Rombongan 1136

Rutinkan diri Anda bersedekah, maka keajaiban akan selalu terjadi pada Anda.

YATIMAN BIN WAKIMIN (58, Prostat). Alamat : Dusun Fajar, RT. 04, Kelurahan Sungai Gebar Barat, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pak Yatiman awalnya hanya sakit perut setelah diperiksa menurut mantri yang ada di sana maag akut. Karena tidak kunjung sembuh, Pak Yatiman berobat ke RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal dan dinyatakan prostat. Lalu dioperasi pada awal agustus 2017. Setelah beberapa bulan pasca operasi, Pak Yatiman dioperasi untuk kedua kali di RSUD Raden Mataher Jambi. Pak Yatiman adalah kelapa keluarga memiliki 1 orang istri yang juga sedang sakit (struk) sudah 2 tahun dan memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki sudah berkeluarga dan 1 orang perempuan yang berumur 10 tahun. Saat ini, untuk kelangsungan hidup pak Yatiman dibantu oleh anak-anaknya yang bekerja sebagai buruh lepas (kadang bertani, kadang mambantu orang menyebrang sungai) dan guru honorer di Sungai Gebar. Biaya pengobatan Pak Yatiman menggunakan JKN, selama pak Yatiman sakit beserta istri untuk akomodasi dan transportasi pak yatiman meminjam uang dengan menggadaikan tanahnya. Alhamdulillah sedekah rombongan Jambi bertemu dengan Pak Yatiman. Kurirpun merasakan kesulitan beliau karena jarak yang ditempuh untuk ke kota Kuala Tungkal sekitar 1 jam menggunakan kendaraan darat (motor) dan harus menyebrang sungai menggunakan perahu. Semoga Pak Yatiman bisa segera pulih dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Jumlah bantuan : 1.200.000,-
Tanggal : 25 Januari 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @yusufnita @limzki_99

Pak Yatiman dinyatakan sakit prostat

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1135

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka.

MAULANA PUTRA (2, Busung Lapar + TBC Paru). Alamat: Desa Kedunglo, RT 11/2, Kelurahan Kedungrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Semenjak bayi penyakit yang beruntun menimpa Maulana sehingga membuat ia harus bertahan di kondisinya yang sekarang. Ketika Maulana berusia 15 bulan, orang tua Maulana melihat pertumbuhan Maulana tidak seperti balita pada umunya. Ia terlihat sangat kurus dan tidak aktif seperti balita-balita lainnya. Maulana juga mengalami batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh. Ketika dibawa ke bidan desa, ternyata berat badan Maulana turun 2 kg dalam kurun waktu 1 bulan dan didiagnosa oleh bu bidan menderita busung lapar. Karena berat badan Maulana turun secara drastis, bu bidan menyarankan untuk membawa Maulana ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Maulana didiagnosa menderita Tuberculosis (TBC) Paru. Kini, kondisi Maulana sangat lemah sehingga masih mendapatkan perawatan yang intensif. Tidak hanya itu saja perjuangan Maulana, selama menjalani perawatan, ibu Maulana, Dinda Kumara Putri meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 2017. Dan hanya berselang 7 hari setelah ibu Maulana meninggal, ayah Maulana, Bambang Iswanto juga meninggalkan rumah . Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kakak ibu Maulana di Surabaya selama pengobatan Maulana. Kini, Maulana diasuh oleh neneknya yang sebenarnya juga harus kembali ke Samarinda untuk bekerja. Selama menjalani pengobatan, Maulana menggunakan Rekomenadsi Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (RJKMM). Walaupun demikian, pihak keluarga masih mengalami kesulitan mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk Maulana, transportasi, dan kebutuhan hidup selama di rumah sakit. Sedekah Rombongan turut merasakan kesulitan keluarga Maulana. Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan yang digunakan untuk pemenuhan nutrisi Maulana, transportasi dan akomodasi. Keluarga yang mendampingi Maulanan merasa sangat terbantu dan banyak terima kasih kepada sedekaholics atas bantuan yang diberikan melalui Sedekah Rombongan.
Bantuan sebelumnya tercatat pada Rombongan 1127

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 04 Mei 2018
Kurir : Mira @mzboz1027 @nurrypay

Maulana didiagnosa menderita tuberculosis (TBC) paru

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1134

Sedekah adalah amal yang tidak akan putus hingga mati

NIZAM MAULANA (2, Labiopalatoschizies). Alamat : Dusun. Surian, RT 10/5, Desa Karangpaninggal, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Nizam merupakan pasien dampingan Sedekah Rombongan yang menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing. Nizam telah menjalani perawatan dengan dampingan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo Tasikmalaya. Senin (16-4-2018) Nizam telah menjalani operasi untuk ketiga kalinya di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Operasi berjalan dengan lancar dan Nizam harus tetap melakukan kontrol rutin pada waktu yang ditentukan oleh RSUD dr. Soekardjo dan dihubungkan dengan RSUD Ciamis, Bulan ini Nizam akan melakukan kontrol kembali untuk melihat perkembangan hasil operasi. Alhamdulillah kondisi Nizam terus membaik. Orang tua Nizam, Bapak Lukmanul Hakim (38) sebagai seorang buruh tani pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, sekarang Bapak Lukman masih merantau ke kota untuk mencari tambahan biaya berobat, Ibunya Eti Rohaeti (35) selalu sabar merawat dan mengantar Nizam pergi kontrol, semangatnya untuk Nizam kembali normal sangat besar. Nizam menggunakan jaminan kesehatan BPJS Mandiri kelas III untuk menjalani perawatan medis. Kurir Sedekah Rombongan bisa menyampaikan kembali santunan kesepuluh kepada Nizam untuk biaya transportasi ke RSUD Ciamis dan pembelian obat. Semoga kondisi Nizam semakin membaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Mei 2018
Kurir : @myusela @jaudymedia @firdaus_us_us

Nizam menderita labiopalatoschizies atau bibir sumbing

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1133

Bersedekahlah maka seribu kebaikan akan datang kepadamu.

JOKO WISESA (28, Gagal Ginjal). Alamat : RT 5/1, Desa Mlewong, Kecamatan Cinanas, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Sekitar tahun 2015, Joko tiba-tiba terjatuh saat sedang bekerja mengelas besi. Sejak saat itu, beliau sering sakit-sakitan dan akhirnya keluar dari pekerjaannya. Joko sempat memeriksakan diri ke rumah sakit di Bumiayu, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dokter mendiagnosis beliau mengalami gagal ginjal sehingga harus melakukan cuci darah 2 kali setiap pekan. Beliau sering mengalami sesak nafas, mual muntah dan lemas. Beliau tinggal bersama ibunya, Karsem (72) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan keluarga yang kecil dan tidak menentu sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biaya pengobatan Joko dibantu jaminan kesehatan berupa Jamkesda. Namun pengobatannya terkendala biaya transportasi ke rumah sakit dan penginapan selama di Banyumas. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Joko sehingga dapat menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu biaya akomodasi, transportasi dan hidup sehari-hari selama beliau menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun Alloh berkehendak lain, tanggal 16 Maret 2018 Joko meninggal dunia di rumah sakit saat menjalani cuci darah. Joko merupakan pasien dampingan yang tercatat dalam nomor rombongan 1112. Semoga beliau meninggal dengan husnul khatimah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Maret 2018
Kurir : @arfanesia Yunanto @firdhanelis

Joko mengalami gagal ginjal

 

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1132

Dengan sedekah bahagia bertambah

SRI RUMPIYANI (61, Rematik + Hipertensi). Alamat: RT 1/3, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ibu Sri mengalami kejang otot pada kakinya selama enam tahun terakhir. Kakinya sulit digerakkan dan terasa sakit ketika berjalan. Lalu beliau berobat ke puskesmas Patikraja. Dokter mendiagnosis beliau menderita rematik dan darah tinggi. Kondisi beliau saat ini sudah cukup membaik. Penyakitnya sudah jarang kambuh lagi. Namun kehidupannya cukup sulit. Karena untuk makan dan menghidupi kedua anaknya yang bernama Novi (16) dan Krisna (24) Ibu Sri hanya mengandalkan penghasilannya dari berjualan rongsok. Novi yang merupakan anak bungsunya terpaksa harus putus sekolah tidak dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Krisna yang merupakan anak sulung dari Ibu Sri dan almarhum Bapak Sudiyono kesulitan mencari pekerjaan karena putus sekolah dan hanya dapat menyelesaikan pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja tiga tahun yang lalu. Setiap pagi Ibu Sri harus menyisiri jalan mencari barang bekas untuk dijual kepada tukang rongsok. Penghasilannya dari berjualan rongsok adalah sebesar Rp 3.000,- sampai dengan Rp. 5.000,- per hari. Sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan penghasilannya tersebut. Selama berobat Ibu Sri dibantu jaminan kesehatan berupa JKN-KIS PBI. Alhamdulillah Ibu Sri dipertemukan dengan tim sedekah rombongan. Santunan disampaikan untuk membantu meringankan biaya berobat dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 14 Maret 2018
Kurir: @ddeean Asih @firdhanelis

Bu Sri menderita rematik dan darah tinggi

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 2 Comments

Rombongan 1131

Satu sedekah yang tulus sama dengan seribu langkah menuju Surga

SUTIK BINTI SUBUWET, (49, Kanker Thyroid) Alamat Jl. Cangkring 21E, RT 005/RW 002, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. mulai 2012 ada benjolan di leher karena dianggap benjolan biasa sehingga oleh beliau dibiarkan. karena semakin membesar diperiksakanlah ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke malang. bolak balik malang sampai tiga kali diantar oleh Ambulan Puskesmas tidak ada tindakan lanjutan karena kamar penuh. karena semakin membesar benjolan itu akhirnya atas inisiatif sendiri berangkat lah beliau berobat di RS WALUYO JATI Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilakukan operasi 2013 akhir. Selang berapa bulan kemudian bulan Februari 2014 ada benjolan lain yang tumbuh di leher depan yang dinyatakan dokter kanker Thyroid. dalam rentang 2014 dilakukanlah operasi di RSU Moh shaleh kota Probolinggo sebanyak 2 kali dan yang terakhir menyebabkan benjolan semakin besar dan akhirnya dirujuk ke RSSA malang. 5 kali ke RSSA malang tidak ada tindakan sama sekali karena alasan tidak adanya kamar. Ibu Sutik memiliki Jaminan kesehatan berupan JKN-KIS PBI yang meringankan beban keluarganya dalam berobat ke rumah sakit. Tetapi Ibu Sutik kesusahan dengan transportasi bolak balik ke RS dan pembelian obat yang tak tercover oleh KIS PBI. Kurir Sedekah Rombongan merasa kesulitan ibu Sutik, Kurir Sedekah Rombongan menyampaikan titipan dari para Sedekaholics untuk memberikan Santunan. Santunan yang diberikan dipergunakan untuk Biaya Transportasi dan Biaya Pengobatan dan Perawatan. Semoga Santunan yang diberikan bermanfaat bagi Ibu Sutik dan Terima Kasih kepada para Sedekaholics yang telah berbagi untuk sesama, semoga Allah membalas niat baik para Sedekaholic. Amin. Santunan sebelumnya masuk dirombongan 1121

Jumlah Santunan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 April 2018
Kurir : @awwaludin_yudha @firmanyusnizar @viandwiprayugo @fahmi

Bu Sutik menderita kanker thyroid

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1131

Rombongan 1130

Orang yang bersedekah mendapatkan ampunan dan pahala yang besar

ASMONOWATI (53, Keloid Akut), Bu Asmonowati usia 52 tahun tinggal di Dusun Ajung Krajan RT 02 RW 14, Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember Jawa Timur. Dalam kesehariannya berprofesi sebagai penjahit. Wanita yang berstatus janda ini memiliki satu orang putra yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA. Semenjak beberapa tahun silam Bu Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya. Secara visual di identifikasi sebagai keloid. Penyakit ini awalnya dianggap penyakit kulit biasa namun seiring berjalannya waktu keloid nya meluas dan terasa nyeri, sampai-sampai jika penyakitnya kambuh kesulitan bernafaspun dia alami. Setelah Kurir Sedakah Rombongan Jember bersillaturahmi ke Rumah beliau, Jadwal pemeriksaanpun dibuat. Bu Asmonowati dibawa ke R.S Soebandi untuk melakukan pemeriksaan, diagnosa awal, terapi obat dan kemudian dilakukan operasi pengangkatan lapisan kulit di area dada. Sedekah Rombongan memberikan santuna kepada Bu Asmonowati untuk Pembelian Rutin Obat dan Salep di Luar BPJS dan Santunan Tunai. Santunan Sebelumnya masuk dirombongan 1118

Jumlah santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 April 2018
Kurir: @Awwaludin_yudha @viandwiprayugo @Budaili

u Asmonowati menderita gangguan lapisan kulit di dadanya

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1130

Rombongan 1129

Orang yang Bersedekah Mendapatkan Ampunan dan Pahala yang Besar

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN ( Operasional, Maret 2018 ). Lokasi Dsn Klampisan RT 01/03, Ds. Kaliancar, Kec.Selogiri, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Alhamdulillah, semakin banyak dan berkembangnya pergerakan sedekah rombongan di Wonogiri dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terhandle, terwujudlah Rumah Singgah Sedekah Rombongan Wonogiri (RSSR) sebagai tempat untuk merawat serta menangani pasien dampingan sedekah rombongan di Wonogiri dan sekitarnya. Rumah Singgah ini merupakan salah satu prasarana dalam melengkapi kebutuhan pergerakan sedekah rombongan. Selain sebagai tempat para pasien untuk transit ( singgah ) juga memberikan efisiensi dan efektifitas bagi pasien dalam menjalani pengobatan selama menjadi dampingan kami. Segala kebutuhan RSSR dan pengelola, menjadi tanggung jawab kami demi kelangsungan serta kelancaran penyembuhan para pasien dampingan. Semoga dengan prasarana tersebut semakin memudahkan penanganan pasien dampingan sedekah rombongan, dan semakin banyak pula warga tak mampu yang terbantu dengan pergerakan sedekah rombongan ini. Adapun pengeluaran RSSR bulan ini untuk keperluhan kebutuhan di RSSR.

Operasional : Rp 639.150,-
Tanggal : 31 Maret 2018
Kurir :@mawan, all tim

Biaya Operasional

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1129

Rombongan 1128

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api

WAHYUDI ( 28, Tumor Scrotum ) Alamat : Jl. Arifin RT 02/02 Tegalrejo. Kepatihan Kulon. Jebres. Surakarta. Jawa Tengah. Wahyudi kelahiran Jakarta, memiliki adik bernama Julian Dwi (19). Merupakan anak dari Ibu Imah (53) dan Bapak Sukarmin (54) 6 tahun yang lalu keduanya telah lama berpulang ke rahmatullah, dibawa lah sang adik dari jakarta oleh budeh nya ke wonogiri, waktu itu mas wahyudi masih berkerja di jakarta sebagai buruh gondola membersihkan gedung-gedung pencakar langit, karena sering bergelantungan, yang langsung menekan dan menarik keras bagian area bawah pingang, menyebabkan beliau sakit hernia. Beliau mengganggap biasa penyakit tersebut karena saat muncul benjolan dia hanya mengurutnya saja, saat berganti tukang urut mulai lah parah penyakitnya, dia memberikan kabar ini kepada sang adik. Lalu di bawahlah beliau ke wonogiri untuk melakukan pengobatan, ketika di periksa di rumah sakit daerah Wonogiri ternyata terdapat tumor, dari pihak rumah sakit memberi rujukan ke Rumah Sakit Moewardi (RSDM) solo untuk pengobatan lebih lanjut. Saat di rongsen dan di USG terdapat Tumor di Scrotum nya, bernama Seminoma testis. dokter menyarankan untuk menjalankan kemoterapi 4 siklus, hampir 1 setengah tahun pengobatan kemoterapi di RSDM berjalan dengan baik, selesai 4 siklus pada bulan November 2017. saat kembali kontrol setelah paska kemoterapi, dokter menyarankan untuk melanjutkan kembali program kemoterapi nya agar sisa-sisa tumor yang ada hilang. Tetapi dokter juga memberi saran jika pasien tidak kuat untuk melanjutkan sebaiknya kemoterapi di tunda karena obat kemonya terlalu keras itu bisa beresiko jika sih pasien tidak kuat dengan tubuhnya. Pengobatan beliau berhenti hampir 3 bulan pengobatan, Mas Wahyudi beraktifitas layaknya orang biasanya, paska kemoterapi badan mulai membaik bahkan bertambah berat badan nya seperti orang sehat kembali. January pertengahan penyakitnya kembali menyerang benjolan hilang terkadang juga muncul kembali, terdapat luka kecil di bawah bagian testis nya tersebut, dalam jarak waktu yang begitu cepat lukanya berkembang begitu pesat dan mulai membesar. pendarahan pun tidak bisa di hindarkan, banyak sekali darah yang keluar di bagian luka tersebut. Lalu para kurir langsung bersiaga, membawa mas wahyudi ke IGD PKU surakarta yang pada saat beliau berada di Rumah Singgah SR. Dilakukan operasi selang 1 hari itu juga, ternyata setelah melakukan cek dan rongsen tumor nya kembali membesar. program kemoterapi pun harus di laksanakn. Jika ingin pulih dari lukanya tersebut. Saat ini kemoterapi 4 siklus dengan obat yang berbeda di RS PKU Surakarta. Mas Wahyudi sempat tidak bisa berjalan karena setiap kali berjalan jarak jauh selalu mengalami pendarahan, setiap kali ingin melakukan kemoterapi beliau selalu transfusi darah, saat ini alhamdulilah kondisi beliau perlahan membaik. Kemoterapi pertama sudah dia lalui, dan tumor nya mulai kembali mengecil. Alhamdulilah kurir sedekah rombongan di pertemukan dengan Mas Wahyudi dan Keluarga, santunan dari sedekaholics pun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari. Keluarga Mas Eko menyampaikan banyak terimakasih atas santunan yang di berikan dan meminta doa segera diberi kesembuhan, tak lupa juga mendo’akan para kurir dan sedekaholics semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 22 Maret 2018
Kurir : @Mawan @Anissetyya @Welly @Aji

Pak Wahyudi menderita tumor di scrotum

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1128

Rombongan 1127

Satu sedekah yang tulus sama dengan seribu langkah menuju Surga

LULUK ASVIA (6, Jantung Bocor). Alamat: Semanggi Rt 01/ 10 Kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Putri kedua dari Ibu Leni Suntari (32) dan Bapak Muryanto (37). Adik Luluk ini anak yang pemalu memiliki senyum yang manis. Tetapi, diusia yang baru menginjak umur 6 tahun, Adik Luluk yang pemalu di vonis memiliki kelainan jantung dengan hasil Echo menunjukan ada lubang di katup jantung sebesar 0,6mm. Keluarga adik Luluk mengetahui penyakit ini sejak 2 tahun yang lalu tepat saat ulang tahun yang ke- 4, berawal dari adik Luluk panas demam tinggi, kemudian dibawa ke klinik umum, saat pemeriksaan tersebut adik Luluk hanya di berikan obat demam biasa, 1 minggu kemudian belum ada tanda tanda sembuh. Masih demam tinggi, akhirnya Ibu Leni membawa adik Luluk ke rumah sakit Kustati dengan BPJS Mandiri, dilakukan pemeriksaan dokter umum, saat itu juga, dokter tersebut menyarankan untuk langsung di bawa ke Rumah Sakit Dr Moewardi Solo ( RSDM) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada saat pemeriksaan terakhir tanggal 27 Maret 2018 dari Dokter memberikan rujukan untuk segera di bawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo , kondisi saat ini adik Luluk sering mengalami memar-memar ( kebiru – biruan) dan Banyak berkeringat. Bu Leni diminta untuk segera membawa adik Luluk ke Jakarta. Bu Leni mendengar anjuran tersebut mengalami shok, karena tidak memiliki biaya. Saat ini bapak Muryanto hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan ibu Leni sendiri bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang penghasilanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Apalagi di Jakarta beliau tidak memiliki sanak keluarga yang bisa memberi tumpangan. Sedekah Rombongan mendapatkan info kemudian melakukan survai. Alhamdulillah SR dapat menyampaikan bantuan dari Sedekaholic kepada Adik Luluk dan keluarga untuk biaya akomodasi berangkat dan penginapan di Jakarta. Rencana adik Luluk ke Jakarta naik Bus 02 April 2018 untuk kontrol. Keluarga Adik Luluk mengucapkan banyak terimakasih dan memohon doa mudah-mudahan pengobatan Adik Luluk Lancar.. Amiin.

Jumlah bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 02 April 2018
Kurir: @mawan @anissetya60 @agustin

Adik Luluk memiliki kelainan jantung

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1127