Rombongan 100 berisi saudara-saudara kita yang diuji Allah dengan ujian yang dahsyat. Ada yang tidak memiliki rongga atas mulut sejak bayi, hydrocepallus hingga mereka yang gubuk saja sudah miring dan tinggal bersama kambing.

Rombongan 100 berisi saudara-saudara kita yang diuji Allah dengan ujian yang dahsyat. Ada yang tidak memiliki rongga atas mulut sejak bayi, hydrocepallus hingga mereka yang gubuk saja sudah miring dan tinggal bersama kambing.

Putri Nazila 3thn putri dari Ibu Linda (buruh cuci) beralamat di Jl. Pal Gg Sejati 1 Pontianak Kalimantan Barat. Adik Putri cacat sejak lahir, bibir sumbing dan tidak punya langit2 mulut, ini bayi ke 3 yang kita temukan setelah Istiqomah di Magelang dan Nugie di Jogja, Adik Putri di usianya sekarang tidak bisa makan, asupan gizinya melalui susu dan bubur bayi yang dikonsumsi memakai alat bantu. Ibu linda bekerja sebagai tukang cuci dengan penghasilan Rp.200.000/bulan, perjuangan seorang Ibu lagi lagi. Mereka tinggal di kontrakan kecil. Tuhan membaikkan melalui tangan tangan pribadi2 hebat yang terketuk.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Relawan : @KarmanMove via Mbak Kiki Vialenta
Tanggal : 10/2/2012

Adik Putri cacat sejak lahir, bibir sumbing dan tidak punya langit2 mulut

Adik Putri cacat sejak lahir, bibir sumbing dan tidak punya langit2 mulut

____________________________________

Ibu surani umur 43 tahun beralamat di jln magelang km 5,6. Ibu ini menderita kangker usus,mempunyai suami tukang tambal ban dan pengumpul rongsokan,mempunyai 7 anak dan keenam anaknya masih sekolah.penghasilan suami sehari kurang lebih Rp 20.000,butuh biaya untuk berobat

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Relawan Pemberi: @wilispawesti dan @tyanurulendah
Tanggal Pemberian: 6februari 2012

Ibu Surani menderita kangker usus,mempunyai suami tukang tambal ban dan pengumpul rongsokan

Ibu Surani menderita kangker usus,mempunyai suami tukang tambal ban dan pengumpul rongsokan

____________________________________

Berjalan setapak demi setapak, berhenti pada tong-tong sampah kemudian mengaduk dan memilah isinya untuk mendapatkan barang bekas layak jual agar hidup terus bergulir. Begitulah mbah Atmo Pawiro Putri (75) yang tinggal Kerapyak Kulon Yogyakarta menjalani harinya. Pagi itu @IqbalRekarupa salah satu tim #SedekahRombongan mengikuti dan memperhatikan aktivitas mbah Atmo hingga pada akhirnya dia meminta mbah pawiro berhenti. Tak lupa memohon maaf, @IqbalRekarupa mengajak mbah Atmo berbincang, menanyakan soal aktivitas dan keluarganya. Sungguh pelajaran besar yang dia dapatkan pagi itu dari seorang mbah Atmo, beliau wanita hebat yang tidak mau mengalah pada keterbatasan. Ucap dan laku syukur beliau wujudkan dalam semangat mandiri melakoni tugas mulia sebagai tulang punggung keluarga. Pada akhirnya @iqbalRekarupa menyampaikan amanat donatur #SedekahRombongan sebesar Rp. 500.000,- untuk sekedr meringankan tanggungjawab beliau. Saat @IqbalRekarupa menyampaikan amplop dan memohon pamit, doa beliau terlontar tiada henti untuk kesehatan, kemakmuran, dan keberkahan kepada semua donatur #SedekahRombongan. Amin…

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Relawan: @IqbalRekarupa
Tanggal: 10/2/2012

Ibu Atmo Pawiro seorang pemulung

Ibu Atmo Pawiro seorang pemulung

____________________________________

Eka Rosita Rahmawati, 1th Anak dari pasangan Tri Rahmat Haryanto(28) dan Retno Palupi (22) menderita
penyakit Hidrosepalus (pembesaran kepala). menurut ayah Eka setiap minggu harus kontrol ke RS Dr Moeardi Solo dengan minimal biaya Rp 250.000,- setiap kontrol. terkadang bila tidak ada biaya mereka tidak dapat mengontrolkan anak mereka, ujar beliau. ayah Eka bekerja sebagai buruh bangunan dan bunda Eka hanya bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah pabrik dan hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, untuk makan dan beli susu EKA terkadang mereka hrs menghutang .

Jumlah Bantuan : Rp.2.500.000,-
Relawan : @KarmanMove
Tanggal : 10/2/2012

Eka Rosita menderita penyakit Hidrosepalus (pembesaran kepala)

Eka Rosita menderita penyakit Hidrosepalus (pembesaran kepala)

____________________________________

Mbah Sainah, 62 tahun, hidup sendiri di Ngringin, Eromoko, Wonogiri. Ketiga anak putrinya masing-masing telah diboyong oleh suaminya. Hanya saja kabarnya kondisi ketiga keluarga putrinya tersebut masih jauh dari cukup, sehingga tak mampu banyak membantu kehidupan keseharian Mbah Sainah. Bahkan sekedar menengok kondisi harian orang tuanya tersebut sangat jarang, biaya transportasi menjadi alasan utama. Dukuh Ngringin, berada di perbatasan dengan Kecamatan Ponjong Gunungkidul. Topografi wilayahnya batu berbukit, dan untuk menjangkau rumah Mbah Sainah hanya bisa dengan jalan kaki mendaki (berada di ‘atas’ Rumah Mbah Parman), sehingga rumah beliau ini bisa dibilang paling ‘atas’. Penghidupan harian hanya mengandalkan sebagai buruh di ladang tetangga, yang seringkali upahnya tak mesti uang, tapi sering juga hanya upah makan. Ketika #SedekahRombongan datang kaki beliau terlihat luka habis terjatuh, sehingga tiga hari beliau ngga keluar rumah ….

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan : @KarmanMove via @jkmukti
Tanggal : 9/2/2012 i

Mbah Sainah, 62 tahun, hidup sendiri di Ngringin, Eromoko, Wonogiri

Mbah Sainah, 62 tahun, hidup sendiri di Ngringin, Eromoko, Wonogiri

____________________________________

Mbah Sugiyem, 94 tahun, hidup sendiri juga di Ngringin, Eromoko, Wonogiri. Kabarnya beliau termasuk orang tertua di dusun tersebut, sebab semua sebayanya sudah meninggal. Tapi secara fisik masih relatif terlihat ‘bugar’. Sambil cerita beliau masih sempat bergurau,”Mboten ngerti mas, kok kulo kliwatan dereng dipundut gusti Allah” (Ngga tau
mas, kok saya terlewat belum dipanggil Gusti Allah). Rumah beliau relatif lebih ‘bawah’ dibanding Mbah Sainah. Dengan umur selanjut itu beliau sudah tak mampu lagi ke ladang, sehingga penghidupan kesehariannya juga banyak dibantu oleh para tetangga. Sepertinya beliau sudah dikabari akan ada ‘tamu’ yang datang sehingga sudah mempersiapkan gelaran tikar, dan berganti baju yang ‘pantas’, tetapi itu belum cukup menutupi kondisi riil pojok atap rumahnya yang terlihat rapuh dan bocor ketika hujan …

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan : @KarmanMove via @jkmukti
Tanggal : 9/2/2012

Mbah Sugiyem, 94 tahun, hidup sendiri juga di Ngringin, Eromoko, Wonogiri.

Mbah Sugiyem, 94 tahun, hidup sendiri juga di Ngringin, Eromoko, Wonogiri.

____________________________________

Suprihatin, 25 tahun, Kendalrejo, Eromoko, Wonogiri. Dari Ngringin masih berjarak sekitar setengah jam perjalanan motor mengitari bukit berbatu. Walaupun sebenarnya Kendalrejo relatif dekat dengan ‘pusat’ kelurahan. Sejak kecil Suprihatin lumpuh, awalnya dulu sering kejang-kejang dan panas yang akhirnya membuatnya lumpuh dan sulit berkomunikasi hingga sekarang. Sejak kecil itu pula, Suprihatin hanya diasuh oleh ibunya, Sainem, 46 tahun, tragisnya bapak kandungnya meninggalkan ibu dan anak ini entah kemana. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan ini mereka saat itu bertahan hidup. Sekitar 10 tahun lalu, Pak Sarno, 50 tahun, seorang duda yang matanya buta sebelah, menikahi Bu Sainem. Pernikahan tersebut tak banyak menaikkan taraf hidup keseharian mereka sebab Pak Sarno hanyalah seorang buruh serabutan yang saat ini kesehariannya tinggal terpisah di daerah Ngadirejo, Wonogiri yang jaraknya relatif jauh dari Eromoko. Hanya sekitar sebulan sekali beliau pulang berkumpul di rumah …

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Relawan : @KarmanMove via @jkmukti
Tanggal: 9/2/2012

Sejak kecil Suprihatin lumpuh, awalnya dulu sering kejang-kejang dan panas yang akhirnya membuatnya lumpuh dan sulit berkomunikasi hingga sekarang.

Sejak kecil Suprihatin lumpuh, awalnya dulu sering kejang-kejang dan panas yang akhirnya membuatnya lumpuh dan sulit berkomunikasi hingga sekarang.

____________________________________

Mbah Suyem, 80 tahun, tinggal di Munggi Pasar, Semanu, Gunungkidul. Sejak sekitar 5 bulan lalu beliau mengalami kebutaan mata yang sebelumnya diawali dengan batuk2 dan panas badan. Mungkin karena keterbatasan biaya, sehingga saat itu tak banyak yang mampu mereka lakukan untuk sakit Mbah Suyem tersebut, bahkan cenderung disepelekan dan dianggap sakit biasa. Ketika kemudian penglihatan beliau terganggu, dokter memvonis kerusakan syaraf mata. Mbah Parjiyono sang suami selama ini berjalan terpincang. Sebelumnya, sebelum mengalami kebutaan Mbah Suyem lah yang menuntun jalan suaminya, sekarang praktis keduanya ngga mampu beraktifitas keluar rumah. Tragisnya, Mujirah, 48 tahun, sang menantu mengalami hal yang hampir mirip yaitu kebutaan mata sekitar 3 tahun lalu, padahal sebelumnya Mujirah mampu menjahit untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Sedangkan putra laki-laki Mbah Suyem kesehariannya hanya buruh serabutan. Relawan #SedekahRombongan hampir tak mampu menahan air mata ketika memasuki rumah beliau dengan dinding bambu lapuk di sana-sini, bahkan lebih banyak ditempel dengan kertas koran. Tak mampu membayangkan kehidupan keseharian mereka ini. Entah berapa kali mereka mengucap terima kasih atas titipan sedekah teman-teman, dibarengi doa baik yang berulang-ulang. Semoga menjadi keberkahan bagi semuanya …

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Relawan: @KarmanMove via @Jkmukti
Tanggal : 10/2/2012

Mbah Suyem Sejak sekitar 5 bulan lalu beliau mengalami kebutaan mata yang sebelumnya diawali dengan batuk2 dan panas badan

Mbah Suyem Sejak sekitar 5 bulan lalu beliau mengalami kebutaan mata yang sebelumnya diawali dengan batuk2 dan panas badan

____________________________________

Di daerah Kentingan, Solo, jalan sempit yg hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki ada sebuah gubug sederhana. beralaskan tanah dan seperti rumah ambruk yg dihuni oleh Mbah Kasno kakung dan putri. Rumah yg didalamnya dapur,tempat tidur dan kambing menjadi satu. Suami istri berumur 73th ini yg hanya tinggal berdua saja dengan kambingnya bekerja sebagai pemungut sampah sehari2nya..rumahnya pun ditengah kebun dekat pembuangan sampah, tidak ada rumah lain disekitarnya. Semangaaaat Mbah Kasno…senyuman dan semangat Mbah selalu mengingatkan saya untuk betah2 bersilaturahmi kesana :D

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan : @KarmanMove via@MyMalindaa
Tanggal : 10/2/2012

Mbah Kasno kakung dan putri di depan "rumah" mereka

Mbah Kasno kakung dan putri di depan "rumah" mereka

____________________________________

Penderita Celebral Palsy bernama Faisal 4th putra dari Bapak Suwarno dan Ibu Mugiyani ini tinggal disebuah rumah kecil dan sempit di Krajan, Bulakrejo, Sukoharjo, yang masih beralaskan tanah dengan ibu dan kakek neneknya..6km dari kota Sukoharjo, daerah yg sangat terpencil sekali…di umurnya yg sudah 4thn berat badannya hanya 5kg. dan terakhir periksa ke RS Faisal positif menderita katarak. Kamu kuat nak,,kamu istimewa …semangaaat Faisal :D

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Relawan : @KarmanMove via @MyMalindaa
Tanggal : 10/2/2012

Penderita Celebral Palsy bernama Faisal 4th putra dari Bapak Suwarno dan Ibu Mugiyani

Penderita Celebral Palsy bernama Faisal 4th putra dari Bapak Suwarno dan Ibu Mugiyani

____________________________________

Adik Dany Setyawan 9tahun Anak dari bapak Sudarso dan Ibu Umi tinggal di Tebu Cluwak Pati Jawa Tengah, Adik kita ini menderita tumor tulang ganas, sejak bayi, cerita orang tuanya Dani sejak bayi badanya lebam lebam, paha kirinya sekarang membesar, sudah tidak sekolah karena keterbatasan biaya, pengobatan di lakukan seadanya, sekarang adik Dani hanya mengkonsumsi obat alternatif pemberian seorang dermawan dari Solo, Keluarga ini kekurangan, Bapaknya buruh perkebunan ketela, Ibunya kerja di rumah makan, Bantuan ini adalah semangat tak terkira bagi mereka, Allah yang mempertemukan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Relawan : @KarmanMove
Tanggal: 10/2/2012

Adik Dany Setiawan menderita tumor tulang ganas, sejak bayi

Adik Dany Setiawan menderita tumor tulang ganas, sejak bayi

________________________________

Jumlah Bantuan Rombongan ini : Rp. 14.500.000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 100 ROMBONGAN

Rp. 1.275.470.950