi di Jakarta. Berbekal JKN – KIS yang dimiliki, pada 2 April 2017 Fajar ke Jakarta untuk menjalani pengobatan di RS Harapan Kita. Setelah menjalani serangkaian pengobatan, Fajar dijadwalkan menjalani operasi pada 6 Juni 2017. Pada tanggal 14 Mei 2017, Fajar memutuskan pulang ke Aceh sembari menunggu jadwal operasi tiba. Kondisi Fajar masih mudah lelah sehingga ia tidak boleh beraktivitas berat. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat, setelah sebelumnya dibantu dalam rombongan 996. Semoga Kesehatan fajar terus membaik, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @pratiwi5566 @ririn_restu

Fajar menderita penyempitan jantung


SUPRIYADI JAWAI (24, Ca. Nasofaring). Alamat : Dusun Sabaran Sungai, RT 6/3, Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Sebelum sakit, Supriyadi bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia, namun beberapa bulan terakhir ia harus kembali ke Indonesia. Sakit yang dialami Supriyadi berawal dari munculnya benjolan kecil pada lehernya, ia sempat memeriksakan diri ke Puskesmas namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Supriyadi kemudian menjalani biopsi di RSUD untuk mengetahui penyakitnya, dokter menyatakan penyakit yang dialami Supriyadi belum terlalu berat dan disarankan untuk diangkat benjolannya. Keluarga pun langsung menyetujui untuk operasi pengangkatan benjolan, dan akhirnya benjolan tersebut berhasil diangkat melalui operasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Setelah Supriyadi menjalani operasi dan kondisinya mulai membaik, beberapa bulan kemudian benjolan kembali muncul di leher dan ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya. Supriyadi pun sering mengalami sakit kepala yang disertai mimisan. Akhirnya keluarga kembali membawa Supriyadi ke RSUD Abdul Aziz dan setelah diperiksa diketahui ia menderita Ca. Nasofaring. Supriyadi kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi Sudarso Pontianak namun dokter kembali merujuk untuk dibawa ke RSCM Jakarta. Meski pengobatan telah ditanggung oleh JKN – KIS kelas III yang dimiliki, namun karena terkendala biaya untuk operasional berobat keluarga membawa Supriyadi pulang ke rumah. Bersyukur kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Supriyadi dan keluarga, saat berkunjung ke rumahnya kurir merasakan kesulitan mereka. Supriyadi akhirnya dapat berobat di Jakarta, ia pun menjalani biopsi dan kemoterapi. Setelah berobat alhamdulillah benjolan di leher  Supriyadi mulai mengecil. Kondisi luka pasca kemoterapi yang dijalani juga sudah mulai mengering. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat dan biaya hidup selama di Jakarta. Sebelumnya Supriyadi telah dibantu dalam rombongan 989.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 27 April 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Pak Supriyadi menderita ca. nasofaring


KASMAWATI BINTI ABDUL SYUKUR (46, Gastritis Erosif). Alamat : Gang Wartawan, RT 1/18, Desa Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Kasmawati sehari – harinya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Bapak Kadir, bekerja sebagai pedagang buah musiman. Sejak beberapa bulan terakhir, Bapak Kadir tidak lagi bisa berjualan karena Ibu Kasmawati sering mengalami muntah disertai sakit yang luar biasa pada perutnya. Keterbatasan biaya membuat Bapak Kadir tidak segera membawa istrinya ke Puskesmas, hingga akhirnya kondisi Ibu Kasmawati semakin memburuk dan sakit pada perutnya semakin sering dirasakan. Akhirnya Bapak Kadir membawa istrinya ke Puskesmas, namun karena saat itu kadar HB Ibu Kasmawati rendah maka ia dirujuk ke RSUD Sudarso Pontianak. Sesampainya di RSUD, dokter menyarankan agar Ibu Kasmawati menjalani pemeriksaan rontgen. Hasil rontgen menunjukan usus Ibu Kasmawati mengalami luka dan ia didiagnosis menderita Gastritis Erosif. Ibu Kasmawati diharuskan menjalani pengobatan rutin untuk kesembuhan penyakit yang ia derita, namun karena terkendala biaya akhirnya keluarga terpaksa membawanya pulang. Saat itu Ibu Kasmawati juga belum memiliki jaminan kesehatan sehingga biaya pengobatan yang semakin besar tak mampu keluarga bayarkan. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Ibu Kasmawati. Saat berkunjung ke rumah Ibu Kasmawati kurir merasakan kesulitan yang dihadapi keluarganya, sehingga bantuan awal pun disampaikan untuk biaya pembuatan JKN – KIS serta biaya lain selama menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @arfanesia @ahmadtaqiyudin5 @ririn_restu

Bu Kasmawati menderita gastritis erosif


RABINE BINTI ALI (48, Iron Deficiency Anemia). Alamat : Desa Lawe Aunan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Ibu Rabine adalah istri dari Bapak Imanuddin, seorang buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada awal tahun 2015, tanda – tanda penyakit yang diderita Ibu Rabine sudah mulai terlihat. Ibu Rabine sering merasakan sekujur tubuhnya terasa sangat panas. Pihak keluarga mengira bahwa Ibu Rabine hanya menderita sakit demam biasa. Setelah itu Ibu Rabine mengeluhkan perut bagian dalamnya terasa sangat panas dan kulit perutnya melepuh seperti mengalami luka bakar. Keluarga kemudian membawa Ibu Rabine ke Puskesmas terdekat untuk melakukan pengobatan. Kondisi Ibu Rabine tak kunjung ada perubahan sehingga keluarga memutuskan untuk berikhtiar juga dengan melakukan pengobatan tradisional. Pada 1 Mei 2017, Ibu Rabine harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kutacane Kab. Aceh Tenggara karena terjadi pendarahan di hidung dan pembengkakan di area rahang sebelah kanan. Ibu Rabine didiagnosis Iron Deficiency Anemia yakni kondisi di mana tubuh kekurangan zat besi yang menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah. Ibu Rabine akhirnya diopname dan harus ditransfusi darah AB sebanyak 5 kantong, tetapi keluarga hanya mampu membeli 3 kantong karena tidak ada biaya. Setelah 1 minggu menjalani opname di RSUD H. Sahudin Kutacane, keluarga terpaksa membawa pulang Ibu Rabine karena tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit, meski pengobatan ditanggung JKN – KIS mandiri yang dimiliki. Alhamdulillah atas izin Allah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Rabine. Melihat kondisi Ibu Rabine, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk biaya pengobatan lanjutan. Keluarga Ibu Rabine mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir :@arfanesia @pratiwi5566 @gherdatama @ririn_restu

Bu Rabine menderita iron deficiency anemia


MISRIYA BIN ALAWI (35, Tumor Pipi). Alamat: Desa Glingseran RT 10/1, Kec. Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sejak Bu Misriya umur 10 tahun muncul benjolan di dalam gusi  sebelah kiri dan semakin lama semakin membesar. Kemudian Bu Misriya memeriksakan diri ke RSUD Kusnadi Bondowoso. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Bu Misriya didiagnosa menderita tumor pipi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Di RSUD Dr. Soetomo dilakukan tindakan operasi  bedah pengangkatan benjolan. Setelah tindakan operasi, Bu Misriya rutin kontrol ke Poli Bedah Mulut, Poli Mata, Poli Syaraf dan Poli Bedah Plastik. Namun ikhtiar Bu Misriya sempat terhenti karena kendala biaya transportasi dan tempat tinggal selama di Surabaya. Suami Bu Misriya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal karena kecelakaan. Sehari-hari Bu Misriya bekerja sebagai buruh tani dan tempat tinggal selama ini masih menumpang di rumah saudaranya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Bu Misriya dan memberikan bantuan kepada Bu Misriya yang dipergunakan untuk biaya transportasi ke Surabaya, pengobatan jalur umum dikarenakan Bu Misriya masih dalam masa pengalihan jaminan kesehatan, serta untuk biaya obat. Saat ini Bu Misriya kembali melakukan pengobatan. Bantuan sebelumnya tercatat dalam rombongan 978. Bu Misriya merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Misriya masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 851.190,-
Tanggal  : 22 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Riany @EArynta

Bu Misriya menderita tumor pipi


MUHAMMAD ALI (83, Paru-Paru Basah). Alamat: Jalan Jenderal S Parman, RT 3/10, Kecamatan Waru, Kapubaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sejak tiga tahun yang lalu, bapak Ali sudah mengeluh sakit di bagian dada. Beliau juga sering batuk-batuk. Namun karena menganggap hanya batuk biasa, bapak Ali tidak segera memeriksakan diri ke dokter. Semakin lama batuk yang beliau derita tidak kunjung sembuh. Bapak Ali pun memeriksakan diri ke Puskesmas Medaeng di Kecamatan Waru Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa bapak Ali menderita penyakit paru-paru basah. Dokter menyatakan bahwa penyakit yang beliau derita ini sewaktu-waktu bisa kambuh. Karena masalah biaya, bapak Ali akhirnya tidak meneruskan pengobatan. Beberapa waktu terakhir, penyakit bapak Ali kambuh kembali. Beliau hanya bisa terdiam di rumah dengan kondisi yang sudah lemah. Bapak Ali hidup seorang diri di sebuah rumah sewa dengan biaya Rp 300.000,- setiap bulannya. Istri beliau, Leginah sudah lama meninggal. Sebelum sakit, bapak Ali bekerja sebagai tukang kayu. Karena sudah tidak bekerja lagi, beliau tidak bisa membiayai rumah sewa dan kebutuhan sehari-hari. Beliau meminjam kepada tetangga sekitar untuk biaya sewa rumah. Bapak Ali bersyukur para tetangga juga dapat membantu memberikan makan karena merasa iba melihat kondisi beliau. Selama ini bapak Ali belum memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak ada biaya untuk menjalani pengobatan. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan bapak. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan berkesempatan mengajukan surat rekomendasi Dinas Sosial menggantikan kartu jaminan kesehatan agar bapak Ali dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Bantuan awal dari para sedekaholic pun disampaikan oleh Sedekah Rombongan untuk membantu biaya pengobatan dan transportasi selama menjalani pengobatan. Sementara ini pengobatan yang dilakukan oleh bapak Ali adalah kontrol setiap 4 hari sekali di Puskesmas. Setelah itu, bapak Ali akan dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut. Semoga kesehatan bapak Ali segera pulih, sehingga beliau dapat beraktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 536.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry

Pak Ali menderita paru-paru basah


NJOO SWIE FOEN (61, Kanker Payudara). Alamat:  Jl. Syamanhudi No. 35, RT 3/6, Kecamatan Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bu Gio biasa dipanggil, beliau adalah seorang janda yang suaminya juga merupakan salah satu pasien Sedekah Rombongan yang telah meninggal dunia. Sakit yang diderita bu Gio berawal dari munculnya benjolan di payudaranya, setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter mendiagnosa bu Gio menderita kanker payudara stadium 3, dan diharuskan untuk operasi. Total biaya operasi sebesar Rp. 35.000.000,- dan bu Gio  membayarnya dengan menggunakan uang tabungan serta uang hasil berhutang kepada saudara-saudaranya. Setelah operasi dokter mewajibkan bu Gio untuk menjalani kemoterapi dan sinar radiotherapy secara rutin, namun beliau sudah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya tersebut. Bu Gio sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan tinggal sendiri di rumah peninggalan orang tuanya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan bu Gio. Mulai awal menjalani kemoterapi dan radioterapi bu Gio telah didampingi oleh Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan juga membantu bu Gio dalam pembuatan BPJS dan pembayaran iuran BPJS. Selain itu Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang digunakan untuk pembelian obat yang tidak tercover BPJS serta biaya transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumnya sudah diberikan dan masuk di rombongan 977.  Saat ini semua proses kemoterapi dan radioterapi sudah selesai, namun dokter menyarankan agar bu Gio masih rutin kontrol ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap sebulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 642.500,-
Tanggal: 12 April 2017
Kurir: @Wahyu_CSD @Putri_Rezty @EArynta

Ibu Njo menderita kanker payudara


RIZKI IKMALA (3, Tumor Hati). Alamat : Desa Greden RT 4/17, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Dik Rizki biasa disapa, pada awal februari 2016, dik Rizki mengeluhkan perutnya yang semakin membesar. Keluarga membawa dik Rizki berobat ke Puskesmas terdekat. terkendala keterbatasan peralatan di Puskesmas, dik Rizki dirujuk ke RSUD Jember. Hasil pemeriksaan di RSUD Jember, dik Rizki didiagnosa menderita tumor hati. Kemudian dik Rizki dirujuk ke RSUD Dr.Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Rizki untuk melakukan kontrol rutin di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Orang tua Dik Rizki, Jumadi (47) bekerja sebagai kuli batu. Sedangkan ibunya, Umi Hanik (46) seorang ibu rumah tangga. Meskipun dik Rizki memiliki BPJS sebagai jaminan kesehatan, namun karena biaya transportasi ke Surabaya tidak sedikit, keluarga sempat ingin menghentikan pengobatan dik Rizki. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Dik Rizki. Kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Rizki. Saat ini dik Rizki menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan dan rutin melakukan kontrol di Poli Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi, serta biaya kebutuhan nutrisi dik Rizki. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 981. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Dik Rizki masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 779.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Rizki menderita tumor hati


SITI MARDIYAH (76, Kanker Payudara). Alamat: Desa Buncitan, RT 10/5, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Bu Siti mulai merasakan nyeri di bagian payudaranya. Karena nyeri tidak kunjung menghilang, akhirnya Bu Siti memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Puskesmas kemudian merujuk Bu Siti ke RSUD Sidoarjo untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bu Siti didiagnosa menderita kanker payudara. Karena kondisi Bu Siti yang juga memiliki penyakit jantung serta karena faktor usia, Bu Siti tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.  Saat ini Bu Siti menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Namun, karena tidak ada biaya serta tidak memiliki keluarga, Bu Siti hampir menghentikan pengobatannya. Bu Siti sudah tidak bekerja dan beliau tidak menikah. Bu Siti tinggal sendiri di rumah kecil yang terbuat dari bambu. Untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu diberi makan oleh tentangga. Alhamdulillah kami SedekahRombongan pada November 2016 mendapat info tentang sakit dan kehidupan Bu Siti. Melihat kesulitan beliau, kami beruntung berkesempatan untuk menyalurkan bantuan para sedekaholic kepada beliau. Setiap bulannya Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kepada beliau dan membantu dalam mendampingi pengobatan beliau. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk  biaya kehidupan sehari-hari dan biaya transportasi selama kontrol. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 980. Bu Siti sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 19 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Nurry @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


SUGITO BIN KASENI (51, Tumor Pipi). Alamat : Dusun Gragalan, RT 1/1, Desa Soso, Kec. Gandusari, Kab. Blitar, Jawa Timur. Pada awalnya Pak Gito biasa ia disapa, mulai merasakan sakit pada matanya, lalu muncul benjolan di pipi sebelah kanan. Kemudian beliau mencoba mengobati sakitnya secara tradisional, namun lama kelamaan benjolannya justru menjadi semakin membesar. Selanjutnya beliau berobat ke RSUD Ngudi Waluyo Blitar dengan menggunakan biaya sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, Pak Gito didiagnosa menderita tumor pipi. Pak Gito kemudian dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Malang. Namun pengobatan tidak berlanjut karena kendala biaya transportasi ke Malang. Pak Gito dulunya adalah seorang penjual bakso di Kalimantan Barat. Namun karena sakit, beliau tidak bisa bekerja dan pulang kembali ke Blitar. Beliau tinggal bersama istrinya, Sarifah (49) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Pak Gito dan istri tinggal di sebuah rumah yang kecil dengan berlantai tanah. Tanggungan dalam keluarga sejumlah 2 orang. Saat ini Pak Gito menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, Pak Gito melanjutkan ikhtiar pengobatannya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Sedekah Rombongan memberikan bantuan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan selama di Surabaya. Sedekah Rombongan juga membantu pembuatan BPJS beliau. Saat ini benjolan di pipi beliau sudah mulai mengecil dan tubuh beliaupun mulai normal kembali. Semoga dengan kontrol dan kemoterapi secara rutin kondisi Pak Gito akan semakin membaik dan bisa sembuh total. Bantuan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 985. Saat ini Pak Gito sedang menunggu jadwal kemoterapi berikutnya. Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 2.081.800,-
Tanggal : 24 April 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Pak Sugito menderita tumor pipi


TITIK RACHMAWATI (40, Kanker Payudara). Alamat: Desa Sumberejo, RT 8/2, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Satu tahun yang lalu ibu Titik mendapati benjolan di bagian payudara sebelah kanan. Karena kesibukan rumah tangga, ia hanya membiarkan dan menganggap benjolan tersebut akan segera hilang dengan sendirinya. Namun seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut semakin besar. Akhirnya ibu Titik memeriksakan diri ke RSUD Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Titik didiagnosa menderita kanker payudara dengan stadium 3B. Tidak hanya itu, dokter juga mendiagnosa timbulnya pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area payudara ibu Titik. Selama menjalani pengobatan di RSUD Sidoarjo, akhirnya satu bulan kemudian ibu Titik menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di bagian payudara sebelah kanan. Setelah menjalani operasi, ibu Titik masih mendapati benjolan di leher, dada, dan di ketiak. Ibu Titik mengeluh sakit pada bagian tersebut. Semakin lama, benjolan tersebut membuat ibu Titik tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Benjolan-benjolan tersebut juga menyebabkan pembengkakan pada tangan kanan beliau. Orang tua ibu Titik, Maslam (78) dulunya bekerja sebagai tukang kayu dan sekarang sudah tidak bekerja lagi, sedangkan ibu beliau sudah meninggal. Suami ibu Titik, Sugiman Mujid (46) bekerja sebagai buruh lepas pada pekerjaan instalasi listrik, sedangkan ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu Titik memiliki jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat sehingga biaya pengobatan di RSUD Sidoarjo bisa tertutupi. Namun pihak keluarga merasa kesulitan mengenai biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh ibu Titik. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal dari para sedekaholic yang digunakan untuk biaya, transportasi, dan kebutuhan nutrisi.  Semoga ibu Titik dapat beraktivitas kembali dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.327.900,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MasKhus1027 Lilik

Bu Titik menderita kanker payudara


RUBIYAH BINTI ALM. KASNO REJO (48 Tahun, Benjolan di Leher). Alamat: Gebang RT.16/RW.04 Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Bu Rubiyah sebenarnya sudah merasakan ada benjolan di lehernya sejak dua tahun silam, tepatnya pada tahun 2015. Benjolan itu mulai tumbuh, tapi tidak menimbulkan rasa sakit maka ia biarkan saja. Awal tahun 2017, benjolan itu semakin membesar dan ia pun merasakan sesak terutama pada saat tidur. Bu Rubiyah kemudian datang ke puskesmas untuk memeriksakan diri, dari sana ia dirujuk ke rumah sakit. Namun pihak rumah sakit merujuknya lagi ke rumah sakit besar di pusat kota karena alat-alat yang kurang memadai. Bu Rubiyah dirujuk ke RSPAU Dr. S Hardjolukito Yogyakarta, ia pun memulai rangkaian pengobatannya. Dari hasil pemeriksaan, Bu Rubiyah disarankan untuk segera menjalani operasi, namun menjelang operasi kondisi kesehatannya menurun. Dokter memutuskan untuk menunda operasinya sampai kondisi kesehatannya pulih. Setelah sehat kembali, Bu Rubiyem berniat berobat kembali namun sudah tidak memiliki biaya akomodasi. Sementara jarak rumah sakit dengan rumah tinggal sangat jauh dan membutuhkan biaya akomodasi dan transportasi yang tidak sedikit. Kondisinya saat ini benjolan semakin membesar dan jika tidur ia mengalami sesak napas. Suaminya, Pak Wanto (57 Tahun), sehari-harinya bekerja sebagai petani. Bu Rubiyah dan suaminya masih memiliki tanggungan merawat ibu kandung Bu Rubiyah, yaitu Bu Biyem, yang kini usianya telah mencapai 80 tahun dan tidak mampu bekerja lagi. Bu Rubiyah berobat dengan berbekal jaminan kesehatan dari pemerintah, KIS PBI. Namun ia mengalami kesulitan dalam biaya akomodasi dan transportasi. Mari kita bantu saudara kita yang tengah mengalami kesulitan ini. Sedekaholic melalui Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan langit untuk sedikit membantu kesulitan yang sedang mereka alami. Bu Rubiyah dan keluarganya berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Terima kasih, Sedekaholic, berkat sedekahmu, Bu Rubiyah dapat melanjutkan pengobatannya kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 4 April 2017
Kurir : @Saptuari, @Aji_Kristanto

Bu Rubiyah menderita benjolan di leher


MISRENI BINTI SAMIN (37, Tumor Mata) Alamat : Jl. Tirta Mulya RT 08/06, Kecamatan Tanah Bumbu, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Bu Misreni mulai merasakan sakit pada tahun 2010. Setiap kali mengendarai sepeda motor, mata sebelah kanan selalu perih dan mengeluarkan air mata. Karena merasa terganggu dengan keadaan seperti itu, Akhirnya bu Reni memeriksakan dirinya di Puskesmas terdekat. Lalu oleh pihak Puskesmas dirujuk ke rumah sakit terdekat karena keterbatasan peralan medis. Di rumah sakit, dilakukanlah CT Scan dan diketahui bahwa bu Misreni menderita tumor mata. Bu Misreni adalah seorang petani padi dan pemetik teh di kebun. Pendapatan sehari-hari beliau kadang hanya cukup untuk makan. Bu Misreni memiliki seorang anak perempuan yang masih sekolah & seoarng anak lelaki yang sekarang menemaninya berikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Pihak rumah sakit merekomendasikan bu Misreni untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena peralatan yang lebih lengkap. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan bu Misreni. Bantunan telah diberikan untuk biaya akomodasi transportasi selama pengobatan dan membayar biaya-biaya obat diluar Jamkesmas. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 967. Januari ini Bu Misreni telah melakukan operasi. Selanjutnya Bu Misreni dijadwalkan untuk kontrol rutin paska operasi. Semoga bu Misreni bisa segera sembuh total dan kembali ditengah-tengah keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 553.500,-
Tanggal: 25 April 2017
Kurir  : @Wahyu_CSD  BambangBKY @EArynta

Bu Misreni menderita tumor mata


URIPAN SUBIYANTO (66, Tumor Submandibula). Alamat: Desa Balongbendo, RT 6/2, Kecamatan  Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Februari 2017 lalu, bapak Uripan mengeluh sakit gigi. Kemudian bapak Uripan mengonsumsi obat anti nyeri untuk meredakan nyeri pada gigi beliau. Semakin lama, nyeri pada gigi beliau tidak kunjung reda. Ditambah lagi adanya pembengkakan di area sekitar gigi bapak Uripan. Akhirnya bapak Uripan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa, diagnosa awal dokter di Puskesmas adalah adanya infeksi pada gigi bapak Uripan. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Uripan dirujuk ke RSUD Sidarjo untuk menjalani pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Sidoarjo, bapak Uripan didiagnosa menderita Tumor Submandibula. Dari RSUD Sidoarjo, bapak Uripan diarahkan untuk menjalani operasi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Karena terkendala biaya, beliau belum bisa menjalani operasi. Kini, pembengkakan di sekitar gigi bapak Uripan semakin membesar dan membuat beliau mengalami kesulitan untuk mencerna makanan. Bapak Uripan membuka bengkel sebagai usaha kecil untuk menafkahi keluarga. Sedangkan istri beliau, Surati (64) juga membuka warung makan kecil untuk membantu bapak Uripan dalam mencari rezeki. Bapak Uripan menggunakan biaya pribadi selama pengobatan yang pernah beliau jalani karena belum memiliki fasilitas kartu jaminan kesehatan. Alhamdulillah, langkah awal bantuan yang diberikan oleh Tim Sedekah Rombongan kepada bapak Uripan berupa bantuan mengurus pembuatan kartu jaminan kesehatan berupa KIS (Kartu Indonesia Sehat). Untuk menggantikan fasilitas KIS yang belum dapat difungsikan dengan segera, Sedekah Rombongan mengambil jalan pintas yaitu meminta surat rekomendasi pihak Dinas Sosial daerah setempat agar dapat membantu bapak Uripan dalam menjalani pengobatan. Walaupun demikian, pihak keluarga bapak Uripan masih mengalami kesulitan transportasi ketika berobat. Santunan awal dari para sedekaholic yang disalurkan melalui Sedekah Rombongan telah disampaikan. Bantuan awal pun diberikan dan digunakan untuk biaya transportasi dan kebutuhan nutrisi pasien. Semoga bapak Uripan bisa segera sembuh dan bisa menjalani aktivitas seperti sedia kala. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 593.000,-
Tanggal : 11 April 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Pak Uripan menderita tumor submandibula


ABDUL FATAH (46 Tahun, Kanker Nasofaring) Alamat: Dusun Cangaan,  RT 1/3, Desa Cangaan, Kec. Genteng Wetan, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Bapak 3 orang anak ini mengalami sakit sejak 2013 lalu. Awalnya beliau mengeluh pusing dan mata yang tidak begitu jelas untuk melihat. Setelah beberapa kali ke dokter, dokter hanya mengira kecapekan dan butuh istirahat. Tetapi seiring berjalannya waktu, sakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Akhirnya dokter di rumah sakit setempat merujuk ke rumah sakit di daerah Jember. Di rumah sakit tersebut barulah diketahui bahwa Pak Abdul menderita kanker nasofaring ganas yang terletak di bagian belakang hidung dan harus di rujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ketika di rujuk ke Surabaya Pak Abdul dan istrinya, Bu Utri  (42) mulai kebingungan mengenai dana dan penyakit yang diderita suaminya. Beliau sempat menunda keberangkatan ke Surabaya karena keterbatasan dana. Memang sejak sakit beliau tidak lagi bekerja, ketiga anaknya dititipkan ke saudara. Pekerjaan menjahit digantikan oleh anak pertama dengan penghasilan yang tidak menentu, anak kedua tidak bisa melanjutkan sekolah yang juga karena keterbatasan biaya, dan anak yang ketiga masih berumur 2 tahun. Ditengah kebingungan mencari uang untuk berobat, transportasi, dan menghidupi keluarga, sang istri bu Utri mencoba meminta permohonan bantuan ke kelurahan setempat. dan dari kelurahan dibantu untuk dibuatkan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan. Proposal inilah yang digunakan Bu Utri untuk meminta sumbangan ke toko-toko, tetangga sebelah dan orang-orang yang ditemuinya. Setiap terkumpul dana, langsung digunakan untuk berangkat ke Surabaya, dan ketika dana habis, mereka pulang untuk mencari dana kembali. Begitulah tutur bu Utri kepada kami, kurir Sedekah Rombongan. Berkat Tangan Allah kami bisa bertemu keluarga Pak Abdul dan sedikit membantu meringankan proses pengobatannya. Pak Abdul mengidap kanker nasofaring stadium 4 dan sudah menjalar di syaraf mata. Beliau harus menjalani serangkaian kemoterapi dan sinar radioterapi di RSUD Dr. Soetomo. Saat ini kondisi Pak Abdul sudah semakin membaik. Selain melakukan biopsi, beliau juga melakukan kontrol rutin dua kali sebulan ke Posa Mata dan Paliatif. Santunan sudah diberikan dan sebelumnya tercatat pada rombongan 980. Pak Abdul dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan dengan bantuan ini beliau masih dapat melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Santunan : Rp. 1.110.000,-
Tanggal :  23 April 2017
Kurir :   @Wahyu_CSD @Martinomongi @EArynta

Pak Abdul menderita kanker nasofaring


SONI ISRA ISTAIN (31, Tumor Mata). Alamat : Dusun Sumber, RT 1/12, Kel. Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2016, di bagian kelopak mata Pak Soni terdapat benjolan kecil seperti di gigit nyamuk. Karena dianggap benjolan biasa, ia tidak menghiraukan benjolan tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar dan menutupi sebagian kelopak mata sebelah kanan dan hampir merembet ke pipi. Akhirnya Pak Soni memeriksakan dirinya ke Puskesmas Jatirogo, Tuban. Dari hasil diagnosa sementara dokter di Puskesmas, diketahui bahwa Pak Soni menderita tumor mata. Pihak Puskesmas merujuk Pak Soni ke RSUD Tuban. Namun karena peralatan dirasa kurang memadai, pihak rumah sakit merujuk pak Soni ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Ayah pak Soni seorang tukang kayu serabutan yang sehari-harinya belum tentu mendapat penghasilan. Pak Soni sempat menunda keberangkatannya ke Surabaya karena tidak adanya biaya transportasi dan berobat. Beliau sempat berjualan es kelapa muda di sekitaran terminal Jatirogo, Tuban. Hal tersebut dilakukan supaya dapat membantu meringankan beban ayahnya. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Soni dan bantuan dari sedekaholics telah kami sampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi dan biaya berobat. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 977. Pak Soni mengucapkan banyak terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan. Semoga kondisi pak Soni dapat segera sembuh seperti sediakala dan dapat kembali beraktifitas untuk membantu meringakan  beban ayahnya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2017
Kurir:  @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi Riany @EArynta

Pak Soni menderita tumor mata


AZIMATUL KHUSNIA (6, Tumor Syaraf). Alamat : Kelurahan Ploso Kerep, RT 4/4, Kecamatan Ploso Kerep, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sekitar tahun 2014, Azimatul mulai menunjukkan gejala yang tidak normal pada leher sebelah kanan. Leher sebelah kanan Azimatul muncul benjolan yang semakin lama semakin membesar dan Azimatul sering mengalami demam. Keluarga membawa Azimatul ke Puskesmas, dan kemudian Azimatul dirujuk ke RSUD Jombang untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Selama menjalani pengobatan di RSUD Jombang, belum ditemukan diagnosa penyakit Azimatul. Akhirnya, Azimatul dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, Azimatul didiagnosa menderita tumor syaraf. Pengobatan yang dijalani oleh Azimatul selama ini adalah kemoterapi. Kondisi Azimatul juga sudah mulai membaik. Sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Azimatul sempat tidak bisa berjalan dan saat ini sudah dapat berjalan kembali. Azimatul sudah menjalani kemoterapi sejak tahun 2014 dan hingga saat ini masih rutin melakukan kemoterapi. Ayah Azimatul, Arifin (48) bekerja sebagai petani. Sedangkan ibunya, Khurrotun Nikmah (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga adalah 5 orang. Selama menjalani pengobatan, Azimatul menggunakan jaminan kesehatan Jamkesda yang saat ini sedang dalam proses pengalihan ke jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat. Kesulitan yang dialami keluarga Azimatul saat ini adalah biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan serta biaya transportasi ke Surabaya. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Azimatul. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi, biaya pengobatan yang tidak ditanggung jaminan kesehatan, serta susu untuk menambah nutrisi pasien. Pada akhir april 2017 kondisi Azimatul semakin memburuk, dan akhirnya Azimatul menghembuskan nafas terakhirnya. Kami merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas kepergian Azimatul. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan kematian untuk Almarhumah Azimatul kepada keluarga. Semoga almarhumah diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 981. Keluarga Azimatul sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.821.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Martinomongi Ayu @EArynta

Azimatul menderita tumor syaraf


MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN (30, Tuberculosis Tulang Belakang). Alamat: Jalan H. Syukur, RT 19/9, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Januari 2017 lalu, bapak Fuad mulai sering merasakan sakit di tubuhnya. Bapak Fuad selalu merasa lemah dan mudah lelah bila duduk terlalu lama. Pada akhirnya beliau memeriksakan diri ke Puskesmas Sedati Sidaorjo. Karena keterbatasan peralatan di Puskesmas, bapak Fuad dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak Fuad didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru-paru dan sudah menjalar ke tulang belakang sehingga didiagnosa pula menderita Tuberculosis Tulang Belakang. Bapak Fuad sempat mendapatkan pengobatan dan rawat inap di RSAL Dr. Ramelan Surabaya selama sepuluh hari. Pada saat dirujuk di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, bapak Fuad mendapatkan bantuan sumbangan dari masyarakat sekitar. Alhasil, bapak Fuad dinyatakan sembuh dari TBC Paru-paru. Untuk TBC Tulang Belakang, bapak Fuad memerlukan tindakan operasi. Sambil menunggu penjadwalan operasi, beliau mendapatkan 13 resep obat. Namun bapak Fuad hanya mampu menebus dua diantaranya. Kondisi bapak Fuad saat ini sangat lemah dan sebagian tubunya sudah lumpuh. Beliau terbaring di tempat tidur dan terpasang kateter. Sebelum sakit, bapak Fuad bekerja sebagai seorang teknisi. Sedangkan istri beliau, Emi Riwayati (25) bekerja pada hari Sabtu dan Minggu saja karena menggantikan orang sebagai buruh. Mereka memiliki satu anak dan tinggal di rumah kecil. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan orang tua bapak Fuad. Karena bapak Fuad sudah tidak bekerja lagi, keluarga tidak memiliki sumber penghasilan yang tetap untuk biaya hidup sehari-hari. Selama pengobatan, bapak Fuad menggunakan fasilitias jaminan kesehatan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS). Walaupun demikian, keluarga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan biaya obat-obatan di luar fasilitas KIS. Mendengar kisah bapak Fuad, Sedekah Rombongan terpanggil untuk membantu beliau. Sedekah Rombongan menyalurkan bantuan dari para sedekaholic kepada bapak Fuad. Bantuan pertama telah diberikan dan digunakan sebagai biaya pengobatan di luar KIS. Semoga bapak Fuad bisa segera sembuh dan dapat menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 530.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD @MasKhus1027 @EArynta

Pak Fuad menderita tuberculosis tulang belakang


SITI MU’ALIMAH (43, Kanker Payudara). Alamat: Dusun Jabaran, RT 3/1,  Desa Kedungpari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2016 ibu Siti sudah mengeluh sakit di bagian payudara. Namun karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga, ibu Siti mengesampingkan keluhan tersebut. Beliau menganggap keluhan tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Semakin lama, selain keluhan sakit yang beliau alami, ibu Siti juga mendapati benjolan di payudara beliau. Hingga tahun 2016 berlalu ibu Siti tidak kunjung memeriksakan diri. Sampai pada bulan Februari 2017, benjolan di payudara ibu Siti semakin membesar. Ibu Siti akhirnya memeriksakan diri ke dokter umum terdekat. Dari dokter umum, ibu Siti dirujuk ke Rumah Sakit Kristen Mojowarno Jombang untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Di RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti telah melakukan serangkaian tes laboratorium dan Ultrasonografi (USG). Berdasarkan hasil pemeriksaan, ibu Siti didiagnosa menderita Kanker Payudara stadium IV. Dari RS Kristen Mojowarno Jombang ibu Siti dirujuk ke RSUD Jombang. Dari RSUD Jombang ibu Siti diarahkan ke Rumah Sakit di Surabaya untuk melakukan kemoterapi. Namun karena tidak ada biaya transportasi ke rumah sakit, ibu Siti terpaksa menunda proses kemoterapi. Kondisi terkini benjolan semakin membesar. Terkadang keluar darah dan hanya diberi obat tradisional. Suami ibu Siti, Khusen sudah meninggal. Sedangkan ibu Siti adalah seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama ibunya, Ma’muah (78). Selama ini, ibu Siti menggunakan jaminan kesehatan berupa BPJS untuk pengobatan. Walaupun demikian, ibu Siti masih mengalami kesulitan untuk biaya obat-obatan di luar cover BPJS dan biaya transportasi. Sudah tidak ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan ibu Siti. Saat ini, biaya untuk kebutuhan sehari-hari sementara dibantu oleh sanak saudara. Mendengar hal ini, kurir Sedekah Rombongan merasakan kesulitan yang dialami oleh ibu Siti. Bantuan telah disampaikan Sedekah Rombongan dan digunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya transportasi. Semoga ibu Siti bisa segera sembuh dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 April 2017
Kurir  :  @Wahyu_CSD @Anggreat @EArynta

Bu Siti menderita kanker payudara


ABDUL MUKIT (56, Kencing Batu + Diabetes). Alamat: Dusun Sidodadi, RT 2/3, Desa Bandung Rejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pak Abdul biasa disapa, sudah menderita penyakit kencing manis sejak 2013 lalu. Suatu hari, kondisi tubuh Pak Abdul lemas dan tidak nafsu makan sehingga dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, pak Abdul didiagnosa mempunyai diabetes. Satu tahun berselang, beliau merasakan keluhan pada tubuhnya. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Pak Darsani juga menderita sakit paru-paru. Beberapa bulan lalu sakit paru-parunya kambuh ditambah dengan kencing darah, dokter menyatakan beliau juga menderita penyakit kencing batu. Pak Abdul yang dulunya bekerja sebagai penjahit, kini harus istirahat total karena kondisi kesehatannya. Untuk hidup sehari-hari beliau mengandalkan pendapatan dari sang istrinya, Sukemi (56) yang berjualan jajanan anak-anak dan rata-rata pendapatan perharinya 20.000. Dokter setempat menyarankan Pak Abdul untuk periksa ke RSUD Dr. Soetemo Surabaya. Meskipun mempunyai jaminan kesehatan yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pak Abdul masih terkendala biaya transportasi dan akomodasi selama ikhtiar mencari kesembuhan di Surabaya. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan Pak Abdul. Bantuan diberikan untuk biaya akomodasi dan tranportasi ke Surabaya. Pada awal april 2017 kondisi Pak Abdul semakin memburuk, dan akhirnya Pak Abdul menghembuskan nafas terakhirnya. Kami merasa kehilangan dan turut berbela sungkawa atas kepergian Pak Abdul. Sedekah Rombongan menyalurkan santunan kematian untuk Almarhum Pak Abdul kepada keluarga. Semoga almarhum diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 988. Keluarga almarhum mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD Tomo @MiftakhAbuSaSi

Pak Abdul menderita kencing batu + diabetes


BAKTI SOSIAL (Berbagi Nasi Bungkus). Alamat : Jl. Basuki Rachmad, Kebonsari, Kecamatan. Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Pada Desember 2016 lalu, seorang sedekaholic menyampaikan permintaannya kepada kurir Sedekah Rombongan Tulabo (Tuban, Lamongan, Bojonegoro) untuk menyalurkan sedekahnya dalam bentuk makanan kepada kaum dhuafa. Kurir  Sedekah Rombongan Tulabo meresponnya dengan mengadakan kegiatan berbagi nasi bungkus. Beberapa kurir terjun langsung membagikan puluhan paket makanan untuk wilayah Tuban dan Bojonegoro, yang di bagi menjadi 2 tempat yaitu masjid agung setelah sholat jumat, sedangkan malam harinya dengan menyisir jalanan dengan target pemulung, tukang becak, pedagang asongan, satpam dan juru parkir. Kurir Sedekah Rombongan Tuban dan Bojonegoro terlihat kompak dalam membagikan nasi bungkus tersebut. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk lebih mengenalkan Sedekah Rombongan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan pembagian nasi bungkus berlangsung setiap jumat selama bulan Desember 2016. Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar sesuai harapan. Kegiatan tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini bisa rutin untuk dilakukan sehingga Sedekah Rombogan semakin dikenal dan bermanfaat untuk masyarakat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Tanggal : 9 Desember 2016
Kurir  :  @Wahyu_CSD  @MiftakhulAbuSasi Dwi @MukhMukhlisin

Berbagi nasi bungkus


BEDJOE ARYO SAPUTRO  (2, Kelainan Jantung) Alamat: Dusun Larangan, RT 12/4, Desa Krengceng, Kec. Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Saat lahir dik Bedjo terlihat normal seperti bayi pada umumnya. Sejak usia 2 bulan dik Bedjo mulai memiliki masalah di pernafasannya. Setiap dik Bejdo menangis kuat, seluruh badannya akan membiru dan nafasnya terengah-engah. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit  PHC Perak Surabaya, dokter mendiagnosa terdapat masalah  pada jantung dik Bedjo, kemudian dokter merujuk dik Bedjo ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyarankan dik Bedjo untuk melakukan kontrol rutin ke Poli Anak. Meskipun dik Bedjo memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun karena keterbatasan biaya transportasi dan biaya hidup selama berobat di Surabaya, orang tua dik Bedjo hampir putus asa untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Riadi (42) ayah dik Bedjo seorang tukang bangunan yang hanya mendapatkan penghasilan ketika ada pekerjaan. Sedangkan Suparni (40) ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan dik Bedjo. Melihat semangatnya yang begitu besar, kami beruntung berkesempatan untuk membantu dik Bedjo. Saat ini dik Bedjo rutin melakukan kontrol di Poli Jantung Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi serta biaya kebutuhan nutrisi dan obat yang tak tercover BPJS. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 913. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Bedjo masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 2.700.000,-
Tanggal : 23 September 2016
Kurir :  @Wahyu_CSD Warda @EArynta

Pak Bedjo menderita kelainan jantung


SUSANTI KUMALA SARI (31, TBC Paru + Gagal Ginjal). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 1/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu dari 3 orang anak ini rela berhenti dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik demi menjaga dan mengurus anak – anaknya terutama yang mengidap leukimia. Sebelumnya kondisi Ibu Susanti sehat, namun sejak anaknya yang mengidap leukimia meninggal dunia, ia mulai mengalami gangguan kesehatan yang dimungkinkan karena terlalu sedih sepeninggal anaknya. Enam bulan berlalu Ibu Susanti mulai merasakan sesak napas dan batuk-batuk yang cukup parah. Menurut dokter ia terkena sakit TBC Paru-paru. Setelah berobat 6 bulan lamanya sakit Ibu Susanti tidak kunjung membaik, kondisinya justru semakin memburuk hingga mengalami komplikasi karena sakitnya kini merambat menyerang ginjalnya. Ibu Susanti harus menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, untunglah sang suami, Pak Maman, selalu siap sedia mengantarkannya berobat ke rumah sakit meskipun harus terpaksa izin dari pekerjaannya sebagai office boy di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Pengobatan Ibu Susanti ditanggung JKN – KIS yang dimilikinya, namun pengobatannya terkendala biaya transportasi dan akomodasi. Penghasilan Pak Maman tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya, terlebih lagi untuk berobat. Alhamdulillah kini ibu Susanti tak harus cuci darah lagi, namun ia masih diharuskan kontrol untuk penyakit TBC paru – parunya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Sebelumnya Ibu Susanti dibantu pada rombongan 987.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir  :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @mistaaja @ririn_restu

Bu Susanti menderita TBC paru + gagal ginjal


MAEMUNAH BINTI BANDI (72, Diabetic Foot). Alamat : Kp. Pabuaran, RT 3/2, Desa Buniayu, Kec. Sukamulya, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bi Mun, biasa ia disapa adalah seorang wanita yang ulet dan setia, setelah suaminya meninggal ia tidak mau menikah lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah kelima anaknya, Bi Mun rela berjuang keras berdagang keliling menjual bubur di pagi hari dan es cendol di siang hari. Hal itu Bi Mun jalani dengan sabar tanpa mengeluh sekalipun, tapi sejak 3 tahun lalu ia tidak bisa lagi berjualan akibat luka borok pada kaki yang dideritanya. Awalnya Bi Mun sering mengalami sakit kepala yang membuatnya tidak mampu berjualan seperti biasa. Bi Mun lalu merasakan gatal yang tak tertahankan pada kaki kanannya, luka tersebut ia garuk hingga terluka dan membengkak yang kemudian berlubang dan mengeluarkan nanah. Menurut dokter di Pukesmas, Bi Mun mempunyai riwayat diabetes sehingga lukanya tak kunjung kering dan sembuh. Dokter pun menyarankan Bi Mun berobat ke rumah sakit tetapi karena ketiadaan biaya ia memilih pengobatan alternatif. Sudah sekian lama berobat tapi penyakit Bi Mun tak kunjung membaik dan ia hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Bi Mun hanya tinggal dengan seorang anaknya yang belum menikah, keempat anaknya yang sudah berkeluarga tinggal jauh darinya. Untuk berobat dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, Bi Mun hanya mengandalkan pekerjaan anaknya sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang sangat kecil dan juga dari pemberian orang lain yang merasa iba dengan kondisinya. Kondisi Bi Mun tak kunjung membaik, bahkan luka borok di kakinya semakin melebar. Bi Mun masih harus menjalani kontrol rutin setiap bulannya. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan akomodasi dan transportasi berobat. Semoga bantuan yang disampaikan dapat meringankan kesusahan yang dialami Bi Mun. Sebelumnya Bi Mun telah dibantu dalam rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mistaaja @ririn_restu

Bi Mun menderita diabetic foot


RINI PERMATASARI (3, Lifangioma). Alamat : Desa Pontang, RT 10/3, Kec. Pontang, Kab. Serang, Prov. Banten. Rini tak pernah lepas dari pelukan ibunya, ia enggan bermain dengan teman – temanya karena minder dengan kondisi wajahnya yang terdapat benjolan. Rini menderita Lifangioma sejak dilahirkan, awalnya pembengkakan di wajah mungilnya belum sebesar sekarang. Rini sudah menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit, namun orang tuanya akhirnya menghentikan pengobatannya karena tak lagi ada biaya. Alhamdullillah Rini kembali dapat berobat dan sudah menjalani operasi pertama di RSUD Serang, ia masih harus menjalani dua kali lagi tahap operasi. Walaupun Rini  sudah memiliki JKN – KIS, keluarga masih mengalami kendala biaya transportasi, karena jarak dari rumah ke RSUD lumayan jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Orang tua Rini, Andri dan Sueha, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang hanya cukup untuk biaya hidup sehari – hari. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Rini, setelah mendengar kesulitannya dalam berobat, bantuan lanjutan disampaikan kembali untuk meringankan biaya berobatnya. Rini masih harus kontrol seteiap satu bulan sekali, sembari menunggu jadwal operasi selanjutnya. Semoga Rini segera sehat dan kembali ceria seperti anak-anak sebayanya. Sebelumnya Rini telah dibantu pada rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @ririn_restu

Rini menderita lifangioma


SARNAWI BIN MAKRUM (75, Diabetes + Stroke). Alamat : Kp.Cimentul, RT 9/2, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Bapak dari 5 orang anak ini sebelumnya bekerja sebagai buruh tani di desanya. Tiga tahun terakhir, Pak Sarnawi menderita komplikasi diabetes dan stroke. Sebagian tubuh Pak Sarnawi mengalami lumpuh yang membuat ia tidak dapat beraktivitas seperti dulu dan hanya bisa terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Pak Sarnawi dianjurkan berobat jalan ke RSUD Balaraja yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menyewa mobil angkot setiap Pak Sarnawi berobat namun sering mereka tak memiliki uang. Penghasilan anak Pak Sarnawi hanya cukup untuk makan sehari-hari, terkadang untuk biaya transportasi anak Pak Sarnawi harus meminjam ke tetangga. Setelah bantuan awal disampaikan, syukur alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan kembali dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Kondisi Pak Sarnawi kini berangsur membaik, ia sudah mulai dapat menggerakkan sebagian anggota tubuhnya. Semoga Pak Sarnawi semakin membaik dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Sebelumnya Pak Sarnawi telah dibantu dalam Rombongan 988.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririn_restu

Pak Sarnawi menderita diabetes + stroke


NANO BIN RISA (35, Pneumonia). Alamat : Kp. Risah, RT 8/2, Ds. Kedung Dalam, Kec. Mauk, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Anak ke-5 dari enam bersaudara ini biasa dipanggil Bang Nano. Sudah hampir 1 tahun Bang Nano mengalami batuk yang disertai sesak napas. Selama ini Bang Nano tak mempedulikan sakit yang dialami, namun karena tak kunjung sembuh akhirnya ia memeriksakan diri ke dokter yang menyarankannya untuk berobat ke rumah sakit. Ketiadaan biaya berobat membuat Bang Nano hanya mengonsumsi obat yang dibelinya di apotek. Akhirnya Bang Nano berupaya membuat JKN – KIS agar dapat digunakan untuk berobat di RSUD. Dokter mengatakan bahwa Bang Nano terkena pneumonia atau paru-paru basah. Ia pun harus kontrol setiap satu bulan sekali. Ketika kurir Sedekah Rombongan mengunjungi Bang Nano di rumahnya, ia bercerita kesulitan yang dihadapinya. Bang Nano tak bisa lagi mencari nafkah karena jika terlalu lelah ia langsung mengalami sesak napas. Ia pun akhirnya bergantung pada orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani. Setelah memiliki JKN – KIS kelas III, alhamdulilah Bang Nano tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatannya. Kondisi Bang Nano kini mulai membaik dan sudah dapat bekerja walau belum bisa bekerja berat. Bang Nano masih membutuhkan bantuan untuk operasional berobat, karena itulah kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan. Sebelumnya Bang Nano telah dibantu dalam Rombongan 986.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir :@nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @Fatmah @ririnrestu

Pak Nano menderita pneumonia


SUHAYA BINTI ABDURAHMAN (60, Pneumonia + Katarak). Alamat : Ds. Rancalabuh, RT 4/1, Kec. Kemiri, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Ibu Suhaya adalah seorang janda, suaminya meninggal tiga tahun silam. Setelah suaminya meninggal dunia, Ibu Suhaya tinggal dengan anaknya yang sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Anak Ibu Suhaya sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Satu tahun semenjak suaminya meninggal, Ibu Suhaya mulai sakit-sakitan. Awal mulanya Ibu Suhaya mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Ia pun akhirnya berobat ke Puskesmas. Walaupun keadaan ekonomi Ibu Suhaya dan anaknya tak mampu, namun mereka tak menerima jaminan kesehatan gratis dari pemerintah. Karena itulah setiap berobat Ibu Suhaya selalu meminta kepada anaknya. Anak Ibu Suhaya terkadang tak selalu mempunyai uang sehingga ia jarang berobat, bahkan hingga kini ia tak perah berobat lagi. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Ibu Suhaya. Bantuan awal pun disampaikan kepada Ibu Suhaya untuk berobat ke Puskesmas. Setelah berobat ke Puskesmas Ibu Suhaya langsung dirujuk ke RSUD Tangerang dan dokter mendiagnosis ia menderita pneumonia (paru – paru basah). Ibu Suhaya dianjurkan untuk kontrol setiap satu bulan sekali. Semoga Ibu Suhaya segera diberi kesembuhan, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminan @fatmaalwiny @ririnrestu

Pak Suhaya menderita pneumonia + katarak


FADHILA PUTRI (5, Jantung Bocor ASD). Alamat : Jln. Raya Pandeglang, Kp. Karundang Masjid, RT 3/1, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Prov. Banten. Dila adalah seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Ia divonis dokter menderita jantung bocor. Awal mulanya Dila mengalami demam tinggi, oleh orang tuanya ia dibawa ke Puskesmas terdekat dan didiagnosis radang tenggorokan dan gizi buruk. Setelah beberapa bulan, Dila tak kunjung sembuh hingga akhirnya orang tuanya membawanya ke RS Siloam. Setelah dilakukan pengecekan medis, dinyatakan terdapat kebocoran di jantung Dila sepanjang 1,8 cm. Keterbatasan alat membuat dokter RS siloam merujuk Dila ke RS Harapan Kita Jakarta. Setelah beberap kali kontrol Dila dinyatakan harus menjalani operasi. Syarat agar dapat dilakukan operasi adalah kondisi gigi Dila harus sehat, karena itulah tiga belas giginya yang rusak dicabut. Kini Dila menunggu penjadwalan operasi dan setiap bulan harus rutin kontrol ke RS Harapan Kita. Jarak dari rumah Dila ke Jakarta yang sangat jauh membuat orang tuanya harus mengeluarkan banyak biaya untuk transpotasi. Terkadang orang tua Dila tak memiliki uang dan itu menjadi kendala meski pengobatannya telah ditanggung BPJS. Jika tak ada uang, Ayah Dila terpaksa mencari pijaman untuk biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Dila. Ayah Dila yang bekerja sebagai tukang bakso di kantin sekolah terkadang penghasilanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari dan membayar kontrakan. Syukur Alhamdulilllah Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Dila, melihat kesulitan keluarganya bantuan awal pun disampaikan untuk biaya transportasi berobat ke rumah sakit. Semoga Dila segera sembuh sehingga bisa kembali bermain seperti anak – anak seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_chatur @misnaminang @mayhumai @ririnrestu

Fadhila menderita jantung bocor ASD


MUHAMMAD YAHYA (48, Stroke + Lumpuh). Alamat : Kp. Panunggangan Barat, RT 4/1, Kec. Cibodas, Kota Tangerang, Prov. Banten. Pak Mamad, biasa ia dipanggil, adalah seorang suami dan ayah yang rajin bekerja tanpa mengenal lelah. Sebelumnya Pak Mamad tinggal bersama istri dan ketiga anaknya, di sebuah gubuk yang tidak layak huni. Syukur Alhamdulillah pemerintah setempat telah merenovasi gubuk Pak Mamad sehingga dapat ditinggali lebih nyaman. Pak Mamad bekerja terlalu keras dan kurang istirahat sehingga ia jatuh sakit. Pada tahun 2008, Pak Mamad dirawat di RSUD Tangerang dan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena mengalami stroke ringan. Pak Mamad tak putus semangat, ia selalu rutin kontrol dan terapi hingga akhirnya ia sembuh dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Dua tahun setelah kesembuhannya, Pak Mamad dirawat lagi di rumah sakit karena kembali terserang stroke. Hingga kini Pak Mamad hanya bisa duduk di kursi rodanya yang merupakan pemberian dari lurah setempat. Pak Mamad tidak bisa berjalan dan sulit berbicara. Ia masih menjalani kontrol rutin ke RSUD Tangerang. Pak Mamad tak dapat lagi bekerja, istrinya, Sukarti (40), menggantikannya menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi tukang jahit. Pengobatan Pak Mamad ditanggung JKN – KIS yang dimilliki, namun ia terkendala biaya untuk transportasi berobat. Dalam kesulitannya, semangat Pak Mamad untuk sembuh sangat tinggi. Melihat kondisi Pak Mamad, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transportasi berobat dan biaya hidup sehari – hari. Semoga Pak Mamad segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2017.
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @trim @ririn_restu

Pak Yahya menderita stroke +lumpuh


ENO BINTI SUMA (72, Sesak Napas + Darah Tinggi). Alamat : Kp. Kalampean, RT 3/4, Ds. Badak Onom, Kec. Sindang Jaya Pasar Kemis, Kab. Tangerang, Prov. Banten. Mak Eno adalah seorang janda yang hidupnya sangat memprihatinkan. Ia tinggal seorang diri di dekat rumah kerabatnya yang juga seorang janda. Sudah lama Mak Eno menderita sesak napas dan darah tinggi, namun sakitnya tak pernah diperiksakan ke dokter. Selama ini Mak Eno hanya mengonsumsi obat herbal yang ia bikin sendiri. Mak Eno telah memiliki JKN – KIS PBI, namun karena tak ada uang untuk transportasi ke rumah sakit, ia selalu mengurungkan niatnya berobat. Jangankan biaya berobat, untuk biaya hidup sehari-hari Mak Eno serba kekurangan dan hanya mengandalkan pemberian orang yang iba padanya. Saat Kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah Mak Eno, ia menceritakan semua yang dirasakanya. Syukur Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya hidup dan transpotasi berobat. Namun sebelum Mak Eno berobat Allah memanggilnya ke haribaan-Nya. Semoga amal ibadah Mak Eno diterima di sisi-Nya, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @pratama_catur @misnamina @fatmaalwiny @rirn_restu

Bu Eno menderita sesak napas + darah tinggi


ISWAH YUDI (30, Lumpuh). Alamat : Rusun BCI, Blok B Seruni 7/2/1, RT 15/16, Kel. Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Pria yang akrab disapa Yudi ini sebelumnya dirawat di ruang perawatan Gedung Soelarto RS Fatmawati Jakarta. Kaki Yudi menderita lumpuh karena sarafnya sudah tidak memungkinkan untuk kembali normal. Awal mula sakitnya itu terjadi pada November 2014, Yudi yang bekerja sebagai kuli bangunan jatuh dari gedung lantai 2 di daerah Rempoa, Ciputat. Setelah jatuh, ia tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat. Yudi dirawat selama 4 hari di RS Sari Asih karena mengalami pendarahan di kepala. Yudi juga mengalami amnesia dan sering teriak-teriak di ruang perawatan. Sang istri, Indri Puspita (33) meminta agar dirujuk ke RSUD Cengkareng karena dekat dengan rumah. Oleh pihak RSUD Cengkareng, Yudi dirujuk ke RSCM Jakarta dan menjalani operasi pada tulang punggungnya. Setelah 3 hari dirawat, ia disarankan untuk melakukan kontrol selama 3 bulan di poli rehabmedis. Jarak tempuh dari rumah ke RSCM terbilang jauh dan harus berangkat sedari subuh, karena kelelahan, kondisi Yudi menurun dan tidak bisa meneruskan rawat jalan di RSCM. Selama 2 bulan, Yudi hanya berbaring di tempat tidur rumahnya hingga timbul luka di bagian pantat yang cukup besar ditambah HB Yudi menurun. Akhirnya Yudi dibawa ke RSUD Cengkareng namun ia harus dirujuk ke Poli Rehabmedis RS Fatmawati. Ketika menjalani kontrol pertama kalinya di RS Fatmawati, Yudi langsung dianjurkan untuk dirawat inap di Gedung Soelarto RS Fatmawati. Selama 10 hari dirawat di RS Fatmawati, Yudi mendapatkan tranfusi darah sebanyak 2 kantong, infus zat besi dan vitamin. Oleh dokter, Yudi disarankan untuk membeli kursi roda paraplegia, namun istrinya, Indri, merasa keberatan karena sudah tidak mempunyai biaya. Selama ini pengobatan Yudi menggunakan KIS kelas III. Awalnya Indri bekerja, namun semenjak Yudi kecelakaan ia mengundurkan diri untuk merawat suaminya. Dua anaknya dititipkan pada ibunya dan biaya kontrakan rumahnya didapatkan dari bantuan saudara-saudaranya. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu membelikan kursi roda untuk Yudi dan kini ia dapat beraktivitas di rumah dengan kursi rodanya. Yudi dan istrinya tetap kebingungan karena selama di rumah Yudi tetap harus mendapatkan perawatan lukanya. Kondisi Yudi masih belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti, ia hanya dapat terbaring di tempat tidur. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat untuk perawatan lukanya di rumah. Sebelumnya Yudi telah dibantu pada Rombongan 978.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 April 2017
Kurir : @nurmanmlana @ririn_restu

Pak Yudi menderita Lumpuh


KASTILAH BINTI TISMOREJO (57, Benjolan di Dalam Perut). Alamat : Dusun Susukan II, RT 2/6, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Bu Kastilah merasakan sakit di perutnya. Kemudian pihak keluarga memeriksakan ke puskesmas terdekat. Setelah menjalani pengobatan beberapa lama, Bu Kastilah dan keluarga merasa tidak ada perkembangan signifikan terhadap kondisi kesehatan Bu Kastilah. Oleh karena itu pihak keluarga segera membawa Bu Kastilah berobat ke RSUD Wonosari, Gunungkidul. Setelah mendapat pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosa bahwa terdapat benjolan di dalam perut Bu Kastilah. Saat kurir Sedekah Rombongan bersilaturahim ke rumah Bu Kastilah, ia terbaring lemah di tempat tidur. Bu Kastilah dan keluarga sangat ingin melanjutkan pengobatan Bu Kastilah. Tetapi keluarga merasa kesulitan untuk biaya hidup dan pengobatan. Selama ini, Bu Kastilah dibantu oleh anak-anaknya yang bekerja di luar kota. Bapak Sukiran (66), suami Bu Kastilah bekerja sebagai buruh dengan penghasilan tidak menentu. Sementara, saat ini Bu Kastilah masih dalam proses pembuatan kartu jaminan kesehatan oleh pihak pemerintah desa. Untuk meringankan beban keluarga Bu Kastilah, kurir Sedekah Rombongan menyampaikan amanah sedekaholics. Semoga bantuan dari sedekaholics ini dapat menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Kastilah. Keluarga Bu kastilah sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu Kastilah menderita benjolan di dalam perut


RUBIYEM BINTI SONODRONO (51, Asam Urat + Kolesterol +Gula Darah Tinggi). Alamat : Dusun Pendowo, RT 1/6, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya Ibu Rubiyem periksa ke puskesmas karena merasa kurang enak badan. Lama-kelamaan, ia justru merasa tambah sakit, kakinya bengkak sehingga ia kesulitan berjalan. Saudara-saudaranya menyarankan untuk melanjutkan pengobatan. Untuk membiayai pengobatan Ibu Rubiyem menjual sepetak tanah. Ibu Rubiyem tinggal di rumah sendiri karena suaminya sudah meninggal, sementara anaknya merantau. Sang anak pun sudah berikhtiar untuk membiayai fisioterapi ibunya. Sampai saat ini Ibu Rubiyem sudah menjalani 20x fisioterapi dengan biaya sebesar Rp 900.000 tiap kali fisioterapi. Bagi keluarga Ibu Mujiyem, biaya ini terasa mahal sementara perkembangan kesehatannya masih stagnan. Saat ini Ibu Mujiyem masih mengeluh sakit karena efek kolesterol dan asam urat tinggi. Meskipun memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS, pihak keluarga mengaku sudah tidak memiliki biaya untuk akomodasi dan transportasi selama pengobatan lebih lanjut. Alhamdulillah, Allah pertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga ini. Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan amanah sedekaholics untuk membantu meringankan beban Ibu Rubiyem. Semoga Ibu Rubiyem segera mendapatkan kesehatan, Aamiin. Ibu Rubiyem sangat berterima kasih atas kepedulian sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 April 2017
Kurir :  @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu Rubiyem menderita asam urat + kolesterol +gula darah tinggi


WARTINEM BINTI MINTONO (42 Tahun, Gagal Ginjal). Alamat: Dusun Semanu Tengah RT.03/RW.37 Kelurahan Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Wartinem merupakan ibu dari tiga anak, sebelum sakit ia bekerja sebagai pedagang baju keliling untuk membantu ekonomi keluarganya. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai kenek truk pasir. Sebagai pedagang keliling, Bu Wartinem memiliki kebiasaan minum minuman berenergi dingin untuk menjaga staminanya, ternyata kebiasaannya tersebut berakibat sangat fatal untuk kesehatannya. Pada awal tahun 2015, Bu Wartinem divonis dokter terkena gagal ginjal dan diharuskan untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Semenjak sakit, Bu Wartinem tidak bisa bekerja lagi. Beberapa waktu yang lalu kondisi kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan rawat inap di RSUD Wonosari Gunungkidul. Keluarga ini berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, mereka sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Kurir Sedekah Rombongan kemudian menjenguknya di rumah sakit sembari menyampaikan bantuan dari sedekaholic berupa uang tunai yang akan dipergunakan untuk biaya hidup sementara selama dirawat di rumah sakit. Bu Wartinem dan keluarganya sangat berterima kasih kepada Sedekaholic dan Sedekah Rombongan. Mereka pun senantiasa mendoakan agar #Sedekaholic diberikan keberkahan oleh Tuhan YME. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Maret 2017
Kurir : @KissHerry, @Ekow_St, @Aji_Kristanto

Bu Wartinem menderita gagal ginjal


TUMINEM BINTI RONO DIMEJO (62, Kanker Payudara) Alamat: Dusun Getas, RT 14/3, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu Tuminem mulai mengidap penyakit kanker payudara sejak tahun 2013. Awalnya, ia hanya merasakan gatal dan ada benjolan di daerah payudaranya. Pihak keluarga pun segera memeriksakan ke puskesmas terdekat. Setelah itu ia dirujuk ke rumah sakit. Diagnosa dokter menyatakan bahwa Bu Tuminem menderita kanker payudara dan harus segera dilakukan operasi. Saat itu, Bu Tuminem belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Pihak keluarga pun segera mengurus administrasi untuk mendapatkan fasilitas Jamkesmas. Setelah itu keluarga pun segera mengurus rujukan dokter untuk operasi pengangkatan. Allah mempertemukan Sedekah Rombongan dengan keluarga Bu Tuminem melalui tetangganya. Mulai saat itu Bu Tuminem menjadi salah satu pasien dampingan Sedekah Rombongan wilayah Yogyakarta. Bulan Januari 2014, Bu Tuminem menjalani operasi pengangkatan kanker payudara di RSPAU Hardjolukito, Yogyakarta. Alhamdulillah, operasi Bu Tuminem berjalan lancar. Setelah operasi, Bu Tuminem menjalani 9x kemoterapi dan kontrol rutin. Tanggal 26 Maret 2015 dokter menyatakan Bu Tuminem sembuh, tetapi setiap 3 bulan sekali harus kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatannya. Bu Tuminem sangat senang sekali. Ia pun kadang-kadang ke ladang untuk bertani membantu suaminya, Marjuki (61). Tetapi delapan bulan lalu Bu Tuminem jatuh terpeleset. Saat ini Bu Tuminem hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kedua kakinya sulit digerakkan. Sempat sebelumnya Bu Tuminem berjalan dengan bantuan kruk, tetapi saat ini ia memilih hanya beristirahat saja karena sangat sakit. Dari pemeriksaan dokter, kanker yang Bu Tuminem derita telah metastase ke tulang. Saat ini Bu Tuminem sedang menunggu jadwal kemoterapi lagi. Bantuan ini diberikan untuk membantu akomodasi selama pengobatan Bu Tuminem. Bu Tuminem dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Laporan santunan sebelumnya terdapat pada Rombongan 779.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Maret 2017
Kurir : @kissherry, @ekow_st, @aji_kristanto

Bu Tuminem menderita kanker payudara


MUNAWIR BIN WASIMIN (46, Gloukoma) Alamat : Dsn, Wringin Tengah, RT 2/6, Kelurahan. Wringin, Kec. Wringin, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Bapak Munawir di diagnosis menderita Gloukoma dengan keadaan yang sudah parah kedua matanya sudah tidak bisa melihat lagi, dengan kondisi yang seperti itu, beliau disarankan untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Dengan kondisi mata yang seperti itu, beliau tetap berusaha mencari nafkah. Beliau adalah seorang pembuat tape di kampungnya. Bu Sanimah (44) istrinya, adalah seorang ibu rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh pak Munawir tidak menentu. Terkadang penghasilan dari menjual tape tidak cukup untuk biaya sehari hari beliau. Biaya transportasi yang mahal dan biaya hidup yang tidak murah membuat pak Munawir sempat menunda keberangkatannya. Mendengar hal itu kurir Sedekah Rombongan segera mendatangi rumah beliau dan mulai melakukan survey. Setelah dirasa cukup dan layak untuk dibantu, kami segera membawa pak Munawir ke Surabaya. Pak Munawir dan istri adalah pasangan suami istri yang taat beribadah. Terbukti pada saat berada di rumah singgah, ibadah sholat lima waktu tidak pernah mereka tinggalkan begitupun dengan sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud. Alhamdulillah, kami kurir Sedekah Rombongan bersyukur dipertemukan oleh keluarga pak Munawir. Belum seminggu menjalani perawatan di dokter Soetomo, mata sebelah kiri beliau sudah dioperasi dan digantikan oleh bola mata palsu. Saat ini pak Munawir menunggu pendonor mata untuk menggantikan mata sebelah kanan beliau. Harapan beliau dapat melihat dengan normal dan jelas kembali tentu juga adalah harapan dari kami,kurir yang mendampingi beliau. Saat ini beliau melakukan kontrol 1 bulan sekali sembari menunggu adanya pendonor mata untuk beliau. Bantuan sudah disampaikan dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 989. Pak Munawir dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari sedekaholics melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2017
Kurir : @Wahyu_CSD  @Opotondanda @EArynta

Pak Munawir menderita gloukoma


LAILY HANIK (58, Batu Ginjal). Alamat: Pagesangan IIIA RT 2/3, Kec. Jambangan, Surabaya, Prov. Jawa Timur. Sekitar tahun 2007, Bu Hanik mulai memiliki keluhan pada ginjalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke RSUD Sidoarjo, Bu Hanik di diagnosa menderita batu ginjal. Dokter menyarankan Bu Hanik untuk konrol rutin. Selama tahun 2007 hingga 2010 Bu Hanik menjalani pengobatan ke RSUD Sidoarjo. Tahun 2014 hingga 2015 Bu Hanik melanjutkan pengobatannya di RS Wangaya Denpasar. Kemudian, Bu Hanik kembali ke Surabaya dan berobat ke RS Siti Khodijah. Dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan batu ginjal, sehingga Bu Hanik dirujuk ke RS Angkatan Laut Surabaya untuk operasi. Setelah 2 bulan pasca operasi, Bu Hanik lanjut pengobatannya dengan melakukan terapi laser. Bu Hanik merupakan janda dengan 2 orang anak. Saat ini beliau sudah tidak dapat bekerja karena kondisi sakitnya. Bu Hanik memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun ada beberapa obat dan pemeriksaan laboratorium yang tidak di cover oleh BPJS. Alhamdulillah kami Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan Bu Hanik. Bantuan kembali diberikan dan dipergunakan untuk biaya iuran BPJS, pengobatan yang tidak tertanggung BPJS dan biaya pemeriksaan laboratorium. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan 981. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini Bu Hanik masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan  : Rp. 582.500,-
Tanggal : 8 April 2017
Kurir :   @Wahyu_CSD  Riany @EArynta

Bu Hanik menderita batu ginjal


MOHAMAD BIMA ADI (15, Kelainan Ginjal). Alamat: Jl. Ogan 1 No 24 Dusun Durenan Desa Pelem, Kec. Pare, Kab. Kediri, Jawa Timur. Bima biasa ia dipanggil, adalah pelajar kelas VIII Sekolah Menengah Pertama di Pare, Kediri. Pada awal September 2015 Bima sering mengeluh cepat lelah, sering merasa lemas dan sering mengalami demam. Karena itu orang tuanya memeriksakan Bima ke Puskesmas. Awal bulan November 2015 Bima mengalami demam lagi dan diikuti kejang sehingga membuat orang tuanya panik, Kemudian Bima langsung diperiksakan ke Rumah Sakit Amelia di Pare, Kediri. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Rumah Sakit, Bima diagnosa menderita kelainan ginjal. Bima sempat opname beberapa hari, dan akhirnya dokter memberi rujukan ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga berencana menunda keberangkatan ke Surabaya. Ayah Bima, Heru Widodo (42) bekerja sebagai pedagang asongan dan ibunya, Winarti (40) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga hanya membantu suaminya berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang jumlah tanggungannya 4 orang. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bima, dan saat itu juga kurir Sedekah Rombongan langsung menjemput Bima dan keluarga pendamping untuk di antar ke Surabaya serta Bima dibuatkan jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Proses berobat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya terbilang lancar. Bantuan sudah diberikan dan dipergunakan untuk biaya pengobatan serta transportasi ke Surabaya. Bantuan sebelumya tercatat pada rombongan 977. Bima dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan. Semoga kesehatan Bima segera membaik dan bisa melanjutkan sekolah demi menggapai cita-cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 855.000,-
Tanggal : 9 Maret 2017
Kurir : @Wahyu_CSD BambangBKY @EArynta

Bima menderita kelainan ginjal


ZIO DEVANDRA (5, Ginjal Bocor). Alamat : Dusun Magersari, RT 3/6, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Pada Bulan Juni tahun 2015, Zio yang saat itu mengeluh kalau di bagian perutnya terasa sakit dan saat buang air kecil sangat sakit. Setelah 5 hari berlalu, wajah Zio tiba-tiba membengkak dan perut Zio juga mulai menggembung. Akhirnya orang tua Zio dengan sigap membawa Zio untuk periksakan ke Puskesmas di daerah sekitar rumah. Dari Puskesmas Zio disarankan untuk melakukan cek laboraturium untuk pemeriksaan yang lebih detail. Hasil dari cek laboraturium, Zio di diagnosis mengalami ginjal bocor dan langsung diberikan surat rujukan ke RS Saful Anwar (RSSA) Malang. Setelah beberapa kali menjalani kontrol dan konsul dengan dokter di RSSA, Zio akhirnya diputuskan menjalani pengobatan dengan kemo terapi sebanyak 6 kali. Pada awal bulan ini Zio menjalani kemoterapi yang ke 4 dan rencana akan dilakukan kemo terapi ke 5 pada awal Bulan Juni. Zio adalah putra kedua dari Bapak Hariadi (31) dan Ibu Wulan (29), sedangkan kakaknya Diandra (9) yang masih duduk di sekolah dasar. Orang tua Zio yang bekerja sebagai serabutan merasa sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Zio untuk berobat. Dengan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki Zio sangatlah membantu. Akan tetapi kebutuhan untuk transportasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS sangat menyulitkan keluarga. Alhamdullilah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Zio dan keluarganya. Kurir Sedekah Rombongan yang merasakan kesulitan yang dihadapi, santunan kembali diberikan untuk Zio yang telah dipergunakan untuk kebutuhan selama di rumah sakit, membeli obat-obatan, susu, iuran BPJS dan perbaikan keadaan umum. Bantuan sebelumnya telah tercatat pada rombongan nomor 982 Semoga pengobatan yang dijalani Zio diberikan kelancaran dan lekas mendapat kesembuhan. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 803.700,-
Tanggal : 16 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Agus @m_rofii11

Zio menderita ginjal bocor


PANDU NIZAM AL AKBAR (3, Atresia Ani). Alamat : Dusun Dukuh Dawuhan, RT 4/8, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tanggal 5 Juni 2013 lalu, Pandu yang lahir di RS Saiful Anwar telah mengalami kelainan. Dokter telah mendiagnosis jika Pandu mengalami atresia ani atau dalam bahasa awamnya tidak memiliki lubang anus. Tim dokter akhirnya melakukan tindakan operasi kolostomi kepada Pandu dengan sepertujuan dari orang tua. Setelah dilakukan operasi, dokter menyarankan untuk menunggu Pandu menginjak umur 3 tahun untuk operasi pembuatan lubang anus. Seiring berjalannya waktu, Pandu yang sudah berumur 3 tahun pun telah menjalani operasi pembuatan anus dan operasinya berjalan sangat lancar. Untuk bulan ini Pandu dilakukan tindakan businasi atau bahasa awamnya pelebaran lubang dubur. Pandu adalah putra ke 2 dari Bapak Mulyono (36) dan Ibu Ita (32). Bapak Mulyono sebagai tulang punggung keluarga bekerja sebagai manol atau tukang angkat yang memiliki pendapatan yang sangat sedikit dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sedangkan kakak Pandu masih duduk di bangku sekolah dan Pandu juga membutuhkan biaya untuk berobat. Karena tidak adanya biaya, pengobatan yang dijalani Pandu sempat terhenti selama 1 tahun karena jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Kelas I yang dimiliki. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan yang dipertemukan dengan Pandu akhirnya dapat menjalani pengobatannya kembali. Bantuan yang diberikan kepada Pandu pada bulan ini telah digunakan untuk iuran BPJS, kebutuhan saat masuk rumah sakit, membeli obat dan biaya perbaikan keadaan umum. Keluarga Pandu mengucapkan banyak terima kasih kepada Sedekah Rombongan dan Sedekaholics atas bantuan yang diberikan. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan nomor 991. Semoga Pandu akan selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan jalan kesembuhannya. Amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 1.038.700,-
Tanggal : 19 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Sitin @m_rofii11

Pandu menderita atresia ani


MIMI SUPADMI (48, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Perumahan Gogorante Indah I F – 3, RT 24/6, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pada 1 tahun yang lalu, pada payudara sebelah kiri Ibu Mimi mulai ada benjolan sekecil kelereng, akan tetapi dibiarkan saja karena beliau tidak merasakan sakit apa pun. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut terasa sakit dan kian hari terus membesar. Beliau pun diperiksakan ke dokter umum di sekitar rumah dan oleh dokter beliau di sarankan untuk ke RS Baptis Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, beliau didiagnosis oleh dokter mengalami kanker payudara. Akhirnya oleh dokter disarankan untuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya agar menjalani pengobatan secara intensif.  Akan tetapi beliau belum berangkat karena kartu BPJS masih belum aktif. Alhamdulillah Ibu Mimi pun dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan dan beliaupun telah menjadi dampingan Sedekah Rombongan Malang. Saat ini Ibu Mimi telah mengambil hasil PA dan dari hasil tersebut diketahui bahwa kanker beliau tidak ganas. Kontrol yang dilakukan beliau pada Bulan Mei ini saran dari dokter, ini kontrol yang terakhir. Ibu Mimi saat ini tinggal bersama dengan orang tua beliau dan seorang putri beliau. Orang tua Ibu Mimi yang sudah tua tidak bisa bekerja lagi, sedangkan Ibu Mimi sudah berhenti bekerja karena sakit padahal anak beliau masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Alhamdulillah, jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki beliau telah aktif. Akan tetapi biaya untuk berobat, transportasi dan kebutuhan saat berobat menjadi kendalanya. Pada bulan ini, Tim Sedekah Rombongan Malang telah memberikan bantuan untuk beliau yang telah digunakan untuk kebutuhan rawat luka, membeli obat-obatan, biaya saat masuk rumah sakit, transportasi dan perbaikan keadaan umum. Santunan untuk Ibu Mimi pada sebelumnya telah tercatat di rombongan nomor 990. Semoga kondisi Ibu Mimi akan selalu membaik dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 600.000,-
Tanggal : 10 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Tica_Fajaria @m_rofii11

Bu Mimi menderita kanker payudara kiri


WIDYO BUDI SUWOKO (50, Amyotrophic Lateral Sclerosis). Alamat : Kedondong Kidul IV No. 15, RT 8/6, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pada awal tahun 2011, Bapak Budi selalu mengeluh bahwa kondisi badannya selalu lemas dan tidak memiliki tenaga dan terkadang beliau juga mengalami kejang. Bapak Budi pun akhirnya memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dokter mendiagnosis bahwa Bapak Budi mengalami autoimun. Akan tetapi pengobatan yang beliau jalani tidak membuahka hasil apapun, kondisi beliau masih sama seperti dulu. Pada tahun 2015, beliau mencoba berobat ke RS Saiful Anwar Malang. Dari dokter yang memeriksa beliau mendiagnosis bahwa Bapak Budi mengalami Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau penurunan fungsi pada sel saraf motorik yang disebabkan kerusakan sel saraf. Kondisi beliau saat ini sulit untuk berjalan dan kondisi beliau masih lemas. Bapak Budi tinggal di Malang bersama istri beliau dan seorang putra. Bapak Budi sudah tidak bekerja lagi dan istri beliau bekerja sebagai karyawan swasta yang memiliki penghasilan yang sedikit. Sedangkan putra beliau masih membutuhkan biaya untuk sekolahnya. Selama berobat Bapak Budi sangat terbantu akan adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas II. Akan tetapi biaya membeli obat dan transportasi menjadi kendala tersendiri. Alhamdulillah, Bapak Budi dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan pertama pun diberikan kepada beliau untuk biaya berobat, membeli obat-obatan dan transportasi ke rumah sakit. Semoga dengan bantua yang telah diberikan dapat menjadi jalan sembuh Bapak Budi. Amin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Nuryati @m_rofii11

Pak Budi menderita amyotrophic lateral sclerosis


SUPIATI BINTI SAMIN (63, Kanker Payudara Kiri). Alamat : Dusun Lumbangsari, RT 14/3, Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.  Pada tahun 2015, Ibu Supiyati merasakan nyeri pada payudara sebelah kiri beliau dan beberapa hari kemudian mulai timbul benjolan kecil. Pada awalnya beliau hanya melakukan pengobatan tradisional dan akhirnya benjolan tersebut pecah. Karena rasa sakit yang terus menerus dirasakan beliau, akhirnya pada Bulan Agustus 2016 beliau mulai pengobatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Setelah menjalani berbagai macam kontrol dan pemeriksaan, dokter pun mendiagnosis bahwa Ibu Supiati mengalami kanker payudara. Ibu Supiati yang telah di jadwalkan dokter untuk kemo terapi sebanyak 6 kali dan sinar sebanyak 5 kali telah berjalan lancar. Akan tetapi, kondisi Ibu Supiati saat ini sangat lemas dengan kondisi luka pada payudara sebelah kiri semakin membesar dan terjadi pembengkakan pada lengan kanan beliau. Ibu Supiati saat ini tinggal bersama dengan anak beliau dan keluarganya. Anak beliau bekerja sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai buruh tani memiliki penghasilan yang sangat sedikit. Sedangkan kedua cucu Ibu Supiati masih memerlukan biaya untuk tetap sekolah. Ibu Supiati bersyukur karena adanya jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri Kelas III yang dimiliki. Akan tetapi kebutuhan obat-obat dan transportasi ke RSSA selalu menjadi kendala beliau dalam berobat. Alhamdulillah Ibu Supiati dipertemukan dengan Sedekah Rombongan dan bantuan pun telah diberikan untuk membeli obat-obatan, biaya transportasi dan perbaikan keadaan umum. Semoga Kondisi Ibu Supiati akan selalu membaik dan lekas diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2017
Kurir : @FaizFaeruz Brio @m_rofii11

Bu Supiyati menderita kanker payudara kiri


MUHAMMAD ANDRE IRAWAN (17, Leukimia). Alamat : Dusun Cari, RT 2/2, Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Awal mulanya saat Andre berusia tiga tahun ia sering demam tinggi hingga kejang-kejang. Saat berusia lima tahun, Andre mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Kedua orangtuanya membawa Andre ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Andre didiagnosis menderita TBC. Setelah menjalani pengobatan selama tiga bulan, Andre dinyatakan sembuh. Setahun kemudian, Andre masih sering mengalami demam tinggi walaupun sudah dinyatakan sembuh dari TBC. Orangtua Andre semakin khawatir karena anak mereka tidak kunjung sembuh. Andre akhirnya dilarikan ke RSUD Dr. Iskak Tulungagung untuk mendapatkan pemeriksaan kembali. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Andre didiagnosis menderita leukimia. Pada 2006, Andre dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani pengobatan yang lebih lengkap. Setiap dua minggu sekali, Andre diharuskan untuk melakukan kontrol. Hingga kini ia rutin menjalani transfusi darah dan mengonsumsi obat-obatan dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kini Andre sudah duduk di bangku SMK kelas XI. Ia sering tidak masuk sekolah karena kondisinya yang lemah dan harus rutin melakukan kontrol ke Surabaya. Ditambah lagi, saat ini ia sering mengalami perdarahan gusi dan mengeluarkan darah ketika BAB. Kedua orang tua Andre, Agus Salim (40) bekerja sebagai buruh tani dan Ulidah (37) sebagai ibu rumah tangga. Andre yang memiliki jaminan kesehatan berupa JKN-KIS kelas I untuk membantunya dalam biaya berobat.  Walaupun demikian, keluarga mengalami kesulitan untuk membiayai obat-obatan Andre di luar BPJS serta biaya transportasi pulang pergi Tulungagung ke Surabaya untuk berobat. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Andre dan bantuan pun telah disampaikan Sedekah Rombongan untuk biaya transportasi dan biaya pengobatan Andre. Semoga Andre dapat segera sembuh dan dapat meraih cita-citanya. Amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 April 2017
Kurir : @FaizFaeruz @Wahyu_CSD  Bintang @EArynta @m_rofii11

Andre menderita leukimia


KARSINAH MUHAMMAD FAJARUDIN  (43 ,Kecelakaan Lalu Lintas), Alamat : Dusun Kedaleman RT 1 RW 2 Desa Pringhowijaya Kecamatan  Kutoarjo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Bu Karsinah ini seorang penjual gado – gado dirumahnya. Bu Karsinah mengalami kecelakaan lalu lintas ketika pada tanggal 10 Februari 2017 pukul 04.30 WIB, seperti biasa ibu Karsinah beranjak pergi ke pasar untuk belanja sayuran untuk diolah menjadi jajanan lotek yang menjadi mata pencahariannya setiap hari. Naas pada saat menaiki sepeda motor menuju ke pasar disaat pagi yang masih gelap Bu Karsinah mengalami kecelakaan bertabrakan dengan pengendara lain yang. Bu Karsinah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo Purworejo dikarenakan ada luka di bagian kaki dan kepala. Alhamdulillaah hasil pemeriksaan dokter Bu Karsinah tidak mengalami gegar otak hanya cedera kepala ringan namun harus opname di rumah sakit. Bu Karsinah dan suaminya Bapak Muhammad Fajarudin (47) sebagai buruh bangunan ini memiliki 2 orang anak yang satu sudah berumah tangga namun masih tinggal satu rumah dan yang lainnya masih duduk di bangku SMP. Bu Karsinah harus menanggung biaya pengobatan di rumah sakit  sebesar Rp.3.500.000,- karena si penabrak dan keluarga Bu karsinah  sepakat untuk berdamai dan mengurus masing-masing. Disamping itu juga harus memperbaiki motornya sendiri. Beruntun ada warga yang mengetahui Sedekah Rombongan dan memohon bantuan untuk biaya rumah sakit. Alhamdulillah oleh Sedekah Rombongan Bu Karsinah mendapat bantuan untuk biaya rumah sakit. Semoga bantuan ini dapat meringankan penderitaan Bu Karsinah.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 13 Februari 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Yoga Wiwit

Bu Karsinah mengalami kecelakaan lalu lintas


MUSA AFADOH BIN URIP BASIRUN (13, Susp Chronic Myloid Leukemia), Alamat : Desa Blimbing RT 3 RW 1 Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Ananda Musa mengalami Sakit perut yang tidak sembuh, sudah diperiksakan ke puskesmas sama ke bidan desa setempat. Dikarenakan sakit perut yang sangat sakit maka pada tanggal 3 April 2017 jam 23.00 WIB ananda Musa dirujuk Ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo. Hasil diagnosa dari rumah sakit sangat membuat keluarga ananda Musa merasa panik dikarenakan ananda Musa harus dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Adapun diagnosa dokter ananda Musa terdeteksi Susp Chronic Myloid Leukemia. Adapun kehidupan bapak Urip Basirun (45) sebagai buruh dan ibu Surati (40) juga sebagai buruh membuat bingung kedua orang tua ananda Musa. Alhamdulilah Kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo dimana ananda Musa dirawat. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan akomodasi ananda Musa saat di Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Yoga Didit Fandi  Ozy

Musa menderita susp chronic myloid leukemia


AMANDA ICHA DEVIANI ROHMA BINTI JOKO ATMOKO (10,Kecelakaan Lalu Lintas) Alamat : Gang Merapi RT 5 RW 3 Desa Wero Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Bermula saat kecelakaan yang terjadi pada tanggal 6 Maret 2017 sekitar pukul 20.00 WIB ananda Amanda Icha diboncengkan motor oleh kakaknya sepulang dari membeli nasi goreng. Oleh kakaknya Icha hendak ingin menyalip motor namun berpapasan dengan bis yang ada di depannya. Kecelakaan pun tidak bisa di hindari. Ananda Amanda Icha dan Kakaknya di larikan ke Rumah Sakit Palang Biru Gombong Jawa Tengah. Satu jam di Rumah Sakit, Kakaknya Ananda Amanda Icha meninggal dunia karena Kondisi yang parah. Dikarenakan kondisi ananda Amanda Icha yang kritis dan tidak sadarkan diri, oleh persetujuan pihak keluarga akhirnya langsung di rujuk ke Rumah Sakit Margono Purwokerto dan di rawat inap selama 10 hari dari Tanggal 6-15 Maret 2017. Pada Tanggal 8 Maret 2017 dilakukan operasi pembersihan luka (debridement) dilanjutkan dirawat di bangsal hingga di ijinkan untuk rawat jalan. Sudah kontrol berobat satu kali di Rumah Sakit Margono Purwokerto pada Tanggal 29 Maret 2017 dan saat ini masih rawat jalan menunggu pertumbuhan daging penuh pada luka baru bisa dilakukan operasi penutupan luka (operasi plastik). Alhamdulilah kurir Sedekah Rombongan mendengar informasi tersebut dan bersilaturahmi ke rumahnya. Santunan dari sedekacholicpun diberikan untuk meringankan akomodasi kontrol Ananda Amanda Icha ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Fitri Tuti

Amanda mengalami kecelakaan lalu lintas


RISKA NUR WAHYUNINGSIH BINTI SUYOKO (18,Kista), Alamat : Dusun Bonjok RT 1 RW 1 no. 14 Desa Bonjok Kecamatan Adimulyo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah.  Riska mulai mengalami sakit sejak awal Januari 2017. Saat itu Riska berobat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong selama seminggu dari tanggal 16 sampai dengan 23 Januari 2017 dengan suspect kista. Pada Tanggal 24 Januari 2017 riska dibuatkan surat rujukan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta. Dari hasil rontgen, dokter mendiagnosa Riska menderita kista di perutnya dan di lakukan tindakan operasi namun menunggu antrian.  Riska sempat di rawat di RSU PKU Muhammadiyah Gombong dari tanggal 10 – 16 Februari 2017 dan di buatkan surat rujukan untuk berobat ke RSU Margono Purwokerto hingga di rawat inap sampai Tanggal 23 Februari 2017. Riska pernah di rawat inap di RSDS Kebumen selama 3 hari dari tanggal 2 – 4 April 2017. Karena kondisinya yang terus melemah, Bapak Suyoko (43) yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Tarti Setiani (39) sebagai ibu rumah tangga membawa Riska rujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta dan Alhamdulillah dapat rawat inap di Ruang Bougenville kamar No 6. Tetapi Allah lebih sayang sama Riska. Riska pun menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 8 April 2017. Santunan dari sedekacholicpun diberikan oleh orang tua Riska untuk meringankan biaya-biaya yang belum terbayarkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Erlita Eni

Riska menderita kista


RIO FERDINAN BIN SUNARTO (4, Bisu tuli), Alamat : Desa Rejosari RT 2 RW 1 Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Rio Ferdinan anak dari pasangan bapak Sunarto (40) dan ibu Minarni (29) sejak lahir terlihat sehat seperti anak pada umumnya, dari lahir kelak didoakan orang tuanya menjadi anak yang sehat dan bisa membahagiakan orang tuanya. Saat Rio usia 1 tahun masih terlihat normal karena bisa menangis saat minta makan dan minum. Pada saat usia Rio 2 tahun, orang tua Rio melihat kejanggalan karena Rio belum juga bisa berbicara seperti anak seusianya. Pada tahun 2014 orang tua Rio berinisiatif memeriksakan ke Rumah Sakit Tjitro Wardjojo Purworejo, setelah melakukan pemeriksaan ternyata harus dirujuk ke poli THT Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih komplit. Setelah dilakukan pemeriksaan ASSR hasil desible dengan angka 110 dengan kesimpulan masih punya harapan untuk bisa mendengar dengan dibantu alat dengar. Keluarga Rio telah terdaftar sebagai peserta BPJS, dan mendapat bantuan Alat Bantu Dengar hanya 1 juta sedangkan harga untuk alat bantu dengar 2 telinga 25 juta. Rio juga periksa ke ahli ABD di apotik daerah dan ada yang menjual alat yang lebih murah dengan harga untuk 1 telinga Rp 4.950.000 (jenis super power) dan sudah diuji cobakan ke penderita dengan hasil Rio bisa merespon suara. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Rio di desa Rejosari, kurir menyampaikan bantuan kepada keluarga Rio yang mudah mudahan bisa membantu untuk membeli alat bantu dengar. Kepada sedekaholic, bantuan 100% tersalurkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 10 April 2017
Kurir : @MarjunulNP Sudiarto Aziz Rafiq

Rio menderita bisu tuli

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 FEBRIAN RAINAN AZZAM DAN FEBRIAN RAIHAN AHSAN 2,000,000
2 SARMI BINTI NOYO SETIKO 2,000,000
3 NURHAYATI BINTI NURHADI 3,000,000
4 MASJID 6,000,000
5 MIRA WIJAYANTI 1,000,000
6 ALKHAISYA ALGHAZALI NAJWA 500,000
7 NANIK ISMAWATI 1,000,000
8 BIMA ARKA SINATRYA 2,000,000
9 LEDY CAN CRISTIANI 1,000,000
10 MUHAMMAD FAJAR BIN HASANUDDIN 500,000
11 SUPRIYADI JAWAI 2,500,000
12 KASMAWATI BINTI ABDUL SYUKUR 750,000
13 RABINE BINTI ALI 500,000
14 MISRIYA BIN ALAWI 851,190
15 MUHAMMAD ALI 536,000
16 NJOO SWIE FOEN 642,500
17 RIZKI IKMALA 779,000
18 SITI MARDIYAH 500,000
19 SUGITO BIN KASENI 2,081,800
20 TITIK RACHMAWATI 1,327,900
21 RUBIYAH BINTI ALM. KASNO REJO 2,000,000
22 MISRENI BINTI SAMIN 553,500
23 URIPAN SUBIYANTO 593,000
24 ABDUL FATAH 1,100,000
25 SONI ISRA ISTAIN 500,000
26 AZIMATUL KHUSNIA 1,821,000
27 MUHAMMAD FUAD ARIF RACHMAN 530,000
28 SITI MU’ALIMAH 500,000
29 ABDUL MUKIT 1,000,000
30 BAKTI SOSIAL 1,800,000
31 BEDJOE ARYO SAPUTRO 2,700,000
32 SUSANTI KUMALA SARI 500,000
33 MAEMUNAH BINTI BANDI 500,000
34 RINI PERMATASARI 1,000,000
35 SARNAWI BIN MAKRUM 500,000
36 NANO BIN RISA 500,000
37 SUHAYA BINTI ABDURAHMAN 500,000
38 FADHILA PUTRI 1,000,000
39 MUHAMMAD YAHYA 500,000
40 ENO BINTI SUMA 500,000
41 ISWAH YUDI 500,000
42 KASTILAH BINTI TISMOREJO 1,000,000
43 RUBIYEM BINTI SONODRONO 500,000
44 WARTINEM BINTI MINTONO 500,000
45 TUMINEM BINTI RONO DIMEJO 1,000,000
46 MUNAWIR BIN WASIMIN 500,000
47 LAILY HANIK 582,500
48 MOHAMAD BIMA ADI 855,000
49 ZIO DEVANDRA 803,700
50 PANDU NIZAM AL AKBAR 1,038,700
51 MIMI SUPADMI 600,000
52 WIDYO BUDI SUWOKO 500,000
53 SUPIATI BINTI SAMIN 500,000
54 MUHAMMAD ANDRE IRAWAN 1,000,000
55 KARSINAH MUHAMMAD FAJARUDIN 2,000,000
56 MUSA AFADOH BIN URIP BASIRUN 500,000
57 AMANDA ICHA DEVIANI ROHMA BINTI JOKO ATMOKO 500,000
58 RISKA NUR WAHYUNINGSIH BINTI SUYOKO 1,000,000
59 RIO FERDINAN BIN SUNARTO 1,000,000
Total 62,945,790

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 62,945,790,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1000 ROMBONGAN

Rp. 50,818,474,455,-

Mau bantu Mereka?
Silahkan transfer ke rekening SedekahRombongan

Bank BCA a/c 84655-23456
Bank Mandiri a/c 137-00111-0011-8
Bank Syariah Mandiri a/c 4111-4111-45
Bank Muamalat a/c 532-000-6666
a/n Sedekah Rombongan

Takkan berkurang harta yang disedekahkan. Ia justru akan bertambah..bertambah dan bertambah...


2 Responses to Rombongan 1000

  1. wahyu riandy yuniar

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Bagaimana caranya untuk bisa ikut berdonasi di program sedekah rombongan yang 1000?

    • arfika

      Bisa melalui:
      BCA 84655-23456
      MANDIRI 137-00-111-00-118
      SYARIAH MANDIRI 4111-4111-45
      MUAMALAT 532-000-6666
      Semua a.n Sedekah Rombongan
      :)