Rombongan 1108

Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.

PADI BIN SAKIP (33, Tumor Mata). Alamat: Dusun Kururan, RT 28/6, Desa Mbelulu, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat usia 19 tahun, pak Padi mengalami kecelakaan dan benturan pada mata sehingga menyebabkan mata bagian kanan menonjol keluar. Pak Padi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan pertama. Kondisi pak Padi lambat laun semakin membaik pasca kecelakaan, namun pada usia 32 tahun kondisi mata padi selalu memerah dan terdapat daging tumbuh di dalam mata. Pak Padi memeriksakan diri ke RSUD Soedono Bojonegoro. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Padi di diagnosa menderita tumor mata. Pak Padi kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk pemeriksaan yang lebih lengkap. Setelah beberapa kali kontrol serta pemeriksaan di RSUD Dr. Soetomo, dokter menyarankan operasi pengangkatan tumor. Pak Padi tidak memiliki jaminan kesehatan serta terkendala dana untuk operasi. Pak Padi tinggal bersama istrinya. Pak Padi bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan mendapat info tentang sakit dan perjalanan pengobatan pak Padi. Mulai september 2016 pak Padi menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan. Saat ini pak Padi masih menjalani kontrol dan persiapan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor. Bantuan telah diberikan dan dipergunakan untuk biaya transportasi. Bantuan sebelumnya tercatat pada rombongan 1042. Sedekah Rombongan juga membantu pak Padi untuk pembuatan serta pembayaran iuran BPJS. Saat ini kondisi pak Padi sudah mulai membaik. Keluarga sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini pak Padi masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Agustus 2017
Kurir : @Wahyu_CSD @MiftakhulAbuSasi BambangBKY

Padi di diagnosa menderita tumor mata

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1108

Rombongan 1107

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api

YAYUK SUPRIHATEN (53, Tumor Otak). Alamat : Desa Banjarsari Wetan, RT 12/4, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Bu Yayuk adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, dan suami yang mencari nafkah di pulau Kalimantan dengan pekerjaan serabutan yang belum tentu setiap bulan mengirim uang untuk keluarga di rumah. Awal penyakitnya dirasa sewaktu bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, setelah pulang beliau berobat di RS Dokter Oen Surakarta, setelah serangkaian pemeriksaan dan operasi karena keterbatasan biaya, pengobatan pun berhenti dan kondisi sekarang mengalami kebutaan disertai kepala yang sering terasa nyeri. Beliau tinggal di rumah dengan anak perempuannya yg masih duduk di kelas VIII MTSN. Untuk makan sehari-hari sering kali dibantu oleh tetangga-tetangganya, kadang kala memasak sendiri dengan segala keterbatasannya. Bu Yayuk memiliki fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Namun demikian, untuk melanjutkan berobat, sangatlah terasa berat karena tidak memiliki biaya. Sedekah Rombongan sangat memahami kondisi yang dialami bu Yayuk. Bantuan lepaspun disampaikan untuk biaya berobat dan meringankan biaya sekolah anaknya, juga untuk makan sehari-hari. Bu Yayuk sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekaholics atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan. Bu Yayuk mendoakan semoga para sedekaholics dan semua kurir Sedekah Rombongan diberi kesehatan selalu, dan dimudahkan rezekinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Januari 2018
Kurir : @ErvinSurvive @Mundiwati @Iqbalfahmi

Bu Yayuk menderita tumor otak

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1107

Rombongan 1106

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara sembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapatkan pahala di sisi Rabb mereka.

PONIYATI BINTI KAMADI (46, Kanker Payudara). Alamat : Dusun Mrisi, RT 1, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Poniyati menderita kanker payudara sejak lima tahun lalu. Beliau sudah menjalani operasi dua kali dan serangkaian jadwal kemoterapi. Operasinya dilakukan pertama kali di tahun 2013. Hingga bulan Juli lalu Bu Poniyati masih menjalani kemoterapi. Rencananya, pada bulan Desember mendatang akan dilakukan tes USG atau rontgen lagi. Alhamdulillah, selama pengobatan ini Bu Poniyati mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan BPJS dari pemerintah. Pascakemoterapi Bu Poniyati masih merasakan nyeri di bagian pinggang. Di tahun 2016 lalu, dokter mendiagnosa kanker yang ia derita sudah menjalar ke tulang pinggul. Saat ini Bu Poniyati terus bersemangat menjemput kesembuhan. Ia juga selalu menaati jadwal kontrol rutin dan menjalani terapi obat. Bu Poniyati tinggal bersama ibunya, anak, dan cucunya. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan rumah sejak Poniyati sakit. Bu Poniyati masih merasakan kesulitan untuk menebus obat terapi yang tidak ditanggung oleh BPJS. Bantuan ini disampaikan untuk meringankan biaya pengobatan dan akomodasi Bu Poniyati selama di rumah sakit. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1074. Bu Poniyati dan keluarga sangat berterima kasih kepada sedekaholics Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini menjadi jalan kesembuhan bagi Bu Poniyati, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2018
Kurir : @KissHerry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Ibu Poniyati menderita kanker payudara

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1106

Rombongan 1105

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api

PAGI SAKDULLAH (1. Keloid Luka bakar Air Panas). Alamat: Dusun Sorogaren RT 11 RW 05, Desa Sojopuro, Kecamatan Mojotengah, Kab Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Panggilanya Pagi, mungkin kebetulan dengan kejadian yang menimpanya dipagi hari. Pagi itu, Pagi Sakdullah sedang digendong neneknya yang sedang memasak sayur untuk sarapan pagi keluarganya. Ibu Pagi sedang menjemur pakaian di depan rumah. Sehabis menuangkan air panas yg sudah mendidih kedalam termos, tiba-tiba nenek Pagi berlari ke ruang tamu untuk menaruh Pagi, karena sayur yang dimasak nenek bau gosong. Setelah menaruh Pagi, nenek bergegas kedapur untuk mematikan kompor dan mengangkat sayur yang gosong. Tanpa disadari Pagi merangkak menuju dapur dan kebetulan meraih termos yg baru saja dituang air panas oleh nenek. Termos terbalik dan tutupnya lepas, jadilah air panas dalam termos menyiram sekujur tubuh Pagi. Pagi nenjerit kesakitan. Mendengar anaknya menangis, ibu Pagi Hidayah (26) langsung berlari menghampiri Pagi. Betapa terkejutnya Hidayah melihat anaknya seolah berenang di air panas. Tanpa pikir panjang, Pagi diangkat dan di bawa kamar mandi kemudian di masukan kedalam bak mandi berulang-ulang supaya dingin. Karena saking paniknya dan tidak ada pengetahuan, tindakan itu dilakukan secara spontan demi menyelamatkan anaknya. Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya, tindakan Hidayah menyebakan kulit halus Pagi menempel semua dibaju ketika baju Pagi dilepas. Kulit Pagi yg terkena air panas tidak melepuh, tapi mengelupas menempel dibaju semua sehingga bagian perut pagi sangat mengerikan. Saat itu juga Pagi Sakdullah langsung di larikan ke RSUD Wonosobo, Jawa Tengah untuk di lakukan perawatan.Selama 1 minggu di rawat, Pagi Sakdullah diperbolehkan pulang dengan sarat harus ganti perban tiap hari di Puskesmas/Bidan terdekat selama 6 bulan.Baru berjalan 2 bulan, bekas luka sudah muncul keloid/daging tumbuh dan jari-jari kedua tanganya menempel pada telapak tangan dan tidak bisa dibuka. Pagi Sakdullah di periksakan lagi ke RSUD Wonosobo, dan saran dokter agar Pagi Sakdullah di rujuk ke RSUP Kariadi Semarang supaya mendapatkan pelayanan yg lebih intensif dg peralatan yg lebih lengkap. Hidayah merasa berat untuk membiayai perawatan Pagi, karena suminya sudah pergi sejak Pagi lahir. Hidayah hanya seorang ibu rumah tangga tanpa ada penghasilan. Hidayah dan Pagi Sakdullah tinggal bersama orang tua Hidayah di kampung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan dapat bersilaturahim dan memerikan santunan untuk keluarga Pagi Sakdullah yang digunakan untk biaya transportasi ke RS kariadi Semarang.Hidayah sangat berterima kasih kepada sedekaholick yang sudah memberikan bantuanya melalui Sedekah Rombongan. Semoga bantuan ini bermafaat dan Pagi bisa segera sembuh

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 6 Januari 2018
Kurir :@fathurrozaq82, Swastiko, Tri.P

Pagi mengalami keloid luka bakar air panas

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1105

Rombongan 1104

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya

ILHAM PUTRA USMAN (3, Hydrocephalus). Alamat : Ds. Ranjeng, RT 1/1, Kec. Ciruas, Kab. Serang, Provinsi Banten. Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir. Awalnya Ilham rutin kontrol di rumah sakit di Sumedang, hingga akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Bandung. Ketiadaan biaya membuat orang tua Ilham mengurungkan niat untuk membawanya berobat ke Bandung. Selama lebih dari dua tahun, Ilham hanya bisa menahan rasa sakit tanpa berobat. Sejak saat itu, Ilham dibawa ayahnya, Usman, merantau ke daerah Ciruas, Serang, Banten. Setiap hari Ilham dibawa Pak Usman berjualan gorengan di tepi jalan dan terkadang ia dititipkan jika hujan. Menurut tetangga, Ilham termasuk anak yang ceria. Kondisi Ilham sangat memprihatinkan, saat kurir Sedekah Rombongan mengunjunginya di rumah kontrakannya, ia hanya bisa terbaring tanpa bisa menggerakkan kepalanya. Setelah JKN – KIS telah dimilikinya, Ilham dapat kembali berobat. Ilham pun akhirnya menjalani operasi pertamanya di RSU Drajat Perwira Negara Serang. Ilham menjalani operasi pada 17 April 2017 setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah menjalani operasi keadaan Ilham terlihat sehat. Setengah bulan kepulangan pasca operasi, Ilham kembali masuk rumah sakit karena mengalami kejang. Luka bekas operasinya pun mengakibatkan rasa sakit sehingga ia selalu menangis menahan rasa sakitnya. Kondisi Ilham semakin memburuk, kini matanya tak bisa melihat. Selain itu, luka bekas pemasangan selang terjadi infeksi akibatnya Ilham kerap menangis kesakitan dan demam tinggi. Pada 1 November 2017, Ilham kembali dioperasi untuk mengganti selang di kepalanya karena terjadi infeksi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar da Ilham diizinkan pulang pada 9 November 2017. Sepulang dari rumah sakit dan dirawat di rumah, kondisi Ilham menurun. Bagian tubuh sebelah kanannya tidak bisa digerakkan dan kedua matanya sudah tidak bisa melihat dan merespon orang di sekitarnya. terkadang tangan dan kaki kanannya kaku tidak bisa digerakkan. Kurir Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk operasional berobat. Semoga Ilham segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sebelumya Ilham telah dibantu dalam Rombongan 1053.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @nurmanmlana @endangmplus @giegietpl @pratama_chatur Emay @ririn_restu

Ilham Putra menderita hydrocephalus sejak lahir

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1104