Rombongan 944

Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.

LIA ALIYAH (5, Radang Paru-paru). Alamat : Kp. Cidahu, RT 16/5, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Neng Lia, akrab kami memanggil gadis kecil ini. Tepat 2 minggu ini Neng Lia mengalami demam, demam tersebut juga disertai batuk yang gatal dan tanpa dahak. Selama 2 minggu tersebut Neng Lia hanya diobati seadanya menggunakan obat warung, namun ternyata belum nampak perubahan. Ibunya (35), mulai cemas dengan keadaan anaknya tersebut, ia pun membawa Neng Lia ke puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan di puskesmas tersebut mengharuskan Neng Lia menjalani pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Namun karena kendala biaya, sementara ikhtiar tersebut ditunda dulu. Maklum saja, ayah Neng Lia saat ini sedang tidak memiliki pekerjaan, sehingga tidak memiliki biaya untuk akomodasi menuju RS tersebut. Beruntung Allah pertemukan kurir Sedekah Rombongan dengan keluarga Neng Lia, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya akomodasi Neng Lia menuju Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2017
Kurir : @ddsyaefudin @nzn1603 @asepza_

Lia menderita radang paru-paru

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 943

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka

MBAH SATIPAH (54, Diabetes Melitus). Alamat : RT 3/1, Desa Sridadi, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Jika ada yang membutuhkan tenaganya, Mbah Tipah berusaha membantu suaminya yang bekerja serabutan untuk menafkahi kedua buah hatinya. Tiga anak Mbah Tipah yang lain sudah berkeluarga dan tinggal jauh darinya. Tetangganya melihat Mbah Tipah semakin kurus dan menyarankan untuk berobat ke Puskesmas terdekat, namun hal itu tak pernah dilakukannya karena ia merasa sehat dan baik – baik saja. Suatu hari ketika bekerja Mbah Tipah jatuh pingsan hingga dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan kadar gula dalam darahnya tinggi dan harus dirawat. Dengan memanfaatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Mbah Tipah dirawat dan setelah membaik ia kembali ke rumah dan bekerja seperti biasanya. Kemudian Mbah Tipah terluka pada kakinya hingga membusuk dan tak dapat berjalan. Mbah Tipah tidak menyadari apa yang dilaminya itu akibat riwayat diabetes melitus yang dideritanya dan karena ia tak pernah meminum obat sejak keluar dari rumah sakit. Mbah Tipah tidak merasakan sakit di kakinya sehingga dibiarkannya hingga 1 tahun lebih. Suatu ketika ada tetangga yang menghubungi kurir Sedekah Rombongan Jambi untuk melihat kondisi Mbah Tipah. Akhirnya kurir Sedekah Rombongan mendatangi kediaman Mbah Tipah dan membawanya ke rumah sakit untuk melakukan cek gula darah dan ternyata ia kembali harus dirawat karena kadar gulanya tidak terkontrol membuat lukanya semakin memburuk. Alhamdulillah setelah 8 hari dirawat Mbah Tipah diperbolehkan pulang dan dokter menganjurkan agar ia menjaga pola makannya dengan membeli gula dan susu khusus diabetes. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan Jambi dapat menyampaikan bantuan dari para sedekaholics untuk membeli makanan khusus diabetes dan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Semoga bantuan yang diberikan bisa meringankan dan lebih bermanfaat untuk proses kesembuhan Mbah Tipah agar kondisinya lebih baik lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Desember 2016
Kurir : @arfanesia @shintatantri @cut_yusnila @ririn_restu

Mbah satipah menderita Diabetes Melitus

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 942

Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api

ISMAIL BIN ARDJITO (61, Stroke). Alamat: Dusun Karang Turi Sidobandung RT 02/01, Desa Balen, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Pak Ismail nama panggilannya. Sakit yang di derita berawal ketika ia makan jeroan saat makan siang, sore harinya beberapa anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan. Dengan kondisi tersebut pak Ismail memeriksakan dirinya ke Puskesmas terdeka. Dari Puskesmas pak Ismail kemudian dirujuk ke RSUD Bojonegoro dan diketahui ia terkena stroke. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit kondisi pak Ismail membaik meskipun belum bisa berjalan dan masih  menggunakan bantuan kursi roda, namun ia sudah diperbolehkan pulang dengan syarat harus kontrol rutin tiap bulan. Pak Ismail melakukan kontrol rutin tiap bulan namun dirasa belum ada perkembangan yang signifikan. Tak hanya pengobatan medis, terapi pun juga ia lakukan mengingat keinginan untuk sembuh yang begitu besar. Setelah melewati banyak pengobatan dan terapi yang menghabiskan banyak biaya, akhirnya membuat ia putus asa. Dengan alasan keterbatasan biaya, terapi dan pengobatanpun terpaksa dihentikan. Praktis karena sakit yang diderita, ia tidak bisa bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan,  sedangkan tanggungan keluarga masih ada 2 anak. Jarak rumah ke rumah sakit terhitung jauh, dalam melakukan pengobatan tidak ada pihak keluarga yang menjaga setiap saat karena istri pak Ismail sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Ditambah lagi kondisi tubuh pak Ismail yang tidak memungkinkan menggunakan transportasi umum menyebabkan ia hanya bisa berdiam diri di rumah sambil beribadah dan  mengurungkan niatnya untuk kontrol rutin. Sedekah Rombongan merasakan kesulitan pak Ismail. Bantuan telah disampaikan dengan harapan pak Ismail bisa melanjutkan pengobatannya. Pak Ismail merasa sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut ia bisa melanjutkan ikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @DwiKurniaBJN @MiftakhAbuSaSi

Pak ismail menderita Stroke

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 941

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka.

AGUSTINA RAHAYU BIN AINUR ROFIQ (11, Hidrocephalus) Alamat: Desa Karang Nongko RT 02/03, Kecamatan Mojoranu, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Ayu nama panggilannya, pada awalnya adik Ayu lahir normal. Bayi yang dikenal periang terlihat sangat lincah, kaki dan tangannya tidak berhenti bergerak. Menginjak usia 4 bulan mulai timbul kelainan pada masa pertumbuhannya. Kepalanya membesar dan kelincahaannya mulai berkurang. Melihat kondisi anaknya yang semakin memburuk, kedua orang tua Ayu lantas membawa Ayu ke Puskesmas terdekat. Dengan alasan peralatan di Puskesmas yang kurang lengkap, pihak Puskesmas merujuk dik Ayu ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto. Ainur Rofiq, ayah dari dik Ayu kesehariannya bekerja sebagai buruh jahit sepatu di sekitaran rumahnya. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ibunya, Wahyu Suci kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Dengan alasan ekonomi, pak Ainur Rofiq merasa tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya yang mencapai puluhan juta. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Ainur Rofiq dan berkesempatan membantu membuatkan BPJS kelas III dan juga memberikan bantuan dana untuk proses pengobatan dik Ayu. Alhamdulillah saat ini dik Ayu telah menjalani operasi, tetapi saat ini perkembangannya masih belum sesuai harapan. Setelah operasi, dik Ayu mengalami pertumbuhan yang terlambat. Bantuan pertama telah kami sampaikan untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS. Keluarga dik Ayu sangat terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan, karena dengan bantuan tersebut sampai saat ini dik Ayu masih bisa terus berikhtiar mencari kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @Wahyu_CSD @Anggrit

Agustina menderita Hidrocephalus

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 940

Orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu malam dan siang secara sembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala dari Tuhannya.

JANUAR DAFFA MAULANA (3, Ichtyosis Lamelar). Alamat : Dsn. Gunung Mas RT02/1, Kec. Manyaran, Kab. Wonogiri, Prov. Jawa Tengah. Daffa begitu biasa dipanggil memang menderita kelainan kulit ini sejak lahir hingga menghambat tumbuh kembang dan psikologisnya. Penyebabnya kelainan kromosum yang membuat Daffa tak memiliki pori-pori sehingga dia pun tak bisa berkeringat. Lahir premature di usia 6 bualan kandungan juga membuat Daffa mengalami masalh dengan tumbuh kembangnya.  Sampai saat ini Daffa masih rutin chek up ke poli kulit dan kelamin RSD.MOEWARDI SURAKARTA. Bulan ini perkembangan menunjukkan perkembangan yang cukup bagus pada kulitnya. Cuaca tak begitu panas, jadi kulit tak terlalu kering. Kulit lebih halus dari bulan sebelumnya, dan pengelupasan berkurang. Mata sudah bisa berkedip, bahkan tidur juga sudah bisa memejamkan mata, tak seperti pertama kali kita handle, di mana Daffa selalu tidur dalam mata terbuka. Seperti bulan sebelumnya ,dokter menyarankan untuk tetap menjaga kelembaban kulitnya. Bisa dengan mengolesi kulit dengan lotion, olive oil dan juga sering memandikan. Khusus untuk mandi, Daffa disarankan memakai air tanpa menggunakan sabun, seminggu sekali menggunakan rebusan air secang dan air susu sapi murni. Untuk proses tumbuh kembangnya saat ini, kondisi Daffa mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik. Daffa adalah putra pertama pasangan Bapak Yulianto Pambudi isi ini tak perlu ddan Ibu Rahning Puspitasari. Saat ini ayahnya Daffa bekerja sebagai buruh pabrik demi membiayai pengobatan Daffa. Daffa memang pengguna BPJS MANDIRI,  akan tetapi sebagian besar  obat belum tercover oleh jaminan kesehatan. Belum lagi untuk perawatan khusus kulit Daffa sehari-hari membutuhkan biaya yang tak sedikit.  Untuk kebutuhan hal tersebut, #SedekahRombongan memberikan bantuan untuk keluarga ini. Setiap dua minggu kami mendampingi pengobatan serta kontrol rutinnya. Semoga ke depan upaya ini semakin memberikan progress yang positip untuk kesembuhan sakit yang di alaminya.

Bantuan : Rp. 1.520.000,-
Tanggal : 4 November  2016
Kurir : @Mawan@Nonis

Januar menderita Ichtyosis Lamelar

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 1 Comment

Rombongan 939

Kamu tidak akan memperoleh kebaikan, sebelum kamu kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.

VINA HERMAYANI (20, Tuberkulosis Paru). Alamat : Jl. Cokro Suwarno, Gg. Pesantren Miftahul Ulum, Dusun Sukaraja 8, RT 1/-, Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung. Berawal dari kondisi fisik yang semakin melemah, gadis ceria yang biasa dikenal dengan panggilan Vina merasakan perubahan yang sangat drastis terjadi pada dirinya. Badan yang semakin mengurus selama kurang lebih 2 tahun terakhir dianggap oleh pihak keluarga hanyalah sakit biasa yang akan sembuh seiring dengan waktu. Tahun ini, akhirnya Vina terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ganeza Medical Centre (RSGMC). Diagnosis dokter RSGMC Vina telah mengidap Tuberkulosis Paru (TB) dan harus mengkonsumsi obat selama 6 bulan. Vinapun sempat dirawat di ruang isolasi RS Advent. Terakhir Vina menjalani pengobatan di RS Abdul Moeloek dengan kondisi perut yang membuncit. Kini ia melakukan kontrol bulanan di Puskesmas karna keterbatasan biaya transportasi. Tukirin (57) adalah ayah dari Vina dan ibunya bernama Painem (47), mereka tinggal di rumah sederhana. Pekerjaan Tukirin sebagai buruh serabutan hanya cukup digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menafkahi istri dan 2 orang anaknya. Pengobatan Vina selama ini menggunakan jaminan kesehatan berupa JKN-KIS Mandiri kelas III. Pihak keluarga merasakan kesulitan biaya transportasi untuk kontrol yang dilakukan setiap bulan. Melihat kondisi tersebut kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan awal untuk membantu biaya transportasi pengobatan. Semoga Vina lekas sembuh dan segera pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2016
Kurir : @andradideri @jajangfajar @jjtari @akuokawai

Vina menderita Tuberkulosis Paru

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 939

Rombongan 938

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

KARLINAN BIN SUBUR (14, Luka di Bokong Tulang Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT 1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Pekan lalu Karlinan datang ke RSCM Jakarta, ia dapat obat paru tulang yang harus diminum 3 butir sehari. Terakhir belakangan ini Kartu BPJS Karlinan terblokir karena iuran yang belum dibayar sehubungan dengan adanya kebijakan pembayaran iuran 1 kartu keluarga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk pembayaran tunggakan bpjs yang mencapai 1,3 juta rupiah dan juga bekal selama Karlinan kontrol ke RSCM. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 902. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal :  30 Desember 2016
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Karlinan menderita Luka di Bokong Tulang Kanan

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 938

Rombongan 937

Jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat.

BAYI THIA MAULANI (9 hari, Broncho Pneumonia). Alamat: Jln Bebedahan 1, Rt 01/07 Kel. Sukanagara Kec. Purbaratu Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Anak dari pasangan suami istri Bapak Uhiun (30) dan Ibu Thia Maulani (17) ini adalah pasien yang diajukan oleh Bapak Joni dari UTD PMI Kab. Tasikmalaya. Bayi berumur 9 hari ini mengalami broncho pneumonia. Berawal dari lahirnya bayi Bu Thia yang dibantu seorang bidan Puskesmas yang kemudian memberitahukan bahwa bayi Thia mengalami gejala berupa sesak nafas. Bidan tersebut menyarankan agar bayi Thia segera dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala bagi Bapak Uhiun, ayah bayi Thia yang bekerja sebagai buruh tani. Bapak Uhiun harus menghidupi seorang istri dan satu anaknya dengan segala keterbatasan yang ada, apalagi saat itu sedang musim kemarau sehingga ia tidak dapat bekerja. Bayi Thia Maulani harus dirawat di ruangan khusus di RSUD dr. Soekardjo selama lebih dari sebulan untuk menjaga agar kondisinya tetap stabil, sehingga otomatis Pak Uhiun tidak bisa mencari pekerjaan, ia dan istrinya harus bergantian mendampingi bayinya di rumah sakit. Alhamdulillah bantuan untuk bayi Thia telah disampaikan sebanyak 2 kali oleh kurir #SedekahRombongan selama Bayi Thia dirawat. Bantuan tersebut digunakan untuk membeli obat-obatan di luar jaminan dan biaya transportasi serta akomodasi selama Bayi Bu Thia dirawat selama sebulan lebih di RSUD dr. Soekardjo.

Jumlah Bantuan: Rp 2.000.000,-
Tanggal: 8 dan 20 November 2016
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Bayi thia menderita Broncho Pneumonia

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 937

Rombongan 936

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.

FANISHA CHAIRAMAN (3, Suspect Leukemia). Alamat : Desa Ketanen, RT 2/4, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Dek Fanisha diumurnya yang masih balita yang seharusnya sedang asyik-asyiknya bermain dengan seumurannya, tetapi itu semua tidak bisa baginya. Dulunya ia lahir normal seperti bayi-bayi yang lainnya, tetapi sejak Dek Fanisha berumur 9 bulan ia mulai sering sakit-sakitan. Hingga 1 tahun belakangan ini ia sering merasakan sakit pada bagian perut, kepala, serta muncul bintik-bintik merah pada kulitnya. Sejak saat itu Dek Fanesha menjadi anak yang susah makan dan berat badannya menurun drastis, padahal dulunya ia adalah balita yang gemuk. Karena tidak tega melihat buah hatinya seperti itu, pada bulan agustus 2016 Dek Fanisha dibawa orng tuanya berobat ke Rumah Sakit Keluarga Sehat dan menjalani rawat inap selama 3 hari lamanya. Karena di RS Keluarga Sehat tidak ada dokter spesialis darah, maka Dek Fanisha dirujuk ke Rumah Sakit Umum Karyadi. Akhir Agustus 2016 Dek Fanisha tiba dan dirawat selama 6 hari disana. Dari hasil serangkaian pemeriksaan dokter, Dek Fanisha didiagnosa menderita Suspect Leukemia dan mengaharuskan ia untuk menjalani cuci darah. Karena keterbatasan dana membuat orang tua Dek Fanisha tidak bisa rutin menjalani transfusi darah untuk anaknya. Hingga kondisi Dek Fanisha sering lemas dan lebih sering digendong oleh orang tuanya. Dengan kondisi Pak Suparman (39) ayahnya yang bekerja sebagai buruh dan Bu Chairani Nasution (33) ibunya hanya pegawai toko kelontong kecil. Apalagi orang tuanya juga harus membayar biaya sekolah Aditya Chairaman (7) kakak Dek Fanisha yang sekarang kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Dengan mengandalkan BPJS kelas 3 yang dibayar pribadi, dengan itulah sedikit membantu biaya pengobatan Dek Fanisha. Karena penghasilan yang pas-pasan seringn kali Dek Fanisha telat melakukan transfusi darah. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan dialami orang tua Dek Fanisha. Dengan memberikan Bantuan kepada orang tuanya, semoga amanah yang dititpkan Sedekaholics kepada kami bisa membantu Dek Fanisha agar bisa sembuh dan bisa ceria kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2016
Kurir : @robbyadiarta  @dewa_popfmpati @Guntur

Fanisha menderita Suspect Leukemia

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | 2 Comments

Rombongan 935

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.

ENI NURAENI (21, Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah). Alamat: Kp. Babakan Girang RT 1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Eni Nuraeni adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Husen (43) dan Ibu Yoyoh (39), yang sudah 4 tahun terakhir ini menderita Bells Palsy atau Kelainan pada Syaraf Wajah. Gejala awal, Eni rasakan saat duduk dibangku kelas 2 SMP, Eni sering mengalami demam tinggi dan nyeri di rahang hingga telinga serta kejang pada mata, bibir dan hidungnya, biasanya menyerang saat Eni capek dan lelah. Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolah Eni terganggu, pasca lulus SMP Eni terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA karena sakit yang diderita Eni. Upaya pengobatan  dilakukan mulai dari alternatif hingga medis, semua dilakukan Bapak Husen demi putri tercintanya. Bapak Husen, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Tapi semenjak pengobatan Eni dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo dari RSUD Adji Dharmo Lebak Banten, Bapak Husen tidak lagi bisa bertani lagi sehingga tidak ada biaya lagi. Alhamdulillah, kini setelah Eni menjadi pasien dampingan #SR dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta, Bapak Husen tidak lagi harus menunggu Eni di Jakarta dan bisa kembali bertani di kampung. Kurir  #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 924 untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan di Jakarta. Kini Eni masih terus menjalani kontrol rutin di RSCM, saat ini pengobatannya lebih fokus pada pendengarannya. Januari nanti, rencananya Eni akan menjalani operasi yang ke 5 kalinya. Mohon doa terbaik untuk Eni, semoga proses pengobatan yang dilakukan diberi kemudahan dan lekas mendapat kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 22 Desember 2016
Kurir: @ddsyaefudin  @untaririri

Eni menderita Bells Palsy+Kelainan pada Syaraf Wajah

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 935