Rombongan 1086

Barang siapa berniat untuk bersedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari gerakan sedekahnya

SUHA SARI (72, Bantuan Biaya Hidup). Alamat : Kp. Ranca Gede, RT 9/3, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Nek Suha panggilannya, ia sudah menjanda selama 5 tahun, tinggal berdua saja dengan anak laki-lakinya, MASNI (31). Sang anak sehari-harinya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Keluarga ini termasuk dalam golongan yang tidak mampu, setiap bulan mereka mendapatkan bantuan raskin dari pemerintah. Tanpa pernah mengeluh dengan kehidupan yang dialami Nek Suha selalu bersyukur dengan kehidupnya saat ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali mengunjungi tempat tinggal Nek Suha dan memberikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di rombongan 1072. Terimakasih diucapkan untuk #Sedekaholics atas titipan sedekah yang diamanahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 November 2017
Kurir: @wirawiri @anasaramadhan @nurfahmadini Hambali @endangnumik @untaririri

Bantuan tunai

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1085

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.

ANDRA HANAN ADYATAMA (1, Infeksi Hati + Batu Empedu). Alamat : Dusun Tegallayang 10, RT 2, Kelurahan Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di usia 4 hari kelahiran Dik Andra orangtuanya langsung memeriksakan ke puskesmas terdekat karena badan dan matanya menguning. Kemudian ia dirujuk ke RS Panembahan Senopati, Bantul. Selama 5 hari menjalani rawat inap tidak ada perkembangan signifikan terhadap kesehatannya. Dokter pun merujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Dari pemeriksaan diketahui ia menderita infeksi hati, yang berawal dari infeksi virus CMV. Sampai saat ini Dik Andra sering demam, lingkar perutnya mengecil, kadar haemoglobinnya sering turun sehingga sering menjalani rawat inap. Di usianya 3,5 bulan ini ia sudah menjalani 8x transfusi darah. Dokter menyarankan ia mendapat asupan tambahan dari susu khusus peptamen junior/pregistimil. Tetapi untuk biaya transportasi pengobatan saja orangtuanya sudah berhutang. Ayahnya, Slamet Raharjo (34) bekerja sebagai buruh tidak tetap dan ibunya Rinarsih (33) seorang ibu rumah tangga. Meskipun biaya pengobatan dicover oleh jaminan kesehatan dari pemerintah, BPJS, orangtuanya merasa kesulitan untuk membeli susu dan pampers khusus, juga biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan. Santunan sebelumnya tersebut terdapat pada Rombongan 1063. Beberapa waktu lalu Dik Andra mengalami demam dan dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Sesaat kemudian Kurir Sedekah Rombongan mendapat kabar duka dari keluarga Dik Andra. Selain bertakziah, Kurir Sedekah Rombongan juga menyampaikan santunan duka untuk meringankan beban orangtua Dik Andra. Kedua orangtua Dik Andra sangat berterima kasih atas kebaikan sedekaholics Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 November 2017
Kurir : @kissherry @rofiq_silver @atinlelyas @satyaluke

Andra menderita infeksi hati

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1084

Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki.

HERRY RACHMAT SETYAWAN (43 , asam lambung akut + gula) beralamatkan di kampung Kentingan RT 04/RW 36, Kel Jebres, Kec Jebres, Kota Surakarta. Sekitar 3 tahun lalu menderita sakit gula dan asam lambung. Meskipun belum akut tapi beberapa kali periksa dan dirawat di RS.Yang membutuhkan biaya tidak sedikit, karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Selain untuk berobat, juga harus untuk memenuhi kebutuhan harian dan kebutuhan sekolah anaknya. Sampai akhirnya rumahnya pun dijual, untuk biaya tersebut. Saat ini beliau kost ditempat tetangganya. Bulan Agustus-November 2016 beliau beberapa kali dirawat di RS Moewardi. Karena sakit asam lambungnya sudah akut dan ada cairan masuk ke paru-paru. Setelah dari RS Moewardi pada Desember 2016 Beliau dirawat lagi di RS Dr Oen Kandang Sapi selama sekitar 8 hari setelah itunSampai sekarang tidak diperiksakan lagi ke RS dan hanya dirawat dikost. Selama dirawat sendiri, Beliau selalu menggunakan Oksigen dan harus mengkonsumsi obat yg dibeli di Apotik. sekitar 3 bulan ini juga mengkonsumsi obat Sin She. Untuk oksigen dalam seminggu membutuhkan 2-3 tabung besar dengan harga 80.000/tabung. Saat ini istri beliau harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dibantu anak pertama beliau. Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan Pak Herry dan bisa menyampaikan titipan sedekah dari para sedekaholic untuk membantu beli obat,oksigen. Keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @Mawan @Anissetya @Yudi

Pak Herry menderita asam lambung akut + gula


AHMAD MAHBUB (5, Kelainan pada Mata + Luka Bakar). Alamat : Dusun II, RT 1/3, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kami akrab menyapanya dengan panggilan Abub. Pada usianya yang masih balita dia memiliki kelainan pada mata yaitu tidak dapat melihat dengan baik dikarenakan ukuran bola matanya yang tidak normal. Kornea matanya terus bergerak memutar. Hal ini dialami sejak dia lahir. Dokter yang memeriksanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon menyatakan bahwa harus segera dilakukan operasi sebelum usia Abub terus beranjak remaja. Abub dirujuk ke Rumah Sakit Cicendo Bandung, namun belum sempat berangkat Abub justru mengalami musibah lain yang menyebabkan luka bakar pada bagian tangan dan dadanya. Konsentrasi pengobatanpun beralih untuk sementara waktu hingga luka di tubuh Abub mulai membaik. Saat ini, atas bantuan sedekaholics, Abub telah menjalani tiga kali pemeriksaan di Rumah Sakit Cicendo Bandung dan masih akan menjalani proses pengobatan mata Abub selanjutnya. Abub adalah putra dari Bapak Abdul Muhyi (43) dan Ibu Umi Asih (36). Mereka hidup dalam keadaan yang sangat sederhana. Ibu Umi Asih yang merupakan seorang hafizhah mengajar mengaji di kediamannya dan suaminya hanya berjualan di warung kecil yang mereka miliki. Keadaan ini sempat membuat rencana pengobatan Abub di Bandung tertunda meski biaya pengobatan sudah ditanggung oleh fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan menyampaikan kembali bantuan kepada keluarga ini untuk transportasi selama berobat ke Bandung dengan harapan agar Abub bisa sehat segera seperti layaknya anak seusia dia. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Agup memiliki kelainan pada mata dan mengalami luka bakar


DASINAH BINTI ADAM (45, Melanoma Maligna). Alamat : RT 3/12, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari bintil kecil di kaki tahun 2010, pada saat itu Ibu Dasinah memeriksakan penyakitnya ke puskesmas, dan diduga hanya luka biasa. Lambat laun bintil tersebut kian membesar, sampai akhirnya pada lima tahun lalu dokter mendiagnosa Ibu Dasinah terkena kanker kulit stadium empat yang membuat kaki kirinya tidak bisa difungsikan secara normal, bahkan sudah tidak bisa digunakan untuk berjalan. Pada awal pemeriksaan tahun 2015 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon, Ibu Dasinah sudah terdiagnosa Melanoma Maligna yaitu sejenis kanker kulit dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pada Agustus 2016, Ibu Dasinah disarankan menjalani terapi suntik interferon selama satu tahun tanpa putus. Hal ini tidak dapat dilakukan karena sesuatu hal, sehingga saat ini Ibu Dasinah diberikan terapi suntik jenis lain yang fungsinya hampir sama. Akhirnya kaki kiri Ibu Dasinah diamputasi untuk mengurangi rasa sakit yang begitu berat, dikarenakan bagian ini sudah mulai membusuk. Selama hampir tiga tahun Ibu Dasinah berobat di Bandung dan saat ini berada kembali di Cirebon. Putrinya berangkat ke RSHS setiap minggu untuk mengambil obat yang harus diberikan kepada Ibu dasinah. Ibu Dasinah adalah istri dari Pak Admono yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dengan empat orang anak. Dua dari empat orang anaknya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena menemani ibunya di Bandung selama proses pengobatan. Sementara Pak Admono mengasuh dua anak lainnya yang masih sekolah di Cirebon waktu itu. Bersyukur biaya pengobatan Ibu Dasinah sudah ditanggung BPJS kelas III. Kekuatan hati dan kebulatan tekad keluarga ini untuk mengobati sang ibu, membawa kurir Sedekah Rombongan bersilaturahmi ke kediaman mereka dan menyampaikan bantuan biaya transportasi ke Bandung untuk pengambilan obat. Hal ini disambut baik dan mereka menyampaikan terima kasih kepada sedekaholics yang telah menyampaikan bantuannya melalui Sedekah Rombongan. Bantuan sebelumnya telah diberikan dan termasuk dalam Rombongan 951.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhamadiskandar aulia

Ibu Dasinah terkena kanker kulit stadium empat


ENOH BINTI MAKBUL (43, Ca Mammae). Alamat : Dusun 1, Blok Pajaten, RT 1/1, Desa Lebak Mekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sakit yang dirasakan oleh Ibu Enoh berawal pada bulan Januari 2016 yaitu rasa nyeri pada payudara sebelah kiri dengan ada sedikit benjolan. Keinginan berobat sempat tertunda karena anak Ibu Enoh juga sedang sakit saat itu. Kemudian pada awal tahun 2017, akhirnya Ibu Enoh memeriksakan sakitnya ke dokter dan disarankan untuk segera menjalani operasi. Ibu Enoh menjalani operasi sebanyak dua kali yaitu tanggal 16 Maret dan 11 April 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Selanjutnya Ibu Enoh dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung guna menjalani kemoterapi. Ibu Enoh adalah istri dari Bapak Mahi (46) yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan 4 (empat) orang anak. Kehidupan sehari-hari yang sangat sederhana, membuat rencana pengobatan di Bandung tidak bisa dilaksanakan walau biaya pengobatan sudah menggunakan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan mencoba memahami dan mencari solusi untuk membantu Ibu Enoh dalam upaya berobat ke Bandung. Bantuan dari sedekaholics kembali disampaikan untuk biaya transportasi dan bekal selama proses kemoterapi. Bantuan sebelumnya termasuk dalam Rombongan 1061. Saat ini Ibu Enoh sudah menjalani seluruh rangkaian kemoterapi dan menunggu hasil selanjutnya dari rumah sakit. Semoga Ibu Enoh bisa sehat dan kembali beraktifitas dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 15 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @asiihlestari

Bu Enih menderita ca mammae


ROLIYAH BINTI KUSNAN (24, Kelainan Mata). Alamat : Dusun III, RT 1/5, Desa Dukuh, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Liya –demikian kami akrab menyapanya- terlihat seperti remaja normal pada umumnya. Namun dia memiliki kelainan pada bola mata kanan dan kiri. Pada bagian retina muncul bintik-bintik putih dan bola matanya bergerak lebih aktif. Awalnya keadaan ini tidak dihiraukan, namun setelah merasa mengganggu aktivitasnya yang bekerja di sebuah toko, dia memeriksakan keadaan matanya tersebut ke dokter di puskesmas setempat. Liya dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif. Bersyukur dokter menyatakan sakitnya tersebut bisa dibantu dengan menggunakan kacamata tanpa perlu menjalani operasi. Namun kendala selanjutnya adalah biaya pembelian kacamata tidak dimiliki. Liya adalah putri dari Bapak Kusnan (59) dan Ibu Wasti (57) yang hidup sangat sederhana. Bapak Kusnan bekerja sebagai sopir angkutan umum sementara istrinya hanya mengurus rumah tangga. Keadaan ini cukup membuat kurir Sedekah Rombongan bersimpati. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya pembelian kacamata Liya dengan harapan mampu membantu aktifitasnya agar kembali berjalan normal seperti sebelum sakit. Semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @asiihlestari

Roliyah memiliki kelainan pada bola mata kanan dan kiri


SINTA DEWI (2, Retinablastoma). Alamat : Dusun 2, Blok Parenca, RT 4/4, Desa Gumulung Lebak, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sinta yang waktu itu masih berusia sekira satu tahun terjatuh dan matanya terkena benturan dengan aspal. Tidak disangka, karena hal tersebut, mata sebelah kanannya membengkak dan merah. Kian lama matanya kian membesar hingga menonjol keluar. Sinta yang saat itu masih belum bisa bicara hanya merintih kesakitan dan terus menangis. Ketika diperiksakan ke dokter, Sinta didiagnosa terkena retinoblastoma, ada tumor yang terus tumbuh pada retina matanya dan disarankan untuk segera dioperasi. Bola mata Sinta harus diangkat dan Sinta dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Setelah melalui pemeriksaan, Sinta akhirnya menjalani operasi pengangkatan bola mata. Operasi berjalan lancar dan saat ini Sinta masih terus berobat rutin untuk kemoterapi di RSHS Bandung. Bantuan sedekaholics kembali diberikan untuk pembelian protesa mata dan obat lainnya. Sinta adalah putri pertama dari Bapak Sopari (30) dan Ibu Atikah (23). Bapak Sopari adalah seorang pedagang siomay yang menetap di luar kota dan seminggu sekali pulang ke rumah. Penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari membuat dia berfikir keras agar bisa menuntaskan pengobatan putrinya. Bersyukur Sinta sudah memiliki fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sedekah Rombongan memberikan bantuan transportasi dan biaya hidup selama berobat ke Bandung. Bantuan sebelumnya tercantum dalam Rombongan 1061. Semoga Sinta segera diberikan kesehatan hingga bisa tumbuh layaknya anak balita normal.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Sinta didiagnosa terkena retinoblastoma


SULAMI BINTI MAEDI (49, Myoma Intra Abdomen). Alamat : Blok Plaksan, RT 2/6, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Perutnya membesar, kakinya bengkak dan hanya bisa duduk di pinggir tempat tidur. Bahkan untuk tidurpun hanya bisa sambil duduk. Begitulah keadaan Ibu Sulami dengan myoma intra abdomen yang dideritanya. Sakitnya berawal sekira dua tahun lalu, dengan merasa ada benjolan kecil dan mengeras di bagian perut, bekas operasi sesar ketika melahirkan putra pertamanya delapan tahun lalu. Kian lama, perut Ibu Sulami terasa keras dan membesar. Namun hal ini tidak dirasa, bahkan Ibu Sulami tetap bekerja sebagai buruh batik. Setahun berlalu, perut ibu Sulami kian membesar dan mulai terasa tidak nyaman. Akhirnya diperiksakanlah sakitnya tersebut ke puskesmas, dan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Dari hasil pemeriksaan, Ibu Sulami didiagnosa terkena myoma intra abdomen. Pengobatanpun dilanjutkan dengan pemeriksaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Selama hampir enam bulan melakukan pemeriksaan, tubuh Ibu Sulami semakin kurus dan perutnya yang terus membesar. Keputusasaan sempat hinggap di benaknya, dan tidak lagi melanjutkan berobat ke Bandung karena tidak sanggup perjalanan jauh dan sering sesak nafas. Ikhtiar berobatpun dilanjutkan terus dengan pengobatan herbal. Namun, karena perkembangan yang tidak signifikan, pada hari Senin (11/7) kurir Sedekah Rombongan mencoba mencari informasi tentang kemungkinan Ibu Sulami bisa diberi tindakan medis pada beberapa rumah sakit. Akhirnya ada salah satu rumah sakit yang bersedia menangani Ibu Sulami. Pilihan ini akhirnya diambil mengingat keadaan Ibu Sulami semakin mengkhawatirkan. Tindakan medis langsung dilakukan dengan mengeluarkan cairan yang ada dalam perut Ibu Sulami. Sekitar tiga puluh liter cairan berhasil dikeluarkan dan perut Ibu Sulami akhirnya mengendur. Sehari kemudian dilakukan operasi untuk mengeluarkan massa yang ada di dalam perutnya. Saat ini Ibu Sulami sudah menjalani proses pengeluaran cairan sebanyak dua kali dan mulai mengkonsumsi suplemen makanan untuk mempertahankan kondisi kesehatannya. Ibu Sulami adalah istri dari Bapak Anta (55), yang tinggal dalam rumah pra sejahtera dengan keadaan sederhana bersama anak tunggalnya, Khaerudin. Bapak Anta hanyalah seorang buruh batik dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Selama pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah dan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung serta pengobatan herbal, Ibu Sulami didampingi oleh Sedekah Rombongan. Bantuan sebelum ini telah disampaikan kepada Ibu Sulami dan termasuk dalam rombongan 1027. Semoga Allah segera mengangkat sakit Ibu Sulami dan memberikan kesehatan yang sempurna serta menguatkan niat kita dan sedekaholics dalam pengkhidmatan kepada dhuafa. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhammadiskandar @aulia

Ibu Sulami menderita myoma intra abdomen


MARFUAH BINTI MADINA (38, Kanker Kulit). Alamat : Blok Kauman Lor, RT 5/2, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Berawal dari rasa perih di kulit bagian tangan, lalu menyebar ke bagian tubuh lain hingga sekujur tubuhnya, Marfuah -yang akrab dipanggil Puah- akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas Karangsari yang merupakan puskesmas rujukan di wilayah Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Seluruh kulit tubuhnya mengeras dan hitam, lalu mengelupas sedikit demi sedikit. Perih pada permukaan kulitnya kian terasa ketika terpapar sinar matahari langsung. Setelah beberapa kali berobat ke puskesmas, Puah mencoba berobat ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungjati Kota Cirebon. Dari hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa Puah terkena kanker kulit. Setelah beberapa kali pemeriksaan dokter mendiagnosa Puah terkena scleroderma yaitu penyakit autoimun dengan gejala utama berupa pengerasan dan penebalan kulit. Area yang sering terkena adalah wajah, tangan, dan kaki. Organ-organ di dalam tubuh, seperti sistem pernapasan dan pencernaan, juga dapat terkena. Karena keterbatasan fasilitas, Puah dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mencoba berkonsultasi dengan dokter lain di Rumah Sakit Mitra Plumbon. Puah adalah istri dari Abdul Hamid (39) yang bekerja sebagai buruh bangunan. Bersama ketiga anaknya dia hidup dalam rumah sederhana. Penghasilan suami yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membuatnya kesulitan untuk berobat karena walaupun biaya pengobatan sudah ditanggung BPJS PBI Kelas III namun tetap dibutuhkan biaya transportasi selama berobat. Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya merasa prihatin dan mencoba memahami kebutuhan untuk biaya berobat tersebut. Bantuan dari para sedekaholicspun kembali diberikan kepada Puah untuk memudahkan berobat selama beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini termasuk dalam Rombongan 1067. Semoga kesembuhan yang terbaik segera Allah berikan kepada Puah, agar bisa kembali normal seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 16 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno @nurmuhamadiskandar @asiihlestari

Bu Puah terkena scleroderma yaitu penyakit autoimun


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT 9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sopa, putri Pak Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics Sedekah Rombongan (#SR) sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan alhamdulillah, pada pertemuan selanjutnya, 14 Januari 2016, tampak kondisi Sopa terus membaik. Akan tetapi, karena Sopa masih harus berobat ke RSHS Bandung, sedekaholics #SR kembali memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan membeli obat. Pada April 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Sopa dan bapaknya di RSHS Bandung. Untuk membantu memudahkan ikhtiar berobatnya, Sopa menginap di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Walaupun Sopa nampak semakin mambaik, tim medis masih menganjurkannya kontrol dan berobat sampai tuntas. Sopa dan keluarganya masih membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan pusat itu. Alhamdulillah, selama pengobatannya dan singgah di RCAK, Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan bantuan, yaitu titipan dari sedekaholics yang berempati kepadanya. Setiap bulan Sopa dan keluarganya harus rutin berobat dan kontrol ke RSHS Bandung. Selama itu pula ia dan keluarganya harus pulang-pergi dari rumahnya di Garut ke RSHS dan singah untuk menginap di RCAK Bandung. Selama proses kontrol dan berobat itu pula mereka membutuhkan biaya transportasi-akomodasi dan biaya untuk membeli obat. Alhamdulillah juga setiap kali Sopa berobat dan membutuhkan biaya, Kurir Sedekah Rombongaan dapat menemuinya dan memberi bantuan lanjutan dari para Sedekaholics. Berdasarkan informasi dari kurir #SR yang mendampingi pengobatannya di Bandung, pada Oktober sampai Desember 2016, kondisinya semakin membaik. Akan tetapi, dikarenakan proses pengobatannya masih harus berlanjut dan masih memerlukan biaya, maka pada bulan Agustus 2017 Sedekah Rombongan secara berkelanjutan menyampaikan bantuan berupa uang dari Sedekaholics untuk biaya berobat. Pada Nobember 2017 Kurir #SR kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholik, yang disampaikan di RCAK Bandung. Bantuan ini digunakan untuk membantu biaya transportasi dari Garut ke Bandung dan membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan. Pada kunjungan di bulan Oktober ini, Alhamdulillah kondisi Sopa dikabarkan hampir mencapai kesembuhan. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @ghildakharisma

Sopa menderita lupus


SINTA BINTI MAHMUDIN (10, Kanker Darah). Alamat: Kampung Papanggungan RT 1/6, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Sinta adalah anak semata wayang yang lahir dari pernikahan pasangan suami-istri, Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47). Sejak tahun 2012 ia didiagnosa menderita kanker darah. Sampai saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Walaupun memiliki jaminan kesehatan (Kartu Jamkesmas), orangtua Sinta –yang tergolong keluarga dhuafa– merasakan beban yang berat untuk membiayai pengobatannya. Di antara kesulitan yang dirasakan keluarga Sinta adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung dan biaya untuk membeli obat yang tidak dijamin Program Jamkesmas. Biaya berobat Sinta ke rumah sakit terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimilikinya. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Pada tahun 2012 alhamdulillah Sedekah Rombongan (#SR) bertemu dengan Sinta dan keluarganya saat mereka berobat di RSHS Bandung. Dari keluarga dhuafa ini, banyak pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia, di antaranya ketabahan mereka menerima kentuan Allah dan kegigihan mereka dalam berusaha menjalankan perinah Allah SWT. Sampai saat ini Sinta menjadi pasien dampingan #SR yang termasuk paling disiplin dalam menjalani terapi di RSHS Bandung. Alhamdulillah kondisi Sinta amat menggembirakan dan terus mengalami perbaikan. Kemoterapi yang harus ia jalani, yaitu 52 kali, alhamdulillah telah tuntas ia ikuti. Meskipun demikian, ia masih diharuskan meminum obat MP-6 satu butir sehari. Pada akhir November 2016, Sinta datang lagi ke RSHS Bandung untuk menjalani kontrol untuk memastikan perkembangan kesehatannya. Sampai pada November 2017, Sinta dan keluarganya masih harus kontrol rutin ke RSHS Bandung, dan mereka masih terus bersemangat untuk terus berikhtiar Pada Nobember 2017 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR. Bantuan yang diberikan di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini dipergunakan untuk biaya transportasi-akomodasi dan membeli obat kemoterapi (MP6). Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @abahlutung

Sinta menderita kanker darah


NENG RAHMAWATI (12, Leukemia). Alamat: Kampung Cibetik Cipageran RT 5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak setahun yang lalu berjuang melawan ganasnya Kanker Darah Akut. Penyakit yang Neng alami mengharuskan anak periang ini berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung hingga saat ini. Sang ayah, Dede Syaefudin, seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani ini upah kerjanya hanya Rp.35.000,- per hari. Tak heran mereka sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, yaitu Mercaptopurin. Obat ini harus diminum setiap hari. Kini Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tata laksana yang direncanakan. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan dapat bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Sejak itu ia menjadi pasien dampingan Sedekah Rombongan, dan dapat melakukan pemeriksaan serta kontrol secara teratur. Kondisinya terus membaik, namun dia masih harus kontrol rutin. Pada akhir Desember 2014 kurir Sedekah Rombongan kembali menemui Neng Rahmawati dan keluarganya saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Dengan izin Allah SWT pula saat itu Sedekah Rombongan dapat mengantarkan titipan dari Sedekaholics yang digunakan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS Kesehatan. Pada pertengahan bulan Februari 2016, kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi bahwa Neng dirawat inap di RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi dan kontrol rutin. Saat ditemui, Neng dan keluarganya tampak kebingungan karena tidak punya biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung Jamkesmas dan biaya sehari-hari selama dirawat. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan kembali meringankan beban mereka dengan memberinya santunan yang disampaikan di Rumah Sakit Rujukan Pusat itu. Pada bulan-bulan selanjutnya Sedekah Rombongan kembali kembali melakukan pendampingan kepada Neng Rahmawati dan memberi bantuan setiap ia menjalani kontrol rutin ke RSHS Bandung. Untuk membantu dan memudahkan proses pengobatannya yang harus berlanjut, Neng Rahmawati tinggal dan dirawat di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK), yang beralamat di daerah Sukajadi Bandung, dan sudah bersinergi dengan Sedekah Rombongan. Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit kepada mereka yang mereka terima di RCAK Bandung. Hingga Oktober 2016, kondisi Neng terus membaik dan masih rutin menjalani pengobatan di RSHS. Pada akhir Oktober 2016 sampai Desember 2016 masih rutin ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterapi lanjutan. Ia masih membutuhkan bantuan para derawan untuk membeli obat-obatan demi menuntaskan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan. Alhamdulillah dengan empati sedekaholik, sampai pada bulan Nobember 2017 Sedekah Rombongan kembali dapat menyampaikan bantuan para dermawan untuk Neng Rahmawati. Bantuan yang diterima di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk transportasi-akomodasi dan tambahan biaya membeli obat. Semoga sedekah ini membawa keberkahan bagi semua dan membuka pintu kesembuhan bagi Neng Rahmawati. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 Nobember 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @kharismagilda @abahbutung

Neng menderita kanker darah


AHMAD MUZAKI (6, Leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT 2/1, Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Zaki adalah buah hati pasangan Bapak Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas, dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu, Zaki didiagnosa menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, yaitu RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Ia termasuk pasien dampingan Sedekah Rombongan (#SR) dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Selamat tinggal di RSSR Bandung ia dan keluarganya dibantu untuk mengupayakan kesembuhannya. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Pada awal Maret 2016 kurir Sedekah Rombongan bertemu lagi dengan Dek Zaki di rumah singgah, saat ia menjalani pemeriksaan dan pengobatan rutin di RSHS Bandung. Waktu itu sedekaholics #SR memberi mereka bantuan untuk biaya berobat. Alhamdulillah perkembangannya semakin menggembirakan. Meskipun demikian, ia masih harus terapi rutin ke RSHS Bandung. Pada awal April 2016 Zaki dan kedua orangtuanya datang kembali ke Bandung untuk menjalani terapi rutin. Saat itu alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantunya untuk biaya berobat. Perkembangannya alhamdulillah cukup menggembirakan, tetapi dia masih harus terus berobat. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk tambahan membeli obat yang tidak dijamin Kartu BPJS. Karena itu, pada bulan September dan Oktober 2016 Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Pada Oktober 2016 Ahmad Muzaki sempat mendapatkan tindakan di RS Al Islam Kota Bandung dan sampai saat ini ia kontrol dan berobat rutin ke Bandung serta tinggal di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung. Batuan yang diterima bapaknya di Rumah Cinta Anak Kanker (RCAK) Bandung ini digunakan untuk membeli obat. “Jazakumullah #SR! Semoga sedekah para dermawan membawa kesehatan, keberkahan dan kebaikan bagi semua pasien dan kurir SR, baik di dunia maupun di akhirat!” doa bapaknya Ahmad Muzaki penuh ketulusan. Sampai sekarang Ahmad Muzaki masih harus berobat rutin ke RSHS Bandung dan selama pemeriksaan dan pengobatan tinggal di RCAK Bandung. Pada November 2017 sekarang pun Sedekah Rombongan secara berkelanjutan menyampaikan bantuan untuk biaya transportasi kontrol ke RSHS Bandung dan membeli obat leukemia untuk Zaki. Bantuan tersebut disampaikan di RCAK Bandung. Bantuan untuk Ahmad Zaki sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @cucucuanda @abahlutung

Ahmad menderita kanker darah


ABI SAPUTRA (13, Celebral Palsy). Alamat: Kampung Balakang RT 02/02, Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Sejak dilahirkan fisik bayi Abi Saputra terlihat ada kelainan. Akan tetapi secara kejiwaan, dalam pertumbuhannya Abi baik-baik saja dan bisa berkomunikasi dengan baik. Abi adalah anak kedua dari Ibu Neneng (43) yang sudah bercerai dengan suaminya. Sendirian Ibu Neneng bekerja sebagai buruh lepas demi mengurus kedua anaknya. Sekarang pun Ibu Neneng dan kedua anaknya tinggal bersama di rumah orang tuanya. Dalam keterbatasan itu Ibu Neneng terus berjuang untuk mengobati Abi dengan harapan dan semangat agar Abi bisa tumbuh normal dan sehat sebagaimana anak yang lain. Abi pernah dibawa berobat ke dokter ortopedik di RSUD Cianjur, dan menurut dokter Abi didiagnosa Celebal Palsy. Dokter pun merujuknya agar Abi berobat ke RSHS Bandung. Dengan bekal seadanya Ibu Neneng membawa Abi ke RSHS Bandung untuk diperiksa. Setelah beberapa kali pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Abi bisa disembuhkan dengan cara operasi. Akan tetapi karena jarak yang jauh dan tidak memiliki biaya serta bekal, pengobatan Abi akhirnya terhenti. Berkat usahanya yang gigih, akhirnya Ibu Neneng bertemu dengan Sdr. Iyus yang kemudian Sdr. Iyus itulah yang menyampaikan keluhan Ibu Neneng itu kepada Kurir Sedekah Rombongan Cipanas-Cianjur. Beruntung Kurir #SR dapat berkunjung ke rumah keluarga Abi Saputra. Pada kunjungan itu Kurir #SR mendengarkan kisah sedih dan keprihatinan Ibu Neneng yang berjuang untuk kesembuhan Abi. Ibu Neneng dan Abi membutuhkan pertolongan dan bantuan agar Abi bisa berobat kembali ke RSHS Bandung, dan ia memerlukan bantuan transportasi serta akomodasi selama di Bandung. Syukur Alhamdulillah, berdasarkan persetujuan seluruh keluarga maka Sedekah Rombongan pun menjemput Abi beserta ibunya untuk dibawa ke Bandung demi melanjutkan ikhtiar berobatnya di RSHS Bandung. Selama berobat Abi dan ibunya akan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Sesampai di RSSR Bandung Kurir Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari para sedekaholik #SR berupa uang untuk bekal mereka selama di Bandung dan akan digunakan untuk membeli obat berdasarkan resep dokter yang harus dibeli di apotek. Abi masih memerlukan bantuan biaya untuk bekal dia berobat di Bandung dan membeli obat, maka pada November 2017 Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan dari para sedekahlik, yang diberikan di Rumah Singgah Sedekah Rombongan. Semoga bantuan para dermawan, sedekaholik #SR, dapat memberinya kemudahan selama ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan dan tumbuh sehat seperti yang diharapkan Ibu dan seluruh keluarganya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima :@paulazah @agungtrikurnia7 @alwijozz

Abi didiagnosa celebal palsy


SITI ZALILAH ALAWIAH (11, Infeksi Saluran Kencing + Gangguan Ginjal). Alamat: Kampung Cipeundeuy RT 2/3, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat – Provinsi Jawa Barat. Siti Zalilah adalah anak dari Bapak Apang Sutisna (56 th.) dan Ibu Siti Fatimah (49 th.). Ayah Siti Zalillah bekerja serabutan, mencari nafkah dengan mencari upah sebagai petani kebun milik warga di desanya. Sejak enam bulan yang lalu di leher Siti Zalillah muncul benjolan. Setelah diperiksa ke puskesmas terdekat, dokter menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit Cibabat. Dari hasil pemeriksaan RS Cibabat, Siti Zalillah diduga mengidap penyakit kelenjar. Akan tetapi, setelah dua minggu berobat jalan, perut bagian kanannya mengeras dan muncul semacam benjolan. Kemudian Siti Zalilah dirujuk ke poli bedah, dan dari sana dokter hanya menyarankan untuk melakukan USG sambil Siti Zalillah menghabiskan dulu obat yang diberikan. Sungguh mengagetkan dan di luar dugaan kedua orang tua Siti Zalillah, sebab berdasarkan hasil USG dokter bedah menyatakan bahwa Siti Zalilah terdeteksi mengalami infeksi saluran kencing dan pembengkakan ginjal. Perut Siti Zalilah semakin membengkak sampai akhirnya Siti Zalilah harus dirawat selama dua minggu di RS Cibabat. Di sana ia diberi transfusi darah sebanyak2 labu dan trombosit sebanyak 6 labu. Selanjutnya dokter merujuknya ke poli hematologi di RSHS Bandung. Setelah mengalami berbagai kesulitan dan kesedihan selama berobat, sungguh menyedihkan bagi keluarga dhuafa tersebut karena mereka sudah tidak memiliki biaya untuk pergi ke RSHS Bandung, dan pengobatan Siti Zalilah terpaksa mengalami penundaan. Atas bantuan saudara dan tetangganya, akhirnya Siti Zalilah dapat berangkat ke RSHS Bandung untuk proses pengobatannya. Berdasarkan informasi tetangganya itulah Sedekah Rombongan mendapat kabar tentang penderitaan keluarga dhuafa tersebut. Syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat mengunjungi dan bertemu dengan Siti Zalilah yang sedang dirawat di RSHS Bandung. Dari pertemuan tersebut kurir Sedekah Rombongan mendapatkan orang tua Siti Zalilah sedang sangat berduka dan bersedih karena tidak memiliki bekal atau pun uang untuk menebus resep obat yang harus dibeli di apotek. Selain itu, mereka pun sudah tidak memiliki bekal untuk membeli berbagai kebutuhan selama menunggu di rumah sakit. Pada kunjungan dan pertemuan itu, syukur Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dapat menyampaikan titipan langit, yaitu bantuan uang dari para sedekaholik yang berempati atas penderitaan Siti Zalillah dan keluarganya. Bantuan uang tersebut diterima kedua orang tua Siti Zalilah dengan penuh rasa haru dan ucapan terima kasih yang berulang-ulang. Mudah-mudahan bantuan para dermawan, sedekahlik #SR ini meringankan beban penderitaan keluarga dhuafa tersebut dan dapat membantunya membuka jalan bagi kesembuhan Siti Zalilah.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @lisdamojang @trietan @hengkisenandika

Siti Zalillah diduga mengidap penyakit kelenjar


M. RIA ABDUL JAMAL (41, Anemia Gravis + Lambung). Alamat: Jalan Cijerokaso No. 7 RT 5/10, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat. Bapak Ria Abdul Jamal (Pak Jamal) adalah seorang sopir taksi yang masih tinggal menumpang di rumah mertuanya bersama istri dan satu orang anaknya. Delapan bulan yang lalu, Pak Jamal mengalami bengkak di kedua kakinya. Beberapa hari ia beristirahat dari pekerjaannya sebagai sopir taksi. Tetapi karena bengkak dikakinya tidak juga sembuh, maka ia pun pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tegal, bermaksud meminta bantuan biaya untuk berobat kepada keluarganya. Di sana ia memeriksakan kakinya ke RSI PKU Mhammadiyah Kabupaten Tegal. Dari pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Pak Jamal mengidap penyakit asam urat tinggi, dan dari hasil resume medis Bapak Jamal didiagnosa Anemia Gravis. Dokter menyarankan agar ia memeriksakan diri berobat rutin ke rumah sakit, namun setelah pemeriksaan itu Bapak Jamal kembali pulang ke Bandung untuk mengabarkan perihal sakitnya itu kepada keluarganya. Akan tetapi karena beberapa bulan ia tidak bekerja dan tidak memiliki uang, ia tidak mampu pergi ke dokter atau rumah sakit untuk memeriksakan penyakitnya. Karena kondisi sakitnya yang berlarut itu istrinya pun terpaksa bekerja di tempat laundry pakaian untuk mencari nafkah. Beberapa bulan kemudian kedua kakinya semakin mengecil dan tubuhnya semakin kurus dan lemah. Setiap hari ia hanya terbaring beralas kasur di satu ruangan kecil, tempat tinggalnya bersama keluarga. Pak Jamal dan istrinya semakin hidup dalam keprihatinan dan kesedihan. Kondisi ekonomi keluarga dan orang tuanya yang sulit membuatnya tak berdaya untuk membiayai penyakit Pak Jamal. Walaupun mereka sudah menjadi peserta BPJS, namun karena iurannya menunggak maka mereka pun tidak bisa menggunakan fasilitas kesehatan itu untuk berobat. Beruntung sekali kurir Sedekah Rombongan (#SR) dapat berkunjung dan dipertemukan dengan keluarga dhuafa itu melalui kabar dari saudaranya yang merasa kasihan. Dari hasil kunjungan pertama itu kurir #SR mendengar cerita duka dan kesusahan mereka yang disertai dengan tangisan dan derai air mata. Namun demikian mereka terus berikhtiar mencari bantuan dan istrinya bekerja setiap hari sampai malam demi mencari uang sambil berharap mendapat rezeki untuk membiayai pengobatan pak Jamal. Merasa prihatin dengan penderitaan mereka, maka pada kunjungan berikutnya kurir #SR memberikan bantuan pertama berupa uang dari para Sedekaholik #SR yang berempati terhadap kesusahan mereka. Bantuan uang tersebut diterima oleh suami-istri dhuafa itu dengan diiringi tangisan haru dan kegembiraan. Sambil meneteskan air mata, istri Pak Jamal berulang kali mengucapkan terima kasih atas perhatian para dermawan #SR. Bantuan uang tersebut akan digunakan untuk melunasi tunggakan BPJS, biaya transportasi dan akomodasi berobat ke rumah sakit. Pada November 2017 Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa Pak Jamal sudah bisa rutin kontrol dan berobat dengan fasilitas BPJS. Berdasarkan anjuran dokter, Pak Jamal harus berobat rutin ke rumah sakit sebanyak dua kali seminggu. Berdasarkan pemeriksaan, Pak Jamal menderita lambung bocor sehingga setiap makan atau minum obat selalu kembali muntah. Oleh karena itu pengobatan sekarang difokuskan pada lambungnya agar selanjutnya dokter dapat memberi obat untuk penyakit asam urat dan kolesterol Pak Jamal, yang sampai saat ini belum bisa berjalan. Karena proses pengobatan Pak Jamal harus berlanjut sebanyak dua kali dalam seminggu, dan tentu saja ia memerlukan bantuan biaya transportasi dan akomodasi, maka pada bulan November ini Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan dari para sedekaholik #SR. Semoga bantuan para dermawan ini terus memberinya harapan dan semangat agar Pak Jamal dan istrinya dapat berobat dan memperoleh kesembuhannya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1074.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Bapak Jamal didiagnosa Anemia Gravis


DONI SYAIFUL RAHMAN (23, Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT 4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni ad alah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit, yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tak kan seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar. Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen Meskipun tabung oksigen sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-. Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah Kurir Sedekah Rombongan (#SR) dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini. Pada kunjungan pertama itu Kurir #SR Bandung memberikan bantuan dari sedekaholics, berupa uang untuk meringankan beban hidup keluarga Pak Sabar, agar Doni dapat melanjutkan pengobatannya. Sejak saat itu Sedekah Rombongan menjadikan Doni sebagai pasian dampingan #SR. Beberapa bulan kurir #SR di Kota Bandung terus menjenguk Doni di rumahnya. Walau kondisinya tampak membaik, pengobatannya masih harus berlanjut. Saat ini, selain harus melakukan transfusi darah setiap minggu, Doni juga harus rutin memeriksakan matanya ke Cicendo dan berobat untuk gatal-gatal di tubuhnya yang diakibatkan dari efek samping transfusi darah. Dengan rahmat Allah Swt, dan bantuan dari para dermawan melalui Sedekah Rombongan, alhamdulillah, sampai Agustus 2017 Sedekah Rombongan dapat terus menyampaikan titipan langit dari para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Pada akhir November 2017, Sedekah Rombongan mendapat kabar bahwa kondisi Doni menurun. Beberapa hari ia sakit berat dan tidak dapat mengingat ayah-ibunya serta sudah buang air kecil dan BAB di tempat tidur. Ketika dikunjungi kurir #SR Doni tengah ditunggui kedua orang tuanya yang sedang sedih dan bingung, sebab waktu itu Doni harus berobat ke rumah sakit tetapi tidak memiliki biaya. Sejak kondisi menurun dan sakit berat, ayahnya tidak bisa berdagang karena terus menunggui dan beberapa kali membawanya ke dokter di rumah sakit. Pada kunjungan itu kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan, yang mereka terima di rumahnya yang sempit. Bantuan dari para dermawan ini akan digunakan untuk biaya transportasi-akomodasi berobat ke rumah sakit. Mudah-mudahan atas bantuan para sedekaholik #SR, kondisi Doni dapat kembali membaik dan dapat sembuh sepertiyang didambakan kedua orang tuanya. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1034.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @azepbima @hengkisenandika

Doni mengidap penyakit Thalasemia Major


MUHAMAD ZHIDAN MAULANA (1, Susp. Bronkopneomonia + ISPA). Alamat: Kampung Sindangreret RT 4/5, Desa Pagermaneuh, Kecamatam Tanggeung, Kabupaten Cianjur – Provinsi Jawa Barat. Muhammad Zhidan Maulana atau yang biasa di panggil Zidan adalah anak Bungsu dari pasangan Bapak Enuy (53) yang bekerja sebagai buruh tani dan Enok Suryati (48). Sejak kelahirannya, di bawah mata Zidan terdapat benjolan kecil, dan kondisi itu pada awalnya dikira hanya benjolan biasa dan tidak berbahaya. Akan tetapi setelah beberapa lama, sesuai pertumbuhan bayi Zidan, benjolan itu semakin membesar. Tentu saja kedua orang tua Zidan sangat khawatir dengan kondisi anak nya tersebut. Zidan pun dibawa ke Puskesmas Tangeung untuk diperiksa. Namun karena keterbatasan alat medis, akhirnya Zidan pun dirujuk ke RSUD Cianjur. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan, Zidan didiagnosa suspek bronkopneuomonia dan infeksi saluran pernapasan atas. Dokter pun merujuk Zidan ke RSHS Bandung untuk melanjutkan pengobatan dan mendapat tindakan medis. Tentu saja kondisi ini membuat sedih dan panic kedua orang tua Zidan. Keluarga Zidan adalah keluarga miskin yang hidup serba kekurangan. Untuk biaya transportasi dan pengobatan selama ini pun, mereka seringkali mencari pinjaman ke saudara dan tetangganya. Berkat bantuan para warga dan relawan di daerah tempat tinggalnya, kabar duka dan kesusahan keluarga dhuafa ini sampai kepada Sedekah Rombongan. Beruntung sekali kurir Sedekah Rombongan dapat berkunjung menengok Zidan dan bersilaturahmi dengan keluarganya. Syukur Alhamdulillah Sedekah Rombongan dapat membantu dan membawa Zidan untuk berobat ke RSHS Bandung. Selama menjalani pemeriksaan sebelum menjalani operasi Zidan dan orangtuanya tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Sambil mengantar Zidan ke RSSR Bandung, Sedekah Rombongan pun menyampaikan bantuan dari para sedekaholik. Bantuan itu berupa uang untuk bekal mereka serta untuk menebus resep obat yang dianjurkan dokter. Mudah-mudahan bantuan para dermawan #SR ini dapat meringankan beban hidup orang tua Zidan dan dapat membantunya memudahkan ikhtiarnya untuk memperoleh kesembuhan bagi Muhammad Zhidan Maulana.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @azepbima @agungtrikurnia7 @alwiejozz Eva

Zidan didiagnosa suspek bronkopneuomonia dan infeksi saluran pernapasan atas


MUHAMMAD NASIR (53, Gangguan Jiwa). Alamat : Kp. Cidahu, RT 1/1, Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Mang Nasir, akrab kami memanggil bapak dari 3 orang anak ini. Telah lama ia mengalami gangguan pada kejiwaannya, ikhtiar pengobatannya telah dengan beragama cara, ia pernah diobati secara alternatif dan medis di Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA). Selama ini ia mengonsumsi obat yang disarankan oleh dokter di RS tersebut agar Mang Nasir tetap dalam keadaan stabil. Namun terkadang stock obat tersebut habis, sebabnya tak lain karena tidak adanya biaya akomodasi untuk membeli obat tersebut. Jarak yang jauh dari rumah Mang Nasir ke RSBA membuat ongkos menuju RS tersebut sangat tinggi, maklum saja karena Kampung Cidahu tempat Mang Nasir tinggal merupakan daerah perbatasan Purwakarta-Cianjur. Istrinya Eno (46) tidak bisa banyak membantu biaya pengobatan suaminya tersebut, pasalnya penghasilannya sebagai buruh cuci baru cukup untuk membiayai sehari-hari. Bersyukur kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Mang Nasir, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk meringankan biaya akomodasi pengobatannya. Mari doakan agar Mang Nasir segera Allah sembuhkan. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 975.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asepza_

Pak Nasir mengalami gangguan kejiwaan


CICI AISAH (57, Asma). Alamat : Kp. Cidahu, RT 17/5, Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Bi Cici akrab kami memanggilnya, ia menderita penyakit asma sejak 2 tahun lalu, selama 2 tahun tersebut ia hanya beberapa kali memeriksakan penyakitnya tersebut. Saat kambuh, Bi Cici harus menghentikan aktivitasnya sebagai buruh tani di sawah milik tetangganya. Ia ingin sekali sembuh, namun tak memiliki biaya untuk pengobatannya. Penghasilannya sebagai buruh tani tersebut cukup untuk membiayai kehidupan ia, suami, dan cucunya sehari-hari, tapi tak cukup untuk biaya pengobatannya. Suaminya sudah sangat sepuh, sehingga tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Alhamdulillah, kurir SedekahRombongan dipertemukan dengan Bi Cici dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan dari para Sedekaholics untuk biaya Bi Cici berobat. Bantuan sebelumnya telah tercantum dalam Rombongan 1067.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal @asep_za

Bu Cici menderita asma


DEDEH PARIDA (65, Komplikasi Penyakit). Alamat : Kp. Pangkalan, RT 6/3, Desa Palinggihan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Tahun 2000 adalah awal mula Bu Dedeh terjangkit penyakit, saat itu gejalanya adalah perut membesar, muntaj darah, dan keluar darah dari anus, ia sempat mengalami koma selama beberapa hari. Setelah menjalani pengobatan ia pun dinyatakan sembuh, selama 2 tahun ia tak menderita penyakit apapun. Namun semenjak tahun 2002 Bu Dedeh sering sekali pulang pergi ke Rumah Sakit dan menjalani rawat inap. Penyakitnya beragam, mulai dari magh kronis, kelainan jantung, varises usus, dan kembali mengalami muntah darah yang terus menerus. Hingga kini Bu Dedeh masih terus menjalani pengobatan, namun kemampuan suaminya untuk membiayai pengobatannya semakin tahun semakin berkurang, dikarenakan umur suaminya yang semakin menua. Alhamdulillah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bu Dedeh dan keluarga, kami menyampaikan titipan bantuan untuk biaya akomodasi pengobatan ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal Kiki Zakiyah

Bu Dedeh menderita magh kronis, kelainan jantung, varises usus


AI DULIMAH (45, Epilepsi + Gangguan Mental). Alamat : Kampung Darangdan, RT 18/5, Desa Darangdan, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Teh Ai, akrab kami memanggilnya. Pada 2009 lalu ia harus menghadapi masalah yang membuatnya terpukul dan membuat pikirannya terganggu. Hal tersebut diperparah saat kelahiran anak bungsunya, ia harus menjalani rehabilitasi di Cianjur selama 3 bulan. Sempat sembuh kemudian kambuh lagi, pernah juga menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bayu Asih. Namun terpaksa harus pulang karena tak ada biaya dan tak ada keluarga yang menjaganya. Saat ini ia dirawat oleh anaknya yang berumur 18 tahun, anak tersebut bekerja sebagai pesuruh tetangga-tetangga yang ada di sekitar rumahnya. Anak-anaknya yang lain masih kecil dan mereka pun dirawat oleh kakak pertamanya. Teh Ai saat ini harus menjalani suntik obat setiap satu minggu satu kali untuk menenangkannya, ada mantri desa yang datang ke rumahnya dengan bayaran Rp. 40.000,-/satu kali suntik. Kondisi kesehatan dan perekonomian Teh Ai amat sangat meprihatinkan, dengan ijin Allah kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Teh Ai dan anak-anaknya, kami menyampaikan titipan bantuan dari para sedekaholics untuk biaya pengobatan. Semoga Allah segera menyembuhkannya. Bantuan sebelumnya telah tersalurkan dan tercatat pada Rombongan 981.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @ula_awwal

Ai menderita epilepsi + gangguan mental


WINDA YULIANA (14, TB Kelenjar). Alamat : Dusun Sukamulya, RT 3/5, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Winda Yuliana adalah seorang pasien dampingan Sedekah Rombongan Kuningan. Ia merupakan siswi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Di usia 12 tahun, kesehatan Winda sedikit terganggu. Hal itu berkenaan dengan adanya benjolan di bagian sebelah kanan leher Winda. Benjolan di lehernya semakin hari semakin membesar hingga mengeluarkan nanah. Menurut pemeriksaan tim medis, ia didiagnosis menderita TB Kelenjar. Beberapa waktu lalu, benjolan pada leher Winda semakin membengkak dan meninggalkan lubang bekas nanah. Dengan dampingan Sedekah Rombongan Kuningan, awal September 2016 lalu Winda menjalani operasi pengambilan sampel tumor pada lehernya. Keadaan luka Winda saat ini sudah mulai membaik, hanya saja untuk lebih meyakinkan hasil diagnosa tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan, kemudian tim medis Rumah Sakit Sekar Kamulyan merujuk Winda ke Rumah Sakit Persahabatan (RSUP) Jakarta. Winda menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan di RSUP Jakarta. Sudah 5 kali Winda melakukan kontrol ke RSUP dalam jangka waktu 3 bulan. Winda harus mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan oleh tim medis RSUP. Bulan nopember ini, terakhir winda kontrol ke RSUP Jakarta, Tim Medis RSUP mengatakan keadaan winda sudah cukup baik, tinggal melakukan kontrol lagi ke rumah sakit daerah, itu juga dalam jangka waktu 3 bulan. Alhamdulillah selama menjalani pengobatan Winda menggunakan bantuan jaminan kesehatan JKN-KIS PBI, sehingga sangat membantu proses pengobatan Winda, hanya saja Winda membutuhkan biaya transportasi dan pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Maklum saja, ayah Winda, Bapak Carya (56) adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan tak tentu. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Sedekah Rombongan bisa menyampaikan santunan kesebelas untuk biaya transportasi dan biaya pembelian obat diluar tanggungan BPJS. Semoga Allah memudahkan ikhtiar Winda demi kesembuhan penyakitnya. Aamiin. Sebelumnya Winda masuk ke dalam pasien Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Diah

Winda didiagnosis menderita TB Kelenjar


SUCI BINTI SAMSUDI (1, Bibir Sumbing/Tersier Cleft). Alamat : Dusun Manis, RT. 16/5, Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Suci adalah seorang bayi yang usianya baru menginjak 2 bulan. Alhamdulillah ia lahir dengan selamat, hanya saja ia terlahir dalam keadaan kurang sehat secara fisik. Bayi mungil ini menderita bibir sumbing dan tidak memiliki rahang atas. Ia telah menjalani beberapa serangkaian pemeriksaan sekaligus perawatan di beberapa rumah sakit seperti, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuningan 45 selama 6 hari, hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Selain itu, terakhir ia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut (RSGM) Unpad Bandung. Bayi Suci sudah beberapa kali kontrol ke RSGM Bandung, dan sudah dilakukan pemasangan alat di bibirnya agar tidak terjadi pelebaran diantara bibr dan rahang atasnya. Pada saat kontrol bulan nopember ini, ternyata alat yang dipasang tersebut skrupnya patah dan harus dibuat lagi alat yang baru, sehingga bayi Suci harus menjalani rawat inap. Kedua orang tua Suci, Bapak Samsudi (49) dan Ibu Sahanah (34) selalu berupaya agar putrinya lekas tumbuh normal seperti anak pada umumnya. Sehingga mereka tidak pernah lelah berusaha yang terbaik untuk putrinya. Keduanya mengandalkan jaminan kesehatan jenis JKN-KIS PBI untuk perawatan Suci, hanya saja keduanya kesulitan berkenaan dengan biaya akomodasi dan juga transportasi selama Suci menjalani perawatan di Bandung. Maklum saja, Bapak Samsudi kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Alhamdulillah, karena kebaikan Allah, Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Suci dan keluarga sehingga santunan kedua dapat disampaikan kepada Bayi Suci untuk biaya transportasi dan akomodasi selama di Bandung. Semoga Suci lekas diberi kesembuhan dan dapat tumbuh dengan normal. Aamiin. Sebelumnya Bayi Suci masuk ke dalam Rombongan 1037.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Wawan

Suci menderita bibir sumbing dan tidak memiliki rahang atas


AMUD BIN SABAN (60, Stroke + Penyumbatan Jantung). Alamat : Lingk. Aton, RT 9/5, Kecamatan Kuningan, Kelurahan Cijoho, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Pak Amud, adalah seorang kepala rumah tangga yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Berawal dari satu tahun yang lalu, tiba tiba kepala beliau sakit dan dadanya sesak sehingga jatuh dan kepalanya terbentur. Kemudian beliau dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama 7 hari karna darah tinggi dan sesak nafas disertai kejang – kejang. Karna itulah, beliau kemudian mengalami stroke berat. Beliau juga tidak bisa berjalan dan selalu sesak nafas jika kambuh karna ada penyumbatan di jantung. Beliau melakukan kontrol ke rumah sakit jika ada biaya. Terakhir kurir Sedekah Rombongan ke rumah beliau, penyakit beliau sedang kambuh dan kejang kejang. Beliau menggantungkan pengobatannya dengan menggunakan BPJS mandiri kelas III. Hanya saja, itu juga harus dibayar setiap bulannya. Semenjak sakit, beliau sudah tidak bisa bekerja lagi dan menghidupi keluarganya, istri beliau, Ibu Esih Sukaesih (47) hanya bekerja sebagai pedagang gorengan saja yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari – hari. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Bapak Amud sehinggan santunan kedua pun diberikan untuk membantu biaya transportasi ke rumah sakit dan biaya pembayaran BPJS. Semoga Allah meberikan kesehatan kepada Bapak Amud. Amiin. Sebelumnya Bapak Amud masuk ke dalam Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Peniiasih

Pak Amud menderita stroke + penyumbatan jantung


ELI ROHLIANAH (47, Susp. Infeksi Mata). Alamat : Lingkungan Lameayung RT 6/7, Desa Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ibu Eli merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehatan matanya terganggu. Awalnya, sejak 3 tahun yang lalu mata ibu Eli berwarna merah, gatal-gatal dan matanya sering berair. Apabila terkena sinar matahari mata terasa sakit dan membuat kepala pusing. Bahkan beliau juga merasa sakitnya seperti tersetrum. Hal tersebut membuat beliau segera memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Beliau sudah pernah berobat ke beberapa rumah sakit, seperti ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan, rumah sakit di Bogor, dan Eye Centre Kuningan. Namun, dokter hanya mengatakan bahwa beliau hanya terkena infeksi mata. Pihak dokter menyarankan agar beliau minum obat saja tanpa tindakan medis lain. Saat ini penglihatan beliau sudah berkurang rasa sakitnya, hanya beliau harus rutin melakukan kontrol dan mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Saat ini beliau menggunakan BPJS mandiri kelas III untuk pengobatannya. Beliau tinggal bersama kedua orang anaknya yang bernama Rian (18) dan Andri (23). Ibu Eli sudah berpisah dengan suaminya sehingga tidak ada yang memberi nafkah selain kedua putranya yang bekerja sebagai buruh harian lepas. Alhamdulillah Allah mempertemukan kurir Sedekah Rombongan Kuningan dengan Ibu Eli sehingga santunan kedua dapat disampaikan oleh Sedekah Rombongan kepada beliau untuk biaya transportasi ke rumah sakit, membeli obat diluar BPJS dan untuk pembayaran BPJS. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Ibu Eli. Aamiin. Sebelumnya Ibu Eli masuk kedalam Rombongan 1033.

Jumlah Bantuan: Rp. 600.000,-
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @evainhere @nitaapuji Didi

Bu Eli menderita susp. infeksi mata


MTSR BANDUNG RAYA 1 (B 1629 SZF, Biaya Operasional Bulan Oktober 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota Bandung, MTSR Bandung Raya ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya senantiasa laik dan layak jalan. Atas izin Allah SWT, bersyukur, sedekaholics senantiasa menyokong misi MTSR Bandung Raya dalam hal biaya pemeliharaan dan biaya operasional agar dapat beroperasi secara maksimal.Alhamdulillah para sedekaholics Sedekah Rombongan kembali memberi bantuan untuk operasional bulan Oktober 2017 yang digunakan untuk: (1) pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM); (2) ganti ban; (3) top up e-Toll dan parkir; dan (5) keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.616.800,-
Tanggal: 24 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @Lisdamojang

Biaya operasional bulan Oktober 2017


MUHAMMAD ASSIDIK (12, Demam Berdarah + Leukimia). Alamat : Jalan Kasuari 19 No. 24, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada pertengahan November 2017, kondisi Sidik drop, panas tinggi dengan diagnosa awal magh. Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Kabupaten Bekasi, Sidik diharuskan dirawat intensif karena kondisinya yang turun drastis. Ia menjalani perawatan di ruang ICU dengan jaminan kartu BPJS Kesehatan Mandiri. Setelah beberapa hari menjalani pemeriksaan, Sidik dinyatakan terkena Demam Berdarah dan Leukimia yang diharuskan untuk transfusi darah. Mereka kesulitan bekal selama menjalani perawatan di rumah sakit. Ayahnya, Pak Gatot Suprapto (49) hanya seorang buruh serabutan sedangkan ibunya, Bu Lasmi (43) hanya seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah akhirnya mereka dipertemukan dengan Kurir Sedekah Rombongan yang kemudian menyampaikan bantuan awal untuk bekal di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay Ratna Tidi

Sidik dinyatakan terkena demam berdarah dan leukimia


MTSR BANDUNG RAYA 2 (B 2641 BF, Biaya Operasional Oktober 2017). Sejak bulan Mei 2014, Sedekah Rombongan Bandung Raya dipercaya untuk meingkatkan pengkhidmatan membantu para dhuafa yang sakit dan tidak mampu melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kendaraan serbaguna ini difungsikan sebagai ambulans dan mobil jenazah. Sampai saat ini, keberadaan MTSR Bandung Raya sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan Sedekah Rombongan Bandung Raya maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015, intensitas penggunaan MTSR Bandung Raya semakin tinggi. Selain antar jemput pasien atau jenazah di sekitar Bandung Raya, hampir setiap hari MTSR bergerak sampai ke pelosok desa di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Melihat banyaknya warga dhuafa sakit yang membutuhkan ambulans, alhamdulillah, pada awal Mei 2016, sedekaholics Sedekah Rombongan mempercayakan lagi satu unit mobil ambulans (AVP, B 2641 BF) tambahan untuk dikelola Sedekah Rombongan Bandung Raya. Menghadapi medan Kabupaten dan Kota madya Bandung, ambulans yang kerap dipanggil ‘Mr. Black’ ini tentu harus tampil prima. Selain penggantian pelumas dan servis rutin, ketersediaan bahan bakar menjadi keharusan agar MTSR Bandung Raya 2 senantiasa laik dan layak jalan. Selama bulan Oktober 2017 telah dikeluarkan kebutuhan biaya operasional MTSR Bandung Raya 2 yang digunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) guna keperluan antar-jemput pasien dampingan yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung atau ke luar kota di wilayah Jawa Barat, ganti oli, mengantar belanja kebutuhan RSSR Bandung dan keperluan lainnya. InsyaAllah, MTSR Bandung Raya 2 akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para dhuafa di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholics Sedekah Rombongan dibalas oleh Allah SWT dengan berkah dan janah di dunia dan akhirat. Aamiin. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 1064.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.780.700,-
Tanggal: 24 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @lisdamojang

Biaya operasional Oktober 2017


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Operasional Bulan November 2017) Alamat: Jl. Arifin No 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan untuk menunjang kesembuhan pasien seperti biaya listrik,biaya Hotline, iuran keamanan, iuran kebersihan, Sewa lahan parkir, biaya perbaikan RSSR. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1081 Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 3.313.700
Tanggal: 29November 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional bulan November 2017


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) SOLO (AD1998 SR BiayaOperasional November 2017) Bebo, sapaan akrab dari para kurir untuk ambulance Sedekah Rombongan Solo. Mobil Luxio putih dengan corak Batik ini pertama kali digunakan pada akhir 2014. Dengan nomer Hotline 08158911911. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan bergerak untuk menolong para dhuafa yang sakit dalam hal pengobatan, perawatan dan pendampingan pasien. Bebo ini telah hilir mudik mengantar jemput pasien dari rumah ke rumah sakit, mensurvey sasaran, menyampaikan santunan di area Solo Raya, tak jarang digunakan untuk estafet pasien ke kota lain. Perawatan serta kebersihan bebo terus dilakukan oleh para kurir agar bebo tetap nyaman saat digunakan. Bulan Oktober ini, kebutuhan oprasional MTSR Bebo digunakan untuk biaya pembelian bensin, perawatan, servis MTSR, gaji Driver. Setelah branding ulang, bebo yang sebelumnya tampil dengan corak batik merah kini sudah berganti dengan corak batik biru. Laporan sebelumnya masuk rombongan 1081 Doa terbaik untuk #SahabatSR agar segala urusan dimudahkan serta dilancarkan. Aaamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.858.000
Tanggal : 29 November 2017
Kurir : @Mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya operasional bulan November 2017


KARTIYEM BINTI SOMO (65, Tidak bisa berjalan). Beralamat di Soka RT 04/ RW 03, Madegondo, Grogol, Sukoharjo. Mbah Kartiyem (65) seorang janda tua. suami dan anaknya sudah lama meninggal. Beliau tidak memiliki tempat tinggal, Sehingga menumpang di rumah tetangga bersama cucunya. Tanggal 13 Oktober 2017 kemarin, beliau terpeleset dan jatuh di rumah tetangganya yang menjadikannya tidak bisa berjalan dan memar disekitar pantat. Oleh tetangganya langsung dibawa ke klinik terdekat. Karena tidak bisa merawat, selang sekitar seminggu kemudian oleh cucunya diantarlah ke tempat adiknya Beliau di daerah Mojorogo, Carikan, Juwiring, Klaten untuk dirawat. Oleh adiknya, Beliau tidak diperiksakan ke dokter, hanya diurut tukang pijat. Atas saran tukang pijat beliau dianjurkan mengkonsumsi ikan gabus/kutuk. Sampai saat ini beliau belum bisa berjalan dan ketika mau duduk serta tidurpun harus dibantu. Syukur Alhamdulillah #kurirSR dipertemukan dengan Mbah Kartiy

em sehingga bisa menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk membantu berobat dan keperluan sehari-hari. Semoga Mbah Kartiyem lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti sebelumnya. Keluarga mengucapakan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 28 November 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya , Yudi

Mbah kartiyem tidak bisa berjalan


TASKIYA QOTRUNNADA (1. Radang Otak + Penyumbatan Hati). Alamat : Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Furqon RT/RW 04/05 Dusun Mranggen, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo. Tazkia adalah putri dari Yusron Mulyawan (35), bekerja sebagai pengasuh pondok pesantren dengan penghasilan yang tidak menentu, Sedangkan ibunya Hajar Chumairoh (27) adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak lahir Tazkia sudah divonis oleh dokter menderita radang otak karna virus toksa dan penyumbatan hati. Tazkia mendapatkan perawatan insentif sejak akhir bulan Oktober di ICU RS PKU Muhammadiyah Solo. Setelah mendapat informasi tanggal 13 November 2017 kurir SedekahRombongan melakukan Survai dan bertemu dengan orang tua Tazkia di RS PKU setelah sebelumnya mendatangi rumahnya yang telah kosong selama beberapa hari karena menginap di rumah sakit. Kurir Sedekah rombongan berencana mendampingi proses pengobatan dik Tazkia. Namun, Allah berkehendak lain pada tanggal 14 November 2017 pukul 01.00 WIB dik Tazkia meninggal dunia. Sedekah rombongan menyampaikan sedikit bantuan titipan sedekaholic guna membantu biaya pemakaman. Keluarga Tazkia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan mohon doa agar Tazkia khusnul Khotimah.

Jumlah Bantua: Rp. 1.000.000
Tanggal: 21 November 2017
Kurir: @Mawan @Anis @Warih

Taskiya menderita radang otak karna virus toksa dan penyumbatan hati


RIFQI ARDIAN ( 8, Gizi Buruk ). Beralamat di dukuh Karaan Rt 03 , Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Tubuh Rifqi tidak seperti teman sebayanya, bahkan diumurnya yang ke-8 tahun ini hanya 10kg. Rifqi mengalami kondisi tubuh terparah yang disebabkan kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama (menahun), sehingga menyebabkan tubuh Rifqi kurus dan mengalami masalah dalam pertumbuhan. Dalam istilah medis, gizi buruk disebut Malnutrisi Energi Protein (MEP). Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor, tubuhnya yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dan faktor kesenjangan sosial. Menurut keterangan tetangganya, Ibu Sumini (40) Ibu dari Rifqi mengalami skizofernia, sehingga tidak maksimal dalam mengurus urusan keluarga, sedangkan Bapak Hardi (45) Bapak dari Rifqi yang hanya lulusan Sekolah Dasar pun juga tidak bisa maksimal mengurus rumah karena Beliau harus bekerja sebagai buruh petani. Bapak Hardi bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu, sekitar Rp 40.000,00 setiap bekerja. Menurut Ibu Jumani, Beliau adalah Bibi dari Rifqi yang saat ini sementara merawat Rifqi, di rumah Rifqi hanya makan seadanya, tanpa nutrisi yang cukup. Rifqi harus rela tidak bisa mengikuti aktifitas bersekolah karena kondisinya yang lemah. Rifqi saat ini masih aktif sebagai murid kelas 2 di Sekolah Dasar di dekat rumahnya. Bersyukur, #kurirSR dipertemukan dengan Rifqi, sehingga bisa menyampaikan sedekah dari sedekaholic untuk membantu memperbaiki nutrisi Rifqi agar Rifqi bisa kembali sehat dan beraktifitas seperti sediakala. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal : 11 November 2017
Kurir : @Mawan @AnisSetya @Shofawa

Rizky menderita gizi buruk


RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN (RSSR) SOLO (Biaya Rumah Tangga Pasien Bulan November 2017) Alamat: Jl. Arifin 84, Tegalharjo, Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki tahun ke-5 SedekahRombongan Solo memiliki Rumah Singgah (RSSR), kian hari hilir mudik pasien datang sebagai upaya untuk sembuh dari sakit mereka. Wilayah jangkauan yang semakin luas, tak hanya di Solo namun juga termasuk Wonogiri, Magetan, Sragen, Madiun dan pasien transferan lain dari luar kota semakin membuat ramai suasana RSSR. Kebutuhan pokok yang diperlukan semakin bertambah untuk pembelian Beras, sayur, Gula, kopi, susu, minyak, detergen, lauk-pauk & kebutuhan rumah singgah Lainya. Alhamdulillah berkat sedekaholics, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi di bulan ini dan tersampaikan untuk pasien dampingan yang berada di RSSR. Sebelumnya laporan santunan RSSR Solo masuk dalam rombongan 1081. Semoga segala amal sedekaholics semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp 2.487.200
Tanggal: 29 November 2017
Kurir: @mawan @anissetya60 @Allcrew

Biaya rumah tangga pasien bulan November 2017

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 HERRY RACHMAT SETYAWAN 1,000,000
2 AHMAD MAHBUB 750,000
3 DASINAH BINTI ADAM 500,000
4 ENOH BINTI MAKBUL 750,000
5 ROLIYAH BINTI KUSNAN 500,000
6 SINTA DEWI 750,000
7 SULAMI BINTI MAEDI 5,000,000
8 MARFUAH BINTI MADINA 750,000
9 SOPA NUR PAOJA 750,000
10 SINTA BINTI MAHMUDIN 1,000,000
11 NENG RAHMAWATI 750,000
12 AHMAD MUZAKI 750,000
13 ABI SAPUTRA 500,000
14 SITI ZALILAH ALAWIAH 500,000
15 M. RIA ABDUL JAMAL 500,000
16 DONI SYAIFUL RAHMAN 500,000
17 MUHAMAD ZHIDAN MAULANA 500,000
18 MUHAMMAD NASIR 750,000
19 CICI AISAH 1,000,000
20 DEDEH PARIDA 500,000
21 AI DULIMAH 500,000
22 WINDA YULIANA 1,250,000
23 SUCI BINTI SAMSUDI 750,000
24 AMUD BIN SABAN 500,000
25 ELI ROHLIANAH 600,000
26 MTSR BANDUNG RAYA 1 2,616,800
27 MUHAMMAD ASSIDIK 500,000
28 MTSR BANDUNG RAYA 2 2,780,700
29 RSSR SOLO 3,313,700
30 MTSR SOLO 4,858,000
31 KARTIYEM BINTI SOMO 1,000,000
32 TASKIYA QOTRUNNADA 1,000,000
33 RIFQI ARDIAN 1,000,000
34 RSSR SOLO 2,487,200
Total 41,156,400

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 41,156,400,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 1084 ROMBONGAN

Rp. 57,616,529,707,-

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1083

Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah

AGUSTIAWAN BIN HERMAN (11, Jantung Bocor). Alamat Desa Kota Rindau Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah. Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir dan saat ini sering mengalami batuk disertai keluar darah. Pernah dirawat di rumah sakit umum UNDATA Palu dan disarankan oleh dokter agar segera dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun dikarenakan kendala biaya maka kedua orang tua belum melaksanakan saran dari dokter tersebut. Agustiawan merupakan anak dari Bapak Herman (47) yang bekerja sehari-hari sebagai petani dan Ibu Rusni (40) yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Saat ini Agustiawan selama berobat menggunakan jaminan kesehatan (BPJS).
Sedekah rombongan melakukan pendampingan kepada Agustiawan guna diberangkatkan kembali ke jakarta. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya membeli susu dan vitamin yang dibutuhkan oleh Agustiawan pasca operasi pada jantungnya setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 1072.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000, –
Tanggal : 17 November 2017
Kurir : @wirawiry @untaririri @endangnumik

Agustiawan menderita jantung bocor sejak lahir

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1082

Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka

SRI WIDIYAWATI (23, Pembengkakan Jantung. Alamat : Ds Sirangkang RT. 012 / RW. 003, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang, Provinsi Jawa tengah. Agustus 2016 Sri mengalami demam tinggi, setelah menjalani pemeriksaan dokter menyebutkan Sri menderita sakit Typoid. Setahun berlalu tanpa menunjukkan penyakit kembali, hingga pada Agustus 2017 Sri mengalami gatal-gatal di telapak tangan dan pipi di sertai rasa panas, bintik kemerahan, sesak nafas, pusing dan lemas. Berat badan Sri terus menurun secara drastis, Sri di bawa ke Rumah Sakit terdekat dan dokter memberi rujukan ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk mendapat penanganan yang lebih maksimal karena jantung Sri telah mengalami pembengkakan. Saat ini Sri telah menjalani kontrol rutin di RSUP dr. Kariadi Semarang. Suami Sri, Bapak Wagito (28) bekerja sebagai karyawan di sebuah rumah makan dengan tanggungan seorang anak balita merasakan kesulitan dalam pengobatan sang istri meskipun telah di bantu dengan fasilitas kesehatan KIS, terlebih saat ini Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur. Santunan sebelumnya terdapat dalam rombongan 1063.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Oktober 2017
Kurir : @indrades @naadiahusna

Sri menderita sakit Typoid.

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1081

Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembangbiakkan oleh-Nya seperti gunung, maka bersedekahlah.

HAPSAH ZAINUDDIN (40, Tumor Pipi). Alamat : Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Ibu Hapsah harus hidup dengan tumor yang tumbuh di pipinya selama 10 tahun. Tumor tersebut berawal dari jerawat kecil yang semakin membesar, tidak ada penyebab yang pasti dan Ibu Hapsah tidak merasakan sakit di pipinya. Ukuran tumor yang semakin membesar menimbulkan ketidaknyamanan saat ibu Hapsah beraktivitas, dan ia khawatir tumor tersebut semakin lama akan menutupi wajahnya. Berbagai pengobatan alternatif telah dilakukan tetapi tetap saja belum membuahkan hasil. Sekitar setahun yang lalu, Ibu Hapsah berobat ke RSUD Kolonel Abunjani Kota Bangko di Kabupaten Merangin dengan menggunakan JKN-KIS. Pihak medis di sana mengatakan itu adalah tumor dan Ibu Hapsah harus segera dioperasi dan dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah tidak memiliki biaya untuk berangkat ke Kota Jambi dan kondisinya pada saat itu sedang lemah. Ibu Hapsah hanya seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Bapak Zainuddin (50), bekerja memotong karet dengan penghasilan yang sangat kecil. Penghasilan Bapak Zainuddin jika digunakan untuk biaya pengobatan istrinya ke Jambi tidak cukup, belum lagi harus memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya sekolah 3 orang anaknya. Alhamdulillah berkat izin Allah, kurir sedekah rombongan Jambi dipertemukan dengan keluarga ini. Santunan pun disampaikan untuk membantu biaya tranportasi dan akomodasi kontrol lanjutan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Ibu Hapsah telah menjalani pengobatan, tinggal menunggu jadwal operasi. Santunan sebelumnya sudah pernah diberikan dan terdapat dalam rombongan 1076. Semoga Ibu Hapsah bisa segera dioperasi dan bisa beraktivitas kembali dengan nyaman, amin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Tanggal : 14 November 2017
Kurir : @saptuari @shintatantri @diyansrg @limzki_99

Bu Hapsah menderita tumor pipi

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Leave a comment

Rombongan 1080

Bersegeralah sedekah, karena bala bencana tidak akan bisa mendahului sedekah.

SUNARWOKO BIN LASIMEN (57,Katarak) Alamat jl.Dsn Melian rt:07 rw:09 Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Bapak Sunarwoko yang kesehariannya sebagai sopir truk kirim sirtu (pasir batu) , sejak 2 tahun terakhir merasakan penglihatannya berkurang . Setelah diperiksakan ke puskesmas terdekat diketahui beliau menderita katarak di kedua mata kanan dan kirinya . Semenjak itulah pekerjaan sebagai sopir otomatis terhenti , pak Woko pernah melakukan operasi katarak. Dan operasi pertamanya pada mata kanan pada tanggal 1 Agustus 2017. Sedangkan operasi pada bagian mata kirinya pada tanggal 4 September 2017. Operasi keduanya menggunakan fasilitas Surat Keterangan Miskin (SKM) dilakukan di RSUD Bangil . Kontrol pertama pasca operasi dan kedua berjalan lancar. Kendala pengobatan ditemukan pada saat kontrol yang kedua kalinya pada tanggal 15 September 2017 yaitu SKM di RSUD Bangil sudah tidak berlaku lagi. Ditengah keputusasaannya, Pak Woko suami dari ibu Sriwati (50) yang seorang penjahit dan memiliki tiga orang anak, yang paling kecil sudah duduk di bangku SMP sedangkan yang lainnya telah berumah tangga .Langkah pertama beliaunya membuat Surat Pernyataan Miskin (SPM) dengan harapan ihktiar pengobatannya dapat di lanjutkan. Langkah berikutnya sudah pada Dinas Sosial untuk membuat BPJS .Setelah di BPJS ternyata nama Bapak Sunarwoko beserta istrinya terdaftar sebagai peserta BPJS aktif sejak 2015 dan ada tunggakan rp.663.000, pak Sunarwoko beserta istri merasa keberatan dengan tagihan sebesar itu dan menyatakan tidak bisa membayarnya , alhamdulillah ada sanak saudara yang membantu melunasi tunggakan bpjs. Sedekah Rombongan berkesempatan membantu untuk akomodasi dan transportasi biaya kontrol pengobatan rutin katarak Pak Woko. Semoga dengan kontrol rutinnya Pak Woko berdampak normal pada penglihatan dan bisa beraktifitas produktif. Pak Sunarwoko beserta keluarganya mengucapkan terima kasih pada sedekaholc, semoga Allah membalas kebaikan para sedekaholic. Amin

Jumlah Bantuan Rp.500.000,-
Tanggal : 05/10/2017
Kurir : Mira @mzboz1027 Aang

Pak Sunarwoko menderita katarak di kedua mata kanan dan kirinya

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1080

Rombongan 1079

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.

RAHMANSYAH BIN MARTONO (7, TB. Tulang). Alamat : Blok Nyongat, RT 8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sampai usianya yang kini sudah menginjak 7 tahun, Rahmansyah tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia derita. Saat usia satu tahun ia mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun diterapi. Menginjak usia dua tahun ia mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah empat tahun orangtua Rahmansyah berikhtiar di Rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk kesembuhan anak keduanya ini. Satu minggu sekali dia kontrol dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat ini. Sampai saat ini perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Pascaoperasi ia sudah bisa berjalan, setelah dilakukan pemasangan sepatu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak seusianya. Dengan dukungan sedekaholics, ia rajin menjalani fisioterapi tiga kali dalam seminggu di RSHS Bandung. Rahmansyah juga semakin rajin bersekolah di SD bersama teman-teman seusianya. Ia bersemangat saat belajar membaca, menulis dan berhitung di sekolah yang tidak jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Putra bungsu dari keluarga dhuafa ini masih membutuhkan dukungan para dermawan. Ayah Rahmansyah, yaitu Martono (55), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibundanya, Aisyah (37) hanyalah ibu rumah tangga biasa. Selama menjalani pengobatan di RSHS Bandung, Rahmansyah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas. Untuk kelanjutan terapi Rahmansyah, Sedekah Rombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada anak periang ini. Bantuan yang diterima kali ini digunakan biaya rontgen ke Jakarta pasca pembuatan sepatu kaki kanan Rahmansyah yang terkena TB dan pembelian vitamin tulang. Semoga Rahmansyah segera dapat pulih dari penyakitnya. Amiin. Bantuan sebelum ini tercatat pada Rombongan 997.

Jumlah Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 7 November 2017
Kurir: @ddsyaefudin @myusela dwi @asiihlestari

Rahmansyah mengalami TB Tulang kronik di kaki kanannya

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1079

Rombongan 1078

Bukan saja sedekah membuka pintu rezeki seseorang, tetapi bahkan bersedekah juga melipat-gandakan rezeki yang ada pada kita.

MUDIYA BIN SUGANDA (37, TB Paru). Alamat : Gang Soban 1, RT 15/4, Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sedekah Rombongan pertama kali bertemu dengan Pak Mudiya ketika dia baru pulang ke Cirebon usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu Bandung pada bulan Juli lalu. Pak Mudiya dirawat karena sakit paru-paru yang dideritanya. Hal ini mungkin disebabkan karena Pak Mudiya pernah bekerja selama beberapa tahun di gudang semen sebagai kuli angkut. Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit H.A. Rotinsulu, Pak Mudiya disarankan untuk check-up kembali. Keterbatasan biaya hampir saja membuatnya tidak melanjutkan pengobatan. Pak Mudiya adalah seorang kepala keluarga dengan seorang anak. Istrinya, Ibu Murniasih (32) hanya mengurus rumah tangga tanpa bekerja sambilan. Keadaan ekonomi keluarga ini menjadi semakin berat karena Pak Mudiya tidak bisa bekerja untuk sementara waktu. Bersyukur biaya pengobatan Pak Mudiya selama ini telah dijamin melalui fasilitas kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kurir Sedekah Rombongan yang bersilaturahmi ke kediamannya menyampaikan keprihatinan mendalam dan bantuanpun diberikan untuk meringankan beban biaya pengobatan. Pada keberangkatan berikutnya setelah mendapat bantuan, Pak Mudiya dirawat kembali selama beberapa hari di RS. H.A. Rotinsulu Bandung dan masih menjalani pemeriksaan rutin selama beberapa waktu ke depan. Bantuan sebelum ini telah termasuk dalam Rombongan 1061.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 9 November 2017
Kurir : @ddsyaefudin @myusela @ochep_priyatno dwi @aulia

Pak Mudiya menderita TB Paru

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1078

Rombongan 1077

Sedekahmu, jadi pembuka jalan kesembuhan mereka.

MTSR PANTURA TIMUR II (K 8502 VA, Biaya Operasional Bulan Oktober 2017). Sedekah Rombongan area Pantura Timur memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) dengan nomer hotline 08551911911. MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) yang biasa dijuluki “Mr. Red” ini adalah mobil ambulance operasional tim Sedekah Rombongan yang mengcover wilayah Pantura Jawa Tengah khususnya daerah Timur dari Area, Blora, Purwodadi hingga Rembang. Frekuensi penggunaan MTSR Pati semakin hari semakin tinggi. Selain dipergunakan untuk survey pasien ke wilayah operasionalnya, ambulance MTSR di Pantura Timur II ini juga sering digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien dari rumah singgah ke rumah sakit dan/atau sebaliknya, menyampaikan sedekah titipan langit, bahkan tak jarang mengangkut jenazah dhuafa pulang ke rumah dhuafa. Bantuan dana dipergunakan untuk mendukung biaya operasional bahan bakar agar selalu bisa cepat tanggap membantu mobilitas pasien. Terimakasih untuk para Sedekaholics, doa kami menyertai Sedekaholics semua agar selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT. Biaya operasional sebelumnya tercantum pada rombongan 1060

Jumlah Bantuan: Rp. 1.658.000,-
Tanggal : 31 Oktober 2017
Kurir : @robbyadiarta Imam Rochim @hendrowidyanto @muhnursetiawan2 @akuokawai

Biaya operasional bulan Oktober 2017

Lanjut Bacanya...

Categories: Laporan Sedekah | Comments Off on Rombongan 1077